DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ PARA SAHABAT RASULULLAH ž...
*****************************************************
#Post#: 273--------------------------------------------------
۩۞۩ Para Sahabat Rasulullah
صلى ا لله
عليه وسلم :
Usaid ibn Hudhair
DIR By: WalimanovSakti
Date: December 31, 2023, 8:30 pm
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
[center]BIOGRAFI ◥↑✻AHLULHADITS, PARA
SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
ﷺ[/center]
[center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar ibn Abdul Aziz) ▶ Mari kita kembali kepada Al Qur'an
dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.✻
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
✻ Zaid al-Khair [font=georgia]radhiyallahu’anhu[/font]
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
[size=9pt]◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=112
Diceritakan dalam buku-buku sastra. Imam Syaibani menceritakan
dari seorang tua Bani ‘Amir, katanya: “Pada suatu ketika kami
dapat musibah mengalami kemarau sehingga tanaman dan ternak kami
binasa. Seorang laki-laki diantara kami pergi dengan keluarga ke
Hirah lalu ditinggalkannya keluarganya disana. Katanya, ‘Tunggu
aku di sini sampai aku kembali!'”
Kemudian dia bersumpah tidak akan kembali kepada mereka, kecuali
setelah berhasil memperoleh harta untuk mereka, atau dia mati.
Maka disiapkannya perbekalan, lalu dia berjalan sepanjang hari.
Ketika hari sudah malam dia sampai ke sebuah kemah, di dekat
kemah itu terdapat seekor anak kuda. Katanya, “Inilah rampasanku
yang pertama.” Lalu dihampirinya anak kuda itu dan dilepaskan
ikatannya. Ketika dia hendak mengendarainya, tiba-tiba terdengar
olehnya suatu suara memanggil. “Lepaskan anak kuda itu, dan
pergilah kamu!” Maka ditinggalkannya kuda itu kemudian dia terus
pergi meninggalkan tempat itu.
Tujuh hari tujuh malam lamanya berjalan. Akhirnya dia sampai ke
sebuah tempat peristirahatan unta. Tidak jauh dari situ terdapat
sebuah kemah besar bertenda kulit. Menunjukkan kekayaan dan
kemewahan pemiliknya.
Laki-laki musafir itu berkata kepada dirinya sendiri, “Di sini
tentu ada unta, dan di dalam sebuah kemah itu tentu ada
penghuninya.”
Ketika hari hampir maghrib. Dia masuk ke dalam kemah, dan
didapatinya seorang tua yang sudah udzur (jompo). Lalu dia duduk
di belakang orang tua itu dengan sembunyi-sembunyi.
Tidak berapa lama kemudian, hari pun mulai gelap. Seorang
penunggang kuda (Al-Faris) bertubuh tinggi besar datang ke
kemah. Dua orang hamba sahayanya mengikuti dari kiri dan kanan
dengan berjalan kaki. Mereka menggiring kira-kira seratus ekor
unta yang didahului oleh seekor unta jantan yang besar. Bila
unta jantan berlutut di tempat peristirahatan, berlutut pula
seluruh unta betina.
Sambil menunjuk seekor unta betina yang gemuk, Al-Faris berkata
kepada sahayanya, “Perah susu unta ini, kemudian suguhkan kepada
Syekh (orang tua)!”
Sahaya itu segera memerah susu unta tersebut semangkuk penuh,
lalu di hidangkannya kepada Syekh. Sesudah itu dia pergi. Orang
tua itu meneguk susu tersebut seteguk dua teguk, sesudah itu
diletakkannya kembali. Kata si Musafir, “Saya merangkak
perlahan-lahan mendekati Syekh. Saya ambil bejana di hadapannya,
lalu saya habiskan semua isinya.” Kemudian sahaya datang
mengambil mangkuk susu. Dia berkata kepada majikannya, “Syekh
telah menghabiskan minumannya.”
Al-Faris (si penunggang kuda) gembira seraya berkata kepada
sahayanya, “Perah lagi susu unta ini!”, sambil menunjuk seekor
unta yang lain. Sahaya itu segera melakukan perintah majikannya
dan menghidangkan lagi semangkuk susu kepada Syekh. Syekh
meminum susu seteguk lalu diletakkannya. Kemudian mangkuk susu
itu diambil oleh si musafir dan diminumnya separuh, Katanya,
“Saya enggan menghabiskannya, karena saya khawatir si penunggang
kuda menaruh curiga.”
Kemudian Al-Faris memerintahkan sahaya yang lain menyembelih
domba. Al-Faris memasak domba itu, kemudian memberi makan Syekh
dengan tangannya sendiri sampai dia kenyang. Sesudah Syekh
kenyang, barulah Al-Faris makan bersama-sama dengan kedua
sahayanya. Tidak lama kemudian, mereka semua pergi tidur.
Sedang mereka tidur nyenyak, aku pergi ke tempat unta jantan.
Lalu kulepas ikatannya, aku kendarai lalu pergi. Unta-unta
lainnya mengikuti unta jantan pergi dan aku terus pergi tengah
malam itu. Setelah hari mulai siang, aku melihat sekeliling.
Ternyata tidak ada tampak orang menyusulku. Aku terus berjalan
sampai tengah hari. Pada suatu ketika aku menoleh ke belakang.
Tiba-tiba terlihat olehku di kejauhan suatu bayangan bergerak
cepat menuju ke arahku, bagaikan seekor burung yang amat besar.
Semakin lama, bayangan itu tambah dekat kepadaku dan tambah
nyata. Akhirnya jelas bagiku, bayangan itu tak lain adalah
Al-Faris (si penunggang kuda) mencari untanya yang kubawa pergi.
Aku segera turun menambatkan unta jantan. Kemudian kukeluarkan
anak panah dari tabung dan kupasang pada busur. Aku berdiri
dengan posisi membelakangi unta-unta. Agak jauh di hadapanku
berdiri Al-Faris. Dia berkata kepadaku, “Lepaskan unta jantan!”
Jawabku, “Tidak! Keluargaku kutinggalkan di Hirah sedang
kelaparan. Aku telah bersumpah tidak akan kembali kepada mereka
sebelum berhasil membawakan mereka makanan atau aku mati
karenanya.”
Kata Al Faris, “Jika tidak kamu lepaskan, kubunuh kamu.
Lepaskan! Terkutuklah kamu!”
Jawabku, “Tidak! Tidak akan kulepaskan walau apa yang akan
terjadi!.”
Kata Al Faris, “Celakalah kamu! Kamu Pencuri!”
Katanya pula melanjutkan, “Rentangkan tali buhul yang ditengah.
Dia membidik, lalu melepaskan anak panahnya tepat mengenai
sasaran bagai ditancapkan dengan tangan layaknya. Kemudian
dipanahnya pula buhul kedua dan ketiga tanpa meleset sedikit
juapun. Melihat kenyatan itu, anak panahku kumasukkan kembali ke
dalam tabung. Aku berdiri dan menyerah. Dia datang
menghampiriku, lalu diambilnya pedang dan anak panahku. Katanya
memerintahku “Bonceng di belakangku!”
Aku naik membonceng di belakangnya. Dia bertanya, “Menurutmu
hukuman apa yang akan kujatuhkan terhadap dirimu?”
Jawabku, “Tentu hukuman berat!”
Dia bertanya pula, “Mengapa!”
Jawabku, “Karena perbuatanku yang tidak terpuji dan menyusahkan
engkau. Tuhan memenangkan engkau dan mengalahkanku!”
Katanya, “Mengapa kamu menyangka begitu? Bukankah kamu telah
menemui ‘Muhailil’ (bapakku) makan, minum dan tidur semalam
dengannya?”
Mendengar dia berkata ‘Muhailil’, aku bertanya kepadanya,
“Apakah engkau ini Zaid al-Khail?”
Jawabnya, “Ya!”
Kataku,
“Engkau penawan yang baik.”
Jawabnya, “Jangan kuatir!”
Dia membawaku kembali ke perkemahanya. Katanya, “Demi Tuhan!
Seandainya unta-unta ini milikku sendiri, sungguh kuberikan
semuanya kepadamu. Tetapi sayang, unta ini milik saudara
perempuanku. Tinggallah disini barang dua tiga hari. Tidak lama
lagi akan terjadi peperangan, dimana aku akan menang dan
memperoleh rampasan.” Hari ketiga dia menyerang bani Numair. Dia
menang dan memperoleh rampasan hampir seratus ekor unta. Unta
rampasan itu diberikannya semua kepadaku. Kemudian ditugaskannya
dua orang pengawal untuk mengawal unta-unta itu selama dalam
perjalanan sampai ke Hirah. Itulah karakter Zaid al-Khail pada
masa Jahiliyah. Adapun bentuk kehidupannya dalam Islam, banyak
ditulis orang dalam buku-buku sejarah.
Ketika berita mengenai munculnya nabi . Dengan dakwah yang
didakwahkannya terdengar oleh Zaid al-Khail, maka disiapkannya
kendaraannya. Kemudian diajaknya para pemimpin terkemuka dari
kaumnya berkunjung ke Yatsrib (Madinah) menemui Nabi Muhammad .
Satu delegasi besar terdiri dari pemimpin kaum pergi
bersama-sama dengannya menemui Nabi yang mulia. Antara lain
terdapat Zur ibn Sadus, Malik ibn Jubair, Amir ibn Juwain dan
lain-lain. Setibanya di Madinah, mereka terus menuju ke masjid
Nabawi yang mulia dan memberhentikan unta mereka di depan pintu
masjid. Ketika mereka masuk ke Masjid, kebetulan Rasulullah
sedang berkhutbah di atas mimbar. Mereka tergugah mendengar
ucapan-ucapan Rasulullah, dan kagum melihat kaum muslimin diam
mendengarkannya dengan penuh perhatian.
Ketika Rasulullah melihat mereka, beliau mengucapkan pidatonya
kepada kaum muslimin: “Aku lebih baik bagi tuan-tuan sekalian
daripada berhala ‘Uza dan sekalian berhala yang tuan-tuan
sembah. Aku lebih baik bagi tuan-tuan daripada unta hitam dan
daripada segala yang tuan-tuan sembah selain Allah.”
Ucapan-ucapan Rasulullah dalam pidatonya itu, sangat berkesan di
hati Zaid al-Khair. Orang-orang serombongannya terbagi dua.
Sebagian menerima panggilan yang hak, dan sebagian yang lain
menolak dengan sombong. Sebagian mendambakan surga dan sebagian
pasrah ke neraka. Melihat Rasulullah yang berpidato mempesona
pendengarnya, dikelilingi orang-orang mukmin yang mencucurkan
air mata kesedihan, timbul rasa benci dalam hati Zur ibn Sardus
yang penuh ketakutan. Dia berkata kepada kawan-kawannya, “Demi
Tuhan! Orang ini pasti akan menguasai seluruh bangsa Arab. Demi
Tuhan! Saya tidak akan membiarkan kuduk saya dikuasainya
selama-lamanya.”
Kemudian dia pergi ke negeri Syam. Disana dia mencukur rambutnya
seperti pendeta, kemudian dia masuk agama Nasrani.
Zaid al-Khail lain lagi. Ketika Rasulullah selesai berpidato, ia
berdiri diantara jamaah kaum muslimin. Zaid seorang laki-laki
ganteng, cakap dan berperawakan tinggi. Kalau menunggang kuda,
kakinya tergontai hampir sampai tanah. Dia berdiri dengan
tubuhnya yang tegap dan berbicara dengan suaranya yang lantang.
Katanya, “Ya, Muhammad! Saya bersaksi tidak ada Tuhan selain
Allah, dan sesungguhnya engkau Rasulullah.”
Rasulullah menoleh kepadanya seraya bertanya, “Siapa Anda?”
Jawab Zaid, “Saya Zaid al-Khail ibn Muhailil.”
Kata Rasulullah, “Tentunya Anda Zaid al-Khair, bukan lagi Zaid
al-Khail. Segala puji bagi Allah yang membawa Anda ke sini dari
kampung Anda, dan melunakkan hati Anda menerima Islam. Sejak itu
Zaid al-Khail terkenal dengan nama Zaid al-Khair. Kemudian
Rasulullah membawanya ke rumah beliau, diikuti Umar ibn Khatthab
dan beberapa sahabat lain. Sesampainya di rumah Rasulullah,
beliau melepaskan alas duduknya kepada Zaid. Tetapi Zaid
al-Khair segan menerima dan mengembalikannya kepada beliau.
Rasulullah melemparkannya sampai tiga kali, tetapi Zaid al-Khair
tetap menolak, karena merasa rikuh duduk di alas duduk
Rasulullah yang mulia.
Setelah Zaid duduk dengan tenang di dalam majelis, Rasulullah
berkata, “Belum pernah saya mengenal seseorang yang ciri-cirinya
berlainan daripada yang disebutkan orang kepadaku melainkan Anda
seorang. Hai Zaid! Dalam diri Anda terdapat dua sifat yang
disukai Allah dan Rasul-Nya.”
“Apa itu, ya Rasulullah?” tanya Zaid.
Jawab Rasululah, “Kesabaran dan penyantun.”
Kata Zaid, “Segala puji bagi Allah yang telah menjadikanku
memiliki sifat-sifat yang disukai Allah dan Rasul-Nya.”
Kemudian dia berkata lebih lanjut, “Berilah saya tiga ratus
penunggang kuda yang cekatan. Saya berjanji kepada Anda akan
menyerang negeri Rum dan mengambil negeri itu dari tangan
mereka.”
Rasulullah mengagumi cita-cita Zaid itu. Kata beliau, “Alangkah
besarnya cita-cita Anda, hai Zaid. Belum ada orang yang seperti
Anda.”
Sebagian orang menemani Zaid, masuk Islam bersamanya. Ketika
Zaid dan orang-orang yang sepaham dengannya hendak kembali ke
Nejed, Rasulullah berkata, “Alangkah baiknya dia. Banyak
keuntungan yang mungkin terjadi seandainya dia selamat dari
wabah yang berjangkit di Madinah.”
Saat itu Madinah Al-Munawarah sedang dilanda wabah demam panas.
Pada suatu malam Zaid al-Khair diserang penyakit tersebut. Zaid
al-Khair berkata kepada pengikutnya, “Singkirkan saya ke kampung
Qais! Sesungguhnya antara kita dengan mereka tidak ada
permusuhan Jahiliyah. Tetapi demi Allah! Saya tidak ingin
membunuh kaum muslimin sehingga mereka mati kena wabah
penyakitku ini.”
Zaid al-Khair meneruskan perjalanan ke kampungnya di Nejed.
Tetapi sayang demamnya makin menjadi-jadi. Dia ingin menemui
kaumnya di Nejed dan mengharapkan agar mereka masuk Islam di
tangannya. Dia telah bercita-cita yang baik. Tetapi suatu cobaan
mendahuluinya sebelum cita-citanya terlaksana. Tidak lama
kemudian dia menghembuskan nafasnya yang terakhir di perjalanan.
Sedikit sekali waktu terluang baginya sesudah dia masuk Islam,
sehingga tidak ada peluang untuk berbuat dosa. Dia meninggal
tidak lama sesudah dia menyatakan Islamnya dihadapan Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Ꞁ1
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
/>Ꞁ2(boards┐II)
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
ᴊᴀᴢᴀᴋᴜᴍᴜʟʟᴀʜᴜ
ᴋʜᴀɪʀᴀɴ
ʙᴀᴀʀᴀᴋᴀʟʟᴀʜᴜ
ꜰɪɪᴋᴜᴍ
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
*****************************************************
Page 1 of 1