URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       ↑iscm
  HTML https://iscm.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: ۩۞۩ [2] AL-ABADILLAH
       *****************************************************
       #Post#: 30--------------------------------------------------
       ۩۞۩ Al-Abadillah: Zainab Bint Jahsy
   DIR By: AMI GO
       Date: December 20, 2023, 4:10 am
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
       [center]BIOGRAFI &#9701;&#8593;&#10043;AHLULHADITS, PARA
       SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
       &#65018;[/center]
       [center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
       sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar ibn Abdul Aziz) &#9654; Mari kita kembali kepada Al Qur'an
       dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.&#10043;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       &#10043; Zainab bint Jahsy
       [font=georgia]radhiyallahu’anha[/font]
       (Wafat 20 H) Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
       [size=9pt]&#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=59
       Pernikahan Rasulullah [i]shallallahu ‘alaihi wasallam dengan
       Zainab bint Jahsy didasarkan pada perintah Allah sebagai jawaban
       terhadap tradisi jahiliah. Zainab bint Jahsy adalah istri
       Rasulullah yang berasal dan kalangan kerabat sendiri. Zainab
       adalah anak perempuan dan bibi Rasulullah, Umaimah bint Abdul
       Muththalib. Beliau sangat mencintai Zainab.[/i]
       &#10043; Nasab dan Masa Pertumbuhannya
       [size=11pt]Nama lengkap Zainab adalah Zainab bint Jahsy ibn
       Ri’ab ibn Ya’mar ibn Sharah ibn Murrah ibn Kabir ibn Gham ibn
       Dauran ibn Asad ibn Khuzaimah. Sebelum menikah dengan
       Rasulullah, namanya adalah Barrah, kemudian diganti oleh
       Rasulullah menjadi Zainab setelah menikah dengan beliau. Ibu
       dari Zainab bernama Umaimah bint Abdul-Muthalib ibn Hasyim ibn
       Abdi Manaf ibn Qushai. Zainab dilahirkan di Makkah dua puluh
       tahun sebelum kenabian. Ayahnya adalah Jahsy ibn Ri’ab. Dia
       tergolong pemimpin Quraisy yang dermawan dan berakhlak baik.
       Zainab yang cantik dibesarkan di tengah keluarga yang terhormat,
       sehingga tidak heran jika orang-orang Quraisy menyebutnya dengan
       perempuan Quraisy yang cantik.
       Zainab termasuk wanita pertama yang memeluk Islam. Allah pun
       telah menerangi hati ayah dan keluarganya sehingga memeluk
       Islam. Dia hijrah ke Madinah bersama keluarganya. Ketika itu dia
       masih gadis walaupun usianya sudah layak menikah.
       [size=12pt]&#10043; Pernikahannya dengan Zaid ibn Haritsah
       [size=11pt]Terdapat beberapa ayat Al-Qur’an yang memerintahkan
       Zainab dan Zaid melangsungkan pernikahan. Zainab berasal dan
       golongan terhormat, sedangkan Zaid ibn Haritsah adalah budak
       Rasulullah yang sangat beliau sayangi, sehingga kaum muslimin
       menyebutnya sebagai orang kesayangan Rasulullah. Zaid berasal
       dari keluarga Arab yang kedua orang tuanya beragama Nasrani.
       Ketika masih kecil, dia berpisah dengan kedua orang tuanya
       karena diculik, kemudian dia dibeli oleh Hakam ibn Hizam untuk
       bibinya, Khadijah bint Khuwailid radhiyallahu ‘anha, lalu
       dihadiahkannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
       Ayah Zaid, Haritsah ibn Syarahil, senantiasa mencarinya hingga
       dia mendengar bahwa Zaid berada di rumah Rasulullah. Ketika
       Rasulullah menyuruh Zaid memilih antara tetap bersama beliau
       atau kembali pada orang tua dan pamannya, Zaid berkata, “Aku
       tidak menginginkan mereka berdua, juga tidak menginginkan orang
       lain yang engkau pilihkan untukku. Engkau bagiku adalah ayah
       sekaligus paman.” Setelah itu, Rasulullah mengumumkan pembebasan
       Zaid dan pengangkatannya sebagai anak. Ketika Islam datang, Zaid
       adalah orang yang pertama kali memeluk Islam dari kalangan
       budak. Dia senantiasa berada di dekat Nabi, terutama setelah dia
       meninggalkan Makkah, sehingga beliau sangat mencintainya, bahkan
       beliau pernah bersabda tentang Zaid,
       “Orang yang aku cintai adalah orang yang telah Allah dan aku
       beri nikmat.” (HR. Ahmad)
       Allah telah memberikan nikmat kepada Zaid dengan keislamannya
       dan Nabi telah memberinya nikmat dengan kebebasannya. Ketika
       Rasulullah hijrah ke Madinah, beliau mempersaudarakan Zaid
       dengan Hamzah ibn Abdul Muththalib. Dalam banyak peperangan,
       Zaid selalu bersama Rasulullah, dan tidak jarang pula dia
       ditunjuk untuk menjadi komandan pasukan. Tentang Zaid, Aisyah
       pernah berkata, “Rasulullah tidak mengirimkan Zaid ke medan
       perang kecuali selalu menjadikannya sebagai komandan pasukan,
       Seandainya dia tetap hidup, beliau pasti menjadikannya sebagai
       pengganti beliau.”
       Masih banyak riwayat yang menerangkan kedudukan Zaid di sisi
       Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Sesampainya di Madinah beliau
       meminang Zainab bint Jahsy untuk Zaid ibn Haritsah. Semula
       Zainab membenci Zaid dan menentang menikah dengannya, begitu
       juga dengan saudara laki-lakinya. Menurut mereka, bagaimana
       mungkin seorang gadis cantik dan terhormat menikah dengan
       seorang budak? Rasulullah menasihati mereka berdua dan
       menerangkan kedudukan Zaid di hati beliau, sehingga turunlah
       ayat kepada mereka:
       “Dan tidaklah patut bagi laki -laki yang mukmin dan tidak (pula)
       bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah
       menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang
       lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah
       dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang
       nyata.“ (Al-Ahzab: 36)
       Akhirnya Zainab menikah dengan Zaid sebagai pelaksanaan atas
       perintah Allah, meskipun sebenarnya Zainab tidak menyukai Zaid.
       Melalui pernikahan itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ingin
       menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan di antara manusia kecuali
       dalam ketakwaan dan amal perbuatan mereka yang baik. Pernikahan
       itu pun bertujuan untuk menghilangkan tradisi jahiliah yang
       senang membanggakan diri dan keturunan. Akan tetapi, Zainab
       tetap tidak dapat menerima pernikahan tersebut karena ada
       perbedaan yang jauh di antara mereka berdua. Di depan Zaid,
       Zainab selalu membangga-banggakan dirinya sehingga menyakiti
       hati Zaid. Zaid menghadap Rasulullah &#65018; untuk mengadukan
       perlakukan Zainab terhadap dirinya. Rasulullah shallallahu
       ‘alaihi wasallam menyuruhnya untuk bersabar, dan Zaid pun
       mengikuti nasihat beliau. Akan tetapi, dia kembali menghadap
       Rasulullah &#65018; dan menyatakan bahwa dirinya tidak mampu
       lagi hidup bersama Zainab.
       Mendengar itu, beliau bersabda, “Pertahankan terus istrimu itu
       dan bertakwalah kepada Allah.” Kemudian beliau mengingatkan
       bahwa pernikahan itu merupakan perintah Allah. Beberapa saat
       kemudian turunlah ayat, “Pertahankan terus istrimu dan
       bertakwalah kepada Allah.” Zaid berusaha menenangkan din dan
       bersabar, namun tingkah laku Zainab sudah tidak dapat
       dikendalikan, akhirnya terjadilah talak. Selanjutnya, Zainab
       dinikahi Rasulullah &#65018;.
       Prinsip dasar yang melatarbelakangi pernikahan Rasulullah
       &#65018; dengan Zainab bint Jahsy adalah untuk menghapuskan
       tradisi pengangkatan anak yang berlaku pada zaman jahiliah.
       Artinya, Rasulullah &#65018; ingin menjelaskan bahwa anak angkat
       tidak sama dengan anak kandung, seperti halnya Zaid ibn Haritsah
       yang sebelum turun ayat Al-Qur’an telah diangkat sebagai anak
       oleh beliau. Allah subhanahu wata’ala berfirman,
       “Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama
       bapak-bapak mereka,’ itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan
       jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggillah
       mereka sebagai) saudara-saudara seagama dan maula-maulamu.”
       (Al-Ahzab: 5)
       Karena itu, seseorang tidak berhak mengakui hubungan darah dan
       meminta hak waris dan orang tua angkat (bukan kandung). Karena
       itulah Rasulullah &#65018; menikahi Zainab setelah bercerai
       dengan Zaid yang sudah dianggap oleh orang banyak sebagai anak
       Muhammad. Allah telah menurunkan wahyu agar Zaid menceraikan
       istrinya kemudian dinikahi oleh Rasulullah &#65018;. Pada
       mulanya Rasulullah tidak memperhatikan perintah tersebut, bahkan
       meminta Zaid mempertahankan istrinya. Allah memberikan
       peringatan sekali lagi dalam ayat:
       “Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah
       telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi
       nikmat kepadanya, ‘Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada
       Allah, ‘sedang kamu menyembunyikan dalam hatimu apa yang Allah
       akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-
       lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah
       mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami
       kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang
       mukmin untuk (mengawini) istri-istri anak-anak angkat mereka,
       apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluan
       daripada istrinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti
       terjadi.“ (Al-Ahzab: 37)
       Ayat di atas merupakan perintah Allah agar Nabi shallallahu
       ‘alaihi wasallam menikahi Zainab dengan tujuan meluruskan
       pemahaman keliru tentang kedudukan anak angkat.
       [size=12pt]&#10043; Menjadi Ummul-Mukminin
       [size=11pt]Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus
       seseorang untuk mengabari Zainab tentang perintah Allah
       tersebut. Betapa gembiranya hati Zainab mendengar berita
       tersebut, dan pesta pernikahan pun segera dilaksanakan serta
       dihadiri warga Madinah.
       Zainab mulai memasuki rumah tangga Rasulullah &#65018; dengan
       dasar wahyu Allah. Dialah satu-satunya istri Nabi yang berasal
       dan kerabat dekatnya. Rasulullah &#65018; tidak perlu meminta
       izin jika memasuki rumah Zainab sedangkan kepada istri-istri
       lainnya beliau selalu meminta izin. Kebiasaan seperti itu
       ternyata menimbulkan kecemburuan di hati istri Rasul lainnya.
       Orang-orang munafik yang tidak senang dengan perkembangan Islam
       membesar-besarkan fitnah bahwa Rasulullah &#65018; telah
       menikahi istri anaknya sendiri. Karena itu, turunlah ayat yang
       berbunyi,
       "Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki
       di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup
       nabi-nabi….” (Al-Ahzab: 40)
       Zainab berkata kepada Nabi, “Aku adalah istrimu yang terbesar
       haknya atasmu, aku utusan yang terbaik di antara mereka, dan aku
       pula kerabat paling dekat di antara mereka. Allah menikahkanku
       denganmu atas perintah dan langit, dan Jibril yang membawa
       perintah tersebut. Aku adalah anak bibimu. Engkau tidak memiliki
       hubungan kerabat dengan mereka seperti halnya denganku.” Zainab
       sangat mencintai Rasulullah &#65018; dan merasakan hidupnya
       sangat bahagia. Akan tetapi, dia sangat pencemburu terhadap
       istri Rasul lainnya, sehingga Rasulullah &#65018; pernah tidak
       tidur bersamanya selama dua atau tiga bulan sebagai hukuman atas
       perkataannya yang menyakitkan hati Shafiyyah bint Huyay ibn
       Akhtab wanita Yahudiyah itu.
       Zainab bertangan terampil, menyamak kulit dan menjualnya, juga
       mengerjakan kerajinan sulaman, dan hasilnya diinfakkan di jalan
       Allah.
       [size=12pt]&#10043; Wafatnya
       [size=11pt]Zainab bint Jahsy adalah istri Rasulullah &#65018;
       yang pertama kali wafat menyusul beliau, yaitu pada tahun kedua
       puluh hijrah, pada masa kekhalifahan Umar ibn Khattab, dalam
       usianya yang ke-53, dan dimakamkan di Baqi. Dalam sebuah riwayat
       dikatakan bahwa Zainab berkata menjelang ajalnya, “Aku telah
       menyiapkan kain kafanku, tetapi Umar akan mengirim untukku kain
       kafan, maka bersedekahlah dengan salah satunya. Jika kalian
       dapat bersedekah dengan semua hak-hakku, kerjakanlah dari sisi
       yang lain.” Semasa hidupnya, Zainab banyak mengeluarkan sedekah
       di jalan Allah.
       Tentang Zainab, Aisyah berkata, “Semoga Allah mengasihi Zainab.
       Dia banyak menyamaiku dalam kedudukannya di hati Rasulullah
       &#65018;. Aku belum pernah melihat wanita yang lebih baik
       agamanya daripada Zainab. Dia sangat bertakwa kepada Allah,
       perkataannya paling jujur, paling suka menyambung tali
       silaturahmi, paling banyak bersedekah, banyak mengorbankan diri
       dalam bekerja untuk dapat bersedekah, dan selalu mendekatkan
       diri kepada Allah. Selain Saudah, dia yang memiliki tabiat yang
       keras.”
       Semoga Allah memberikan kemuliaan kepadanya (Sayyidah Zainab
       bint Jahsy) di akhirat dan ditempatkan bersama hamba-hamba yang
       saleh. Aamiin. &#42880;[size=8pt]1
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
       />&#42880;2(Boards&#9488;II)
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       &#7434;&#7424;&#7458;&#7424;&#7435;&#7452;&#7437;&#7452;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#7435;&#668;&#7424;&#618;&#640;&#7424;&#628;
       &#665;&#7424;&#7424;&#640;&#7424;&#7435;&#7424;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#42800;&#618;&#618;&#7435;&#7452;&#7437;
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]
       (SUMBER: Buku Dzaujatur-Rasulullah, karya Amru Yusuf, Penerbit
       Darus-Sa’abu, Riyadh)
       &#128992; Istri-Istri Nabi &#1586;&#1608;&#1580;&#1575;&#1578;
       &#1575;&#1604;&#1606;&#1576;&#1610; : Zainab Bint Jahsy
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-keluarga-rasulullah-158916041609-1575-160416041607-1593160416101607-1608158716041605/128992-istri-istri-nabi-15861608158015751578-15751604160615761610-zainab-bint-ja/msg244/#msg244
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       *****************************************************
       Page 1 of 1