URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       ↑iscm
  HTML https://iscm.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: ۩۞۩ PARA SAHABAT RASULULLAH &#158...
       *****************************************************
       #Post#: 287--------------------------------------------------
       ۩۞۩ Para Sahabat Rasulullah
       صلى ا لله
       عليه وسلم :
       Huzaifah ibn Yamman
   DIR By: WalimanovSakti
       Date: December 31, 2023, 8:39 pm
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
       [center]BIOGRAFI &#9701;&#8593;&#10043;AHLULHADITS, PARA
       SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
       &#65018;[/center]
       [center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
       sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar ibn Abdul Aziz) &#9654; Mari kita kembali kepada Al Qur'an
       dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.&#10043;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       &#10043; Huzaifah ibn Yamman
       [font=georgia]radhiyallahu’anhu[/font]
       (Wafat 36 H / 656 M) Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad
       &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
       [size=9pt]&#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=133
       Sahabat tokoh penaklukan ini banyak memegang rahasia-rahasia
       Nabi. Khalifah Umar [i]ibn Khattab radhiyallahu ‘anhu.
       mengangkatnya menjadi pemerinah di Madain. Pada tahun 642 M, dia
       berhasil mengalahkan pasukan Persia dalam perang Nahawand,
       kemudian dia mengikuti perang penaklukan Jazirah Arab dan
       akhirnya meninggal di kota Madain. “Jika engkau ingin
       digolongkan kepada Muhajirin, engkau memang Muhajir. Dan jika
       engkau ingin digolongkan kepada Anshar, engkau memang seorang
       Anshar. Pilihlah mana yang engkau sukai."[/i]
       Itulah kalimat yang diucapkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
       Wassallam kepada Hudzaifah Ibnul Yaman, ketika bertemu pertama
       kali di Makkah. Mengenai pilihan itu, apakah beliau tergolong
       Muhajirin atau Anshar ada kisah tersendiri bagi Hudzaifah.
       Al-Yaman, ayah Hudzaifah, adalah orang Makkah dari Bani Abbas.
       Karena sebuah utang darah dalam kaumnya, dia terpaksa menyingkir
       dari Makkah ke Yastrib (Madinah). Di sana dia meminta
       perlindungan kepada Bani Abd Asyhal dan bersumpah setia pada
       mereka untuk menjadi keluarga dalam persukuan Bani Abd Asyhal.
       Ia kemudian menikah dengan anak perempuan suku Asyhal. Dari
       perkawinannya itu, lahirlah anaknya, Hudzaifah. Maka, hilanglah
       halangan yang menghambat Al-Yaman untuk memasuki kota Makkah.
       Sejak itu dia bebas pulang pergi antara Makkah dan Madinah.
       Meski demikian, dia lebih banyak tinggal dan menetap di Madinah.
       Ketika Islam memancarkan cahanya ke seluruh Jazirah Arab,
       Al-Yaman termasuk salah seorang dari sepuluh orang Bani Abbas
       yang berkeinginan menemui Rasulullah dan menyatakan
       keislamannya. Ini semua terjadi sebelum Rasulullah hijrah ke
       Madinah. Sesuai dengan garis keturunan yang berlaku di negeri
       Arab, yaitu garis keturunan bapak (patriach), maka Hudzaifah
       adalah orang Makkah yang lahir dan dibesarkan di Madinah.
       Hudzaifah Ibnul Yaman lahir di rumah tangga muslim, dipelihara
       dan dibesarkan dalam pangkuan kedua ibu bapaknya yang telah
       memeluk agama Allah, sebagai rombongan pertama. Karena itu,
       Hudzaifah telah Islam sebelum dia bertemu muka dengan Rasulullah
       .
       Kerinduan Hudzaifah hendak bertemu dengan Rasulullah memenuhi
       setiap rongga hatinya. Sejak masuk Islam, dia senantiasa
       menunggu-nunggu berita, dan nyinyir bertanya tentang kepribadian
       dan ciri-ciri beliau. Bila hal itu dijelaskan orang kepadanya,
       makin bertambah cinta dan kerinduannya kepada Rasulullah.
       Pada suatu hari dia berangkat ke Makkah sengaja hendak menemui
       Rasulullah. Setelah bertemu, Hudzaifah bertanya kepada beliau,
       “Apakah saya ini seorang Muhajir atau Anshar, ya Rasulullah?”
       Jawab Rasulullah, “Jika engkau ingin disebut Muhajir engkau
       memang seorang muhajir dan jika engkau ingin disebut Anshar,
       engkau memang orang Anshar. Pilihlah mana yang engkau sukai.”
       Hudzaifah menjawab, “Aku memilih Anshar, ya Rasulullah!”
       Setelah Rasulullah hijrah ke Madinah, Hudzaifah selalu
       mendampingi beliau bagaikan seorang kekasih. Hudzaifah turut
       bersama-sama dalam setiap peperangan yang dipimpinnya, kecuali
       dalam Perang Badar. Mengapa dia tidak ikut dalam Perang Badar?
       Soal ini pernah diceritakan oleh Hudzaifah. Ia berkata, “Yang
       menghalangiku untuk turut berperang dalam peperangan Badar
       karena saat itu aku dan bapakku sedang pergi keluar Madinah.
       Dalam perjalanan pulang, kami ditangkap oleh kaum kafir Quraisy
       seraya bertanya, “Hendak ke mana kalian?”
       Mereka menjawab, “Ke Madinah!”
       Mereka bertanya, “Kalian hendak menemui Muhammad?”
       “Kami hendak pulang ke rumah kami di Madinah,” jawab kami.
       Mereka tidak bersedia membebaskan kami, kecuali dengan
       perjanjian bahwa kami tidak akan membantu Muhammad, dan tidak
       akan memerangi mereka. Sesudah itu barulah kami dibebaskannya.
       Setelah bertemu dengan Rasulullah, kami menceritakan kepada
       beliau peristiwa tertangkapnya kami oleh kaum kafir Quraisy dan
       perjanjian dengan mereka. Lalu, kami bertanya kepada beliau
       tentang apa yang harus kami lakukan.
       Rasulullah menjawab, “Batalkan perjanjian itu, dan marilah kita
       mohon pertolongan Allah untuk mengalahkan mereka!”
       Dalam Perang Uhud, Hudzaifah ikut memerangi kaum kafir bersama
       dengan ayahnya, Al-Yaman. Dalam perang itu, Hudzaifah mendapat
       cobaan besar. Dia pulang dengan selamat, tetapi bapaknya syahid
       oleh pedang kaum muslimin sendiri, bukan kaum musyrikin.
       Berikut kisahnya, pada hari terjadinya Perang Uhud, Rasulullah
       menugaskan Al-Yaman (ayah Hudzaifah) dan Tsabit ibn Waqsy
       mengawal benteng tempat para wanita dan anak-anak, karena
       keduanya sudah lanjut usia. Ketika perang memuncak dan
       berkecamuk dengan sengit, Al-Yaman berkata kepada temannya,
       “Bagaimana pendapatmu, apalagi yang harus kita tunggu. Umur kita
       tinggal seperti lamanya kita menunggu keledai minum dengan puas.
       Kita mungkin saja mati hari ini atau besok. Apakah tidak lebih
       baik bila kita ambil pedang, lalu menyerbu ke tengah-tengah
       musuh membantu Rasulullah. Mudah-mudahan Allah memberi kita
       rezeki menjadi syuhada bersama-sama dengan nabi-Nya.” Keduanya
       lalu mengambil pedangnya dan terjun ke medan pertempuran.
       Tsabit ibn Waqsy memperoleh kemuliaan di sisi Allah. Dia syahid
       di tangan kaum musyrikin. Tetapi, Al-Yaman menjadi sasaran
       pedang kaum muslimin sendiri, karena mereka tidak mengenalnya.
       Hudzaifah berteriak, “Itu bapakku …! Itu bapakku …!” Tetapi
       sayang, tidak seorang pun yang mendengar teriakannya, sehingga
       bapaknya jatuh tersungkur oleh pedang teman-temannya sendiri.
       Hudzaifah tidak berkata apa-apa, kecuali hanya berdo’a kepada
       Allah, “Semoga Allah Taala mengampuni kalian, Dia Maha Pengasih
       dari yang paling pengasih.”
       Rasulullah memutuskan untuk membayar tebusan darah (diyat) bapak
       Hudzaifah kepada anaknya, Hudzaifah. Hudzaifah berkata, “Bapakku
       menginginkan supaya dia mati syahid. Keinginannya itu kini telah
       dicapainya. Wahai Allah! Saksikanlah, sesungguhnya aku
       menyedekahkan diyat darah bapakku kepada kaum muslimin.”
       Maka, dengan pernyataannya itu, penghargaan Rasulullah terhadap
       Hudzaifah bertambah tinggi dan mendalam.
       Rasulullah menilai dalam pribadi Hudzaifah Ibnul Yaman terdapat
       tiga keistimewaan yang menonjol. Pertama, cerdas, sehingga dia
       dapat meloloskan diri dalam situasi yang serba sulit. Kedua,
       cepat tanggap, berpikir cepat, tepat dan jitu, yang dapat
       dilakukannya setiap diperlukan. Ketiga, cermat memegang rahasia,
       dan berdisplin tinggi, sehingga tidak seorang pun dapat mengorek
       yang dirahasiakannya.
       Sudah menjadi salah satu kebijaksanaan Rasulullah, berusaha
       menyingkap keistimewaan para sahabatnya dan menyalurkannya
       sesuai dengan bakat dan kesanggupan yang terpendam dalam pribadi
       masing-masing mereka. Yakni, menempatkan seseorang pada tempat
       yang selaras.
       Kesulitan terbesar yang dihadapi kaum muslimin di Madinah ialah
       kehadiran kaum Yahudi munafik dan sekutu mereka, yang selalu
       membuat isu-isu dan muslihat jahat, yang selalu dilancarkan
       mereka terhadap Rasulullah dan para sahabat. Untuk menghadapi
       kesulitan ini, Rasulullah mempercayakan suatu yang sangat
       rahasia kepada Hudzaifah Ibnul Yaman, dengan memberikan daftar
       nama orang munafik itu kepadanya. Itulah suatu rahasia yang
       tidak pernah bocor kepada siapa pun hingga sekarang, baik kepada
       para sahabat yang lain atau kepada siapa saja. Dengan
       mempercayakan hal yang sangat rahasia itu, Rasulullah menugaskan
       Hudzaifah memonitor setiap gerak-gerik dan kegiatan mereka,
       untuk mencegah bahaya yang mungkin dilontarkan mereka terhadap
       Islam dan kaum muslimin. Karena inilah, Hudzaifah Ibnul Yaman
       digelari oleh para sahabat dengan Shaahibu Sirri Rasulullah
       (Pemegang Rahasia Rasulullah).
       Suatu ketika, Rasulullah memerintahkan Hudzaifah melaksanakan
       suatu tugas yang amat berbahaya, dan membutuhkan keterampilan
       luar biasa untuk mengatasinya. Karena itulah, beliau memilih
       orang yang cerdas, tanggap, dan berdisiplin tinggi. Peristiwa
       itu terjadi pada puncak peperangan Khandaq. Kaum muslimin telah
       lama dikepung rapat oleh musuh, sehingga mereka merasakan ujian
       yang berat, menahan penderitaan yang hampir tidak tertangguhkan,
       serta kesulitan-kesulitan yang tidak teratasi. Semakin hari
       situasi semakin gawat, sehingga menggoyahkan hati yang lemah.
       Bahkan, menjadikan sementara kaum muslimin berprasangka yang
       tidak wajar terhadap Allah .
       Namun begitu, pada saat kaum muslimin mengalami ujian berat dan
       menentukan itu, kaum Quraisy dan sekutunya yang terdiri dari
       orang-orang musyrik tidak lebih baik keadaannya daripada yang
       dialami kaum muslimin. Karena murka-Nya, Allah menimpakan
       bencana kepada mereka dan melemahkan kekuatannya. Allah
       meniupkan angin topan yang amat dahsyat, sehingga menerbangkan
       kemah-kemah mereka, membalikkan periuk, kuali, dan belanga,
       memadamkan api, menyiramkan muka mereka dengan pasir dan menutup
       mata dan hidung mereka dengan tanah.
       Pada situasi genting dalam sejarah setiap peperangan, pihak yang
       kalah ialah yang lebih dahulu mengeluh dan pihak yang menang
       ialah yang dapat bertahan menguasai diri melebihi lawannya.
       Dalam detik-detik seperti itu, amat diperlukan informasi
       secepatnya mengenai kondisi musuh, untuk menetapkan penilaian
       dan landasan dalam mengambil putusan melalui musyawarah.
       Ketika itulah Rasulullah membutuhkan keterampilan Hudzaifah
       Ibnul Yaman untuk mendapatkan info-info yang tepat dan pasti.
       Maka, beliau memutuskan untuk mengutus Hudzaifah ke jantung
       pertahanan musuh, dalam kegelapan malam yang hitam pekat.
       Marilah kita dengarkan dia bercerita, bagaimana dia melaksanakan
       tugas maut tersebut.
       Hudzaifah berkata, “Malam itu kami (tentara muslimin) duduk
       berbaris, Abu Sufyan dengan dua baris pasukannya kaum musyrikin
       Makkah mengepung kami sebelah atas. Orang-orang Yahudi Bani
       Quraizhah berada di sebelah bawah. Yang kami khawatirkan ialah
       serangan mereka terhadap para wanita dan anak-anak kami. Malam
       sangat gelap. Belum pernah kami alami gelap malam yang sepekat
       itu, sehingga tidak dapat melihat anak jari sendiri. Angin
       bertiup sangat kencang, sehingga desirannya menimbulkan suara
       bising yang memekakkan. Orang-orang lemah iman, dan orang-orang
       munafik minta izin pulang kepada Rasulullah, dengan alasan rumah
       mereka tidak terkunci. Padahal, sebenarnya rumah mereka
       terkunci.
       Setiap orang yang minta izin pulang diberi izin oleh Rasulullah,
       tidak ada yang dilarang atau ditahan beliau. Semuanya keluar
       dengan sembunyi-sembunyi, sehingga kami yang tetap bertahan
       hanya tinggal 300 orang.
       Rasulullah berdiri dan berjalan memeriksa kami satu per satu.
       Setelah beliau sampai di dekatku, aku sedang meringkuk
       kedinginan. Tidak ada yang melindungi tubuhku dari udara dingin
       yang menusuk-nusuk, selain sehelai sarung butut kepunyaan
       istriku, yang hanya dapat menutupi hingga lutut. Beliau
       mendekatiku yang sedang menggigil, seraya bertanya, “siapa ini!”
       “Hudzaifah!” jawabku.
       “Hudzaifah!” tanya Rasulullah minta kepastian. “Aku merapat ke
       tanah, sulit berdiri karena sangat lapar dan dingin.”
       “Betul, ya Rasulullah!” jawabku.
       “Ada beberapa peristiwa yang dialami musuh. Pergilah engkau ke
       sana dengan sembunyi-sembunyi untuk mendapatkan data-data yang
       pasti, dan laporkan kepadaku segera …!” kata beliau memerintah.
       Aku bangun dengan ketakutan dan kedinginan yang sangat menusuk.
       Maka, Rasulullah berdo’a, “Wahai Allah! lindungilah dia, dari
       hadapan, dari belakang, kanan, kiri, atas, dan dari bawah.”
       Demi Allah! Sesudah Rasulullah selesai berdo’a, ketakutan yang
       menghantui dalam dadaku dan kedinginan yang menusuk-nusuk
       tubuhku hilang seketika, sehingga aku merasa segar dan perkasa.
       Tatkala aku memalingkan diriku dari Rasulullah, beliau
       memanggilku dan berkata, “Hai, Hudzaifah! sekali-kali jangan
       melakukan tindakan yang mencurigakan mereka sampai tugasmu
       selesai, dan kembali kepadaku!”
       Jawabku, “Saya siap, ya Rasulullah!”
       Lalu, aku pergi dengan sembunyi-sembunyi dan hati-hati sekali,
       dalam kegelapan malam yang hitam kelam. Aku berhasil menyusup ke
       jantung pertahanan musuh dengan berlagak seolah-olah aku anggota
       pasukan mereka. Belum lama aku berada di tengah-tengah mereka,
       tiba-tiba terdengar Abu Sufyan memberi komando.
       Ia berkata, “Hai, pasukan Quraisy! dengarkan aku berbicara
       kepada kamu sekalian. Aku sangat khawatir, hendaknya
       pembicaraanku ini jangan sampai terdengar oleh Muhammad. Karena
       itu, telitilah lebih dahulu setiap orang yang berada di samping
       kalian masing-masing!”
       Mendengar ucapan Abu Sufyan, aku segera memegang tangan orang
       yang di sampingku seraya bertanya, “Siapa kamu?” Jawabnya, “Aku
       si Anu, anak si Anu!”
       Sesudah dirasanya aman, Abu Sufyan melanjutkan bicaranya, “Hai,
       pasukan Quraisy! demi Tuhan! Sesungguhnya kita tidak dapat
       bertahan di sini lebih lama lagi. Hewan-hewan kendaraan kita
       telah banyak yang mati. Bani Quraizhah berkhianat meninggalkan
       kita. Angin topan menyerang kita dengan ganas seperti kalian
       rasakan. Karena itu, berangkatlah kalian sekarang dan tinggalkan
       tempat ini. Sesungguhnya aku sendiri akan berangkat.”
       Selesai berkata demikian, Abu Sufyan kemudian mendekati untanya,
       melepaskan tali penambat, lalu dinaiki dan dipukulnya. Unta itu
       bangun dan Abu Sufyan langsung berangkat. Seandainya Rasulullah
       tidak melarangku melakukan suatu tindakan di luar perintah
       sebelum datang melapor kepada beliau, sungguh telah kubunuh Abu
       Sufyan dengan pedangku.
       Aku kembali ke pos komando menemui Rasulullah. Kudapati beliau
       sedang salat di tikar kulit, milik salah seorang istrinya.
       Tatkala beliau melihatku, didekatkannya kakinya kepadaku dan
       diulurkannya ujung tikar menyuruhku duduk di dekatnya. Lalu,
       kulaporkan kepada beliau segala kejadian yang kulihat dan
       kudengar. Beliau sangat senang dan bersuka hati, serta
       mengucapkan puji dan syukur kepada Allah .
       Hudzaifah Ibnul Yaman sangat cermat dan teguh memegang segala
       rahasia mengenai orang-orang munafik selama hidupnya, sampai
       kepada seorang khalifah sekalipun yang mencoba mengorek rahasia
       tetap ia tidak mau membocorkannya. Sampai-sampai khalifah Umar
       ibn Khathtab r.a. ada orang muslim yang meninggal, dia bertanya,
       “Apakah Hudzaifah turut menyalatkan jenazah orang itu ?” Jika
       mereka menjawab, “Ada,” beliau turut menyalatkannya.
       Suatu ketika, Khalifah Umar pernah bertanya kepada Hudzaifah
       dengan cerdik,”Adakah di antara pegawai-pegawaiku orang
       munafik?”
       Jawab Hudzaifah,”Ada seorang!”
       “Tolong tunjukkan kepadaku siapa?” kata Umar.
       Hudzaifah menjawab, “Maaf Khalifah, saya dilarang Rasulullah
       mengatakannya.”
       “Seandainya kautunjukkan, tentu Khalifah akan langsung memecat
       pegawai yang bersangkutan,” kata Hudzaifah bercerita.
       Namun begitu, amat sedikit orang yang mengetahui bahwa Hudzaifah
       Ibnul Yaman sesungguhnya adalah pahlawan penakluk Nahawand,
       Dainawar, Hamadzan, dan Rai. Dia membebaskan kota-kota tersebut
       bagi kaum muslimin dari genggaman kekuasaan Persia yang
       menuhankan berhala. Hudzaifah juga termasuk tokoh yang
       memprakarsai keseragaman mushhaf Alquran, sesudah kitabullah itu
       beraneka ragam coraknya di tangan kaum muslimin. Dan Hudzaifah,
       hamba Allah yang sangat takut kepada Allah, dan sangat takut
       akan siksanya.
       Ketika Hudzaifah sakit keras menjelang ajalnya tiba, beberapa
       orang sahabat datang mengunjunginya pada tengah malam. Hudzaifah
       bertanya kepada mereka,”Pukul berapa sekarang?”
       Mereka menjawab, “Sudah dekat Subuh.”
       Hudzaifah berkata, “Aku berlindung kepada Allah dari Subuh yang
       menyebabkan aku masuk neraka.”
       Ia bertanya kembali, “Adakah tuan-tuan membawa kafan?”
       Mereka menjawab, “Ada.”
       Hudzaifah berkata, “Tidak perlu kafan yang mahal. Jika diriku
       baik dalam penilaian Allah, Dia akan menggantinya untukku dengan
       kafan yang lebih baik. Dan, jika aku tidak baik dalam pandangan
       Allah, Dia akan menanggalkan kafan itu dari tubuhku.” Sesudah
       itu dia berdo’a kepada Allah, “Wahai Allah! sesungguhnya Engkau
       tahu, aku lebih suka fakir daripada kaya, aku lebih suka
       sederhana daripada mewah, aku lebih suka mati daripada hidup.”
       Sesudah berdo’a rohnya berangkat. Seorang kekasih Allah kembali
       kepada Allah dalam kerinduan. Semoga Allah melimpahkan
       rahmat-Nya. Wallahu a’lam bish-shawab. &#42880;1
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
       />&#42880;2(boards&#9488;II)
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       &#7434;&#7424;&#7458;&#7424;&#7435;&#7452;&#7437;&#7452;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#7435;&#668;&#7424;&#618;&#640;&#7424;&#628;
       &#665;&#7424;&#7424;&#640;&#7424;&#7435;&#7424;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#42800;&#618;&#618;&#7435;&#7452;&#7437;
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]
       SUMBER: Shuwar min Hayaatis Shahabah, karya Doktor ‘Abdurrahman
       Ra’fat Basya
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       *****************************************************
       Page 1 of 1