URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       ↑iscm
  HTML https://iscm.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: ۩۞۩ PARA SHAHABIYAH RASULULLAH &#...
       *****************************************************
       #Post#: 339--------------------------------------------------
       ۩۞۩ Para Shahabiyah Rasulullah
       صلى ا لله
       عليه وسلم : Asma
       bint ‘Umais
   DIR By: NaomiKeiza
       Date: January 1, 2024, 12:04 am
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
       [center]BIOGRAFI &#9701;&#8593;&#10043;AHLULHADITS, PARA
       SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
       &#65018;[/center]
       [center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
       sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar ibn Abdul Aziz) &#9654; Mari kita kembali kepada Al Qur'an
       dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.&#10043;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       &#10043; Asma' bint ‘Umais [font=georgia]radhiyallahu
       'anha[/font]
       (Wafat.. H) Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
       [size=9pt]&#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=168
       Nama lengkapnya adalah Asma’ [i]bint Ma`d ibn Tamim ibn Al-Haris
       ibn Ka`ab ibn Malik ibn Quhafah, dipanggil dengan nama Ummu
       Ubdillah. Beliau adalah termasuk salah satu di antara empat
       akhwat mukminah yang telah mendapat pengesahan dari Rasulullah
       Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dengan sabdanya: “Ada empat akhwat
       mukminat yaitu Maimunah, Ummu Fadl, Salma dan Asma.”[/i]
       Beliau masuk Islam sebelum kaum muslimin memasuki rumah
       al-Arqam. Beliau adalah istri pahlawan di antara sahabat yaitu
       Ja’far ibn Abi Thalib, sahabat yang memiliki dua sayap
       sebagaimana gelar yang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
       berikan terhadap beliau. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
       manakala ingin mengucapkan salam kepada Abdullah ibn Ja’far
       beliau bersabda: “Selamat atas kamu wahai putra dari seorang
       yang memiliki dua sayap ([i]Dzul janahain).”[/i]
       Asma’ termasuk wanita muhajirah pertama, beliau turut berhijrah
       bersama suaminya yaitu Ja’far ibn Abi Thalib menuju Habasyah,
       beliau merasakan pahit getirnya hidup di pengasingan. Adapun
       suaminya adalah juru bicara kaum muslimin dalam menghadapi raja
       Habasyah, an-Najasyi.
       Di bumi pengasingan tersebut beliau melahirkan tiga putra yakni
       Abdullah, Muhammad dan Aunan. Adapun putra beliau yaitu Abdullah
       sangat mirip dengan ayahnya, sedangkan ayahnya sangat mirip
       dengan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, sehingga hal itu
       menggembirakan hati beliau dan menumbuhkan perasaan rindu untuk
       melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Rasulullah
       Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda kepada Ja’far: “Engkau
       menyerupai bentuk (fisik)-ku dan juga akhlakku.”
       Ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memerintahkan
       bagi para muhajirin untuk bertolak menuju Madinah maka
       hampir-hampir Asma’ terbang karena girangnya, inilah mimpi yang
       menjadi kenyataan dan jadilah kaum Muslimin mendapatkan negeri
       mereka dan kelak mereka akan menjadi tentara-tentara Islam yang
       akan menyebarkan Islam dan meninggikan kalimat Allah.
       Begitulah, Asma’ keluar dengan berkendaraan tatkala hijrah untuk
       kali yang kedua dari negri Habasyah menuju negeri Madinah.
       Tatkala rombongan muhajirin tiba di Madinah, ketika itu pula
       mereka mendengar berita bahwa kaum muslimin baru menyelesaikan
       peperangan dan membawa kemenangan, takbirpun menggema di segala
       penjuru karena bergembira dengan kemenangan pasukan kaum
       Muslimin dan kedatangan muhajirin dari Habsyah.
       Ja’far ibn Abi Thalib datang disambut oleh Rasulullah
       Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dengan gembira kemudian beliau cium
       dahinya seraya bersabda:
       “Demi Allah aku tidak tahu mana yang lebih menggembirakanku,
       kemenangan khaibar ataukah kedatangan Ja’far.” Asma’ masuk ke
       dalam rumah Hafshah bint Umar tatkala Nabi menikahinya, tatkala
       itu Umar masuk ke rumah Hafshah sedangkan Asma’ berada di
       sisinya, lalu beliau bertanya kepada Hafshah, ‘Siapakah wanita
       ini?” Hafshah menjawab, “Dia adalah Asma’ bint Umais? Umar
       bertanya, inikah wanita yang datang dari negeri Habasyah di
       seberang lautan?’ Asma menjawab, “Benar.” Umar berkata; ‘Kami
       telah mendahului kalian untuk berhijrah bersama Rasul, maka kami
       lebih berhak terhadap diri Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
       Wasallam dari pada kalian. “Mendengar hal itu Asma’ marah dan
       tidak kuasa membendung gejolak jiwanya sehingga beliau berkata:
       “Tidak demi Allah, kalian bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
       Wasallam sedangkan beliau memberi makan bagi yang kelaparan di
       antara kalian dan mengajarkan bagi yang masih bodoh diantara
       kalian, adapun kami di suatu negeri atau di bumi yang jauh dan
       tidak disukai yakni Habasyah, dan semua itu adalah demi
       keta`atan kepada Allah dan Rasul-Nya Shallallahu ‘Alaihi
       Wasallam.” Kemudian Asma’ diam sejenak selanjutnya berkata:
       “Demi Allah aku tidak makan dan tidak minum sehingga aku
       laporkan hal itu kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,
       kami diganggu dan ditakut-takuti, hal itu juga akan aku
       sampaikan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, aku
       akan tanyakan kepada beliau, demi Allah aku tidak berdusta,
       tidak akan menyimpang dan tidak akan menambah-nambah.”
       Tatakala Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam datang, maka
       berkata Asma’ kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, “Wahai
       Nabi Allah sesungguhnya Umar berkata begini dan begini.”
       Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bertanya kepada Umar,
       “Apa yang telah engkau katakan kepadanya?.” Umar menjawab, “Aku
       katakan begini dan begini.” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
       Wasallam bersabda kepada Asma':
       “Tiada seorangpun yang berhak atas diriku melebihi kalian,
       adapun dia (Umar) dan para sahabatnya berhijrah satu kali akan
       tetapi kalian ahlus safinah (yang menumpang kapal) telah
       berhijrah dua kali.” Maka menjadi berbunga-bungalah hati Asma’
       karena pernyataan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
       tersebut lalu beliau sebarkan berita tersebut di tengah-tengah
       manusia, hingga orang-orang mengerumuni beliau untuk meminta
       penjelasan tentang kabar tersebut. Asma’ berkata: “Sungguh aku
       melihat Abu Musa dan orang-orang yang telah berlayar (berhijrah
       bersama Asma’ dan suaminya) mendatangiku dan menanyakan kepadaku
       tentang hadits tersebut, maka tiada sesuatu dari dunia yang
       lebih menggembirakan dan lebih besar artinya bagi mereka dari
       apa yang disabdakan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kepada
       mereka.”
       Manakala pasukan kaum muslimin menuju Syam, di antara ketiga
       panglimanya terdapat suami dari Asma’ yakni Ja’far ibn Abi
       Thalib. Di sana di medan perang Allah memilih beliau di antara
       sekian pasukan untuk mendapatkan gelar syahid di jalan Allah.
       Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mendatangi rumah Asma’
       dan menanyakan ketiga anaknya, merekapun berkeliling di sekitar
       Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, kemudian Rasulullah
       mencium mereka dan mengusap kepala mereka hingga kedua matanya
       melelehkan air mata. Berkatalah Asma’ dengan hati yang
       berdebar-debar menyiratkan kesedihan, “Demi ayah dan ibuku, apa
       yang membuat anda menangis? Apakah telah sampai suatu kabar
       kepada anda tentang Ja’far dan sahabatnya?” Beliau menjawab,
       “Benar, dia gugur hari ini.”
       Tidak kuasa Asma’ menahan tangisnya kemudian Rasulullah
       Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menghiburnya dan berkata kepadanya:
       “Berkabunglah selama tiga hari, kemudian berbuatlah sesukamu
       setelah itu.”
       Selanjutnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda
       kepada anggota keluarga beliau:
       “Buatkanlah makanan bagi keluarga Ja’far, karena telah datang
       peristiwa yang menyibukkan mereka.”
       Tiada yang dilakukan oleh wanita mukminah ini melainkan
       mengeringkan air mata, bersabar dan berteguh hati dengan
       menghaarapkan pahala yang agung dari Allah. Bahkan sewaktu malam
       beliau bercita-cita agar syahid sebagimana suaminya. terlebih
       lebih tatkla beliau mendengar salah seorang laki-laki dari Bani
       Murrah ibn Auf berkata: “Tatkala perang tersebut, demi Allah
       seolah-olah aku melihat Ja’far ketika melompat dari kudanya yang
       berwarna kekuning-kuningan kemudian beliau berperang hingga
       terbunuh. Beliau sebelum terbunuh berkata:
       Wahai jannah (surga) yang aku dambakan mendiaminya
       harum semerbak baunya, sejuk segar air minumnya
       tentara Romawi menghampiri liang kuburnya
       terhalang jauh dari sanak keluarganya
       kewajibankulah menghantamnya kala menjumpainya
       Kemudian Ja’far memegang bendera dengan tangan kanannya tapi
       dipotonglah tangan kanan beliau, kemudian beliau membawa dengan
       tangan kirinya, akan tetapi dipotonglah tangan kirinya,
       selanjutnya beliau kempit di dadanya dengan kedua lengannya
       hingga terbunuh.
       Asma` mendapatkan makna dari sabda Rasulullah Shallallahu
       ‘Alaihi Wasallam yang pernah berkata kepada anaknya:
       “Assalamu`alaikum wahai putra dari seorang yang memiliki dua
       sayab.”
       Rupanya Allah menggantikan kedua tangan Ja’far yang terputus
       dengan dua sayap yang dengannya beliau terbang di jannah
       sekehendaknya. Seorang ibu yang shalihah tersebut tekun mendidik
       ketiga anaknya dan membimbing mereka agar mengikuti jejak yang
       telah ditempuh oleh ayahnya yang telah sayahid, serta
       membiasakan mereka dengan tabi`at iman.
       Belum lama berselang dari waktu tersebut Abu Bakar Ash-Shidiq
       datang untuk meminang Asma` bint Umais setelah wafatnya istri
       beliau Ummu Rumaan. tiada alasan lagi bagi Asma` menolak
       pinangan orang seutama Abu Bakar Ash Shidiq, begitulah akhirnya
       Asma` berpindah ke rumah Abu Bakar Ash Shidiq untuk menambah
       cahaya kebenaran dan cahaya iman dan untuk mencurahkan cinta dan
       kesetiaan di rumah tangganya.
       Setelah sekian lama beliau malangsungkan pernikahan yang penuh
       berkah, Allah mengaruniai kepada mereka berdua seorang anak
       laki-laki. Mereka ingin melangsungkan haji wada`, maka Abu Bakar
       menyuruh istrinya untuk mandi dan meyertai haji setelah
       Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memintanya. Kemudian
       Asma` menyaksikan peristiwa demi peristiwa yang besar, namun
       peristiwa yang paling besar adalah wafatnya pemimpin anak Adam
       dan terputusnya wahyu dari langit. Kemudian beliau juga
       menyaksikan suaminya yakni Abu Bakar memegang tampuk
       kekhalifahan bagi kaum muslimin sehingga suaminya merampungkan
       problematika yang sangat rumit seperti memerangi orang murtad,
       memerangi orang-orang yang tidak mau berzakat serta mengirim
       pasukan Usamah dan sikapnya yang teguh laksana gunung tidak ragu
       -ragu dan tidak pula bimbang, demikian pula beliau menyaksikan
       bagaimana pertolongan Allah diberikan kepada kaum muslimin
       dengan sikap iman yang teguh tersebut.
       Asma` senantiasa menjaga agar suaminya senantiasa merasa senang
       dan beliau hidup bersama suminya dengan perasaan yang tulus
       turut memikul beban bersama suaminya dalam urusan umat yang
       besar.
       Akan tetapi hal itu tidak berlangsung lama sebab khalifah
       Ash-Shidiq sakit dan semakin bertambah parah hingga keringat
       membasahi pada bagian atas kedua pipi beliau. Ash-Shidiq dengan
       ketajaman perasaan seorang mukmin yang shiddiq merasakan
       dekatnya ajal beliau sehingga beliau bersegera untuk berwasiat.
       Adapun di antara wasiat beliau adalah agar beliau dimemandikan
       oleh istrinya Asma` bint Umais, di samping itu beliau berpesan
       kepada istrinya agar berbuka puasa yang mana beliau berkata:
       “Berbukalah karena hal itu membuat dirimu lebih kuat.”
       Asma` merasa telah dekatnya wafat beliau sehingga beliau membaca
       istirja` dan memohon ampun sedangkan kedua mata beliau tidak
       berpaling sedikitpun dari memandang suaminya yang ruhnya kembali
       dengan selamat kepada Allah. Hal itu membuat Asma` meneteskan
       air mata dan bersedih hati, akan tetapi sedikitpun beliau tidak
       mengatakan sesuatu melainkan yang diridhai Allah Tabaraka Wa
       Ta`ala, beliau tetap bersabar dan berteguh hati.
       Selanjutnya beliau menunaikan perkara penting yang diminta oleh
       suaminya yang telah tiada, karena beliau adalah orang yang
       paling bisa dipercaya oleh suaminya. Mulailah beliau memandikan
       suaminya dan hal itu menambah kesedihan dan kesusahan beliau
       sehingga beliau lupa terhadap wasiat yang kedua. Beliau bertanya
       kepada para muhajirin yang hadir, “Sesungguhnya aku sedang
       berpuasa, namun hari ini adalah hari yang sangat dingin, apakah
       boleh bagiku untuk mandi?” mereka menjawab, “Tidak.”
       Di akhir siang sesuai dimakamkannya Ash-Shidiq tiba-tiba Asma`
       bint Umais ingat wasiat suaminya yang kedua yakni agar beliau
       berbuka (tidak melanjutkan shaum). Lantas apa yang hendak
       dilakukannya sekarang? sedangkan waktu hanya tinggal sebentar
       lagi, menunggu matahari tenggelam dan orang yang shaum
       diperbolehkan untuk berbuka? apakah dia akan menunggu sejenak
       saja untuk melanjutkan shaumnya?
       Kesetiaan terhadap suaminya telah menghalangi beliau untuk
       mengkhianati wasiat suaminya yang telah pergi, maka beliau
       mengambil air dan minum kemudian berkata: “Demi Allah aku tidak
       akan melanggar janjinya hari ini.”
       Setelah kepergian suaminya, Asma` melazimi rumahnya dengan
       mendidik putra-putranya baik dari Ja’far maupun dari Abu Bakar,
       beliau menyerahkan urusan anak-anaknya kepada Allah dengan
       memohon kepada-Nya untuk memperbaiki anak-anaknya dan Allahpun
       memperbaiki mereka hingga mereka menjadi imam bagi orang-orang
       yang bertakwa. Inilah puncak dari harapan beliau di dunia dan
       beliau tidak mengetahui takdir yang akan menimpa beliau yang
       tersembunyi di balik ilmu Allah.
       Dialah Ali ibn Abi Thalib saudara dari Ja’far yang memiliki dua
       sayap mendatangi Asma` untuk meminangnya sebagai wujud kesetiaan
       Ali kepada saudaranya yang dia cintai yaitu Ja’far begitu pula
       Abu Bakar Ash Shidiq.
       Setelah berulang-ulang berfikir dan mempertimbangkannya dengan
       matang maka beliau memutuskan untuk menerima lamaran dari Abi
       Thalib sehingga kesempatan tersebut dapat beliau gunakan untuk
       membantu membina putra-putra saudaranya Ja’far. Maka
       berpindahlah Asma` ke dalam rumah tangga Ali setelah wafatnya
       Fatimah Az Zahra dan ternyata beliau juga memiliki suami yang
       paling baik dalam bergaul. Senantiasa Asma` memiki kedudukan
       yang tinggi di mata Ali hingga beliau sering mengulang-ulang di
       setiap tempat, “Di antara wanita yang memiliki syahwat telah
       menipu kalian, maka aku tidak menaruh kepercayaan di antara
       wanita melebihi Asma` bint Umais.”
       Allah memberikan kemurahan kepada Ali dengan mangaruniai anak
       dari Asma` yang bernama Yahya dan Aunan, berlalulah hari demi
       hari dan Ali menyaksikan pemandangan yang asing yakni putra
       saudaranya Ja’far sedang berbantahan dengan Muhammad ibn Abu
       Bakar dan masing-masing membanggakan diri dari yang lain dengan
       mengatakan, “Aku lebih baik dari pada kamu dan ayahku lebih baik
       dari pada ayahmu.” Ali tidak mengetahui apa yang mereka berdua
       katakan? Dan bagaimana pula memutuskan antara keduanya karena
       beliau merasa simpati dengan keduanya? Maka tiada yang dapat
       beliau lakukan selain memanggil ibu mereka yakni Asma` kemudian
       berkata: “Putuslah antara keduanya! “Dengan pikirannya yang
       tajam dan hikmah yang mendalam beliau berkata: “Aku tidak
       melihat seorang pemuda di Arab yang lebih baik dari pada Ja’far
       dan aku tidak pernah melihat orang tua yang lebih baik dari pada
       Abu Bakar.” Inilah yang menyelesaikan urusan mereka berdua dan
       kembalilah kedua bocah tersebut saling merangkul dan bermain
       bersama, namun Ali merasa takjub dengan bagusnya keputusan yang
       diambil Asma` terhadap anak-anaknya, dengan menatap wajah
       istrinya, beliau berkata: “Engkau tidak menyisakan bagi kami
       sedikitpun wahai Asma`?” Dengan kecerdasan yang tinggi dan
       keberanian yang luar biasa ditambah lagi adab yang mulia beliau
       berkata: Di antara ketiga orang pilihan, kebaikan anda masih di
       bawah kebaikan mereka.”
       Ali tidak merasa asing dengan jawaban istrinya yang cerdas, maka
       beliau berkata dengan kesatria dan akhlaq yang utama berkata:
       “Seandainya engkau tidak menjawab dengan jawaban tersebut
       niscaya aku cela dirimu.”
       Akhirnya kaum mislimin memilih Ali sebagai Khalifah setelah
       Utsman ibn Affan, maka untuk kedua kalinya Asma` menjadi istri
       bagi seorang khalifah yang kali ini adalah Khalifah Rasyidin
       yang ke empat, semoga Allah meridhai mereka semua.
       Asma` turut serta memikul tanggung jawab sebagai istri khalifah
       bagi kaum muslimin dalam menghadapi peristiwa-peristiwa yang
       besar. Begitu pula dengan Abdullah ibn Ja’far dan Muhammad ibn
       Abu Bakar berdiri disamping ayahnya dalam rangka membela
       kebenaran. Kemudian setelah berselang beberapa lama wafatlah
       putra beliau Muhammad ibn Abu Bakar dan musibah tersebut membawa
       pengaruh yang besar pada diri beliau, akan tetapi Asma` seorang
       wanita mukminah tidak mungkin meyelisihi ajaran Islam dengan
       berteriak-teriak dan meratap dan hal lain-lain yang dilarang
       dalam Islam. Tiada yang beliau lakukan selain berusaha bersabar
       dan memohon pertolongan dengan sabar dan shalat terhadap
       penderitaan yang beliau alami. Asma` selalu memendam
       kesedihannya hingga payudaranya mengeluarkan darah.
       Belum lagi tahun berganti hingga bertambah parah sakit beliau
       dan menjadi lemah jasmaninya dengan cepat kemudian beliau
       meninggal dunia. Yang tinggal hanyalah lambang kehormatan yang
       tercatat dalam sejarah setelah beliau mengukir sebaik-baik
       contoh dalam hal kebijaksanaan, kesabaran dan kekuatan.
       &#42880;1
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
       />&#42880;2(boards&#9488;II)
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       &#7434;&#7424;&#7458;&#7424;&#7435;&#7452;&#7437;&#7452;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#7435;&#668;&#7424;&#618;&#640;&#7424;&#628;
       &#665;&#7424;&#7424;&#640;&#7424;&#7435;&#7424;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#42800;&#618;&#618;&#7435;&#7452;&#7437;
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]
       SUMBER: kitab Nisaa’ Haular Rasuul, karya Mahmud Mahdi
       al-Istanbuli dan Musthafa Abu an-Nashr asy-Syalabi
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       *****************************************************
       Page 1 of 1