DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
CINEMANIAK
HTML https://cinemaniak.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: Art House
*****************************************************
#Post#: 44--------------------------------------------------
AU HASARD BALTHAZAR (1967)
By: Babadook Date: August 21, 2019, 11:18 pm
---------------------------------------------------------
[attachimg=1]
AU HASARD BALTHAZAR (1967)
Directed by Robert Bresson
Produced by Mag Bodard
Written by Robert Bresson
Starring: Anne Wiazemsky
Music by Jean Wiener
Cinematography: Ghislain Cloquet
Edited by
FILOSOFI KELEDAI = FILOSOFI MANUSIA?
Memelihara keledai kira-kira dimulai jaman ke-5 sebelum Masehi.
Manusia di Eropa mulai mengenal penanggalan. Di belahan bumi
lain, di China, ini adalah masa di mana kaisar besar Guang Wu
lahir dan juga lahirnya Yohanes Pembaptis. Sebuah kebetulan yang
mencengangkan (nanti akan saya paparkan).
Saat keledai didomestikasi, keledai digunakan untuk pekerjaan
kasar yang berat, yang memerlukan beberapa orang untuk
mengerjakan, sekarang digantikan oleh keledai. Sementara kuda
diternakkan mulai 3500 sebelum Masehi. Penggunaan hewan dalam
pekerjaan berat dan kasar semakin mengurangi perbudakan.
Mengurangi bukan meniadakan, sebab budak baru ditiadakan pertama
kali di tahun 1800-an. Perlu waktu yang sangat lama.
Keledai biasa ditemukan di pertanian, perkebunan, tambang. Dari
mengangkut batu sampai menyelundupkan barang terlarang. Sampai
ada istilah dalam bahasa Inggris untuk para penyelundup, mule,
varian dari keledai.
Au Hasard Balthazar, diawali dengan adegan seekor keledai diberi
nama Balthazar, dibaptis dalam nama Bapa dan Putra dan Roh
Kudus. Dalam tradisi Katolik, mereka yang dibaptis perlu percaya
pada konsep ke-Allah-an dalam agama Kristiani, percaya pada
keluarga yang membesarkan dan jamak dilakukan kepada anggota
keluarga yang dicintai. Dalam titik ini film ini menjadi sangat
unik dan lucu dan membahagiakan penonton.
Tetapi warna film berubah seiring berjalannya film, semakin
gelap dan semakin kental dengan duka, emosi dan darah. Robert
Bresson tidak mau melakukannya dari awal, tetapi berjalan
bertahap seiring bertambah tuanya karakter utama film ini,
Marrie, seorang gadis rupawan.
Duka nestapa dan kegelapan yang menaungi Marrie adalah hasil
penaklukan lingkungan terhadap Marrie. Itulah kenapa ini adalah
sebuah kebetulan yang mengejutkan, bahwa Yohanes Pembaptis dan
Kaisar pertama yang mendirikan Kekaisaran pertama, Kekaisaran
Han di China lahir di abad yang sama. Kekaisaran identik dengan
penaklukan, menundukkan manusia untuk taat patuh terhadap sebuah
sistem.
Di lain sisi, keledai Balthazar jika dipahami dalam ilmu modern,
membagi unsur dasariah yang sama dengan manusia. Ada 5 unsur
kemerdekaan yang harus dipenuhi para pemelihara keledai:
[list]
[li]Merdeka untuk melakukan kehidupan naturalnya[/li]
[li]Merdeka dari kelaparan dan kehausan[/li]
[li]Merdeka dari ketidak nyamanan fisik (perlu tempat
berlindung)[/li]
[li]Merdeka dari rasa sakit dan tekanan batin[/li]
[li]Merdeka dari kemungkinan terluka dan sakit penyakit[/li]
[/list]
Lihat betapa miripnya keledai dan manusia, mungkin itu yang
ingin ditekankan Bresson. Manusia menaklukan sesamanya,
menggunakannya seperti keledai untuk kepentingan egoisme-nya.
Manusia pun harus dibiarkan mati sendiri, mati secara natural,
tidak boleh dibunuh atau euthanasia sekalipun, dengan alasan
kemanusiaan sekalipun. Persis seperti keledai, berbeda dengan
kuda yang sering kita tonton malah ditembak agar tidak tersiksa,
tapi jarang sekali keledai dijumpai seperti itu.
Jadi apakah film ini hendak mengatakan dalam konteksnya yang
lebih besar, memahami manusia bisa dilakukan dengan memahami
keledai terlebih dahulu? Bebalnya sama, memberontaknya sama,
sampai-sampai muncul dalam pepatah manusia. Dungu seperti
keledai. Apakah harus begitu?
Ataukah Bresson mencoba mengemukakan manusia dan keledai dari
sudut pandang stoicism? Kedua spesies ini sama-sama berjuang
mendapatkan kebahagiaan. Apakah stoicism bisa terlepas dari
keKristenan di lingkungan Perancis? Ataukah hedonism vs
stoicism? Bukankah tokoh Stoicism, Marcus Aurelius juga lahir di
tanah Roma yang menaklukkan Galia dan kemudian ditaklukkan oleh
bangsa Frank Jerman yang membentuk Kekaisaran Frank di tahun 476
M? Frank yang berarti merdeka. Menaklukkan untuk merdeka? Ah
sudahlah, mari kita kunyah film ini dengan pelan, sepelan
langkah gontai Balthazar.
#RATING10
SKOR 10/10
Referensi:
[list type=decimal]
[li]
HTML https://pdfs.semanticscholar.org/0242/6ef57361f1397073198069cbebcebffc3719.pdf[/li]
[li]
HTML https://fondation-apsommer.org/en/the-human-donkey-relationship/[/li]
[li]
HTML https://en.wikipedia.org/wiki/Stoicism[/li]
[li]
HTML https://en.wikipedia.org/wiki/Hellenistic_philosophy[/li]
[li]
HTML https://en.wikipedia.org/wiki/France[/li]
[/list]
*****************************************************