URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       ↑iscm
  HTML https://iscm.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: ۩۞۩ ‘ULAMA DARI YAMAN
       *****************************************************
       #Post#: 219--------------------------------------------------
       ۩۞۩ 'Ulama Sekarang Diatas Sunnah: Al ‘Allamah
       Al Muhaddits Ad Diyar Al Yamaniyyah Asy Syaikh Muqbil Ibn Hadi
       Al Wadi’iy
   DIR By: BenZee
       Date: December 31, 2023, 8:24 am
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
       [center]BIOGRAFI &#9701;&#8593;&#10043;AHLULHADITS, PARA
       SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
       &#65018;[/center]
       [center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
       sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar ibn Abdul Aziz) &#9654; Mari kita kembali kepada Al Qur'an
       dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.&#10043;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       &#10043; Syaikh Muqbil ibn Hadi Al-Wadi’i
       [font=georgia]rahimahullah[/font]
       (Wafat 1423 H) Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
       [size=9pt]&#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/2007/09/29/syaikh-muqbil-bin-hadi-al-wadi%e2%80%99i-wafat-1423-h/
       Nama dan Nasabnya: Beliau adalah Syaikh Al-Allamah Al-Muhaddits
       Abu Abdirrahman Muqbil [i]ibn Hadi ibn Qayidah Al-Hamdany
       Al-Wadi’I Al-Khilaly rahimahullah. Kelahirannya: Beliau
       rahimahullah dilahirkan pada tahun 1352 H di Damaj Yaman di
       sebuah lingkungan Zaidiyah (Salah satu sekte Syi’ah) yang
       bercirikan tasawuf, mu’tazilah, dan berbagai bid’ah lainnya.[/i]
       &#10043; Pertumbuhan Ilmiahnya
       Beliau rahimahullah memulai pelajarannya di Maktab di sebuah
       desa yang bernama Al-Wathan Damaj Yaman beberapa lama kemudian
       berhenti karena tidak ada yang membantunya belajar.
       Kemudian beliau safar ke Riyadh Saudi Arabia dan tinggal di sana
       sekitar sebulan setengah. Ketika cuaca Riyadh berubah maka
       beliau berangkat ke Makkah. Beliau meminta petunjuk kepada
       sebagian penceramah tentang kitab-kitab yang bermanfaat yang
       akan beliau beli, maka beliau dinasehati agar membeli kitab
       Shahih Bukhari, Bulughul Maram, Riyadhush Shalihin, dan Fathul
       Majid.
       Beliau bekerja sebagai penjaga sebuah gedung di Hajun sambil
       menelaah kitab-kitab tersebut. Beliau sangat tertarik dengan
       kandungan kitab-kitab tersebut karena apa yang dilakukan manusia
       di negerinya sangat berbeda dengan yang ada dalam kitab-kitab
       tersebut.
       Setelah beberapa lama beliau pulang ke negerinya Yaman dan mulai
       mengingkari kemungkaran-kemungkaran yang dilakukan kaumnya.
       Seperti menyembelih untuk selain Allah, meminta kepada
       orang-orang yang sudah mati, membangun kuburan, dan
       kesyirikan-kesyirikan lainnya.
       Reaksi yang muncul dari kaumnya begitu keras, lebih-lebih dari
       orang Syi’ah yang memandang Syaikh Muqbil sudah mengganti
       agamanya sehingga pantas dibunuh. Mereka memaksa Syaikh Muqbil
       untuk belajar di Masjid Jami’ Al-Hadi untuk menghilangkan
       syubhat-syubhatnya.
       Kemudian beliau berangkat ke Najran dan tinggal di sana selama
       dua tahun belajar kepada Majduddin Al-Muayyid. Setelah itu
       berangkatlah beliau ke Makkah bekerja di waktu siang dan belajar
       di waktu malam.
       Ketika dibuka Ma’had Al-Haram Al-Makky beliau mendaftarkan diri
       dan diterima sehingga beliau menyelesaikan pendidikan
       Mutawassithah dan Tsanawiyah. Kemudian beliau menuju ke Madinah
       dan masuk ke Universitas Islam Madinah di Fakultas Da’wah dan
       Ushuluddin.
       Ketika dibuka Fakultas Pasca Sarjana di Universitas Islam
       Madinah, Beliau mendaftarkan diri dan diterima. Risalah
       Magisternya adalah tahqiq kitab Ilzamat dan Tatabbu’ oleh
       Al-Imam Daruquthni.
       &#10043; Dakhwahnya di Yaman
       Ketika terjadi fitnah kelompok Juhaiman di Masjidil Haram,
       beliau rahimahullah dituduh termasuk kelompok mereka sehingga
       beliau dipenjara dan dipulangkan ke Yaman.
       Sesampainya beliau di Yaman, beliau memulai dakhwahnya dengan
       mengajari Al-Qur’an kepada anak-anak di kampungnya. Beliau
       dengan gigih mendakwahkan dakwah salafiyah, dakhwah tauhid
       dakwah yang haq, meski begitu banyak rintangan yang
       menghadangnya dari kelompok syi’ah, sufiyah, dan sekuler. Beliau
       rahimahullah mulai dakwahnya dari kampungnya yang kecil yang
       dikelilingi gunung-gunung tetapi cahaya dakwah beliau memancar
       hingga ke pelosok-pelosok yang jauh di Yaman.
       Dengan pertolongan Allah ’Azza wa Jalla, kemudian dengan
       kegigihan beliau mulailah dengan manusia meninggalkan
       kesyirikan-kesyirikan dan kemungkaran-kemungkaran yang
       sebelumnya merupakan kebiasaan mereka sehari-hari.
       Ketika dakwah beliau mulai terdengar ke seluruh penjuru,
       berbondong-bondonglah manusia menuju tempat beliau untuk
       mengambil ilmu. Datanglah para penuntut ilmu dari daerah-daerah
       sekitarnya, bahkan dari luar negeri Yaman seperti Mesir, Kuwait,
       Haramain, Najd, Libia, Al-Jazair, Maghrib (Maroko), Turki,
       Inggris, Indonesia, Amerika, Somalia, Belgia, dan negeri-negeri
       lainnya.
       &#10043; Keberaniannya dalam Mengingkari Kemungkaran
       Beliau rahimahullah dikenal pemberani di dalam mengucapkan
       kebenaran dan mengingkari kemungkaran. Tidak takut kepada
       siapapun di dalam membela kebenaran. Siapa saya yang membaca
       tulisan-tulisan dan mendengarkan kaset-kaset beliau akan
       mengetahui hal itu. Beliau berbicara tentang bid’ah-bid’ah,
       kesyirikan-kesyirikan, kezhaliman-kezhaliman, dan
       kerusakan-kerusakan. Beliau memiliki banyak bantahan-bantahan
       kepada para pemilik kebathilan di dalam tulisan-tulisan dan
       kaset-kaset beliau.
       &#10043; Perhatian kepada para Penuntut Ilmu
       Beliau begitu besar perhatiannya kepada para penuntut ilmu.
       Beliau sangat bersedih jika ada dari para murid-muridnya
       membuthkan sesuatu kemudian tidak bisa mendapatkannya. Beliau
       pernah berkata di dalam majelisnya, ”Beban terberat yang aku
       hadapi yang aku rasakan lebih berat daripada menghadapi ahli
       bid’ah dan menulis adalah kebutuhan murid-murid kami.”
       &#10043; Keluhuran Jiwanya
       Beliau rahimahullah begitu luhur jiwanya, menjauhkan diri dari
       hal-hal yang tidak pantas, menjaga diri dari meminta-minta
       kepada orang lain, sampai-sampai beliau merasa berat memintakan
       kepada para muhsinin (dermawan) untuk kepentingan para muridnya.
       Ketika Syaikh Abdul Aziz ibn Baz mengetahui hal itu maka beliau
       mengirim surat kepada Syaikh Muqbil yang isinya, ”Tulislah
       permohonan wahai Abu Abdurrahman, engkau akan mendapatkan pahala
       darinya!.”
       Beliau latih para muridnya pada sifat yang agung ini. Beliau
       mencela dan memperingatkan dari orang-orang yang meminta-minta
       kepada manusia atas nama dakwah, dan ini bukan berarti beliau
       rahimahullah menyeru para penuntut ilmu agar meninggalkan
       taklimnya untuk berdagang. Maksud beliau, makan dari hasil usaha
       sendiri lebih baik daripada meminta-minta. Beliau rahimahullah
       juga berkata, ”Aku menasehatkan kepada ahli sunnah agar bersabar
       atas kefaikiran, karena itulah keadaan yang Allah pilihkan
       kepada Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam.
       &#10043; Kesabarannya
       Beliau rahimahullah memiliki kesabaran yang sulit dicari
       bandingannya. Beliau begitu sabar atas bebrbagai penyakit yang
       menimpanya, bersabar atas penyakit busung air yang
       bertahun-tahun dideritanya. Demikian pula atas penyakit lever
       yang menimpanya. Merupakan hal yang menakjubkan bahwa beliau
       dalam keadaan sakit tidak pernah meninggalkan taklimnya. Pernah
       suatu saat beliau menyampaikan pelajarannya dalam keadaan
       tangannya diikat dengan perban ke lehernya.
       &#10043; Kedzuhudan, Kesederhanaan, Kedermawanan, dan Wara’nya
       Beliau dikenal dengan kedzuhudannya dan beliau biasakan para
       muridnya atas sifat yang mulia ini. Beliau sampaikan kepada
       mereka bahwa dengan sifat inilah mereka akan mendapatkan ilmu.
       Beliau sangat sederhana dalam tempat tinggal, pakaian dan
       makanannya.
       Di antara hal yang menunjukkan kedzuhudannya pada dunia, beliau
       wakafkan tanag belia yang luas untuk tempat tinggal para
       muridnya yang sekarang ditempati sekitar 250 rumah.
       Beliau memiliki sifat tawadhu’ yang sulit dicari bandingannya.
       Jika beliau sedang berjalan kemudian dipanggil oleh seorang anak
       kecil maka beliau langsung berhenti, menyapanya, dan menanyakan
       apa yang dikehendaki. Ketika beliau di majelis taklimnya
       datanglah seorang anak kecil, beliau hentikan pelajarannya dan
       berkata anak kecil itu kepadanya, ”Aku ingin membaca sebuah
       hadits di mikrofon.” maka beliau dudukkan anak kecil tersebut di
       depannya untuk membaca hadits yang dikehendakinya.
       Beliau dikenal dengan sifat wara’, tidak pernah tersisa dana
       dakwah disisinya karena selalu beliau serahkan kepada
       penanggungjawabnya.
       &#10043; Kegigihan dalam Berdakwah
       Beliau rahimahullah begitu gigih dalam berdakwah meskipun begitu
       padat kesibukannya daalam mengajar dan menulis. Beliau arahkan
       para muridnya dengan mengatakan, ”Janganlah kalian hanya
       menuntut ilmu dan meninggalkan dakwah, wajib atas kalian
       mendakwahkan ilmu yang kalian pelajari!.”
       Beliau melakukan perjalanan dakwah di kota-kota dan desa-desa
       Yaman, mendaki gunung-gunung dan menuruni lembah-lembah. Beliau
       mengalami vabyak rintangan dari para musuh-musuhnya seperti
       jama’ah Ikhwanul Muslimin, Jam’iyah Hikmah dan Ihsan, kelompok
       sekuler, Sufiyah, dan selain mereka, tetapi beliau tidak pernah
       surut dalam dakwahnya kepada Kitab dan Sunnah.
       Ceramah-ceramah dakwah beliau dihadiri oleh jumlah yang sangat
       besar hingga di sebagian tempat ceramah diadakan di tanah lapang
       karena masjid yang ada tidak mampu memuat jumlah hadirin.
       Beliau peringatkan manusia dari kesyirikan, kebid’ahan,
       demokrasi dan parlemen. Beliau ingatkan kaum muslimin agar tidak
       memberikan loyalitas kepada musuh-musuh Islam, dan meninggalkan
       fitnah hizbiyyah yang telah menceraiberaikan umat.
       &#10043; Kegigihannya dalam Mempelajari dan Menyampaikan Ilmu
       Beliau begitu gigih di dalam mengajarkan ilmu. Satu jam sebelum
       Zhuhur beliau mengajarkan kitabnya Shahih Musnad mimma Laisa fi
       Shahihain, setelah itu kitab Jami’ Shahih Musnad mimma Laisa fi
       Shahihain. Sesudah shalat Zhuhur beliau mengajarkan Tafsir Ibnu
       Katsir dua hari sekali bergantian dengan kitab Shahih Musnad min
       Asbabin Nuzul. Ketika kitab yang akhir ini selesai beliau ganti
       dengan kitab Jami’ Shahih. Sebelum Zhuhur beliau menelaah
       pelajaran di rumahnya selama seperempat jam.
       Sesudah Ashar beliau mengajarkan kitab Shahih Bukhary, dan
       sesudah Maghrib mengajarkan Shahih Muslim dan Kitabnya Ahaditsu
       Mu’allah Zhahiruha Shihhah. Selesai dari kitab yang akhir ini
       beliau menggantinya dengan kitabnya Gharatul Fishal alal
       Mu’tadin ala Kutubil Ilal.Selesai dari kitab yang akhir ini
       beliau mengajarkan kitabnya Dzammul Mas’alah, kemudian setelah
       selesai diganti dengan kitab Shahih Musnad min Dalail Nubuwwah.
       Bersama kedua kitab ini beliau ajarkan juga kitab Mustadrak dan
       kitabnya Shahih Musnad fil Qadar. Demikianlah urut-urutan taklim
       beliau hingga beliau wafat.
       Jika beliau berbicara tentang rijal maka beliau adalah pakarnya,
       jika beliau sedang diskusi dengan murid-muridnya dalam masalah
       nahwu maka seakan-akan tidak ada selsain beliau yang mengetahui
       disiplin ilmu ini, jika beliau berbicara tentang ilal maka
       membuat terhenyak orang yang ada dihadapannya. Demikian juga
       beliau memiliki kecepatan luar biasa di dalam menghadirkan
       dalil-dalil dari Kitab dan Sunnah.
       &#10043; Guru-Gurunya
       Beliau mempelajari ilmu-ilmu syar’i dari para ulama besar
       dizamannya seperti: Syaikh Abdul Aziz ibn Abdullah ibn Baz,
       Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albany, Syaikh Abdullah ibn
       Humaid, Syaikh Muhammad As-Sabil, Syaikh Abdul Aziz Ar-Rasyid,
       Syaikh Yahya Al-Bakistany, Syaikh Muhammad ibn Abdullah
       Ash-Shamaly, Syaikh Muhammad Hakim Al-Mishry, dan Syaikh
       Muhammad ibn Abdul Wahhab Al-Mishry.
       &#10043; Murid-muridnya
       Di antara murid-muridnya adalah Syaikh Muhammad ibn Abdul Wahhab
       Al-Washshaby Al-Abdaly, Syaikh Yahya ibn Ali Al-Hajury, Syaikh
       Muhammad ibn Abdullah Ar-Rimy Al-Imam, Syaikh Abdul Aziz ibn
       A;-Bar’i, Ummu Abdillah Al-Wadi’iyah putrinya, Ummu Syu’aib
       Al-Wadi’iyah istri keduanya, Ummu Salamah istri ketiganya, dan
       masih banyak lagi selain mereka.
       &#10043; Tulisan-Tulisannya
       Diantara tulisan-tulisannya adalah:
       - Shahih Musnad mimma Laisa fi Shahihain,
       - [size=10pt]Tarajim Rijal Al-Hakim fil Mustadrak,
       - [size=10pt]Tatabbu’ Auham Al-Hakim allati Sakata Alaiha
       Adz-Dzhaby,
       - [size=10pt]Tarajim Rijal Sunan Daruquthni,
       - [size=10pt]Shahih Musnad min Dalail Nubuwwah,
       - [size=10pt]Gharatul Fishal ’alal Mu’tadin ’ala Kutubil Ilal,
       - [size=10pt]Jami’ Shahih fil Qadar,
       - [size=10pt]Sha’qatu;
       - [size=10pt]Zilzal Linasfi Abathil Rafdhi wal I’tizal,
       - [size=10pt]Ijabatus Sail’an Ahammil Masail,
       - [size=10pt]Asy-Syafa’ah,
       - [size=10pt]Riyadhul Janna fi Raddi ’ala A’dai Sunnah,
       - [size=10pt]Tuhfatul Arib ’ala As’ilatil Hadhir wal Gharib,
       - [size=10pt]Al-Makhraj minal Fitnah,
       - [size=10pt]Shahih Musnad min Asbabin Nuzul,
       - [size=10pt]Rudud Ahlil Ilmi ’ala Tha’inin fi haditsi Sihr,
       - [size=10pt]Mushara’ah.
       - [size=10pt]Ilhad Khomeni fi Ardhil Haramain,
       - [size=10pt]Al-Ba’its ala Syarhil Hawadits,
       - [size=10pt]Irsyad Dzawil Fathan Liib’adi Ghulati Rwafidh ’anil
       Yaman,
       - [size=10pt]Jami’ Shahih Musnad mimma Laisa fi Shahihain,
       - [size=10pt]Gharatul Asyrithah ’ala Ahlil Jahli wa Safsathah,
       - [size=10pt]Fawakih Janiyah fil Khuthab wal Muhadharat Saniyah,
       - [size=10pt]Qam’ul Mu’anid wa Zajrul Haqidil Hasid,
       - [size=10pt]Majmu’atu Rasail Ilmiyah,
       - [size=10pt]Tuhfatusy Syab Rabbany,
       - [size=10pt]Fatwa fi Wihdatil Muslimin ma’al Kuffar,
       - [size=10pt]Iqamatil Burhan ala Dhalali Abdur Rahim
       Ath-Thahhan,
       - [size=10pt]Dibaj fi Maratsy Syaikhul Islam Abdul Aziz ibn Baz,
       - [size=10pt]Hukmu Tashwir Dzawatil Arwah,
       - [size=10pt]Muqtarah fi Ajwibati As’ilatil Musthalah,
       - [size=10pt]Fadhaih wa Nashaih,
       - [size=10pt]Maqtal Syaikh Jamilurrahman,
       - [size=10pt]Iskatul Kalbil’Awi,
       - [size=10pt]Tahqiq Tafsir Ibnu Katsir,
       - [size=10pt]Shahih Musnad mimma Tafsir bil Ma’tsur, dan
       - [size=10pt]Kitab Ilzamat wa Tatabbu’ lil Imam Daruquthni
       dirasah wa tahqiq.
       [size=12pt]&#10043; Wafatnya
       Syaikh Muqbil ibn Hadi Al-Wadi’i wafat di Jedda pada malam Ahad
       1 Jumadil Ula tahun 1422 H dalam usia sekitar 70 tahun dan
       dimakamkan di Makkah di samping Syaikh Abdul Aziz ibn Baz dan
       Syaikh Muhammad ibn Shalih Al-Utsaimin. Semoga Allah meridhainya
       dan menempatkannya dalan keluasan Jannah-Nya.
       &#42880;[size=8pt]1
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
       />&#42880;2(boards&#9488;II)
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       &#7434;&#7424;&#7458;&#7424;&#7435;&#7452;&#7437;&#7452;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#7435;&#668;&#7424;&#618;&#640;&#7424;&#628;
       &#665;&#7424;&#7424;&#640;&#7424;&#7435;&#7424;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#42800;&#618;&#618;&#7435;&#7452;&#7437;
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]
       SUMBER: Nubdzah Yasir min Hayati Ahadi ’Alamil Jazirah oleh Abu
       Hammam Muhammad ibn Ali ibn Ahmaf Ash-Shauma’i Al-Baidhani.
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       #Post#: 417--------------------------------------------------
       Re: &#1769;&#1758;&#1769; 'Ulama Sekarang Diatas Sunnah: Al
       ‘Allamah Al Muhaddits Ad Diyar Al Yamaniyyah Asy Syaikh Muqbil
       Ibn Hadi Al Wad
   DIR By: iscm
       Date: January 20, 2024, 2:04 am
       ---------------------------------------------------------
       --- Quote from: loMoc©&#8593; link ---
       >
       >
       [URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
       >
       > [move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL
       HADITS[/shadow][/move]
       > [center]BIOGRAFI &#9701;&#8593;&#10043;AHLULHADITS, PARA
       SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
       &#65018;[/center]
       > [center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
       sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
       >
       ---------------------------------------------------------
       > [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       > [/center]
       > KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar ibn Abdul Aziz) &#9654; Mari kita kembali kepada Al Qur'an
       dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.&#10043;
       >
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       >
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       >
       >
       >
       >
       >
       > &#10043; Syaikh Muqbil ibn Hadi Al-Wadi’i
       [font=georgia]rahimahullah[/font]
       > (Wafat 1423 H) Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
       > [size=9pt]&#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/2007/09/29/syaikh-muqbil-bin-hadi-al-wadi%e2%80%99i-wafat-1423-h/
       >
       >
       > Nama dan Nasabnya: Beliau adalah Syaikh Al-Allamah
       Al-Muhaddits Abu Abdirrahman Muqbil [i]ibn Hadi ibn Qayidah
       Al-Hamdany Al-Wadi’I Al-Khilaly rahimahullah. Kelahirannya:
       Beliau rahimahullah dilahirkan pada tahun 1352 H di Damaj Yaman
       di sebuah lingkungan Zaidiyah (Salah satu sekte Syi’ah) yang
       bercirikan tasawuf, mu’tazilah, dan berbagai bid’ah lainnya.[/i]
       >
       >
       > &#10043; Pertumbuhan Ilmiahnya
       > Beliau rahimahullah memulai pelajarannya di Maktab di sebuah
       desa yang bernama Al-Wathan Damaj Yaman beberapa lama kemudian
       berhenti karena tidak ada yang membantunya belajar.
       >
       > Kemudian beliau safar ke Riyadh Saudi Arabia dan tinggal di
       sana sekitar sebulan setengah. Ketika cuaca Riyadh berubah maka
       beliau berangkat ke Makkah. Beliau meminta petunjuk kepada
       sebagian penceramah tentang kitab-kitab yang bermanfaat yang
       akan beliau beli, maka beliau dinasehati agar membeli kitab
       Shahih Bukhari, Bulughul Maram, Riyadhush Shalihin, dan Fathul
       Majid.
       >
       > Beliau bekerja sebagai penjaga sebuah gedung di Hajun sambil
       menelaah kitab-kitab tersebut. Beliau sangat tertarik dengan
       kandungan kitab-kitab tersebut karena apa yang dilakukan manusia
       di negerinya sangat berbeda dengan yang ada dalam kitab-kitab
       tersebut.
       >
       > Setelah beberapa lama beliau pulang ke negerinya Yaman dan
       mulai mengingkari kemungkaran-kemungkaran yang dilakukan
       kaumnya. Seperti menyembelih untuk selain Allah, meminta kepada
       orang-orang yang sudah mati, membangun kuburan, dan
       kesyirikan-kesyirikan lainnya.
       >
       > Reaksi yang muncul dari kaumnya begitu keras, lebih-lebih dari
       orang Syi’ah yang memandang Syaikh Muqbil sudah mengganti
       agamanya sehingga pantas dibunuh. Mereka memaksa Syaikh Muqbil
       untuk belajar di Masjid Jami’ Al-Hadi untuk menghilangkan
       syubhat-syubhatnya.
       >
       > Kemudian beliau berangkat ke Najran dan tinggal di sana selama
       dua tahun belajar kepada Majduddin Al-Muayyid. Setelah itu
       berangkatlah beliau ke Makkah bekerja di waktu siang dan belajar
       di waktu malam.
       >
       > Ketika dibuka Ma’had Al-Haram Al-Makky beliau mendaftarkan
       diri dan diterima sehingga beliau menyelesaikan pendidikan
       Mutawassithah dan Tsanawiyah. Kemudian beliau menuju ke Madinah
       dan masuk ke Universitas Islam Madinah di Fakultas Da’wah dan
       Ushuluddin.
       >
       > Ketika dibuka Fakultas Pasca Sarjana di Universitas Islam
       Madinah, Beliau mendaftarkan diri dan diterima. Risalah
       Magisternya adalah tahqiq kitab Ilzamat dan Tatabbu’ oleh
       Al-Imam Daruquthni.
       >
       > &#10043; Dakhwahnya di Yaman
       > Ketika terjadi fitnah kelompok Juhaiman di Masjidil Haram,
       beliau rahimahullah dituduh termasuk kelompok mereka sehingga
       beliau dipenjara dan dipulangkan ke Yaman.
       >
       > Sesampainya beliau di Yaman, beliau memulai dakhwahnya dengan
       mengajari Al-Qur’an kepada anak-anak di kampungnya. Beliau
       dengan gigih mendakwahkan dakwah salafiyah, dakhwah tauhid
       dakwah yang haq, meski begitu banyak rintangan yang
       menghadangnya dari kelompok syi’ah, sufiyah, dan sekuler. Beliau
       rahimahullah mulai dakwahnya dari kampungnya yang kecil yang
       dikelilingi gunung-gunung tetapi cahaya dakwah beliau memancar
       hingga ke pelosok-pelosok yang jauh di Yaman.
       >
       > Dengan pertolongan Allah ’Azza wa Jalla, kemudian dengan
       kegigihan beliau mulailah dengan manusia meninggalkan
       kesyirikan-kesyirikan dan kemungkaran-kemungkaran yang
       sebelumnya merupakan kebiasaan mereka sehari-hari.
       >
       > Ketika dakwah beliau mulai terdengar ke seluruh penjuru,
       berbondong-bondonglah manusia menuju tempat beliau untuk
       mengambil ilmu. Datanglah para penuntut ilmu dari daerah-daerah
       sekitarnya, bahkan dari luar negeri Yaman seperti Mesir, Kuwait,
       Haramain, Najd, Libia, Al-Jazair, Maghrib (Maroko), Turki,
       Inggris, Indonesia, Amerika, Somalia, Belgia, dan negeri-negeri
       lainnya.
       >
       > &#10043; Keberaniannya dalam Mengingkari Kemungkaran
       > Beliau rahimahullah dikenal pemberani di dalam mengucapkan
       kebenaran dan mengingkari kemungkaran. Tidak takut kepada
       siapapun di dalam membela kebenaran. Siapa saya yang membaca
       tulisan-tulisan dan mendengarkan kaset-kaset beliau akan
       mengetahui hal itu. Beliau berbicara tentang bid’ah-bid’ah,
       kesyirikan-kesyirikan, kezhaliman-kezhaliman, dan
       kerusakan-kerusakan. Beliau memiliki banyak bantahan-bantahan
       kepada para pemilik kebathilan di dalam tulisan-tulisan dan
       kaset-kaset beliau.
       >
       > &#10043; Perhatian kepada para Penuntut Ilmu
       > Beliau begitu besar perhatiannya kepada para penuntut ilmu.
       Beliau sangat bersedih jika ada dari para murid-muridnya
       membuthkan sesuatu kemudian tidak bisa mendapatkannya. Beliau
       pernah berkata di dalam majelisnya, ”Beban terberat yang aku
       hadapi yang aku rasakan lebih berat daripada menghadapi ahli
       bid’ah dan menulis adalah kebutuhan murid-murid kami.”
       >
       > &#10043; Keluhuran Jiwanya
       > Beliau rahimahullah begitu luhur jiwanya, menjauhkan diri dari
       hal-hal yang tidak pantas, menjaga diri dari meminta-minta
       kepada orang lain, sampai-sampai beliau merasa berat memintakan
       kepada para muhsinin (dermawan) untuk kepentingan para muridnya.
       Ketika Syaikh Abdul Aziz ibn Baz mengetahui hal itu maka beliau
       mengirim surat kepada Syaikh Muqbil yang isinya, ”Tulislah
       permohonan wahai Abu Abdurrahman, engkau akan mendapatkan pahala
       darinya!.”
       >
       > Beliau latih para muridnya pada sifat yang agung ini. Beliau
       mencela dan memperingatkan dari orang-orang yang meminta-minta
       kepada manusia atas nama dakwah, dan ini bukan berarti beliau
       rahimahullah menyeru para penuntut ilmu agar meninggalkan
       taklimnya untuk berdagang. Maksud beliau, makan dari hasil usaha
       sendiri lebih baik daripada meminta-minta. Beliau rahimahullah
       juga berkata, ”Aku menasehatkan kepada ahli sunnah agar bersabar
       atas kefaikiran, karena itulah keadaan yang Allah pilihkan
       kepada Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam.
       >
       > &#10043; Kesabarannya
       > Beliau rahimahullah memiliki kesabaran yang sulit dicari
       bandingannya. Beliau begitu sabar atas bebrbagai penyakit yang
       menimpanya, bersabar atas penyakit busung air yang
       bertahun-tahun dideritanya. Demikian pula atas penyakit lever
       yang menimpanya. Merupakan hal yang menakjubkan bahwa beliau
       dalam keadaan sakit tidak pernah meninggalkan taklimnya. Pernah
       suatu saat beliau menyampaikan pelajarannya dalam keadaan
       tangannya diikat dengan perban ke lehernya.
       >
       > &#10043; Kedzuhudan, Kesederhanaan, Kedermawanan, dan Wara’nya
       > Beliau dikenal dengan kedzuhudannya dan beliau biasakan para
       muridnya atas sifat yang mulia ini. Beliau sampaikan kepada
       mereka bahwa dengan sifat inilah mereka akan mendapatkan ilmu.
       Beliau sangat sederhana dalam tempat tinggal, pakaian dan
       makanannya.
       >
       > Di antara hal yang menunjukkan kedzuhudannya pada dunia,
       beliau wakafkan tanag belia yang luas untuk tempat tinggal para
       muridnya yang sekarang ditempati sekitar 250 rumah.
       >
       > Beliau memiliki sifat tawadhu’ yang sulit dicari bandingannya.
       Jika beliau sedang berjalan kemudian dipanggil oleh seorang anak
       kecil maka beliau langsung berhenti, menyapanya, dan menanyakan
       apa yang dikehendaki. Ketika beliau di majelis taklimnya
       datanglah seorang anak kecil, beliau hentikan pelajarannya dan
       berkata anak kecil itu kepadanya, ”Aku ingin membaca sebuah
       hadits di mikrofon.” maka beliau dudukkan anak kecil tersebut di
       depannya untuk membaca hadits yang dikehendakinya.
       >
       > Beliau dikenal dengan sifat wara’, tidak pernah tersisa dana
       dakwah disisinya karena selalu beliau serahkan kepada
       penanggungjawabnya.
       >
       > &#10043; Kegigihan dalam Berdakwah
       > Beliau rahimahullah begitu gigih dalam berdakwah meskipun
       begitu padat kesibukannya daalam mengajar dan menulis. Beliau
       arahkan para muridnya dengan mengatakan, ”Janganlah kalian hanya
       menuntut ilmu dan meninggalkan dakwah, wajib atas kalian
       mendakwahkan ilmu yang kalian pelajari!.”
       >
       > Beliau melakukan perjalanan dakwah di kota-kota dan desa-desa
       Yaman, mendaki gunung-gunung dan menuruni lembah-lembah. Beliau
       mengalami vabyak rintangan dari para musuh-musuhnya seperti
       jama’ah Ikhwanul Muslimin, Jam’iyah Hikmah dan Ihsan, kelompok
       sekuler, Sufiyah, dan selain mereka, tetapi beliau tidak pernah
       surut dalam dakwahnya kepada Kitab dan Sunnah.
       >
       > Ceramah-ceramah dakwah beliau dihadiri oleh jumlah yang sangat
       besar hingga di sebagian tempat ceramah diadakan di tanah lapang
       karena masjid yang ada tidak mampu memuat jumlah hadirin.
       >
       > Beliau peringatkan manusia dari kesyirikan, kebid’ahan,
       demokrasi dan parlemen. Beliau ingatkan kaum muslimin agar tidak
       memberikan loyalitas kepada musuh-musuh Islam, dan meninggalkan
       fitnah hizbiyyah yang telah menceraiberaikan umat.
       >
       > &#10043; Kegigihannya dalam Mempelajari dan Menyampaikan Ilmu
       > Beliau begitu gigih di dalam mengajarkan ilmu. Satu jam
       sebelum Zhuhur beliau mengajarkan kitabnya Shahih Musnad mimma
       Laisa fi Shahihain, setelah itu kitab Jami’ Shahih Musnad mimma
       Laisa fi Shahihain. Sesudah shalat Zhuhur beliau mengajarkan
       Tafsir Ibnu Katsir dua hari sekali bergantian dengan kitab
       Shahih Musnad min Asbabin Nuzul. Ketika kitab yang akhir ini
       selesai beliau ganti dengan kitab Jami’ Shahih. Sebelum Zhuhur
       beliau menelaah pelajaran di rumahnya selama seperempat jam.
       >
       > Sesudah Ashar beliau mengajarkan kitab Shahih Bukhary, dan
       sesudah Maghrib mengajarkan Shahih Muslim dan Kitabnya Ahaditsu
       Mu’allah Zhahiruha Shihhah. Selesai dari kitab yang akhir ini
       beliau menggantinya dengan kitabnya Gharatul Fishal alal
       Mu’tadin ala Kutubil Ilal.Selesai dari kitab yang akhir ini
       beliau mengajarkan kitabnya Dzammul Mas’alah, kemudian setelah
       selesai diganti dengan kitab Shahih Musnad min Dalail Nubuwwah.
       Bersama kedua kitab ini beliau ajarkan juga kitab Mustadrak dan
       kitabnya Shahih Musnad fil Qadar. Demikianlah urut-urutan taklim
       beliau hingga beliau wafat.
       >
       > Jika beliau berbicara tentang rijal maka beliau adalah
       pakarnya, jika beliau sedang diskusi dengan murid-muridnya dalam
       masalah nahwu maka seakan-akan tidak ada selsain beliau yang
       mengetahui disiplin ilmu ini, jika beliau berbicara tentang ilal
       maka membuat terhenyak orang yang ada dihadapannya. Demikian
       juga beliau memiliki kecepatan luar biasa di dalam menghadirkan
       dalil-dalil dari Kitab dan Sunnah.
       >
       > &#10043; Guru-Gurunya
       > Beliau mempelajari ilmu-ilmu syar’i dari para ulama besar
       dizamannya seperti: Syaikh Abdul Aziz ibn Abdullah ibn Baz,
       Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albany, Syaikh Abdullah ibn
       Humaid, Syaikh Muhammad As-Sabil, Syaikh Abdul Aziz Ar-Rasyid,
       Syaikh Yahya Al-Bakistany, Syaikh Muhammad ibn Abdullah
       Ash-Shamaly, Syaikh Muhammad Hakim Al-Mishry, dan Syaikh
       Muhammad ibn Abdul Wahhab Al-Mishry.
       >
       > &#10043; Murid-muridnya
       > Di antara murid-muridnya adalah Syaikh Muhammad ibn Abdul
       Wahhab Al-Washshaby Al-Abdaly, Syaikh Yahya ibn Ali Al-Hajury,
       Syaikh Muhammad ibn Abdullah Ar-Rimy Al-Imam, Syaikh Abdul Aziz
       ibn A;-Bar’i, Ummu Abdillah Al-Wadi’iyah putrinya, Ummu Syu’aib
       Al-Wadi’iyah istri keduanya, Ummu Salamah istri ketiganya, dan
       masih banyak lagi selain mereka.
       >
       > &#10043; Tulisan-Tulisannya
       > Diantara tulisan-tulisannya adalah:
       >
       - Shahih Musnad mimma Laisa fi Shahihain,
       >
       - [size=10pt]Tarajim Rijal Al-Hakim fil Mustadrak,
       >
       - [size=10pt]Tatabbu’ Auham Al-Hakim allati Sakata Alaiha
       Adz-Dzhaby,
       >
       - [size=10pt]Tarajim Rijal Sunan Daruquthni,
       >
       - [size=10pt]Shahih Musnad min Dalail Nubuwwah,
       >
       - [size=10pt]Gharatul Fishal ’alal Mu’tadin ’ala Kutubil Ilal,
       >
       - [size=10pt]Jami’ Shahih fil Qadar,
       >
       - [size=10pt]Sha’qatu;
       >
       - [size=10pt]Zilzal Linasfi Abathil Rafdhi wal I’tizal,
       >
       - [size=10pt]Ijabatus Sail’an Ahammil Masail,
       >
       - [size=10pt]Asy-Syafa’ah,
       >
       - [size=10pt]Riyadhul Janna fi Raddi ’ala A’dai Sunnah,
       >
       - [size=10pt]Tuhfatul Arib ’ala As’ilatil Hadhir wal Gharib,
       >
       - [size=10pt]Al-Makhraj minal Fitnah,
       >
       - [size=10pt]Shahih Musnad min Asbabin Nuzul,
       >
       - [size=10pt]Rudud Ahlil Ilmi ’ala Tha’inin fi haditsi Sihr,
       >
       - [size=10pt]Mushara’ah.
       >
       - [size=10pt]Ilhad Khomeni fi Ardhil Haramain,
       >
       - [size=10pt]Al-Ba’its ala Syarhil Hawadits,
       >
       - [size=10pt]Irsyad Dzawil Fathan Liib’adi Ghulati Rwafidh ’anil
       Yaman,
       >
       - [size=10pt]Jami’ Shahih Musnad mimma Laisa fi Shahihain,
       >
       - [size=10pt]Gharatul Asyrithah ’ala Ahlil Jahli wa Safsathah,
       >
       - [size=10pt]Fawakih Janiyah fil Khuthab wal Muhadharat Saniyah,
       >
       - [size=10pt]Qam’ul Mu’anid wa Zajrul Haqidil Hasid,
       >
       - [size=10pt]Majmu’atu Rasail Ilmiyah,
       >
       - [size=10pt]Tuhfatusy Syab Rabbany,
       >
       - [size=10pt]Fatwa fi Wihdatil Muslimin ma’al Kuffar,
       >
       - [size=10pt]Iqamatil Burhan ala Dhalali Abdur Rahim
       Ath-Thahhan,
       >
       - [size=10pt]Dibaj fi Maratsy Syaikhul Islam Abdul Aziz ibn Baz,
       >
       - [size=10pt]Hukmu Tashwir Dzawatil Arwah,
       >
       - [size=10pt]Muqtarah fi Ajwibati As’ilatil Musthalah,
       >
       - [size=10pt]Fadhaih wa Nashaih,
       >
       - [size=10pt]Maqtal Syaikh Jamilurrahman,
       >
       - [size=10pt]Iskatul Kalbil’Awi,
       >
       - [size=10pt]Tahqiq Tafsir Ibnu Katsir,
       >
       - [size=10pt]Shahih Musnad mimma Tafsir bil Ma’tsur, dan
       >
       - [size=10pt]Kitab Ilzamat wa Tatabbu’ lil Imam Daruquthni
       dirasah wa tahqiq.
       >
       > [size=12pt]&#10043; Wafatnya
       > Syaikh Muqbil ibn Hadi Al-Wadi’i wafat di Jedda pada malam
       Ahad 1 Jumadil Ula tahun 1422 H dalam usia sekitar 70 tahun dan
       dimakamkan di Makkah di samping Syaikh Abdul Aziz ibn Baz dan
       Syaikh Muhammad ibn Shalih Al-Utsaimin. Semoga Allah meridhainya
       dan menempatkannya dalan keluasan Jannah-Nya.
       &#42880;[size=8pt]1
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
       />&#42880;2(boards&#9488;II)
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
       >
       >
       >
       >
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       >
       &#7434;&#7424;&#7458;&#7424;&#7435;&#7452;&#7437;&#7452;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#7435;&#668;&#7424;&#618;&#640;&#7424;&#628;
       >
       &#665;&#7424;&#7424;&#640;&#7424;&#7435;&#7424;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#42800;&#618;&#618;&#7435;&#7452;&#7437;
       >
       >
       >
       >
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       >
       ---------------------------------------------------------
       > SUMBER: Nubdzah Yasir min Hayati Ahadi ’Alamil Jazirah oleh
       Abu Hammam Muhammad ibn Ali ibn Ahmaf Ash-Shauma’i Al-Baidhani.
       >
       ---------------------------------------------------------
       > [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       >
       > Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       >
       > Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       > Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       > ____________
       > &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       > &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       >
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       >
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       >
       --- End Quote ---
       [URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
       [move][size=16pt][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL
       HADITS[/shadow][/move]
       [center]BIOGRAFI &#9701;&#8593;&#10043;AHLULHADITS, PARA
       SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
       &#65018;[/center]
       [center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
       sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar ibn Abdul Aziz) &#9654; Mari kita kembali kepada Al Qur'an
       dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.&#10043;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       &#128999; Nasihat Syaikh Muqbil
       &#10043; Nasehatku Bagi Ahlu Sunnah
       (Syaikh Muqbil ibn Hadi Al-Wadi’i rahimahullah; Wafat 1423 H)
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
       [size=9pt]&#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/2007/09/29/syaikh-muqbil-bin-hadi-al-wadi%e2%80%99i-wafat-1423-h/
       Hendaklah mereka menjauhi sebab-sebab perpecahan dan
       perselisihan di mana aqidah Ahlu Sunnah satu dan visi mereka
       satu, tidak ada pada mereka alasan untuk berpecah belah dan
       berselisih kecuali kejahilan, kelaliman dan syaithan.
       Dalam Shahih Muslim, “Sesungguhnya setan telah berputus-asa
       untuk disembah oleh orang-orang ahli shalat di jazirah Arab,
       hanya saja dengan dia menaburkan benih perpecahan di antara
       mereka.”
       Perselisihan itu buruk sebagaimana yang dikatakan oleh Abdullah
       ibn Mas’ud sewaktu Utsman mengimami orang-orang shalat di Mina
       sebanyak empat raka’at, maka Abdullah beristirja’ (mengucapkan
       inna lillahi wa inna ilaihi raji’un) lalu berkata, “Saya telah
       melakukan shalat bersama Rasulullah dua raka’at bersama Abu
       Bakar dua raka’at juga bersama Umar (dua raka’at).”
       Muslim meriwayatkan dalam sahihnya dari Ibnu Mas’ud yang
       berkata, “Dahulu Rasulullah meluruskan pundak-pundak kami untuk
       shalat dan beliau bersabda, ‘Janganlah kalian berbeda-beda, maka
       hati kalian akan berselisih. Hendaklah yang berada di belakangku
       di antara kalian orang-orang dewasa yang berilmu lalu yang
       berikutnya lalu yang berikutnya!!’”
       Imam Bukhari meriwayatkan dalam Sahihnya dari An Nu’man ibn
       Basyir, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Benar-benar
       kalian akan meluruskan shaf-shaf kalian atau Allah akan
       menyelisihkan wajah-wajah kalian.”
       Dari Al Barra’ ibn Azib, ia berkata, “Dahulu Rasulullah
       menyusupi shaf dari satu sisi ke sisi lainnya, Beliau meratakan
       pundak kami seraya bersabda, ‘Janganlah kalian berbeda-beda
       sehingga qalbu kalian berselisih.’ Rasulullah juga bersabda,
       ‘Sesungguhnya Allah dan para malaikat bershalawat untuk
       shaf-shaf pertama.’” (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad
       sahih, rijal-rijalnya sahih, kecuali Abdurrahman ibn Usajah,
       namun An Nasaai telah mentsiqahkannya).
       Dalam Shahihain dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Ketika menjelang
       kematian Nabi, sementara di rumah beliau da beberapa orang
       laki-laki termasuk Umar [i]ibn Al Khattab, beliau bersabda,
       “Kemarilah saya akan menuliskan bagi kalian sebuah tulisan yang
       kalian tidak akan sesat setelahnya.” Umar berkata, “Sesungguhnya
       Nabi telah merasakan sakit yang sangat sementara pada kalian ada
       Al-Qur’an dan cukuplah bagi kita Kitabullah.” Akhirnya
       orang-orang yang ada di rumah itu berselisih dan bertengkar, di
       antara mereka ada yang berkata, “Dekatkanlah agar Rasulullah
       menuliskan buat kalian sebuah tulisan hingga kalian tidak akan
       sesat setelahnya.” Tapi di antara mereka juga ada yang
       mengatakan seperti perkataan Umar. Sehingga tatkala mereka sudah
       sangat gaduh dan berselisih di sisi Rasulullah, beliau bersabda,
       “Pergilah kalian dariku!.” Ubaidullah berkata: Dahulu Ibnu Abbas
       berkata, ”Sesungguhnya bencana, benar-benar bencana apa yang
       menghalangi Rasulullah untuk menuliskan bagi mereka tulisan itu,
       yakni perselisihan dan kegaduhan mereka.”[/i]
       Al Bukhari meriwayatkan dalam Shahihnya dari Ubadah ibn Shamit
       ia berkata: Nabi keluar untuk mengabarkan kami tentang Lailatul
       Qadr. Lalu tiba-tiba ada dua orang kaum muslimin yang
       bertengkar, maka Rasulullah bersabda, “Saya tadinya keluar
       hendak mengabarkan kalian tentang malam Lailatul Qadr, lalu si
       fulan dan fulan bertengkar, maka hal itu terangkat (terlupakan).
       Semoga itu lebih baik bagi kalian, carilah di kesembilan,
       ketujuh dan kelima!!.”
       Muslim meriwayatkan dalam Shahihnya dari Abi Sa’id Al Khudri
       yang berkata, “Rasulullah beri’tikaf di sepuluh hari pertengahan
       Ramadhan untuk mencari Lailatul Qadr sebelum ditampakkan bagi
       beliau. Ketika selesai sepuluh hari pertengahan Ramadhan, beliau
       memerintahkan untuk merobohkan bangunan masjid untuk diperbaiki.
       Setelah itu, ditampakkan bagi beliau bahwa Lailatul Qadr di
       sepuluh terakhir maka beliau pun memerintahkan untuk
       membangunnya, ia pun dibangun kembali. Kemudian beliau keluar
       menemui orang seraya bersabda, “Wahai manusia sesungguhnya tadi
       telah ditampakkan padaku Lailatul Qadr, serta saya telah keluar
       untuk mengabarkan kalian tentangnya, namun tiba-tiba datang dua
       orang laki-laki yang berperkara, keduanya disertai setan,
       sehingga saya pun terlupakan (Lailatul Qadr), maka carilah di
       sepuluh terakhir Ramadhan!!” Sampai ucapan Imam Muslim: Ibnu
       Khallad meriwayatkan “Dua lelaki yang bertengkar“ sebagai
       pengganti dari “Dua lelaki yang berperkara.“
       Abu Daud meriwayatkan dengan sanad yang sahih dari Abi Tsa’labah
       Al Khusyani, ia berkata bahwa Umar berkata, “Dahulu orang-orang
       kalau Rasulullah tinggal di suatu tempat, mereka pun berpencar
       ke pelbagai celah bukit dan lembah, maka Rasulullah bersabda,
       “Sesungguhnya berpencarnya kalian di celah-celah bukit dan
       lembah ini, hanyalah timbul sebab setan.” Maka tidaklah beliau
       singgah di suatu tempat setelah itu melainkan semua mereka
       berkumpul, sehingga diungkapkan (tentang mereka); “Andaikan
       dihamparkan satu kain untuk mereka maka itu sudah mencukupi.”
       Al Bukhari meriwayatkan dalam Shahihnya dari Ali yang berkata,
       “Putuskanlah sebagaimana dahulu kalian putuskan, sebab
       sesungguhnya saya tidak suka perselisihan, agar manusia menjadi
       satu jama'ah atau saya wafat sebagaimana wafatnya para
       sahabatku.”
       Kalian –Alhamdulillah– Wahai Ahlusunnah!! Bukanlah seperti
       Rawafidh (orang-orang Syiah Rafidhah) yang sebagian mereka
       mengafirkan sebagian yang lainnya, demikian juga para pemimpin
       Mu’tazilah sebagaimana mereka mengafirkan sebagian yang lainnya,
       sebagaimana yang tersebut dalam kitab Milal wan Nihal. Adapun
       Ahlusunnah –Alhamdulillah, kebanyakan perselisihan mereka hanya
       tentang makna kalimat hadits dalam perkara-perkara ibadah yang
       memang datang dari Peletak Syariat secara beragam atau hanya
       tentang suatu hadits yang sisi pandang mereka berbeda-beda dalam
       menyahihkan atau mendhaifkan, dan lain sebagainya dari
       sebab-sebab perbadaan pendapat yang telah disebutkan oleh
       Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah.
       Kalian mengetahui wahai Ahlusunnah!! Kalau para musuh kalian
       sangat merindukan agar kalian tertimpa bencana… kalian tahu
       kalau para musuh Islam tidaklah menakuti selain kalian, sehingga
       mereka sangat berambisi untuk memecah belah kekuatan persatuan
       kalian dengan segala macam cara.
       Sesungguhnya kewajiban Ahlusunnah untuk memberi kesiapan
       memberikan solusi bagi semua persoalan dunia, merekalah yang
       mampu untuk itu dan pantas untuk itu, merekalah orang-orang yang
       telah Allah berikan pemahaman terhadap Kitabullah dan Sunnah
       Rasulullah secara benar.
       Sesungguhnya Ahlusunnah ternilai sebagai mayoritas penduduk
       dunia Islam, hanya saja berpecah belahnya mereka, berselisihnya
       mereka, dan kejahilan masing-masing bangsa tentang ihwal bangsa
       selainya telah membuat mereka meleleh dalam pandangan masyarakat
       dunia. Namun kita benar-benar mengharapkan semoga Allah
       memberikan taufik kepada semua yang tegak mendakwahkan Sunnah
       untuk benar-benar memperhatikan keadaan Ahlusunnah serta
       menutupi kekurangan dan keberadaannya, semoga Allah mengumpulkan
       kekuatan mereka.
       Bukankah kalian Wahai Ahlusunnah, manusia yang paling pantas
       dikumpulkan kekuatannya dan disatukan kalimatnya?! Rabbul ‘Izzah
       berfirman dalam kitabnya yang mulia:
       [right][size=16pt]&#1608;&#1614;&#1575;&#1593;&#1618;&#1578;&#1614;&#1589;&#1616;&#1605;&#1615;&#1608;&#1575;
       &#1576;&#1616;&#1581;&#1614;&#1576;&#1618;&#1604;&#1616;
       &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1616;
       &#1580;&#1614;&#1605;&#1616;&#1610;&#1593;&#1611;&#1575;
       &#1608;&#1614;&#1604;&#1575;&#1614;
       &#1578;&#1614;&#1601;&#1614;&#1585;&#1617;&#1614;&#1602;&#1615;&#1608;&#1575;[/right]
       “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali Allah, dan janganlah
       kamu bercerai-berai.” (QS. Ali Imran: 103)
       Nabi bersabda sebagaimana yang disebut dalam Shahihain dari
       hadits Abu Musa, “Seorang mukmin bagi mukmin lainnya laksana
       satu bangunan yang sebagiannya menguatkan sebagian lainnya.”
       Dan beliau bersabda, “Perumpamaan kaum mukminin dalam cinta dan
       kasih sayang mereka laksana satu tubuh, jikalau ada anggota
       tubuh yang mengeluh, maka seluruh tubuh akan ikut merasakan
       sakit dan gelisah.”
       Rafidhah menyibukkan dunia dengan kabar beritanya dan
       menyesatkan banyak manusia, bahkan menghalangi mereka dari
       menunaikan manasik (ibadah) haji. Di mana manusia telah datang
       dari segala penjuru yang jauh dan menunaikan manasik haji dan
       untuk mengingat Allah di berbagai tempat yang mengandung syiar
       penuh barakah itu, lalu tiba-tiba keluar Rafidhah melakukan
       demonstrasi jahiliah sambil meneriakkan, “Khomeini…Khomeini…!!!”
       Maka siapakah yang sanggup untuk menghancurkan perkumpulan macam
       ini yang melakukan pelanggaran terhadap perintah Allah dan
       menjadikan haji sebagai syiar anarkis, kericuhan dan seruan
       jahiliah…!!?? Tidak ada yang sanggup selain Ahlusunnah (dengan
       izin Allah) jika kalimat mereka bersatu dan mereka benar-benar
       sebagai Ahlusunnah sejati.
       Sesungguhnya kebangkitan Islam yang telah dikehendaki oleh Allah
       ini membutuhkan perhatian, lalu siapakah yang akan
       memperhatikannya selain dari Ahlusunnah?! &#42880;[size=8pt]1
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
       />&#42880;2(boards&#9488;II)
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       &#7434;&#7424;&#7458;&#7424;&#7435;&#7452;&#7437;&#7452;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#7435;&#668;&#7424;&#618;&#640;&#7424;&#628;
       &#665;&#7424;&#7424;&#640;&#7424;&#7435;&#7424;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#42800;&#618;&#618;&#7435;&#7452;&#7437;
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]
       Dikutip dari buku:
       Judul: Mutiara Nasihat Syaikh Muqbil ibn Hadi Al Wadi’i Kepada
       Para Penuntut Ilmu dan Salafiyyin
       Penyusun: Abul Hasan ‘Ali ibn Ahmad ibn Hasan Ar Razihi
       Penerjemah: Abi Ismail Fuad
       Muraja’ah: Al Ustadz Abu Muhammad Abdul Jabbar
       Penerbit: Pustaka Al Haura’, Jogjakarta
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       *****************************************************
       Page 1 of 1