DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ KELUARGA RASULULLAH ص&#...
*****************************************************
#Post#: 259--------------------------------------------------
🟢 Putra-Putri Nabi Shallallahu 'Alaihi Wassalam: Ummu
Kultsum
DIR By: HanZahavi
Date: December 31, 2023, 12:12 pm
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
[center]BIOGRAFI ◥↑✻AHLULHADITS, PARA
SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
ﷺ[/center]
[center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar ibn Abdul Aziz) ▶ Mari kita kembali kepada Al Qur'an
dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.✻
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
✻ Ummu Kultsum bint Muhammad ﷺ
(Wafat 9 H) Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
[size=9pt]◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=86
Ummu Kultsum adalah adik Ruqayyah, putri Rasulullah
[i]Shallallahu ‘Alaihi Wassallam. Ia telah menikah dengan
Utaibah ibn Abu Lahab, saudara Utbah yang telah menikahi
Ruqayyah, sebelurn mereka mengenal Islam. Lalu ketika Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wassallam telah diangkat menjadi Nabi, ia
dan saudara-saudaranya memeluk Islam dengan lapang dada. Dan
dakwah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassallam yang selalu ditentang
oleh Abu lahab beserta keluarganya ini, menyebabkan Allah telah
mewahyukan kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassallam firman-Nya
yang berbunyi, Maka celakalah kedua tangan Abu lahab' (Al-Lahab:
1). ‘Setelah turun ayat ini, Abu lahab berkata kepada Uthaibah
anaknya, “Kepalaku tidak halal bagi kepalamu selama kamu tidak
menceraikan putri Nabi. Maka dia pun menceraikan istrinya, Ummu
Kultsum begitu saja. Uthaibah mendatangi Nabi Shallallahu
‘Alaihi Wassallam dan mengatakan kata-kata yang menyakitkan hati
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam. Atas perlakuan itu,
maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam telah berdo’a
kepada Allah, agar mengirimkan anjing-anjing-Nya untuk
membinasakan Uthaibah. Dan apa yang telah dido’akan oleh Nabi
Shallallahu ‘Alaihi Wassallam terhadap Uthaibah itu benar-benar
terjadi.[/i]
Dalam suatu perjalanan, seekor singa yang ganas teiah memilih
Uthaibah di antara teman-temannya untuk diterkam kepalanya.
Uthaibah mati dalam keadaan yang sangat mengerikan. Setelah
bercerai, maka Ummu Kultsum kembali tinggal bersama Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wassallam di Makkah. Dia ikut hijrah ke
Madinah ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam
berhijrah, kemudian tinggal di sana bersama keluarga Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wassallam. Ruqayyah dan Ummu Kultsum adalah
dua orang saudara yang perjalanan hidup mereka hampir sama.
Mereka berdua terlahir dari bapak yang sama, ibu yang sama,
suami mereka pun kakak beradik yang namanya mempunyai arti yang
sama; Utbah dan Uthaibah, mempunyai mertua yang sama, masuk
Islam pada hari yang sama, bercerai pada hari yang sama, dan
setelah perceraian itu, mereka mempunyai suami yang sama pula.
Ketika Ruqayyah meninggal dunia, maka Utsman ibn Affan. menikahi
Ummu Kultsum yang masih perawan yang belum terjamah oleb
Uthaibah. Pada waktu itu adalah bulan Rabi’ul-Awwal, tahun ke-3
Hijriyah. Dan keduanya baru berkumpul pada bulan Jumadits-Tsani.
Mereka hidup bersama sampai Ummu Kultsum meninggal dunia tanpa
mendapatkan seorang anak pun. Ummu Kultsum meninggal dunia pada
bulan Sya’ban tahun ke-9 Hijriyah. Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi Wassallam berkata, ‘Seandainya aku mempunyai sepuluh
orang putri, maka aku akan tetap menikahkan mereka dengan
Utsman.’ Ummu Kultsum adaiah seorang wanita yang cantik. la
senang memakai jubah sutra yang bergaris. Pada hari wafatnya,
jenazahnya telah dimandikan oleh Asma’ bint Umais dan Shafiah
bint Abdul Muthalib. jenazahnya ditempatkan di atas sebuah
keranda yang terbuat dari batang pohon palem yang baru dipotong.
Dan pada saat penguburannya, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
Wassallam duduk di dekat kuburan Ummu Kultsum dengan berlinangan
air mata. Beliau berkata, siapa di antara kalian yang tidak
bercampur dengan istrinya tadi malam?’ Abu Thalhah radhiyallahu
'anhu. berkata, ‘Aku, ya Rasulullah ‘ lalu Beliau menyuruhnya,
“Turunlah kamu.” Maka Abu Thalhah turun dan menguburkan Ummu
Kultsum. Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/msg56/#msg56
✻ Ruqayyah dan Ummu Kultsum
Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/msg56/#msg56
Lahir dua orang putri dari rahim ibunya, Khadijah bint Khuwailid
ibn Asad ibn ‘Abdil ‘Uzza radhiyallahu ‘anha. Menyandang nama
Ruqayyah dan Ummu Kultsum radhiyallahu ‘anhuma, di bawah
ketenangan naungan seorang ayah yang mulia, Muhammad ibn
‘Abdillah ibn ‘Abdil Muththalib Shallallahu ‘Alaihi Wassallam.
Sebelum datang masa sang ayah diangkat sebagai nabi Allah,
Ruqayyah disunting oleh seorang pemuda bernama ‘Utbah, putra Abu
Lahab ibn ‘Abdul Muththalib, sementara Ummu Kultsum menikah
dengan saudara ‘Utbah, ‘Utaibah ibn Abi Lahab. Namun, pernikahan
itu tak berjalan lama. Berawal dengan diangkatnya Muhammad
Shallallahu ‘Alaihi Wassallam sebagai nabi, menyusul kemudian
turun Surat Al-Lahab yang berisi cercaan terhadap Abu Lahab,
maka Abu Lahab dan istrinya, Ummu Jamil, menjadi berang. Dia
berkata kepada dua putranya, ‘Utbah dan ‘Utaibah yang menyunting
putri-putri Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam, “Haram
jika kalian berdua tidak menceraikan kedua putri Muhammad!”
Kembalilah dua putri yang mulia ini dalam keteduhan naungan ayah
bundanya, sebelum sempat dicampuri suaminya. Bahkan dengan
itulah Allah selamatkan mereka berdua dari musuh-musuh-Nya.
Ruqayyah dan Ummu Kultsum pun berislam bersama ibunda dan
saudari-saudarinya.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan ganti yang jauh lebih baik.
Ruqayyah bint Rasulullah radhiyallahu ‘anha disunting oleh
seorang sahabat mulia, ‘Utsman ibn ‘Affan radhiyallahu ‘anhu.
Sebagaimana kaum muslimin yang lain, mereka berdua menghadapi
gelombang ujian yang sedemikian dahsyat melalui tangan kaum
musyrikin Makkah dalam menggenggam keimanan. Hingga akhirnya,
pada tahun kelima setelah nubuwah, Allah Subhanahu Wa Ta’ala
bukakan jalan untuk hijrah ke bumi Habasyah, menuju perlindungan
seorang raja yang tidak pernah menzalimi siapa pun yang ada
bersamanya. ‘Utsman ibn ‘Affan radhiyallahu ‘anhu membawa
istrinya di atas keledai, meninggalkan Makkah, bersama sepuluh
orang sahabat yang lainnya, berjalan kaki menuju pantai. Di sana
mereka menyewa sebuah perahu seharga setengah dinar.
Di bumi Habasyah, Ruqayyah radhiyallahu ‘anha melahirkan seorang
putra yang bernama ‘Abdullah. Akan tetapi, putra ‘Utsman ini
tidak berusia panjang. Suatu ketika, ada seekor ayam jantan yang
mematuk matanya hingga membengkak wajahnya. Dengan sebab musibah
ini, ‘Abdullah meninggal dalam usia enam tahun.
Perjalanan mereka belum berakhir. Saat kaum muslimin
meninggalkan negeri Makkah untuk hijrah ke Madinah, mereka
berdua pun turut berhijrah ke negeri itu. Begitu pun Ummu
Kultsum radhiyallahu ‘anha, berhijrah bersama keluarga
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam.
Selang berapa lama mereka tinggal di Madinah, bergema seruan
perang Badr. Para sahabat bersiap untuk menghadapi musuh-musuh
Allah. Namun bersamaan dengan itu, Ruqayyah bint Rasulullah
radhiyallahu ‘anha diserang sakit. Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi Wassallam pun memerintahkan ‘Utsman ibn ‘Affan
radhiyallahu ‘anhu untuk tetap tinggal menemani istrinya.
Ternyata itulah pertemuan mereka yang terakhir. Di antara
malam-malam peristiwa Badr, Ruqayyah bint Rasulullah
radhiyallahu ‘anha kembali ke hadapan Rabbnya karena sakit yang
dideritanya. ‘Utsman ibn ‘Affan radhiyallahu ‘anhu sendiri yang
turun untuk meletakkan jasad istrinya di dalam kuburnya.
Saat diratakan tanah pekuburan Ruqayyah radhiyallahu ‘anha,
terdengar kabar gembira kegemilangan pasukan muslimin melibas
kaum musyrikin yang diserukan oleh Zaid ibn Haritsah
radhiyallahu ‘anhu. Kedukaan itu berlangsung bersama datangnya
kemenangan, saat Ruqayyah bint Muhammad radhiyallahu ‘anha pergi
untuk selama-lamanya pada tahun kedua setelah hijrah.
Sepeninggal Ruqayyah radhiyallahu ‘anha, ‘Umar ibn Al Khaththab
radhiyallahu ‘anhu menawarkan kepada ‘Utsman ibn ‘Affan
radhiyallahu ‘anhu untuk menikah dengan putrinya, Hafshah bint
‘Umar radhiyallahu ‘anhuma yang kehilangan suaminya di medan
Badr. Namun saat itu ‘Utsman dengan halus menolak. Datanglah
‘Umar ibn Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu ke hadapan Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wassallam mengadukan kekecewaannya.
Ternyata Allah Subhanahu Wa Ta’ala memilihkan yang lebih baik
dari itu semua. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam
meminang Hafshah radhiyallahu ‘anha untuk dirinya, dan
menikahkan ‘Utsman ibn ‘Affan radhiyallahu ‘anhu dengan
putrinya, Ummu Kultsum radhiyallahu ‘anha. Tercatat peristiwa
ini pada bulan Rabi’ul Awwal tahun ketiga setelah hijrah.
Enam tahun berlalu. Ikatan kasih itu harus kembali terurai. Ummu
Kultsum radhiyallahu ‘anha kembali ke hadapan Rabbnya pada tahun
kesembilan setelah hijrah, tanpa meninggalkan seorang putra pun
bagi suaminya. Jasadnya dimandikan oleh Asma’ bint ‘Umais dan
Shafiyah bint ‘Abdil Muththalib radhiyallahu ‘anhuma. Tampak
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam menshalati jenazah
putrinya. Setelah itu, beliau duduk di sisi kubur putrinya.
Sembari kedua mata beliau berlinang air mata, beliau bertanya,
“Adakah seseorang yang tidak mendatangi istrinya semalam?” Abu
Thalhah menjawab, “Saya.” Kata beliau, “Turunlah!”
Jasad Ummu Kultsum radhiyallahu ‘anha dibawa turun dalam tanah
pekuburannya oleh ‘Ali ibn Abi Thalib, Al-Fadhl ibn Al-‘Abbas,
Usamah ibn Zaid serta Abu Thalhah Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu.
Ruqayyah dan Ummu Kultsum, dua putri Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi Wassallam, semoga Allah meridhai keduanya…. Wallahu
Ta’ala A’lamu Bish-shawab. Ꞁ1
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
/>Ꞁ2(boards┐II)
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
ᴊᴀᴢᴀᴋᴜᴍᴜʟʟᴀʜᴜ
ᴋʜᴀɪʀᴀɴ
ʙᴀᴀʀᴀᴋᴀʟʟᴀʜᴜ
ꜰɪɪᴋᴜᴍ
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]
(SUMBER: Al-Isti’ab, karya Al-Imam Ibnu ‘Abdil Barr (hal. 1038,
bacaan: • Ath-Thabaqatul Kubra, karya Al-Imam Ibnu Sa’d
1839-1842, 1952-1953), • Fathul Ats-Tsiqat, karya Al-Imam Ibnu
Hibban (2/105), • (8/36-38), • Siyar A’lamin Bari, karya
Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-‘Asqalani (7/188), • Tahdzibul Kamal,
karya Nubala, karya Al-Imam Adz-Dzahabi (2/250-253), • Al-Imam
Al-Mizzi (19/448), Penulis: Al-Ustadzah Ummu ‘Abdirrahman Anisah
bint ‘Imran, dinukil dari asysyariah.com, kategori cerminan
shalihah)
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
*****************************************************
Page 1 of 1