DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
Mahayana Bodhicitta Vajra
HTML https://bodhicitta.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: Arya Mahayana
*****************************************************
#Post#: 209--------------------------------------------------
MAHAYANA ARYA SANGHATA SUTRA DHARMAPARYAYA
By: ajita Date: June 3, 2017, 9:29 am
---------------------------------------------------------
[center]MAHAYANA ARYA SANGHATA SUTRA DHARMAPARYAYA
Sujud saya kepada Sang Raja Buddha Vajrapani Trailokyavijaya
Tathagata.
Sujud saya kepada Sang Sakyamuni Tathagata.
Sujud saya kepada Semua Buddha dan Bodhisattva.
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/AryaVajrasattvaTathagata.jpg
Om Vajrasattva Hum
Namah Sarvabuddhabodhisattvebhyah
[/center]
Demikianlah telah ku dengar. Sang Bhagava sedang berada di
Rajagraha, Puncak Gunung Griddhrakuta, bersama-sama dengan
kumpulan besar dari 32.000 Bhiksu, termasuk Yang Patut Dihormati
Ajnata Kaundinya, Yang Patut Dihormati Maha-maudgalyayana, Yang
Patut Dihormati Shari-Putra, Yang Patut Dihormati Maha-Kashyapa,
Yang Patut Dihormati Rahula, Yang Patut Dihormati Bakkula, Yang
Patut Dihormati Bhadravasa, Yang Patut Dihormati Bhadrashri ,
Yang Patut Dihormati Nanda Shri, Yang Patut Dihormati Jangula,
Yang Patut Dihormati Subhuti, Yang Patut Dihormati Revata, Yang
Patut Dihormati Nanda-sena, Yang Patut Dihormati Canandena. dan
Banyak Biksu Lainnya. Dan Bersama-sama dengan 62.000
bodhisattva, termasuk Maitreya Bodhisattva Mahasattva,
Sarva-shura Bodhisattva Mahasattva, Kumara Bodhisattva
Mahasattva, Kumaravasina Bodhisattva Mahasattva, Kumarabhadra
Bodhisattva Mahasattva, Anuna Bodhisattva Mahasattva, Manjusri
Kumara Bodhisattva Mahasattva, Samantabhadra Bodhisattva
Mahasattva, Sudarsana Bodhisattva Mahasattva, Bhaisajya Raja
Bodhisattva Mahasatttva, Vajrasena Bodhisattva Mahasattva dan
banyak Bodhisattva Mahasattva lainnya, dan bersama-sama dengan
12.000 Dewa Putra, termasuk Dewa Putra Arjuna, Dewa Putra
Bhadra, Dewa Putra Subhadra, Dewa Putra Dharmaruci, Dewa Putra
Candana Garbha, Dewa Putra Candavasi, Dewa Putra Candana, Dewa
Putra Candanasena dan banyak Dewa Putra Lainnya, dan ikut pula
8.000 Dewa Putri termasuk di dalamnya Dewa Putri Mirdamgini,
Dewa Putri Prasadavati, Dewa Putri Mahatmasamprayukta, Dewa
Putri Varsasriya, Dewa Putri Padmasriya, Dewa Putri
Prajapativasini, Dewa Putri Balini, Dewa Putri Subhayukta, dan
banyak Dewa Putri lainnya. Dan bersama-sama dengan 8.000 Raja
Naga, termasuk Raja Naga Apalala, Raja Naga Elapatra, Raja Naga
Timingila, Raja Naga Kumbha Sara, Raja Naga Kumbhasirsha, Raja
Naga Sunanda, Raja Naga Susakha, Raja Naga Gava sirsha, dan
Banyak Raja Naga yang lainnya.
Mereka semua menuju ke Raja Graha, Puncak Gunung Griddhrakuta,
Tempat Sang Bhagava Sakyamuni Tathagata Arhan SamyakSamBuddha
berdiam. Ketika Mereka tiba disana, Mereka bersujud dengan
Kepala menyentuh Kaki Sang Bhagava, lalu memutari Sang Bhagava
(melakukan Pradasikna) sebanyak Tiga kali kemudian Mereka semua
duduk berhadapan dengan Sang Bhagava. Sang Bhagava menerima
kedatangan Mereka dengan tetap diam. Kemudian Sang Sarva shura
Bodhisattva Mahasattva bangkit dari tempat duduk-Nya, meletakkan
jubah bagian atasnya diatas bahunya, menekuk Lutut kanannya
menyentuh tanah, merangkapkan kedua tangannya (melakukan Anjali)
bersama-sama dan bersujud membungkukkan dirinya kepada Sang
Buddha. Dia lalu berkata kepada Sang Buddha:" Yang Dimuliakan
Dunia, berjuta-juta Dewa Putra, berjuta-juta Dewa Putri, dan
berjuta-juta Bodhisattva telah berkumpul. Yang Dimuliakan Dunia,
berjuta-juta Sravaka dan juga Raja Naga telah berkumpul dan
duduk untuk mendengar Dharma. Lengkaplah sudah, berkenanlah Yang
Telah Datang, Yang Maha Suci, Yang Telah Mencapai Penerangan
Agung, untuk mengajarkan berbagai jenis pendekatan menuju jalan
Dharma sehingga dengan seketika mereka mendengar-Nya, bagi
mereka yang sudah berusia lanjut akan tersucikan semua rintangan
karmanya, dan bagi mereka yang berusia muda akan melakukan usaha
besar dalam dharma yang luhur dan akan mencapai keunggulan
khusus, dan perbuatan luhur mereka tidak akan menurun, tidak
sedikitpun menurun dan tidak akan mengalami penurunan
keseluruhan.
Dia berkata demikian dan Sang Buddha bersabda kepada sang
Bodhisattva, Sang Sarva shura yang luhur demikian: "Sarva shura,
pemikiran kamu untuk menanyakan kepada Sang Tathagata untuk hal
ini adalah baik, sangat baik. Oleh karena itu, Sarva shura,
dengarlah baik-baik dan penuh perhatian, dan simpanlah dalam
pikiran, Saya akan memberitahukan-mu." Setelah berkata kepada
Sang Buddha, "Tepat sekali," Sang Bodhisattva, Sang Sarva shura
yang luhur mendengarkan dengan penuh perhatian pada Sang Buddha.
Sang Buddha bersabda demikian kepadanya: "Sarva shura, ada
sebuah Dharmaparyaya yang disebut Sanghata yang bahkan sampai
sekarang masih ada di dalam bumi ini. Siapapun yang mendengar
Sanghata Dharmaparyaya ini akan menyebabkan lima rintangan karma
beratnya yang tak henti-hentinya menjadi tersucikan, dan mereka
tidak akan pernah menolak pencapaian Yang Tiada Tandingan,
Sempurna, dari Penerangan Agung. Sarva shura, apa yang kamu
pikirkan tentang hal ini? Jika kamu berpikir bahwa mereka yang
mendengar Sanghata Sutra ini akan menghasilkan banyak sekali
jasa kebajikan sebanyak jasa kebajikan yang dimiliki Seorang
Tathagata, kamu seharusnya tidak melihatnya demikian."
Sarva shura berkata, "Baik, lalu bagaimana itu harus terlihat?"
Sang Buddha bersabda: "Sarva shura, Para Bodhisattva itu, Para
mahluk yang berjumlah banyak itu akan juga menghasilkan banyak
sekali jasa kebajikan sebanyak jasa kebajikan yang dimiliki
Semua Tathagata Arahat SamyakSamBuddha yang jumlahnya sebanyak
jumlah pasir di sungai gangga. Sarva shura, mereka yang
mendengar Sanghata Dharmaparyaya ini tidak akan pernah
berpaling. Mereka akan melihat Sang Tathagata, mereka tidak akan
terpisah dari penglihatannya pada Sang Tathagata, mereka akan
tercerahkan sempurna menjadi Tathagata Arahat SamyakSamBuddha.
Dharma luhur yang akan mereka capai semuanya tidak akan
ditundukkan oleh si jahat mara. Sarva shura, mereka semua yang
mendengar Sanghata Sutra ini akan memahami kemunculan dan
penghentian."
Lalu pada saat itu, semua dari Para Bodhisattva itu bangun,
meletakkan jubah bagian atas pada bahunya, meletakkan lutut
kanannya menyentuh tanah, dan bertanya kepada Sang Buddha, "Yang
dimuliakan dunia, berapa banyak jasa kebajikan yang dimiliki
oleh Seorang Tathagata?"
Sang Buddha bersabda demikian: "Wahai Para Putra yang berasal
dari garis keturunan, dengarkanlah ukuran jasa kebajikan yang
dimiliki oleh Seorang Tathagata. Itu adalah seperti demikian:
Untuk membuat persamaannya, seperti besarnya jasa kebajikan yang
banyak sekali dari jumlah Para Bodhisattva Dasa Bhumi yang abadi
dalam tingkat sepuluh seperti adanya tetesan air dalam maha
samudra, dan butiran-butiran debu pada jambudvipa, dan butiran
pasir dalam sungai gangga, jasa kebajikan yang dimiliki oleh
Seorang Tathagata adalah jauh lebih besar dari itu semua,
perihal mahluk hidup yang mendengar Sanghata Dharmaparyaya ini,
jumlah besar jasa kebajikan yang akan mereka hasilkan bahkan
lebih besar dari itu semua. Adalah tidak mungkin untuk mencapai
batas dari jumlah besar jasa kebajikan itu dengan menghitungnya.
Sarva shura, setiap orang yang merasa riang-gembira pada saat
itu, pada saat mereka mendengarkan sabda-sabda ini, akan
menghasilkan jumlah besar jasa kebajikan yang tak dapat
dihitung."
Lalu Sang Bodhisattva, Sang Sarva shura yang luhur, berkata
demikian pada Sang Buddha: "Yang dimuliakan dunia, siapa dari
para mahluk hidup itu yang sangat kehausan untuk Dharma itu?"
Setelah dia berkata demikian, Sang Buddha bersabda demikian
kepada Sang Bodhisattva, Sang Sarva shura yang luhur: "Sarva
shura, ada dua mahluk hidup yang sangat kehausan untuk Dharma
itu. Jika kamu bertanya-tanya yang manakah mereka dari kedua
itu, Sarva shura, mereka adalah seperti demikian: Seseorang yang
mempunyai pikiran sama terhadap semua mahluk hidup, yang kedua,
Sarva shura, setiap orang yang setelah mendengar Dharma ini
menyatakannya dengan benar dan sepenuhnya kepada semua mahluk
hidup dengan sama."
Sang Bodhisattva, Sang Sarva shura yang luhur berkata: "Yang
dimuliakan dunia, Siapakah yang setelah mendengar Dharma ini
menyatakannya dengan benar dan sepenuhnya kepada semua mahluk
hidup dengan sama?"
Sang Buddha bersabda: "Sarva shura, yang pertama adalah mereka
yang setelah mendengarkan Dharma itu, secara menyeluruh
membaktikan diri mereka untuk mencapai Penerangan Agung. Ketika
seseorang telah membaktikan keseluruhan hidupnya untuk mencapai
Penerangan Agung, dia akan sangat kehausan terhadap Dharma demi
kepentingan semua mahluk hidup. Sarva shura, yang kedua adalah
mereka yang masuk ke dalam Mahayana. Mereka juga sangat kehausan
terhadap Dharma itu."
Lalu Jutaan Para Deva, Naga, Manusia, Putri Deva bangun dari
tempat duduknya, merangkapkan kedua tangan di depan Sang Buddha
dan menyatakan ungkapan mereka kepada Sang Buddha demikian:
"Yang dimuliakan dunia, Kami juga sangat kehausan untuk Dharma
itu, untuk itu, Mohon Sang Buddha berkenan untuk sepenuhnya
memenuhi keinginan kami dan keinginan dari semua mahluk hidup."
Pada saat itu, pada waktu itu, Sang Buddha menunjukkan
Senyuman-Nya.
Lalu Sang Bodhisattva, Sang Sarva shura yang luhur bangkit dari
tempat diuduknya,merangkapkan kedua tanganya, membungkukkan diri
terhadap Sang Buddha. Dia menyatakan ungkapannya kepada Sang
Buddha demikian: "Yang dimuliakan dunia, apakah yang menyebabkan
senyuman-Mu? Kondisi apakah itu?"
Kemudian Sang Buddha bersabda kepada sang Bodhisattva, sang
Sarva shura yang luhur demikian: "Sarva shura, Para mahluk hidup
itu yang datang kemari akan mencapai Penerangan Agung Anuttara
SamyakSamBuddha. Mereka akan mencapai pendirian penuh terhadap
objek-objek yang menjadi kegembiraan Seorang Tathagata."
Sang Bodhisattva Sarva shura berkata: "Yang dimuliakan dunia,
disebabkan oleh apakah dan kondisi apakah sehingga Para mahluk
hidup yang datang kemari akan mencapai Anuttara
SamyakSamBuddha?"
Sang Buddha bersabda:"Itu adalah baik, Sarva shura, sangat baik
dengan pikiran kamu untuk menanyakan kepada Sang Tathagata
tentang maksud ini. Oleh karena itu, Sarva shura, dengarkanlah
kualitas khusus dari pengabdian."
"Sarva shura, pada asamkhyeya kalpa yang tak terhingga, tak
terhitung dan tak terbatas, yang telah berlalu adalah Seorang
Tathagata yang bernama Ratnashri, Yang Telah Datang, Yang Maha
Suci, Yang Telah Mencapai Penerangan Sempurna, Yang Telah
Mencapai Kebebasan Yang Sempurna, Sempurna Pikiran Dan
Perbuatan, Yang Terbahagiah, Maha Mengetahui Dunia, Sang
Pemimpin Tiada Tandingan, Guru Dewa dan Manusia, Yang Telah
Sadar, Yang Dihormati Dunia."
"Sarva shura, pada masa itu, pada waktu itu, Saya adalah seorang
Brahmin yang masih muda. Semua mahluk hidup itu yang sedang saya
bimbing kearah Pengetahuan Seorang Buddha pada masa itu, telah
menjadi binatang-binatang liar, dan jadi pada masa itu, pada
waktu itu, Saya membuat prasetya ini: 'Semoga semua
binatang-binatang liar itu yang telah sangat tersiksa oleh
penderitaan terlahir kembali di Tanah Buddha-Ku. Semoga Saya
mendirikan mereka semua di dalam Pengetahuan Seorang Buddha.'
Dan semua binatang-binatang liar itu, setelah mendengar
Perkataan itu, berkata: 'Semoga terjadilah demikian.' Sarva
shura, dengan akar keluhuran ini, Para mahluk hidup ini telah
datang kemari dan akan tercerahi dengan Penerangan Sempurna
Anuttara SamyakSamBuddha."
Oleh sebab itu, setelah mendengar hal yang menggembirakan ini
dari Sang Buddha, Sang Bodhisattva, Sang Sarva shura yang luhur
berkata kepada Sang Buddha: "Yang dimuliakan dunia, hidup apakah
yang mungkin bagi Para mahluk hidup itu?"
Sang Buddha bersabda: "Hidup selama 80 kalpa adalah mungkin
untuk Para mahluk hidup itu."
Sang Bodhisattva Sarva Shura berkata: "Berapa banyak ukuran dari
sebuah kalpa?"
#Post#: 210--------------------------------------------------
Re: MAHAYANA ARYA SANGHATA SUTRA DHARMAPARYAYA
By: ajita Date: June 3, 2017, 9:31 am
---------------------------------------------------------
Sang Buddha bersabda: "Wahai Putra yang berasal dari garis
keturunan, dengarkanlah, itu adalah demikian: "Untuk membuat
sebuah
persamaan, seorang lelaki membangun sebuah pagar 12 yojana yang
melingkar membentuk bundaran, dan tingginya tiga yojana, dan
sama
sekali tidak mengisi sesuatu yang lain pada pagar tersebut
tetapi hanya
benih wijen. Lalu, bilamana saja 1000 tahun telah berlalu,
lelaki itu
melemparkan satu buah biji wijen keluar dari pagar itu yang
sebelumnya
telah dipenuhi dengan isinya yang berupa biji wijen. Dalam hal
yang
sedemikian rupa, bahkan ketika lelaki itu telah mencapai akhir
dari
biji-biji wijen itu, dan bahkan bangunan pagar tersebut telah
lama
hilang, waktu satu kalpa masih belum berlalu."
Selain itu, Sarva
shura, itu adalah demikian: "Untuk membuat sebuah persamaan,
adalah
sebuah gunung dengan 50 yojana kedalamannya dan 12 yojana
ketinggiannya. Kemudian seorang lelaki membangun sebuah rumah di
sebelah gunung tersebut, dan selama waktu yang lama, ketika
seratus
tahun telah berlalu, lelaki itu akan menggosoknya dengan kain
kasa
tipis benares. Dengan perbuatannya, gunung itu akan berakhir.
Tetapi
bahkan setelah gunung itu berakhir, waktu satu kalpa masih belum
berlalu. Sarva shura, itulah ukuran dari satu kalpa."
Lalu Sang
Bodhisattva, Sang Sarva shura yang luhur bangun dan menyatakan
ungkapannya pada Sang Buddha: "Yang dimuliakan dunia, bahkan
jika
pengabdian seseorang menghasilkan sejumlah besar jasa kebajikan
seperti
panjangnya usia kebahagiaan hidup bisa menjadi 80 kalpa, apakah
yang
dibutuhkan untuk dapat mengatakan seseorang yang telah
menawarkan
persembahan terhormat yang luar biasa banyak untuk Ajaran Sang
Tathagata?"
Sang Buddha bersabda: "Dengarkanlah, wahai Putra
yang berasal dari garis keturunan, jika seseorang yang mendengar
Sanghata Dharmaparyaya dapat mempunyai usia kehidupan selama
84.000
kalpa, apa yang dibutuhkan untuk mengatakan seseorang yang
menyebabkan
Sanghata Sutra ditulis dan yang membaca-Nya? Sarva shura, orang
itu
akan menghasilkan jasa kebajikan yang luar biasa besar
banyaknya."
"Sarva
shura, setiap orang yang memiliki pikiran yang bersemangat
dengan
keyakinan suci dan membuat sembah sujud yang sepenuh hati untuk
Sanghata Sutra akan mengingat kehidupan masa lalunya selama 95
kalpa.
Mereka akan menjadi Raja Pemutar Roda (Cakravartin) selama 60
kalpa.
Bahkan dalam seumur hidup itu, Setiap orang akan menyukai
mereka. Sarva
shura, kematian mereka tidak akan terjadi karena senjata.
Kematian
mereka tidak akan terjadi karena racun. Mereka tidak akan celaka
oleh
ilmu hitam. Bahkan disaat kematian mereka, mereka akan melihat
99 juta
Buddha secara langsung, dan, Sarva shura, Para Buddha tersebut,
Yang
dimuliakan dunia, akan berkata kepada orang tersebut: 'Mahluk
Suci,
karena kamu telah mendengar Sanghata Sutra Dharmaparyaya
dijelaskan
dengan baik, oleh karena itu jasa kebajikan besar ini tercipta.'
Dan 99
Juta Buddha itu, Yang dimuliakan dunia, dalam sistem dunia
Mereka
masing-masing akan membuat sebuah penetapan. "
"Jika ini adalah
demikian, Sarva shura, apakah yang dibutuhkan untuk mengatakan
setiap
orang yang mendengar semua dari Sanghata Sutra Dharmaparyaya
Yang Agung
ini secara lengkap dan luas? Tidak hanya itu, Mereka (Para
Tathagata)
akan menentramkan orang itu dengan berkata: 'Janganlah takut.'"
Pada
saat itu, Sang Bodhisattva, Sang Sarva shura yang luhur berkata
kepada
Sang Buddha: "Yang dimuliakan dunia, ketika saya juga
mendengarkan
Sanghata Sutra Dharmaparyaya Yang Agung, jasa kebajikan besar
apakah
yang akan saya hasilkan, Yang dimuliakan dunia?"
Sang Buddha
bersabda: "Sarva shura, mahluk hidup itu juga akan menghasilkan
jasa
kebajikan besar sebanyak jumlah dari Para Buddha Tathagata yang
jumlahnya sebanding dengan jumlah butiran pasir di dalam sungai
gangga."
Dia
berkata: "Yang dimuliakan dunia, ketika saya mendengarkan
Sanghata
Sutra Dharmaparyaya Yang Agung, saya tidak dapat mendapat cukup
dari-Nya."
Sang Buddha bersabda: "Sarva shura, itu adalah baik,
sangat baik, bahwa kamu tidak mampu mendapatkan kecukupan dari
Ajaran-Ajaran Dharma. Sarva shura, sejak Saya juga tidak mampu
mendapatkan kecukupan dari Ajaran-Ajaran Dharma, Sarva shura,
apakah
perlu untuk mengatakan bahwa para mahluk hidup yang luar biasa
itu
tidak mendapat kecukupan?"
"Sarva shura, setiap Putra yang
berasal dari garis keturunan, atau Para Putri yang berasal dari
garis
keturunan yang membangkitkan keyakinan dalam Mahayana tidak akan
pergi
ke perpindahan yang salah selama 1.000 kalpa. Selama 5.000
kalpa,
mereka tidak akan terlahir menjadi seekor binatang. Selama
12.000
kalpa, mereka tidak akan mempunyai pikiran jahat. Selama 18.000
kalpa,
mereka tidak akan terlahir diantara para mahluk hidup dalam
daerah
terpencil. Selama 20.000 kalpa, mereka akan menjadi berani dalam
memberi. Selama 25.000 kalpa, mereka akan terlahir di dalam
dunia Para
Dewa. Selama 35.000 kalpa, mereka akan melaksanakan hidup tidak
berumah
tangga, Selama 40.000 kalpa, mereka akan meninggalkan kehidupan
rumah
tangga. Selama 50.000 kalpa, mereka akan menjunjung tinggi
Dharma, dan
selama 65.000 kalpa, mereka akan memasuki samadhi dengan penuh
kesadaran saat kematian."
"Sarva shura, bahkan tidak sedikitpun
karma buruk akan terjadi pada Putra yang berasal dari garis
keturunan
itu, atau Para Putri yang berasal dari garis keturunan. Si jahat
mara
tidak akan menemukan kesempatan dengan mereka. Mereka tidak akan
pernah
terlahir dari rahim seorang ibu. Sarva shura, mereka yang
mendengar
Dharmaparyaya ini, tidak masalah mereka terlahir dimanapun,
selama 95
kalpa yang tak terhitung, tidak akan jatuh kedalam alam yang
salah.
Selama 8.000 kalpa, mereka akan memelihara apa yang telah mereka
dengar. Selama 1.000 kalpa, mereka akan meninggalkan pembunuhan.
Selama
99.000 kalpa, mereka akan meninggalkan perbuatan bohong, Selama
13.000
kalpa, mereka akan meninggalkan perkataan yang bersifat memecah
belah."
"Sarva shura, para mahluk hidup yang telah mendengar
Dharmaparyaya ini adalah jarang."
Kemudian
Sang Bodhisattva, Sang Sarva shura yang luhur bangkit dari
tempat
duduknya, meletakkan jubah bagian atasnya diatas bahu,
meletakkan lutut
kanannya menyentuh tanah, merangkapkan kedua tangannya dan
menunduk
kepada Sang Buddha. Dia berkata kepada Sang Buddha: "Yang
dimuliakan
dunia, berapa besar karma buruk bagi mereka yang menolak
Dharmaparyaya
ini?"
Sang Buddha bersabda: "Sarva shura, itu adalah banyak."
Dia berkata: "Yang dimuliakan dunia, seberapa banyak karma buruk
yang akan dihasilkan oleh mahluk hidup tersebut?"
Sang
Buddha berkata: "Tenanglah Sarva shura, Tenanglah. Jangan
bertanya
kepada Saya tentang jumlah besar dari karma buruk. Sarva shura
bandingkan dengan membangkitkan keinginan jahat terhadap
banyaknya Para
Tathagata Arahat SamyakSamBuddha yang seperti butiran pasir di
sungai
gangga, mereka yang menghina Sanghata Sutra akan menghasilkan
jauh
lebih banyak kejahatan. Sarva shura, mereka yang membangkitkan
keinginan jahat terhadap Mahayana akan menghasilkan jauh lebih
besar
kejahatan dibandingkan dengan itu. Sarva shura, para mahluk
hidup itu
terbakar. Mereka hanya terbakar."
Sarva shura bertanya: "Apakah tidak mungkin untuk membebaskan
Para mahluk hidup ini?"
Sang Buddha berkata: "Demikianlah, Sarva shura, adalah tidak
mungkin untuk membebaskan mereka"
"Sarva
shura, adalah seperti demikian: untuk membuat persamaan, jika
seseorang
memutuskan kepala seorang lelaki, jika orang itu memakaikan
tapal ke
kepalanya baik dengan madu atau gula atau tetesan sirup gula,
atau
mentega, atau minyak sayur, atau apapun yang berkenaan dengan
obat
tapal, Apa yang kamu pikirkan tentang ini, Sarva shura? Akankah
orang
ini mampu untuk bangkit lagi?"
Sarva shura berkata: "Yang dimuliakan dunia, Ini tidak mungkin."
Sang
Buddha berkata: "Selain itu, Sarva shura, akan ada juga lelaki
yang
lain. Ketika dia menyerang mahluk hidup lain dengan senjata
tajam,
walaupun dia tidak mampu untuk membunuhnya dengan satu pukulan,
Sarva
shura, sebuah luka akan terjadi. Jika obat telah digunakan,
lukanya
akan sembuh. Pada saat itu, ketika dia telah segar, mengingat
kembali
kesakitannya, lelaki itu akan berpikir, 'Sekarang saya mengerti,
oleh
karena itu tidak akan sekalipun akan saya berbuat jahat, karma
yang
tidak baik.' Seperti layaknya orang yang memantulkan dalam hal
ini,
Sarva shura, ketika lelaki itu mengingat kembali kesakitan, dia
sepenuhnya meninggalkan kejahatan. Pada saat itu, semua Dharma
menjadi
nyata. Ketika semua Dharma itu telah menjadi nyata, pada saat
itu dia
akan membawa kearah penyelesaian semua Ajaran Dharma Yang
Luhur."
"Sarva
shura, itu adalah sebagai berikut: untuk membuat sebuah
persamaan,
seperti layaknya orang tua dari seorang lelaki yang meninggal
dunia
bersedih hati dan meratapi, tetapi tidak mempunyai kemampuan
untuk
melindunginya, dalam hal yang sama, Sarva shura, sifat luar
biasa
kekanak-kanakan dalam diri pribadi tidak akan mampu menolong
dirinya
sendiri atau orang lain. Seperti orang tua tersebut yang
harapannya
sedikit, mahluk hidup ini juga akan membuat harapannya sedikit
pada
saat kematiannya."
"Sarva shura, ada dua jenis mahluk hidup yang
mempunyai harapan tinggal sedikit, siapakah kedua mahluk itu?
Mereka
adalah demikian: Satu adalah mahluk hidup yang melakukan
perbuatan
jahat atau yang menyebabkan perbuatan jahat terjadi. Yang
lainnya
adalah seseorang yang meninggalkan kesucian Dharma. Kedua jenis
mahluk
hidup ini menyebabkan harapan mereka menjadi sedikit disaat
kematian
mereka."
Sang Bodhisattva Sarva shura berkata: "Yang dimuliakan
dunia, apa perpindahan jalan kecil dari mahluk hidup itu? Apa
kehidupan
mereka sesudah itu?"
Sang Buddha bersabda: "Tak terbatas
perpindahan tempat dari mahluk hidup yang menghina Dharma Yang
Suci.
Tak terbatas juga masa depan kehidupan mereka. Sarva shura,
mahluk
hidup yang meninggalkan Dharma yang suci akan mengalami perasaan
selama
satu kalpa didalam maha niraya (neraka besar) ratapan para
mahluk
hidup. Selama satu kalpa didalam neraka penghancur, satu kalpa
didalam
neraka panas, satu kalpa didalam neraka yang maha panas membara,
satu
kalpa didalam neraka besar tali hitam, satu kalpa didalam neraka
avici,
satu kalpa didalam maha niraya yang dinamakan menakutkan, satu
kalpa
didalam maha niraya panggilan keluar penyesalan! dan Sarva
shura,
mereka harus mengalami dan merasakan penderitaan di delapan maha
niraya
ini selama delapan kalpa."
Lalu, Sang Bodhisattva, Sang
Sarvashura yang luhur, berkata demikian kepada Sang Buddha:
"Yang
dimuliakan dunia, itu sangat menderita. Yang Terbahagiah, itu
sangat
menderita, mendengarnya tidak membuat gembira."
Kemudian, Sang Buddha, pada saat itu mengucapkan Syair-Syair
ini:
Bagaimana para mahluk hidup didalam neraka mahluk hidup
mengalami dan merasakan penderitaan semacam ini
perkataan yang sangat menakutkan ini
kamu tidak menemukan kegembiraan dalam mendengar.
Bagi mereka yang melakukan perbuatan baik,
kebajikan adalah yang hadir untuk melewatinya.
Bagi mereka yang melakukan perbuatan jahat,
tentu saja itu menjadi penderitaan.
Mereka yang tidak mengenal kebahagiaan, karena,
sekali mereka terlahir akan disiksa dengan kematian,
dan dengan kesakitan dari perbudakan mereka ke dukacita.
Dia yang bersifat kekanak-kanakan ini akan selalu menderita.
Mereka yang mengingat Buddha sebagai Yang Tertinggi,
orang yang cekatan ini tentu bahagiah.
Mereka yang memiliki keyakinan dalam Mahayana juga,
tidak akan menuju ke perpindahan tempat yang buruk.
Sarva shura, hanya dalam hal ini,
didorong oleh karma masa lalunya,
mereka yang telah melakukan perbuatan kecil belaka
akan mengalami hasil yang tidak ada akhirnya.
Didalam Tanah Buddha, Tanah Tertinggi,
Jika seseorang menanam benih, akan besar buah hasilnya
Seperti banyaknya buah yang dinikmati
dari menanam tetapi sedikit benih,
jadi mereka yang senang didalam Ajaran-Ajaran Sang Penakluk,
dia yang cekatan ini tentu bahagiah.
Mereka meninggalkan perbuatan jahat
dan menciptakan banyak kebajikan, juga.
Setiap orang yang memberikan Ajaran-Ku
sebuah persembahan bahkan hanya rambut belaka
akan selama 80 ribu kalpa mempunyai
barang milik yang besar dan banyak kekayaan, juga.
Kapanpun mereka terlahir
mereka akan selalu murah hati.
Demikianlah sangat bermanfaat Sang Buddha,
tempat yang sangat besar untuk persembahan.
#Post#: 211--------------------------------------------------
Re: MAHAYANA ARYA SANGHATA SUTRA DHARMAPARYAYA
By: ajita Date: June 3, 2017, 9:32 am
---------------------------------------------------------
Kemudian Sang Bodhisattva, Sang Sarva shura yang luhur berkata
kepada Sang Buddha: "Yang dimuliakan dunia, bagaimana seharusnya
seseorang mencari Dharma yang diajarkan oleh Sang Buddha? Yang
dimuliakan dunia, bagaimana seseorang memperoleh pendirian teguh
pada akar-akar kebajikan setelah mendengarkan Sanghata Sutra
Dharmaparyaya?"
Lalu Sang Buddha bersabda: "Sarva shura, seseorang seharusnya
mengetahui bahwa jumlah besar jasa kebajikan dari seseorang yang
mendengarkan Sanghata Sutra Dharmaparyaya ini adalah seperti
mempersembahan persembahan terhormat, kepada banyaknya Tathagata
Arahat SamyakSamBuddha seperti butiran pasir di 12 sungai
gangga, menyediakan kepada Mereka apapun yang dibutuhkan untuk
kebahagiaan Mereka."
Sang Bodhisattva Sarva shura berkata: "Yang dimuliakan dunia,
bagaimana akar-akar kebajikan dibawa menuju penyelesaian
tuntas?"
Dia bertanya hal ini, dan Sang Buddha bersabda kepada Sang
Bodhisattva, Sang Sarva shura yang luhur, "Akar-akar kebajikan
ini dikenal sebanding dengan Seorang Tathagata."
"Akar-akar kebajikan apakah ini yang dikenal sebanding dengan
Seorang Tathagata?"
Sang Buddha berkata: "Seseorang yang melakukan pidato Dharma itu
dikenal sebanding dengan Seorang Tathagata?"
Sarva shura berkata, "Yang dimuliakan dunia, siapakah yang
melakukan pidato Dharma itu?"
"Setiap orang yang membaca dengan suara keras Sanghata Sutra
adalah seorang yang melakukan pidato Dharma itu."
Sarva shura berkata: "Yang dimuliakan dunia, karena bahkan
mereka yang mendengar Sanghata Sutra Dharmaparyaya akan
menghasilkan jumlah besar jasa kebajikan itu, apakah yang
dibutuhkan untuk mengatakan mereka yang menulis-Nya dan
membaca-Nya? Berapa banyak jasa kebajikan yang akan mereka
hasilkan?"
Sang Buddha bersabda: "Sarva shura, dengarkanlah, itu adalah
seperti demikian: untuk membuat sebuah persamaan, disetiap
keempat arah, seperti banyaknya Para Tathagata Arahat
SamyakSamBuddha seperti butiran pasir di dalam 12 sungai gangga
dapat duduk dan mengajarkan Dharma selama 12 kalpa, namun
sekalipun Mereka menggambarkan jumlah besar kebajikan seseorang
yang menulis Sanghata Sutra Dharmaparyaya ini, Mereka tidak akan
mampu untuk memahami akhirnya atau mengutarakannya dalam
kata-kata. Bahkan banyaknya Para Buddha Tathagata yang jumlahnya
seperti butiran pasir di dalam 48 sungai gangga tidak dapat
menyatakan jumlah besar kebajikan seseorang yang menulis-Nya,
apakah perlu untuk mengatakan siapapun yang menulis-Nya, atau
memikirkan-Nya, atau membaca-Nya akan menjadi sebuah
perbendaharaan Dharma?"
Sang Bodhisattva Sarva shura berkata, "Yang dimuliakan dunia,
berapa banyak kumpulan besar jasa kebajikan yang akan ada dari
seseorang yang membaca-Nya?"
Lalu pada saat itu, Sang Buddha mengucapkan Syair-Syair ini:
Perihal Kebajikan dari mereka yang telah membaca
satu bait yang terdiri dari empat baris,
Walaupun Para Penakluk yang jumlahnya seperti butiran pasir
didalam delapan puluh empat sungai gangga
harus menyatakan dengan tidak pernah berhenti
Seluruh jasa kebajikan dari mereka yang telah membaca
Sutra ini, Sang Sanghata,
masih saja jasa kebajikannya tidak habis.
Dharma yang diajarkan oleh Dia yang telah mencapai Penerangan
Sempurna
adalah sulit untuk ditemukan, dan tidak terbatas.
Ketika itu, pada saat itu juga, delapan puluh empat ratus ribu
jutaan banyak sekali para dewa merangkapkan kedua telapak tangan
mereka bersama-sama dan membungkukkan badan menunduk kearah
pengajaran Sanghata Sutra Dharmaparyaya berada. Mereka berkata
kepada Sang Buddha, "Yang dimuliakan dunia, untuk tujuan apapun
Yang dimuliakan dunia memberikan perbendaharaan Dharma dalam
Bumi ini, itu adalah baik, sungguh sangat baik."
Delapan belas ratus ribu jutaan banyak sekali pertapa telanjang
dari tradisi-tradisi lain tiba ditempat Sang Buddha berada dan
berkata kepada Sang Buddha: "Pertapa Gautama, Tuan, jadilah
Pemenang!"
Sang Buddha berkata: "Sang Tathagata selalu menang. Tuan-Tuan,
Bidah-Bidah yang hidup telanjang, bagaimana mungkin kamu para
bidah menjadi pemenang?"
Mereka berkata: "Semoga jadilah Pemenang, Pertapa Gautama,
semoga jadilah pemenang."
Sang Buddha berkata:
Saya tidak melihat seorang pun pemenang diantara kalian
Jika kamu tinggal didalam jalan yang salah,
bagaimana kamu menjadi para pemenang?
Kamu orang-orang telanjang, dengarkanlah
Saya menyatakan sesuatu untuk kebaikan kamu.
Untuk sebuah pemikiran yang kekanak-kanakan, tidak ada yang
menyenangkan.
Bagaimana kamu menjadi para pemenang?
Oleh karena itu, dengan Mata Buddha,
Saya akan mengajarkan juga alur dalam.
Kemudian para pertapa telanjang menjadi marah pada Sang Buddha
dan membangkitkan pikiran tidak percaya. Ketika itu, pada saat
itu juga, Indra, Sang Raja Para Dewa menggunakan halilintarnya.
Pada saat itu, delapan belas juta para pertapa telanjang itu
dikuasai oleh ketakutan dan diserang dengan penderitaan hebat.
Tangisan dan air mata mereka mulai mengalir. Sang Buddha juga
membuat Diri-Nya sendiri menghilang, dan pada saat itu, para
pertapa telanjang itu tersedu-sedu dan wajah mereka terisi
dengan air mata. Tidak dapat melihat Sang Buddha, mereka
mengucapkan syair-syair ini:
Tidak ada teman untuk membela kita disini
Demikian juga tidak ada ayah dan tidak ada ibu.
Apa yang kami lihat adalah seperti hutan belantara
Tidak ada rumah kosong atau tempat untuk tinggal.
Tidak ada juga Bahkan hanya untuk air ditempat ini.
Tidak ada pohon-pohon maupun para burung.
Disini tidak ada mahluk hidup yang terlihat.
Tanpa pelindung kita merasakan penderitaan.
Sejak kita tidak melihat Sang Tathagata,
Apa yang telah kita alami sungguh tak tertahankan.
Lalu, pada saat itu juga, kedelapan belas juta para pertapa
telanjang bangun dan berlutut dengan kedua kakinya ditanah.
Mereka menguatkan suara mereka dan menyanyikan:
Tathagata, memberkati dengan belas kasihan,
Buddha sempurna, Yang Tertinggi diantara manusia.
Tolong lakukanlah apa yang akan memberikan manfaat kepada kita.
Jadilah Tempat Berlindung untuk mahluk hidup yang putus asa.
Lalu Sang Buddha menunjukkan senyuman-Nya dan berkata kepada
Sang Bodhisattva Sarva shura, "Sarva shura, pergilah dan
terangkanlah Dharma itu kepada para pertapa bidah telanjang dari
tradisi-tradisi lain itu."
Dia berkata demikian, dan Sang Bodhisattva, Sang Sarva shura
yang luhur berkata kepada Sang Buddha: "Yang dimuliakan dunia,
jika gunung hitam itu menghancurkan batu besarnya yang dimakan
oleh air tidak berdaya dengan puncaknya ke gunung Sumeru, Raja
Para Gunung, bagaimana saya mengajarkan Dharma sementara
Tathagata ada sekarang."
Sang Buddha bersabda: "Tenanglah, Putra yang berasal dari garis
keturunan, arti-arti yang cekatan dari Para Buddha adalah
banyak, jadi pergilah, Sarva shura. Lihatlah diantara
sistem-sistem dunia didalam sepuluh arah, dan lihatlah dimana
Para Tathagata muncul dan dimana tempat duduk yang tersedia.
Sarva shura, Saya Sendiri yang akan mengajar Dharma kepada para
pertapa bidah telanjang dari tradisi-tradisi yang berbeda itu."
Sang Bodhisattva Sarva shura berkata, "Yang dimuliakan dunia,
dengan kekuatan ghaib yang bagaimana seharusnya saya pergi?
Artinya, dengan kekuatan ghaib saya sendiri atau dengan kekuatan
ghaib Sang Tathagata?"
Sang Buddha berkata: "Sarva shura, Pergilah dengan berkah
kekuatan ghaib dari dirimu. Sarva shura kembalilah dengan
kekuatan ghaib Sang Tathagata."
Kemudian Sang Bodhisattva Sarva shura bangkit dari tempat
duduknya, lalu berputar mengelilingi Sang Buddha, lalu
menghilang seketika.
Lalu Sang Buddha mengajarkan Dharma kepada para pertapa
telanjang tradisi-tradisi berbeda itu: "Teman-teman, kelahiran
adalah penderitaan, kelahiran bagi dirinya sendiri juga adalah
penderitaan.Saat seseorang terlahir, ada muncul banyak
kekhawatiran pada penderitaan. Dari kelahiran, rasa takut pada
sakit muncul. Dari sakit, rasa takut pada usia muncul. Dari
usia, rasa takut pada kematian muncul."
"Yang dimuliakan dunia, apa yang dikatakan bahwa 'dari
kelahiran, rasa takut pada dilahirkan akan terlahir'?"
"Dari keliharan sebagai manusia, banyak ketakutan muncul. Takut
pada raja, muncul. Takut pada para pencuri, muncul. Takut pada
api, muncul. Takut pada racun, muncul. Takut pada air, muncul.
Takut pada angin, muncul. Takut pada pusaran air, muncul. Takut
pada perbuatan-perbuatan orang yang telah dikerjakan, muncul.
Sang Buddha mengajarkan Dharma dalam banyak bentuk, seperti
topik kelahiran ini, dan ketika itu, pada saat itu, para pertapa
bidah telanjang dari tradisi-tradisi berlainan itu sepenuhnya
ketakutan dan berkata: 'Mulai sekarang, kami tidak akan pernah
lagi menginginkan untuk dilahirkan kembali'."
#Post#: 212--------------------------------------------------
Re: MAHAYANA ARYA SANGHATA SUTRA DHARMAPARYAYA
By: ajita Date: June 3, 2017, 9:34 am
---------------------------------------------------------
Ketika Sang Buddha menjelaskan Sanghata Sutra Dharmaparyaya ini,
kedelapan belas juta para pertapa bidah telanjang dari
tradisi-tradisi
yang berlainan itu sepenuhnya menjadi tidak terkalahkan,
sempurna, dan
mencapai penerangan sempurna. Dari rombongan pribadinya, 18.000
Para
Bodhisattva mencapai tingkat sepuluh dan mereka semua
memunculkan
pemandangan kekuatan ghaib juga, seperti bentuk dari seekor
kuda,
bentuk dari seekor gajah, bentuk dari seekor harimau, bentuk
dari
seekor garuda, bentuk dari gunung sumeru, dan bentuk-bentuk
seperti
susunan gambar swastika dan beberapa mempertunjukkan bentuk dari
sebuah
pohon.Mereka semua duduk bersilang kaki diatas tahta bunga
teratai juga.
Sembilan ribu juta Para Bodhisattva duduk disebelah kanan Sang
Buddha.
Sembilan ribu juta Para Bodhisattva duduk disebelah kiri Sang
Buddha.
Dan Sang Buddha tinggal didalam samadhi melengkapi seluruh waktu
dan
muncul untuk mengajarkan Dharma melalui arti-arti yang mahir.
Pada hari
ketujuh, Sang Buddha merentangkan Tangan-Nya keluar dan
mengetahui
bahwa Sang Bodhisattva, Sang Sarva shura yang luhur sedang
menuju
kesana dari sistem dunia Padmottara. Ketika Sang Bodhisattva,
Sang
Sarva shura yang luhur sedang menuju ke sistem dunia Padmottara,
dengan
berkah kekuatan ghaib dari dirinya sendiri, dia tiba disana
dalam tujuh
hari. Ketika Sang Buddha merentangkan Tangan-Nya, pada saat itu
Sang
Bodhisattva Sarva shura hadir pada Sang Buddha. Setelah berjalan
memutari Sang Buddha tiga kali, pikirannya menjadi bersemangat
dengan
keyakinan murninya kepada Sang Buddha.
Dia merangkapkan kedua telapak tangannya, menundukkan diri
kepada Sang
Buddha dan mengucapkan perkataan ini kepada Sang Buddha: "Yang
dimuliakan dunia, ketika saya pergi ke seluruh sistem dunia di
sepuluh
penjuru, Yang dimuliakan dunia, dengan satu kekuatan ghaib saya,
saya
melihat 99.000 juta Tanah-Tanah Buddha dan dengan dua kekuatan
ghaib
saya, saya melihat ribuan juta Tathagata. Pada hari ke tujuh,
saya tiba
di sistem dunia Padmottara dan dalam perjalanan itu, saya juga
melihat
ratusan dari ribuan dari jutaan Tanah-Tanah Buddha yang tak
tergoncangkan."
"Kemudian, Yang dimuliakan dunia, pertama saya melihat
pertunjukkan
kekuatan ghaib dari Para Buddha, Yang dimuliakan dunia, dan saya
melihat Para Tathagata sedang mengajarkan Dharma didalam 92.000
juta
Tanah-Tanah Buddha, dan pada seluruh hari itu, didalam 80.000
juta
Tanah-Tanah Buddha, saya melihat 80.000 juta Tathagata, Arahat
SamyakSamBuddha muncul didalam dunia. Setelah bersujud kepada
Semua
Tathagata itu, Yang dimuliakan dunia, saya pergi lebih jauh
lagi."
"Yang dimuliakan dunia, pada seluruh hari itu, saya melewati
39.000
juta Tanah-Tanah Buddha, dan didalam 39.000 juta Tanah-Tanah
Buddha
itu, ada juga muncul 39.000 juta Para Bodhisattva. Dan pada
seluruh
hari itu, Mereka telah sempurna dalam Penerangan Agung Anuttara
SamyakSamBuddha. Saya berjalan memutari Para Tathagata Arahat
SamyakSamBuddha itu tiga kali dan menghilang dengan arti melalui
kekuatan ghaib."
"Yang dimuliakan dunia, didalam 60 juta Tanah-Tanah Buddha juga,
saya
melihat Buddha, Tathagata, Yang dimuliakan dunia, saya bersembah
sujud
kepada Tanah-Tanah Buddha dan kepada Para Buddha dan melanjutkan
perjalanan menuju arah lurus."
"Yang dimuliakan dunia, didalam 8 juta Tanah-Tanah Buddha
lainnya, saya
melihat Para Tathagata melakukan perbuatan berlalu menuju ke
dalam
Nirvana. Setelah bersembah sujud kepada Para Tathagata itu juga,
saya
melanjutkan perjalanan arah lurus."
"Selain itu, Yang dimuliakan dunia, didalam 95 juta Tanah-Tanah
Buddha,
saya melihat hilangnya Dharma suci, dan, Yang dimuliakan dunia,
saya
menjadi menderita dan hanyut dalam air mata. Selain itu, saya
melihat
dewa, naga, yaksha, rakshasa dan banyak wujud mahluk hidup dalam
dunia
hawa nafsu menangis, ditembus dengan kesakitan yang sangat
menderita.
Selain itu, hal yang serupa, Yang dimuliakan dunia, setelah
melakukan
sembah sujud kepada Tanah-Tanah Buddha ini beserta
semudera-samuderanya, dengan gunung-gunung sumeru Mereka, dan
beserta
Tanah Mereka, dan itu semua tanpa terkecuali dibakar, saya
hanyut dalam
keputuasaan dan meninggalkannya."
"Yang dimuliakan dunia, keatas sampai saya hadir ke sistem dunia
Padmottara, Yang dimuliakan dunia, saya melihat 500.000 juta
tahta
tersedia, juga. Seratus ribu juta tahta-tahta tersedia di bagian
penjuru selatan. Saya melihat seratus ribu juta tahta-tahta
tersedia di
bagian penjuru utara, seratus ribu juta tahta-tahta tersedia di
bagian
penjuru timur, seratus ribu juta tahta-tahta tersedia di bagian
penjuru
barat, dan seratus ribu juta tahta-tahta tersedia di bagian
penjuru
atas. Juga, Yang dimuliakan dunia, tahta-tahta itu yang telah
tersedia
semata-mata terbuat dari tujuh permata mulia, dan diatas semua
tahta-tahta ini, Para Tathagata duduk dan mengajarkan Dharma."
"Saya mejadi takjub dengan Para Tathagata itu, dan jadi bertanya
kepada
Para Tathagata itu, 'Apakah nama dari sistem dunia Buddha ini?'
Dan
Para Tathagata itu bersabda: 'Putra yang berasal dari garis
keturunan,
sistem dunia ini bernama Padmottara.'"
"Lalu, Yang dimuliakan dunia, setelah saya berjalan mengelilingi
Para
Tathagata itu, saya bertanya nama dari Tathagata Tanah Buddha
itu."
"Mereka berkata, Dia disebut Sang Tathagata Arhat
SamyakSamBuddha
Padmagarbha melakukan perbuatan-perbuatan Buddha didalam Tanah
Buddha
ini."
"Lalu saya menanyakan ini kepada mereka: 'Karena ada banyak
ratusan
dari ribuan dari jutaan Para Buddha, dan karena saya tidak
mengenal
Sang Tathagata Arhat SamyakSamBuddha Padmagarbha, yang manakah
Dia
itu?' "
"Tathagata itu berkata: 'Putra yang berasal dari garis
keturunan, Saya
akan tunjukkan kepada mu Dia yang dipanggil dengan Tathagata
Arhat
SamyakSamBuddha Padmagarbha.' "
"Kemudian semua Tubuh dari semua Para Tathagata itu menghilang
dan
Mereka muncul hanya dengan bentuk-bentuk Para Bodhisattva,
Satu-satunya
Seorang Tathagata dengan jelas kelihatan, dan saya bersembah
sujud
dengan kepala saya menyentuh Kaki dari Tathagata itu. Secepat
saya
pergi kesana, sebuah tahta muncul dan saya pergi menuju ke tahta
itu.
Dan, Yang dimuliakan dunia, pada saat itu, banyak tahta
bermunculan,
tetapi tidak terlihat satu orang pun yang berada di atas
tahta-tahta
itu. Saya berkata kepada Tathagata itu, 'Yang dimuliakan dunia,
saya
tidak melihat satupun para mahluk hidup yang berada diatas
tahta-tahta
itu.' Dan Sang Tathagata berkata: 'Para mahluk hidup yang tidak
menghasilkan akar-akar kebajikan tidak memiliki kekuatan untuk
duduk
diatas tahta-tahta itu.' "
"Saya berkata: 'Setelah menaburkan jenis akar-akar kebajikan
apakah seseorang dapat duduk diatas tahta-tahta itu?' "
"Sang Tathagata itu berkata: 'Dengarlah, Putra yang berasal dari
garis
keturunan. Para mahluk hidup yang telah mendengar Sanghata Sutra
Dharmaparyaya dikarenakan akar kebajikan itu akan duduk diatas
tahta-tahta ini, dan tidaklah perlu untuk mengatakan mereka yang
telah
menulis-Nya atau membaca-Nya. Sarva shura, kamu telah mendengar
Sanghata Sutra Dharmaparyaya dan oleh karena itu, kamu sedang
duduk
diatas tempat duduk ini. Sebaliknya, bagaimana kamu telah
memasuki
Tanah Buddha ini?' "
"Tathagata itu berkata demikian dan saya berkata demikian kepada
Sang
Tathagata itu: 'Yang dimuliakan dunia, berapa besarkah kumpulan
besar
jasa kebajikan yang akan dihasilkan dari mereka yang mendengar
Sanghata
Sutra Dharmaparyaya?' "
"Lalu Sang Buddha, Sang Padmagarbha Tathagata menunjukkan
senyuman-Nya.
Saya bertanya kepada Yang dimuliakan dunia, untuk tujuan apakah
Tathagata menunjukkan sebuah senyuman?"
"Sang Tathagata itu berkata: 'Putra yang berasal dari garis
keturunan,
Sang Bodhisattva Sarva shura yang luhur, dia yang telah mencapai
kekuatan besar, dengarlah, itu adalah seperti demikian: untuk
membuat
sebuah persamaan,seseorang adalah Sang Raja Cakravartin (Raja
Pemutar
Roda) yang memerintah keempat benua. Jika dia menanam biji wijen
di
tanah-tanah dari keempat benua itu, Sarva shura, apa yang kamu
pikirkan
tentang hal ini? Akankah banyak benihnya yang tumbuh? ' "
Sarva shura berkata: "Yang dimuliakan dunia, banyak, Yang
terbahagiah, banyak."
Sang Tathagata berkata: "Sarva shura, dari benih-benih biji
wijen itu,
seorang mahluk hidup akan membuat sebuah tumpukan tunggal, dan
beberapa
orang lainnya akan mengambil setiap benih biji wijen dari
tumpukan biji
wijen itu, satu demi satu, dan menempatkannya ke samping. Sarva
shura,
apa yang kamu pikirkan tentang hal ini? Akankah para mahluk
hidup itu
sanggup untuk menghitung kumpulan benih biji wijen itu atau
membuat
sebuah persamaan dari itu semua? "
Sang Bodhisattva Sarva shura berkata: "Yang dimuliakan dunia,
dia tidak
akan. Yang terbahagiah, dia tidak akan. Dia tidak akan sanggup
untuk
menghitung benih-benih biji wijen itu atau membuat sebuah
persamaan."
"Demikian juga, Sarva shura, kecuali Sang Tathagata, tidak
seorang pun
yang dapat membuat persamaan untuk kumpulan besar jasa kebajikan
dari
Sanghata Sutra Dharmaparyaya. Sarva shura, itu adalah seperti
demikian:
Untuk membuat sebuah persamaan, bahkan seandainya seperti
banyaknya
Para Tathagata yang jumlah-Nya sama dengan benih-benih biji
wijen itu,
semua-Nya harus menyatakan manfaat dari akar-akar kebajikan dari
mendengar Sanghata Sutra Dharmaparyaya, Mereka tidak akan
mencapai
akhir dari manfaat itu, bahkan melalui sebuah persamaan
sekalipun.
Untuk kasus itu, tidaklah perlu untuk mengatakan seseorang yang
menulis-Nya dan membaca-Nya dan menyebabkan Sanghata Sutra
Dharmaparyaya ditulis."
Sang Bodhisattva Sarva shura berkata: "Yang dimuliakan dunia,
macam
apakah kumpulan besar jasa kebajikan yang akan dihasilkan
seseorang
yang menulis-Nya?"
Sang Buddha berkata: "Putra yang berasal dari garis keturunan,
dengarlah, seseorang memotong semua rumput atau kayu dari
bimasakti di
miliaran sistem-sistem dunia kedalam ukuran lebar jari dan,
Sarva
shura, dengarlah persamaan kedua juga. Jika sebanyak bebatuan,
atau
jurang-jurang, atau tanah, atau butiran-butiran debu, sebagai
mana
mereka berada didalam bimasakti dari miliaran sistem-sistem
dunia,
menjadi Para Raja Cakravartin penguasa empat benua, akankah
mungkin
bagi seseorang untuk membuat persamaan terhadap jasa kebajikan
Mereka?"
Sarva shura berkata: "Yang dimuliakan dunia, Itu tidak akan,
kecuali Sang Tathagata."
"Hal yang serupa, Sarva shura, salah satunya adalah tidak
mungkin untuk
membuat persamaan untuk kumpulan besar jasa kebajikan seseorang
yang
menulis Sanghata Sutra Dharmaparyaya. Bandingkan dengan kumpulan
besar
jasa kebajikan Para Raja-Raja Pemutar Roda, seseorang yang
menulis
bahkan hanya sebait dari Dharmaparyaya ini dan memunculkan-Nya
akan
menghasilkan jauh lebih besar kumpulan besar jasa kebajikan.
Para Raja
Pemutar Roda itu tidaklah seperti itu, walaupun kebajikan Mereka
sangat
besar. Sarva shura, demikian juga, kebajikan dari Seorang
Bodhisattva,
Sang Mahluk Agung, yang tinggal dengan menjunjung tinggi dan
melaksanakan Dharma Yang Suci dari Mahayana tidak dapat
dibelakangi
oleh Raja Cakravartin. Demikian juga, persamaan tidak dapat
dibuat
untuk kumpulan besar jasa kebajikan dari seseorang yang menulis
Sanghata Sutra Dharmaparyaya."
#Post#: 213--------------------------------------------------
Re: MAHAYANA ARYA SANGHATA SUTRA DHARMAPARYAYA
By: ajita Date: June 3, 2017, 9:35 am
---------------------------------------------------------
"Sarva shura, Sanghata Sutra Dharmaparyaya ini menampakkan harta
kebajikan. Itu (Sanghata Sutra Dharmaparyaya) menentramkan semua
khayalan-khayalan. Itu membuat semua Dharma bercahaya lautan api
cemerlang. Itu mengalahkan semua mara jahat. Itu membuat
kediaman-kediaman semua Bodhisattva bercahaya lautan api
cemerlang. Itu menyempurnakan pemenuhan yang lengkap dari semua
Dharma."
Dia berkata demikian dan Sang Bodhisattva, Sang Sarva shura yang
luhur berkata demikian kepada Sang Buddha: "Yang dimuliakan
dunia, disini latihan hidup tidak berumah tangga adalah suatu
latihan yang sangat sulit. Jika seseorang bertanya-tanya alasan
apakah untuk ini, Yang dimuliakan dunia, Latihan Seorang
Tathagata adalah aneh, dan demikian juga latihan hidup tidak
berumah tangga juga aneh. Pada saat itu ketika seseorang
menggunakan latihan hidup tidak berumah tangga, dia akan melihat
Sang Tathagata secara langsung. Siang dan malam, dia akan
melihat Sang Tathagata.Pada saat dia melihat Sang Tathagata
secara langsung dan melihat pada Sang Tathagata siang dan malam,
dia akan melihat Tanah Buddha. Ketika dia melihat Tanah Buddha.
Ketika dia melihat Tanah Buddha, dia akan melihat harta
berharga. Ketika waktu kematiannya sudah tiba, perasaan takut
tidak akan terlahir. Dia tidak akan terlahir didalam rahim
seorang Ibu sama sekali. Dia tidak akan menjadi sedih sama
sekali. Dia tidak akan terjerat dengan ikatan idaman."
Dia berkata demikian dan Sang Tathagata berkata demikian kepada
Sang Bodhisattva, Sang Sarva shura yang luhur: "Sarva shura,
munculnya Sang Tathagata adalah jarang."
Sang Tathagata berkata: "Sarva shura, demikian halnya Sanghata
Sutra Dharmaparyaya ini juga sulit untuk ditemukan. Sarva shura,
setiap orang yang berkeinginan pada Sanghata Sutra Dharmaparyaya
melampaui batas akan mengingat kembali kehidupan-kehidupan masa
lalunya selama 80 kalpa. Selama 60.000 kalpa, mereka akan
mencapai tahta Raja Pemutar Roda. Selama 8.000 kalpa, mereka
akan mencapai tahta Indra. Selama 20.000 kalpa, mereka akan
terlahir dengan kekayaan yang sama di kediaman suci para dewa.
Selama 38.000 kalpa, mereka akan menjadi Brahma agung. Selama
99.000 kalpa, mereka tidak akan terjatuh kedalam alam-alam yang
salah. Selama 100.000 kalpa, mereka tidak akan terlahir diantara
para preta. Selama 28.000 kalpa, mereka tidak akan terlahir
diantara para binatang. Selama 13.000 kalpa, mereka tidak akan
terlahir dalam wujud seorang asura. Kematian mereka tidak akan
disebabkan oleh senjata-senjata. Selama 25.000 kalpa,
kebijaksanaan mereka tidak akan menyimpang. Selama 7.000 kalpa,
mereka akan melatih kebijaksanaan. Selama 9.000 kalpa, mereka
akan menjadi tampan dan cantik. Mereka akan tampak seperti
bentuk-bentuk tubuh yang dicapai oleh Sang Tathagata. Selama
15.000 kalpa, mereka tidak akan terlahir sebagai seorang istri.
Selama 16.000 kalpa, tubuh mereka tidak akan diserang oleh
penyakit. Selama 35.000 kalpa, mereka akan memiliki mata hebat.
Selama 19.000 kalpa, mereka tidak akan terlahir di tempat
kelahiran para naga. Selama 60.000 kalpa, mereka tidak akan
dikuasai oleh kemarahan. Selama 7.000 kalpa, mereka tidak akan
terlahir kedalam rumah tangga yang miskin. Selama 80.000 kalpa,
mereka akan giat dalam dua benua. Bahkan ketika mereka menjadi
miskin, mereka akan memperoleh macam-macam dari kebahagiaan ini:
Selama 12.000 kalpa, mereka tidak akan terlahir didalam tempat
kelahiran orang yang buta. Selama 13.000 kalpa, mereka tidak
akan terlahir dalam perpindahan-perpindahan yang buruk. Selama
11.000 kalpa, mereka akan menjadi Para bijaksana yang memiliki
kesabaran yang sangat dalam."
"Juga pada saat kematian, ketika akhir dari kesadaran berhenti,
mereka tidak akan memiliki penglihatan-penglihatan yang salah.
Mereka tidak akan dikuasai oleh kemarahan. Didalam penjuru
timur, mereka akan melihat banyaknya Para Buddha Tathagata
seperti banyaknya butiran pasir didalam 12 sungai-sungai gangga.
Didalam penjuru selatan, mereka akan melihat secara langsung 20
juta Para Buddha. Didalam penjuru barat, mereka akan melihat
banyaknya Para Buddha, Tathagata seperti banyaknya butiran pasir
didalam 25 sungai-sungai gangga. Didalam penjuru utara, mereka
akan melihat secara langsung banyaknya Buddha, Tathagata seperti
banyaknya butiran pasir didalam 80 sungai-sungai gangga. Didalam
penjuru atas, mereka akan melihat secara langsung 90.000 juta
Para Buddha, Tathagata. Didalam penjuru bawah, mereka akan
melihat secara langsung banyaknya Para Buddha, Tathagata seperti
banyaknya butiran pasir didalam 100 juta sungai-sungai gangga,
dan Mereka semua akan memberitahukan kepada Putra yang berasal
dari garis keturunan itu: 'Putra yang berasal dari garis
keturunan, kamu telah mendengar Sanghata Sutra Dharmaparyaya,
dan oleh karena itu dalam kehidupan masa depanmu akan menjadi
banyak sifat-sifat baik ini, manfaat dan kebahagiaan. Oleh
karena itu, janganlah takut.' Dengan mengatakan itu, Mereka akan
menentramkan hati orang itu."
"O Putra yang berasal dari garis keturunan, sudahkah kamu
melihat banyaknya ratusan dari ribuan dari banyak sekali jutaan
Para Tathagata, seperti banyaknya butiran pasir didalam
Sungai-Sungai Gangga?"
"Dia berkata, 'Yang dimuliakan dunia, saya sudah melihat Mereka.
Yang terbahagiah, saya sudah melihat mereka.'"
"Dia berkata, 'O Putra yang berasal dari garis keturunan, Para
Tathagata ini telah tiba untuk melihatmu.'"
"Jenis apakah perbuatan baik yang saya lakukan sehingga banyak
Para Tathagata ini telah tiba ditempat dimana saya berada?"
"Dia berkata: 'Putra yang berasal dari garis keturunan,
dengarlah. Kamu memperoleh sebuah tubuh manusia, Sanghata Sutra
Dharmaparyaya masuk dalam keinginan kamu, dan oleh karena itu,
berkaitan dengan hal itu, kamu menciptakan kumpulan besar jasa
kebajikan besar ini.'"
Dia berkata, "Yang dimuliakan dunia, bahkan jika kumpulan besar
jasa kebajikan saya menjadi sebanyak ini, apa yang dibutuhkan
untuk mengatakan seseorang yang mendengar-Nya secara luas
didalam keseluruhan-Nya?"
Dia berkata, "Tenanglah-tenanglah. O Putra yang berasal dari
garis keturunan, Saya akan menggambarkan jasa kebajikan itu
dengan sebuah Empat Baris Syair, oleh karena itu dengarlah.
Putra dari garis keturunan, itu adalah seperti demikian: Untuk
membuat sebuah persamaan, bahkan dibandingkan dengan kumpulan
besar jasa kebajikan yang seperti banyaknya Para Tathagata
Arahat SamyakSamBuddha seperti butiran-butiran pasir didalam 13
sungai-sungai gangga, itu menghasilkan kumpulan besar jasa
kebajikan yang lebih besar dari jasa kebajikan itu. Bandingkan
dengan seseorang yang melakukan penghormatan kepada banyaknya
Para Tathagata Arahat SamyakSamBuddha yang seperti
butiran-butiran pasir didalam 13 sungai-sungai gangga, Bahkan
seandainya seseorang yang mendengar hanya Empat Baris Syair dari
Sanghata Sutra Dharmaparyaya ini, akan menghasilkan kumpulan
besar jasa kebajikan yang lebih besar dari itu, apa yang
dibutuhkan untuk mengatakan seseorang yang mendengar-Nya secara
luas didalam keseluruhan-Nya? Putra yang berasal dari garis
keturunan, dengarlah hal ini mengenai seseorang yang mendengar
Sanghata Sutra Dharmaparyaya secara luas didalam
keseluruhan-Nya."
"Jika ada banyak Raja Pemutar Roda yang jumlahnya sama seperti
banyaknya benih biji wijen yang ditanam diseluruh 'bimasakti
dari miliaran sistem-sistem dunia' (Trisahasra Mahasahassra
Lokadhatu), dan seorang yang kaya raya, dengan banyak harta
benda dan barang milik yang besar, melakukan
persembahan-persembahan kepada Para Raja Pemutar Roda itu,
dibandingkan dengan itu, seseorang yang melakukan persembahan
kepada seorang 'Dia yang memasuki arus (yang tinggal tujuh kali
kelahiran lagi)' (Srotapanna) menghasilkan kumpulan besar jasa
kebajikan yang lebih besar."
"Jika semua para mahluk hidup yang ada di Trisahasra
Mahasahassra Lokadhatu menjadi Para Srotapanna, dibandingkan
dengan kumpulan besar jasa kebajikan dari seseorang yang
melakukan persembahan-persembahan kepada Mereka semua, kumpulan
besar jasa kebajikan yang dihasilkan seseorang yang melakukan
persembahan kepada seorang 'Dia yang tinggal satu kelahiran
lagi' (Sakrdagamin) akan menjadi lebih besar."
"Jika semua para mahluk hidup yang ada di Trisahasra
Mahasahassra Lokadhatu menjadi Para Sakrdagamin, dibandingkan
dengan kumpulan besar jasa kebajikan dari seseorang yang
melakukan persembahan-persembahan kepada Mereka semua, kumpulan
besar jasa kebajikan yang dihasilkan seseorang yang melakukan
persembahan kepada seorang 'Dia yang tidak terlahir lagi di alam
dewa dan manusia' (Anagamin) akan menjadi lebih besar."
"Jika semua para mahluk hidup yang ada di Trisahasra
Mahasahassra Lokadhatu menjadi Para Anagamin, dibandingkan
dengan kumpulan besar jasa kebajikan dari seseorang yang
melakukan persembahan-persembahan kepada Mereka semua, kumpulan
besar jasa kebajikan yang dihasilkan seseorang yang melakukan
persembahan kepada seorang 'Dia yang telah menyelesaikan semua
usahanya untuk melenyapkan semua belenggu yang mengikat sampai
ke akar-akarnya' (Arahat) akan menjadi lebih besar."
"Jika semua para mahluk hidup yang ada di Trisahasra
Mahasahassra Lokadhatu menjadi Para Arahat, dibandingkan dengan
kumpulan besar jasa kebajikan dari seseorang yang melakukan
persembahan-persembahan kepada Mereka semua, kumpulan besar jasa
kebajikan yang dihasilkan seseorang yang melakukan persembahan
kepada Pratyeka Buddha akan menjadi lebih besar."
"Jika semua para mahluk hidup yang ada di Trisahasra
Mahasahassra Lokadhatu menjadi Para Pratyeka Buddha,
dibandingkan dengan kumpulan besar jasa kebajikan dari seseorang
yang melakukan persembahan-persembahan kepada Mereka semua,
kumpulan besar jasa kebajikan yang dihasilkan seseorang yang
melakukan persembahan kepada Seorang Bodhisattva akan menjadi
lebih besar."
"Jika semua para mahluk hidup yang ada di Trisahasra
Mahasahassra Lokadhatu menjadi Para Bodhisattva, dibandingkan
dengan kumpulan besar jasa kebajikan dari seseorang yang
melakukan persembahan-persembahan kepada Mereka semua, kumpulan
besar jasa kebajikan yang dihasilkan seseorang yang membuat
pikirannya bersemangat dengan keyakinan suci kepada Seorang
Tathagata akan menjadi lebih besar."
"Jika semua para mahluk hidup yang ada di Trisahasra
Mahasahassra Lokadhatu menjadi Para Bodhisattva, dibandingkan
dengan kumpulan besar jasa kebajikan dari seseorang yang
melakukan persembahan-persembahan kepada Mereka semua, kumpulan
besar jasa kebajikan yang dihasilkan seseorang yang membuat
pikirannya bersemangat dengan keyakinan suci kepada Seorang
Tathagata, dan membuat pikirannya bersemangat dengan kepercayaan
kearah Trisahasra Mahasahassra Lokadhatu lengkap dipenuhi dengan
Para Tathagata, dan seseorang yang mendengar Sanghata Sutra
Dharmaparyaya ini akan menghasilkan jauh lebih besar kumpulan
besar jasa kebajikan dibandingkan dengan itu. Lalu, Sarva shura,
apakah perlu bahkan untuk mengatakan sembah sujud dengan pikiran
bersemangat dengan keyakinan yang suci terhadap Sanghata Sutra
Dharmaparyaya ini!"
"Sarva shura, apa yang kamu pikirkan tentang hal ini? Seseorang
mungkin bertanya-tanya bahkan semua orang-orang yang
berkepribadian luar biasa kekanak-kanakan dapat untuk mendengar
ini, tetapi bahkan bila mereka mendengar-Nya, mereka tidak akan
membangkitkan kepercayaan."
"Sarva shura, dengarlah. Adakah seorang pun yang diantara
orang-orang yang luar biasa berkepribadian kekanak-kanakan yang
sanggup mencapai dasar dari maha samudera?"
Dia berkata: "Yang dimuliakan dunia, tidak ada."
Dia berkata: "Adakah mahluk hidup biasa yang mampu mengosongkan
maha samudera dengan satu telapak tangan?"
Dia berkata: "Yang dimuliakan dunia, tidak ada, Yang
Terbahagiah, tidak ada."
Dia berkata: "Sarva shura, seperti halnya tidak ada satu mahluk
hidup biasa pun yang mampu mengeringkan maha samudera, Sarva
shura, begitu juga tidak ada satupun mahluk hidup yang
bercita-cita rendah dapat mendengar Dharmaparyaya ini."
"Sarva shura, mereka yang belum melihat Para Tathagata yang
banyaknya jutaan dari Para Tathagata seperti banyaknya
butiran-butiran pasir di dalam 90 sungai-sungai gangga tidak
mampu untuk menulis Sanghata Dharmaparyaya ini.
"Mereka yang belum melihat banyaknya Para Tathagata yang
banyaknya seperti banyaknya butiran-butiran pasir di dalam 90
sungai-sungai gangga tidak mampu untuk mendengar Sanghata
Dharmaparyaya ini."
"Mereka yang belum melihat ratusan dari ribuan dari banyaknya
jutaan dari Para Tathagata seperti banyaknya butiran-butiran
pasir di dalam 90 sungai-sungai gangga, setelah mendengar
Dharmaparyaya ini, akan menolak-Nya."
"Sarva shura, mereka yang telah melihat sebanyak 100 juta Para
Tathagata yang jumlah-Nya seperti butiran-butiran pasir didalam
sungai-sungai gangga, ketika mereka mendengar Dharmaparyaya ini,
akan menghasilkan pikiran bersemangat didalam keyakinan suci.
Mereka akan menjadi sangat bergembira. Mereka akan mengerti
dengan benar, dengan tepat seperti apa ada-Nya. Orang itu akan
mempunyai keyakinan didalam Sanghata Dharmaparyaya dan tidak
menolak-Nya."
"Sarva shura, dengarlah. Mereka yang menulis hanya sebait yang
terdiri dari empat baris dari Sanghata Sutra, setelah mereka
melewati 95.000 juta Trisahassra Mahasahassra Lokadhatu, Tanah
Buddha mereka akan menjadi seperti Sistem Dunia Sukhavati. Sarva
shura, perjalanan hidup dari para mahluk hidup itu akan
mempunyai jumlah 84.000 kalpa."
"Sarva shura, dengarlah, seperti pada Para Bodhisattva, para
mahluk hidup, yang mendengar sedikitnya sebait syair yang
terdiri dari empat baris dari Sanghata Dharmaparyaya ini, Sarva
shura, itu adalah sebagai berikut: Untuk membuat sebuah
persamaan, seorang mahluk hidup yang telah melakukan lima
perbuatan jahat besar yang tidak dapat diputuskan, perintahkan
mereka selesai dan bergembiralah didalam tindakan mereka yang
akan menyucikan karma buruk dari lima perbuatan jahat besar yang
tidak dapat putus jika mereka juga mendengar hanya sebait syair
yang terdiri dari empat baris dari Sanghata Dharmaparyaya.
Seperti demikianlah."
"Dengarlah, Sarva shura, Saya masih akan menjelaskan sifat-sifat
baik lainnya. Itu adalah seperti berikut ini: Untuk membuat
sebuah persamaan, seorang mahluk menghancurkan Stupa-Stupa,
menyebabkan perpecahan didalam Sangha, menyebabkan Seorang
Bodhisattva menjadi ragu-ragu dalam penyerapan samadhinya,
menciptakan gangguan terhadap kebijaksanaan Seorang Buddha, dan
menghabisi hidup manusia. Lalu kemudian mahluk hidup itu
menyesalinya dan menderita. 'Dengan tubuh ini, saya sudah
menjadi rusak, dan akan rusak juga dikehidupan selanjutnya. saya
tidak berharga.' Dengan berpikir demikian, timbul perenungan
kuat dan dia mengalami perasaan hati yang tersiksa. Dia
mengalami perasaan yang tak tertahankan. Sarva shura, mahluk
hidup ini ditolak oleh semua mahluk hidup. Dia dipandang rendah.
mahluk hidup ini terbakar dan tidak berharga. dia telah menjadi
tidak berharga berkenaan dengan duniawi dan gejala yang
melampaui perbatasan negara juga. Selama banyak kalpa, lelaki
ini akan seperti gelondongan kayu yang terbakar menjadi sisa
arang. Lelaki ini hanya akan seperti tiang-tiang dan balok-balok
didalam sebuah rumah yang berwarna baik yang menjadi tidak indah
ketika mereka terbakar. dia tidak juga menarik dalam dunia ini.
Dimana pun dia pergi, didalam semua tempat-tempat itu, para
mahluk hidup akan mencela dan memukulnya juga, dan walaupun
menderita rasa lapar dan haus, dia tidak akan memperoleh sedikit
pun untuk makan dan minum."
#Post#: 214--------------------------------------------------
Re: MAHAYANA ARYA SANGHATA SUTRA DHARMAPARYAYA
By: ajita Date: June 3, 2017, 9:36 am
---------------------------------------------------------
"Dikarenakan hal itu, dia mengalami perasaan menderita dan
teringat pada kehancuran Stupa-Stupa dan lima kejahatan besar
keluar dari rasa lapar, kehausan, dan perlakuan kejam, dan
setelah teringat, dikarenakan hal itu, dia berpikir, 'Kemanakah
saya hendak pergi? Siapakah pelindung saya?' Dan dia menjadi
tertekan sedih oleh penderitaan, berpikir, 'Karena tidak ada
seorang pun yang menjadi pelindung saya disini, biarlah saya
pergi ke sebuah gunung atau jurang dan disanalah saya bunuh
diri.' "
Dia berkata:
'Karena saya telah melakukan perbuatan-perbuatan jahat,'
Saya seperti sisa arang, selamanya terbakar.
Baik didalam dunia ini tidak menarik,
dan didalam dunia selanjutnya, tidak menarik juga.
Sampai didalam rumah juga, tidak menarik.
Juga diluar, tidak menarik.
Berkaitan dengan kekurangan-kekurangan, saya melakukan perbuatan
jahat;
Melalu mereka, ke dunia yang lebih rendah saya menuju.
Saya akan menderita juga dikehidupan selanjutnya,
Didalam negara buruk apapun saya juga.
Sebagaimana dia terisak-isak dan tercekik air mata,
Bahkan oleh para dewa perkataannya terdengar:
'Sungguh menakutkan, ke alam yang lebih rendah saya menuju.
Dengan begitu keluar dari kehidupan tidak ada harapan.'
Para dewa itu berkata kepadanya:
Orang bodoh juga berpikir demikian!
Meneteskan pikiran menderita ini dan pergi!
Ayah terbunuh dan Ibu terbunuh;
Sejak kelima perbuatan keji saya lakukan,
Tempat berlindung, sahabat, tidak satupun untukku;
Perasaan menderita yang akan saya miliki.
Ke puncak gunung saya akan menuju.
Tubuh saya disana untuk dilempar."
"Guru Bijaksana berkata:
'Tangisan dalam duka cita dan dikuasai dengan kesedihan,
Kamu dibuat menderita oleh lapar dan haus,
Berjalan-jalan ke tiga dunia, didalam keputusasaan.
Oleh karena itu, makanlah makanan yang saya berikan.'
Agar memuaskan tubuh,
Sang Bijaksana memberikan makanan.
'Setelah makan kesukaan, makanan yang enak,
seorang mahluk hidup akan merasa sangat bahagiah.
Sang Dharma yang menyucikan semua kejahatan
kemudian akan saya jelaskan kepada mu.'
Dan seketika dia makan
makanan enak yang dimilikinya.
Setelah makan, dia mencuci tanganya.
Dan mengelilingi Sang Bijaksana.
Seperti layaknya dia duduk bersilang kaki,
Apapun yang telah dia lakukan yang salah, dia beritahukan.
'Membunuh ayah, membunuh ibu,
penghancuran Stupa telah saya lakukan.'
saya mencegah Seorang Bodhisattva
dalam pengejarannya untuk Penerangan Sempurna.'
Ketika Dia mendengar perkataan-perkataan ini darinya
Sang Bijaksana lalu mengucapkan perkataan-perkataan ini:
'Karena kamu telah melakukan perbuatan-perbuatan jahat,
aduh, kamu sungguh tidak berbudi.
Buatlah pengakuan dari perbuatan-perbuatan jahat itu,
yang telah kamu kerjakan atau kamu perintah kerjakan.'
"Ketika itu, pada saat itu, dia diserbu dengan perasaan yang
sangat menderita dan menjadi susah dengan kengerian."
Dia berkata kepada Sang Bijaksana:
Siapa yang akan menjadi Pelindung saya?
Sejak saya telah melakukan perbuatan-perbuatan jahat,
Saya akan menjalani penderitaan.
"Lalu lelaki itu menekukkan lututnya menyentuh tanah dan berkata
kepada Sang Bijaksana:"
Semua perbuatan-perbuatan jahat yang telah saya lakukan
dan perintah untuk dilakukan, saya sekarang mengaku.
Semoga itu tidak membawa hasil-hasil yang jahat.
Semoga saya tidak mengalami penderitaan.
Biarkan saya mendekati Mu.
Kamu Yang Bijaksana, tolong jadilah tempat berlindungku.
Buatlah saya tanpa penyesalan dan masuk ke dalam kedamaian,
Dan demikian menenangkan karma tidak baikku.
Lalu, ketika itu, pada saat itu, Sang Bijaksana itu berkata
kepada lelaki itu, menentramkan hatinya: "Mahluk hidup, Saya
akan menjadi tempat berlindung mu. Saya akan menjadi tempat
sandaran mu. Saya akan menjadi teman yang mempertahankan mu,
jadi dengarlah Dharma dalam kehadiran Saya dengan tanpa rasa
takut. Sudahkah kamu mendengar bahkan sedikit saja dari
Dharmaparyaya yang disebut Sanghata?"
"Dia berkata, 'Saya belum pernah mendengar-Nya sama sekali.' "
"Sang Bijaksana berkata, 'Siapa yang akan mengajarkan Dharma
untuk seorang mahluk hidup yang terbakar kecuali untuk dia yang
masih ada harapan didalam perasaan terharu dan, dalam kaitannya
dengan hal itu, mengajarkan Dharma itu kepada para mahluk
hidup.' "
"Dia berkata: 'Putra yang berasal dari garis keturunan,
dengarlah lebih lanjut. Pada asamkhyeya kalpa yang tak
terhingga, tak terhitung dan tak terbatas, yang telah berlalu
adalah Seorang Raja Buddharma bernama Vimala Candra, Sang
Dharmaraja. Putra yang berasal dari garis keturunan, seorang
anak terlahir dalam Rumah Sang Raja Dharma Vimala Candra. Oleh
sebab itu, Sang Raja Agung Vimala Candra mengumpulkan para
brahmana peramal dan berkata pada mereka: 'Para Brahmana, jenis
tanda apakah yang kamu lihat untuk yang muda itu?' Lalu para
brahmana peramal berkata: 'Raja Yang Maha Mulia, ini tidak baik,
yang muda yang terlahir itu tidak baik.' Sang Raja berkata:
'Akan jadi seperti apakah dia?' Para peramal itu berkata: 'Jika
dia mencapai usia 7 tahun, yang muda ini akan membahayakan nyawa
ibu dan ayahnya.' Seketika itu, Sang Raja berkata sebagi
berikut: 'Bahkan jika mungkin akan ada rintangan untuk hidup-Ku,
cukup adil, tetapi Saya tidak akan membunuh anak Saya sendiri.
Adalah sangat jarang untuk memperoleh kelahiran sebagai seorang
manusia didalam dunia ini; oleh karena itu, Saya tidak akan
melakukan hal yang berbahaya terhadap tubuh manusia mana pun.' "
"Setelah itu, yang muda itu tumbuh besar dengan sangat cepat,
khususnya, ketika dia mencapai umur satu bulan, dia telah tumbuh
sebesar pertumbuhan orang lain yang tumbuh besar didalam waktu
dua tahun. Setelah itu, Sang Raja Vimala Candra mengetahui juga
bahwa yang muda telah tumbuh besar disebabkan oleh karma Sang
Raja sendiri yang telah dikumpulkan."
"Lalu Sang Raja memberikan Kerajaan kepada yang muda dan berkata
sebagai berikut: 'Semoga kamu menjadi Raja Yang Termasyhur baik
dan dengan daerah kekuasaan yang luas. Memerintah secara adil
sesuai dengan Dharma, bukan dengan apa pun yang bukan Dharma.' "
"Kemudian, setelah diberikan kerajaan kepada dirinya, Dia
memberikan kepadanya gelar 'Raja'. Dan Raja Vimala Candra
bertindak bukan sebagai Raja dalam daerah kekuasaan-Nya."
"Kemudian jutaan para menteri mulai menuju ke tempat dimana Raja
Vimala Candra berada, dan setelah sampai disana, mereka berkata
kepada Raja Vimala Candra sebagai berikut: 'O, Raja Yang Maha
Mulia, mengapa sekarang Kamu tidak bertindak sebagai Raja
didalam daerah kekuasaan-Mu Sendiri?' "
"Sang Raja berkata: 'Selama tak terkira banyaknya kalpa-kalpa,
walaupun Saya telah memerintah sebagai Seorang yang mempunyai
kerajaan, kekayaan, dan kekuasaan, Saya tidak pernah memiliki
kecukupan.' "
"Dan ketika itu, pada saat itu, sebelum banyak waktu berlalu,
anak itu mengambil hidup dari Ayah dan Ibunya, dan disanalah
terkumpul karma dari perbuatan-perbuatan yang tidak dapat
dihentikan."
Keadaan itu, Saya (Sang Bijaksana) juga mengingat waktu itu,
ketika perasaan menderita timbul pada Sang Raja itu, dan Dia
merasa menyesal dan tersedu-sedu, tercekik oleh air mata, dan
Saya membangkitkan pikiran kasihan kepada-Nya. Setelah pergi
kesana, Saya mengajarkan Sang Dharma dan ketika dia juga
mendengar Dharma itu, perbuatan-perbuatan jahat yang tak dapat
dihentikan itu tersucikan tanpa meninggalkan sisa satupun."
"Dia berkata, Para Pertapa yang mendengar Sanghata Sutra
Dharmaparyaya, Raja dari Para Sutra, akan mencapai tingkatan
yang tidak terkalahkan bersumber dari Dharma, penyucian dari
semua kejahatan, penentraman dari semua angan-angan."
Dharma yang cepat membebaskanmu
Saya akan menerangkannya, jadi dengarlah baik-baik.
'Jika hanya sebait tunggal yang terdiri dari empat baris syair
itu menerangkan sebuah aliran yang terus menerus,
semua kejahatan akan tersucikan.
dan Srotapanna akan tercapai
Dari semua kejahatan, seseorang dibebaskan.'
Dengan ungkapan yang sungguh-sungguh ini,
penderitaan para mahluk hidup sepenuhnya dibebaskan
dari perbudakan rasa takut terhadap neraka.
Lalu lelaki itu bangkit dari tempat duduknya,
mengatupkan kedua telapak tangannya bersama
dia bersujud kepada-Nya dengan kepala menekuk ke tanah.
Dia setuju dengan mengucapkan unggul sekali.
Unggul sekali, Teman-teman yang berkebajikan.
Unggul sekali, Mereka yang mengajarkan cara ini.
Sanghata Sutra, yang menghancurkan kejahatan,
dan juga bagi mereka yang mendengar-Nya, unggul sekali.
#Post#: 215--------------------------------------------------
Re: MAHAYANA ARYA SANGHATA SUTRA DHARMAPARYAYA
By: ajita Date: June 3, 2017, 9:37 am
---------------------------------------------------------
"Lalu ketika itu, pada saat itu, dari tengah-tengah angkasa
atas, 12.000 Putra-Putra Dewa merangkapkan tangan mereka bersama
dan datang kedepan Sang Bijaksana, mereka bersujud di Kaki-Nya
dan berkata: 'Yang dimuliakan dunia, Pertapa Yang Maha Mulia,
'Selama Berapa lamakah Kamu sadar dalam pengetahuan? "
"Demikian juga, empat juta para raja naga datang dan 18.000 para
raja yaksha datang. Setelah merangkapkan kedua tangan bersama
dan menunduk kepada Sang Bijaksana, mereka berkata: 'Yang Maha
Mulia, selama berapa lamakah kamu sadar dalam pengetahuan?' "
"Sang Bijaksana berkata, 'selama ratusan dari ribuan dari banyak
sekali jutaan dari kalpa-kalpa yang tak dapat dihitung.' "
"Mereka berkata,'dengan melalui karma baik apakah karma buruk
ini akan sepenuhnya ditentramkan seketika?' "
"Dia berkata: 'Dengan mendengar Sanghata Dharmaparyaya. Diantara
para mahluk hidup yang telah berkumpul disini, semua dari mereka
itu yang memiliki keyakinan mendengarkan Dharmaparyaya ini
ditetapkan mencapai Anuttara SamyakSamBuddha. Jika orang-orang
itu telah melakukan lima perbuatan jahat besar yang tak dapat
dihentikan bahkan dengan hanya mendengar Dharmaparyaya yang
disebut Sanghata, mereka akan sepenuhnya selesai dan sepenuhnya
tersucikan dari karma mereka dari lima perbuatan jahat besar
yang tak dapat dihentikan, seketika dan seluruhnya. 'Selama tak
terhitung ratusan dari ribuan dari banyak sekali jutaan dari
kalpa-kalpa, pintu-pintu dari alam-alam rendah akan tertutup.
Tiga puluh dua pintu-pintu alam dewa akan terbuka. Jika
begitulah bagaimana akar-akar kebajikan dari seseorang yang juga
mendengar bahkan hanya sebanyak empat baris syair dari Sanghata
Dharmaparyaya akan ada, apa yang dibutuhkan untuk mengatakan
seseorang yang menghormati dengan bunga-bunga, dupa, wewangian,
pembersih kulit, bubuk-bubuk bedak wangi, jubah-jubah, tirai,
spanduk bendera dan panji-panji, dan yang memuliakan-Nya,
membuat gambar-gambar, membuat persembahan-persembahan, mengikut
sertakan canang dan alat-alat musik, dan bergembira sesudah
suatu waktu, mengakui dengan berseru, 'Dengan baik berkata:
unggul sekali, unggul sekali.'' "
Lalu Sang Bodhisattva, Sang Sarva shura yang luhur berkata
kepada Sang Buddha: "Yang dimuliakan dunia, seperti layaknya
mereka yang merangkapkan kedua telapak tangan mereka bersama dan
bersujud ketika Sanghata Dharmaparyaya diuraikan secara
terperinci, apakah hanya dengan merangkapkan telapak tangan
belaka menghasilkan kumpulan besar jasa kebajikan?"
"Sang Buddha berkata: "Putra yang berasal dari garis keturunan,
dengarlah. Bahkan mereka yang telah melakukan lima perbuatan
jahat besar yang tak dapat dihentikan, telah memerintahkan
mereka selesai dan bergembira dalam perbuatan dari mereka, dan
yang merangkapkan telapak tangan bersama dan bersujud mendengar
hanya sedikit empat baris syair dari Sanghata Dharmaparyaya ini,
jika semua karma lima perbuatan jahat besar yang tak dapat
dihentikan mereka akan sepenuhnya tersucikan ketika mereka
bersujud, Sarva shura, apa perlu untuk mengatakan mereka yang
mendengar seluruhnya Sanghata Dharmaparyaya secara luas?" Orang
ini akan menghasilkan lebih besar kumpulan besar jasa kebajikan
dari yang terlebih dahulu tadi. "
"Putra yang berasal dari garis keturunan, Saya akan menunjukkan
kepada kamu sebuah persamaan agar membuat arti dari Sanghata
Sutra Dharmaparyaya ini dipahami. Sarva shura, itu adalah
sebagai berikut: untuk membuat sebuah persamaan, lima sungai
besar mengalir maju dari istana raja naga anavatapta, dimana
sang surya tidak pernah naik. Jika beberapa orang harus
menghitung tetesan dari lima sungai-sungai besar ini, Sarva
shura, akankah mereka mampu mencapai akhir dari perhitungan
tetesan mereka?"
Dia berkata: "Yang dimuliakan dunia, itu tidak dapat."
Sang Buddha berkata: "Sarva shura, Demikian halnya juga, adalah
tidak mungkin untuk mencapai akhir dari akar-akar kebajikan dari
Sanghata Dharmaparyaya dengan menghitung selama seratus kalpa,
atau bahkan selama seribu kalpa. Sarva shura, apa yang kamu
pikirkan tentang hal ini? Tidakkah dia yang menjelaskan Sanghata
Dharmaparyaya ini selama bahkan hanya seketika, mengerjakan
kesukaran-kesukaran?"
Dia berkata: "Dia mengerjakan kesukaran-kesukaran."
Sang Buddha berkata: "Sarva shura, Dia yang dapat menjelaskan
Sanghata Dharmaparyaya mengerjakan jauh lebih besar
kesukaran-kesukaran dibandingkan dengan itu. Itu adalah sebagai
berikut: untuk membuat sebuah persamaan, dengan arti menghitung
tetesan didalam lima sungai besar yang tiba dari danau
anavatapta, tidaklah mungkin mencapai akhirnya. "
Dia berkata: "Yang dimuliakan dunia, apakah kelima sungai-sungai
besar itu?"
Sang Buddha berkata: "Mereka adalah sebagai berikut: Gangga,
Sita, Vaksuh, Yamuna dan Candrabhaga. Ini adalah kelima sungai
besar yang tiba ke maha samudera. Setiap dari lima sungai besar
itu diiringi oleh 500 sungai. Sarva shura, lima sungai itu juga
turun dari langit dengan setiap seribu sungai dan melalui mereka
para mahluk hidup dipuaskan."
Dia berkata: "Dimana seribu itu yang mengiringi tiap-tiap dari
mereka?"
Sang Buddha berkata: "Sundari diiringi oleh seribu, Shamkha
diiringi oleh seribu, Vahanti diiringi oleh seribu, Chitra sena
diiringi oleh seribu, dan Dharmavritti diiringi oleh seribu.
Sarva shura, sungai-sungai besar ini masing-masing memiliki
seribu sungai-sungai pengiring."
"Mereka membiarkan turunnya air hujan pada bumi. Sarva shura,
mereka melepaskan cucuran dari tetesan hujan selama waktu ke
waktu, dan ini menghasilkan bunga-bunga, buah-buahan, dan panen.
Ketika cucuran dari air hujan dilepaskan ke bumi, air akan
dihasilkan. Melalui air yang dihasilkan, tanah-tanah dan
kebun-kebuh semuanya dikenyangkan dan dibuat bahagiah. Sarva
shura itu adalah seperti demikian: untuk membuat sebuah
persamaan, Sang Raja dari seluruh mahluk hidup membuat seluruh
bumi bahagiah. Demikian juga, Sarva shura, Sanghata
Dharmaparyaya ini dijelaskan di bumi demi manfaat banyak mahluk
hidup dan demi kebahagiaan banyak mahluk hidup. Perjalanan hidup
manusia tidak seperti perjalanan hidup para dewa dari Tavatimsa
(Surga ke tiga puluh tiga). Jika kamu harus bertanya siapa para
dewa dari tavatimsa, Sarva shura, mereka berdiam disana adalah
Indra, raja dari para dewa, kediamannya dinamakan tavatimsa."
"Sarva shura, ada juga para mahluk hidup yang terlibat dalam
menghasilkan perbuatan baik dan adalah tidak mungkin untuk
membuat persamaan untuk kumpulan besar jasa kebajikan mereka
juga. Ada juga para mahluk hidup yang terlibat dalam
menghasilkan perbuatan jahat dan adalah tidak mungkin untuk
membuat persamaan untuk neraka mereka dan kelahiran-kelahiran
menjadi binatang. Para mahluk hidup itu yang mengalami
penderitaan dari mahluk-mahluk neraka, binatang-binatang dan
para preta tidak mempunyai tempat berlindung apapun juga.
Harapan mereka telah dihancurkan disana, mereka meratapi dan
terjatuh kedalam banyak neraka. Mereka harus dilihat sebagai
dibawah kuasa para teman yang tidak berkebajikan. Dan para
mahluk hidup itu yang terlibat dalam perbuatan baik dan untuk
kumpulan besar jasa kebajikannya, adalah tidak mungkin untuk
membuat sebuah persamaan, mereka harus dilihat sebagai dibawah
kuasa teman-teman yang berkebajikan. Ketika seseorang melihat
seorang teman yang berkebajikan, Seorang Tathagata terlihat.
Ketika seseorang melihat Seorang Tathagata, semua kejahatan
orang itu tersucikan. Ketika Raja dari para mahluk hidup
menyebab kegembiraan pada para mahluk hidup didunia."
"Sarva shura, demikian juga, Sanghata Dharmaparyaya ini juga
menyelenggarakan fungsi-fungsi Seorang Buddha untuk para mahluk
hidup di bumi. Setiap orang yang tidak mendengar Sanghata
Dharmaparyaya tidak dapat sepenuhnya tercerahkan didalam
Anuttara SamyakSamBuddha. Mereka tidak mampu untuk memutar Roda
Dharma. Mereka tak dapat memukul suara Gong Dharma. Mereka tidak
dapat duduk di singasana singa dari Dharma. Mereka tidak dapat
masuk ke lapisan Nirvana. Mereka tidak dapat menyinari dengan
pancaran cahaya yang tanpa batas. Sarva shura, demikian juga,
mereka yang tidak mendengar Sanghata Dharmaparyaya ini, juga
tidak dapat duduk di hati penerangan sempurna."
"Sarva shura berkata: Yang dimuliakan dunia, bolehkah saya
bertanya tentang sebuah pertanyaan tertentu? Yang terbahagiah,
bolehkah saya bertanya tentang sebuah pertanyaan tertentu? "
"Sang Buddha berkata, tanyalah apapun yang kamu inginkan dan
saya akan menerangi keragu-raguanmu."
Dia berkata: Siapakah Sang Bijaksana itu yang membebaskan para
mahluk hidup dari karma buruk lima perbuatan jahat besar yang
tidak dapat dihentikan dan lalu menempatkan mereka ke tingkat
dimana seseorang tidak akan pernah berpaling lagi?"
#Post#: 216--------------------------------------------------
Re: MAHAYANA ARYA SANGHATA SUTRA DHARMAPARYAYA
By: ajita Date: June 3, 2017, 9:39 am
---------------------------------------------------------
Dia berkata:
Pidato Para Buddha sangat dalam;
Sarva shura, dengarkanlah Saya:
Sanghata Sutra adalah Seorang Guru,
menjelma didalam wujud Seorang Bijaksana.
Sanghata menjelma karena kebaikan,
bahkan Tubuh Para Buddha.
Seperti banyaknya butiran-butiran pasir yang dipegang Sungai
Gangga,
hanya didalam banyak bentuk-bentuk itu Dia mengajar.
Dia mengajar didalam wujud Seorang Buddha.
Dia mengajar bahkan didalam intisari dari Dharma.
Siapa yang ingin melihat Seorang Buddha,
Sanghata sepadan dengan Seorang Buddha.
Dimana pun Sanghata berada,
selalu disanalah Sang Buddha berada.
Sang Buddha berkata: "Putra yang berasal dari garis keturunan,
dengarlah, Sarva shura, pada masa lalu yang telah lama berlalu,
sembilan puluh sembilan kalpa yang tak terhitung dahulu kala,
muncullah
12 juta Para Buddha. Ketika Sang 'Ratnottama' Tathagata Arhantah
SamyakSamBuddha muncul, Saya menjadi teguh hati didalam memberi,
dan
menghormati 12 juta Para Buddha yang bernama 'Candra'. Saya
melayani
Mereka dengan makanan, minuman, wewangian, karangan-karangan
bunga,
pembersih-pembersih kulit, apapun yang menyenangkan Mereka,
makanan-makanan bagus dan apapun yang membuat Mereka senang. Dan
setelah melayani Mereka demikian, Saya mengingat pencapaian
sebuah
Penetapan dari Anuttara SamyakSamBuddha."
"Sarva shura, Saya mengingat bahwa pada masa itu muncul 18 juta
Para
Buddha yang bernama 'Ratnavabhasa'. Pada waktu itu juga, setelah
menjadi teguh hati didalam memberi, Saya menghornati 18 juta
Para
Tathagata dengan nama 'Garbha sena' dengan wewangian,
pembersih-pembersih kulit, perhiasan-perhiasan, pakaian
penghias,
sebagaimana pada waktu yang cocok untuk masing-masing, dan telah
menyelesaikannya juga, Saya juga memperoleh disana sebuah
Penetapan
Pencapaian Anuttara SamyakSamBuddha."
"Sarva shura, Saya mengingat 20 juta Para Buddha, dan Setiap
dari Para
Buddha itu bernama 'Sikhi sambhava' Tathagata Arhantah
SamyakSamBuddha.
Pada waktu itu juga, setelah menjadi teguh hati didalam memberi,
Saya
memuja Para Tathagata itu dengan wewangian, pembersih-pembersih
kulit,
perhiasan-perhiasan, pakaian penghias, sebagaimana pada waktu
yang
cocok untuk masing-masing, dan telah menyelesaikannya juga, Saya
juga
memperoleh disana sebuah Penetapan Pencapaian Anuttara
SamyakSamBuddha."
"Sarva shura, Saya mengingat 20 juta Para Buddha, dan Setiap
dari Para
Buddha itu bernama 'Kasyapa' Tathagata Arhantah SamyakSamBuddha.
Pada
waktu itu juga, setelah menjadi teguh hati didalam memberi, Saya
memuja
Para Tathagata itu dengan wewangian, pembersih-pembersih kulit
dan
kemudian saya mempersembahkan Pelayanan Terhormat didalam cara
dimana
Pelayanan itu seharusnya di persembahkan secara hormat kepada
Para
Tathagata, Saya juga memperoleh disana sebuah Penetapan
Pencapaian
Anuttara SamyakSamBuddha."
"Sarva shura, ada muncul 16 juta Para Buddha bernama
'Vimalaprabhasa'
Tathagata Arhantah SamyakSamBuddha dan pada masa itu Saya adalah
Seorang Kepala rumah tangga yang kaya raya, dengan kekayaan
besar dan
barang milik banyak. Setelah meninggalkan semua kepemilikan
barang,
Saya mempersembahkan kepada 16 juta Para Buddha pelayanan
terhormat
dengan mempersembahkan kain-kain tempat duduk, pakaian-pakaian,
wewangian, pembersih-pembersih kulit, selimut-selimut,
sebagaimana
seharusnya pelayanan terhormat dipersembahkan kepada Para
Tathagata.
Dan pada seluruh waktu itu, Saya memperoleh Penetapan Pencapaian
Anuttara SamyakSamBuddha. Ini juga Saya ingat tetapi waktu tepat
Penetapan belum juga tiba."
"Sarva shura, dengarlah. 95 juta Para Buddha muncul didalam
dunia,
masing-masing dan Setiap dari Para Buddha itu bernama
'Sakyamuni'
Tathagata Arhantah SamyakSamBuddha. Saya pada masa itu telah
menjadi
Seorang Raja Dharma Yang Berbudi dan menghormati Para Sakyamuni
Tathagata itu dengan wewangian, karangan-karangan bunga,
pembersih-pembersih kulit, kain-kain tempat duduk,
pakaian-pakaian,
dupa-dupa, spanduk bendera dan panji-panji. Dan pada seluruh
waktu itu,
Saya memperoleh Penetapan Pencapaian Anuttara SamyakSamBuddha.
Ini Saya
ingat."
"Sarva shura, ada muncul didalam dunia 90 juta Para Buddha, dan
setiap
dari Tathagata itu bernama 'krakatsuda' Tathagata Arhantah
SamyakSamBuddha, dan pada masa itu, Saya adalah Seorang Brahma
kumara
(Seorang Brahmana muda) yang kaya raya, dengan kekayaan besar
dan
barang milik banyak. Setelah meninggalkan semua kepemilikan
barang,
Saya mempersembahkan kepada semua Para Tathagata itu dengan
persembahan wewangian, karangan-karangan bunga,
pembersih-pembersih
kulit, kain-kain tempat duduk, dan pakaian-pakaian, Dan setelah
mempersembahkan pelayanan-pelayanan kepada Para Tathagata itu
pada
waktu yang tepat untuk masing-masing Pribadi, pada seluruh waktu
itu,
Saya memperoleh Penetapan Pencapaian Anuttara SamyakSamBuddha.
Ini juga
Saya ingat tetapi Saya belum juga tiba di waktu tepat Penetapan
itu."
"Sarva shura, ada muncul didalam dunia 18 juta Para Buddha dan
sebagaimana Mereka Semua, Setiap dari Para Tathagata itu bernama
'Kanakamuni' Tathagata Arhantah SamyakSamBuddha. Pada masa itu,
setelah
menjadi teguh hati dalam memberi, Saya menghormati Semua
Tathagata
Arhantah SamyakSamBuddha itu dengan wewangian, karangan-karangan
bunga,
pembersih-pembersih kulit, kain-kain tempat duduk, pakaian dan
perhiasan-perhiasan, Saya mempersembahkan kepada Mereka
pelayanan
dengan cara sebagaimana pelayanan seharusnya dipersembahkan
kepada Para
Tathagata, dan pada seluruh waktu itu Saya juga mengingat
memperoleh
sebuah Penetapan Pencapaian Anuttara SamyakSamBuddha. Tetapi
Saya belum
juga tiba di waktu tepat Penetapan itu."
"Sarva shura, ada muncul didalam dunia 13 juta Para Buddha dan
sebagaimana Mereka Semua, Setiap dari Para Tathagata itu bernama
'Avabhasa shri' Tathagata Arhantah SamyakSamBuddha. Pada masa
itu,
setelah menjadi teguh hati dalam memberi, Saya menghormati Semua
Tathagata Arhantah SamyakSamBuddha itu dengan kain-kain tempat
duduk,
pakaian, wewangian, karangan-karangan bunga, pembersih-pembersih
kulit,
selimut-selimut dan perhiasan-perhiasan. Saya mempersembahkan
kepada
Mereka pelayanan terhormat dengan cara sebagaimana pelayanan
seharusnya
dipersembahkan kepada Para Tathagata. Para Tathagata itu juga
menjelaskan berbagai macam pendekatan dari Dharma untuk
menegaskan
arti-artinya dan ketertiban, dan pada seluruh waktu itu Saya
juga
mengingat memperoleh sebuah Penetapan Pencapaian Anuttara
SamyakSamBuddha. Ini Saya ingat juga. Tetapi waktu tepat
Penetapan itu
belum tiba kemudian juga."
#Post#: 217--------------------------------------------------
Re: MAHAYANA ARYA SANGHATA SUTRA DHARMAPARYAYA
By: ajita Date: June 3, 2017, 9:40 am
---------------------------------------------------------
"Sarva shura, ada muncul didalam dunia 25 juta Para Tathagata
yang bernama 'Pushya' Tathagata Arhantah SamyakSamBuddha. Pada
masa itu, Saya adalah Seorang yang telah meninggalkan kehidupan
duniawi dan menghormati Para Tathagata itu. Sebagaimana Ananda
memberikan pelayanan kepada Saya sekarang, demikian juga Saya
melayani Para Tathagata itu, dan disana Saya memperoleh sebuah
Penetapan Pencapaian Anuttara SamyakSamBuddha. Ini Saya ingat.
Tetapi waktu tepat Penetapan itu belum tiba kemudian juga."
"Sarva shura, ada muncul didalam dunia 12 juta Para Tathagata
yang bernama 'Vipashyin' Tathagata Arhantah SamyakSamBuddha.
Saya menghormati Para Tathagata Arhantah SamyakSamBuddha itu
dengan kain-kain tempat duduk, pakaian, wewangian,
karangan-karangan bunga, dan pembersih-pembersih kulit. Saya
mempersembahkan kepada Mereka pelayanan dengan cara sebagaimana
pelayanan seharusnya dipersembahkan kepada Para Tathagata.
Ketika itu, pada saat itu, setelah menjadi Seorang yang telah
meninggalkan kehidupan duniawi, tepat disana Saya juga mengingat
memperoleh sebuah Penetapan Pencapaian Anuttara SamyakSamBuddha.
Segera sesudah itu, Vipashyin terakhir muncul menjelaskan
Sanghata Dharmaparyaya ini dan Saya mengetahui bahwa, dan
kemudian pada saat itu turun hujan tujuh permata mulia memancur
kebawah diatas jambudvipa (Bumi). Dan kemudian tidak ada
kemiskinan diantara para mahluk hidup di bumi. Pada seluruh
waktu itu, Saya memperoleh sebuah Penetapan Pencapaian Anuttara
SamyakSamBuddha. Setelah itu, selama waktu yang lama Saya tidak
ditetapkan."
Dia berkata: "Waktu apakah itu, ukuran apakah itu?"
Sang Buddha berkata: "Sarva shura, dengarlah. Kalpa-Kalpa yang
tak terhitung setelah itu, Sang Tathagata yang bernama
Dipamkara Tathagata Arhantah SamyakSamBuddha muncul didalam
dunia ini. Pada saat itu, ketika itu, Saya adalah Seorang
brahmin muda yang bernama Megha. Pada saat itu, ketika Sang
Tathagata Dipamkara muncul didalam dunia, Saya sedang berlatih
hidup tidak berumah tangga didalam wujud Seorang Brahmin muda.
Ketika Saya telah melihat Sang Dipamkara Tathagata, Saya
menyebarkan taburan tujuh Bunga-Bunga Utpala dan membaktikan
hidup kearah Anuttara SamyakSamBuddha. Dan Tathagata itu
menetapkan Saya, Brahmin muda, didalam masa depan, didalam
sebuah kalpa yang tak terhitung, didalam dunia ini, Kamu akan
menjadi Buddha yang bernama 'Sakyamuni' Tathagata Arhantah
SamyakSamBuddha."
"Setelah itu, Sarva shura, Saya duduk di angkasa setinggi tujuh
pohon-pohon palmira, dan memperoleh tingkat kesabaran mengenai
gejala yang tidak dapat dihasilkan. Sama seperti halnya baru
kemarin atau hari ini, Saya mengingat semua akar-akar kebajikan
itu ketika Saya melatih hidup tidak berumah tangga selama
kalpa-kalpa yang tidak terhitung dan diberkahi dengan
kesempurnaan-kesempurnaan. Selanjutnya, Sarva shura, Saya
membuat ratusan dari ribuan dari banyak sekali jutaan dari
masing-masing diri pribadi para mahluk hidup berada didalam
Dharma luhur. Oleh karena itu, Sarva shura, sekarang, setelah
memiliki secara nyata, secara sepenuhnya Penerangan Sempurna
Tiada Tandingan, apa perlu untuk mengatakan bahwa Saya ingin
memberi manfaat kepada semua mahluk hidup? Sarva shura, Saya
mengajarkan Dharma kepada dalam banyak cara untuk para mahluk
hidup."
"Apapun wujud yang dimiliki mereka untuk ditundukkan, Saya
mengajar Dharma didalam wujud itu. Didalam dunia para dewa, Saya
mengajarkan Dharma dalam wujud Seorang Dewa. Didalam dunia para
naga, Saya mengajarkan Dharma dalam wujud Seorang Naga. Didalam
dunia para yaksha, Saya mengajarkan Dharma dalam wujud Seorang
Yaksha. Didalam dunia para preta, Saya mengajarkan Dharma dalam
wujud Seorang Preta. Didalam dunia para manusia, Saya
mengajarkan Dharma dalam wujud Seorang Manusia. Kepada para
mahluk hidup itu yang ditundukkan dengan Seorang Buddha, Saya
mengajarkan Dharma dalam wujud Seorang Buddha. Kepada para
mahluk hidup itu yang ditundukkan dengan Seorang Bodhisattva,
Saya mengajarkan Dharma dalam wujud Seorang Bodhisattva. Dengan
bentuk wujud apapun para mahluk hidup itu ditundukkan, Saya
mengajarkan Dharma dalam semua wujud itu."
"Jadi, Sarva shura, Saya mengajar Dharma untuk para mahluk hidup
dalam banyak cara. Jika seseorang harus bertanya mengapa
demikian, Sarva shura, itu dikarenakan seperti para mahluk hidup
itu mendengar Dharma dalam banyak cara, demikian jugalah para
mahluk hidup itu yang tulus hati akan membuat akar-akar
kebajikan dalam banyak cara. Mereka akan ikut serta dalam
perbuatan kedermawanan. Mereka akan membuat manfaat. Mereka juga
akan pergi tanpa tidur demi kepentingan mereka sendiri. Mereka
akan memasuki samadhi dengan keadaan hati-hati terhadap
kematian, juga. Mereka akan melakukan tindakan-tindakan luhur
itu sebagaimana untuk dilaksanakan. Disebabkan oleh telah
mendengar Dharma itu, mereka akan mengingat akar-akar kebajikan
yang sebelumnya ini. Itu akan menjadi tujuan panjang, manfaat
dan kebahagiaan dari para dewa dan manusia."
"Sarva shura, maka dari itu, seketika Sanghata Dharmaparyaya
terdengar, sifat-sifat yang baik dan manfaat-manfaat dalam jalan
ini menjadi tak dapat diukur."
"Lalu, para mahluk hidup itu saling berbicara satu sama lain.
Mereka berkata: pasti ada hal lain juga bahwa, setelah
menyelesaikan dan mengumpulkannya, seseorang akan menjadi nyata,
sepenuhnya tercerahkan kedalam Anuttara SamyakSamBuddha
(Penerangan Sempurna Tiada Tandingan) dan hasil dari Dharma
luhur kebajikan dari keinginan memberikan manfaat kepada semua
mahluk hidup akan matang."
"Mereka yang telah menjadi percaya didalam Dharma akan berkata
''Ada sebuah Dharma yang benar-benar cocok dengan berbagai hal
sebagaimana adanya.' Hasil besar dari matangnya kebajikan mereka
akan menjadi kebahagiaan yang tidak ada tandingan dari Dharma
itu. Perihal yang bodoh, para mahluk hidup bodoh yang mengatakan
bahwa tidak ada Dharma-Dharma dan tidak ada pelewatan diluar
dari Dharma-Dharma juga. Hasil besar matang mereka juga akan
menjadi menuju ke perpindahan buruk. Berulang kali mereka akan
mencoba mencapai alasan-alasan perpindahan buruk. Selama delapan
kalpa, mereka akan"
merasakan penderitaan dalam alam-alam neraka. Selama 12 kalpa,
mereka akan mengalami penderitaan di alam para preta. Selama 16
kalpa, mereka akan terlahir di antara para asura. Selama 9.000
kalpa, mereka akan terlahir diantara para bhuta dan pishacha
yang berbahaya. Selama 14.000 kalpa, mereka akan
menjadi tanpa lidah-lidah. Selama 16.000 kalpa, mereka akan mati
didalam rahim ibunya. Selama 12.000 kalpa, mereka akan menjadi
putaran gumpalan-gumpalan daging. Selama 11.000 kalpa, mereka
akan terlahir buta dan akan mengalami perasaan menderita dan
orang tua mereka akan berpikir, kita telah menderita tak ada
artinya. Merasakannya didalam rahim selama sembilan bulan tidak
ada artinya. Mereka akan mengalami perasaan dingin dan panas.
Mereka akan mengalami penderitaan rasa lapar dan haus yang amat
sangat. Mereka akan mengalami banyak penderitaan didalam hidup
ini juga. Walaupun orang tua melihat seorang anak didalam rumah
mereka sendiri, tidak ada bahagiah, dan harapan-harapan orang
tua itu akan dihancurkan sama sekali."
"Sarva shura, dalam hal ini, para mahluk hidup yang
meninggalkkan Dharma yang suci akan bertujuan ke neraka atau
kelahiran-kelahiran sebagai binatang. Pada saat kematiannya,
mereka akan diserbu dengan sakit-sakit yang menderita sekali.
Sarva shura, mereka yang berkata, 'Dharma itu ada; ada mereka
yang pergi diluar Dharma-Dharma. mereka akan terlahir didalam
penjuru utara di 'uttara kuru' selama dua puluh kalpa, melalui
akar kebajikan. Selama 25 kalpa, mereka akan terlahir sama dalam
keberuntungannya diantara para dewa surga ketiga puluh tiga
(tavatimsa). Ketika mereka meninggal dan berpindah dari
tavatimsa, mereka akan terlahir di penjuru utara dari uttara
kuru. Mereka tidak akan terlahir dari rahim seorang Ibu. Mereka
akan melihat 'sata sahassra Lokadhatu' (seribu sistem dunia) dan
ini semua akan disebut dengan 'Sukhavati'. Mereka akan melihat
semua Tanah-Tanah Buddha juga. Setelah melihat itu, mereka akan
tinggal tepat didalam sana. Mereka akan mencapai Anuttara
SamyakSamBuddha disana."
"Sarva shura, demikianlah tentu saja Sanghata Dharmaparyaya ini
mempunyai kekuatan besar. Mereka yang mempunyai pikiran yang
datang dari keyakinan suci terhadap Sanghata Dharmaparyaya tidak
akan pernah mengalami waktu kematian mereka tanpa meninggalkan
rasa-rasa takut. Mereka juga akan diberkahi dengan tata susila
suci."
"Sarva shura, ada beberapa mahluk hidup yang berkata: 'Sang
Tathagata membebaskan banyak mahluk hidup siang dan malam, namun
alam para mahluk hidup masih belum kosong juga. Banyak yang
membuat permohonan untuk Penerangan Sempurna. Banyak yang
terlahir di dalam dunia-dunia kelahiran ulang yang lebih tinggi.
Banyak yang mencapai Nirvana. Jadi mengapa alam dari para mahluk
hidup itu tidak kosong juga?' "
"Para pelaksana hidup bidah dari tradisi-tradisi yang berlainan,
para pengembara peminta-minta dan para pertapa telanjang
mempunyai pemikiran ini 'Marilah kita pergi untuk membantah Sang
Pertapa Gautama yang telah meninggalkan hidup berumah tangga.'
Kemudian 84.000 para brahmin, para pelaksana hidup bidah dari
tradisi-tradisi yang berlainan, para pengembara peminta-minta
dan banyak ratusan para pertapa telanjang tiba di Rajagriha. Dan
pada waktu itu, ketika itu, Sang Buddha menunjukkan
Senyuman-Nya."
"Pada saa itu, Sang Bodhisattva, Sang Maitreya Yang Luhur
bangkit dari tempat duduk-Nya, meletakkan jubah bagian atasnya
diatas bahu, menekukkan lutut kanan-Nya ke tanah, dan
menundukkan diri dengan kedua telapak tangan dirangkapkan
menghadap Sang Buddha. Dia menunjukkan ungkapan kepada Sang
Buddha sebagai berikut: ''Yang dimuliakan dunia, karena Sang
Tathagata Arhantah SamyakSamBuddha tidak bersenyum tanpa
sebab-sebab dan tanpa keadaan-keadaan, apakah yang menjadi
penyebab dari Senyuman dan keadaan apakah itu?" "
"Sang Buddha berkata: ''Putra yang berasal dari garis keturunan,
dengarlah. Hari ini, pertemuan kumpulan besar akan muncul
disini, di Raja Graha"
"Yang dimuliakan dunia, siapa yang akan berada disini? Para dewa
atau para naga atau para yaksha atau para manusia atau para
mahluk bukan manusia?"
Sang Buddha berkata: "Maitreya, hari ini para dewa, para naga,
para yaksha, para manusia dan para mahluk bukan manusia semuanya
akan datang kesini. 84.000 para Brahmin akan juga datang kesini.
9.000 juta para pelaksana hidup bidah, para pengembara
peminta-minta, dan para pertapa telanjang akan datang, dan
mereka akan berselisih dengan Saya. Saya akan mengajarkan Dharma
untuk menenangkan perselisihan-perselisihan dari mereka semua.
Para brahmin semuanya akan membangkitkan pikiran kearah Anuttara
SamyakSamBuddha. 9.000 juta para pelaksana hidup bidah, para
pengembara peminta-minta, dan para pertapa telanjang akan
mencapai buah dari Srotapanna. 18.000 juta para raja naga akan
datang, dan mereka akan mendengar Dharma itu dari Saya. Setelah
mereka telah mendengar-Nya, mereka semuanya akan membangkitkan
pikiran kearah Anuttara SamyakSamBuddha. 60.000 juta para
anak-anak dari para dewa dari tempat tinggal yang suci akan
datang. 30.000 juta para mara jahat dan para pembantu mereka
akan datang. 12.000 juta para raja asura akan datang. Para Raja,
yang berjumlah 500, bersama-sama dengan rombongan mereka, akan
datang untuk mendengar Dharma itu. Setelah mendengar Dharma dari
Saya, mereka semua akan membangkitkan pikiran kearah Anuttara
SamyakSamBuddha."
Pada saat itu, Sang Bodhisattva, Sang Maitreya Yang Luhur
berlutut dengan kepala menyentuh Kaki Sang Buddha, dan setelah
mengelilingi Sang Bhagavan tiga kali, menghilang seketika.
[center]BAB 2 Sarva shura pariprccha
[/center]
Pada saat itu, Sang Bodhisattva, Sang Sarva shura Yang Luhur
bangkit dari tempat duduk-Nya, meletakkan jubah bagian atas-Nya
di bahu, menekukkan lutut kanan-Nya menyentuh tanah,
merangkapkan kedua telapak tangan bersama-sama dan menunduk
kearah Sang Buddha. Dia berkata kepada Sang Buddha, "apakah
nama-nama dari para raja itu, yang jumlahnya 500?"
Sang Buddha berkata: "Sarva shura, dengarlah. Ada raja yang
bernama sunanda, raja yang bernama upananda, raja yang bernama
jinarsabha, raja yang bernama brahmasena, raja yang bernama
brahmagosha, raja yang bernama sudarsana, raja yang bernama
jayasena, raja yang bernama nanda sena, raja yang bernama
bimbisara, raja yang bernama prasenajin, raja yang bernama
virudhaka. Ada ini dan sisa dari para raja itu, yang berjumlah
500, dan setiap dari mereka mempunyai 100.000 juta para
pembantu. Dengan pengecualian pada Sang Virudhaka, setiap dan
masing-masing dari mereka telah berangkat untuk Anuttara
SamyakSamBuddha. 30.000 juta para Bodhisattva sedang datang dari
penjuru timur. 50.000 juta para Bodhisattva sedang datang dari
penjuru selatan. 60.000 juta para Bodhisattva sedang datang dari
penjuru barat. 80.000 juta para Bodhisattva sedang datang dari
penjuru utara. 90.000 juta para Bodhisattva sedang datang dari
penjuru bawah. 100.000 juta para Bodhisattva sedang datang dari
penjuru atas, dan masing-masing, setiap dari Mereka sedang
berdiam dalam tingkat dasa bhumi."
Lalu, agar dapat melihat Sang Buddha, semua para Bodhisattva
mulai menuju ke Raja graha, dimana Sang Buddha berada. Dan semua
dari Para Bodhisattva itu, masing-masing dan setiap dari Mereka,
telah berangkat untuk Anuttara SamyakSamBuddha.
#Post#: 218--------------------------------------------------
Re: MAHAYANA ARYA SANGHATA SUTRA DHARMAPARYAYA
By: ajita Date: June 3, 2017, 9:42 am
---------------------------------------------------------
Kemudian, Sang Buddha berkata kepada Sang Bodhisattva, Sang
Sarva shura Yang Luhur : "Sarva shura, pergilah ke sepuluh
penjuru pada sistem dunia (daśasu dikṣu
lokadhātuṣu) dan berkatalah kepada Para Bodhisattva
itu, 'Hari ini, didalam kota besar Raja graha, Tathagata sedang
mengajar Dharma. Oleh karena itu, semua penduduk kamu di dalam
sepuluh penjuru pada sistem dunia, rangkapkan kedua telapak
tangan mu bersama, dan membungkuklah dalam penghormatan.'
Katakanlah ini, segera setelah kamu membuat hal ini dipahami,
kembalilah segera untuk mendengarkan Dharma."
Pada saat itu, Sang Bodhisattva, Sang Sarva shura Yang Luhur
bangkit dari tempat duduk-Nya, menunduk dengan kepala menyentuh
Kaki Sang Buddha, memutari Sang Buddha tiga kali, dan kemudian
menghilang dengan tenaga ghaib. Lalu Sang Bodhisattva, Sang
Sarva shura Yang Luhur pergi ke sepuluh penjuru pada sistem
dunia dan memerintah Para Bodhisattva : 'Hari ini, didalam kota
besar Raja graha, Tathagata sedang mengajar Dharma. Oleh karena
itu, kamu harus menanggapi-Nya, 'sempuna', dan oleh karena itu,
dalam seluruh hari ini, Kamu akan menerima manfaat baik dan
mencapai kebahagiaan yang besar.'
Lalu, setelah pergi ke sepuluh penjuru pada sistem dunia, Sang
Bodhisattva, Sang Sarva shura Yang Luhur menghormati semua
Buddha dan memberitahu Para Bodhisattva. Dan hanya didalam
sejumlah waktu seketika itu, sebagai contoh, seorang yang kuat
menggertak jari-jari mereka, Sang Bodhisattva, Sang Sarva shura
Yang Luhur tiba didalam kota besar Raja graha dimana Sang Buddha
berada, dan hadir didepan Sang Buddha.
Lalu, para brahmana, para bidah dari tradisi-tradisi yang
berlainan, para pengembara peminta-minta, dan para pertapa
telanjang juga berkumpul. Para dewa, naga, manusia dan mahluk
bukan manusia, raja-raja berjumlah 500 orang bersama dengan para
pembantu mereka, dan 33.000 juta para mara jahat bersama dengan
para pembantu mereka juga berkumpul.
Dan pada waktu itu, kota besar Raja graha bergetar, dihujani
dengan gerimis bedak kayu cendana surga yang turun kebawah di
sepuluh penjuru pada sistem dunia dan curahan hujan bunga-bunga
puspa surga juga turun, tinggal didalam sebuah menara tinggi
pada tingkat dari jambul diatas Mahkota dari Kepala Sang
Buddha. Juga, pada saat itu, Sakra devanam Indra, sang raja dari
para dewa, menggunakan halilintarnya, didalam kehadiran Sang
Tathagata. Lalu pada waktu itu,
dari empat penjuru, empat angin badai besar menggerakkan bumi.
Setelah mereka (angin badai raksasa itu) bangkit, mereka
melarikan sampah, melakukan pembersihan, dan debu dari kota
besar Raja graha. Curahan hujan semerbak wangi turun ke sepuluh
penjuru dari sistem dunia. Curahan hujan bunga utpala, padma
(teratai), kumuda, pundarika (teratai putih) turun ke sepuluh
penjuru dari sistem dunia, dan mereka semua tinggal seperti
tirai bunga diatas kepala dari semua mahluk hidup itu.
84.000 menara-menara tinggi tinggal tanpa bergerak didalam ruang
diatas Mahkota dari Kepala Sang Tathagata. Dalam 84.000
menara-menara tinggi ada terbangun Tahta-Tahta yang terbuat dari
tujuh permata mulia. Diatas Tahta-Tahta itu, Para Tathagata
duduk dan mengajar Dharma. Lalu Trishasra mahasahassri Loka
dhatu bergetar dalam enam cara.
Pada saat itu, Sang Bodhisattva, Sang Sarva shura Yang Luhur
meletakkan kedua telapak tangannya bersama, membungkuk kearah
Sang Buddha, dan berkata kepada Sang Buddha: "Yang dimuliakan
dunia, sebab apakah, kondisi apakah pertunjukkan kemunculan
hal-hal yang ghaib tiba-tiba disini didalam kota besar Raja
graha.?"
Sang Buddha berkata : "Itu adalah sebagai berikut, untuk membuat
sebuah persamaan, seorang raja menggosok kepala seorang lelaki
yang mudah tersinggung, yang liar, yang penuh tamak akan
ke-akuan, yang penuh tamak akan kepentingan diri sendiri
terhadap benda-benda sebagai miliknya dan juga kemiskinan yang
melanda. Lelaki itu mendekati gerbang sang raja. Sekali dia tiba
disana, dia bersikeras ingin masuk kedalam istana raja. Pada
saat itu, mentri-mentri dari sang raja dan rombongan orang
menangkapnya dan memukulnya dalam banyak cara. Lalu pada waktu
itu, pada saat itu, sang raja mendengar bahwa lelaki miskin itu
bersikeras untuk masuk kedalam, dan berpikir: 'dia tidak
diragukan lagi seorang yang ingin untuk membunuhku.' Berpikir
demikian, sang raja menjadi marah dan berkata kepada
rombongannya: 'kamu, bawa dia ke tempat gunung terpencil dan
bunuh dia. Bunuh semua pembantunya, orang tuanya, anak-anak,
pembantu perempuan dan pembantu laki-lakinya dan para pekerjanya
juga.' Setelah dia telah menyuarakan perintah ini, mereka semua
terbunuh, dan teman-temannya serta sanak keluarganya diserang
oleh perasaan yang tak tertahankan dari perasaan sakit yang
menderita sekali. Dengan cara yang sama juga, seketika Sang
Tathagata Arhan SamyakSamBuddha menjelaskan Dharma, seperti
layaknya orang yang sombong itu, orang-orang yang biasa
kekanak-kanakan juga, dengan hormat kepada Sang Tathagata,
menangkap rupa, warna, ciri-ciri dan bentuk sebagai pengenalan
tanda-tanda dan berpikir itu adalah Tubuh Sang Tathagata.
Kemudian, setelah mereka telah mendengar banyak ajaran-ajaran
Dharma, mereka jatuh kedalam kesombongan yang sangat luar biasa
dan berkata semua jenis dari omong kosong. Dikuasai dengan tamak
akan ke-akuan dan tamak akan kepentingan diri sendiri terhadap
benda-benda sebagai miliknya, mereka tidak dengan diri mereka
sendiri mendengar bentuk Dharma ini maupun mereka
menyatakan-Nya. Bahkan ketika seseorang sedang menjelaskan
sebuah Sutra atau sebuah syair atau sedikitnya seperti hanya
sebuah persamaan, mereka berkata, 'kami, diri kami sendiri
mengetahui,' dan mereka tidak mempertahankannya maupun mereka
meminjamkan telinga mereka untuk mendengar."
"Jika seseorang akan bertanya, mengapa itu demikian, itu
dikarenakan mereka telah menjadi penuh kesombongan didalam hal
ini. Disebabkan pengetahuan panjang mereka, mereka tidak penuh
perhatian. Mereka yang menyimpan gudang usaha dengan kepribadian
biasa kekanak-kanakan tidak akan berbuat untuk menjadi diberkahi
oleh bentuk Dharma ini. Mereka tidak akan mendengar Kata-Kata
yang terberkahi oleh bentuk Dharma ini. Disebabkan oleh
pengetahuan panjang mereka, mereka menjadi sombong.Orang-orang
seperti ini menerbitkan karangan-karangan mereka sendiri. Mereka
menerbitkan kata pengantar dengan wejangan mereka sendiri juga.
Mereka menipu diri mereka sendiri dan seluruh dunia. Mereka
tanpa ujungnya menghabiskan sumber penghasilan masyarakat umum,
dan setelah menghabiskannya, mereka tidak menyelaminya dengan
baik. Pada saat kematian mereka, perasaan-perasaan takut yang
amat sangat akan muncul."
"Para mahluk hidup itu akan berkata kepada satu orang itu: 'Kamu
telah melatih kami didalam banyak keahlian, mengapa kamu tidak
mampu untuk membereskan dirimu sendiri?'"
"Dia berkata kepada mereka : 'Teman-teman, saya tidak mampu
untuk membereskan diri saya sendiri sekarang.'"
"Pada saat itu, para mahluk hidup itu akan berkeluh kesah dan
meratapi didalam banyak cara. Sama halnya, dengan tidak ada
seorang pun yang disalahkan, melalui sumbangan sebab dari
perbuatan mereka, sekelompok besar sanak keluarga terbunuh hanya
untuk tujuan-tujuan dari satu orang itu, demikian juga para
mahluk hidup ini pada saat kematian mereka juga akan berkeluh
kesah dan meratapi, dan mereka akan melihat diri mereka sendiri
menuju kelahiran kembali sebagai mahluk neraka dan para binatang
disebabkan oleh seorang teman yang tidak berkebajikan."
*****************************************************
DIR Next Page