DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ PARA SAHABAT RASULULLAH ž...
*****************************************************
#Post#: 281--------------------------------------------------
۩۞۩ Para Sahabat Rasulullah
صلى ا لله
عليه وسلم : Said
ibn Zaid
DIR By: WalimanovSakti
Date: December 31, 2023, 8:34 pm
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
[center]BIOGRAFI ◥↑✻AHLULHADITS, PARA
SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
ﷺ[/center]
[center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar ibn Abdul Aziz) ▶ Mari kita kembali kepada Al Qur'an
dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.✻
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
✻ Sa’id ibn Zaid [font=georgia]radhiyallahu’anhu[/font]
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
[size=9pt]◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=357
Zaid [i]ibn Amr ibn Nufail berdiri di tengah-tengah orang banyak
yang berdesak-desakan menyaksikan kaum Quraiys berpesta
merayakan salah satu hari besar mereka. Kaum pria memakai serban
sundusi yang mahal, yang kelihatan seperti kerudung Yaman yang
lebih mahal. Kaum wanita dan anak-anak berpakaian bagus warna
menyala dan mengenakan perhiasan indah-indah. Hewan-hewan ternak
pun dipakaikan bermacam-macam perhiasan dan ditarik orang-orang
untuk disembelih di hadapan patung-patung yang mereka
sembah.[/i]
Zaid bersandar ke dinding Kakbah seraya berkata, “Hai kaum
Qurays! hewan itu diciptakan Allah. Dialah yang menurunkan hujan
dari langit supaya hewan-hewan itu minum sepuas-puasnya. Dialah
yang menumbuhkan rumput-rumputan supaya hewan-hewan itu makan
sekenyang-kenyangnya. Kemudian, kalian sembelih hewan-hewan itu
tanpa menyebut nama Allah. Sungguh bodoh dan sesat kalian.”
Al-Khattab, ayah Umar ibn Khattab, berdiri menghampiri Zaid,
lalu ditamparnya Zaid. Kata Al-Khattab, “Kurang ajar kau! kami
sudah sering mendengar kata-katamu yang kotor itu, namun kami
biarkan saja. Kini kesabaran kami sudah habis!” Kemudian,
dihasutnya orang-orang bodoh supaya menyakiti Zaid. Zaid
benar-benar disakiti mereka dengan sungguh-sungguh sehingga dia
terpaksa menyingkir dari kota Makkah ke Bukit Hira.
Al-Khattab menyerahkan urusan Zaid kepada sekelompok pemuda
Qurasy untuk menghalang-halanginya masuk kota. Karena itu, Zaid
terpaksa pulang dengan sembunyi-sembunyi.
Kemudian, Zaid ibn Amr ibn Nufail berkumpul ketika orang-orang
Qurasy lengah bersama-sama dengan Waraqah ibn Naufal. Abdullah
ibn Jahsy, Utsman ibn Harits, dan Umaimah bint Abdul Muthallib,
bibi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Mereka berbicara
tentang kepercayaan masyarakat Arab yang sudah jauh tersesat.
Kata Zaid, “Demi Allah! sesungguhnya Saudara-Saudara sudah
maklum bahwa bangsa kita sudah tidak memiliki agama. Mereka
sudah sesat dan menyeleweng dari agama Ibrahim yang lurus.
Karena itu, marilah kita pelajari suatu agama yang dapat kita
pegang jika Saudara-Saudara ingin beruntung.”
Keempat orang itu pergi menemui pendeta-pendeta Yahudi, Nasrani,
dan pemimpin-pemimpin agama lain untuk menyelidiki dan
mempelajari agama Ibrahim yang murni. Waraqah ibn Naufal
meyakini agama Nasrani.
Abdullah ibn Jahsy dan Utsman ibn Harits tidak menemukan
apa-apa. Sementara, Zaid ibn Amr ibn Nufail mengalami kisah
tersendiri. Marilah kita dengar ceritanya.
Kata Zaid, “Saya pelajari agama Yahudi dan Nasrani. Tetapi,
keduanya saya tinggalkan karena saya tidak memperoleh sesuatau
yang dapat menenteramkan hati saya dalam kedua agama tersebut.
Lalu, saya berkelana ke seluruh pelosok mencari agama Ibrahim.
Ketika saya sampai ke negeri Syam, saya diberitahu tentang
seorang Rahib yang mengerti ilmu kitab. Maka, saya datangi Rahib
tersebut, lalu saya ceritakan kepadanya tentang pengalaman saya
belajar agama.”
Kata Rahib tersebut, “Saya tahu Anda sedang mencari agama
Ibrahim, hai putra Makkah?”
Jawabku, “Betul, itulah yang saya inginkan.”
Kata Rahib, “Anda mencari agama yang dewasa ini sudah tak
mungkin lagi ditemukan. Tetapi, pulanglah Anda ke negeri Anda.
Allah akan membangkitkan seroang nabi di tengah-tengah bangsa
Anda untuk menyempurnakan agama Ibrahim. Bila Anda bertemu
dengan dia, tetaplah Anda bersamanya.”
Zaid berhenti berkelana. Dia kembali ke Makkah menunggu nabi
yang dijanjikan. Ketika Zaid sedang dalam perjalanan pulang.
Allah mengutus Muhammad menjadi nabi dan rasul dengan agama yang
hak. Tetapi, Zaid belum sempat bertemu dengan beliau, dia
dihadang perampok-perampok Badui di tengah jalan dan terbunuh
sebelum ia kembali ke Makkah. Waktu dia akan menghembuskan
napasnya yang terakhir, Zaid menengadah ke langit dan berkata,
“Wahai Allah, jika Engkau mengharamkanku dari agama yang lurus
ini, janganlah anakku Sa’id diharamkan pula daripadanya.”
Allah memperkanankan do’a Zaid. Serentak Rasulullah mengajak
orang banyak masuk Islam, Sa’id segera memenuhi panggilan
beliau, menjadi pelopor orang-orang beriman dengan Allah dan
membenarkan kerasulan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam.
Tidak mengherankan kalau Sa’id secepat itu memperkenankan seruan
Muhammad. Sa’id lahir dan dibesarkan dalam rumah tangga yang
mencela dan mengingkari kepercayaan dan adat istiadat
orang-orang Qurasy yang sesat itu. Sa’id dididik dalam kamar
seorang ayah yang sepanjang hidupnya giat mencari agama yang
hak. Bahkan, dia mati ketika sedang berlari kepayahan mengejar
agama yang hak.
Sa’id masuk Islam tidak seorang diri. Dia masuk Islam
bersama-sama istrinya, Fathimah bint al-Khattab, adik perempuan
Umar ibn Khattab. Karena pemuda Qurasy ini masuk Islam, dia
disakiti dan dianiaya, dipaksa kaumnya supaya kembali kepada
agama mereka. Usaha mereka tidak berhasil. Bahkan sebaliknya,
Sa’id dan istrinya sanggup menarik seorang laki-laki Qurasy yang
paling berbobot, baik fisik maupun intelektualnya dalam Islam.
Mereka berdualah yang telah menyebabkan ‘Umar ibn Khattab masuk
Islam.
Sa’id ibn Zaid ibn Amr ibn Nufail membaktikan segenap daya dan
tenaganya yang muda untuk berkhidmat kepada Islam. Ketika masuk
Islam umurnya belum lebih dari dua puluh tahun. Dia turut
berperang bersama Rasulullah dalam setiap peperangan, selain
peperangan Badar. Ketika itu dia sedang melaksanakan suatu tugas
penting lainnya yang ditugaskan Rasulullah kepadanya. Dia turut
mengambil bagian bersama kaum muslimin mencabut singgasana Kisra
Persia dan menggulingkan kekaisaran Rum. Dalam setiap peperangan
yang dihadapi kaum muslimin, dia selalu memperlihatkan
penampilan dengan reputasi terpuji. Agaknya yang paling
mengejutkan ialah reputasinya yang tercatat dalam peperangan
Yarmuk. Marilah kita dengarkan sedikit kisahnya pada hari itu.
Berkata Sa’id ibn Zaid ibn Amr ibn Nufail, “Ketika terjadi
perang Yarmuk, pasukan kami hanya berjumlah 24.000 orang,
sedangkan tentara Rum berjumlah 120.000 orang. Musuh bergerak ke
arah kami dengan langkah-langkah yang mantap bagaikan sebuah
bukit yang digerakkan tangah-tangan tersembunyi. Di muka sekali
berbaris pendeta-pendeta, perwira-perwira tinggi dan
paderi-paderi yang membawa kayu salib sambil mengeraskan suara
membaca do’a. Do’a itu diulang-ulang oleh tentara yang berbaris
di belakang mereka dengan suara mengguntur.”
Tatkala tentara kaum muslimin melihat musuhnya seperti itu,
kebanyakan mereka terkejut, lalu timbul rasa takut di hati
mereka. Abu Ubaidah bangkit mengobarkan semangat jihad kepada
mereka. Kata Abu Ubaidah dalam pidatonya, antara lain, “Wahai
hamba-hamba Allah! menangkan agama Allah, pasti Allah akan
menolong kamu dan memberikan kekuatan kepada kamu!”
“Wahai hamba-hamba Allah! tabahkan hati kalian, karena ketabahan
adalah jalan lepas dari kekafiran, jalan mencapai keridaan Allah
dan menolak kehinaan.”
“Siapkan lembing dan perisai! tetaplah tenang dan diam, kecuali
mengingat Allah dalam hati kalian masing-masing. Tunggu perintah
saya selanjutnya, insya Allah!”
Kemudian, Sa’id melanjutkan ceritanya. Tiba-tiba seorang
prajurit muslim keluar dari barisan dan berkata kepada Abu
Ubaidah, “Saya ingin syahid sekarang, adakah pesan-pesan Anda
kepada Rasulullah?”
Jawab Abu Ubaidah, “Ya, ada! Sampaikanlah salam saya dan kaum
muslimin kepada beliau. Katakan kepada beliau, sesungguhnya kami
telah mendapatkan apa yang dijanjikan Tuhan kami!”
Setelah mengucapkan kata-kata itu, saya lihat dia menghunus
pedang dan terus maju menyerang musuh-musuh Allah. Saya
membanting diri ke tanah, dan berdiri di atas lutut saya. Saya
bidikkan lembing saya, lalu saya melompat menghadang musuh.
Tanpa terasa perasaan takut lenyap dengan sendirinya di hati
saya. Tentara muslimin bangkit menyerbu tentara Rum. Akhirnya
Allah memenangkan kaum muslimin.
Sesudah itu Sa’id ibn Zaid turut berperang menaklukan Damsyiq.
Setelah kaum muslimin memperlihatkan kepatuhan, Abu Ubaidah ibn
Jarrah mengangkat Sa’id ibn Zaid menjadi wali di sana. Dialah
wali kota pertama dari kaum muslimin setelah kota itu dikuasai.
Dalam masa pemerintahan Bani Umayah, merebak suatu isu dalam
waktu yang lama di kalangan penduduk Yatsrib terhadap Sa’id ibn
Zaid. Yakni, seorang wanita bernama Arwa bint Uwais menuduh
Sa’id ibn Zaid telah merampas tanahnya dan menggabungkannya
dengan tanah Said sendiri. Wanita tersebut menyebarkan
tuduhannya itu ke seantero kaum muslimin, dan kemudian
mengadukan perkaranya kepada Wali Kota Madinah, Marwan ibn
Hakam. Marwan mengirim beberapa petugas kepada Sa’id untuk
menanyakan perihal tuduhan wanita tersebut. Sahabat Rasulullah
ini merasa prihatin atas fitnah yang dituduhkan kepadanya itu.
Kata Sa’id, “Dia menuduhku menzaliminya (meramapas tanahnya yang
berbatasan dengan tanah saya). Bagaimana mungkin saya
mendzaliminya, padahal saya telah mendengar Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Siapa saja yang
mengambil tanah orang lain walaupun sejengkal, nanti di hari
kiamat Allah memikulkan tujuh lapis bumi kepadanya. Wahai Allah!
dia menuduh saya menzaliminya. Seandainya tuduhan itu palsu,
butakanlah matanya dan ceburkan dia ke sumur yang
dipersengketakannya dengan saya. Buktikanlah kepada kaum
muslimin sejelas-jelasnya bahwa tanah itu adalah hak saya dan
bahwa saya tidak pernah menzaliminya.”
Tidak berapa lama kemudian, terjadi banjir yang belum pernah
terjadi seperti itu sebelumnya. Maka, terbukalah tanda batas
tanah Sa’id dan tanah Arwa yang mereka perselisihkan. Kaum
muslimin memperoleh bukti, Sa’idlah yang benar, sedangkan
tuduhan wanita itu palsu. Hanya sebulan sesudah itu, wanita
tersebut menjadi buta. Ketika dia berjalan meraba-raba di tanah
yang dipersengketakannya, dia pun jatuh ke dalam sumur.
Kata Abdullah ibn Umar, “Memang, ketika kami masih kanak-kanak,
kami mendengar orang berkata bila mengutuk orang lain,
‘Dibutakan mata kamu seperti Arwa’.”
Peristiwa itu sesungguhnya tidak begitu mengherankan. Karena,
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Takutilah
do’a orang teraniaya. Karena, antara dia dengan Allah tidak ada
batas.”
Maka, apalagi kalau yang teraniaya itu salah seorang dari
sepuluh sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang
telah dijamin masuk surga, Sa’id ibn Zaid, tentu lebih
diperhatikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ꞁ1
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
/>Ꞁ2(boards┐II)
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
ᴊᴀᴢᴀᴋᴜᴍᴜʟʟᴀʜᴜ
ᴋʜᴀɪʀᴀɴ
ʙᴀᴀʀᴀᴋᴀʟʟᴀʜᴜ
ꜰɪɪᴋᴜᴍ
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]
SUMBER: Kitab Shuwar min Hayaatis Shahabah, karya Doktor
‘Abdurrahman Ra’fat Basya.
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
*****************************************************
Page 1 of 1