DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ PARA SAHABAT RASULULLAH ž...
*****************************************************
#Post#: 276--------------------------------------------------
۩۞۩ Para Sahabat Rasulullah
صلى ا لله
عليه وسلم :
Usamah ibn Zaid
DIR By: WalimanovSakti
Date: December 31, 2023, 8:32 pm
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
[center]BIOGRAFI ◥↑✻AHLULHADITS, PARA
SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
ﷺ[/center]
[center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar ibn Abdul Aziz) ▶ Mari kita kembali kepada Al Qur'an
dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.✻
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
✻ Usamah ibn Zaid [font=georgia]radhiyallahu’anhu[/font]
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
[size=9pt]◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=362
Kita sekarang kembali ke Makkah, tahun ketujuh sebelum hijrah.
Ketika itu Rasulullah [i]Shallallahu ‘Alaihi Wassallam sedang
susah karena tindakan kaum Qurasy yang menyakiti beliau dan para
sahabat. Kesulitan dan kesusahan berdakwah menyebabkan beliau
senantiasa harus bersabar. Dalam suasana seperti itu, tiba-tiba
seberkas cahaya memancar memberikan hiburan yang menggembirakan.
Seorang pembawa berita mengabarkan kepada beliau, “Ummu Aiman
melahirkan seorang bayi laki-laki.” Wajah Rasulullah
berseri-seri karena gembira menyambut berita tersebut. Siapakah
bayi itu? Sehingga, kelahirannya dapat mengobati hati Rasulullah
yang sedang duka, berubah menjadi gembira? Itulah dia, Usamah
ibn Zaid.[/i]
Para sahabat tidak merasa aneh bila Rasulullah bersuka-cita
dengan kelahiran bayi yang baru itu. Karena, mereka mengetahui
kedudukan kedua orang tuanya di sisi Rasulullah. Ibu bayi
tersebut seorang wanita Habsyi yang diberkati, terkenal dengan
panggilan “Ummu Aiman.” Sesungguhnya Ummu Aiman adalah bekas
sahaya ibunda Rasulullah Aminah bint Wahab. Dialah yang mengasuh
Rasulullah waktu kecil, selagi ibundanya masih hidup. Dia
pulalah yang merawat sesudah ibunda wafat. Karena itu, dalam
kehidupan Rasulullah, beliau hampir tidak mengenal ibunda yang
mulia, selain Ummu Aiman.
Rasulullah menyayangi Ummu Aiman, sebagaimana layaknya sayangnya
seroang anak kepada ibunya. Beliau sering berucap, “Ummu Aiman
adalah ibuku satu-satunya sesudah ibunda yang mulia wafat, dan
satu-satunya keluargaku yang masih ada.” Itulah ibu bayi yang
beruntung ini.
Adapun bapaknya adalah kesayangan (Hibb) Rasulullah, Zaid ibn
Haritsah. Rasulullah pernah mengangkat Zaid sebagai anak
angkatnya sebelum ia memeluk Islam. Dia menjadi sahabat beliau
dan tempat mempercayakan segala rahasia. Dia menjadi salah
seorang anggota keluarga dalam rumah tangga beliau dan orang
yang sangat dikasihi dalam Islam.
Kaum muslimin turut bergembira dengan kelahiran Usamah ibn Zaid,
melebihi kegembiraan meraka atas kelahiran bayi-bayi lainnya.
Hal itu bisa terjadi karena tiap-tiap sesuatu yang disukai
Rasulullah juga mereka sukai. Bila beliau bergembira mereka pun
turut bergembira. Bayi yang sangat beruntung itu mereka panggil
“Al-Hibb wa Ibnil Hibb.” (kesayangan anak kesayangan).
Kaum muslimin tidak berlebih-lebihan memanggil Usamah yang masih
bayi itu dengap panggilan tersebut. Karena, Rasulullah memang
sangat menyayangi Usamah sehingga dunia seluruhnya agaknya iri
hati. Usamah sebaya dengan cucu Rasulullah, Hasan ibn Fatimah
az-Zahra. Hasan berkulit putih tampan bagaikan bunga yang
mengagumkan. Dia sangat mirip dengan kakeknya, Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Usamah kulitnya hitam, hidungnya
pesek, sangat mirip dengan ibunya wanita Habsyi. Namun, kasih
sayang Rasulullah kepada keduanya tiada berbeda. Beliau sering
mengambil Usamah, lalu meletakkan di salah satu pahanya.
Kemudian, diambilnya pula Hasan, dan diletakkannya di paha yang
satunya lagi. Kemudian, kedua anak itu dirangkul bersama-sama ke
dadanya, seraya berkata, “Wahai Allah, saya menyayangi kedua
anak ini, maka sayangi pulalah mereka!”
Begitu sayangnya Rasulullah kepada Usamah, pada suatu kali
Usamah tersandung pintu sehingga keningnya luka dan berdarah.
Rasulullah menyuruh ‘Aisyah membersihkan darah dari luka Usamah,
tetapi tidak mampu melakukannya. Karena itu, beliau berdiri
mendapatkan Usamah, lalu beliau isap darah yang keluar dari
lukanya dan ludahkan. Sesudah itu, beliau bujuk Usamah dengan
kata-kata manis yang menyenangkan hingga hatinya merasa tenteram
kembali.
Sebagaimana Rasulullah menyayangi Usamah waktu kecil, tatkala
sudah besar beliau juga tetap menyayanginya. Hakim ibn Hazam,
seorang pemimpin Qurasy, pernah menghadiahkan pakaian mahal
kepada Rasulullah. Hakam membeli pakaian itu di Yaman dengan
harga lima puluh dinar emas dari Yazan, seorang pembesar Yaman.
Rasulullah enggan menerima hadiah dari Hakam, sebab ketika itu
dia masih musyrik. Lalu, pakaian itu dibeli oleh beliau dan
hanya dipakainya sekali ketika hari Jumat. Pakaian itu kemudian
diberikan kepada Usamah. Usamah senantiasa memakainya pagi dan
petang di tengah-tengah para pemuda Muhajirin dan Anshar
sebayanya.
Sejak Usamah meningkat remaja, sifat-sifat dan pekerti yang
mulia sudah kelihatan pada dirinya, yang memang pantas
menjadikannya sebagai kesayangan Rasulullah. Dia cerdik dan
pintar, bijaksana dan pandai, takwa dan wara. Ia senantiasa
menjauhkan diri dari perbuatan tercela.
Waktu terjadi Perang Uhud, Usamah ibn Zaid datang ke hadapan
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam beserta serombongan
anak-anak sebayanya, putra-putra para sahabat. Mereka ingin
turut jihad fi sabilillah. Sebagian mereka diterima Rasulullah
dan sebagian lagi ditolak karena usianya masih sangat muda.
Usamah ibn Zaid teramasuk kelompok anak-anak yang tidak
diterima. Karena itu, Usama pulang sambil menangis. Dia sangat
sedih karena tidak diperkenankan turut berperang di bawah
bendera Rasulullah.
Dalam Perang Khandaq, Usamah ibn Zaid datang pula bersama
kawan-kawan remaja, putra para sahabat. Usamah berdiri tegap di
hadapan Rasulullah supaya kelihatan lebih tinggi, agar beliau
memperkenankannya turut berperang. Rasulullah kasihan melihat
Usamah yang keras hati ingin turut berperang. Karena itu, beliau
mengizinkannya, Usamah pergi berperang menyandang pedang, jihad
fi sabilillah. Ketika itu dia baru berusia lima belas tahun.
Ketika terjadi Perang Hunain, tentara muslimin terdesak sehingga
barisannya menjadi kacau balau. Tetapi, Usamah ibn Zaid tetap
bertahan bersama-sama denga ‘Abbas (paman Rasulullah), Sufyan
ibn Harits (anak paman Usamah), dan enam orang lainnya dari para
sahabat yang mulia. Dengah kelompok kecil ini, Rasulullah
berhasil mengembalikan kekalahan para sahabatnya menjadi
kemenangan. Beliau berhasil menyelematkan kaum muslimin yang
lari dari kejaran kaum musyrikin.
Dalam Perang Mu’tah, Usamah turut berperang di bawah komando
ayahnya, Zaid ibn Haritsah. Ketika itu umurnya kira-kira delapan
belas tahun. Usamah menyaksikan dengan mata kepala sendiri
tatkala ayahnya tewas di medan tempur sebagai syuhada. Tetapi,
Usamah tidak takut dan tidak pula mundur. Bahkan, dia terus
bertempur dengan gigih di bawah komando Ja’far ibn Abi Thalib
hingga Ja’far syahid di hadapan matanya pula. Usamah menyerbu di
bawah komando Abdullah ibn Rawahah hingga pahlawan ini gugur
pula menyusul kedua sahabatnya yang telah syahid. Kemudian,
komando dipegang oleh Khalid ibn Walid. Usamah bertempur di
bawah komando Khalid. Dengan jumlah tentara yang tinggal
sedikit, kaum muslimin akhirnya melepaskan diri dari cengkeraman
tentara Rum.
Seusai peperangan, Usamah kembali ke Madinah dengan menyerahkan
kematian ayahnya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Jasad ayahnya
ditinggalkan di bumi Syam (Syiria) dengan mengenang segala
kebaikan rahimahullah.
Pada tahun kesebelas hijriah Rasulullah menurunkan perintah agar
menyiapkan bala tentara untuk memerangi pasukan Rum. Dalam
pasukan itu terdapat antara lain Abu Bakar Shidiq, Umar ibn
Khattab, Sa’ad ibn Abi Waqqas, Abu Ubaidah ibn Jarrah, dan
lain-lain sahabat yang tua-tua.
Rasulullah mengangkat Usamah ibn Zaid yang muda remaja menjadi
panglima seluruh pasukan yang akan diberangkatkan. Ketika itu
usia Usamah belum melebihi dua puluh tahun. Beliau memerintahkan
Usamah supaya berhenti di Balqa’ dan Qal’atut Daarum dekat
Gazzah, termasuk wilayah kekuasaan Rum.
Ketika bala tentara sedang bersiap-siap menunggu perintah
berangkat, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sakit dan
kian hari sakitnya makin keras. Karena itu, keberangkatan
pasukan ditangguhkan menunggu keadaan Rasulullah membaik.
Kata Usamah, “Tatkala sakit Rasulullah bertambah berat, saya
datang menghadap beliau diikuti orang banyak, setelah saya
masuk, saya dapati beliau sedang diam tidak berkata-kata karena
kerasnya sakit beliau. Tiba-tiba beliau mengangkat tangan dan
meletakkannya ke tubuh saya. Saya tahu beliau memanggilku.”
Tidak berapa lama kemudian Rasulullah pulang ke rahmatullah. Abu
Bakar Shidiq terpilih dan dilantik menjadi khalifah. Khalifah
Abu Bakar meneruskan pengiriman tentara di bawah pimpinan Usamah
ibn Zaid, sesuai dengan rencana yang telah digariskan
Rasulullah. Tetapi, sekelompok kaum Anshar menghendaki supaya
menangguhkan pemberangkatan pasukan. Mereka meminta Umar ibn
Khattab membicarakannya dengan Khalifah Abu Bakar. Kata mereka,
“Jika khalifah tetap berkeras hendak meneruskan pengiriman
pasukan sebagaimana dikehendakinya, kami mengusulkan panglima
pasukan (Usamah) yang masih muda remaja ditukar dengan tokoh
yang lebih tua dan berpengalaman.”
Mendengar ucapan Umar yang menyampaikan usul dari kaum Anshar
itu, Abu Bakar bangun menghampiri Umar seraya berkata dengan
marah, “Hai putra Khattab! Rasulullah telah mengangkat Usamah.
Engkau tahu itu. Kini engkau menyuruhku membatalkan putusan
Rasululllah. Demi Allah, tidak ada cara begitu!”
Tatkala Umar kembali kepada orang banyak, mereka menanyakan
bagaimana hasil pembicaraannya dengan khalifah tentang usulnya.
Kata Umar, “Setelah saya sampaikan usul kalian kepada Khalifah,
belaiu menolak dan malahan saya kena marah. Saya dikatakan sok
berani membatalkan keputusan Rasulullah.
Maka, pasukan tentara muslimin berangkat di bawah pimpinan
panglima yang masih muda remaja, Usamah ibn Zaid. Khalifah Abu
Bakar turut mengantarkannya berjalan kaki, sedangkan Usamah
menunggang kendaraan.
Kata Usamah, “Wahai Khalifah Rasulullah! Silakan Anda naik
kendaraan. Biarlah saya turun dan berjalan kaki. “
Jawab Abu Bakar, “Demi Allah! jangan turun! Demi Allah! saya
tidak hendak naik kendaraan! Biarlah kaki saya kotor, sementara
mengantar engkau berjuang fisabilillah! Saya titipkan engkau,
agama engkau, kesetiaan engkau, dan kesudahan perjuangan engkau
kepada Allah. Saya berwasiat kepada engkau, laksanakan
sebaik-baiknya segala perintah Rasulullah kepadamu!”
Kemudian, Khalifah Abu Bakar lebih mendekat kepada Usamah.
Katanya, “JIka engkau setuju biarlah Umar tinggal bersama saya.
Izinkanlah dia tinggal untuk membantu saya. Usamah kemudian
mengizinkannya.
Usamah terus maju membawa pasukan tentara yang dipimpinnya.
Segala perintah Rasulullah kepadanya dilaksanakan
sebaik-baiknya. Tiba di Balqa’ dan Qal’atud Daarum, termasuk
daerah Palestina, Usamah berhenti dan memerintahkan tentaranya
berkemah. Kehebatan Rum dapat dihapuskannya dari hati kaum
muslimin. Lalu, dibentangkannya jalan raya di hadapan mereka
bagi penaklukan Syam (Syiria) dan Mesir.
Usamah berhasil kembali dari medan perang dengan kemenangan
gemilang. Mereka membawa harta rampasan yang banyak, melebihi
perkiraan yang diduga orang. Sehingga, orang mengatakan, “Belum
pernah terjadi suatu pasukan bertempur kembali dari medan tempur
dengan selamat dan utuh dan berhasil membawa harta rampasan
sebanyak yang dibawa pasukan Usamah ibn Zaid.”
Usamah ibn Zaid sepanjang hidupnya berada di tempat terhormat
dan dicintai kaum muslimin. Karena, dia senantiasa mengikuti
sunnah Rasulullah dengan sempurna dan memuliakan pribadi Rasul.
Khalifah Umar ibn Khattab pernah diprotes oleh putranya,
Abdullah ibn Umar, karena melebihkan jatah Usamah dari jatah
Abdullah sebagai putra Khalifah. Kata Abdullah ibn Umar, “Wahai
Bapak! Bapak menjatahkan untuk Usamah empat ribu, sedangkan
kepada saya hanya tiga ribu. Padahal, jasa bapaknya agaknya
tidak akan lebih banyak daripada jasa Bapak sendiri. Begitu pula
pribadi Usamah, agaknya tidak ada keistimewaannya daripada saya.
Jawab Khalifah Umar, “Wah?! jauh sekali?! Bapaknya lebih
disayangi Rasulullah daripada bapak kamu. Dan, pribadi Usamah
lebih disayangi Rasulullah daripada dirimu.” Mendengar
keterangan ayahnya, Abdullah ibn Umar rela jatah Usamah lebih
banyak daripada jatah yang diterimanya.
Apabila bertemu dengan Usamah, Umar menyapa dengan ucapan,
“Marhaban bi amiri!” (Selamat, wahai komandanku?!). Jika ada
orang yang heran dengan sapaan tersebut, Umar menjelaskan,
“Rasulullah pernah mengangkat Usamah menjadi komandan saya.”
Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada para
sahabat yang memiliki jiwa dan kepribadian agung seperti mereka
ini. Wallahu a’lam. Ꞁ1
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
/>Ꞁ2(boards┐II)
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
ᴊᴀᴢᴀᴋᴜᴍᴜʟʟᴀʜᴜ
ᴋʜᴀɪʀᴀɴ
ʙᴀᴀʀᴀᴋᴀʟʟᴀʜᴜ
ꜰɪɪᴋᴜᴍ
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]
SUMBER: kitab Shuwar min Hayaatis Shahabah, karya Doktor
‘Abdurrahman Ra’fat Basya.
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
*****************************************************
Page 1 of 1