DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ PARA SHAHABIYAH RASULULLAH &#...
*****************************************************
#Post#: 340--------------------------------------------------
۩۞۩ Para Shahabiyah Rasulullah
صلى ا لله
عليه وسلم : Asma
bint Yazid Al-Anshariah
DIR By: NaomiKeiza
Date: January 1, 2024, 12:05 am
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
[center]BIOGRAFI ◥↑✻AHLULHADITS, PARA
SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
ﷺ[/center]
[center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar ibn Abdul Aziz) ▶ Mari kita kembali kepada Al Qur'an
dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.✻
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
✻ Asma bint Yazid Al-Anshariah [font=georgia]radhiyallahu
'anha[/font]
(Wafat 30 H) Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
[size=9pt]◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=164
Nama lengkapnya adalah Asma’ [i]bint Yazid ibn Sakan ibn Rafi’
ibn Imri’il Qais ibn Abdul Asyhal ibn Haris al-Anshariyyah,
al-Ausiyyah al-Asyhaliyah. Beliau adalah seorang ahli hadits
yang mulia, seorang mujahidah yang agung, memiliki kecerdasan,
dien yang bagus, dan ahli argumen, sehingga beliau dijuluki
sebagai “juru bicara wanita.” Di antara sesuatu yang istimewa
yang dimiliki oleh Asma’ radhiyallahu ‘anha adalah kepekaan
inderanya dan kejelian perasaannya serta ketulusan hatinya.
Selebihnya dalam segala sifat sebagaimana yang dimiliki oleh
wanita-wanita Islam yang lain yang telah lulus dalam madrasah
nubuwwah, yakni tidak terlalu lunak (manja) dalam berbicara,
tidak merasa hina, tidak mau dianiaya dan dihina, bahkan beliau
adalah seorang wanita yang pemberani, tegar, mujahidah. Beliau
menjadi contoh yang baik dalam banyak medan peperangan.[/i]
Asma’ radhiyallahu ‘anha mendatangi Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi Wasallam pada tahun pertama hijrah dan beliau berba’iat
kepadanya dengan ba’iat Islam. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam memba’iat para wanita dengan ayat yang tersebut dalam
surat Al-Mumtahanah,
“Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang
beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tidak akan
menyekutukan sesuatu pun dengan Allah, tidak akan mencuri, tidak
akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan
berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki
mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka
terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada
Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.” (Al-Mumtahanah: 12)
Ba’iat dari Asma’ bint Yazid radhiyallahu ‘anha adalah untuk
jujur dan ikhlas, sebagaimana yang disebutkan riwayatnya dalam
kitab-kitab sirah bahwa Asma’ mengenakan dua gelang emas yang
besar, maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
“Tanggalkanlah kedua gelangmu wahai Asma’, tidakkah kamu takut
jika Allah mengenakan gelang kepadamu dengan gelang dari
neraka?”
Maka, segeralah beliau tanpa ragu-ragu dan tanpa argumentasi
untuk mengikuti perintah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam, maka beliau melepaskannya dan meletakkan di depan
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
Setelah itu Asma’ aktif untuk mendengar hadits Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang mulia dan beliau bertanya
tentang persoalan-persoalan yang menjadikan dia paham urusan
dien. Beliau pulalah yang bertanya kepada Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi Wasallam tentang tata cara thaharah (bersuci) bagi
wanita yang selesai haidh. Beliau memiliki kepribadian yang kuat
dan tidak malu untuk menanyakan sesuatu yang hak. Oleh karena
itu, Ibnu Abdil Barr berkata, “Beliau adalah seorang wanita yang
cerdas dan bagus diennya.”
Beliau radhiyallahu ‘anha dipercaya oleh kaum muslimah sebagai
wakil mereka untuk berbicara dengan Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi Wasallam tentang persoalan-persoalan yang mereka hadapi.
Pada suatu ketika Asma’ mendatangi Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi Wasallam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya
saya adalah utusan bagi seluruh wanita muslimah yang di
belakangku, seluruhnya mengatakan sebagaimana yang aku katakan
dan seluruhnya berpendapat sebagaiamana aku berpendapat.
Sesungguhnya Allah Subhanahu wa ta’ala mengutusmu bagi seluruh
laki-laki dan wanita, kemudiaan kami beriman kepada anda dan
memba’iat anda. Adapun kami para wanita terkurung dan terbatas
gerak langkah kami. Kami menjadi penyangga rumah tangga kaum
laki-laki, dan kami adalah tempat melampiaskan syahwat mereka,
kamilah yang mengandung anak-anak mereka. Akan tetapi, kaum
lelaki mendapat keutamaan melebihi kami dengan salat Jumat,
mengantarkan jenazah, dan berjihad. Apabila mereka keluar untuk
berjihad, kamilah yang menjaga harta mereka, yang mendidik
anak-anak mereka, maka apakah kami juga mendapat pahala
sebagaimana yang mereka dapat dengan amalan mereka?”
Mendengar pertanyaan tersebut, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam menoleh kepada para sahabat dan bersabda, “Pernahkan
kalian mendengar pertanyaan seorang wanita tentang dien yang
lebih baik dari apa yang dia tanyakan?”
Para sahabat menjawab, “Benar, kami belum pernah mendengarnya ya
Rasulullah!” Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
bersabda,“Kembalilah wahai Asma’ dan beri tahukanlah kepada para
wanita yang berada di belakangmu bahwa perlakuan baik salah
seorang mereka kepada suaminya, dan meminta keridhaan suaminya,
saatnya ia untuk mendapat persetujuannya, itu semua dapat
mengimbangi seluruh amal yang kamu sebutkan yang dikerjakan oleh
kaum lelaki.”
Maka, kembalilah Asma’ sambil bertahlil dan bertakbir merasa
gembira dengan apa yang disabdakan Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi Wasallam.
Dalam dada Asma’ terbetik keinginan yang kuat untuk ikut andil
dalam berjihad, hanya saja kondisi ketika itu tidak memungkinkan
untuk merealisasikannya. Akan tetapi, setelah tahun 13 Hijriyah
setelah wafatnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam hingga
perang Yarmuk beliau menyertainya dengan gagah berani.
Pada perang Yarmuk ini, para wanita muslimah banyak yang ikut
andil dengan bagian yang banyak untuk berjihad sebagaimana yang
disebutkan oleh al-Hafidz Ibnu Katsir dalam kitab al-Bidayah
wan-Nihaayah, beliau membicarakan tentang perjuangan mujahidin
mukminin. Beliau berkata, “Mereka berperang dengan perang
besar-besaran hingga para wanita turut berperang di belakang
mereka dengan gagah berani.”
Dalam bagian lain beliau berkata, “Para wanita menghadang
mujahidin yang lari dari berkecamuknya perang dan memukul mereka
dengan kayu dan melempari mereka dengan batu. Adapun Khaulah
bint Tsa’labah radhiyallahu ‘anha berkata:
Wahai kalian yang lari dari wanita yang bertakwa
Tidak akan kalian lihat tawanan
Tidak pula perlindungan
Tidak juga keridhaan
Beliau juga berkata dalam bagian yang lain, “Pada hari itu kaum
muslimah berperang dan berhasil membunuh banyak tentara Romawi,
akan tetapi mereka memukul kaum muslimin yang lari dari kancah
peperangan hingga mereka kembali untuk berperang.”
Dalam perang yang besar ini, Asma’ bint Yazid menyertai pasukan
kaum muslimin bersama wanita-wanita mukminat yang lain berada di
belakang para mujahidin mencurahkan segala kemampuan dengan
membantu mempersiapkan senjata, memberikan minum bagi para
mujahidin dan mengobati yang terluka di antara mereka serta
memompa semangat juang kaum muslimin.
Akan tetapi, manakala berkecamuknya perang, manakala suasana
panas membara dan mata menjadi merah, ketika itu Asma’
radhiyallahu ‘anha lupa bahwa dirinya adalah seorang wanita.
Beliau hanya ingat bahwa dirinya adalah muslimah, mukminah, dan
mampu berjihad dengan mencurahkan segenap kemampuan dan
kesungguhannya. Hanya beliau tidak mendapatkan apa-apa yang di
depannya melainkan sebatang tiang kemah, maka beliau membawanya
kemudian berbaur dengan barisan kaum muslimin. Beliau memukul
musuh-musuh Allah ke kanan dan ke kiri hingga dapat membunuh
sembilan orang dari tentara Romawi, sebagaimana yang dikisahkan
oleh Imam Ibnu Hajar tentang beliau, “Dialah Asma’ [i]bint Yazid
ibn Sakan yang menyertai perang Yarmuk, ketika itu beliau
membunuh sembilan tentara Romawi dengan tiang kemah, kemudian
beliau masih hidup selama beberapa tahun setelah peperangan
tersebut.”[/i]
Asma’ keluar dari peperangan dengan membawa luka di punggungnya
dan Allah menghendaki beliau masih hidup setelah itu selama 17
tahun karena beliau wafat pada akhir tahun 30 Hijriyah setelah
menyuguhkan kebaikan bagi umat.
Semoga Allah merahmati Asma’ bint Yazid ibn Sakan dan memuliakan
dengan hadits yang telah beliau riwayatkan bagi kita, dan dengan
pengorbanan yang telah beliau usahakan, dan telah beramal dengan
sesuatu yang dapat dijadikan pelajaran bagi yang lain dalam hal
mencurahkan segala kemampuan dan usaha demi memperjuangkan
al-haq dan mengibarkan bendera hingga dien ini hanya bagi Allah.
Ꞁ1
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
/>Ꞁ2(boards┐II)
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
ᴊᴀᴢᴀᴋᴜᴍᴜʟʟᴀʜᴜ
ᴋʜᴀɪʀᴀɴ
ʙᴀᴀʀᴀᴋᴀʟʟᴀʜᴜ
ꜰɪɪᴋᴜᴍ
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]
SUMBER: kitab Nisaa’ Haular Rasuul, karya Mahmud Mahdi
al-Istanbuli dan Musthafa Abu an-Nashr asy-Syalabi
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
*****************************************************
Page 1 of 1