DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ PARA SAHABAT RASULULLAH ž...
*****************************************************
#Post#: 311--------------------------------------------------
۩۞۩ Para Sahabat Rasulullah
صلى ا لله
عليه وسلم :
Abdullah ibn Khuzafah As Sahmi
DIR By: WalimanovSakti
Date: December 31, 2023, 8:52 pm
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
[center]BIOGRAFI ◥↑✻AHLULHADITS, PARA
SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
ﷺ[/center]
[center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar ibn Abdul Aziz) ▶ Mari kita kembali kepada Al Qur'an
dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.✻
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
✻ Abdullah ibn Khuzafah As Sahmi
[font=georgia]radhiyallahu’anhu[/font]
(Wafat 28 H) Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
[size=9pt]◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=159
Sahabat yang memeluk Islam dari sejak dini sempat mengikuti
emigrasi ke Abessinia kemudian hijrah ke Madinah. Beliau sempat
mengikuti penaklukan daerah Syam (Suriah dan sekitarnya), tapi
malang beliau tertawan oleh pasukan Romawi dalam penyerbuan di
Kaisariah. Beliau meninggal di Mesir di masa pemerintahan Utsman
[i]ibn Affan.[/i]
Seorang sahabat yang dikenal dengan Abdullah ibnu Huzhafah
as-Sahmi. Sejarah telah mencatat sepak terjang laki-laki ini
sebagaimana pahlawan yang tidak pernah hilang dari benak orang
Arab, bahkan Islam amat berjasa kepada Abdullah ibnu Huzhafah
dengan mempertemukannya dengan para pemimpin dunia pada masa
hidupnya seperti Kisra Parsi dan Kaisar Rum. Kisah Abdullah ibnu
Huzhafah dengan kedua raja itu merupakan cerita yang tidak akan
terlupakan sepanjang masa dan akan senantiasa terukir di dalam
sejarah.
Kisah dengan Kisra Raja Parsi terjadi tahun 6 H ketika Nabi
berniat untuk mengutus beberapa sahabat beliau untuk
menyampaikan surat-surat kepada raja-raja non-Arab untuk
mengajak mereka memeluk Islam. Dan Rasulullah amat mengetahui
risiko dari tugas-tugas itu. Para utusan tersebut akan pergi
menuju daerah-daerah yang ditentukan oleh Nabi yang belum pernah
mereka tempuh sebelumnya. Para utusan tadi tidak menguasai
bahasa mereka dan tidak mengetahui bagaimana karakter raja-raja
tersebut. Mereka akan mengajak raja-raja tersebut untuk
meninggalkan agama mereka, melepaskan wibawa dan kekuasaan
mereka, selanjutnya memeluk suatu agama yang sebelum ini
pengikutnya berasal dari masyarakat mereka sendiri. Ini
merupakan perjalanan yang amat berisiko. Hidup dan kembali
dengan selamat atau mati di sana.
Karena tugas yang mulia dan berat ini, Rasulullah mengumpulkan
para sahabat beliau dan berkhotbah di depan mereka. Setelah
mengucapkan hamdalah membaca syahadat, Rasulullah berkata, “Amma
ba’du. Sesungguhnya aku berniat untuk mengutus sebagian kalian
kepada para raja non-Arab. Maka janganlah kalian berseteru
dengan mereka sebagaimana kaum bani Israel terhadap Isa ibnu
Maryam.”
Para sahabat berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam, “Wahai Rasulullah, kami akan melaksanakan apa yang
engkau inginkan. Maka utuslah siapa saja dari kami yang engkau
kehendaki.”
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. memilih enam orang sahabat
beliau untuk menyampaikan surat dakwah kepada para raja Arab dan
non-Arab. Salah seorang dari mereka adalah Abdullah ibnu
Huzhafah as-Sahmi. Ia diutus untuk menyampaikan surat Nabi
kepada Kisra Raja Persia.
Abdullah ibnu Huzhafah telah mempersiapkan perjalanannya. Ia
meninggalkan istri serta anaknya. Dalam perjalanan, ia
naik-turun bukit dan lembah seorang diri. Tiada yang menemaninya
selain Allah subhanahu wata’ala hingga akhirnya ia menginjakkan
kaki di perumahan Parsi. Ia kemudian meminta izin untuk menemui
raja mereka, salah seorang pengawal mengambil surat yang
dibawanya.
Ketika itu, Kisra menyuruh pengawal memanggil para pejabat
istana untuk menghadiri majelis. Mereka pun hadir semuanya.
Setelah itu, Abdullah ibnu Huzhafah diizinkan memasuki istana.
Abdullah masuk menemui Kisra hanya dengan memakai pakaian yang
tipis, selendang yang dijahit tebal. Ia begitu mencerminkan
kesederhanaan orang Arab.
Akan tetapi, ia adalah seorang yang tinggi tegap, bahunya lebar
dan berisi karena kemuliaan Islam, di hatinya terhunjam kuat
keimanan. Ketika Kisra melihatnya dengan mantap dan menyuruh
salah seorang pengawalnya mengambil surat yang ada di tangannya,
Abdullah berkata, “Tidak. Rasulullah menyuruhku untuk
menyerahkannya kepadamu langsung dan aku tidak mau menyalahi
amanah Rasulullah.”
Kisra pun berkata kepada pengawalnya, “Biarkanlah dia
memberikannya kepadaku.”
Lalu Abdullah mendekati Kisra dan menyerahkan surat tersebut.
Kemudian Kisra memanggil seorang penulis bangsa Arab dari Hirah
dan menyuruhnya untuk membuka surat yang ada di tangannya dan
membacakan surat tersebut kepadanya.
***
Bismillahirhamanirrahim.
Dari Muhammad Rasulullah kepada Kisra yang agung Raja Parsi,
keselamatan bagi yang mengikuti petunjuk.
Tatkala Kisra mendengar potongan kalimat tersebut, bergejolaklah
api kemarahan menyesakkan dadanya. Mukanya memerah, keluarlah
keringatnya karena marah, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam memulai suratnya dengan namanya sendiri. Kisra langsung
merebut surat itu dan merobeknya tanpa ingin mengetahui lanjutan
isi surat tersebut. Ia berkata dengan nada marah, “Apakah ia
menulis ini untukku, padahal ia adalah hambaku?”
Kemudian ia mengusir Abdullah ibnu Huzhafah dari istana.
Abdullah pun langsung keluar. Abdullah ibnu Huzhafah keluar dari
istana Kisra dan ia tidak tahu apa yang akan terjadi pada
dirinya. Dibunuh atau dibiarkan bebas? Akan tetapi, ia tetap
yakin dan berkata, “Demi Allah, aku tak peduli apa yang akan
terjadi setelah aku menyampaikan surat Rasul.”
Lalu ia pun menunggangi kudanya dan pergi. Setelah kemarahan
Kisra reda, ia menyuruh pengawalnya untuk memanggil Abdullah,
tetapi Abdullah sudah tidak ada. Mereka mencari-carinya di
setiap tempat. Mereka mencarinya di jalan menuju Arab dan mereka
hanya mendapati bekas jejaknya.
Ketika Abdullah menghadap Rasul, ia menceritakan apa yang telah
terjadi tentang Kisra yang merobek surat beliau. Mendengar hal
itu, Rasul hanya berkata, “Allah akan menghancurkan
kerajaannya.”
Kemudian, Kisra menyuruh wakilnya, Badzan, di Yaman untuk
mengutus dua orang kuat dari Hijaz untuk menyusul Abdullah dan
membawanya kembali. Lalu Badzan mengutus dua orang laki-laki
pilihannya menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk
menyampaikan sebuah surat. Surat tersebut berisi agar Rasul
membiarkan orang tersebut membawa Abdullah ke Kisra segera.
Badzan meminta dua orang tersebut menemui Rasul dan mengutarakan
urusannya.
Maka dua orang itu pun segera berangkat. Ketika sampai di Thaif,
ia menjumpai para pedagang Quraisy dan bertanya kepada mereka
tentang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Mereka menjawab, “Ia
sekarang ada di Yatsrib.”
Para pedagang tadi membawa berita gembira tersebut ke Makkah.
Mereka menceritakan berita baik itu kepada kaum Quraisy dan
berkata, “Bergembiralah. Sesungguhnya, Kisra akan menghalangi
Muhammad dan akan menghentikan dakwahnya.”
Sedangkan dua orang utusan itu terus melanjutkan perjalanan ke
Madinah. Setelah menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,
mereka memberikan surat Badzan dan berkata, “Maharaja Kisra
menulis surat kepada raja kami, Badzan, untuk menjemput kembali
orang yang datang kepadanya beberapa hari yang lalu. Kami datang
untuk menjemputnya. Jika engkau mengizinkan, Kisra mengucapkan
terima kasih kepadamu dan membatalkan niatnya untuk menyerangmu.
Jika engkau enggan mengizinkannya, maka dia sebagaimana engkau
ketahui, kekuatannya akan memusnahkanmu dan kaummu.”
Rasulullah pun tersenyum dan berkata kepada utusan itu,
“Sekarang pulanglah kalian berdua dan besok kembali lagi.”
Keesokan harinya, utusan itu kembali menemui Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam dan berkata, “Apakah engkau telah mempersiapkan
apa yang akan kami bawa menemui Kisra?”
Nabi berkata, “Kalian berdua tidak akan menemui Kisra setelah
hari ini. Allah akan membunuhnya. Pada malam ini, bulan ini,
anaknya, Syirawaih akan membunuhnya.”
Mereka menatap tajam wajah Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam, mereka terlihat sangat geram lalu berkata, “Kau sadar
apa yang kau ucapkan? Kami akan mengadukannya kepada Badzan.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Silakan!
Katakan kepadanya, ‘Agamaku akan sampai dan tersebar di kerajaan
Kisra.’ Dan kamu, jika engkau masuk Islam aku akan menjadikanmu
raja bagi kaummu.”
Kedua utusan itu pergi dari hadapan Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam. Mereka langsung menemui Badzan dan
menceritakan apa yang telah terjadi. Badzan berkata, “Jika benar
apa yang kalian katakan, berarti ia benar adalah seorang Nabi.
Jika tidak, kita akan lihat apa yang akan terjadi.”
Belum lama mereka bersama Badzan, datanglah surat dari
Syirawaih, “Aku telah membunuh Kisra untuk membalaskan dendam
kaum kami. Ia telah membunuh orang yang kami muliakan, menawan
para wanita kami, dan merampas harta-harta kami. Jika surat ini
datang ke tanganmu, maka aku sekarang adalah raja kalian.”
Setelah membaca surat itu, ia membuangnya dan langsung
menyatakan memeluk Islam, kemudian orang-orang Furs dan Yaman
juga memeluk Islam.
Begitulah sekilas kisah pertemuan antara Abdullah ibnu Huzhafah
dan Kisra Parsi. Lalu bagaimanakah kisah pertemuannya dengan
Kaisar Agung Rum? Pertemuannya itu terjadi pada masa khalifah
Umar ibnul Khaththab radhiyallahu ‘anhu. Peristiwa itu merupakan
kisah yang amat mengagumkan.
Pada tahun 19 H, Umar ibnul Khaththab mengutus pasukan memerangi
Romawi. Salah seorang di antara mereka adalah Abdullah ibnu
Huzhafah as-Sahmi. Saat itu, Kaisar Agung Romawi mengetahui
kabar kedatangan pasukan muslimin, kekuatan iman yang ada di
dalam dada mereka, keyakinan teguh mereka, serta keikhlasan atas
diri mereka di jalan Allah.
Lalu ia menyuruh pasukannya jika menang atas pasukan muslimin
untuk membawa hidup-hidup tawanan kepadanya dan Allah
menakdirkan Abdullah ibnu Huzhafah termasuk dalam tawanan
pasukan Romawi itu. Mereka membawa Huzhafah menghadap Kaisar.
Mereka berkata, “Orang ini adalah tawanan dari sahabat Muhammad
yang telah lama memeluk Islam. Kami membawanya untukmu.”
Raja Romawi menatap Abdullah ibnu Huzhafah dalam-dalam dan
berkata, “Aku akan menawarkan kepadamu sesuatu?”
Abdullah menjawab, “Apa itu?”
Raja Romawi tadi, “Aku menawarkanmu untuk memeluk Nasrani. Jika
engkau lakukan, aku akan membebaskanmu dan memberimu kemuliaan.”
Berkatalah Abdullah, “Enyahlah, sesungguhnya, kematian lebih aku
sukai seribu kali lipat daripada apa yang engkau tawarkan.”
Kaisar pun berkata, “Tetapi aku melihatmu sebagai seorang
laki-laki yang kesatria. Jika kau mengabulkan tawaranku, aku
akan membagimu kerajaanku dan menjadikanmu pemimpin.”
Tersenyumlah Abdullah yang terikat itu dan berkata, “Demi Allah,
seandainya engkau pun akan memberikan seluruh kerajaanmu dan
seluruh kerajaan yang ada di Arab agar aku meninggalkan agama
Muhammad, sungguh tidak akan pernah aku lakukan.”
Raja itu kemudian berkata, “Aku akan membunuhmu!” Abdullah
menjawab, “Silakan kerjakan apa yang kau inginkan.”
Lalu Kaisar menyuruh pengawalnya untuk menyalib Abdullah. Ia
berkata kepada algojonya, “Panahlah dari dekat mulai dari
tangannya.”
Raja Romawi itu terus menawarkan Abdullah untuk memeluk Nasrani,
tetapi Abdullah tetap dalam pendiriannya.
Raja itu berkata lagi, “Panahlah kedua kakinya,” sambil terus
menawarkan Abdullah agar meninggalkan agama Muhammad. Akan
tetapi, Abdullah tetap dalam pendiriannya.
Lalu Raja Romawi tadi memerintahkan untuk berhenti dan
menurunkan Abdullah dari tiang salib. Kemudian ia memerintahkan
untuk mengambil kuali besar dan memasukkan minyak ke dalamnya.
Lalu kuali itu dipanaskan di perapian. Dan ia menyuruh membawa
para tawanan dan melemparkannya salah seorang mereka ke
dalamnya, sehingga dagingnya remuk dan meleleh hingga tulangnya
kelihatan.
Lalu Kaisar menoleh kepada Abdullah ibnu Huzhafah dan
mengajaknya untuk memeluk Nasrani. Tetapi hasilnya, Abdullah
semakin mantap dengan pendiriannya.
Ketika kaisar telah putus asa, ia memerintahkan untuk
melemparkan Abdullah ke dalam kuali yang telah dimasuki dua
orang sahabatnya. Ketika akan masuk, ia menangis dan air matanya
bercucuran. Para pengawal tadi pun memberi tahu Raja Romawi tadi
bahwa Abdullah menangis.
Raja Romawi itu mengira bahwa Abdullah takut dan berkata,
“Kembalikan ia kepadaku.”
Ketika berada di depan Raja Romawi, ia kembali menawarkannya
memeluk Nasrani, tetapi Abdullah tetap enggan. Kaisar berkata,
“Celakalah engkau! Lalu apa yang membuatmu menangis?”
Abdullah berkata, “Yang membuatku menangis adalah bahwa aku
berkata kepada diriku, ‘Sekarang kau dilemparkan ke kuali ini
dan kau pun mati, sedang aku ingin sekali memiliki nyawa yang
banyak bagi jasadku, sehingga semuanya dilemparkan ke dalam
kuali di jalan Allah.'”
Kaisar lalu berkata, “Maukah engkau mencium dahiku dan aku akan
melepaskanmu?”
Abdullah berkata, “Engkau akan melepaskan semua kaum muslimin?”
Kaisar berkata, “Ya, semua kaum muslimin.”
Abdullah berkata, “Aku berkata di dalam hatiku. Ia adalah musuh
Allah, aku mencium dahinya lalu ia melepaskanku dan semua kaum
muslimin, hal itu tak ada masalah bagiku.”
Lalu ia mendekat dan mencium dahinya. Kemudian Kaisar
melepaskannya dan semua kaum muslimin.
Setelah peristiwa itu, Abdullah ibnu Huzhafah datang menghadap
Umar ibnul Khaththab radhiyallahu ‘anhu … Lalu ia menceritakan
semua yang dialaminya. Mendengar cerita itu, Umar al-Faruq amat
senang.
Ketika ia melihat para tawanan, ia berkata, “Setiap muslim wajib
mencium dahi Abdullah ibnu Huzhafah. Dan akulah yang akan
mencium pertama kali.” Kemudian ia berdiri dan mencium dahinya.
Ꞁ1
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
/>Ꞁ2(boards┐II)
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
ᴊᴀᴢᴀᴋᴜᴍᴜʟʟᴀʜᴜ
ᴋʜᴀɪʀᴀɴ
ʙᴀᴀʀᴀᴋᴀʟʟᴀʜᴜ
ꜰɪɪᴋᴜᴍ
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]
SUMBER: Shuwar min Hayaatis Shahabah, karya Doktor ‘Abdurrahman
Ra’fat Basya
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
*****************************************************
Page 1 of 1