URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       ↑iscm
  HTML https://iscm.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: ۩۞۩ PARA ULAMA SALAF LAINNYA
       *****************************************************
       #Post#: 181--------------------------------------------------
       ۩۞۩ Para Ulama Salaf Lainnya: Imam Ibnul
       Qayyim Al-Jauziyyah
   DIR By: ChmielewskiAhmed
       Date: December 30, 2023, 2:08 am
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
       [center]BIOGRAFI &#9701;&#8593;&#10043;AHLULHADITS, PARA
       SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
       &#65018;[/center]
       [center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
       sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar ibn Abdul Aziz) &#9654; Mari kita kembali kepada Al Qur'an
       dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.&#10043;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       &#10043; Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah
       [font=georgia]rahimahullah[/font]
       (Wafat 656 H) Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
       [size=9pt]&#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=34
       Nama seberanya adalah Syamsuddin Abu Abdillah Muhammad [i]ibn
       Abi Bakr ibn Ayyub ibn Sa’ad ibn Huraiz az-Zar’i, kemudian
       ad-Dimasyqi. Dikenal dengan ibnul Qayyim al-Jauziyyah nisbat
       kepada sebuah madrasah yang dibentuk oleh Muhyiddin Abu
       al-Mahasin Yusuf ibn Abdil Rahman ibn Ali al-Jauzi yang wafat
       pada tahun 656 H, sebab ayah Ibnul Qayyim adalah tonggak bagi
       madrasah itu. Ibnul Qayyim dilahirkan di tengah keluarga berilmu
       dan terhormat pada tanggal 7 Shaffar 691 H. Di kampung Zara’
       dari perkampungan Hauran, sebelah tenggara Dimasyq (Damaskus)
       sejauh 55 mil.[/i]
       &#10043; Pertumbuhan dan Thalabul ‘Ilmi-nya
       Ia belajar ilmu faraidl dari bapaknya karena beliau sangat
       menonjol dalam ilmu itu. Belajar bahasa Arab dari Ibnu Abi
       al-Fath al-Baththiy dengan membaca kitab-kitab: (al-Mulakhkhas
       li Abil Balqa’ kemudian kitab al-Jurjaniyah, kemudian Alfiyah
       Ibnu Malik, juga sebagian besar Kitab al-kafiyah was Syafiyah
       dan sebagian at-Tas-hil). Di samping itu belajar dari syaikh
       Majduddin at-Tunisi satu bagian dari kitab al-Muqarrib li ibn
       Ushfur.
       Belajar ilmu Ushul dari Syaikh Shafiyuddin al-Hindi, Ilmu Fiqih
       dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan Syaikh Isma’il ibn
       Muhammad al-Harraniy. Beliau amat cakap dalam hal ilmu melampaui
       teman-temannya, masyhur di segenap penjuru dunia dan amat dalam
       pengetahuannya tentang madzhab-madzhab Salaf.
       Pada akhirnya beliau benar-benar bermulazamah secara total
       (berguru secara intensif) kepada Ibnu Taimiyah sesudah
       kembalinya Ibnu Taimiyah dari Mesir tahun 712 H hingga wafatnya
       tahun 728 H.
       Pada masa itu, Ibnul Qayyim sedang pada awal masa-masa mudanya.
       Oleh karenanya beliau sempat betul-betul mereguk sumber mata
       ilmunya yang luas. Beliau dengarkan pendapat-pendapat Ibnu
       Taimiyah yang penuh kematangan dan tepat. Oleh karena itulah
       Ibnul Qayyim amat mencintainya, sampai-sampai beliau mengambil
       kebanyakan ijtihad-ijtihadnya dan memberikan pembelaan atasnya.
       Ibnul Qayyim yang menyebarluaskan ilmu Ibnu Taimiyah dengan cara
       menyusun karya-karyanya yang bagus dan dapat diterima.
       Ibnul Qayyim pernah dipenjara, dihina dan diarak berkeliling
       bersama Ibnu Taimiyah sambil didera dengan cambuk di atas seekor
       onta. Setelah Ibnu Taimiyah wafat, Ibnul Qayyim-pun dilepaskan
       dari penjara.
       Sebagai hasil dari mulazamahnya (bergurunya secara intensif)
       kepada Ibnu Taimiyah, beliau dapat mengambil banyak faedah
       besar, diantaranya yang penting ialah berdakwah mengajak orang
       supaya kembali kepada kitabullah Ta’ala dan sunnah Rasulullah
       Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang shahihah, berpegang kepada
       keduanya, memahami keduanya sesuai dengan apa yang telah
       difahami oleh as-Salafus ash-Shalih, membuang apa-apa yang
       berselisih dengan keduanya, serta memperbaharui segala petunjuk
       ad-Din yang pernah dipalajarinya secara benar dan
       membersihkannya dari segenap bid’ah yang diada-adakan oleh kaum
       Ahlul Bid’ah berupa manhaj-manhaj kotor sebagai cetusan dari
       hawa-hawa nafsu mereka yang sudah mulai berkembang sejak
       abad-abad sebelumnya, yakni: Abad kemunduran, abad jumud dan
       taqlid buta.
       Beliau peringatkan kaum muslimin dari adanya khurafat kaum sufi,
       logika kaum filosof dan zuhud model orang-orang hindu ke dalam
       fiqrah Islamiyah.
       Ibnul Qayyim rahimahullah telah berjuang untuk mencari ilmu
       serta bermulazamah bersama para Ulama supaya dapat memperoleh
       ilmu mereka dan supaya bisa menguasai berbagai bidang ilmu
       Islam.
       Penguasaannya terhadap Ilmu Tafsir tiada bandingnya,
       pemahamannya terhadap Ushuluddin mencapai puncaknya dan
       pengetahuannya mengenai Hadits, makna hadits, pemahaman serta
       Istinbath-Istinbath rumitnya, sulit ditemukan tandingannya.
       Semuanya itu menunjukkan bahwa beliau rahimahullah amat teguh
       berpegang pada prinsip, yakni bahwa “Baiknya” perkara kaum
       Muslimin tidak akan pernah terwujud jika tidak kembali kepada
       madzhab as-Salafus ash-Shalih yang telah mereguk ushuluddin dan
       syari’ah dari sumbernya yang jernih yaitu Kitabullah al-‘Aziz
       serta sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
       asy-syarifah.
       Oleh karena itu beliau berpegang pada (prinsip) ijtihad serta
       menjauhi taqlid. Beliau ambil istinbath hukum berdasarkan
       petunjuk al-Qur’anul Karim, Sunnah Nabawiyah syarifah,
       fatwa-fatwa shahih para shahabat serta apa-apa yang telah
       disepakati oleh ahlu ats tsiqah (ulama terpercaya) dan A’immatul
       Fiqhi (para imam fiqih).
       Dengan kemerdekaan fikrah dan gaya bahasa yang logis, beliau
       tetapkan bahwa setiap apa yang dibawa oleh Syari’ah Islam, pasti
       sejalan dengan akal dan bertujuan bagi kebaikan serta
       kebahagiaan manusia di dunia maupun di akhirat.
       Beliau rahimahullah benar-benar menyibukkan diri dengan ilmu dan
       telah benar-benar mahir dalam berbagai disiplin ilmu, namun
       demikian beliau tetap terus banyak mencari ilmu, siang maupun
       malam dan terus banyak berdo’a.
       &#10043; Sasarannya
       Sesungguhnya Hadaf (sasaran) dari Ulama Faqih ini adalah hadaf
       yang agung. Beliau telah susun semua buku-bukunya pada abad
       ke-tujuh Hijriyah, suatu masa dimana kegiatan musuh-musuh Islam
       dan orang-orang dengki begitu gencarnya. Kegiatan yang telah
       dimulai sejak abad ketiga Hijriyah ketika jengkal demi jengkal
       dunia mulai dikuasai Isalam, ketika panji-panji Islam telah
       berkibar di semua sudut bumi dan ketika berbagai bangsa telah
       banyak masuk Islam; sebahagiannya karena iman, tetapi
       sebahagiannya lagi terdiri dari orang-orang dengki yang
       menyimpan dendam kesumat dan bertujuan menghancurkan (dari dalam
       pent.) dinul Hanif (agama lurus). Orang-orang semacam ini
       sengaja melancarkan syubhat (pengkaburan)-nya terhadap
       hadits-hadits Nabawiyah Syarif dan terhadap ayat-ayat
       al-Qur’anul Karim.
       Mereka banyak membuat penafsiran, ta’wil-ta’wil, tahrif, serta
       pemutarbalikan makna dengan maksud menyebarluaskan kekaburan,
       bid’ah dan khurafat di tengah kaum Mu’minin.
       Maka adalah satu keharusan bagi para A’immatul Fiqhi serta para
       ulama yang memiliki semangat pembelaan terhadap ad-Din, untuk
       bertekad memerangi musuh-musuh Islam beserta gang-nya dari
       kalangan kaum pendengki, dengan cara meluruskan penafsiran
       secara shahih terhadap ketentuan-ketentuan hukum syari’ah,
       dengan berpegang kepada Kitabullah wa sunnatur Rasul Shallallahu
       ‘Alaihi Wasallam sebagai bentuk pengamalan dari Firman Allah
       Ta’ala: “Dan Kami turunkan Al Qur’an kepadamu, agar kamu
       menerangkan kepada Umat manusia apa yang telah diturunkan kepada
       mereka.” (An-Nahl: 44). Juga firman Allah Ta’ala, “Dan apa-apa
       yang dibawa Ar Rasul kepadamu maka ambillah ia, dan apa-apa yang
       dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah.” (Al-Hasyr: 7)
       &#10043; Murid-Muridnya
       Ibnul Qayyim benar-benar telah menyediakan dirinya untuk
       mengajar, memberi fatwa, berdakwah dan melayani dialog. Karena
       itulah banyak manusia-manusia pilihan dari kalangan para
       pemerhati yang menempatkan ilmu sebagai puncak perhatiannya,
       telah benar-benar menjadi murid beliau. Mereka itu adalah para
       Ulama terbaik yang telah terbukti keutamaannya, di antaranya
       ialah: anak beliau sendiri bernama Syarafuddin Abdullah, anaknya
       yang lain bernama Ibrahim, kemudian Ibnu Katsir ad-Dimasyqiy
       penyusun kitab al-Bidayah wan Nihayah, al-Imam al-Hafizh
       Abdurrahman ibn Rajab al-Hambali al-Baghdadi penyusun kitab
       Thabaqat al-Hanabilah, Ibnu Abdil Hadi al-Maqdisi, Syamsuddin
       Muhammad ibn Abdil Qadir an-Nablisiy, Ibnu Abdirrahman
       an-Nablisiy, Muhammad ibn Ahmad ibn Utsman ibn Qaimaz
       adz-Dzhahabi at-Turkumaniy asy-Syafi’i, Ali ibn Abdil Kafi ibn
       Ali ibn Taman As Subky, Taqiyussssddin Abu ath-Thahir al-Fairuz
       asy-Syafi’i dan lain-lain.
       &#10043; Aqidah dan Manhaj-nya
       Adalah Aqidah Ibnul Qayyim begitu jernih, tanpa ternodai oleh
       sedikit kotoran apapun, itulah sebabnya, ketika beliau hendak
       membuktikan kebenaran wujudnya Allah Ta’ala, beliau ikuti manhaj
       al-Qur’anul Karim sebagai manhaj fitrah, manhaj perasaan yang
       salim dan sebagai cara pandang yang benar. Beliau -rahimahullah-
       sama sekali tidak mau mempergunakan teori-teori kaum filosof.
       Ibnul Qayiim rahimahullah mengatakan, “Perhatikanlah keadaan
       alam seluruhnya –baik alam bawah maupun alam atas– dengan segala
       bagian-bagaiannya, niscaya anda akan temui semua itu memberikan
       kesaksian tentang adanya Sang Pembuat, Sang Pencipta dan Sang
       Pemiliknya. Mengingkari adanya Pencipta yang telah diakui oleh
       akal dan fitrah berarti mengingkari ilmu, tiada beda antara
       keduanya. Bahwa telah dimaklumi; adanya Rabb Ta’ala lebih
       gamblang bagi akal dan fitrah dibandingkan dengan adanya siang
       hari. Maka barangsiapa yang akal serta fitrahnya tidak mampu
       melihat hal demikian, berarti akal dan fitrahnya perlu
       dipertanyakan.”
       Hadirnya Imam Ibnul Qayyim benar-benar tepat ketika zaman sedang
       dilanda krisis internal berupa kegoncangan dan kekacauan
       (pemikiran Umat Islam –Pent.) di samping adanya kekacauan dari
       luar yang mengancam hancurnya Daulah Islamiyah. Maka wajarlah
       jika anda lihat Ibnul Qayyim waktu itu memerintahkan untuk
       membuang perpecahan sejauh-jauhnya dan menyerukan agar umat
       berpegang kepada Kitabullah Ta’ala serta Sunnah Rasul-Nya
       Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
       Manhaj serta hadaf Ibnul Qayyim rahimahullah ialah kembali
       kepada sumber-sumber dinul Islam yang suci dan murni, tidak
       terkotori oleh ra’yu-ra’yu (pendapat-pendapat) Ahlul Ahwa’ wal
       bida’ (Ahli Bid’ah) serta helah-helah (tipu daya) orang-orang
       yang suka mempermainkan agama.
       Oleh sebab itulah beliau rahimahullah mengajak kembali kepada
       madzhab salaf; orang-orang yang telah mengaji langsung dari
       Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Merekalah sesungguhnya
       yang dikatakan sebagai ‘Ulama Waratsatun Nabi (pewaris Nabi)
       Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Dalam pada itu, tidaklah
       Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mewariskan dinar atau
       dirham, tetapi beliau mewariskan ilmu. Berkenaan dengan inilah,
       Sa’id meriwayatkan dari Qatadah tentang firman Allah Ta’ala,
       “Dan orang-orang yang diberi ilmu (itu) melihat bahwa apa yang
       diturunkan kepadamu dari Rabb-mu itulah yang haq.” (Saba’: 6).
       Qatadah mengatakan, “Mereka (orang-orang yang diberi ilmu) itu
       ialah para sahabat Muhammad [i]Shallallahu ‘Alaihi
       Wasallam.”[/i]
       Di samping itu, Ibnul Qayyim juga mengumandangkan bathilnya
       madzhab taqlid.
       Kendatipun beliau adalah pengikut madzhab Hanbali, namun beliau
       sering keluar dari pendapatnya kaum Hanabilah, dengan
       mencetuskan pendapat baru setelah melakukan kajian tentang
       perbandingan madzhab-madzhab yang masyhur.
       Mengenai pernyataan beberapa orang bahwa Ibnul Qayyim telah
       dikuasai taqlid terhadap imam madzhab yang empat, maka kita
       memberi jawaban sebagai berikut, Sesungguhnya Ibnul Qayyim
       rahimahullah amat terlalu jauh dari sikap taqlid. Betapa sering
       beliau menyelisihi madzhab Hanabilah dalam banyak hal,
       sebaliknya betapa sering beliau bersepakat dengan berbagai
       pendapat dari madzhab-madzhab yang bermacam-macam dalam berbagai
       persoalan lainnya.
       Memang, prinsip beliau adalah ijtihad dan membuang sikap taqlid.
       Beliau rahimahullah senantiasa berjalan bersama al-Haq di mana
       pun berada, ittijah (cara pandang)-nya dalam hal tasyari’ adalah
       al-Qur’an, sunnah serta amalan-amalan para sahabat, dibarengi
       dengan ketetapannya dalam berpendapat manakala melakukan suatu
       penelitian dan manakala sedang berargumentasi.
       Di antara da’wahnya yang paling menonjol adalah da’wah menuju
       keterbukaan berfikir. Sedangkan manhajnya dalam masalah fiqih
       ialah mengangkat kedudukan nash-nash yang memberi petunjuk atas
       adanya sesuatu peristiwa, namun peristiwa itu sendiri sebelumnya
       belum pernah terjadi.
       Adapun cara pengambilan istinbath hukum, beliau berpegang kepada
       al-Kitab, as-Sunnah, Ijma’ Fatwa-fatwa shahabat, Qiyas,
       Istish-habul Ashli (menyandarkan persoalan cabang pada yang
       asli), al-Mashalih al-Mursalah, Saddu adz-Dzari’ah (tindak
       preventif) dan al-‘Urf (kebiasaan yang telah diakui baik).
       [size=12pt]&#10043; Ujian Yang Dihadapi
       Adalah wajar jika orang ‘Alim ini, seorang yang berada di luar
       garis taqlid turun temurun dan menjadi penentang segenap bid’ah
       yang telah mengakar, mengalami tantangan seperti banyak dihadapi
       oleh orang-orang semisalnya, menghadapi suara-suara sumbang
       terhadap pendapat-pendapat barunya.
       Orang-orang pun terbagi menjadi dua kubu: Kubu yang fanatik
       kepadanya dan kubu lainnya kontra. Oleh karena itu, beliau
       rahimahullah menghadapi berbagai jenis siksaan. Beliau
       seringkali mengalami gangguan. Pernah dipenjara bersama Syaikhul
       Islam Ibnu Taimiyah secara terpisah-pisah di penjara al-Qal’ah
       dan baru dibebaskan setelah Ibnu Taimiyah wafat.
       Hal itu disebabkan karena beliau menentang adanya anjuran agar
       orang pergi berziarah ke kuburan para wali. Akibatnya beliau
       disekap, dihinakan dan diarak berkeliling di atas seekor onta
       sambil didera dengan cambuk.
       Pada saat di penjara, beliau menyibukkan diri dengan membaca
       al-Qur’an, tadabbur dan tafakkur. Sebagai hasilnya, Allah
       membukakan banyak kebaikan dan ilmu pengetahuan baginya. Di
       samping ujian di atas, ada pula tantangan yang dihadapi dari
       para qadhi karena beliau berfatwa tentang bolehnya perlombaan
       pacuan kuda asalkan tanpa taruhan. Sungguhpun demikian Ibnul
       Qayyim rahimahullah tetap konsisten (teguh) menghadapi semua
       tantangan itu dan akhirnya menang. Hal demikian disebabkan
       karena kekuatan iman, tekad serta kesabaran beliau. Semoga Allah
       melimpahkan pahala atasnya, mengampuninya dan mengampuni kedua
       orang tuanya serta segenap kaum muslimin.
       &#10043; Pujian ‘Ulama terhadapnya
       Sungguh Ibnul Qayyim rahimahullah teramat mendapatkan kasih
       sayang dari guru-guru maupun muridnya. Beliau adalah orang yang
       teramat dekat dengan hati manusia, amat dikenal, sangat cinta
       pada kebaikan dan senang pada nasehat. Siapa pun yang
       mengenalnya tentu ia akan mengenangnya sepanjang masa dan akan
       menyatakan kata-kata pujian bagi beliau. Para Ulama-pun telah
       memberikan kesaksian akan keilmuan, kewara’an, ketinggian
       martabat serta keluasan wawasannya.
       Ibnu Hajar pernah berkata mengenai pribadi beliau, “Dia adalah
       seorang yang berjiwa pemberani, luas pengetahuannya, faham akan
       perbedaan pendapat dan madzhab-madzhab salaf.”
       Di sisi lain, Ibnu Katsir mengatakan, “Beliau seorang yang
       bacaan Al-Qur’an serta akhlaqnya bagus, banyak kasih sayangnya,
       tidak iri, dengki, menyakiti atau mencaci seseorang. Cara
       shalatnya panjang sekali, beliau panjangkan ruku’ serta sujudnya
       hingga banyak di antara para sahabatnya yang terkadang
       mencelanya, namun beliau [i]rahimahullah tetap tidak
       bergeming.”[/i]
       Ibnu Katsir berkata lagi, “Beliau [i]rahimahullah lebih
       didominasi oleh kebaikan dan akhlaq shalihah. Jika telah usai
       shalat Shubuh, beliau masih akan tetap duduk di tempatnya untuk
       dzikrullah hingga sinar matahari pagi makin meninggi. Beliau
       pernah mengatakan, ‘Inilah acara rutin pagi buatku, jika aku
       tidak mengerjakannya nicaya kekuatanku akan runtuh.’ Beliau juga
       pernah mengatakan, ‘Dengan kesabaran dan perasaan tanpa beban,
       maka akan didapat kedudukan imamah dalam hal din (agama).’”[/i]
       Ibnu Rajab pernah menukil dari adz-Dzahabi dalam kitabnya
       al-Mukhtashar, bahwa adz-Dzahabi mengatakan, “Beliau mendalami
       masalah hadits dan matan-matannya serta melakukan penelitian
       terhadap rijalul hadits (para perawi hadits). Beliau juga sibuk
       mendalami masalah fiqih dengan ketetapan-ketetapannya yang baik,
       mendalami nahwu dan masalah-masalah Ushul.”
       &#10043; Tsaqafahnya
       Ibnul Qayyim rahimahullah merupakan seorang peneliti ulung yang
       ‘Alim dan bersungguh-sungguh. Beliau mengambil semua ilmu dan
       mengunyah segala tsaqafah yang sedang jaya-jayanya pada masa itu
       di negeri Syam dan Mesir.
       Beliau telah menyusun kitab-kitab fiqih, kitab-kitab ushul,
       serta kitab-kitab sirah dan tarikh. Jumlah tulisan-tulisannya
       tiada terhitung banyaknya, dan diatas semua itu, keseluruhan
       kitab-kitabnya memiliki bobot ilmiah yang tinggi. Oleh
       karenanyalah Ibnul Qayyim pantas disebut kamus segala
       pengetahuan ilmiah yang agung.
       &#10043; Karya-Karyanya
       Beliau rahimahullah memang benar-benar merupakan kamus berjalan,
       terkenal sebagai orang yang mempunyai prinsip dan beliau ingin
       agar prinsipnya itu dapat tersebarluaskan. Beliau bekerja keras
       demi pembelaannya terhadap Islam dan kaum muslimin. Buku-buku
       karangannya banyak sekali, baik yang berukuran besar maupun
       berukuran kecil. Beliau telah menulis banyak hal dengan tulisan
       tangannya yang indah. Beliau mampu menguasai kitab-kitab salaf
       maupun khalaf, sementara orang lain hanya mampun menguasai
       sepersepuluhnya. Beliau teramat senang mengumpulkan berbagai
       kitab. Oleh sebab itu Imam ibnul Qayyim terhitung sebagai orang
       yang telah mewariskan banyak kitab-kitab berbobot dalam pelbagai
       cabang ilmu bagi perpustakaan-perpustakaan Islam dengan gaya
       bahasanya yang khas; ilmiah lagi meyakinkan dan sekaligus
       mengandung kedalaman pemikirannya dilengkapi dengan gaya bahasa
       nan menarik.
       &#10043; Beberapa Karyanya:
       - Tahdzib Sunan Abi Daud,
       - [size=10pt]I’lam al-Muwaqqi’in ‘an Rabbil ‘Alamin,
       - [size=10pt]Ighatsatul Lahfan fi Hukmi Thalaqil Ghadlban,
       - [size=10pt]Ighatsatul Lahfan fi Masha`id asy-Syaithan,
       - [size=10pt]Bada I’ul Fawa’id,
       - [size=10pt]Amtsalul Qur’an,
       - [size=10pt]Buthlanul Kimiya’ min Arba’ina wajhan,
       - [size=10pt]Bayan ad-Dalil ’ala istighna’il Musabaqah ‘an
       at-Tahlil,
       - [size=10pt]At-Tibyan fi Aqsamil Qur’an,
       - [size=10pt]At-Tahrir fi maa yahillu wa yahrum minal haris,
       - [size=10pt]Safrul Hijratain wa babus Sa’adatain,
       - [size=10pt]Madarijus Salikin baina manazil Iyyaka na’budu wa
       Iyyaka nasta’in,
       - [size=10pt]Aqdu Muhkamil Ahya’ baina al-Kalimit Thayyib wal
       Amais Shalih al-Marfu’ ila Rabbis Sama’
       - [size=10pt]Syarhu Asma’il Kitabil Aziz,
       - [size=10pt]Zaadul Ma’ad fi Hadyi Kairul Ibad,
       - [size=10pt]Zaadul Musafirin ila Manazil as-Su’ada’ fi Hadyi
       Khatamil Anbiya’
       - [size=10pt]Jala’ul Afham fi dzkris shalati ‘ala khairil Am,
       - [size=10pt]Ash-Shawa’iqul Mursalah ‘Alal Jahmiyah wal
       Mu’aththilah,
       - [size=10pt]Asy-Syafiyatul Kafiyah fil Intishar lil firqatin
       Najiyah,
       - [size=10pt]Naqdul Manqul wal Muhakkil Mumayyiz bainal Mardud
       wal Maqbul,
       - [size=10pt]Hadi al-Arwah ila biladil Arrah,
       - [size=10pt]Nuz-hatul Musytaqin wa raudlatul Muhibbin,
       - [size=10pt]Al-Jawabul Kafi Li man sa`ala ’anid Dawa`is Syafi,
       - [size=10pt]Tuhfatul Wadud bi Ahkamil Maulud,
       - [size=10pt]Miftah daris Sa’adah,
       - [size=10pt]Ijtima’ul Juyusy al-Islamiyah ‘ala Ghazwi Jahmiyyah
       wal Mu’aththilah,
       - [size=10pt]Raf’ul Yadain fish Shalah,
       - [size=10pt]Nikahul Muharram,
       - [size=10pt]Kitab tafdlil Makkah ‘Ala al-Madinah,
       - [size=10pt]Fadl-lul Ilmi,
       - [size=10pt]‘Uddatus Shabirin wa Dzakhiratus Syakirin,
       - [size=10pt]Al-Kaba’ir,
       - [size=10pt]Hukmu Tarikis Shalah,
       - [size=10pt]Al-Kalimut Thayyib,
       - [size=10pt]Al-Fathul Muqaddas,
       - [size=10pt]At-Tuhfatul Makkiyyah,
       - [size=10pt]Syarhul Asma il Husna,
       - [size=10pt]Al-Masa`il ath-Tharablusiyyah,
       - [size=10pt]Ash-Shirath al-Mustaqim fi Ahkami Ahlil Jahim,
       - [size=10pt]Al-Farqu bainal Khullah wal Mahabbah wa
       Munadharatul Khalil li qaumihi,
       - [size=10pt]Ath-Thuruqul Hikamiyyah, dan masih banyak lagi
       kitab-kitab serta karya-karya besar beliau yang digemari oleh
       berbagai pihak.
       [size=12pt]&#10043; Wafatnya
       Ibnul-Qayyim meninggal dunia pada waktu isya’ tanggal 13 Rajab
       751 H. Ia dishalatkan di Mesjid Jami’ Al-Umawi dan setelah itu
       di Masjid Jami’ Jarrah; Kemudian dikuburkan di Pekuburan Babush
       Shagir. &#42880;[size=8pt]1
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
       />&#42880;2(boards&#9488;II)
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       &#7434;&#7424;&#7458;&#7424;&#7435;&#7452;&#7437;&#7452;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#7435;&#668;&#7424;&#618;&#640;&#7424;&#628;
       &#665;&#7424;&#7424;&#640;&#7424;&#7435;&#7424;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#42800;&#618;&#618;&#7435;&#7452;&#7437;
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]
       SUMBER:
       - Al-Bidayah wan Nihayah ibnu Katsir,
       - Muqaddimah Zaadil Ma’ad fi Hadyi Khairil Ibad, Tahqiq: Syu’ab
       wa Abdul Qadir al-Arna`uth,
       - Muqaddimah I’lamil Muwaqqi’in ‘an Rabbil ‘alamin; Thaha Abdur
       Ra’uf Sa’d,
       - Al-Badrut Thali’ Bi Mahasini ma Ba’dal Qarnis Sabi’ karya Imam
       asy-Syaukani,
       - Syadzaratudz dzahab karya ibn Imad,
       - Ad-Durar al-Kaminah karya ibn Hajar al-‘Asqalani,
       - Dzail Thabaqat al-Hanabilah karya ibn Rajab Al Hanbali,
       - Al Wafi bil Wafiyat li Ash Shafadi,
       - Bughyatul Wu’at karya Suyuthi,
       - Jala’ul ‘Ainain fi Muhakamah al-Ahmadin karya al-Alusi;
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       *****************************************************
       Page 1 of 1