DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ [1] KHALIFAH AR-RASYIDIN
*****************************************************
#Post#: 19--------------------------------------------------
۩۞۩ Khalifah Ar-Rasyidin: Ali Ibn Abi Thalib
DIR By: iscm
Date: December 20, 2023, 3:01 am
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
[center]BIOGRAFI ◥↑✻AHLULHADITS, PARA
SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
ﷺ[/center]
[center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar ibn Abdul Aziz) ▶ Mari kita kembali kepada Al Qur'an
dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.✻
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
✻ Ali ibn Abi Thalib
[font=georgia]radhiyallahu’anhu[/font]
(Wafat 40 H) Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
[size=9pt]◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=53
Nama dan Nasab beliau: Nama Ali [i]ibn Abi Thalib ibn Abdul
Muththalib ibn Hasyim. Abu Thalib adalah saudara kandung
Abdullah ibn Abdul Muththalib, ayah baginda Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam. Jadi Ali ibn Abi Thalib adalah
saudara sepupu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau
dijuluki Abul Hasan dan Abu Turab.[/i]
Semenjak kecil beliau hidup diasuh oleh Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam, karena ayahnya terlalu banyak beban dan tugas
yang sangat banyak dan juga banyak keluarga yang harus
dinafkahi, sedangkan Abu Thalib hanya memiliki sedikit harta
semenjak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam masih
anak-anak.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengasuhnya sebagai
balas budi terhadap pamannya, Abu Thalib yang telah mengasuh
beliau ketika beliau tidak punya bapak dan ibu serta kehilangan
kakek tercintanya, Abdul Muththalib.
[size=12pt]✻ Ali ibn Abi Thalib masuk Islam:
[size=11pt]Mayoritas ahli sejarah Islam menganggap bahwa Ali ibn
Abi Thalib radhiyallahu’anhu adalah orang kedua yang masuk Islam
setelah Khadijah radhiyallahu’anha, di mana usia beliau saat itu
masih berkisar antara 10 dan 11 tahun. Ini adalah suatu
kehormatan dan kemuliaan bagi beliau, di mana beliau hidup
bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan terdepan memeluk
Islam. Bahkan beliau adalah orang pertama yang melakukan shalat
berjamaah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,
sebagaimana ditulis oleh al-Askari (penulis kitab al-Awa'il).
[size=12pt]✻ Sifat fisik dan kepribadian beliau:
[size=11pt]Beliau adalah sosok yang memiliki tubuh yang kekar
dan lebar, padat berisi dengan postur tubuh yang tidak tinggi,
perut besar, warna kulit sawo matang, berjenggot tebal berwarna
putih seperti kapas, kedua matanya sangat tajam, murah senyum,
berwajah tampan, dan memiliki gigi yang bagus, dan bila berjalan
sangat cepat.
Ali ibn Abi Thalib radhiyallahu’anhu adalah sosok manusia yang
hidup zuhud dan sederhana, memakai pakaian seadanya dan tidak
terikat dengan corak atau warna tertentu. Pakaian beliau
berbentuk sarung yang tersimpul di atas pusat dan menggantung
sampai setengah betis, dan pada bagian atas tubuh beliau adalah
rida’ (selendang) dan bahkan pakaian bagian atas beliau
bertambal. Beliau juga selalu mengenakan kopiah putih buatan
Mesir yang dililit dengan surban. Ali ibn Abi Thalib juga suka
memasuki pasar, menyuruh para pedagang bertakwa kepada Allah dan
menjual dengan cara yang ma'ruf. Beliau menikahi Fatimah
az-Zahra putri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan
dikarunia dua orang putra, yaitu al-Hasan dan al-Husain.
Ali ibn Abi Thalib radhiyallahu’anhu adalah sosok pejuang yang
pemberani dan heroik, pantang mundur, tidak pernah takut mati
dalam membela dan menegakkan kebenaran. Keberanian beliau
dicatat di dalam sejarah, sebagai berikut:
- [size=10pt]Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
ingin berhijrah ke Madinah pada saat rumah beliau dikepung di
malam hari oleh sekelompok pemuda dari berbagai utusan kabilah
Arab untuk membunuh Nabi, Nabi menyuruh Ali ibn Abi Thalib
radhiyallahu’anhu tidur di tempat tidur beliau dengan mengenakan
selimut milik beliau. Di sini Ali ibn Abi Thalib benar-benar
mempertaruhkan nyawanya demi Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam, dengan penuh tawakal kepada Allah Ta’ala. Keesokan
harinya, Ali disuruh menunjukkan keberadaan Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam, namun beliau menjawab tidak tahu, karena
beliau hanya disuruh untuk tidur di tempat tidurnya. Lalu beliau
disiksa dan digiring ke Masjidil Haram dan di situ beliau
ditahan beberapa saat, lalu dilepas.
- [size=10pt]Beliau kemudian pergi berhijrah ke Madinah dengan
berjalan kaki sendirian, menempuh jarak yang sangat jauh tanpa
alas kaki, sehingga kedua kakinya bengkak dan penuh luka-luka
setibanya di Madinah.
- [size=10pt]Ali ibn Abi Thalib terlibat dalam semua peperangan
di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, selain perang
Tabuk, karena saat itu beliau ditugasi menjaga kota Madinah. Di
dalam peperangan-peperangan tersebut beliau seringkali ditugasi
melakukan perang tanding (duel) sebelum peperangan sesungguhnya
dimulai. Dan semua musuh beliau berhasil dilumpuhkan dan tewas.
Dan beliau juga menjadi pemegang panji Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam.
[size=12pt]🟩 KEUTAMAAN
[size=11pt]Keutamaan Ali ibn Abi Thalib radhiyallahu’anhu sangat
banyak sekali. Selain yang telah disebutkan di atas, masih
banyak lagi keutamaan dan keistimewaan beliau. Berikut ini di
antaranya:
- [size=10pt]Ali adalah manusia yang benar-benar dicintai Allah
dan Rasul-Nya. Pada waktu perang Khaibar, Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda, “Bendera ini sungguh akan saya
berikan kepada seseorang yang Allah memberikan kemenangan
melalui dia, dia mencintai Allah dan RasulNya, dan dia dicintai
Allah dan RasulNya.” Maka pada malam harinya, para sahabat ribut
membicarakan siapa di antara mereka yang akan mendapat
kehormatan membawa bendera tersebut. Dan keesokan harinya para
sahabat datang menuju Rasulullah [i]shallallahu ‘alaihi
wasallam, masing-masing berharap diserahi bendera. Namun beliau
bersabda, “Mana Ali ibn Abi Thalib?” Mereka menjawab, “Matanya
sakit, ya Rasulullah.” Lalu Rasulullah ﷺ menyuruh untuk
menjemputnya dan Ali pun datang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam menyemburkan ludahnya kepada kedua mata Ali dan
mendoakannya. Dan Ali pun sembuh seakan-akan tidak pernah
terkena penyakit. Lalu beliau memberikan bendera kepadanya. Ali
berkata, “Ya Rasulullah, aku memerangi mereka hingga mereka
menjadi seperti kita.” Beliau menjawab, “Majulah dengan tenang
sampai kamu tiba di tempat mereka, kemudian ajaklah mereka masuk
Islam dan sampaikan kepada mereka hak-hak Allah yang wajib
mereka tunaikan. Demi Allah, sekiranya Allah memberikan hidayah
kepada seorang manusia melalui dirimu, sungguh lebih baik bagimu
dari pada unta-unta merah.”[/i] (HR. Muslim, No. 2406).
- [size=10pt]Jiwa juang Ali sangat melekat di dalam kalbunya,
sehingga ketika Rasulullah ﷺ ingin berangkat pada perang
Tabuk dan memerintah Ali agar menjaga Madinah, Ali merasa
keberatan sehingga mengatakan, “Apakah engkau meninggalkan aku
bersama kaum perempuan dan anak-anak?” Namun Rasulullah
[i]shallallahu ‘alaihi wasallam justru menunjukkan kedudukan Ali
yang sangat tinggi seraya bersabda, “Apakah engkau tidak ridha
kalau kedudukanmu di sisiku seperti kedudukan Harun di sisi
Musa, hanya saja tidak ada kenabian sesudahku.”[/i] (HR.
Al-Bukhari dan Muslim).
- [size=10pt]Beliau juga adalah salah satu dari sepuluh orang
yang telah mendapat “busyra biljannah” (berita gembira sebagai
penghuni surga), sebagaimana dinyatakan di dalam hadits yang
diriwayatkan oleh al-Hakim di dalam al-Mustadrak.
- [size=10pt]Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah menyatakan
kepada Ali radhiyallahu’anhu, “bahwa tidak ada yang mencintainya
kecuali seorang Mukmin dan tidak ada yang membencinya, kecuali
orang munafik.” (HR. Muslim)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah bersabda
kepada Ali radhiyallahu’anhu,
[right][size=16pt]أَنْتَ
مِنِّيْ
وَأَنَا
مِنْكَ.[/right]
“Engkau adalah bagian dariku dan aku adalah bagian darimu.” (HR.
Al-Bukhari).
- [size=10pt]Beliau juga sangat dikenal dengan kepandaian dan
ketepatan dalam memecahkan berbagai masalah yang sangat rumit
sekalipun, dan beliau juga seorang yang memiliki 'abqariyah
qadha’iyah (kejeniusan dalam pemecahan ketetapan hukum) dan
dikenal sangat dalam ilmunya. (Lihat: Aqidah Ahlussunnah fi
ash-Shahabah, jilid I, halaman 283).
[size=12pt]✻ Ali ibn Abi Thalib menjadi Khalifah:
[size=11pt]Ketika Ali ibn Abi Thalib diangkat menjadi khalifah
keempat, situasi dan suasana kota Madinah sangat mencekam,
dikuasai oleh para pemberontak yang telah menodai tanah suci
Madinah dengan melakukan pembunuhan secara keji terhadap
Khalifah Ketiga, 'Utsman ibn ‘Affan radhiyallahu’anhu.
Ali ibn Abi Thalib dalam pemerintahannya benar-benar menghadapi
dilema besar yang sangat rumit, yaitu:
- [size=10pt]Kaum pemberontak yang jumlahnya sangat banyak dan
menguasai Madinah.
- Terbentuknya kubu penuntut penegakan hukum terhadap para
pemberontak yang telah membunuh Utsman ibn ‘Affan, yang kemudian
melahirkan perang saudara, perang Jamal dan Shiffin.
- Kaum Khawarij yang dahulunya adalah para pendukung dan pembela
beliau kemudian berbalik memerangi beliau.
Namun dengan kearifan dan kejeniusan beliau dalam menyikapi
berbagai situasi dan mengambil keputusan, beliau dapat
mengakhiri pertumpahan darah itu melalui albitrasi (tahkim),
sekalipun umat Islam pada saat itu masih belum bersatu secara
penuh.
Abdurrahman ibn Muljam, salah seorang pentolan Khawarij memendam
api kebencian terhadap Ali ibn Abi Thalib, karena dianggap telah
menghabisi rekan-rekannya yang seakidah, yaitu kaum Khawarij di
Nahrawan. Maka dari itu ia melakukan makar bersama dua orang
rekannya yang lain, yaitu al-Barak ibn Abdullah dan Amr ibn
Bakar at-Tamimi, untuk menghabisi Ali, Mu’awiyah dan Amr ibn
al-‘Ash, karena dia anggap sebagai biang keladi pertumpahan
darah.
Al-Barak dan Amr gagal membunuh Mu’awiyah dan Amr ibn al-‘Ash,
sedangkan Ibnu Muljam berhasil mendaratkan pedangnya di kepala
Amirul Mukminin, Ali ibn Abi Thalib, pada dini hari Jum’at, 17
Ramadhan, tahun 40 H. dan beliau wafat keesokan harinya.
Ꞁ[size=8pt]1
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
/>Ꞁ2(Boards┐II)
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
ᴊᴀᴢᴀᴋᴜᴍᴜʟʟᴀʜᴜ
ᴋʜᴀɪʀᴀɴ
ʙᴀᴀʀᴀᴋᴀʟʟᴀʜᴜ
ꜰɪɪᴋᴜᴍ
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
*****************************************************
Page 1 of 1