URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       ↑iscm
  HTML https://iscm.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: ۩۞۩ KELUARGA RASULULLAH ص&#...
       *****************************************************
       #Post#: 260--------------------------------------------------
       🟢 Putra-Putri Nabi Shallallahu 'Alaihi Wassalam:
       Ruqayyah bint Muhammad
   DIR By: HanZahavi
       Date: December 31, 2023, 12:13 pm
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
       [center]BIOGRAFI &#9701;&#8593;&#10043;AHLULHADITS, PARA
       SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
       &#65018;[/center]
       [center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
       sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar ibn Abdul Aziz) &#9654; Mari kita kembali kepada Al Qur'an
       dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.&#10043;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       &#10043; Ruqayyah bint Rasulullah &#65018;
       (Wafat 2 H) Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
       [size=9pt]&#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=91
       Ruqayyah telah menikah dengan Utbah [i]ibn Abu lahab sebelum
       masa kenabian. Sebenarnya hat itu sangat tidak disukai oleh
       Khadijah radhiyallahu 'anha. Karena ia telah mengenal perilaku
       ibu Utbah, yaitu Ummu jamil bint Harb, yang terkenal berperangai
       buruk dan jahat. ta khawatir putrinya akan memperoleh
       sifat-sifat buruk dari ibu mertuanya tersebut. Dan ketika
       Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah diangkat menjadi
       Nabi, maka Abu Lahablah, orang yang paling memusuhi Rasulullah
       shallallahu ‘alaihi wasallam dan Islam. Abu Lahab telah banyak
       menghasut orang-orang Makkah agar memusuhi Nabi shallallahu
       ‘alaihi wasallam dan para sahabat . Begitu pufa istrinya, Ummu
       Jamil yang senantiasa berusaha mencelakakan Rasulullah
       shallallahu ‘alaihi wasallam dan memfitnahnya. Atas perilaku Abu
       lahab dan permusuhannya yang keras terhadap Rasulullah
       shallallahu ‘alaihi wasallam, maka Allah telah menurunkan
       wahyu-Nya, [color=blue]‘Maka celakalah kedua tangan Abu lahab,
       (Al Lahab: 1) Setelah ayat ini turun, maka Abu Lahab berkata
       kepada kedua orang putranya, Utbah dan Utaibah, ‘Kepalaku tidak
       haial bagi kepalamu selama kamu tidak menceraikan Putri
       Muhammad.’ Atas perintah bapaknya itu, maka Utbah mericeraikan
       istrinya tanpa alasan. Setelah bercerai dengan Utbah, kemudian
       Ruqayyah dinikahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
       dengan 'Utsman ibn Affan.[/color][/i]
       Hati Ruqayyah pun berseri-seri dengan pernikahannya ini. Karena
       Utsman adalah seorang Muslim yang beriman teguh, berbudi luhur,
       tampan, kaya raya, dan dari golongan bangan Quraisy. Setelah
       pernikahan itu, penderitaan kaum muslimin bertambah berat,
       dengan tekanan dan penindasan dari kafirin Quraisy. Ketika
       semakin hari penderitaan kaum muslimin, termasuk keluarga
       Rasulutlah shallallahu ‘alaihi wasallam bertambah berat, maka
       dengan berat hati Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengijinkan
       Utsman beserta keluarganya dan beberapa muslim lainnya untuk
       berhijrah ke negeri Habasyah. Ketika itu Rasulullah shallallahu
       ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Pergilah ke negeri Habasyah, karena
       di sana ada seorang raja yang terkenal baik budinya, tidak suka
       menganiaya siapapun, Di sana adalah bumi yang melindungi
       kebenaran. Pergilah kalian ke sana. Sehingga Allah akan
       membebaskan kalian dari penderitaan ini.’
       Maka berangkatlah satu kafilah untuk berhijrah dengan diketuai
       oleh Utsman ibn Affan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
       bersabda tentang mereka, Mereka adalah orang yang pertama kali
       hijrah karena Allah setelah Nabi Luth alaihissalam.’ Setibanya
       di Habasyah mereka memperoleh perlakuan yang sangat baik dari
       Raja Habasyah. Mereka hidup tenang dan tenteram, hingga
       datanglah berita bahwa keadaan kaum muslimin di Makkah telah
       aman. Mendengar berita tersebut, disertai kerinduan kepada
       kampung halaman, maka Utsman memutuskan bahwa kafilah muslimin
       yang dipimpinnya itu akan kembali lagi ke kampung halamannya di
       Makkah. Mereka pun kembali. Namun apa yang dijumpai adalah
       berbeda dengan apa yang mereka dengar ketika di Habasyah. Pada
       masa itu, mereka mendapati keadaan kaum muslimin yang
       mendapatkan penderitaan lebih parah lagi. Pembantaian dan
       penyiksaan atas kaum muslimin semakin meningkat. Sehingga
       rombongan ini tidak berani memasuki Makkah pada siang hari.
       Ketika malam telah menyelimuti kota Makkah, barulah mereka
       mengunjungi rumah masingmasing yang dirasa aman. Ruqayyah pun
       masuk ke rumahnya, melepas rindu terhadap orang tua dan
       saudara-saudaranya.
       Namun ketika matanya beredar ke sekeliling rumah, ia tidak
       menjumpai satu sosok manusia yang sangat ia rindukan. la
       bertanya, ‘Mana ibu?….. mana ibu?….’ Saudara-saudaranya terdiam
       tidak menjawab. Maka Ruqayyah pun sadar, orang yang sangat
       berarti dalam hidupnya itu telah tiada. Ruqayyah menangis.
       Hatinya sangat bergetar, bumi pun rasanya berputar atas
       kepergiannya. Penderitaan hatinya, ternyata tidak berhenti
       sampai di situ. Tidak lama berselang, anak lelaki satu-satunya,
       yaitu Abdullah yang lahir ketika hijrah pertama, telah meninggal
       dunia pula. Padahal nama Abdullah adalah kun-yah bagi Utsman
       radhiyallahu 'anhu, yaitu Abu Abdullah. Abdullah masih berusia
       dua tahun, ketika seekor ayam jantan mematuk mukanya sehingga
       mukanya bengkak, maka Allah mencabut nyawanya. Ruqayyah tidak
       mempunyai anak lagi setelah itu.
       Dia hijrah ke Madinah setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi
       wasallam hijrah. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
       bersiap-siap untuk perang Badar, Ruqayyah jatuh sakit, sehingga
       Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruh Utsman ibn
       Affan agar tetap tinggal di Madinah untuk merawatnya. Namun maut
       telah menjemput Ruqayyah ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi
       wasallam masih berada di medan Badar pada bulan Ramadhan.
       Kemudian berita wafatnya ini dikabarkan oleh Zaid ibn Haritsah
       ke Badar. Dan kemenangan kaum muslimin yang dibawa oleh
       Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beserta pasukannya dari
       Badar, ketika masuk ke kota Madinah, telah disambut dengan
       berita penguburan Ruqayyah. Pada saat wafatnya Ruqayyah,
       Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, Bergabunglah
       dengan pendahulu kita, Utsman ibn Maz’un.’
       Para wanita menangisi kepergian Ruqayyah. Sehingga Umar ibn
       Khattab radhiyallahu’anhu datang kepada para wanita itu dan
       memukuli mereka dengan cambuknya agar mereka tidak keterlaluan
       dalam menangisi jenazah Ruqayyah. Akan tetapi Rasulullah
       shallallahu ‘alaihi wasallam menahan tangan Umar. dan berkata,
       ‘Biarkaniah mereka menangis, ya Umar. Tetapi hati-hatilah dengan
       bisikan syaitan. Yang datang dari hati dan mata adalah dari
       Allah dan merupakan rahmat. Yang datang dari tangan dan lidah
       adalah dari syaitan’. &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/msg56/#msg56
       &#10043; Ruqayyah dan Ummu Kultsum &#42880;1
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
       />&#42880;2(boards&#9488;II)
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
       Lahir dua orang putri dari rahim ibunya, Khadijah bint Khuwailid
       ibn Asad ibn ‘Abdil ‘Uzza radhiyallahu ‘anha. Menyandang nama
       Ruqayyah dan Ummu Kultsum radhiyallahu’anhuma, di bawah
       ketenangan naungan seorang ayah yang mulia, Muhammad ibn
       ‘Abdillah ibn ‘Abdil Muththalib shallallahu ‘alaihi wasallam.
       Sebelum datang masa sang ayah diangkat sebagai nabi Allah,
       Ruqayyah disunting oleh seorang pemuda bernama ‘Utbah, putra Abu
       Lahab ibn ‘Abdul Muththalib, sementara Ummu Kultsum menikah
       dengan saudara ‘Utbah, ‘Utaibah ibn Abi Lahab. Namun, pernikahan
       itu tak berjalan lama. Berawal dengan diangkatnya Muhammad
       shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai nabi, menyusul kemudian
       turun Surat Al-Lahab yang berisi cercaan terhadap Abu Lahab,
       maka Abu Lahab dan istrinya, Ummu Jamil, menjadi berang. Dia
       berkata kepada dua putranya, ‘Utbah dan ‘Utaibah yang menyunting
       putri-putri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Haram jika
       kalian berdua tidak menceraikan kedua putri Muhammad!”
       Kembalilah dua putri yang mulia ini dalam keteduhan naungan ayah
       bundanya, sebelum sempat dicampuri suaminya. Bahkan dengan
       itulah Allah selamatkan mereka berdua dari musuh-musuh-Nya.
       Ruqayyah dan Ummu Kultsum pun berislam bersama ibunda dan
       saudari-saudarinya.
       Allah subhanahu wata’ala memberikan ganti yang jauh lebih baik.
       Ruqayyah bint Rasulullah radhiyallahu ‘anha disunting oleh
       seorang sahabat mulia, ‘Utsman ibn ‘Affan radhiyallahu’anhu.
       Sebagaimana kaum muslimin yang lain, mereka berdua menghadapi
       gelombang ujian yang sedemikian dahsyat melalui tangan kaum
       musyrikin Makkah dalam menggenggam keimanan. Hingga akhirnya,
       pada tahun kelima setelah nubuwah, Allah subhanahu wata’ala
       bukakan jalan untuk hijrah ke bumi Habasyah, menuju perlindungan
       seorang raja yang tidak pernah menzalimi siapa pun yang ada
       bersamanya. ‘Utsman ibn ‘Affan radhiyallahu’anhu membawa
       istrinya di atas keledai, meninggalkan Makkah, bersama sepuluh
       orang sahabat yang lainnya, berjalan kaki menuju pantai. Di sana
       mereka menyewa sebuah perahu seharga setengah dinar.
       Di bumi Habasyah, Ruqayyah radhiyallahu ‘anha melahirkan seorang
       putra yang bernama ‘Abdullah. Akan tetapi, putra ‘Utsman ini
       tidak berusia panjang. Suatu ketika, ada seekor ayam jantan yang
       mematuk matanya hingga membengkak wajahnya. Dengan sebab musibah
       ini, ‘Abdullah meninggal dalam usia enam tahun.
       Perjalanan mereka belum berakhir. Saat kaum muslimin
       meninggalkan negeri Makkah untuk hijrah ke Madinah, mereka
       berdua pun turut berhijrah ke negeri itu. Begitu pun Ummu
       Kultsum radhiyallahu ‘anha, berhijrah bersama keluarga
       Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
       Selang berapa lama mereka tinggal di Madinah, bergema seruan
       perang Badr. Para sahabat bersiap untuk menghadapi musuh-musuh
       Allah. Namun bersamaan dengan itu, Ruqayyah bint Rasulullah
       radhiyallahu ‘anha diserang sakit. Rasulullah shallallahu
       ‘alaihi wasallam pun memerintahkan ‘Utsman ibn ‘Affan
       radhiyallahu ‘anhu untuk tetap tinggal menemani istrinya.
       Ternyata itulah pertemuan mereka yang terakhir. Di antara
       malam-malam peristiwa Badr, Ruqayyah bint Rasulullah
       radhiyallahu ‘anha kembali ke hadapan Rabbnya karena sakit yang
       dideritanya. ‘Utsman ibn ‘Affan radhiyallahu ‘anhu sendiri yang
       turun untuk meletakkan jasad istrinya di dalam kuburnya.
       Saat diratakan tanah pekuburan Ruqayyah radhiyallahu ‘anha,
       terdengar kabar gembira kegemilangan pasukan muslimin melibas
       kaum musyrikin yang diserukan oleh Zaid ibn Haritsah
       radhiyallahu ‘anhu. Kedukaan itu berlangsung bersama datangnya
       kemenangan, saat Ruqayyah bint Muhammad radhiyallahu ‘anha pergi
       untuk selama-lamanya pada tahun kedua setelah hijrah.
       Sepeninggal Ruqayyah radhiyallahu ‘anha, ‘Umar ibn Al Khaththab
       radhiyallahu ‘anh menawarkan kepada ‘Utsman ibn ‘Affan
       radhiyallahu ‘anh untuk menikah dengan putrinya, Hafshah bint
       ‘Umar radhiyallahu ‘anhma yang kehilangan suaminya di medan
       Badr. Namun saat itu ‘Utsman dengan halus menolak. Datanglah
       ‘Umar ibn Al-Khaththab radhiyallahu ‘anh ke hadapan Rasulullah
       shallallahu ‘alaihi wasallam mengadukan kekecewaannya.
       Ternyata Allah subhanahu wata’ala memilihkan yang lebih baik
       dari itu semua. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meminang
       Hafshah radhiyallahu ‘anha untuk dirinya, dan menikahkan ‘Utsman
       ibn ‘Affan radhiyallahu ‘anh dengan putrinya, Ummu Kultsum
       radhiyallahu ‘anha. Tercatat peristiwa ini pada bulan Rabi’ul
       Awwal tahun ketiga setelah hijrah.
       Enam tahun berlalu. Ikatan kasih itu harus kembali terurai. Ummu
       Kultsum radhiyallahu ‘anha kembali ke hadapan Rabbnya pada tahun
       kesembilan setelah hijrah, tanpa meninggalkan seorang putra pun
       bagi suaminya. Jasadnya dimandikan oleh Asma’ bint ‘Umais dan
       Shafiyah bint ‘Abdil Muththalib radhiyallahu’anhuma. Tampak
       Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menshalati jenazah
       putrinya. Setelah itu, beliau duduk di sisi kubur putrinya.
       Sembari kedua mata beliau berlinang air mata, beliau bertanya,
       “Adakah seseorang yang tidak mendatangi istrinya semalam?” Abu
       Thalhah menjawab, “Saya.” Kata beliau, “Turunlah!”
       Jasad Ummu Kultsum radhiyallahu ‘anha dibawa turun dalam tanah
       pekuburannya oleh ‘Ali ibn Abi Thalib, Al-Fadhl ibn Al-‘Abbas,
       Usamah ibn Zaid serta Abu Thalhah Al-Anshari radhiyallahu ‘anh.
       Ruqayyah dan Ummu Kultsum, dua putri Rasulullah shallallahu
       ‘alaihi wasallam, semoga Allah meridhai keduanya…. Wallahu
       ta’ala a’lamu bish-shawab. &#42880;1
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
       />&#42880;2(boards&#9488;II)
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       &#7434;&#7424;&#7458;&#7424;&#7435;&#7452;&#7437;&#7452;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#7435;&#668;&#7424;&#618;&#640;&#7424;&#628;
       &#665;&#7424;&#7424;&#640;&#7424;&#7435;&#7424;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#42800;&#618;&#618;&#7435;&#7452;&#7437;
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]
       (SUMBER: Al-Isti’ab, karya Al-Imam Ibnu ‘Abdil Barr (hal. 1038,
       bacaan: • Ath-Thabaqatul Kubra, karya Al-Imam Ibnu Sa’d
       1839-1842, 1952-1953), • Fathul Ats-Tsiqat, karya Al-Imam Ibnu
       Hibban (2/105), • (8/36-38), • Siyar A’lamin Bari, karya
       Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-‘Asqalani (7/188), • Tahdzibul Kamal,
       karya Nubala, karya Al-Imam Adz-Dzahabi (2/250-253), • Al-Imam
       Al-Mizzi (19/448), Penulis: Al-Ustadzah Ummu ‘Abdirrahman Anisah
       bint ‘Imran, dinukil dari asysyariah.com, kategori cerminan
       shalihah)
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       *****************************************************
       Page 1 of 1