URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       Mahayana Bodhicitta Vajra
  HTML https://bodhicitta.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: Arya Mahayana
       *****************************************************
       #Post#: 320--------------------------------------------------
       Maha Purissa Lakkhana Suttram
       By: ajita Date: June 5, 2017, 8:41 am
       ---------------------------------------------------------
       [center]Namo Triratna
       Namo Maha Purissa Lakkhana Sarva Arya Cakkravartin
       SamyakSambuddha
       [/center]
       Pada suatu ketika Sang Bhagava berada di Jetavana, Anathapindika
       arama, dekat kota Savatthi.
       Demikianlah Sabda Sang Bhagava: "Para Bhikkhu,seorang Manusia
       Agung (Maha Purissa) memiliki 32 Tanda (Lakkhana).
       Bagi Maha Purissa yang memiliki 32 lakkhana ini hanya ada dua
       kemungkinan cara hidup-Nya dan tidak ada yang lain.
       Jika Ia hidup sebagai Manusia biasa, maka Ia akan menjadi Raja
       Dunia (Cakkavati), Raja berdasarkan Raja-Dhamma, penguasa empat
       penjuru dunia, penakluk, pelindung rakyat, pemilik tujuh Ratna.
       Tujuh Ratna itu adalah: Cakka, gajah, kuda, permata, wanita,
       kepala rumah tangga dan panglima perang. Memiliki banyak anak
       yang gagah perkasa dan penakluk musuh. Namun Ia akan menaklukkan
       muka Bumi bukan dengan pedang, tetapi dengan Kebenaran. Bilamana
       Ia meninggalkan kehidupan duniawi dan menjadi tanpa berumah
       tangga (Pabbaja), maka Ia akan menjadi Arahat Samyak SamBuddha.
       Para Bhikkhu, apakah 32 Maha Purissa Lakkhana yang menyebabkan
       hanya ada dua kemungkinan cara hidup-Nya dan tidak ada yang
       lain, jika Ia hidup sebagai manusia biasa, maka Ia akan menjadi
       Raja Dunia (Cakkavati), Raja berdasarkan Raja-Dhamma, penguasa
       empat penjuru dunia, penakluk, pelindung rakyat, pemilik tujuh
       Ratna. Tujuh Ratna itu adalah: Cakka, gajah, kuda, permata,
       wanita, kepala rumah tangga dan panglima perang. Memiliki banyak
       anak yang gagah perkasa dan penakluk musuh. Namun Ia akan
       menaklukkan muka Bumi bukan dengan pedang, tetapi dengan
       Kebenaran. Bilamana Ia meninggalkan kehidupan duniawi dan
       menjadi tanpa berumah tangga (Pabbaja), maka Ia akan menjadi
       Arahat Samma SamBuddha, yaitu;
       1) Telapak kaki rata (Suppatitthita-pado). Ini merupakan satu
       Lakkhana dari Maha Purissa.
       2) Pada telapak kaki-Nya terdapat cakra dengan seribu ruji,
       lingkaran dan pusat dalam bentuk sempurna.
       3) Tumit yang bagus (Ayatapanhi).
       4) Jari-jari panjang (Digha-angali).
       5) Tangan dan kaki yang lembut serta halus (Mudu-taluna).
       6) Tangan dan kaki bagaikan jala (Jala-hattha-pado).
       7) Pergelangan kaki yang agak tinggi (Ussankha-pado).
       8 ) Kaki yang bagaikan kaki kijang (Enijanghi).
       9) Kedua tangan dapat menyentuh atau menggosok kedua lutut tanpa
       membungkukkan badan.
       10) Kemaluan terbungkus selaput (Kosohitavattha-guyho).
       11) Kulit-Nya bagaikan perunggu berwarna emas (Suvanna-vanno).
       12) Kulit-Nya sangat lembut dan halus sehingga tidak ada debu
       yang dapat melekat pada kulit-Nya.
       13) Pada setiap pori kulit ditumbuhi sehelai bulu roma.
       14) Rambut yang tumbuh pada pori-pori berwarna biru-hitam.
       15) Potongan tubuh yang agung (Brahmuiu-gatta).
       16) Tujuh tonjolan (Sattussado), yaitu pada kedua tangan, kedua
       kaki, kedua bahu, dan badan.
       17) Dada bagaikan dada singa (Sihapubbaddha kayo).
       18 ) Pada kedua bahu-Nya tak ada lekukan (Citantaramso).
       19) Tinggi badan sama dengan panjang rentangan kedua tangan,
       bagaikan pohon (beringin), Nigrodah.
       20) Dada yang sama lebar-Nya (Samavattakkhandho).
       21) Indera perasa sangat pekat ( Rasaggusuggi).
       22) Rahang bagaikan rahang singa (Siha-banu).
       23) Empat puluh buah gigi (Cattarisa-danto).
       24) Gigi-geligi rata(Sama-danto).
       25) Antara gigi-gigi tak ada celah (Avivara-danto).
       26) Gigi putih bersih (Susukka-datho).
       27) Lidah panjang (Pahuta-jivha).
       28 ) Suara bagaikan suara Brahma, seperti suara burung
       kalavinka.
       29) Mata biru (Abhinila netto).
       30) Bulu mata lentik bagaikan bulu mata sapi (Gapakhumo).
       31) Diantara alis-alis mata tumbuh sehelai rambut halus, putih
       bagaikan kapas yang lembut.
       32) Kepala bagaikan beserban (Unhisasiso).
       Para Bhikkhu, inilah 32 Maha Purissa Lakkhana, yang hanya ada 2
       kemungkinan cara hidup-Nya dan tidak ada yang lain.
       jika Ia hidup sebagai Manusia biasa, maka Ia akan menjadi Raja
       Dunia (Cakkavati), Raja berdasarkan Raja-Dhamma, penguasa empat
       penjuru dunia, penakluk, pelindung rakyat, pemilik tujuh Ratna.
       Tujuh Ratna itu adalah: Cakka, gajah, kuda, permata, wanita,
       kepala rumah tangga dan panglima perang. Memiliki banyak anak
       yang gagah perkasa dan penakluk musuh. Namun Ia akan menaklukkan
       muka Bumi bukan dengan pedang, tetapi dengan Kebenaran. Bilamana
       Ia meninggalkan kehidupan duniawi dan menjadi tanpa berumah
       tangga (Pabbaja), maka Ia akan menjadi Arahat Samyak
       SamBuddha.Maha Purisa lakkhana ini diketahui oleh para pertapa,
       tetapi mereka tidak tahu karena apa yang menghasilkan Maha
       Purisa lakkhana itu.
       1)Telapak Kaki Rata (Suppatitthita-pado)
       Para bhikkhu, pada kehidupan lampau mana pun, pada kelahiran
       mana pun atau di mana pun Tathagata berada, telah terlahir
       sebagai Manusia yang melakukan perbuatan-perbuatan besar dengan
       maksud yang baik; tak tergoncangkan melakukan perbuatan baik
       melalui jasmani, ucapan dan pikiran, dermawan, disiplin diri,
       melaksanakan hari Uposatha; menghormati orang tua, para pertapa,
       pendeta dan para pemimpin, serta melakukan perbuatan-perbuatan
       yang sangat terpuji lainnya. Karena melakukan
       perbuatan-perbuatan baik seperti itu, menimbun dan mengumpul
       kamma-kamma baik, setelah Ia meninggal dunia, Ia terlahir
       kembali di alam bahagia, di alam surga, hidup melebihi dewa lain
       dalam sepuluh hal, yaitu: lamanya kehidupan surga, keindahan,
       kebahagiaan, kemegahan, pengaruh, penglihatan, pendengaran,
       pembauan, pengecapnya dan sentuhan (kontak). Setelah meninggal
       di alam surga, Ia terlahir kembali di alam ini sebagai manusia
       dengan memiliki Maha Purissa Lakkhana:
       (1) Telapak kaki rata (Suppatitthita-pado), sehingga Ia
       menempatkan telapak kaki-Nya rata di tanah, mengangkat-Nya sama
       rata, dan menyentuh tanah sama rata dengan semua telapak
       kaki-Nya.
       Dengan memiliki ini, jika Ia hidup berumah-tangga, Ia akan
       menjadi Raja Dunia (Cakkavati), Raja berdasarkan Raja-Dhamma,
       penguasa empat penjuru dunia, penakluk, pelindung rakyat,
       pemilik tujuh Ratna. Tujuh Ratna itu adalah: Cakka, gajah, kuda,
       permata, wanita, kepala rumah tangga dan panglima perang.
       Memiliki banyak anak yang gagah perkasa dan penakluk musuh.
       Namun Ia akan menaklukkan muka Bumi bukan dengan pedang, tetapi
       dengan Kebenaran. Ia menguasai dunia ini sampai ke batas lautan,
       kerajaan yang bebas dari penjahat, kuat, sejahtera, bahagia dan
       bebas dari bencana. Apa manfaat yang didapat-Nya sebagai
       Cakkavati? Ia tidak akan terganggu oleh kemauan jahat manusia.
       Bilamana Ia meninggalkan kehidupan duniawi, maka Ia akan menjadi
       Arahat Samyak SamBuddha. Apa manfaat yang di dapat-Nya sebagai
       Samyak Sambuddha? Ia tidak dapat di ganggu oleh: musuh atau
       gangguan dari dalam maupun luar, keserakahan, kebencian dan
       kebodohan, pertapa, brahmana, dewa, mara, brahma atau makhluk
       apa pun di dunia ini. Itulah manfaat-Nya sebagai Buddha. Inilah
       yang dinyatakan oleh Sang Bhagava.
       Mengenai hal ini disebutkan:
       "Kejujuran, kebenaran, jinak dan sepi,
       Murni dan bermoral (sila, melaksanakan Uposatha sila)
       Berdana, tak melukai, selalu damai
       Ia melaksanakan tugas maha besar ini
       Pada akhir hidup-Nya Ia ke surga
       Hidup dengan gembira dan bahagia
       Terlahir kembali di bumi
       Dengan telapak kaki rata menyentuh tanah
       Para ahli menyatakan:
       "Bagi Dia yang menapak rata di tanah,
       Tak ada gangguan yang dapat menghalangi jalan-Nya,
       Jikalau Ia hidup berumah-tangga,
       Atau jikalau Ia meninggalkan kehidupan duniawi.
       Inilah tanda yang jelas menunjukkan-Nya
       Sebagai orang biasa, tidak ada halangan,
       Tidak ada lawan yang dapat melawan-Nya.
       Tidak ada kekuatan manusia yang dapat
       Menghilangkan buah kamma-Nya.
       Atau jikalau Ia memilih kehidupan tanpa berumah-tangga
       Meninggalkan kehidupan duniawi, dengan pandangan jelas -- Ia
       akan menjadi pemimpin manusia
       Tanpa bandingan, tak akan terlahir kembali:
       Inilah Hukum Kesunyataan(dhammata) bagi-Nya."
       2)Telapak kaki terdapat cakra dengan seribu ruji, lingkaran dan
       pusat dalam bentuk yang sempurna.
       Para bhikkhu, pada kehidupan lampau mana pun, pada kelahiran
       mana pun atau di mana pun Tathagata berada, telah terlahir
       sebagai Manusia yang telah hidup demi kebahagiaan, menghilangkan
       rasa takut dan ancaman, memberikan perlindungan dan naungan yang
       benar serta menyediakan kebutuhan orang banyak. Karena melakukan
       perbuatan-perbuatan baik seperti itu, ketika Ia meninggal, Ia
       terlahir kembali di alam bahagia, di alam surga, hidup melebihi
       dewa lain dalam sepuluh hal, yaitu: lamanya kehidupan surga,
       keindahan, kebahagiaan, kemegahan, pengaruh, penglihatan,
       pendengaran, pembauan, pengecapnya dan sentuhan (kontak).
       Setelah meninggal di alam surga, Ia terlahir kembali di alam ini
       sebagai manusia dengan memiliki Maha Purissa Lakkhana:
       (2) Telapak kaki-Nya terdapat cakra dengan seribu ruji,
       lingkaran dan pusat dalam bentuk yang sempurna.
       Dengan memiliki Maha Purisa Lakkhana ini, bila Ia hidup
       berumah-tangga, Ia akan menjadi Raja Dunia (Cakkavati), Raja
       berdasarkan Raja-Dhamma, penguasa empat penjuru dunia, penakluk,
       pelindung rakyat, pemilik tujuh Ratna. Tujuh Ratna itu adalah:
       Cakka, gajah, kuda, permata, wanita, kepala rumah tangga dan
       panglima perang. Memiliki banyak anak yang gagah perkasa dan
       penakluk musuh. Namun Ia akan menaklukkan muka Bumi bukan dengan
       pedang, tetapi dengan Kebenaran. Ia menguasai dunia ini sampai
       ke batas lautan, kerajaan yang bebas dari penjahat, kuat,
       sejahtera, bahagia dan bebas dari bencana. Apa manfaat yang
       didapat-Nya sebagai Cakkavati? Ia memiliki banyak pengikut:
       brahmana, penduduk, rakyat, bendahara, pengawal, penjaga,
       menteri, raja-raja lain, tuan tanah dan pelayan. Bila Ia
       meninggalkan kehidupan duniawi, maka Ia akan menjadi Arahat
       Samyak SamBuddha. Apa manfaat yang di dapat-Nya sebagai Samyak
       Sambuddha? Ia memiliki pengikut yang banyak: bhikkhu, bhikkhuni,
       upasaka, upasika, manusia, dewa, asura, naga dan gandharva.
       Itulah manfaat-Nya sebagai Buddha. Inilah yang dinyatakan oleh
       Sang Bhagava.
       Mengenai hal ini disebutkan:
       Dalam perjalanan waktu, dalam kehidupan-kehidupan yang lampau,
       Sebagai Manusia melakukan banyak perbuatan baik,
       Menghilangkan ketakutan dan kecemasan,
       Ia melaksanakan pekerjaan besar ini,
       Pada akhir hidupnya, Ia ke surga,
       Hidup gembira dan bahagia
       Terlahir kembali di bumi, telapak kaki-Nya
       Memiliki tanda lingkaran-lingkaran
       Masing-masing dengan seribu ruji, sempurna
       Melihat banyak tanda pahala ini,
       Para ahli menyatakan:
       "Pengikut-Nya akan besar,
       Semua lawan ditaklukkan-Nya.
       Ini jelas ditunjukkan oleh tanda lingkaran.
       Jika Ia meninggalkan kehidupan duniawi,
       Ia akan memutar Roda dan menguasai dunia.
       Para kesatria akan menjadi pengikut-Nya.
       Semua pembantu dalam kekuasaan-Nya.
       Tetapi, jikalau Ia memilih hidup tanpa berumah tangga:
       Meninggalkan kehidupan dunia dengan pandangan jelas --
       Para manusia, dewa, asura, sakka, raksasa
       Gandharva, naga, garuda dan
       Binatang berkaki empat akan melayani-Nya pula,
       Tak tertandingi oleh para dewa dan manusia
       Demikian pula tentang keagungan-Nya."
       3) Tumit yang bagus.
       4) Jari-jari panjang.
       15) Potongan tubuh yang agung.
       Para bhikkhu, pada kehidupan lampau mana pun, pada kelahiran
       mana pun atau di mana pun Tathagata berada, telah terlahir
       sebagai Manusia, menolak melakukan pembunuhan dan pantang
       melakukannya, meletakkan pemukul dan pedang, hidup dengan baik
       hati dan kasih sayang, rasa persahabatan dan simpati kepada
       semua makhluk. Karena telah melakukan perbuatan-perbuatan baik
       seperti itu, ketika Ia meninggal dunia, Ia terlahir kembali di
       alam bahagia, di alam surga, hidup melebihi dewa lain dalam
       sepuluh hal, yaitu: lamanya kehidupan surga, keindahan,
       kebahagiaan, kemegahan, pengaruh, penglihatan, pendengaran,
       pembauan, pengecapnya dan sentuhan (kontak). Setelah meninggal
       di alam surga, Ia terlahir kembali di alam ini sebagai manusia
       dengan memiliki Maha Purissa Lakkhana:
       (3) Tumit yang bagus.
       (4) Jari-jari kaki dan tangan yang panjang.
       (15) Potongan tubuh yang agung.
       Dengan memiliki Maha Purissa Lakkhana seperti itu, bila Ia hidup
       berumah-tangga, Ia akan menjadi Raja Dunia (Cakkavati), Raja
       berdasarkan Raja-Dhamma, penguasa empat penjuru dunia, penakluk,
       pelindung rakyat, pemilik tujuh Ratna. Tujuh Ratna itu adalah:
       Cakka, gajah, kuda, permata, wanita, kepala rumah tangga dan
       panglima perang. Memiliki banyak anak yang gagah perkasa dan
       penakluk musuh. Namun Ia akan menaklukkan muka Bumi bukan dengan
       pedang, tetapi dengan Kebenaran. Ia menguasai dunia ini sampai
       ke batas lautan, kerajaan yang bebas dari penjahat, kuat,
       sejahtera, bahagia dan bebas dari bencana. Apa manfaat yang
       didapat-Nya sebagai Cakkavati? Ia berusia panjang, selama
       hidupnya tidak ada orang lain yang dapat membunuh-Nya. Bila Ia
       meninggalkan kehidupan duniawi, maka Ia akan menjadi Arahat
       Samyak SamBuddha. Apa manfaat yang di dapat-Nya sebagai Samyak
       Sambuddha? Ia berusia panjang, dan tidak ada lawan pertapa,
       brahmana, dewa, mara, brahma atau seorang pun yang dapat
       membunuh-Nya. Itulah manfaat-Nya sebagai Buddha. Inilah yang
       dinyatakan oleh Sang Bhagava.
       Mengenai hal ini disebutkan:
       Mengetahui dengan baik tentang ketakutan akan kematian
       Ia menolak membunuh makhluk
       Kebaikan ini menyebabkan kelahiran di surga,
       Tempat Ia bergembira karena pahala.
       kemudian Ia terlahir kembali di bumi
       Pada tubuh-Nya terdapat tiga tanda:
       Tumit-Nya penuh dan panjang
       Tubuh-Nya tegap bagaikan Brahma
       Menarik dilihat, potongan tubuh sempurna
       Jari-jari halus, lembut dan panjang.
       Dengan tiga tanda yang terbaik ini
       Diketahui bahwa anak akan berumur panjang.
       Panjang kehidupan-Nya bila berumah-tangga
       Lebih panjang kehidupan-Nya bila tak berumah-tangga
       Dengan mengembangkan iddhi (iddhi bhavana)
       Demikianlah makna dari tiga tanda."
       #Post#: 321--------------------------------------------------
       Re: Maha Purissa Lakkhana Suttram
       By: ajita Date: June 5, 2017, 8:42 am
       ---------------------------------------------------------
       16) Tujuh tonjolan, yaitu: pada kedua tangan, kedua kaki, kedua
       bahu dan pada badan.
       Para bhikkhu, pada kehidupan lampau mana pun, pada kelahiran
       mana pun atau di mana pun Tathagata berada, telah terlahir
       sebagai Manusia pemberi makanan yang baik, enak, nikmat, keras
       dan lunak, serta minuman. Karena telah berbuat demikian, ketika
       Ia meninggal dunia, Ia terlahir kembali di alam bahagia, di alam
       surga, hidup melebihi dewa lain dalam sepuluh hal, yaitu:
       lamanya kehidupan surga, keindahan, kebahagiaan, kemegahan,
       pengaruh, penglihatan, pendengaran, pembauan, pengecapnya dan
       sentuhan (kontak). Setelah meninggal di alam surga, Ia terlahir
       kembali sebagai manusia di alam ini dengan memiliki Maha Purissa
       Lakkhana:
       (16) Tujuh tonjolan, yaitu: Pada kedua tangan, kedua kaki, kedua
       bahu dan pada badan.
       Dengan memiliki Maha Purisa Lakkhana seperti itu, bila Ia hidup
       berumah-tangga, Ia akan menjadi Raja Dunia (Cakkavati), Raja
       berdasarkan Raja-Dhamma, penguasa empat penjuru dunia, penakluk,
       pelindung rakyat, pemilik tujuh Ratna. Tujuh Ratna itu adalah:
       Cakka, gajah, kuda, permata, wanita, kepala rumah tangga dan
       panglima perang. Memiliki banyak anak yang gagah perkasa dan
       penakluk musuh. Namun Ia akan menaklukkan muka Bumi bukan dengan
       pedang, tetapi dengan Kebenaran. Ia menguasai dunia ini sampai
       ke batas lautan, kerajaan yang bebas dari penjahat, kuat,
       sejahtera, bahagia dan bebas dari bencana. Apa manfaat yang
       didapat-Nya sebagai Cakkavati? Ia menerima makanan dan minuman
       yang baik. Bila Ia meninggalkan kehidupan duniawi, maka Ia akan
       menjadi Arahat Samyak SamBuddha. Apa manfaat yang di dapat-Nya
       sebagai Samyak Sambuddha? Beliau menerima yang sama. Itulah
       manfaat-Nya sebagai Buddha. Inilah yang dinyatakan oleh Sang
       Bhagava.
       Mengenai hal ini disebutkan:
       'Ia pemberi makanan yang enak
       Serta minuman terbaik
       Kebaikan ini menyebabkan kelahiran bahagia,
       Juga lama Ia hidup di Nandana (surga).
       Terlahir kembali di bumi, Ia memiliki
       Tujuh tonjolan.
       Para ahli menyatakan:
       "Ia akan menikmati makanan dan minuman terbaik:
       Bukan hanya dalam kehidupan berumah-tangga --
       Karena walaupun Ia meninggalkan kehidupan duniawi
       Dan memotong kehidupan nafsu indera,
       Makanan baik akan Ia terima!"
       5) Tangan dan kaki yang halus dan lembut
       (manu-taluna-hattha-pado).
       6) Tangan dan kaki bagaikan jala (jala-hattha-pado).
       Para bhikkhu, pada kehidupan lampau mana pun, pada kelahiran
       mana pun atau di mana pun Tathagata berada, telah terlahir
       sebagai Manusia dan dicintai karena empat dasar simpati:
       Dermawan, bicara yang menyenangkan, melakukan perbuatan berguna
       dan adil. Karena telah melakukan perbuatan baik seperti itu,
       ketika Ia meninggal dunia, Ia terlahir kembali di alam bahagia,
       di alam surga, hidup melebihi dewa lain dalam sepuluh hal,
       yaitu: lamanya kehidupan surga, keindahan, kebahagiaan,
       kemegahan, pengaruh, penglihatan, pendengaran, pembauan,
       pengecapnya dan sentuhan (kontak). Setelah meninggal di alam
       surga, Ia terlahir kembali sebagai Manusia di alam ini dengan
       memiliki Maha Purissa Lakkhana:
       (5) Tangan dan kaki-Nya halus dan lembut.
       (6) Tangan dan kaki-Nya bagaikan jala.
       Dengan memiliki maha purissa lakkhana seperti itu, bila Ia hidup
       berumah-tangga, Ia akan menjadi Raja Dunia (Cakkavati), Raja
       berdasarkan Raja-Dhamma, penguasa empat penjuru dunia, penakluk,
       pelindung rakyat, pemilik tujuh Ratna. Tujuh Ratna itu adalah:
       Cakka, gajah, kuda, permata, wanita, kepala rumah tangga dan
       panglima perang. Memiliki banyak anak yang gagah perkasa dan
       penakluk musuh. Namun Ia akan menaklukkan muka Bumi bukan dengan
       pedang, tetapi dengan Kebenaran. Ia menguasai dunia ini sampai
       ke batas lautan, kerajaan yang bebas dari penjahat, kuat,
       sejahtera, bahagia dan bebas dari bencana. Apa manfaat yang
       didapat-Nya sebagai Cakkavati? Semua pengikut-Nya: brahmana,
       penduduk, rakyat, bendahara, pengawal, penjaga, menteri,
       raja-raja lain, tuan tanah dan pelayan teratur dengan baik. Bila
       Ia meninggalkan kehidupan duniawi, maka Ia akan menjadi Arahat
       Samyak SamBuddha. Apa manfaat yang di dapat-Nya sebagai Samyak
       Sambuddha? Semua pengikut-Nya: bhikkhu, bhikkhuni, upasaka,
       upasika, manusia, dewa, asura, naga dan gandharva teratur dengan
       baik. Itulah manfaat-Nya sebagai Buddha. Inilah yang dinyatakan
       oleh Sang Bhagava.
       Mengenai hal ini disebutkan:
       Berdasarkan pada berdana, melakukan pertolongan,
       Kata-kata yang menyenangkan, pikiran yang adil,
       Bermanfaat untuk semua,
       Ketika Ia meninggal terlahir kembali di surga.
       Bila Ia terlahir kembali di bumi
       Tangan dan kaki-Nya halus lembut,
       Jari kaki dan tangan bagaikan jala
       Begitulah yang dimiliki bayi.
       Sangat menyenangkan melihat-Nya:
       Ia akan menjadi pemimpin manusia,
       Dikelilingi oleh orang yang yakin.
       Ucapan yang menyenangkan, melakukan perbuatan baik,
       Perbuatan bermoral dan bijaksana.
       Tetapi, jika ia menolak pemuasan nafsu indera,
       Sebagai penakluk, ia akan mengajarkan Jalan,
       Karena gembira pada kata-kata-Nya
       Semua yang mendengar-Nya akan mengikuti-Nya
       Dalam jalan dhamma yang besar mau pun yang kecil!"
       7) Tumit bulat seperti kerang (ussankha-pado).
       14) Rambut pori-pori berwarna biru-hitam tumbuh keriting ke
       atas.
       Para bhikkhu, pada kehidupan lampau mana pun, pada kelahiran
       mana pun atau di mana pun Tathagata berada, telah terlahir
       sebagai Manusia yang menjadi Guru penerang Dhamma dan
       kesejahteraan untuk banyak orang serta membahagiakan banyak
       orang, serta pembabar Dhamma. Karena telah melakukan perbuatan
       baik seperti itu, ketika Ia meninggal dunia, Ia terlahir kembali
       di alam bahagia, di alam surga, hidup melebihi dewa lain dalam
       sepuluh hal, yaitu: lamanya kehidupan surga, keindahan,
       kebahagiaan, kemegahan, pengaruh, penglihatan, pendengaran,
       pembauan, pengecapnya dan sentuhan (kontak). Setelah meninggal
       di alam surga, Ia terlahir kembali sebagai Manusia di alam ini
       dengan memiliki Maha Purissa Lakkhana:
       (7) Tumit bulat seperti kerang,
       (14) Rambut pori-pori berwarna biru-hitam tumbuh keriting ke
       atas.
       Dengan memiliki Maha Purisa Lakkhana seperti itu, bila Ia hidup
       berumah-tangga, Ia akan menjadi Raja Dunia (Cakkavati), Raja
       berdasarkan Raja-Dhamma, penguasa empat penjuru dunia, penakluk,
       pelindung rakyat, pemilik tujuh Ratna. Tujuh Ratna itu adalah:
       Cakka, gajah, kuda, permata, wanita, kepala rumah tangga dan
       panglima perang. Memiliki banyak anak yang gagah perkasa dan
       penakluk musuh. Namun Ia akan menaklukkan muka Bumi bukan dengan
       pedang, tetapi dengan Kebenaran. Ia menguasai dunia ini sampai
       ke batas lautan, kerajaan yang bebas dari penjahat, kuat,
       sejahtera, bahagia dan bebas dari bencana. Apa manfaat yang
       didapat-Nya sebagai Cakkavati? Ia menjadi kepala, yang
       tertinggi, terkemuka, terutama dari semua orang (duniawi). Bila
       Ia meninggalkan kehidupan duniawi, maka Ia akan menjadi Arahat
       Samyak SamBuddha. Apa manfaat yang di dapat-Nya sebagai Samyak
       Sambuddha? Ia menjadi kepala, yang tertinggi, terkemuka terutama
       dari semua makhluk. Itulah manfaat-Nya sebagai Buddha. Inilah
       yang dinyatakan oleh Sang Bhagava.
       Mengenai hal ini disebutkan:
       Suatu waktu Ia mengatakan semua yang baik
       Dengan nyaring kepada semua manusia
       Membawa berkah kepada semua makhluk,
       Pemberi dhamma yang terbuka.
       Karena tindakan dan perbuatan seperti itu,
       Ia terlahir kembali di surga.
       Terlahir kembali di bumi, Ia memiliki dua tanda,
       Tanda-tanda dari kebahagiaan tertinggi:
       Bulu tubuh tumbuh ke atas,
       Pergelangan kaki tinggi di atas kaki
       Dibentuk di bawah kulit dan daging,
       Berbentuk bagus dan indah di atas.
       "Jikalau Ia hidup berumah-tangga
       Ia akan menjadi kaya raya dan
       Tak ada orang lain yang lebih daripada-Nya:
       Karena Ia akan menguasai Jambudipa
       Jikalau Ia kuat sekali,
       Ia meninggalkan kehidupan duniawi
       Ia akan menjadi pemimpin semua makhluk hidup dan
       Tak ada orang yang melebihi-Nya
       Ia menjadi pemimpin dunia."
       8) Kaki bagaikan kaki kijang (enijanghi).
       Para bhikkhu, pada kehidupan lampau mana pun, pada kelahiran
       mana pun atau di mana pun Tathagata berada, telah terlahir
       sebagai Manusia yang mempunyai: keahlian, tahu cara dan
       pelaksanaan ilmu pengetahuan, dengan berpikir: "Apa yang dapat
       saya pelajari dan kuasai dengan cepat serta dapat saya
       praktekkan dengan cepat, tanpa keletihan?" Karena telah
       melakukan perbuatan baik seperti itu, ketika Ia meninggal dunia,
       Ia terlahir kembali di alam bahagia, di alam surga, hidup
       melebihi dewa lain dalam sepuluh hal, yaitu: lamanya kehidupan
       surga, keindahan, kebahagiaan, kemegahan, pengaruh, penglihatan,
       pendengaran, pembauan, pengecapnya dan sentuhan (kontak).
       Setelah meninggal di alam surga, Ia terlahir kembali sebagai
       Manusia di alam ini dengan memiliki Maha Purissa Lakkhana:
       (8) Kakinya bagaikan kaki kijang.
       Dengan memiliki Maha Purissa Lakkhana seperti itu, bila Ia hidup
       berumah-tangga, Ia akan menjadi Raja Dunia (Cakkavati), Raja
       berdasarkan Raja-Dhamma, penguasa empat penjuru dunia, penakluk,
       pelindung rakyat, pemilik tujuh Ratna. Tujuh Ratna itu adalah:
       Cakka, gajah, kuda, permata, wanita, kepala rumah tangga dan
       panglima perang. Memiliki banyak anak yang gagah perkasa dan
       penakluk musuh. Namun Ia akan menaklukkan muka Bumi bukan dengan
       pedang, tetapi dengan Kebenaran. Ia menguasai dunia ini sampai
       ke batas lautan, kerajaan yang bebas dari penjahat, kuat,
       sejahtera, bahagia dan bebas dari bencana. Apa manfaat yang
       didapat-Nya sebagai Cakkavati? Ia cepat memiliki
       potensi-potensi-Nya sebagai Raja, yang sesuai dan
       menyenangkan-Nya. Bila Ia meninggalkan kehidupan duniawi, maka
       Ia akan menjadi Arahat Samyak SamBuddha. Apa manfaat yang di
       dapat-Nya sebagai Samyak Sambuddha? Ia akan memiliki hal-hal
       yang sama. Itulah manfaat-Nya sebagai Buddha. Inilah yang
       dinyatakan oleh Sang Bhagava.
       Mengenai hal ini disebutkan:
       Sastra dan ilmu pengetahuan, cara-cara dan
       Pelaksanaannya, "Dengan senang hati
       Saya pelajari," kata-Nya.
       Keahlian yang tidak mengganggu makhluk hidup
       Dipelajari dengan cepat dan tanpa susah payah.
       Berdasarkan pada perbuatan, keahlian dan kemanisan,
       Maka Ia memiliki keagungan dan organ tubuh yang baik
       Rambut-Nya berputar ke atas
       Dari kulit yang lembut bulu tubuh lurus
       Orang seperti Dia berkaki bagaikan kaki kijang:
       Dikatakan: Kekayaan akan segera menjadi milik-Nya.
       "Setiap bulu membawa keberuntungan,
       Jikalau Ia hidup berumah-tangga.
       Tetapi, jikalau Ia memilih meninggalkan keduniawian,
       Hidup tak berumah-tangga,
       Dengan mata-jernih, semua hal cepat Ia temukan
       Sesuai dengan cara hidup yang lembut."
       12) Kulit sangat licin sehingga debu tak melekat di tubuh.
       Para bhikkhu, pada kehidupan lampau mana pun, pada kelahiran
       mana pun atau di mana pun Tathagata berada, telah terlahir
       sebagai Manusia yang sering mendatangi para pertapa dan brahmana
       untuk bertanya: "Apakah yang baik dan buruk? Apa yang salah dan
       benar? Apa perbuatan yang patut diikuti dan yang tak patut
       diikuti? Bilamana Saya melakukan sesuatu, apakah akibatnya
       penderitaan dan kesedihan atau pahalanya menyenangkan dan
       membahagiakan? Karena telah melakukan perbuatan baik seperti
       itu, ketika Ia meninggal dunia, Ia terlahir kembali di alam
       bahagia, di alam surga, hidup melebihi dewa lain dalam sepuluh
       hal, yaitu: lamanya kehidupan surga, keindahan, kebahagiaan,
       kemegahan, pengaruh, penglihatan, pendengaran, pembauan,
       pengecapnya dan sentuhan (kontak). Setelah meninggal di alam
       surga, Ia terlahir kembali sebagai Manusia di alam ini dengan
       memiliki Maha Purissa Lakkhana:
       (12) Kulit sangat halus dan lembut sehingga debu tak melekat
       ditubuh-Nya.
       Dengan memiliki Maha Purisa Lakkhana seperti itu, bila Ia hidup
       berumah-tangga, Ia akan menjadi Raja Dunia (Cakkavati), Raja
       berdasarkan Raja-Dhamma, penguasa empat penjuru dunia, penakluk,
       pelindung rakyat, pemilik tujuh Ratna. Tujuh Ratna itu adalah:
       Cakka, gajah, kuda, permata, wanita, kepala rumah tangga dan
       panglima perang. Memiliki banyak anak yang gagah perkasa dan
       penakluk musuh. Namun Ia akan menaklukkan muka Bumi bukan dengan
       pedang, tetapi dengan Kebenaran. Ia menguasai dunia ini sampai
       ke batas lautan, kerajaan yang bebas dari penjahat, kuat,
       sejahtera, bahagia dan bebas dari bencana. Apa manfaat yang
       didapat-Nya sebagai Cakkavati? Ia akan menjadi amat bijaksana,
       di antara orang-orang (duniawi) tidak ada yang sama atau lebih
       tinggi kebijaksanaannya daripada-Nya. Bila Ia meninggalkan
       kehidupan duniawi, maka Ia akan menjadi Arahat Samyak SamBuddha.
       Apa manfaat yang di dapat-Nya sebagai Samyak Sambuddha? Beliau:
       akan memiliki kebijaksanaan yang luas, dalam, menyenangkan,
       tangkas, menembus dan tajam, di antara semua makhluk: tidak ada
       yang sama atau lebih tinggi kebijaksanaannya daripada Beliau.
       Itulah manfaat-Nya sebagai Buddha. Inilah yang dinyatakan oleh
       Sang Bhagava.
       #Post#: 322--------------------------------------------------
       Re: Maha Purissa Lakkhana Suttram
       By: ajita Date: June 5, 2017, 8:43 am
       ---------------------------------------------------------
       Mengenai hal ini disebutkan:
       Pada waktu yang lampau, pada kelahiran-kelahiran
       Yang lampau, Ia ingin mengetahui dan bertanya
       Kepada para pertapa:
       Rajin mengembangkan kebijaksanaan,
       Ia memperhatikan ajaran mereka mengenai tujuan hidup.
       Akibat hal-hal ini bila terlahir kembali sebagai
       Manusia, maka kulit-Nya halus dan lembut.
       Para ahli menyatakan:
       "Ia akan mengetahui arti yang dalam.
       Jikalau Ia tidak meninggalkan kehidupan duniawi,
       Ia akan menjadi raja cakkavatti (maharaja)
       Bijak mengetahui semua yang dalam dan halus,
       Tak ada bandingan atau melampaui-Nya.
       Tetapi, jika Ia meninggalkan kehidupan duniawi,
       Hidup sebagai pertapa,
       Kebijaksanaan tertinggi akan dicapai-Nya,
       Penerangan Sempurna dan luas sekali."
       11) Kulit-Nya bagaikan perunggu berwarna emas.
       Para bhikkhu, pada kehidupan lampau mana pun, pada kelahiran
       mana pun atau di mana pun Tathagata berada, telah terlahir
       sebagai Manusia yang tak pernah marah, tanpa berkerut, begitu
       pula walaupun banyak kata-kata (jahat) telah ditujukan
       kepada-Nya, Ia tidak menjadi kejam, terhasut, gusar, agresif;
       tidak mempertunjukkan kemarahan, kebencian dan kejengkelan.
       Namun Ia biasa memberikan barang-barang indah, seperti:
       permadani yang lunak, jubah, linen halus, kapas, sutera dan
       bahan wol. Karena telah melakukan perbuatan baik seperti itu,
       ketika Ia meninggal dunia, Ia terlahir kembali di alam bahagia,
       di alam surga, hidup melebihi dewa lain dalam sepuluh hal,
       yaitu: lamanya kehidupan surga, keindahan, kebahagiaan,
       kemegahan, pengaruh, penglihatan, pendengaran, pembauan,
       pengecapnya dan sentuhan (kontak). Setelah meninggal di alam
       surga, Ia terlahir kembali sebagai Manusia di alam ini dengan
       memiliki Maha Purissa Lakkhana:
       (11) Kulit bagaikan perunggu berwarna emas.
       Dengan memiliki Maha Purisa Lakkhana seperti itu, bila Ia hidup
       berumah-tangga, Ia akan menjadi Raja Dunia (Cakkavati), Raja
       berdasarkan Raja-Dhamma, penguasa empat penjuru dunia, penakluk,
       pelindung rakyat, pemilik tujuh Ratna. Tujuh Ratna itu adalah:
       Cakka, gajah, kuda, permata, wanita, kepala rumah tangga dan
       panglima perang. Memiliki banyak anak yang gagah perkasa dan
       penakluk musuh. Namun Ia akan menaklukkan muka Bumi bukan dengan
       pedang, tetapi dengan Kebenaran. Ia menguasai dunia ini sampai
       ke batas lautan, kerajaan yang bebas dari penjahat, kuat,
       sejahtera, bahagia dan bebas dari bencana. Apa manfaat yang
       didapat-Nya sebagai Cakkavati? Ia akan menerima barang-barang
       yang indah. Bila Ia meninggalkan kehidupan duniawi, maka Ia akan
       menjadi Arahat Samyak SamBuddha. Apa manfaat yang di dapat-Nya
       sebagai Samyak Sambuddha? Beliau akan menerima seperti itu pula.
       Itulah manfaat-Nya sebagai Buddha. Inilah yang dinyatakan oleh
       Sang Bhagava.
       Mengenai hal ini disebutkan:
       "Mantap dengan pikiran yang baik, Ia memberikan
       Hadiah pakaian yang halus dan bagus.
       Pada kehidupan-kehidupan yang lampau
       Ia memberi seperti itu,
       Bagaikan dewa hujan yang mengguyurkan hujan.
       Kebaikan ini menyebabkan Ia terlahir di surga.
       Di sana Ia bergembira dalam buah pahala-Nya.
       Setelah waktu berlalu (Ia terlahir kembali di bumi)
       Dengan tubuh bagaikan emas yang bagus
       Segalanya bagaikan para dewa, seperti dewa Sakka.
       'Jikalau Ia hidup berumah tangga,
       Ia akan mengurus dunia yang jahat ini,
       Berdasarkan apa yang telah dibuat-Nya, Ia menerima
       Pakaian yang berkwalitas terbaik,
       Permadani dan kain penutup yang terbaik.
       Jikalau Ia memilih meninggalkan duniawi,
       Hal-hal seperti itu pula akan diterima-Nya.
       Pahala perbuatan tidak dapat hilang."
       10) Kemaluan terbungkus oleh selaput (kosohitavatthaguyho).
       Para bhikkhu, pada kehidupan lampau mana pun, pada kelahiran
       mana pun atau di mana pun Tathagata berada, telah terlahir
       sebagai Manusia yang mempersatukan keluarga-keluarga,
       teman-teman dan orang-orang yang telah lama terpisah;
       mempersatukan: ibu dengan anak dan sebaliknya, ayah dengan anak
       dan sebaliknya, saudara laki-laki dengan saudara laki-laki,
       saudara wanita dengan saudara wanita, yang membuat mereka
       gembira sekali. Karena telah melakukan perbuatan baik seperti
       itu, ketika Ia meninggal dunia, Ia terlahir kembali di alam
       bahagia, di alam surga, hidup melebihi dewa lain dalam sepuluh
       hal, yaitu: lamanya kehidupan surga, keindahan, kebahagiaan,
       kemegahan, pengaruh, penglihatan, pendengaran, pembauan,
       pengecapnya dan sentuhan (kontak). Setelah meninggal di alam
       surga, Ia terlahir kembali sebagai Manusia di alam ini dengan
       memiliki Maha Purissa Lakkhana:
       (10) Kemaluan terbungkus oleh selaput.
       Dengan memiliki Maha Purisa Lakkhana seperti itu, bila Ia hidup
       berumah-tangga, Ia akan menjadi Raja Dunia (Cakkavati), Raja
       berdasarkan Raja-Dhamma, penguasa empat penjuru dunia, penakluk,
       pelindung rakyat, pemilik tujuh Ratna. Tujuh Ratna itu adalah:
       Cakka, gajah, kuda, permata, wanita, kepala rumah tangga dan
       panglima perang. Memiliki banyak anak yang gagah perkasa dan
       penakluk musuh. Namun Ia akan menaklukkan muka Bumi bukan dengan
       pedang, tetapi dengan Kebenaran. Ia menguasai dunia ini sampai
       ke batas lautan, kerajaan yang bebas dari penjahat, kuat,
       sejahtera, bahagia dan bebas dari bencana. Apa manfaat yang
       didapat-Nya sebagai Cakkavati? Ia akan memiliki anak yang
       banyak, lebih dari seribu anak yang perkasa dan penakluk
       musuh-musuh. Bila Ia meninggalkan kehidupan duniawi, maka Ia
       akan menjadi Arahat Samyak SamBuddha. Apa manfaat yang di
       dapat-Nya sebagai Samyak Sambuddha? Beliau memiliki yang sama.
       Itulah manfaat-Nya sebagai Buddha. Inilah yang dinyatakan oleh
       Sang Bhagava.
       Mengenai hal ini disebutkan:
       Pada waktu yang lampau, dalam kelahiran-kelahiran
       Yang lampau, teman-teman dan sanak saudara yang telah
       Lama berpisah, dipertemukannya, dipersatukannya,
       Demikianlah persatuan mereka yang menggembirakan.
       Berdasarkan perbuatan baik ini Ia lahir di surga,
       Bahagia dan gembira sebagai buah karma-Nya.
       Ketika Ia meninggal dan terlahir kembali di bumi,
       Selaput membungkus kemaluan-Nya.
       Ia akan memiliki banyak anak,
       Lebih dari seribu anak akan Ia punyai,
       Kesatria pemenang, penakluk dan penyayang;
       Kegembiraan hidup manusia biasa.
       Jikalau Ia meninggalkan kehidupan duniawi,
       Ia tetap akan memiliki banyak 'anak' yaitu:
       Mereka yang tergantung pada kata-kata-Nya.
       Begitulah, apakah Ia meninggalkan
       Kehidupan duniawi atau tidak,
       Demikianlah arti dari tanda ini.
       9) Kedua tangan dapat menyentuh dan menggosok kedua lutut, tanpa
       membungkukkan badan,
       19) Tinggi tubuh sama dengan panjang rentangan kedua tangan-Nya.
       Para bhikkhu, pada kehidupan lampau mana pun, pada kelahiran
       mana pun atau di mana pun Tathagata berada, telah terlahir
       sebagai Manusia yang selalu memikirkan kesejahteraan orang lain,
       mengetahui setiap orang, mengetahui bagaimana orang yang satu
       dengan lain berbeda: "Orang ini perlu ini dan orang itu perlu
       itu." demikianlah Ia membedakan mereka. Karena telah melakukan
       perbuatan baik seperti itu, ketika Ia meninggal dunia, Ia
       terlahir kembali di alam bahagia, di alam surga, hidup melebihi
       dewa lain dalam sepuluh hal, yaitu: lamanya kehidupan surga,
       keindahan, kebahagiaan, kemegahan, pengaruh, penglihatan,
       pendengaran, pembauan, pengecapnya dan sentuhan (kontak).
       Setelah meninggal di alam surga, Ia terlahir kembali sebagai
       Manusia di alam ini dengan memiliki Maha Purissa Lakkhana:
       (9) Kedua tangan-Nya dapat menyentuh dan menggosok kedua
       lutut-Nya tanpa membungkukkan badan-Nya,
       (19) tubuh-Nya bagaikan pohon (Beringin) Nigroda, tinggi-Nya
       sama dengan panjang rentangan kedua tangan-Nya.
       Dengan memiliki Maha Purisa Lakkhana seperti itu, bila Ia hidup
       berumah-tangga, Ia akan menjadi Raja Dunia (Cakkavati), Raja
       berdasarkan Raja-Dhamma, penguasa empat penjuru dunia, penakluk,
       pelindung rakyat, pemilik tujuh Ratna. Tujuh Ratna itu adalah:
       Cakka, gajah, kuda, permata, wanita, kepala rumah tangga dan
       panglima perang. Memiliki banyak anak yang gagah perkasa dan
       penakluk musuh. Namun Ia akan menaklukkan muka Bumi bukan dengan
       pedang, tetapi dengan Kebenaran. Ia menguasai dunia ini sampai
       ke batas lautan, kerajaan yang bebas dari penjahat, kuat,
       sejahtera, bahagia dan bebas dari bencana. Apa manfaat yang
       didapat-Nya sebagai Cakkavati? Ia akan kaya, mempunyai harta dan
       sumber yang banyak, harta simpanan mas dan perak yang banyak,
       simpanan berbagai macam kebutuhan, gudangnya penuh makanan. Bila
       Ia meninggalkan kehidupan duniawi, maka Ia akan menjadi Arahat
       Samyak SamBuddha. Apa manfaat yang di dapat-Nya sebagai Samyak
       Sambuddha? Ia akan kaya raya dalam hal: saddha (keyakinan), sila
       (moral), hiri (malu berbuat salah) dan ottappa (takut akan
       akibat perbuatan salah). Itulah manfaat-Nya sebagai Buddha.
       Inilah yang dinyatakan oleh Sang Bhagava.
       #Post#: 323--------------------------------------------------
       Re: Maha Purissa Lakkhana Suttram
       By: ajita Date: June 5, 2017, 8:46 am
       ---------------------------------------------------------
       Mengenai hal ini disebutkan:
       Menimbang dengan benar, mencatat,
       Mencari manfaat untuk orang-orang,
       Melihat: "Orang ini berhak,
       Ini bagian orang itu," renung-Nya.
       Sekarang, tanpa membungkuk Ia dapat
       Menyentuh lutut-lutut-Nya dengan kedua tangan-Nya,
       Tubuh-Nya bagaikan pohon seimbang dan tinggi-Nya,
       Adalah buah karma baik-Nya.
       Orang yang membaca tanda dan ciri-ciri,
       Ahli dalam hal itu menyatakan:
       "Segala sesuatu memenuhi kebutuhan duniawi-Nya,
       Ia akan memiliki anak yang banyak,
       Banyak kekayaan dunia karena dia penguasa dunia,
       Ini sesuai bagi manusia biasa, begitulah Dia.
       Jikalau Ia meninggalkan kehidupan duniawi,
       Ia akan mendapatkan kekayaan yang tiada bandingan-Nya."
       17) Dada bagaikan dada singa,
       18 ) Kedua bahu-Nya tidak ada lekukan,
       20) Dada sama lebarnya.
       Para bhikkhu, pada kehidupan lampau mana pun, pada kelahiran
       mana pun atau di mana pun Tathagata berada, telah terlahir
       sebagai Manusia yang menginginkan agar banyak orang sejahtera,
       maju, senang, bebas dari beban; memikirkan bagaimana agar banyak
       orang mengembangkan keyakinan, moral, pelajaran, kedermawanan,
       dhamma, kebijaksanaan, milik dan kekayaan; begitu pula untuk
       para istri, anak, pelayan, pekerja, pembantu, saudara, teman dan
       kenalan, berkaki dua maupun berkaki empat. Karena telah
       melakukan perbuatan baik seperti itu, ketika Ia meninggal dunia,
       Ia terlahir kembali di alam bahagia, di alam surga, hidup
       melebihi dewa lain dalam sepuluh hal, yaitu: lamanya kehidupan
       surga, keindahan, kebahagiaan, kemegahan, pengaruh, penglihatan,
       pendengaran, pembauan, pengecapnya dan sentuhan (kontak).
       Setelah meninggal di alam surga, Ia terlahir kembali sebagai
       Manusia di alam ini dengan memiliki Maha Purissa Lakkhana:
       (17) Dada bagaikan dada singa,
       (18 ) kedua bahunya tidak ada lekukan,
       (20) Dada sama lebarnya.
       Dengan memiliki maha purisa lakkhana seperti itu, bila Ia hidup
       berumah-tangga, Ia akan menjadi Raja Dunia (Cakkavati), Raja
       berdasarkan Raja-Dhamma, penguasa empat penjuru dunia, penakluk,
       pelindung rakyat, pemilik tujuh Ratna. Tujuh Ratna itu adalah:
       Cakka, gajah, kuda, permata, wanita, kepala rumah tangga dan
       panglima perang. Memiliki banyak anak yang gagah perkasa dan
       penakluk musuh. Namun Ia akan menaklukkan muka Bumi bukan dengan
       pedang, tetapi dengan Kebenaran. Ia menguasai dunia ini sampai
       ke batas lautan, kerajaan yang bebas dari penjahat, kuat,
       sejahtera, bahagia dan bebas dari bencana. Apa manfaat yang
       didapat-Nya sebagai Cakkavati? Ia tidak akan kehilangan: milik
       dan kekayaan, berkaki dua atau berkaki empat, istri dan anak, ia
       akan sukses dalam semua hal. Bila Ia meninggalkan kehidupan
       duniawi, maka Ia akan menjadi Arahat Samyak SamBuddha. Apa
       manfaat yang di dapat-Nya sebagai Samyak Sambuddha? Ia tidak
       akan kehilangan: keyakinan, sila, pelajaran, kedermawanan dan
       kebijaksanaan. Itulah manfaat-Nya sebagai Buddha. Inilah yang
       dinyatakan oleh Sang Bhagava.
       Mengenai hal ini disebutkan:
       'Keyakinan, moral, belajar, kebijaksanaan,
       Menahan diri dan adil, banyak perbuatan baik lain,
       Kekayaan, harta, istri-istri dan anak-anak,
       Kawan, sanak keluarga, sahabat, sejawat,
       Kuat, rupawan dan bahagia:
       Hal-hal ini Ia inginkan untuk orang lain
       Harapan-Nya begitu bagi mereka dan tidak hilang.
       "Begitulah, berpenampilan bagaikan singa, Ia lahir,
       Tak ada lekukan di bahu dan dada sama lebar,
       Ini sebagai simpanan buah karma yang lampau,
       Dengan tanda-tanda kelahiran menghindarkan kerugian,
       Dalam kehidupan berumah tangga Ia kaya harta,
       Istri, anak serta empat pasang;
       Jika Ia meninggalkan kehidupan duniawi,
       Tanpa memiliki sesuatu (harta),
       Penerangan Sempurna menjadi milik-Nya,
       Yang tak akan gagal dicapai-Nya."'
       21) Indera perasa yang sangat peka.
       Para bhikkhu, pada kehidupan lampau mana pun, pada kelahiran
       mana pun atau di mana pun Tathagata berada, telah terlahir
       sebagai Manusia yang pantang membahayakan orang lain dengan
       tangan, batu, tongkat atau pedang. Karena telah bersikap
       demikian, ketika Ia meninggal dunia, Ia terlahir kembali di alam
       bahagia, di alam surga, hidup melebihi dewa lain dalam sepuluh
       hal, yaitu: lamanya kehidupan surga, keindahan, kebahagiaan,
       kemegahan, pengaruh, penglihatan, pendengaran, pembauan,
       pengecapnya dan sentuhan (kontak). Setelah meninggal di alam
       surga, Ia terlahir kembali sebagai Manusia di alam ini dengan
       memiliki Maha Purissa Lakkhana:
       (21) Indera perasa yang sangat peka.
       Dengan memiliki Maha Purisa Lakkhana seperti itu, bila Ia hidup
       berumah-tangga, Ia akan menjadi Raja Dunia (Cakkavati), Raja
       berdasarkan Raja-Dhamma, penguasa empat penjuru dunia, penakluk,
       pelindung rakyat, pemilik tujuh Ratna. Tujuh Ratna itu adalah:
       Cakka, gajah, kuda, permata, wanita, kepala rumah tangga dan
       panglima perang. Memiliki banyak anak yang gagah perkasa dan
       penakluk musuh. Namun Ia akan menaklukkan muka Bumi bukan dengan
       pedang, tetapi dengan Kebenaran. Ia menguasai dunia ini sampai
       ke batas lautan, kerajaan yang bebas dari penjahat, kuat,
       sejahtera, bahagia dan bebas dari bencana. Apa manfaat yang
       didapat-Nya sebagai Cakkavati? Ia akan sedikit menderita dan
       sakit, pencernaannya bagus, Ia merasa tidak terlalu dingin atau
       panas. Bila Ia meninggalkan kehidupan duniawi, maka Ia akan
       menjadi Arahat Samyak SamBuddha. Apa manfaat yang di dapat-Nya
       sebagai Samyak Sambuddha? Beliau mengalami hal yang sama, serta
       menggunakan tenaga dengan wajar. Itulah manfaat-Nya sebagai
       Buddha. Inilah yang dinyatakan oleh Sang Bhagava.
       Mengenai hal ini disebutkan:
       'Tidak menyakiti dengan tangan, tongkat atau batu,
       Tidak membunuh dengan pedang, tidak membahayakan,
       Tidak mengancam dengan tali,
       Kelahiran yang berbahagia didapatkan-Nya sebagai
       Buah dari perbuatan-Nya yang baik, Ia terlahir di surga,
       Membentuk alat perasa-Nya dengan baik.
       "Kebahagiaan yang amat sangat menjadi hak-Nya
       Sebagai orang biasa atau pertapa.
       Itulah arti dari tanda ini."'
       29) Mata biru,
       (30) Bulu mata bagaikan bulu mata sapi (lentik).
       Para bhikkhu, pada kehidupan lampau mana pun, pada kelahiran
       mana pun atau di mana pun Tathagata berada, telah terlahir
       sebagai Manusia yang jika melihat orang lain pandangan mata-Nya
       tidak: mencurigakan, miring, sembunyi-sembunyi; tetapi melihat
       secara langsung, terbuka, lurus dengan pandangan yang lembut.
       Karena telah bersikap demikian, ketika Ia meninggal dunia, Ia
       terlahir kembali di alam bahagia, di alam surga, hidup melebihi
       dewa lain dalam sepuluh hal, yaitu: lamanya kehidupan surga,
       keindahan, kebahagiaan, kemegahan, pengaruh, penglihatan,
       pendengaran, pembauan, pengecapnya dan sentuhan (kontak).
       Setelah meninggal di alam surga, Ia terlahir kembali sebagai
       Manusia di alam ini dengan memiliki Maha Purissa Lakkhana:
       (29) Mata biru,
       (30) Bulu mata bagaikan bulu mata sapi (bulu mata lentik).
       Dengan memiliki Maha Purisa Lakkhana seperti itu, bila Ia hidup
       berumah-tangga, Ia akan menjadi Raja Dunia (Cakkavati), Raja
       berdasarkan Raja-Dhamma, penguasa empat penjuru dunia, penakluk,
       pelindung rakyat, pemilik tujuh Ratna. Tujuh Ratna itu adalah:
       Cakka, gajah, kuda, permata, wanita, kepala rumah tangga dan
       panglima perang. Memiliki banyak anak yang gagah perkasa dan
       penakluk musuh. Namun Ia akan menaklukkan muka Bumi bukan dengan
       pedang, tetapi dengan Kebenaran. Ia menguasai dunia ini sampai
       ke batas lautan, kerajaan yang bebas dari penjahat, kuat,
       sejahtera, bahagia dan bebas dari bencana. Apa manfaat yang
       didapat-Nya sebagai Cakkavati? Ia akan dicintai oleh
       orang-orang, Ia akan populer dan dicintai oleh para
       brahmana-berumah-tangga, rakyat, bendahara, pengawal, penjaga,
       menteri, raja-raja lain, tuan tanah dan pelayan. Bila Ia
       meninggalkan kehidupan duniawi, maka Ia akan menjadi Arahat
       Samyak SamBuddha. Apa manfaat yang di dapat-Nya sebagai Samyak
       Sambuddha? Beliau akan populer dan dicintai oleh para bhikkhu,
       bhikkhuni, upasaka, upasika, manusia, dewa, asura, naga dan
       gandharva. Itulah manfaat-Nya sebagai Buddha. Inilah yang
       dinyatakan oleh Sang Bhagava.
       Mengenai hal ini disebutkan:
       'Melihat dengan tak rasa curiga, tak mengelak,
       Tak membuang pandangan, Ia melihat langsung dan
       Jelas kepada banyak orang
       Dengan terus terang, dengan mata mengasihi.
       Ia lahir kembali di tempat yang bahagia,
       Di sana Ia menikmati hasil karma baik-Nya.
       Terlahir kembali di bumi,
       Bulu mata-Nya lentik, mata-Nya biru.
       Mereka yang mengetahui arti-Nya, menyatakan:
       "Anak yang memiliki mata yang bagus akan menjadi
       Orang diliputi kesenangan.
       Bila Ia orang biasa,
       Ia akan menyenangkan pandangan semua orang.
       Jikalau Ia menjadi pertapa,
       Ia dicintai sebagai penyembuh penderitaan manusia."'
       #Post#: 324--------------------------------------------------
       Re: Maha Purissa Lakkhana Suttram
       By: ajita Date: June 5, 2017, 8:47 am
       ---------------------------------------------------------
       32) Kepala bagaikan berserban.
       Para bhikkhu, pada kehidupan lampau mana pun, pada kelahiran
       mana pun atau di mana pun Tathagata berada, telah terlahir
       sebagai Manusia yang berprilaku sangat terpuji, pemimpin
       melaksanakan perbuatan, ucapan dan pikiran yang benar, dermawan,
       bermoral baik, melaksanakan uposatha sila, menghormati: ayah,
       ibu, pertapa, brahmana ketua suku, dan giat dalam berbagai
       aktivitas. karena telah melakukan perbuatan baik seperti itu,
       ketika Ia meninggal dunia, Ia terlahir kembali di alam bahagia,
       di alam surga, hidup melebihi dewa lain dalam sepuluh hal,
       yaitu: lamanya kehidupan surga, keindahan, kebahagiaan,
       kemegahan, pengaruh, penglihatan, pendengaran, pembauan,
       pengecapnya dan sentuhan (kontak). Setelah meninggal di alam
       surga, Ia terlahir kembali sebagai Manusia di alam ini dengan
       memiliki Maha Purissa Lakkhana:
       (32) Kepala bagaikan berserban.
       Dengan memiliki Maha Purisa Lakkhana seperti itu, bila Ia hidup
       berumah-tangga, Ia akan menjadi Raja Dunia (Cakkavati), Raja
       berdasarkan Raja-Dhamma, penguasa empat penjuru dunia, penakluk,
       pelindung rakyat, pemilik tujuh Ratna. Tujuh Ratna itu adalah:
       Cakka, gajah, kuda, permata, wanita, kepala rumah tangga dan
       panglima perang. Memiliki banyak anak yang gagah perkasa dan
       penakluk musuh. Namun Ia akan menaklukkan muka Bumi bukan dengan
       pedang, tetapi dengan Kebenaran. Ia menguasai dunia ini sampai
       ke batas lautan, kerajaan yang bebas dari penjahat, kuat,
       sejahtera, bahagia dan bebas dari bencana. Apa manfaat yang
       didapat-Nya sebagai Cakkavati? Ia akan menerima Kesetiaan dari
       para brahmana-berumah-tangga, rakyat, bendahara, pengawal,
       penjaga, menteri, raja-raja lain, tuan tanah dan pelayan. Bila
       Ia meninggalkan kehidupan duniawi, maka Ia akan menjadi Arahat
       Samyak SamBuddha. Apa manfaat yang di dapat-Nya sebagai Samyak
       Sambuddha? Beliau akan menerima Kesetiaan dari para bhikkhu,
       bhikkhuni, upasaka, upasika, manusia, dewa, asura, naga dan
       gandharva. Itulah manfaat-Nya sebagai Buddha. Inilah yang
       dinyatakan oleh Sang Bhagava.
       Mengenai hal ini disebutkan:
       'Ia memimpin dalam perbuatan,
       Berkeinginan hidup dalam kebenaran.
       Begitulah orang-orang loyal padanya di sini,
       Lahir di surga sebagai buah karma-Nya.
       Setelah buah karma untuk hidup di sana habis
       Ia lahir kembali di bumi dengan
       Kepala bagaikan berserban.
       Mereka yang mengetahui makna tanda-tanda menyatakan:
       "Ia akan menjadi orang yang paling utama,
       Semua akan melayani-Nya dalam hidup ini
       Seperti pada keadaan yang lampau.
       Ia seorang kesatria yang kaya,
       Ia akan mendapat pelayanan dari keluarga-Nya,
       Tetapi bila Ia meninggalkan kehidupan duniawi,
       Orang ini akan menguasai dhamma dan
       Semua orang akan berkumpul untuk mendengar
       Ajaran yang akan dikhotbahkan-Nya."'
       13) Bulu roma terpisah-pisah, sehelai pada setiap pori.
       31) Di antara alis-alis mata
       tumbuh sehelai rambut halus, putih bagaikan kapas lembut.
       Para bhikkhu, pada kehidupan lampau mana pun, pada kelahiran
       mana pun atau di mana pun Tathagata berada, telah terlahir
       sebagai Manusia yang tidak berdusta, tidak berbohong dan menjadi
       pembicara kebenaran, menyatu dengan kebenaran, dipercaya,
       konsisten, tidak menipu orang-orang. Karena telah bersikap
       seperti itu, ketika Ia meninggal dunia, Ia terlahir kembali di
       alam bahagia, di alam surga, hidup melebihi dewa lain dalam
       sepuluh hal, yaitu: lamanya kehidupan surga, keindahan,
       kebahagiaan, kemegahan, pengaruh, penglihatan, pendengaran,
       pembauan, pengecapnya dan sentuhan (kontak). Setelah meninggal
       di alam surga, Ia terlahir kembali sebagai Manusia di alam ini
       dengan memiliki Maha Purissa Lakkhana:
       (13) Bulu roma terpisah-pisah, sehelai pada setiap pori,
       (31) Di antara alis-alis mata tumbuh sehelai rambut halus, putih
       bagaikan kapas lembut.
       Dengan memiliki Maha Purisa Lakkhana seperti itu, bila Ia hidup
       berumah-tangga, Ia akan menjadi Raja Dunia (Cakkavati), Raja
       berdasarkan Raja-Dhamma, penguasa empat penjuru dunia, penakluk,
       pelindung rakyat, pemilik tujuh Ratna. Tujuh Ratna itu adalah:
       Cakka, gajah, kuda, permata, wanita, kepala rumah tangga dan
       panglima perang. Memiliki banyak anak yang gagah perkasa dan
       penakluk musuh. Namun Ia akan menaklukkan muka Bumi bukan dengan
       pedang, tetapi dengan Kebenaran. Ia menguasai dunia ini sampai
       ke batas lautan, kerajaan yang bebas dari penjahat, kuat,
       sejahtera, bahagia dan bebas dari bencana. Apa manfaat yang
       didapat-Nya sebagai Cakkavati? Ia akan dipatuhi oleh para
       brahmana, penduduk, rakyat, bendahara, pengawal, penjaga,
       menteri, raja-raja lain, para tuan tanah dan pelayan. Bila Ia
       meninggalkan kehidupan duniawi, maka Ia akan menjadi Arahat
       Samyak SamBuddha. Apa manfaat yang di dapat-Nya sebagai Samyak
       Sambuddha? Beliau dipatuhi oleh para bhikkhu, bhikkhuni,
       upasaka, upasika, manusia, dewa, asura, naga dan gandharva.
       Itulah manfaat-Nya sebagai Buddha. Inilah yang dinyatakan oleh
       Sang Bhagava.
       Mengenai hal ini dikatakan:
       'Pada kehidupan yang lampau Ia menepati janji,
       Jujur dalam ucapan, Ia menolak semua bohong.
       Ia tidak melanggar kata-kata-Nya,
       Ia senang pada kebenaran dan kejujuran.
       Putih, cemerlang dan lembut bagaikan bulu burung
       Rambut nampak di antara alis-Nya,
       Dari satu pori tumbuh hanya sehelai rambut,
       Setiap rambut tumbuh terpisah.
       Para ahli tanda menyatakan:
       "Dengan tanda seperti itu yang ada di antara dua alis
       Rambut-rambut seperti itu, Ia akan dipatuhi oleh semua.
       Jika Ia hidup sebagia manusia biasa orang-orang akan
       Menghormat-Nya, karena perbuatan yang lampau;
       Jika meninggalkan kehidupan duniawi, tanpa memiliki,
       Sebagai Buddha mereka akan memuja-Nya."'
       23) Empat puluh buah gigi,
       25) Di antara gigi tak ada celah.
       Para bhikkhu, pada kehidupan lampau mana pun, pada kelahiran
       mana pun atau di mana pun Tathagata berada, telah terlahir
       sebagai Manusia yang pantang menfitnah, tidak mengulangi apa
       yang didengar di sana untuk menimbulkan permusuhan di sini,
       maupun sebaliknya. Karena telah melakukan demikian, ketika Ia
       meninggal dunia, Ia terlahir kembali di alam bahagia, di alam
       surga, hidup melebihi dewa lain dalam sepuluh hal, yaitu:
       lamanya kehidupan surga, keindahan, kebahagiaan, kemegahan,
       pengaruh, penglihatan, pendengaran, pembauan, pengecapnya dan
       sentuhan (kontak). Setelah meninggal di alam surga, Ia terlahir
       kembali sebagai Manusia di alam ini dengan memiliki Maha Purissa
       Lakkhana:
       23) Empar puluh buah gigi,
       25) Di antara giginya tak ada celah.
       Dengan memiliki Maha Purisa Lakkhana seperti itu, bila Ia hidup
       berumah-tangga, Ia akan menjadi Raja Dunia (Cakkavati), Raja
       berdasarkan Raja-Dhamma, penguasa empat penjuru dunia, penakluk,
       pelindung rakyat, pemilik tujuh Ratna. Tujuh Ratna itu adalah:
       Cakka, gajah, kuda, permata, wanita, kepala rumah tangga dan
       panglima perang. Memiliki banyak anak yang gagah perkasa dan
       penakluk musuh. Namun Ia akan menaklukkan muka Bumi bukan dengan
       pedang, tetapi dengan Kebenaran. Ia menguasai dunia ini sampai
       ke batas lautan, kerajaan yang bebas dari penjahat, kuat,
       sejahtera, bahagia dan bebas dari bencana. Apa manfaat yang
       didapat-Nya sebagai Cakkavati? Para pengikut-Nya: brahmana,
       penduduk, rakyat, bendahara, pengawal, penjaga, menteri,
       raja-raja lain, tuan tanah dan pelayan tidak akan
       terpecah-belah. Bila Ia meninggalkan kehidupan duniawi, maka Ia
       akan menjadi Arahat Samyak SamBuddha. Apa manfaat yang di
       dapat-Nya sebagai Samyak Sambuddha? Para pengikut-Nya: bhikkhu,
       bhikkhuni, upasaka, upasika, manusia, dewa, asura, naga dan
       gandharva tidak akan terpecah-belah. Itulah manfaat-Nya sebagai
       Buddha. Inilah yang dinyatakan oleh Sang Bhagava.
       Mengenai hal ini disebutkan:
       'Ia tidak mengucapkan kata-kata jahat
       Yang menyebabkan perpecahan atau meningkatkannya,
       Memperpanjang perpecahan dan kepahitan,
       Namun Ia membimbing ke arah persahabatan yang baik.
       Semua yang diucapkan-Nya adalah untuk perdamaian,
       Serta mempersatukan kembali ikatan yang putus,
       Harmoni adalah kesenangan-Nya.
       Terlahir kembali di alam yang bahagia,
       Di sana Ia menikmati hasil karma baik-Nya.
       Terlahir kembali di bumi, gigi-Nya bertumbuh dengan
       Rapat dengan jumlah empat puluh buah dan kuat.
       Jika Ia sebagai kesatria yang kaya,
       Ia akan lembut kepada bawahan-Nya;
       Jika Ia seorang pertapa, bebas dari noda,
       Kelompok-Nya akan terbentuk dan terbina dengan baik.'
       27) Lidah panjang,
       28 ) Suara bagaikan suara-brahma, seperti suara burung Karavika.
       Para bhikkhu, pada kehidupan lampau mana pun, pada kelahiran
       mana pun atau di mana pun Tathagata berada, telah terlahir
       sebagai Manusia yang pantang berbicara kasar, menghindar
       mengucapkan kata-kata kasar, mengucapkan kata-kata yang baik,
       enak didengar, menyenangkan, mengena, sopan, menggembirakan dan
       menarik didengar oleh banyak orang. Karena telah melakukan
       perbuatan demikian, ketika Ia meninggal dunia, Ia terlahir
       kembali di alam bahagia, di alam surga, hidup melebihi dewa lain
       dalam sepuluh hal, yaitu: lamanya kehidupan surga, keindahan,
       kebahagiaan, kemegahan, pengaruh, penglihatan, pendengaran,
       pembauan, pengecapnya dan sentuhan (kontak). Setelah meninggal
       di alam surga, Ia terlahir kembali sebagai Manusia di alam ini
       dengan memiliki Maha Purissa Lakkhana:
       (27) Lidah panjang,
       (28 ) Suara bagaikan suara brahma, seperti burung Karavika.
       Dengan memiliki Maha Purisa Lakkhana seperti itu, bila Ia hidup
       berumah-tangga, Ia akan menjadi Raja Dunia (Cakkavati), Raja
       berdasarkan Raja-Dhamma, penguasa empat penjuru dunia, penakluk,
       pelindung rakyat, pemilik tujuh Ratna. Tujuh Ratna itu adalah:
       Cakka, gajah, kuda, permata, wanita, kepala rumah tangga dan
       panglima perang. Memiliki banyak anak yang gagah perkasa dan
       penakluk musuh. Namun Ia akan menaklukkan muka Bumi bukan dengan
       pedang, tetapi dengan Kebenaran. Ia menguasai dunia ini sampai
       ke batas lautan, kerajaan yang bebas dari penjahat, kuat,
       sejahtera, bahagia dan bebas dari bencana. Apa manfaat yang
       didapat-Nya sebagai Cakkavati? Ia memiliki suara meyakinkan,
       para pengikut-Nya, yaitu brahmana, penduduk, rakyat, bendahara,
       pengawal, penjaga, menteri, raja-raja lain, tuan tanah dan
       pelayan akan menerima kata-kata-Nya dengan senang hati. Bila Ia
       meninggalkan kehidupan duniawi, maka Ia akan menjadi Arahat
       Samyak SamBuddha. Apa manfaat yang di dapat-Nya sebagai Samyak
       Sambuddha? Beliau memiliki suara meyakinkan, para pengikut-Nya,
       yaitu bhikkhu, bhikkhuni, upasaka, upasika, manusia, dewa,
       asura, naga dan gandharva akan menerima kata-kata Beliau dengan
       senang hati. Itulah manfaat-Nya sebagai Buddha. Inilah yang
       dinyatakan oleh Sang Bhagava.
       Mengenai hal ini disebutkan:
       'Ia tidak mengucapkan hinaan, makian,
       Yang menyakitkan atau melukai orang.
       Kata-kata-Nya halus, lembut dan manis,
       Menarik di hati orang-orang dan
       Menyenangkan didengar.
       Terlahir kembali di alam surga, di sana
       Ia menikmati buah karma baik-Nya.
       Setelah menikmati buah karma baik-Nya,
       Dengan memiliki suara Brahma Ia terlahir di bumi
       Serta memiliki lidah yang panjang.
       "Apa yang Ia katakan adalah sangat bermakna.
       Sebagai Manusia biasa Ia akan sejahtera sekali.
       Jikalau Ia meninggalkan kehidupan duniawi,
       Orang-orang akan memperhatikan kata-kata-Nya, serta
       Selalu ingat semua kata-kata-Nya."'
       #Post#: 325--------------------------------------------------
       Re: Maha Purissa Lakkhana Suttram
       By: ajita Date: June 5, 2017, 8:48 am
       ---------------------------------------------------------
       (22) Rahang bagaikan rahang singa.
       Para bhikkhu, pada kehidupan lampau mana pun, pada kelahiran
       mana pun atau di mana pun Tathagata berada, telah terlahir
       sebagai Manusia yang pantang mengobral tanpa arti, bicara pada
       waktu yang tepat, bicara dengan benar dan bertujuan, berbicara
       tentang dhamma dan vinaya, bicara untuk hal yang berguna. Karena
       telah berbuat demikian, ketika Ia meninggal dunia, Ia terlahir
       kembali di alam bahagia, di alam surga, hidup melebihi dewa lain
       dalam sepuluh hal, yaitu: lamanya kehidupan surga, keindahan,
       kebahagiaan, kemegahan, pengaruh, penglihatan, pendengaran,
       pembauan, pengecapnya dan sentuhan (kontak). Setelah meninggal
       di alam surga, Ia terlahir kembali sebagai Manusia di alam ini
       dengan memiliki Maha Purissa Lakkhana:
       (22) Rahang bagaikan rahang singa.
       Dengan memiliki Maha Purisa Lakkhana seperti itu, bila Ia hidup
       berumah-tangga, Ia akan menjadi Raja Dunia (Cakkavati), Raja
       berdasarkan Raja-Dhamma, penguasa empat penjuru dunia, penakluk,
       pelindung rakyat, pemilik tujuh Ratna. Tujuh Ratna itu adalah:
       Cakka, gajah, kuda, permata, wanita, kepala rumah tangga dan
       panglima perang. Memiliki banyak anak yang gagah perkasa dan
       penakluk musuh. Namun Ia akan menaklukkan muka Bumi bukan dengan
       pedang, tetapi dengan Kebenaran. Ia menguasai dunia ini sampai
       ke batas lautan, kerajaan yang bebas dari penjahat, kuat,
       sejahtera, bahagia dan bebas dari bencana. Apa manfaat yang
       didapat-Nya sebagai Cakkavati? Ia tidak dapat diganggu oleh
       maksud jahat manusia atau lawan-Nya. Bila Ia meninggalkan
       kehidupan duniawi, maka Ia akan menjadi Arahat Samyak SamBuddha.
       Apa manfaat yang di dapat-Nya sebagai Samyak Sambuddha? Beliau
       tidak dapat diganggu oleh maksud jahat dari: dalam maupun luar,
       oleh nafsu, kebencian, kebodohan, pertapa atau brahmana, dewa,
       mara, brahma atau makhluk apa pun. Itulah manfaat-Nya sebagai
       Buddha. Inilah yang dinyatakan oleh Sang Bhagava.
       Mengenai hal ini disebutkan:
       Tak ada cerita yang sia-sia atau konyol,
       Ia berkepala dingin,
       Ia tak meninggalkan kata-kata menyakitkan,
       Hanya mengucapkan kebaikan semua orang.
       Ia meninggal dan terlahir kembali di surga
       Menikmati buah karma baiknya.
       Sekali lagi terlahir di bumi,
       Ia memiliki rahang menyerupai milik dari
       Penguasa semua makhluk berkaki dua.
       "Ia akan menjadi raja yang tak terkalahkan,
       Penguasa manusia yang sangat perkasa,
       Bagaikan penguasa dari tiga alam dewa,
       Menyerupai dewa yang paling agung.
       Gandhabba, sakka dan asura
       Sia-sia untuk menjatuhkan-Nya.
       Sebagai manusia biasa Ia akan
       Menguasai seluruh dunia.
       24) Gigi rata,
       26) Gigi putih bersih.
       Para bhikkhu, pada kehidupan lampau mana pun, pada kelahiran
       mana pun atau di mana pun Tathagata berada, telah terlahir
       sebagai Manusia yang pantang melakukan mata pencaharian salah,
       hidup dengan mata pencaharian benar, tidak menipu dengan
       timbangan maupun ukuran, tidak memberi suap dan tidak korupsi,
       tidak curang, tulus, tidak melukai, tidak membunuh, tidak
       mengurung orang, tidak menodong dan tidak merampok. Karena telah
       melakukan perbuatan demikian, ketika Ia meninggal dunia, Ia
       terlahir kembali di alam bahagia, di alam surga, hidup melebihi
       dewa lain dalam sepuluh hal, yaitu: lamanya kehidupan surga,
       keindahan, kebahagiaan, kemegahan, pengaruh, penglihatan,
       pendengaran, pembauan, pengecapnya dan sentuhan (kontak).
       Setelah meninggal di alam surga, Ia terlahir kembali sebagai
       Manusia di alam ini dengan memiliki Maha Purissa Lakkhana:
       (24) Gigi rata,
       (26) Gigi putih bersih.
       Dengan memiliki maha purisa lakkhana seperti itu, bila Ia hidup
       berumah-tangga, Ia akan menjadi Raja Dunia (Cakkavati), Raja
       berdasarkan Raja-Dhamma, penguasa empat penjuru dunia, penakluk,
       pelindung rakyat, pemilik tujuh Ratna. Tujuh Ratna itu adalah:
       Cakka, gajah, kuda, permata, wanita, kepala rumah tangga dan
       panglima perang. Memiliki banyak anak yang gagah perkasa dan
       penakluk musuh. Namun Ia akan menaklukkan muka Bumi bukan dengan
       pedang, tetapi dengan Kebenaran. Ia menguasai dunia ini sampai
       ke batas lautan, kerajaan yang bebas dari penjahat, kuat,
       sejahtera, bahagia dan bebas dari bencana. Apa manfaat yang
       didapat-Nya sebagai Cakkavati? Para pengikut-Nya: brahmana,
       penduduk, rakyat, bendahara, pengawal, penjaga, menteri,
       raja-raja lain, tuan tanah dan pelayan akan berpenghidupan
       benar. Bila Ia meninggalkan kehidupan duniawi menjadi tak
       berumah-tangga (pabbajja), Ia akan menjadi Arahat Samyak
       SamBuddha. Apakah manfaat yang didapat-Nya sebagai Buddha, para
       pengikut-Nya: bhikkhu, bhikkhuni, upasaka, upasika, dewa,
       manusia, asura, naga dan gandharva akan berpenghidupan suci.
       Itulah manfaat-Nya sebagai Buddha. Inilah yang dinyatakan oleh
       Sang Bhagava.
       Mengenai hal ini disebutkan:
       Ia meninggalkan penghidupan salah,
       Ia melakukan cara hidup yang suci dan benar.
       Menyakitkan orang lain, Ia tinggalkan,
       Bekerja hanya untuk kebaikan banyak orang.
       Ia mendapat hasil yang manis di alam surga
       Karena perbuatan-perbuatan yang dilakukan-Nya
       Yang mendapat pujian dari
       Orang yang bijaksana dan ahli:
       Ia membagi semua kesenangan dan kegembiraan,
       Bagaikan Penguasa dari tiga alam dewa,
       Meninggal di alam sana,
       Ia terlahir kembali sebagai manusia,
       Sebagai sisa dari karma baiknya
       Ia memiliki gigi rata
       Bersih dan cemerlang.
       Para ahli menyatakan:
       "Para pengikut-Nya akan menjadi suci.
       Bagi Dia yang giginya bagaikan burung Dija.
       Bagaikan raja para pembantu-Nya yang suci akan
       Menghormat-Nya, pemimpin mereka.
       Tanpa tekanan mereka akan berusaha
       Untuk mencapai kesejahteraan dan kegembiraan.
       Tetapi bila Ia hidup sebagai pertapa,
       Bebas dari kejahatan, semua nafsu dilenyapkan,
       Melepaskan tabir; kesakitan dan keletihan lenyap,
       Ia melihat dunia ini dan yang berikut.
       Di sana, selagi Ia mengajar,
       Umat awam telah siap meninggalkan
       Hal tak suci, kejahatan yang Ia kritik.
       Para pengikutnya adalah suci, karena Ia
       Menghilangkan kejahatan dan hal yang buruk
       Dari batin mereka.
       [center]Namo Bhagavate Siddharta Gotama Sakyamuni Tathagata
       Arhate Samyak SamBuddha
       Namo Bhagavate Candana Puspa Tathagata Arhate Samyak SamBuddha
       Sesungguhnya Kebahagiaan itu ada karena adanya Kebajikan dan
       Kebajikan itu ada karena Sang Tathagata
       Namo Bhagavate Vajrasattva Tathagata Arhate Samyak SamBuddha
       Namo Bhagavate Prajna Siddhi Tathagata Arhate Samyak
       SamBuddha[/center]
       *****************************************************