DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ KELUARGA RASULULLAH ص&#...
*****************************************************
#Post#: 261--------------------------------------------------
🟢 Putra-Putri Nabi Shallallahu 'Alaihi Wassalam: Zainab
bint Muhammad ﷺ
DIR By: HanZahavi
Date: December 31, 2023, 12:13 pm
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
[center]BIOGRAFI ◥↑✻AHLULHADITS, PARA
SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
ﷺ[/center]
[center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar ibn Abdul Aziz) ▶ Mari kita kembali kepada Al Qur'an
dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.✻
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
✻ Zainab bint Muhammad ﷺ
(Wafat 8 H) Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
[size=9pt]◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=84
Zainab adalah putri tertua Rasulullah [i]shallallahu ‘alaihi
wasallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah
menikahkannya dengan sepupu beliau, yaitu Abul ‘Ash ibn Rabi’
sebelum beliau diangkat menjadi Nabi, atau ketika Islam belum
tersebar di tengah-tengah mereka. lbu Abul ‘Ash adalah Halah
bint Khuwaylid, bibi Zainab dari pihak ibu. Dari pernikahannya
dengan Abul ‘Ash mereka mempunyai dua orang anak: Ali dan
Umamah. Ali meninggal ketika masih kanak-kanak dan Umamah tumbuh
dewasa dan kemudian menikah dengan Ali ibn Abi Thalib setelah
wafatnya Fathimah.[/i]
Setelah berumah tangga, Zainab tinggal bersama Abul ‘Ash ibn
Rabi’ suaminya. Hingga pada suatu ketika, pada saat suaminya
pergi bekerja, Zainab mengunjungi ibunya. Dan ia dapatkan
keluarganya telah mendapatkan suatu karunia dengan diangkatnya,
ayahnya, Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam menjadi Nabi
akhir jaman. Zainab mendengarkan keterangan tentang Islam dari
ibunya, Khadijah. Keterangan ini membuat hatinya lembut dan
menerima hidayah Islam. Dan keislamannya ini ia pegang dengan
teguh, walaupun ia belum menerangkan keislamannya kepada
suaminya, Abul ‘Ash.
Sedangkan Abul ‘Ash ibn Rabi’ adalah termasuk orang-orang
musyrik yang menyembah berhala. Pekerjaan sehari-harinya adalah
sebagai peniaga. Ia sering meninggalkan Zainab untuk keperluan
dagangnya. la sudah mendengar tentang pengakuan Muhammad sebagai
Nabi. Namun, ia tidak mengetahui bahwa istrinya, Zainab sudah
memeluk Islam. Pada tahun ke-6 setelah hijrah Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam ke Madinah.
Abul ‘Ash ibn Rabi’ pergi ke Syria beserta kafilah-kafilah
Quraisy untuk berdagang. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam mendengar bahwa ada kafilah Quraisy yang sedang kembali
dari Syria, beliau mengirim Zaid ibn Haritsah ra. bersama 313
pasukan muslimin untuk menyerang kafilah Quraisy ini. Mereka
menghadang kafilah ini di dekat Al-is di Badar pada bulan
jumadil Awal. Mereka menangkap kafilah itu dan barang-barang
yang dibawanya serta menahan beberapa orang dari kafilah itu,
termasuk Abul ‘Ash ibn Rabi’. Ketika penduduk Makkah datang
unluk menebus para tawanan, maka saudara laki-laki Abul ‘Ash,
yaitu Amar ibn Rabi’, telah datang untuk menebus dirinya. Ketika
itu, Zainab istri Abul ‘Ash masih tinggal di Makkah. la pun
telah mendengar berita serangan kaum muslimin atas
kafilah-kafilah Quraisy termasuk berita tertawannya Abul ‘Ash.
Berita ini sangat menyedihkannya. Lalu ia mengirimkan kalungnya
yang terbuat dari batu onyx Zafar hadiah dari ibunya, Khadijah
bint Khuwaylid radhiyallahu 'anha. Zafar adalah sebuah gunung di
Yaman. Khadijah bint Khuwaylid telah memberikan kalung itu
kepada Zainab ketika ia akan menikah dengan Abul ‘Ash ibn Rabi’.
Dan kali ini, Zainab mengirimkan kalung itu sebagai tebusan atas
suaminya, Abul ‘Ash. Kalung itu sampai di tangan Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam. Ketika beliau shallallahu ‘alaihi
wasallam melihat kalung itu, beliau segera mengenalinya. Dan
kalung itu mengingatkan beliau kepada istrinya yang sangat ia
sayangi, Khadijah. Beliau berkata, ‘Seorang Mukmin adatah
penolong bagi orang Mukmin lainnya. Setidaknya mereka memberikan
perlindungan. Kita lindungi orang yang dilindungi oleh Zainab.
jika kalian bisa mencari jalan untuk niembebaskan Abul ‘Ash
kepada Zainab dan mengembalikan kalungnya itu kepadanya, maka
lakukaniah.’ Mereka menjawab, ‘Baik, ya Rasulullah‘. Maka mereka
segera membebaskan Abul ‘Ash dan mengembalikan kalung itu kepada
Zainab.
Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruh Abul
‘Ash agar berjanji untuk membiarkan Zainab bergabung bersama
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dia pun berjanji dan
memenuhi janjinya itu. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam pulang ke rumahnya, Zainab datang menemuinya dan
meminta untuk mengembalikan kepada Abul ‘Ash apa yang pernah
diambil darinya. Beliau mengabulkannya. Pada kesempatan itu,
Beliau pun telah melarang Zainab agar tidak mendatangi Abul
‘Ash, karena dia tidak halal bagi Zainab selama dia masih kafir.
Lalu Abul ‘Ash kembali ke Makkah dan menyelesaikan semua
kewajibannya. Kemudian dia masuk Islam dan kembali kepada
Rasulutiah sebagai seorang Muslim. Dia berhijrah pada bulan
Muharram, 7 Hijriyah. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam pun mengembalikan Zainab kepadanya, berdasarkan
pernikahannya yang pertama.
Zainab wafat pada tahun 8 Hijriyah. Orang-orang yang memandikan
jenazahnya ketika itu, antara lain ialah; Ummu Aiman, Saudah
bint Zam’ah, Ummu Athiyah dan Ummu Salamah.. Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam berpesan kepada mereka yang akan
memandikan jenazahnya ketika itu, ‘Basuhlah dia dalam jumlah
yang ganjil, 3 atau 5 kali atau iebih jika kalian merasa lebih
baik begitu. Mulailah dari sisi kanan dan anggota-anggota wudhu.
Mandikan dia dengan air dan bunga. Bubuhi sedikit kapur barus
pada air siraman yang terakhir. Jika kalian sudah selesai
beritahukanlah kepadaku.’ Ketika itu, rambut jenazah dikepang
meniadi tiga kepangan, di samping dan di depan lalu
dikebelakangkan. Setelah selesai dari memandikan jenazah, Ummu
Athiyah memberitahukan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.
Lalu Nabi memberikan selimutnya dan berkata, ‘Kafanilah dia
dengan kain ini.’
✻ Cerita Cinta
Cinta tak cukup untuk menyatukan dua manusia. Tatkala jalan
telah berbeda, tak kan mungkin mereka saling bersama. Namun
cahaya keimanan akan mempertemukan kembali yang telah
terpisahkan sekian lama.
Tersebutlah kisah tentang putri pemimpin para nabi. Terlahir
dari rahim ibundanya, seorang wanita bangan Quraisy, Khadijah
bint Khuwailid ibn Asad ibn ‘Abdil ‘Uzza ibn Qushay
Al-Qurasyiyyah radhiyallahu ‘anhu, saat ayahnya memasuki usia
tiga puluh tahun. Dia bernama Zainab radhiyallahu ‘anha bint
Muhammad ibn ‘Abdillah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Semasa hidup ibunya, sang putri yang menawan ini disunting oleh
seorang pemuda, Abul ‘Ash ibn Ar-Rabi’ ibn ‘Abdil ‘Uzza ibn
‘Abdisy Syams ibn ‘Abdi Manaf ibn Qushay Al-Qurasyi namanya. Dia
putra Halah bint Khuwailid, saudari perempuan Khadijah. Ketika
itu, Khadijah radhiyallahu ‘anha menghadiahkan seuntai kalung
untuk pengantin putrinya. Dari pernikahan itu, lahir Umamah dan
‘Ali, dua putra-putri Abul ‘Ash.
Tatkala cahaya Islam merebak, Allah Subhanahu Wa Ta’ala membuka
hati Zainab radhiyallahu ‘anha untuk menyambutnya. Namun, Abul
‘Ash ibn Ar-Rabi’ masih berada di atas agama nenek moyangnya.
Dua insan di atas dua jalan yang berbeda…
Orang-orang musyrik pun mendesak Abul ‘Ash untuk menceraikan
Zainab, namun Abul ‘Ash dengan tegas menolak mentah-mentah
permintaan mereka. Akan tetapi, Zainab radhiyallahu ‘anha masih
pula tertahan untuk bertolak ke bumi hijrah.
Ramadhan tahun kedua setelah hijrah, terukir peristiwa Badr.
Dalam pertempuran itu, terbunuh tujuh puluh orang dari pihak
musyrikin dan tertawan tujuh puluh orang dari mereka. Di antara
tawanan itu ada Abul ‘Ash ibn Ar-Rabi’.
Penduduk Makkah pun mengirim tebusan untuk membebaskan para
tawanan. Terselip di antara harta tebusan itu seuntai kalung
milik Zainab radhiyallahu ‘anha untuk kebebasan suaminya. Ketika
melihat kalung itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
terkenang pada Khadijah radhiyallahu ‘anha yang telah tiada.
Betapa terharu hati beliau mengingat putri yang dicintainya.
Lalu beliau berkata pada para shahabat, “Apabila kalian bersedia
membebaskan tawanan yang ditebus oleh Zainab dan mengembalikan
harta tebusan yang dia berikan, lakukanlah hal itu.” Para
shahabat pun menjawab, “Baiklah, wahai Rasulullah!”
Kemudian mereka lepaskan Abul ‘Ash ibn Ar-Rabi’ dan
mengembalikan seuntai kalung Zainab yang dijadikan harta tebusan
itu.
Ketika itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meminta Abul
‘Ash untuk berjanji agar membiarkan Zainab pergi meninggalkan
negeri Makkah menuju Madinah. Kemudian Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam mengutus Zaid ibn Haritsah radhiyallahu ‘anhu
bersama salah seorang Anshar sembari berkata, “Pergilah kalian
ke perkampungan Ya’juj sampai bertemu dengan Zainab, lalu
bawalah dia kemari.”
Berpisahlah Zainab bint Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
di atas jalan Islam, meninggalkan suaminya yang masih berkubang
dalam kesyirikan.
Menjelang peristiwa Fathu Makkah, Abul ‘Ash keluar dari negeri
Makkah bersama rombongan dagang membawa barang-barang dagangan
milik penduduk Makkah menuju Syam. Dalam perjalanannya,
rombongan itu bertemu dengan seratus tujuhpuluh orang pasukan
Zaid ibn Haritsah yang diutus oleh Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam untuk menghadang rombongan dagang itu. Pasukan
muslimin pun berhasil menawan mereka dan mengambil harta yang
dibawa oleh rombongan musyrikin itu, namun Abul ‘Ash berhasil
meloloskan diri.
Ketika gelap malam merambah, Abul ‘Ash dengan diam-diam menemui
istrinya, Zainab bint Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,
untuk meminta perlindungan.
Subuh tiba. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para
shahabat berdiri menunaikan Shalat Shubuh. Saat itu, Zainab
radhiyallahu ‘anha berseru dengan suara lantang, “Wahai kaum
muslimin, sesungguhnya aku telah memberikan perlindungan kepada
Abul ‘Ash ibn Ar-Rabi’!”
Usai shalat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menghadap
pada para shahabat sembari bertanya, “Kalian mendengar apa yang
aku dengar?” “Ya, wahai Rasulullah.” Beliau shallallahu ‘alaihi
wasallam berkata lagi, “Sesungguhnya aku tidak mengetahui apa
pun sampai aku mendengar apa yang baru saja kalian dengar.”
Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menemui putrinya
dan berpesan, “Wahai putriku, muliakanlah dia, namun jangan
sekali-kali dia mendekatimu karena dirimu tidak halal baginya.”
Zainab radhiyallahu ‘anha menjawab, “Sesungguhnya dia datang
semata untuk mencari hartanya.”
Setelah itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengumpulkan
pasukan Zaid ibn Haritsah radhiyallahu ‘anhu dan berkata pada
mereka, “Sesungguhnya Abul ‘Ash termasuk keluarga kami
sebagaimana kalian ketahui, dan kalian telah mengambil hartanya
sebagai fai’ yang diberikan Allah kepada kalian. Namun aku ingin
kalian berbuat kebaikan dan mengembalikan harta itu kepadanya.
Akan tetapi kalau kalian enggan, maka kalian lebih berhak atas
harta itu.” Para shahabat menjawab, “Wahai Rasulullah, kami akan
kembalikan harta itu padanya.”
Seluruh harta yang dibawa Abul ‘Ash kembali ke tangannya dan
tidak berkurang sedikit pun. Segera dia membawa harta itu
kembali ke Makkah dan mengembalikan setiap harta titipan
penduduk Makkah pada pemiliknya. Lalu dia bertanya, “Apakah
masih ada di antara kalian yang belum mengambil kembali
hartanya?” Mereka menjawab, “Semoga Allah memberikan balasan
yang baik padamu. Engkau benar-benar seorang yang mulia dan
memenuhi janji.” Abul ‘Ash pun kemudian menegaskan,
“Sesungguhnya aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang
berhak disembah kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad
adalah hamba dan utusan-Nya! Demi Allah, tidak ada yang
menahanku untuk masuk Islam saat itu, kecuali aku khawatir
kalian menyangka bahwa aku memakan harta kalian. Sekarang
setelah Allah Subhanahu Wa Ta’ala tunaikan harta itu kepada
kalian masing-masing, aku masuk Islam.” Abul ‘Ash bergegas
meninggalkan Makkah, hingga bertemu dengan Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam dalam keadaan Islam.
Enam tahun bukanlah rentang waktu yang sebentar. Akhir penantian
yang sekian lama pun menjelang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam mengembalikan putri tercintanya, Zainab radhiyallahu
‘anhu kepada suaminya, Abul ‘Ash ibn Ar- Rabi’ radhiyallahu
‘anhu, dengan nikahnya yang dulu dan tanpa menunaikan kembali
maharnya. Dua insan kini bersama meniti jalan mereka …
Namun, Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menetapkan taqdir-Nya.
Tak lama setelah pertemuan itu, Zainab bint Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam kembali ke hadapan Rabb-nya, pada
tahun kedelapan setelah hijrah, meninggalkan kekasihnya untuk
selamanya.
Di antara para shahabiyyah yang memandikan jenazahnya, ada Ummu
‘Athiyyah Al-Anshariyah radhiyallahu ‘anha. Darinya terpapar
kisah dimandikannya jenazah Zainab radhiyallahu ‘anha, sesuai
perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dengan guyuran
air bercampur daun bidara. Seusai itu, rambut Zainab
radhiyallahu ‘anha dijalin menjadi tiga jalinan. Jenazahnya
dibungkus dengan kain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Putri pemimpin para nabi itu telah pergi… Ꞁ1
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
/>Ꞁ2(boards┐II)
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
ᴊᴀᴢᴀᴋᴜᴍᴜʟʟᴀʜᴜ
ᴋʜᴀɪʀᴀɴ
ʙᴀᴀʀᴀᴋᴀʟʟᴀʜᴜ
ꜰɪɪᴋᴜᴍ
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]
SUMBER bacaan: •Al-Isti’ab, karya Al-Imam Ibnu ‘Abdil Barr
(4/1701-1704,1853-1854), •Ath-Thabaqatul Kubra, karya Al-Imam
Ibnu Sa’d (8/30-35), •Mukhtashar Sirah Ar-Rasul, karya
Asy-Syaikh Muhammad ibn ‘Abdil Wahhab (hal. 110-117), •Shahih
As-Sirah An-Nabawiyah, karya Ibrahim Al-‘Ali (hal. 192), •Siyar
A’lamin Nubala, karya Al-Imam Adz-Dzahabi (2/246-250), Penulis:
Al-Ustadzah Ummu ‘Abdirrahman Anisah bint ‘Imran, dinukil dari
asysyariah.com, kategori cerminan shalihah
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
*****************************************************
Page 1 of 1