DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ PARA SAHABAT RASULULLAH ž...
*****************************************************
#Post#: 288--------------------------------------------------
۩۞۩ Para Sahabat Rasulullah
صلى ا لله
عليه وسلم :
Husein Ibn Ali
DIR By: WalimanovSakti
Date: December 31, 2023, 8:40 pm
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
[center]BIOGRAFI ◥↑✻AHLULHADITS, PARA
SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
ﷺ[/center]
[center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar ibn Abdul Aziz) ▶ Mari kita kembali kepada Al Qur'an
dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.✻
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
✻ Husain ibn Ali ibn Abu Thalib
(4 - 61 H) Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
[size=9pt]◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=97
Putra kedua dari perkawinan Ali [i]ibn Abu Thalib dengan
Fathimah. Dia tidak mau membai’at Yazid, sehingga dia terbunuh
dalam perang Karbala tanggal 10 Muharam 61 H / 680 M.[/i]
✻ Riwayat Hidup Al-Husein dan Peristiwa Pembunuhannya
(Oleh: Ustadz Muhammad Umar Sewed)
Beliau dilahirkan pada bulan Sya’ban tahun ke-empat Hijriyah.
Diriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
men-tahnik (yakni mengunyahkan kurma kemudian dimasukkan ke
mulut bayi dengan digosokkan ke langit-langitnya -pent.),
mendoakan dan menamakannya Al-Husein. (Demikianlah dikatakan
oleh Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah, juz VIII, hal.
152)
Berkata Ibnul Arabi dalam kitabnya Al-Awashim minal Qawashim:
“Disebutkan oleh ahli tarikh bahwa surat-surat berdatangan dari
ahli kufah kepada Al-Husein (setelah meninggalnya Mu’awiyah
radhiyallahu’anhu). Kemudian Al-Husein mengirim Muslim Ibnu
Aqil, anak pamannya kepada mereka untuk membai’at mereka dan
melihat bagaimana keikutsertaan mereka. Maka Ibnu Abbas
radhiyallahu’anhu memberitahu beliau (Al-Husein) bahwa mereka
dahulu pernah mengkhianati bapak dan saudaranya. Sedangkan Ibnu
Zubair mengisyaratkan kepadanya agar dia berangkat, maka
berangkatlah Al-Husein. Sebelum sampai beliau di Kufah ternyata
Muslim Ibnu Aqil telah terbunuh dan diserahkan kepadanya oleh
orang-orang yang memanggilnya. “Cukup bagimu ini sebagai
peringatan bagi yang mau mengambil peringatan” (kelihatannya
yang dimaksud adalah ucapan Ibnu Abbas kepada Al-Husein -pent.).
Tetapi beliau radhiyallahu ‘anhu tetap melanjutkan
perjalanannya dengan marah karena dien dalam rangka menegakkan
al-haq. Bahkan beliau tidak mendengarkan nasehat orang yang
paling alim pada jamannya yaitu ibnu Abbas radhiyallahu’anhu dan
menyalahi pendapat syaikh para shahabat yaitu Ibnu Umar. Beliau
mengharapkan permulaan pada akhir (hidup -pent.), mengharapkan
kelurusan dalam kebengkokan dan mengharapkan keelokan pemuda
dalam rapuh ketuaan. Tidak ada yang sepertinya di sekitarnya,
tidak pula memiliki pembela-pembela yang memelihara haknya atau
yang bersedia mengorbankan dirinya untuk membelanya. Akhirnya
kita ingin mensucikan bumi dari khamr Yazid, tetapi kita
tumpahkan darah Al-Husein, maka datang kepada kita musibah yang
menghilangkan kebahagiaan jaman. (lihat Al-Awashim minal
Qawashim oleh Abu Bakar Ibnul ‘Arabi dengan tahqiq dan ta’liq
Syaikh Muhibbuddin Al-Khatib, hal. 229-232)
Yang dimaksud oleh beliau dengan ucapannya ‘Kita ingin
mensucikan bumi dari khamr Yazid, tetapi kita tumpahkan darah
Al-Husein‘ adalah bahwa niat Al-Husein dengan sebagian kaum
muslimin untuk mensucikan bumi dari khamr Yazid yang hal ini
masih merupakan tuduhan-tuduhan dan tanpa bukti, tetapi hasilnya
justru kita menodai bumi dengan darah Al-Husein yang suci.
Sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Muhibbudin Al-Khatib dalam
ta’liq-nya terhadap buku Al-Awashim Minal Qawashim.
Ketika Al-Husein ditahan oleh tentara Yazid, Samardi Al-Jausyan
mendorong Abdullah ibn Ziyad untuk membunuhnya. Sedangkan
Al-Husein meminta untuk dihadapkan kepada Yazid atau dibawa ke
front untuk berjihad melawan orang-orang kafir atau kembali ke
Makkah. Namun mereka tetap membunuh Al-Husein dengan dhalim
sehingga beliau meninggal dengan syahid radhiyallahu’anhu. Inna
Lillahi wa Inna Ilaihi Raji’un.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: “Al-Husein terbunuh di
Karbala di dekat Eufrat dan jasadnya dikubur di tempat
terbunuhnya, sedangkan kepalanya dikirim ke hadapan Ubaidillah
ibn Ziyad di Kufah. Demikianlah yang diriwayatkan oleh Bukhari
dalam Shahihnya dan dari para imam yang lain.
Adapun tentang dibawanya kepala beliau kepada Yazid telah
diriwayatkan dalam beberapa jalan yang munqathi’ (terputus) dan
tidak benar sedikitpun tentangnya. Bahkan dalam riwayat-riwayat
tampak sesuatu yang menunjukkan kedustaan dan pengada-adaan
riwayat tersebut. Disebutkan padanya bahwa Yazid menusuk gigi
taringnya dengan besi dan bahwasanya sebagian para shahabat yang
hadir seperti Anas ibn Malik, Abi Barzah dan lain-lain
mengingkarinya. Hal ini adalah pengkaburan, karena sesungguhnya
yang menusuk dengan besi adalah ‘Ubaidilah ibn Ziyad. Demikian
pula dalam kitab-kitab shahih dan musnad, bahwasanya mereka
menempatkan Yazid di tempat ‘Ubaidilah ibn Ziyad. Adapun
‘Ubaidillah, tidak diragukan lagi bahwa dialah yang
memerintahkan untuk membunuhnya (Husein) dan memerintahkan untuk
membawa kepalanya ke hadapan dirinya. Dan akhirnya Ibnu Ziyad
pun dibunuh karena itu.
Dan lebih jelas lagi bahwasanya para shahabat yang tersebut tadi
seperti Anas dan Abi Barzah tidak berada di Syam, melainkan
berada di Iraq ketika itu. “Sesungguhnya para pendusta adalah
orang-orang jahil (bodoh), tidak mengerti apa-apa yang
menunjukkan kedustaan mereka.” (Majmu’ Fatawa, juz IV, hal.
507-508)
Adapun yang dirajihkan oleh para ulama tentang kepala Al-Husein
ibn Ali radhiyallahu’anhuma adalah sebagaimana yang disebutkan
oleh az-Zubair ibn Bukar dalam kitabnya Ansab Quraisy dan beliau
adalah seorang yang paling ‘alim dan paling tsiqah dalam masalah
ini (tentang keturunan Quraisy). Dia menyebutkan bahwa kepala
Al-Husein dibawa ke Madinah An-Nabawiyah dan dikuburkan di sana.
Hal ini yang paling cocok, karena di sana ada kuburan saudaranya
Al-Hasan, paman ayahnya Al-Abbas dan anak Ali dan yang seperti
mereka. (Dalam sumber yang sama, juz IV, hal. 509)
Demikianlah Al-Husain ibn Ali radhiyallahu’anhuma terbunuh pada
hari Jum’at, pada hari ‘Asyura, yaitu pada bulan Muharram tahun
61 H dalam usia 54 tahun 6 bulan. Semoga Allah merahmati
Al-Husein dan mengampuni seluruh dosa-dosanya serta menerimanya
sebagai syahid. Dan semoga Allah membalas para pembunuhnya dan
mengadzab mereka dengan adzab yang pedih. Aamiin.
✻ Sikap Ahlus Sunnah Terhadap Yazid ibn Mu’awiyyah
Untuk membahas masalah ini kita nukilkan saja di sini ucapan
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah secara lengkap dari Fatawa-nya
sebagai berikut:
Belum terjadi sebelumnya manusia membicarakan masalah Yazid ibn
Muawiyyah dan tidak pula membicarakannya termasuk masalah Dien.
Hingga terjadilah setelah itu beberapa perkara, sehingga manusia
melaknat terhadap Yazid ibn Muawiyyah, bahkan bisa jadi mereka
menginginkan dengan itu laknat kepada yang lainnya. Sedangkan
kebanyakan Ahlus Sunnah tidak suka melaknat orang tertentu.
Kemudian suatu kaum dari golongan yang ikut mendengar yang
demikian meyakini bahwa Yazid termasuk orang-orang shalih yang
besar dan Imam-imam yang mendapat petunjuk.
Maka golongan yang melampaui batas terhadap Yazid menjadi dua
sisi yang berlawanan:
SISI PERTAMA, mereka yang mengucapkan bahwa dia kafir zindiq dan
bahwasanya dia telah membunuh salah seorang anak perempuan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, membunuh
shahabat-shahabat Anshar, dan anak-anak mereka pada kejadian
Al-Hurrah (pembebasan Madinah) untuk menebus dendam keluarganya
yang dibunuh dalam keadaan kafir seperti kakek ibunya ‘Utbah ibn
Rab’iah, pamannya Al-Walid dan selain keduanya. Dan mereka
menyebutkan pula bahwa dia terkenal dengan peminum khamr dan
menampakkan maksiat-maksiatnya.
PADA SISI LAIN, ada yang meyakini bahwa dia (Yazid) adalah imam
yang adil, mendapatkan petunjuk dan memberi petunjuk. Dan dia
dari kalangan shahabat atau pembesar shahabat serta salah
seorang dari wali-wali Allah. Bahkan sebagian dari mereka
meyakini bahwa dia dari kalangan para nabi. Mereka mengucapkan
bahwa barangsiapa tidak berpendapat terhadap Yazid maka Allah
akan menghentikan dia dalam neraka Jahannam. Mereka meriwayatkan
dari Syaikh Hasan ibn ‘Adi bahwa dia adalah wali yang seperti
ini dan seperti itu. Barangsiapa yang berhenti (tidak mau
mengatakan demikian), maka dia berhenti dalam neraka karena
ucapan mereka yang demikian terhadap Yazid. Setelah zaman Syaikh
Hasan bertambahlah perkara-perkara batil dalam bentuk syair atau
prosa. Mereka ghuluw kepada Syaikh Hasan dan Yazid dengan
perkara-perkara yang menyelisihi apa yang ada di atasnya Syaikh
‘Adi yang agung -semoga Allah mensucikan ruhnya-. Karena jalan
beliau sebelumnya adalah baik, belum terdapat bid’ah-bid’ah yang
seperti itu, kemudian mereka mendapatkan bencana dari pihak
Rafidlah yang memusuhi mereka dan kemudian membunuh Syaikh Hasan
ibn ‘Adi sehingga terjadilah fitnah yang tidak disukai Allah dan
Rasul-Nya.
Dua sisi ekstrim terhadap Yazid tersebut menyelishi apa yang
disepakati oleh para ulama dan Ahlul Iman. Karena sesungguhnya
Yazid ibn Muawiyyah dilahirkan pada masa khalifah Utsman ibn
‘Affan radliallahu ‘anhu dan tidak pernah bertemu Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam serta tidak pula termasuk shahabat
dengan kesepakatan para ulama. Dia tidak pula terkenal dalam
masalah Dien dan keshalihan. Dia termasuk kalangan pemuda-pemuda
muslim bukan kafir dan bukan pula zindiq. Dia memegang kekuasaan
setelah ayahnya dengan tidak disukai oleh sebagian kaum muslimin
dan diridlai oleh sebagian yang lain. Dia memiliki keberanian
dan kedermawanan dan tidak pernah menampakkan
kemaksiatan-kemaksiatan sebagaimana dikisahkan oleh
musuh-musuhnya.
Namun pada masa pemerintahannya telah terjadi perkara-perkara
besar yaitu:
- Terbunuhnya Al-Husein radhiyallahu’anhu sedangkan Yazid tidak
memerintahkan untuk membunuhnya dan tidak pula menampakkan
kegembiraan dengan pembunuhan Husein serta tidak memukul gigi
taringnya dengan besi. Dia juga tidak membawa kepala Husein ke
Syam. Dia memerintahkan untuk melarang Husein dengan
melepaskannya dari urusan walaupun dengan memeranginya. Tetapi
para utusannya melebihi dari apa yang diperintahkannya tatkala
Samardi Al-Jausyan mendorong ‘Ubaidillah ibn Ziyad untuk
membunuhnya. Ibnu Ziyad pun menyakitinya dan ketika Al-Husein
radhiyallahu’anhu meminta agar dia dibawa menghadap Yazid, atau
diajak ke front untuk berjihad (memerangi orang-orang kafir
bersama tentara Yazid -pent), atau kembali ke Makkah, mereka
menolaknya dan tetap menawannya. Atas perintah Umar ibn Sa’d,
maka mereka membunuh beliau dan sekelompok Ahlul Bait
radhiyallahu ‘anhum dengan dhalim. Terbunuhnya beliau
radhiyallahu’anhu termasuk musibah besar, karena sesungguhnya
terbunuhnya Al-Husein -dan ‘Utsman ibn ‘Affan sebelumnya- adalah
penyebab fitnah terbesar pada umat ini. Demikian juga pembunuh
keduanya adalah makhluk yang paling jelek di sisi Allah. Ketika
keluarga beliau radhiyallahu’anhu mendatangi Yazid ibn
Mua’wiyah, Yazid memuliakan mereka dan mengantarkan mereka ke
Madinah.
Diriwayatkan bahwa Yazid melaknat Ibnu Ziyad atas pembunuhan
Husein dan berkata: “Aku sebenarnya meridlai ketaatan penduduk
Irak tanpa pembunuhan Husein.” Tetapi dia tidak menampakkan
pengingkaran terhadap pembunuhnya, tidak membela serta tidak
pula membalasnya, padahal itu adalah wajib bagi dia. Maka
akhirnya Ahlul Haq mencelanya karena meninggalkan kewajibannya,
ditambah lagi dengan perkara-perkara yang lain. Sedangkan
musuh-musuh mereka menambahkan kedustaan-kedustaan atasnya.
- [size=10pt]Ahlil Madinah membatalkan bai’atnya kepada Yazid
dan mereka mengeluarkan utusan-utusan dan penduduknya. Yazid pun
mengirimkan tentara kepada mereka, memerintahkan mereka untuk
taat dan jika mereka tidak mentaatinya setelah tiga hari mereka
akan memasuki Madinah dengan pedang dan menghalalkan darah
mereka. Setelah tiga hari, tentara Yazid memasuki Madinah
an-Nabawiyah, membunuh mereka, merampas harta mereka, bahkan
menodai kehormatan-kehormatan wanita yang suci, kemudian
mengirimkan tentaranya ke Makkah yang mulia dan mengepungnya.
Yazid meninggal dunia pada saat pasukannya dalam keadaan
mengepung Makkah dan hal ini merupakan permusuhan dan
kedzaliman yang dikerjakan atas perintahnya.
[size=11pt]Oleh karena itu, keyakinan Ahlus Sunnah dan para
imam-imam umat ini adalah mereka tidak melaknat dan tidak
mencintainya. Shalih ibn Ahmad ibn Hanbal berkata: Aku katakan
kepada ayahku: “Sesungguhnya suatu kaum mengatakan bahwa mereka
cinta kepada Yazid.” Maka beliau rahimahullah menjawab: “Wahai
anakku, apakah akan mencintai Yazid seorang yang beriman kepada
Allah dan hari akhir?” Aku bertanya: “Wahai ayahku, mengapa
engkau tidak melaknatnya?” Beliau menjawab: “Wahai anakku, kapan
engkau melihat ayahmu melaknat seseorang?”
Diriwayatkan pula bahwa ditanyakan kepadanya: “Apakah engkau
menulis hadits dari Yazid ibn Mu’awiyyah?” Dia berkata: “Tidak,
dan tidak ada kemulyaan, bukankah dia yang telah melakukan
terhadap ahlul Madinah apa yang dia lakukan?”
Yazid menurut ulama dan Imam-imam kaum muslimin adalah raja dari
raja-raja (Islam -pent). Mereka tidak mencintainya seperti
mencintai orang-orang shalih dan wali-wali Allah dan tidak pula
melaknatnya. Karena sesungguhnya mereka tidak suka melaknat
seorang muslim secara khusus (ta yin), berdasarkan apa yang
diriwayatkan oleh Bukhari dalam Shahih-nya dari Umar ibn
Khaththab radhiyallahu’anhu: Bahwa seseorang yang dipanggil
dengan Hammar sering minum khamr. Acap kali dia didatangkan
kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan dicambuknya.
Maka berkatalah seseorang: “Semoga Allah melaknatnya. Betapa
sering dia didatangkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam.” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Jangan engkau melaknatnya, sesungguhnya dia mencintai Allah dan
Rasul-Nya.” [size=10pt](HR. Bukhari)
Walaupun demikian di kalangan Ahlus Sunnah juga ada yang
membolehkan laknat terhadapnya karena mereka meyakini bahwa
Yazid telah melakukan kedhaliman yang menyebabkan laknat bagi
pelakunya.
Kelompok yang lain berpendapat untuk mencintainya karena dia
seorang muslim yang memegang pemerintahan di zaman para shahabat
dan dibai’at oleh mereka. Serta mereka berkata: “Tidak benar apa
yang dinukil tentangnya padahal dia memiliki kebaikan-kebaikan,
atau dia melakukannya dengan ijtihad.”
Pendapat yang benar adalah apa yang dikatakan oleh para imam
(Ahlus Sunnah), bahwa mereka tidak mengkhususkan kecintaan
kepadanya dan tidak pula melaknatnya. Di samping itu kalaupun
dia sebagai orang yang fasiq atau dhalim, Allah masih mungkin
mengampuni orang fasiq dan dhalim. Lebih-lebih lagi kalau dia
memiliki kebaikan-kebaikan yang besar.
Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Shahihnya dari Ummu Harran bint
Malhan radhiyallahu 'anha bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda:
[right]…وَأَوَّلُ
جَيْشٍ
مِنْ
أُمَّتِى
يَغْزُوْنَ
مَدِيْنَةَ
قَيْصَرَ
مَغْفُوْرٌ
لَهُمْ.
(رواه
البخارى)
[/right]
"Tentara pertama yang memerangi Konstantiniyyah akan diampuni.'
[size=10pt](HR. Bukhari)
Padahal tentara pertama yang memeranginya adalah di bawah
pimpinan Yazid ibn Mu’awiyyah dan pada waktu itu Abu Ayyub
al-Anshari radhiyallahu’anhu bersamanya.
CATATAN: Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah melanjutkan setelah itu
dengan ucapannya: “Kadang-kadang sering tertukar antara Yazid
[i]ibn Mu’ awiyah dengan pamannya Yazid ibn Abu Sufyan. Padahal
sesungguhnya Yazid ibn Abu Sufyan adalah dari kalangan Shahabat,
bahkan orang-orang pilihan di antara mereka dan dialah keluarga
Harb (ayah Abu Sufyan ibn Harb -pent) yang terbaik. Dan beliau
adalah salah seorang pemimpin Syam yang diutus oleh Abu Bakar
ash-Shiddiq radhiyallahu’anhu ketika pembebasan negeri Syam. Abu
Bakar ash-Shiddiq pernah berjalan bersamanya ketika
mengantarkannya, sedangkan dia berada di atas kendaraan. Maka
berkatalah Yazid ibn Abu Sufyan: “Wahai khalifah Rasulullah,
naiklah! (ke atas kendaraan) atau aku yang akan turun.” Maka
berkatalah Abu Bakar: “Aku tidak akan naik dan engkau jangan
turun, sesungguhnya aku mengharapkan hisab dengan
langkah-langkahku ini di jalan Allah. Ketika beliau wafat
setelah pembukaan negeri Syam di zaman pemerintahan Umar
radhiyallahu’anhu, beliau mengangkat saudaranya yaitu Mu’awiyah
untuk menggantikan kedudukannya.[/i]
Kemudian Mu’awiyah mempunyai anak yang bernama Yazid di zaman
pemerintahan ‘Utsman ibnu ‘Affan dan dia tetap di Syam sampai
terjadi peristiwa yang terjadi.
Yang wajib adalah untuk meringkas yang demikian dan berpaling
dari membicarakan Yazid ibn Mu’awiyah serta bencana yang menimpa
kaum muslimin karenanya dan sesungguhnya yang demikian merupakan
bid’ah yang menyelisihi ahlus sunnah wal jama’ah. Karena dengan
sebab itu sebagian orang bodoh meyakini bahwa Yazid ibn
Mu`awiyah termasuk kalangan shahabat dan bahwasanya dia termasuk
kalangan tokoh-tokoh orang shalih yang besar atau imam-imam yang
adil. Hal ini adalah kesalahan yang nyata.” (Diambil dari Majmu’
Fatawa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, jilid 3, hal. 409-414)
✻ Bid’ah-bid’ah yang Berhubungan dengan Terbunuhnya
Al-Husein
Kemudian muncullah bid’ah-bid’ah yang banyak yang diadakan oleh
kebanyakan orang-orang terakhir berkenaan dengan perisiwa
terbunuhnya Al-Husein, tempatnya, waktunya dan lain-lain.
Mulailah mereka mengada-adakan An-Niyaahah (ratapan) pada hari
terbunuhnya Al-Husein yaitu pada hari ‘Asyura (10 Muharram),
penyiksaan diri, mendhalimi binatang-binatang ternak, mencaci
maki para wali Allah (para shahabat) dan mengada-adakan
kedustaan-kedustaan yang diatasnamakan ahlul bait serta
kemungkaran-kemungkaran yang jelas dilarang dalam kitab Allah
dan sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam serta
berdasarkan kesepakatan kaum muslimin.
Al-Husein radhiyallahu’anhu telah dimuliakan oleh Allah
subhanahu wa ta’ala dengan mati syahid pada hari ‘Asyura dan
Allah telah menghinakan pembunuhnya serta orang yang
mendukungnya atau ridla dengan pembunuhannya. Dan dia mempunyai
teladan pada orang sebelumnya dari para syuhada, karena
sesungguhnya dia dan saudaranya adalah penghulu para pemuda
ahlul jannah. Keduanya telah dibesarkan pada masa kejayaan Islam
dan tidak mendapatkan hijrah, jihad, dan kesabaran atas
gangguan-gangguan di jalan Allah sebagaimana apa yang telah
didapati oleh ahlul bait sebelumnya. Maka Allah mulyakan
keduanya dengan syahid untuk menyempurnakan kemulyaan dan
mengangkat derajat keduanya.
Pembunuhan beliau merupakan musibah besar dan Allah subhanahu
wata’ala telah mensyari’atkan untuk mengucapkan istirja’ (Inna
lillahi wa inna ilaihi raji’un) ketika musibah dalam ucapannya:
[right]…وَبَشِّرِ
الصَّابِرِينَ
الَّذِينَ
إِذَا
أَصَابَتْهُمْ
مُصِيبَةٌ
قَالُوا
إِنَّا
لِلَّهِ
وَإِنَّا
إِلَيْهِ
رَاجِعُونَ
أُولَئِكَ
عَلَيْهِمْ
صَلَوَاتٌ
مِنْ
رَبِّهِمْ
وَرَحْمَةٌ
وَأُولَئِكَ
هُمُ
الْمُهْتَدُونَ.
[/right]
“…. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orangyang sabar,
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka
mengucapkan: “Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka
itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari
Rabb-nya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”
(Al-Baqarah: 155-157)
Sedangkan mereka yang mengerjakan apa-apa yang dilarang oleh
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam rangka meratapinya
seperti memukul pipi, merobek baju, dan menyeru dengan
seruan-seruan jahiliyah, maka balasannya sangat keras
sebagaimana diriwayatkan dalam Bukhari dan Muslim dari Ibnu
Mas’ud radhiyallahu’anhu, berkata: Bersabda Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam:
[right][size=16pt]لَيْسَ
مِنَّا
مَنْ
لَطَمَ
الْخُدُوْدَ،
وَشَقَّ
الْجُيُوْبَ،
وَدَعَا
بِدَعْوَى
الْجَاهِلِيَّةِ.
(رواه
البخارى
ومسلم)
[/right]
"Bukan dari golongan kami, siapa yang memukul-mukul pipi,
merobek-robek baju, dan menyeru dengan seruan-seruan jahiliyah."
[size=10pt](HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam hadits lain, juga dalam Bukhari dan Muslim dari Abu Musa
Al-Asy’ari radhiyallahu’anhu, bahwa dia berkata: “Aku berlepas
diri dari orang-orang yang Rasulullah [i]shallallahu ‘alaihi
wasallam berlepas diri darinya, yaitu bahwasanya Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam berlepas diri dari al-Haliqah,
ash-Shaliqah dan asy-Syaaqqah."[/i] (HR. Bukhari dan Muslim)
Dan dalam Shahih Muslim dari Abi Malik Al-Asy’ari bahwa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
[right]أَرْبَعٌ
فِى
أُمَّتِى
مِنْ
أَمْرِ
الْجَاهِلِيَّةِ
لاَ
يَتْرُكُوْنَهُنَّ:
الْفَخْرُ
فِى
اْلأَحْسَابِ
وَالطَّعْنُ
فِى
اْلأَنْسَابِ
وَاْلإِسْتِسْقَاءُ
بِالنُجُوْمِ
وَالنِّيَاحَةُ.
(رواه مسلم)
[/right]
"Empat perkara yang terdapat pada umatku dari perkara perkara
jahiliyah yang mereka tidak meninggalkannya: bangga dengan
kedudukan, mencela nasab (keturunan), mengharapkan hujan dengan
bintang-bintang dan meratapi mayit." [size=10pt](HR. Muslim)
Dan juga beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
[right]…وَإِنَّ
النَّائِحَةَ
إِذَا لَمْ
تَتُبْ
قَبْلَ
الْمَوْتِ
جَائَتْ
يَوْمَ
الْقِيَامَةِ
عَلَيْهَا
سِرْبَالٌ
مِنْ
قَطِرَانِ،
وَدَرْعٌ
مِنْ
لَهَبِ
النَّارِ.
(صحيح رواه
أحمد
والطبرانى
والحاكم)
[/right]
"Sesungguhnya perempuan tukang ratap jika tidak bertaubat
sebelum matinya dia akan dibangkitkan di hari kiamat sedangkan
atasnya pakaian dari timah dan pakaian dada dari nyala api
neraka." [size=10pt](HR. Ahmad, Thabrani dan Hakim)
Hadits-hadits tentang masalah ini bermacam-macam.
Demikianlah keadaan orang yang meratapi mayit dengan
memukul-mukul badannya, merobek-robek bajunya dan lain-lain.
Maka bagaimana jika ditambah lagi bersama dengan itu kezaliman
terhadap orang-orang mukmin (para shahabat), melaknat mereka,
mencela mereka, serta sebaliknya membantu ahlu syiqaq
orang-orang munafiq dan ahlul bid’ah dalam kerusakan dien yang
mereka tuju serta kemungkaran lain yang Allah lebih
mengetahuinya. Ꞁ1
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
/>Ꞁ2(boards┐II)
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
ᴊᴀᴢᴀᴋᴜᴍᴜʟʟᴀʜᴜ
ᴋʜᴀɪʀᴀɴ
ʙᴀᴀʀᴀᴋᴀʟʟᴀʜᴜ
ꜰɪɪᴋᴜᴍ
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]
Maraji’:
- [size=9pt]Minhajus-Sunnah, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah.
- [size=9pt]Majmu’ Fatawa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah.
- [size=9pt]Al-’Awashim Minal Qawashim, oleh Qadhi Abu Bakar
Ibnul Arabi dengan tahqiq dan ta’liq Syaikh Muhibbudin
Al-Khatib.
- [size=9pt]Al-Bidayah wan Nihayah, Ibnu Katsir.
- [size=9pt]Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari oleh Ibnu Hajar
Al-Asqalani.
- [size=9pt]Shahih Muslim dengan Syarh Nawawi.
- [size=9pt]Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah oleh Syaikh
Muhammad Nashiruddin Al-Albani.
Baca selengkapnya syubhat serta bid’ah terbunuhnya Hasan Husein
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
*****************************************************
Page 1 of 1