URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       ↑iscm
  HTML https://iscm.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: ۩۞۩ PARA SAHABAT RASULULLAH &#158...
       *****************************************************
       #Post#: 311--------------------------------------------------
       ۩۞۩ Para Sahabat Rasulullah
       صلى ا لله
       عليه وسلم :
       Abdullah ibn Khuzafah As Sahmi
   DIR By: WalimanovSakti
       Date: December 31, 2023, 8:52 pm
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
       [center]BIOGRAFI &#9701;&#8593;&#10043;AHLULHADITS, PARA
       SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
       &#65018;[/center]
       [center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
       sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar ibn Abdul Aziz) &#9654; Mari kita kembali kepada Al Qur'an
       dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.&#10043;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       &#10043; Abdullah ibn Khuzafah As Sahmi
       [font=georgia]radhiyallahu’anhu[/font]
       (Wafat 28 H) Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
       [size=9pt]&#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=159
       Sahabat yang memeluk Islam dari sejak dini sempat mengikuti
       emigrasi ke Abessinia kemudian hijrah ke Madinah. Beliau sempat
       mengikuti penaklukan daerah Syam (Suriah dan sekitarnya), tapi
       malang beliau tertawan oleh pasukan Romawi dalam penyerbuan di
       Kaisariah. Beliau meninggal di Mesir di masa pemerintahan Utsman
       [i]ibn Affan.[/i]
       Seorang sahabat yang dikenal dengan Abdullah ibnu Huzhafah
       as-Sahmi. Sejarah telah mencatat sepak terjang laki-laki ini
       sebagaimana pahlawan yang tidak pernah hilang dari benak orang
       Arab, bahkan Islam amat berjasa kepada Abdullah ibnu Huzhafah
       dengan mempertemukannya dengan para pemimpin dunia pada masa
       hidupnya seperti Kisra Parsi dan Kaisar Rum. Kisah Abdullah ibnu
       Huzhafah dengan kedua raja itu merupakan cerita yang tidak akan
       terlupakan sepanjang masa dan akan senantiasa terukir di dalam
       sejarah.
       Kisah dengan Kisra Raja Parsi terjadi tahun 6 H ketika Nabi
       berniat untuk mengutus beberapa sahabat beliau untuk
       menyampaikan surat-surat kepada raja-raja non-Arab untuk
       mengajak mereka memeluk Islam. Dan Rasulullah amat mengetahui
       risiko dari tugas-tugas itu. Para utusan tersebut akan pergi
       menuju daerah-daerah yang ditentukan oleh Nabi yang belum pernah
       mereka tempuh sebelumnya. Para utusan tadi tidak menguasai
       bahasa mereka dan tidak mengetahui bagaimana karakter raja-raja
       tersebut. Mereka akan mengajak raja-raja tersebut untuk
       meninggalkan agama mereka, melepaskan wibawa dan kekuasaan
       mereka, selanjutnya memeluk suatu agama yang sebelum ini
       pengikutnya berasal dari masyarakat mereka sendiri. Ini
       merupakan perjalanan yang amat berisiko. Hidup dan kembali
       dengan selamat atau mati di sana.
       Karena tugas yang mulia dan berat ini, Rasulullah mengumpulkan
       para sahabat beliau dan berkhotbah di depan mereka. Setelah
       mengucapkan hamdalah membaca syahadat, Rasulullah berkata, “Amma
       ba’du. Sesungguhnya aku berniat untuk mengutus sebagian kalian
       kepada para raja non-Arab. Maka janganlah kalian berseteru
       dengan mereka sebagaimana kaum bani Israel terhadap Isa ibnu
       Maryam.”
       Para sahabat berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi
       wasallam, “Wahai Rasulullah, kami akan melaksanakan apa yang
       engkau inginkan. Maka utuslah siapa saja dari kami yang engkau
       kehendaki.”
       Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. memilih enam orang sahabat
       beliau untuk menyampaikan surat dakwah kepada para raja Arab dan
       non-Arab. Salah seorang dari mereka adalah Abdullah ibnu
       Huzhafah as-Sahmi. Ia diutus untuk menyampaikan surat Nabi
       kepada Kisra Raja Persia.
       Abdullah ibnu Huzhafah telah mempersiapkan perjalanannya. Ia
       meninggalkan istri serta anaknya. Dalam perjalanan, ia
       naik-turun bukit dan lembah seorang diri. Tiada yang menemaninya
       selain Allah subhanahu wata’ala hingga akhirnya ia menginjakkan
       kaki di perumahan Parsi. Ia kemudian meminta izin untuk menemui
       raja mereka, salah seorang pengawal mengambil surat yang
       dibawanya.
       Ketika itu, Kisra menyuruh pengawal memanggil para pejabat
       istana untuk menghadiri majelis. Mereka pun hadir semuanya.
       Setelah itu, Abdullah ibnu Huzhafah diizinkan memasuki istana.
       Abdullah masuk menemui Kisra hanya dengan memakai pakaian yang
       tipis, selendang yang dijahit tebal. Ia begitu mencerminkan
       kesederhanaan orang Arab.
       Akan tetapi, ia adalah seorang yang tinggi tegap, bahunya lebar
       dan berisi karena kemuliaan Islam, di hatinya terhunjam kuat
       keimanan. Ketika Kisra melihatnya dengan mantap dan menyuruh
       salah seorang pengawalnya mengambil surat yang ada di tangannya,
       Abdullah berkata, “Tidak. Rasulullah menyuruhku untuk
       menyerahkannya kepadamu langsung dan aku tidak mau menyalahi
       amanah Rasulullah.”
       Kisra pun berkata kepada pengawalnya, “Biarkanlah dia
       memberikannya kepadaku.”
       Lalu Abdullah mendekati Kisra dan menyerahkan surat tersebut.
       Kemudian Kisra memanggil seorang penulis bangsa Arab dari Hirah
       dan menyuruhnya untuk membuka surat yang ada di tangannya dan
       membacakan surat tersebut kepadanya.
       ***
       Bismillahirhamanirrahim.
       Dari Muhammad Rasulullah kepada Kisra yang agung Raja Parsi,
       keselamatan bagi yang mengikuti petunjuk.
       Tatkala Kisra mendengar potongan kalimat tersebut, bergejolaklah
       api kemarahan menyesakkan dadanya. Mukanya memerah, keluarlah
       keringatnya karena marah, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi
       wasallam memulai suratnya dengan namanya sendiri. Kisra langsung
       merebut surat itu dan merobeknya tanpa ingin mengetahui lanjutan
       isi surat tersebut. Ia berkata dengan nada marah, “Apakah ia
       menulis ini untukku, padahal ia adalah hambaku?”
       Kemudian ia mengusir Abdullah ibnu Huzhafah dari istana.
       Abdullah pun langsung keluar. Abdullah ibnu Huzhafah keluar dari
       istana Kisra dan ia tidak tahu apa yang akan terjadi pada
       dirinya. Dibunuh atau dibiarkan bebas? Akan tetapi, ia tetap
       yakin dan berkata, “Demi Allah, aku tak peduli apa yang akan
       terjadi setelah aku menyampaikan surat Rasul.”
       Lalu ia pun menunggangi kudanya dan pergi. Setelah kemarahan
       Kisra reda, ia menyuruh pengawalnya untuk memanggil Abdullah,
       tetapi Abdullah sudah tidak ada. Mereka mencari-carinya di
       setiap tempat. Mereka mencarinya di jalan menuju Arab dan mereka
       hanya mendapati bekas jejaknya.
       Ketika Abdullah menghadap Rasul, ia menceritakan apa yang telah
       terjadi tentang Kisra yang merobek surat beliau. Mendengar hal
       itu, Rasul hanya berkata, “Allah akan menghancurkan
       kerajaannya.”
       Kemudian, Kisra menyuruh wakilnya, Badzan, di Yaman untuk
       mengutus dua orang kuat dari Hijaz untuk menyusul Abdullah dan
       membawanya kembali. Lalu Badzan mengutus dua orang laki-laki
       pilihannya menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk
       menyampaikan sebuah surat. Surat tersebut berisi agar Rasul
       membiarkan orang tersebut membawa Abdullah ke Kisra segera.
       Badzan meminta dua orang tersebut menemui Rasul dan mengutarakan
       urusannya.
       Maka dua orang itu pun segera berangkat. Ketika sampai di Thaif,
       ia menjumpai para pedagang Quraisy dan bertanya kepada mereka
       tentang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Mereka menjawab, “Ia
       sekarang ada di Yatsrib.”
       Para pedagang tadi membawa berita gembira tersebut ke Makkah.
       Mereka menceritakan berita baik itu kepada kaum Quraisy dan
       berkata, “Bergembiralah. Sesungguhnya, Kisra akan menghalangi
       Muhammad dan akan menghentikan dakwahnya.”
       Sedangkan dua orang utusan itu terus melanjutkan perjalanan ke
       Madinah. Setelah menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,
       mereka memberikan surat Badzan dan berkata, “Maharaja Kisra
       menulis surat kepada raja kami, Badzan, untuk menjemput kembali
       orang yang datang kepadanya beberapa hari yang lalu. Kami datang
       untuk menjemputnya. Jika engkau mengizinkan, Kisra mengucapkan
       terima kasih kepadamu dan membatalkan niatnya untuk menyerangmu.
       Jika engkau enggan mengizinkannya, maka dia sebagaimana engkau
       ketahui, kekuatannya akan memusnahkanmu dan kaummu.”
       Rasulullah pun tersenyum dan berkata kepada utusan itu,
       “Sekarang pulanglah kalian berdua dan besok kembali lagi.”
       Keesokan harinya, utusan itu kembali menemui Nabi shallallahu
       ‘alaihi wasallam dan berkata, “Apakah engkau telah mempersiapkan
       apa yang akan kami bawa menemui Kisra?”
       Nabi berkata, “Kalian berdua tidak akan menemui Kisra setelah
       hari ini. Allah akan membunuhnya. Pada malam ini, bulan ini,
       anaknya, Syirawaih akan membunuhnya.”
       Mereka menatap tajam wajah Rasulullah shallallahu ‘alaihi
       wasallam, mereka terlihat sangat geram lalu berkata, “Kau sadar
       apa yang kau ucapkan? Kami akan mengadukannya kepada Badzan.”
       Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Silakan!
       Katakan kepadanya, ‘Agamaku akan sampai dan tersebar di kerajaan
       Kisra.’ Dan kamu, jika engkau masuk Islam aku akan menjadikanmu
       raja bagi kaummu.”
       Kedua utusan itu pergi dari hadapan Rasulullah shallallahu
       ‘alaihi wasallam. Mereka langsung menemui Badzan dan
       menceritakan apa yang telah terjadi. Badzan berkata, “Jika benar
       apa yang kalian katakan, berarti ia benar adalah seorang Nabi.
       Jika tidak, kita akan lihat apa yang akan terjadi.”
       Belum lama mereka bersama Badzan, datanglah surat dari
       Syirawaih, “Aku telah membunuh Kisra untuk membalaskan dendam
       kaum kami. Ia telah membunuh orang yang kami muliakan, menawan
       para wanita kami, dan merampas harta-harta kami. Jika surat ini
       datang ke tanganmu, maka aku sekarang adalah raja kalian.”
       Setelah membaca surat itu, ia membuangnya dan langsung
       menyatakan memeluk Islam, kemudian orang-orang Furs dan Yaman
       juga memeluk Islam.
       Begitulah sekilas kisah pertemuan antara Abdullah ibnu Huzhafah
       dan Kisra Parsi. Lalu bagaimanakah kisah pertemuannya dengan
       Kaisar Agung Rum? Pertemuannya itu terjadi pada masa khalifah
       Umar ibnul Khaththab radhiyallahu ‘anhu. Peristiwa itu merupakan
       kisah yang amat mengagumkan.
       Pada tahun 19 H, Umar ibnul Khaththab mengutus pasukan memerangi
       Romawi. Salah seorang di antara mereka adalah Abdullah ibnu
       Huzhafah as-Sahmi. Saat itu, Kaisar Agung Romawi mengetahui
       kabar kedatangan pasukan muslimin, kekuatan iman yang ada di
       dalam dada mereka, keyakinan teguh mereka, serta keikhlasan atas
       diri mereka di jalan Allah.
       Lalu ia menyuruh pasukannya jika menang atas pasukan muslimin
       untuk membawa hidup-hidup tawanan kepadanya dan Allah
       menakdirkan Abdullah ibnu Huzhafah termasuk dalam tawanan
       pasukan Romawi itu. Mereka membawa Huzhafah menghadap Kaisar.
       Mereka berkata, “Orang ini adalah tawanan dari sahabat Muhammad
       yang telah lama memeluk Islam. Kami membawanya untukmu.”
       Raja Romawi menatap Abdullah ibnu Huzhafah dalam-dalam dan
       berkata, “Aku akan menawarkan kepadamu sesuatu?”
       Abdullah menjawab, “Apa itu?”
       Raja Romawi tadi, “Aku menawarkanmu untuk memeluk Nasrani. Jika
       engkau lakukan, aku akan membebaskanmu dan memberimu kemuliaan.”
       Berkatalah Abdullah, “Enyahlah, sesungguhnya, kematian lebih aku
       sukai seribu kali lipat daripada apa yang engkau tawarkan.”
       Kaisar pun berkata, “Tetapi aku melihatmu sebagai seorang
       laki-laki yang kesatria. Jika kau mengabulkan tawaranku, aku
       akan membagimu kerajaanku dan menjadikanmu pemimpin.”
       Tersenyumlah Abdullah yang terikat itu dan berkata, “Demi Allah,
       seandainya engkau pun akan memberikan seluruh kerajaanmu dan
       seluruh kerajaan yang ada di Arab agar aku meninggalkan agama
       Muhammad, sungguh tidak akan pernah aku lakukan.”
       Raja itu kemudian berkata, “Aku akan membunuhmu!” Abdullah
       menjawab, “Silakan kerjakan apa yang kau inginkan.”
       Lalu Kaisar menyuruh pengawalnya untuk menyalib Abdullah. Ia
       berkata kepada algojonya, “Panahlah dari dekat mulai dari
       tangannya.”
       Raja Romawi itu terus menawarkan Abdullah untuk memeluk Nasrani,
       tetapi Abdullah tetap dalam pendiriannya.
       Raja itu berkata lagi, “Panahlah kedua kakinya,” sambil terus
       menawarkan Abdullah agar meninggalkan agama Muhammad. Akan
       tetapi, Abdullah tetap dalam pendiriannya.
       Lalu Raja Romawi tadi memerintahkan untuk berhenti dan
       menurunkan Abdullah dari tiang salib. Kemudian ia memerintahkan
       untuk mengambil kuali besar dan memasukkan minyak ke dalamnya.
       Lalu kuali itu dipanaskan di perapian. Dan ia menyuruh membawa
       para tawanan dan melemparkannya salah seorang mereka ke
       dalamnya, sehingga dagingnya remuk dan meleleh hingga tulangnya
       kelihatan.
       Lalu Kaisar menoleh kepada Abdullah ibnu Huzhafah dan
       mengajaknya untuk memeluk Nasrani. Tetapi hasilnya, Abdullah
       semakin mantap dengan pendiriannya.
       Ketika kaisar telah putus asa, ia memerintahkan untuk
       melemparkan Abdullah ke dalam kuali yang telah dimasuki dua
       orang sahabatnya. Ketika akan masuk, ia menangis dan air matanya
       bercucuran. Para pengawal tadi pun memberi tahu Raja Romawi tadi
       bahwa Abdullah menangis.
       Raja Romawi itu mengira bahwa Abdullah takut dan berkata,
       “Kembalikan ia kepadaku.”
       Ketika berada di depan Raja Romawi, ia kembali menawarkannya
       memeluk Nasrani, tetapi Abdullah tetap enggan. Kaisar berkata,
       “Celakalah engkau! Lalu apa yang membuatmu menangis?”
       Abdullah berkata, “Yang membuatku menangis adalah bahwa aku
       berkata kepada diriku, ‘Sekarang kau dilemparkan ke kuali ini
       dan kau pun mati, sedang aku ingin sekali memiliki nyawa yang
       banyak bagi jasadku, sehingga semuanya dilemparkan ke dalam
       kuali di jalan Allah.'”
       Kaisar lalu berkata, “Maukah engkau mencium dahiku dan aku akan
       melepaskanmu?”
       Abdullah berkata, “Engkau akan melepaskan semua kaum muslimin?”
       Kaisar berkata, “Ya, semua kaum muslimin.”
       Abdullah berkata, “Aku berkata di dalam hatiku. Ia adalah musuh
       Allah, aku mencium dahinya lalu ia melepaskanku dan semua kaum
       muslimin, hal itu tak ada masalah bagiku.”
       Lalu ia mendekat dan mencium dahinya. Kemudian Kaisar
       melepaskannya dan semua kaum muslimin.
       Setelah peristiwa itu, Abdullah ibnu Huzhafah datang menghadap
       Umar ibnul Khaththab radhiyallahu ‘anhu … Lalu ia menceritakan
       semua yang dialaminya. Mendengar cerita itu, Umar al-Faruq amat
       senang.
       Ketika ia melihat para tawanan, ia berkata, “Setiap muslim wajib
       mencium dahi Abdullah ibnu Huzhafah. Dan akulah yang akan
       mencium pertama kali.” Kemudian ia berdiri dan mencium dahinya.
       &#42880;1
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
       />&#42880;2(boards&#9488;II)
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       &#7434;&#7424;&#7458;&#7424;&#7435;&#7452;&#7437;&#7452;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#7435;&#668;&#7424;&#618;&#640;&#7424;&#628;
       &#665;&#7424;&#7424;&#640;&#7424;&#7435;&#7424;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#42800;&#618;&#618;&#7435;&#7452;&#7437;
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]
       SUMBER: Shuwar min Hayaatis Shahabah, karya Doktor ‘Abdurrahman
       Ra’fat Basya
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       *****************************************************
       Page 1 of 1