DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
Mahayana Bodhicitta Vajra
HTML https://bodhicitta.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: Arya Mahayana
*****************************************************
#Post#: 229--------------------------------------------------
Re: MAHAYANA ARYA SANGHATA SUTRA DHARMAPARYAYA
By: ajita Date: June 3, 2017, 9:55 am
---------------------------------------------------------
'Siapa yang akan menjadi pelindung saya?
emas, perak, dan kristal
semua kekayaan saya akan saya persembahkan.
Saya bahkan akan menjadi seorang pelayan.
Dalam cara yang para pelayan kerjakan
saya akan menyelenggarakan apapun dan seluruh tugas.'
Kami tidak butuh kerajaan atau tanah milik.
tidak juga kekayaan atau bahkan biji-biji padi.
Kami tidak membutuhkan tubuh kami sendiri;
mereka yang berbuat jahat tidak akan terbebas.
Demikian juga, O Sesepuh,
Kami tidak mempunyai kebutuhan untuk makanan.
Mereka yang memakan makanan-makanan enak,
bahkan raja-raja, juga akan mati.
Mereka yang meminum minuman-minuman terbaik,
putra-putra deva, juga akan mati.
Makanan dan minuman dipersiapkan dengan ketrampilan,
dari berbagai macam banyak rasa,
diletakkan didepan Raja, dan kemudian,
dengan lidahnya, dia menyentuhnya.
Lalu para raja menjadi melekat untuk mengecap citra rasa
dan melakukan tidak sedikit perbuatan-perbuatan jahat.
Melekat pada citra rasa yang tidak kekal,
yang tidak cukup dalam intisari.
Kami tidak mempunyai kebutuhan untuk minuman,
tidak juga kami mempunyai kebutuhan untuk makanan.
Apa yang dibutuhkan adalah seperti Dharma itu sendiri
yang membebaskan kami dari penderitaan.
Dalam seseorang yang terlepas dari perbudakan idaman,
bebas dari perbudakan angan-angan khayalan,
dan sepenuhnya bebas dari semua perbudakan:
Dalam Buddha itulah kami mengambil perlindungan.
Kami ingin pergi untuk tempat perlindungan
ke tempat Sang Guru Bijaksana yang melindungi dunia.
Kami juga ingin pergi untuk bersujud
untuk Dia yang menggembirakan para mahluk hidup yang melihat.
Sejak kami tidak mengetahui nama Kamu,
tolong beritahukan kami nama Kamu yang sangat terkenal.
Bhaisajyasena berkata:
Kamu dan seluruh mahluk hidup juga
mempunyai keinginan untuk mendengar nama itu.
Para mahluk hidup berusia muda dalam
kotisatasahasrairnavakaiḥ
mengelilingi Sang Tathagata.
Mereka berkata:
Kamu adalah Sravaka dari Buddha itu.
Nama Mu amat sangat baik termasyur.
Serupa juga Para mahluk hidup
mempunyai keinginan untuk mendengar nama Mu.
Dia berkata:
Bhaisajyasena adalah nama Ku.
Saya adalah obat untuk para mahluk hidup.
Yang Terbaik dari seluruh obat,
Itu akan saya ajarkan kepada kamu.
Itu yang menentramkan seluruh penyakit,
yang telah menjangkiti para mahluk hidup.
Penyakit dari kemelekatan adalah sebuah penyakit yang besar.
Tak tertahankan, itu menakutkan dunia.
Penyakit dari kebodohan adalah besar dan dahsyat,
membuat seseorang mengembara tanpa pikiran.
Para mahluk hidup pergi ke neraka-neraka,
dan demikian juga, diantara para preta dan binatang,
mahluk hidup yang bersifat kekanak-kanakan ini dikuasai oleh
kemurkaan:
Bagaimana mereka dapat ditentramkan?
Mereka berkata:
Dengan mendengar Dharma luhur ini,
kami akan bebas dari semua penderitaan.
Kami yang dari pikiran kekanak-kanakan dan bodoh,
tetapi setelah bebas dari semua penderitaan,
kami meninggalkan perbuatan tindakan-tindakan jahat.
Semoga kami mendengar permberian dari Dharma.
Setelah menghentikan semua perbuatan-perbuatan jahat,
Kami menghentikan penderitaan yang mengerikan, juga.
Semoga kami dengan cepat melihat Sang Buddha Sempurna,
Sang Tabib yang menentramkan semua penyakit.
Dia adalah Sang Raja Tabib,
menyembuhkan semua yang menderita.
Untuk memberikan Penghormatan kepada Sang Tathagata,
Sesepuh, tolong cepatlah berangkat.
Setelah bersujud, tolong ucapkan kata-kata kami
kepada Sang Pemimpin Dunia.
Menentramkan sepenuhnya penyakit ini.
Seluruh tubuh sepenuhnya terbakar berkobar-kobar.
Menentramkan api yang menakutkan ini,
yang membakar habis dan menghancurkan kedamaian kami.
Beban dari tubuh adalah sebuah beban berat,
sebuah beban yang luar biasa dahsyat dan tajam.
Bagi kami, yang dibanjiri dengan penderitaan,
Ikatan sumpah Pertapa, memiliki belas kasihan.
Para mahluk hidup memikul terus-menerus,
beban yang menyesakkan nafas dari kemurkaan dan kebodohan.
Tidak mengetahui bagaimana terbebas dari beban itu,
mereka memikulnya terus-menerus.
Mereka yang tidak mengetahui Jalan Kebebasan,
dan yang tidak melihat jalan kebebasan,
meskipun mereka sadar akan kematian,
masih juga ini tidak menghasilkan ketakutan.
Berpikir, 'Saya tidak akan mati,'
mereka yang beristirahat dengan senang
adalah sepenuhnya bingung.
Disebabkan oleh itu, walaupun mereka melihat
ibu mereka meninggal, mereka tidak sadar.
Beberapa tidak mengingat ayah mereka,
terus-menerus tertekan oleh penyakit dan
terganggu oleh angan-angan khayalan dan karma.
Bagaimanakah dalam hal ini, untuk kami makan?
Bodoh dan letih oleh penderitaan,
kami kehabisan tenaga tak berujung.
Penderitaan sepeti ini dari milik kamu
timbul dari dasar kebodohan.
Membeda-bedakan, perasaan dan
unsur-unsur jiwa yang berkondisi adalah
suatu yang amat sangat menakutkan, beban yang berat.
Disebabkan oleh idaman, para mahluk hidup yang bersifat
kanak-kanak mengembara
sepenuhnya, tidak sadar akan Dharma.
Dikelilingi oleh beban dari tubuh,
mereka terlahir kedalam dunia yang tak berarti.
Mereka butuh kebersihan, pakaian-pakaian yang sangat indah,
air untuk mandi dan pembersih-pembersih kulit.
Mereka akan membutuhkan makanan lezat,
yang memuaskan tubuh itu.
Telinga, juga membuat seseorang mencari-cari,
lima alat-alat musik yang menarik.
Mata membuat seseorang melekat untuk membayangkan,
bahan-bahan yang terbuat dari tujuh permata mulia.
Lidah, juga membuat seseorang mencari-cari
seluruh rasa yang lezat.
Tubuh membuat seseorang terus-menerus mencari
benda-benda lembut dan terang untuk disentuh.
Tubuh mencapai sebuah pasangan daging,
bahkan dengan kesenangan, dan dari itu,
tubuh yang tidak punya kesadaran ini dihasilkan.
Siapa yang akan menemukan kesenangan dalam itu?
Dengan memakai alas kaki yang sangat baik,
disanalah kaki saya menemukan kesenangan.
Masih ketika itu tiba saatnya untuk mati,
Pakaian-pakaian dan pembersih-pembersih kulit ini tidak
memberikan perlindungan.
Sejak bahkan tubuh tidak ada perlindungan,
tidak perlu untuk mengatakan pakaian-pakaian dan pembersih
kulit.
Apa yang disebut 'manusia' adalah tubuh itu.
Itu akan mencapai nafas dan kekuatan besar,
tenaga untuk mendengar dan memeriksa.
Dalam itu, tubuh mempunyai kualitas-kualitas besar.
Dahulu saya minum sampai mabuk dan berkelana,
selalu ditemani kuda-kuda dan gajah-gajah.
Sejak saya tidak mengetahui Dharma yang membebaskan,
sungguh menjadi melekat diri saya pada perbuatan-perbuatan
jahat.
Sejak saya tidak mengetahui kehidupan-kehidupan yang akan
datang,
untuk kesenangan saya, saya telah melakukan kejahatan.
Berulang-ulang saya terlahir.
Berulang-ulang kematian datang kepada saya.
Berulang-ulang saya melihat dukacita,
sepenuhnya terikat oleh ratapan.
Saya juga melihat ibu saya meninggal.
Saya juga melihat kematian dari ayah saya,
dari teman-teman, kakak-kakak, anak-anak, istri-istri.
Sejak semua yang merupakan gabungan adalah kosong,
Mahluk hidup apakah dengan sebuah akal pikiran yang akan menjadi
melekat?
Tetapi dengan pikiran saya yang tertawan oleh hawa nafsu,
Saya pikir mereka dapat dipercaya.
Saya tidak mengamati Dharma yang penuh kedamaian.
Tiada kesenangan apapun dalam kematian.
Disebabkan oleh akal pikiran yang digelapkan oleh hawa nafsu,
saya tidak membuat persembahan-persembahan.
Hawa nafsu demikian tanpa persamaan dalam kejahatan.
dan masih juga itu belum ditolak.
Sepenuhnya keliru, kami dilahirkan.
Para mahluk hidup tak ada habis-habisnya keliru.
Sepenuhnya keliru, kami mendengar bunyi-bunyi,
berpegang pada apa yang bukan merupakan Dharma suci.
Kami mencari pembebasan dan samadhi.
Kami tidak akan memikul beban dari tubuh.
Semoga kami menjadi Pemimpin para mahluk hidup,
Para Buddha, Para Guru, demi kepentingan dunia.
Seorang Buddha adalah Ibu dan Ayah dunia.
Seorang Buddha yang menampakkan sang jalan,
menyebabkan hujan dari permata-permata turun,
dimana-mana diatas bumi.
#Post#: 230--------------------------------------------------
Re: MAHAYANA ARYA SANGHATA SUTRA DHARMAPARYAYA
By: ajita Date: June 3, 2017, 9:56 am
---------------------------------------------------------
Para mahluk hidup bodoh tidak mengetahui,
dari jenis apakah kumpulan Dharma itu.
Seseorang yang membaktikan pikirannya untuk Penerangan Agung
akan melaksanakan kumpulan Dharma.
Semua yang merupakan gabungan adalah kosong.
Kosong juga adalah kekayaan dan harta.
Ketika seseorang melihat sebagai kekosongan bahkan dirinya
sendiri,
pada saat itu, dia tidak memiliki harapan-harapan keinginan.
Sesepuh, Bhaisajyasena,
tolong dengarlah kata-kata ini dari kami.
Demi kepentingan Para Bodhisattva,
kami meminta kamu untuk berangkat sebagai pembawa pesan.
Mengingat kembali semua kesalahan-kesalahan samsara,
Para Bodhisattva tidak kelelahan.
Diberkahi dengan usaha dan kecermatan besar,
Mereka akan mengumpulkan seluruh kualitas-kualitas baik.
Tolong pergilah ke tempat dimana Sang Guru berada,
Sang Guru sepenuhnya terbangun dalam Kebahagiaan.
Sang Penakluk yang bahkan tidak sedikit pun lelah.
Demi kepentingan kami, mohon pergi katakanlah kepada Dia:
'Kamu telah menaklukkan mara dan
mengalahkan dia walaupun kekuatannya.
Kamu dengan cepat menyalakan terang Dharma
yang membantu dan menyokong seluruh mahluk hidup.'
Sejak kami belum mendengar Sang Dharma
dengan bagaimana kami akan menjadi Para Buddha,
agar memberi manfaat kepada kami,
Sesepuh, kami meminta Kamu untuk pergi secepatnya.
Kami belum melihat Sang Tathagata,
Diberkahi dengan 32 Tanda-Tanda,
Sampai kami melihat-Nya, kami tidak akan menyeberangi jalan.
Katakanlah juga, kami semua menunggu dengan penuh hormat.
Bhaisajyasena berkata:
"Lihatlah keatas sebentar.
Apa yang kamu lihat diatas sana?"
Mereka melihat keatas dan disana mereka melihat,
tiga ribu dan lima ribu,
istana-istana tinggi semuanya,
tinggal diatas, semuanya berdekatan.
Itu semua terhias dengan sangat indah,
dengan tujuh permata mulia dan terhias baik,
dengan sebuah pola dari permata-permata.
Bagian dalamnya adalah bunga-bunga dalam kemekaran penuh,
dan dupa yang hebat sekali berhembus turun.
Pada saat itu, mereka bertanya kepada Sang Sesepuh:
"Keanehan apakah yang muncul dengan tiba-tiba ini,
dari istana-istana tinggi,
dengan pola-pola permata
dan kawat-kawat pijar teratai sepanjang seluruhnya?"
Bhaisajyasena berkata:
Tempat-tempat ini adalah untuk mu.
Pergilah supaya kamu dapat melihat Sang Buddha.
Bungkukkan diri kepada Dia Yang adalah Sang Pemimpin,
Yang telah lewat melebihi dunia ini,
kepada Dia yang menerangi dunia.
Mereka berkata:
Tetapi kami tahu tidak ada jalan menuju Dia,
tidak juga Sang Tathagata terlihat.
Sejak kami tidak tahu jalan,
Kemana harus kami pergi untuk bersujud?
Bhaisajyasena berkata:
Seperti layaknya angkasa yang tanpa batas,
dan tidak mudah untuk disentuh,
jadi itu tidak mungkin untuk pergi
untuk membungkuk dihadapan Sang Guru,
yang memberi keluar nektar.
Sama seperti cara gunung sumeru diam,
demikian juga Sang Guru dalam kediaman-Nya.
Gunung sumeru tidak mudah untuk diukur,
demikian juga kedalaman dari maha samudera.
Adalah mungkin untuk menghitung bintik-bintik dari debu
yang ditemukan di Trisahassra mahasahassra lokadhatu,
tetapi disana tidak ada pengetahuan kepastian dari kemunculan
Para Buddha,
Para Bodhisattva dari sepuluh penjuru
membungkuk dihadapan Dia Yang Menerangi Dunia.
Mereka berkata:
Pelindung Dunia, lihatlah kami.
Tolong kabulkan keinginan kami.
Kami membungkuk dari hati kami.
kepada Sang Guru, dan dari itu
semoga kami mencapai buah itu.
Bhaisajyasena berkata:
Sang Guru tidak ada kemelekatan pada,
wangi-wangian; tidak satupun pada karangan-karangan bunga,
atau pada pembersih-pembersih kulit.
Dia menegakkan sebab para mahluk hidup,
dan oleh Dia, mereka akan dibebaskan
dari kehidupan yang berkondisi.
Mereka yang telah menundukkan pikiran-pikiran mereka,
dan pergi untuk berlindung pada Sang Buddha,
tidak akan ikut berperang,
oleh mara yang sangat menakutkan.
Mereka tidak akan datang dibawah kuasa kematian.
Mereka akan dengan cepat mencapai Dharani.
Pikiran-pikiran mereka akan bersemangat dengan keyakinan murni,
dan setelah itu, mereka akan melihat Sang Guru.
Kemudian Sang Bhagavan, Sang Tathagata yang bersuara
menggembirakan
seperti suara dari seekor burung kalavinka, menunjukkan sebuah
senyuman. Pada saat itu, Sang Bodhisattva, Sang Bhaisajyasena
yang
luhur bangkit dari tempat duduknya, membungkuk didepan Sang
Bhagavan
dengan telapak tangan bersama dan berkata kepada Sang Bhagavan,
"Bhagavan, 84.000 sinar terang telah datang keluar dari muka Mu,
dan
trisahasra mahasahasra lokadhatu dan segala sesuatu didalamnya
ditutupi
dengan sinar-sinar terang ini. Seluruh tiga puluh dua
neraka-neraka
besar (mahānirayā) ditutupi dengan mereka (sinar-sinar
terang itu),
juga. Mereka (sinar-sinar terang itu) juga menerangi tiga puluh
dua
alam-alam dewa. Sinar-sinar terang ini adalah dari
bermacam-macam warna
besar seperti hijau, kuning, merah, putih, merah tua, kristal
dan
perak. Sinar-sinar terang ini, setelah bermunculan dari muka
dari Sang
Bhagavan, melakukan segala sesuatu untuk menghasilkan
kebahagiaan untuk
para mahluk hidup dari trisahasra mahasahasra lokadhatu, dan
setelah
itu mereka (sinar-sinar terang itu) kembali, mengelilingi Sang
Bhagavan
tujuh kali (saptakṛt
pradakṣiṇākṛtya) dan menghilang kedalam
mahkota
Sang Bhagavan. Alasan apakah dengan menunjukkan senyuman yang
menghasilkan ini? Kondisi-kondisi apakah itu?"
Lalu Sang Bodhisattva, Sang Bhaisajyasena yang luhur juga
berkata
kepada Sang Bhagavan, "Bhagavan, jika sebuah kesempatan
diberikan
kepada saya, saya ingin bertanya persoalan tertentu dari Sang
Bhagavan
Tathagata Arhanta SamyakSamBuddha."
Dia mengucapkan ini dan Sang Bhagavan mengucapkan demikian
kepada Sang
Bodhisattva, Sang Bhaisajyasena yang luhur: "Bhaisajyasena,
bertanyalah
apapun yang kamu inginkan dan saya akan memuaskan pikiran mu
dengan
sebuah penjelasan apapun yang ditanyakan."
Dia berkata, "Bhagavan, setelah 30.000 para mahluk berusia muda
itu
yang bangkit telah mengerti ajaran Dharma halus dari Sang
Tathagata,
mereka berkata kepada para mahluk berusia tua: 'Kamu yang
berusia tua
tidak mengetahui Dharma. Kamu terus-menerus melekat pada apa
yang bukan
Dharma dan pada yang tidak berkebajikan.' Ketika mereka berkata
hal-hal
halus ini yang tidak menyenangkan dan mengucapkannya keluar
dengan
terus terang dan demikian mengakibatkan kerusakan, Bhagavan,
mengapa
mereka mengucapkan kata-kata yang menyenangkan dan menarik ini?"
Sang Bhagavan berkata:"Bhaisajyasena, apakah kamu tidak
mengetahui
mengapa mereka mengucapkan kata-kata ini? Mereka mengucapkan
kata-kata
yang lembut dan luar biasa menyenangkan untuk Sang Tathagata.
Karena
mereka telah mendengar Dharma, disebabkan oleh itu,
Bhaisajyasena,
mereka akan mengerti arti dari semua Dharma. Mereka akan menjadi
terberkahi dengan semua kualitas-kualitas baik. Mereka semua
akan
mencapai Dharani. Dari hari ini, mereka akan tinggal di dalam
dasa
bhumi (Bodhisattva Tingkat sepuluh). Hari ini mereka akan
membunyikan
genderang Dharma Besar. Hari ini mereka akan menjadi terberkahi
dengan
sifat-sifat dari Dharma Besar (Maha Dharma)."
Dia berkata: " saya melihat mereka, Bhagavan. saya melihat
mereka, Sugata."
Sang Bhagavan berkata : "Bhaisajyasena, pada seluruh hari ini,
para
mahluk hidup berusia muda ini akan didudukkan pada istana-istana
tinggi
ini dan kemudian akan memperoleh pencapaian terang dari Dharma.
Pada
seluruh hari ini, mereka akan menghasilkan penyelesaian dari
seluruh
Dharma luhur (sarvakuśaladharmapāripūriṁ).
Hari ini mereka akan memukul
genderang Dharma Besar (mahādharmadundubhiṁ). Hari
ini banyak
tingkat-tingkat deva (devanikāyānāmadya) akan
dibuat untuk memperoleh
sebuah pencapaian langsung dari Dharma. Bahkan banyak mahluk
hidup dari
alam neraka bertempat tinggal dalam alam-alam yang salah,
setelah
mendengar ajaran dari Kebijaksanaan Sang Tathagata
(tathāgatajñānanirdeśaṁ), akan mengatasi
putaran kehidupan dan menjadi
menang. Pada saat itu, seluruh 90.000 juta para mahluk berusia
tua akan
mencapai 'buah dari Pemasuk Arus
(srotaāpattiphalaṁ)', dan mereka
semuanya akan menjadi terberkahi dengan Dharma juga.
Bhaisajyasena,
mereka semua akan menyelesaikan dengan baik penglihatan akan
Semua
Tathagata (sarvatathāgatadarśanaṁ).
Bhaisajyasena, mereka semua akan
menjadi terberkahi dengan Suara dari Dharma Besar
(mahādharmasamanvāgatā). Bhaisajyasena, lihatlah
dalam keempat penjuru."
Sang Bodhisattva, Sang Bhaisajyasena yang luhur melihat
dimana-mana
dalam empat penjuru, dan dari timur, disana datang Banyak
Bodhisattva
seperti banyaknya butiran dari pasir didalam 50 juta sungai
gangga.
Dari selatan, disana datang Banyak Bodhisattva seperti
banyaknya
butiran dari pasir didalam 60 juta sungai gangga. Dari barat,
disana
datang Banyak Bodhisattva seperti banyaknya butiran dari pasir
didalam
70 juta sungai gangga. Dari utara, disana datang Banyak
Bodhisattva
seperti banyaknya butiran dari pasir didalam 80 juta sungai
gangga.
Dari bawah, disana datang Banyak Bodhisattva seperti banyaknya
butiran
dari pasir didalam 90 juta sungai gangga, dan dari atas, disana
datang
Banyak Bodhisattva seperti banyaknya butiran dari pasir didalam
100
juta sungai gangga. Setelah mereka telah tiba, mereka duduk pada
satu
sisi dihadapan Sang Bhagavan.
Mereka didudukkan pada satu sisi, dan Sang Bodhisattva, Sang
Bhaisajyasena Yang Luhur berkata kepada Sang Bhagavan,
"Bhagavan,
bentuk-bentuk hitam dan bentuk-bentuk merah apakah yang dapat
dilihat
diatas langit?"
Dia berkata, "Bhaisajyasena, apakah kamu tidak tahu
bentuk-bentuk hitam
dan bentuk-bentuk merah apakah yang terlihat diatas langit? Sang
Tathagata mengetahui. Bhaisajyasena, ini adalah mara.
Bhaisajyasena,
apakah kamu ingin untuk melihat?"
Dia berkata: "saya ingin, Bhagavan. saya ingin, Sugata."
Sang Bhagavan berkata, "Bhaisajyasena, Para Bodhisattva sama
seperti
banyaknya butiran pasir didalam 100 juta sungai-sungai gangga
telah
tiba."
Dia berkata: "Iya, Bhagavan. Iya, Sugata."
Dia berkata: "Bhagavan, untuk alasan apakah kedatangan dari Para
Bodhisattva ini. Kondisi-kondisi apakah itu?"
Sang Bhagavan berkata: "Bhaisajyasena, para mahluk berusia muda
adalah
kondisi itu dengan mana seluruh para mahluk hidup sekarang akan
menjadi
terberkahi dengan Dharma dari meditasi
(dharmadhyānasamanvāgatā).
Bhaisajyasena, apakah kamu melihat para mahluk hidup dengan
bermacam-macam bentuk yang telah tiba disini dan bermacam-macam
berkah
restu yang telah tiba disini melalui riddhibala?"
Dia berkata: "Saya melihat Para Bodhisattva sebanyak
butiran-butiran
pasir didalam 100 juta sungai-sungai gangga dan Para Bodhisattva
sebanyak butiran-butiran pasir didalam ratusan dari ribuan dari
banyak
sekali berjuta-juta
(koṭīniyutaśatasahasragaṁgānadīv
ālikāsamā)
dari
sungai-sungai gangga kekal melalui riddhibala dan mereka tinggal
didalam banyak rupa, banyak warna dan banyak bentuk. Para
Bodhisattva
itu kekal dalam kediaman Arya Dharma. Saya telah melihat Para
Bodhisattva itu berdiam dalam tempat-tempat Dharma bersama-sama
dengan
rombongan Mereka.
Setelah Sang Bhagavan telah mengucapkan demikian, Sarva Shura
Bodhisattva Mahasattva dan Bhaisajyasena Bodhisattva Mahasattva,
dan
seluruh Para Bodhisattva berusia muda dan Para Bodhisattva
berusia tua,
bersama-sama dengan seluruh anggota Pesamuan dan dunia dengan
Para
Deva, manusia, asura, gandharva nya girang gembira, dan memuji
Pidato
Sang Bhagavato.
Iti Arya saṁghāṭaṁ nāma
mahāyāna sūtraṁ mahā
dharmaparyāyaṁ
(Demikianlah Sutra Mahayana yang bernama Arya Sanghata
Dharmaparyaya besar)
#Post#: 231--------------------------------------------------
Re: MAHAYANA ARYA SANGHATA SUTRA DHARMAPARYAYA
By: ajita Date: June 3, 2017, 9:57 am
---------------------------------------------------------
[center]Namah Sarva Mahayana Bodhisattva Mahasattvaya
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/31124183IMG_4544-1.jpg
Arya Sanghatam Mahayana Suttram Maha Dharmaparyaya
Om Vajrapani Hum
Arya Sanghatam Mahayana Suttram Maha Dharmaparyaya dapat juga
dibaca melalui link dibawah ini:
Arya Mahayana :: View topic - Mahayana Arya Sanghata Suttram
Dharmaparyaya
HTML http://aryamahayana.forumup.com/viewtopic.php?t=63&mforum=aryamahayana[/center]
*****************************************************
DIR Previous Page
DIR Next Page