URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       CINEMANIAK
  HTML https://cinemaniak.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: Drama
       *****************************************************
       #Post#: 5--------------------------------------------------
       Happy as Lazzaro / Lazzaro Felice
       By: cinemaniak Date: August 10, 2019, 12:30 am
       ---------------------------------------------------------
  HTML https://woffglasgow.files.wordpress.com/2019/02/screenshot-2019-02-22-at-12.34.09.png
       Pemain: Adriano Tardiolo, Luca Chikovani, Alba Rohrwacher,
       Agnese Graziani, Tommaso Ragno, Sergi Lopez, Natalino Balasso,
       Gala Othero Winter, David Bennent, Nicoletta Braschi.
       Sutradara: Alice Rohrwacher
       Diangkat dari kisah nyata yang terjadi di Italia kurun waktu
       1980-an
       Lazzaro laki-laki muda yang menyenangkan, pekerja kelas bawah,
       bahkan paling bawah. Ia pesuruhnya pesuruh, budaknya budak,
       hampir-hampir tidak ada harganya dalam kelas sosial. Tetapi
       Lazzaro selalu baik pada semua orang, tak pernah ia berprasangka
       buruk sedikitpun atas kelompoknya, tak pernah ia kecewa, ia
       setia pada kelompok. Lazzaro sudah mencapai taraf kebahagiaan
       tertingginya dalam komunitas kecil itu. Ia bahkan tak
       mempertanyakan masa depannya dan kebutuhan hidupnya. Ia menjadi
       penyelamat bagi semua orang dalam kelompoknya.
       Inviolata yang berarti murni dan suci, sebagai titik tolak
       Lazzaro dan komunitasnya, tempat mereka berada selama
       bertahun-tahun adalah panggung berlangsungnya kesenyapan dan
       kemeriahan, dimiliki oleh Marquise Alfonsino de Luna wanita
       aristokrat sekaligus satu-satunya pemilik modal kebun tembakau
       tempat Lazzaro dkk berpijak di bumi. Inviolata, teater kecil
       ini, memberikan napas kehidupan yang tak terbatas bagi siapapun
       yang bernapas di atasnya. Inviolata penuh energi mistis dan
       sorgawi. Ada semacam tabir yang melindungi penghuninya, tetapi
       tabir akan koyak dan membahayakan semua orang apabila ada yang
       berani meninggalkan tempat itu, kecuali sang pemilk.
       Meninggalkan Inviolata berarti mengundang Iblis. Pula di dalam
       situ tak ada kematian, bahkan waktu pun tak berjalan dalam
       Inviolata. Tempat itu laksana Atlantis gaya baru di mana
       kemakmuran bukanlah sasaran individu ataupun kelompok. Komunitas
       lah yang harus dijunjung tinggi, yang kegelapan adalah orang tua
       manusia, melindungi mereka dari godaan napsu dan pikiran jahat.
       Yang terang matahari adalah sarana menikmati kesempurnaan
       penciptaan. Tak ada kesedihan dan amarah. Tak ada sistem manusia
       yang rumit. Begitu sempurna.
       Tetapi thesis tentu saja tak boleh berhenti sampai di situ, itu
       sama saja meremehkan manusia sebagai ciptaan yang paling
       sempurna. Membatasi perpindahan manusia sama saja dengan
       mengkerdilkan perintah Tuhan, untuk apa dunia begitu luas dan
       rumit tetapi tak dipenuhi oleh kecerdasan dan kreativitas
       manusianya?
       Perbandingan Inviolata dengan realita saja sudah sangat menghina
       budaya adiluhung manusia. Untuk apa ilmu pengetahuan, ilmu
       filsafat dan ilmu kanuragan? Sejuta sumpah serapah! Orthopraxy
       dan orthodoxy hanya sampah ciptaan manusia, hanya dikotomi tak
       berarti, mandul, tak mampu menjawab eksistensi Homo Sapiens dan
       evolusi jutaan tahunnya. Manusia tak butuh keselamatan ala
       Tuhan, tak butuh kemuliaan, itu hanya ilusi – nol besar. Manusia
       hanya butuh kebebasan mutlak, biarlah ia berjalan di bumi dan
       menentukan nasibnya sendiri, populasi naik ataupun turun
       serahkan saja pada sejarah yang akan terulang kapanpun.
       Mereduksi populasi pun adalah pelecehan besar, biar saja manusia
       berkembang biak tanpa aturan. Kerusakan bumi hanya efek samping,
       alam akan selalu bisa membalikkan keadaannya seburuk apapun,
       alam akan selalu kembali ke titik keseimbangan, dus manusia
       boleh menjadi raja selama-lamanya.
       Lazzaro Felice, teori besutan Alice, satu noktah di antara
       jutaan noktah buatan manusia lainnya, akan terlupakan …
       #RATING10
       SKOR 10/10
       *****************************************************