URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       ↑iscm
  HTML https://iscm.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: ۩۞۩ PARA ULAMA SALAF LAINNYA
       *****************************************************
       #Post#: 190--------------------------------------------------
       ۩۞۩ Para Ulama Salaf Lainnya: Al-Imam Abu
       ‘Ubaid Al-Qasim Ibn Sallam
   DIR By: ChmielewskiAhmed
       Date: December 30, 2023, 3:31 am
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
       [center]BIOGRAFI &#9701;&#8593;&#10043;AHLULHADITS, PARA
       SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
       &#65018;[/center]
       [center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
       sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar ibn Abdul Aziz) &#9654; Mari kita kembali kepada Al Qur'an
       dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.&#10043;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       &#10043; Al-Imam Abu ‘Ubaid Al-Qasim ibn Sallam
       [font=georgia]rahimahullah[/font]
       (Wafat 220 H) Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
       [size=9pt]&#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=208
       Beliau adalah Abu ‘Ubaid Al-Qasim [i]ibn Sallam ibn ‘Abdillah.
       Berkat keilmuannya, beliau pun mendapatkan julukan sebagai imam,
       hafizh dan mujtahid. Ayahnya adalah budak milik salah seorang
       penduduk Harah. Meskipun budak, ternyata ayahnya sangat
       perhatian terhadap perkembangan keilmuan anaknya. Saat Abu
       ‘Ubaid bersama dengan putra gurunya, diriwayatkan bahwa sang
       ayah keluar dari rumahnya dan berkata kepada gurunya, “Ajarilah
       Al-Qasim. Sesungguhnya dia anak yang cerdas.”[/i]
       Setelah selesai mempelajari dasar-dasar ilmu sesuai keinginan
       bapaknya yang tidak bisa berbahasa Arab, maka beliau mulai
       melakukan rihlah fi thalabil ilmi, yaitu menempuh perjalanan
       untuk mencari ilmu di negeri seberang menuju Bashrah dan Kufah.
       Di sana, beliau memperdalam bahasa Arab, ilmu fikih dan hadits,
       kepada para ulama Daulah Islamiyah yang ada di kedua kota
       tersebut.
       Ilmu yang dimilikinya tersebut, telah mengantarkan beliau
       menjabat sebagai qadhi di kota Tursus pada masa pemerintahan
       Tsabit ibn Nasr ibn Malik. Dan beliau tetap menjadi qadhi di
       kota tersebut selama Tsabit ibn Nasr menjabat sebagai Walikota
       Tursus, yaitu dari tahun 192 H sampai 210 H, atau sekitar 18
       tahun. Kemudian pada tahun 210 H beliau kembali ke kota Baghdad
       dan memulai berhubungan dengan Abdullah ibn Thahir, yang
       menjabat sebagai gubernur di Khurasan.
       Hubungan Abu ‘Ubaid dengan ‘Abdullah ibn Thahir sangat dekat
       sehingga membuat ‘Abdullah ibn Thahir sangat mencintai Abu
       ‘Ubaid. Ada beberapa kisah yang menjadi bukti kecintaan
       tersebut. Dikisahkan, ketika Abu ‘Ubaid bersama Abdullah ibn
       Thahir, datanglah seseorang yang bernama Abu Dalf. Kedatangannya
       ini meminta agar ia bisa belajar kepada Abu ‘Ubaid selama 2
       bulan. Abu ‘Ubaid pun menyanggupi permintaan tersebut, kemudian
       bermukimlah beliau di rumah Abu Dalf selama 2 bulan. Begitu
       waktu belajar telah usai, ketika hendak kembali, Abu Dalf
       memberikan uang kepada beliau sebesar 30.000 dirham. Akan tetapi
       beliau tidak mau menerimanya seraya berkata,
       Sesungguhnya aku berada di sisi orang yang telah mencukupi
       kebutuhanku. Dan tidak menjadikan diriku membutuhkan kepada yang
       lainnya. Dan aku tidak akan mengambil sesuatu yang mengurangiku.
       Ketika beliau telah kembali dari kediaman Abu Dalf, maka
       ‘Abdullah ibn THahir menyerahkan kepada beliau 30.000 Dirham
       sebagai gantinya. Sehingga beliau berkata,
       Adapun sekarang, wahai Amir, maka aku terima (uang ini). Akan
       tetapi engkau telah mencukupkan aku dengan kebaikan yang telah
       engkau berikan kepadaku. Aku berniat menggunakan uang ini untuk
       membali sebuah senjata dan seekor kuda. Yang keduanya, nanti
       akan aku pergunakan untuk berjaga-jaga di perbatasan, agar
       engkau mendapatkan pahala yang lebih banyak, wahai Amir.
       Kemudian beliau pun mewujudkan keinginannya tersebut.
       Terdapat juga kisah lainnya yang menceritakan: Abul ‘Abbas Ahmad
       ibn Yahya Tsa’lab berkata,
       Suatu ketika Thahir ibn ‘Abdullah ibn Thahir datang dari
       Khurasan untuk melaukan haji, dan beliau singgah di rumah Ishaq
       ibn Ibrahim. Dia pun mengundang para ulama untuk menemui Thahir
       ibn ‘Abdullah ibn Thahir. Maka, datanglah para ulama hadits dan
       fiqh, di antaranya Ibnul ‘Arabi dan Abu Nasr sahabat al Asma’i.
       Begitu pula Abu ‘Ubaid, diminta untuk datang menemuinya, akan
       tetapi beliau menolak menghadiri undangan tersebut. Beliau pun
       berkata,
       &#10043; Ilmu itulah yang harus didatangi
       Mendengar jawaban itu, marahlah Ishaq. Waktu itu ‘Abdullah ibn
       Thahir telah biasa memberikan gaji kepada Abu ‘Ubaid sebanyak
       2.000 dirham setiap bulannya. Penolakan beliau ini kemudian
       menjadi sebab Ishaq ibn Ibrahim menghentikan gaji tersebut dan
       mengirimkan laporan mengenai apa yang telah dilakukan Abu
       ‘Ubaid. Untuk menjawab risalah laporan ini, ‘Abdullah ibn Thahir
       berkata,
       Sungguh benar yang dikatakan Abu ‘Ubaid. Dan sesungguhnya akau
       akan menambah gajinya, disebabkan dengan yang dia lakukan. Maka
       berikanlah yang telah tahan dari gajinya dan tunaikanlah haknya.
       Demikian ini dua dari beberapa kisah yang menunjukkan kedekatan
       Abu ‘Ubaid dengan ‘Abdullah ibn Thalhah yang kala itu menjabat
       sebagai Gubernur Khurasan. Bahkan ‘Abdullah ibn Thahir pernah
       memujinya dengan berkata,
       Manusia ada empat, Ibnu ‘Abbas pada zamannya, Asy-Sya’bi pada
       zamannya, Qasim ibn Ma’an pada zamannya, dan Abu ‘Ubaid pada
       zamannya.
       Hubungan beliau dengan Gubernur ‘Abdullah ibn Thahir tidak hanya
       sampai di situ, bahkan ketika Abu ‘Ubaid mengarang sebuah buku,
       beliau menghadiahkan buku tersebut untuk ‘Abdullah ibn Thahir.
       Sebagaimana ketika menulis kitab Gharibul Hadits, beliau
       menunjukkan kitab tersebut kepada ‘Abdullah ibn Thahir, sehingga
       Gubernur Khurasan ini berkata,
       “Sesungguhnya, akal yang telah membawa seseorang untuk menulis
       kitab yang sangat berharga ini, tidaklah pantas sibuk mencari
       ma’isyah (penghasilan).”
       Dan ‘Abdullah ibn Thahir akhirnya menambahkan gajinya menjadi
       10.000 dirham. Bahkan setelah beliau meninggal, gaji tersebut
       masih terus diterima oleh anak-anaknya.
       Meski menetap di Baghdad, bukan berarti beliau meninggalkan
       thalabul ‘ilmi (menuntut ilmu, -red. jilbab). Beliau waktu tidak
       memangku jabatan, akan tetapi, beliau menyusun dan menulis
       kitab, dan ini memudahkan beliau untuk terus belajar kepada para
       ulama di berbagai tempat.
       Di antara (tempat) yang beliau datangi adalah Mesir pada tahun
       213 H, Damaskus, Marwa dan kota yang lainnya. Kemudian pada
       tahun 219 H, beliau pergi ke Makkah, dan terus berada di kota
       tersebut sampai wafatnya. Mengapa beliau memilih tetap tinggal
       di Makkah dan tidak kembali ke Baghdad?
       Coba kita perhatikan kisah beliau ini. Ketika selesai melakukan
       haji, beliau berniat segera kembali ke Iraq pada pagi hari. Abu
       ‘Ubaid menuturkan kisahnya,
       Aku bermimpi melihat Rasulullah dalam keadaan duduk dan di atas
       kepala beliau [i]Shalallahu ‘Alaihi Wassallam ada orang-orang
       yang menutupi beliau. Banyak orang yang masuk dan menemuinya
       memberi salam dan berjabat tangan dengan beliau Shalallahu
       ‘Alaihi Wassallam. Setiap aku berusaha mendekat, ada yang
       berusaha menghalangiku. Maka aku katakan kepada mereka, “mengapa
       kalian tidak membarkan aku bertemu dengan Rasulullah?”
       Mereka menjawab, “Tidak, Demi Allah, engkau tidak boleh masuk
       dan tidak boleh memberi salam kepadanya, sedangkan engkau akan
       keluar besok pagi menuju Iraq.” Mendengar jawaban itu, maka aku
       katakan kepada mereka, “Kalau begitu, aku tidak akan kembali ke
       Iraq.” Maka mereka pun mengambil janjiku, kemudian membiarkan
       aku untuk menemui Rasulullah. Aku pun masuk dan memberi salam
       dan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjabat tanganku. Dan
       akhirnya aku membatalkan niatku kembali ke Iraq.[/i]
       Disamping kedekatannya dengan Gubernur Khurasan waktu itu,
       sebagai seorang ulama yang beraqidah shahihah yang kuat
       berpegang kepada Sunnah, beliau juga menjadi salah seorang yang
       sangat dekat hubungannya dengan Imam Ahmad ibn Hambal. Sehingga
       tidak heran, jika beliau banyak terpengaruh oleh Imam Ahmad,
       terutama dalam masalah aqidah, sehingga beliau terkenal sangat
       keras terhadap ahlul bid’ah.
       Sikap keras beliau terhadap ahlul bid’ah, dapat kita lihat dalam
       perkataan-perkataan beliau,
       Aku telah banyak menyertai manusia, dan berbicara kepada ahli
       kalam, tidaklah aku dapatkan suatu kaum yang lebih lemah, lebih
       kotor, lebih menjijikkan dan lebih dungu melebihi orang-orang
       Rafidhah. Dan sungguh, aku telah memangku jabatan hakim di
       perbatasan, maka aku keluarkan dari mereka tiga orang, yaitu dua
       orang Jahmiyah dan satu orang Rafidhah atau dua orang Raidhah,
       dan satu orang jahmiyyah. Aku katakan kepada mereka, orang
       seperti kalian tidak pantas untuk berada di perbatasan.
       Kedekatan beliau dengan Imam Ahmad, jiga dapat dilihat dari
       perkataan Imam Ahmad tentang dirinya,
       Abu ‘Ubaid adalah seorang yang setiap harinya menambah untuk
       kami, kecuali kebaikan
       Begitu pula Abu ‘Ubaid, beliau sangat menghormati Imam Ahmad,
       hingga beliau mengatakan,
       Sungguh aku telah duduk bersama Abu Yusuf Al-Qadhi, Muhammad ibn
       Hasan, Yahya ibn Said dan Abdurrahman ibn Mahdi, maka tidak ada
       yang lebih aku hormati ketika membahas suatu masalah melebihi
       Abu Abdillah Ahmad ibn Hambal.
       Abu ‘Ubaid juga berkata, “Ilmu itu berakhir pada empat orang.
       Yaitu Ahmad [i]ibn Hambal yang paling faqih, Ibnu Abi Syaibah
       yang paling hafal, Ali ibn Madini yang paling mengetahui, dan
       Yahya ibn Main yang paling rajin menulis.”[/i]
       Dan juga beliau mengatakan, “Aku tidak pernah melihat seorang
       yang paham terhadap Sunnah melebihi Ahmad ibn Hambal.” &#42880;1
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
       />&#42880;2(boards&#9488;II)
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       &#7434;&#7424;&#7458;&#7424;&#7435;&#7452;&#7437;&#7452;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#7435;&#668;&#7424;&#618;&#640;&#7424;&#628;
       &#665;&#7424;&#7424;&#640;&#7424;&#7435;&#7424;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#42800;&#618;&#618;&#7435;&#7452;&#7437;
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]
       Diringkas dari Muqaddimah Tahqiq kitab At-Thahur karya Imam Abu
       ‘Ubaid Qasim ibn Sallam, oleh Syaikh Abu ‘Ubaidah Mansyur ibn
       Hasan Alu Salman, cet. I tahun 1414 H, penerbit As-Shahabah,
       Jeddah.
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       *****************************************************
       Page 1 of 1