URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       CINEMANIAK
  HTML https://cinemaniak.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: Denis Villenevue
       *****************************************************
       #Post#: 30--------------------------------------------------
       BLADE RUNNER 2049
       By: Babadook Date: August 13, 2019, 10:03 pm
       ---------------------------------------------------------
       [attach=1]
       BLADE RUNNER 2049
       Director: Dennis Villeneuve
       Cinematography: Roger Deakins
       Music: Hans Zimmer, Benjamin Wallfisch
       Editing: Joe Walker
       Screenplay: Hampton Fancher, Michael Green
       Production Design: Dennis Gassner
       SPE bersama Ridley Scott mendapuk Dennis Villeneuve menyutradari
       Blade Runner 2049. Sebuah sequel dari film Blade Runner buatan
       tahun 1982 yang disutradari sendiri oleh Ridley Scott. Pilihan
       yang sangat tepat! Hanya Dennis yang bisa membawa visual BR2049
       ke level baru tanpa meninggalkan prequelnya.
       Production design pun tak tanggung-tanggung menggarap konsepnya.
       Entah berapa banyak biaya yang dihabiskan di level itu. (
       Production design baru tahap merancang, pemilihan lokasi,
       pembuatan story board dan lain-lain. Belum sampai di initial
       shooting ).
       Blade Runner yang mayoritas menggunakan warna gelap diubah
       menjadi lebih berwarna oleh Roger Deakins. Dari warna cream
       hingga orange pekat, dari warna tergelap sampai yang paling
       terang, semua ada. Semua ini adalah konsekuensi dari jalan
       cerita yang berkembang lebih berwarna dibandingkan prequelnya.
       Jika Blade Runner hanya tentang replicant (istilah untuk robot),
       pembunuhnya dan pemiliknya, maka Blade Runner2049 ditambahkan
       virtual reality yang menjadi assistant K (Ryan Gosling). Joi
       (Ana de Armas) sang assistant berwajah cantik jelita, punya
       empati mendalam dan mampu beradu emosi dengan pemiliknya. K yang
       adalah seorang replicant generasi terakhir (Nexus 8) juga
       mempunyai emosi, selain memori yang ditambahkan.
       K yang nanti dipanggil Joe oleh Joi, ditugaskan mempensiunkan
       seorang replicant bernama Sapper Morton (yeah I know, namanya
       aneh), yang diperankan Dave Bautista. Perjumpaan K dengan Sapper
       menjadi titik tolak keseluruhan cerita, yang akan berkaitan erat
       dengan Blade Runner (1982).
       K berubah seperti ulat menjadi kupu-kupu dalam benaknya, akibat
       begitu banyak kejadian yang dialaminya selama proses setelah
       perjumpaan dengan Sapper. Hubungan dengan atasannya, hubungan
       dengan pemilik Tyler Corporation (Jared Leto), perselisihannya
       dengan banyak pihak semakin membuat benaknya lebih manusiawi.
       Jika Blade Runner mempertanyakan apa yang membuat kita layak
       jadi manusia, maka Blade Runner 2049 mempertanyakan apa yang
       harus dilakukan untuk hidup.
       DV dan Roger Deakins dipaksa mengerahkan segala kemampuannya di
       film ini. Memang ada CGI disana sini, karena tanpa itu, proses
       berceritanya menjadi berbeda. DV dan Roger menetapkan sebuah
       standar yang begitu tinggi. Anggaran pun tembus hingga 150 juta
       - 185 juta dollar untuk keseluruhan film (produksi dan
       marketing). Fantastis. Bahkan film superhero hanya menghabiskan
       100 juta dollar untuk proses produksi.
       Bagi penggemar berat DV jelas sangat terpuaskan. Biaya sebesar
       itu dengan visual yang super megah, sangat sebanding. Ciri khas
       DV semuanya ada disini.
       Keseluruhan jalan ceritanya dihiasi musik gubahan Hans Zimmer
       dan Benjamin Wallfisch. Berbeda dari film-film DV lainnya yang
       selalu menggunakan Johann Johannsson. Anehnya musiknya terasa
       sekali khas seorang Johann. Audionya sangat maksimal, getaran
       sub bass membuat penonton menahan napas untuk beberapa adegan.
       Ruangan studio jadi terasa sangat sempit karena audio yang
       begitu menekan atmosfir di dalam.
       Akan tetapi, dalam catatan saya, beberapa hal menjadi
       mengganggu. Ceritanya tidak seperti prequelnya yang lebih
       rileks. Sekalipun film ini temponya lambat, jalinan ceritanya
       sebetulnya tidak demikian. Fokus ceritanya terpecah-pecah antara
       Joe, Joi dan Luv (Sylvia Hoeks), seperti 3 cerita digabung
       menjadi satu. Lalu akting Jared Leto lagi-lagi kurang bagus. Ia
       hanya tertolong naskah saja. Malah yang mencuri perhatian adalah
       Sylvia Hoeks dan Ana de Armas.
       Establish shot yang cukup banyak di film ini, mungkin bagi
       sebagian orang terasa kurang enak, seperti sengaja diulur-ulur.
       Mungkin jika DV mau menggunakan lensa 65mm di dalam ruangan,
       akan terasa berbeda, akan lebih mencekam lagi.
       Sekalipun begitu saya masih memberi Blade Runner 2049 skor 8, di
       bawah Arrival apalagi Sicario. Menurut saya ini bukan film
       terbaik DV.
       *****************************************************