URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       ↑iscm
  HTML https://iscm.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: ۩۞۩ KELUARGA RASULULLAH ص&#...
       *****************************************************
       #Post#: 255--------------------------------------------------
       🟠 Istri-Istri Nabi زوجات
       النبي : Khadijah Bint Khuwaylid
   DIR By: LailaDelon
       Date: December 31, 2023, 11:47 am
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
       [center]BIOGRAFI &#9701;&#8593;&#10043;AHLULHADITS, PARA
       SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
       &#65018;[/center]
       [center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
       sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar ibn Abdul Aziz) &#9654; Mari kita kembali kepada Al Qur'an
       dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.&#10043;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       &#10043; Khadijah bint Khuwaylid [font=georgia]radhiyallahu
       'anha[/font]
       (Wafat 3 SH) Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
       [size=9pt]&#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=95
       Khadijah [i]bint Khuwaylid adalah sebaik-baik wanita ahli surga.
       Ini sebagaimana sabda Rasulullah, “Sebaik-baik wanita ahli surga
       adalah Maryam bint Imran dan Khadijah bint Khuwaylid.” Khadijah
       adalah wanita pertama yang hatinya tersirami keimanan dan
       dikhususkan Allah untuk memberikan keturunan bagi Rasulullah
       shallallahu ‘alaihi wasallam., menjadi wanita pertama yang
       menjadi Ummahatul Mukminin, serta turut merasakan berbagai
       kesusahan pada fase awal jihad pcnyebaran agama Allah kepada
       seluruh umat manusia.[/i]
       Khadijah adalah wanita yang hidup dan besar di lingkungan Suku
       Quraisy dan lahir dari keluarga terhormat pada lima belas tahun
       sebelum Tahun Gajah, sehingga banyak pemuda Quraisv yang ingin
       mempersuntingnya. Sebelum menikah dengan Rasulullah, Khadijah
       pernah dua kali menikah. Suami pertama Khadijah adalah Abu Halah
       at-Tamimi, yang wafat dengan meninggalkan kekayaan yang banyak,
       juga jaringan perniagaan yang luas dan berkembang. Pernikahan
       kedua Khadijah adalah dengan Atiq ibn Aidz ibn Makhzum, yang
       juga wafat dengan meninggalkan harta dan perniagaan. Dengan
       demikian, Khadijah menjadi orang terkaya di kalangan suku
       Quraisy.
       [size=12pt]&#10043; Wanita Suci
       Sayyidah Khadijah dikenal dengan julukan wanita suci sejak
       perkawinannya dengan Abu Halah dan Atiq ibn Aidz karena
       keutamaan ãkhlak dan sifat terpujinya. Karena itu, tidak heran
       jika kalangan Quraisy memberikan penghargaan dan berupa
       penghormatan yang tinggi kepadanya.
       Kekayaan yang berlimpahlah yang menjadikan Khadijah tetap
       berdagang. Akan tetapi, Khadijah merasa tidak mungkin jika semua
       dilakukan tanpa bantuan orang lain. Tidak mungkin jika dia harus
       terjun langsung dalam berniaga dan bepergian membawa barang
       dagangan ke Yaman pada musim dingin dan ke Syam pada musim
       panas. Kondisi itulah yang menyebabkan Khadijah mulai
       mempekerjakan beberapa karyawan yang dapat menjaga amanah atas
       harta dan dagangannya. Untuk itu, para karyawannya menerima upah
       dan bagian keuntungan sesuai dengan kesepakatan. Walaupun
       pekerjaan itu cukup sulit, bermodalkan kemampuan intelektual dan
       kecemerlangan pikiran yang didukung oleh pengetahuan dasar
       tentang bisnis dan bekerja sama, Khadijah mampu menyeleksi
       orang-orang yang dapat diajak berbisnis. Itulah yang
       mengantarkan Khadilah menuju kesuksesan yang gemilang.
       &#10043; Pemuda yang Jujur
       Khadijah memiliki seorang pegawai yang dapat dipercaya dan
       dikenal dengan nama Maisarah. Dia dikenal sebagai pemuda yang
       ikhlas dan berani, sehingga Khadijah pun berani melimpahkan
       tanggung jawab untuk pengangkatan pegawai baru yang akan
       mengiring dan menyiapkan kafilah, menentukan harga, dan memilih
       barang dagangan. Sebenarnya itu adalah pekerjaan berat, namun
       penugasan kepada Maisarah tidaklah sia-sia.
       &#10043; Pemuda Pemegang Amanah
       Kaum Quraisy tidak mengenal pemuda mana pun yang wara, takwa,
       dan jujur selain Muhammad ibn Abdullah, yang sejak usia lima
       belas tahun telah diajak oleh Maisarah untuk menyertainya
       berdagang.
       Seperti biasanya, Maisarah menyertai Muhammad ke Syam untuk
       membawa dagangan Khadijah, karena memang keduanya telah sepakat
       untuk bekerja sama. Perniagaan mereka ketika itu memberikan
       keuntungan yang sangat banyak sehingga Maisarah kembali membawa
       keuntungan yang berlipat ganda. Maisarah mengatakan bahwa
       keuntungan yang mereka peroleh itu berkat Muhammad yang berniaga
       dengan penuh kejujuran. Maisarah menceritakan kejadian aneh
       selama melakukan perjalanan ke Syam dengan Muhammad. Selama
       perjalanan, dia melihat gulungan awan tebal yang senantiasa
       mengiringi Muhammad yang seolah-olah melindungi beliau dari
       sengatan matahari. Dia pun mendengar seorang rahib yang bernama
       Buhairah, yang mengatakan bahwa Muhammad adalah laki-laki yang
       akan menjadi nabi yang ditunggu-tunggu oleh orang Arab
       sebgaimana telah tertulis di dalam Taurat dan Injil.
       Cerita-cerita tentang Muhammad itu meresap ke dalam jiwa
       Khadijah, dan pada dasarnya Khadijah pun telah merasakan adanya
       kejujuran, amanah, dan cahaya yang senantiasa menerangi wajah
       Muhammad. Perasaan Khadijah itu menimbulkan kecenderungan
       terhadap Muhammad di dalam hati dan pikirannya, sehingga dia
       menemui anak pamannya, Waraqah ibn Naufal, yang dikenal dengan
       pengetahuannya tentang orang- orang terdahulu. Waraqah
       mengatakan bahwa akan muncul nabi besar yang dinanti-nantikan
       manusia dan akan mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju
       cahaya Allah. Penuturan Waraqah itu menjadikan niat dan
       kecenderungan Khadijah terhadap Muhammad semakin bertambah,
       sehingga dia ingin menikah dengan Muhammad. Setelah itu dia
       mengutus Nafisah, saudara perempuan Ya’la ibn Umayyah untuk
       meneliti lebih jauh tentang Muhammad, sehingga akhirnya Muhammad
       diminta menikahi dirinya.
       Ketika itu Khadijah berusia empat puluh tahun, namun dia adalah
       wanita dari golongan keluarga terhormat dan kaya raya, sehingga
       banyak pemuda Quraisy yang ingin menikahinya. Muhammad pun
       menyetujui permohonan Khadijah tersebut. Maka, dengan salah
       seorang pamannya, Muhammad pergi menemui paman Khadijah yang
       bernama Amru ibn As’ad untuk meminang Khadijah.
       &#10043; Istri Pertama Rasulullah
       Allah menghendaki pernikahan hamba pilihan-Nya itu dengan
       Khadijah. Ketika itu, usia Muhammad baru menginjak dua puluh
       lima tahun, sementara Khadijah empat puluh tahun. Walaupun usia
       mereka terpaut sangat jauh dan harta kekayaan mereka pun tidak
       sepadan, pernikahan mereka bukanlah pernikahan yang aneh, karena
       Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah memberikan keberkahan dan
       kemuliaan kepada mereka.
       Khadijah adalah istri Nabi yang pertama dan menjadi istri
       satu-satunya sebelum dia rneninggal. Allah menganugerahi Nabi
       shallallahu ‘alaihi wasallam. melalui rahirn Khadijah beberapa
       orang anak ketika dibutuhkan persatuan dan banyaknya keturunan.
       Dia telah mernberikan cinta dan kasih sayang kepada Rasuluflah
       shallallahu ‘alaihi wasallam. pada saat-saat yang sulit dan
       tindak kekerasan dan kekejaman datang dari kerabat dekat.
       Bersama Khadijah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
       mernperoleh perlakuan yang baik serta rumah tangga yang tenteram
       damai, dan penuh cinta kasih, setelah sekian lama beliau
       merasakan pahitnya menjadi anak yatirn piatu dan miskin.
       &#10043; Putra-putri Rasulullah [font=georgia]shallallahu
       ‘alaihi wasallam[/font]
       Khadijah melahirkan dua orang anak laki-laki, yaitu Qasim dan
       Abdullah serta empat orang anak perempuan, yaitu Zainab,
       Ruqayah, Ummu Kultsum dan Fatimah. Seluruh putra dan putrinya
       lahir sebelum masa kenabian, kecuali Abdullah. Karena itulah,
       Abdullah kemudian dijuluki ath-Thayyib (yang balk) dan
       ath-Thahir (yang suci).
       Zainab banyak rnenyerupai ibunya. Setelah besar, Zainab
       dinikahkan dengan anak bibinya, Abul Ash ibnur Rabi’. Pernikahan
       Zainab ini merupakan peristiwa pertama Rasulullah rnenikahkan
       putrinya, dan yang terakhir beliau menikahkan Ummu Kultsum dan
       Ruqayah dengan dua putra Abu Lahab, yaitu Atabah dan Utaibah.
       Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. diutus menjadi Rasul,
       Fathimah az-Zahra, putri bungsu beliau rnasih kecil.
       Selain mereka ada juga Zaid ibn Haritsah yang sering disebut
       putra Muhammad. Semula, Zaid dibeli oleh Khadijah dari pasar
       Makkah yang kemudian dijadikan budaknya. Ketika Khadijah menikah
       dengan Muhammad, Khadijah memberikan Zaid kepada Muhammad
       sebagai hadiah. Rasulullah sangat mencintai Zaid karena dia
       memiliki sifat-sifat yang terpuji. Zaid pun sangat mencintai
       Rasulullah. Akan tetapi di tempat lain, ayah kandung Zaid selalu
       mencari anaknya dan akhirnya dia mendapat kabar bahwa Zaid
       berada di tempat Muhammad dan Khadijah. Dia mendatangi
       Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk memohon agar
       beliau mengembalikan Zaid kepadanya walaupun dia harus membayar
       mahal. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan
       kebebasan penuh kepada Zaid untuk memilih antara tetáp tinggal
       bersamanya dan ikut bersama ayahnya. Zaid tetap memilih hidup
       bersama Rasulullah, schingga dan sinilah kita dapat
       mengetahuisifat mulia Zaid.
       Agar pada kemudian hari nanti tidak menjadi masalah yang akan
       memberatkan ayahnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
       dan Zaid ibn Haritsah menuju halaman Ka’bah untuk mengummkan
       kebebasan Zaid dan pengangkatan Zaid sebagai anak. Setelah itu,
       ayahnya merelakan anaknya dan merasa tenang. Dari situlah
       mengapa banyak yang menjuluki Zaid dengan sebutan Zaid ibn
       Muhammad. Akan tetapi, hukum pengangkatan anak itu gugur setelah
       turun ayat yang membatalkannya, karena hal itu merupakan adat
       jahiliah, sebagaimana firman Allah berikut ini:
       ” … jika kamu mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggillah
       mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu … ”
       ([b]QS. At-Taubah: 5)
       &#10043; Pada Masa Kenabian Muhammad [font=georgia]shallallahu
       ‘alaihi wasallam[/font]
       Muhammad ibn Abdullah hidup berumah tangga dengan Khadijah bint
       Khuwaylid dengan tenterarn di bawah naungan akhlak mulia dan
       jiwa suci sang suami. Ketika itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi
       wasallam. menjadi tempat mengadu orang-orang Quraisy dalam
       menyelesaikan perselisihan dan pertentangan yang terjadi di
       antara mereka. Hal itu menunjukkan betapa tinggi kedudukan
       Rasulullah di hadapan mereka pada masa prakenabian. Beliau
       menyendiri di Gua Hira, menghambakan diri kepada Allah yang Maha
       Esa, sesuai dengan ajaran Nabi Ibrahim alaihissalam.
       Khadijah sangat ik.hlas dengan segala sesuatu yang dilakukan
       suaminya dan tidak khawatir selama ditinggal suaminya. Bahkan
       dia menjenguk serta menyiapkan makanan dan minuman selama beliau
       di dalam gua, karena dia yakin bahwa apa pun yang dilakukan
       suaminya merupakan masalah penting yang akan mengubah dunia.
       Ketika itu, Nabi Muhammad berusia empat puluh tahun.
       Suatu ketika, seperti biasanya beliau menyendiri di Gua Hira
       –waktu itu bulan Ramadhan–. Beliau sangat gemetar ketika
       mendengar suara gaib Malaikat Jibril memanggil beliau. Malaikat
       Jibril menyuruh beliau membaca, namun beliau hanya menjawab,
       “Aku tidak dapat membaca.” Akhirnya, Malaikat Jibril mendekati
       dan mendekap beliau ke dadanya, seraya berkata, “Bacalah, wahai
       Muhammad!” Ketika itu Muhammad sangat bingung dan ketakutan,
       seraya menjawab, “Aku tidak dapat membaca.” Mendengar itu,
       Malaikat Jibril mempererat dekapannya, dan berkata, “Bacalah
       dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan manusia dari
       segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Dia
       mengajari manusia dengan perantaraan pena. Dia mengajarkan
       segala sesuatu yang belum mereka ketahui.” Rasulullah Muhammad
       mengikuti bacaan tersebut. Keringat deras mengucur dari seluruh
       tubuhnya sehingga beliau kepayahan dan tidak menemukan jalan
       menuju rumah. Khadijah melihat beliau dalam keadaan terguncang
       seperti itu, kemudian memapahnya ke rumah, serta berusaha
       menghilangkan ketakutan dan kekhawatiran yang memenuhi dadanya.
       “Berilah aku selimut, Khadijah!” Beberapa kali beliau meminta
       istrinya menyelimuti tubuhnya. Khadijah memberikan ketenteraman
       kepada Rasulullah dengan segala kelembutan dan kasih sayang
       sehingga beliau merasa tenteram dan aman. Beliau ridak langsung
       menceritakan kejadian yang menimpa dirinya kepada Khadijah
       karena khawatir Khadijah menganggapnya sebagai ilusi atau
       khayalan beliau belaka.
       &#10043; Pribadi yang Agung
       Setelah rasa takut beliau hilang, Khadilah berupaya agar
       Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. mengutarakan apa yang
       telah dialaminya, dan akhirnya beliau pun menceritakan peristiwa
       yang baru dialaminya. Khadijah mendengarkan cerita suaminya
       dengan penuh minat dan mempercayai semuanya, sehingga Rasulullah
       shallallahu ‘alaihi wasallam. merasa bahwa istrinya pun menduga
       akan terjadinya hal-hal seperti itu.
       Sejak semula Khadijah telah yakin bahwa suaminya akan menerima
       amanat Allah Yang Maha Besar untuk seluruh alam semesta.
       Kejadian tersebut merupakan awal kenabian dan tugas Muhammad
       menyampaikan amanat Allah kepada manusia. Hal itu pun merupakan
       babak baru dalam kehidupan Khadijah yang dengannya dia harus
       mempercayai dan meyakini ajaran Rasulullah Muhammad, sehingga
       Rasulullah mengatakan, “Aku rnengharapkannya menjadi benteng
       yang kuat bagi diriku.”
       Di sinilah tampak kebesaran pribadi serta kematangan dan
       kebijaksanaan pemikiran Khadijah. Khadijah telah mencapai
       derajat yang tinggi dan sempurna, yang belum pernah dicapai oleh
       wanita mana pun. Dia telah berkata kepada Rasulullah shallallahu
       ‘alaihi wasallam, “Demi Allah, Allah tidak akan menyia
       nyiakanrnu Engkau selalu menghubungkan silaturahim, berbicara
       benar, memikul beban orang lain, menolong orang papa,
       menghorrnati tamu, dan membantu meringankan derita dan musibah
       orang lain.”
       Setelah Rasulullah merasa tenteram dan dapat tidur dengan
       tenang, Khadijah mendatangi anak pamannya, Waraqah ibn Naufal,
       yang tidak terpengaruhi tradisi jahiliah. Khadijah menceritakan
       kejadian yang dialami suaminya. Mendengar cerita mengenai
       Rasulullah, Waraqah berseru, “Maha Mulia…. Maha Mulia…. Demi
       yang jiwa Waraqah dalam genggaman-Nya, kalau kau percaya pada
       ucapanku, maka apa yang diihat Muhammad di Gua Hira itu
       merupakan suratan yang turun kepada Musa dan Isa sebelumnya, dan
       Muhammad adalah nabi akhir zaman, dan namanya tertulis dalam
       Taurat dan Injil.” Mendengar kabar itu, Khadijah segera menemui
       suaminya (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) dan
       menyampaikan apa yang dikatakan oleh Waraqah.
       &#10043; Awal Masa Jihad di Jalan Allah
       Khadijah meyakini seruan suaminya dan menganut agarna yang
       dibawanya sebelum diumumkan kepada rnasyarakat. Itulah langkah
       awal Khadijah dalam menyertai suaminya berjihad di jalan Allah
       dan turut menanggung pahit getirnya gangguan dalam menyebarkan
       agama Allah.
       Beberapa waktu kemudian Jibril kembali mendatangi Muhammad
       shallallahu ‘alaihi wasallam. untuk membawa wahyu kedua dari
       Allah:
       “Hai orang yang berkemul (berselimut), bangunlah, lalu berilah
       peringatan dan Tuhanmu agungkanlah dan pakaianmu bersihkanlah,
       dan perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah, dan
       janganlab kamu memberi (dengan maksud) memperoleb (balasan) yang
       lebih banyak. Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu,
       bersabarlah.” (QS. Al-Muddatstir: 1-7)
       Ayat di atas merupakan perintah bagi Rasulullah untuk mulai
       berdakwah kepada kalangan kerabat dekat dan ahlulbait beliau.
       Khadijah adalah orang pertama yang menyatap kan beriman pada
       risalah Rasulullah Muhammad dan menyatakan kesediaannya menjadi
       pembela setia Nabi. Kemudian menyusul Ali ibn Abi Thalib, anak
       paman Rasulullah yang sejak kecil diasuh dalam rumah tangga
       beliau. Ali ibn Abi Thalib adalah orang pertama yang masuk Islam
       dari kalangan anak-anak, kemudian Zaid ibn Haritsah, hamba
       sahaya Rasulullah yang ketika itu dijuluki Zaid ibn Muhammad.
       Dari kalangan laki-laki dewasa, mulailah Abu Bakar masuk Islam,
       diikuti Utsman ibn Affan, Abdurrahman ibn Auf, Sa’ad ibn Abi
       Waqash, az-Zubair ibnu Awam, Thalhah ibn Ubaidilah, dan
       sahabat-sahat lainnya. Mereka masuk menyatakan Islam secara
       sembunyi-sembunyi sehingga harus melaksanakan shalat di
       pinggiran kota Makkah.
       &#10043; Masa Berdakwah Terang-terangan
       Setelah berdakwah secara sembunyi-sembunyi, turunlah perintah
       Allah kepada Rasulullah untuk memulai dakwah secara
       terang-terangan. Karena itu, datanglah beliau ke tengah-tengah
       umat seraya berseru lantang, “Allahu Akbar, Allahu Akbar… Tiada
       Tuhan selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya, Dia tidak melahirkan,
       juga tidak dilahirkan.” Seruan beliau sangat aneh terdengar di
       telinga orang-orang Quraisy. Rasulullah Muhammad memanggil
       manusia untuk beribadah kepada Tuhan yang satu, bukan Laata,
       Uzza, Hubal, Manat, serta tuhan-tuhan lain yang mernenuhi
       pelataran Ka’bah. Tentu saja mereka menolak, mencaci maki,
       bahkan tidak segan-segan menyiksa Rasulullah. Setiap jalan yang
       beliau lalui ditaburi kotoran hewan dan duri.
       Khadijah tampil mendampingi Rasulullah dengan penuh kasih
       sayang, cinta, dan kelembutan. Wajahnya senantiasa membiaskan
       keceriaan, dan bibirnya meluncur kata-kata jujur. Setiap
       kegundahan yang Rasulullah lontarkan atas perlakuan orang-orang
       Quraisy selalu didengarkan oleh Khadijah dengan penuh perhatian
       untuk kemudian dia memotivasi dan rnenguatkan hati Nabi Muhammad
       shallallahu ‘alaihi wasallam. Bersama Rasulullah, Khadijah turut
       menanggung kesulitan dan kesedihan, sehingga tidak jarang dia
       harus mengendapkan perasaan agar tidak terekspresikan pada muka
       dan mengganggu perasaan suaminya. Yang keluar adalab tutur kata
       yang lemah lembut sebagai penyejuk dan penawar hati.
       Orang yang paling keras menyakiti Rasulullah adalah paman beliau
       sendiri, Abdul Uzza ibn Abdul Muthalib, yang lebih dikenal
       dengan sebutan Abu Lahab, beserta istrinya, Ummu Jamil. Mereka
       memerintah anak-anaknya untuk memutuskan pertunangan dengan
       kedua putri Rasulullah, Ruqayah dan Ummu Kultsum. Walaupun
       begitu, Allah telah menyediakan pengganti yang lebih mulia,
       yaitu Utsman ibn Affan bagi Ruqayah. Allah mengutuk Abu Lahab
       lewat firman-Nya:
       “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan
       binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang
       ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.
       Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya
       ada tali dan sabut.” (QS. Al-Lahab: 1-5)
       Khadijah adalah tempat berlindung bagi Rasulullah. Dari
       Khadijah, beliau memperoleh keteduhan hati dan keceriaan wajah
       istrinya yang senantiasa menambah semangat dan kesabaran untuk
       terus berjuang menyebarluaskan agama Allah ke seluruh penjuru.
       Khadijah pun tidak memperhitungkan harta bendanya yang habis
       digunakan dalam perjuangan ini. Sementara itu, Abu Thalib,
       parnan Rasulullah, menjadi benteng pertahanan beliau dan menjaga
       beliau dari siksaan orang-orang Quraisy, sebab Abu Thalib adalah
       figur yang sangat disegani dan diperhitungkan oleh kaum Quraisy.
       &#10043; Pemboikotan Kaum Quraisy terhadap Kaum Muslimin
       Setelah berbagai upaya gagal dilakukan untuk menghentikan dakwah
       Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, baik itu berupa rayuan,
       intimidasi, dan penyiksaan, kaum Quraisy memutuskan untuk
       memboikot dan mengepung kaum muslimin dan menulis deklarasi yang
       kemudian digantung di pintu Ka’bah agar orang-orang Quraisy
       memboikot kaum muslimin, termasuk Rasulullah, istrinya, dan juga
       pamannya. Mereka terisolasi di pinggiran kota Makkah dan
       diboikot oleh kaum Quraisy dalam bentuk embargo atas
       transportasi, komunikasi, dan keperluan sehari-hari lainnya.
       Dalam kondisi seperti itu, Rasulullah dan istrinya dapat
       bertahan, walaupun kondisi fisiknya sudah tua dan lemah. Ketika
       itu kehidupan Khadijah sangat jauh dan kehidupan sebelumnya yang
       bergelimang dengan kekayaan, kemakmuran, dan ketinggian derajat.
       Khadijah rela didera rasa haus dan lapar dalam mendampingi
       Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. dan kaum muslimin. Dia
       sangat yakin bahwa tidak lama lagi pertolongan Allah akan
       datang. Keluarga mereka yang lain, sekali-kali dan secara
       sembunyi-sembunyi, mengirimkan makanan dan minuman untuk
       mempertahankan hidup. Pemboikotan itu berlangsung selama tiga
       tahun, tetapi tidak sedikit pun menggoyahkan akidah mereka,
       bahkan yang mereka rasakan adalah bertambah kokohnya keimanan
       dalam hati. Dengan demikian, usaha kaum Quraisy telah gagal,
       sehingga mereka mengakhiri pemboikotan dan membiarkan kaum
       muslimin kembali ke Makkah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi
       wasallam-pun kembali menyeru Nama Allah Yang Mulia dan
       melanjutkan jihad beliau.
       &#10043; Wafatnya Khadijah
       Beberapa hari setelah pemboikotan, Abu Thalib jatuh sakit, dan
       semua orang meyakini bahwa sakit kali mi merupakan akhir dan
       hidupnva. Dalam keadaan seperti itu, Abu Sufyan dan Abu Jahal
       membujuk Abu Thalib untuk menasehati Muhammad agar menghentikan
       dakwahnya, dan sebagai gantinya adalah harta dan pangkat. Akan
       tetapi, Abu Thalib tidak bersedia, dan dia mengetahui bahwa
       Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak akan bersedia
       menukar dakwahnya dengan pangkat dan harta sepenuh dunia.
       Abu Thalib meninggal pada tahun itu pula, maka tahun itu disebut
       sebagai ‘Aamul Huzni (tahun kesedihan) dalam kehidupan
       Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Sebaliknya, orang-orang
       Quraisy sangat gembira atas kematian Abu Thalib itu, karena
       mereka akan lebih leluasa mengintimidasi Rasulullah shallallahu
       ‘alaihi wasallam. dan pengikutnya. Pada saat kritis menjelang
       kematian pamannya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
       membisikkan sesuatu, Secepat ini aku kehilangan engkau?
       Pada tahun yang sama, Sayyidah Khadijah sakit keras akibat
       beberapa tahun menderita kelaparan dan kehausan karena
       pemboikotan itu. Semakin hari, kondisi badannya semakin menurun,
       sehingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. semakin sedih.
       Bersama Khadijahlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
       membangun kehidupan rumah tangga yang bahagia. Dalam sakit yang
       tidak terlalu lama, dalam usia enam puluh lima tahun, Khadijah
       meninggal, menyusul Abu Thalib. Khadijah dikuburkan di dataran
       tinggi Makkah, yang dikenal dengan sebutan al-Hajun. Rasulullah
       shallallahu ‘alaihi wasallam. sendiri yang mengurus jenazah
       istrinya, dan kalimat terakhir yang beliau ucapkan ketika
       melepas kepergiannya adalah: “Sebaik-baik wanita penghuni surga
       adalab Maryam [i]bint Imran dan Khadijah bint Khuwaylid.”[/i]
       Khadijah meninggal setelah mendapatkan kemuliaan yang tidak
       pernah dimiliki oleh wanita lain, Dia adalah Ummul Mukminin
       istri Rasulullah yang pertama, wanita pertama yang mernpercayai
       risalah Rasulullah, dan wanita pertama yang melahirkan
       putra-putri Rasulullah. Dia merelakan harta benda yang
       dimilikinya untuk kepentingan jihad di jalan Allah. Dialah orang
       pertama yang mendapat kabar gembira bahwa dirinya adalah ahli
       surga. Kenangan terhadap Khadijah senantiasa lekat dalam hati
       Rasulullah sampai beliau wafat. Semoga rahmat Allah senantiasa
       menyertai Sayyidah Khadijah bint Khuwaylid dan semoga Allah
       memberinya tempat yang layak di sisi-Nya. Aamiin. &#42880;1
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
       />&#42880;2(boards&#9488;II)
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       &#7434;&#7424;&#7458;&#7424;&#7435;&#7452;&#7437;&#7452;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#7435;&#668;&#7424;&#618;&#640;&#7424;&#628;
       &#665;&#7424;&#7424;&#640;&#7424;&#7435;&#7424;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#42800;&#618;&#618;&#7435;&#7452;&#7437;
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]
       SUMBER: buku Dzaujatur-Rasulullah, karya Amru Yusuf, Penerbit
       Darus-Sa’abu, Riyadh
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       *****************************************************
       Page 1 of 1