DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
CINEMANIAK
HTML https://cinemaniak.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: Horror
*****************************************************
#Post#: 4--------------------------------------------------
Tumbadd
By: cinemaniak Date: August 10, 2019, 12:25 am
---------------------------------------------------------
Yang udah nonton Tumbadd, tulis disini lah
#Post#: 7--------------------------------------------------
Re: Tumbadd : You can Run or Hide Hide but not Escape
By: ocin tan Date: August 11, 2019, 7:50 pm
---------------------------------------------------------
[center]
HTML https://1.bp.blogspot.com/-2eFro1_jxzU/XUufkFBb_PI/AAAAAAAAARk/ZmaSKVVPMjs5UNeC_mP-zVndDgMA5BdGACLcBGAs/s640/dsuftaqajc-1539448407.jpg
[/center]
"Just like the clouds
My eyes will do the same, if you walk away
Everyday it will rain"
Penggalan lagu bruno mars ini mungkin cocok sebagai lagu
perpisahan desa terpencil bernama tumbbad dengan kedamaian.
Sejak kuil pemujaan Hastar didirikan di desa, Langit Muram dan
Hujan yang selalu turun seolah menangisi kebangkitan sebuah
entitas kuno, lepas dari kurungan rahim dewi bumi, entitas yang
pantang untuk disembah.
Sebuah film Berlatar mitologi kuno india ini berhasil
menghadirkan suasana mencekam, kecemasan dan kebingungan apa
yanh terjadi sudah tergambar dari awal adegan.
Namun film ini bukanlah film horror yang penuh jump scare,
sutradara Rahi Anil Barve berhasil menyajikan nuansa horor agar
mengalir menghantarkan pesannya. Sehingga Tumbbad diganjar 8
nominasi penghargaan di 64th Filmfare Awards dan memenang kan 3
diantaranya yaitu Best Cinematography, Best Art Direction and
Best Sound Design.
Perjalanan film ini ternyata sangat panjang, Penulisan yang
berawal dari cerita teman sang sutradara pada tahun 1993, dan
menjadi draft penulisan pertama tahun 1997, Tahun 2009-2010 700
lembar storyboard mulai rampung. Pernah mengalami 3 kali proses
rewrite dan re take dan re produksi sejak tahun 2012, sampai
akhirnya selesai di tahun 2015.
Keserakahan dalam diri manusia harus dikekang, jangan mendewakan
harta karna keserakahan bisa menjeratmu dilevel manapun dirimu
berada kemudian meremukkanmu. Pesan ini sangat jelas terlihat
di film ini sejak awal.
[list]
[li] SarKar yang menderita sampai akhir hayat karena mencari
harta karun "Hastar" dan hanya mendapat sekeping uang koin.[/li]
[li] Nenek (nenek Buyut SarKar) yang berubah menjadi monster
setengah abadi.[/li]
[li] Ibu Vinayak yang harus mengurus seorang nenek monster
(nenek Buyut SarKarr) sekaligus "sex service" untuk SarKar demi
mendapat bagian[/li]
[li] Vinayak yang akhirnya berhasil mencuri harta "hastar"[/li]
[li]Pandurang yang melipat gandakan ancaman.[/li]
[/list]Sekali lagi, Ketamakan itu harus dibelenggu, harta
janganlah di jadikan dewa. dan lingkaran itu harus diputus
dengan kesadaran. Seperti kesadaran saat Pandurang merelakan
ayahnya.
Tumbbad (2018)
Directed by : Rahi Anil Barve, Adesh Prasad
Cast : Shoum Shah, Jyoti Malshe, Ronjini Chakraborty, Mohammad
Samad
*****************************************************