DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ KELUARGA RASULULLAH ص&#...
*****************************************************
#Post#: 255--------------------------------------------------
🟠 Istri-Istri Nabi زوجات
النبي : Khadijah Bint Khuwaylid
DIR By: LailaDelon
Date: December 31, 2023, 11:47 am
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
[center]BIOGRAFI ◥↑✻AHLULHADITS, PARA
SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
ﷺ[/center]
[center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar ibn Abdul Aziz) ▶ Mari kita kembali kepada Al Qur'an
dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.✻
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
✻ Khadijah bint Khuwaylid [font=georgia]radhiyallahu
'anha[/font]
(Wafat 3 SH) Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
[size=9pt]◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=95
Khadijah [i]bint Khuwaylid adalah sebaik-baik wanita ahli surga.
Ini sebagaimana sabda Rasulullah, “Sebaik-baik wanita ahli surga
adalah Maryam bint Imran dan Khadijah bint Khuwaylid.” Khadijah
adalah wanita pertama yang hatinya tersirami keimanan dan
dikhususkan Allah untuk memberikan keturunan bagi Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam., menjadi wanita pertama yang
menjadi Ummahatul Mukminin, serta turut merasakan berbagai
kesusahan pada fase awal jihad pcnyebaran agama Allah kepada
seluruh umat manusia.[/i]
Khadijah adalah wanita yang hidup dan besar di lingkungan Suku
Quraisy dan lahir dari keluarga terhormat pada lima belas tahun
sebelum Tahun Gajah, sehingga banyak pemuda Quraisv yang ingin
mempersuntingnya. Sebelum menikah dengan Rasulullah, Khadijah
pernah dua kali menikah. Suami pertama Khadijah adalah Abu Halah
at-Tamimi, yang wafat dengan meninggalkan kekayaan yang banyak,
juga jaringan perniagaan yang luas dan berkembang. Pernikahan
kedua Khadijah adalah dengan Atiq ibn Aidz ibn Makhzum, yang
juga wafat dengan meninggalkan harta dan perniagaan. Dengan
demikian, Khadijah menjadi orang terkaya di kalangan suku
Quraisy.
[size=12pt]✻ Wanita Suci
Sayyidah Khadijah dikenal dengan julukan wanita suci sejak
perkawinannya dengan Abu Halah dan Atiq ibn Aidz karena
keutamaan ãkhlak dan sifat terpujinya. Karena itu, tidak heran
jika kalangan Quraisy memberikan penghargaan dan berupa
penghormatan yang tinggi kepadanya.
Kekayaan yang berlimpahlah yang menjadikan Khadijah tetap
berdagang. Akan tetapi, Khadijah merasa tidak mungkin jika semua
dilakukan tanpa bantuan orang lain. Tidak mungkin jika dia harus
terjun langsung dalam berniaga dan bepergian membawa barang
dagangan ke Yaman pada musim dingin dan ke Syam pada musim
panas. Kondisi itulah yang menyebabkan Khadijah mulai
mempekerjakan beberapa karyawan yang dapat menjaga amanah atas
harta dan dagangannya. Untuk itu, para karyawannya menerima upah
dan bagian keuntungan sesuai dengan kesepakatan. Walaupun
pekerjaan itu cukup sulit, bermodalkan kemampuan intelektual dan
kecemerlangan pikiran yang didukung oleh pengetahuan dasar
tentang bisnis dan bekerja sama, Khadijah mampu menyeleksi
orang-orang yang dapat diajak berbisnis. Itulah yang
mengantarkan Khadilah menuju kesuksesan yang gemilang.
✻ Pemuda yang Jujur
Khadijah memiliki seorang pegawai yang dapat dipercaya dan
dikenal dengan nama Maisarah. Dia dikenal sebagai pemuda yang
ikhlas dan berani, sehingga Khadijah pun berani melimpahkan
tanggung jawab untuk pengangkatan pegawai baru yang akan
mengiring dan menyiapkan kafilah, menentukan harga, dan memilih
barang dagangan. Sebenarnya itu adalah pekerjaan berat, namun
penugasan kepada Maisarah tidaklah sia-sia.
✻ Pemuda Pemegang Amanah
Kaum Quraisy tidak mengenal pemuda mana pun yang wara, takwa,
dan jujur selain Muhammad ibn Abdullah, yang sejak usia lima
belas tahun telah diajak oleh Maisarah untuk menyertainya
berdagang.
Seperti biasanya, Maisarah menyertai Muhammad ke Syam untuk
membawa dagangan Khadijah, karena memang keduanya telah sepakat
untuk bekerja sama. Perniagaan mereka ketika itu memberikan
keuntungan yang sangat banyak sehingga Maisarah kembali membawa
keuntungan yang berlipat ganda. Maisarah mengatakan bahwa
keuntungan yang mereka peroleh itu berkat Muhammad yang berniaga
dengan penuh kejujuran. Maisarah menceritakan kejadian aneh
selama melakukan perjalanan ke Syam dengan Muhammad. Selama
perjalanan, dia melihat gulungan awan tebal yang senantiasa
mengiringi Muhammad yang seolah-olah melindungi beliau dari
sengatan matahari. Dia pun mendengar seorang rahib yang bernama
Buhairah, yang mengatakan bahwa Muhammad adalah laki-laki yang
akan menjadi nabi yang ditunggu-tunggu oleh orang Arab
sebgaimana telah tertulis di dalam Taurat dan Injil.
Cerita-cerita tentang Muhammad itu meresap ke dalam jiwa
Khadijah, dan pada dasarnya Khadijah pun telah merasakan adanya
kejujuran, amanah, dan cahaya yang senantiasa menerangi wajah
Muhammad. Perasaan Khadijah itu menimbulkan kecenderungan
terhadap Muhammad di dalam hati dan pikirannya, sehingga dia
menemui anak pamannya, Waraqah ibn Naufal, yang dikenal dengan
pengetahuannya tentang orang- orang terdahulu. Waraqah
mengatakan bahwa akan muncul nabi besar yang dinanti-nantikan
manusia dan akan mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju
cahaya Allah. Penuturan Waraqah itu menjadikan niat dan
kecenderungan Khadijah terhadap Muhammad semakin bertambah,
sehingga dia ingin menikah dengan Muhammad. Setelah itu dia
mengutus Nafisah, saudara perempuan Ya’la ibn Umayyah untuk
meneliti lebih jauh tentang Muhammad, sehingga akhirnya Muhammad
diminta menikahi dirinya.
Ketika itu Khadijah berusia empat puluh tahun, namun dia adalah
wanita dari golongan keluarga terhormat dan kaya raya, sehingga
banyak pemuda Quraisy yang ingin menikahinya. Muhammad pun
menyetujui permohonan Khadijah tersebut. Maka, dengan salah
seorang pamannya, Muhammad pergi menemui paman Khadijah yang
bernama Amru ibn As’ad untuk meminang Khadijah.
✻ Istri Pertama Rasulullah
Allah menghendaki pernikahan hamba pilihan-Nya itu dengan
Khadijah. Ketika itu, usia Muhammad baru menginjak dua puluh
lima tahun, sementara Khadijah empat puluh tahun. Walaupun usia
mereka terpaut sangat jauh dan harta kekayaan mereka pun tidak
sepadan, pernikahan mereka bukanlah pernikahan yang aneh, karena
Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah memberikan keberkahan dan
kemuliaan kepada mereka.
Khadijah adalah istri Nabi yang pertama dan menjadi istri
satu-satunya sebelum dia rneninggal. Allah menganugerahi Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam. melalui rahirn Khadijah beberapa
orang anak ketika dibutuhkan persatuan dan banyaknya keturunan.
Dia telah mernberikan cinta dan kasih sayang kepada Rasuluflah
shallallahu ‘alaihi wasallam. pada saat-saat yang sulit dan
tindak kekerasan dan kekejaman datang dari kerabat dekat.
Bersama Khadijah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
mernperoleh perlakuan yang baik serta rumah tangga yang tenteram
damai, dan penuh cinta kasih, setelah sekian lama beliau
merasakan pahitnya menjadi anak yatirn piatu dan miskin.
✻ Putra-putri Rasulullah [font=georgia]shallallahu
‘alaihi wasallam[/font]
Khadijah melahirkan dua orang anak laki-laki, yaitu Qasim dan
Abdullah serta empat orang anak perempuan, yaitu Zainab,
Ruqayah, Ummu Kultsum dan Fatimah. Seluruh putra dan putrinya
lahir sebelum masa kenabian, kecuali Abdullah. Karena itulah,
Abdullah kemudian dijuluki ath-Thayyib (yang balk) dan
ath-Thahir (yang suci).
Zainab banyak rnenyerupai ibunya. Setelah besar, Zainab
dinikahkan dengan anak bibinya, Abul Ash ibnur Rabi’. Pernikahan
Zainab ini merupakan peristiwa pertama Rasulullah rnenikahkan
putrinya, dan yang terakhir beliau menikahkan Ummu Kultsum dan
Ruqayah dengan dua putra Abu Lahab, yaitu Atabah dan Utaibah.
Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. diutus menjadi Rasul,
Fathimah az-Zahra, putri bungsu beliau rnasih kecil.
Selain mereka ada juga Zaid ibn Haritsah yang sering disebut
putra Muhammad. Semula, Zaid dibeli oleh Khadijah dari pasar
Makkah yang kemudian dijadikan budaknya. Ketika Khadijah menikah
dengan Muhammad, Khadijah memberikan Zaid kepada Muhammad
sebagai hadiah. Rasulullah sangat mencintai Zaid karena dia
memiliki sifat-sifat yang terpuji. Zaid pun sangat mencintai
Rasulullah. Akan tetapi di tempat lain, ayah kandung Zaid selalu
mencari anaknya dan akhirnya dia mendapat kabar bahwa Zaid
berada di tempat Muhammad dan Khadijah. Dia mendatangi
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk memohon agar
beliau mengembalikan Zaid kepadanya walaupun dia harus membayar
mahal. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan
kebebasan penuh kepada Zaid untuk memilih antara tetáp tinggal
bersamanya dan ikut bersama ayahnya. Zaid tetap memilih hidup
bersama Rasulullah, schingga dan sinilah kita dapat
mengetahuisifat mulia Zaid.
Agar pada kemudian hari nanti tidak menjadi masalah yang akan
memberatkan ayahnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
dan Zaid ibn Haritsah menuju halaman Ka’bah untuk mengummkan
kebebasan Zaid dan pengangkatan Zaid sebagai anak. Setelah itu,
ayahnya merelakan anaknya dan merasa tenang. Dari situlah
mengapa banyak yang menjuluki Zaid dengan sebutan Zaid ibn
Muhammad. Akan tetapi, hukum pengangkatan anak itu gugur setelah
turun ayat yang membatalkannya, karena hal itu merupakan adat
jahiliah, sebagaimana firman Allah berikut ini:
” … jika kamu mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggillah
mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu … ”
([b]QS. At-Taubah: 5)
✻ Pada Masa Kenabian Muhammad [font=georgia]shallallahu
‘alaihi wasallam[/font]
Muhammad ibn Abdullah hidup berumah tangga dengan Khadijah bint
Khuwaylid dengan tenterarn di bawah naungan akhlak mulia dan
jiwa suci sang suami. Ketika itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam. menjadi tempat mengadu orang-orang Quraisy dalam
menyelesaikan perselisihan dan pertentangan yang terjadi di
antara mereka. Hal itu menunjukkan betapa tinggi kedudukan
Rasulullah di hadapan mereka pada masa prakenabian. Beliau
menyendiri di Gua Hira, menghambakan diri kepada Allah yang Maha
Esa, sesuai dengan ajaran Nabi Ibrahim alaihissalam.
Khadijah sangat ik.hlas dengan segala sesuatu yang dilakukan
suaminya dan tidak khawatir selama ditinggal suaminya. Bahkan
dia menjenguk serta menyiapkan makanan dan minuman selama beliau
di dalam gua, karena dia yakin bahwa apa pun yang dilakukan
suaminya merupakan masalah penting yang akan mengubah dunia.
Ketika itu, Nabi Muhammad berusia empat puluh tahun.
Suatu ketika, seperti biasanya beliau menyendiri di Gua Hira
–waktu itu bulan Ramadhan–. Beliau sangat gemetar ketika
mendengar suara gaib Malaikat Jibril memanggil beliau. Malaikat
Jibril menyuruh beliau membaca, namun beliau hanya menjawab,
“Aku tidak dapat membaca.” Akhirnya, Malaikat Jibril mendekati
dan mendekap beliau ke dadanya, seraya berkata, “Bacalah, wahai
Muhammad!” Ketika itu Muhammad sangat bingung dan ketakutan,
seraya menjawab, “Aku tidak dapat membaca.” Mendengar itu,
Malaikat Jibril mempererat dekapannya, dan berkata, “Bacalah
dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan manusia dari
segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Dia
mengajari manusia dengan perantaraan pena. Dia mengajarkan
segala sesuatu yang belum mereka ketahui.” Rasulullah Muhammad
mengikuti bacaan tersebut. Keringat deras mengucur dari seluruh
tubuhnya sehingga beliau kepayahan dan tidak menemukan jalan
menuju rumah. Khadijah melihat beliau dalam keadaan terguncang
seperti itu, kemudian memapahnya ke rumah, serta berusaha
menghilangkan ketakutan dan kekhawatiran yang memenuhi dadanya.
“Berilah aku selimut, Khadijah!” Beberapa kali beliau meminta
istrinya menyelimuti tubuhnya. Khadijah memberikan ketenteraman
kepada Rasulullah dengan segala kelembutan dan kasih sayang
sehingga beliau merasa tenteram dan aman. Beliau ridak langsung
menceritakan kejadian yang menimpa dirinya kepada Khadijah
karena khawatir Khadijah menganggapnya sebagai ilusi atau
khayalan beliau belaka.
✻ Pribadi yang Agung
Setelah rasa takut beliau hilang, Khadilah berupaya agar
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. mengutarakan apa yang
telah dialaminya, dan akhirnya beliau pun menceritakan peristiwa
yang baru dialaminya. Khadijah mendengarkan cerita suaminya
dengan penuh minat dan mempercayai semuanya, sehingga Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam. merasa bahwa istrinya pun menduga
akan terjadinya hal-hal seperti itu.
Sejak semula Khadijah telah yakin bahwa suaminya akan menerima
amanat Allah Yang Maha Besar untuk seluruh alam semesta.
Kejadian tersebut merupakan awal kenabian dan tugas Muhammad
menyampaikan amanat Allah kepada manusia. Hal itu pun merupakan
babak baru dalam kehidupan Khadijah yang dengannya dia harus
mempercayai dan meyakini ajaran Rasulullah Muhammad, sehingga
Rasulullah mengatakan, “Aku rnengharapkannya menjadi benteng
yang kuat bagi diriku.”
Di sinilah tampak kebesaran pribadi serta kematangan dan
kebijaksanaan pemikiran Khadijah. Khadijah telah mencapai
derajat yang tinggi dan sempurna, yang belum pernah dicapai oleh
wanita mana pun. Dia telah berkata kepada Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam, “Demi Allah, Allah tidak akan menyia
nyiakanrnu Engkau selalu menghubungkan silaturahim, berbicara
benar, memikul beban orang lain, menolong orang papa,
menghorrnati tamu, dan membantu meringankan derita dan musibah
orang lain.”
Setelah Rasulullah merasa tenteram dan dapat tidur dengan
tenang, Khadijah mendatangi anak pamannya, Waraqah ibn Naufal,
yang tidak terpengaruhi tradisi jahiliah. Khadijah menceritakan
kejadian yang dialami suaminya. Mendengar cerita mengenai
Rasulullah, Waraqah berseru, “Maha Mulia…. Maha Mulia…. Demi
yang jiwa Waraqah dalam genggaman-Nya, kalau kau percaya pada
ucapanku, maka apa yang diihat Muhammad di Gua Hira itu
merupakan suratan yang turun kepada Musa dan Isa sebelumnya, dan
Muhammad adalah nabi akhir zaman, dan namanya tertulis dalam
Taurat dan Injil.” Mendengar kabar itu, Khadijah segera menemui
suaminya (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) dan
menyampaikan apa yang dikatakan oleh Waraqah.
✻ Awal Masa Jihad di Jalan Allah
Khadijah meyakini seruan suaminya dan menganut agarna yang
dibawanya sebelum diumumkan kepada rnasyarakat. Itulah langkah
awal Khadijah dalam menyertai suaminya berjihad di jalan Allah
dan turut menanggung pahit getirnya gangguan dalam menyebarkan
agama Allah.
Beberapa waktu kemudian Jibril kembali mendatangi Muhammad
shallallahu ‘alaihi wasallam. untuk membawa wahyu kedua dari
Allah:
“Hai orang yang berkemul (berselimut), bangunlah, lalu berilah
peringatan dan Tuhanmu agungkanlah dan pakaianmu bersihkanlah,
dan perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah, dan
janganlab kamu memberi (dengan maksud) memperoleb (balasan) yang
lebih banyak. Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu,
bersabarlah.” (QS. Al-Muddatstir: 1-7)
Ayat di atas merupakan perintah bagi Rasulullah untuk mulai
berdakwah kepada kalangan kerabat dekat dan ahlulbait beliau.
Khadijah adalah orang pertama yang menyatap kan beriman pada
risalah Rasulullah Muhammad dan menyatakan kesediaannya menjadi
pembela setia Nabi. Kemudian menyusul Ali ibn Abi Thalib, anak
paman Rasulullah yang sejak kecil diasuh dalam rumah tangga
beliau. Ali ibn Abi Thalib adalah orang pertama yang masuk Islam
dari kalangan anak-anak, kemudian Zaid ibn Haritsah, hamba
sahaya Rasulullah yang ketika itu dijuluki Zaid ibn Muhammad.
Dari kalangan laki-laki dewasa, mulailah Abu Bakar masuk Islam,
diikuti Utsman ibn Affan, Abdurrahman ibn Auf, Sa’ad ibn Abi
Waqash, az-Zubair ibnu Awam, Thalhah ibn Ubaidilah, dan
sahabat-sahat lainnya. Mereka masuk menyatakan Islam secara
sembunyi-sembunyi sehingga harus melaksanakan shalat di
pinggiran kota Makkah.
✻ Masa Berdakwah Terang-terangan
Setelah berdakwah secara sembunyi-sembunyi, turunlah perintah
Allah kepada Rasulullah untuk memulai dakwah secara
terang-terangan. Karena itu, datanglah beliau ke tengah-tengah
umat seraya berseru lantang, “Allahu Akbar, Allahu Akbar… Tiada
Tuhan selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya, Dia tidak melahirkan,
juga tidak dilahirkan.” Seruan beliau sangat aneh terdengar di
telinga orang-orang Quraisy. Rasulullah Muhammad memanggil
manusia untuk beribadah kepada Tuhan yang satu, bukan Laata,
Uzza, Hubal, Manat, serta tuhan-tuhan lain yang mernenuhi
pelataran Ka’bah. Tentu saja mereka menolak, mencaci maki,
bahkan tidak segan-segan menyiksa Rasulullah. Setiap jalan yang
beliau lalui ditaburi kotoran hewan dan duri.
Khadijah tampil mendampingi Rasulullah dengan penuh kasih
sayang, cinta, dan kelembutan. Wajahnya senantiasa membiaskan
keceriaan, dan bibirnya meluncur kata-kata jujur. Setiap
kegundahan yang Rasulullah lontarkan atas perlakuan orang-orang
Quraisy selalu didengarkan oleh Khadijah dengan penuh perhatian
untuk kemudian dia memotivasi dan rnenguatkan hati Nabi Muhammad
shallallahu ‘alaihi wasallam. Bersama Rasulullah, Khadijah turut
menanggung kesulitan dan kesedihan, sehingga tidak jarang dia
harus mengendapkan perasaan agar tidak terekspresikan pada muka
dan mengganggu perasaan suaminya. Yang keluar adalab tutur kata
yang lemah lembut sebagai penyejuk dan penawar hati.
Orang yang paling keras menyakiti Rasulullah adalah paman beliau
sendiri, Abdul Uzza ibn Abdul Muthalib, yang lebih dikenal
dengan sebutan Abu Lahab, beserta istrinya, Ummu Jamil. Mereka
memerintah anak-anaknya untuk memutuskan pertunangan dengan
kedua putri Rasulullah, Ruqayah dan Ummu Kultsum. Walaupun
begitu, Allah telah menyediakan pengganti yang lebih mulia,
yaitu Utsman ibn Affan bagi Ruqayah. Allah mengutuk Abu Lahab
lewat firman-Nya:
“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan
binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang
ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.
Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya
ada tali dan sabut.” (QS. Al-Lahab: 1-5)
Khadijah adalah tempat berlindung bagi Rasulullah. Dari
Khadijah, beliau memperoleh keteduhan hati dan keceriaan wajah
istrinya yang senantiasa menambah semangat dan kesabaran untuk
terus berjuang menyebarluaskan agama Allah ke seluruh penjuru.
Khadijah pun tidak memperhitungkan harta bendanya yang habis
digunakan dalam perjuangan ini. Sementara itu, Abu Thalib,
parnan Rasulullah, menjadi benteng pertahanan beliau dan menjaga
beliau dari siksaan orang-orang Quraisy, sebab Abu Thalib adalah
figur yang sangat disegani dan diperhitungkan oleh kaum Quraisy.
✻ Pemboikotan Kaum Quraisy terhadap Kaum Muslimin
Setelah berbagai upaya gagal dilakukan untuk menghentikan dakwah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, baik itu berupa rayuan,
intimidasi, dan penyiksaan, kaum Quraisy memutuskan untuk
memboikot dan mengepung kaum muslimin dan menulis deklarasi yang
kemudian digantung di pintu Ka’bah agar orang-orang Quraisy
memboikot kaum muslimin, termasuk Rasulullah, istrinya, dan juga
pamannya. Mereka terisolasi di pinggiran kota Makkah dan
diboikot oleh kaum Quraisy dalam bentuk embargo atas
transportasi, komunikasi, dan keperluan sehari-hari lainnya.
Dalam kondisi seperti itu, Rasulullah dan istrinya dapat
bertahan, walaupun kondisi fisiknya sudah tua dan lemah. Ketika
itu kehidupan Khadijah sangat jauh dan kehidupan sebelumnya yang
bergelimang dengan kekayaan, kemakmuran, dan ketinggian derajat.
Khadijah rela didera rasa haus dan lapar dalam mendampingi
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. dan kaum muslimin. Dia
sangat yakin bahwa tidak lama lagi pertolongan Allah akan
datang. Keluarga mereka yang lain, sekali-kali dan secara
sembunyi-sembunyi, mengirimkan makanan dan minuman untuk
mempertahankan hidup. Pemboikotan itu berlangsung selama tiga
tahun, tetapi tidak sedikit pun menggoyahkan akidah mereka,
bahkan yang mereka rasakan adalah bertambah kokohnya keimanan
dalam hati. Dengan demikian, usaha kaum Quraisy telah gagal,
sehingga mereka mengakhiri pemboikotan dan membiarkan kaum
muslimin kembali ke Makkah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam-pun kembali menyeru Nama Allah Yang Mulia dan
melanjutkan jihad beliau.
✻ Wafatnya Khadijah
Beberapa hari setelah pemboikotan, Abu Thalib jatuh sakit, dan
semua orang meyakini bahwa sakit kali mi merupakan akhir dan
hidupnva. Dalam keadaan seperti itu, Abu Sufyan dan Abu Jahal
membujuk Abu Thalib untuk menasehati Muhammad agar menghentikan
dakwahnya, dan sebagai gantinya adalah harta dan pangkat. Akan
tetapi, Abu Thalib tidak bersedia, dan dia mengetahui bahwa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak akan bersedia
menukar dakwahnya dengan pangkat dan harta sepenuh dunia.
Abu Thalib meninggal pada tahun itu pula, maka tahun itu disebut
sebagai ‘Aamul Huzni (tahun kesedihan) dalam kehidupan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Sebaliknya, orang-orang
Quraisy sangat gembira atas kematian Abu Thalib itu, karena
mereka akan lebih leluasa mengintimidasi Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam. dan pengikutnya. Pada saat kritis menjelang
kematian pamannya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
membisikkan sesuatu, Secepat ini aku kehilangan engkau?
Pada tahun yang sama, Sayyidah Khadijah sakit keras akibat
beberapa tahun menderita kelaparan dan kehausan karena
pemboikotan itu. Semakin hari, kondisi badannya semakin menurun,
sehingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. semakin sedih.
Bersama Khadijahlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
membangun kehidupan rumah tangga yang bahagia. Dalam sakit yang
tidak terlalu lama, dalam usia enam puluh lima tahun, Khadijah
meninggal, menyusul Abu Thalib. Khadijah dikuburkan di dataran
tinggi Makkah, yang dikenal dengan sebutan al-Hajun. Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam. sendiri yang mengurus jenazah
istrinya, dan kalimat terakhir yang beliau ucapkan ketika
melepas kepergiannya adalah: “Sebaik-baik wanita penghuni surga
adalab Maryam [i]bint Imran dan Khadijah bint Khuwaylid.”[/i]
Khadijah meninggal setelah mendapatkan kemuliaan yang tidak
pernah dimiliki oleh wanita lain, Dia adalah Ummul Mukminin
istri Rasulullah yang pertama, wanita pertama yang mernpercayai
risalah Rasulullah, dan wanita pertama yang melahirkan
putra-putri Rasulullah. Dia merelakan harta benda yang
dimilikinya untuk kepentingan jihad di jalan Allah. Dialah orang
pertama yang mendapat kabar gembira bahwa dirinya adalah ahli
surga. Kenangan terhadap Khadijah senantiasa lekat dalam hati
Rasulullah sampai beliau wafat. Semoga rahmat Allah senantiasa
menyertai Sayyidah Khadijah bint Khuwaylid dan semoga Allah
memberinya tempat yang layak di sisi-Nya. Aamiin. Ꞁ1
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
/>Ꞁ2(boards┐II)
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
ᴊᴀᴢᴀᴋᴜᴍᴜʟʟᴀʜᴜ
ᴋʜᴀɪʀᴀɴ
ʙᴀᴀʀᴀᴋᴀʟʟᴀʜᴜ
ꜰɪɪᴋᴜᴍ
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]
SUMBER: buku Dzaujatur-Rasulullah, karya Amru Yusuf, Penerbit
Darus-Sa’abu, Riyadh
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
*****************************************************
Page 1 of 1