DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
Mahayana Bodhicitta Vajra
HTML https://bodhicitta.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: Arya Mahayana
*****************************************************
#Post#: 35--------------------------------------------------
Arya Bhagavati Prajñā Pāramitā Hṛdaya S$
3;tram
By: ajita Date: October 14, 2016, 11:07 am
---------------------------------------------------------
[center]Arya Bhagavati Prajñā Pāramitā
Hṛdaya Sūtram
vistaramātṛkā
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Avalokitesvara.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Avalokitesvara.jpg.html
Namaḥ Sarvajñāya[/center]
Demikianlah telah Ku dengar, sang Bhagavan sedang tinggal
berdiam di puncak gunung Grdhrakuta bersama dengan Nya ada para
Bhiksu-sangha yang berjumlah besar dan para Bodhisattva-sangha
yang berjumlah besar.
Pada saat itu, sang Bhagavan memasuki ‘Samadhi’ yang bernama
‘Gambhiravasambodham (‘Kesadaran Dari Yang Mendalam’)’. Pada
saat yang sama itu juga (tena ca samayena), sang Arya
Avalokitesvara Bodhisattva Mahasattva melihat kedalam penerapan
ini secara mendalam, penerapan dari Kesempurnaan Kebijaksanaan
Sejati (Prajna-paramita).
Dalam pengamatan bathinNya, Beliau melihat dengan jelas, bahwa
lima kelompok kegemaran (Panca-Skhanda) itu sebenarnya adalah
kosong (Sunyata) di dalam sifat alaminya. Dengan pencapaian
samadhiNya ini, maka sang Avalokitesvara telah terbebas dari
segala sumber sengsara dan derita.
Dan kemudian, melalui kekuatan dari sang Buddha
(buddhānubhāvena), Bhiksu yang lebih muda yang
bernama Sariputra berbalik dan bertanya kepada Avalokitesvara
Bodhisattva : “Jika setiap putra yang baik (kulaputra) atau
putri yang baik (kuladuhita) dari keluarga mulia berharap untuk
mengikuti latihan penerapan yang mendalam dari Prajna-paramita,
apa yang akan harus mereka lakukan?”
Inilah kemudian jawaban sang Avalokitesvara Bodhisattva kepada
Bhiksu yang berusia lebih muda yang bernama Shariputra : “Ini,
Shari putra, adalah apa yang setiap putra yang baik (kulaputra)
atau putri yang baik (kuladuhita) dari keluarga mulia harus
lihat, yang berharap untuk mengikuti latihan penerapan yang
mendalam dari Prajna-paramita. ”
“Lihatlah pertama kali Kelima Kelompok Kegemaran (Panca Skandha)
sebagai Kekosongan dari intisari pokok dari mereka sendiri.”
“Sariputra, ‘wujud (rupa)’ tidak bedanya dengan kosong
(sunyata), dan kosong (sunyata) juga tidak berbeda dengan wujud
(rupa). Maka wujud pada hakekatnya adalah kosong dan kosong
adalah wujud. Demikian pula halnya dengan ‘perasaan (vedana)’
Anda, kemampuan ‘tanggapan penglihatan (samjna)’ Anda untuk
membedakan antara sesuatu, dan ‘hasrat keinginan (samskara)’
yang menyenangkan Anda, dan semua jenis yang berbeda dari
‘kesadaran (vijnana)’ yang Anda miliki.”
“Dan jadi Kita dapat katakan, Sariputra, kekosongan dari semua
gejala kejadian (sarvadharmāḥ) tidak memiliki ciri
sifat dari mereka sendiri, tidak terlahirkan (anutpanna), tidak
termusnahkan (aniruddha), tidak ternoda (amala), tidak bersih
(na vimala), tidak berkurang, ataupun tidak bertambah.”
“Dan jadi Kita dapat katakan, Sariputra, dengan kekosongan maka
tiada wujud, tiada perasaan, tiada kemampuan pikiran untuk
membedakan, tiada keinginan yang menyenangkan Anda, dan tiada
kesadaran.”
“Tiada mata (cakṣu), tiada telinga (śrotraṁ),
tiada hidung (ghrāṇaṁ), tiada lidah
(jihvā), tiada tubuh (kāyo), tiada pikiran (mano);
tiada wujud yang dilihat, tiada suara yang didengar, tiada bau
yang dicium, tiada rasa yang dirasa, tiada sentuhan yang
disentuh dan tiada pikiran yang dipikirkan.”
“Tiada bagian dari Anda yang melihat. Tiada bagian dari Anda
yang menyadari apa yang Anda lihat; dan demikian pula sepenuhnya
sampai bagian dari Anda yang berpikir, dan bagian dari Anda yang
menyadari bahwa Anda sedang berpikir.”
“Tiada 'kebodohan' (avidya) maupun tiada 'akhir kebodohan';
demikian pula sepenuhnya sampai usia tua dan kematian, dan tiada
‘akhir dari usia tua dan kematian'. “
Tiada 'penderitaan (Dukha)', tiada sumber lautan derita
(samudaya) ini, tiada pelenyapan derita (Nirodha) ini, dan tiada
jalan kebenaran (Marga) untuk menghentikan penderitaan ini.”
“Tiada pengetahuan, tiada apapun yang dicapai, dan tiada apapun
yang tidak dicapai. Karena demikian, Shariputra, Bodhisattva
tiada memiliki apapun untuk dicapai, dan dikarenakan oleh ini,
Bodhisattva mampu berlatih penerapan ‘Kesempurnaan Kebijaksanaan
Sejati (Prajna-paramita)’, dan tinggal berdiam didalam
Prajnaparamita ini. Ini membebaskan Mereka dari setiap halangan
dalam pikiran Mereka, dan ini membebaskan Mereka dari semua
ketakutan. Mereka melampaui semua cara berpikir yang salah dan
mencapai tujuan akhir dari Nirvana.”
Semua Budha (sarvabuddhāḥ) dari tiga masa, masa
lampau, sekarang, dan masa depan
(tryadhvavyavasthitāḥ) membina Prajna-paramita untuk
mencapai Penerangan Sempurna Kesadaran Buddha Sejati Tertinggi
Yang Tiada Tanding (anuttarāṁ samyaksaṁbodhim
abhisaṁbuddhāḥ).
Jadi ini adalah Mantra Suci yang dikenal sebagai
Prajñāpāramitāmahāmantraḥ, Mantra
pengetahuan besar (Mahavidyamantrah), Mantra tiada tandingan
(anuttaramantraḥ) , Mantra yang sebanding dengan yang
melampaui semua perbandingan (asamasamamantraḥ) , Mantra
yang mengakhiri semua bentuk dari penderitaan
(sarvaduḥkhapraśamanamantraḥ) , Mantra yang
Anda harus ketahui yang benar, untuk yang salah itu tidak ada,
Mantra dari Kesempurnaan Kebijaksanaan Sejati, yang disini Saya
ucapkan untuk Anda, yakni (tadyathā) :
[center]gate gate pāragate pārasaṁgate bodhi
svāhā
(Pergi, Pergi, Pergi Melampaui, Pergi Sepenuhnya Melampaui,
Bangkit, Serukan)[/center]
Dan jadi, Shariputra, Bodhisattva harus melatih diri Mereka
sendiri didalam yang mendalam dari Kesempurnaan Kebijaksanaan
Sejati (gambhīrāyāṁ
prajñāpāramitāyāṁ
caryāyāṁ).
Dengan ini, sang Bhagavan Sakyamuni bangkit dari keadaan yang
mendalam dari Samadhi Nya
(tasmātsamādhervyutthāya).
Dia berbalik ke Avalokitesvara Bodhisattva dan membenarkan
Kata-Kata Nya (sādhukāramadāt) : Sangat Baik,
Sangat Baik, Putra Yang Baik (sādhu sādhu kulaputra).
Demikianlah itu (evametat), Putra yang baik dari keluarga mulia,
Demikianlah itu. Orang harus mengikuti yang mendalam dari
kesempurnaan kebijaksanaan sejati
(gambhīrāyāṁ
prajñāpāramitāyāṁ) seperti yang telah
Anda ajarkan. Setiap dari para Tathagata bergembira dalam
Kata-Kata Anda seperti Saya bergembira.
Dan ketika sang Bhagavan telah mengucapkan demikian , Ananda dan
Shariputra bergembira, Avalokitesvara Bodhisattva juga
bergembira, dan semua yang ada di dalam perkumpulan persamuan
majelis (sarvāvatī pariṣat) bersama-sama dengan
dewa, manusia, asura, gandharva juga ikut bergembira. Semuanya
menyanyikan pujian mereka kepada apa yang sang Bhagavati telah
ucapkan.
Demikianlah Sutra Hati Kesempurnaan Kebijaksanaan Sejati
sempurna.
(iti prajñāpāramitāhṛdayasūtraṁ
samāptam)
#Post#: 36--------------------------------------------------
Re: Arya Bhagavati Prajñā Pāramitā Hṛdaya S
ūtram
By: ajita Date: October 14, 2016, 11:10 am
---------------------------------------------------------
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Prajna%20Paramita%20Hrdaya.jpg
HTML https://drive.google.com/file/d/0BxccXyKASl7pRHBza09WU2d2S3c/edit?usp=sharing
[19] Arya Bhagavati Prajna Paramita Hrdaya Suttram
HTML https://drive.google.com/file/d/0BxccXyKASl7pRHBza09WU2d2S3c/edit?usp=sharing
HTML https://drive.google.com/file/d/0BxccXyKASl7pRHBza09WU2d2S3c/edit?usp=sharing
*****************************************************