DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
C↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: CDX-001┐ Al-Qur'an (Juz 30/Juz 'Amma) » €...
*****************************************************
#Post#: 1291--------------------------------------------------
Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
DIR By: Host
Date: July 9, 2026, 12:16 pm
---------------------------------------------------------
QS. Asy-Syams
"Matahari"
Ayat 9–15
9.
قَدْ
أَفْلَحَ
مَن
زَكَّىٰهَا
۝٩
Latin:
Qad aflaḥa man zakkāhā.
Artinya:
Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya,
10.
وَقَدْ
خَابَ مَن
دَسَّىٰهَا
۝١٠
Latin:
Wa qad khāba man dassāhā.
Artinya:
dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.
11.
كَذَّبَتْ
ثَمُودُ
بِطَغْوَىٰهَا
۝١١
Latin:
Każżabat Ṡamūdu biṭagwāhā.
Artinya:
Kaum Ṡamūd telah mendustakan (rasulnya) karena
kedurhakaannya,
12.
إِذِ
ٱنۢبَعَثَ
أَشْقَىٰهَا
۝١٢
Latin:
Iżim ba'aṡa asyqāhā.
Artinya:
ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka,
13.
فَقَالَ
لَهُمْ
رَسُولُ
ٱللَّهِ
نَاقَةَ
ٱللَّهِ
وَسُقْيَٰهَا
۝١٣
Latin:
Faqāla lahum rasūlullāhi nāqatallāhi wa
suqyāhā.
Artinya:
Lalu Rasul Allah (Ṣāliḥ) berkata kepada mereka,
"(Biarkanlah) unta betina Allah beserta giliran minumnya."
14.
فَكَذَّبُوهُ
فَعَقَرُوهَا
فَدَمْدَمَ
عَلَيْهِمْ
رَبُّهُم
بِذَنۢبِهِمْ
فَسَوَّىٰهَا
۝١٤
Latin:
Fakażżabūhu fa'aqarūhā fadamdama
'alaihim rabbuhum biżambihim fasawwāhā.
Artinya:
Namun mereka mendustakannya lalu menyembelih unta itu. Maka
Tuhan menghancurkan mereka karena dosa mereka, lalu Dia
meratakan (azab itu atas mereka).
15.
وَلَا
يَخَافُ
عُقْبَٰهَا
۝١٥
Latin:
Wa lā yakhāfu 'uqbāhā.
Artinya:
Dan Dia tidak takut terhadap akibat tindakan-Nya itu.
---------------------------------------------------------
Sekilas Ayat 9–15
• Pokok Bahasan:
Allah menegaskan inti surah ini: keberuntungan sejati diperoleh
oleh orang yang menyucikan jiwanya dengan iman, tauhid, dan amal
saleh, sedangkan kerugian menimpa orang yang mengotorinya dengan
kekafiran dan kemaksiatan. Sebagai bukti nyata, Allah
mengisahkan kaum Ṡamūd yang mendustakan Nabi
Ṣāliḥ 'Alaihissalam. Mereka melanggar perintah
Allah dengan menyembelih unta mukjizat yang telah dijadikan
tanda bagi mereka. Akibatnya, Allah menimpakan azab yang
membinasakan seluruh kaum tersebut tanpa ada seorang pun yang
mampu menghalanginya.
• Pelajaran:
Penyucian jiwa (tazkiyatun-nafs) merupakan jalan menuju
keberuntungan dunia dan akhirat. Sebaliknya, kesombongan dan
kedurhakaan akan menyeret manusia kepada kebinasaan sebagaimana
yang dialami kaum Ṡamūd. Kisah ini mengajarkan bahwa
peringatan Allah melalui para rasul wajib diterima dengan iman
dan ketaatan, bukan dengan penolakan dan pembangkangan.
• Kata Kunci:
Tazkiyatun-Nafs • Jiwa • Kaum Ṡamūd • Nabi
Ṣāliḥ • Unta Mukjizat • Azab Allah
#Post#: 1292--------------------------------------------------
Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
DIR By: Host
Date: July 9, 2026, 12:18 pm
---------------------------------------------------------
QS. Al-Lail
"Malam"
Nomor Surah : 92
Nama Arab : الليل
Nama Lain : Al-Lail (diambil dari ayat pertama)
Jumlah Ayat : 21 ayat
Golongan : Makkiyah
Urutan Turun : Ke-9
Tema Utama :
Allah bersumpah dengan malam, siang, serta penciptaan laki-laki
dan perempuan untuk menegaskan bahwa usaha manusia berbeda-beda.
Orang yang beriman, bertakwa, dan gemar berinfak akan dimudahkan
menuju kebahagiaan, sedangkan orang yang bakhil dan mendustakan
kebenaran akan dimudahkan menuju kesengsaraan. Surah ini juga
menegaskan bahwa petunjuk hanya milik Allah dan balasan akhir
berada di tangan-Nya.
Ayat 1–11
1.
وَٱلَّيْلِ
إِذَا
يَغْشَىٰ
۝١
Latin:
Wal-laili iżā yaghsyā.
Artinya:
Demi malam apabila menutupi (cahaya siang),
2.
وَٱلنَّهَارِ
إِذَا
تَجَلَّىٰ
۝٢
Latin:
Wan-nahāri iżā tajallā.
Artinya:
dan demi siang apabila terang benderang,
3.
وَمَا
خَلَقَ
ٱلذَّكَرَ
وَٱلْأُنثَىٰ
۝٣
Latin:
Wa mā khalaqaż-żakara wal-unṡā.
Artinya:
dan demi (Allah) yang menciptakan laki-laki dan perempuan,
4.
إِنَّ
سَعْيَكُمْ
لَشَتَّىٰ
۝٤
Latin:
Inna sa'yakum lasyattā.
Artinya:
sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda.
5.
فَأَمَّا
مَنْ
أَعْطَىٰ
وَٱتَّقَىٰ
۝٥
Latin:
Fa ammā man a'ṭā wattaqā.
Artinya:
Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan
bertakwa,
6.
وَصَدَّقَ
بِٱلْحُسْنَىٰ
۝٦
Latin:
Wa ṣaddaqa bil-ḥusnā.
Artinya:
serta membenarkan (adanya pahala) yang terbaik,
7.
فَسَنُيَسِّرُهُۥ
لِلْيُسْرَىٰ
۝٧
Latin:
Fasanuyassiruhū lil-yusrā.
Artinya:
maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan
(kebahagiaan).
8.
وَأَمَّا
مَنۢ
بَخِلَ
وَٱسْتَغْنَىٰ
۝٨
Latin:
Wa ammā mam bakhila wastagnā.
Artinya:
Dan adapun orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup,
9.
وَكَذَّبَ
بِٱلْحُسْنَىٰ
۝٩
Latin:
Wa każżaba bil-ḥusnā.
Artinya:
serta mendustakan (pahala) yang terbaik,
10.
فَسَنُيَسِّرُهُۥ
لِلْعُسْرَىٰ
۝١٠
Latin:
Fasanuyassiruhū lil-'usrā.
Artinya:
maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kesukaran
(kesengsaraan).
11.
وَمَا
يُغْنِى
عَنْهُ
مَالُهُۥٓ
إِذَا
تَرَدَّىٰ
۝١١
Latin:
Wa mā yugnī 'anhu māluhū iżā
taraddā.
Artinya:
Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila dia telah binasa.
---------------------------------------------------------
Sekilas Ayat 1–11
• Pokok Bahasan:
Allah membuka surah ini dengan sumpah atas malam, siang, serta
penciptaan laki-laki dan perempuan untuk menegaskan bahwa jalan
hidup manusia berbeda-beda. Ada yang memilih jalan iman,
ketakwaan, dan kedermawanan sehingga Allah memudahkan baginya
jalan menuju kebahagiaan. Sebaliknya, ada yang memilih
kebakhilan, merasa tidak membutuhkan Allah, dan mendustakan
kebenaran sehingga Allah membiarkannya menempuh jalan menuju
kesengsaraan. Pada akhirnya, harta yang dibanggakan tidak akan
mampu menyelamatkan seseorang ketika menghadapi kematian dan
Hari Akhir.
• Pelajaran:
Kemudahan dalam melakukan kebaikan merupakan karunia dari Allah
bagi orang yang beriman dan bertakwa. Sebaliknya, dosa yang
terus-menerus dilakukan dapat menyeret seseorang semakin jauh
dari petunjuk. Oleh karena itu, seorang mukmin hendaknya
membiasakan diri berinfak, bertakwa, dan membenarkan seluruh
ajaran Allah agar dimudahkan menuju kebahagiaan dunia dan
akhirat.
• Kata Kunci:
Malam • Siang • Takwa • Infak • Hidayah • Jalan Kebaikan • Hari
Akhir
#Post#: 1293--------------------------------------------------
Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
DIR By: Host
Date: July 9, 2026, 12:20 pm
---------------------------------------------------------
QS. Al-Lail
"Malam"
Ayat 12–21
12.
إِنَّ
عَلَيْنَا
لَلْهُدَىٰ
۝١٢
Latin:
Inna 'alainā lal-hudā.
Artinya:
Sesungguhnya Kamilah yang memberi petunjuk,
13.
وَإِنَّ
لَنَا
لَلْءَاخِرَةَ
وَٱلْأُولَىٰ
۝١٣
Latin:
Wa inna lanā lal-ākhirata wal-ūlā.
Artinya:
dan sesungguhnya milik Kamilah akhirat dan dunia.
14.
فَأَنذَرْتُكُمْ
نَارًا
تَلَظَّىٰ
۝١٤
Latin:
Fa anżartukum nāran talaẓẓā.
Artinya:
Maka Aku memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala,
15.
لَا
يَصْلَىٰهَآ
إِلَّا
ٱلْأَشْقَى
۝١٥
Latin:
Lā yaṣlāhā illal-asyqā.
Artinya:
yang tidak akan dimasuki kecuali oleh orang yang paling celaka,
16.
ٱلَّذِى
كَذَّبَ
وَتَوَلَّىٰ
۝١٦
Latin:
Allażī każżaba wa tawallā.
Artinya:
yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman).
17.
وَسَيُجَنَّبُهَا
ٱلْأَتْقَى
۝١٧
Latin:
Wa sayujannabuhal-atqā.
Artinya:
Dan akan dijauhkan dari neraka itu orang yang paling bertakwa,
18.
ٱلَّذِى
يُؤْتِى
مَالَهُۥ
يَتَزَكَّىٰ
۝١٨
Latin:
Allażī yu'tī mālahū yatazakkā.
Artinya:
yang menginfakkan hartanya untuk membersihkan (dirinya),
19.
وَمَا
لِأَحَدٍ
عِندَهُۥ
مِن
نِّعْمَةٍ
تُجْزَىٰٓ
۝١٩
Latin:
Wa mā li'aḥadin 'indahū min ni'matin tujzā.
Artinya:
dan tidak ada seseorang pun yang memberikan suatu nikmat
kepadanya yang harus dibalasnya,
20.
إِلَّا
ٱبْتِغَآءَ
وَجْهِ
رَبِّهِ
ٱلْأَعْلَىٰ
۝٢٠
Latin:
Illabtigā'a wajhi rabbihil-a'lā.
Artinya:
tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mengharap
keridaan Tuhannya Yang Mahatinggi.
21.
وَلَسَوْفَ
يَرْضَىٰ
۝٢١
Latin:
Wa lasaufa yarḍā.
Artinya:
Dan sungguh, kelak dia akan memperoleh kepuasan.
---------------------------------------------------------
Sekilas Ayat 12–21
• Pokok Bahasan:
Allah menegaskan bahwa hanya Dia yang memberikan petunjuk, serta
bahwa dunia dan akhirat seluruhnya berada dalam kekuasaan-Nya.
Oleh karena itu, Allah memperingatkan manusia dari azab neraka
yang disediakan bagi orang-orang yang mendustakan kebenaran dan
berpaling dari petunjuk-Nya. Sebaliknya, orang yang paling
bertakwa akan dijauhkan dari neraka karena ia menginfakkan
hartanya dengan ikhlas, bukan untuk memperoleh balasan atau
pujian manusia, melainkan semata-mata mengharap wajah (keridaan)
Allah. Balasan bagi keikhlasan tersebut adalah keridaan yang
sempurna dari Allah.
• Pelajaran:
Hidayah adalah anugerah dari Allah yang harus terus dimohonkan.
Amal yang paling bernilai di sisi Allah adalah amal yang
dilakukan dengan ikhlas tanpa mengharap balasan dari manusia.
Keikhlasan, ketakwaan, dan kedermawanan menjadi sebab seseorang
memperoleh keselamatan dari neraka serta kebahagiaan yang kekal
di akhirat.
• Kata Kunci:
Hidayah • Ikhlas • Infak • Takwa • Keridaan Allah • Neraka •
Surga
#Post#: 1294--------------------------------------------------
Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
DIR By: Host
Date: July 9, 2026, 12:23 pm
---------------------------------------------------------
QS. Aḍ-Ḍuḥā
"Waktu Duha"
Nomor Surah : 93
Nama Arab : الضحى
Nama Lain : Aḍ-Ḍuḥā (diambil dari ayat
pertama)
Jumlah Ayat : 11 ayat
Golongan : Makkiyah
Urutan Turun : Ke-11
Tema Utama :
Allah menghibur Nabi Muhammad ﷺ setelah terhentinya wahyu
untuk sementara waktu, menegaskan bahwa Allah tidak meninggalkan
ataupun membenci beliau. Surah ini mengingatkan berbagai nikmat
yang telah Allah berikan kepada Rasulullah ﷺ serta
memerintahkan beliau untuk mensyukurinya dengan memuliakan anak
yatim, membantu orang yang meminta, dan menyampaikan nikmat
Allah.
Ayat 1–11
1.
وَٱلضُّحَىٰ
۝١
Latin:
Waḍ-ḍuḥā.
Artinya:
Demi waktu duha,
2.
وَٱلَّيْلِ
إِذَا
سَجَىٰ ۝٢
Latin:
Wal-laili iżā sajā.
Artinya:
dan demi malam apabila telah sunyi,
3.
مَا
وَدَّعَكَ
رَبُّكَ
وَمَا
قَلَىٰ ۝٣
Latin:
Mā wadda'aka rabbuka wa mā qalā.
Artinya:
Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula)
membencimu.
4.
وَلَلْءَاخِرَةُ
خَيْرٌ
لَّكَ مِنَ
ٱلْأُولَىٰ
۝٤
Latin:
Wa lal-ākhiratu khairul laka minal-ūlā.
Artinya:
Dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang
permulaan.
5.
وَلَسَوْفَ
يُعْطِيكَ
رَبُّكَ
فَتَرْضَىٰ
۝٥
Latin:
Wa lasaufa yu'ṭīka rabbuka fatarḍā.
Artinya:
Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu
sehingga engkau menjadi puas.
6.
أَلَمْ
يَجِدْكَ
يَتِيمًا
فَـَٔاوَىٰ
۝٦
Latin:
Alam yajidka yatīman fa āwā.
Artinya:
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia
melindungi(mu),
7.
وَوَجَدَكَ
ضَآلًّا
فَهَدَىٰ
۝٧
Latin:
Wa wajadaka ḍāllan fahadā.
Artinya:
dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang belum mengetahui
(syariat), lalu Dia memberikan petunjuk,
8.
وَوَجَدَكَ
عَآئِلًا
فَأَغْنَىٰ
۝٨
Latin:
Wa wajadaka 'ā'ilan fa agnā.
Artinya:
dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia
memberikan kecukupan.
9.
فَأَمَّا
ٱلْيَتِيمَ
فَلَا
تَقْهَرْ
۝٩
Latin:
Fa ammal-yatīma falā taqhar.
Artinya:
Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku
sewenang-wenang,
10.
وَأَمَّا
ٱلسَّآئِلَ
فَلَا
تَنْهَرْ
۝١٠
Latin:
Wa ammas-sā'ila falā tanhar.
Artinya:
dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau
menghardiknya.
11.
وَأَمَّا
بِنِعْمَةِ
رَبِّكَ
فَحَدِّثْ
۝١١
Latin:
Wa ammā bini'mati rabbika faḥaddiṡ.
Artinya:
Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau menyatakannya
(dengan bersyukur).
---------------------------------------------------------
Sekilas Ayat 1–11
• Pokok Bahasan:
Allah menghibur Nabi Muhammad ﷺ ketika wahyu sempat
terhenti sehingga kaum musyrikin menuduh Allah telah
meninggalkan beliau. Allah menegaskan bahwa Dia tidak pernah
meninggalkan ataupun membenci Rasul-Nya. Allah mengingatkan
berbagai nikmat yang telah diberikan kepada beliau, mulai dari
perlindungan ketika yatim, petunjuk berupa wahyu, hingga
kecukupan rezeki. Sebagai bentuk syukur, Allah memerintahkan
Rasulullah ﷺ agar memuliakan anak yatim, berbuat baik
kepada orang yang meminta, serta senantiasa menyampaikan nikmat
Allah kepada manusia.
• Pelajaran:
Seorang mukmin tidak boleh berputus asa ketika menghadapi
masa-masa sulit, karena pertolongan Allah datang pada waktu yang
Dia kehendaki. Mengingat nikmat-nikmat Allah akan menumbuhkan
rasa syukur, yang diwujudkan dengan kepedulian kepada sesama dan
penggunaan seluruh nikmat untuk ketaatan kepada-Nya.
• Kata Kunci:
Wahyu • Hiburan Allah • Syukur • Anak Yatim • Kepedulian Sosial
• Nikmat Allah
#Post#: 1295--------------------------------------------------
Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
DIR By: Host
Date: July 9, 2026, 12:28 pm
---------------------------------------------------------
QS. Asy-Syarḥ
"Kelapangan (Dada)"
Nama Lain : Alam Nasyraḥ
Nomor Surah : 94
Nama Arab : الشرح
Nama Lain : Asy-Syarḥ (diambil dari ayat pertama)
Jumlah Ayat : 8 ayat
Golongan : Makkiyah
Urutan Turun : Ke-12
Tema Utama :
Allah mengingatkan berbagai nikmat yang diberikan kepada Nabi
Muhammad ﷺ berupa kelapangan dada, keringanan beban, dan
pengangkatan derajat. Allah juga menegaskan bahwa bersama setiap
kesulitan terdapat kemudahan serta memerintahkan agar setiap
selesai dari suatu urusan, seorang mukmin bersungguh-sungguh
dalam ibadah dan hanya berharap kepada Allah.
Ayat 1–8
1.
أَلَمْ
نَشْرَحْ
لَكَ
صَدْرَكَ
۝١
Latin:
Alam nasyraḥ laka ṣadrak.
Artinya:
Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Muhammad),
2.
وَوَضَعْنَا
عَنكَ
وِزْرَكَ
۝٢
Latin:
Wa waḍa'nā 'anka wizrak.
Artinya:
dan Kami telah menghilangkan bebanmu darimu,
3.
ٱلَّذِىٓ
أَنقَضَ
ظَهْرَكَ
۝٣
Latin:
Allażī anqaḍa ẓahrak.
Artinya:
yang memberatkan punggungmu,
4.
وَرَفَعْنَا
لَكَ
ذِكْرَكَ
۝٤
Latin:
Wa rafa'nā laka żikrak.
Artinya:
dan Kami tinggikan bagimu sebutan (namamu).
5.
فَإِنَّ
مَعَ
ٱلْعُسْرِ
يُسْرًا ۝٥
Latin:
Fa inna ma'al-'usri yusrā.
Artinya:
Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.
6.
إِنَّ مَعَ
ٱلْعُسْرِ
يُسْرًا ۝٦
Latin:
Inna ma'al-'usri yusrā.
Artinya:
Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.
7.
فَإِذَا
فَرَغْتَ
فَٱنصَبْ
۝٧
Latin:
Fa iżā faraghta fanṣab.
Artinya:
Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah
bekerja keras (untuk urusan yang lain atau beribadah),
8.
وَإِلَىٰ
رَبِّكَ
فَٱرْغَب
۝٨
Latin:
Wa ilā rabbika farghab.
Artinya:
dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.
---------------------------------------------------------
Sekilas Ayat 1–8
• Pokok Bahasan:
Surah ini merupakan hiburan dan penguat hati bagi Nabi Muhammad
ﷺ setelah Surah Aḍ-Ḍuḥā. Allah
mengingatkan berbagai nikmat besar yang telah diberikan kepada
beliau, yaitu kelapangan dada dalam menerima risalah, keringanan
beban, serta pengangkatan nama beliau sehingga selalu disebut
bersama nama Allah dalam syahadat, azan, iqamah, dan berbagai
bentuk ibadah. Allah kemudian menegaskan dua kali bahwa bersama
setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Sebagai penutup,
Rasulullah ﷺ diperintahkan agar setelah menyelesaikan
suatu urusan tetap bersungguh-sungguh dalam ibadah dan
mengarahkan seluruh harapan hanya kepada Allah.
• Pelajaran:
Setiap kesulitan yang dihadapi seorang mukmin selalu disertai
jalan keluar yang Allah sediakan. Karena itu, seorang mukmin
tidak boleh berputus asa, tetapi terus bersabar, berikhtiar, dan
bertawakal. Setelah menyelesaikan satu amal, hendaknya segera
mengisi waktu dengan amal saleh berikutnya, sambil senantiasa
menggantungkan harapan hanya kepada Allah *Subhanahu wa Ta'ala*.
• Kata Kunci:
Kelapangan Dada • Nikmat Allah • Kemudahan • Kesabaran • Tawakal
• Istiqamah • Harapan kepada Allah
#Post#: 1296--------------------------------------------------
Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
DIR By: Host
Date: July 9, 2026, 12:30 pm
---------------------------------------------------------
QS. At-Tīn
"Buah Tin"
Nomor Surah : 95
Nama Arab : التين
Nama Lain : At-Tīn (diambil dari ayat pertama)
Jumlah Ayat : 8 ayat
Golongan : Makkiyah
Urutan Turun : Ke-28
Tema Utama :
Allah bersumpah dengan buah tin, zaitun, Bukit Sinai, dan Kota
Makkah yang aman untuk menegaskan kemuliaan penciptaan manusia.
Manusia diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya, tetapi
dapat jatuh ke derajat yang paling rendah apabila berpaling dari
iman. Sebaliknya, orang-orang yang beriman dan beramal saleh
memperoleh pahala yang tidak terputus. Surah ini ditutup dengan
penegasan bahwa Allah adalah Hakim Yang Mahabijaksana.
Ayat 1–8
1.
وَٱلتِّينِ
وَٱلزَّيْتُونِ
۝١
Latin:
Wat-tīni waz-zaitūn.
Artinya:
Demi (buah) tin dan (buah) zaitun,
2.
وَطُورِ
سِينِينَ
۝٢
Latin:
Wa ṭūri sīnīn.
Artinya:
dan demi Gunung Sinai,
3.
وَهَٰذَا
ٱلْبَلَدِ
ٱلْأَمِينِ
۝٣
Latin:
Wa hāżal-baladil-amīn.
Artinya:
dan demi negeri (Makkah) yang aman ini,
4.
لَقَدْ
خَلَقْنَا
ٱلْإِنسَٰنَ
فِىٓ
أَحْسَنِ
تَقْوِيمٍ
۝٤
Latin:
Laqad khalaqnal-insāna fī aḥsani taqwīm.
Artinya:
Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang
sebaik-baiknya,
5.
ثُمَّ
رَدَدْنَٰهُ
أَسْفَلَ
سَٰفِلِينَ
۝٥
Latin:
Ṡumma radadnāhu asfala sāfilīn.
Artinya:
kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya,
6.
إِلَّا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
وَعَمِلُوا۟
ٱلصَّٰلِحَٰتِ
فَلَهُمْ
أَجْرٌ
غَيْرُ
مَمْنُونٍ
۝٦
Latin:
Illallażīna āmanū wa
'amiluṣ-ṣāliḥāti falahum ajrun gairu
mamnūn.
Artinya:
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh;
maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya.
7.
فَمَا
يُكَذِّبُكَ
بَعْدُ
بِٱلدِّينِ
۝٧
Latin:
Famā yukażżibuka ba'du bid-dīn.
Artinya:
Maka apakah yang menyebabkan engkau masih mendustakan (hari)
pembalasan setelah (adanya keterangan-keterangan) itu?
8.
أَلَيْسَ
ٱللَّهُ
بِأَحْكَمِ
ٱلْحَٰكِمِينَ
۝٨
Latin:
Alaisallāhu bi'aḥkamil-ḥākimīn.
Artinya:
Bukankah Allah adalah Hakim Yang Paling Adil?
---------------------------------------------------------
Sekilas Ayat 1–8
• Pokok Bahasan:
Allah bersumpah dengan empat tempat yang penuh keberkahan dan
berkaitan dengan risalah para nabi: buah tin dan zaitun (yang
menurut banyak mufassir melambangkan negeri para nabi), Gunung
Sinai tempat Nabi Musa 'Alaihissalam menerima wahyu, serta Kota
Makkah yang menjadi tempat diutusnya Nabi Muhammad ﷺ.
Allah kemudian menegaskan bahwa manusia diciptakan dalam bentuk
dan fitrah yang paling sempurna. Namun, orang yang berpaling
dari iman akan jatuh ke derajat yang paling rendah, sedangkan
orang-orang yang beriman dan beramal saleh memperoleh pahala
yang kekal. Surah ini ditutup dengan penegasan bahwa Allah
adalah Hakim Yang Mahabijaksana dan Mahadil.
• Pelajaran:
Kemuliaan manusia terletak pada iman dan amal saleh, bukan
semata-mata pada bentuk fisik atau kedudukan duniawi. Fitrah
yang Allah anugerahkan harus dijaga dengan tauhid, ilmu, dan
ketaatan agar tidak jatuh kepada kerendahan akibat maksiat.
Keyakinan terhadap Hari Pembalasan semakin menguatkan bahwa
seluruh amal manusia akan diadili dengan seadil-adilnya oleh
Allah *Subhanahu wa Ta'ala*.
• Kata Kunci:
At-Tīn • Zaitun • Gunung Sinai • Makkah • Fitrah Manusia •
Hari Pembalasan • Keadilan Allah
#Post#: 1297--------------------------------------------------
Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
DIR By: Host
Date: July 9, 2026, 12:32 pm
---------------------------------------------------------
QS. Al-'Alaq
"Segumpal Darah"
Nomor Surah : 96
Nama Arab : العلق
Nama Lain : Al-'Alaq (diambil dari ayat kedua)
Jumlah Ayat : 19 ayat
Golongan : Makkiyah
Urutan Turun : Ke-1 (wahyu pertama)
Tema Utama :
Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ,
berisi perintah membaca dengan nama Allah, penegasan bahwa Allah
adalah Pencipta dan Pengajar manusia, peringatan terhadap
kesombongan manusia yang merasa cukup, ancaman bagi orang yang
menghalangi ibadah, serta penegasan agar hanya bersujud dan
mendekat kepada Allah.
Ayat 1–5
1.
ٱقْرَأْ
بِٱسْمِ
رَبِّكَ
ٱلَّذِى
خَلَقَ ۝١
Latin:
Iqra' bismi rabbikal-lażī khalaq.
Artinya:
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,
2.
خَلَقَ
ٱلْإِنسَٰنَ
مِنْ
عَلَقٍ ۝٢
Latin:
Khalaqal-insāna min 'alaq.
Artinya:
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3.
ٱقْرَأْ
وَرَبُّكَ
ٱلْأَكْرَمُ
۝٣
Latin:
Iqra' wa rabbukal-akram.
Artinya:
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia,
4.
ٱلَّذِى
عَلَّمَ
بِٱلْقَلَمِ
۝٤
Latin:
Allażī 'allama bil-qalam.
Artinya:
yang mengajar (manusia) dengan pena,
5.
عَلَّمَ
ٱلْإِنسَٰنَ
مَا لَمْ
يَعْلَمْ
۝٥
Latin:
'Allamal-insāna mā lam ya'lam.
Artinya:
Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
---------------------------------------------------------
Sekilas Ayat 1–5
• Pokok Bahasan:
Lima ayat pertama Surah Al-'Alaq merupakan wahyu pertama yang
Allah turunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ di Gua Hira melalui
perantaraan Malaikat Jibril *Alaihissalam*. Wahyu ini diawali
dengan perintah membaca (*iqra'*) sebagai landasan utama
lahirnya peradaban Islam. Allah menegaskan bahwa seluruh ilmu
harus diawali dengan nama-Nya, karena Dialah Pencipta manusia
dan sumber segala pengetahuan. Allah juga mengingatkan bahwa
kemampuan membaca, menulis, dan memperoleh ilmu merupakan
karunia besar yang membedakan manusia dari makhluk lainnya.
• Pelajaran:
Islam dibangun di atas ilmu yang bersumber dari wahyu. Seorang
mukmin diperintahkan untuk terus belajar, membaca, menulis, dan
mengajarkan ilmu dengan niat mengharap rida Allah. Seluruh ilmu
yang bermanfaat berasal dari Allah, sehingga ilmu harus
melahirkan ketundukan, rasa syukur, dan semakin mendekatkan diri
kepada-Nya.
• Kata Kunci:
Iqra' • Wahyu Pertama • Ilmu • Pena • Jibril • Gua Hira • Tauhid
#Post#: 1298--------------------------------------------------
Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
DIR By: Host
Date: July 9, 2026, 12:35 pm
---------------------------------------------------------
QS. Al-'Alaq
"Segumpal Darah"
Ayat 6–19
6.
كَلَّآ
إِنَّ
ٱلْإِنسَٰنَ
لَيَطْغَىٰ
۝٦
Latin:
Kallā innal-insāna layaṭgā.
Artinya:
Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia benar-benar melampaui batas,
7.
أَن
رَّءَاهُ
ٱسْتَغْنَىٰ
۝٧
Latin:
Ar ra'āhustagnā.
Artinya:
karena dia melihat dirinya serba cukup.
8.
إِنَّ
إِلَىٰ
رَبِّكَ
ٱلرُّجْعَىٰ
۝٨
Latin:
Inna ilā rabbikar-ruj'ā.
Artinya:
Sungguh, hanya kepada Tuhanmulah tempat kembali(mu).
9.
أَرَءَيْتَ
ٱلَّذِى
يَنْهَىٰ
۝٩
Latin:
Ara'aitallażī yanhā.
Artinya:
Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang,
10.
عَبْدًا
إِذَا
صَلَّىٰ
۝١٠
Latin:
'Abdan iżā ṣallā.
Artinya:
seorang hamba ketika dia melaksanakan salat?
11.
أَرَءَيْتَ
إِن كَانَ
عَلَى
ٱلْهُدَىٰ
۝١١
Latin:
Ara'aita in kāna 'alal-hudā.
Artinya:
Bagaimana pendapatmu jika dia berada di atas petunjuk,
12.
أَوْ
أَمَرَ
بِٱلتَّقْوَىٰ
۝١٢
Latin:
Aw amara bit-taqwā.
Artinya:
atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?
13.
أَرَءَيْتَ
إِن
كَذَّبَ
وَتَوَلَّىٰ
۝١٣
Latin:
Ara'aita in każżaba wa tawallā.
Artinya:
Bagaimana pendapatmu jika dia mendustakan dan berpaling?
14.
أَلَمْ
يَعْلَم
بِأَنَّ
ٱللَّهَ
يَرَىٰ ۝١٤
Latin:
Alam ya'lam bi'annallāha yarā.
Artinya:
Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat?
15.
كَلَّا
لَئِن
لَّمْ
يَنتَهِ
لَنَسْفَعًۢا
بِٱلنَّاصِيَةِ
۝١٥
Latin:
Kallā la'il lam yantahi lanasfa'am bin-nāṣiyah.
Artinya:
Sekali-kali tidak! Sungguh, jika dia tidak berhenti, niscaya
Kami tarik ubun-ubunnya,
16.
نَاصِيَةٍ
كَٰذِبَةٍ
خَاطِئَةٍ
۝١٦
Latin:
Nāṣiyatin kāżibatin khāṭi'ah.
Artinya:
(yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.
17.
فَلْيَدْعُ
نَادِيَهُۥ
۝١٧
Latin:
Falyad'u nādiyah.
Artinya:
Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya),
18.
سَنَدْعُ
ٱلزَّبَانِيَةَ
۝١٨
Latin:
Sanad'uz-zabāniyah.
Artinya:
kelak Kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah.
19.
كَلَّا لَا
تُطِعْهُ
وَٱسْجُدْ
وَٱقْتَرِب
۝١٩
Latin:
Kallā lā tuṭi'hu wasjud waqtarib.
Artinya:
Sekali-kali jangan! Janganlah engkau patuh kepadanya.
Bersujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Allah).
---------------------------------------------------------
Sekilas Ayat 6–19
• Pokok Bahasan:
Allah menjelaskan tabiat manusia yang mudah melampaui batas
ketika merasa dirinya telah cukup dan tidak membutuhkan Allah.
Surah ini kemudian menyinggung sikap Abu Jahal yang berusaha
menghalangi Nabi Muhammad ﷺ melaksanakan salat di dekat
Ka'bah. Allah memperingatkan bahwa tidak ada sesuatu pun yang
tersembunyi dari pengawasan-Nya. Orang yang terus mendustakan
dan menghalangi jalan Allah akan mendapat azab yang keras,
sedangkan Rasulullah ﷺ diperintahkan agar tidak menaati
ancaman orang-orang kafir, melainkan terus bersujud dan
mendekatkan diri kepada Allah.
• Pelajaran:
Kesombongan merupakan sebab utama seseorang menolak kebenaran.
Seorang mukmin hendaknya menyadari bahwa seluruh nikmat berasal
dari Allah dan kelak setiap manusia akan kembali kepada-Nya.
Penutup surah ini mengajarkan bahwa kedekatan paling mulia
dengan Allah dicapai melalui sujud, sehingga ibadah menjadi
sumber kekuatan dalam menghadapi tekanan dan gangguan dari siapa
pun.
• Kata Kunci:
Kesombongan • Abu Jahal • Salat • Sujud • Zabaniyah • Pengawasan
Allah • Takwa
#Post#: 1299--------------------------------------------------
Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
DIR By: Host
Date: July 9, 2026, 12:36 pm
---------------------------------------------------------
QS. Al-Qadr
"Kemuliaan"
Nomor Surah : 97
Nama Arab : القدر
Nama Lain : Al-Qadr (diambil dari ayat pertama)
Jumlah Ayat : 5 ayat
Golongan : Makkiyah
Urutan Turun : Ke-25
Tema Utama :
Penjelasan tentang kemuliaan Lailatul Qadr, malam diturunkannya
Al-Qur'an, yang lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu
para malaikat dan Ruh (Jibril) turun dengan izin Allah membawa
berbagai ketetapan-Nya, dan malam tersebut penuh dengan
keselamatan hingga terbit fajar.
Ayat 1–5
1.
إِنَّآ
أَنزَلْنَٰهُ
فِى
لَيْلَةِ
ٱلْقَدْرِ
۝١
Latin:
Innā anzalnāhu fī lailatil-qadr.
Artinya:
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam
Lailatul Qadr.
2.
وَمَآ
أَدْرَىٰكَ
مَا
لَيْلَةُ
ٱلْقَدْرِ
۝٢
Latin:
Wa mā adrāka mā lailatul-qadr.
Artinya:
Dan tahukah engkau apakah Lailatul Qadr itu?
3.
لَيْلَةُ
ٱلْقَدْرِ
خَيْرٌ
مِّنْ
أَلْفِ
شَهْرٍ ۝٣
Latin:
Lailatul-qadri khairum min alfi syahr.
Artinya:
Lailatul Qadr itu lebih baik daripada seribu bulan.
4.
تَنَزَّلُ
ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ
وَٱلرُّوحُ
فِيهَا
بِإِذْنِ
رَبِّهِم
مِّن كُلِّ
أَمْرٍ ۝٤
Latin:
Tanazzalul-malā'ikatu war-rūḥu fīhā
bi'iżni rabbihim min kulli amr.
Artinya:
Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin
Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
5.
سَلَٰمٌ
هِىَ
حَتَّىٰ
مَطْلَعِ
ٱلْفَجْرِ
۝٥
Latin:
Salāmun hiya ḥattā maṭla'il-fajr.
Artinya:
Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.
---------------------------------------------------------
Sekilas Ayat 1–5
• Pokok Bahasan:
Allah menjelaskan keagungan Lailatul Qadr, yaitu malam ketika
Al-Qur'an mulai diturunkan sebagai petunjuk bagi seluruh umat
manusia. Nilai ibadah pada malam tersebut lebih baik daripada
ibadah selama seribu bulan yang tidak terdapat Lailatul Qadr.
Pada malam itu para malaikat bersama Malaikat Jibril
'Alaihissalam turun ke bumi dengan membawa berbagai ketetapan
Allah. Seluruh malam dipenuhi rahmat, keberkahan, dan
keselamatan hingga terbit fajar.
• Pelajaran:
Lailatul Qadr merupakan kesempatan terbesar bagi seorang mukmin
untuk memperbanyak ibadah, doa, zikir, tilawah Al-Qur'an, dan
istigfar, khususnya pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.
Surah ini juga menunjukkan kemuliaan Al-Qur'an sebagai wahyu
terakhir yang menjadi petunjuk bagi umat manusia hingga Hari
Kiamat.
• Kata Kunci:
Lailatul Qadr • Al-Qur'an • Wahyu • Malaikat Jibril • Ramadan •
Seribu Bulan • Keberkahan
#Post#: 1300--------------------------------------------------
Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
DIR By: Host
Date: July 9, 2026, 12:39 pm
---------------------------------------------------------
QS. Al-Bayyinah
"Bukti yang Nyata"
Nomor Surah : 98
Nama Arab : البينة
Nama Lain : Al-Bayyinah (diambil dari ayat pertama)
Jumlah Ayat : 8 ayat
Golongan : Madaniyah
Urutan Turun : Ke-100
Tema Utama :
Penjelasan bahwa Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak akan
meninggalkan kesesatan sampai datang kepada mereka bukti yang
nyata, yaitu Rasulullah ﷺ yang membacakan Al-Qur'an yang
suci. Surah ini menerangkan hakikat agama yang lurus, membedakan
balasan bagi orang-orang kafir dan orang-orang beriman, serta
menegaskan bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang beriman
dan beramal saleh.
Ayat 1–8
1.
لَمْ
يَكُنِ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
مِنْ
أَهْلِ
ٱلْكِتَٰبِ
وَٱلْمُشْرِكِينَ
مُنفَكِّينَ
حَتَّىٰ
تَأْتِيَهُمُ
ٱلْبَيِّنَةُ
۝١
Latin:
Lam yakunil-lażīna kafarū min ahlil-kitābi
wal-musyrikīna munfakkīna ḥattā
ta'tiyahumul-bayyinah.
Artinya:
Orang-orang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang
musyrik tidak akan meninggalkan (agamanya) sampai datang kepada
mereka bukti yang nyata,
2.
رَسُولٌ
مِّنَ
ٱللَّهِ
يَتْلُوا۟
صُحُفًا
مُّطَهَّرَةً
۝٢
Latin:
Rasūlum minallāhi yatlūṣuḥufam
muṭahharah.
Artinya:
(yaitu) seorang Rasul dari Allah yang membacakan
lembaran-lembaran yang disucikan (Al-Qur'an),
3.
فِيهَا
كُتُبٌ
قَيِّمَةٌ
۝٣
Latin:
Fīhā kutubun qayyimah.
Artinya:
di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus.
4.
وَمَا
تَفَرَّقَ
ٱلَّذِينَ
أُوتُوا۟
ٱلْكِتَٰبَ
إِلَّا
مِنۢ
بَعْدِ مَا
جَآءَتْهُمُ
ٱلْبَيِّنَةُ
۝٤
Latin:
Wa mā tafarraqal-lażīna ūtul-kitāba
illā mim ba'di mā jā'athumul-bayyinah.
Artinya:
Dan tidaklah berpecah-belah orang-orang yang telah diberi Kitab
melainkan setelah datang kepada mereka bukti yang nyata.
5.
وَمَآ
أُمِرُوٓا۟
إِلَّا
لِيَعْبُدُوا۟
ٱللَّهَ
مُخْلِصِينَ
لَهُ
ٱلدِّينَ
حُنَفَآءَ
وَيُقِيمُوا۟
ٱلصَّلَوٰةَ
وَيُؤْتُوا۟
ٱلزَّكَوٰةَ
ۚ
وَذَٰلِكَ
دِينُ
ٱلْقَيِّمَةِ
۝٥
Latin:
Wa mā umirū illā liya'budullāha
mukhliṣīna lahud-dīna ḥunafā'a wa
yuqīmuṣ-ṣalāta wa yu'tuz-zakāh, wa
żālika dīnul-qayyimah.
Artinya:
Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas
menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, tetap lurus,
melaksanakan salat, dan menunaikan zakat. Itulah agama yang
lurus.
6.
إِنَّ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
مِنْ
أَهْلِ
ٱلْكِتَٰبِ
وَٱلْمُشْرِكِينَ
فِى نَارِ
جَهَنَّمَ
خَٰلِدِينَ
فِيهَآ ۚ
أُو۟لَٰٓئِكَ
هُمْ شَرُّ
ٱلْبَرِيَّةِ
۝٦
Latin:
Innal-lażīna kafarū min ahlil-kitābi
wal-musyrikīna fī nāri jahannama
khālidīna fīhā, ulā'ika hum
syarrul-bariyyah.
Artinya:
Sesungguhnya orang-orang kafir dari golongan Ahli Kitab dan
orang-orang musyrik berada di neraka Jahanam; mereka kekal di
dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.
7.
إِنَّ
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
وَعَمِلُوا۟
ٱلصَّٰلِحَٰتِ
أُو۟لَٰٓئِكَ
هُمْ
خَيْرُ
ٱلْبَرِيَّةِ
۝٧
Latin:
Innal-lażīna āmanū wa
'amiluṣ-ṣāliḥāti ulā'ika hum
khairul-bariyyah.
Artinya:
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal
saleh, mereka itulah sebaik-baik makhluk.
8.
جَزَآؤُهُمْ
عِندَ
رَبِّهِمْ
جَنَّٰتُ
عَدْنٍ
تَجْرِى
مِن
تَحْتِهَا
ٱلْأَنْهَٰرُ
خَٰلِدِينَ
فِيهَآ
أَبَدًا ۖ
رَّضِىَ
ٱللَّهُ
عَنْهُمْ
وَرَضُوا۟
عَنْهُ ۚ
ذَٰلِكَ
لِمَنْ
خَشِىَ
رَبَّهُۥ
۝٨
Latin:
Jazā'uhum 'inda rabbihim jannātu 'adnin tajrī min
taḥtihal-anhāru khālidīna fīhā
abadan, raḍiyallāhu 'anhum wa raḍū 'anhu,
żālika liman khasyiya rabbah.
Artinya:
Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga-surga 'Adn yang
mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya
selama-lamanya. Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida
kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang
takut kepada Tuhannya.
---------------------------------------------------------
Sekilas Ayat 1–8
• Pokok Bahasan:
Allah menjelaskan bahwa Rasulullah ﷺ beserta Al-Qur'an
merupakan al-bayyinah (bukti yang nyata) bagi seluruh manusia.
Meskipun bukti yang jelas telah datang, sebagian Ahli Kitab
tetap berselisih dan menolak kebenaran. Padahal inti seluruh
risalah para nabi hanyalah satu, yaitu mentauhidkan Allah dengan
penuh keikhlasan, menegakkan salat, dan menunaikan zakat. Pada
akhir surah, Allah membedakan secara tegas antara nasib
orang-orang kafir yang menjadi seburuk-buruk makhluk dan
orang-orang beriman yang menjadi sebaik-baik makhluk dengan
balasan surga serta keridaan Allah.
• Pelajaran:
Agama yang benar dibangun di atas tauhid, keikhlasan, dan
ketaatan kepada Allah, bukan sekadar pengakuan atau identitas.
Keimanan yang benar harus dibuktikan dengan amal saleh. Tujuan
tertinggi seorang mukmin bukan hanya memperoleh surga, tetapi
juga meraih keridaan Allah, sementara ia sendiri merasa rida
terhadap seluruh ketetapan-Nya.
• Kata Kunci:
Al-Bayyinah • Tauhid • Ikhlas • Rasulullah ﷺ • Al-Qur'an
• Salat • Zakat • Keridaan Allah
*****************************************************
Page 6 of 8
DIR Previous Page
DIR Next Page