URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       C↑iscm
  HTML https://iscm.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: CDX-001┐ Al-Qur'an (Juz 30/Juz 'Amma) » &#128...
       *****************************************************
       #Post#: 1301--------------------------------------------------
       Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
   DIR By: Host
       Date: July 9, 2026, 12:41 pm
       ---------------------------------------------------------
       QS. Az-Zalzalah
       "Guncangan"
       Nomor Surah : 99
       Nama Arab : الزلزلة
       Nama Lain : Az-Zalzalah (diambil dari ayat pertama)
       Jumlah Ayat : 8 ayat
       Golongan : Madaniyah
       Urutan Turun : Ke-93
       Tema Utama :
       Gambaran dahsyatnya guncangan bumi pada Hari Kiamat, keluarnya
       seluruh beban yang tersimpan di dalam bumi, kesaksian bumi atas
       seluruh amal manusia, serta penegasan bahwa setiap amal, sekecil
       apa pun, akan diperlihatkan dan mendapat balasan dari Allah.
       Ayat 1–8
       1.
       إِذَا
       زُلْزِلَتِ
       ٱلْأَرْضُ
       زِلْزَالَهَا
       ۝١
       Latin:
       Iżā zulzilatil-arḍu zilzālahā.
       Artinya:
       Apabila bumi diguncangkan dengan guncangannya (yang dahsyat),
       2.
       وَأَخْرَجَتِ
       ٱلْأَرْضُ
       أَثْقَالَهَا
       ۝٢
       Latin:
       Wa akhrajatil-arḍu aṡqālahā.
       Artinya:
       dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang
       dikandung)nya,
       3.
       وَقَالَ
       ٱلْإِنسَٰنُ
       مَا لَهَا
       ۝٣
       Latin:
       Wa qālal-insānu mā lahā.
       Artinya:
       dan manusia bertanya, "Apa yang terjadi pada bumi ini?"
       4.
       يَوْمَئِذٍ
       تُحَدِّثُ
       أَخْبَارَهَا
       ۝٤
       Latin:
       Yauma'iżin tuḥaddiṡu akhbārahā.
       Artinya:
       Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya,
       5.
       بِأَنَّ
       رَبَّكَ
       أَوْحَىٰ
       لَهَا ۝٥
       Latin:
       Bi'anna rabbaka auḥā lahā.
       Artinya:
       karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang demikian)
       kepadanya.
       6.
       يَوْمَئِذٍ
       يَصْدُرُ
       ٱلنَّاسُ
       أَشْتَاتًا
       لِّيُرَوْا۟
       أَعْمَٰلَهُمْ
       ۝٦
       Latin:
       Yauma'iżiy yaṣdurun-nāsu asytātal liyurau
       a'mālahum.
       Artinya:
       Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan
       berkelompok-kelompok agar diperlihatkan kepada mereka (balasan)
       semua amal perbuatannya.
       7.
       فَمَن
       يَعْمَلْ
       مِثْقَالَ
       ذَرَّةٍ
       خَيْرًا
       يَرَهُۥ ۝٧
       Latin:
       Fa may ya'mal miṡqāla żarratin khairay yarah.
       Artinya:
       Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya
       dia akan melihat (balasan)nya,
       8.
       وَمَن
       يَعْمَلْ
       مِثْقَالَ
       ذَرَّةٍ
       شَرًّا
       يَرَهُۥ ۝٨
       Latin:
       Wa may ya'mal miṡqāla żarratin syarray yarah.
       Artinya:
       dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarah, niscaya
       dia akan melihat (balasan)nya.
       ---------------------------------------------------------
       Sekilas Ayat 1–8
       • Pokok Bahasan:
       Surah ini menggambarkan salah satu peristiwa besar pada Hari
       Kiamat ketika bumi diguncangkan dengan guncangan yang belum
       pernah terjadi sebelumnya. Atas perintah Allah, bumi
       mengeluarkan seluruh isi dan menjadi saksi atas segala amal yang
       pernah dilakukan manusia di atasnya. Setelah dibangkitkan,
       seluruh manusia diperlihatkan catatan amal mereka. Tidak ada
       satu pun amal yang luput dari perhitungan Allah, bahkan kebaikan
       maupun keburukan yang hanya seberat zarah sekalipun akan
       memperoleh balasannya.
       • Pelajaran:
       Seorang mukmin hendaknya tidak meremehkan amal sekecil apa pun,
       baik berupa kebaikan maupun keburukan. Amal yang tampak ringan
       di mata manusia tetap tercatat di sisi Allah. Kesadaran bahwa
       setiap perbuatan akan dipertanggungjawabkan akan mendorong
       seorang mukmin untuk memperbanyak amal saleh, menjauhi dosa,
       serta senantiasa bermuhasabah sebelum datang Hari Pembalasan.
       • Kata Kunci:
       Hari Kiamat • Guncangan Bumi • Hisab • Amal • Zarah • Kesaksian
       Bumi • Hari Pembalasan
       #Post#: 1302--------------------------------------------------
       Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
   DIR By: Host
       Date: July 9, 2026, 12:42 pm
       ---------------------------------------------------------
       QS. Al-'Ādiyāt
       "Kuda Perang yang Berlari Kencang"
       Nomor Surah : 100
       Nama Arab :
       العاديات
       Nama Lain : Al-'Ādiyāt (diambil dari ayat pertama)
       Jumlah Ayat : 11 ayat
       Golongan : Makkiyah
       Urutan Turun : Ke-14
       Tema Utama :
       Allah bersumpah dengan kuda-kuda perang yang berlari kencang
       sebagai gambaran semangat dan pengorbanan, kemudian mencela
       tabiat manusia yang kufur terhadap nikmat Tuhannya, sangat
       mencintai harta, serta mengingatkan bahwa seluruh rahasia hati
       akan diungkap pada Hari Kebangkitan ketika Allah memberikan
       balasan yang sempurna.
       Ayat 1–11
       1.
       وَٱلْعَٰدِيَٰتِ
       ضَبْحًا ۝١
       Latin:
       Wal-'ādiyāti ḍabḥā.
       Artinya:
       Demi (kuda perang) yang berlari kencang dengan terengah-engah,
       2.
       فَٱلْمُورِيَٰتِ
       قَدْحًا ۝٢
       Latin:
       Fal-mūriyāti qadḥā.
       Artinya:
       dan yang memercikkan bunga api (dengan pukulan kuku-kakinya),
       3.
       فَٱلْمُغِيرَٰتِ
       صُبْحًا ۝٣
       Latin:
       Fal-mughīrāti ṣubḥā.
       Artinya:
       dan yang menyerang (musuh) pada waktu subuh,
       4.
       فَأَثَرْنَ
       بِهِۦ
       نَقْعًا ۝٤
       Latin:
       Fa aṡarna bihī naq'ā.
       Artinya:
       sehingga menerbangkan debu,
       5.
       فَوَسَطْنَ
       بِهِۦ
       جَمْعًا ۝٥
       Latin:
       Fawasaṭna bihī jam'ā.
       Artinya:
       lalu menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh,
       6.
       إِنَّ
       ٱلْإِنسَٰنَ
       لِرَبِّهِۦ
       لَكَنُودٌ
       ۝٦
       Latin:
       Innal-insāna lirabbihī lakanūd.
       Artinya:
       Sungguh, manusia itu sangat ingkar kepada Tuhannya,
       7.
       وَإِنَّهُۥ
       عَلَىٰ
       ذَٰلِكَ
       لَشَهِيدٌ
       ۝٧
       Latin:
       Wa innahū 'alā żālika lasyahīd.
       Artinya:
       dan sesungguhnya dia (manusia) menyaksikan (mengakui)
       keingkarannya itu,
       8.
       وَإِنَّهُۥ
       لِحُبِّ
       ٱلْخَيْرِ
       لَشَدِيدٌ
       ۝٨
       Latin:
       Wa innahū liḥubbil-khairi lasyadīd.
       Artinya:
       dan sesungguhnya cintanya kepada harta benar-benar berlebihan.
       9.
       ۞ أَفَلَا
       يَعْلَمُ
       إِذَا
       بُعْثِرَ
       مَا فِى
       ٱلْقُبُورِ
       ۝٩
       Latin:
       Afalā ya'lamu iżā bu'ṡira mā
       fil-qubūr.
       Artinya:
       Maka tidakkah dia mengetahui apabila apa yang di dalam kubur
       dikeluarkan,
       10.
       وَحُصِّلَ
       مَا فِى
       ٱلصُّدُورِ
       ۝١٠
       Latin:
       Wa ḥuṣṣila mā fiṣ-ṣudūr.
       Artinya:
       dan apa yang tersimpan di dalam dada dilahirkan,
       11.
       إِنَّ
       رَبَّهُم
       بِهِمْ
       يَوْمَئِذٍ
       لَّخَبِيرٌ
       ۝١١
       Latin:
       Inna rabbahum bihim yauma'iżil lakhabīr.
       Artinya:
       sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Mahateliti terhadap
       keadaan mereka.
       ---------------------------------------------------------
       Sekilas Ayat 1–11
       • Pokok Bahasan:
       Allah membuka surah ini dengan bersumpah atas kuda-kuda perang
       yang berlari penuh semangat, menggambarkan keberanian,
       kesetiaan, dan pengorbanan dalam menjalankan tugas. Setelah itu
       Allah mengontraskan keadaan tersebut dengan tabiat manusia yang
       sering kufur terhadap nikmat-Nya dan sangat mencintai harta
       benda. Surah ini diakhiri dengan peringatan tentang Hari
       Kebangkitan, ketika seluruh isi kubur dibangkitkan dan segala
       rahasia yang tersembunyi di dalam hati diungkap. Pada hari itu
       tidak ada sesuatu pun yang luput dari pengetahuan Allah.
       • Pelajaran:
       Seorang mukmin hendaknya memiliki semangat berjuang dan ketaatan
       sebagaimana gambaran kuda-kuda perang yang tunduk kepada
       penunggangnya. Kecintaan terhadap harta tidak boleh mengalahkan
       kecintaan kepada Allah dan akhirat. Mengingat bahwa seluruh amal
       lahir maupun niat dalam hati akan dihisab akan mendorong seorang
       mukmin untuk senantiasa ikhlas, bersyukur, dan memperbaiki
       amalnya.
       • Kata Kunci:
       Kuda Perang • Syukur • Harta • Hari Kebangkitan • Hisab •
       Rahasia Hati • Keikhlasan
       #Post#: 1303--------------------------------------------------
       Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
   DIR By: Host
       Date: July 9, 2026, 12:44 pm
       ---------------------------------------------------------
       QS. Al-Qāri'ah
       "Hari Kiamat yang Menggetarkan"
       Nomor Surah : 101
       Nama Arab : القارعة
       Nama Lain : Al-Qāri'ah (diambil dari ayat pertama)
       Jumlah Ayat : 11 ayat
       Golongan : Makkiyah
       Urutan Turun : Ke-30
       Tema Utama :
       Gambaran dahsyatnya Hari Kiamat yang mengguncangkan seluruh
       makhluk. Manusia digambarkan seperti laron yang beterbangan dan
       gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Pada hari
       itu seluruh amal ditimbang; orang yang berat timbangan
       kebaikannya memperoleh kehidupan yang menyenangkan, sedangkan
       yang ringan timbangan amalnya kembali ke Hawiyah, yaitu neraka
       yang sangat panas.
       Ayat 1–11
       1.
       ٱلْقَارِعَةُ
       ۝١
       Latin:
       Al-qāri'ah.
       Artinya:
       Hari Kiamat,
       2.
       مَا
       ٱلْقَارِعَةُ
       ۝٢
       Latin:
       Mal-qāri'ah.
       Artinya:
       Apakah Hari Kiamat itu?
       3.
       وَمَآ
       أَدْرَىٰكَ
       مَا
       ٱلْقَارِعَةُ
       ۝٣
       Latin:
       Wa mā adrāka mal-qāri'ah.
       Artinya:
       Dan tahukah engkau apakah Hari Kiamat itu?
       4.
       يَوْمَ
       يَكُونُ
       ٱلنَّاسُ
       كَٱلْفَرَاشِ
       ٱلْمَبْثُوثِ
       ۝٤
       Latin:
       Yauma yakūnun-nāsu
       kal-farāsyil-mabṡūṡ.
       Artinya:
       Pada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan,
       5.
       وَتَكُونُ
       ٱلْجِبَالُ
       كَٱلْعِهْنِ
       ٱلْمَنفُوشِ
       ۝٥
       Latin:
       Wa takūnul-jibālu kal-'ihnil-manfūsy.
       Artinya:
       dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.
       6.
       فَأَمَّا
       مَن
       ثَقُلَتْ
       مَوَٰزِينُهُۥ
       ۝٦
       Latin:
       Fa ammā man ṡaqulat mawāzīnuh.
       Artinya:
       Maka adapun orang yang berat timbangan (kebaikan)nya,
       7.
       فَهُوَ فِى
       عِيشَةٍ
       رَّاضِيَةٍ
       ۝٧
       Latin:
       Fa huwa fī 'īsyatir rāḍiyah.
       Artinya:
       maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (diridai),
       8.
       وَأَمَّا
       مَنْ
       خَفَّتْ
       مَوَٰزِينُهُۥ
       ۝٨
       Latin:
       Wa ammā man khaffat mawāzīnuh.
       Artinya:
       dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya,
       9.
       فَأُمُّهُۥ
       هَاوِيَةٌ
       ۝٩
       Latin:
       Fa ummuhū hāwiyah.
       Artinya:
       maka tempat kembalinya adalah (Neraka) Hawiyah.
       10.
       وَمَآ
       أَدْرَىٰكَ
       مَا هِيَهْ
       ۝١٠
       Latin:
       Wa mā adrāka mā hiyah.
       Artinya:
       Dan tahukah engkau apakah (Hawiyah) itu?
       11.
       نَارٌ
       حَامِيَةٌ
       ۝١١
       Latin:
       Nārun ḥāmiyah.
       Artinya:
       (Yaitu) api yang sangat panas.
       ---------------------------------------------------------
       Sekilas Ayat 1–11
       • Pokok Bahasan:
       Allah menggambarkan kedahsyatan Hari Kiamat yang mengguncangkan
       seluruh alam. Manusia berhamburan dalam kebingungan seperti
       laron yang beterbangan, sementara gunung-gunung yang selama ini
       tampak kokoh menjadi seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Pada
       hari itu setiap amal ditimbang dengan sangat adil. Orang yang
       berat timbangan kebaikannya memperoleh kehidupan yang penuh
       kenikmatan, sedangkan orang yang ringan timbangan amalnya akan
       dilemparkan ke Neraka Hawiyah yang sangat panas.
       • Pelajaran:
       Keberhasilan pada Hari Kiamat tidak ditentukan oleh kedudukan,
       harta, atau keturunan, tetapi oleh beratnya timbangan amal saleh
       yang dibangun di atas iman yang benar. Surah ini mengingatkan
       agar setiap mukmin memperbanyak amal saleh, menjaga keikhlasan,
       dan mempersiapkan bekal sebelum datang hari ketika seluruh amal
       ditimbang dengan keadilan Allah.
       • Kata Kunci:
       Hari Kiamat • Mīzān (Timbangan Amal) • Hawiyah • Surga
       • Neraka • Amal Saleh • Hisab
       #Post#: 1305--------------------------------------------------
       Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
   DIR By: Host
       Date: July 9, 2026, 12:51 pm
       ---------------------------------------------------------
       QS. At-Takāṡur
       "Bermegah-megahan"
       Nomor Surah : 102
       Nama Arab : التكاثر
       Nama Lain : At-Takāṡur (diambil dari ayat pertama)
       Jumlah Ayat : 8 ayat
       Golongan : Makkiyah
       Urutan Turun : Ke-16
       Tema Utama :
       Peringatan terhadap manusia yang dilalaikan oleh sikap
       bermegah-megahan dalam harta, keturunan, dan kemuliaan dunia
       hingga datang kematian. Surah ini menegaskan kepastian Hari
       Akhir, diperlihatkannya Neraka Jahim, serta bahwa setiap nikmat
       yang Allah berikan akan dimintai pertanggungjawaban.
       Ayat 1–8
       1.
       أَلْهَىٰكُمُ
       ٱلتَّكَاثُرُ
       ۝١
       Latin:
       Alhākumut-takāṡur.
       Artinya:
       Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,
       2.
       حَتَّىٰ
       زُرْتُمُ
       ٱلْمَقَابِرَ
       ۝٢
       Latin:
       Ḥattā zurtumul-maqābir.
       Artinya:
       sampai kamu masuk ke dalam kubur.
       3.
       كَلَّا
       سَوْفَ
       تَعْلَمُونَ
       ۝٣
       Latin:
       Kallā saufa ta'lamūn.
       Artinya:
       Sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui (akibat
       perbuatanmu itu),
       4.
       ثُمَّ
       كَلَّا
       سَوْفَ
       تَعْلَمُونَ
       ۝٤
       Latin:
       Ṡumma kallā saufa ta'lamūn.
       Artinya:
       kemudian sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui.
       5.
       كَلَّا
       لَوْ
       تَعْلَمُونَ
       عِلْمَ
       ٱلْيَقِينِ
       ۝٥
       Latin:
       Kallā lau ta'lamūna 'ilmal-yaqīn.
       Artinya:
       Sekali-kali tidak! Sekiranya kamu mengetahui dengan pengetahuan
       yang yakin,
       6.
       لَتَرَوُنَّ
       ٱلْجَحِيمَ
       ۝٦
       Latin:
       Latarawunnal-jaḥīm.
       Artinya:
       niscaya kamu benar-benar akan melihat Neraka Jahim,
       7.
       ثُمَّ
       لَتَرَوُنَّهَا
       عَيْنَ
       ٱلْيَقِينِ
       ۝٧
       Latin:
       Ṡumma latarawunnahā 'ainal-yaqīn.
       Artinya:
       kemudian kamu benar-benar akan melihatnya dengan mata kepala
       sendiri.
       8.
       ثُمَّ
       لَتُسْـَٔلُنَّ
       يَوْمَئِذٍ
       عَنِ
       ٱلنَّعِيمِ
       ۝٨
       Latin:
       Ṡumma latus'alunna yauma'iżin 'anin-na'īm.
       Artinya:
       Kemudian pada hari itu kamu benar-benar akan ditanya tentang
       semua kenikmatan.
       ---------------------------------------------------------
       Sekilas Ayat 1–8
       • Pokok Bahasan:
       Allah memperingatkan bahwa manusia sering terlena oleh
       perlombaan mengumpulkan harta, kedudukan, pengaruh, dan berbagai
       kebanggaan dunia hingga melupakan tujuan hidup yang sebenarnya.
       Kelalaian itu terus berlangsung sampai kematian menjemput. Pada
       Hari Kiamat manusia akan menyaksikan Neraka Jahim dengan penuh
       keyakinan, dan setiap nikmat yang pernah Allah berikan—baik
       harta, kesehatan, waktu, ilmu, maupun keamanan—akan dimintai
       pertanggungjawaban.
       • Pelajaran:
       Dunia adalah sarana, bukan tujuan. Seorang mukmin hendaknya
       memanfaatkan setiap nikmat untuk ketaatan kepada Allah, bukan
       untuk berbangga-bangga atau berlomba dalam kemewahan. Muhasabah
       terhadap nikmat Allah akan melahirkan rasa syukur, sedangkan
       mengingat kematian dan Hari Hisab akan menjaga hati dari
       kelalaian.
       • Kata Kunci:
       Takāṡur • Kelalaian • Dunia • Hari Hisab • Neraka
       Jahim • Nikmat Allah • Syukur
       #Post#: 1306--------------------------------------------------
       Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
   DIR By: Host
       Date: July 9, 2026, 12:54 pm
       ---------------------------------------------------------
       QS. Al-'Aṣr
       "Masa"
       Nomor Surah : 103
       Nama Arab : العصر
       Nama Lain : Al-'Aṣr (diambil dari ayat pertama)
       Jumlah Ayat : 3 ayat
       Golongan : Makkiyah
       Urutan Turun : Ke-13
       Tema Utama :
       Allah bersumpah demi masa untuk menegaskan bahwa seluruh manusia
       berada dalam kerugian, kecuali mereka yang memiliki empat sifat
       utama: beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam
       kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran. Surah ini
       merangkum prinsip keselamatan hidup seorang mukmin di dunia dan
       akhirat.
       Ayat 1–3
       1.
       وَٱلْعَصْرِ
       ۝١
       Latin:
       Wal-'aṣr.
       Artinya:
       Demi masa,
       2.
       إِنَّ
       ٱلْإِنسَٰنَ
       لَفِى
       خُسْرٍ ۝٢
       Latin:
       Innal-insāna lafī khusr.
       Artinya:
       Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian,
       3.
       إِلَّا
       ٱلَّذِينَ
       ءَامَنُوا۟
       وَعَمِلُوا۟
       ٱلصَّٰلِحَٰتِ
       وَتَوَاصَوْا۟
       بِٱلْحَقِّ
       وَتَوَاصَوْا۟
       بِٱلصَّبْرِ
       ۝٣
       Latin:
       Illallażīna āmanū wa
       'amiluṣ-ṣāliḥāti wa
       tawāṣau bil-ḥaqqi wa tawāṣau
       biṣ-ṣabr.
       Artinya:
       kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, saling
       menasihati untuk kebenaran, dan saling menasihati untuk
       kesabaran.
       ---------------------------------------------------------
       Sekilas Ayat 1–3
       • Pokok Bahasan:
       Allah bersumpah demi masa yang terus berjalan sebagai peringatan
       bahwa umur manusia terus berkurang dan tidak akan kembali. Pada
       asalnya setiap manusia berada dalam kerugian karena waktu yang
       berlalu tidak dapat diganti. Hanya ada empat sebab keselamatan:
       memiliki iman yang benar, membuktikannya dengan amal saleh,
       mengajak kepada kebenaran berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah,
       serta saling menguatkan dalam kesabaran ketika menjalankan
       ketaatan, meninggalkan maksiat, dan menghadapi ujian.
       • Pelajaran:
       Surah yang sangat singkat ini merangkum seluruh jalan
       keselamatan seorang mukmin. Ilmu tanpa amal tidak mencukupi,
       amal tanpa keikhlasan tidak diterima, sedangkan iman yang benar
       akan mendorong dakwah dan kesabaran. Setiap detik kehidupan
       adalah amanah yang kelak dipertanggungjawabkan di hadapan Allah,
       sehingga waktu merupakan nikmat yang harus dimanfaatkan untuk
       mencari rida-Nya.
       • Kata Kunci:
       Masa • Iman • Amal Saleh • Kebenaran • Kesabaran • Dakwah •
       Keselamatan
       #Post#: 1307--------------------------------------------------
       Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
   DIR By: Host
       Date: July 9, 2026, 12:55 pm
       ---------------------------------------------------------
       QS. Al-Humazah
       "Pengumpat"
       Nomor Surah : 104
       Nama Arab : الهمزة
       Nama Lain : Al-Humazah (diambil dari ayat pertama)
       Jumlah Ayat : 9 ayat
       Golongan : Makkiyah
       Urutan Turun : Ke-32
       Tema Utama :
       Ancaman keras bagi orang yang gemar mencela, mengumpat, menimbun
       harta, dan merasa hartanya dapat mengekalkannya. Allah
       menegaskan bahwa mereka akan dilemparkan ke dalam Neraka
       Huṭamah yang menghancurkan hingga menembus hati, sebagai
       balasan atas kesombongan dan keburukan mereka.
       Ayat 1–9
       1.
       وَيْلٌ
       لِّكُلِّ
       هُمَزَةٍ
       لُّمَزَةٍ
       ۝١
       Latin:
       Wailul likulli humazatil lumazah.
       Artinya:
       Celakalah setiap pengumpat lagi pencela,
       2.
       ٱلَّذِى
       جَمَعَ
       مَالًا
       وَعَدَّدَهُۥ
       ۝٢
       Latin:
       Allażī jama'a mālaw wa 'addadah.
       Artinya:
       yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya,
       3.
       يَحْسَبُ
       أَنَّ
       مَالَهُۥٓ
       أَخْلَدَهُۥ
       ۝٣
       Latin:
       Yaḥsabu anna mālahū akhladah.
       Artinya:
       dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya.
       4.
       كَلَّا ۖ
       لَيُنۢبَذَنَّ
       فِى
       ٱلْحُطَمَةِ
       ۝٤
       Latin:
       Kallā layumbażanna fil-ḥuṭamah.
       Artinya:
       Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (Neraka)
       Huṭamah.
       5.
       وَمَآ
       أَدْرَىٰكَ
       مَا
       ٱلْحُطَمَةُ
       ۝٥
       Latin:
       Wa mā adrāka mal-ḥuṭamah.
       Artinya:
       Dan tahukah engkau apakah (Neraka) Huṭamah itu?
       6.
       نَارُ
       ٱللَّهِ
       ٱلْمُوقَدَةُ
       ۝٦
       Latin:
       Nārullāhil-mūqadah.
       Artinya:
       (Yaitu) api (azab) Allah yang dinyalakan,
       7.
       ٱلَّتِى
       تَطَّلِعُ
       عَلَى
       ٱلْأَفْـِٔدَةِ
       ۝٧
       Latin:
       Allatī taṭṭali'u 'alal-af'idah.
       Artinya:
       yang (membakar) sampai ke hati.
       8.
       إِنَّهَا
       عَلَيْهِم
       مُّؤْصَدَةٌ
       ۝٨
       Latin:
       Innahā 'alaihim mu'ṣadah.
       Artinya:
       Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka,
       9.
       فِى عَمَدٍ
       مُّمَدَّدَةٍ
       ۝٩
       Latin:
       Fī 'amadim mumaddadah.
       Artinya:
       (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.
       ---------------------------------------------------------
       Sekilas Ayat 1–9
       • Pokok Bahasan:
       Allah mengecam keras orang yang gemar mengumpat, mencela,
       merendahkan kehormatan orang lain, serta menimbun harta dengan
       keyakinan bahwa kekayaan dapat memberikan keamanan dan
       keabadian. Kesombongan semacam ini melahirkan kezaliman terhadap
       sesama dan melupakan kehidupan akhirat. Allah menegaskan bahwa
       balasan mereka adalah Neraka Huṭamah, api Allah yang
       menyala-nyala hingga menembus hati, lalu menutup rapat para
       penghuninya tanpa jalan keluar.
       • Pelajaran:
       Seorang mukmin wajib menjaga lisan dan kehormatan saudaranya,
       menjauhi ghibah, fitnah, celaan, maupun ejekan. Harta adalah
       amanah, bukan sumber keselamatan. Keselamatan hanya diperoleh
       melalui iman, amal saleh, serta akhlak yang mulia. Mengingat
       dahsyatnya ancaman dalam surah ini mendorong seorang mukmin
       untuk membersihkan hati dari kesombongan dan cinta dunia yang
       berlebihan.
       • Kata Kunci:
       Ghibah • Celaan • Kesombongan • Harta • Huṭamah • Akhlak •
       Hari Akhir
       #Post#: 1309--------------------------------------------------
       Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
   DIR By: Host
       Date: July 9, 2026, 12:58 pm
       ---------------------------------------------------------
       QS. Al-Fīl
       "Gajah"
       Nomor Surah : 105
       Nama Arab : الفيل
       Nama Lain : Al-Fīl (diambil dari ayat pertama)
       Jumlah Ayat : 5 ayat
       Golongan : Makkiyah
       Urutan Turun : Ke-19
       Tema Utama :
       Allah mengingatkan peristiwa dihancurkannya pasukan bergajah
       yang dipimpin Abrahah ketika hendak menghancurkan Ka'bah.
       Peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa Allah menjaga Baitullah
       dan menolong agama-Nya dengan cara yang tidak disangka-sangka.
       Ayat 1–5
       1.
       أَلَمْ
       تَرَ
       كَيْفَ
       فَعَلَ
       رَبُّكَ
       بِأَصْحَٰبِ
       ٱلْفِيلِ
       ۝١
       Latin:
       Alam tara kaifa fa'ala rabbuka
       bi'aṣḥābil-fīl.
       Artinya:
       Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah
       bertindak terhadap pasukan bergajah?
       2.
       أَلَمْ
       يَجْعَلْ
       كَيْدَهُمْ
       فِى
       تَضْلِيلٍ
       ۝٢
       Latin:
       Alam yaj'al kaidahum fī taḍlīl.
       Artinya:
       Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia?
       3.
       وَأَرْسَلَ
       عَلَيْهِمْ
       طَيْرًا
       أَبَابِيلَ
       ۝٣
       Latin:
       Wa arsala 'alaihim ṭairan abābīl.
       Artinya:
       Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang
       berbondong-bondong,
       4.
       تَرْمِيهِم
       بِحِجَارَةٍ
       مِّن
       سِجِّيلٍ
       ۝٤
       Latin:
       Tarmīhim biḥijāratim min sijjīl.
       Artinya:
       yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang terbakar,
       5.
       فَجَعَلَهُمْ
       كَعَصْفٍ
       مَّأْكُولٍ
       ۝٥
       Latin:
       Faja'alahum ka'aṣfim ma'kūl.
       Artinya:
       lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan
       (ulat).
       ---------------------------------------------------------
       Sekilas Ayat 1–5
       • Pokok Bahasan:
       Surah ini mengingatkan kaum Quraisy akan peristiwa besar yang
       terjadi beberapa puluh tahun sebelum diutusnya Nabi Muhammad
       ﷺ, yaitu ketika Abrahah, penguasa Yaman, datang bersama
       pasukan bergajah untuk menghancurkan Ka'bah. Allah menggagalkan
       seluruh rencana mereka tanpa bantuan pasukan manusia. Allah
       mengirim burung-burung abābīl yang melempari mereka
       dengan batu dari tanah yang terbakar hingga seluruh pasukan itu
       binasa. Peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa Allah sendiri
       menjaga Baitullah sesuai kehendak-Nya.
       • Pelajaran:
       Pertolongan Allah tidak bergantung pada besar kecilnya kekuatan
       manusia. Ketika Allah berkehendak menolong agama dan rumah-Nya,
       tidak ada satu pun kekuatan yang mampu menghalangi-Nya. Seorang
       mukmin hendaknya bertawakal kepada Allah, meyakini
       kekuasaan-Nya, serta mengambil pelajaran dari kehancuran
       orang-orang yang menyombongkan kekuatan dan kekuasaannya di
       hadapan Allah.
       • Kata Kunci:
       Abrahah • Pasukan Bergajah • Ka'bah • Burung Abābīl •
       Sijjīl • Pertolongan Allah • Tawakal
       #Post#: 1310--------------------------------------------------
       Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
   DIR By: Host
       Date: July 9, 2026, 1:00 pm
       ---------------------------------------------------------
       QS. Quraisy
       "Suku Quraisy"
       Nomor Surah : 106
       Nama Arab : قريش
       Nama Lain : Quraisy (diambil dari ayat pertama)
       Jumlah Ayat : 4 ayat
       Golongan : Makkiyah
       Urutan Turun : Ke-29
       Tema Utama :
       Allah mengingatkan nikmat yang diberikan kepada suku Quraisy
       berupa keamanan, persatuan, dan kelancaran perjalanan dagang
       mereka. Sebagai balasannya, mereka diperintahkan untuk menyembah
       Allah, Tuhan Pemilik Ka'bah, yang telah memberi rezeki dan rasa
       aman kepada mereka.
       Ayat 1–4
       1.
       لِإِيلَٰفِ
       قُرَيْشٍ
       ۝١
       Latin:
       Li'īlāfi quraisy.
       Artinya:
       Karena kebiasaan orang-orang Quraisy,
       2.
       إِيلَٰفِهِمْ
       رِحْلَةَ
       ٱلشِّتَآءِ
       وَٱلصَّيْفِ
       ۝٢
       Latin:
       Īlāfihim riḥlatasy-syitā'i
       waṣ-ṣaif.
       Artinya:
       (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim
       panas,
       3.
       فَلْيَعْبُدُوا۟
       رَبَّ
       هَٰذَا
       ٱلْبَيْتِ
       ۝٣
       Latin:
       Falya'budū rabba hāżal-bait.
       Artinya:
       maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (Pemilik) rumah ini
       (Ka'bah),
       4.
       ٱلَّذِىٓ
       أَطْعَمَهُم
       مِّن جُوعٍ
       وَءَامَنَهُم
       مِّنْ
       خَوْفٍ ۝٤
       Latin:
       Allażī aṭ'amahum min jū'iw wa āmanahum
       min khauf.
       Artinya:
       yang telah memberi mereka makanan untuk menghilangkan lapar dan
       mengamankan mereka dari rasa takut.
       ---------------------------------------------------------
       Sekilas Ayat 1–4
       • Pokok Bahasan:
       Surah ini merupakan kelanjutan makna dari Surah Al-Fīl.
       Setelah Allah menghancurkan pasukan bergajah dan menjaga Ka'bah,
       suku Quraisy memperoleh kedudukan terhormat di Jazirah Arab.
       Mereka dapat melakukan perjalanan dagang ke Yaman pada musim
       dingin dan ke Syam pada musim panas dengan aman. Seluruh nikmat
       tersebut berasal dari Allah, bukan dari kekuatan atau kehebatan
       Quraisy sendiri. Oleh karena itu, Allah memerintahkan mereka
       agar hanya menyembah Tuhan Pemilik Ka'bah yang telah memberi
       rezeki dan keamanan kepada mereka.
       • Pelajaran:
       Nikmat keamanan dan kecukupan rezeki merupakan karunia besar
       yang sering terlupakan. Seorang mukmin hendaknya mensyukuri
       kedua nikmat tersebut dengan memperkuat tauhid, memperbanyak
       ibadah, serta menggunakan rezeki yang Allah berikan di jalan
       yang diridai-Nya. Surah ini juga mengajarkan bahwa syukur yang
       sejati diwujudkan dengan menyembah Allah semata.
       • Kata Kunci:
       Quraisy • Ka'bah • Rezeki • Keamanan • Syukur • Tauhid •
       Perjalanan Dagang
       #Post#: 1311--------------------------------------------------
       Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
   DIR By: Host
       Date: July 9, 2026, 1:02 pm
       ---------------------------------------------------------
       QS. Al-Mā'ūn
       "Barang-Barang yang Berguna"
       Nomor Surah : 107
       Nama Arab : الماعون
       Nama Lain : Al-Mā'ūn (diambil dari ayat terakhir)
       Jumlah Ayat : 7 ayat
       Golongan : Makkiyah
       Urutan Turun : Ke-17
       Tema Utama :
       Kecaman terhadap orang yang mendustakan agama, yaitu mereka yang
       mengabaikan hak anak yatim dan orang miskin, lalai dalam salat,
       beribadah karena riya, serta enggan memberikan bantuan kecil
       kepada sesama. Surah ini menegaskan bahwa keimanan sejati harus
       tercermin dalam ibadah yang ikhlas dan kepedulian sosial.
       Ayat 1–7
       1.
       أَرَءَيْتَ
       ٱلَّذِى
       يُكَذِّبُ
       بِٱلدِّينِ
       ۝١
       Latin:
       Ara'aitallażī yukażżibu bid-dīn.
       Artinya:
       Tahukah engkau (orang) yang mendustakan agama?
       2.
       فَذَٰلِكَ
       ٱلَّذِى
       يَدُعُّ
       ٱلْيَتِيمَ
       ۝٢
       Latin:
       Fa żālikallażī yadu''ul-yatīm.
       Artinya:
       Itulah orang yang menghardik anak yatim,
       3.
       وَلَا
       يَحُضُّ
       عَلَىٰ
       طَعَامِ
       ٱلْمِسْكِينِ
       ۝٣
       Latin:
       Wa lā yaḥuḍḍu 'alā
       ṭa'āmil-miskīn.
       Artinya:
       dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.
       4.
       فَوَيْلٌ
       لِّلْمُصَلِّينَ
       ۝٤
       Latin:
       Fa wailul lil-muṣallīn.
       Artinya:
       Maka celakalah orang-orang yang salat,
       5.
       ٱلَّذِينَ
       هُمْ عَن
       صَلَاتِهِمْ
       سَاهُونَ
       ۝٥
       Latin:
       Allażīna hum 'an ṣalātihim sāhūn.
       Artinya:
       (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya,
       6.
       ٱلَّذِينَ
       هُمْ
       يُرَآءُونَ
       ۝٦
       Latin:
       Allażīna hum yurā'ūn.
       Artinya:
       yang berbuat riya,
       7.
       وَيَمْنَعُونَ
       ٱلْمَاعُونَ
       ۝٧
       Latin:
       Wa yamna'ūnal-mā'ūn.
       Artinya:
       dan enggan (memberikan) bantuan yang berguna.
       ---------------------------------------------------------
       Sekilas Ayat 1–7
       • Pokok Bahasan:
       Allah menjelaskan bahwa pendusta agama bukan hanya orang yang
       mengingkari Hari Pembalasan, tetapi juga mereka yang tidak
       memiliki kepedulian terhadap anak yatim dan orang miskin. Surah
       ini juga mengecam orang yang mengerjakan salat tanpa
       kesungguhan, melalaikan hak-haknya, beribadah demi dilihat
       manusia, serta enggan memberikan bantuan sederhana yang
       bermanfaat bagi sesama. Dengan demikian, surah ini menghubungkan
       keimanan kepada Allah dengan akhlak sosial dan keikhlasan dalam
       beribadah.
       • Pelajaran:
       Ibadah yang benar harus melahirkan akhlak yang mulia. Salat
       bukan sekadar gerakan, tetapi harus membentuk kepedulian,
       keikhlasan, dan kasih sayang kepada sesama. Seorang mukmin
       hendaknya menjauhi riya, menjaga salatnya, memperhatikan hak
       anak yatim dan fakir miskin, serta tidak pelit dalam memberikan
       bantuan sekecil apa pun yang bermanfaat bagi orang lain.
       • Kata Kunci:
       Anak Yatim • Orang Miskin • Salat • Riya • Ikhlas • Kepedulian
       Sosial • Al-Mā'ūn
       #Post#: 1312--------------------------------------------------
       Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
   DIR By: Host
       Date: July 9, 2026, 1:04 pm
       ---------------------------------------------------------
       QS. Al-Kauṡar
       "Nikmat yang Berlimpah"
       Nomor Surah : 108
       Nama Arab : الكوثر
       Nama Lain : Al-Kauṡar (diambil dari ayat pertama)
       Jumlah Ayat : 3 ayat
       Golongan : Makkiyah
       Urutan Turun : Ke-15
       Tema Utama :
       Allah menghibur Nabi Muhammad ﷺ dengan kabar gembira
       tentang nikmat Al-Kauṡar yang sangat besar, memerintahkan
       beliau untuk ikhlas dalam salat dan berkurban hanya karena
       Allah, serta menegaskan bahwa orang-orang yang membenci beliau
       justru akan terputus dari segala kebaikan.
       Ayat 1–3
       1.
       إِنَّآ
       أَعْطَيْنَٰكَ
       ٱلْكَوْثَرَ
       ۝١
       Latin:
       Innā a'ṭainākal-kauṡar.
       Artinya:
       Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.
       2.
       فَصَلِّ
       لِرَبِّكَ
       وَٱنْحَرْ
       ۝٢
       Latin:
       Fa ṣalli lirabbika wanḥar.
       Artinya:
       Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah
       (sebagai ibadah kepada-Nya).
       3.
       إِنَّ
       شَانِئَكَ
       هُوَ
       ٱلْأَبْتَرُ
       ۝٣
       Latin:
       Inna syāni'aka huwal-abtar.
       Artinya:
       Sungguh, orang-orang yang membencimu, dialah yang terputus (dari
       rahmat Allah dan segala kebaikan).
       ---------------------------------------------------------
       Sekilas Ayat 1–3
       • Pokok Bahasan:
       Surah ini diturunkan sebagai hiburan dan penguat hati bagi Nabi
       Muhammad ﷺ ketika beliau dicela oleh orang-orang musyrik
       Makkah yang menyebut beliau abtar (terputus keturunan
       laki-laki). Allah justru mengabarkan bahwa Rasulullah ﷺ
       telah dianugerahi Al-Kauṡar, yaitu nikmat yang sangat
       melimpah, yang menurut hadis sahih mencakup sebuah sungai di
       surga, di samping berbagai karunia besar lainnya seperti
       kenabian, Al-Qur'an, syafaat, dan kemuliaan umat beliau. Sebagai
       bentuk syukur, Allah memerintahkan beliau agar memurnikan salat
       dan ibadah kurban hanya untuk-Nya. Sebaliknya, orang yang
       membenci Rasulullah ﷺ itulah yang sesungguhnya terputus
       dari segala kebaikan.
       • Pelajaran:
       Nikmat Allah harus dibalas dengan ibadah yang ikhlas semata-mata
       karena-Nya. Seorang mukmin tidak boleh merasa lemah ketika
       dicela dalam menegakkan kebenaran, karena kemuliaan berada di
       tangan Allah. Kecintaan kepada Rasulullah ﷺ merupakan
       bagian dari iman, sedangkan memusuhi beliau hanya akan membawa
       kerugian di dunia dan akhirat.
       • Kata Kunci:
       Al-Kauṡar • Sungai di Surga • Salat • Kurban • Ikhlas •
       Rasulullah ﷺ • Syukur
       *****************************************************
       Page 7 of 8
   DIR Previous Page
   DIR Next Page