DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ PARA SAHABAT RASULULLAH ž...
*****************************************************
#Post#: 297--------------------------------------------------
۩۞۩ Para Sahabat Rasulullah
صلى ا لله
عليه وسلم : Abu
Thalhah An Anshary
DIR By: WalimanovSakti
Date: December 31, 2023, 8:44 pm
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
[center]BIOGRAFI ◥↑✻AHLULHADITS, PARA
SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
ﷺ[/center]
[center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar ibn Abdul Aziz) ▶ Mari kita kembali kepada Al Qur'an
dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.✻
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
✻ Abu Thalhah An-Anshary
[font=georgia]radhiyallahu’anhu[/font]
(Wafat.. H) Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
[size=9pt]◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=147
Zaid [i]ibn Sahal an-Najjary alias Abu Thalhah mengetahui bahwa
perempuan bernama Rumaisha” bint Milhan an-Najjariyah, alias
Ummu Sulaim, hidup menjanda sejak suaminya meninggal. Abu
Thalhah sangat gembira mengetahui Ummu Sulaim merupakan
perempuan baik-baik, cerdas, dan memiliki sifat-sifat perempuan
yang sempurna. Abu Thalhah bertekad hendak melamar Ummu Sulaim
segera, sebelum laki-laki lain mendahuluinya. Karena, Abu
Thalhah tahu, banyak laki-laki lain yang menginginkan Ummu
Sulaim menjadi istrinya. Namun begitu, Abu Thalhah percaya tidak
seorang pun laki-laki lain yang akan berkenan di hati Ummu
Sulaim selain Abu Thalhah sendiri. Abu Thalhah laki-laki
sempurna, menduduki status sosial tinggi, dan kaya raya. Di
samping itu, dia terkenal sebagai penunggang kuda yang cekatan
di kalangan Bani Najjar, dan pemanah jitu dari Yatsrib yang
harus diperhitungkan.[/i]
Abu Thalhah pergi ke rumah Ummu Sulaim. Dalam perjalan ia ingat,
Ummu Sulaim pernah mendengar dakwah seorang dai yang datang dari
Makkah, Mushab ibn Umair. Lalu, Ummu Sulaim beriman dengan
Muhammad dan menganut agama Islam. Tetapi, stelah berpikir
demikian, dia berkata kepda dirinya, “Hal ini tidak menjadi
halangan. Bukankah suaminya yang meninggal menganut agama nenek
moyangnya? Bahkan, suaminya itu menentang Muhammad dan
dakwahnya.
Abu Thalhah tiba di rumah Ummu Sulaim. Dia minta izin untuk
masuk, maka diizinkan oleh Ummu Sulaim. Putra Ummu Sulaim, Anas,
hadir dalam pertemuan mereka itu. Abu Thalhah menyampaikan
maksud kedatangannya, yaitu hendak melamar Ummu Sulaim menjadi
istrinya. Ternyata Ummu Sulaim menolak lamaran Abu Thalhah.
Kata Ummu Sulaim, “Sesungguhnya laki-laki seperti Anda, wahai
Abu Thalhah, tidak pantas saya tolak lamarannya. Tetapi aku
tidak akan kawin dengan Anda, karena Anda kafir.”
Abu Thalhah mengira Ummu Sulaim hanya sekedar mencari-cari
alasan. Mungkin di hati Ummu Sulaim telah berkenan laki-laki
lain yang lebih kaya dan lebih mulia daripadanya.
Kata Abu Thalhah, “Demi Allah! Apakah yang sesungguhnyayang
menghalangi engkau untuk menerima lamaranku, hai Ummu Sulaim?”
Jawab Ummu Sulaim, “Tidak ada, selain itu.”
Tanya Abu Thalhah, “Apakah yang kuning ataukah yang putih…? Emas
atau perak?”
Ummu Sulaim balik bertanya, “Emas atau perak…?”
“Ya, emas atau perak?” jawab Abu Thalhah menegaskan.
Kata Ummu Sulaim, “Kusaksikan kepada Anda, hai Abu Talhah,
kusaksikan kepada Allah dan Rasul-Nya, sesungguhnya jika engkau
Islam, aku rela Anda menjadi suamiku tanpa emas dan perak,
cukuplah emas itu menjadi mahar bagiku.”
Mendengar ucapan dari Ummu Sulaim tersebut, Abu Thalhah teringat
akan patung sembahannya yang terbuat dari kayu bagus dan mahal.
Patung itu khusus dibuatnya untuk pribadinya, seperti kebiasaan
bangan-bangan kaumnya, Bani Najjar.
Ummu Sulaim telah bertekad hendak menempa besi itu selagi masih
panas (mengislamkan Abu Talhah). Sementara Abu Thalhah
terbengong-bengong melihat berhala sesembahannya, Ummu Sulaim
melanjutkan bicaranya, “Tidak tahukah Anda, wahai Abu Thalhah,
patung yang Anda sembah itu terbuat dari kayu yang tumbuh di
bumi?” Tanya Ummu Sulaim.
“Ya, Betul!” jawab Abu Thalhah.
“Apakah Anda tidak malu menyembah sepotong kayu menjadi Tuhan,
sementara potongannya yang lain Anda jadikan kayu api untuk
memasak? Jika Anda masuk Islam, hai Abu Thalhah, aku rela engkau
menjadi suamiku. Aku tidak akan meminta mahar darimu selain
itu,” kata Ummu Sulaim.
“Siapakah yang harus mengislamkanku?” Tanya Abu Thalhah.
“Aku bisa,” jawab Ummu Sulaim.
“Bagaimana caranya?” tanya Abu Thalhah.
“Tidak sulit. Ucapkan saja kalimat syahadah! Saksikan tidak ada
ilah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad Rasulullah. Sesudah
itu pulang ke rumahmu, hancurkan berhala sembahanmu, lalu
buang!” kata Ummu Sulaim menjelaskan.
Abu Thalhah tampak gembira. Lalu, dia mengucapkan dua kalimat
syahadah. Sesudah itu Abu Thalhah menikah dengan Ummu Sulaim.
Mendengar kabar Abu Thalhah menikah dengan Ummu Sulaim dengan
maharnya Islam, maka kaum muslimin berkata, “Belum pernah kami
mendengar mahar kawin yang lebih mahal daripada mahar kawin Ummu
Sulaim. Maharnya ialah masuk Islam.
Sejak hari itu Abu Thalhah berada di bawah naungan bendera
Islam. Segala daya yang ada padanya dikorbankan untuk berkhidmat
kepada Islam.
Abu Thalhah dan istrinya, Ummu Sulaim, termasuk kelompok tujuh
puluh yang bersumpah setia (bai'at) dengan Rasulullah di Aqabah.
Abu Thalhah ditunjuk Rasulullah menjadi kepala salah satu regu
dari dua belas regu yang dibentuk malam itu atas perintah
Rasulullah untuk mengislamkan Yatsrib.
Dia ikut berperang bersama Rasulullah dalam setiap peperangan
yang dipimpin beliau. Dalam peperangan itu, tidak urung pula Abu
Thalhah mendapatkan cobaan-cobaan yang mulia. Tetapi, cobaan
yang paling besar diderita Abu Thalhah ialah ketika berperang
bersama Rasulullah dalam Perang Uhud. Dengarkanlah kisahnya!
Abu Thalhah mencintai Rasulullah sepenuh hati, sehingga perasaan
cintanya itu mengalir ke segenap pembuluh darahnya. Dia tidak
pernah merasa jemu melihat wajah yang mulia itu, dan tidak
pernah merasa bosan mendengar hadis-hadis beliau yang selalu
terasa manis baginya. Apabila Rasulullah berdua saja dengannya,
dia bersimpuh di hadapan beliau sambil berkata, “Inilah dariku,
kujadikan tebusan bagi diri Anda dan wajahku pengganti wajah
Anda.”
Ketika terjadi Perang Uhud, barisan kaum muslimin
terpecah-belah. Mereka lari kocar-kacir dari samping Rasulullah
. Oleh karena itu, kaum muslimin sempat menerobos pertahanan
mereka sampai ke dekat beliau. Musuh berhasil menciderai beliau,
mematahkan gigi, melukai dahi, dan bibir beliau, sehingga darah
mengalir membasahi mukanya. Lalu kaum musyrikin menyiarkan isu
Rasulullah telah wafat.
Mendengar teriakan Rasulullah itu, kaum muslimin menjadi kecut,
lalu lari porak-poranda memberikan punggung mereka kepada
musuh-musuh Allah. Hanya beberapa orang saja tentar muslimin
yang tinggal mengawal dan melindungi Rasulullah. Di antara
mereka adalah Abu Thalhah yang berdiri paling depan.
Abu Thalhah berada di hadapan Rasulullah bagaikan sebuah bukit
berdiri dengan kokohnya melindungi beliau. Rasulullah berdiri di
belakangnya, terlindung dari panah dan lembing musuh oleh tubuh
Abu Thalhah. Abu Thalhah menarik tali panahnya, kemudian
melepaskan tali anak panah tepat mengenai sasaran tanpa pernah
gagal. Dia memanah musuh satu demi satu. Tiba-tiba Rasulullah
mendongakkan kepala melihat siapa sasaran panah Abu Thalhah.
Abu Thalhah mundur menghampiri beliau, karena khawatir beliau
terkena panah musuh. “Demi Allah, janganlah Rasulullah
mendongakkan kepala melihat mereka, nanti terkena panah mereka.
Biarkan leher dan dadaku sejajar dengan leher dan dada
Rasulullah . Jadikan aku menjadi perisai Anda,” ujarnya mantap.
Seorang prajurit muslim tiba-tiba lari ke dekat Rasulullah
sambil membawa kantong anak panah. Rasulullah memanggil prajurit
itu. Kata beliau, “Berikan anak panahmu kepada Abu Thalhah.
Jangan dibawa lari!” Abu Thalhah senantiasa melindungi
Rasulullah sehingga tiga batang busur panah patah olehnya, dan
sejumlah prajurit musyrikin tewas dipanahnya.
Allah menyelamatkan dan memelihara Nabi-Nya yang selalu berada
dibawah pengawasan-Nya sampai pertemuan usai.
Abu Thalhah sangat pemurah dengan nyawanya berperang
fisabilillah, namun lebih pemurah lagi mengorbankan hartanya
untuk agama Allah. Abu Thalhah mempunyai sebidang kebun kurma
dan anggur yang amat luas. Tidak ada kebun di Yatsrib seluas dan
sebagus kebun Abu Thalhah. Pohon-pohonnya rimbun, buah-buahnya
subur, dan airnya manis.
Pada suatu hari ketika Abu Thalhah shalat di bawah naungan
sebatang nan rindang, pikirannya terganggu oleh siulan burung
berwarna hijau, berparuh merah, dan kedua kaikinya indah
berwarna. Burung itu melompat dari dahan ke dahan dengan suka
citanya, bersiul-siul dan menari-nari. Abu Thalhah kagum melihat
burung itu. Dia membaca tasbih, tetapi pikirannya tidak lepas
dari burung itu.
Ketika menyadari bahwa ia sedang shalat, dia lupa sudah berapa
rakaat shalatnya. Dua atau tiga rakaatkah dia tak ingat. Selesai
shalat dia pergi menemui Rasulullah dan menceritakan kepada
beliau peristiwa yang baru dialaminya dalam shalatnya.
Diceritakannya pula kepada beliau pohon-pohon nan rindang dan
burung yang bersiul sambil menari-nari ketika dia sedang shalat.
Kemudian katanya, “Saksikan wahai Rasulullah! Kebun itu aku
sedekahkan kepada Allah dan Rasul-Nya. Pergunakanlah sesuai
kehendak Allah dan Rasul-Nya.”
Abu Thalhah sering berpuasa dan berperang sepanjang hidupnya.
Bahkan, dia meninggal ketika sedang berpuasa dan berperang
fisabilillah.
Pada zaman khalifah 'Utsman ibn Affan, kaum muslimin bertekad
hendak berperang di lautan. Abu Thalhah bersiap-siap untuk turut
dalam peperangan itu bersama-sama dengan tentara muslimin.
Kata anak-anaknya, “Wahai Bapak kami!” Bapak sudah tua. Bapak
sudah turut berperang bersama-sama Rasulullah, Abu Bakar, dan
Umar ibn Khattab. Kini Bapak harus beristirahat. Biarlah kami
berperang untuk Bapak.”
Jawab Abu Thalhah, “Bukankah Allah Azza wa Jalla telah
berfirman, yang artinya, [color=blue]”Berangkatlah kamu dalam
keadaan senang dan susah, dan berjihadlah kamu dengan harta dan
dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik
bagimu jika kamu menyadari.” (At-Taubah: 41). Firman Allah itu
memerintahkan kita semua, baik tua maupun muda. Allah tidak
membatasi usia kita untuk berperang.”[/color]
Abu Thalhah menolak permintaan anak-anaknya untuk tinggal di
rumah, dan bersikeras untuk ikut berperang.
Ketika Abu Talhah yang sudah lanjut usia itu berada di atas
kapal bersama-sama dengan tentara muslimin di tengah lautan, dia
jatuh sakit, lalu meninggal di kapal. Kaum muslimin
melihat-lihat daratan, mencari tempat memakamkan Abu Thalhah.
Tetapi, enam hari setelah wafatnya, barulah mereka bertemu
dengan daratan. Selama itu jenazah Abu Thalhah disemayamkan di
tengah-tengah mereka di atas kapal tanpa berubah sedikit pun
jua. Bahkan, dia layaknya seperti orang yang tidur nyenyak saja.
Ꞁ1
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
/>Ꞁ2(boards┐II)
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
ᴊᴀᴢᴀᴋᴜᴍᴜʟʟᴀʜᴜ
ᴋʜᴀɪʀᴀɴ
ʙᴀᴀʀᴀᴋᴀʟʟᴀʜᴜ
ꜰɪɪᴋᴜᴍ
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]
SUMBER: Shuwar min Hayaatis Shahabah, karya Doktor ‘Abdurrahman
Ra’fat Basya
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
*****************************************************
Page 1 of 1