DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ PARA SAHABAT RASULULLAH ž...
*****************************************************
#Post#: 283--------------------------------------------------
۩۞۩ Para Sahabat Rasulullah
صلى ا لله
عليه وسلم :
Rabi’ah ibn Ka’ab
DIR By: WalimanovSakti
Date: December 31, 2023, 8:35 pm
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
[center]BIOGRAFI ◥↑✻AHLULHADITS, PARA
SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
ﷺ[/center]
[center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar ibn Abdul Aziz) ▶ Mari kita kembali kepada Al Qur'an
dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.✻
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
✻ Rabi’ah ibn Ka’ab
[font=georgia]radhiyallahu’anhu[/font]
(Wafat.. H) Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
[size=9pt]◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=123
Rabi’ah [i]ibn Ka’ab bercerita tentang riwayat hidupnya dalam
Islam. Katanya, “Dalam usia muda jiwaku sudah cemerlang dengan
cahaya iman. Hati kecilku sudah penuh berisi pengertian dan
pemahaman tentang Islam. Pertama kali aku berjumpa dengan
Rasulullah, aku langsung jatuh cinta kepada beliau dengan
seluruh jiwa ragaku. Aku sangat tertarik kepadanya, sehingga aku
berpaling kepada beliau seorang dari yang lain. Pada suatu hari
hati kecilku berkata, “Hai Rabi’ah! Mengapa engkau tidak
berusaha untuk berkhidmat menjadi pelayan kepada Rasulullah?
Cobalah usahakan. Jika beliau menyukaimu engkau pasti akan
bahagia berada di samping beliau dalam mencintainya dan akan
beroleh keuntungan di dunia dan akhirat.” Berkat desakan hati,
aku segera mendatangi Rasulullah dengan penuh harapan semoga
beliau menerimaku untuk berkhidmat kepadanya. Ternyata harapanku
tidak sia-sia. Beliau menyukai dan menerimaku menjadi
pelayannya. Sejak hari itu aku senantiasa di samping beliau,
selalu berada di bawah bayang-bayangnya. Aku ikut kemana beliau
pergi dan selalu siap dalam lingkungan tempat beliau berada.
Bila beliau mengedipkan mata ke arahku, aku segera berada di
hadapannya. Bila beliau membutuhkan sesuatu, aku sudah siap
sedia melayaninya.[/i]
Aku melayani beliau sepanjang hari sampai habis waktu Isya’ yang
terakhir. Ketika beliau pulang ke rumahnya hendak tidur, barulah
aku berpisah dengannya. Tetapi, hatiku selalu berkata, “Hendak
ke mana engkau hai Rabi’ah? Mungkin Rasulullah membutuhkanmu
tengah malam.” Karena itu aku duduk di muka pintu beliau dan
tidak pergi jauh dari bendul rumahnya.
Tengah malam beliau bangun untuk shalat. Sering kali aku
mendengar beliau membaca surat Al-Fatihah. Beliau senantiasa
membacanya berulang-ulang sejak dari pertengahan malam ke atas.
Setelah mataku mengantuk benar, barulah aku pergi tidur. Sering
pula aku mendengar beliau membaca, “Sami’allaahu liman hamidah.”
Kadang-kadang beliau membacanya ulang dengan tempo yang lebih
lama daripada jarak ulangan membaca Al-Fatihah.
Sudah menjadi kebiasaan Rasulullah, jika seorang berbuat baik
kepadanya, beliau lebih suka membalasnya dengan yang paling
baik. Begitulah, beliau membalas pula pelayananku kepadanya
dengan yang paling baik. Pada suatu hari beliau memanggilku
seraya berkata, “Hai Rabi’ah ibn Ka’ab!”
“Saya, ya Rasulullah!” jawabku sambil bersiap-siap menerima
perintah beliau. “Katakanlah permintaanmu kepadaku, nanti
kupenuhi,” kata beliau.
Aku diam seketika sambil berpikir. Sesudah itu aku berkata, “Ya
Rasulallah, berilah aku sedikit waktu untuk memikirkan apa
sebaiknya yang akan kuminta. Setelah itu akan kuberitahukan
kepada Anda.”
“Baiklah kalau begitu,” jawab Rasulullah.
Aku seorang pemuda miskin, tidak berkeluarga, tidak punya harta
dan tidak punya rumah tinggal di shuffatul masjid (emper
masjid), bersama-sama dengan kawan senasib, yaitu orang-orang
fakir kaum muslimin. Masyarakat menyebut kami “dhuyuful Islam”
(tamu-tamu) Islam. Bila seorang muslim memberi sedekah kepada
Rasulullah, sedekah itu diberikan beliau kepada kami seluruhnya.
Bila ada yang memberikan hadiah kepada beliau, diambilnya
sedikit dan lebihnya diberikan beliau kepada kami.
Nafsuku mendorong supaya aku meminta kekayaan dunia kepada
beliau, agar aku terbebas dari kefakiran seperti orang-orang
lain yang menjadi kaya, punya harta, istri, dan anak. Tetapi,
hati kecilku berkata, “Celaka engkau, hai Rabi’ah ibn Ka’ab!
Dunia akan hilang lenyap dan rezkimu di dunia sudah dijamin
Allah, pasti ada. Padahal, Rasulullah yang berada dekat Rabnya,
permintaannya tak pernah ditolak. Mintalah supaya beliau
mendo’akan kepada Allah kebajikan akhirat untukmu.”
Hatiku mantap dan merasa lega dengan permintaan seperti itu.
Kemudian aku datang kepada Rasulullah, lalu beliau bertanya,
“Apa permintaanmu, wahai Rabi’ah?”
Jawabku, “Ya Rasulullah! aku memohon semoga Anda sudi mendo’akan
kepada Allah Taala agar aku teman Anda di surga.”
Agak lama juga Rasulullah terdiam. Sesudah itu barulah beliau
berkata, “Apakah tidak ada lagi permintaamu yang lain?”
Jawabku, “Tidak, ya Rasulullah! rasanya tidak ada lagi
permintaan yang melebihi permintaan tersebut bagiku.”
“Kalau begitu bantulah saya dengan dirimu sendiri.
Banyak-banyaklah kamu sujud,” kata
Rasulullah. Sejak itu aku bersungguh-sungguh beribadah, agar
mendapatkan keuntungan menemani Rasulullah di surga, sebagaimana
keuntunganku melayani beliau di dunia.
Tidak berapa lama kemudian Rasulullah memanggilku, katanya,
“Apakah engkau tidak hendak menikah, hai Rabi’ah?”
Jawabku, “Aku tidak ingin ada sesuatau yang menggangguku dalam
berkhidmat kepada Anda, ya Rasulullah. Di samping itu, aku tidak
mempunyai apa-apa untuk mahar kawin, dan untuk kelangsungan
hidup atau tegaknya rumah tangga.
Rasulullah diam saja mendengar jawabanku. Tidak lama kemudian
beliau memanggilku kali yang kedua. Kata beliau, “Apakah engkau
tidak hendak menikah, ya Rabi’ah?”
Aku menjawab seperti jawaban yang pertama. Tetapi setelah aku
duduk sendiri, aku menyesal. Aku berkata kepada diri sendiri,
“Celaka engkau hai Rabi’ah! Mengapa engkau menjawab begitu?
Bukankah Rasulullah lebih tahu apa yang baik bagimu mengenai
agama maupun dunia, dan beliau lebih tahu daripada kamu tentang
dirimu sendiri? Demi Allah jika Rasulullah memanggilku lagi dan
bertanya masalah kawin, akan kujawab, ya.”
Memang tidak berapa lama kemudian Rasululah menanyakan kembali,
“Apakah engkau tidak hendak menikah, hai Rabi’ah?” Jawabku,
“Tentu, ya Rasulullah! Tetapi, siapakah yang mau kawin denganku,
keadaanku seperti yang Anda maklumi.” Kata Rasululah, “Temuilah
keluarga Fulan. Katakan kepada mereka Rasulullah menyuruh kalian
supaya menikahkan anak perempuan kalian, si Fulanah dengan
engkau.”
Dengan malu-malu aku datang ke rumah mereka. Lalu kukatakan,
“Rasulullah mengutusku ke sini, kalian mengawinkan denganku anak
perempuan kalian si Fulanah.” Jawabku, “Ya, si Fulanah?”
Kata mereka, “Marahaban, bi Rasulilah, wa marhaban bi rasuli
Rasulillah!” (Selamat datang ya Rasulullah dan dan selamat
datang utusan Rasulullah. Demi Allah! Utusan Rasulullah tidak
boleh pulang, kecuali setelah hajatnya terpenuhi!” Lalu, mereka
nikahkan aku dengan anak gadisnya. Sesudah itu aku datang
menemui Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Kataku, “Ya
Rasulullah! aku telah kembali dari rumah keluarga yang baik.
Mereka mempercayaiku, menghormatiku, dan menikahkan anak
gadisnya denganku. Tetapi, bagaimana aku harus membayar mahar
mas kawinnya?”
Rasulullah memanggil Buraidah ibnu al-Kasib, seorang sayyid di
antara beberapa sayyid dalam kaumku, Bani Aslam. Kata beliau,
“Hai, Buraidah! kumpulkan emas seberat biji kurma, untuk Rabi’ah
ibn Ka’ab!”
Mereka segera melaksanakan perintah Rasulullah tersebut. Emas
sudah terkumpul untukku. Kata Rasulullah kepadaku, “Berikan emas
ini kepada mereka. Katakan, “Ini mahar kawin anak perempuan
kalian.”
Aku pergi mendapatkan mereka, lalu kuberikan emas itu
sebagaimana dikatakan Rasulullah. Mereka sangat senang dan
berkata, “Bagus, banyak sekali!”
Aku kembali menemui Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
Kataku, “Belum pernah kutemui suatu kaum yang sebaik itu. Mereka
senang sekali menerima emas yang aku berikan. Walaupun sedikit,
mereka mengatakan, “Bagus, banyak sekali!” Sekarang, bagaimana
pula caranya aku mengadakan kenduri, sebagai pesta perkawinanku?
Dari mana aku akan mendapatkan biaya, ya Rasulullah?”
Rasulullah berkata kepada Buraidah, “Kumpulkan uang seharga
seekor kibasy, beli kibasy yang besar dan gemuk!”
Kemudian Rasulullah berkata kepadaku, “Temui ‘Aisyah Minta
kepadanya gandum seberapa ada padanya.”
Aku datang menemui “’Aisyah Ummul Mukminin. Kataku, “Ya, Ummul
Mukminin! Rasulullah menyuruhku minta gandum seberapa yang ada
pada ibu.” “’Aisyah menggantangi gandum yang tersedia itu di
rumahnya. Katanya, “Inilah yang ada pada kami, hanya ada tujuh
gantang. Demi Allah! tidak ada lagi selain ini, bawalah!”
Aku pergi ke rumah istriku membawa kibasy dan gandum. Kata
mereka, “Biarlah kami yang memasak gandum. Tetapi kibasy,
sebaiknya Anda serahkan kepada kawan-kawan Anda memasaknya.”
Aku dan beberapa orang suku Aslam mengambil kibasy tersebut,
lalu kami sembelih dan kuliti, sesudah itu kami masak
bersama-sama. Kini sudah tersedia roti dan daging untuk kenduri
perkawinanku, beliau datang memenuhi undanganku. Alhamdulillah.
Kemudian, Rasulullah menghadiahkan sebidang kebun kepadaku,
berbatasan dengan kebun Abu Bakar Shidiq. Dunia kini memasuki
kehidupanku. Sehingga, aku sempat berselisih dengan sahabat
senior Abu Bakar Shidiq, mengenai sebatang pohon kurma. Kataku
kurma itu berada dalam kebunku, jadi milikku. Kata Abu bakar,
tidak, kurma itu berada dalam kebunnya dan menjadi miliknya. Aku
tetap ngotot dan membantahnya, sehingga dia mengucapkan
kata-kata yang tak pantas didengar. Setelah dia sadar atas
keterlanjurannya mengucapkan kata-kata tersebut, dia menyesal
dan berkata kepadaku, “Hai Rabi’ah! Ucapkan pula kata-kata
seperti yang saya lontarkan kepadamu, sebagai hukuman (qishash)
bagiku!”
Jawabku, “Tidak! Aku tidak akan mengucapkannya!” Kata Abu Bakar,
“Saya adukan kamu kepada Rasulullah, kalau engkau tidak mau
mengucapkannya!” Lalu dia pergi menemui Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi Wasallam. Aku mengikutinya dari belakang.
Kaumku Bani Aslam mencela sikapku. Kata mereka, “Bukankah dia
yang memakimu terlebih dahulu? Kemudian dia pula yang
mengadukanmu kepada Rasulullah?”
Jawabku kepada mereka, “Celaka kalian! Tidak tahukah kalian
siapa dia? Itulah “Ash-Shidiq”, sahabat terdekat Rasulullah dan
orang tua kaum muslimin. Pergilah kalian segera sebelum dia
melihat kalian ramai-ramai di sini. Aku khawatir kalau-kalau dia
menyangka kalian hendak membantuku dalam masalah ini sehingga
dia menjadi marah. Lalu dalam kemarahannya dia datang mengadu
kepada Rasulullah. Rasulullah pun akan marah karena kemarahan
Abu Bakar. Karena kemarahan beliau berdua, Allah akan marah
pula, akhirnya si Rabi’ah yang celaka?”
Mendengar kata-kataku mereka pergi. Abu Bakar bertemu dengan
Rasululah, lalu diceritakannya kepada beliau apa yang terjadi
antarku dengannya, sesuai dengan fakta. Rasulullah mengangkat
kepala seraya berkata padaku, “Apa yang terjadi antaramu dengan
Shiddiq?”
Jawabku, “Ya Rasulullah! Beliau menghendakiku mengucapkan
kata-kata makian kepadanya, seperti yang diucapkannya kepadaku.
Tetapi, aku tidak mau mengatakannya.”
Kata Rasulullah, “Bagus!” Jangan ucapkan kata-kata itu. Tetapi,
katakanlah, "Ghaffarallaahu li abi bakar.” (Semoga Allah
mengampuni Abu Bakar).
Abu bakar pergi dengan air mata berlinang, sambil berucap,
“Jazaakallaahu khairan, ya Rabi’ah [i]ibn Ka’ab.”[/i] (Semoga
Allah membalas engkau dengan kebajikan, hai Rabi’ah ibn Ka’ab).
Ꞁ1
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
/>Ꞁ2(boards┐II)
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
ᴊᴀᴢᴀᴋᴜᴍᴜʟʟᴀʜᴜ
ᴋʜᴀɪʀᴀɴ
ʙᴀᴀʀᴀᴋᴀʟʟᴀʜᴜ
ꜰɪɪᴋᴜᴍ
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]
SUMBER: Shuwar min Hayaatis Shahabah, karya Doktor ‘Abdurrahman
Ra’fat Basya
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
*****************************************************
Page 1 of 1