DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
Mahayana Bodhicitta Vajra
HTML https://bodhicitta.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: Guhya Mahayana
*****************************************************
#Post#: 208--------------------------------------------------
Sri Vasudhara Dharani Namah Mahayana Suttram
By: ajita Date: June 3, 2017, 9:27 am
---------------------------------------------------------
[center] Sri Vasudhara Dharani Namah Mahayana Suttram
om namah sri jinasasanaya
samsaradvayadainyasya pratihantr dinavahe
vasudhare sudhadhare namastubhyam krpamahe[/center]
Demikianlah telah ku dengar. Suatu ketika Sang Bhagavan sedang
berdiam di Negeri Kosambi, Hutan Kantaka. Pada waktu itu, hadir
lima ratus orang Maha Bikshu Sangha beserta para Bodhisattva
Mahasattva yang sangat banyak jumlahnya. Di Negeri Kosambi
terdapatlah seseorang Grhapatih yang bernama "Su Candra" (Bulan
Kebajikan). Ia telah mengembangkan pikiran dan hati murni.
Jumlah anggota keluarganya sangat banyak. Sraddha (Keyakinan)
yang teguh telah dikembangkannya. Grhapatih tersebut pergi
mengunjungi Bhagavan, menyembah dengan meletakkan kepalanya ke
kaki Bhagavan, serta melakukan pradaksina beberapa kali. Dengan
penuh hormat Grhapatih Su Candra maju menghadap Bhagavan dan
mengajukan pertanyaan,
“Bhagavantam tathagatam arhantam samyaksambuddham! Aku hendak
mengajukan pertanyaan pada Bhagavan demi menjawab sedikit
keraguanku. Semoga Bhagavan berbelas kasih sehingga sudi
mengizinkanku untuk mengajukan pertanyaan tersebut.” Sang
Bhagavan lalu berkata kepada Grhapatih Su Candra, “Engkau
menanyakan hal ini dengan daya batin murni, karena itu silakan
ajukan pertanyaanmu itu.”
Grhapatih Su Candra sangat bergembira mendengar hal ini dan
bertanyalah dia kepada Bhagavan, “Bhagavan! Terdapat putera dan
puteri berbudi yang dilanda kemiskinan. Bagaimanakah caranya
agar mereka dapat mendapatkan kekayaan yang melimpah? Selain itu
masih ada di antara mereka yang menderita bermacam-macam
penyakit. Bagaimanakah caranya agar mereka dapat mendapatkan
kesembuhan?” Lalu Bhagavan bertanya kepada Grhapatih Su Candra,
“Mengapakah engkau menanyakan hal itu?” Sang Grhapatih lalu
menjawab Sang Bhagavan, “duhai Bhagavan, duhai Sugata, aku
memiliki banyak anggota keluarga di rumahku. Namun kini sedang
mengalami kesulitan keuangan, sehingga harus hidup melalui
bantuan. Bahkan beberapa di antara mereka menderita sakit. Aku
memohon agar Yang Dijunjungi Dunia bersedia membabarkan
Dharmaparyaya untuk mengatasi kemiskinan tersebut selamanya;
yakni Dharma yang sanggup memenuhi perbendaharaan dengan harta
kekayaan; sehingga para anggota keluargaku akan bersuka cita
karenanya. Dimana gudang-gudang akan dipenuhi emas, perak,
permata pusaka vajra pengabul keinginan, harta kekayaan yang
diperoleh melalui perdagangan, serta permata merah sebesar batu
akik. Masing-masing benda-benda berharga itu melimpah jumlahnya
dan tak akan pernah habis. Dengan demikian, kami dapat melakukan
dana
paramita.”
Sang Bhagavan menjawab pertanyaan Grhapatih Su Candra, “Wahai
Grhapatih yang Berbudi, pada asamkheya kalpa yang telah lama
berlalu, terdapat Seorang Bhagavan bernama "Vajradhara Sagara
Nirghosa" (Pemegang Vajra Suara Samudera) Sang Tathagata, Arhan,
SamyakSamBuddha, Loka udapadi, vidyacaranasampanno,
lokavidanuttara purusadamyasaratih, sasta devamanusyanam,
Buddho, Bhagavan. Pada masa Sang Tathagata itu Grhapatih, Aku
menerima sebuah Dharani yang bernama Vasudhara (Hujan Mustika).
Terimalah, lestarikan, bacalah, lafalkan, pahami maknanya,
laksanakanlah apa yang terkandung di dalamnya, serta sebar
luaskan Dharani tersebut. Putera yang Berbudi! Bila ada manusia
atau makhluk bukan manusia seperti yaksha, raksasha, preta,
pisacha, bhuta, kumbhanda, skanda, apasmara, usta, putana,
kataputana, yatudhana dan yang lainnya yang memiliki niat jahat,
para "mutrahara ,rudhirahara ,vistahara ,vasahara ,mamsahara
,slesmahara ,puahara ,simhanakahara ,khelahara ,medhahara
,madyahara ,jatahara ,jivitahara ,balyahara, malyahara,
yavaducchistahara"(para mahluk halus pemakan manusia, lemak,
tulang sumsum, nanah, darah, lendir, ludah, besar ,kecil, yang
hendak menimbulkan kekacauan kesadaran) dan yang lainnya, maka
mereka akan gagal melaksanakan niat jahatnya.
Bhagavan melanjutkan perkataannya kepada Grhapatih, “Bila ada
orang yang meyakini dan melafalkan Dharani ini dengan sepenuh
hati; atau kendati hanya mendengar namanya saja, mereka
menerima, mengingat, serta dengan gembira meyakininya; maka
putera atau puteri berbudi tersebut sepanjang malam akan
memperoleh kedamaian dan kebahagiaan. Ia akan memperoleh
kedamaian melimpah. Selanjutnya, bila ada putera atau puteri
berbudi yang hendak melaksanakan Vasudhara Dharani ini, maka ia
hendaknya terlebih dahulu melakukan persembahan namaskara puja
pada semua Tathagata Arhantah SamyakSamBuddha; baik selama
semalam, dua malam, maupun tiga malam. Lalu lafalkan dharani ini
dengan sepenuh hati. Kembangkan keyakinan pada Triratna;
sehingga dengan demikian para devata akan bersukacita karenanya.
Harta kekayaan berupa ratna (permata) dan gandum-gandum akan
tercurah turun dengan segera. Laksanakan Dharma yang Saya
ajarkan ini.”
Sang Bhagavan mengucapkan Vasudhara dharani yang berbunyi
sebagai berikut:
[center]Namo ratnatrayaya, om namo bhagavate
vajradharasagaranirghosaya tathagatasyarhate samyaksambuddhaya
tadyatha om sri surupe suvadane bhadre subhadre bhadravati
mamgale sumamgale mamgalavati argale argalavati candre
candravati ale acale acapale udghatini udbhedini ucchedini
udyotini sasyavati dhanavati dhanyavati udyotavati srimati
prabhavati amale vimale nirmale rurume surupe surupavimale
arcanaste atanaste vitanaste anunaste avanatahaste visvakesi
visvanisi visvanamsi visvarupini visvanakhi visvasire
visuddhasile viguhaniye visuddhaniye uttare anuttare amkure
namkure prabhamkure rarame ririme rurume khakhame khikhime
khukhume dhadhame dhidhime dhudhume tatare tatare ture ture tara
tara taraya taraya mam sarvasattvamsca vajre vajre vajragarbhe
vajropame vajrini vajravati ukke bukke nukke dhukke kakke hakke
dhakke takke varakke avarttini nivarttini nivarsani pravarsani
vardhani pravardhani nispadani vajradharasagaranirghosam
tathagatam anusmara anusmara sarva tathagata satya-manusmara
samghasatyamanusmara anihari anihari tapa tapa kuta kuta pura
pura puraya puraya bhagavati vasudhare mama saparivarasya
sarvesam sattvanam ca bhara bhara bharani santamati jayamati
mahamati sumamgalamati pimgalamati subhadramati śubhamati
candramati agacchagaccha samayamanusmara svaha svabhavamanusmara
svaha dhrtim... sarvatathagatanam vinayam ... hrdayam ...
upahrdayam ... jayam ... vijayam ... sarva satva vijaya
manusmara svaha
om srim vasumukhim svaha om srim vasusri svaha om srim vasusriye
svaha om vasumati svaha om vasumatisriye svaha om vasve svaha om
vasude svaha om vasamdhari svaha om dharini dharini svaha om
samayasaumye samayamkari mahasamaye svaha om sriye svaha om
śrīkari svaha om dhanakari svaha om dhanyakari svaha
mulamantra| om sriye srikari svaha om dhanakari dhanyakari
ratnavarsani svaha sadhyamantra om vasudhare svaha hrdayam
laksmyai svaha om upahrdayam om laksmi bhutalanivasine svaha sam
yatha dam om yanapatravahe svaha
[/center]
Kemudian dilafalkan mantra dharani lanjutan, yakni;
[center]
suta suta khata khata khiti khiti khutu khutu maru maru mumca
mumca marunca marunca tarppini tarppini tarjani tarjani dehi
dehi dapaya dapaya uttista uttista hiranyasuvarnam pradapaya
svaha annapanaya svaha vasunipataya svaha gauh svaha surabhe
svaha vasu svaha vasupataye svaha indraya svaha yamaya svaha
varunaya svaha vaisravanaya svaha digbhyo vidigbhyah svaha
utpadayantu me kamksaviraham anumodayantu imam me mantrapadah om
hram hrīm ehyehi bhagavati dada dapaya svaha etadbhagavatya
aryavasudharaya hrdayam mahapapakarino'pi siddhyati
purusapramanan svabhogan dadati ipsitam manoratham paripurayati
kamaduhan yan kaman kamayati tamstanipsitan paripurayati
mulavidya namo ratnatrayaya namo devi dhanadaduhite vasudhare
dhanadharam pataya kuru kuru dhanesvari dhanade ratnade he
hema-dhanaratnasagaramahanidhane nidhanakotisatasahasraparivrte
ehyehi bhagavati pravisya matpuram madbhavane
mahadhanadhanyadharam pataya kuru kuru om hram trata
kailasavasiniye svaha mahavidya om vasudhare mahavrstinipatini
vasu svaha mulahrdayam om vasudhare sarvarthasadhini sadhaya
sadhaya uddhara uddhara raksa raksa sarvarthanidhayantram vava
tata vava tanta danda svaha paramahrdayam om namo bhagavatyai
aryalevadike yatha jivasamraksani phalahaste divyarupe dhanade
varade suddhe visuddhe sivakari santikari bhayanasini
bhayadusani sarvadustan bhanjaya bhanjaya mohaya mohaya jambhaya
jambhaya stambhaya stambhaya mama santim pustim vasyam raksam
ca kuru kuru svaha levadika dhariniyam[/center]
Bhagavan memberitahu Grhapatih Su Candra: “Vasudhara Dharani ini
sungguh luar biasa kekuatannya, sanggup menyirnakan penyakit,
kemalangan, kemiskinan, wabah penyakit, dan rintangan-rintangan
dalam kehidupan. Para putera dan puteri yang berbudi hendaknya
melakukan puja terlebih dahulu kepada semua Tathagata Arhantah
SamyakSamBuddha. Lalu selama sehari semalam tanpa henti
melafalkan Dharani ini. Rumah orang itu dengan segera akan
mengalami hujan mustika. Seluruh bencana dan kemalangan akan
lenyap tak bersisa. Putera berbudi tersebut akan memperoleh
banyak harta kekayaan. Karena itu, senantiasa sebar-luaskanlah
Dharani ini.”
Sang Grhapatih Su Candra merasa sangat gembira mendengarkan apa
yang diajarkan Bhagavan dan berkata kepada Sang Bhagavan,
“Semenjak saat ini, aku akan selalu mengingat Vasudhara Mantra
Dharani ini dan akan menerima, mempertahankan, melafalkan, dan
menyebar-luaskannya.”
Demikianlah, Grhapatih Su Candra menerima dan meyakini apa yang
diajarkan Sang Bhagavan. Kemudian dia melakukan pradakshina
berkali-kali mengelilingi Bhagavan, merangkapkan kedua tangan
sebagai tanda penghormatan, menyembah ke kaki Sang Bhagavan, dan
setelah itu kembali ke tempat kediamannya.
Bhagavan berkata pada Yang Mulia Ananda, “Pergilah engkau ke
tempat kediaman Grhapatih yang bernama Su Candra itu dan
lihatlah bahwa seluruh gudang perbendaharaannya akan dipenuhi
oleh gandum-gandum, benda-benda berharga, dan lain sebagainya.
Yang Mulia Ananda mematuhi apa yang dikatakan Bhagavan. Ia lalu
menuju ke kota Kosambi, yakni ke tempat kediaman Grhapatih Su
Candra. Begitu tiba di sana, dijumpainya bahwa seluruh gudang
perbedaharaan Grhapatih Su Candra memang telah dipenuhi oleh
benda-benda berharga. Yang Mulia Ananda merasa sangat bergembira
pula begitu menyaksikan hal ini dan menanyakan mengenai
keajaiban ini kepada Sang Bhagavan, “Bhagavan, mengapa gudang
perbendaharaan Grhapatih Su Candra dapat dipenuhi oleh
benda-benda berharga seperti itu?” Bhagavan menjawab: “Putera
yang berbudi! Grhapatih Su Candra memiliki keyakinan yang tulus
kepada-Ku. Ia meyakini dengan teguh Vasudhara Mantra Dharani dan
melaksanakan apa saja yang baru diajarkan. Dengan mata
Buddha-Ku, aku mengamati bahwa di seluruh dunia tiada satupun
dari para deva, mara, brahma, para deva brahmakayika, manusia,
asura dan yang lainnya yang sanggup mencelakai atau menimbulkan
hambatan bagi orang yang memegang teguh Dharani yang bernama
Vasudhara ini. Apa yang dibabarkan oleh Tathagata sungguh benar
adanya. Kata-kata murni yang diucapkan oleh Buddha ini tidak
mengandung keburukan sedikitpun. Tanpa memiliki akar kebajikan,
kendati seseorang memiliki telinga, namun ia tak akan mendengar
Vasudhara Dharani ini. Karena itu salinlah, ingatlah,
pertahankanlah, serta lafalkanlah Vasudhara Dharani ini.
Vasudhara Dharani ini sungguh-sunguh merupakan kata-kata murni
yang disabdakan semua Buddha, perwujudan belas kasih semua
Buddha, pujian bagi nama seluruh Tathataga, pujian bagi
keagungan seluruh Tathagata, serta benih bagi semua Tathagata.”
Yang Mulia Ananda kemudian berkata kepada Sang Bhagavan, “Bagus
sekali, Bhagavan!” dan melafalkan gatha-gatha pujian sebagai
berikut:
Semua Bhagavan Buddha tak terjangkau oleh pikiran,
Buddhadharma adalah adalah benar adanya.
Keyakinan yang murni adalah tak terbayangkan juga.
Seluruh buah hasil yang dicapai benar adanya
Kebijaksanaan menentramkan seluruh usia tua dan kematian
Sang Raja Dharma tak akan musnah,
sanggup membawa hingga ke pantai seberang,
menyembah kepada Buddha yang sungguh luar biasa.
Setelah mendengar pembabaran Sri Vasudhara Dharani Suttram ini,
Yang Mulia Ananda dengan gembira berkata kepada Sang Bhagavan,
“Bhagavan, aku sekarang hendak menanyakan bagaimana seharusnya
Dharma ini disebut? Yakni Sutra yang menggembirakan hatiku
setelah mendengarnya. Bhagavan memberitahu Yang Mulia Ananda,
“Sutra ini bernama Sutra yang Dibabarkan atas Permintaan
Grhapatih Su Candra. Juga disebut Sutra Perbendarahaan Semua
Mustika Keberuntungan, serta Sutra Dharani Hujan Mustika (Sri
Vasudhara Dharani Sutra) yang Dibabarkan Semua Tathagata
Arhantah SamyakSamBuddha. Engkau hendaknya senantiasa
mengingatnya. Bhagava telah selesai membabarkan Sri Vasudhara
Sutra ini. Para Maha Bhikshu Sangha , Bodhisattva Mahasattva,
deva, manusia, asura, dan para makhluk lainnya bergembira
mendengar pembabaran Dharma tersebut. Mereka dengan sepenuh hati
meyakini, menerima, dan melaksanakannya.
*****************************************************