URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       C↑iscm
  HTML https://iscm.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: CDX-001┐ Al-Qur'an (Juz 30/Juz 'Amma) » &#128...
       *****************************************************
       #Post#: 1313--------------------------------------------------
       Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
   DIR By: Host
       Date: July 9, 2026, 1:06 pm
       ---------------------------------------------------------
       QS. Al-Kāfirūn
       "Orang-Orang Kafir"
       Nomor Surah : 109
       Nama Arab :
       الكافرون
       Nama Lain : Al-Kāfirūn (diambil dari ayat pertama)
       Jumlah Ayat : 6 ayat
       Golongan : Makkiyah
       Urutan Turun : Ke-18
       Tema Utama :
       Penegasan kemurnian tauhid dan penolakan terhadap segala bentuk
       kompromi dalam akidah. Allah memerintahkan Nabi Muhammad
       ﷺ untuk menyatakan dengan tegas bahwa ibadah kepada Allah
       tidak dapat dicampur dengan penyembahan kepada selain-Nya.
       Ayat 1–6
       1.
       قُلْ
       يَٰٓأَيُّهَا
       ٱلْكَٰفِرُونَ
       ۝١
       Latin:
       Qul yā ayyuhal-kāfirūn.
       Artinya:
       Katakanlah (Muhammad), "Wahai orang-orang kafir!
       2.
       لَآ
       أَعْبُدُ
       مَا
       تَعْبُدُونَ
       ۝٢
       Latin:
       Lā a'budu mā ta'budūn.
       Artinya:
       Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah,
       3.
       وَلَآ
       أَنتُمْ
       عَٰبِدُونَ
       مَآ
       أَعْبُدُ
       ۝٣
       Latin:
       Wa lā antum 'ābidūna mā a'bud.
       Artinya:
       dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah.
       4.
       وَلَآ
       أَنَا۠
       عَابِدٌ
       مَّا
       عَبَدتُّمْ
       ۝٤
       Latin:
       Wa lā ana 'ābidum mā 'abattum.
       Artinya:
       Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,
       5.
       وَلَآ
       أَنتُمْ
       عَٰبِدُونَ
       مَآ
       أَعْبُدُ
       ۝٥
       Latin:
       Wa lā antum 'ābidūna mā a'bud.
       Artinya:
       dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku
       sembah.
       6.
       لَكُمْ
       دِينُكُمْ
       وَلِىَ
       دِينِ ۝٦
       Latin:
       Lakum dīnukum wa liya dīn.
       Artinya:
       Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.
       ---------------------------------------------------------
       Sekilas Ayat 1–6
       • Pokok Bahasan:
       Surah ini turun ketika kaum musyrik Makkah menawarkan kompromi
       kepada Rasulullah ﷺ: mereka mengusulkan agar beliau
       menyembah berhala selama satu tahun, kemudian mereka akan
       menyembah Allah selama satu tahun berikutnya. Allah menolak
       usulan tersebut secara tegas melalui surah ini. Tauhid tidak
       dapat dicampur dengan syirik dalam bentuk apa pun. Penutup
       surah, "Untukmu agamamu, dan untukku agamaku," merupakan
       penegasan pemisahan akidah, bukan pengakuan bahwa semua agama
       sama benarnya.
       • Pelajaran:
       Seorang mukmin wajib menjaga kemurnian tauhid dan tidak
       berkompromi dalam perkara akidah. Islam mengajarkan hidup
       berdampingan secara damai dengan pemeluk agama lain dalam urusan
       sosial, tetapi tetap teguh dalam keyakinan bahwa ibadah hanya
       ditujukan kepada Allah semata. Surah ini menjadi landasan
       penting tentang toleransi yang benar: menghormati hak orang lain
       tanpa mencampuradukkan akidah.
       • Kata Kunci:
       Tauhid • Syirik • Akidah • Toleransi • Istiqamah • Rasulullah
       ﷺ • Kemurnian Ibadah
       #Post#: 1314--------------------------------------------------
       Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
   DIR By: Host
       Date: July 9, 2026, 1:08 pm
       ---------------------------------------------------------
       QS. An-Naṣr
       "Pertolongan"
       Nomor Surah : 110
       Nama Arab : النصر
       Nama Lain : An-Naṣr (diambil dari ayat pertama)
       Jumlah Ayat : 3 ayat
       Golongan : Madaniyah
       Urutan Turun : Ke-114 (surah terakhir yang diturunkan secara
       utuh)
       Tema Utama :
       Kabar gembira tentang datangnya pertolongan Allah dan kemenangan
       Islam, ditandai dengan masuknya manusia ke dalam agama Allah
       secara berbondong-bondong. Setelah kemenangan itu, Rasulullah
       ﷺ diperintahkan untuk memperbanyak tasbih, tahmid, dan
       istigfar sebagai bentuk syukur dan kerendahan hati kepada Allah.
       Ayat 1–3
       1.
       إِذَا
       جَآءَ
       نَصْرُ
       ٱللَّهِ
       وَٱلْفَتْحُ
       ۝١
       Latin:
       Iżā jā'a naṣrullāhi wal-fatḥ.
       Artinya:
       Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,
       2.
       وَرَأَيْتَ
       ٱلنَّاسَ
       يَدْخُلُونَ
       فِى دِينِ
       ٱللَّهِ
       أَفْوَاجًا
       ۝٢
       Latin:
       Wa ra'aitan-nāsa yadkhulūna fī
       dīnillāhi afwājā.
       Artinya:
       dan engkau melihat manusia masuk agama Allah secara
       berbondong-bondong,
       3.
       فَسَبِّحْ
       بِحَمْدِ
       رَبِّكَ
       وَٱسْتَغْفِرْهُ
       ۚ إِنَّهُۥ
       كَانَ
       تَوَّابًۢا
       ۝٣
       Latin:
       Fasabbiḥ biḥamdi rabbika wastaghfirh, innahū
       kāna tawwābā.
       Artinya:
       maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun
       kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat.
       ---------------------------------------------------------
       Sekilas Ayat 1–3
       • Pokok Bahasan:
       Surah ini turun setelah penaklukan Makkah sebagai kabar gembira
       bahwa pertolongan Allah telah sempurna dan manusia mulai memeluk
       Islam dalam jumlah besar. Di balik kabar kemenangan itu, Allah
       justru memerintahkan Rasulullah ﷺ untuk memperbanyak
       tasbih, tahmid, dan istigfar. Para sahabat, khususnya Ibnu
       'Abbas radhiyallāhu 'anhumā, memahami bahwa surah ini
       juga merupakan isyarat semakin dekatnya wafat Rasulullah
       ﷺ setelah tugas risalah beliau hampir sempurna.
       • Pelajaran:
       Kemenangan sejati harus melahirkan kerendahan hati, bukan
       kesombongan. Semakin besar nikmat dan keberhasilan yang Allah
       berikan, semakin banyak seorang mukmin diperintahkan untuk
       bersyukur, bertasbih, memuji Allah, dan memperbanyak istigfar.
       Surah ini mengajarkan bahwa seluruh keberhasilan berasal dari
       pertolongan Allah semata.
       • Kata Kunci:
       Naṣrullah • Fatḥ Makkah • Syukur • Tasbih • Istigfar
       • Tobat • Rasulullah ﷺ
       #Post#: 1315--------------------------------------------------
       Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
   DIR By: Host
       Date: July 9, 2026, 1:10 pm
       ---------------------------------------------------------
       QS. Al-Lahab
       "Gejolak Api"
       Nomor Surah : 111
       Nama Arab : المسد
       Nama Lain : Al-Masad (diambil dari ayat terakhir), Al-Lahab
       (dinisbatkan kepada Abu Lahab pada ayat pertama)
       Jumlah Ayat : 5 ayat
       Golongan : Makkiyah
       Urutan Turun : Ke-6
       Tema Utama :
       Kecaman terhadap Abu Lahab dan istrinya yang memusuhi dakwah
       Rasulullah ﷺ. Surah ini menegaskan bahwa kedudukan,
       kekayaan, dan hubungan kekerabatan tidak dapat menyelamatkan
       seseorang dari azab Allah apabila ia menolak kebenaran dan
       memusuhi agama-Nya.
       Ayat 1–5
       1.
       تَبَّتْ
       يَدَآ
       أَبِى
       لَهَبٍ
       وَتَبَّ ۝١
       Latin:
       Tabbat yadā abī lahabiw wa tabb.
       Artinya:
       Binasalah kedua tangan Abu Lahab, dan benar-benar binasa dia!
       2.
       مَآ
       أَغْنَىٰ
       عَنْهُ
       مَالُهُۥ
       وَمَا
       كَسَبَ ۝٢
       Latin:
       Mā aghnā 'anhu māluhū wa mā kasab.
       Artinya:
       Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang telah dia
       usahakan.
       3.
       سَيَصْلَىٰ
       نَارًا
       ذَاتَ
       لَهَبٍ ۝٣
       Latin:
       Sayaṣlā nāran żāta lahab.
       Artinya:
       Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.
       4.
       وَٱمْرَأَتُهُۥ
       حَمَّالَةَ
       ٱلْحَطَبِ
       ۝٤
       Latin:
       Wamra'atuhū ḥammālatal-ḥaṭab.
       Artinya:
       Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar
       fitnah),
       5.
       فِى
       جِيدِهَا
       حَبْلٌ
       مِّن
       مَّسَدٍ ۝٥
       Latin:
       Fī jīdihā ḥablum mim masad.
       Artinya:
       di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.
       ---------------------------------------------------------
       Sekilas Ayat 1–5
       • Pokok Bahasan:
       Surah ini turun berkenaan dengan Abu Lahab, paman Rasulullah
       ﷺ, yang secara terang-terangan memusuhi dakwah Islam.
       Ketika Rasulullah ﷺ mengumpulkan kaum Quraisy untuk
       memperingatkan mereka, Abu Lahab justru mencela beliau. Allah
       kemudian menurunkan surah ini sebagai penegasan bahwa kekayaan,
       kedudukan, dan hubungan keluarga tidak akan memberi manfaat bagi
       orang yang menolak kebenaran. Istri Abu Lahab, Ummu Jamil, juga
       disebut karena perannya dalam menyebarkan permusuhan dan
       menyakiti Rasulullah ﷺ. Surah ini merupakan salah satu
       mukjizat Al-Qur'an, karena menubuatkan bahwa Abu Lahab akan mati
       dalam kekafiran, dan hal itu benar-benar terjadi.
       • Pelajaran:
       Kemuliaan di sisi Allah ditentukan oleh iman dan ketakwaan,
       bukan oleh nasab, kekayaan, ataupun kedudukan. Permusuhan
       terhadap agama Allah hanya akan membawa kehinaan di dunia dan
       akhirat. Sebaliknya, seorang mukmin hendaknya menjaga lisan,
       menjauhi fitnah dan permusuhan, serta menyadari bahwa setiap
       amal akan memperoleh balasan yang adil dari Allah.
       • Kata Kunci:
       Abu Lahab • Ummu Jamil • Kekafiran • Fitnah • Azab • Nasab •
       Keadilan Allah
       #Post#: 1316--------------------------------------------------
       Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
   DIR By: Host
       Date: July 9, 2026, 1:12 pm
       ---------------------------------------------------------
       QS. Al-Ikhlāṣ
       "Memurnikan Keesaan Allah"
       Nomor Surah : 112
       Nama Arab : الإخلاص
       Nama Lain : Al-Ikhlāṣ, Surah At-Tauḥīd
       Jumlah Ayat : 4 ayat
       Golongan : Makkiyah
       Urutan Turun : Ke-22
       Tema Utama :
       Penegasan tentang kemurnian tauhid. Allah adalah Tuhan Yang Maha
       Esa, tempat bergantung seluruh makhluk, tidak beranak dan tidak
       diperanakkan, serta tidak ada sesuatu pun yang setara
       dengan-Nya. Surah ini menjadi landasan pokok akidah Islam
       tentang keesaan Allah.
       Ayat 1–4
       1.
       قُلْ هُوَ
       ٱللَّهُ
       أَحَدٌ ۝١
       Latin:
       Qul huwallāhu aḥad.
       Artinya:
       Katakanlah (Muhammad), "Dialah Allah, Yang Maha Esa."
       2.
       ٱللَّهُ
       ٱلصَّمَدُ
       ۝٢
       Latin:
       Allāhuṣ-ṣamad.
       Artinya:
       Allah tempat meminta segala sesuatu.
       3.
       لَمْ
       يَلِدْ
       وَلَمْ
       يُولَدْ ۝٣
       Latin:
       Lam yalid wa lam yūlad.
       Artinya:
       (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan,
       4.
       وَلَمْ
       يَكُن
       لَّهُۥ
       كُفُوًا
       أَحَدٌ ۝٤
       Latin:
       Wa lam yakul lahū kufuwan aḥad.
       Artinya:
       dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.
       ---------------------------------------------------------
       Sekilas Ayat 1–4
       • Pokok Bahasan:
       Surah ini merupakan inti ajaran tauhid dalam Islam. Allah
       memerintahkan Rasulullah ﷺ untuk menyatakan bahwa Dia
       adalah Allah Yang Maha Esa (Aḥad), satu-satunya Tuhan yang
       berhak disembah. Allah adalah Aṣ-Ṣamad, tempat
       seluruh makhluk bergantung dan memohon segala kebutuhan,
       sedangkan Dia sendiri tidak bergantung kepada siapa pun. Allah
       tidak beranak, tidak diperanakkan, dan tidak memiliki asal-usul
       maupun keturunan. Tidak ada satu pun makhluk yang sebanding,
       menyerupai, atau menyamai-Nya dalam zat, nama, sifat, maupun
       perbuatan. Karena kandungannya yang merangkum kemurnian tauhid,
       Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa surah ini sebanding dengan
       sepertiga Al-Qur'an dalam keutamaannya.
       • Pelajaran:
       Tauhid adalah fondasi seluruh ajaran Islam. Seorang mukmin wajib
       memurnikan ibadah hanya kepada Allah tanpa menyekutukan-Nya
       sedikit pun. Mengenal sifat-sifat kesempurnaan Allah akan
       melahirkan rasa cinta, takut, harap, dan tawakal hanya
       kepada-Nya. Surah ini juga menjadi bantahan terhadap seluruh
       keyakinan yang menyandarkan anak, keturunan, atau kesetaraan
       kepada Allah.
       • Kata Kunci:
       Tauhid • Allah Yang Maha Esa • Aṣ-Ṣamad • Ikhlas •
       Aqidah • Asmā' wa Ṣifāt • Tawakal
       #Post#: 1317--------------------------------------------------
       Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
   DIR By: Host
       Date: July 9, 2026, 1:14 pm
       ---------------------------------------------------------
       QS. Al-Falaq
       "Waktu Subuh"
       Nomor Surah : 113
       Nama Arab : الفلق
       Nama Lain : Al-Falaq (diambil dari ayat pertama)
       Jumlah Ayat : 5 ayat
       Golongan : Makkiyah
       Urutan Turun : Ke-20
       Tema Utama :
       Perintah kepada Rasulullah ﷺ dan seluruh kaum mukmin agar
       memohon perlindungan hanya kepada Allah dari segala bentuk
       kejahatan makhluk, kegelapan malam, sihir, serta kedengkian.
       Surah ini merupakan salah satu dari Al-Mu'awwidzatain, dua surah
       perlindungan yang sangat dianjurkan untuk dibaca.
       Ayat 1–5
       1.
       قُلْ
       أَعُوذُ
       بِرَبِّ
       ٱلْفَلَقِ
       ۝١
       Latin:
       Qul a'ūżu birabbil-falaq.
       Artinya:
       Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh,
       2.
       مِن شَرِّ
       مَا خَلَقَ
       ۝٢
       Latin:
       Min syarri mā khalaq.
       Artinya:
       dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,
       3.
       وَمِن
       شَرِّ
       غَاسِقٍ
       إِذَا
       وَقَبَ ۝٣
       Latin:
       Wa min syarri ghāsiqin iżā waqab.
       Artinya:
       dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
       4.
       وَمِن
       شَرِّ
       ٱلنَّفَّٰثَٰتِ
       فِى
       ٱلْعُقَدِ
       ۝٤
       Latin:
       Wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad.
       Artinya:
       dan dari kejahatan perempuan-perempuan (penyihir) yang meniup
       pada buhul-buhul (talinya),
       5.
       وَمِن
       شَرِّ
       حَاسِدٍ
       إِذَا
       حَسَدَ ۝٥
       Latin:
       Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad.
       Artinya:
       dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki."
       ---------------------------------------------------------
       Sekilas Ayat 1–5
       • Pokok Bahasan:
       Allah mengajarkan Rasulullah ﷺ dan umatnya untuk
       berlindung hanya kepada-Nya dari seluruh bentuk kejahatan.
       Perlindungan itu mencakup kejahatan makhluk secara umum, bahaya
       yang muncul pada kegelapan malam, gangguan sihir yang dilakukan
       para penyihir, serta kejahatan orang yang dipenuhi rasa dengki.
       Surah ini menanamkan keyakinan bahwa hanya Allah yang memiliki
       kekuasaan mutlak untuk melindungi hamba-Nya dari segala bahaya
       yang tampak maupun yang tersembunyi.
       • Pelajaran:
       Seorang mukmin hendaknya senantiasa menggantungkan
       perlindungannya kepada Allah, bukan kepada jimat, ramalan, atau
       kekuatan selain-Nya. Membaca Surah Al-Falaq bersama Surah
       An-Nās merupakan sunnah Rasulullah ﷺ sebagai doa
       perlindungan pada pagi, petang, dan sebelum tidur. Tauhid yang
       benar melahirkan rasa aman karena seorang mukmin meyakini bahwa
       tidak ada bahaya yang dapat menimpanya kecuali dengan izin
       Allah.
       • Kata Kunci:
       Perlindungan Allah • Al-Mu'awwidzatain • Sihir • Dengki • Malam
       • Tauhid • Doa
       #Post#: 1318--------------------------------------------------
       Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
   DIR By: Host
       Date: July 9, 2026, 1:16 pm
       ---------------------------------------------------------
       QS. An-Nās
       "Manusia"
       Nomor Surah : 114
       Nama Arab : الناس
       Nama Lain : An-Nās (diambil dari ayat pertama)
       Jumlah Ayat : 6 ayat
       Golongan : Makkiyah
       Urutan Turun : Ke-21
       Tema Utama :
       Perintah kepada Rasulullah ﷺ dan seluruh kaum mukmin agar
       memohon perlindungan hanya kepada Allah, Rabb seluruh manusia,
       dari godaan setan yang membisikkan kejahatan ke dalam hati
       manusia, baik dari golongan jin maupun manusia. Bersama Surah
       Al-Falaq, surah ini dikenal sebagai **Al-Mu'awwidzatain** (dua
       surah perlindungan).
       Ayat 1–6
       1.
       قُلْ
       أَعُوذُ
       بِرَبِّ
       ٱلنَّاسِ
       ۝١
       Latin:
       Qul a'ūżu birabbin-nās.
       Artinya:
       Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhan manusia,
       2.
       مَلِكِ
       ٱلنَّاسِ
       ۝٢
       Latin:
       Malikin-nās.
       Artinya:
       Raja manusia,
       3.
       إِلَٰهِ
       ٱلنَّاسِ
       ۝٣
       Latin:
       Ilāhin-nās.
       Artinya:
       Sembahan manusia,
       4.
       مِن شَرِّ
       ٱلْوَسْوَاسِ
       ٱلْخَنَّاسِ
       ۝٤
       Latin:
       Min syarril-waswāsil-khannās.
       Artinya:
       dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi,
       5.
       ٱلَّذِى
       يُوَسْوِسُ
       فِى
       صُدُورِ
       ٱلنَّاسِ
       ۝٥
       Latin:
       Allażī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās.
       Artinya:
       yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
       6.
       مِنَ
       ٱلْجِنَّةِ
       وَٱلنَّاسِ
       ۝٦
       Latin:
       Minal-jinnati wan-nās.
       Artinya:
       dari (golongan) jin dan manusia."
       ---------------------------------------------------------
       Sekilas Ayat 1–6
       • Pokok Bahasan:
       Allah mengajarkan Rasulullah ﷺ dan seluruh umat Islam
       untuk berlindung hanya kepada-Nya dari bahaya yang paling besar,
       yaitu bisikan setan yang dapat merusak akidah, ibadah, dan
       akhlak. Surah ini menyebut tiga sifat Allah sekaligus—Rabb,
       Malik, dan Ilah manusia—untuk menegaskan bahwa hanya Dia yang
       mencipta, menguasai, dan berhak disembah, sehingga hanya
       kepada-Nya manusia memohon perlindungan. Bisikan jahat tersebut
       dapat datang dari setan golongan jin maupun manusia yang
       mengajak kepada kesesatan.
       • Pelajaran:
       Gangguan terbesar bagi seorang mukmin sering kali bukan yang
       tampak, melainkan bisikan halus yang menyesatkan hati. Karena
       itu, seorang mukmin hendaknya senantiasa memperkuat tauhid,
       memperbanyak zikir, membaca Al-Mu'awwidzatain (Surah Al-Falaq
       dan An-Nās), serta bertawakal kepada Allah agar terlindung
       dari godaan setan. Surah ini juga mengajarkan bahwa perlindungan
       sejati hanya berada di tangan Allah semata.
       • Kata Kunci:
       An-Nās • Rabb • Malik • Ilah • Waswas • Setan • Jin •
       Perlindungan Allah • Al-Mu'awwidzatain
       #Post#: 1408--------------------------------------------------
       Re: ۩۞۩ AL-QUR'AN JUZ-30 (Codex ISCM Juz 'Amma
       v1.1) Arabic • Latin • Terjemah • Tafsir
   DIR By: Host
       Date: July 12, 2026, 1:41 am
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [center]PENUTUP
       ©ISCM Codex Juz 'Amma v1.1
       "Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan
       menjadi sempurna."[/center]
       Alhamdulillāhi Rabbil-'Ālamīn.
       Dengan pertolongan, taufik, dan rahmat Allah Ta'ala, penyusunan
       Codex ISCM Juz 'Amma v1.1 yang mencakup seluruh surah dalam Juz
       'Amma (QS. An-Naba'–QS. An-Nās) telah selesai disusun.
       Codex ini disusun sebagai ikhtiar untuk memudahkan kaum muslimin
       dalam membaca, memahami, dan mentadabburi Al-Qur'an secara
       sistematis melalui penyajian yang konsisten, meliputi teks Arab
       Rasm Utsmani, transliterasi Latin, terjemah, serta ringkasan
       kandungan ayat.
       Semoga setiap huruf yang dibaca, setiap ayat yang dipelajari,
       setiap ilmu yang diamalkan, dan setiap manfaat yang lahir dari
       codex ini menjadi amal saleh yang terus mengalir pahalanya di
       sisi Allah Ta'ala.
       Kami menyadari bahwa penyusunan ini tidak luput dari kekurangan
       dan keterbatasan. Oleh karena itu, segala kebenaran berasal dari
       Allah semata, sedangkan segala kekeliruan berasal dari kelemahan
       kami. Semoga Allah mengampuni kekhilafan tersebut dan membimbing
       kami kepada kebenaran.
       [center]اللَّهُمَّ
       اجْعَلْ
       هَذَا
       الْعَمَلَ
       خَالِصًا
       لِوَجْهِكَ
       الْكَرِيمِ،
       وَاجْعَلْهُ
       صَدَقَةً
       جَارِيَةً،
       وَبَارِكْ
       فِيهِ،
       وَانْفَعْ
       بِهِ
       الْإِسْلَامَ
       وَالْمُسْلِمِينَ،
       وَتَقَبَّلْهُ
       مِنَّا
       إِنَّكَ
       أَنْتَ
       السَّمِيعُ
       الْعَلِيمُ،
       وَتُبْ
       عَلَيْنَا
       إِنَّكَ
       أَنْتَ
       التَّوَّابُ
       الرَّحِيمُ.[/center]
       "Ya Allah, jadikanlah amal ini ikhlas karena mengharap wajah-Mu
       yang Maha Mulia. Jadikanlah ia sebagai amal jariyah, limpahkan
       keberkahan padanya, berilah manfaat melaluinya bagi Islam dan
       kaum muslimin, terimalah amal ini dari kami. Sesungguhnya
       Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Terimalah
       tobat kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima Tobat lagi
       Maha Penyayang."
       [center]رَبَّنَا
       تَقَبَّلْ
       مِنَّا ۖ
       إِنَّكَ
       أَنْتَ
       السَّمِيعُ
       الْعَلِيمُ
       ۝ وَتُبْ
       عَلَيْنَا
       ۖ إِنَّكَ
       أَنْتَ
       التَّوَّابُ
       الرَّحِيمُ
       "Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sesungguhnya
       Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Dan
       terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima
       Tobat lagi Maha Penyayang."
       (QS. Al-Baqarah: 127–128)[/center]
       [center]اللهم
       آمين يا رب
       العالمين[/center]
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [center]
       ©ISCM Codex Juz 'Amma v1.1
       Disusun sebagai bagian dari C↑iscm ▌Islamic Study &
       Codex Management
       Semoga Allah Ta'ala menjadikannya ilmu yang bermanfaat, amal
       yang diterima, dan pahala yang terus mengalir hingga Hari
       Kiamat.
       [/center]
       *****************************************************
       Page 8 of 8
   DIR Previous Page