URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       C↑iscm
  HTML https://iscm.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: CDX-001┐ Al-Qur'an (Juz 30/Juz 'Amma) » &#128...
       *****************************************************
       #Post#: 1281--------------------------------------------------
       Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
   DIR By: Host
       Date: July 9, 2026, 11:47 am
       ---------------------------------------------------------
       QS. Al-A‘lā
       "Yang Mahatinggi"
       Ayat 9–19
       9.
       فَذَكِّرْ
       إِن
       نَّفَعَتِ
       ٱلذِّكْرَىٰ
       ۝٩
       Latin:
       Fa żakkir in nafa'atiż-żikrā.
       Artinya:
       Maka berilah peringatan, jika peringatan itu bermanfaat,
       10.
       سَيَذَّكَّرُ
       مَن
       يَخْشَىٰ
       ۝١٠
       Latin:
       Sa yażżakkaru may yakhsyā.
       Artinya:
       orang yang takut (kepada Allah) akan mengambil pelajaran,
       11.
       وَيَتَجَنَّبُهَا
       ٱلْأَشْقَى
       ۝١١
       Latin:
       Wa yatajannabuhal-asyqā.
       Artinya:
       dan orang yang paling celaka akan menjauhinya,
       12.
       ٱلَّذِى
       يَصْلَى
       ٱلنَّارَ
       ٱلْكُبْرَىٰ
       ۝١٢
       Latin:
       Allażī yaṣlan-nāral-kubrā.
       Artinya:
       (yaitu) orang yang akan memasuki api yang paling besar (neraka),
       13.
       ثُمَّ لَا
       يَمُوتُ
       فِيهَا
       وَلَا
       يَحْيَىٰ
       ۝١٣
       Latin:
       Ṡumma lā yamūtu fīhā wa lā
       yaḥyā.
       Artinya:
       kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup.
       14.
       قَدْ
       أَفْلَحَ
       مَن
       تَزَكَّىٰ
       ۝١٤
       Latin:
       Qad aflaḥa man tazakkā.
       Artinya:
       Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri (dengan beriman),
       15.
       وَذَكَرَ
       ٱسْمَ
       رَبِّهِۦ
       فَصَلَّىٰ
       ۝١٥
       Latin:
       Wa żakara sma rabbihī faṣallā.
       Artinya:
       dan mengingat nama Tuhannya, lalu dia mengerjakan salat.
       16.
       بَلْ
       تُؤْثِرُونَ
       ٱلْحَيَوٰةَ
       ٱلدُّنْيَا
       ۝١٦
       Latin:
       Bal tu'ṡirūnal-ḥayātad-dunyā.
       Artinya:
       Sedangkan kamu (orang-orang kafir) lebih mengutamakan kehidupan
       dunia,
       17.
       وَٱلْءَاخِرَةُ
       خَيْرٌ
       وَأَبْقَىٰ
       ۝١٧
       Latin:
       Wal-ākhiratu khairuw wa abqā.
       Artinya:
       padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.
       18.
       إِنَّ
       هَٰذَا
       لَفِى
       ٱلصُّحُفِ
       ٱلْأُولَىٰ
       ۝١٨
       Latin:
       Inna hāżā
       lafīṣ-ṣuḥufil-ūlā.
       Artinya:
       Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang
       dahulu,
       19.
       صُحُفِ
       إِبْرَٰهِيمَ
       وَمُوسَىٰ
       ۝١٩
       Latin:
       Ṣuḥufi Ibrāhīma wa Mūsā.
       Artinya:
       (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa.
       ---------------------------------------------------------
       Sekilas Ayat 9–19
       • Pokok Bahasan:
       Allah memerintahkan Rasulullah ﷺ untuk terus memberikan
       peringatan, karena orang yang memiliki rasa takut kepada Allah
       akan mengambil manfaat darinya, sedangkan orang yang celaka akan
       berpaling dan menerima azab neraka. Surah ini kemudian
       menjelaskan ciri-ciri orang yang beruntung, yaitu menyucikan
       jiwa dengan tauhid, mengingat Allah, dan mendirikan salat.
       Sebaliknya, kebanyakan manusia lebih memilih kenikmatan dunia,
       padahal akhirat jauh lebih baik dan kekal. Penutup surah
       menegaskan bahwa ajaran ini bukanlah hal baru, melainkan telah
       terdapat dalam ṣuḥuf Nabi Ibrahim dan Nabi Musa.
       • Pelajaran:
       Keberhasilan sejati bukanlah banyaknya kenikmatan dunia, tetapi
       kebersihan akidah, ketekunan berzikir, dan menjaga salat. Dakwah
       tetap harus disampaikan dengan hikmah meskipun tidak semua orang
       menerimanya, karena hidayah hanya diberikan kepada orang yang
       memiliki hati yang takut kepada Allah.
       • Kata Kunci:
       Peringatan • Tazkiyatun Nafs • Salat • Akhirat •
       Ṣuḥuf Ibrahim • Nabi Musa
       #Post#: 1282--------------------------------------------------
       Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
   DIR By: Host
       Date: July 9, 2026, 11:49 am
       ---------------------------------------------------------
       QS. Al-Ghāsyiyah
       "Hari Pembalasan (yang Meliputi)"
       Nomor Surah : 88
       Nama Arab : الغاشية
       Nama Lain : Al-Ghāsyiyah (diambil dari ayat pertama)
       Jumlah Ayat : 26 ayat
       Golongan : Makkiyah
       Urutan Turun : Ke-68
       Tema Utama :
       Gambaran keadaan manusia pada Hari Kiamat, perbedaan nasib
       penghuni neraka dan penghuni surga, ajakan merenungkan
       tanda-tanda kekuasaan Allah dalam penciptaan, tugas Rasulullah
       ﷺ sebagai pemberi peringatan, serta kepastian bahwa
       seluruh manusia akan kembali kepada Allah untuk dihisab.
       Ayat 1–7
       1.
       هَلْ
       أَتَىٰكَ
       حَدِيثُ
       ٱلْغَٰشِيَةِ
       ۝١
       Latin:
       Hal atāka ḥadīṡul-ghāsyiyah.
       Artinya:
       Sudahkah sampai kepadamu berita tentang (hari Kiamat) yang
       meliputi?
       2.
       وُجُوهٌ
       يَوْمَئِذٍ
       خَٰشِعَةٌ
       ۝٢
       Latin:
       Wujūhuy yauma'iżin khāsyi'ah.
       Artinya:
       Pada hari itu banyak wajah yang tertunduk hina,
       3.
       عَامِلَةٌ
       نَّاصِبَةٌ
       ۝٣
       Latin:
       'Āmilatun nāṣibah.
       Artinya:
       (karena) bekerja keras lagi kepayahan,
       4.
       تَصْلَىٰ
       نَارًا
       حَامِيَةً
       ۝٤
       Latin:
       Taṣlā nāran ḥāmiyah.
       Artinya:
       mereka memasuki api yang sangat panas,
       5.
       تُسْقَىٰ
       مِنْ
       عَيْنٍ
       ءَانِيَةٍ
       ۝٥
       Latin:
       Tusqā min 'ainin āniyah.
       Artinya:
       diberi minum dari sumber mata air yang sangat panas,
       6.
       لَّيْسَ
       لَهُمْ
       طَعَامٌ
       إِلَّا مِن
       ضَرِيعٍ ۝٦
       Latin:
       Laisa lahum ṭa'āmun illā min ḍarī'.
       Artinya:
       tidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon yang berduri,
       7.
       لَّا
       يُسْمِنُ
       وَلَا
       يُغْنِى
       مِن جُوعٍ
       ۝٧
       Latin:
       Lā yusminu wa lā yugnī min jū'.
       Artinya:
       yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.
       ---------------------------------------------------------
       Sekilas Ayat 1–7
       • Pokok Bahasan:
       Allah membuka surah ini dengan pertanyaan yang menggugah
       perhatian tentang Hari Kiamat yang meliputi seluruh manusia.
       Kemudian dijelaskan keadaan para penghuni neraka: wajah mereka
       hina, kelelahan akibat amal yang sia-sia, disiksa dengan api
       yang sangat panas, diberi minuman yang mendidih, serta makanan
       yang tidak memberi manfaat sedikit pun. Gambaran ini menunjukkan
       beratnya azab bagi orang-orang yang mendustakan kebenaran.
       • Pelajaran:
       Amal yang tidak dibangun di atas iman dan keikhlasan tidak akan
       membawa keselamatan di akhirat. Seorang mukmin hendaknya selalu
       menjaga tauhid, mengikuti petunjuk Rasulullah ﷺ, dan
       beramal dengan ikhlas agar terhindar dari azab yang pedih.
       • Kata Kunci:
       Hari Kiamat • Neraka • Azab • Ikhlas • Tauhid • Hari Pembalasan
       #Post#: 1283--------------------------------------------------
       Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
   DIR By: Host
       Date: July 9, 2026, 11:51 am
       ---------------------------------------------------------
       QS. Al-Ghāsyiyah
       "Hari Pembalasan (yang Meliputi)"
       Ayat 8–16
       8.
       وُجُوهٌ
       يَوْمَئِذٍ
       نَّاعِمَةٌ
       ۝٨
       Latin:
       Wujūhuy yauma'iżin nā'imah.
       Artinya:
       Pada hari itu banyak wajah yang berseri-seri,
       9.
       لِّسَعْيِهَا
       رَاضِيَةٌ
       ۝٩
       Latin:
       Lisa'yihā rāḍiyah.
       Artinya:
       merasa puas karena usahanya,
       10.
       فِى
       جَنَّةٍ
       عَالِيَةٍ
       ۝١٠
       Latin:
       Fī jannatin 'āliyah.
       Artinya:
       berada dalam surga yang tinggi,
       11.
       لَّا
       تَسْمَعُ
       فِيهَا
       لَٰغِيَةً
       ۝١١
       Latin:
       Lā tasma'u fīhā lāgiyah.
       Artinya:
       di sana engkau tidak mendengar perkataan yang sia-sia,
       12.
       فِيهَا
       عَيْنٌ
       جَارِيَةٌ
       ۝١٢
       Latin:
       Fīhā 'ainun jāriyah.
       Artinya:
       di dalamnya ada mata air yang mengalir,
       13.
       فِيهَا
       سُرُرٌ
       مَّرْفُوعَةٌ
       ۝١٣
       Latin:
       Fīhā sururum marfū'ah.
       Artinya:
       di sana terdapat dipan-dipan yang ditinggikan,
       14.
       وَأَكْوَابٌ
       مَّوْضُوعَةٌ
       ۝١٤
       Latin:
       Wa akwābum mauḍū'ah.
       Artinya:
       dan gelas-gelas yang tersedia,
       15.
       وَنَمَارِقُ
       مَصْفُوفَةٌ
       ۝١٥
       Latin:
       Wa namāriqu maṣfūfah.
       Artinya:
       serta bantal-bantal yang tersusun rapi,
       16.
       وَزَرَابِىُّ
       مَبْثُوثَةٌ
       ۝١٦
       Latin:
       Wa zarābiyyu mabṡūṡah.
       Artinya:
       dan permadani-permadani yang terhampar.
       ---------------------------------------------------------
       Sekilas Ayat 8–16
       • Pokok Bahasan:
       Setelah menggambarkan penderitaan penghuni neraka, Allah
       menjelaskan keadaan penghuni surga. Wajah mereka berseri-seri
       karena memperoleh balasan atas amal saleh yang telah mereka
       kerjakan. Mereka menikmati surga yang tinggi, bebas dari
       perkataan sia-sia, dengan mata air yang mengalir, dipan-dipan
       yang indah, gelas-gelas yang tersedia, bantal-bantal yang
       tersusun rapi, dan permadani-permadani yang terhampar. Seluruh
       kenikmatan itu menjadi balasan bagi keimanan dan ketaatan
       mereka.
       • Pelajaran:
       Kebahagiaan hakiki adalah keridaan Allah dan kenikmatan surga
       yang kekal. Amal saleh yang dilakukan dengan iman dan ikhlas
       tidak akan pernah sia-sia, karena Allah telah menyediakan
       balasan yang jauh lebih baik daripada seluruh kenikmatan dunia.
       • Kata Kunci:
       Surga • Kenikmatan • Amal Saleh • Keridaan Allah • Balasan Orang
       Beriman
       #Post#: 1284--------------------------------------------------
       Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
   DIR By: Host
       Date: July 9, 2026, 11:53 am
       ---------------------------------------------------------
       QS. Al-Ghāsyiyah
       "Hari Pembalasan (yang Meliputi)"
       Ayat 17–26
       17.
       أَفَلَا
       يَنظُرُونَ
       إِلَى
       ٱلْإِبِلِ
       كَيْفَ
       خُلِقَتْ
       ۝١٧
       Latin:
       Afalā yanẓurūna ilal-ibili kaifa khuliqat.
       Artinya:
       Maka tidakkah mereka memperhatikan unta bagaimana diciptakan?
       18.
       وَإِلَى
       ٱلسَّمَآءِ
       كَيْفَ
       رُفِعَتْ
       ۝١٨
       Latin:
       Wa ilas-samā'i kaifa rufi'at.
       Artinya:
       Dan langit, bagaimana ditinggikan?
       19.
       وَإِلَى
       ٱلْجِبَالِ
       كَيْفَ
       نُصِبَتْ
       ۝١٩
       Latin:
       Wa ilal-jibāli kaifa nuṣibat.
       Artinya:
       Dan gunung-gunung, bagaimana ditegakkan?
       20.
       وَإِلَى
       ٱلْأَرْضِ
       كَيْفَ
       سُطِحَتْ
       ۝٢٠
       Latin:
       Wa ilal-arḍi kaifa suṭiḥat.
       Artinya:
       Dan bumi, bagaimana dihamparkan?
       21.
       فَذَكِّرْ
       إِنَّمَآ
       أَنتَ
       مُذَكِّرٌ
       ۝٢١
       Latin:
       Fa żakkir innamā anta mużakkir.
       Artinya:
       Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya engkau hanyalah
       seorang pemberi peringatan.
       22.
       لَّسْتَ
       عَلَيْهِم
       بِمُصَيْطِرٍ
       ۝٢٢
       Latin:
       Lasta 'alaihim bimuṣaiṭir.
       Artinya:
       Engkau bukanlah orang yang berkuasa atas mereka.
       23.
       إِلَّا مَن
       تَوَلَّىٰ
       وَكَفَرَ
       ۝٢٣
       Latin:
       Illā man tawallā wa kafar.
       Artinya:
       Tetapi orang yang berpaling dan kafir,
       24.
       فَيُعَذِّبُهُ
       ٱللَّهُ
       ٱلْعَذَابَ
       ٱلْأَكْبَرَ
       ۝٢٤
       Latin:
       Fa yu'ażżibuhullāhul-'ażābal-akbar.
       Artinya:
       maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang paling besar.
       25.
       إِنَّ
       إِلَيْنَآ
       إِيَابَهُمْ
       ۝٢٥
       Latin:
       Inna ilainā iyābahum.
       Artinya:
       Sesungguhnya kepada Kamilah mereka kembali,
       26.
       ثُمَّ
       إِنَّ
       عَلَيْنَا
       حِسَابَهُم
       ۝٢٦
       Latin:
       Ṡumma inna 'alainā ḥisābahum.
       Artinya:
       kemudian sesungguhnya Kamilah yang akan menghisab mereka.
       ---------------------------------------------------------
       Sekilas Ayat 17–26
       • Pokok Bahasan:
       Allah mengajak manusia merenungkan tanda-tanda kebesaran-Nya
       melalui penciptaan unta, langit, gunung, dan bumi. Seluruh
       ciptaan tersebut menunjukkan kesempurnaan hikmah, kekuasaan, dan
       rububiyyah Allah. Setelah itu Allah menegaskan bahwa tugas
       Rasulullah ﷺ hanyalah menyampaikan peringatan, bukan
       memaksa manusia untuk beriman. Barang siapa berpaling dan tetap
       kafir akan menerima azab yang besar, sedangkan seluruh manusia
       pasti akan kembali kepada Allah untuk dihisab atas seluruh amal
       perbuatannya.
       • Pelajaran:
       Tadabbur terhadap ciptaan Allah akan menguatkan keimanan dan
       menumbuhkan rasa syukur. Seorang dai berkewajiban menyampaikan
       kebenaran dengan hikmah, sementara hidayah berada di tangan
       Allah. Kesadaran bahwa setiap manusia pasti kembali kepada Allah
       dan mempertanggungjawabkan amalnya mendorong seorang mukmin
       untuk memperbaiki akidah, ibadah, dan akhlaknya setiap hari.
       • Kata Kunci:
       Tadabbur Alam • Rububiyyah Allah • Dakwah • Hisab • Hari Akhir •
       Tanggung Jawab Amal
       #Post#: 1285--------------------------------------------------
       Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
   DIR By: Host
       Date: July 9, 2026, 11:59 am
       ---------------------------------------------------------
       QS. Al-Fajr
       "Fajar"
       Nomor Surah : 89
       Nama Arab : الفجر
       Nama Lain : Al-Fajr (diambil dari ayat pertama)
       Jumlah Ayat : 30 ayat
       Golongan : Makkiyah
       Urutan Turun : Ke-10
       Tema Utama :
       Sumpah Allah dengan waktu fajar dan tanda-tanda kebesaran-Nya,
       pelajaran dari kehancuran umat-umat yang durhaka, ujian manusia
       melalui kelapangan dan kesempitan rezeki, dahsyatnya Hari
       Kiamat, serta balasan bagi jiwa yang tenang dengan masuk ke
       dalam surga Allah.
       Ayat 1–10
       1.
       وَٱلْفَجْرِ
       ۝١
       Latin:
       Wal-fajr.
       Artinya:
       Demi fajar,
       2.
       وَلَيَالٍ
       عَشْرٍ ۝٢
       Latin:
       Wa layālin 'asyr.
       Artinya:
       dan malam yang sepuluh,
       3.
       وَٱلشَّفْعِ
       وَٱلْوَتْرِ
       ۝٣
       Latin:
       Wasy-syaf'i wal-watr.
       Artinya:
       dan yang genap dan yang ganjil,
       4.
       وَٱلَّيْلِ
       إِذَا
       يَسْرِ ۝٤
       Latin:
       Wal-laili iżā yasr.
       Artinya:
       dan malam apabila berlalu.
       5.
       هَلْ فِى
       ذَٰلِكَ
       قَسَمٌ
       لِّذِى
       حِجْرٍ ۝٥
       Latin:
       Hal fī żālika qasamul liżī ḥijr.
       Artinya:
       Pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima)
       oleh orang yang berakal.
       6.
       أَلَمْ
       تَرَ
       كَيْفَ
       فَعَلَ
       رَبُّكَ
       بِعَادٍ ۝٦
       Latin:
       Alam tara kaifa fa'ala rabbuka bi'Ād.
       Artinya:
       Tidakkah engkau memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap
       kaum 'Ād,
       7.
       إِرَمَ
       ذَاتِ
       ٱلْعِمَادِ
       ۝٧
       Latin:
       Irama żātil-'imād.
       Artinya:
       (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang
       tinggi,
       8.
       ٱلَّتِى
       لَمْ
       يُخْلَقْ
       مِثْلُهَا
       فِى
       ٱلْبِلَٰدِ
       ۝٨
       Latin:
       Allatī lam yukhlaq miṡluhā fil-bilād.
       Artinya:
       yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu di
       negeri-negeri lain,
       9.
       وَثَمُودَ
       ٱلَّذِينَ
       جَابُوا۟
       ٱلصَّخْرَ
       بِٱلْوَادِ
       ۝٩
       Latin:
       Wa Ṡamūdal-lażīna
       jābuṣ-ṣakhra bil-wād.
       Artinya:
       dan kaum Ṡamūd yang memotong batu-batu besar di
       lembah,
       10.
       وَفِرْعَوْنَ
       ذِى
       ٱلْأَوْتَادِ
       ۝١٠
       Latin:
       Wa Fir'auna żil-autād.
       Artinya:
       dan Fir'aun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang kuat).
       ---------------------------------------------------------
       Sekilas Ayat 1–10
       • Pokok Bahasan:
       Allah membuka surah ini dengan beberapa sumpah yang agung: waktu
       fajar, sepuluh malam yang penuh kemuliaan, yang genap dan yang
       ganjil, serta malam ketika berlalu. Setelah itu Allah
       mengingatkan manusia kepada kehancuran kaum 'Ād,
       Ṡamūd, dan Fir'aun, yaitu bangsa-bangsa yang memiliki
       kekuatan, kemajuan, dan peradaban yang luar biasa, tetapi
       dibinasakan karena kesombongan dan kedurhakaan mereka terhadap
       para rasul.
       • Pelajaran:
       Kemuliaan dan kekuatan suatu bangsa tidak menjamin keselamatan
       apabila mereka berpaling dari petunjuk Allah. Sejarah umat-umat
       terdahulu menjadi pelajaran agar manusia tidak mengulangi
       kesalahan yang sama. Orang yang berakal akan mengambil ibrah
       dari ayat-ayat Allah, baik yang tertulis dalam wahyu maupun yang
       tampak dalam perjalanan sejarah.
       • Kata Kunci:
       Al-Fajr • Kaum 'Ād • Ṡamūd • Fir'aun • Ibrah
       Sejarah • Hari Akhir
       #Post#: 1286--------------------------------------------------
       Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
   DIR By: Host
       Date: July 9, 2026, 12:03 pm
       ---------------------------------------------------------
       QS. Al-Fajr
       "Fajar"
       Ayat 11–20
       11.
       ٱلَّذِينَ
       طَغَوْا۟
       فِى
       ٱلْبِلَٰدِ
       ۝١١
       Latin:
       Allażīna ṭagau fil-bilād.
       Artinya:
       (yaitu) orang-orang yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri,
       12.
       فَأَكْثَرُوا۟
       فِيهَا
       ٱلْفَسَادَ
       ۝١٢
       Latin:
       Fa akṡarū fīhal-fasād.
       Artinya:
       lalu mereka banyak berbuat kerusakan di dalamnya,
       13.
       فَصَبَّ
       عَلَيْهِمْ
       رَبُّكَ
       سَوْطَ
       عَذَابٍ
       ۝١٣
       Latin:
       Fa ṣabba 'alaihim rabbuka sauṭa 'ażāb.
       Artinya:
       karena itu Tuhanmu menimpakan kepada mereka cemeti azab,
       14.
       إِنَّ
       رَبَّكَ
       لَبِٱلْمِرْصَادِ
       ۝١٤
       Latin:
       Inna rabbaka labil-mirṣād.
       Artinya:
       Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.
       15.
       فَأَمَّا
       ٱلْإِنسَٰنُ
       إِذَا مَا
       ٱبْتَلَىٰهُ
       رَبُّهُۥ
       فَأَكْرَمَهُۥ
       وَنَعَّمَهُۥ
       فَيَقُولُ
       رَبِّىٓ
       أَكْرَمَنِ
       ۝١٥
       Latin:
       Fa ammal-insānu iżā mabtalāhu rabbuhū
       fa akramahū wa na''amahū fa yaqūlu rabbī
       akraman.
       Artinya:
       Adapun manusia, apabila Tuhannya mengujinya lalu memuliakannya
       dan memberinya kesenangan, maka dia berkata, "Tuhanku telah
       memuliakanku."
       16.
       وَأَمَّآ
       إِذَا مَا
       ٱبْتَلَىٰهُ
       فَقَدَرَ
       عَلَيْهِ
       رِزْقَهُۥ
       فَيَقُولُ
       رَبِّىٓ
       أَهَٰنَنِ
       ۝١٦
       Latin:
       Wa ammā iżā mabtalāhu faqadara 'alaihi
       rizqahū fa yaqūlu rabbī ahānan.
       Artinya:
       Adapun apabila Dia mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia
       berkata, "Tuhanku telah menghinakanku."
       17.
       كَلَّا ۖ
       بَل لَّا
       تُكْرِمُونَ
       ٱلْيَتِيمَ
       ۝١٧
       Latin:
       Kallā bal lā tukrimūnal-yatīm.
       Artinya:
       Sekali-kali tidak! Bahkan kamu tidak memuliakan anak yatim,
       18.
       وَلَا
       تَحَٰٓضُّونَ
       عَلَىٰ
       طَعَامِ
       ٱلْمِسْكِينِ
       ۝١٨
       Latin:
       Wa lā taḥāḍḍūna 'alā
       ṭa'āmil-miskīn.
       Artinya:
       dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,
       19.
       وَتَأْكُلُونَ
       ٱلتُّرَاثَ
       أَكْلًا
       لَّمًّا
       ۝١٩
       Latin:
       Wa ta'kulūnat-turāṡa aklal lammā.
       Artinya:
       sedangkan kamu memakan harta warisan dengan cara
       mencampuradukkannya (yang halal dan yang haram),
       20.
       وَتُحِبُّونَ
       ٱلْمَالَ
       حُبًّا
       جَمًّا ۝٢٠
       Latin:
       Wa tuḥibbūnal-māla ḥubban jammā.
       Artinya:
       dan kamu mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan.
       ---------------------------------------------------------
       Sekilas Ayat 11–20
       • Pokok Bahasan:
       Allah menjelaskan sebab kehancuran kaum 'Ād,
       Ṡamūd, dan Fir'aun, yaitu karena mereka melampaui
       batas dan menyebarkan kerusakan di muka bumi. Setelah itu Allah
       mengoreksi anggapan keliru manusia yang mengira bahwa kelapangan
       rezeki merupakan tanda kemuliaan, sedangkan kesempitan rezeki
       adalah tanda kehinaan. Padahal keduanya adalah ujian dari Allah.
       Bukti kegagalan manusia menghadapi ujian tampak dari sikap
       mereka yang mengabaikan hak anak yatim, tidak peduli kepada
       fakir miskin, memakan harta secara batil, dan mencintai harta
       secara berlebihan.
       • Pelajaran:
       Kemuliaan seseorang di sisi Allah tidak diukur dari banyak atau
       sedikitnya harta, melainkan dari keimanan dan ketakwaannya.
       Seorang mukmin hendaknya memandang nikmat maupun kesempitan
       sebagai ujian, lalu membuktikan syukurnya dengan menunaikan
       hak-hak sesama, menjaga amanah harta, dan tidak menjadikan dunia
       sebagai tujuan utama hidupnya.
       • Kata Kunci:
       Ujian Allah • Rezeki • Anak Yatim • Fakir Miskin • Amanah Harta
       • Ketakwaan
       #Post#: 1287--------------------------------------------------
       Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
   DIR By: Host
       Date: July 9, 2026, 12:06 pm
       ---------------------------------------------------------
       QS. Al-Fajr
       "Fajar"
       Ayat 21–30
       21.
       كَلَّآ
       إِذَا
       دُكَّتِ
       ٱلْأَرْضُ
       دَكًّا
       دَكًّا ۝٢١
       Latin:
       Kallā iżā dukkatil-arḍu dakkan dakkā.
       Artinya:
       Sekali-kali tidak! Apabila bumi diguncangkan berturut-turut,
       22.
       وَجَآءَ
       رَبُّكَ
       وَٱلْمَلَكُ
       صَفًّا
       صَفًّا ۝٢٢
       Latin:
       Wa jā'a rabbuka wal-malaku ṣaffan ṣaffā.
       Artinya:
       dan datang Tuhanmu, sedangkan para malaikat berbaris-baris,
       23.
       وَجِا۟ىٓءَ
       يَوْمَئِذٍۭ
       بِجَهَنَّمَ
       ۚ
       يَوْمَئِذٍۢ
       يَتَذَكَّرُ
       ٱلْإِنسَٰنُ
       وَأَنَّىٰ
       لَهُ
       ٱلذِّكْرَىٰ
       ۝٢٣
       Latin:
       Wa jī'a yauma'iżim bijahannam, yauma'iżiy
       yatażakkarul-insānu wa annā
       lahuż-żikrā.
       Artinya:
       Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahanam. Pada hari itu
       manusia baru ingat, tetapi tidak berguna lagi baginya peringatan
       itu.
       24.
       يَقُولُ
       يَٰلَيْتَنِى
       قَدَّمْتُ
       لِحَيَاتِى
       ۝٢٤
       Latin:
       Yaqūlu yā laitani qaddamtu liḥayātī.
       Artinya:
       Dia berkata, "Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku mengerjakan
       (amal saleh) untuk hidupku ini."
       25.
       فَيَوْمَئِذٍۢ
       لَّا
       يُعَذِّبُ
       عَذَابَهُۥٓ
       أَحَدٌ ۝٢٥
       Latin:
       Fa yauma'iżil lā yu'ażżibu
       'ażābahū aḥad.
       Artinya:
       Maka pada hari itu tidak ada seorang pun yang mengazab seperti
       azab-Nya,
       26.
       وَلَا
       يُوثِقُ
       وَثَاقَهُۥٓ
       أَحَدٌ ۝٢٦
       Latin:
       Wa lā yūṡiqu waṡāqahū
       aḥad.
       Artinya:
       dan tidak ada seorang pun yang mengikat seperti ikatan-Nya.
       27.
       يَٰٓأَيَّتُهَا
       ٱلنَّفْسُ
       ٱلْمُطْمَئِنَّةُ
       ۝٢٧
       Latin:
       Yā ayyatuhan-nafsul-muṭma'innah.
       Artinya:
       Wahai jiwa yang tenang,
       28.
       ٱرْجِعِىٓ
       إِلَىٰ
       رَبِّكِ
       رَاضِيَةً
       مَّرْضِيَّةً
       ۝٢٨
       Latin:
       Irji'ī ilā rabbiki rāḍiyatam
       marḍiyyah.
       Artinya:
       kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya.
       29.
       فَٱدْخُلِى
       فِى
       عِبَٰدِى
       ۝٢٩
       Latin:
       Fadkhulī fī 'ibādī.
       Artinya:
       Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku,
       30.
       وَٱدْخُلِى
       جَنَّتِى
       ۝٣٠
       Latin:
       Wadkhulī jannatī.
       Artinya:
       dan masuklah ke dalam surga-Ku.
       ---------------------------------------------------------
       Sekilas Ayat 21–30
       • Pokok Bahasan:
       Allah menggambarkan kedahsyatan Hari Kiamat ketika bumi
       dihancurkan, para malaikat berdiri dalam barisan, dan Jahannam
       didatangkan. Pada saat itu manusia menyadari kesalahannya,
       tetapi penyesalan tidak lagi bermanfaat. Tidak ada azab dan
       belenggu yang sebanding dengan azab Allah bagi orang-orang yang
       durhaka. Sebaliknya, surah ini ditutup dengan kabar gembira bagi
       an-nafs al-muṭma'innah (jiwa yang tenang), yaitu jiwa yang
       beriman, tunduk kepada Allah, dan istiqamah di atas ketaatan.
       Mereka dipanggil dengan penuh kemuliaan untuk kembali kepada
       Rabb mereka dalam keadaan rida dan diridai, lalu dipersilakan
       masuk ke dalam golongan hamba-hamba Allah dan ke surga-Nya.
       • Pelajaran:
       Penyesalan di akhirat tidak akan mengubah keadaan; kesempatan
       beramal hanya ada selama hidup di dunia. Seorang mukmin
       hendaknya berusaha menjadi jiwa yang tenang melalui tauhid yang
       benar, ibadah yang ikhlas, kesabaran, dan ketakwaan. Penutup
       surah ini memberikan harapan besar bahwa balasan tertinggi bagi
       orang-orang yang beriman adalah keridaan Allah dan kenikmatan
       surga yang kekal.
       • Kata Kunci:
       Hari Kiamat • Jahannam • Penyesalan • An-Nafs
       al-Muṭma'innah • Rida Allah • Surga
       #Post#: 1288--------------------------------------------------
       Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
   DIR By: Host
       Date: July 9, 2026, 12:09 pm
       ---------------------------------------------------------
       QS. Al-Balad
       "Negeri (Makkah)"
       Nomor Surah : 90
       Nama Arab : البلد
       Nama Lain : Al-Balad (diambil dari ayat pertama)
       Jumlah Ayat : 20 ayat
       Golongan : Makkiyah
       Urutan Turun : Ke-35
       Tema Utama :
       Allah bersumpah dengan kota Makkah sebagai negeri yang mulia,
       menjelaskan bahwa kehidupan manusia penuh dengan ujian dan
       perjuangan, mengingatkan berbagai nikmat yang telah diberikan
       kepada manusia, mengajak menempuh "jalan yang mendaki" melalui
       amal saleh dan kepedulian sosial, serta menjelaskan balasan bagi
       golongan kanan dan golongan kiri pada Hari Akhir.
       Ayat 1–10
       1.
       لَآ
       أُقْسِمُ
       بِهَٰذَا
       ٱلْبَلَدِ
       ۝١
       Latin:
       Lā uqsimu bihāżal-balad.
       Artinya:
       Aku benar-benar bersumpah dengan negeri ini (Makkah),
       2.
       وَأَنتَ
       حِلٌّۢ
       بِهَٰذَا
       ٱلْبَلَدِ
       ۝٢
       Latin:
       Wa anta ḥillum bihāżal-balad.
       Artinya:
       dan engkau (Muhammad) bertempat di negeri (Makkah) ini,
       3.
       وَوَالِدٍ
       وَمَا
       وَلَدَ ۝٣
       Latin:
       Wa wālidiw wa mā walad.
       Artinya:
       dan demi (pertalian) bapak dan anaknya.
       4.
       لَقَدْ
       خَلَقْنَا
       ٱلْإِنسَٰنَ
       فِى كَبَدٍ
       ۝٤
       Latin:
       Laqad khalaqnal-insāna fī kabad.
       Artinya:
       Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah
       payah.
       5.
       أَيَحْسَبُ
       أَن لَّن
       يَقْدِرَ
       عَلَيْهِ
       أَحَدٌ ۝٥
       Latin:
       Ayaḥsabu al lay yaqdera 'alaihi aḥad.
       Artinya:
       Apakah dia mengira bahwa tidak ada sesuatu pun yang berkuasa
       atasnya?
       6.
       يَقُولُ
       أَهْلَكْتُ
       مَالًا
       لُّبَدًا
       ۝٦
       Latin:
       Yaqūlu ahlaktu mālal lubadā.
       Artinya:
       Dia berkata, "Aku telah menghabiskan harta yang banyak."
       7.
       أَيَحْسَبُ
       أَن لَّمْ
       يَرَهُۥٓ
       أَحَدٌ ۝٧
       Latin:
       Ayaḥsabu al lam yarahū aḥad.
       Artinya:
       Apakah dia mengira bahwa tidak ada seorang pun yang melihatnya?
       8.
       أَلَمْ
       نَجْعَل
       لَّهُۥ
       عَيْنَيْنِ
       ۝٨
       Latin:
       Alam naj'al lahū 'ainain.
       Artinya:
       Bukankah Kami telah menjadikan baginya sepasang mata,
       9.
       وَلِسَانًا
       وَشَفَتَيْنِ
       ۝٩
       Latin:
       Wa lisānaw wa syafatain.
       Artinya:
       lidah dan dua bibir,
       10.
       وَهَدَيْنَٰهُ
       ٱلنَّجْدَيْنِ
       ۝١٠
       Latin:
       Wa hadaināhun-najdain.
       Artinya:
       dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebaikan dan
       kejahatan).
       ---------------------------------------------------------
       Sekilas Ayat 1–10
       • Pokok Bahasan:
       Allah bersumpah dengan kota Makkah, negeri yang dimuliakan-Nya
       dan tempat diutusnya Nabi Muhammad ﷺ. Manusia diingatkan
       bahwa kehidupan di dunia merupakan medan ujian yang penuh dengan
       kesulitan. Kesombongan manusia yang merasa kuat, bebas, dan
       tidak diawasi Allah dibantah dengan penegasan bahwa Allah
       mengetahui seluruh amalnya. Allah juga mengingatkan berbagai
       nikmat yang telah diberikan, seperti penglihatan, lisan, dan
       kemampuan membedakan jalan kebaikan dan keburukan sebagai bekal
       untuk memilih jalan yang benar.
       • Pelajaran:
       Kehidupan dunia memang penuh perjuangan sehingga seorang mukmin
       hendaknya bersabar dan tetap istiqamah. Seluruh nikmat yang
       Allah berikan bukan sekadar untuk dinikmati, tetapi akan
       dimintai pertanggungjawaban. Karena itu, manusia wajib
       menggunakan akal, penglihatan, dan lisannya dalam ketaatan serta
       memilih jalan yang diridai Allah.
       • Kata Kunci:
       Makkah • Ujian Kehidupan • Nikmat Allah • Tanggung Jawab • Jalan
       Kebaikan • Istiqamah
       #Post#: 1289--------------------------------------------------
       Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
   DIR By: Host
       Date: July 9, 2026, 12:11 pm
       ---------------------------------------------------------
       QS. Al-Balad
       "Negeri (Makkah)"
       Ayat 11–20
       11.
       فَلَا
       ٱقْتَحَمَ
       ٱلْعَقَبَةَ
       ۝١١
       Latin:
       Falāqtaḥamal-'aqabah.
       Artinya:
       Tetapi dia tidak menempuh jalan yang mendaki dan sukar.
       12.
       وَمَآ
       أَدْرَىٰكَ
       مَا
       ٱلْعَقَبَةُ
       ۝١٢
       Latin:
       Wa mā adrāka mal-'aqabah.
       Artinya:
       Tahukah engkau apakah jalan yang mendaki dan sukar itu?
       13.
       فَكُّ
       رَقَبَةٍ
       ۝١٣
       Latin:
       Fakku raqabah.
       Artinya:
       (Yaitu) memerdekakan seorang hamba sahaya,
       14.
       أَوْ
       إِطْعَٰمٌ
       فِى يَوْمٍ
       ذِى
       مَسْغَبَةٍ
       ۝١٤
       Latin:
       Aw iṭ'āmun fī yaumin żī masghabah.
       Artinya:
       atau memberi makan pada hari terjadi kelaparan,
       15.
       يَتِيمًا
       ذَا
       مَقْرَبَةٍ
       ۝١٥
       Latin:
       Yatīman żā maqrabah.
       Artinya:
       (kepada) anak yatim yang mempunyai hubungan kerabat,
       16.
       أَوْ
       مِسْكِينًا
       ذَا
       مَتْرَبَةٍ
       ۝١٦
       Latin:
       Aw miskīnan żā matrabah.
       Artinya:
       atau kepada orang miskin yang sangat fakir.
       17.
       ثُمَّ
       كَانَ مِنَ
       ٱلَّذِينَ
       ءَامَنُوا۟
       وَتَوَاصَوْا۟
       بِٱلصَّبْرِ
       وَتَوَاصَوْا۟
       بِٱلْمَرْحَمَةِ
       ۝١٧
       Latin:
       Ṡumma kāna minal-lażīna āmanū wa
       tawāṣau biṣ-ṣabri wa tawāṣau
       bil-marḥamah.
       Artinya:
       Kemudian dia termasuk orang-orang yang beriman, saling berpesan
       untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.
       18.
       أُو۟لَٰٓئِكَ
       أَصْحَٰبُ
       ٱلْمَيْمَنَةِ
       ۝١٨
       Latin:
       Ulā'ika aṣḥābul-maimanah.
       Artinya:
       Mereka itulah golongan kanan.
       19.
       وَٱلَّذِينَ
       كَفَرُوا۟
       بِـَٔايَٰتِنَا
       هُمْ
       أَصْحَٰبُ
       ٱلْمَشْـَٔمَةِ
       ۝١٩
       Latin:
       Wallażīna kafarū bi'āyātinā hum
       aṣḥābul-masy'amah.
       Artinya:
       Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Kami, mereka
       itulah golongan kiri.
       20.
       عَلَيْهِمْ
       نَارٌ
       مُّؤْصَدَةٌ
       ۝٢٠
       Latin:
       'Alaihim nārum mu'ṣadah.
       Artinya:
       Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat.
       ---------------------------------------------------------
       Sekilas Ayat 11–20
       • Pokok Bahasan:
       Allah menjelaskan bahwa "jalan yang mendaki" menuju keselamatan
       bukanlah perkara mudah. Jalan itu diwujudkan dengan amal-amal
       yang lahir dari keimanan, seperti membebaskan hamba sahaya,
       memberi makan kepada anak yatim dan fakir miskin, serta hidup
       dalam masyarakat yang saling menasihati dalam kesabaran dan
       kasih sayang. Surah ini ditutup dengan pembagian manusia menjadi
       dua golongan: Aṣḥābul-Maimanah (golongan kanan)
       yang memperoleh keselamatan, dan
       Aṣḥābul-Masy'amah (golongan kiri) yang
       mendustakan ayat-ayat Allah sehingga mendapatkan azab neraka
       yang tertutup rapat.
       • Pelajaran:
       Keimanan yang benar selalu melahirkan kepedulian sosial dan
       akhlak mulia. Kesalehan tidak hanya tampak dalam ibadah kepada
       Allah, tetapi juga dalam perhatian kepada orang-orang yang
       membutuhkan, kesabaran menghadapi ujian, serta kasih sayang
       kepada sesama. Inilah jalan yang mengantarkan seorang mukmin
       menjadi penghuni golongan kanan pada Hari Kiamat.
       • Kata Kunci:
       Al-'Aqabah • Amal Saleh • Anak Yatim • Fakir Miskin • Sabar •
       Kasih Sayang • Aṣḥābul-Maimanah
       #Post#: 1290--------------------------------------------------
       Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
   DIR By: Host
       Date: July 9, 2026, 12:14 pm
       ---------------------------------------------------------
       QS. Asy-Syams
       "Matahari"
       Nomor Surah : 91
       Nama Arab : الشمس
       Nama Lain : Asy-Syams (diambil dari ayat pertama)
       Jumlah Ayat : 15 ayat
       Golongan : Makkiyah
       Urutan Turun : Ke-26
       Tema Utama :
       Allah bersumpah dengan berbagai tanda kebesaran-Nya untuk
       menegaskan bahwa keberuntungan bergantung pada kesucian jiwa,
       sedangkan kerugian menimpa orang yang mengotorinya. Surah ini
       juga mengisahkan kebinasaan kaum Ṡamūd akibat
       mendustakan Nabi Ṣāliḥ 'Alaihissalam sebagai
       pelajaran bagi umat manusia.
       Ayat 1–8
       1.
       وَٱلشَّمْسِ
       وَضُحَىٰهَا
       ۝١
       Latin:
       Wasy-syamsi wa ḍuḥāhā.
       Artinya:
       Demi matahari dan sinarnya pada pagi hari,
       2.
       وَٱلْقَمَرِ
       إِذَا
       تَلَىٰهَا
       ۝٢
       Latin:
       Wal-qamari iżā talāhā.
       Artinya:
       demi bulan apabila mengiringinya,
       3.
       وَٱلنَّهَارِ
       إِذَا
       جَلَّىٰهَا
       ۝٣
       Latin:
       Wan-nahāri iżā jallāhā.
       Artinya:
       demi siang apabila menampakkannya,
       4.
       وَٱلَّيْلِ
       إِذَا
       يَغْشَىٰهَا
       ۝٤
       Latin:
       Wal-laili iżā yaghsyāhā.
       Artinya:
       demi malam apabila menutupinya,
       5.
       وَٱلسَّمَآءِ
       وَمَا
       بَنَىٰهَا
       ۝٥
       Latin:
       Was-samā'i wa mā banāhā.
       Artinya:
       demi langit serta (Allah) yang membinanya,
       6.
       وَٱلْأَرْضِ
       وَمَا
       طَحَىٰهَا
       ۝٦
       Latin:
       Wal-arḍi wa mā ṭaḥāhā.
       Artinya:
       demi bumi serta (Allah) yang menghamparkannya,
       7.
       وَنَفْسٍ
       وَمَا
       سَوَّىٰهَا
       ۝٧
       Latin:
       Wa nafsiw wa mā sawwāhā.
       Artinya:
       demi jiwa serta (Allah) yang telah menyempurnakan (ciptaan)-nya,
       8.
       فَأَلْهَمَهَا
       فُجُورَهَا
       وَتَقْوَىٰهَا
       ۝٨
       Latin:
       Fa alhamahā fujūrahā wa taqwāhā.
       Artinya:
       lalu Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan
       ketakwaannya.
       ---------------------------------------------------------
       Sekilas Ayat 1–8
       • Pokok Bahasan:
       Allah bersumpah dengan matahari, bulan, siang, malam, langit,
       bumi, dan jiwa manusia sebagai bukti kebesaran dan kesempurnaan
       ciptaan-Nya. Seluruh sumpah tersebut mengarahkan perhatian
       kepada satu hakikat penting, yaitu bahwa Allah telah menciptakan
       jiwa manusia dalam keadaan sempurna dan memberinya kemampuan
       untuk mengenali jalan kefasikan maupun jalan ketakwaan. Manusia
       kemudian diuji dengan pilihan yang akan menentukan nasibnya di
       dunia dan akhirat.
       • Pelajaran:
       Seluruh alam semesta adalah tanda kebesaran Allah yang
       menguatkan keimanan. Setiap manusia memiliki fitrah dan
       kemampuan membedakan kebenaran dari kebatilan, sehingga ia
       bertanggung jawab atas pilihan hidupnya. Keselamatan diperoleh
       dengan mengikuti jalan takwa dan menjauhi jalan maksiat.
       • Kata Kunci:
       Matahari • Fitrah • Jiwa • Takwa • Fujur • Tanda Kebesaran Allah
       *****************************************************
       Page 5 of 8
   DIR Previous Page
   DIR Next Page