DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ PARA ULAMA SEKARANG
*****************************************************
#Post#: 191--------------------------------------------------
۩۞۩ Ulama Sekarang Diatas Sunnah: Syaikh
Abdullah Shalfiq: Perjalananku Ke INDONESIA
DIR By: DelilaMazintra
Date: December 31, 2023, 12:26 am
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
[center]BIOGRAFI ◥↑✻AHLULHADITS, PARA
SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
ﷺ[/center]
[center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar ibn Abdul Aziz) ▶ Mari kita kembali kepada Al Qur'an
dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.✻
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
✻ Syaikh Abdullah Shalfiq
[font=georgia]hafizhahullâh[/font]
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
[size=9pt]◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=565
🟥 PERJALANANKU KE INDONESIA
HTML https://satellites.pro/Indonesia_map
[right]بسم الله
الرحمن
الرحيم
الحمد لله
رب
العالمين،
خالق الخلق
أجمعين،
ومقسم
الأرزاق
بين العباد
من مسلمين
وكافرين،
وجاعل
الفوز في
الآخرة
للموحدين
المؤمنين.
والصلاة
والسلام
على
المبعوث
لجميع
الثقلين،
وإلى العرب
والأعجمين،
جعل شريعته
مهيمنة على
جميع شرائع
الأولين،
ودينه
ناسخًا
لجميع
أديان
المرسلين،
من اتبع
هديه وسنته
أعزه الله
وأعلى
ذكره، ومن
حاد عن
أمره،
وجانب هديه
كتب عليه
الصغار
والذله …
أما بعد:[/right]
[size=12pt]Segala puji hanya bagi Allah Rabbul ‘Alamin, Pencipta
seluruh makhluk, Yang membagikan rezki kepada segenap hamba-Nya,
baik kaum muslimin maupun kaum kafir, dan Dia-lah yang
menjadikan kesuksesan di akhirat bagi para muwahhidin mu'minin.
Shalawat dan Salam kepada Rasul yang diutus kepada bangsa jin
dan manusia semuanya, kepada bangsa ‘Arab dan non Arab. Allah
telah menjadikan syari’at beliau sebagai batu ujian bagi segenap
syari’at sebelumnya, agama beliau sebagai penghapus seluruh
agama para rasul sebelum. Barangsiapa yang mengikuti bimbingan
dan sunnah beliau, maka akan Allah muliakan dia dan dan Allah
tinggikan kedudukannya. Dan barangsiapa menentang perintah
beliau, menjauhi bimbingan beliau maka Allah tetapkan atasnya
kehinaan dan kerendahan.
Amma ba’d,
Huruf-huruf dan kata-kata ini aku torehkan pertama kali ketika
aku berada di atas pesawat dalam perjalanan pulangku dari negeri
Indonesia tatkala melewati Bandara Abu Dhabi Emirat Arab.
Perjalanan tersebut memakan waktu tujuh jam di udara, kami
menempuh jarak sekitar kurang lebih 7.000 km. Yaitu setelah aku
turut serta dalam Daurah Ilmiyyah ke-4 di Ma’had Al-Anshar
Yogyakarta (Jogja) Indonesia. Turut serta pula dalam acara
tersebut saudaraku Asy-Syaikh Dr. ‘Abdullah ibn ‘Abdirrahim
Al-Bukhari, profesor hadits di Fakultas Hadits Syarif
Universitas Islam dan saudaraku Asy-Syaikh Khalid ibn Dhahwi
Azh-Zhafiri, yang sekarang sedang menempuh program doktoral di
Universitas Islam Madinah.
Selama waktu yang panjang dalam perjalanan, yang aku habiskan
untuk membaca dan menulis, terbayang dalam pikiran dan benakku
terhadap semua yang aku saksikan dan aku dengar semenjak safarku
hingga kembaliku. Maka sebagian darinya aku tuliskan, dalam
rangka memberikan dorongan kepada ikhwah Indonesia atas
aktivitas yang mereka lakukan selama ini berupa dakwah dan
semangat menyebarkan ilmu dan sunnah. Sekaligus sebagai dorongan
bagi saudara-saudaraku para masyaikh dan para thullabul ‘ilmi
untuk membantu mereka dan mengunjungi mereka. Serta dalam rangka
menampakkan kebaikan yang telah aku saksikan, berupa semangat
yang besar dalam menuntut ilmu dan mengikuti as-sunnah, yang itu
membuat senang hati seorang mukmin di satu sisi, dan
membangkitkan semangat bagi para penuntut ilmu dan para da’i
sunnah di sisi lain. Disamping juga dalam rangka menjelaskan
sikap yang wajib atas seorang muslim terkait fenomena-fenomena
kemungkaran yang menyelisihi syari’at Allah Yang Maha Bijaksana.
Saya memohon kepada Allah agar mengaruniakan kepada kita
kekokohan di atas Islam dan di atas Sunnah, melindungi kita dari
kejelekan fitnah baik yang tampak maupun tidak, serta menjadikan
urusan kaum muslimin di setiap tempat menjadi baik.
Kaum muslimin pada hari ini di setiap tempat -kecuali yang
dirahmati oleh Rabb-ku dan jumlah mereka sedikit- berada dalam
kondisi yang menyedihkan, yang sebenarnya mereka sangat
membutuhkan pemimpin yang adil dan membimbing (mereka), takut
kepada Allah dalam urusan kaum muslimin, serta sangat semangat
membela Islam dan Syari’at-Nya.
[right][size=16pt]والله
المستعان
ولا حول
ولا قوة
إلا بالله
العلي
العظيم.[/right]
_________________________
Ditulis oleh hamba yang faqir (sangat butuh) kepada Rabb-nya
‘Abdullah ibn Shalfiq Al-Qasimi Azh-Zhafiri
Awal mula ditulis di antara langit dan bumi, antara Jakarta dan
Abu Dhabi
Sore hari Ahad, bertepatan dengan 9/8/1429 H
✻ MUQADDIMAH
Kisah indah ini bermula dari telepon para ikhwah salafiyyin di
Indonesia, meminta kepadaku untuk hadir dalam Daurah Ilmiah ke-4
yang mereka adakan, pada tahun ini (1429 H), yaitu pada awal
Sya’ban selama 8 hari. Setelah bermusyawarah aku pun
beristikharah kepada Allah. Akhirnya aku putuskan untuk
berangkat.
Aku memilih untuk mengajarkan Kitabul ‘Ilmi dari kita Shahih
Al-Bukhari, dan Kitabus Sunnah dari kita Sunan Abi Dawud. Kedua
kitab tersebut, termasuk kitab yang aku baca (pelajari) di
hadapan para masyaikh kami yang mulia ketika mereka ikut andil
pada Daurah Ilmiah pertama yang diadakan di daerah Hafrul
Bathin, Masjid Jami’ Mu’awiyah ibn Abi Sufyan Radhiyallah
‘anhuma. Daurah tersebut dilaksanakan pada awal bulan Rabi’uts
Tsani tahun 1422 H. Kitabus Sunnah aku membaca (mempelajari)nya
di hadapan Fadlilah Syaikhina Al-Muhaddits Mufti, Alim, dan Ahli
Hadits di bagian selatan Kerajaan Saudi Arabia Ahmad ibn Yahya
An-Najmi rahimahullah rahmatan wasi’an. Sedangkan Kitabul ‘Ilmi
baca (pelajari) di hadapan Fadhilatu Syaikhina ‘Ubaid ibn
‘Abdillah Al-Jabiri hafizhahullah.
Aku memulai perjalanan ilmiah ini pada hari Sabtu awal Sya’ban
dari bandara Kuwait, yang aku telah memesan tiket perjalan dari
sana. Kemudian transit ke bandara Abu Dhabi, lalu langsung ke
bandara Jakarta, Indonesia. Perjalanan ini berlangsung selama
tujuh 7 jam. Lalu menuju bandara Yogjakarta (Jogja) yang
merupakan akhir perjalanan. Tiba pada malam Senin, tanggal 3
Sya’ban 1429 H. Dalam perjalanan ini aku ditemani oleh Al-Akh
Asy-Syaikh Khalid ibn Dhahwi Azh-Zhafiri hafizhahullah.
Sejak malam itu dimulailah sejumlah pelajaran dan muhadharah,
terkhusus oleh Al-Akh Asy-Syaikh Khalid. Pelajaran dan
muhadharah berlangsung hingga hari Sabtu, tanggal 8 Sya’ban 1429
H, yang dibagi antara kami bertiga: Asy-Syaikh Dr. ‘Abdullah ibn
‘Abdurrahim Al-Bukhari, dan Asy-Syaikh Khalid ibn Dhahwi
Azh-Zhafiri, dan aku sebagai penulis baris-baris ini (yakni
Asy-Syaikh ‘Abdullah ibn Shalfiq Azh-Zhafiri).
Di sela-sela daurah tersebut, kami bertemu dengan
saudara-saudara kita fillah dari para ikhwah Ahlus Sunnah, duduk
bersama mereka, melihat mereka, dan mengetahui berita mereka
yang mendinginkan dada orang yang beriman, membangkitkan harapan
kepada Allah bahwasa Dia-lah penolong agama-Nya dan yang
memenangkan sunnah Nabi-Nya meskipun para pembuat tipu daya dan
makar dari kalangan para syaithan -baik syaithan manusia maupun
jin- dan dari kalangan orang-orang kafir dan komunis, serta juga
para ahli bid’ah dan pengekor hawa nafsu.
Pembahasanku pada baris-baris ini terbagi dalam lima pembahasan,
yaitu:
- [size=10pt]Tentang ikhwah (asatidzah) Ahlus Sunnah Salafiyyin
panitia penyelenggara daurah dan para pengampu dakwah di sana.
- [size=10pt]Tentang Daurah Ilmiah
Keduanya merupakan tujuan utama dari perjalanan.
- [size=10pt]Tentang risalah-risalah yang selesai dibacakan
selama perjalanan, serta faidah-faidah ilmiah yang terdapat di
dalamnya tambahan tambahan keterangan yang penting.
- [size=10pt]Tentang kondisi negeri tersebut, dan berbagai
kenikmatan yang Allah berikan padanya berupa pemandangan yang
indah dan tanda-tanda kebesaran-Nya yang menakjubkan.
- [size=10pt]Tentang apa yang aku lihat di sela-sela perjalanan
ini berupa maksiat, penyimpangan, penentangan terhadap Allah,
dan terang-terangan dalam melakukan kemaksiatan kepada Allah,
serta apa yang menjadi kewajiban bagi kaum muslimin, baik rakyat
maupun pemerintahnya, dalam menghadapi berbagai permasalahan
tersebut.
Dengan memohon kepada Allah agar memberikan kekokohan kepada
kita di atas Islam dan As-Sunnah, serta menjadikan kita sebagai
pemberi petunjuk yang mendapatkan hidayah.
[size=12pt]🟣 PERTAMA
_________________________
Para Ikhwah (Asatidzah) Ahlus Sunnah As-Salafiyyin
Panitia Daurah Ilmiah dan Pengampu Dakwah Salafiyyah
di Negeri Indonesia
Sungguh kami telah berjumpa -sesampainya kami di negeri Islam
ini (negeri Indonesia)- dengan saudara-saudara kami, Ahlus
Sunnah As-Salafiyyin. Kami saksikan kebenaran dalam berpegang
kepada As-Sunnah kejujuran dalam beragama, istiqamah di atas
manhaj salafi, serta semangat dalam thalabul ilmi dan berdakwah
di jalan Allah, kami menilainya demikian -dan kami tidak
bermaksud memberikan tazkiyyah di hadapan Allah untuk
seorangpun-.
Sebagian di antara mereka ada yang pernah belajar di hadapan
para masyaikh dan para ‘ulama kita, seperti Asy-Syakh Muqbil ibn
Hadi Al-Wadi’i, Asy-Syaikh Ahmad ibn Yahya An-Najmi
rahimahumallah, atau seperti Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan,
Asy-Syaikh Rabi’ ibn Hadi Al-Madkhali hafizhahumallah. Sebagian
yang lain adalah para alumnus Al-Jami’ah Al-Islamiyyah
(Universitas Islam) Madinah, dan sebagian yang lain, yang masih
belum mendapat kesempatan seperti ini, tetap bersemangat untuk
menseriusi kitab-kitab dan kaset-kaset para masyaikh tersebut,
baik para ‘ulama maupun para penuntut ilmu dari kalangan Ahlus
Sunnah.
Lebih dari sekadar berguru, aku telah mengetahui pada mereka
seringnya mereka berziarah dan bermusyawarah dengan para ‘ulama.
Paling seringnya adalah bermusyawarah dengan Asy-Syaikh Rabi’
Al-Madkhali -hafizhahullah- yang beliau ini memiliki peran besar
dalam menyatukan kalimat dan barisan mereka.
Sungguh itu merupakan di antara bukti-bukti dalam mengetahui
jalan beragama seseorang, apakah dia berjalan di atas sunnah
atau di atas sesuatu yang menyelisihinya. Ruh-ruh itu adalah
tentara yang berbaris, ruh-ruh yang saling cocok akan bisa
bersatu, dan ruh-ruh yang saling bertentangan akan berselisih.
Para ‘ulama salaf dahulu memandang bahwa bergaulnya seseorang
dengan ahlus sunnah, mencintainya, dan bersemangat dalam
mengambil ilmu darinya serta bermusyawarah dengannya sebagai
tanda bagi manhaj seseorang.
Lebih dari itu, mereka (para ‘ulama salaf) memiliki pengetahuan
tentang manhaj-manhaj baru, kelompok-kelompok hizbiyyah, waspada
darinya, dan mentahdzirnya.
Ini merupakan prinsip yang sangat penting bagi seorang muslim,
terutama bagi kalangan penuntut ilmu atau para da’i di jalan
Allah, yaitu hendaknya ia mengetahui kejelekan dan para
pengusungnya agar ia waspada darinya. Sungguh Hudzaifah ibnul
Yaman radhiyallah ‘anhuma berkata:
[right][size=14pt]كَانَ
النَّاسُ
يَسْأَلُونَ
عَنِ
الْخَيْرِ،
وَكُنْتُ
أَسْأَلُ
عَنِ
الشَّرِّ
مَخَافَةَ
أَنْ
يُدْرِكَنِي[/right]
“Dahulu orang-orang bertanya tentang kebaikan, namun aku
bertanya tentang kejelekan karena khawatir (kejelekan tersebut)
akan menimpaku.”
[size=11pt]Sungguh benar ucapan sang penyair:
[right][size=14pt]عَرَفْتُ
الشَّرَّ
لاَ
لِلشَّرِّ
لّكِـْن
لِتَوَقِّــّّيهِ
وَمَنْ لاَ
يَعْرِفِ
الشَّرَّ
مِنَ
الْخَيْرِ
يَقَعْ
فِيهِ[/right]
Aku mempelajari kejelekan bukan untuk melakukannya, akan tetapi
untuk aku menghindarinya. Barangsiapa yang tidak bisa membedakan
kejelekan dari kebaikan maka ia akan terjatuh ke dalamnya.
[size=11pt]Demikianlah yang aku saksikan pada diri mereka. Itu
merupakan di antara hasil tarbiyah para ‘ulama rabbani.
Sesungguhnya ‘ulama rabbani adalah ‘ulama yang mentarbiyah
murid-muridnya dengan tarbiyah salafiyyah, yang dengannya
terbedakan dengan seluruh manusia. Maka ‘ulama rabbani tersebut
mengumpulkan antara penanaman prinsip syari’at dan aqidah,
dengan peringatan terhadap kejelekan dan bid’ah serta para
pelakunya.
Inilah keistimewaan para ‘ulama yang telah disebutkan di atas.
Dan hal ini demi Allah merupakan bentuk nasehat bagi seluruh
kaum muslimin dan para penuntut ilmu. Adapun sikap mengambil
satu sisi dan mengabaikan sisi lainnya, maka cara yang demikian
ini yang akan membuat si murid berbuat yang berlebihan pada satu
kesempatan, atau berbuat menyepelekan pada kesempatan yang lain,
dan akan menjadikannya tidak berjalan dia pondasi ilmiah
manhajiyyah. Cara demikian membuat banyak kalangan muda berada
dalam alam pikiran yang kacau. Tidak mampu membedakan mana yang
Ahlus Sunnah dan mana yang Ahlul Bid’ah, di samping berada dalam
aqidah yang lemah. Ia bingung dalam memberikan loyalitasnya,
sehingga tidak mengetahui siapa yang layak diberi loyalitas dan
siapa yang harus dimusuhi. Tidak mengetahui siapa yang harus ia
cintai dan siapa yang harus ia benci. Bahkan ada di antara
mereka yang menjadi berseberangan dengan kewajiban-kewajiban
imaniyyah, yaitu mencintai ahlus sunnah dan membenci ahlul
bid’ah. Yang demikian kami saksikan pada sebagian murid-murid
para masyaikh yang tidak mau memperhatikan sikap waspada
terhadap kebid’ahan dan para pengusungnya, hizbiyyah dan
berbagai simbolnya. Mereka tidak memberikan perhatian sama
sekali, yang menyebabkan timbulnya di tengah-tengah mereka
orang-orang yang seperti itu. Bahkan durhaka dan meninggalkan
jalan para masyaikh (guru) mereka.
Aku Katakan:
Sungguh aku telah menyaksikan pada para ikhwah tersebut (yakni
para asatidzah penyelenggara/panitia Daurah Ilmiyyah Nasional)
adanya adab-adab yang tinggi, akhlak-akhlak yang mulia,
jiwa-jiwa yang baik, kepedulian yang tinggi, ta’awun yang kuat
sesama mereka dalam rangka menyebarkan sunnah dan tauhid, serta
manhaj salafi di tengah-tengah negeri tersebut yang telah banyak
didominasi oleh kalangan Asy’ariyyah dan Shufiyyah, bahkan
kelompok-kelompok hizbiyyah.
Sungguh tidak berlebihan bila aku katakan, bahwa apa yang aku
saksikan adalah sesuatu yang tidak ada bandingannya. Aku belum
pernah melihat yang seperti itu. Belum pernah aku menyaksikan
jumlah yang begitu besar, mendatangi Daurah Umum yang
diterjemahkan, jumlah mereka lebih dari 10.000 orang. Atau
jumlah besar mereka yang hadir pada pelajaran Daurah Khusus
(khusus untuk para asatidzah dan para duat) yang mendekati 500
orang. Mereka datang dari berbagai penjuru dan kepulauan negeri
Indonesia dengan membawa semangat untuk menyebarkan sunnah dan
mencari ilmu. Bahkan aku diberi tahu bahwa di sana masih ada
lagi sejumlah para penuntut ilmu yang juga berkeinginan
menghadiri Daurah Khusus, namun karena tempat yang tidak
mencukupi untuk menampung jumlah mereka yang besar, maka panitia
membatasi dengan sebagiannya saja.
Mereka (para asatidzah penyelenggara/panitia) telah mengadakan
daurah-daurah tersebut dengan swadaya mereka sendiri, di
tengah-tengah segala kekurangan. Namun mereka tidak mau menerima
sumbangan dana bersyarat dari sebagian organisasi/yayasan yang
memiliki tujuan yang samar dan tanzhim hizbi, yang tidaklah
tanzhim tersebut hadir pada suatu negeri atau suatu dakwah
kecuali pasti akan memecah belah dakwah tersebut dan menimbulkan
permusuhan dan saling benci sesama pelaku dakwah. Walahaula wala
Quwwata illa billah.
Upaya saling bekerjasama dan bantu membantu yang membuahkan
hasil ini, dan cara yang sukses ini, tidak lain merupakan buah
dari tarbiyah para ulama dan senantiasa berhubungan dengan
mereka. Hal itu membuahkan dalam diri mereka kesinambungan dalam
berusaha di atas sikap pertengahan dan lapang, serta hanifiyyah
(kelurusan) yang jelas.
Sungguh orang-orang seperti mereka adalah orang-orang yang
berhak mendapatkan bantuan, pertolongan, dan kerjasama dalam
menjalankan dakwah mereka untuk menyebarkan tauhid dan Sunnah
serta manhaj salafi di tengah-tengah negeri yang penduduknya
telah didominasi oleh aqidah Asy’ariyyah dan tarekat Shufiyyah,
bahkan kelompok-kelompok hizbiyyah dan takfiry, serta
aliran-aliran dan agama-agama yang bermacam-macam.
Semoga Allah memberikan sebaik-baik balasan kepada para ikhwah
pengampu dakwah dan Daurah Ilmiah ini. Dan semoga Allah
memperbesar pahala atas perkara yang mereka jalankan, berupa
pelaksanaan amanat ini dan menyebarkan risalah ini.
Di antara para ikhwah (asatidzah) tersebut yang aku jumpai
adalah Al-Ustadz Luqman Ba’abduh, Al-Ustadz Abal Mundzir,
Al-Ustadz ‘Askari, Al-Ustadz Hannan Bahannan, Al-Ustadz Qamar
Su’aidi, Al-Ustadz Usamah Faishal Mahri, Al-Ustadz ‘Abdush
Shamad Bawazir, Al-Ustadz Ahmad Khadim, Al-Ustadz Ruwaifi’,
Al-Ustadz ‘Abdul Mu’thi, Al-Ustadz ‘Abdul Bar, Al-Ustadz Ja’far
Shalih, dan selain mereka yang tidak aku ingat nama-namanya.
Sebagaiman pula aku tidak lupa dengan salah seorang pemuda
bernama Muhammad Fuad yang telah melakukan penerjemahan banyak
kitab-kitab salafiyyah dari bahasa ‘Arab ke dalam bahasa
Indonesia.
Sebagai tambahan keterangan, bahwasanya ia (Muhammad Fuad)
dulunya adalah Cina kafir, kemudian masuk Islam dan benarlah
Islamnya. Kemudian Allah memberikan karunia kepadanya berupa
mengenal manhaj salafi dan aqidah sunni. Allah memberikan
manfaat melalui dirinya kepada Islam dan kaum muslimin. Maha
Suci Allah yang telah mengeluarkan yang hidup dari yang mati.
Mengeluarkan dari kegelapan kepada cahaya. Ia memberikan hidayah
ke ash-shirath al-mustaqim bagi siapa yang ia kehendaki. Segala
puji bagi Allah Rabb semesta alam.
Di antara perkara yang membuatku terkejut adalah ketika aku
melihatnya sebagai penerjemah -dan aku bersyukur kepada Allah
atas hal ini- kitabku Sallu As-Suyuf wa Al-Asinnah ‘ala Ahli
Al-Ahwa’ wa Ad’iyyah As-Sunnah yang mendapatkan pendahuluan dari
Syaikh kami, Doktor Rabi’ ibn Hadi Al-Madkhali, seorang ‘ulama
yang memiliki perjuangan yang penuh berkah dalam membela
rekan-rekan dan murid-muridnya, serta anak-anak didiknya dari
kalangan Ahlus Sunnah di setiap tempat. Segala puji bagi Allah
yang dengan-Nya sempurnalah setiap amal shalih. Dan aku memohon
kepada-Nya agar memberikan rizqi kepada kita berupa keikhlasan
dalam berucap dan beramal, menjadikan kita beramal dalam
ketaatan-Nya dan membela agama dan sunnah Nabi-Nya, dan agar Dia
menjadikan hal ini semua termasuk dalam timbangan amal-amal
kebaikan, baik yang berupa kitab-kitab, pengantar, penerjemahan,
maupun penerbitan, pada hari yang sudah tidak lagi bermanfaat
lagi harta dan anak kecuali yang menghadap Allah dengan hati
yang selamat.
🟣 KEDUA
Daurah Ilmiah Asatidzah di Yogyakarta (Yogya)
Daurah Ilmiah tahunan yang diselenggarakan oleh ikhwah
salafiyyin di Indonesia, tepatnya di kota Yogyakarta (Jogja),
termasuk daurah-daurah yang dengannya Allah memberikan manfaat
kepada kaum. Daurah tersebut berhasil menghidupkan kembali di
tengah-tengah para thullabul ‘ilmi (penuntut ilmu) kebiasaan
para as-salafush shalih melakukan rihlah (perjalanan) untuk
menuntut ilmu, semangat mempelajari ilmu, dan berakhlak dengan
akhlak para ahli ilmu.
Daurah ini dihadiri oleh para thullabul ‘ilmi (penuntut ilmu)
dari seluruh penjuru Indonesia dan kepulauan-kepulauannya yang
banyak. Sebagian mereka datang dengan naik kapal melewati lautan
dan pulau-pulau. Sebagian yang lain dengan mengendarai pesawat
terbang. Sebagian yang lain dengan mobil-mobil dan kereta api.
Mereka menempuh jarak yang mencapai ribuan kilo meter. Mereka
harus melewati gunung-gunung, lembah, dan sungai-sungai.
Yang aku saksikan pada mereka perilaku yang baik, semangat untuk
menerapkan sunnah pada penampilan mereka dan shalat mereka,
serta semangat yang tinggi dalam menuntut ilmu.
Aku melihat mereka dalam keadaan masjid sudah penuh sesak oleh
mereka. Mereka berkumpul di sekitar meja pengajar. Hampir-hampir
tidak ada tempat kosong di antara mereka. Jumlah mereka mencapai
500 orang!!
Pemandangan yang seperti ini akan membuat pandangan mata menjadi
sejuk, jiwa menjadi bahagia, harapan kepada Allah semakin kuat,
dan harapan mendapakan pertolongan dari-Nya bagi para
muwahhidin. Allah pasti akan memenangkan agama-Nya walaupun
orang-orang musyrik, kafir, dan munafik membencinya, dan
meskipun mereka mengupayakan berbagai makar untuk menyerang
Islam dan para pemeluknya, berusaha sungguh-sungguh untuk
menyesatkan dan menghalangi mereka dari agama mereka yang benar
dengan berbagai macam makar dan tipu daya, maka sesungguhnya
Allah akan menggagalkan tipu daya dan makar mereka.
[right][size=14pt]وَيَمْكُرُونَ
وَيَمْكُرُ
اللهُ،
وَاللهُ
خَيْرُ
الْمَاكِرِينَ
(30) [الأنفال/30
][/right]
"Mereka melakukan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya
itu. Allah sebaik-baik pembalas tipu daya." [Al-Anfal: 30]
Meskipun mereka berusaha dengan keras untuk merubah fitrah kaum
muslimin, menanamkan fitnah sesama mereka, dan memasukkan bid’ah
dan khurafat kepada mereka, serta menenggelamkan mereka dengan
berbagai bentuk syahwat, maka sesungguhnya Allah Yang akan
memadamkan itu semua. Dia yang akan menjadikan tipu daya mereka
kembali kepada leher-leher mereka. Dia akan mengeluarkan dari
keturunan kaum muslimin orang yang mengibarkan bendera
as-sunnah, mendakwahkan Islam yang benar dan bersih dari kotoran
syirik dan bid’ah, berakhlak dengan Islam dan pondasi-pondasinya
yang agung. Maha Benar Allah, Dzat Yang Maha Mulia dan Maha
Hikmah ketika Ia berfirman:
[right][size=14pt]يُرِيدُونَ
لِيُطْفِئُوا
نُورَ
اللَّهِ
بِأَفْوَاهِهِمْ
وَاللَّهُ
مُتِمُّ
نُورِهِ
وَلَوْ
كَرِهَ
الْكَافِرُونَ
( 8 ) هُوَ
الَّذِي
أَرْسَلَ
رَسُولَهُ
بِالْهُدَى
وَدِينِ
الْحَقِّ
لِيُظْهِرَهُ
عَلَى
الدِّينِ
كُلِّهِ
وَلَوْ
كَرِهَ
الْمُشْرِكُونَ
(9) [الصف/8، 9][/right]
“Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya)
mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya,
walaupun orang-orang kafir membencinya.” Dia-lah yang mengutus
Rasul-Nya dengan membawa hidayah (ilmu yang bermanfaat) dan
agama yang benar (amal shalih) agar Dia memenangkannya (agama
tersebut) di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik
membenci." [Ash-Shaf: 8-9]
Allah ‘Azza wa Jalla telah memberikan anugerah (barakah) dalam
keikutsertaan kami dalam daurah ini, yaitu dengan menjelaskan
Kitabul ‘Ilmi dari kitab Shahih Al-Bukhari secara lengkap,
demikian pula dengan menjelaskan awal Kitabus-Sunnah dari kitab
Sunan Abi Daud. Kedua kitab ini di antara kitab pegangan yang
diajarkan dalam Daurah Ilmiyyah pertama di Masjid Jami’
Mu’awiyah ibn Abi Sufyan radhiyallahu ‘anhuma, Hafrul Bathin,
sebagaimana telah lalu.
Sedangkan saudaraku, Asy-Syaikh Dr. ‘Abdullah ibn ‘Abdurrahim
Al-Bukhari ikut andil dengan mengajarkan manzhumah
Al-Baiquniyyah dan Kitabun-Nikah dari kitab Manhajus Salikin
karya Al-‘Allamah As-Sa’di. Sebagaimana pula saudaraku
Asy-Syaikh Khalid ibn Dhahwi Azh-Zhafiri mengajarkan Kitab
Fafhul Rabbil Bariyyah bi Talkhis Al-Hamawiyyah.
Ditambah lagi dengan penyampaian pelajaran yang sukses,
disampaikan di sejumlah muhadharah yang dilaksanakan di Masjid
Jami’ lain di wilayah yang sama (yang beliau maksud adalah
Daurah Umum di Masjid Agung Bantul, Yogyakarta) yang jarak
tempuhnya dari pusat pengadaan Daurah Ilmiah Asatidzah adalah
sekitar 45 menit.
Penyampaian muhadharah tersebut (Daurah Umum) dilakukan secara
bergantian antara kami bertiga. Sebagaimana pula aku dan
Asy-Syaikh Khalid menyampaikan dua kali muhadharah ketika kami
kembali ke Jakarta. Tema muhadharah yang aku sampaikan adalah
berkaitan dengan hak Allah atas para hamba, yaitu tauhid, serta
penjelasan buahnya ketika di dunia dan di akhirat dan penjelasan
bahwasanya buah tersebut hanya akan terwujud bagi merkea yang
mengikuti petunjuk Nabi dan menerapkan sunnah beliau, baik dalam
ibadah maupun dalam aqidah. Sebagaimana pula Allah telah
memberikan taufik dengan aku bisa menyampaikan khutbah Jum’at
dengan tema ini pula. Teriring do’a memohon kepada Allah untuk
seluruh kalangan agar diberi keikhlasan dan diterima amalannya.
Daurah Ilmiah terlaksana selama satu pekan. Masa-masa daurah
tersebut menjadi waktu yang paling indah, karena kami
menghabiskannya dalam suasana keilmuan bersama para ikhwah yang
memiliki semangat tinggi. Semangatmu menjadi pendorong untuk
menyampaikan, membahas, serta mendiskusikan berbagai masalah
ilmiyyah.
Waktu-waktu pelajaran mayoritasnya pada siang hari dan seusai
shalat berjama’ah:
- [size=10pt]Setelah shalat Shubuh selama dua jam,
- [size=10pt]Jam 09.30 pagi hingga menjelang Zhuhur,
- [size=10pt]Setelah shalat Zhuhur,
- [size=10pt]Setelah shalat ‘Ashar,
- [size=10pt]Setelah shalat ‘Isya’ dua jam.
- [size=10pt]Adapun waktu setelah Maghrib adalah waktu istirahat
untuk para pelajar dan menyantap makan malam.
[size=11pt]Pada kesempatan ini, aku ingin memberikan dorongan
kepada para masyayikh dan para thullabul ‘ilmi (penuntut ilmu)
untuk berta’awun bersama para ikhwah tersebut yang telah
membukakan bagi kita pintu yang lebar untuk mengajar dan
menyebarkan ilmu, sunnah, tauhid, dan berbagai muhadharah di
hadapan jumlah hadirin yang begitu besar. Allah Yang memberikan
taufik dan petunjuk kepada jalan yang lurus.
[size=12pt]🟣 KETIGA
_________________________
Beberapa Risalah yang Selesai dibaca selama Perjalanan
Beserta Faidah-Faidah Ilmiah
atau Penambahan Catatan Kaki yang Penting
Karena perjalanan antara Jakarta dan Abu Dhabi yang sangat jauh,
yaitu membutuh waktu perjalanan selama tujuh jam (pesawat), maka
aku menghabiskannya untuk membaca dan menulis. Di antara risalah
yang tertuang adalah risalah yang berjudul Al-Maqalat
Asy-Syar’iyyah (Makalah-makalah Ilmiah) karya rekan kami
Asy-Syaikh ‘Abdullah Al-Bukhari dengan pendahuluan dari dua
orang syaikh yang mulia, yaitu Asy-Syaikh Ahmad An-Najmi
rahimahullah dan Asy-Syaikh Zaid ibn Hadi Al-Madkhali
hafizhahullâh.
Risalah tersebut terkumpul dalam tiga jilid, beliau
memberikannya kepadaku sebagai hadiah pada daurah kali ini.
Beliau menulis dalam risalah tersebut sejumlah pembahasan yang
bagus. Asy-Syaikh An-Najmi menyatakan tentang pembahasan
tersebut: “Pembahasan-pembahasan ini dalam pandanganku adalah
untaian permata dan cahaya putih. Penulis telah mendapatkan
taufik dalam memilih dan dalam menyampaikannya.” Beliau juga
berkata: “Penulis (Asy-Syaikh ‘Abdullah Al-Bukhari) telah
mengumpulkan perbahasan-pembahasan yang membangunkan akal-akal
yang tidur dan hati-hati yang lalai.”
Diantara apa yang telah aku baca dari pembahasan dan makalah ini
adalah tulisan tentang pembelaan yang benar tentang seorang
tokoh pembawa dan pembela bendera as-sunnah, yaitu Asy-Syaikh
Rabi’ ibn Hadi Al-Madkhali. Pada awal pembahasan membicarakan
masalah keutamaan para ‘ulama dan penjelasan tentang sebagian
hak mereka yang harus ditunaikan oleh umat ini terhadap para
‘ulama. Kemudian beliau (Asy-Syaikh Al-Bukhari) membahas tentang
Asy-Syaikh A-Mujahid Al-‘Allamah Al-Muhaddits Rabi’ ibn Hadi
Al-Madkhali dan pembelaannya terhadap as-sunnah, serta
pujian-pujian para ulama atasnya. Di antaranya beliau
menyebutkan pujian dari dua orang ‘ulama besar, yaitu Asy-Syaikh
Al-Muhaddits Al-‘Allamah Muhammad Nashiruddin Al-Albani dan
Asy-Syaikh Al-Faqih Al-Ushuli Al-Mufassir Al-‘Allamah Muhammad
ibn Shalih Al-‘Utsaimin –semoga Allah merahmati keduanya-.
Ketika telah selesai membaca risalah yang indah dan pembahasan
yang bagus ini, aku memberikan tambahan terhadap pembahasan
tersebut dalam bentuk catatan kaki. Aku katakan padanya:
Segala puji bagi Allah, semoga shalawat dan salam senantiasa
tercurah kepada Rasulullah. [i]Wa ba’d: Ini adalah makalah yang
baik, ditulis oleh saudara kami Asy-Syaikh ‘Abdullah Al-Bukhari
tentang pembelaan terhadap Asy-Syaikh Al-Allamah Al-Mujahid
Rabi’ Al-Madkhali. Risalah ini mencapai puncak keindahan. Hanya
saja penulis tidak menampilkan sikap-sikap syaikh kami
(Asy-Syakh Rabi’) yang bisa dirasakan dalam memberikan nasehat
kepada pihak lain dan kesabaran beliau menghadapi mereka, hingga
tampak dari mereka sikap rujuk. Apabila ternyata tetap tidak mau
rujuk, maka beliau pun membantahnya. Hal ini sebagaimana terjadi
terhadap ‘Abdurrahman ‘Abdul Khaliq, Salman Al-‘Audah, Abul
Hasan Al-Ma’ribi, dan selain mereka.[/i]
Demikian pula dengan sikap beliau terhadap para salafiyyin di
seluruh tempat. Musyawarah-musyawarah dan nasehat yang beliau
berikan. Berapa banyak didapatkan dari musyawarah, nasehat, dan
arahan penghancuran kebatilan dan bid’ah-bid’ah, tampaknya
As-Sunnah dan orang-orang yang berpegang dengannya, serta
kemenangan kaum muslimin dalam menghadapi orang-orang kafir.
Sebagaimana terjadi pada kaum muslimin di salah satu kepulauan
Indonesia, ketika kaum Nashrani dengan tiba-tiba menyerang kaum
muslimin di kepulauan tersebut, yaitu pada hari raya ‘Idul
fitri. Kaum nashrani menyerang kaum muslimin dengan serentak.
Mereka berhasil membunuh sejumlah besar kaum muslimin. Sehingga
tidak ada yang bisa dilakukan oleh kaum muslimin di Indonesia
kecuali berkumpul dan bersepakat untuk memerangi mereka. Mereka
menyeberangi lautan dengan kapal untuk menuju kepulauan tersebut
dengan jumlah mencapai 5000 orang. Mayoritas mereka adalah
salafiyyin. Kemudian mereka menyerang kaum nashara dan berhasil
membunuh dari mereka sejumlah ribuan orang di medan tempur yang
berlangsung selama berbulan-bulan. Hasil dari upaya ini (jihad
melawan orang-orang nashara -pen) memberikan hasil berupa
pelajaran bagi kalangan nashrani, yang dengannya mulialah kaum
muslimin dan menjadi hinalah orang-orang kafir. Semua usaha ini
(melawan kaum nashara -pen) mayoritasnya adalah karena mengikuti
dan arahan dari Asy-Syaikh Al-Mujahid Rabi’ Al-Madkhali dan
Asy-Syaikh Al-Muhaddits Muqbil Al-Wadi’i, ketika pemerintah
dalam keadaan tidak merespon untuk melakukan perbaikan keadaan.
Yang seperti ini, demi Allah, adalah jihad yang hakiki, yaitu
untuk menegakkan kalimat Allah dan membela kaum muslimin. Adapun
perang yang dilakukan oleh ahlul bid’ah dan kalangan takfiri,
Al-Qaeda (Usamah) ibn Laden dan (Aiman) Azh-Zhawahiri, yang
mereka menamakannya sebagau jihad, pada hakekatnya adalah
kejahatan terhadap Islam dan kaum muslimin serta memberikan
peluang kepada kaum kafir untuk mencekik leher kaum muslimin dan
merampas wilayah mereka. Mayoritas perang mereka –yaitu kalangan
takfiri dan Al-Qaeda– semenjak awalnya dan masih terus
berlanjut, adalah untuk menyerang kaum muslimin, sebagaimana
telah terjadi di Afghanistan, penyerangan mereka terhadap Ahlus
Sunnah dan pembunuhan yang mereka lancarkan terhadap Asy-Syaikh
Jamilurrahman As-Salafi -rahimahullah-.
Sebagaimana pula yang terjadi di Aljazair. Mereka membunuhi kaum
muslimin, mengeluarkannya dari masyarakat muslimin, dan
mengkafirkannya. Itu semua dengan arahan dari orang-orang yang
disebutkan sebagai da’i-da’i kebangkitan.
Sebagaimana pula terjadi di Iraq, mereka menumpahkan darah,
berbuat lancang terhadap orang-orang yang tidak berdosa, masuk
ke dalam masjid-masjid dan membunuh orang-orang yang shalat. Itu
semua mereka lakukan atas nama jihad!! Inilah klaim mereka!!
Bahkan sebagaimana terjadi pada negeri kami, yaitu Kerajaan
Saudi Arabia, negeri tahuid dan sunnah. Terjadi berbagai
pengeboman dan pembunuhan orang-orang yang tidak bersalah,
dilakukan oleh Al-Qaeda dan para pengekornya dari kalangan
takfiri dan Quthbiyyin, atau dari kalangan orang-orang yang
mendapatkan tarbiyah dari pendidikan Jama’ah Tabligh.
Aku katakan: "Betapa banyak Allah telah menghancurkan melalui
beliau -yaitu Asy-Syaikh Rabi’- upaya pembunuhan terhadap kaum
muslimin dan orang-orang yang mendapatkan jaminan keamanan. Juga
tindakan menumpahkan darah. Sebagaimana terjadi di Aljazair,
ketika pembunuhan telah merajalela di antara mereka. Asy-Syaikh
Rabi’ hafizhahullâh dan Asy-Syaikh Muhammad ibn Shalih
Al-‘Utsaimin rahimahullah memberikan nasehat kepada mereka.
Demikian pula dengan sikap beliau terhadap penduduk Iraq, serta
arahan yang beliau sampaikan, yang kemudian berhasil menjaga
dakwah dan keamanan mereka, serta kehormatan dan agamanya.
Beliau juga memberikan dorongan untuk mencari ilmu, penuh
hikmah, dan kesabaran. Serta sikap/peran beliau yang lain.”
Catatan kaki ini aku tulis sebagai tambahan untuk apa yang telah
ditulis oleh saudara kami Asy-Syaikh ‘Abdullah Al-Bukhari,
semoga Allah memberikan balasan kebaikan kepadanya. Tidak
diragukan lagi bahwa Syaikhuna (Rabi’ ibn Hadi Al-Madkhali)
memiliki sejumlah sikap/peran besar yang seharusnya untuk kita
menampilkannya, agar umat mengetahui siapa sebenarnya ‘ulama
kita. Betapa banyak melalui mereka Allah menjaga agama dan
as-sunnah. Betapa banyak fitnah dan kejelekan yang Allah
padamkan melalui mereka. Betapa banyak musibah dan bencana yang
menimpa kaum muslimin Allah redakan melalui mereka. Yang
demikian karena mereka bertolak dari ilmu, hikmah, dan nasehat
yang jujur bagi kaum muslimin.
Peristiwa Perang Teluk pertama belumlah jauh dari kita. Para
‘ulama -di bawah pimpinan Al-Imam Al-‘Alim Al-‘Allamah
Al-Muhaddits Al-Mujahid ‘Abdul ‘Aziz [i]ibn ‘Abdullah ibn
Baz[/i]- memberikan fatwa bolehnya meminta bantuan kepada
kekuatan asing dalam melawan pasukan komunis (pasukan Iraq, di
bawah pimpinan Shaddam Husain -pen).
Fatwa agung itu telah menjaga pertahanan Islam dan pemeluknya di
saat para da’i-da’i ‘pencerahan’ dan ‘penyemangat’, seperti
Salman Al-‘Audah dan Safar Al-Hawali, berfatwa dengan penolakan
fatwa para ‘ulama tersebut dan berlepas diri darinya -demikian
yang mereka yakini!!
Aku katakan: Inilah Al-Mujahid Al-‘Alim As-Salafi yang sangat
cemburu terhadap Islam, As-Sunnah dan Manhaj As-Salafi, yaitu
Asy-Syaikh Rabi’ Al-Madkhali. Sangat disayangkan ada di sana di
antara anak-anak dari keturunan kita dan orang-orang yang tumbuh
di negeri tauhid dan sunnah, dan terkadang dari kalangan yang
dianggap berilmu dan da’i, yang umat diuji dengan keberadannya.
Barangsiapa yang mengenali keutamaan beliau (Asy-Syaikh Rabi’),
membaca karya-karyanya, serta mengambil nasehat dan
arahan-arahannya, maka dia akan menolak dan waspada dari
orang-orang semacam itu.
Demikianlah keadaannya. Hal ini telah terjadi dan aku saksikan
sendiri di negeri Indonesia. Salah satu pelajar Indonesia yang
hadir di daurah mengabarkan kepadaku bahwasanya pada beberapa
hari sebelumnya ia ditemui oleh salah satu wakil Universitas
Islam (Madinah) untuk menguji para pelajar yang ingin mendaftar
di universitas tersebut. “Penguji tersebut menanyaiku tentang
Asy-Syaikh Rabi’ Al-Madkhali, maka aku jawab sesuai dengan
pengetahuanku tentang beliau,” kata pelajar tersebut. Kemudian
ia melanjutkan, “Ternyata hasil dari wawancara ini adalah namaku
tidak masuk dalam daftar orang-orang yang diterima di Unversitas
Islam Madinah.”
Kami, demi Allah, sangat menyayangkan munculnya orang-orang
seperti ini dari pihak Universitas Islam. Padahal dengannya
Allah telah memberikan manfaat kepada Islam dan kaum muslimin.
Jika Allah berkehendak, maka universitas tersebut akan
senantiasa menjadi sebagai menara tauhid dan sunnah. Bagaimana
tidak, sebenarnya universitas ini berdiri di atas ilmu yang
benar bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, serta aqidah
As-Salaf ash-Shalih. Berdiri di tangan para ulama rabbani dan
kawakan, baik dalam urusan pengaturan maupun pengajaran, seperti
Asy-Syaikh Muhammad ibn Ibrahim Alusy-Syaikh, Asy-Syaikh ‘Abdul
‘Aziz ibn ‘Abdullah ibn Baaz, Asy-Syaikh Muhammad Al-Amin
Al-Jinki Asy-Syinqithi, Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin
Al-Albani, dan selain mereka.
Aku memohon kepada Allah agar menetapkan Universitas Islam
Madinah tersebut dalam kondisi mulia untuk Islam dan kaum
muslimin, Sunnah dan tauhid, serta menjauhkannya dari
tangan-tangan ahlul ahwa dan hizbiyyin.
🟣 KEEMPAT
Alam Negeri Indonesia, Nikmat-nikmat yang Allah Karuniakan
Berupa Pemandangan yang Indah, dan Keajaiban-keajaiban Lainnya
Diantara yang kami saksikan di negeri ini adalah berbagai
pemandangan alam yang sangat indah. Yang sangat menakjubkan
adalah bagaimana Allah menciptakan dan menghiasinya, berupa
berbagai keajaiban-keajaiban, gunung-gunung tinggi yang hijau,
hutan yang luas dipenuhi dengan berbagai macam pohon dan bunga,
tanah yang dihampari dengan pemandangan yang hijau, ada yang
berupa lahan pertanian yang berbuah dan ada yang pemandangan
alam yang cantik, sungai-sungai banyak mengalir, hawa yang
lembut dan nyaman, awan seperti gunung yang menggumpal di udara
bak ombak di lautan, di mana kami bisa melihatnya di bawah kami
–yaitu di dalam pesawat– dalam pemandangan yang mengagumkan,
ciptaan Allah Yang Maha Hikmah lagi Maha Mulia. Tidak lama
kemudian kita akan mengatakan Laa ilaaha illallah, aku beriman
kepada Sang Maha Pencipta dan Maha Mengetahui. Maha Hikmah dan
Maha Mulia. Betapa agungnya ciptaan Allah dan betapa lemahnya
manusia yang lemah ini dan sombong kepada Allah. Maha Benar
Allah ketika berfirman:
[right]يَا
أَيُّهَا
الْإِنْسَانُ
مَا
غَرَّكَ
بِرَبِّكَ
الْكَرِيمِ
(6) الَّذِي
خَلَقَكَ
فَسَوَّاكَ
فَعَدَلَكَ
(7) فِي أَيِّ
صُورَةٍ
مَا شَاءَ
رَكَّبَكَ
( 8 ) كَلَّا
بَلْ
تُكَذِّبُونَ
بِالدِّينِ
(9)
[الإنفطار/6-10][/right]
"Wahai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat
durhaka) terhadap Rabbmu yang Maha Pemurah? Yang telah
menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan
(susunan tubuh)mu seimbang, Dalam bentuk apa saja yang Dia
kehendaki, Dia menyusun tubuhmu. Bukan Hanya durhaka saja,
bahkan kamu mendustakan hari pembalasan." (Al-Infithar: 6-9)
Dan Allah Ta’ala berfirman:
[right][size=14pt]أَلَمْ
نَخْلُقْكُمْ
مِنْ مَاءٍ
مَهِينٍ (20)
فَجَعَلْنَاهُ
فِي
قَرَارٍ
مَكِينٍ (21)
إِلَى
قَدَرٍ
مَعْلُومٍ
(22)
فَقَدَرْنَا
فَنِعْمَ
الْقَادِرُونَ
(23) وَيْلٌ
يَوْمَئِذٍ
لِلْمُكَذِّبِينَ
(24)
[المرسلات/20-24][/right]
”Bukankah Kami menciptakan kalian dari air yang hina? Kemudian
Kami letakkan air tersebut dalam tempat yang kokoh (rahim),
sampai waktu yang ditentukan, Lalu Kami tentukan (bentuknya),
Maka Kami-lah sebaik-baik yang menentukan. Kecelakaan yang
besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.”
(Al-Mursalat: 20-24)
Sungguh orang akan bertanya-tanya: Apakah hikmah dari
(kenyataan) bahwasanya negeri kita (Saudi ‘Arabia) mayoritasnya
adalah tanah yang tandus, padang pasir yang gersang dan terlihat
putih. Sedikit sekali daerah-daerah yang hijau, kecuali pada
sebagian wilayah dan sebagian tempat. Padahal negeri kita adalah
tempat turunnya wahyu, Al-Haraiman (Makkah dan Madinah), tempat
diutusnya risalah, tempat singgahnya hati-hati kaum muslimin,
dan syari’at Islam berdiri tegak, bendera tauhid dan as-sunnah
berkibar di angkasanya, sedangkan penguasanya –segala puji bagi
Allah– bangga dengan Islam dan as-sunnah. Ilmu juga berdiri
tegak. Ulama-ulama rabbani banyak jumlahnya, meskipun amat
disayangkan adanya kedurhakaan dari sebagian anak-anak keturunan
kami. mereka telah menggantikan yang baik dengan yang buruk.
Mereka meninggalkan (manhaj) yang mereka dahulu ditarbiyah di
atasnya. Mereka memilih bergabung dengan hizbiyyah yang berporos
pada pikiran manusia, dan jama’ah-jama’ah yang muhdatsah bid’ah
yang muncul dari negeri-negeri yang tidak berbuat untuk mencapai
kebaikan baginya. Mereka menyelundup kepada kita dalam kemasan
sebagai bentuk kesemangatan untuk Islam dan cemburu kepada
syari’at, sebagaimana diselundupkannya racun dalam madu…?!!
Namun yang kita katakan adalah bahwasanya Rabb kita memiliki
hikmah yang tinggi, hujjah yang membungkam. Dia ‘Azza wa Jalla
pemilik hak mencipta, memerintah, dan menguasai. Ia mengatur
kerajaan-Nya dalam ketelitian yang puncak berdasar hikmah dan
keadilan serta rahmat. Ia membuat yang ini miskin dan membuat
kaya yang lain, menghinakan yang ini dan memuliakan yang lain.
Ia menjadikan yang ini hijau dan berbunga. Menjadikan yang itu
putih dan gersang. Ia adalah Rabb kita Yang Maha Terpuji atas
segala sesuatu baik di dunia maupun di akhirat.
Semoga Allah menyimpankan untuk kita kenikmatan-kenikmatan
tersebut, dan yang lebih baik dari itu di negeri yang tidak akan
musnah kenikmatannya. Di negeri tersebut terdapat berbagai
kenikmatan belum pernah terlihat oleh mata keindahannya, belum
pernah didengar oleh telinga, tidak pula pernah terbetik dalam
hati manusia.
Betapapun indahnya negeri itu (Indonesia), namun sesungguhnya
hidup di tempat turunnya wahyu dan dua tanah haram, di bawah
naungan hukum syari’at Islam, sehingga seorang muslim bisa
beribadah kepada Allah dengan aman dan tenang, jauh dari
tempat-tempat fitnah dan syahwat, adalah lebih baik ratusan kali
daripada itu semua.
Kita memohon kepada Allah [i]‘Azza wa Jalla agar menghidupkan
kita di atas Islam dan as-sunnah, dan agar mematikan kita di
atas keimanan dan as-sunnah. Sebagaimana pula kita memohon
kepada-Nya agar menjaga bendera tauhid dan sunnah senantiasa
dalam keadaan berkibar. Dan agar menjaga negeri ini dengan
syari’at yang cemerlang. Dan agar memenangkan kita di atas
musuh-musuh kita dari orang-orang kafir dan komunis, serta atas
ahlul ahwa dan bid’ah. Dan agar menolak untuk kita berbagai tipu
daya para penipu, orang-orang munafik, orang-orang zhalim, dan
orang-orang yang menentang.[/i]
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[size=10pt]Alhamdulillah- Ꞁ[size=8pt]1
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
/>Ꞁ2(boards┐II)
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
***
۩۞۩ Ulama Sekarang Diatas Sunnah: Syaikh
Abdullah Shalfiq: Perjalananku Ke INDONESIA
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-para-ulama-sekarang/176917581769-ulama-sekarang-diatas-sunnah-syaikh-abdullah-shalfiq-perjalananku-k/
Syaikh Abdullah Shalfiq: Perjalananku ke Indonesia (1)
HTML http://iscm.createaforum.com/manhaj/manhaj-6/
Syaikh Abdullah Shalfiq: Perjalananku ke Indonesia (2)
HTML http://iscm.createaforum.com/manhaj/manhaj-5/
Syaikh Abdullah Shalfiq: Perjalananku ke Indonesia (3)
HTML http://iscm.createaforum.com/manhaj/manhaj-4/
Syaikh Abdullah Shalfiq: Perjalananku ke Indonesia (4)
HTML http://iscm.createaforum.com/manhaj/manhaj-3/
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
ᴊᴀᴢᴀᴋᴜᴍᴜʟʟᴀʜᴜ
ᴋʜᴀɪʀᴀɴ
ʙᴀᴀʀᴀᴋᴀʟʟᴀʜᴜ
ꜰɪɪᴋᴜᴍ
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]
(SUMBER:
HTML http://www.sahab.net/forums/showthread.php?t=360996
&
diarsipkan di
HTML http://www.rabee.net/almadani/andonisia.zip.<br
/>Dikirimkan oleh al akh Abu Amr melalui email)
Dikutip dari
HTML http://salafy.or.id
tanpa disertai Transkrip
Arabnya. Kisah Syaikh Abdullah Shalfiq: Perjalananku ke
Indonesia (1-4)
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
*****************************************************
Page 1 of 1