URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       ↑iscm
  HTML https://iscm.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: ۩۞۩ PARA SAHABAT RASULULLAH &#158...
       *****************************************************
       #Post#: 301--------------------------------------------------
       ۩۞۩ Para Sahabat Rasulullah
       صلى ا لله
       عليه وسلم : Abu
       Hurairah
   DIR By: WalimanovSakti
       Date: December 31, 2023, 8:47 pm
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
       [center]BIOGRAFI &#9701;&#8593;&#10043;AHLULHADITS, PARA
       SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
       &#65018;[/center]
       [center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
       sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar ibn Abdul Aziz) &#9654; Mari kita kembali kepada Al Qur'an
       dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.&#10043;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       &#10043; Abu Hurairah [font=georgia]radhiyallahu’anhu[/font]
       (Wafat 59 H) Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
       [size=9pt]&#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=40
       Shahabat mulia Abu Hurairah [i]radhiyallahu’anhu termasuk salah
       seorang dari mereka. Sungguh dia mempunyai bakat luar biasa
       dalam kemampuan dan kekuatan ingatan. Abu Hurairah
       radhiyallahu’anhu mempunyai kelebihan dalam seni menangkap apa
       yang didengarnya, sedang ingatannya mempunyai keistimewaan dalam
       segi meng- hafal dan menyimpan. Didengarya, ditampungnya lalu
       terpatri dalam ingatannya hingga dihafalkannya, hampir tak
       pernah ia melupakan satu kata atau satu huruf pun dari apa yang
       telah didengarnya, sekalipun usia bertambah dan masa pun telah
       berganti-ganti. Oleh karena itulah, ia telah mewakafkan hidupnya
       untuk lebih banyak mendampingi Rasulullah sehingga termasuk yang
       terbanyak menerima dan menghafal Hadits, serta
       meriwayatkannya.[/i]
       Sewaktu datang masa pemalsu-pemalsu hadits yang dengan sengaja
       membikin hadits-hadits bohong dan palsu, seolah-olah berasal
       dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Mereka memperalat
       nama Abu Hurairah radhiyallahu’anhu dan menyalah- gunakan
       ketenarannya dalam meriwayatkan Hadits dari Nabi shallallahu
       ‘alaihi wasallam, hingga sering mereka mengeluarkan sebuah
       “hadits”, dengan menggunakan kata-kata: “Berkata Abu Hurairah…”
       Dengan perbuatan ini hampir-hampir mereka menyebabkan ketenaran
       Abu Hurairah radhiyallahu’anhu dan kedudukannya selaku penyampai
       Hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. menjadi lamunan
       keragu-raguan dan tanda tanya, kalaulah tidak ada usaha dengan
       susah payah dan ketekunan yang luar biasa, serta banyak waktu
       yang telah di habiskan oleh tokoh-tokoh utama para ulama Hadits
       yang telah membaktikan hidup mereka untuk berhidmat kepada
       Hadits Nabi dan menyingkirkan setiap tambahan yang dimasukkan ke
       dalamnya.’
       Di sana Abu Hurairah radhiyallahu’anhu berhasil lolos dari
       jaringan kepalsuan dan penambahan-penambahan yang sengaja hendak
       diselundupkan oleh kaum perusak ke dalam Islam, dengan
       mengkambing hitamkan Abu Hurairah radhiyallahu’anhu dan
       membebankan dosa dan kejahatan mereka kepadanya.
       Setiap anda mendengar muballigh atau penceramah atau khatib
       Jum’at mengatakan kalimat yang mengesankan dari Abu Hurairah
       radhiyallahu’anhu berkata ia, telah bersabda Rasulullah
       shallallahu ‘alaihi wasallam……” Saya katakan ketika anda
       mendengar nama ini dalam rangkaian kata tersebut, dan ketika
       anda banyak menjumpainya, yah banyak sekali dalam kitab-kitab
       Hadits, sirah, fiqih serta kitab-kitab Agama pada umumnya, maka
       diketahuilah bahwa anda sedang menemui suatu pribadi, antara
       sekian banyak pribadi yang paling gemar bergaul dengan
       Rasulullah dan mendengarkan sabdanya….. Karena itulah
       perbendaharaannya yang menakjubkan dalam hal Hadits dan
       pengarahan-pengarahan penuh hikmat yang dihafalkannya dari
       Nabi·shallallahu ‘alaihi wasallam jarang diperoleh bandingannya…
       Dan dengan bakat pemberian Tuhan yang dipunyainya beserta
       perbendaharaan Hadits tersebut, Abu Hurairah radhiyallahu’anhu
       merupakan salah seorang paling mampu membawa anda ke hari-hari
       kehidupan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beserta para
       sahabatnya dan membawa anda berkeliling, asal anda beriman teguh
       dan berjiwa siaga, mengitari pelosok dan berbagai ufuk yang
       membuktikan kehebatan Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam
       beserta shahabat-shahabatnya itu dan memberikan makna kepada
       kehidupan ini dan memimpinnya ke arah kesadaran dan pikiran
       sehat. Dan bila garis-garis yang anda hadapi ini telah
       menggerakkan kerinduan anda untuk mengetahui lebih dalam tentang
       Abu Hurairah radhiyallahu’anhu dan mendengarkan beritanya, maka
       silakan anda memenuhi keinginan anda tersebut.
       Ia adalah salah seorang yang menerima pantulan revolusi Islam,
       dengan segala perubahan mengagumkan yang diciptakannya. Dari
       orang upahan menjadi induk semang atau majikan.
       Dari seorang yang terlunta-lunta di tengah-tengah lautan
       manusia, menjadi imam dan ikutan …. ! Dan dari seorang yang
       sujud di hadapan batu-batu yang disusun, menjadi orang yang
       beriman kepada Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa …. Inilah
       dia sekarang bercerita dan berkata:
       “Aku dibesarkan dalam keadaan yatim, dan pergi hijrah dalam
       keadaan miskin …. Aku menerima upah sebagai pembantu pada Busrah
       bint Ghazwan demi untuk mengisi perutku ! Akulah yang melayani
       keluarga itu bila mereka sedang menetap dan menuntun binatang
       tunggangannya bila sedang bepergian …. Sekarang inilah aku,
       Allah telah menikahkanku dengan putri Busrah, maka segala puji
       bagi Allah yang telah menjadikan Agama ini tiang penegak, dan
       menjadikan Abu Hurairah radhiyallahu’anhu ikutan ummat…..!”
       Ia datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di tahun yang
       ke tujuh Hijrah sewaktu beliau berada di Khaibar ia memeluk
       Islam karena dorongan kecintaan dan kerinduan …. Dan semenjak ia
       bertemu dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam; dan berbai’at
       kepadanya, hampir-hampir ia tidak berpisah lagi daripadanya
       kecuali pada saat-saat waktu tidur…. Begitulah berjalan selama
       masa empat tahun yang dilaluinya bersama Rasulullah shallallahu
       ‘alaihi wasallam . yakni sejak ia masuk islam sampai wafatnya
       Nabi, pergi ke sisi Yang Maha Tinggi. Kita katakan: “Waktu yang
       empat tahun itu tak ubahnya bagai suatu usia manusia yang
       panjang lebar, penuh dengan segala yang baik, dari perkataan,
       sampai kepada perbuatan dan pendengaran… !”
       Dengan fitrahnya yang kuat, Abu Hurairah radhiyallahu’anhu
       mendapat kesempatan yang besar yang memungkinkannya untuk
       memainkan peranan penting dalam berbakti kepada Agama Allah.
       Pahlawan perang dikalangan shahabat, banyak…. Ahli fiqih, juru
       da’wah dan para guru juga tidak sedikit ….
       Tetapi lingkungan dan masyarakat memerlukan tulisan dan penulis.
       Di masa itu golongan manusia pada umumnya,jadi bukan hanya
       terbatas pada bangsa Arab saja, tidak mementingkan tulis
       menulis. Dan tulis menulis itu belum Lagi merupakan bukti
       kemajuan di masyarakat manapun.
       Bahkan Eropah sendiri juga demikian keadaannya sejak kurun waktu
       yang belum lama ini. Kebanyakan dari raja-rajnya, tidak
       terkecuali Charlemagne sebagai tokoh utamanya, adalah
       orang-orang yang buta huruf, tak tahu tulis baca, padahal
       menurut ukuran masa itu, mereka memiIiki kecerdasan dan
       kemampuan besar….
       Kembali kita pada pembicaraan bermula untuk melihat Abu Hurairah
       radhiyallahu’anhu, baganana ia dengan fitrahnya dapat menyelami
       kebutuhan masyarakat baru yang dibangun oleh Islam, yaitu
       kebutuhan akan orang-orang yang dapat melihat dan memelihara
       peninggalan dan ajaran-ajarannya. Pada waktu itu memang para
       shahabat yang mampu menulis, tetapi jumlah mereka sedikit
       sekali, apalagi sebagiannya tak mempunyai kesempatan untuk
       mencatat Hadits-hadits yang diucapkan oleh Rasul.
       Sebenamya Abu Hurairah radhiyallahu’anhu bukanlah seorang
       penulis, ia hanya seorang ahli hafal yang mahir, di samping
       memiliki kesempata atau mampu mengadakan kesempatan yang
       diperlukan itu, karena ia tak punya tanah yang akan digarap, dan
       tidak punya perniagaan yang akan diurus….
       Ia pun menyadari bahwa dirinya termasuk orang yang masuk Islam
       belakangan, maka ia bertekad untuk mengejar ketinggalannya,
       dengan cara mengikuti Rasul terus menerus dan secara tetap
       menyertai majlisnya.. Kemudian disadarinya pula adanya bakat
       pemberian Allah ini pada dirinya, berupa daya ingatannya yang
       luas dan kuat, serta semakin bertambah kuat, tajam dan luas lagi
       dengan do’a Rasul”, agar pemilik bakat ini diberi Allah berkat.
       Ia menyiapkan dirinya dan menggunakan bakat dan kemampuan
       karunia Ilahi untuk memikul tanggung jawab dan memelihara
       peninggalan yang sangat penting ini dan mewariskannya kepada
       generasi kemudian ….
       Abu Hurairah radhiyallahu’anhu bukan tegolong dalam barisan
       penulis, tetapi sebagai- mana telah kita utarakan, ia
       adalahseorang yang terampil menghafal lagi kuat ingatan ….
       Karena ia tak punya tanah yang akan ditanami atau perniagaan
       yang akan menyibukkannya, ia tidak berpisah hengan Rasul, baik
       dalam perjalanan maupun di kala menetap….
       Begitulah ia mempermahir dirinya dan ketajaman daya ingatnya
       untuk menghafal Hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi
       wasallam dan pengarahannya. Sewaktu Rasul telah pulang ke
       Rafikul’Ala (wafat), Abu Hurairah radhiyallahu’anhu
       terus-menerus menyampaikan Hadits hadits, yang menyebabkan
       sebagian shahabatnya merasa heran sambil bertanya-tanya di dalam
       hati, dari mana datangnya hadits-hadits ini, kapan didengarya
       dan diendapkannya dalam ingatannya ….
       Abu Hurairah radhiyallahu’anhu telah memberikan penjelasan untuk
       menghilangkan kecurigaan ini, dan menghapus keragu-raguan yang
       menulari putra shahabatnya, maka katanya: “Tuan-tuan telah
       mengatakan bahwa Abu Hurairah radhiyallahu’anhu banyak sekali
       mengeluarkan Hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam…. Dan
       tuan-tuan katakan pula orang-orang Muhajirin yang lebih dahulu
       daripadanya masuk Islam, tak ada menceritakan hadits-hadits
       itu..? Ketahuilah, bahwa shahabat-sahahabatku orang-orang
       Muhajirin itu, sibuk dengan perdagangan mereka di pasar-pasar,
       sedang shahabat- shahabatku orang-orang Anshar sibuk degan tanah
       pertanian mereka. Sedang aku adalah seorang miskin, yang paling
       banyak menyertai majlis Rasulullah, maka aku hadir sewaktu yang
       lain absen dan aku selalu ingat seandainya mereka lupa karena
       kesibukan.
       Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, pernah berbicara kepada
       kami di suatu hari, kata beliau: “Siapa yang membentangkan
       sorbannya hingga selesai pembicraanku, kemudian ia meraihnya ke
       dirinya, maka ia takkan terlupa akan suatu pun dari apa yang
       telah didengarya dari padaku !”
       Maka kuhamparkan kainku, lalu beliau berbicara kepadaku,
       kemudian kuraih kain itu ke diriku, dan demi Allah, tak ada
       suatu pun yang terlupa bagiku dari apa yang telah kudengar
       daripadanya… ! Demi Allah kalau tidaklah karena adanya ayat di
       dalam Kitabullah niscaya tidak akan kukabarkan kepada kalian
       sedikit jua pun! Ayat itu ialah: “Sesungguhnya orang-orang yang
       menyembunyikan apa-apa yang telah kami turunkan berupa
       keterangan-keterangan dan petunjuk, sesudah Kami nyatakan kepada
       manusia di dalam Kitab mereka itulah yang dikutuk oleh Allah dan
       dikutuk oleh para pengutuk (Malaikat-malaikat)!”
       Demikianlah Abu Hurairah radhiyallahu’anhu menjelaskan rahasia
       kenapa hanya ia seorang diri yang banyak mengeluarkan riwayat
       dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
       - Pertama: karena ia melowongkan waktu untuk menyertai Nabi
       lebih banyak dari para shahabat lainnya.
       - [size=10pt]Kedua, karena ia memiliki daya ingatan yang kuat,
       yang telah diberi berkat oleh Rasul, hingga ia jadi semakin
       kuat.
       - [size=10pt]Ketiga, ia menceritakannya bukan karena ia gemar
       bercerita, tetapi karena keyakinan bahwa menyebarluaskan
       hadits-hadits ini, merupakan tanggung jawabnya terhadap Agama
       dan hidupnya. Kalau tidak dilakukannya berarti ia menyembunyikan
       kebaikan dan haq, dan termasuk orang yang lalai yang sudah tentu
       akan menerima hukuman kelalaiannya!
       [size=11pt]Oleh sebab itulah ia harus saja memberitakan, tak
       suatupun yang menghalanginya dan tak seorang pun boleh
       melarangnya … hingga pada suatu hari Amirul Mu’minin Umar
       berkata kepadanya: “Hendaklah kamu hentikan menyampaikan berita
       dari Rasulullah! Bila tidak, maka akan kukembalikan kau ke tanah
       Daus… !” (yaitu tanah kaum dan keluarganya).
       Tetapi larangan ini tidaklah mengandung suatu tuduhan bagi Abu
       Hurairah radhiyallahu’anhu, hanyalah sebagai pengukuhan
       dari.suatu pandangan yang dianut oleh Umar, yaitu agar
       orang-orang Islam dalam jangka waktu tersebut, tidak membaca dan
       menghafalkan yang lain, kecuali Al-Qur’an sampai ia melekat dan
       mantap dalam hati sanubari dan pikiran….
       Al-quran adalah kitab suci Islam, Undang-undang Dasar dan kamus
       lengkapnya dan terlalu banyaknya’ cerita tentang Rasulullah
       shallallahu ‘alaihi wasallam teristimewa lagi pada tahun-tahun
       menyusul wafatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, saat sedang
       dihimpunnya Al-Quran, dapat menyebabkan kesimpangsiuran dan
       campur-baur yang tidak berguna dan tak perlu terjadi
       Oleh karena ini, Umar berpesan: “Sibukkanlah dirimu dengan
       Al-Quran karena dia adalah kalam Allah…” Dan katanya lagi:
       “Kurangilah olehmu meriwayatkan perihal Rasulullah kecuali yang
       mengenai amal perbuatannya!”
       Dan sewaktu beliau mngutus Abu Musa al-Asy’ari ke Irak ia
       berpesan, kepadanya: “Sesungguhnya anda akan mendatangi suatu
       kaum yang dalam mesjid mereka terdengar bacaan Al-Qur’an seperti
       suara lebah. maka biarkanlah seperti itu dan jangan anda
       binbangkan merek adengan hadits-hadits, dan aku menjadi
       pendukung anda dalam hal ini….!”
       Al-Qur’an sudah dihimpun dengan jalan yang sangat cermat, hingga
       terjamin keasliannya tanpa dirembesi oleh hal-hal lainnya…..
       Adapun hadits, maka umar tidak dapat menjamin bebasnya dari
       pemalsuan atau perubahan atau diambilnya sebagai alat untuk
       mengada-ada terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan
       merugikan Agama Islam…..
       Abu Hurairah radhiyallahu’anhu menghargai pandangan Umar, tetapi
       ia juga percaya terhadap dirinya dan teguh memenuhi amanat,
       hingga ia tak hendak menyembunyikan suatu pun dari Hadits dan
       ilmu selama diyakininya bahwa menyembunyikannya adalah dosa dan
       kejahatan.
       Demikianlah, setiap ada kesempatan untuk menumpahkan isi dadanya
       berupa Hadits yang pemah didengar dan ditangkapnya tetap saja
       disampaikan dan dikatakannya….
       Hanya terdapat pula suatu hal yang merisaukan, yang menimbulkan
       kesulitan bagi Abu Hurairah radhiyallahu’anhu ini, karena
       seringnya ia bercerita dan banyaknya Haditsnya yaitu adanya
       tukang hadits yang lain yang menyebarkan Hadits-hadits dari
       Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam. dengan menambah-nambah dan
       melebih-lebihkan hingga para shahabat tidak merasa puas terhadap
       sebagian besar dari Hadits-haditsnya. Orang itu namanya Ka’ab
       al-ahbaar, seorang Yahudi yang masuk Islam.
       Pada suatu hari Marwan ibn Hakam bermaksud menguji kemampuan
       menghafal dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu. Maka dipanggilnya
       ia dan dibawanya duduk bersamanya, lalu dimintanya untuk
       mengabarkan hadits-hadits dari Rasusullah shallallahu ‘alaihi
       wasallam. Sementara itu disuruhnya penulisnya menuliskan apa
       yang diceritakan Abu Hurairah radhiyallahu’anhu dari balik
       dinding. Sesudah berlalu satu tahun, dipanggilnya Abu Hurairah
       kembali dan dimintanya membacakan lagi Hadits-hadits yang dulu
       itu yang telah ditulis sekretarisnya. Ternyata tak ada yang
       terlupa oleh Abu Hurairah radhiyallahu’anhu walau agak sepatah
       kata pun.
       Ia berkata tentang dirinya: — “Tak ada seorang pun dari
       sahabat-sahabat Rasul yang lebih banyak menghafal Hadits dari
       padaku, kecuali Abdullah ibn ‘Amr ibn ‘Ash, karena ia pandai
       menuliskannya sedang aku tidak ..;” Dan Imam Syafi’i
       mengemukakan pula pendapatnya tentang Abu Hurairah
       radhiyallahu’anhu: — “la seorang yang paling banyak hafal di
       antara seluruh perawi Hadits sesamanya.” Sementara Imam Bukhari
       menyatakan pula: – “Ada delapan ratus orang atau lebih dari
       shahabat tabi’in dan ahli ilmu yang meriwayatkan Hadits dari Abu
       Hurairah.”
       Abu Hurairah termasuk orang ahli ibadat yang mendekatkan diri
       kepada Allah, selalu melakukan ibadat bersama isterinya dan
       anak-anaknya semalam-malaman secara bergiliran; mula-mula ia
       berjaga sambil shalat sepertiga malam kemudian dilanjutkan oleh
       isterinya sepertiga malam dan sepertiganya lagi dimanfaatkan
       oleh puterinya… ” Dengan demikian, tak ada satu saat pun yang
       berlalu setiap malam di rumah Abu Hurairah radhiyallahu’anhu,
       melainkan berlangsung di sana ibadat, dzikir dan shalat!
       Karena keinginannya memusatkan perhatian untuk menyertai Rasul
       shallallahu ‘alaihi wasallam, ia pernah menderita kepedihan
       lapar yang jarang diderita orang lain. Dan pernah ia
       menceritakan kepada kita bagaimana rasa lapar telah
       menggigit-gigit perutnya, maka diikatkannya batu dengan
       surbannya ke perutnya dan ditekannnya ulu hatinya dengan kedua
       tangannya, lalu terjatuhlah ia di mesjid rambil
       menggeliat-geliat kesakitan hingga sebagian sahabat menyangkanya
       ayan, padahal sama sekali bukan .. .!
       Semenjak ia menganut Islam tak ada yang memberatkan dan menekan
       perasaan Abu Huraiiah dari berbagai persoalan hidupnya ini,
       kecuali satu masalah yang hampir menyebabkannya tak dapat
       memejamkan mata. Masalah itu ialah mengenai ibunya, karena waktu
       itu ia menolak untuk masuk Islam …. Bukan hanya sampai di sana
       saja, bahkan ia menyakitkan perasaannya dengan menjelek-jelekkan
       Rasulullah di depannya…
       Pada suatu hari ibunya itu kembali mengeluarkan kata-kata yang
       menyakitkan bagi Abu Hurairah radhiyallahu’anhu tentang
       Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ., hingga ia tak dapat
       menahan tangisnya dikarenakan sedihnya, lalu ia pergi ke mesjid
       Rasul….Marilah kita dengarkan ia menceritakan lanjutan berita
       kejadian itu sebagai berikut:
       Sambil menangis aku datang kepada Rasulullah, lalu kataku: –”Ya
       Rasulallah, aku telah meminta ibuku masuk islam, Ajaranku itu
       ditolaknya, dan hari ini aku pun baru saja, memintanya masuk
       Islam. Sebagai jawaban ia malah mengeluarkan kata-kata yang tak
       kusukai terhadap diri Anda. Karenanya mohon anda du’akan kepada
       Allah kiranya ibuku itu ditunjuki-Nya kepada Islam….”
       Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, berdo’a: “Ya Allah
       tunjukkilah ibu Abu Hurairah!”
       Aku pun berlari mendapatkan ibuku untuk menyampaikan kabar
       gembira tentang du’a Rasulullah itu. Sewaktu sampai di muka
       pintu, kudapati pintu itu terkunci. Dari luar kedengaran hunyi
       gemercik air, dan suara ibu memanggilku: “Hai Abu Hurairah,
       tunggulah ditempatmu itu… !”
       Di waktu ibu keluar ia memakai baju kurungnya, dan membalutkan
       selendangnya sambil mengucapkan: “Asyhadu alla ilaha illallah,
       wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa Rasuluh."
       Aku pun segera berlari menemui Rasulullah sambil menangis karena
       gembira, sebagaimana dahulu aku menangis karena berduka, dan
       kataku padanya: “Kusampaikan kabar suka ya Rasulallah, bahwa
       Allah telah mengabullkan do’a anda …, Allah telah menunjuki
       ibuku ke dalam islam … .” Kemudian kataku pula: “Ya Rasulallah,
       mohon anda do’akan kepada Allah, agar aku dan ibuku dikasihi
       oleh orang-orang Mu’min, baik laki-laki maupun perempuan!” Maka
       Rasul berdo’a: “Ya Allah, mohon engkau jadikan hambu-Mu ini
       beserta ibunya dikasihi oleh sekalian orang-orang Mumin,
       laki-laki dan perempuan …!”
       Abu Hurairah radhiyallahu’anhu hidup sebagai seorang ahli ibadah
       dan seorang mujahid … tak pernah ia ketinggalan dalam perang,
       dan tidak pula dari ibadat. Di zaman Umar ibn Khatthab ia
       diangkat sebagai amir untuk daerah Bahrain, sedang Umar
       sebagaimana kita ketahui adalah seorang yang sangat keras dan
       teliti terhadap pejabat-pejabat yang diangkatnya. Apabila ia
       mengangkat seseorang sedang ia mempunyai dua pasang pakaian maka
       sewaktu meninggalkan jabatannya nanti haruslah orang itu hanya
       mempunyai dua pasang pakaian juga…… malah lebih utama kalau ia
       hanya memiliki satu pasang saja! Apabila waktu meninggalkan
       jabatan itu terdapat tanda-tanda kekayaan, maka ia takkan luput
       dari interogasi Umar, sekalipun kekayaan itu berasal dari jalan
       halal yang dibolehkan syara’! Suatu dunia lain …. Yang diisi
       oleh Umar dengan hal-hal luar biasa dan mengagumkan… Rupanya
       sewaktu Abu Hurairah memangku jabatan sebagai kepala daerah
       Bahrain ia telah menyimpan harta yang berasal dari sumber yang
       halal. Hal ini diketahui oleh Umar, maka iapun dipanggilnya
       datang ke Madinah……Dan mari kita dengarkan Abu Hurairah,
       memaparkan soal jawab ketus yang berlangsung antaranya dengan
       Amirul Mu’minin Umar: — Kata Umar: – “Hai musuh Allah dan musuh
       kitab-Nya, apa engkau telah mencuri harta Allah?’· Jawabku;.
       “Aku bukan musuh Allah dan tidak pula musuh kitab-Nya ._.hanya
       aku menjadi musuh orang yang memusuhi keduanya dan aku bukanlah
       orang yang mencuri harta Allah . . !’·- Dari mana,kau peroleh
       sepuluh ribu itu? — Kuda kepunyaanku beranak-pinak dan pemberian
       orang berdatangan …. Kembalikan harta itu ke perbendaharaan
       negara (baitul maal)… !
       Abu Hurairah menyerahkan hartanya itu kepada Umar, kemudian ia
       mengangkat tangannya ke arah langit sambil berdu’a: “Ya Allah,
       ampunilah Amirul Mu’minin."
       Tak selang beberapa lamanya. Umar memanggil Abu Hurairah kembali
       dan menawarkan jabatan kepadanya di wilayah baru. Tapi
       ditolaknya dan dimintanya maaf karena tak dapat menerimanya.
       Kata Umar kepadanya: — “Kenapa, apa sebabnya?” Jawab Abu
       Hurairah: “Agar kehormatanku tidak sampai tercela, hartaku tidak
       dirampas, punggungku tidak dipukul… !”
       Kemudian katanya lagi: “Dan aku takut menghukum tanpa ilmu dan
       bicara tanpa belas kasih … !”
       Pada suatu hari sangatlah rindu Abu Hurairah radhiyallahu’anhu
       hendak bertemu dengan Allah …. Selagi orang-orang yang
       mengunjunginya mendu’akannya cepat sembuh dari sakitnya, ia
       sendiri berulang-ulang memohan kepada Allah dengan berkata: “Ya
       Allah, sesungguhnya aku telah sangat rindu hendak bertemu
       dengan-Mu, Semoga Engkau pun demikian … !” Dalam usia 78 tahun,
       tahun yang ke-59 Hijriyah ia pun berpulang ke rahmatullah.
       Di sekeliling orang-orang shaleh penghuni pandam pekuburan
       Baqi’, di tempat yang beroleh berkah, di sanalah jasadnya
       dibaringkan … ! Dan sementara orang-orang yang mengiringkan
       jenazahnya kembali dari pekuburan, mulut dan lidah mereka tiada
       henti-hentinya membaca Hadits yang disampaikan Abu Hurairah
       kepada mereka dari Rasul yang mulia……..
       Salah seorang di antara mereka yang baru masuk islam bertanya
       kepada temannya: “Kenapa syekh kita yang telah berpulang ini
       diberi gelar Abu Hurairah (bapak kucing)? Tentu temannya yang
       telah mengetahui akan menjawabnya: ‘Di waktu jahiliyah namanya
       dulu Abdu Syamsi, dan tatkala ia memeluk Islam, ia diberi nama
       oleh Rasul dengan Abdurrahman. Ia sangat penyayang kepada
       binatang dan mempunyai seekor kucing, yang selalu diberinya
       makan, digendongnya, dibersihkannya dan diberinya tempat. Kucing
       itu selalu menyertainya seolah-olah bayang bayangnya. Inilah
       sebabnya ia diberi gelar “Bapak Kucing”, moga-moga Allah ridla
       kepadanya dan menjadikannya ridla kepada Allah.
       &#42880;[size=8pt]1
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
       />&#42880;2(boards&#9488;II)
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       &#7434;&#7424;&#7458;&#7424;&#7435;&#7452;&#7437;&#7452;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#7435;&#668;&#7424;&#618;&#640;&#7424;&#628;
       &#665;&#7424;&#7424;&#640;&#7424;&#7435;&#7424;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#42800;&#618;&#618;&#7435;&#7452;&#7437;
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]
       &#1769;&#1758;&#1769; Al-Abadillah: Abu Hurairah
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-(2)-al-abadillah/abu-hurairah/msg27/#msg27
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       *****************************************************
       Page 1 of 1