URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       C↑iscm
  HTML https://iscm.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: CDX-001┐ Al-Qur'an (Juz 30/Juz 'Amma) » &#128...
       *****************************************************
       #Post#: 1250--------------------------------------------------
       Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
   DIR By: Host
       Date: July 9, 2026, 9:27 am
       ---------------------------------------------------------
       QS. An-Nāzi‘āt
       "Yang Mencabut dengan Keras"
       Nomor Surah : 79
       Nama Arab :
       النازعات
       Nama Lain : An-Nāzi‘āt (diambil dari ayat pertama)
       Jumlah Ayat : 46 ayat
       Golongan : Makkiyah
       Urutan Turun : Ke-81
       Tema Utama :
       Penegasan tentang kepastian Hari Kebangkitan melalui sumpah
       Allah atas para malaikat yang menjalankan tugas-tugas-Nya, kisah
       Nabi Musa dan Fir'aun sebagai pelajaran bagi orang-orang yang
       sombong, bukti kekuasaan Allah dalam penciptaan alam semesta,
       serta balasan bagi manusia di Hari Akhir.
       Ayat 1–5
       1.
       وَٱلنَّٰزِعَٰتِ
       غَرْقًا ۝١
       Latin:
       Wan-nāzi‘āti gharqā.
       Artinya:
       Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras,
       2.
       وَٱلنَّٰشِطَٰتِ
       نَشْطًا ۝٢
       Latin:
       Wan-nāsyiṭāti nasyṭā.
       Artinya:
       dan demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah
       lembut,
       3.
       وَٱلسَّٰبِحَٰتِ
       سَبْحًا ۝٣
       Latin:
       Was-sābiḥāti sabḥā.
       Artinya:
       dan demi (malaikat-malaikat) yang meluncur dengan cepat,
       4.
       فَٱلسَّٰبِقَٰتِ
       سَبْقًا ۝٤
       Latin:
       Fas-sābiqāti sabqā.
       Artinya:
       lalu (malaikat-malaikat) yang berlomba-lomba (menjalankan
       perintah Allah),
       5.
       فَٱلْمُدَبِّرَٰتِ
       أَمْرًا ۝٥
       Latin:
       Fal-mudabbirāti amrā.
       Artinya:
       dan (malaikat-malaikat) yang mengatur urusan (dunia menurut
       perintah Allah).
       ---------------------------------------------------------
       Sekilas Ayat 1–5
       • Pokok Bahasan:
       Allah membuka Surah An-Nāzi‘āt dengan lima sumpah yang
       menurut mayoritas mufassir merujuk kepada para malaikat yang
       menjalankan tugas-tugas-Nya. Ada yang mencabut nyawa dengan
       keras, ada yang mencabut dengan lembut, ada yang bergerak cepat,
       berlomba melaksanakan perintah Allah, dan mengatur urusan
       menurut ketetapan-Nya. Semua ini menjadi penegasan bahwa Hari
       Kebangkitan adalah suatu kepastian.
       • Pelajaran:
       Seluruh alam berada di bawah pengaturan Allah. Ketaatan para
       malaikat menjadi teladan bahwa manusia pun hendaknya tunduk
       kepada perintah Allah dan mempersiapkan bekal menuju akhirat.
       • Kata Kunci:
       Malaikat • Sumpah Allah • Ketaatan • Hari Kebangkitan • Takdir
       #Post#: 1251--------------------------------------------------
       Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
   DIR By: Host
       Date: July 9, 2026, 9:48 am
       ---------------------------------------------------------
       QS. An-Nāzi‘āt
       "Yang Mencabut dengan Keras"
       Ayat 6–14
       6.
       يَوْمَ
       تَرْجُفُ
       ٱلرَّاجِفَةُ
       ۝٦
       Latin:
       Yauma tarjufur-rājifah.
       Artinya:
       (Yaitu) pada hari ketika tiupan pertama mengguncangkan alam,
       7.
       تَتْبَعُهَا
       ٱلرَّادِفَةُ
       ۝٧
       Latin:
       Tatba'uhar-rādifah.
       Artinya:
       lalu diikuti oleh tiupan yang kedua.
       8.
       قُلُوبٌ
       يَوْمَئِذٍ
       وَاجِفَةٌ
       ۝٨
       Latin:
       Qulūbun yauma'iżin wājifah.
       Artinya:
       Hati manusia pada hari itu sangat takut,
       9.
       أَبْصَٰرُهَا
       خَٰشِعَةٌ
       ۝٩
       Latin:
       Abṣāruhā khāsyi'ah.
       Artinya:
       pandangan mereka tertunduk.
       10.
       يَقُولُونَ
       أَءِنَّا
       لَمَرْدُودُونَ
       فِى
       ٱلْحَافِرَةِ
       ۝١٠
       Latin:
       Yaqūlūna a'innā lamardūdūna
       fil-ḥāfirah.
       Artinya:
       Mereka berkata, "Apakah kami benar-benar akan dikembalikan
       kepada kehidupan semula?"
       11.
       أَءِذَا
       كُنَّا
       عِظَٰمًا
       نَّخِرَةً
       ۝١١
       Latin:
       A'iżā kunnā 'iẓāman nakhirah.
       Artinya:
       Apakah setelah kami menjadi tulang-belulang yang telah hancur?"
       12.
       قَالُوا۟
       تِلْكَ
       إِذًا
       كَرَّةٌ
       خَاسِرَةٌ
       ۝١٢
       Latin:
       Qālū tilka iżan karratun khāsirah.
       Artinya:
       Mereka berkata, "Kalau begitu, itu adalah suatu pengembalian
       yang merugikan."
       13.
       فَإِنَّمَا
       هِىَ
       زَجْرَةٌ
       وَٰحِدَةٌ
       ۝١٣
       Latin:
       Fa'innamā hiya zajratun wāḥidah.
       Artinya:
       Padahal sesungguhnya (kejadian itu) hanya dengan satu bentakan
       saja,
       14.
       فَإِذَا
       هُم
       بِٱلسَّاهِرَةِ
       ۝١٤
       Latin:
       Fa'iżā hum bis-sāhirah.
       Artinya:
       maka seketika itu mereka hidup kembali di permukaan bumi.
       ---------------------------------------------------------
       Sekilas Ayat 6–14
       • Pokok Bahasan:
       Allah menggambarkan kedahsyatan Hari Kiamat dimulai dengan
       tiupan sangkakala yang mengguncangkan seluruh alam, disusul
       tiupan kedua yang membangkitkan manusia dari kubur. Orang-orang
       yang dahulu mengingkari kebangkitan menjadi ketakutan, lalu
       mempertanyakan bagaimana mungkin mereka dihidupkan kembali
       setelah tulang-belulang mereka hancur. Allah menegaskan bahwa
       kebangkitan itu sangat mudah bagi-Nya; cukup dengan satu
       perintah, seluruh manusia pun bangkit menghadap-Nya.
       • Pelajaran:
       Kekuasaan Allah tidak dibatasi oleh keadaan makhluk. Kebangkitan
       setelah kematian bukanlah sesuatu yang sulit bagi Allah. Karena
       itu, manusia hendaknya beriman kepada Hari Akhir dan
       mempersiapkan diri dengan amal saleh sebelum datang saat ketika
       penyesalan tidak lagi berguna.
       • Kata Kunci:
       Hari Kiamat • Tiupan Sangkakala • Kebangkitan • Kekuasaan Allah
       • Hari Pembalasan
       #Post#: 1252--------------------------------------------------
       Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
   DIR By: Host
       Date: July 9, 2026, 9:58 am
       ---------------------------------------------------------
       QS. An-Nāzi‘āt
       "Yang Mencabut dengan Keras"
       Ayat 15–26
       15.
       هَلْ
       أَتَىٰكَ
       حَدِيثُ
       مُوسَىٰ
       ۝١٥
       Latin:
       Hal atāka ḥadīṡu Mūsā.
       Artinya:
       Sudahkah sampai kepadamu kisah Musa?
       16.
       إِذْ
       نَادَىٰهُ
       رَبُّهُۥ
       بِٱلْوَادِ
       ٱلْمُقَدَّسِ
       طُوًى ۝١٦
       Latin:
       Iż nādāhu rabbuhū bil-wādil-muqaddasi
       Ṭuwā.
       Artinya:
       (Yaitu) ketika Tuhannya memanggilnya di lembah suci
       Ṭuwā.
       17.
       ٱذْهَبْ
       إِلَىٰ
       فِرْعَوْنَ
       إِنَّهُۥ
       طَغَىٰ ۝١٧
       Latin:
       Iżhab ilā Fir‘auna innahū ṭaghā.
       Artinya:
       Pergilah kepada Fir'aun! Sungguh, dia telah melampaui batas.
       18.
       فَقُلْ هَل
       لَّكَ
       إِلَىٰٓ
       أَن
       تَزَكَّىٰ
       ۝١٨
       Latin:
       Faqul hal laka ilā an tazakkā.
       Artinya:
       Lalu katakanlah (kepadanya), "Adakah keinginan bagimu untuk
       membersihkan diri (dari kesesatan)?"
       19.
       وَأَهْدِيَكَ
       إِلَىٰ
       رَبِّكَ
       فَتَخْشَىٰ
       ۝١٩
       Latin:
       Wa ahdiyaka ilā rabbika fatakhsyā.
       Artinya:
       Dan engkau akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar engkau takut
       kepada-Nya."
       20.
       فَأَرَىٰهُ
       ٱلْـَٔايَةَ
       ٱلْكُبْرَىٰ
       ۝٢٠
       Latin:
       Fa-arāhul-āyatal-kubrā.
       Artinya:
       Lalu (Musa) memperlihatkan kepadanya mukjizat yang sangat besar.
       21.
       فَكَذَّبَ
       وَعَصَىٰ
       ۝٢١
       Latin:
       Fakażżaba wa ‘aṣā.
       Artinya:
       Tetapi dia mendustakan dan mendurhakai.
       22.
       ثُمَّ
       أَدْبَرَ
       يَسْعَىٰ
       ۝٢٢
       Latin:
       Ṡumma adbara yas‘ā.
       Artinya:
       Kemudian dia berpaling seraya berusaha menentang (Musa).
       23.
       فَحَشَرَ
       فَنَادَىٰ
       ۝٢٣
       Latin:
       Faḥasyara fanādā.
       Artinya:
       Lalu dia mengumpulkan (para pembesarnya), kemudian berseru.
       24.
       فَقَالَ
       أَنَا۠
       رَبُّكُمُ
       ٱلْأَعْلَىٰ
       ۝٢٤
       Latin:
       Faqāla anā rabbukumul-a‘lā.
       Artinya:
       Lalu dia berkata, "Akulah tuhanmu yang paling tinggi."
       25.
       فَأَخَذَهُ
       ٱللَّهُ
       نَكَالَ
       ٱلْـَٔاخِرَةِ
       وَٱلْأُولَىٰ
       ۝٢٥
       Latin:
       Fa-akhażahullāhu nakālal-ākhirati
       wal-ūlā.
       Artinya:
       Maka Allah menghukumnya dengan azab di akhirat dan di dunia.
       26.
       إِنَّ فِى
       ذَٰلِكَ
       لَعِبْرَةً
       لِّمَن
       يَخْشَىٰ
       ۝٢٦
       Latin:
       Inna fī żālika la‘ibratal limay yakhsyā.
       Artinya:
       Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang
       yang takut (kepada Allah).
       ---------------------------------------------------------
       Sekilas Ayat 15–26
       • Pokok Bahasan:
       Allah mengingatkan Rasulullah ﷺ tentang kisah Nabi Musa
       yang diutus menghadapi Fir'aun. Meskipun telah diperlihatkan
       mukjizat yang nyata, Fir'aun tetap mendustakan, menyombongkan
       diri, bahkan mengaku sebagai tuhan tertinggi. Akhirnya Allah
       menghukumnya sebagai pelajaran bagi generasi setelahnya.
       • Pelajaran:
       Kesombongan dan penolakan terhadap kebenaran membawa kepada
       kehancuran. Sebaliknya, orang yang takut kepada Allah akan
       mengambil ibrah dari sejarah umat terdahulu dan tidak mengulangi
       kesalahan mereka.
       • Kata Kunci:
       Nabi Musa • Fir'aun • Dakwah • Kesombongan • Ibrah
       #Post#: 1253--------------------------------------------------
       Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
   DIR By: Host
       Date: July 9, 2026, 10:04 am
       ---------------------------------------------------------
       QS. An-Nāzi‘āt
       "Yang Mencabut dengan Keras"
       Ayat 27–33
       27.
       ءَأَنتُمْ
       أَشَدُّ
       خَلْقًا
       أَمِ
       ٱلسَّمَآءُ
       ۚ
       بَنَىٰهَا
       ۝٢٧
       Latin:
       A-antum asyaddu khalqan amis-samā'u banāhā.
       Artinya:
       Apakah penciptaan kamu yang lebih hebat ataukah langit? Allah
       telah membangunnya.
       28.
       رَفَعَ
       سَمْكَهَا
       فَسَوَّىٰهَا
       ۝٢٨
       Latin:
       Rafa‘a samkahā fasawwāhā.
       Artinya:
       Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya.
       29.
       وَأَغْطَشَ
       لَيْلَهَا
       وَأَخْرَجَ
       ضُحَىٰهَا
       ۝٢٩
       Latin:
       Wa aghṭasya lailahā wa akhraja
       ḍuḥāhā.
       Artinya:
       Dia menjadikan malamnya gelap gulita dan menampakkan cahaya
       siangnya.
       30.
       وَٱلْأَرْضَ
       بَعْدَ
       ذَٰلِكَ
       دَحَىٰهَا
       ۝٣٠
       Latin:
       Wal-arḍa ba‘da żālika daḥāhā.
       Artinya:
       Dan setelah itu bumi Dia hamparkan.
       31.
       أَخْرَجَ
       مِنْهَا
       مَآءَهَا
       وَمَرْعَىٰهَا
       ۝٣١
       Latin:
       Akhraja minhā mā'ahā wa mar‘āhā.
       Artinya:
       Darinya Dia memancarkan mata airnya dan menumbuhkan
       tumbuh-tumbuhannya.
       32.
       وَٱلْجِبَالَ
       أَرْسَىٰهَا
       ۝٣٢
       Latin:
       Wal-jibāla arsāhā.
       Artinya:
       Dan gunung-gunung Dia pancangkan dengan teguh.
       33.
       مَتَٰعًا
       لَّكُمْ
       وَلِأَنْعَٰمِكُمْ
       ۝٣٣
       Latin:
       Matā‘al lakum wa li-an‘āmikum.
       Artinya:
       (Semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu.
       ---------------------------------------------------------
       Sekilas Ayat 27–33
       • Pokok Bahasan:
       Allah mengajak manusia merenungkan penciptaan langit dan bumi
       sebagai bukti kekuasaan-Nya. Jika Allah mampu menciptakan alam
       semesta yang demikian agung dan teratur, maka membangkitkan
       manusia setelah mati tentu jauh lebih mudah bagi-Nya.
       • Pelajaran:
       Tadabbur terhadap alam semesta akan menguatkan iman kepada
       kekuasaan Allah. Seluruh nikmat di bumi merupakan karunia-Nya
       sehingga manusia wajib bersyukur dan tidak mengingkari hari
       kebangkitan.
       • Kata Kunci:
       Penciptaan Langit • Bumi • Kekuasaan Allah • Nikmat • Hari
       Kebangkitan
       #Post#: 1254--------------------------------------------------
       Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
   DIR By: Host
       Date: July 9, 2026, 10:06 am
       ---------------------------------------------------------
       QS. An-Nāzi‘āt
       "Yang Mencabut dengan Keras"
       Ayat 34–41
       34.
       فَإِذَا
       جَآءَتِ
       ٱلطَّآمَّةُ
       ٱلْكُبْرَىٰ
       ۝٣٤
       Latin:
       Fa iżā
       jā'atiṭ-ṭāmmatul-kubrā.
       Artinya:
       Maka apabila malapetaka yang sangat besar (Hari Kiamat) telah
       datang,
       35.
       يَوْمَ
       يَتَذَكَّرُ
       ٱلْإِنسَٰنُ
       مَا سَعَىٰ
       ۝٣٥
       Latin:
       Yauma yatażakkarul-insānu mā sa‘ā.
       Artinya:
       Pada hari itu manusia teringat akan apa yang telah
       dikerjakannya,
       36.
       وَبُرِّزَتِ
       ٱلْجَحِيمُ
       لِمَن
       يَرَىٰ ۝٣٦
       Latin:
       Wa burrizatil-jaḥīmu limay yarā.
       Artinya:
       Dan neraka Jahim diperlihatkan dengan jelas kepada setiap orang
       yang melihat.
       37.
       فَأَمَّا
       مَن طَغَىٰ
       ۝٣٧
       Latin:
       Fa ammā man ṭaghā.
       Artinya:
       Maka adapun orang yang melampaui batas,
       38.
       وَءَاثَرَ
       ٱلْحَيَوٰةَ
       ٱلدُّنْيَا
       ۝٣٨
       Latin:
       Wa āṡaral-ḥayātad-dunyā.
       Artinya:
       Dan lebih mengutamakan kehidupan dunia,
       39.
       فَإِنَّ
       ٱلْجَحِيمَ
       هِىَ
       ٱلْمَأْوَىٰ
       ۝٣٩
       Latin:
       Fa innal-jaḥīma hiyal-ma'wā.
       Artinya:
       Maka sungguh, nerakalah tempat tinggalnya.
       40.
       وَأَمَّا
       مَنْ خَافَ
       مَقَامَ
       رَبِّهِۦ
       وَنَهَى
       ٱلنَّفْسَ
       عَنِ
       ٱلْهَوَىٰ
       ۝٤٠
       Latin:
       Wa ammā man khāfa maqāma rabbihī wa
       nahan-nafsa ‘anil-hawā.
       Artinya:
       Dan adapun orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan
       menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya,
       41.
       فَإِنَّ
       ٱلْجَنَّةَ
       هِىَ
       ٱلْمَأْوَىٰ
       ۝٤١
       Latin:
       Fa innal-jannata hiyal-ma'wā.
       Artinya:
       Maka sungguh, surgalah tempat tinggalnya.
       ---------------------------------------------------------
       Sekilas Ayat 34–41
       • Pokok Bahasan:
       Allah menggambarkan datangnya Hari Kiamat sebagai peristiwa
       terbesar yang membuat manusia mengingat seluruh amalnya. Pada
       hari itu neraka diperlihatkan dengan nyata. Orang yang durhaka
       dan mengutamakan dunia akan memperoleh Jahim, sedangkan orang
       yang takut kepada Allah serta mampu menahan hawa nafsunya akan
       memperoleh surga.
       • Pelajaran:
       Keselamatan di akhirat ditentukan oleh pilihan hidup di dunia.
       Mengendalikan hawa nafsu dan mendahulukan ketaatan kepada Allah
       adalah jalan menuju surga.
       • Kata Kunci:
       Hari Kiamat • Jahim • Surga • Hawa Nafsu • Takwa
       #Post#: 1255--------------------------------------------------
       Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
   DIR By: Host
       Date: July 9, 2026, 10:32 am
       ---------------------------------------------------------
       QS. An-Nāzi‘āt
       "Yang Mencabut dengan Keras"
       Ayat 42–46
       42.
       يَسْـَٔلُونَكَ
       عَنِ
       ٱلسَّاعَةِ
       أَيَّانَ
       مُرْسَىٰهَا
       ۝٤٢
       Latin:
       Yas'alūnaka ‘anis-sā‘ati ayyāna
       mursāhā.
       Artinya:
       Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Hari Kiamat,
       "Kapankah terjadinya?"
       43.
       فِيمَ
       أَنتَ مِن
       ذِكْرَىٰهَا
       ۝٤٣
       Latin:
       Fīma anta min żikrāhā.
       Artinya:
       Untuk apa engkau perlu menyebutkan (waktunya)?
       44.
       إِلَىٰ
       رَبِّكَ
       مُنتَهَىٰهَا
       ۝٤٤
       Latin:
       Ilā rabbika muntahāhā.
       Artinya:
       Kepada Tuhanmulah dikembalikan pengetahuan tentangnya.
       45.
       إِنَّمَآ
       أَنتَ
       مُنذِرُ
       مَن
       يَخْشَىٰهَا
       ۝٤٥
       Latin:
       Innamā anta munżiru may yakhsyāhā.
       Artinya:
       Sesungguhnya engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan bagi
       siapa yang takut kepadanya (Hari Kiamat).
       46.
       كَأَنَّهُمْ
       يَوْمَ
       يَرَوْنَهَا
       لَمْ
       يَلْبَثُوٓا۟
       إِلَّا
       عَشِيَّةً
       أَوْ
       ضُحَىٰهَا
       ۝٤٦
       Latin:
       Ka'annahum yauma yarawnahā lam yalbaṡū illā
       ‘asyiyyatan au ḍuḥāhā.
       Artinya:
       Pada hari ketika mereka melihatnya (Hari Kiamat), mereka merasa
       seakan-akan hanya tinggal (di dunia) pada suatu sore atau pagi
       hari saja.
       ---------------------------------------------------------
       Sekilas Ayat 42–46
       • Pokok Bahasan:
       Kaum musyrik bertanya kepada Nabi Muhammad ﷺ tentang
       kapan Hari Kiamat akan terjadi. Allah menegaskan bahwa
       pengetahuan tentang waktunya hanyalah milik-Nya. Tugas Rasul
       hanyalah memberi peringatan agar manusia mempersiapkan diri.
       Ketika Hari Kiamat benar-benar datang, kehidupan dunia akan
       terasa sangat singkat.
       • Pelajaran:
       Yang terpenting bukan mengetahui kapan Hari Kiamat terjadi,
       tetapi mempersiapkan diri dengan iman, amal saleh, dan
       ketakwaan. Dunia hanyalah persinggahan yang sangat singkat
       dibandingkan kehidupan akhirat.
       • Kata Kunci:
       Hari Kiamat • Ilmu Allah • Peringatan Rasul • Akhirat •
       Persiapan Amal
       #Post#: 1257--------------------------------------------------
       Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
   DIR By: Host
       Date: July 9, 2026, 10:43 am
       ---------------------------------------------------------
       QS. 'Abasa
       "Ia Bermuka Masam"
       Nomor Surah : 80
       Nama Arab : عبس
       Nama Lain : 'Abasa (diambil dari ayat pertama)
       Jumlah Ayat : 42 ayat
       Golongan : Makkiyah
       Urutan Turun : Ke-24
       Tema Utama :
       Teguran Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ agar tidak
       membeda-bedakan manusia dalam menyampaikan dakwah, kemuliaan
       Al-Qur'an sebagai peringatan, penciptaan manusia sebagai bukti
       kekuasaan Allah, nikmat rezeki yang diberikan-Nya, serta
       gambaran dahsyat Hari Kiamat ketika setiap manusia hanya
       memikirkan dirinya sendiri.
       Ayat 1–5
       1.
       عَبَسَ
       وَتَوَلَّىٰ
       ۝١
       Latin:
       'Abasa wa tawallā.
       Artinya:
       Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling,
       2.
       أَن
       جَآءَهُ
       ٱلْأَعْمَىٰ
       ۝٢
       Latin:
       An jā'ahul-a‘mā.
       Artinya:
       Karena telah datang kepadanya seorang buta.
       3.
       وَمَا
       يُدْرِيكَ
       لَعَلَّهُۥ
       يَزَّكَّىٰ
       ۝٣
       Latin:
       Wa mā yudrīka la‘allahū yazzakkā.
       Artinya:
       Tahukah engkau, barangkali dia ingin menyucikan dirinya (dari
       dosa),
       4.
       أَوْ
       يَذَّكَّرُ
       فَتَنفَعَهُ
       ٱلذِّكْرَىٰ
       ۝٤
       Latin:
       Au yażżakkaru fatanfa‘ahuż-żikrā.
       Artinya:
       Atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, sehingga pengajaran itu
       memberi manfaat kepadanya.
       5.
       أَمَّا
       مَنِ
       ٱسْتَغْنَىٰ
       ۝٥
       Latin:
       Ammā manis-taghnā.
       Artinya:
       Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup,
       ---------------------------------------------------------
       Sekilas Ayat 1–5
       • Pokok Bahasan:
       Allah menegur Nabi Muhammad ﷺ ketika beliau lebih
       memusatkan perhatian kepada para pemuka Quraisy yang diharapkan
       masuk Islam, sementara seorang sahabat yang buta, Abdullah bin
       Ummi Maktum, datang dengan keinginan tulus untuk memperoleh
       bimbingan. Teguran ini menunjukkan bahwa kemuliaan seseorang di
       sisi Allah ditentukan oleh ketakwaannya, bukan kedudukan atau
       status sosialnya.
       • Pelajaran:
       Dalam menyampaikan dakwah dan berinteraksi dengan sesama, setiap
       orang harus diperlakukan dengan adil dan penuh penghormatan.
       Orang yang sungguh-sungguh mencari petunjuk lebih layak mendapat
       perhatian daripada mereka yang menyombongkan diri terhadap
       kebenaran.
       • Kata Kunci:
       Dakwah • Ketakwaan • Abdullah bin Ummi Maktum • Teguran Allah •
       Keadilan
       #Post#: 1258--------------------------------------------------
       Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
   DIR By: Host
       Date: July 9, 2026, 10:45 am
       ---------------------------------------------------------
       QS. 'Abasa
       "Ia Bermuka Masam"
       Ayat 6–16
       6.
       فَأَنتَ
       لَهُۥ
       تَصَدَّىٰ
       ۝٦
       Latin:
       Fa anta lahū taṣaddā.
       Artinya:
       Maka engkau (Muhammad) memberi perhatian kepadanya,
       7.
       وَمَا
       عَلَيْكَ
       أَلَّا
       يَزَّكَّىٰ
       ۝٧
       Latin:
       Wa mā 'alaika allā yazzakkā.
       Artinya:
       Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak menyucikan
       diri (beriman).
       8.
       وَأَمَّا
       مَن
       جَآءَكَ
       يَسْعَىٰ
       ۝٨
       Latin:
       Wa ammā man jā'aka yas‘ā.
       Artinya:
       Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk
       mendapatkan pengajaran),
       9.
       وَهُوَ
       يَخْشَىٰ
       ۝٩
       Latin:
       Wa huwa yakhsyā.
       Artinya:
       Sedang dia takut (kepada Allah),
       10.
       فَأَنتَ
       عَنْهُ
       تَلَهَّىٰ
       ۝١٠
       Latin:
       Fa anta 'anhu talahhā.
       Artinya:
       Maka engkau mengabaikannya.
       11.
       كَلَّآ
       إِنَّهَا
       تَذْكِرَةٌ
       ۝١١
       Latin:
       Kallā innahā tażkirah.
       Artinya:
       Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya (ajaran-ajaran
       Allah) itu adalah suatu peringatan,
       12.
       فَمَن
       شَآءَ
       ذَكَرَهُۥ
       ۝١٢
       Latin:
       Fa man syā'a żakarah.
       Artinya:
       Maka barang siapa menghendaki, tentu dia memperhatikannya.
       13.
       فِى صُحُفٍ
       مُّكَرَّمَةٍ
       ۝١٣
       Latin:
       Fīṣuḥufim mukarramah.
       Artinya:
       (Peringatan itu) terdapat dalam lembaran-lembaran yang
       dimuliakan,
       14.
       مَّرْفُوعَةٍ
       مُّطَهَّرَةٍ
       ۝١٤
       Latin:
       Marfū‘atim muṭahharah.
       Artinya:
       Yang ditinggikan lagi disucikan,
       15.
       بِأَيْدِى
       سَفَرَةٍ
       ۝١٥
       Latin:
       Bi-aidī safarah.
       Artinya:
       Di tangan para utusan (malaikat),
       16.
       كِرَامٍۭ
       بَرَرَةٍ
       ۝١٦
       Latin:
       Kirāmim bararah.
       Artinya:
       Yang mulia lagi berbakti.
       ---------------------------------------------------------
       Sekilas Ayat 6–16
       • Pokok Bahasan:
       Allah menegaskan bahwa Rasul tidak dibebani tanggung jawab atas
       orang-orang yang menolak beriman. Sebaliknya, mereka yang datang
       dengan hati yang ikhlas untuk mencari petunjuk lebih berhak
       mendapat perhatian. Al-Qur'an merupakan peringatan yang mulia,
       tersimpan dalam lembaran-lembaran yang suci dan disampaikan oleh
       para malaikat yang mulia lagi taat.
       • Pelajaran:
       Keikhlasan dalam mencari hidayah lebih bernilai daripada
       kedudukan dunia. Seorang pendidik dan da'i hendaknya
       mendahulukan orang-orang yang sungguh-sungguh ingin belajar.
       Al-Qur'an adalah wahyu yang agung dan harus dihormati serta
       diamalkan.
       • Kata Kunci:
       Hidayah • Al-Qur'an • Wahyu • Malaikat • Keikhlasan
       #Post#: 1259--------------------------------------------------
       Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
   DIR By: Host
       Date: July 9, 2026, 10:46 am
       ---------------------------------------------------------
       QS. 'Abasa
       "Ia Bermuka Masam"
       Ayat 17–23
       17.
       قُتِلَ
       ٱلْإِنسَٰنُ
       مَآ
       أَكْفَرَهُۥ
       ۝١٧
       Latin:
       Qutilal-insānu mā akfarah.
       Artinya:
       Binasalah manusia! Alangkah sangat ingkarnya dia.
       18.
       مِنْ أَىِّ
       شَىْءٍ
       خَلَقَهُۥ
       ۝١٨
       Latin:
       Min ayyi syai'in khalaqah.
       Artinya:
       Dari apakah Dia menciptakannya?
       19.
       مِن
       نُّطْفَةٍ
       خَلَقَهُۥ
       فَقَدَّرَهُۥ
       ۝١٩
       Latin:
       Min nuṭfatin khalaqahū faqaddarah.
       Artinya:
       Dari setetes mani Dia menciptakannya, lalu menentukannya.
       20.
       ثُمَّ
       ٱلسَّبِيلَ
       يَسَّرَهُۥ
       ۝٢٠
       Latin:
       Ṡummas-sabīla yassarah.
       Artinya:
       Kemudian Dia memudahkan jalannya,
       21.
       ثُمَّ
       أَمَاتَهُۥ
       فَأَقْبَرَهُۥ
       ۝٢١
       Latin:
       Ṡumma amātahū fa aqbarah.
       Artinya:
       Kemudian Dia mematikannya lalu menguburkannya,
       22.
       ثُمَّ
       إِذَا
       شَآءَ
       أَنشَرَهُۥ
       ۝٢٢
       Latin:
       Ṡumma iżā syā'a ansyarah.
       Artinya:
       Kemudian apabila Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali.
       23.
       كَلَّا
       لَمَّا
       يَقْضِ
       مَآ
       أَمَرَهُۥ
       ۝٢٣
       Latin:
       Kallā lammā yaqḍi mā amarah.
       Artinya:
       Sekali-kali jangan! Manusia itu belum melaksanakan apa yang
       diperintahkan Allah kepadanya.
       ---------------------------------------------------------
       Sekilas Ayat 17–23
       • Pokok Bahasan:
       Allah mencela manusia yang tetap ingkar meskipun asal
       penciptaannya sangat lemah, yaitu dari setetes mani. Allah
       menetapkan seluruh fase kehidupannya, memudahkan jalannya,
       mematikannya, menguburkannya, dan kelak membangkitkannya
       kembali. Namun, kebanyakan manusia masih belum memenuhi
       kewajiban yang Allah perintahkan.
       • Pelajaran:
       Manusia tidak memiliki alasan untuk bersikap sombong atau
       mengingkari Allah. Mengingat asal-usul penciptaan, perjalanan
       hidup, kematian, dan kebangkitan akan menumbuhkan rasa syukur,
       tawaduk, serta dorongan untuk menaati seluruh perintah-Nya.
       • Kata Kunci:
       Penciptaan Manusia • Nutfah • Kebangkitan • Ketaatan • Syukur
       #Post#: 1260--------------------------------------------------
       Re: ۩۞۩ Al-Qur'an (Juz 'Amma)
   DIR By: Host
       Date: July 9, 2026, 10:56 am
       ---------------------------------------------------------
       QS. 'Abasa
       "Ia Bermuka Masam"
       Ayat 24–32
       24.
       فَلْيَنظُرِ
       ٱلْإِنسَٰنُ
       إِلَىٰ
       طَعَامِهِۦ
       ۝٢٤
       Latin:
       Fal-yanẓuril-insānu ilā ṭa‘āmih.
       Artinya:
       Maka hendaklah manusia memperhatikan makanannya,
       25.
       أَنَّا
       صَبَبْنَا
       ٱلْمَآءَ
       صَبًّا ۝٢٥
       Latin:
       Annā ṣababnal-mā'a ṣabbā.
       Artinya:
       Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari
       langit),
       26.
       ثُمَّ
       شَقَقْنَا
       ٱلْأَرْضَ
       شَقًّا ۝٢٦
       Latin:
       Ṡumma syaqaqnal-arḍa syaqqā.
       Artinya:
       Kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya,
       27.
       فَأَنۢبَتْنَا
       فِيهَا
       حَبًّا ۝٢٧
       Latin:
       Fa ambatnā fīhā ḥabbā.
       Artinya:
       Lalu Kami tumbuhkan di bumi itu biji-bijian,
       28.
       وَعِنَبًا
       وَقَضْبًا
       ۝٢٨
       Latin:
       Wa 'inabaw wa qaḍbā.
       Artinya:
       Anggur dan sayur-sayuran,
       29.
       وَزَيْتُونًا
       وَنَخْلًا
       ۝٢٩
       Latin:
       Wa zaitūnaw wa nakhlā.
       Artinya:
       Zaitun dan pohon kurma,
       30.
       وَحَدَآئِقَ
       غُلْبًا
       ۝٣٠
       Latin:
       Wa ḥadā'iqa ghulbā.
       Artinya:
       Kebun-kebun yang rindang,
       31.
       وَفَٰكِهَةً
       وَأَبًّا
       ۝٣١
       Latin:
       Wa fākihataw wa abbā.
       Artinya:
       Buah-buahan dan rerumputan,
       32.
       مَّتَٰعًا
       لَّكُمْ
       وَلِأَنْعَٰمِكُمْ
       ۝٣٢
       Latin:
       Matā'al lakum wa li-an‘āmikum.
       Artinya:
       (Semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu.
       ---------------------------------------------------------
       Sekilas Ayat 24–32
       • Pokok Bahasan:
       Allah mengajak manusia merenungkan asal-usul makanan yang setiap
       hari mereka nikmati. Dengan menurunkan hujan, membelah bumi,
       lalu menumbuhkan berbagai tanaman, buah-buahan, dan padang
       rumput, Allah menunjukkan kesempurnaan rahmat dan kekuasaan-Nya.
       Seluruh nikmat tersebut disediakan untuk keberlangsungan hidup
       manusia dan hewan ternaknya.
       • Pelajaran:
       Makanan yang kita konsumsi merupakan karunia Allah yang melalui
       proses penciptaan yang sempurna. Merenungkan nikmat ini akan
       menumbuhkan rasa syukur, memperkuat keimanan, serta mendorong
       manusia untuk menggunakan rezeki yang Allah berikan di jalan
       yang diridhai-Nya.
       • Kata Kunci:
       Rezeki • Hujan • Tumbuhan • Nikmat Allah • Syukur
       *****************************************************
       Page 2 of 8
   DIR Previous Page
   DIR Next Page