DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ PARA ULAMA SALAF LAINNYA
*****************************************************
#Post#: 181--------------------------------------------------
۩۞۩ Para Ulama Salaf Lainnya: Imam Ibnul
Qayyim Al-Jauziyyah
DIR By: ChmielewskiAhmed
Date: December 30, 2023, 2:08 am
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
[center]BIOGRAFI ◥↑✻AHLULHADITS, PARA
SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
ﷺ[/center]
[center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar ibn Abdul Aziz) ▶ Mari kita kembali kepada Al Qur'an
dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.✻
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
✻ Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah
[font=georgia]rahimahullah[/font]
(Wafat 656 H) Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
[size=9pt]◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=34
Nama seberanya adalah Syamsuddin Abu Abdillah Muhammad [i]ibn
Abi Bakr ibn Ayyub ibn Sa’ad ibn Huraiz az-Zar’i, kemudian
ad-Dimasyqi. Dikenal dengan ibnul Qayyim al-Jauziyyah nisbat
kepada sebuah madrasah yang dibentuk oleh Muhyiddin Abu
al-Mahasin Yusuf ibn Abdil Rahman ibn Ali al-Jauzi yang wafat
pada tahun 656 H, sebab ayah Ibnul Qayyim adalah tonggak bagi
madrasah itu. Ibnul Qayyim dilahirkan di tengah keluarga berilmu
dan terhormat pada tanggal 7 Shaffar 691 H. Di kampung Zara’
dari perkampungan Hauran, sebelah tenggara Dimasyq (Damaskus)
sejauh 55 mil.[/i]
✻ Pertumbuhan dan Thalabul ‘Ilmi-nya
Ia belajar ilmu faraidl dari bapaknya karena beliau sangat
menonjol dalam ilmu itu. Belajar bahasa Arab dari Ibnu Abi
al-Fath al-Baththiy dengan membaca kitab-kitab: (al-Mulakhkhas
li Abil Balqa’ kemudian kitab al-Jurjaniyah, kemudian Alfiyah
Ibnu Malik, juga sebagian besar Kitab al-kafiyah was Syafiyah
dan sebagian at-Tas-hil). Di samping itu belajar dari syaikh
Majduddin at-Tunisi satu bagian dari kitab al-Muqarrib li ibn
Ushfur.
Belajar ilmu Ushul dari Syaikh Shafiyuddin al-Hindi, Ilmu Fiqih
dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan Syaikh Isma’il ibn
Muhammad al-Harraniy. Beliau amat cakap dalam hal ilmu melampaui
teman-temannya, masyhur di segenap penjuru dunia dan amat dalam
pengetahuannya tentang madzhab-madzhab Salaf.
Pada akhirnya beliau benar-benar bermulazamah secara total
(berguru secara intensif) kepada Ibnu Taimiyah sesudah
kembalinya Ibnu Taimiyah dari Mesir tahun 712 H hingga wafatnya
tahun 728 H.
Pada masa itu, Ibnul Qayyim sedang pada awal masa-masa mudanya.
Oleh karenanya beliau sempat betul-betul mereguk sumber mata
ilmunya yang luas. Beliau dengarkan pendapat-pendapat Ibnu
Taimiyah yang penuh kematangan dan tepat. Oleh karena itulah
Ibnul Qayyim amat mencintainya, sampai-sampai beliau mengambil
kebanyakan ijtihad-ijtihadnya dan memberikan pembelaan atasnya.
Ibnul Qayyim yang menyebarluaskan ilmu Ibnu Taimiyah dengan cara
menyusun karya-karyanya yang bagus dan dapat diterima.
Ibnul Qayyim pernah dipenjara, dihina dan diarak berkeliling
bersama Ibnu Taimiyah sambil didera dengan cambuk di atas seekor
onta. Setelah Ibnu Taimiyah wafat, Ibnul Qayyim-pun dilepaskan
dari penjara.
Sebagai hasil dari mulazamahnya (bergurunya secara intensif)
kepada Ibnu Taimiyah, beliau dapat mengambil banyak faedah
besar, diantaranya yang penting ialah berdakwah mengajak orang
supaya kembali kepada kitabullah Ta’ala dan sunnah Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang shahihah, berpegang kepada
keduanya, memahami keduanya sesuai dengan apa yang telah
difahami oleh as-Salafus ash-Shalih, membuang apa-apa yang
berselisih dengan keduanya, serta memperbaharui segala petunjuk
ad-Din yang pernah dipalajarinya secara benar dan
membersihkannya dari segenap bid’ah yang diada-adakan oleh kaum
Ahlul Bid’ah berupa manhaj-manhaj kotor sebagai cetusan dari
hawa-hawa nafsu mereka yang sudah mulai berkembang sejak
abad-abad sebelumnya, yakni: Abad kemunduran, abad jumud dan
taqlid buta.
Beliau peringatkan kaum muslimin dari adanya khurafat kaum sufi,
logika kaum filosof dan zuhud model orang-orang hindu ke dalam
fiqrah Islamiyah.
Ibnul Qayyim rahimahullah telah berjuang untuk mencari ilmu
serta bermulazamah bersama para Ulama supaya dapat memperoleh
ilmu mereka dan supaya bisa menguasai berbagai bidang ilmu
Islam.
Penguasaannya terhadap Ilmu Tafsir tiada bandingnya,
pemahamannya terhadap Ushuluddin mencapai puncaknya dan
pengetahuannya mengenai Hadits, makna hadits, pemahaman serta
Istinbath-Istinbath rumitnya, sulit ditemukan tandingannya.
Semuanya itu menunjukkan bahwa beliau rahimahullah amat teguh
berpegang pada prinsip, yakni bahwa “Baiknya” perkara kaum
Muslimin tidak akan pernah terwujud jika tidak kembali kepada
madzhab as-Salafus ash-Shalih yang telah mereguk ushuluddin dan
syari’ah dari sumbernya yang jernih yaitu Kitabullah al-‘Aziz
serta sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
asy-syarifah.
Oleh karena itu beliau berpegang pada (prinsip) ijtihad serta
menjauhi taqlid. Beliau ambil istinbath hukum berdasarkan
petunjuk al-Qur’anul Karim, Sunnah Nabawiyah syarifah,
fatwa-fatwa shahih para shahabat serta apa-apa yang telah
disepakati oleh ahlu ats tsiqah (ulama terpercaya) dan A’immatul
Fiqhi (para imam fiqih).
Dengan kemerdekaan fikrah dan gaya bahasa yang logis, beliau
tetapkan bahwa setiap apa yang dibawa oleh Syari’ah Islam, pasti
sejalan dengan akal dan bertujuan bagi kebaikan serta
kebahagiaan manusia di dunia maupun di akhirat.
Beliau rahimahullah benar-benar menyibukkan diri dengan ilmu dan
telah benar-benar mahir dalam berbagai disiplin ilmu, namun
demikian beliau tetap terus banyak mencari ilmu, siang maupun
malam dan terus banyak berdo’a.
✻ Sasarannya
Sesungguhnya Hadaf (sasaran) dari Ulama Faqih ini adalah hadaf
yang agung. Beliau telah susun semua buku-bukunya pada abad
ke-tujuh Hijriyah, suatu masa dimana kegiatan musuh-musuh Islam
dan orang-orang dengki begitu gencarnya. Kegiatan yang telah
dimulai sejak abad ketiga Hijriyah ketika jengkal demi jengkal
dunia mulai dikuasai Isalam, ketika panji-panji Islam telah
berkibar di semua sudut bumi dan ketika berbagai bangsa telah
banyak masuk Islam; sebahagiannya karena iman, tetapi
sebahagiannya lagi terdiri dari orang-orang dengki yang
menyimpan dendam kesumat dan bertujuan menghancurkan (dari dalam
pent.) dinul Hanif (agama lurus). Orang-orang semacam ini
sengaja melancarkan syubhat (pengkaburan)-nya terhadap
hadits-hadits Nabawiyah Syarif dan terhadap ayat-ayat
al-Qur’anul Karim.
Mereka banyak membuat penafsiran, ta’wil-ta’wil, tahrif, serta
pemutarbalikan makna dengan maksud menyebarluaskan kekaburan,
bid’ah dan khurafat di tengah kaum Mu’minin.
Maka adalah satu keharusan bagi para A’immatul Fiqhi serta para
ulama yang memiliki semangat pembelaan terhadap ad-Din, untuk
bertekad memerangi musuh-musuh Islam beserta gang-nya dari
kalangan kaum pendengki, dengan cara meluruskan penafsiran
secara shahih terhadap ketentuan-ketentuan hukum syari’ah,
dengan berpegang kepada Kitabullah wa sunnatur Rasul Shallallahu
‘Alaihi Wasallam sebagai bentuk pengamalan dari Firman Allah
Ta’ala: “Dan Kami turunkan Al Qur’an kepadamu, agar kamu
menerangkan kepada Umat manusia apa yang telah diturunkan kepada
mereka.” (An-Nahl: 44). Juga firman Allah Ta’ala, “Dan apa-apa
yang dibawa Ar Rasul kepadamu maka ambillah ia, dan apa-apa yang
dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah.” (Al-Hasyr: 7)
✻ Murid-Muridnya
Ibnul Qayyim benar-benar telah menyediakan dirinya untuk
mengajar, memberi fatwa, berdakwah dan melayani dialog. Karena
itulah banyak manusia-manusia pilihan dari kalangan para
pemerhati yang menempatkan ilmu sebagai puncak perhatiannya,
telah benar-benar menjadi murid beliau. Mereka itu adalah para
Ulama terbaik yang telah terbukti keutamaannya, di antaranya
ialah: anak beliau sendiri bernama Syarafuddin Abdullah, anaknya
yang lain bernama Ibrahim, kemudian Ibnu Katsir ad-Dimasyqiy
penyusun kitab al-Bidayah wan Nihayah, al-Imam al-Hafizh
Abdurrahman ibn Rajab al-Hambali al-Baghdadi penyusun kitab
Thabaqat al-Hanabilah, Ibnu Abdil Hadi al-Maqdisi, Syamsuddin
Muhammad ibn Abdil Qadir an-Nablisiy, Ibnu Abdirrahman
an-Nablisiy, Muhammad ibn Ahmad ibn Utsman ibn Qaimaz
adz-Dzhahabi at-Turkumaniy asy-Syafi’i, Ali ibn Abdil Kafi ibn
Ali ibn Taman As Subky, Taqiyussssddin Abu ath-Thahir al-Fairuz
asy-Syafi’i dan lain-lain.
✻ Aqidah dan Manhaj-nya
Adalah Aqidah Ibnul Qayyim begitu jernih, tanpa ternodai oleh
sedikit kotoran apapun, itulah sebabnya, ketika beliau hendak
membuktikan kebenaran wujudnya Allah Ta’ala, beliau ikuti manhaj
al-Qur’anul Karim sebagai manhaj fitrah, manhaj perasaan yang
salim dan sebagai cara pandang yang benar. Beliau -rahimahullah-
sama sekali tidak mau mempergunakan teori-teori kaum filosof.
Ibnul Qayiim rahimahullah mengatakan, “Perhatikanlah keadaan
alam seluruhnya –baik alam bawah maupun alam atas– dengan segala
bagian-bagaiannya, niscaya anda akan temui semua itu memberikan
kesaksian tentang adanya Sang Pembuat, Sang Pencipta dan Sang
Pemiliknya. Mengingkari adanya Pencipta yang telah diakui oleh
akal dan fitrah berarti mengingkari ilmu, tiada beda antara
keduanya. Bahwa telah dimaklumi; adanya Rabb Ta’ala lebih
gamblang bagi akal dan fitrah dibandingkan dengan adanya siang
hari. Maka barangsiapa yang akal serta fitrahnya tidak mampu
melihat hal demikian, berarti akal dan fitrahnya perlu
dipertanyakan.”
Hadirnya Imam Ibnul Qayyim benar-benar tepat ketika zaman sedang
dilanda krisis internal berupa kegoncangan dan kekacauan
(pemikiran Umat Islam –Pent.) di samping adanya kekacauan dari
luar yang mengancam hancurnya Daulah Islamiyah. Maka wajarlah
jika anda lihat Ibnul Qayyim waktu itu memerintahkan untuk
membuang perpecahan sejauh-jauhnya dan menyerukan agar umat
berpegang kepada Kitabullah Ta’ala serta Sunnah Rasul-Nya
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
Manhaj serta hadaf Ibnul Qayyim rahimahullah ialah kembali
kepada sumber-sumber dinul Islam yang suci dan murni, tidak
terkotori oleh ra’yu-ra’yu (pendapat-pendapat) Ahlul Ahwa’ wal
bida’ (Ahli Bid’ah) serta helah-helah (tipu daya) orang-orang
yang suka mempermainkan agama.
Oleh sebab itulah beliau rahimahullah mengajak kembali kepada
madzhab salaf; orang-orang yang telah mengaji langsung dari
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Merekalah sesungguhnya
yang dikatakan sebagai ‘Ulama Waratsatun Nabi (pewaris Nabi)
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Dalam pada itu, tidaklah
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mewariskan dinar atau
dirham, tetapi beliau mewariskan ilmu. Berkenaan dengan inilah,
Sa’id meriwayatkan dari Qatadah tentang firman Allah Ta’ala,
“Dan orang-orang yang diberi ilmu (itu) melihat bahwa apa yang
diturunkan kepadamu dari Rabb-mu itulah yang haq.” (Saba’: 6).
Qatadah mengatakan, “Mereka (orang-orang yang diberi ilmu) itu
ialah para sahabat Muhammad [i]Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam.”[/i]
Di samping itu, Ibnul Qayyim juga mengumandangkan bathilnya
madzhab taqlid.
Kendatipun beliau adalah pengikut madzhab Hanbali, namun beliau
sering keluar dari pendapatnya kaum Hanabilah, dengan
mencetuskan pendapat baru setelah melakukan kajian tentang
perbandingan madzhab-madzhab yang masyhur.
Mengenai pernyataan beberapa orang bahwa Ibnul Qayyim telah
dikuasai taqlid terhadap imam madzhab yang empat, maka kita
memberi jawaban sebagai berikut, Sesungguhnya Ibnul Qayyim
rahimahullah amat terlalu jauh dari sikap taqlid. Betapa sering
beliau menyelisihi madzhab Hanabilah dalam banyak hal,
sebaliknya betapa sering beliau bersepakat dengan berbagai
pendapat dari madzhab-madzhab yang bermacam-macam dalam berbagai
persoalan lainnya.
Memang, prinsip beliau adalah ijtihad dan membuang sikap taqlid.
Beliau rahimahullah senantiasa berjalan bersama al-Haq di mana
pun berada, ittijah (cara pandang)-nya dalam hal tasyari’ adalah
al-Qur’an, sunnah serta amalan-amalan para sahabat, dibarengi
dengan ketetapannya dalam berpendapat manakala melakukan suatu
penelitian dan manakala sedang berargumentasi.
Di antara da’wahnya yang paling menonjol adalah da’wah menuju
keterbukaan berfikir. Sedangkan manhajnya dalam masalah fiqih
ialah mengangkat kedudukan nash-nash yang memberi petunjuk atas
adanya sesuatu peristiwa, namun peristiwa itu sendiri sebelumnya
belum pernah terjadi.
Adapun cara pengambilan istinbath hukum, beliau berpegang kepada
al-Kitab, as-Sunnah, Ijma’ Fatwa-fatwa shahabat, Qiyas,
Istish-habul Ashli (menyandarkan persoalan cabang pada yang
asli), al-Mashalih al-Mursalah, Saddu adz-Dzari’ah (tindak
preventif) dan al-‘Urf (kebiasaan yang telah diakui baik).
[size=12pt]✻ Ujian Yang Dihadapi
Adalah wajar jika orang ‘Alim ini, seorang yang berada di luar
garis taqlid turun temurun dan menjadi penentang segenap bid’ah
yang telah mengakar, mengalami tantangan seperti banyak dihadapi
oleh orang-orang semisalnya, menghadapi suara-suara sumbang
terhadap pendapat-pendapat barunya.
Orang-orang pun terbagi menjadi dua kubu: Kubu yang fanatik
kepadanya dan kubu lainnya kontra. Oleh karena itu, beliau
rahimahullah menghadapi berbagai jenis siksaan. Beliau
seringkali mengalami gangguan. Pernah dipenjara bersama Syaikhul
Islam Ibnu Taimiyah secara terpisah-pisah di penjara al-Qal’ah
dan baru dibebaskan setelah Ibnu Taimiyah wafat.
Hal itu disebabkan karena beliau menentang adanya anjuran agar
orang pergi berziarah ke kuburan para wali. Akibatnya beliau
disekap, dihinakan dan diarak berkeliling di atas seekor onta
sambil didera dengan cambuk.
Pada saat di penjara, beliau menyibukkan diri dengan membaca
al-Qur’an, tadabbur dan tafakkur. Sebagai hasilnya, Allah
membukakan banyak kebaikan dan ilmu pengetahuan baginya. Di
samping ujian di atas, ada pula tantangan yang dihadapi dari
para qadhi karena beliau berfatwa tentang bolehnya perlombaan
pacuan kuda asalkan tanpa taruhan. Sungguhpun demikian Ibnul
Qayyim rahimahullah tetap konsisten (teguh) menghadapi semua
tantangan itu dan akhirnya menang. Hal demikian disebabkan
karena kekuatan iman, tekad serta kesabaran beliau. Semoga Allah
melimpahkan pahala atasnya, mengampuninya dan mengampuni kedua
orang tuanya serta segenap kaum muslimin.
✻ Pujian ‘Ulama terhadapnya
Sungguh Ibnul Qayyim rahimahullah teramat mendapatkan kasih
sayang dari guru-guru maupun muridnya. Beliau adalah orang yang
teramat dekat dengan hati manusia, amat dikenal, sangat cinta
pada kebaikan dan senang pada nasehat. Siapa pun yang
mengenalnya tentu ia akan mengenangnya sepanjang masa dan akan
menyatakan kata-kata pujian bagi beliau. Para Ulama-pun telah
memberikan kesaksian akan keilmuan, kewara’an, ketinggian
martabat serta keluasan wawasannya.
Ibnu Hajar pernah berkata mengenai pribadi beliau, “Dia adalah
seorang yang berjiwa pemberani, luas pengetahuannya, faham akan
perbedaan pendapat dan madzhab-madzhab salaf.”
Di sisi lain, Ibnu Katsir mengatakan, “Beliau seorang yang
bacaan Al-Qur’an serta akhlaqnya bagus, banyak kasih sayangnya,
tidak iri, dengki, menyakiti atau mencaci seseorang. Cara
shalatnya panjang sekali, beliau panjangkan ruku’ serta sujudnya
hingga banyak di antara para sahabatnya yang terkadang
mencelanya, namun beliau [i]rahimahullah tetap tidak
bergeming.”[/i]
Ibnu Katsir berkata lagi, “Beliau [i]rahimahullah lebih
didominasi oleh kebaikan dan akhlaq shalihah. Jika telah usai
shalat Shubuh, beliau masih akan tetap duduk di tempatnya untuk
dzikrullah hingga sinar matahari pagi makin meninggi. Beliau
pernah mengatakan, ‘Inilah acara rutin pagi buatku, jika aku
tidak mengerjakannya nicaya kekuatanku akan runtuh.’ Beliau juga
pernah mengatakan, ‘Dengan kesabaran dan perasaan tanpa beban,
maka akan didapat kedudukan imamah dalam hal din (agama).’”[/i]
Ibnu Rajab pernah menukil dari adz-Dzahabi dalam kitabnya
al-Mukhtashar, bahwa adz-Dzahabi mengatakan, “Beliau mendalami
masalah hadits dan matan-matannya serta melakukan penelitian
terhadap rijalul hadits (para perawi hadits). Beliau juga sibuk
mendalami masalah fiqih dengan ketetapan-ketetapannya yang baik,
mendalami nahwu dan masalah-masalah Ushul.”
✻ Tsaqafahnya
Ibnul Qayyim rahimahullah merupakan seorang peneliti ulung yang
‘Alim dan bersungguh-sungguh. Beliau mengambil semua ilmu dan
mengunyah segala tsaqafah yang sedang jaya-jayanya pada masa itu
di negeri Syam dan Mesir.
Beliau telah menyusun kitab-kitab fiqih, kitab-kitab ushul,
serta kitab-kitab sirah dan tarikh. Jumlah tulisan-tulisannya
tiada terhitung banyaknya, dan diatas semua itu, keseluruhan
kitab-kitabnya memiliki bobot ilmiah yang tinggi. Oleh
karenanyalah Ibnul Qayyim pantas disebut kamus segala
pengetahuan ilmiah yang agung.
✻ Karya-Karyanya
Beliau rahimahullah memang benar-benar merupakan kamus berjalan,
terkenal sebagai orang yang mempunyai prinsip dan beliau ingin
agar prinsipnya itu dapat tersebarluaskan. Beliau bekerja keras
demi pembelaannya terhadap Islam dan kaum muslimin. Buku-buku
karangannya banyak sekali, baik yang berukuran besar maupun
berukuran kecil. Beliau telah menulis banyak hal dengan tulisan
tangannya yang indah. Beliau mampu menguasai kitab-kitab salaf
maupun khalaf, sementara orang lain hanya mampun menguasai
sepersepuluhnya. Beliau teramat senang mengumpulkan berbagai
kitab. Oleh sebab itu Imam ibnul Qayyim terhitung sebagai orang
yang telah mewariskan banyak kitab-kitab berbobot dalam pelbagai
cabang ilmu bagi perpustakaan-perpustakaan Islam dengan gaya
bahasanya yang khas; ilmiah lagi meyakinkan dan sekaligus
mengandung kedalaman pemikirannya dilengkapi dengan gaya bahasa
nan menarik.
✻ Beberapa Karyanya:
- Tahdzib Sunan Abi Daud,
- [size=10pt]I’lam al-Muwaqqi’in ‘an Rabbil ‘Alamin,
- [size=10pt]Ighatsatul Lahfan fi Hukmi Thalaqil Ghadlban,
- [size=10pt]Ighatsatul Lahfan fi Masha`id asy-Syaithan,
- [size=10pt]Bada I’ul Fawa’id,
- [size=10pt]Amtsalul Qur’an,
- [size=10pt]Buthlanul Kimiya’ min Arba’ina wajhan,
- [size=10pt]Bayan ad-Dalil ’ala istighna’il Musabaqah ‘an
at-Tahlil,
- [size=10pt]At-Tibyan fi Aqsamil Qur’an,
- [size=10pt]At-Tahrir fi maa yahillu wa yahrum minal haris,
- [size=10pt]Safrul Hijratain wa babus Sa’adatain,
- [size=10pt]Madarijus Salikin baina manazil Iyyaka na’budu wa
Iyyaka nasta’in,
- [size=10pt]Aqdu Muhkamil Ahya’ baina al-Kalimit Thayyib wal
Amais Shalih al-Marfu’ ila Rabbis Sama’
- [size=10pt]Syarhu Asma’il Kitabil Aziz,
- [size=10pt]Zaadul Ma’ad fi Hadyi Kairul Ibad,
- [size=10pt]Zaadul Musafirin ila Manazil as-Su’ada’ fi Hadyi
Khatamil Anbiya’
- [size=10pt]Jala’ul Afham fi dzkris shalati ‘ala khairil Am,
- [size=10pt]Ash-Shawa’iqul Mursalah ‘Alal Jahmiyah wal
Mu’aththilah,
- [size=10pt]Asy-Syafiyatul Kafiyah fil Intishar lil firqatin
Najiyah,
- [size=10pt]Naqdul Manqul wal Muhakkil Mumayyiz bainal Mardud
wal Maqbul,
- [size=10pt]Hadi al-Arwah ila biladil Arrah,
- [size=10pt]Nuz-hatul Musytaqin wa raudlatul Muhibbin,
- [size=10pt]Al-Jawabul Kafi Li man sa`ala ’anid Dawa`is Syafi,
- [size=10pt]Tuhfatul Wadud bi Ahkamil Maulud,
- [size=10pt]Miftah daris Sa’adah,
- [size=10pt]Ijtima’ul Juyusy al-Islamiyah ‘ala Ghazwi Jahmiyyah
wal Mu’aththilah,
- [size=10pt]Raf’ul Yadain fish Shalah,
- [size=10pt]Nikahul Muharram,
- [size=10pt]Kitab tafdlil Makkah ‘Ala al-Madinah,
- [size=10pt]Fadl-lul Ilmi,
- [size=10pt]‘Uddatus Shabirin wa Dzakhiratus Syakirin,
- [size=10pt]Al-Kaba’ir,
- [size=10pt]Hukmu Tarikis Shalah,
- [size=10pt]Al-Kalimut Thayyib,
- [size=10pt]Al-Fathul Muqaddas,
- [size=10pt]At-Tuhfatul Makkiyyah,
- [size=10pt]Syarhul Asma il Husna,
- [size=10pt]Al-Masa`il ath-Tharablusiyyah,
- [size=10pt]Ash-Shirath al-Mustaqim fi Ahkami Ahlil Jahim,
- [size=10pt]Al-Farqu bainal Khullah wal Mahabbah wa
Munadharatul Khalil li qaumihi,
- [size=10pt]Ath-Thuruqul Hikamiyyah, dan masih banyak lagi
kitab-kitab serta karya-karya besar beliau yang digemari oleh
berbagai pihak.
[size=12pt]✻ Wafatnya
Ibnul-Qayyim meninggal dunia pada waktu isya’ tanggal 13 Rajab
751 H. Ia dishalatkan di Mesjid Jami’ Al-Umawi dan setelah itu
di Masjid Jami’ Jarrah; Kemudian dikuburkan di Pekuburan Babush
Shagir. Ꞁ[size=8pt]1
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
/>Ꞁ2(boards┐II)
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
ᴊᴀᴢᴀᴋᴜᴍᴜʟʟᴀʜᴜ
ᴋʜᴀɪʀᴀɴ
ʙᴀᴀʀᴀᴋᴀʟʟᴀʜᴜ
ꜰɪɪᴋᴜᴍ
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]
SUMBER:
- Al-Bidayah wan Nihayah ibnu Katsir,
- Muqaddimah Zaadil Ma’ad fi Hadyi Khairil Ibad, Tahqiq: Syu’ab
wa Abdul Qadir al-Arna`uth,
- Muqaddimah I’lamil Muwaqqi’in ‘an Rabbil ‘alamin; Thaha Abdur
Ra’uf Sa’d,
- Al-Badrut Thali’ Bi Mahasini ma Ba’dal Qarnis Sabi’ karya Imam
asy-Syaukani,
- Syadzaratudz dzahab karya ibn Imad,
- Ad-Durar al-Kaminah karya ibn Hajar al-‘Asqalani,
- Dzail Thabaqat al-Hanabilah karya ibn Rajab Al Hanbali,
- Al Wafi bil Wafiyat li Ash Shafadi,
- Bughyatul Wu’at karya Suyuthi,
- Jala’ul ‘Ainain fi Muhakamah al-Ahmadin karya al-Alusi;
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
*****************************************************
Page 1 of 1