DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ ‘ULAMA DARI YAMAN
*****************************************************
#Post#: 219--------------------------------------------------
۩۞۩ 'Ulama Sekarang Diatas Sunnah: Al ‘Allamah
Al Muhaddits Ad Diyar Al Yamaniyyah Asy Syaikh Muqbil Ibn Hadi
Al Wadi’iy
DIR By: BenZee
Date: December 31, 2023, 8:24 am
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
[center]BIOGRAFI ◥↑✻AHLULHADITS, PARA
SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
ﷺ[/center]
[center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar ibn Abdul Aziz) ▶ Mari kita kembali kepada Al Qur'an
dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.✻
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
✻ Syaikh Muqbil ibn Hadi Al-Wadi’i
[font=georgia]rahimahullah[/font]
(Wafat 1423 H) Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
[size=9pt]◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/2007/09/29/syaikh-muqbil-bin-hadi-al-wadi%e2%80%99i-wafat-1423-h/
Nama dan Nasabnya: Beliau adalah Syaikh Al-Allamah Al-Muhaddits
Abu Abdirrahman Muqbil [i]ibn Hadi ibn Qayidah Al-Hamdany
Al-Wadi’I Al-Khilaly rahimahullah. Kelahirannya: Beliau
rahimahullah dilahirkan pada tahun 1352 H di Damaj Yaman di
sebuah lingkungan Zaidiyah (Salah satu sekte Syi’ah) yang
bercirikan tasawuf, mu’tazilah, dan berbagai bid’ah lainnya.[/i]
✻ Pertumbuhan Ilmiahnya
Beliau rahimahullah memulai pelajarannya di Maktab di sebuah
desa yang bernama Al-Wathan Damaj Yaman beberapa lama kemudian
berhenti karena tidak ada yang membantunya belajar.
Kemudian beliau safar ke Riyadh Saudi Arabia dan tinggal di sana
sekitar sebulan setengah. Ketika cuaca Riyadh berubah maka
beliau berangkat ke Makkah. Beliau meminta petunjuk kepada
sebagian penceramah tentang kitab-kitab yang bermanfaat yang
akan beliau beli, maka beliau dinasehati agar membeli kitab
Shahih Bukhari, Bulughul Maram, Riyadhush Shalihin, dan Fathul
Majid.
Beliau bekerja sebagai penjaga sebuah gedung di Hajun sambil
menelaah kitab-kitab tersebut. Beliau sangat tertarik dengan
kandungan kitab-kitab tersebut karena apa yang dilakukan manusia
di negerinya sangat berbeda dengan yang ada dalam kitab-kitab
tersebut.
Setelah beberapa lama beliau pulang ke negerinya Yaman dan mulai
mengingkari kemungkaran-kemungkaran yang dilakukan kaumnya.
Seperti menyembelih untuk selain Allah, meminta kepada
orang-orang yang sudah mati, membangun kuburan, dan
kesyirikan-kesyirikan lainnya.
Reaksi yang muncul dari kaumnya begitu keras, lebih-lebih dari
orang Syi’ah yang memandang Syaikh Muqbil sudah mengganti
agamanya sehingga pantas dibunuh. Mereka memaksa Syaikh Muqbil
untuk belajar di Masjid Jami’ Al-Hadi untuk menghilangkan
syubhat-syubhatnya.
Kemudian beliau berangkat ke Najran dan tinggal di sana selama
dua tahun belajar kepada Majduddin Al-Muayyid. Setelah itu
berangkatlah beliau ke Makkah bekerja di waktu siang dan belajar
di waktu malam.
Ketika dibuka Ma’had Al-Haram Al-Makky beliau mendaftarkan diri
dan diterima sehingga beliau menyelesaikan pendidikan
Mutawassithah dan Tsanawiyah. Kemudian beliau menuju ke Madinah
dan masuk ke Universitas Islam Madinah di Fakultas Da’wah dan
Ushuluddin.
Ketika dibuka Fakultas Pasca Sarjana di Universitas Islam
Madinah, Beliau mendaftarkan diri dan diterima. Risalah
Magisternya adalah tahqiq kitab Ilzamat dan Tatabbu’ oleh
Al-Imam Daruquthni.
✻ Dakhwahnya di Yaman
Ketika terjadi fitnah kelompok Juhaiman di Masjidil Haram,
beliau rahimahullah dituduh termasuk kelompok mereka sehingga
beliau dipenjara dan dipulangkan ke Yaman.
Sesampainya beliau di Yaman, beliau memulai dakhwahnya dengan
mengajari Al-Qur’an kepada anak-anak di kampungnya. Beliau
dengan gigih mendakwahkan dakwah salafiyah, dakhwah tauhid
dakwah yang haq, meski begitu banyak rintangan yang
menghadangnya dari kelompok syi’ah, sufiyah, dan sekuler. Beliau
rahimahullah mulai dakwahnya dari kampungnya yang kecil yang
dikelilingi gunung-gunung tetapi cahaya dakwah beliau memancar
hingga ke pelosok-pelosok yang jauh di Yaman.
Dengan pertolongan Allah ’Azza wa Jalla, kemudian dengan
kegigihan beliau mulailah dengan manusia meninggalkan
kesyirikan-kesyirikan dan kemungkaran-kemungkaran yang
sebelumnya merupakan kebiasaan mereka sehari-hari.
Ketika dakwah beliau mulai terdengar ke seluruh penjuru,
berbondong-bondonglah manusia menuju tempat beliau untuk
mengambil ilmu. Datanglah para penuntut ilmu dari daerah-daerah
sekitarnya, bahkan dari luar negeri Yaman seperti Mesir, Kuwait,
Haramain, Najd, Libia, Al-Jazair, Maghrib (Maroko), Turki,
Inggris, Indonesia, Amerika, Somalia, Belgia, dan negeri-negeri
lainnya.
✻ Keberaniannya dalam Mengingkari Kemungkaran
Beliau rahimahullah dikenal pemberani di dalam mengucapkan
kebenaran dan mengingkari kemungkaran. Tidak takut kepada
siapapun di dalam membela kebenaran. Siapa saya yang membaca
tulisan-tulisan dan mendengarkan kaset-kaset beliau akan
mengetahui hal itu. Beliau berbicara tentang bid’ah-bid’ah,
kesyirikan-kesyirikan, kezhaliman-kezhaliman, dan
kerusakan-kerusakan. Beliau memiliki banyak bantahan-bantahan
kepada para pemilik kebathilan di dalam tulisan-tulisan dan
kaset-kaset beliau.
✻ Perhatian kepada para Penuntut Ilmu
Beliau begitu besar perhatiannya kepada para penuntut ilmu.
Beliau sangat bersedih jika ada dari para murid-muridnya
membuthkan sesuatu kemudian tidak bisa mendapatkannya. Beliau
pernah berkata di dalam majelisnya, ”Beban terberat yang aku
hadapi yang aku rasakan lebih berat daripada menghadapi ahli
bid’ah dan menulis adalah kebutuhan murid-murid kami.”
✻ Keluhuran Jiwanya
Beliau rahimahullah begitu luhur jiwanya, menjauhkan diri dari
hal-hal yang tidak pantas, menjaga diri dari meminta-minta
kepada orang lain, sampai-sampai beliau merasa berat memintakan
kepada para muhsinin (dermawan) untuk kepentingan para muridnya.
Ketika Syaikh Abdul Aziz ibn Baz mengetahui hal itu maka beliau
mengirim surat kepada Syaikh Muqbil yang isinya, ”Tulislah
permohonan wahai Abu Abdurrahman, engkau akan mendapatkan pahala
darinya!.”
Beliau latih para muridnya pada sifat yang agung ini. Beliau
mencela dan memperingatkan dari orang-orang yang meminta-minta
kepada manusia atas nama dakwah, dan ini bukan berarti beliau
rahimahullah menyeru para penuntut ilmu agar meninggalkan
taklimnya untuk berdagang. Maksud beliau, makan dari hasil usaha
sendiri lebih baik daripada meminta-minta. Beliau rahimahullah
juga berkata, ”Aku menasehatkan kepada ahli sunnah agar bersabar
atas kefaikiran, karena itulah keadaan yang Allah pilihkan
kepada Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam.
✻ Kesabarannya
Beliau rahimahullah memiliki kesabaran yang sulit dicari
bandingannya. Beliau begitu sabar atas bebrbagai penyakit yang
menimpanya, bersabar atas penyakit busung air yang
bertahun-tahun dideritanya. Demikian pula atas penyakit lever
yang menimpanya. Merupakan hal yang menakjubkan bahwa beliau
dalam keadaan sakit tidak pernah meninggalkan taklimnya. Pernah
suatu saat beliau menyampaikan pelajarannya dalam keadaan
tangannya diikat dengan perban ke lehernya.
✻ Kedzuhudan, Kesederhanaan, Kedermawanan, dan Wara’nya
Beliau dikenal dengan kedzuhudannya dan beliau biasakan para
muridnya atas sifat yang mulia ini. Beliau sampaikan kepada
mereka bahwa dengan sifat inilah mereka akan mendapatkan ilmu.
Beliau sangat sederhana dalam tempat tinggal, pakaian dan
makanannya.
Di antara hal yang menunjukkan kedzuhudannya pada dunia, beliau
wakafkan tanag belia yang luas untuk tempat tinggal para
muridnya yang sekarang ditempati sekitar 250 rumah.
Beliau memiliki sifat tawadhu’ yang sulit dicari bandingannya.
Jika beliau sedang berjalan kemudian dipanggil oleh seorang anak
kecil maka beliau langsung berhenti, menyapanya, dan menanyakan
apa yang dikehendaki. Ketika beliau di majelis taklimnya
datanglah seorang anak kecil, beliau hentikan pelajarannya dan
berkata anak kecil itu kepadanya, ”Aku ingin membaca sebuah
hadits di mikrofon.” maka beliau dudukkan anak kecil tersebut di
depannya untuk membaca hadits yang dikehendakinya.
Beliau dikenal dengan sifat wara’, tidak pernah tersisa dana
dakwah disisinya karena selalu beliau serahkan kepada
penanggungjawabnya.
✻ Kegigihan dalam Berdakwah
Beliau rahimahullah begitu gigih dalam berdakwah meskipun begitu
padat kesibukannya daalam mengajar dan menulis. Beliau arahkan
para muridnya dengan mengatakan, ”Janganlah kalian hanya
menuntut ilmu dan meninggalkan dakwah, wajib atas kalian
mendakwahkan ilmu yang kalian pelajari!.”
Beliau melakukan perjalanan dakwah di kota-kota dan desa-desa
Yaman, mendaki gunung-gunung dan menuruni lembah-lembah. Beliau
mengalami vabyak rintangan dari para musuh-musuhnya seperti
jama’ah Ikhwanul Muslimin, Jam’iyah Hikmah dan Ihsan, kelompok
sekuler, Sufiyah, dan selain mereka, tetapi beliau tidak pernah
surut dalam dakwahnya kepada Kitab dan Sunnah.
Ceramah-ceramah dakwah beliau dihadiri oleh jumlah yang sangat
besar hingga di sebagian tempat ceramah diadakan di tanah lapang
karena masjid yang ada tidak mampu memuat jumlah hadirin.
Beliau peringatkan manusia dari kesyirikan, kebid’ahan,
demokrasi dan parlemen. Beliau ingatkan kaum muslimin agar tidak
memberikan loyalitas kepada musuh-musuh Islam, dan meninggalkan
fitnah hizbiyyah yang telah menceraiberaikan umat.
✻ Kegigihannya dalam Mempelajari dan Menyampaikan Ilmu
Beliau begitu gigih di dalam mengajarkan ilmu. Satu jam sebelum
Zhuhur beliau mengajarkan kitabnya Shahih Musnad mimma Laisa fi
Shahihain, setelah itu kitab Jami’ Shahih Musnad mimma Laisa fi
Shahihain. Sesudah shalat Zhuhur beliau mengajarkan Tafsir Ibnu
Katsir dua hari sekali bergantian dengan kitab Shahih Musnad min
Asbabin Nuzul. Ketika kitab yang akhir ini selesai beliau ganti
dengan kitab Jami’ Shahih. Sebelum Zhuhur beliau menelaah
pelajaran di rumahnya selama seperempat jam.
Sesudah Ashar beliau mengajarkan kitab Shahih Bukhary, dan
sesudah Maghrib mengajarkan Shahih Muslim dan Kitabnya Ahaditsu
Mu’allah Zhahiruha Shihhah. Selesai dari kitab yang akhir ini
beliau menggantinya dengan kitabnya Gharatul Fishal alal
Mu’tadin ala Kutubil Ilal.Selesai dari kitab yang akhir ini
beliau mengajarkan kitabnya Dzammul Mas’alah, kemudian setelah
selesai diganti dengan kitab Shahih Musnad min Dalail Nubuwwah.
Bersama kedua kitab ini beliau ajarkan juga kitab Mustadrak dan
kitabnya Shahih Musnad fil Qadar. Demikianlah urut-urutan taklim
beliau hingga beliau wafat.
Jika beliau berbicara tentang rijal maka beliau adalah pakarnya,
jika beliau sedang diskusi dengan murid-muridnya dalam masalah
nahwu maka seakan-akan tidak ada selsain beliau yang mengetahui
disiplin ilmu ini, jika beliau berbicara tentang ilal maka
membuat terhenyak orang yang ada dihadapannya. Demikian juga
beliau memiliki kecepatan luar biasa di dalam menghadirkan
dalil-dalil dari Kitab dan Sunnah.
✻ Guru-Gurunya
Beliau mempelajari ilmu-ilmu syar’i dari para ulama besar
dizamannya seperti: Syaikh Abdul Aziz ibn Abdullah ibn Baz,
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albany, Syaikh Abdullah ibn
Humaid, Syaikh Muhammad As-Sabil, Syaikh Abdul Aziz Ar-Rasyid,
Syaikh Yahya Al-Bakistany, Syaikh Muhammad ibn Abdullah
Ash-Shamaly, Syaikh Muhammad Hakim Al-Mishry, dan Syaikh
Muhammad ibn Abdul Wahhab Al-Mishry.
✻ Murid-muridnya
Di antara murid-muridnya adalah Syaikh Muhammad ibn Abdul Wahhab
Al-Washshaby Al-Abdaly, Syaikh Yahya ibn Ali Al-Hajury, Syaikh
Muhammad ibn Abdullah Ar-Rimy Al-Imam, Syaikh Abdul Aziz ibn
A;-Bar’i, Ummu Abdillah Al-Wadi’iyah putrinya, Ummu Syu’aib
Al-Wadi’iyah istri keduanya, Ummu Salamah istri ketiganya, dan
masih banyak lagi selain mereka.
✻ Tulisan-Tulisannya
Diantara tulisan-tulisannya adalah:
- Shahih Musnad mimma Laisa fi Shahihain,
- [size=10pt]Tarajim Rijal Al-Hakim fil Mustadrak,
- [size=10pt]Tatabbu’ Auham Al-Hakim allati Sakata Alaiha
Adz-Dzhaby,
- [size=10pt]Tarajim Rijal Sunan Daruquthni,
- [size=10pt]Shahih Musnad min Dalail Nubuwwah,
- [size=10pt]Gharatul Fishal ’alal Mu’tadin ’ala Kutubil Ilal,
- [size=10pt]Jami’ Shahih fil Qadar,
- [size=10pt]Sha’qatu;
- [size=10pt]Zilzal Linasfi Abathil Rafdhi wal I’tizal,
- [size=10pt]Ijabatus Sail’an Ahammil Masail,
- [size=10pt]Asy-Syafa’ah,
- [size=10pt]Riyadhul Janna fi Raddi ’ala A’dai Sunnah,
- [size=10pt]Tuhfatul Arib ’ala As’ilatil Hadhir wal Gharib,
- [size=10pt]Al-Makhraj minal Fitnah,
- [size=10pt]Shahih Musnad min Asbabin Nuzul,
- [size=10pt]Rudud Ahlil Ilmi ’ala Tha’inin fi haditsi Sihr,
- [size=10pt]Mushara’ah.
- [size=10pt]Ilhad Khomeni fi Ardhil Haramain,
- [size=10pt]Al-Ba’its ala Syarhil Hawadits,
- [size=10pt]Irsyad Dzawil Fathan Liib’adi Ghulati Rwafidh ’anil
Yaman,
- [size=10pt]Jami’ Shahih Musnad mimma Laisa fi Shahihain,
- [size=10pt]Gharatul Asyrithah ’ala Ahlil Jahli wa Safsathah,
- [size=10pt]Fawakih Janiyah fil Khuthab wal Muhadharat Saniyah,
- [size=10pt]Qam’ul Mu’anid wa Zajrul Haqidil Hasid,
- [size=10pt]Majmu’atu Rasail Ilmiyah,
- [size=10pt]Tuhfatusy Syab Rabbany,
- [size=10pt]Fatwa fi Wihdatil Muslimin ma’al Kuffar,
- [size=10pt]Iqamatil Burhan ala Dhalali Abdur Rahim
Ath-Thahhan,
- [size=10pt]Dibaj fi Maratsy Syaikhul Islam Abdul Aziz ibn Baz,
- [size=10pt]Hukmu Tashwir Dzawatil Arwah,
- [size=10pt]Muqtarah fi Ajwibati As’ilatil Musthalah,
- [size=10pt]Fadhaih wa Nashaih,
- [size=10pt]Maqtal Syaikh Jamilurrahman,
- [size=10pt]Iskatul Kalbil’Awi,
- [size=10pt]Tahqiq Tafsir Ibnu Katsir,
- [size=10pt]Shahih Musnad mimma Tafsir bil Ma’tsur, dan
- [size=10pt]Kitab Ilzamat wa Tatabbu’ lil Imam Daruquthni
dirasah wa tahqiq.
[size=12pt]✻ Wafatnya
Syaikh Muqbil ibn Hadi Al-Wadi’i wafat di Jedda pada malam Ahad
1 Jumadil Ula tahun 1422 H dalam usia sekitar 70 tahun dan
dimakamkan di Makkah di samping Syaikh Abdul Aziz ibn Baz dan
Syaikh Muhammad ibn Shalih Al-Utsaimin. Semoga Allah meridhainya
dan menempatkannya dalan keluasan Jannah-Nya.
Ꞁ[size=8pt]1
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
/>Ꞁ2(boards┐II)
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
ᴊᴀᴢᴀᴋᴜᴍᴜʟʟᴀʜᴜ
ᴋʜᴀɪʀᴀɴ
ʙᴀᴀʀᴀᴋᴀʟʟᴀʜᴜ
ꜰɪɪᴋᴜᴍ
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]
SUMBER: Nubdzah Yasir min Hayati Ahadi ’Alamil Jazirah oleh Abu
Hammam Muhammad ibn Ali ibn Ahmaf Ash-Shauma’i Al-Baidhani.
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
#Post#: 417--------------------------------------------------
Re: ۩۞۩ 'Ulama Sekarang Diatas Sunnah: Al
‘Allamah Al Muhaddits Ad Diyar Al Yamaniyyah Asy Syaikh Muqbil
Ibn Hadi Al Wad
DIR By: iscm
Date: January 20, 2024, 2:04 am
---------------------------------------------------------
--- Quote from: loMoc©↑ link ---
>
>
[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
>
> [move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL
HADITS[/shadow][/move]
> [center]BIOGRAFI ◥↑✻AHLULHADITS, PARA
SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
ﷺ[/center]
> [center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
>
---------------------------------------------------------
> [center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
> [/center]
> KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar ibn Abdul Aziz) ▶ Mari kita kembali kepada Al Qur'an
dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.✻
>
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
>
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
>
>
>
>
>
> ✻ Syaikh Muqbil ibn Hadi Al-Wadi’i
[font=georgia]rahimahullah[/font]
> (Wafat 1423 H) Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
> [size=9pt]◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/2007/09/29/syaikh-muqbil-bin-hadi-al-wadi%e2%80%99i-wafat-1423-h/
>
>
> Nama dan Nasabnya: Beliau adalah Syaikh Al-Allamah
Al-Muhaddits Abu Abdirrahman Muqbil [i]ibn Hadi ibn Qayidah
Al-Hamdany Al-Wadi’I Al-Khilaly rahimahullah. Kelahirannya:
Beliau rahimahullah dilahirkan pada tahun 1352 H di Damaj Yaman
di sebuah lingkungan Zaidiyah (Salah satu sekte Syi’ah) yang
bercirikan tasawuf, mu’tazilah, dan berbagai bid’ah lainnya.[/i]
>
>
> ✻ Pertumbuhan Ilmiahnya
> Beliau rahimahullah memulai pelajarannya di Maktab di sebuah
desa yang bernama Al-Wathan Damaj Yaman beberapa lama kemudian
berhenti karena tidak ada yang membantunya belajar.
>
> Kemudian beliau safar ke Riyadh Saudi Arabia dan tinggal di
sana sekitar sebulan setengah. Ketika cuaca Riyadh berubah maka
beliau berangkat ke Makkah. Beliau meminta petunjuk kepada
sebagian penceramah tentang kitab-kitab yang bermanfaat yang
akan beliau beli, maka beliau dinasehati agar membeli kitab
Shahih Bukhari, Bulughul Maram, Riyadhush Shalihin, dan Fathul
Majid.
>
> Beliau bekerja sebagai penjaga sebuah gedung di Hajun sambil
menelaah kitab-kitab tersebut. Beliau sangat tertarik dengan
kandungan kitab-kitab tersebut karena apa yang dilakukan manusia
di negerinya sangat berbeda dengan yang ada dalam kitab-kitab
tersebut.
>
> Setelah beberapa lama beliau pulang ke negerinya Yaman dan
mulai mengingkari kemungkaran-kemungkaran yang dilakukan
kaumnya. Seperti menyembelih untuk selain Allah, meminta kepada
orang-orang yang sudah mati, membangun kuburan, dan
kesyirikan-kesyirikan lainnya.
>
> Reaksi yang muncul dari kaumnya begitu keras, lebih-lebih dari
orang Syi’ah yang memandang Syaikh Muqbil sudah mengganti
agamanya sehingga pantas dibunuh. Mereka memaksa Syaikh Muqbil
untuk belajar di Masjid Jami’ Al-Hadi untuk menghilangkan
syubhat-syubhatnya.
>
> Kemudian beliau berangkat ke Najran dan tinggal di sana selama
dua tahun belajar kepada Majduddin Al-Muayyid. Setelah itu
berangkatlah beliau ke Makkah bekerja di waktu siang dan belajar
di waktu malam.
>
> Ketika dibuka Ma’had Al-Haram Al-Makky beliau mendaftarkan
diri dan diterima sehingga beliau menyelesaikan pendidikan
Mutawassithah dan Tsanawiyah. Kemudian beliau menuju ke Madinah
dan masuk ke Universitas Islam Madinah di Fakultas Da’wah dan
Ushuluddin.
>
> Ketika dibuka Fakultas Pasca Sarjana di Universitas Islam
Madinah, Beliau mendaftarkan diri dan diterima. Risalah
Magisternya adalah tahqiq kitab Ilzamat dan Tatabbu’ oleh
Al-Imam Daruquthni.
>
> ✻ Dakhwahnya di Yaman
> Ketika terjadi fitnah kelompok Juhaiman di Masjidil Haram,
beliau rahimahullah dituduh termasuk kelompok mereka sehingga
beliau dipenjara dan dipulangkan ke Yaman.
>
> Sesampainya beliau di Yaman, beliau memulai dakhwahnya dengan
mengajari Al-Qur’an kepada anak-anak di kampungnya. Beliau
dengan gigih mendakwahkan dakwah salafiyah, dakhwah tauhid
dakwah yang haq, meski begitu banyak rintangan yang
menghadangnya dari kelompok syi’ah, sufiyah, dan sekuler. Beliau
rahimahullah mulai dakwahnya dari kampungnya yang kecil yang
dikelilingi gunung-gunung tetapi cahaya dakwah beliau memancar
hingga ke pelosok-pelosok yang jauh di Yaman.
>
> Dengan pertolongan Allah ’Azza wa Jalla, kemudian dengan
kegigihan beliau mulailah dengan manusia meninggalkan
kesyirikan-kesyirikan dan kemungkaran-kemungkaran yang
sebelumnya merupakan kebiasaan mereka sehari-hari.
>
> Ketika dakwah beliau mulai terdengar ke seluruh penjuru,
berbondong-bondonglah manusia menuju tempat beliau untuk
mengambil ilmu. Datanglah para penuntut ilmu dari daerah-daerah
sekitarnya, bahkan dari luar negeri Yaman seperti Mesir, Kuwait,
Haramain, Najd, Libia, Al-Jazair, Maghrib (Maroko), Turki,
Inggris, Indonesia, Amerika, Somalia, Belgia, dan negeri-negeri
lainnya.
>
> ✻ Keberaniannya dalam Mengingkari Kemungkaran
> Beliau rahimahullah dikenal pemberani di dalam mengucapkan
kebenaran dan mengingkari kemungkaran. Tidak takut kepada
siapapun di dalam membela kebenaran. Siapa saya yang membaca
tulisan-tulisan dan mendengarkan kaset-kaset beliau akan
mengetahui hal itu. Beliau berbicara tentang bid’ah-bid’ah,
kesyirikan-kesyirikan, kezhaliman-kezhaliman, dan
kerusakan-kerusakan. Beliau memiliki banyak bantahan-bantahan
kepada para pemilik kebathilan di dalam tulisan-tulisan dan
kaset-kaset beliau.
>
> ✻ Perhatian kepada para Penuntut Ilmu
> Beliau begitu besar perhatiannya kepada para penuntut ilmu.
Beliau sangat bersedih jika ada dari para murid-muridnya
membuthkan sesuatu kemudian tidak bisa mendapatkannya. Beliau
pernah berkata di dalam majelisnya, ”Beban terberat yang aku
hadapi yang aku rasakan lebih berat daripada menghadapi ahli
bid’ah dan menulis adalah kebutuhan murid-murid kami.”
>
> ✻ Keluhuran Jiwanya
> Beliau rahimahullah begitu luhur jiwanya, menjauhkan diri dari
hal-hal yang tidak pantas, menjaga diri dari meminta-minta
kepada orang lain, sampai-sampai beliau merasa berat memintakan
kepada para muhsinin (dermawan) untuk kepentingan para muridnya.
Ketika Syaikh Abdul Aziz ibn Baz mengetahui hal itu maka beliau
mengirim surat kepada Syaikh Muqbil yang isinya, ”Tulislah
permohonan wahai Abu Abdurrahman, engkau akan mendapatkan pahala
darinya!.”
>
> Beliau latih para muridnya pada sifat yang agung ini. Beliau
mencela dan memperingatkan dari orang-orang yang meminta-minta
kepada manusia atas nama dakwah, dan ini bukan berarti beliau
rahimahullah menyeru para penuntut ilmu agar meninggalkan
taklimnya untuk berdagang. Maksud beliau, makan dari hasil usaha
sendiri lebih baik daripada meminta-minta. Beliau rahimahullah
juga berkata, ”Aku menasehatkan kepada ahli sunnah agar bersabar
atas kefaikiran, karena itulah keadaan yang Allah pilihkan
kepada Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam.
>
> ✻ Kesabarannya
> Beliau rahimahullah memiliki kesabaran yang sulit dicari
bandingannya. Beliau begitu sabar atas bebrbagai penyakit yang
menimpanya, bersabar atas penyakit busung air yang
bertahun-tahun dideritanya. Demikian pula atas penyakit lever
yang menimpanya. Merupakan hal yang menakjubkan bahwa beliau
dalam keadaan sakit tidak pernah meninggalkan taklimnya. Pernah
suatu saat beliau menyampaikan pelajarannya dalam keadaan
tangannya diikat dengan perban ke lehernya.
>
> ✻ Kedzuhudan, Kesederhanaan, Kedermawanan, dan Wara’nya
> Beliau dikenal dengan kedzuhudannya dan beliau biasakan para
muridnya atas sifat yang mulia ini. Beliau sampaikan kepada
mereka bahwa dengan sifat inilah mereka akan mendapatkan ilmu.
Beliau sangat sederhana dalam tempat tinggal, pakaian dan
makanannya.
>
> Di antara hal yang menunjukkan kedzuhudannya pada dunia,
beliau wakafkan tanag belia yang luas untuk tempat tinggal para
muridnya yang sekarang ditempati sekitar 250 rumah.
>
> Beliau memiliki sifat tawadhu’ yang sulit dicari bandingannya.
Jika beliau sedang berjalan kemudian dipanggil oleh seorang anak
kecil maka beliau langsung berhenti, menyapanya, dan menanyakan
apa yang dikehendaki. Ketika beliau di majelis taklimnya
datanglah seorang anak kecil, beliau hentikan pelajarannya dan
berkata anak kecil itu kepadanya, ”Aku ingin membaca sebuah
hadits di mikrofon.” maka beliau dudukkan anak kecil tersebut di
depannya untuk membaca hadits yang dikehendakinya.
>
> Beliau dikenal dengan sifat wara’, tidak pernah tersisa dana
dakwah disisinya karena selalu beliau serahkan kepada
penanggungjawabnya.
>
> ✻ Kegigihan dalam Berdakwah
> Beliau rahimahullah begitu gigih dalam berdakwah meskipun
begitu padat kesibukannya daalam mengajar dan menulis. Beliau
arahkan para muridnya dengan mengatakan, ”Janganlah kalian hanya
menuntut ilmu dan meninggalkan dakwah, wajib atas kalian
mendakwahkan ilmu yang kalian pelajari!.”
>
> Beliau melakukan perjalanan dakwah di kota-kota dan desa-desa
Yaman, mendaki gunung-gunung dan menuruni lembah-lembah. Beliau
mengalami vabyak rintangan dari para musuh-musuhnya seperti
jama’ah Ikhwanul Muslimin, Jam’iyah Hikmah dan Ihsan, kelompok
sekuler, Sufiyah, dan selain mereka, tetapi beliau tidak pernah
surut dalam dakwahnya kepada Kitab dan Sunnah.
>
> Ceramah-ceramah dakwah beliau dihadiri oleh jumlah yang sangat
besar hingga di sebagian tempat ceramah diadakan di tanah lapang
karena masjid yang ada tidak mampu memuat jumlah hadirin.
>
> Beliau peringatkan manusia dari kesyirikan, kebid’ahan,
demokrasi dan parlemen. Beliau ingatkan kaum muslimin agar tidak
memberikan loyalitas kepada musuh-musuh Islam, dan meninggalkan
fitnah hizbiyyah yang telah menceraiberaikan umat.
>
> ✻ Kegigihannya dalam Mempelajari dan Menyampaikan Ilmu
> Beliau begitu gigih di dalam mengajarkan ilmu. Satu jam
sebelum Zhuhur beliau mengajarkan kitabnya Shahih Musnad mimma
Laisa fi Shahihain, setelah itu kitab Jami’ Shahih Musnad mimma
Laisa fi Shahihain. Sesudah shalat Zhuhur beliau mengajarkan
Tafsir Ibnu Katsir dua hari sekali bergantian dengan kitab
Shahih Musnad min Asbabin Nuzul. Ketika kitab yang akhir ini
selesai beliau ganti dengan kitab Jami’ Shahih. Sebelum Zhuhur
beliau menelaah pelajaran di rumahnya selama seperempat jam.
>
> Sesudah Ashar beliau mengajarkan kitab Shahih Bukhary, dan
sesudah Maghrib mengajarkan Shahih Muslim dan Kitabnya Ahaditsu
Mu’allah Zhahiruha Shihhah. Selesai dari kitab yang akhir ini
beliau menggantinya dengan kitabnya Gharatul Fishal alal
Mu’tadin ala Kutubil Ilal.Selesai dari kitab yang akhir ini
beliau mengajarkan kitabnya Dzammul Mas’alah, kemudian setelah
selesai diganti dengan kitab Shahih Musnad min Dalail Nubuwwah.
Bersama kedua kitab ini beliau ajarkan juga kitab Mustadrak dan
kitabnya Shahih Musnad fil Qadar. Demikianlah urut-urutan taklim
beliau hingga beliau wafat.
>
> Jika beliau berbicara tentang rijal maka beliau adalah
pakarnya, jika beliau sedang diskusi dengan murid-muridnya dalam
masalah nahwu maka seakan-akan tidak ada selsain beliau yang
mengetahui disiplin ilmu ini, jika beliau berbicara tentang ilal
maka membuat terhenyak orang yang ada dihadapannya. Demikian
juga beliau memiliki kecepatan luar biasa di dalam menghadirkan
dalil-dalil dari Kitab dan Sunnah.
>
> ✻ Guru-Gurunya
> Beliau mempelajari ilmu-ilmu syar’i dari para ulama besar
dizamannya seperti: Syaikh Abdul Aziz ibn Abdullah ibn Baz,
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albany, Syaikh Abdullah ibn
Humaid, Syaikh Muhammad As-Sabil, Syaikh Abdul Aziz Ar-Rasyid,
Syaikh Yahya Al-Bakistany, Syaikh Muhammad ibn Abdullah
Ash-Shamaly, Syaikh Muhammad Hakim Al-Mishry, dan Syaikh
Muhammad ibn Abdul Wahhab Al-Mishry.
>
> ✻ Murid-muridnya
> Di antara murid-muridnya adalah Syaikh Muhammad ibn Abdul
Wahhab Al-Washshaby Al-Abdaly, Syaikh Yahya ibn Ali Al-Hajury,
Syaikh Muhammad ibn Abdullah Ar-Rimy Al-Imam, Syaikh Abdul Aziz
ibn A;-Bar’i, Ummu Abdillah Al-Wadi’iyah putrinya, Ummu Syu’aib
Al-Wadi’iyah istri keduanya, Ummu Salamah istri ketiganya, dan
masih banyak lagi selain mereka.
>
> ✻ Tulisan-Tulisannya
> Diantara tulisan-tulisannya adalah:
>
- Shahih Musnad mimma Laisa fi Shahihain,
>
- [size=10pt]Tarajim Rijal Al-Hakim fil Mustadrak,
>
- [size=10pt]Tatabbu’ Auham Al-Hakim allati Sakata Alaiha
Adz-Dzhaby,
>
- [size=10pt]Tarajim Rijal Sunan Daruquthni,
>
- [size=10pt]Shahih Musnad min Dalail Nubuwwah,
>
- [size=10pt]Gharatul Fishal ’alal Mu’tadin ’ala Kutubil Ilal,
>
- [size=10pt]Jami’ Shahih fil Qadar,
>
- [size=10pt]Sha’qatu;
>
- [size=10pt]Zilzal Linasfi Abathil Rafdhi wal I’tizal,
>
- [size=10pt]Ijabatus Sail’an Ahammil Masail,
>
- [size=10pt]Asy-Syafa’ah,
>
- [size=10pt]Riyadhul Janna fi Raddi ’ala A’dai Sunnah,
>
- [size=10pt]Tuhfatul Arib ’ala As’ilatil Hadhir wal Gharib,
>
- [size=10pt]Al-Makhraj minal Fitnah,
>
- [size=10pt]Shahih Musnad min Asbabin Nuzul,
>
- [size=10pt]Rudud Ahlil Ilmi ’ala Tha’inin fi haditsi Sihr,
>
- [size=10pt]Mushara’ah.
>
- [size=10pt]Ilhad Khomeni fi Ardhil Haramain,
>
- [size=10pt]Al-Ba’its ala Syarhil Hawadits,
>
- [size=10pt]Irsyad Dzawil Fathan Liib’adi Ghulati Rwafidh ’anil
Yaman,
>
- [size=10pt]Jami’ Shahih Musnad mimma Laisa fi Shahihain,
>
- [size=10pt]Gharatul Asyrithah ’ala Ahlil Jahli wa Safsathah,
>
- [size=10pt]Fawakih Janiyah fil Khuthab wal Muhadharat Saniyah,
>
- [size=10pt]Qam’ul Mu’anid wa Zajrul Haqidil Hasid,
>
- [size=10pt]Majmu’atu Rasail Ilmiyah,
>
- [size=10pt]Tuhfatusy Syab Rabbany,
>
- [size=10pt]Fatwa fi Wihdatil Muslimin ma’al Kuffar,
>
- [size=10pt]Iqamatil Burhan ala Dhalali Abdur Rahim
Ath-Thahhan,
>
- [size=10pt]Dibaj fi Maratsy Syaikhul Islam Abdul Aziz ibn Baz,
>
- [size=10pt]Hukmu Tashwir Dzawatil Arwah,
>
- [size=10pt]Muqtarah fi Ajwibati As’ilatil Musthalah,
>
- [size=10pt]Fadhaih wa Nashaih,
>
- [size=10pt]Maqtal Syaikh Jamilurrahman,
>
- [size=10pt]Iskatul Kalbil’Awi,
>
- [size=10pt]Tahqiq Tafsir Ibnu Katsir,
>
- [size=10pt]Shahih Musnad mimma Tafsir bil Ma’tsur, dan
>
- [size=10pt]Kitab Ilzamat wa Tatabbu’ lil Imam Daruquthni
dirasah wa tahqiq.
>
> [size=12pt]✻ Wafatnya
> Syaikh Muqbil ibn Hadi Al-Wadi’i wafat di Jedda pada malam
Ahad 1 Jumadil Ula tahun 1422 H dalam usia sekitar 70 tahun dan
dimakamkan di Makkah di samping Syaikh Abdul Aziz ibn Baz dan
Syaikh Muhammad ibn Shalih Al-Utsaimin. Semoga Allah meridhainya
dan menempatkannya dalan keluasan Jannah-Nya.
Ꞁ[size=8pt]1
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
/>Ꞁ2(boards┐II)
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
>
>
>
>
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
>
ᴊᴀᴢᴀᴋᴜᴍᴜʟʟᴀʜᴜ
ᴋʜᴀɪʀᴀɴ
>
ʙᴀᴀʀᴀᴋᴀʟʟᴀʜᴜ
ꜰɪɪᴋᴜᴍ
>
>
>
>
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
>
---------------------------------------------------------
> SUMBER: Nubdzah Yasir min Hayati Ahadi ’Alamil Jazirah oleh
Abu Hammam Muhammad ibn Ali ibn Ahmaf Ash-Shauma’i Al-Baidhani.
>
---------------------------------------------------------
> [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
>
> Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
>
> Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
> Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
> ____________
> ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
> ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
>
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
>
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
>
--- End Quote ---
[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
[move][size=16pt][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL
HADITS[/shadow][/move]
[center]BIOGRAFI ◥↑✻AHLULHADITS, PARA
SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
ﷺ[/center]
[center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar ibn Abdul Aziz) ▶ Mari kita kembali kepada Al Qur'an
dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.✻
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
🟧 Nasihat Syaikh Muqbil
✻ Nasehatku Bagi Ahlu Sunnah
(Syaikh Muqbil ibn Hadi Al-Wadi’i rahimahullah; Wafat 1423 H)
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
[size=9pt]◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/2007/09/29/syaikh-muqbil-bin-hadi-al-wadi%e2%80%99i-wafat-1423-h/
Hendaklah mereka menjauhi sebab-sebab perpecahan dan
perselisihan di mana aqidah Ahlu Sunnah satu dan visi mereka
satu, tidak ada pada mereka alasan untuk berpecah belah dan
berselisih kecuali kejahilan, kelaliman dan syaithan.
Dalam Shahih Muslim, “Sesungguhnya setan telah berputus-asa
untuk disembah oleh orang-orang ahli shalat di jazirah Arab,
hanya saja dengan dia menaburkan benih perpecahan di antara
mereka.”
Perselisihan itu buruk sebagaimana yang dikatakan oleh Abdullah
ibn Mas’ud sewaktu Utsman mengimami orang-orang shalat di Mina
sebanyak empat raka’at, maka Abdullah beristirja’ (mengucapkan
inna lillahi wa inna ilaihi raji’un) lalu berkata, “Saya telah
melakukan shalat bersama Rasulullah dua raka’at bersama Abu
Bakar dua raka’at juga bersama Umar (dua raka’at).”
Muslim meriwayatkan dalam sahihnya dari Ibnu Mas’ud yang
berkata, “Dahulu Rasulullah meluruskan pundak-pundak kami untuk
shalat dan beliau bersabda, ‘Janganlah kalian berbeda-beda, maka
hati kalian akan berselisih. Hendaklah yang berada di belakangku
di antara kalian orang-orang dewasa yang berilmu lalu yang
berikutnya lalu yang berikutnya!!’”
Imam Bukhari meriwayatkan dalam Sahihnya dari An Nu’man ibn
Basyir, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Benar-benar
kalian akan meluruskan shaf-shaf kalian atau Allah akan
menyelisihkan wajah-wajah kalian.”
Dari Al Barra’ ibn Azib, ia berkata, “Dahulu Rasulullah
menyusupi shaf dari satu sisi ke sisi lainnya, Beliau meratakan
pundak kami seraya bersabda, ‘Janganlah kalian berbeda-beda
sehingga qalbu kalian berselisih.’ Rasulullah juga bersabda,
‘Sesungguhnya Allah dan para malaikat bershalawat untuk
shaf-shaf pertama.’” (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad
sahih, rijal-rijalnya sahih, kecuali Abdurrahman ibn Usajah,
namun An Nasaai telah mentsiqahkannya).
Dalam Shahihain dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Ketika menjelang
kematian Nabi, sementara di rumah beliau da beberapa orang
laki-laki termasuk Umar [i]ibn Al Khattab, beliau bersabda,
“Kemarilah saya akan menuliskan bagi kalian sebuah tulisan yang
kalian tidak akan sesat setelahnya.” Umar berkata, “Sesungguhnya
Nabi telah merasakan sakit yang sangat sementara pada kalian ada
Al-Qur’an dan cukuplah bagi kita Kitabullah.” Akhirnya
orang-orang yang ada di rumah itu berselisih dan bertengkar, di
antara mereka ada yang berkata, “Dekatkanlah agar Rasulullah
menuliskan buat kalian sebuah tulisan hingga kalian tidak akan
sesat setelahnya.” Tapi di antara mereka juga ada yang
mengatakan seperti perkataan Umar. Sehingga tatkala mereka sudah
sangat gaduh dan berselisih di sisi Rasulullah, beliau bersabda,
“Pergilah kalian dariku!.” Ubaidullah berkata: Dahulu Ibnu Abbas
berkata, ”Sesungguhnya bencana, benar-benar bencana apa yang
menghalangi Rasulullah untuk menuliskan bagi mereka tulisan itu,
yakni perselisihan dan kegaduhan mereka.”[/i]
Al Bukhari meriwayatkan dalam Shahihnya dari Ubadah ibn Shamit
ia berkata: Nabi keluar untuk mengabarkan kami tentang Lailatul
Qadr. Lalu tiba-tiba ada dua orang kaum muslimin yang
bertengkar, maka Rasulullah bersabda, “Saya tadinya keluar
hendak mengabarkan kalian tentang malam Lailatul Qadr, lalu si
fulan dan fulan bertengkar, maka hal itu terangkat (terlupakan).
Semoga itu lebih baik bagi kalian, carilah di kesembilan,
ketujuh dan kelima!!.”
Muslim meriwayatkan dalam Shahihnya dari Abi Sa’id Al Khudri
yang berkata, “Rasulullah beri’tikaf di sepuluh hari pertengahan
Ramadhan untuk mencari Lailatul Qadr sebelum ditampakkan bagi
beliau. Ketika selesai sepuluh hari pertengahan Ramadhan, beliau
memerintahkan untuk merobohkan bangunan masjid untuk diperbaiki.
Setelah itu, ditampakkan bagi beliau bahwa Lailatul Qadr di
sepuluh terakhir maka beliau pun memerintahkan untuk
membangunnya, ia pun dibangun kembali. Kemudian beliau keluar
menemui orang seraya bersabda, “Wahai manusia sesungguhnya tadi
telah ditampakkan padaku Lailatul Qadr, serta saya telah keluar
untuk mengabarkan kalian tentangnya, namun tiba-tiba datang dua
orang laki-laki yang berperkara, keduanya disertai setan,
sehingga saya pun terlupakan (Lailatul Qadr), maka carilah di
sepuluh terakhir Ramadhan!!” Sampai ucapan Imam Muslim: Ibnu
Khallad meriwayatkan “Dua lelaki yang bertengkar“ sebagai
pengganti dari “Dua lelaki yang berperkara.“
Abu Daud meriwayatkan dengan sanad yang sahih dari Abi Tsa’labah
Al Khusyani, ia berkata bahwa Umar berkata, “Dahulu orang-orang
kalau Rasulullah tinggal di suatu tempat, mereka pun berpencar
ke pelbagai celah bukit dan lembah, maka Rasulullah bersabda,
“Sesungguhnya berpencarnya kalian di celah-celah bukit dan
lembah ini, hanyalah timbul sebab setan.” Maka tidaklah beliau
singgah di suatu tempat setelah itu melainkan semua mereka
berkumpul, sehingga diungkapkan (tentang mereka); “Andaikan
dihamparkan satu kain untuk mereka maka itu sudah mencukupi.”
Al Bukhari meriwayatkan dalam Shahihnya dari Ali yang berkata,
“Putuskanlah sebagaimana dahulu kalian putuskan, sebab
sesungguhnya saya tidak suka perselisihan, agar manusia menjadi
satu jama'ah atau saya wafat sebagaimana wafatnya para
sahabatku.”
Kalian –Alhamdulillah– Wahai Ahlusunnah!! Bukanlah seperti
Rawafidh (orang-orang Syiah Rafidhah) yang sebagian mereka
mengafirkan sebagian yang lainnya, demikian juga para pemimpin
Mu’tazilah sebagaimana mereka mengafirkan sebagian yang lainnya,
sebagaimana yang tersebut dalam kitab Milal wan Nihal. Adapun
Ahlusunnah –Alhamdulillah, kebanyakan perselisihan mereka hanya
tentang makna kalimat hadits dalam perkara-perkara ibadah yang
memang datang dari Peletak Syariat secara beragam atau hanya
tentang suatu hadits yang sisi pandang mereka berbeda-beda dalam
menyahihkan atau mendhaifkan, dan lain sebagainya dari
sebab-sebab perbadaan pendapat yang telah disebutkan oleh
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah.
Kalian mengetahui wahai Ahlusunnah!! Kalau para musuh kalian
sangat merindukan agar kalian tertimpa bencana… kalian tahu
kalau para musuh Islam tidaklah menakuti selain kalian, sehingga
mereka sangat berambisi untuk memecah belah kekuatan persatuan
kalian dengan segala macam cara.
Sesungguhnya kewajiban Ahlusunnah untuk memberi kesiapan
memberikan solusi bagi semua persoalan dunia, merekalah yang
mampu untuk itu dan pantas untuk itu, merekalah orang-orang yang
telah Allah berikan pemahaman terhadap Kitabullah dan Sunnah
Rasulullah secara benar.
Sesungguhnya Ahlusunnah ternilai sebagai mayoritas penduduk
dunia Islam, hanya saja berpecah belahnya mereka, berselisihnya
mereka, dan kejahilan masing-masing bangsa tentang ihwal bangsa
selainya telah membuat mereka meleleh dalam pandangan masyarakat
dunia. Namun kita benar-benar mengharapkan semoga Allah
memberikan taufik kepada semua yang tegak mendakwahkan Sunnah
untuk benar-benar memperhatikan keadaan Ahlusunnah serta
menutupi kekurangan dan keberadaannya, semoga Allah mengumpulkan
kekuatan mereka.
Bukankah kalian Wahai Ahlusunnah, manusia yang paling pantas
dikumpulkan kekuatannya dan disatukan kalimatnya?! Rabbul ‘Izzah
berfirman dalam kitabnya yang mulia:
[right][size=16pt]وَاعْتَصِمُوا
بِحَبْلِ
اللهِ
جَمِيعًا
وَلاَ
تَفَرَّقُوا[/right]
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali Allah, dan janganlah
kamu bercerai-berai.” (QS. Ali Imran: 103)
Nabi bersabda sebagaimana yang disebut dalam Shahihain dari
hadits Abu Musa, “Seorang mukmin bagi mukmin lainnya laksana
satu bangunan yang sebagiannya menguatkan sebagian lainnya.”
Dan beliau bersabda, “Perumpamaan kaum mukminin dalam cinta dan
kasih sayang mereka laksana satu tubuh, jikalau ada anggota
tubuh yang mengeluh, maka seluruh tubuh akan ikut merasakan
sakit dan gelisah.”
Rafidhah menyibukkan dunia dengan kabar beritanya dan
menyesatkan banyak manusia, bahkan menghalangi mereka dari
menunaikan manasik (ibadah) haji. Di mana manusia telah datang
dari segala penjuru yang jauh dan menunaikan manasik haji dan
untuk mengingat Allah di berbagai tempat yang mengandung syiar
penuh barakah itu, lalu tiba-tiba keluar Rafidhah melakukan
demonstrasi jahiliah sambil meneriakkan, “Khomeini…Khomeini…!!!”
Maka siapakah yang sanggup untuk menghancurkan perkumpulan macam
ini yang melakukan pelanggaran terhadap perintah Allah dan
menjadikan haji sebagai syiar anarkis, kericuhan dan seruan
jahiliah…!!?? Tidak ada yang sanggup selain Ahlusunnah (dengan
izin Allah) jika kalimat mereka bersatu dan mereka benar-benar
sebagai Ahlusunnah sejati.
Sesungguhnya kebangkitan Islam yang telah dikehendaki oleh Allah
ini membutuhkan perhatian, lalu siapakah yang akan
memperhatikannya selain dari Ahlusunnah?! Ꞁ[size=8pt]1
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
/>Ꞁ2(boards┐II)
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
ᴊᴀᴢᴀᴋᴜᴍᴜʟʟᴀʜᴜ
ᴋʜᴀɪʀᴀɴ
ʙᴀᴀʀᴀᴋᴀʟʟᴀʜᴜ
ꜰɪɪᴋᴜᴍ
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]
Dikutip dari buku:
Judul: Mutiara Nasihat Syaikh Muqbil ibn Hadi Al Wadi’i Kepada
Para Penuntut Ilmu dan Salafiyyin
Penyusun: Abul Hasan ‘Ali ibn Ahmad ibn Hasan Ar Razihi
Penerjemah: Abi Ismail Fuad
Muraja’ah: Al Ustadz Abu Muhammad Abdul Jabbar
Penerbit: Pustaka Al Haura’, Jogjakarta
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
*****************************************************
Page 1 of 1