DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ PARA SHAHABIYAH RASULULLAH &#...
*****************************************************
#Post#: 334--------------------------------------------------
۩۞۩ Para Shahabiyah Rasulullah
صلى ا لله
عليه وسلم :
Khansa bint Amru
DIR By: NaomiKeiza
Date: January 1, 2024, 12:02 am
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
[center]BIOGRAFI ◥↑✻AHLULHADITS, PARA
SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
ﷺ[/center]
[center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar ibn Abdul Aziz) ▶ Mari kita kembali kepada Al Qur'an
dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.✻
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
✻ Khansa bint Amru [font=georgia]radhiyallahu
'anha[/font]
(Wafat.. H) Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
[size=9pt]◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=167
Nama lengkapnya adalah Tamadhar [i]bint Amru ibn al-Haris ibn
asy-Syarid, seorang wanita penyair yang tersohor. Beberapa syair
terlantun dari lisan beliau di saat kematian saudaranya Shakhr
di masa jahiliyah, maka beliau meratap dengan ratapan yang
menyedihkan, yang akhirnya syair tersebut menjadi syair yang
paling terkenal dalam hal syair duka cita. Di antara syair yang
bagus yang beliau ciptakan adalah sebagai berikut:[/i]
Menangislah dengan kedua matamu atau sebelah mata
Apakah aku akan kesepian karena tiada lagi penghuni di dalam
rumah
Dan di antara syair beliau yang bagus adalah:
Kedua mataku menangis dan tiada akan membeku
Bagaimana mata tidak menangis untuk Shakhr yang mulia
Bagaimana mata tidak menangis untuk sang pemberani
Bagaimana mata tidak menangis untuk seorang pemuda yang luhur
Beliau mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
bersama kaumnya dari Bani Salim, kemudian mengumumkan
ke-Islamannya dan menganut akidah tauhid, amat baik keislaman
beliau sehingga menjadi lambang yang cemerlang dalam keberanian,
kebesaran jiwa dan merupakan perlambang kemuliaan bagi sosok
wanita muslimah.
Rasulullah pernah meminta kepadanya untuk bersyair, maka beliau
bersyair, Rasulullah menyahut, “Wahai Khansa’ dan hari-hariku di
tangan-Nya.”
Ketika Adi ibn Hatim datang kepada Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi Wasallam, dia berkata kepada Nabi, “Wahai Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, sesungguhnya di tengah-tengah kami
ada orang yang paling ahli dalam syair, ada juga orang yang
paling dermawan di antara manusia dan orang yang paling ahli
dalam menunggang kuda.” Kemudian Nabi Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam bersabda, “Siapakah nama mereka?” Adi ibn Hatim
berkata, “Adapun orang yang paling ahli bersyair adalah al-Qais
ibn Hajar, sedangkan yang paling dermawan adalah Hatim ibn Sa’ad
(yakni bapaknya Adi), adapun yang paling ahli dalam berkuda
adalah Amru ibn Ma’di Karib.” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam bersabda, “Tidak benar apa yang kamu katakan wahai Adi,
adapun orang yang paling ahli dalam syair adalah Khansa’ [i]bint
Amru, adapun orang yang paling dermawan adalah Muhammad (yakni
Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam), sedangkan orang yang
paling ahli berkuda adalah Ali ibn Abu Thalib.”[/i]
Di samping kelebihan tersebut -hingga karena keistimewaannya
dikatakan, ‘Telah dikumpulkan para penyair dan ternyata tidak
didapatkan seorang wanita yang lebih ahli tentang syair daripada
beliau-, beliau juga memiliki kedudukan dan prestasi jihad yang
mengagumkan dalam berpartisipasi bagi Islam dan membela
kebenaran. Beliau turut menyertai peperangan-peperangan bersama
kaum muslimin dan menyertai pasukan mereka yang memperoleh
kemenangan.
Ketika Mutsanna ibn Haritsah asy-Syaibani berangkat ke Qadisiyah
di masa Amirul Mukminin Umar ibn Khaththab radhiyallahu ‘anhu,
Khansa’ berangkat bersama keempat putranya untuk menyertai
pasukan tersebut.
Di medan peperangan, di saat malam ketika para pasukan sedang
siap berperang satu sama lain, Khansa’ mengumpulkan keempat
putranya untuk memberikan pengarahan kepada mereka dan
mengobarkan semangat kepada mereka untuk berperang dan agar
mereka tidak lari dari peperangan serta agar mereka mengharapkan
syahid di jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Maka, dengarkanlah
wasiat al-Khansa’ yang mulia tersebut:
“Wahai anak-anakku, sesungguhnya kalian telah masuk Islam dengan
ketaatan, kalian telah berhijrah dengan sukarela dan Demi Allah,
tiada ilah selain Dia, sesungguhnya kalian adalah putra-putra
dari seorang wanita yang tidak pernah berkhianat kepada ayah
kalian, kalian juga tidak pernah memerlukan paman kalian, tidak
pernah merusak kehormatan kalian dan tidak pula berubah nasab
kalian. Kalian mengetahui apa yang telah Allah janjikan bagi
kaum muslimin berupa pahala yang agung bagi yang memerangi
orang-orang kafir, dan ketahuilah bahwa negeri yang kekal lebih
baik dari negeri yang fana (binasa). Allah ’Azza Wa Jalla
befirman, “Wahai orang-orang yang berfirman, bersabarlah kamu
dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di
perbatasan) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.”
(Ali Imran: 20)
Maka, ketika datang waktu esok, jika Allah menghendaki kalian
masih selamat, persiapkanlah diri kalian untuk memerangi musuh
dengan penuh semangat dan mohonlah kepada Allah untuk kemenangan
kaum muslimin. Jika kalian melihat perang telah berkecamuk,
ketika api telah berkobar, maka terjunlah kalian di medan laga,
bersabarlah kalian menghadapi panasnya perjuangan, niscaya
kalian akan berjaya dengan ghanimah (rampasan perang) dan
kemuliaan atau syahid di negeri yang kekal.
Sementara itu keempat putranya mendengarkan wejangan tersebut
dengan penuh seksama, mereka keluar dari kamar ibu mereka dengan
menerima nasihatnya dan tekad hatinya untuk melaksanakan nasihat
tersebut. Maka, ketika datang waktu pagi, mereka segera
bergabung bersama pasukan dan bertolak untuk menghadapi musuh,
sedangkan mereka berangkat seraya melantunkan syair. Yang paling
besar bersenandung:
Wahai saudaraku, sesungguhnya ibunda sang penasehat
Telah berwasiat kepada kita kemarin malam
Dengan penjelasan yang tenang dan gamblang
Maka bersegeralah menuju medan tempur yang penuh bahaya
Yang kalian hadapi hanyalah
kawanan anjing yang sedang menggonggong
Sedang mereka yakin bahwa dirinya akan binasa oleh kalian
Adapun kalian telah dinanti oleh kehidupan yang lebih baik
Ataukah syahid untuk mendapatkan ghanimah yang menguntungkan
Kemudian dia maju untuk berperang hingga terbunuh. Lalu yang
kedua bersenandung:
Sesungguhnya ibunda yang tegas dan lugas
Yang memiliki wawasan yang luas dan pikiran yang lurus
Suatu nasihat darinya sebagai tanda berbuat baik terhadap anak
Maka bersegeralah terjun di medan perang dengan jantan
Hingga mendapatkan kemenangan penyejuk hati
Ataukah syahid sebagai kemuliaan abadi
Di Jannah Firdaus dan hidup penuh bahagia
Kemudian dia maju dan berperang hingga menemui syahid. Lalu
giliran putra al-Khansa’ yang ketiga bersenandung:
Demi Allah, aku tak akan mendurhakai ibuku walau satu hurufpun
Beliau telah perintahkan aku untuk berperang
Sebuah nasihat, perlakuan baik, tulus dan penuh kasih sayang
Maka, bersegeralah terjun ke medan perang yang dahsyat
Hingga kalian dapatkan keluarga Kisra (kaisar) dalam kekalahan
Jika tidak, maka mereka akan membobol perlindungan kalian
Kami melihat bahwa kemalasan kalian adalah suatu kelemahan
Adapun yang terbunuh di antara kalian adalah kemenangan dan
pendekatan diri kepada-Nya
Kemudian, dia maju dan bertempur hingga mendapatkan syahid. Lalu
giliran putra al-Khansa’ yang terakhir bersenandung:
Bukanlah aku putra al-Khansa, bukan pula milik al-akhram
Bukan pula Amru yang memiliki keagungan
Jika aku tidak bergabung dengan pasukan yang memerangi Persia
Maju dalam kancah yang menakutkan
Hingga berjaya di dunia dan mendapat ghanimah
Ataukah mati di jalan yang paling mulia
Kemudian, dia maju untuk bertempur hingga beliau terbunuh.
Ketika berita syahidnya empat bersaudara itu sampai kepada
ibunya yang mukminah dan sabar, beliau tidaklah menjadi goncang
ataupun meratap, bahkan beliau mengatakan suatu perkataan yang
masyhur yang dicatat oleh sejarah dan akan senantiasa
diulang-ulang oleh sejarah sampai waktu yang dikehendaki Allah,
yakni:
“Segala puji bagi Allah yang memuliakan diriku dengan syahidnya
mereka, dan aku berharap kepada Rabb-ku agar Dia mengumpulkan
diriku dengan mereka dalam rahmat-Nya.”
Adalah Umar ibn Khaththab radhiyallahu’anhu mengetahui betul
tentang keutamaan al-Khansa’ dan putra-putranya sehingga beliau
senantiasa memberikan bantuan yang merupakan jatah keempat
anaknya kepada beliau hingga beliau wafat.
Kemudian, wafatlah al-Khansa’ di Badiyah pada awal kekhalifahan
Utsman ibn Affan radhiyallahu ‘anhu pada tahun 24 Hijriyah.
Semoga Allah merahmati al-Khansa’ yang benar-benar beliau
sebagai seorang ibu yang tidak sebagaimana layaknya ibu yang
lain, kalau saja para ummahatul Islam setelahnya semisal beliau,
niscaya tiada hilang mereka yang telah hilang, tak akan dapat
tidur mata orang yang sedang gelisah. Ꞁ1
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
/>Ꞁ2(boards┐II)
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
ᴊᴀᴢᴀᴋᴜᴍᴜʟʟᴀʜᴜ
ᴋʜᴀɪʀᴀɴ
ʙᴀᴀʀᴀᴋᴀʟʟᴀʜᴜ
ꜰɪɪᴋᴜᴍ
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]
SUMBER: kitab Nisaa’ Haular Rasuul, karya Mahmud Mahdi
al-Istanbuli dan Musthafa Abu an-Nashr asy-Syalabi
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
*****************************************************
Page 1 of 1