URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       ↑iscm
  HTML https://iscm.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: ۩۞۩ [8] GENERASI BERIKUTNYA: &#94...
       *****************************************************
       #Post#: 145--------------------------------------------------
       ۩۞۩ Generasi Berikutnya: Orang-Orang Generasi
       Berikutnya Yang Berjalan Di Jalan Mereka: Imam Ath-Thahawi
   DIR By: GoldenLeaves
       Date: December 25, 2023, 10:22 pm
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
       [center]BIOGRAFI &#9701;&#8593;&#10043;AHLULHADITS, PARA
       SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
       &#65018;[/center]
       [center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
       sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar ibn Abdul Aziz) &#9654; Mari kita kembali kepada Al Qur'an
       dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.&#10043;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       &#10043; Imam Ath-Thahawi
       (239-321 H) Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
       [size=9pt]&#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=48
       Nama dan Nasabnya: Beliau adalah Imam Abu Ja’far Ahmad [i]ibn
       Muhammad ibn Salamah ibn Abdil Malik al-Azdy al-Mishri
       ath-Thahawi. Al-Azdy adalah qabilah terbesar Arab, suku yang
       paling masyhur, dan paling banyak furu’ (cabang suku) nya. Juga
       merupakan bagian dari qabilah Qahthaniyah, dinasabkan kepada
       al-Azdi ibn al-Ghauts ibn Malik ibn Zaid ibn Kahlan. Beliau
       adalah Qahthani dari sisi bapaknya dan adnani dari sisi ibunya
       karena ibunya seorang Muzainah, yakni saudara al-Imam al-Muzanni
       shahabat imam Syari’i.[/i]
       Al-Azdy adalah qabilah terbesar Arab, Suku yang paling masyhur,
       dan paling banyak furu’ (cabang suku)-nya. Juga merupakan bagian
       dari qabilah Qahthaniyah, dinasabkan kepada al-Azdi ibn
       al-Ghauts ibn Malik ibn Zaid ibn Kahlan.
       Beliau adalah Qahthani dari sisi bapaknya dan adnani dari sisi
       ibunya karena ibunya seorang Muzainah, yakni saudara al-Imam
       al-Muzanni shahabat imam Syari’i. Dan termasuk seorang Hajri,
       saudara sepupu dari al-Azdi, yakni Hajr ibn Jaziilah ibn Lakhm,
       yang disebut Hajr al-Azdi, supaya berbeda dengan Hajr Ru’ain.
       Dan ath-Thahawi dinasabkan pada Thaha sebuat desa di Sha’id
       Mesir.
       &#10043; Lahirnya dan Zamannya
       Mengenai kelahiran Imam Thahawi tahun 239 H, maka seperti yang
       diriwayatkan Ibnu Yunus muridnya yang kemudian diikuti oleh
       sebagian besar orang yang menulis riwayat hidupnya dan inilah
       yang besar. Memang ada yang menyatakan beliau lahir tahun 238 H,
       dan bahkan ada yang menyatakan tahaun 229 H. Ini tentu saja
       suatu tahrif (kekeliruan) penulisan, yang kemudian dikutip
       beberapa orang tanpa merujuk kembali kepada kitab lainnya.
       Disepakati para ulama bahwa beliau wafat tahun 321 H, kecuali
       ibn an-Nadim yang menyatakan beliau wafat tahun 322 H.
       Imam athThahawi adalah sezaman dengan para imam ahli Huffazh
       para pengarang/penyusun enam buku induk hadits (al-Kutub
       as-Sittah), dan bersama-sama dengan mereka dalam riwayat hadits.
       Umur beliau ketika imam Bukhari wafat adalah 17 tahun, ketika
       imam Muslim wafat ia berumur 22 tahun, ketika imam Abu Dawud
       wafat ia berumur 36 tahun, ketika imam Tirmidzi wafat berumur 40
       tahun dan ketika Nasa’i wafat ia berumur 64 tahun, dan ketika
       imam Ibnu Majah wafat ia berumur 34 tahun.
       &#10043; Asal Muasalnya
       Adalah beliau rahimahullah bermula dari rumah yang berlingkungan
       ilmiah dan unggul. Bapaknya, Muhammad ibn Salaamah adalah
       seorang cendekiawan ilmu dan bashar dalam syi’ir dan
       periwayatannya. Sedangkan ibunya termasuk dalam Ash-haab
       asy-Syafi’i yang aktif dalam majlisnya. Kemudian pamannya adalah
       imam al-Muzanni, salah seorang yang paling faqih dari Ash-haab
       asy-Syafi’i yang banyak menyebarkan ilmunya.
       Sebagian besar menduga bahwa dasar kecendekiawanannya adalah di
       rumah, yang kemudian lebih didukung dengan adanya halaqah ilmu
       yang didirikan di masjid Amr ibn al-‘Ash. Menghafal al-Qur’an
       dari Syeikhnya, Abu Zakaria Yahya ibn Muhammad ibn ‘Amrus, yang
       diberi predikat: “Tidak ada yang keluar darinya kecuali telah
       hafal al-Qur’an.” Kemudian bertafaquh (belajar mendalami agama
       –red) pada pamannya –al-Muzanni, dan sami’a (mendengar) darinya
       kitab Mukhtasharnya yang bersandar pada ilmu Syafi’i dan
       makna-makna perkataannya. Dan beliau adalah orang pertama yang
       belajar tentang itu. Ia juga menukil dari pamannya itu
       hadits-hadits, dan mendengar darinya periwayatan-periwayatannya
       dari Syafi’i tahun 252 H. Beliau juga mengalami masa kebesaran
       pamannya, al-Muzanni. Pernah bertamu dengan Yunas ibn Abdul A’la
       (264 H), Bahra ibn Nashrin (267 H), Isa ibn Matsrud (261 H) dan
       lain-lainnya. Semuanya adalah shahabat ibn Uyainah dari kalangan
       ahlu Thabaqat.
       &#10043; Pindah Madzhab dari Syafi’i Ke Hanafi
       Ketika umurnya mencapai 20 tahun, ia meninggalkan madzhab yang
       telah ia geluti sebelumnya yakni madzhab Syafi’i ke madzhab
       Hanafi dalam bertafaqquh, disebabkan beberapa faktor:
       - Karena beliau menyaksikan bahwa pamannya banyak menelaah
       kitab-kitab Abi Hanifah.
       - [size=10pt]Tulisan-tulisan ilmiah yang ada, yang banyak
       disimak para tokoh madzhab Syafi’i dan madzhab Hanafi.
       - [size=10pt]Tashnifat (karangan-karangan) yang banyak dikarang
       oleh kedua madzhab itu yang berisi perdebatan antara kedua
       madzhab itu dalam beberapa masalah. Seperti karangan al-Muzanni
       dengan kitabnya al-Mukhtashar yang berisi bantahan-bantahan
       terhadap Abi Hanifah dalam beberapa masalah.
       - [size=10pt]Banyaknya halaqah ilmu yang ada di masjid Amr ibn
       al-‘Ash tetangganya mengkondisikan beliau untuk memanfaatkannya
       dimana di sana banyak munasyaqah (diskusi) dan adu dalil dan
       hujjah dari para pesertanya.
       - [size=10pt]Banyak syeikh yang mengambil pendapat dari madzhab
       Abi Hanifah, baik dari Mesir maupun Syam dalam rangka menunaikan
       tugasnya sebagai qadli, seperti al-Qadli Bakar ibn Qutaibah dan
       Ibnu Abi Imran serta Abi Khazim.
       [size=11pt]Akan tetapi perlu diketahui bahwa perpindahan
       madzhabnya itu tidaklah bertujuan untuk mengasingkan diri dan
       mengingkari madzhab yang ia tinggalkan, karena hal ini banyak
       terjadi di kalangan ahli ilmu ketika itu yang berpindah dari
       satu madzhab ke madzhab lainnya tanpa meningkari madzhab
       sebelumnya. Bahkan pengikut Syafi’i yang paling terkenal
       sebelumnya adalah seorang yang bermadzhab Maliki, dan diantara
       mereka ada yang menjadi syeikhnya (gurunya) ath-Thahawi. Tidak
       ada tujuan untuk menyeru pada ‘ashabiyah (fanatisme-red.,) atau
       taklid, tetapi yang dicari adalah dalil, kemantapan, dan hujjah
       yang lebih mendekati kebenaran.
       &#10043; Syuyukh (para Guru) Beliau
       - Al-Imam al-‘Allaamah, Faqihul Millah, ‘Alamuz Zuhad, Isma’il
       ibn Yahya ibn Isma’il ibn ‘Amr ibn Muslim al-Muzanni al-Mishri.
       Salah satu sahabat Syafi’i yang mendukung madzhabnya, wafat
       tahun 264 H. Karangannya antara lain al-Mukhtashar, al-Jami’
       al-Kabir, al-Jami’ ash-Shaghir, al-Mantsur, al-Masa-il
       al-Mu’tabarah, Targhib fil ‘Ilmi, dan lain-lainnya. Ia adalah
       orang pertama yang dinukilkan haditnya oleh ath-Thahawi, dan
       kepadanya belajar di bawah madzhab Syafi’i, menyimak dari beliau
       juga kitab Mukhtasharnya serta kumpulan hadits-hadits Syafi’i.
       - [size=10pt]Al-Imam al-‘Allaamah, syaikhul Hanafiyah, Abu
       Ja’far Ahmad ibn Abi Imran Musa ibn Isa al-Baghdadi al-Faqih
       al-Muhaddits al-Hafizh, wafat tahun 280 H. Beliau disebut
       sebagai lautan ilmu, disifatkan sangat cerdas dan kuat
       hafalannya, banyak meriwayatkan hadits dengan hafalannya. Dan
       beliau adalah seorang yang paling berpengaruh atas ath-Thahawi
       dalam madzhab Abi Hanifah. Adalah ath-Thahawi sangat
       membanggakan gurunya ini dan banyak meriwayatkan hadits-hadits
       dari beliau.
       - [size=10pt]Al-Faqih al-‘Allamah Qadli al-Qudlat Abu Khazim
       Abdul Hamid ibn Abdil Aziz as-Sakuuni al-Bishri kemudian al
       Baghdadi al-Hanafi. Menjabat Qadli di Syam, Kufah dan Karkh,
       Baghdad. Dan dipuji selama menjalankan jabatannya. Ath-Thahawi
       belajar kepada beliau ketika menjadi tamu di Syam tahun 268 H.
       Beliau menguasai madzhab Ahlul Iraq hingga melampaui
       guru-gurunya. Seorang yang tsiqah, patuh pada dien, dan wara’.
       Seorang yang ‘alim, paling piawai dalam beramal dan menulis,
       cendekia disertai watak pemberani, sangat dewasa dan cerdik,
       pandai membuat permisalah untuk memudahkan akal. Wafat tahun 292
       H.
       - [size=10pt]Al-Qadli al Kabir, al-‘allaamah al-Muhaddits Abu
       Bakrah Bakkar ibn Qutaibah al-Bishri, Qadli al-Qudlat di Mesir,
       wafat tahun 270 H. Seorang yang ‘alim, faqih, muhaddtis,
       mempunyai kedudukan yang terhormat, dan agung, bila dalam
       kebenaran tidak takut celaan orang yang mencela, zuhud, shaleh
       dan istiqamah. Imam Thahawi bertemu dengan beliau ketika ia
       masih seorang pemuda, menyimak dari beliau, banyak pengaruhnya
       atas dirinya. Banyak mengambil riwayat dari beliau, dan banyak
       menimpa dari beliau ilmu Hadits serta tidak pernah absen dari
       majlisnya ketika mendiktekan hadits.
       - [size=10pt]Al-Qadli al-‘Allaamah al-Muhaddtis ats Tsabit,
       Qadli al Qudlat, Abu Ubaid Ali ibn al Husain ibn Harb Isa al
       Baghdadi, salah seorang shahabat Syafi’i, wafat tahun 319 H.
       Sangat piawai dalam Ulumul Qur’an dan hadits, sangat pendai
       dalam masalah ikhtilaf dan ma’ani serta qiyas fashih, berakal,
       lemah lembut, suka menyatakan kebenaran.
       - [size=10pt]Al-Imam al-Hafizh ats-Tsabit, Abu Abdurrahman Ahmad
       ibn Syu’aib ibn Ali ibn Sinan ibn Bahr al-Khurrasani an Nasa’i,
       wafat tahun 303 H. Berkata Dzahabi: “Beliau adalah orang yang
       paling piawai dalam hadits dan ‘ilal. Dan rijalnya dari Muslim
       dan dari Abi Dawud dan dari Abi Isa (at-Turmudzi-red.,). Dan
       beliau adalah tetangga dengan Imam Bukhari dan Abu Zur’ah di
       masa tuanya.
       - [size=10pt]Al-Imam Hafizh, syaikhul Islam, Abu Musa Yunus ibn
       Abdul A’la Shadari al-Mishri, wafat tahun 264 H. Belajar pada
       Syafi’i, membaca al-Qur’an pada Warsy, shahabat Nafi’, menyimak
       hadits dari Syafi’i, Sufyan ibn Uyainah, dan Abdullah ibn Wahab
       dan mengumpulkannya. Termasuk orang yang termasyhur dalam
       keadilannya dan ulama’ di zamannya di Mesir, ditsiqahkan oleh
       Nasa’i.
       - [size=10pt]Al-Imam al-Muhaddits al-Faqih al-Kabir, Abu
       Muhammad ar Rabi’ ibn Sulaiman al-Muradiy al-Mishri. Seorang
       shahabat Syafi’i dan mewarisi ilmunya. Wafat tahun 270 H. Banyak
       hadits yang diriwayatkan dari beliau, panjang umurnya, masyhur
       namanya, banyak menimba ilmu darinya para ashabul hadits, syaikh
       yang sangat disukai, menghabiskan umurnya dalam ilmu dan
       menyebarkannya, akan tetapi beliau tergolong seorang hufazh
       (ahli menghafal, maka dikatakan oleh Nasa’i: Laa ba’sa bihi).
       - [size=10pt]Syaikhul Imam ash-Shadiq, Muhaddits Syam, Abu
       Zur’ah Abdurrahman ibn amr ibn Abdullah ibn Shafwan ibn Amr
       an-Nashri ad-Dimasyqi. Wafat tahun 281 H. Seorang yang tsiqah,
       shaduq. Mempunyai karangan mengenai Tarikh Dimasyq.
       - [size=10pt]Al-Imam al-Hafizh al-Mutqin, Abu Ishaq Ibrahim ibn
       Abi Dawud Sulaiman ibn Dawud al-Azdi al-Kufi Asli, lahirnya di
       Syria, dan rumahnya di al-Barlusi. Wafat tahun 270 H. Disifatkan
       oleh Ibnu Yunas bahwa beliau salah seorang hufazh al-Mujawwidin,
       tsiqah dan tsabit.
       - [size=10pt]Al-Hafidz Abu Bakr Ahmad ibn Abdullah ibn al-Barqi.
       Wafat tahun 270 H. Menyimak dari Amr ibn Abi Salmah dan
       thabaqatnya, mempunyai karangan tentang mengenal shahabat dan
       termasuk seorang hufazh yang mutqin.
       - [size=10pt]Al-Hafizh al-Hujjah, Abu Ishaq Ibrahim ibn Marzuq
       al-Bishri, menjadi tamu di Mesir. Wafat tahun 270 H. Berkata
       Nasa’i, “Periwayat yang diterima haditsnya (Shalih).” Berkata
       Ibnu Yunas: “Tsiqah, tsabit.”
       - [size=10pt]Al-Imam al-Hujjah, Abu Ishaq Ibrahim ibn Munqidz
       ibn Isa al-Khaulani Maulahum al-Mishri al-‘Ushfuri, wafat tahun
       269 H. Berkata Abu Sa’id ibn Yunas: “Beliau tsiqah ridla.”
       - [size=10pt]Al-Imam al-Muhaddits ats-Tsiqah, Abu Abdullah Bahr
       ibn Nashr ibn Sabiq al-Khaulani maulahum al-Mishri, wafat tahun
       267 H. Ditsiqahkan Abi Hatim dan Yunus ibn Abdul A’la, dan Ibnu
       Khuzaimah.
       - [size=10pt]Al-Hafizh ats-Tsabit, Abu Ali al-Husain ibn Ma’arik
       al-Baghdadi, suami saudara perempuan al Hafidz Ahmad ibn Shalih,
       menjadi tamu di Mesir. Wafat tahun 261 H. Berkata Ibnu Yunus: “
       Tsiqah, tsabit.”
       - [size=10pt]Ar-Rabi’ ibn Sulaiman al-Azdi maulahum, al-Mishri
       al-Jiizi al-A’raj. Wafat tahun 256 H. Berkata ibnu Yunus:
       “Tsiqah.”
       - [size=10pt]Abu Ja’far Abdul Ghani ibn Rifa’ah ibn Abdul Malik
       al-Lakhmi al-Mishri. Wafat tahun 255 H. Meriwayatkan dari beliau
       Abu Dawud, Ibrahim ibn Matawaih al-Ashbahani dan Abu Bakar ibn
       Abi Dawud.
       - [size=10pt]Al-Imam al-Hafizh ash-Shaduq Abul Hasan Ali ibn
       Abdul Aziz al-Baghawi. Syaikh al-Haram al-Makki, mushannif kitab
       Al Musnah. Wafat tahun 280 H. Berkata Daruquthni: “Tsiqah,
       terpercaya.”
       - [size=10pt]Al-Imam al-Faqih al-Muhaddits Abu Musa Isa ibn
       Ibrahim ibn Matsrad al-Ghafiqi maulahum, al-Mishri. Seorang
       sandaran yang tsiqah. Wafat tahun 261 H. Berkata Nasa’i: “Laa
       ba’sa.” Dan berkata Maslamah ibn Qasim: “Tsiqah.”
       - [size=10pt]Al-Imam al-Muhaddits ats-Tsiqah, syaikhul Haram,
       Abu Ja’far Muhammad ibn Isma’il ibn Salim al Qurasyi al-‘Abbasi
       maulaal Mahdi Al Baghdadi menjadikan tamu di Makkah. Wafat tahun
       276 H. Berkata Ibnu Abi Hatim: “Shaduq.”
       - [size=10pt]Al-Imam Syaikhul Islam, Abu Abdullah Muhammad ibn
       Abdullah ibn Abdul hakim ibn A’yah ibn Laits al-Mishri al-Faqih.
       Cendekiawan negeri Mesir di zamannya bersama al-Muzanni. Wafat
       tahun 268 H. Berkata Ibnu Khuzaimah: “Aku belum pernah melihat
       orang yang lebih pandai dari kalangan fuqaha’ tentang perkataan
       para shahabat dan tabi’in dari Muhammad ibn Abdullah ibn Abdul
       Hakim, dan merupakan orang yang paling alim di kolong bumi
       dengan madzhab Maliki.” Berkata Abi Hatim: “Ibnu Abdul hakim
       tsiqah, shaduq, seorang fuqaha Mesir dari madzhab Maliki.”
       - [size=10pt]Al-Imam al-Hafizh al-Mujawwid Abu Bakar Muhammad
       ibn Ali ibn Dawud ibn Abdullah al-Baghdadi, menjadi tamu di
       Mesir. Dikenal dengan sebutan Ibnu Ukhti Ghazaal. Berkata Yunus:
       “Seorang penghafal hadits dan memahaminya. Seorang yang tsiqah,
       hasan haditsnya.” Wafat tahun 264 H.
       - [size=10pt]Al-Imam al-‘Allaamah al-Hafizh, syaikhul Baghdad,
       Abu Bakar Abdullah ibn sulaiman ibn al-Asy’ats as-Sajistaani,
       wafat tahun 316 H. Mengarang as-Summah, al-Mashaahif, Syari’ah
       al-Muqaari’, Nasikh wal Mansukh, al-Ba’ts dan lainnya. Seorang
       yang faqih, alim dan hafizh.
       - [size=10pt]Al-Imam al-Muhaddits al-Adl, Abul Hasan Ali ibn
       Ahmad ibn Sulaiman ibn Rabi’ah ibn ash-Shaiqah ‘Allaan
       al-Mishri. Wafat tahun 317 H. Seorang yang tsiqah, banyak
       meriwayatkan hadits, salah seorang yang terkenal adil.
       - [size=10pt]Al-Iman al-Hafizh al-Baari’, Abu Bisyrin Muhammad
       ibn Ahmad ibn Hammad ibn Sa’id ibn Muslim al-Anshari ad-Duulabi.
       Wafat tahun 310 H. Beliau adalah pengarang kitab al-Kunniy wal
       Asma’. Berkata Daruquthni: “banyak digunjingkan, tidak jelas
       perkaranya kecuali beliau adalah seorang yang baik.”
       - [size=10pt]Al-Iman al-Kabir al-Hafizh ats-Tsiqah, Abu Zakaria
       Yahya ibn Zakaria ibn Yahya an-Naisaburi al-A’raj. Wafat tahun
       307 H. Berkata Ibnu Yunus: “Seorang hafizh, terhormat dan
       mulia.”
       - [size=10pt]Al-‘Allaamah al-Hafizh al-Akhbaari, Abu Zakaria
       Yahya ibn Utsman ibn Shalih ibn Shafwan as-Sahmi al-Mishri.
       Wafat tahun 282 H. Berkata Ibnu Yunus: “Seorang alim dengan
       ahbar Mesir, dan tentang meninggalkan ulama, penghafal hadits,
       dan meriwayatkan hadits yang tidak ditemukan di orang lain.”
       - [size=10pt]Al-Imam ats-Tsiqah al-Musannid, Abu Yazid Yusuf ibn
       Yazid ibn Kamil ibn Hakim al-Umawi maulahum al-Qurathisi. Wafat
       tahun 287 H. Seorang yang alim, banyak meriwayatkan hadits,
       pemberani, panjang umur dan pernah melihat Syafi’i.
       - [size=10pt]Al-Imam al-Hafizh al-Mujawwid ar-Rahhal, Abu
       Umayyah Muhammad ibn Ibrahim ibn Muslim al-Baghdadi, kemudian
       ath-Thurasusi, menjadi tamu di ThuTharsusi dan menjadi
       muhadditsnya di sana, pengarang Al Musnad dan mempunyai beberapa
       mushannifat. Wafat tahun 273 H.
       - [size=10pt]Al-Imam al-‘Allaamah al-Mutqin, al-Qadli al-Kabir,
       Abu Ja’far Ahmad ibn Ishaq ibn Buhlul ibn hasan an-Tanwikhi
       al-Anbari, al-Faqih al-Hanafi. Wafat tahun 318 H.
       - [size=10pt]Al-Imam al-Hafizh al-Mujawwid, Abu Ha’far Ahmad ibn
       Sinan ibn Asad ibn Hibban al-Wasithi al-Qaththan. Wafat tahun
       258 H. Berkata Abi Hatim: “Beliau seorang imam di zamannya,
       seorang yang tsiqah shaduq.”
       - [size=10pt]Al-Imam al-Hafizh ats-Tsabit Syaikhul Waqti Abu
       Bakar Ja’far ibn Muhammad ibn al-Hasan ibn al-Mustafaadl
       al-Firyaabi al-Qadli. Wafat tahun 301 H. Berkata Khuthaib
       al-Baghdadi: “Tsiqah, hujjah, gudang ilmu.”
       - [size=10pt]Rauh ibn Farj Abu Zinba’ ibn Farj ibn Abdirrahman
       al-Qaththan maulanan Zubair ibn al-‘Awwam. Wafat tahun 282 H.
       Seorang alim, faqih di madzhab Maliki, seorang yang paling
       tsiqah di zamannya dan meninggikannya dengan ilmu, mempunyai
       riwayat dalam qira’ah dari, Ashim Yahya ibn Sulaiman al-Ju’fi.
       Adalah imam Thahawi mengambil qira’ah dari huruf demi huruf,
       dari Yahya ibn Sulaiman al-Ju’ri, dari Abi Bakar ibn ‘Iyasy,
       dari ‘Ashim ibn Bahdalah Abi an-Nujud, seperti yang ia nyatakan
       dalam kitabnya ini juz I hal 227 dan 263.
       - [size=10pt]Mahmud ibn Hasan an-Nahwi Abu Abdullah. Wafat tahun
       272 H. Berkata Ibnu Yunus dalam Tarikh Mishri: “Seorang ahli
       nahwu, ahli tajwid, meriwayatkan dari Abul Malik ibn Hisyam dari
       Abi Zaid dari Abi Amr ibn al-‘Ala.
       - [size=10pt]Al-Walid ibn Muhammad at-Tamimi an-Nahwi, yang
       termasyhur dengan sebutan Wullaad. Wafat tahun 263 H. Seorang
       ahli nahwu, ahli tajwid, tsiqah, berasal dari Bashrah.
       [size=12pt]&#10043; Sifat-Sifatnya
       Adalah ath-Thahawi rahimahullah seorang hafizh (penjaga dan
       penghafal) kitab Allah, yang mengerti hukum-hukumnya dan
       maknanya, dan terhadap atsar dari shahabat dan tabi’in terhadap
       tafsir ayat-ayatnya, asbabun nuzulnya. Mempunyai wawasan yang
       menakjubkan dengan ilmu qira’ah. Penghafal hadits, luas
       jangkauan pengenalannya terhadap thuruq (jalan-jalan) hadits,
       matan, illah dan ahwalnya, rijal-rijalnya, banyak menelaah
       madzhab para shahabat dan tabi’in serta para imam yang mepat
       yang diikuti dan para imam mujtahid yang lain. Seperti Ibrahim
       an-Nakha’i, Utsman al-Batti, Auza’i, ats-Tsauri, Laits ibn Sa’d,
       Ibnu Syubrumah, Ibnu Abi Laila dan al-Hasan ibn Hay. Sangat
       piawai dalam ilmu Syurut dan Watsaiq. Seorang yang sangat jeli
       dalam membahas suatu masalah. Tidak bertaklid pada seorangpun,
       tidak dalam masalah ushul (pokok), dan tidak dalam masalah
       furu’. Beliau berputar bersama kebenaran yang berdasar pada
       ijtihadnya. Mengikuti manhaj salaf dalam aqidah. Dan atas manhaj
       ini pula beliau mengarang kitab aqidah yang masyhur (yakni
       Aqidah ath-Thahawiyah, pen.). Sangat memperhatikan apa yang
       beliau dengan dalam majelis ilmu, dan kemudian diulangi kembali
       setelah selesai majlis, mengklasifikasikan secara rinci
       riwayat-riwayat yang ia terima dan menyusunnya dalam
       mushannafnya. Sifat inilah yang mengantarkannya untuk menyusun
       mushannafat yang banyak menurut babnya. Dan beliau adalah
       seorang yang lapang dada, baik akhlaqnya, baik dalam pergaulan,
       bertindak-tanduk sopan, memberi nasehat para pemimpin, dengan
       penuh tawadlu’, dekat dengan para qadli dan ahli ilmu,
       menghadiri halaqah ilmu dan menukil riwayat dari sana.
       Orang-orang yang berbeda pendapat dan sependapat dengan beliau
       mengakui kewara’annya dan kezuhudannya, lemah lembut terhadap
       keluarga, jauh dari rasa ragu-ragu. Ketsiqahan ulama pada beliau
       mencapai puncaknya ketika Abu Ubaid ibn Harbawaih – salah
       seorang shahabat Syafi’i mengakui keadilannya dan menerima
       syafa’atnya.
       [size=12pt]&#10043; Ath-Thahawi Seorang Imam Mujtahid
       Ath-Thahawi telah belajar madzhab Syafi’i kepada pamannya
       al-Muzanni, kemudian mempelajari madzhab Hanafi, dan tidak
       berta’ashub pada salah seorang imam pun. Akan tetapi memilih
       perkataan yang ia anggap paling benar berdasarkan kekuatan
       dalilnya. Dan jika salah seorang imam menyamai pendapatnya maka
       disebabkan kesamaan yang berdasarkan dalil dan hujjah, tidak
       karena taklid. Keadaannya seperti keadaan para ulama semasanya,
       yang tidak ridla dengan taklid. Tidak kepada ahli hapal hadits
       dan tidak pula kepada para ulama fiqih. Berkata Ibnu Zaulaq:
       “Aku mendengar Abu hasan Ali ibn Abi Ja’far ath-Thahawi berkata:
       Aku mendengar bapakku berkata dan disebutkan keutamaan Abi Ubaid
       ibn Harbawaih dan fiqihnya lalu berkata: "Ketika itu ia
       mengingatkan aku dalam satu masalah. Maka aku jawab masalah itu.
       Tetapi beliau berkata kepadamu: Bagaimana ini, kenapa memakai
       perkataan Abu Hanifah? Maka aku katakan kepadamu: Wahai Qadli,
       apakah setiap perkataan yang diucapkan Abu Hanifah aku katakan
       juga?" Beliau berkata: "Aku tidak mengira engkau kecuali seorang
       muqallid (suka mengikuti saja). Aku jawab: "Apakah ada orang
       yang bertaklid kecuali orang yang berta’ashub (fanatik buta)?"
       Beliau menambahi: "Atau orang yang bodoh?" Berkata: "Maka
       menjadilah kalimat ini masyhur di Mesir hingga semacam menjadi
       pemeo yang dihafal manusia."
       Dan tidak ada yang menghalanginya untuk berijtihad karena beliau
       telah menguasai ilmu perangkatnya. Beliau adalah seorang hafidz.
       Luas telaahnya, dalam pemahamannya, luas cakrawala tsaqafahnya,
       ahli dalam mengenali hadits dan periwayatannya, piawai dalam
       mencari illat hadits serta mahir dalam ilmu fiqih dan bahasa
       Arab.
       Berkata Imam al-Laknawi dalam al-Fawaid al-Bahiyah hal. 31;
       Bahwa Imam Thahawi mempunyai derajat yang tinggi dan urutan yang
       mulia. Banyak menyelisihi shahibul madzhab (pendiri madzhab)
       dalam masalah ushul maupun masalah furu’. Barang siapa yang
       menelaah kitab Syarh Ma’anil Atsar dan karangan-karangannya
       yangn lain maka akan mendapati bahwa beliau banyak menyelisihi
       pendapat yang dipilih para pemimpin madzhabnya jika yang
       mendasari pendapatnya itu sangat kuat. Yang benar beliau adalah
       salah seorang mujtahid, akan tetapi manusia tidak bertaklid
       kepada beliau. Tidak dalam furu’ maupun dalam ushul, karena
       mereka mensifatinya dengan mujtahid. Akan tetapi yang mereka
       contoh dari beliau adalah caranya berijtihad. Atau paling tidak
       beliau adalah seorang mujtahid dalam madzhab yang mampu untuk
       mengeluarkan hukum-hukum dari kaidah-kaidah yang dinyatakan sang
       imam madzhab, dan tidak pernah derajat beliau rendah dari
       martabat itu selamanya.
       Dan berkata Maulana Abdul Aziz al-Muhaddits ad-Dahlawi dalam
       kitab Bustan al-Muhadditsin: “Dalam mukhtashar Thahawi
       menunjukkan bahwa beliau adalah seorang mujtahid. Dan bukan
       seorang muqallid (pengekor) terhadap madzhab Hanafi dengan
       pengekoran total. Karena beliau sering memilih pendapat yang
       berbeda dengan madzhab Abu Hanafi ketika hal itu berdasarkan
       dalil-dalil yang kuat.
       &#10043; Murid-Murid Beliau
       Tidak sedikit kalangan ahli ilmu yang berguru pada beliau.
       Diantara mereka para hufadz yang termasyhur. Mereka menyimak
       dari beliau, mendapat manfaat dari ilmu beliau. Diantaranya
       adalah sebagai berikut:
       - [size=10pt]Al-Hafizh Abul Farj Ahmad ibn al-Qasim ibn
       Ubaidillah ibn Mahdi al-Baghdadi. Atau yang terkenal dengan nama
       Ibnu Khasyab. Wafat 364 H.
       - [size=10pt]Al-Imam al-Faqih al-Qadli Abu Bakar Ahmad ibn
       Muhammad ibn Manshur al-Anshari ad-Damaghaani.
       - [size=10pt]Ismail ibn Ahmad ibn Muhammad ibn Abdul Aziz, atau
       yang terkenal dengan nama Abu Sa’id al-Jurjani al-Khallaal
       al-Warraaq. Wafat tahun 364 H.
       - [size=10pt]Al-Muhaddits al-Hafizh al-Jawwal al-Mushannif Abu
       Abdullah al-Husain ibn Ahmad ibn Muhammad ibn Abdirrahman ibn
       Asad ibn Sammakh ibn Syammaakhi al-Hirawi ash-Shaffar, pengarang
       al-Mustakhraj Ala Shahih Muslim. Wafat tahun 371 H.
       - [size=10pt]Al-Muhaddits al-Imam Abu Ali al-Husain ibn Ibrahim
       ibn Jabir ibn Abi Azzamzaam ad-Dimasyqi al-Faraidli asy-Syahid.
       Wafat tahun 368 H.
       - [size=10pt]Al-Imam al-Hafizh ats-Tsiqah ar-Rahaal al-Jawwal
       Muhadditsul Islam Alim al-Mua’ammarin Abul Qasim Sulaiman ibn
       Ahmad ibn Ayub ibn Muthair a-Lakhmi As Syammi At Thabrani,
       pengarang tiga mu’jam; al-Kabir, al-Ausath, As Shaghir. Wafat
       tahun 360 H.
       - [size=10pt]Al-Imam al-Hafizh An Naqid al-Jawal Abu Ahmad
       Abdullah ibn ‘Addi ibn Abdullah ibn Muhammad ibn al-Mubarak ibn
       al-Qaththaan al-Jurjaani, pengarang kitab al-Kamil. Wafat tahun
       365 H.
       - [size=10pt]Al-Imam al-Hafizh al-Mutqin Abu Sa’id Abdurrahman
       ibn Ahmad ibn Yunus ibn Abdil A’la ash-Shadafi al-Mishri,
       pengarang kitab Tarikh Ulama’ Mishra. Wafat tahun 347 H.
       - [size=10pt]Al-Imam al-Hafizh Ats Tsiqah al-Jawwal Abu Bakar
       Muhammad ibn Ja’far ibn al-Husain al-Baghdadi al-Warraaq. Wafat
       tahun 370 H.
       - [size=10pt]Asy-Syaikh al-‘Alim al-Hafizh Abu Sulaiman Muhammad
       ibn al-Qadli Abdullah ibn ahmad ibn Rabi’ah ibn Zabrin
       ar-Raba’i. Wafat tahun 379 H.
       - [size=10pt]Asy-Syaikh al-Hafizh al-Mujawwid Muhaddis Iraq Abul
       Husein Muhammad ibn al-Mudzaffar ibn Musa ibn Isa ibn Muhammad
       al-Baghdadi. Wafat tahun 379 H.
       - [size=10pt]Al-Muhaddits ar-Rahhal Abul Qasim Maslamah ibn
       al-Qasim ibn Ibrahim al-Andalusi al-Qurthubi. Wafat tahun 353 H.
       - [size=10pt]Muhaddits Ashbahaan al-Imam ar-Rahhal al-Hafizh
       ash-Shaduq Abu Bakar Muhammad ibn Ibrahim ibn Ali ibn ‘Ashim ibn
       Zaadzan al-Ashbahan, yang termasyhur dengan sebutan Ibnul Muqri’
       al-Mu’jam. Wafat tahun 381 H.
       - [size=10pt]Ali ibn Ahmad ibn Muhammad ibn Salamah Abul Hasan
       ath-Thahawi, anak Imam Thahawi. Wafat tahun 381 H.
       - [size=10pt]Abu Utsman Ahmad ibn Ibrahim ibn Hammad ibn Zaid
       al-Azdi. Wafat tahun 329 H.
       - [size=10pt]Dan lain-lain rahimahullah ajma’in.
       [size=12pt]&#10043; Kitab-Kitab Karangan Beliau
       Imam ath-Thahawi adalah termasuk diantara sekian orang yang
       mempunyai banyak kitab karangan dan mahir dalam menyusun
       tashnifaat. Dikarenakan beberapa faktor yang dianugerahkan Allah
       kepadanya. Yakni cepat hafal, mempunyai wawasan pengetahuan yang
       luas, dan mempunyai kesiapan yang cukup, beliau telah menyusun
       berbagai macam dan jenis kitab, baik dalam bidang aqidah,
       tafsir, hadits, fiqih, dan tarikh. Sebagian ahli tarikh
       menyatakan lebih dari tiga puluh kitab. Diantaranya sebagai
       berikut:
       - [size=10pt]Syarh Ma’ani al-Atsar
       - [size=10pt]Ikhtilaaf al-Fiqhiyah
       - [size=10pt]Mukhatashar athThahawi
       - [size=10pt]Sunan asy-Syafi’i
       - [size=10pt]Al-Aqidah ath-Thahawiyah
       - [size=10pt]Naqdlu kitab al-Mudallisin li Faqih Baghdad
       al-Husain ibn Ali ibn Yazid al-Karabisi
       - [size=10pt]Taswiyatu baina Hadtsana wa Akhabarana
       - [size=10pt]Asy-Syurut ash-Shaqhir
       - [size=10pt]Asy-Syurut al-Ausath
       - [size=10pt]Asy-Syurut al-Kabir
       - [size=10pt]At-Tarikh al-Kabir
       - [size=10pt]Ahkamul Qur’an
       - [size=10pt]Nawadirul Fiqhiyah
       - [size=10pt]An-Nawadir Wal Hikayaat
       - [size=10pt]Juz-un fi hukmi ardli Makkah
       - [size=10pt]Juz-un fi qismi al-fay`i wal Ghanaa-`im
       - [size=10pt]Ar-Raddu ‘ala Isa ibn Abbaan fi Kitaabihi alladzi
       sammaahu Khatha’u al-Kutub
       - [size=10pt]Al-Raddu ‘ala Abi Ubaid fiima Akhtha a fiihi fi
       Kitaabi an-Nasab
       - [size=10pt]Ikhtilaaf ar-Riwayaat ‘ala Madzhab al-Kuufiyiin
       - [size=10pt]Syarh al-Jami’ al-Kabir lil imam Muhammad ibn
       al-Hasan Asy-Syaibani
       - [size=10pt]Kitab al-Mahadlir wa as-Sijillaat
       - [size=10pt]Akhbar Abi Hanifah wa ash-Haabuhu
       - [size=10pt]Kitab Aal-Washaya wal Faraidl
       - [size=10pt]Dan lain-lain.
       [size=11pt] &#42880;[size=8pt]1
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
       />&#42880;2(boards&#9488;II)
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       &#7434;&#7424;&#7458;&#7424;&#7435;&#7452;&#7437;&#7452;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#7435;&#668;&#7424;&#618;&#640;&#7424;&#628;
       &#665;&#7424;&#7424;&#640;&#7424;&#7435;&#7424;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#42800;&#618;&#618;&#7435;&#7452;&#7437;
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]
       SUMBER:
       - Syarh Musykil al-Atsar oleh imam Thahawi.
       - Syarh al-‘Aqidah ath-Thahawiyah oleh Imam al-‘Allaamah Abil
       Izzi al-Hanafi.
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       *****************************************************
       Page 1 of 1