URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       ↑iscm
  HTML https://iscm.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: ۩۞۩ PARA SAHABAT RASULULLAH &#158...
       *****************************************************
       #Post#: 306--------------------------------------------------
       ۩۞۩ Para Sahabat Rasulullah
       صلى ا لله
       عليه وسلم :
       Abdullah bint Ummi Maktum
   DIR By: WalimanovSakti
       Date: December 31, 2023, 8:49 pm
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
       [center]BIOGRAFI &#9701;&#8593;&#10043;AHLULHADITS, PARA
       SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
       &#65018;[/center]
       [center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
       sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar ibn Abdul Aziz) &#9654; Mari kita kembali kepada Al Qur'an
       dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.&#10043;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       &#10043; Abdullah bint Ummi Maktum
       [font=georgia]radhiyallahu’anhu[/font]
       (Wafat 14 H) Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
       [size=9pt]&#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=157
       Abdullah [i]ibn Umar ibn Syuraikh, seorang sahabat asal Quraisy
       ini termasuk peserta hijrah ke Madinah rombongan pertama. Beliau
       sampai di Madinah sebelum kedatangan Rasulullah shallallahu
       ‘alaihi wasallam. Beliau meninggal dalamperang Qadisiah
       membawahi sebuah brigade. ‘Abdullah bint Ummi Maktum, orang
       Makkah suku Quraisy. Dia mempunyai ikatan keluarga dengan
       Rasululah shallallahu ‘alaihi wasallam. Yaitu anak paman Ummul
       Mu’minin Khadijah bint Khuwailid ridhwanullah ‘alaiha. Bapaknya
       Qais ibn Zaid, dan ibunya ‘Atikah bint ‘Abdullah. Ibunya
       bergelar “Ummi Maktum” karena anaknya ‘Abdullah lahir dalam
       keadaan buta total.[/i]
       ‘Abdullah ibn Ummi Maktum menyaksikan ketika cahaya Islam mulai
       memancar di Makkah. Allah melapangkan dadanya menerima agama
       baru itu. Karena itu tidak diragukan lagi dia tidak termasuk
       kelompok yang pertama-tama masuk Islam. Sebagai muslim kelompok
       pertama, ‘Abdullah turut menanggung segala macam suka duka kaum
       muslimin di Makkah ketika itu. Dia turut menderita siksaan kaum
       Quraisy seperti diderita kawan kawannya seagama, berupa
       penganiayaan dan berbagai macam tindakan kekerasan lainnya.
       Tetapi apakah karena tindakan-tindakan kekerasan itu Ibnu ummi
       Maktum menyerah? Tidak……! Dia tidak pernah mundur dan tidak
       lemah iman. Bahkan dia semakin teguh berpegang pada ajaran Islam
       dan Kitabullah. Dia semakin rajin memepelajari syariat Islam dan
       seringh mendatangi majelis Rasulullah.
       Begitu rajin dia mendatangi majelis Rasulullah, menyimak dan
       menghafal Al-Qur’an, sehingga setiap waktu senggang selalu
       disinya, dan setiap kesempatan yang baik selalu disebutnya.
       Bahkan dia sangat rewel. Karena rewelnya, dia beruntung
       memperoleh apa yang diinginkannya dari Rasulullah, di samping
       keuntungan bagi yang lain lain juga.
       Pada masa permulaan tersebut, Rasulullah sering mengadakan
       dialog dengan pemimpin-pemimpin Quraisy, mengharapkan semoga
       mereka masuk Islam. Pada suatu hari beliau bertatap muka dengan
       ‘Utbah ibn Rabi’ah, Syaibah ibn Rabi’ah, ‘Amr ibn Hisyam alias
       Abu Jahl, Umayyah ibn Khalaf dan walid ibn Mughirah, ayah
       saifullah Khalid ibn walid.
       Rasulullah berunding dan bertukar pikiran dengan mereka tentang
       Islam. Beliau sangat ingin mereka menerima dakwah dan
       menghentikan penganiayaan terhadap para sahabat beliau.
       Sementara beliau berunding dengan sungguh-sungguh, tiba-tiba
       ‘Abdullah ibn Ummi maktum datang mengganggu minta dibacakan
       kepadanya ayat-ayat Al-Qur’an.
       Kata ‘Abdullah, “Ya, Rasulullah! Ajarkanlah kepadaku ayat-ayat
       yang telah diajarkan Allah kepada Anda!”
       Rasul yang mulia terlengah memperdulikan permintaan ‘Abdullah.
       Bahkan beliau agak acuh kepada interupsinya itu. Lalu beliau
       membelakangi ‘Abdullah dan melanjutkan pembicaraan dengan
       pemimpin Quraisy tersebut. Mudah-mudahan dengan Islamnya mereka,
       Islam tambah kuat dan dakwah bertambah lancar.
       Selesai berbicara dengan mereka, Rasulullah bermaksud hendak
       pulang. Tetapi tiba tiba penglihatan beliau gelap dan kepala
       beliau terasa sakit seperti kena pukul. Kemudian Allah
       mewahyukan firman-Nya kepada beliau: “Dia (Muhammad) bermuka
       masam dan berpaling, karena seorang buta dating kepadanya,
       Tahukah kamu, barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari
       dosa), atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran
       itu memberi manfaat kepadanya? Adapun orang yang merasa dirinya
       serba cukup, maka kamu melayaninya. Padahal tidak ada (celaan)
       atasmu kalau mereka tidak membersihkan diri (beriman). Adapun
       orang yang dating kepadamu dengan bergegas (untuk mendapatkan
       pengajaran), sedangkan ia takut kepada (Allah), maka kamu
       mengabaikannya. Sekali kali jangan (begitu)! Sesungguhnya ajaran
       Allah itu suatu peringatan. Maka siapa yanag menghendaki
       tentulah ia memperhatikannya. (Ajaran ajaran itu) terdapat di
       dalam kitab-kitab yang dimuliakan, yang ditinggikan lagi
       disucikan, di tangan para utusan yang mulia lagi (senantiasa)
       berbakti.” (80: 1-16)
       Enam belas ayat itulah yang disampaikan Jibril Al-Amin ke dalam
       hati Rasulullah sehubungan dengan peristiwa ‘Abdullah bint Ummi
       Maktum, yang senantiasa dibaca sejak diturunkan sampai sekarang,
       dan akan terus dibaca sampai hari kiamat.
       Sejak hari itu Rasulullah tidak lupa memberikan tempat yang
       mulia bagi ‘Abdullah apabila dia datang. Beliau menyilahkan
       duduk ditempat duduk beliau. Beliau tanyakan keadaannya dan
       beliau penuhi kebutuhannya. Tidaklah heran kalau beliau
       memuliakan ‘Abdullah demikian rupa; bukankah tegoran dari langit
       itu sangat keras!
       Tatkala tekanan dan penganiayaan kaum Quraisy terhadap kaum
       muslimin semakin berat dan menjadi jadi, Allah Ta’ala
       mengizinkan kaum muslimin dan Rasul-Nya hijrah. ‘Abdullah bint
       Ummi Maktum bergegas meninggalkan tumpah darahnya untuk
       menyelamatkan agamanya. Dia bersama sama Mus’ab ibn Umar
       sahabat-sahabat Rasul yang pertama tama tiba di Madinah,
       setibanya di Yatsrib (Madinah), ‘Abdullah dan Mush’ab segera
       berdakwah, membacakan ayat-ayat Al-Qur’an dan mengajarkan
       pengajaran Islam.
       Setelah Rasulullah tiba di Madinah, beliau mengangkat ‘Abdullah
       bint Ummi Maktum serta Bilal ibn rabah menjadi Muadzin
       Rasulullah. Mereka berdua bertugas meneriakkan kalimah tauhid
       lima kali sehari semalam, mengajak orang banyak beramal saleh
       dan mendorong masyarakat merebut kemenangan. Apabila Bilal
       adzan, maka ‘Abdullah qamat. Dan bila ‘Abdullah adzan, maka
       Bilal qamat.
       Dalam bulan Ramadhan tugas mereka bertambah. Bilal adzan tengah
       malam membangunkan kaum muslimin untuk sahur, dan ‘Abdullah
       adzan ketika fajar menyingsing, memberi tahu kaum muslimin waktu
       imsak sudah masuk, agar menghentikan makam minum dan segala yang
       membatalkan puasa.
       Untuk memuliakan ‘Abdullah bint Ummi Maktum, beberapa kali
       Rasulullah mengangkatnya menjadi Wali Kota Madinah menggantikan
       beliau, apabila meninggalkan kota. Tujuh belas kali jabatan
       tersebut dipercayakan beliau kepada ‘Abdullah. Salah satu
       diantaranya, ketika meninggalkan kota Madinah untuk membebaskan
       kota Makkah dari kekuasaan kaum musyrikin Quraisy.
       Setelah perang Badr, Allah menurunkan ayat-ayat Al-Qur’an,
       mengangkat derajat kaum muslimin yang pergi berperang fi
       sabilillah. Allah melebihkan derajat mereka yang pergi berperang
       atas orang-orang yang tidak pergi berperang, dan mencela orang
       yang tidak pergi karena ingin bersantai-santai. Ayat-ayat
       tersebut sangat berkesan di hati ‘Abdullah bint Ummi Maktum.
       Tetapi baginya sukar mendapatkan kemuliaan tersebut karena dia
       buta. Lalu dia berkata kepada Rasulullah, “Ya, Rasulullah!
       Seandainya saya tidak buta, tentu saya pergi berperang.”
       Kemudian dia bermohon kepada Allah dengan hati penuh tunduk,
       semoga Allah menurunkan pula ayat-ayat mengenai orang-orang yang
       keadaannnya cacat (udzur) seperti dia, tetapi hati mereka ingin
       sekali hendak turut berperang. Dia senantiasa berdo’a dengan
       segala kerendahan hati. Katanya, “Wahai Allah! Turunkanlah wahyu
       mengenai orang-orang yang udzur sepertiku!” Tidak berapa lama
       kemudian Allah memperkenankan do’anya.
       Zaid ibn Tsabit, sekertaris Rasulullah yang bertugas menuliskan
       wahyu menceritakan, “Aku duduk di samping Rasulullah. Tiba tiba
       beliau diam, sedangkan paha beliau terletak di atas pahaku. Aku
       belum pernah merasakan beban yang paling berat melebihi berat
       paha Rasulullah ketika itu. Sesudah beban berat yang menekan
       pahaku hilang, beliau bersabda, “Tulislah, hai Zaid!”
       Lalu aku menuliskan, [color=blue]“Tidak sama orang-orang mukmin
       yang duduk (tidak turut berperang) dengan pejuang-pejuang yang
       berjihad fi sabilillah…..” (4 : 95).[/color]
       Ibnu Ummi berdiri seraya berkata, “Ya Rasulullah! Bagaimana
       dengan orang-orang yang tidak sanggup pergi berjihad (berperang
       karena cacat)?”
       Selesai pertanyaan ‘Abdullah, Rasulullah berdiam dan paha beliau
       menekan pahaku, seolah-olah aku menanggung beban berat seperti
       tadi. Setelah beban berat itu hilang, Rasulullah berkata, “Coba
       baca kembali yang telah engkau tulis!”
       Aku membaca, “Tidak sama orang-orang mukmin yang duduk (tidak
       turut berperang).” lalu kata beliau. Tulis! “Kecuali bagi
       orang-orang yang tidak mampu.” Maka turunlah pengecualian yang
       diharap-harapkan Ibnu Ummi Maktum.
       Meskipun Allah telah memaafkan Ibnu Ummi Maktum dan orang-orang
       udzur seperti dia untuk tidak berjihad, namun dia enggan
       bersantai-santai beserta orang-orang yang tidak turut berperang.
       Dia tetap membulatkan tekat untuk turut berperang fi sabilillah.
       Tekad itu timbul dalam dirinya, karena jiwa yang besar tidak
       dapat dikatakan besar, kecuali bila orang itu memikul pula
       pekerjaan besar. Maka karena itu dia sangat gandrung untuk turut
       berperang dan menetapkan sendiri tugasnya di medan perang.
       Katanya, “Tempatkan saya antara dua barisan sebagai pembawa
       bendera. Saya akan memeganya erat-erat untuk kalian. Saya buta,
       karena itu saya pasti tidak akan lari.” Tahun keempat belas
       Hijriyah, Khalifah ‘Umar ibn Khaththab memutuskan akan memasuki
       Persia dengan perang yang menentukan, untuk menggulingkan
       pemerintahan yang zalim, dan menggantinya dengan pemerintahan
       Islam yang demokratis dan bertauhid. ‘Umar memerintahkan kepada
       segenap Gubernur dan pembesar dalam pemerintahannya, ‘Jangan ada
       seorang jua pun yang ketinggalan dari orang orang bersenjata,
       orang yang mempunyai kuda, atau yang berani, atau yang
       berpikiran tajam, melainkan hadapkan semuanya kepada saya
       sesegera mungkin!”
       Maka berkumpulah di Madinah kaum Muslimin dari segala penjuru,
       memenuhi panggilan Khalifah ‘Umar. Di antara mereka itu terdapat
       seorang prajurit buta, ‘Abdullah bint Ummi Maktum. Khalifah
       ‘Umar mengangkat Sa’ad ibn Abi Waqash menjadi panglima pasukan
       yang besar itu. Kemudian Khalifah memberikan intruksi-intruksi
       dan pengarahan kepada Sa’ad.
       Setelah pasukan besar itu sampai di Qadisiyah. ‘Abdullah bint
       Ummi Maktum memakai baju besi dan perlengkapan yang sempurna.
       Dia tampil sebagai pembawa bendera kaum muslimin dan berjanji
       akan senantiasa mengibarkannya atau mati di samping bendera itu.
       Pada hari ke tiga perang Qadisiyah, perang berkecamuk dengan
       hebat, yang belum pernah disaksikan sebelumnya. Kaum muslimin
       berhasil memenangkan perang tersebut dengan kemenangan paling
       besar yang belum pernah direbutnya. Maka pndahlah kekuasaan
       kerajaan Persia yang besar ke tangan kaum muslimin. Dan
       runtuhlah mahligai yang termegah, dan berkibarlah bendera tauhid
       di bumi penyembah berhala itu.
       Kemenangan yang meyakinkan itu dibayar dengan darah dan jiwa
       ratusan syuhada. Diantara mereka yang syahid itu terdapat ‘
       Abdullah bint Ummi Maktum yang buta. Dia ditemukan terkapar di
       medan tempur berlumuran darah syahidnya, sambil memeluk bendera
       kaum muslimin. &#42880;1
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
       />&#42880;2(boards&#9488;II)
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       &#7434;&#7424;&#7458;&#7424;&#7435;&#7452;&#7437;&#7452;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#7435;&#668;&#7424;&#618;&#640;&#7424;&#628;
       &#665;&#7424;&#7424;&#640;&#7424;&#7435;&#7424;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#42800;&#618;&#618;&#7435;&#7452;&#7437;
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]
       SUMBER: Shuwar min Hayaatis Shahabah, Doktor ‘Abdurrahman Ra’fat
       Basya
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       *****************************************************
       Page 1 of 1