URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       Mahayana Bodhicitta Vajra
  HTML https://bodhicitta.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: Arya Mahayana
       *****************************************************
       #Post#: 229--------------------------------------------------
       Re: MAHAYANA ARYA SANGHATA SUTRA DHARMAPARYAYA
       By: ajita Date: June 3, 2017, 9:55 am
       ---------------------------------------------------------
       'Siapa yang akan menjadi pelindung saya?
       emas, perak, dan kristal
       semua kekayaan saya akan saya persembahkan.
       Saya bahkan akan menjadi seorang pelayan.
       Dalam cara yang para pelayan kerjakan
       saya akan menyelenggarakan apapun dan seluruh tugas.'
       Kami tidak butuh kerajaan atau tanah milik.
       tidak juga kekayaan atau bahkan biji-biji padi.
       Kami tidak membutuhkan tubuh kami sendiri;
       mereka yang berbuat jahat tidak akan terbebas.
       Demikian juga, O Sesepuh,
       Kami tidak mempunyai kebutuhan untuk makanan.
       Mereka yang memakan makanan-makanan enak,
       bahkan raja-raja, juga akan mati.
       Mereka yang meminum minuman-minuman terbaik,
       putra-putra deva, juga akan mati.
       Makanan dan minuman dipersiapkan dengan ketrampilan,
       dari berbagai macam banyak rasa,
       diletakkan didepan Raja, dan kemudian,
       dengan lidahnya, dia menyentuhnya.
       Lalu para raja menjadi melekat untuk mengecap citra rasa
       dan melakukan tidak sedikit perbuatan-perbuatan jahat.
       Melekat pada citra rasa yang tidak kekal,
       yang tidak cukup dalam intisari.
       Kami tidak mempunyai kebutuhan untuk minuman,
       tidak juga kami mempunyai kebutuhan untuk makanan.
       Apa yang dibutuhkan adalah seperti Dharma itu sendiri
       yang membebaskan kami dari penderitaan.
       Dalam seseorang yang terlepas dari perbudakan idaman,
       bebas dari perbudakan angan-angan khayalan,
       dan sepenuhnya bebas dari semua perbudakan:
       Dalam Buddha itulah kami mengambil perlindungan.
       Kami ingin pergi untuk tempat perlindungan
       ke tempat Sang Guru Bijaksana yang melindungi dunia.
       Kami juga ingin pergi untuk bersujud
       untuk Dia yang menggembirakan para mahluk hidup yang melihat.
       Sejak kami tidak mengetahui nama Kamu,
       tolong beritahukan kami nama Kamu yang sangat terkenal.
       Bhaisajyasena berkata:
       Kamu dan seluruh mahluk hidup juga
       mempunyai keinginan untuk mendengar nama itu.
       Para mahluk hidup berusia muda dalam
       kotisatasahasrairnavakaiḥ
       mengelilingi Sang Tathagata.
       Mereka berkata:
       Kamu adalah Sravaka dari Buddha itu.
       Nama Mu amat sangat baik termasyur.
       Serupa juga Para mahluk hidup
       mempunyai keinginan untuk mendengar nama Mu.
       Dia berkata:
       Bhaisajyasena adalah nama Ku.
       Saya adalah obat untuk para mahluk hidup.
       Yang Terbaik dari seluruh obat,
       Itu akan saya ajarkan kepada kamu.
       Itu yang menentramkan seluruh penyakit,
       yang telah menjangkiti para mahluk hidup.
       Penyakit dari kemelekatan adalah sebuah penyakit yang besar.
       Tak tertahankan, itu menakutkan dunia.
       Penyakit dari kebodohan adalah besar dan dahsyat,
       membuat seseorang mengembara tanpa pikiran.
       Para mahluk hidup pergi ke neraka-neraka,
       dan demikian juga, diantara para preta dan binatang,
       mahluk hidup yang bersifat kekanak-kanakan ini dikuasai oleh
       kemurkaan:
       Bagaimana mereka dapat ditentramkan?
       Mereka berkata:
       Dengan mendengar Dharma luhur ini,
       kami akan bebas dari semua penderitaan.
       Kami yang dari pikiran kekanak-kanakan dan bodoh,
       tetapi setelah bebas dari semua penderitaan,
       kami meninggalkan perbuatan tindakan-tindakan jahat.
       Semoga kami mendengar permberian dari Dharma.
       Setelah menghentikan semua perbuatan-perbuatan jahat,
       Kami menghentikan penderitaan yang mengerikan, juga.
       Semoga kami dengan cepat melihat Sang Buddha Sempurna,
       Sang Tabib yang menentramkan semua penyakit.
       Dia adalah Sang Raja Tabib,
       menyembuhkan semua yang menderita.
       Untuk memberikan Penghormatan kepada Sang Tathagata,
       Sesepuh, tolong cepatlah berangkat.
       Setelah bersujud, tolong ucapkan kata-kata kami
       kepada Sang Pemimpin Dunia.
       Menentramkan sepenuhnya penyakit ini.
       Seluruh tubuh sepenuhnya terbakar berkobar-kobar.
       Menentramkan api yang menakutkan ini,
       yang membakar habis dan menghancurkan kedamaian kami.
       Beban dari tubuh adalah sebuah beban berat,
       sebuah beban yang luar biasa dahsyat dan tajam.
       Bagi kami, yang dibanjiri dengan penderitaan,
       Ikatan sumpah Pertapa, memiliki belas kasihan.
       Para mahluk hidup memikul terus-menerus,
       beban yang menyesakkan nafas dari kemurkaan dan kebodohan.
       Tidak mengetahui bagaimana terbebas dari beban itu,
       mereka memikulnya terus-menerus.
       Mereka yang tidak mengetahui Jalan Kebebasan,
       dan yang tidak melihat jalan kebebasan,
       meskipun mereka sadar akan kematian,
       masih juga ini tidak menghasilkan ketakutan.
       Berpikir, 'Saya tidak akan mati,'
       mereka yang beristirahat dengan senang
       adalah sepenuhnya bingung.
       Disebabkan oleh itu, walaupun mereka melihat
       ibu mereka meninggal, mereka tidak sadar.
       Beberapa tidak mengingat ayah mereka,
       terus-menerus tertekan oleh penyakit dan
       terganggu oleh angan-angan khayalan dan karma.
       Bagaimanakah dalam hal ini, untuk kami makan?
       Bodoh dan letih oleh penderitaan,
       kami kehabisan tenaga tak berujung.
       Penderitaan sepeti ini dari milik kamu
       timbul dari dasar kebodohan.
       Membeda-bedakan, perasaan dan
       unsur-unsur jiwa yang berkondisi adalah
       suatu yang amat sangat menakutkan, beban yang berat.
       Disebabkan oleh idaman, para mahluk hidup yang bersifat
       kanak-kanak mengembara
       sepenuhnya, tidak sadar akan Dharma.
       Dikelilingi oleh beban dari tubuh,
       mereka terlahir kedalam dunia yang tak berarti.
       Mereka butuh kebersihan, pakaian-pakaian yang sangat indah,
       air untuk mandi dan pembersih-pembersih kulit.
       Mereka akan membutuhkan makanan lezat,
       yang memuaskan tubuh itu.
       Telinga, juga membuat seseorang mencari-cari,
       lima alat-alat musik yang menarik.
       Mata membuat seseorang melekat untuk membayangkan,
       bahan-bahan yang terbuat dari tujuh permata mulia.
       Lidah, juga membuat seseorang mencari-cari
       seluruh rasa yang lezat.
       Tubuh membuat seseorang terus-menerus mencari
       benda-benda lembut dan terang untuk disentuh.
       Tubuh mencapai sebuah pasangan daging,
       bahkan dengan kesenangan, dan dari itu,
       tubuh yang tidak punya kesadaran ini dihasilkan.
       Siapa yang akan menemukan kesenangan dalam itu?
       Dengan memakai alas kaki yang sangat baik,
       disanalah kaki saya menemukan kesenangan.
       Masih ketika itu tiba saatnya untuk mati,
       Pakaian-pakaian dan pembersih-pembersih kulit ini tidak
       memberikan perlindungan.
       Sejak bahkan tubuh tidak ada perlindungan,
       tidak perlu untuk mengatakan pakaian-pakaian dan pembersih
       kulit.
       Apa yang disebut 'manusia' adalah tubuh itu.
       Itu akan mencapai nafas dan kekuatan besar,
       tenaga untuk mendengar dan memeriksa.
       Dalam itu, tubuh mempunyai kualitas-kualitas besar.
       Dahulu saya minum sampai mabuk dan berkelana,
       selalu ditemani kuda-kuda dan gajah-gajah.
       Sejak saya tidak mengetahui Dharma yang membebaskan,
       sungguh menjadi melekat diri saya pada perbuatan-perbuatan
       jahat.
       Sejak saya tidak mengetahui kehidupan-kehidupan yang akan
       datang,
       untuk kesenangan saya, saya telah melakukan kejahatan.
       Berulang-ulang saya terlahir.
       Berulang-ulang kematian datang kepada saya.
       Berulang-ulang saya melihat dukacita,
       sepenuhnya terikat oleh ratapan.
       Saya juga melihat ibu saya meninggal.
       Saya juga melihat kematian dari ayah saya,
       dari teman-teman, kakak-kakak, anak-anak, istri-istri.
       Sejak semua yang merupakan gabungan adalah kosong,
       Mahluk hidup apakah dengan sebuah akal pikiran yang akan menjadi
       melekat?
       Tetapi dengan pikiran saya yang tertawan oleh hawa nafsu,
       Saya pikir mereka dapat dipercaya.
       Saya tidak mengamati Dharma yang penuh kedamaian.
       Tiada kesenangan apapun dalam kematian.
       Disebabkan oleh akal pikiran yang digelapkan oleh hawa nafsu,
       saya tidak membuat persembahan-persembahan.
       Hawa nafsu demikian tanpa persamaan dalam kejahatan.
       dan masih juga itu belum ditolak.
       Sepenuhnya keliru, kami dilahirkan.
       Para mahluk hidup tak ada habis-habisnya keliru.
       Sepenuhnya keliru, kami mendengar bunyi-bunyi,
       berpegang pada apa yang bukan merupakan Dharma suci.
       Kami mencari pembebasan dan samadhi.
       Kami tidak akan memikul beban dari tubuh.
       Semoga kami menjadi Pemimpin para mahluk hidup,
       Para Buddha, Para Guru, demi kepentingan dunia.
       Seorang Buddha adalah Ibu dan Ayah dunia.
       Seorang Buddha yang menampakkan sang jalan,
       menyebabkan hujan dari permata-permata turun,
       dimana-mana diatas bumi.
       #Post#: 230--------------------------------------------------
       Re: MAHAYANA ARYA SANGHATA SUTRA DHARMAPARYAYA
       By: ajita Date: June 3, 2017, 9:56 am
       ---------------------------------------------------------
       Para mahluk hidup bodoh tidak mengetahui,
       dari jenis apakah kumpulan Dharma itu.
       Seseorang yang membaktikan pikirannya untuk Penerangan Agung
       akan melaksanakan kumpulan Dharma.
       Semua yang merupakan gabungan adalah kosong.
       Kosong juga adalah kekayaan dan harta.
       Ketika seseorang melihat sebagai kekosongan bahkan dirinya
       sendiri,
       pada saat itu, dia tidak memiliki harapan-harapan keinginan.
       Sesepuh, Bhaisajyasena,
       tolong dengarlah kata-kata ini dari kami.
       Demi kepentingan Para Bodhisattva,
       kami meminta kamu untuk berangkat sebagai pembawa pesan.
       Mengingat kembali semua kesalahan-kesalahan samsara,
       Para Bodhisattva tidak kelelahan.
       Diberkahi dengan usaha dan kecermatan besar,
       Mereka akan mengumpulkan seluruh kualitas-kualitas baik.
       Tolong pergilah ke tempat dimana Sang Guru berada,
       Sang Guru sepenuhnya terbangun dalam Kebahagiaan.
       Sang Penakluk yang bahkan tidak sedikit pun lelah.
       Demi kepentingan kami, mohon pergi katakanlah kepada Dia:
       'Kamu telah menaklukkan mara dan
       mengalahkan dia walaupun kekuatannya.
       Kamu dengan cepat menyalakan terang Dharma
       yang membantu dan menyokong seluruh mahluk hidup.'
       Sejak kami belum mendengar Sang Dharma
       dengan bagaimana kami akan menjadi Para Buddha,
       agar memberi manfaat kepada kami,
       Sesepuh, kami meminta Kamu untuk pergi secepatnya.
       Kami belum melihat Sang Tathagata,
       Diberkahi dengan 32 Tanda-Tanda,
       Sampai kami melihat-Nya, kami tidak akan menyeberangi jalan.
       Katakanlah juga, kami semua menunggu dengan penuh hormat.
       Bhaisajyasena berkata:
       "Lihatlah keatas sebentar.
       Apa yang kamu lihat diatas sana?"
       Mereka melihat keatas dan disana mereka melihat,
       tiga ribu dan lima ribu,
       istana-istana tinggi semuanya,
       tinggal diatas, semuanya berdekatan.
       Itu semua terhias dengan sangat indah,
       dengan tujuh permata mulia dan terhias baik,
       dengan sebuah pola dari permata-permata.
       Bagian dalamnya adalah bunga-bunga dalam kemekaran penuh,
       dan dupa yang hebat sekali berhembus turun.
       Pada saat itu, mereka bertanya kepada Sang Sesepuh:
       "Keanehan apakah yang muncul dengan tiba-tiba ini,
       dari istana-istana tinggi,
       dengan pola-pola permata
       dan kawat-kawat pijar teratai sepanjang seluruhnya?"
       Bhaisajyasena berkata:
       Tempat-tempat ini adalah untuk mu.
       Pergilah supaya kamu dapat melihat Sang Buddha.
       Bungkukkan diri kepada Dia Yang adalah Sang Pemimpin,
       Yang telah lewat melebihi dunia ini,
       kepada Dia yang menerangi dunia.
       Mereka berkata:
       Tetapi kami tahu tidak ada jalan menuju Dia,
       tidak juga Sang Tathagata terlihat.
       Sejak kami tidak tahu jalan,
       Kemana harus kami pergi untuk bersujud?
       Bhaisajyasena berkata:
       Seperti layaknya angkasa yang tanpa batas,
       dan tidak mudah untuk disentuh,
       jadi itu tidak mungkin untuk pergi
       untuk membungkuk dihadapan Sang Guru,
       yang memberi keluar nektar.
       Sama seperti cara gunung sumeru diam,
       demikian juga Sang Guru dalam kediaman-Nya.
       Gunung sumeru tidak mudah untuk diukur,
       demikian juga kedalaman dari maha samudera.
       Adalah mungkin untuk menghitung bintik-bintik dari debu
       yang ditemukan di Trisahassra mahasahassra lokadhatu,
       tetapi disana tidak ada pengetahuan kepastian dari kemunculan
       Para Buddha,
       Para Bodhisattva dari sepuluh penjuru
       membungkuk dihadapan Dia Yang Menerangi Dunia.
       Mereka berkata:
       Pelindung Dunia, lihatlah kami.
       Tolong kabulkan keinginan kami.
       Kami membungkuk dari hati kami.
       kepada Sang Guru, dan dari itu
       semoga kami mencapai buah itu.
       Bhaisajyasena berkata:
       Sang Guru tidak ada kemelekatan pada,
       wangi-wangian; tidak satupun pada karangan-karangan bunga,
       atau pada pembersih-pembersih kulit.
       Dia menegakkan sebab para mahluk hidup,
       dan oleh Dia, mereka akan dibebaskan
       dari kehidupan yang berkondisi.
       Mereka yang telah menundukkan pikiran-pikiran mereka,
       dan pergi untuk berlindung pada Sang Buddha,
       tidak akan ikut berperang,
       oleh mara yang sangat menakutkan.
       Mereka tidak akan datang dibawah kuasa kematian.
       Mereka akan dengan cepat mencapai Dharani.
       Pikiran-pikiran mereka akan bersemangat dengan keyakinan murni,
       dan setelah itu, mereka akan melihat Sang Guru.
       Kemudian Sang Bhagavan, Sang Tathagata yang bersuara
       menggembirakan
       seperti suara dari seekor burung kalavinka, menunjukkan sebuah
       senyuman. Pada saat itu, Sang Bodhisattva, Sang Bhaisajyasena
       yang
       luhur bangkit dari tempat duduknya, membungkuk didepan Sang
       Bhagavan
       dengan telapak tangan bersama dan berkata kepada Sang Bhagavan,
       "Bhagavan, 84.000 sinar terang telah datang keluar dari muka Mu,
       dan
       trisahasra mahasahasra lokadhatu dan segala sesuatu didalamnya
       ditutupi
       dengan sinar-sinar terang ini. Seluruh tiga puluh dua
       neraka-neraka
       besar (mahānirayā) ditutupi dengan mereka (sinar-sinar
       terang itu),
       juga. Mereka (sinar-sinar terang itu) juga menerangi tiga puluh
       dua
       alam-alam dewa. Sinar-sinar terang ini adalah dari
       bermacam-macam warna
       besar seperti hijau, kuning, merah, putih, merah tua, kristal
       dan
       perak. Sinar-sinar terang ini, setelah bermunculan dari muka
       dari Sang
       Bhagavan, melakukan segala sesuatu untuk menghasilkan
       kebahagiaan untuk
       para mahluk hidup dari trisahasra mahasahasra lokadhatu, dan
       setelah
       itu mereka (sinar-sinar terang itu) kembali, mengelilingi Sang
       Bhagavan
       tujuh kali (saptakṛt
       pradakṣiṇākṛtya) dan menghilang kedalam
       mahkota
       Sang Bhagavan. Alasan apakah dengan menunjukkan senyuman yang
       menghasilkan ini? Kondisi-kondisi apakah itu?"
       Lalu Sang Bodhisattva, Sang Bhaisajyasena yang luhur juga
       berkata
       kepada Sang Bhagavan, "Bhagavan, jika sebuah kesempatan
       diberikan
       kepada saya, saya ingin bertanya persoalan tertentu dari Sang
       Bhagavan
       Tathagata Arhanta SamyakSamBuddha."
       Dia mengucapkan ini dan Sang Bhagavan mengucapkan demikian
       kepada Sang
       Bodhisattva, Sang Bhaisajyasena yang luhur: "Bhaisajyasena,
       bertanyalah
       apapun yang kamu inginkan dan saya akan memuaskan pikiran mu
       dengan
       sebuah penjelasan apapun yang ditanyakan."
       Dia berkata, "Bhagavan, setelah 30.000 para mahluk berusia muda
       itu
       yang bangkit telah mengerti ajaran Dharma halus dari Sang
       Tathagata,
       mereka berkata kepada para mahluk berusia tua: 'Kamu yang
       berusia tua
       tidak mengetahui Dharma. Kamu terus-menerus melekat pada apa
       yang bukan
       Dharma dan pada yang tidak berkebajikan.' Ketika mereka berkata
       hal-hal
       halus ini yang tidak menyenangkan dan mengucapkannya keluar
       dengan
       terus terang dan demikian mengakibatkan kerusakan, Bhagavan,
       mengapa
       mereka mengucapkan kata-kata yang menyenangkan dan menarik ini?"
       Sang Bhagavan berkata:"Bhaisajyasena, apakah kamu tidak
       mengetahui
       mengapa mereka mengucapkan kata-kata ini? Mereka mengucapkan
       kata-kata
       yang lembut dan luar biasa menyenangkan untuk Sang Tathagata.
       Karena
       mereka telah mendengar Dharma, disebabkan oleh itu,
       Bhaisajyasena,
       mereka akan mengerti arti dari semua Dharma. Mereka akan menjadi
       terberkahi dengan semua kualitas-kualitas baik. Mereka semua
       akan
       mencapai Dharani. Dari hari ini, mereka akan tinggal di dalam
       dasa
       bhumi (Bodhisattva Tingkat sepuluh). Hari ini mereka akan
       membunyikan
       genderang Dharma Besar. Hari ini mereka akan menjadi terberkahi
       dengan
       sifat-sifat dari Dharma Besar (Maha Dharma)."
       Dia berkata: " saya melihat mereka, Bhagavan. saya melihat
       mereka, Sugata."
       Sang Bhagavan berkata : "Bhaisajyasena, pada seluruh hari ini,
       para
       mahluk hidup berusia muda ini akan didudukkan pada istana-istana
       tinggi
       ini dan kemudian akan memperoleh pencapaian terang dari Dharma.
       Pada
       seluruh hari ini, mereka akan menghasilkan penyelesaian dari
       seluruh
       Dharma luhur (sarvakuśaladharmapāripūriṁ).
       Hari ini mereka akan memukul
       genderang Dharma Besar (mahādharmadundubhiṁ). Hari
       ini banyak
       tingkat-tingkat deva (devanikāyānāmadya) akan
       dibuat untuk memperoleh
       sebuah pencapaian langsung dari Dharma. Bahkan banyak mahluk
       hidup dari
       alam neraka bertempat tinggal dalam alam-alam yang salah,
       setelah
       mendengar ajaran dari Kebijaksanaan Sang Tathagata
       (tathāgatajñānanirdeśaṁ), akan mengatasi
       putaran kehidupan dan menjadi
       menang. Pada saat itu, seluruh 90.000 juta para mahluk berusia
       tua akan
       mencapai 'buah dari Pemasuk Arus
       (srotaāpattiphalaṁ)', dan mereka
       semuanya akan menjadi terberkahi dengan Dharma juga.
       Bhaisajyasena,
       mereka semua akan menyelesaikan dengan baik penglihatan akan
       Semua
       Tathagata (sarvatathāgatadarśanaṁ).
       Bhaisajyasena, mereka semua akan
       menjadi terberkahi dengan Suara dari Dharma Besar
       (mahādharmasamanvāgatā). Bhaisajyasena, lihatlah
       dalam keempat penjuru."
       Sang Bodhisattva, Sang Bhaisajyasena yang luhur melihat
       dimana-mana
       dalam empat penjuru, dan dari timur, disana datang Banyak
       Bodhisattva
       seperti banyaknya butiran dari pasir didalam 50 juta sungai
       gangga.
       Dari selatan, disana datang Banyak Bodhisattva  seperti
       banyaknya
       butiran dari pasir didalam 60 juta sungai gangga. Dari barat,
       disana
       datang Banyak Bodhisattva  seperti banyaknya butiran dari pasir
       didalam
       70 juta sungai gangga. Dari utara, disana datang Banyak
       Bodhisattva
       seperti banyaknya butiran dari pasir didalam 80 juta sungai
       gangga.
       Dari bawah, disana datang Banyak Bodhisattva  seperti banyaknya
       butiran
       dari pasir didalam 90 juta sungai gangga, dan dari atas, disana
       datang
       Banyak Bodhisattva  seperti banyaknya butiran dari pasir didalam
       100
       juta sungai gangga. Setelah mereka telah tiba, mereka duduk pada
       satu
       sisi dihadapan Sang Bhagavan.
       Mereka didudukkan pada satu sisi, dan Sang Bodhisattva, Sang
       Bhaisajyasena Yang Luhur berkata kepada Sang Bhagavan,
       "Bhagavan,
       bentuk-bentuk hitam dan bentuk-bentuk merah apakah yang dapat
       dilihat
       diatas langit?"
       Dia berkata, "Bhaisajyasena, apakah kamu tidak tahu
       bentuk-bentuk hitam
       dan bentuk-bentuk merah apakah yang terlihat diatas langit? Sang
       Tathagata mengetahui. Bhaisajyasena, ini adalah mara.
       Bhaisajyasena,
       apakah kamu ingin untuk melihat?"
       Dia berkata: "saya ingin, Bhagavan. saya ingin, Sugata."
       Sang Bhagavan berkata, "Bhaisajyasena, Para Bodhisattva sama
       seperti
       banyaknya butiran pasir didalam 100 juta sungai-sungai gangga
       telah
       tiba."
       Dia berkata: "Iya, Bhagavan. Iya, Sugata."
       Dia berkata: "Bhagavan, untuk alasan apakah kedatangan dari Para
       Bodhisattva ini. Kondisi-kondisi apakah itu?"
       Sang Bhagavan berkata: "Bhaisajyasena, para mahluk berusia muda
       adalah
       kondisi itu dengan mana seluruh para mahluk hidup sekarang akan
       menjadi
       terberkahi dengan Dharma dari meditasi
       (dharmadhyānasamanvāgatā).
       Bhaisajyasena, apakah kamu melihat para mahluk hidup dengan
       bermacam-macam bentuk yang telah tiba disini dan bermacam-macam
       berkah
       restu yang telah tiba disini melalui riddhibala?"
       Dia berkata: "Saya melihat Para Bodhisattva sebanyak
       butiran-butiran
       pasir didalam 100 juta sungai-sungai gangga dan Para Bodhisattva
       sebanyak butiran-butiran pasir didalam ratusan dari ribuan dari
       banyak
       sekali berjuta-juta
       (koṭīniyutaśatasahasragaṁgānadīv
       ālikāsamā)
       dari
       sungai-sungai gangga kekal melalui riddhibala dan mereka tinggal
       didalam banyak rupa, banyak warna dan banyak bentuk. Para
       Bodhisattva
       itu kekal dalam kediaman Arya Dharma. Saya telah melihat Para
       Bodhisattva itu berdiam dalam tempat-tempat Dharma bersama-sama
       dengan
       rombongan Mereka.
       Setelah Sang Bhagavan telah mengucapkan demikian, Sarva Shura
       Bodhisattva Mahasattva dan Bhaisajyasena Bodhisattva Mahasattva,
       dan
       seluruh Para Bodhisattva berusia muda dan Para Bodhisattva
       berusia tua,
       bersama-sama dengan seluruh anggota Pesamuan dan dunia dengan
       Para
       Deva, manusia, asura, gandharva nya girang gembira, dan memuji
       Pidato
       Sang Bhagavato.
       Iti Arya saṁghāṭaṁ nāma
       mahāyāna sūtraṁ mahā
       dharmaparyāyaṁ
       (Demikianlah Sutra Mahayana yang bernama Arya Sanghata
       Dharmaparyaya besar)
       #Post#: 231--------------------------------------------------
       Re: MAHAYANA ARYA SANGHATA SUTRA DHARMAPARYAYA
       By: ajita Date: June 3, 2017, 9:57 am
       ---------------------------------------------------------
       [center]Namah Sarva Mahayana Bodhisattva Mahasattvaya
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/31124183IMG_4544-1.jpg
       Arya Sanghatam Mahayana Suttram Maha Dharmaparyaya
       Om Vajrapani Hum
       Arya Sanghatam Mahayana Suttram Maha Dharmaparyaya dapat juga
       dibaca melalui link dibawah ini:
       Arya Mahayana :: View topic - Mahayana Arya Sanghata Suttram
       Dharmaparyaya
  HTML http://aryamahayana.forumup.com/viewtopic.php?t=63&mforum=aryamahayana[/center]
       *****************************************************
   DIR Previous Page
   DIR Next Page