DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
CINEMANIAK
HTML https://cinemaniak.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: Animation
*****************************************************
#Post#: 40--------------------------------------------------
O MENINO EO MUNDO / BOY AND THE WORLD
By: Babadook Date: August 14, 2019, 3:51 am
---------------------------------------------------------
HTML https://cdn1.thr.com/sites/default/files/imagecache/landscape_928x523/2014/06/boy_and_the_world_1.jpg
BOY AND THE WORLD (2015)
O MENINO E O MUNDO
Genre: Art House, International, Animation
Cast: Vinicius Garcia, Felipe Zilse, Jovem e Vozes Adicionais,
Alê Abreu, Lu Horta, Marco Aurélio Campos
Director: Ale Abreau
Screenplay: Ale Abreau
Duration: 1h20m
Telling a story doesn't always need much of words. Sequence of
astonishing and beautifully crafted will do as well. Ale Abreau
came with a clear vision and deep understanding of how almost
muted film can deliver a strong message to the audiences.
Abreau is not Disney, or Marvel or DC stereotype cartoon maker.
He’s film bring the simplest figure in plain form possible.
Albeit its simplicity, those characters comes alive yet
stunning. Abreau doesn’t need dark theme to explore the deepness
of sad emotion. His bright, pastel color perfectly picturized
every emotion depicting from the start to the end.
The story itself fill with anger, frustration of Albreau about
the world we living in. A world that lost its spirit. The story
is about a boy, Cuca, who live in country side, discover that
his world always surprises him. A flute creates orange bubble, a
horse cheers him, and even an empty can make him happy. Until
suddenly, Cuca saw a monstrous, long metal thing crawling upon
the land. That thing is a train. Cuca think that metal thing
draw his daddy away from him, so he manage to catch the train
and look for his father. What happen next in his journey, will
turn every audience upside down. Abreau wants us to realize how
far we went into hypocrisy. Are we become inhuman? Can we feel
content or just let the world drive us mad and greed? Frame by
frame, Cuca lead us travel deep inside our heart to find the
true of ourselves. And suddenly, you will feel like a baby who
just newly born, lying naked, defenseless and vulnerable.
Abreau is quite tricky and even provocative. He uses every
element of the movie to continuously demanding our attention. I
was strongly amazed of how the same cheerful music at first, can
become quite melancholy in different angles.
Abreau gave poignant story for us to keep remind ourselves. Have
we done something? Do not think that we just the minuscule in
this world and have no meaning to our surroundings.
----------------------------------------------------------------
------------------------------------
Menceritakan kisah tidak selalu membutuhkan banyak kata-kata.
Rangkaian gambar yang memukau dan digambar dengan indah dapat
pula menyampaikan cerita. Ale Abreau mempunyai visi yang jelas
dan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana sebuah film yang
nyaris tanpa dialog dapat berbicara lebih lantang dan jelas.
Abreau bukanlah pembuat film yang bergaya Disney, Marvel atau
DC. Dia menampilkan gambar paling sederhana dan datar. Sekalipun
demikian, karakternya lebih hidup dan memukau. Abreau juga tidak
membutuhkan tema kelam untuk menggambarkan kedalaman kesedihan.
Gambarnya yang cerah, dengan warna-warna pastel justru
menggambarkan dengan sempurna setiap emosi yang ditampilkan dari
awal hingga akhir film.
Kisah film ini sendiri adalah tentang kemarahan dan rasa
frustasi Abreau akan dunia yang kita tinggali. Dunia yang sudah
kehilangan ruh. Berkisah tentang Cuca, seorang bocah yang hidup
di pedesaan, yang menemukan bahwa dunia di sekitarnya selalu
membuatnya terkejut dengan hal-hal baru. Suling yang
mengeluarkan gelembung berwarna oranye, seekor kuda yang
membuatnya ceria atau bahkan hanya kaleng kosong bisa membuatnya
bahagia. Sampai suatu ketika secara tiba-tiba, Cuca melihat
sebuah benda berukuran sangat besar, terbuat dari logam yang
panjang merangkak di tanah. Benda itu adalah kereta api. Cuca
berpikir, kereta itu telah membawa ayahnya pergi, sehingga dia
memutuskan mengejar kereta itu untuk mencari ayahnya. Dalam
perjalanannya kemudian, akan membawa setiap penonton
teraduk-aduk emosinya. Abreau ingin kita menyadari seberapa jauh
kita menjadi munafik. Apakah kita sudah kehilangan sisi
kemanusiaan kita? Bisakah kita merasa cukup atau malah
membiarkan dunia membawa kita menjadi gila dan serakah?
Frame demi frame, Cuca akan memimpin penonton masuk ke dalam
hati yang paling dalam untuk menemukan kesejatian dalam diri
kita. Dan tiba-tiba, kita akan merasa seperti seorang bayi yang
baru saja lahir, telanjang, tidak berdaya dan rapuh.
Abreau pintar bersiasat dan bahkan sangat provokatif. Ia
memanfaatkan semua elemen dari film ini untuk terus menerus
meminta perhatian kita. Saya dibuatnya terkejut dengan alunan
musik yang ceria, tapi musik yang sama terasa sangat melankolis
di sudut gambar yang berbeda.
Abreau membawa cerita yang beremosi kuat sebagai alat untuk
mengingat. Apakah kita sudah berbuat sesuatu? Jangan lah
berpikir bahwa kita hanya mikro organisme dan apa yang kita
lakukan tidak membawa arti bagi sekeliling kita.
#RATING09
SKOR: 9/10
*****************************************************