DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ [8] GENERASI BERIKUTNYA: ^...
*****************************************************
#Post#: 145--------------------------------------------------
۩۞۩ Generasi Berikutnya: Orang-Orang Generasi
Berikutnya Yang Berjalan Di Jalan Mereka: Imam Ath-Thahawi
DIR By: GoldenLeaves
Date: December 25, 2023, 10:22 pm
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
[center]BIOGRAFI ◥↑✻AHLULHADITS, PARA
SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
ﷺ[/center]
[center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar ibn Abdul Aziz) ▶ Mari kita kembali kepada Al Qur'an
dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.✻
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
✻ Imam Ath-Thahawi
(239-321 H) Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
[size=9pt]◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=48
Nama dan Nasabnya: Beliau adalah Imam Abu Ja’far Ahmad [i]ibn
Muhammad ibn Salamah ibn Abdil Malik al-Azdy al-Mishri
ath-Thahawi. Al-Azdy adalah qabilah terbesar Arab, suku yang
paling masyhur, dan paling banyak furu’ (cabang suku) nya. Juga
merupakan bagian dari qabilah Qahthaniyah, dinasabkan kepada
al-Azdi ibn al-Ghauts ibn Malik ibn Zaid ibn Kahlan. Beliau
adalah Qahthani dari sisi bapaknya dan adnani dari sisi ibunya
karena ibunya seorang Muzainah, yakni saudara al-Imam al-Muzanni
shahabat imam Syari’i.[/i]
Al-Azdy adalah qabilah terbesar Arab, Suku yang paling masyhur,
dan paling banyak furu’ (cabang suku)-nya. Juga merupakan bagian
dari qabilah Qahthaniyah, dinasabkan kepada al-Azdi ibn
al-Ghauts ibn Malik ibn Zaid ibn Kahlan.
Beliau adalah Qahthani dari sisi bapaknya dan adnani dari sisi
ibunya karena ibunya seorang Muzainah, yakni saudara al-Imam
al-Muzanni shahabat imam Syari’i. Dan termasuk seorang Hajri,
saudara sepupu dari al-Azdi, yakni Hajr ibn Jaziilah ibn Lakhm,
yang disebut Hajr al-Azdi, supaya berbeda dengan Hajr Ru’ain.
Dan ath-Thahawi dinasabkan pada Thaha sebuat desa di Sha’id
Mesir.
✻ Lahirnya dan Zamannya
Mengenai kelahiran Imam Thahawi tahun 239 H, maka seperti yang
diriwayatkan Ibnu Yunus muridnya yang kemudian diikuti oleh
sebagian besar orang yang menulis riwayat hidupnya dan inilah
yang besar. Memang ada yang menyatakan beliau lahir tahun 238 H,
dan bahkan ada yang menyatakan tahaun 229 H. Ini tentu saja
suatu tahrif (kekeliruan) penulisan, yang kemudian dikutip
beberapa orang tanpa merujuk kembali kepada kitab lainnya.
Disepakati para ulama bahwa beliau wafat tahun 321 H, kecuali
ibn an-Nadim yang menyatakan beliau wafat tahun 322 H.
Imam athThahawi adalah sezaman dengan para imam ahli Huffazh
para pengarang/penyusun enam buku induk hadits (al-Kutub
as-Sittah), dan bersama-sama dengan mereka dalam riwayat hadits.
Umur beliau ketika imam Bukhari wafat adalah 17 tahun, ketika
imam Muslim wafat ia berumur 22 tahun, ketika imam Abu Dawud
wafat ia berumur 36 tahun, ketika imam Tirmidzi wafat berumur 40
tahun dan ketika Nasa’i wafat ia berumur 64 tahun, dan ketika
imam Ibnu Majah wafat ia berumur 34 tahun.
✻ Asal Muasalnya
Adalah beliau rahimahullah bermula dari rumah yang berlingkungan
ilmiah dan unggul. Bapaknya, Muhammad ibn Salaamah adalah
seorang cendekiawan ilmu dan bashar dalam syi’ir dan
periwayatannya. Sedangkan ibunya termasuk dalam Ash-haab
asy-Syafi’i yang aktif dalam majlisnya. Kemudian pamannya adalah
imam al-Muzanni, salah seorang yang paling faqih dari Ash-haab
asy-Syafi’i yang banyak menyebarkan ilmunya.
Sebagian besar menduga bahwa dasar kecendekiawanannya adalah di
rumah, yang kemudian lebih didukung dengan adanya halaqah ilmu
yang didirikan di masjid Amr ibn al-‘Ash. Menghafal al-Qur’an
dari Syeikhnya, Abu Zakaria Yahya ibn Muhammad ibn ‘Amrus, yang
diberi predikat: “Tidak ada yang keluar darinya kecuali telah
hafal al-Qur’an.” Kemudian bertafaquh (belajar mendalami agama
–red) pada pamannya –al-Muzanni, dan sami’a (mendengar) darinya
kitab Mukhtasharnya yang bersandar pada ilmu Syafi’i dan
makna-makna perkataannya. Dan beliau adalah orang pertama yang
belajar tentang itu. Ia juga menukil dari pamannya itu
hadits-hadits, dan mendengar darinya periwayatan-periwayatannya
dari Syafi’i tahun 252 H. Beliau juga mengalami masa kebesaran
pamannya, al-Muzanni. Pernah bertamu dengan Yunas ibn Abdul A’la
(264 H), Bahra ibn Nashrin (267 H), Isa ibn Matsrud (261 H) dan
lain-lainnya. Semuanya adalah shahabat ibn Uyainah dari kalangan
ahlu Thabaqat.
✻ Pindah Madzhab dari Syafi’i Ke Hanafi
Ketika umurnya mencapai 20 tahun, ia meninggalkan madzhab yang
telah ia geluti sebelumnya yakni madzhab Syafi’i ke madzhab
Hanafi dalam bertafaqquh, disebabkan beberapa faktor:
- Karena beliau menyaksikan bahwa pamannya banyak menelaah
kitab-kitab Abi Hanifah.
- [size=10pt]Tulisan-tulisan ilmiah yang ada, yang banyak
disimak para tokoh madzhab Syafi’i dan madzhab Hanafi.
- [size=10pt]Tashnifat (karangan-karangan) yang banyak dikarang
oleh kedua madzhab itu yang berisi perdebatan antara kedua
madzhab itu dalam beberapa masalah. Seperti karangan al-Muzanni
dengan kitabnya al-Mukhtashar yang berisi bantahan-bantahan
terhadap Abi Hanifah dalam beberapa masalah.
- [size=10pt]Banyaknya halaqah ilmu yang ada di masjid Amr ibn
al-‘Ash tetangganya mengkondisikan beliau untuk memanfaatkannya
dimana di sana banyak munasyaqah (diskusi) dan adu dalil dan
hujjah dari para pesertanya.
- [size=10pt]Banyak syeikh yang mengambil pendapat dari madzhab
Abi Hanifah, baik dari Mesir maupun Syam dalam rangka menunaikan
tugasnya sebagai qadli, seperti al-Qadli Bakar ibn Qutaibah dan
Ibnu Abi Imran serta Abi Khazim.
[size=11pt]Akan tetapi perlu diketahui bahwa perpindahan
madzhabnya itu tidaklah bertujuan untuk mengasingkan diri dan
mengingkari madzhab yang ia tinggalkan, karena hal ini banyak
terjadi di kalangan ahli ilmu ketika itu yang berpindah dari
satu madzhab ke madzhab lainnya tanpa meningkari madzhab
sebelumnya. Bahkan pengikut Syafi’i yang paling terkenal
sebelumnya adalah seorang yang bermadzhab Maliki, dan diantara
mereka ada yang menjadi syeikhnya (gurunya) ath-Thahawi. Tidak
ada tujuan untuk menyeru pada ‘ashabiyah (fanatisme-red.,) atau
taklid, tetapi yang dicari adalah dalil, kemantapan, dan hujjah
yang lebih mendekati kebenaran.
✻ Syuyukh (para Guru) Beliau
- Al-Imam al-‘Allaamah, Faqihul Millah, ‘Alamuz Zuhad, Isma’il
ibn Yahya ibn Isma’il ibn ‘Amr ibn Muslim al-Muzanni al-Mishri.
Salah satu sahabat Syafi’i yang mendukung madzhabnya, wafat
tahun 264 H. Karangannya antara lain al-Mukhtashar, al-Jami’
al-Kabir, al-Jami’ ash-Shaghir, al-Mantsur, al-Masa-il
al-Mu’tabarah, Targhib fil ‘Ilmi, dan lain-lainnya. Ia adalah
orang pertama yang dinukilkan haditnya oleh ath-Thahawi, dan
kepadanya belajar di bawah madzhab Syafi’i, menyimak dari beliau
juga kitab Mukhtasharnya serta kumpulan hadits-hadits Syafi’i.
- [size=10pt]Al-Imam al-‘Allaamah, syaikhul Hanafiyah, Abu
Ja’far Ahmad ibn Abi Imran Musa ibn Isa al-Baghdadi al-Faqih
al-Muhaddits al-Hafizh, wafat tahun 280 H. Beliau disebut
sebagai lautan ilmu, disifatkan sangat cerdas dan kuat
hafalannya, banyak meriwayatkan hadits dengan hafalannya. Dan
beliau adalah seorang yang paling berpengaruh atas ath-Thahawi
dalam madzhab Abi Hanifah. Adalah ath-Thahawi sangat
membanggakan gurunya ini dan banyak meriwayatkan hadits-hadits
dari beliau.
- [size=10pt]Al-Faqih al-‘Allamah Qadli al-Qudlat Abu Khazim
Abdul Hamid ibn Abdil Aziz as-Sakuuni al-Bishri kemudian al
Baghdadi al-Hanafi. Menjabat Qadli di Syam, Kufah dan Karkh,
Baghdad. Dan dipuji selama menjalankan jabatannya. Ath-Thahawi
belajar kepada beliau ketika menjadi tamu di Syam tahun 268 H.
Beliau menguasai madzhab Ahlul Iraq hingga melampaui
guru-gurunya. Seorang yang tsiqah, patuh pada dien, dan wara’.
Seorang yang ‘alim, paling piawai dalam beramal dan menulis,
cendekia disertai watak pemberani, sangat dewasa dan cerdik,
pandai membuat permisalah untuk memudahkan akal. Wafat tahun 292
H.
- [size=10pt]Al-Qadli al Kabir, al-‘allaamah al-Muhaddits Abu
Bakrah Bakkar ibn Qutaibah al-Bishri, Qadli al-Qudlat di Mesir,
wafat tahun 270 H. Seorang yang ‘alim, faqih, muhaddtis,
mempunyai kedudukan yang terhormat, dan agung, bila dalam
kebenaran tidak takut celaan orang yang mencela, zuhud, shaleh
dan istiqamah. Imam Thahawi bertemu dengan beliau ketika ia
masih seorang pemuda, menyimak dari beliau, banyak pengaruhnya
atas dirinya. Banyak mengambil riwayat dari beliau, dan banyak
menimpa dari beliau ilmu Hadits serta tidak pernah absen dari
majlisnya ketika mendiktekan hadits.
- [size=10pt]Al-Qadli al-‘Allaamah al-Muhaddtis ats Tsabit,
Qadli al Qudlat, Abu Ubaid Ali ibn al Husain ibn Harb Isa al
Baghdadi, salah seorang shahabat Syafi’i, wafat tahun 319 H.
Sangat piawai dalam Ulumul Qur’an dan hadits, sangat pendai
dalam masalah ikhtilaf dan ma’ani serta qiyas fashih, berakal,
lemah lembut, suka menyatakan kebenaran.
- [size=10pt]Al-Imam al-Hafizh ats-Tsabit, Abu Abdurrahman Ahmad
ibn Syu’aib ibn Ali ibn Sinan ibn Bahr al-Khurrasani an Nasa’i,
wafat tahun 303 H. Berkata Dzahabi: “Beliau adalah orang yang
paling piawai dalam hadits dan ‘ilal. Dan rijalnya dari Muslim
dan dari Abi Dawud dan dari Abi Isa (at-Turmudzi-red.,). Dan
beliau adalah tetangga dengan Imam Bukhari dan Abu Zur’ah di
masa tuanya.
- [size=10pt]Al-Imam Hafizh, syaikhul Islam, Abu Musa Yunus ibn
Abdul A’la Shadari al-Mishri, wafat tahun 264 H. Belajar pada
Syafi’i, membaca al-Qur’an pada Warsy, shahabat Nafi’, menyimak
hadits dari Syafi’i, Sufyan ibn Uyainah, dan Abdullah ibn Wahab
dan mengumpulkannya. Termasuk orang yang termasyhur dalam
keadilannya dan ulama’ di zamannya di Mesir, ditsiqahkan oleh
Nasa’i.
- [size=10pt]Al-Imam al-Muhaddits al-Faqih al-Kabir, Abu
Muhammad ar Rabi’ ibn Sulaiman al-Muradiy al-Mishri. Seorang
shahabat Syafi’i dan mewarisi ilmunya. Wafat tahun 270 H. Banyak
hadits yang diriwayatkan dari beliau, panjang umurnya, masyhur
namanya, banyak menimba ilmu darinya para ashabul hadits, syaikh
yang sangat disukai, menghabiskan umurnya dalam ilmu dan
menyebarkannya, akan tetapi beliau tergolong seorang hufazh
(ahli menghafal, maka dikatakan oleh Nasa’i: Laa ba’sa bihi).
- [size=10pt]Syaikhul Imam ash-Shadiq, Muhaddits Syam, Abu
Zur’ah Abdurrahman ibn amr ibn Abdullah ibn Shafwan ibn Amr
an-Nashri ad-Dimasyqi. Wafat tahun 281 H. Seorang yang tsiqah,
shaduq. Mempunyai karangan mengenai Tarikh Dimasyq.
- [size=10pt]Al-Imam al-Hafizh al-Mutqin, Abu Ishaq Ibrahim ibn
Abi Dawud Sulaiman ibn Dawud al-Azdi al-Kufi Asli, lahirnya di
Syria, dan rumahnya di al-Barlusi. Wafat tahun 270 H. Disifatkan
oleh Ibnu Yunas bahwa beliau salah seorang hufazh al-Mujawwidin,
tsiqah dan tsabit.
- [size=10pt]Al-Hafidz Abu Bakr Ahmad ibn Abdullah ibn al-Barqi.
Wafat tahun 270 H. Menyimak dari Amr ibn Abi Salmah dan
thabaqatnya, mempunyai karangan tentang mengenal shahabat dan
termasuk seorang hufazh yang mutqin.
- [size=10pt]Al-Hafizh al-Hujjah, Abu Ishaq Ibrahim ibn Marzuq
al-Bishri, menjadi tamu di Mesir. Wafat tahun 270 H. Berkata
Nasa’i, “Periwayat yang diterima haditsnya (Shalih).” Berkata
Ibnu Yunas: “Tsiqah, tsabit.”
- [size=10pt]Al-Imam al-Hujjah, Abu Ishaq Ibrahim ibn Munqidz
ibn Isa al-Khaulani Maulahum al-Mishri al-‘Ushfuri, wafat tahun
269 H. Berkata Abu Sa’id ibn Yunas: “Beliau tsiqah ridla.”
- [size=10pt]Al-Imam al-Muhaddits ats-Tsiqah, Abu Abdullah Bahr
ibn Nashr ibn Sabiq al-Khaulani maulahum al-Mishri, wafat tahun
267 H. Ditsiqahkan Abi Hatim dan Yunus ibn Abdul A’la, dan Ibnu
Khuzaimah.
- [size=10pt]Al-Hafizh ats-Tsabit, Abu Ali al-Husain ibn Ma’arik
al-Baghdadi, suami saudara perempuan al Hafidz Ahmad ibn Shalih,
menjadi tamu di Mesir. Wafat tahun 261 H. Berkata Ibnu Yunus: “
Tsiqah, tsabit.”
- [size=10pt]Ar-Rabi’ ibn Sulaiman al-Azdi maulahum, al-Mishri
al-Jiizi al-A’raj. Wafat tahun 256 H. Berkata ibnu Yunus:
“Tsiqah.”
- [size=10pt]Abu Ja’far Abdul Ghani ibn Rifa’ah ibn Abdul Malik
al-Lakhmi al-Mishri. Wafat tahun 255 H. Meriwayatkan dari beliau
Abu Dawud, Ibrahim ibn Matawaih al-Ashbahani dan Abu Bakar ibn
Abi Dawud.
- [size=10pt]Al-Imam al-Hafizh ash-Shaduq Abul Hasan Ali ibn
Abdul Aziz al-Baghawi. Syaikh al-Haram al-Makki, mushannif kitab
Al Musnah. Wafat tahun 280 H. Berkata Daruquthni: “Tsiqah,
terpercaya.”
- [size=10pt]Al-Imam al-Faqih al-Muhaddits Abu Musa Isa ibn
Ibrahim ibn Matsrad al-Ghafiqi maulahum, al-Mishri. Seorang
sandaran yang tsiqah. Wafat tahun 261 H. Berkata Nasa’i: “Laa
ba’sa.” Dan berkata Maslamah ibn Qasim: “Tsiqah.”
- [size=10pt]Al-Imam al-Muhaddits ats-Tsiqah, syaikhul Haram,
Abu Ja’far Muhammad ibn Isma’il ibn Salim al Qurasyi al-‘Abbasi
maulaal Mahdi Al Baghdadi menjadikan tamu di Makkah. Wafat tahun
276 H. Berkata Ibnu Abi Hatim: “Shaduq.”
- [size=10pt]Al-Imam Syaikhul Islam, Abu Abdullah Muhammad ibn
Abdullah ibn Abdul hakim ibn A’yah ibn Laits al-Mishri al-Faqih.
Cendekiawan negeri Mesir di zamannya bersama al-Muzanni. Wafat
tahun 268 H. Berkata Ibnu Khuzaimah: “Aku belum pernah melihat
orang yang lebih pandai dari kalangan fuqaha’ tentang perkataan
para shahabat dan tabi’in dari Muhammad ibn Abdullah ibn Abdul
Hakim, dan merupakan orang yang paling alim di kolong bumi
dengan madzhab Maliki.” Berkata Abi Hatim: “Ibnu Abdul hakim
tsiqah, shaduq, seorang fuqaha Mesir dari madzhab Maliki.”
- [size=10pt]Al-Imam al-Hafizh al-Mujawwid Abu Bakar Muhammad
ibn Ali ibn Dawud ibn Abdullah al-Baghdadi, menjadi tamu di
Mesir. Dikenal dengan sebutan Ibnu Ukhti Ghazaal. Berkata Yunus:
“Seorang penghafal hadits dan memahaminya. Seorang yang tsiqah,
hasan haditsnya.” Wafat tahun 264 H.
- [size=10pt]Al-Imam al-‘Allaamah al-Hafizh, syaikhul Baghdad,
Abu Bakar Abdullah ibn sulaiman ibn al-Asy’ats as-Sajistaani,
wafat tahun 316 H. Mengarang as-Summah, al-Mashaahif, Syari’ah
al-Muqaari’, Nasikh wal Mansukh, al-Ba’ts dan lainnya. Seorang
yang faqih, alim dan hafizh.
- [size=10pt]Al-Imam al-Muhaddits al-Adl, Abul Hasan Ali ibn
Ahmad ibn Sulaiman ibn Rabi’ah ibn ash-Shaiqah ‘Allaan
al-Mishri. Wafat tahun 317 H. Seorang yang tsiqah, banyak
meriwayatkan hadits, salah seorang yang terkenal adil.
- [size=10pt]Al-Iman al-Hafizh al-Baari’, Abu Bisyrin Muhammad
ibn Ahmad ibn Hammad ibn Sa’id ibn Muslim al-Anshari ad-Duulabi.
Wafat tahun 310 H. Beliau adalah pengarang kitab al-Kunniy wal
Asma’. Berkata Daruquthni: “banyak digunjingkan, tidak jelas
perkaranya kecuali beliau adalah seorang yang baik.”
- [size=10pt]Al-Iman al-Kabir al-Hafizh ats-Tsiqah, Abu Zakaria
Yahya ibn Zakaria ibn Yahya an-Naisaburi al-A’raj. Wafat tahun
307 H. Berkata Ibnu Yunus: “Seorang hafizh, terhormat dan
mulia.”
- [size=10pt]Al-‘Allaamah al-Hafizh al-Akhbaari, Abu Zakaria
Yahya ibn Utsman ibn Shalih ibn Shafwan as-Sahmi al-Mishri.
Wafat tahun 282 H. Berkata Ibnu Yunus: “Seorang alim dengan
ahbar Mesir, dan tentang meninggalkan ulama, penghafal hadits,
dan meriwayatkan hadits yang tidak ditemukan di orang lain.”
- [size=10pt]Al-Imam ats-Tsiqah al-Musannid, Abu Yazid Yusuf ibn
Yazid ibn Kamil ibn Hakim al-Umawi maulahum al-Qurathisi. Wafat
tahun 287 H. Seorang yang alim, banyak meriwayatkan hadits,
pemberani, panjang umur dan pernah melihat Syafi’i.
- [size=10pt]Al-Imam al-Hafizh al-Mujawwid ar-Rahhal, Abu
Umayyah Muhammad ibn Ibrahim ibn Muslim al-Baghdadi, kemudian
ath-Thurasusi, menjadi tamu di ThuTharsusi dan menjadi
muhadditsnya di sana, pengarang Al Musnad dan mempunyai beberapa
mushannifat. Wafat tahun 273 H.
- [size=10pt]Al-Imam al-‘Allaamah al-Mutqin, al-Qadli al-Kabir,
Abu Ja’far Ahmad ibn Ishaq ibn Buhlul ibn hasan an-Tanwikhi
al-Anbari, al-Faqih al-Hanafi. Wafat tahun 318 H.
- [size=10pt]Al-Imam al-Hafizh al-Mujawwid, Abu Ha’far Ahmad ibn
Sinan ibn Asad ibn Hibban al-Wasithi al-Qaththan. Wafat tahun
258 H. Berkata Abi Hatim: “Beliau seorang imam di zamannya,
seorang yang tsiqah shaduq.”
- [size=10pt]Al-Imam al-Hafizh ats-Tsabit Syaikhul Waqti Abu
Bakar Ja’far ibn Muhammad ibn al-Hasan ibn al-Mustafaadl
al-Firyaabi al-Qadli. Wafat tahun 301 H. Berkata Khuthaib
al-Baghdadi: “Tsiqah, hujjah, gudang ilmu.”
- [size=10pt]Rauh ibn Farj Abu Zinba’ ibn Farj ibn Abdirrahman
al-Qaththan maulanan Zubair ibn al-‘Awwam. Wafat tahun 282 H.
Seorang alim, faqih di madzhab Maliki, seorang yang paling
tsiqah di zamannya dan meninggikannya dengan ilmu, mempunyai
riwayat dalam qira’ah dari, Ashim Yahya ibn Sulaiman al-Ju’fi.
Adalah imam Thahawi mengambil qira’ah dari huruf demi huruf,
dari Yahya ibn Sulaiman al-Ju’ri, dari Abi Bakar ibn ‘Iyasy,
dari ‘Ashim ibn Bahdalah Abi an-Nujud, seperti yang ia nyatakan
dalam kitabnya ini juz I hal 227 dan 263.
- [size=10pt]Mahmud ibn Hasan an-Nahwi Abu Abdullah. Wafat tahun
272 H. Berkata Ibnu Yunus dalam Tarikh Mishri: “Seorang ahli
nahwu, ahli tajwid, meriwayatkan dari Abul Malik ibn Hisyam dari
Abi Zaid dari Abi Amr ibn al-‘Ala.
- [size=10pt]Al-Walid ibn Muhammad at-Tamimi an-Nahwi, yang
termasyhur dengan sebutan Wullaad. Wafat tahun 263 H. Seorang
ahli nahwu, ahli tajwid, tsiqah, berasal dari Bashrah.
[size=12pt]✻ Sifat-Sifatnya
Adalah ath-Thahawi rahimahullah seorang hafizh (penjaga dan
penghafal) kitab Allah, yang mengerti hukum-hukumnya dan
maknanya, dan terhadap atsar dari shahabat dan tabi’in terhadap
tafsir ayat-ayatnya, asbabun nuzulnya. Mempunyai wawasan yang
menakjubkan dengan ilmu qira’ah. Penghafal hadits, luas
jangkauan pengenalannya terhadap thuruq (jalan-jalan) hadits,
matan, illah dan ahwalnya, rijal-rijalnya, banyak menelaah
madzhab para shahabat dan tabi’in serta para imam yang mepat
yang diikuti dan para imam mujtahid yang lain. Seperti Ibrahim
an-Nakha’i, Utsman al-Batti, Auza’i, ats-Tsauri, Laits ibn Sa’d,
Ibnu Syubrumah, Ibnu Abi Laila dan al-Hasan ibn Hay. Sangat
piawai dalam ilmu Syurut dan Watsaiq. Seorang yang sangat jeli
dalam membahas suatu masalah. Tidak bertaklid pada seorangpun,
tidak dalam masalah ushul (pokok), dan tidak dalam masalah
furu’. Beliau berputar bersama kebenaran yang berdasar pada
ijtihadnya. Mengikuti manhaj salaf dalam aqidah. Dan atas manhaj
ini pula beliau mengarang kitab aqidah yang masyhur (yakni
Aqidah ath-Thahawiyah, pen.). Sangat memperhatikan apa yang
beliau dengan dalam majelis ilmu, dan kemudian diulangi kembali
setelah selesai majlis, mengklasifikasikan secara rinci
riwayat-riwayat yang ia terima dan menyusunnya dalam
mushannafnya. Sifat inilah yang mengantarkannya untuk menyusun
mushannafat yang banyak menurut babnya. Dan beliau adalah
seorang yang lapang dada, baik akhlaqnya, baik dalam pergaulan,
bertindak-tanduk sopan, memberi nasehat para pemimpin, dengan
penuh tawadlu’, dekat dengan para qadli dan ahli ilmu,
menghadiri halaqah ilmu dan menukil riwayat dari sana.
Orang-orang yang berbeda pendapat dan sependapat dengan beliau
mengakui kewara’annya dan kezuhudannya, lemah lembut terhadap
keluarga, jauh dari rasa ragu-ragu. Ketsiqahan ulama pada beliau
mencapai puncaknya ketika Abu Ubaid ibn Harbawaih – salah
seorang shahabat Syafi’i mengakui keadilannya dan menerima
syafa’atnya.
[size=12pt]✻ Ath-Thahawi Seorang Imam Mujtahid
Ath-Thahawi telah belajar madzhab Syafi’i kepada pamannya
al-Muzanni, kemudian mempelajari madzhab Hanafi, dan tidak
berta’ashub pada salah seorang imam pun. Akan tetapi memilih
perkataan yang ia anggap paling benar berdasarkan kekuatan
dalilnya. Dan jika salah seorang imam menyamai pendapatnya maka
disebabkan kesamaan yang berdasarkan dalil dan hujjah, tidak
karena taklid. Keadaannya seperti keadaan para ulama semasanya,
yang tidak ridla dengan taklid. Tidak kepada ahli hapal hadits
dan tidak pula kepada para ulama fiqih. Berkata Ibnu Zaulaq:
“Aku mendengar Abu hasan Ali ibn Abi Ja’far ath-Thahawi berkata:
Aku mendengar bapakku berkata dan disebutkan keutamaan Abi Ubaid
ibn Harbawaih dan fiqihnya lalu berkata: "Ketika itu ia
mengingatkan aku dalam satu masalah. Maka aku jawab masalah itu.
Tetapi beliau berkata kepadamu: Bagaimana ini, kenapa memakai
perkataan Abu Hanifah? Maka aku katakan kepadamu: Wahai Qadli,
apakah setiap perkataan yang diucapkan Abu Hanifah aku katakan
juga?" Beliau berkata: "Aku tidak mengira engkau kecuali seorang
muqallid (suka mengikuti saja). Aku jawab: "Apakah ada orang
yang bertaklid kecuali orang yang berta’ashub (fanatik buta)?"
Beliau menambahi: "Atau orang yang bodoh?" Berkata: "Maka
menjadilah kalimat ini masyhur di Mesir hingga semacam menjadi
pemeo yang dihafal manusia."
Dan tidak ada yang menghalanginya untuk berijtihad karena beliau
telah menguasai ilmu perangkatnya. Beliau adalah seorang hafidz.
Luas telaahnya, dalam pemahamannya, luas cakrawala tsaqafahnya,
ahli dalam mengenali hadits dan periwayatannya, piawai dalam
mencari illat hadits serta mahir dalam ilmu fiqih dan bahasa
Arab.
Berkata Imam al-Laknawi dalam al-Fawaid al-Bahiyah hal. 31;
Bahwa Imam Thahawi mempunyai derajat yang tinggi dan urutan yang
mulia. Banyak menyelisihi shahibul madzhab (pendiri madzhab)
dalam masalah ushul maupun masalah furu’. Barang siapa yang
menelaah kitab Syarh Ma’anil Atsar dan karangan-karangannya
yangn lain maka akan mendapati bahwa beliau banyak menyelisihi
pendapat yang dipilih para pemimpin madzhabnya jika yang
mendasari pendapatnya itu sangat kuat. Yang benar beliau adalah
salah seorang mujtahid, akan tetapi manusia tidak bertaklid
kepada beliau. Tidak dalam furu’ maupun dalam ushul, karena
mereka mensifatinya dengan mujtahid. Akan tetapi yang mereka
contoh dari beliau adalah caranya berijtihad. Atau paling tidak
beliau adalah seorang mujtahid dalam madzhab yang mampu untuk
mengeluarkan hukum-hukum dari kaidah-kaidah yang dinyatakan sang
imam madzhab, dan tidak pernah derajat beliau rendah dari
martabat itu selamanya.
Dan berkata Maulana Abdul Aziz al-Muhaddits ad-Dahlawi dalam
kitab Bustan al-Muhadditsin: “Dalam mukhtashar Thahawi
menunjukkan bahwa beliau adalah seorang mujtahid. Dan bukan
seorang muqallid (pengekor) terhadap madzhab Hanafi dengan
pengekoran total. Karena beliau sering memilih pendapat yang
berbeda dengan madzhab Abu Hanafi ketika hal itu berdasarkan
dalil-dalil yang kuat.
✻ Murid-Murid Beliau
Tidak sedikit kalangan ahli ilmu yang berguru pada beliau.
Diantara mereka para hufadz yang termasyhur. Mereka menyimak
dari beliau, mendapat manfaat dari ilmu beliau. Diantaranya
adalah sebagai berikut:
- [size=10pt]Al-Hafizh Abul Farj Ahmad ibn al-Qasim ibn
Ubaidillah ibn Mahdi al-Baghdadi. Atau yang terkenal dengan nama
Ibnu Khasyab. Wafat 364 H.
- [size=10pt]Al-Imam al-Faqih al-Qadli Abu Bakar Ahmad ibn
Muhammad ibn Manshur al-Anshari ad-Damaghaani.
- [size=10pt]Ismail ibn Ahmad ibn Muhammad ibn Abdul Aziz, atau
yang terkenal dengan nama Abu Sa’id al-Jurjani al-Khallaal
al-Warraaq. Wafat tahun 364 H.
- [size=10pt]Al-Muhaddits al-Hafizh al-Jawwal al-Mushannif Abu
Abdullah al-Husain ibn Ahmad ibn Muhammad ibn Abdirrahman ibn
Asad ibn Sammakh ibn Syammaakhi al-Hirawi ash-Shaffar, pengarang
al-Mustakhraj Ala Shahih Muslim. Wafat tahun 371 H.
- [size=10pt]Al-Muhaddits al-Imam Abu Ali al-Husain ibn Ibrahim
ibn Jabir ibn Abi Azzamzaam ad-Dimasyqi al-Faraidli asy-Syahid.
Wafat tahun 368 H.
- [size=10pt]Al-Imam al-Hafizh ats-Tsiqah ar-Rahaal al-Jawwal
Muhadditsul Islam Alim al-Mua’ammarin Abul Qasim Sulaiman ibn
Ahmad ibn Ayub ibn Muthair a-Lakhmi As Syammi At Thabrani,
pengarang tiga mu’jam; al-Kabir, al-Ausath, As Shaghir. Wafat
tahun 360 H.
- [size=10pt]Al-Imam al-Hafizh An Naqid al-Jawal Abu Ahmad
Abdullah ibn ‘Addi ibn Abdullah ibn Muhammad ibn al-Mubarak ibn
al-Qaththaan al-Jurjaani, pengarang kitab al-Kamil. Wafat tahun
365 H.
- [size=10pt]Al-Imam al-Hafizh al-Mutqin Abu Sa’id Abdurrahman
ibn Ahmad ibn Yunus ibn Abdil A’la ash-Shadafi al-Mishri,
pengarang kitab Tarikh Ulama’ Mishra. Wafat tahun 347 H.
- [size=10pt]Al-Imam al-Hafizh Ats Tsiqah al-Jawwal Abu Bakar
Muhammad ibn Ja’far ibn al-Husain al-Baghdadi al-Warraaq. Wafat
tahun 370 H.
- [size=10pt]Asy-Syaikh al-‘Alim al-Hafizh Abu Sulaiman Muhammad
ibn al-Qadli Abdullah ibn ahmad ibn Rabi’ah ibn Zabrin
ar-Raba’i. Wafat tahun 379 H.
- [size=10pt]Asy-Syaikh al-Hafizh al-Mujawwid Muhaddis Iraq Abul
Husein Muhammad ibn al-Mudzaffar ibn Musa ibn Isa ibn Muhammad
al-Baghdadi. Wafat tahun 379 H.
- [size=10pt]Al-Muhaddits ar-Rahhal Abul Qasim Maslamah ibn
al-Qasim ibn Ibrahim al-Andalusi al-Qurthubi. Wafat tahun 353 H.
- [size=10pt]Muhaddits Ashbahaan al-Imam ar-Rahhal al-Hafizh
ash-Shaduq Abu Bakar Muhammad ibn Ibrahim ibn Ali ibn ‘Ashim ibn
Zaadzan al-Ashbahan, yang termasyhur dengan sebutan Ibnul Muqri’
al-Mu’jam. Wafat tahun 381 H.
- [size=10pt]Ali ibn Ahmad ibn Muhammad ibn Salamah Abul Hasan
ath-Thahawi, anak Imam Thahawi. Wafat tahun 381 H.
- [size=10pt]Abu Utsman Ahmad ibn Ibrahim ibn Hammad ibn Zaid
al-Azdi. Wafat tahun 329 H.
- [size=10pt]Dan lain-lain rahimahullah ajma’in.
[size=12pt]✻ Kitab-Kitab Karangan Beliau
Imam ath-Thahawi adalah termasuk diantara sekian orang yang
mempunyai banyak kitab karangan dan mahir dalam menyusun
tashnifaat. Dikarenakan beberapa faktor yang dianugerahkan Allah
kepadanya. Yakni cepat hafal, mempunyai wawasan pengetahuan yang
luas, dan mempunyai kesiapan yang cukup, beliau telah menyusun
berbagai macam dan jenis kitab, baik dalam bidang aqidah,
tafsir, hadits, fiqih, dan tarikh. Sebagian ahli tarikh
menyatakan lebih dari tiga puluh kitab. Diantaranya sebagai
berikut:
- [size=10pt]Syarh Ma’ani al-Atsar
- [size=10pt]Ikhtilaaf al-Fiqhiyah
- [size=10pt]Mukhatashar athThahawi
- [size=10pt]Sunan asy-Syafi’i
- [size=10pt]Al-Aqidah ath-Thahawiyah
- [size=10pt]Naqdlu kitab al-Mudallisin li Faqih Baghdad
al-Husain ibn Ali ibn Yazid al-Karabisi
- [size=10pt]Taswiyatu baina Hadtsana wa Akhabarana
- [size=10pt]Asy-Syurut ash-Shaqhir
- [size=10pt]Asy-Syurut al-Ausath
- [size=10pt]Asy-Syurut al-Kabir
- [size=10pt]At-Tarikh al-Kabir
- [size=10pt]Ahkamul Qur’an
- [size=10pt]Nawadirul Fiqhiyah
- [size=10pt]An-Nawadir Wal Hikayaat
- [size=10pt]Juz-un fi hukmi ardli Makkah
- [size=10pt]Juz-un fi qismi al-fay`i wal Ghanaa-`im
- [size=10pt]Ar-Raddu ‘ala Isa ibn Abbaan fi Kitaabihi alladzi
sammaahu Khatha’u al-Kutub
- [size=10pt]Al-Raddu ‘ala Abi Ubaid fiima Akhtha a fiihi fi
Kitaabi an-Nasab
- [size=10pt]Ikhtilaaf ar-Riwayaat ‘ala Madzhab al-Kuufiyiin
- [size=10pt]Syarh al-Jami’ al-Kabir lil imam Muhammad ibn
al-Hasan Asy-Syaibani
- [size=10pt]Kitab al-Mahadlir wa as-Sijillaat
- [size=10pt]Akhbar Abi Hanifah wa ash-Haabuhu
- [size=10pt]Kitab Aal-Washaya wal Faraidl
- [size=10pt]Dan lain-lain.
[size=11pt] Ꞁ[size=8pt]1
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
/>Ꞁ2(boards┐II)
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
ᴊᴀᴢᴀᴋᴜᴍᴜʟʟᴀʜᴜ
ᴋʜᴀɪʀᴀɴ
ʙᴀᴀʀᴀᴋᴀʟʟᴀʜᴜ
ꜰɪɪᴋᴜᴍ
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]
SUMBER:
- Syarh Musykil al-Atsar oleh imam Thahawi.
- Syarh al-‘Aqidah ath-Thahawiyah oleh Imam al-‘Allaamah Abil
Izzi al-Hanafi.
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
*****************************************************
Page 1 of 1