URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       Mahayana Bodhicitta Vajra
  HTML https://bodhicitta.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: Arya Mahayana
       *****************************************************
       #Post#: 205--------------------------------------------------
       Sutta Kendaraan Agung Pangkalan Tathagata Yang Tak Terbayangkan
       By: ajita Date: June 3, 2017, 9:22 am
       ---------------------------------------------------------
       [center]Sutta Kendaraan Agung Pangkalan Tathagata Yang Tak
       Terbayangkan
       [/center]
       Demikianlah Telah Ku dengar. Pada satu waktu, Sang Buddha
       mencapai Samyak-Sambodhi di bawah Pohon Bodhi, Negeri Magadha.
       Nama Pohon Bodhi itu adalah Ahsipah, akarnya sangat dalam di
       bawah tanah, batangnya tinggi, lurus dan tidak punya simpul,
       seperti kayu cendana. Setiap saat Burung yang terbang mendekat,
       burung itu harus kembali, karena tidak dapat terbang di atas
       Pohon Bodhi. Pohon Bodhi itu memiliki kulit yang halus dan
       mengkilat, dengan macam-macam warna yang terjalin, mirip kain
       tebal merah muda. Pohon Bodhi itu bercabang dan mahkotanya
       sangat Lebat dan Hijau. Di sekitar Pohon Bodhi, terdapat banyak
       bunga indah dan cantik yang bermekaran dan memancarkan
       wewangian. Mereka jauh lebih indah dari semua bunga-bunga
       kecuali Bunga Kovidars dan Parijatas. Di sekitar Pohon Bodhi,
       terdapat juga banyak pohon-pohon yang lebih pendek. Pohon Bodhi
       ini, Sang Raja Pohon, sangatlah Indah dan menawan. Ia seperti
       gunung Sumeru, yang merupakan raja dari semua gunung. Ia sangat
       tinggi yang bahkan orang yang berada di luar satu yojana dapat
       melihatnya. Wewangiannya mengalir di seluruh tempat dan
       Lingkaran Cahayanya menyinari semua tempat. Orang yang melihat
       Pohon Bodhi itu dari jarak yang jauh pada malam hari akan
       menduga bahwa itu adalah sekelompok besar nyala api. Tempat di
       bawah Pohon Bodhi tampak megah, indah, luas, dan rata, seperti
       taman kebahagiaan, dengan rimbunan rumput yang wangi. Ia seperti
       leher dari Raja merak, indah dan wangi, orang-orang tidak akan
       bosan untuk melihatnya. Di tempat seperti itu, maka Sang
       Tathagata duduk pada tempat-Nya dengan Sempurna, dengan banyak
       makhluk di sekeliling-Nya, seperti bulan yang dikelilingi oleh
       banyak bintang. Pada saat itu, datang dari berbagai penjuru
       lain, Para Buddha sebanyakatom dari sepuluh Alam Buddha. Untuk
       membuat Bodhi-manda (tempat pencerahan) dari Vairocana lebih
       Mulia, Para Buddha muncul sebagai Bodhisattva-Bodhisattva dan
       bergabung dengan Persamuan (Perkumpulan) itu.
       Nama-nama Para pemimpin Mereka adalah: Avalokitesvara
       Bodhisattva, Manjusri Bodhisattva, Ksitigarbha Bodhisattva,
       Akasagarbha Bodhisattva, Vajragarbha Bodhisattva, Vimalakirti
       Bodhisattva, Bodhisattva cahaya kuat budi luhur, Bodhisattva
       Penghancur semua gerhana , Ratna Pani Bodhisattva, Mahamati
       Bodhisattva, Samantabhadra Bodhisattva, dan seterusnya. Selain
       itu, ratusan miliar Para Bodhisattva muncul sebagai Sravaka dan
       datang untuk bergabung dalam Pesamuan. Nama-nama para pemimpin
       mereka adalah: Shariputra, Maha Maudgalyayana, Subhuti, Rahula,
       Ajnata-Kaundinya, Maha-Kasyapa, Upali, Aniruddha, Revata,
       Ananda, Devadatta, Upandanda, dan seterusnya. Mereka semuanya
       telah melaksanakan Enam-Paramita dalam waktu yang lama, dan
       sudah sangat dekat dengan Pencapaian ke Bodhi menjadi Buddha.
       Untuk memberikan penerangan kepada makhluk hidup, mereka muncul
       sebagai Sravaka di dunia yang kotor ini. Ada juga banyak sekali
       Bhikshuni yang dipimpin oleh Maha-Prajapati. Mereka semua telah
       mencapai Jasa Kebajikan dan Kebijaksanaan Besar, untuk
       meringankan penderitaan makhluk hidup yang rendah, mereka muncul
       sebagai perempuan. Hadir juga tidak terhitung Para Sakra Devanam
       Indra, Brahma, Dharmapala Deva, Deva, Naga, Yaksa, Gandharva,
       Asura, Garuda, Kinnara, Mahoraga, manusia dan makhluk bukan
       manusia. Mereka semua adalah Para Bodhisattva Agung, tidak
       satupun dari mereka yang bersifat duniawi. Pada saat itu, Sang
       Bhagavan, yang sedang duduk di bawah Pohon Bodhi, tampak Maha
       Mulia, Murni, Sangat Halus dan indah, seperti Mutiara Pengabul
       Keinginan di bawah Pohon Citta. Dengan Kesadaran Benar yang
       Tenang, Dia seperti Gunung Sumeru. Untuk membuat semua
       Bodhisattva dan makhluk hidup mengerti tentang Kekuatan Sang
       Buddha Yang Perkasa, Suci, Mendalam Rahasia Dhyana, Dia memasuki
       samadhi yang bernama "Pangkalan Tathagata Yang Tak
       Terbayangkan".
       Tiba-tiba, masing-masing 32 Tanda-Tanda Besar dari Sang Bhagavan
       mengungkapkan Alam-Alam Buddha Yang Tak Terbatas dan Para Buddha
       dari sepuluh penjuru, seperti cermin terang yang mencerminkan
       berbagai warna. Selain itu, masing-masing dari 80 Tanda Tanda
       tambahan dari Sang Bhagavan mengungkapkan praktek
       Bodhisattva-Nya di masa lalu. Dari Sang Raja Pancaran hingga
       inkarnasi terakhir di tempat Dipamkara Budha, semua kesulitan
       dan praktek berat, sejarah bahwa Ia sepenuhnya menyumbangkan
       semua kepala, mata, badan, kulit, daging, lengan, kaki, isteri,
       pembantu, dan martabat Raja, istana, dan seterusnya. Samadhi ini
       memiliki Kekuatan Besar Yang Kuat, semua Buddha selalu berada
       dalam samadhi ini ketika Mereka sedang makan, sedang berjalan,
       sedang mengajar Dharma, dan bahkan di Nirvana. Mengapa?  Karena
       semua Buddha mengandalkan Samadhi ini untuk mencapai Kekuatan
       Suci, Besar, Perkasa, Yang Tak ada batasnya, sejauh untuk
       mewujudkan dan membuktikan Kehampaan Alami Dari Sifat Semua
       Dharma, sehingga Mereka dapat menjelmakan berbagai hal yang tak
       terjangkau di seluruh alam Budha sepuluh penjuru dunia.
       Misalnya, seseorang melihat berbagai hal dalam mimpinya, namun
       ketika ia bangun, segala sesuatu yang dilihat di mimpinya
       hilang. Demikian juga, bagi orang duniawi, karena mimpi-mimpi
       dari ketidaktahuannya, mereka keliru dengan berpikir bahwa
       segala sesuatu adalah satu kesatuan; Sementara itu, semua Buddha
       akan terbangun dan tidak berpegang teguh kepada apa pun,
       sehingga mereka dapat secara bebas menunjukkan Kegiatan Budha
       (Budha-karya) Yang Tak Terhingga dalam satu pemikiran kecil,
       untuk keuntungan semua makhluk hidup dan membuat mereka
       berhasil, untuk membantu mereka memahami tak terbatas Hal yang
       susah di mengerti dan Gerbang Kebebasan Yang Menakjubkan.
       Pada saat itu, Bodhisattva Gudang Kebajikan, yang belum mencapai
       kesempurnaan dari praktek Bodhi, bertanya kepada Samantabhadra
       Bodhisattva: "Apa Nama Samadhi yang di masuki Sang Tathagata
       tadi? Bagaimana ia bebas menampilkan berbagai kegiatan-Budha di
       seluruh dunia dari sepuluh penjuru untuk menyelamatkan makhluk
       hidup?"
       Kemudian Samantabhadra Bodhisattva berkata kepada Bodhisattva
       Gudang Kebajikan: "Dengar dengan hati-hati dan saya akan
       memberitahukan kepada Anda."
       Pada saat itu, semua Bodhisattva melihat Mereka dengan rasa
       ingin tahu dan penuh hormat, serta bersama-sama memuliakan
       dengan satu suara: "Sungguh sebuah pertanyaan yang sangat baik!
       Sungguh mendalam, lembut dan indah! Yang Maha Suci
       Samantabhadra, Yang Maha Tahu Semuanya, akan segera
       mengabarkannya sekarang."
       Dengan segera, bumi berguncang dalam enam cara yang berbeda,
       langit menurunkan hujan bunga-bunga yang sangat indah, semua
       makhluk hidup yang menderita banyak penderitaan dan kesukaran
       menjadi lega untuk sementara waktu.
       Samantabhadra Bodhisattva kemudian berkata: "Putra Budha,
       samadhi ini bernama Pangkalan Tathagata Yang Tak Terbayangkan,
       yaitu, Bodhi Semua Buddha, karena semua Buddha selalu
       mengandalkan dan tinggal di dalamnya. Sejak Sang Bhagavan telah
       diberikan Penetapan Menjadi Buddha Yang Akan Datang oleh
       Dipamkara Budha, Ia telah selalu berada dalam samadhi ini. Dia
       selalu tidak berbuat sesuatupun, dan pada saat yang sama, Dia
       secara alami mempertunjukkan Kegiatan-Kegiatan Buddha Yang Tidak
       Terbatas sebagai tanggapan terhadap semua makhluk hidup. "
       "Katakanlah, dalam satu-ujung rambut di dalam alam semesta,
       terdapat Dunia-Dunia Buddha sebanyak atom-atom dari semua Dunia
       Buddha. Di dalam dunia-dunia ini, Sang Bhagavan mungkin lahir di
       Surga Tushita; mungkin muncul dengan turun dari Surga itu dan
       memasuki rahim Ibu-Nya; Mungkin muncul sebagai yang baru lahir,
       Yang telah mengambil Tujuh langkah dan berkata bahwa 'Saya telah
       bebas dari kelahiran dan kematian'; Mungkin muncul dengan berada
       di dalam Istana, mungkin muncul dengan meninggalkan rumah atau
       berlatih kesucian; Mungkin muncul dengan menundukkan iblis, atau
       mencapai Kebangkitan Yang Benar, atau memutar Roda Dharma Yang
       Indah; Mungkin tinggal di dunia selama kalpa-kalpa yang tidak
       terhingga, Menyelamatkan semua makhluk hidup dan membuat mereka
       bebas dari penderitaan; mungkin muncul seperti di dalam Nirvana;
       mungkin mengungkapkan bahwa semua kalpa berada dalam satu
       kshana, atau satu Kshana mencakup semua kalpa, kalpa-kalpa dan
       kshana-kshana tidak meningkat atau menurun, sehingga semua
       makhluk hidup belum terbebas. Dari kshana ke kshana, dan secara
       umum di seluruh dunia, Sang Bhagavan terus melakukan berbagai
       Kegiatan Buddha dan tidak pernah beristirahat, namun pada
       kenyataannya, Ia tidak berbuat sesuatupun. "
       "Seperti halnya, bahwa di dalam satu-ujung rambut dalam alam
       semesta, terdapat dunia-dunia yang tak terbatas. Dalam dunia
       itu, setiap titik pemikiran yang sangat kecil dari Bhagavan
       secara menyeluruh mengungkap berbagai Keagungan dan Prinsip
       semua Buddha, dan sementara itu, Dia tidak berbuat sesuatupun.
       Demikian pula, di dalam semua ujung rambut yang tersebar di
       seluruh alam semesta, ada dunia-dunia yang tidak terbatas. Untuk
       atom-atom dari dunia itu, setiap atom berisi dunia yang lebih
       banyak daripada atom-atom dari semua Alam Buddha. Dalam satu
       kshana, dalam seluruh di dunia itu, berbagai kagungan dan
       Kegiatan Para Buddha semua yang secara alami dan menyeluruh
       terungkapkan. Sebagai contoh, mungkin akan lahir di surga,
       mungkin dalam Nirvana, Mungkin telah membebaskan tak terhitung
       Asamkhyeya makhluk hidup. Dalam sedemikian rupa, pikiran yang
       sangat kecil sekali kepada masa depan yang tidak ada akhirnya,
       Sang Bhagavan secara tetap melakukan Perbuatan Budha untuk
       manfaat semua makhluk hidup, tidak pernah beristirahat, bahkan
       di ujung berakhirnya alam semesta, dan pada masa yang paling
       akhir dari dunia semua makhluk hidup. Sementara itu, Alam Buddha
       tidak berkurang, atom tidak meningkat. Mengapa? karena semua
       dharma adalah tidak nyata, seperti api yang tidak stabil. "
       "Misalnya, di dalam Pesamuan ini, Para Bodhisattva-Bodhisattva
       Agung sebanyak atom dari Sepuluh Alam Buddha, tinggal bersama di
       daerah ini dari 12 yojana di negara Magadha, tetapi tidak
       bertekanan satu sama lain. Demikian pula, setiap atom-atom itu
       berisi Alam Buddha Yang Tak Terbatas. Alam-Alam Buddha itu,
       beberapa ada yang naik, beberapa ada yang ke bawah, beberapa ada
       yang saling berhadapan, beberapa ada yang saling membelakangi,
       beberapa ada yang berdampingan, beberapa ada yang saling meresap
       dalam sekali, namun tidak menghambat satu sama lain."
       "Misalnya, orang dalam mimpinya melihat banyak hal di tempat
       yang sama, karena mereka tidak nyata, mereka tidak menghalangi
       satu sama lain. Demikian juga, seluruh alam semesta ditunjukkan
       oleh hati(Alaya). Makhluk hidup dapat melihat kalpa api, atau
       api itu membakar segalanya; mungkin melihat dunia ini dibuat
       oleh angin, mungkin melihat sesuatu yang bersih atau kotor,
       mungkin melihat dunia tanpa Buddha. Masing-masing dari mereka
       melihat pemandangan yang berbeda, semua ini disebabkan oleh
       karma dari hati mereka sendiri. "
       "Misalnya, karena didorong oleh rasa lapar dan haus, Hantu
       Kelaparan pergi ke Sungai Gangga. Ketika mereka tiba, beberapa
       dari mereka mungkin melihat air, beberapa dari mereka mungkin
       melihat bahwa sungai itu dipenuhi dengan debu, keadaan penuh
       dengan nanah, darah, kotoran, dan hal kotor lainnya. "
       #Post#: 206--------------------------------------------------
       Re: Sutta Kendaraan Agung Pangkalan Tathagata Yang Tak Terbayang
       kan
       By: ajita Date: June 3, 2017, 9:24 am
       ---------------------------------------------------------
       "Demikian juga, setiap makhluk hidup yang dipengaruhi oleh
       karmanya sendiri, mungkin melihat tanah Buddha bersih atau
       kotor;
       Dapat melihat Sang Buddha yang hidup, atau Sang Buddha di dalam
       Nirvana;
       Mungkin melihat Sang Buddha sedang mengajar orang banyak di
       tempat pencerahan;
       Mungkin mendengar tentang kebenaran yang terkemuka, atau
       mendengar pujian untuk kedermawanan dan amal.
       Mungkin melihat Sang Buddha yang masih sedang berjalan atau
       berdiri;
       Mungkin melihat Sang Budha yang sedang duduk atau sedang
       mengambil makanan;
       Mungkin melihat Sang Buddha adalah satu kali atau tujuh kali
       atau satu kali yojana lebih tinggi dari orang biasa, atau bahkan
       ratusan, ribuan kali yojana lebih tinggi;
       Mungkin melihat bahwa Cahaya Terang Yang Agung dari Sang Budha
       seperti Matahari Terbit atau Bulan purnama;
       Mungkin akan terlahir di masa Sang Buddha telah lama di dalam
       Nirvana jauh sebelumnya karena disebabkan oleh rintangan karma;
       Mungkin tidak dapat mendengar nama-nama Para Buddha, seperti
       para hantu kelaparan, melihat tidak ada air di dalam sungai
       Gangga tetapi hanya berbagai tumpukan debu;
       Mungkin akan melihat banyak Buddha berasal dari Tanah Suci
       Mereka Sendiri, dengan Tubuh Bodhisattva Yang Besar dan Terpuji,
       masuk ke dalam Pesamuan atau sebuah dunia, sedangkan makhluk
       hidup lainnya hanya melihat bahwa kalpa api sedang membakar;
       Mungkin sebuah dunia dipenuhi dengan makhluk hidup dan semuanya
       itu dapat melihat Para Buddha;
       Mungkin melihat Sang Tathagata mengumpulkan seluruh dunia dan
       menempatkan mereka menjadi satu Dunia Buddha, atau memasukkan
       satu Dunia Buddha ke dalam seluruh dunia.
       Sama seperti beberapa orang yang menderita penyakit mata, mereka
       tinggal di tempat yang sama tetapi melihat peristiwa-peristiwa
       yang berbeda, dan peristiwa-peristiwa itu tidak saling
       bertentangan.
       Mereka tidak dapat melihat kenyataan, semua di sebabkan penyakit
       mata mereka.
       Demikian pula, Sifat Alami Dharma dari semuanya adalah tidak
       terintangi, namun karena berbagai pemikiran dan hubungan, para
       makhluk hidup tertipu sehingga mereka tidak memiliki pandangan
       benar, dan tidak dapat mengetahui kebenaran."
       "Putra Budha, sekarang Saya akan memberitahukan kepada Anda
       secara singkat metode untuk tinggal di dalam samadhi ini. Sama
       seperti Sang Buddha, Sang Bhagavan yang sedang tinggal di dalam
       samadhi ini, dengan sebuah pemikiran yang sangat kecil, Ia
       secara menyeluruh menembus seluruh Tanah Suci Buddha Yang Tidak
       Terbatas di dalam ujung rambut yang menyebar ke seluruh alam
       semesta. Untuk semua atom-atom di Tanah Suci Buddha itu,
       masing-masing darinya berisi dunia-dunia sebanyak semua
       atom-atom dari Dunia Dharma. Demi keuntungan semua makhluk
       hidup, dari kshana ke kshana, Dia secara menyeluruh meresap
       melalui seluruh dunia, mengungkapkan makna yang bijaksana,
       Agung, dan Kegiatan-Kegiatan Para Buddha sebanyak atom dari
       sepuluh Alam Budha, sedemikian rupa, bagi waktu dimana semua
       makhluk hidup telah mencapai Bodhi, Kegiatan-kegiatan Buddha
       tidak pernah mengganggu. Juga, untuk satu Budha, dua Buddha,
       tiga Buddha hingga semua Buddha dari sepuluh penjuru, Yang
       Perkasa dan Yang Kuasa Berbudi Luhur, yang ditampilkan oleh
       masing-masing dari Mereka adalah seperti itu. "
       Setelah mendengar Ajaran itu, Sang Bodhisattva Gudang Kebajikan
       segera memperoleh Samadhi ini diatas tempat duduknya. Tiba-tiba,
       ia melihat Para Buddha yang tak terbatas dan mengetahui semua
       kekuatan, kebaikan dan cara yang bijaksana dari Mereka. Dengan
       kekuatan samadhi ini, ia juga dapat menyelamatkan makhluk hidup
       dengan cara yang sama. Pada saat yang sama, masing-masing
       Bodhisattva sebanyak ratusan pasir sungai Gangga dalam Pesamuan
       (Pertemuan Agung) juga telah memperoleh berbagai jenis Samadhi,
       ksanti (kesabaran), dan berbagai tingkat Bhumi.
       Adapun Avalokitesvara Bodhisattva dan Bodhisattva-Bodhisattva
       Agung dari tingkat Dasa Bhumi lainnya, karena semua jasa
       kebajikan dan praktik yang sangat baik dari mereka telah
       sempurna, mereka telah memperoleh samadhi ini beribu-ribu tahun
       sebelumnya.
       Mereka juga dapat mengumpulkan semua kalpa dan menempatkannya
       menjadi satu kshana, menyimpan dunia-dunia yang tak terhingga
       menjadi satu biji atom, menembus ke seluruh dunia dengan satu
       pikiran kecil, membebaskan banyak sekali makhluk hidup dan
       selalu tidak melakukan apapun, karena kemampuan mereka dalam
       menunjukkan semua kegiatan Para Buddha yang alami.
       Dengan demikian, walaupun mereka mendengar Dharma ini, mereka
       tidak memperoleh peningkatan dengan-Nya, seperti botol yang
       diisi dengan air, yang tidak akan menerima bahkan satu tetes air
       tambahan dalam hujan.
       Pada saat itu, Sang Bhagavan dalam samadhi-Nya memancarkan
       sebuah cahaya yang bernama "Penyingkapan Besar" dari posisi
       antara kedua alis mata-Nya (urna).
       Untuk semua Bodhisattva-Bodhisattva yang berlatih dengan usaha
       dan belum mencapai Bhumi tingkat sepuluh (dasa Bhumi), setelah
       mereka di sinari oleh Cahaya itu, mereka segera melihat
       dunia-dunia Buddha yang tak terbatas dalam semua ujung rambut
       dari alam semesta dan dunia-dunia Buddha di dalam semua atom,
       sama seperti botol kaca yang diisi dengan biji sesawi putih,
       pengamat dapat dengan jelas melihat di dalamnya.
       Demikian pula, Para Bodhisattva`itu melihat Dunia-Dunia Buddha
       dalam atom, melihat semua Buddha dalam dunia-dunia itu, dan
       melihat semua Tubuh Buddha di dalam setiap Tubuh Buddha.
       Pemikiran Terkecil melalui Pikiran-Pikiran Terkecil, mereka
       terus-menerus dan dengan sendirinya muncul dalam setiap Alam
       Buddha, dalam Anuttara-Samyak-Sambodhi (Penerangan Sempurna
       Tiada Tandingan).
       Misalnya, mutiara pengabul permintaan pada pita yang tinggi
       dapat menurunkan hujan berbagai harta berharga dengan alami
       sesuai dengan keinginan dari makhluk hidup.
       Demikian pula, Para Tathagata, yang menjelma bahwa Mereka telah
       mencapai Kebangkitan Benar di berbagai dunia, dapat membebaskan
       banyak sekali makhluk hidup secara alami, dan berbagai makhluk
       hidup di dunia dengan tidak menghambat satu sama lain.
       Sama seperti seseorang yang berkekuatan luar biasa, dapat
       melakukan perjalanan melalui ruang angkasa, gunung-gunung,
       sungai-sungai, batu-batu, dan tebing-tebing tanpa halangan.
       Mengapa? Karena semua tujuan sama seperti api khayalan, yang
       tidak stabil.
       Setelah menyaksikan itu, setiap Bodhisattva melihat tubuhnya
       menyebar keseluruh dunia dan tetap berada di depan setiap Buddha
       dengan satu pikiran kecil, dan dengan hormat menawarkan dan
       melayani Para Buddha selama satu kalpa, dua kalpa, tiga kalpa,
       hingga ratusan, ribuan kalpa, atau untuk satu waktu, atau satu
       muhurta (pecahan detik).
       Mereka mungkin mendengar bahwa Bhagavan sedang berkhotbah
       Gerbang Dharma tentang berbagai Paramita dan Dharani, atau
       menjelaskan tingkat Bhumi, atau menunjukkan kekuatan ghaib
       perubahan bentuk, atau mengumpulkan semua kalpa-kalpa menjadi
       satu pikiran terkecil.
       Dengan demikian mereka membangunkan suatu pemikiran yang indah
       dan sulit untuk dihadapi, dan dipertimbangkan: "Mengapa Bhagavan
       terlalu luar biasa kuat, sehingga sangat berbudi dan tidak
       terbatas? Dalam satu kshana, ia dapat membuat kita memenuhi akar
       kebajikan dan akar budi luhur dari kalpa-kalpa yang tak
       terbatas, jadi kami dapat dengan cepat memperoleh kekuatan
       perkasa yang besar dari Samadhi Pangkalan Tathagata Yang Tak
       Terbayangkan. "
       Pada saat itu, demi keuntungan semua makhluk hidup, Bodhisattva
       Gudang Kebajikan melanjutkan untuk meminta Samantabhadra
       Bodhisattva: "Untuk siapa saja yang ingin memperoleh samadhi
       ini, apakah jasa kebajikan, sumbangan dan kebijaksanaan yang
       diperlukan?"
       Kemudian Samantabhadra Bodhisattva, yang menunjukkan dirinya
       sebagai Seorang Yang Berkebangkitan Benar (Buddha) di seluruh
       dunia yang suci dari sepuluh arah dan menerangi seluruh makhluk
       hidup, memberitahu Sang Bodhisattva Gudang Kebajikan: "Putra
       Buddha, untuk memperoleh samadhi ini, seseorang harus mula-mula
       menanam berkat dan mengembangkan akar-akar kebajikan. seperti,
       untuk terus menawarkan dan melayani Para Buddha, Dharma, Sangha,
       dan orang tua; untuk menyelamatkan dan mengajar semua yang
       miskin, mereka yang bersedih, mereka yang tanpa pengharapan,
       yang tak berumah, dan makhluk hidup yg menyedihkan, dan tidak
       pernah meninggalkan mereka. Jangan mementingkan diri sendiri
       bahkan untuk tubuh dan daging diri sendiri. "
       "Mengapa? Karena seorang yang menawarkan dan melayani Para
       Buddha akan mendapatkan kebahagiaan dan kebaikan besar, akan
       dengan cepat mencapai Anuttara-Samyak-Sambodhi, akan membuat
       semua makhluk hidup tenang dan bahagia. Seorang yang mendukung
       Dharma akan ada meningkat kebijaksanaannya, akan membuktikan
       dharma dari kemutlakan, akan dapat benar-benar mewujudkan semua
       sifat dharma. Seorang yang menawarkan dan melayani Sangha akan
       mendapatkan banyak sekali kumpulan (sambhara) dari Kebahagiaan
       dan Kebijaksanaan, akan mencapai KeBuddhaan dengan cepat. "
       "Seseorang juga harus menawarkan dan melayani orang tuanya, para
       guru, semua orang-orang yang telah membantu dia, dan semua orang
       yang diandalkannya. Dia harus berpikir untuk membayar mereka dua
       kali lipat. Mengapa? Karena orang yang mengingat kebaikan orang
       lain tidak akan kehilangan akar kebajikannya bahkan jika ia
       berada di dalam siklus lahir dan mati, dan satu yang tidak
       berterima kasih akan kehilangan akar kebajikannya dan melakukan
       banyak perbuatan jahat. "
       "Jadi, semua Tathagatas memuji penghargaan kebaikan, mengkritik
       orang-orang yang tidak tahu berterima kasih, dan terus
       mengasihani dan meringankan penderitaan makhluk hidup. Oleh
       karena itu, Para Bodhisattva tidak pernah kehilangan akar-akar
       berbudi yang tak terukur. Jika seseorang dapat dengan rajin
       memelihara jasa kebajikan, selalu bersyukur, dan menyayangi
       semua makhluk hidup, maka Bodhi sudah berada di tangannya. "
       "Kita harus tahu bahwa Buddha bersabda, menawarkan dan melayani
       masing-masing dari tiga bidang itu dapat mencapai banyak sekali
       akar-akar kebajikan."
       "Kedua, Wahai Bodhisattva Gudang Kebajikan, kita harus tahu
       bahwa, Para Bodhisattva (siapapun yang ingin mendapatkan samadhi
       ini. dikarenakan harapan luhur dan latihan, ia disebut "
       Bodhisattva ") harus menanam bibit yang agung, karena bibit ini
       menumbuhkan kecambah tunas dari Samadhi-Samadhi, dan tumbuh
       besar ke dalam buah Bodhi. Cara menanamnya adalah, dengan hormat
       menawarkan dan melayani Para Buddha masa kini atau patung /
       gambar dari Para Buddha dengan aneka ragam bunga-bunga indah,
       panili-panili, pelekat dupa wangi, serbuk dupa, dan berbagai
       pertunjukkan dan musik, dan bayangkan sebagaimana telah
       disebutkan diatas: 'seluruh dunia yang tak terbatas di dalam
       semua ujung rambut dan semua atom (biji terkecil) di seluruh
       alam semesta, untuk semua Buddha Yang Maha Kuasa dan Para
       Bodhisattva dalam Perkumpulan semua Buddha, saya secara luas
       menawarkan dengan penyerapan dan melayani mereka dengan
       pandangan benar. Karena sifat Dharma satu Budha Saya secara luas
       menawarkan dan mendukung Sifat Alami Dharma dari semua Buddha,
       sehingga jika saya menawarkan dan melayani satu Tathagata, itu
       sama dengan menyembah dan melayani semua Tathagata. Dengan
       kekuasaan Yang Kudus dari setiap Buddha-Buddha itu, saya dapat
       mengumpulkan banyak jumlah kalpa-kalpa menjadi satu pikiran
       terkecil, maka itu sama seperti menyembah dan dan melayani Para
       Tathagata selama banyak kalpa. "
       "Jika ada mahluk hidup yang percaya dan memahami metode ini,
       menanam bibit yang agung, maka dia akan mendapatkan samadhi
       agung dari Pangkalan Tathagata Yang Tak Terbayangkan. Jadi
       laki-laki yang baik, anda harus berlatih dalam metode ini,
       menawarkan dan menopang hari ke hari. Karena bahkan dengan
       sekali membungkukan badan di depan Para Buddha dapat membuat
       benih ini tumbuh dan menumbuhkan tunas-tunas dari
       Samadhi-Samadhi. Juga , anda harus mengisinya dengan air amal,
       mengamati ajaran-ajaran, sumpah dan Kebijaksanaan Agung. Ketika
       seorang Bodhisattva sedang berlatih memberi sumbangan untuk
       mengisi samadhi, dia harus tidak membeda-bedakan bidang-bidang
       jasa, musuh, sanak keluarga, pelaku kebajikan, pelaku kejahatan,
       mereka yang menjaga ajaran, mereka yang melanggar aturan, orang
       kaya, atau orang miskin. Dia harus berpikir: "Meskipun
       sumbangan-sumbangan kepada orang-orang kaya akan sedikit
       manfaatnya, saya masih harus berlatih amal kebajikan. "Dan juga,
       Bodhisattva harus tetap menjaga ajaran-ajaran murni, ketika
       melihat orang-orang yang melanggar aturan, ia harus sangat
       mengasihani mereka, jangan membenci mereka."
       "Dan juga, Bodhisattva harus membuat sumpah besar Bodhi jauh di
       dalam lubuk hatinya:" Dari pikiran ke pikiran, untuk dunia-dunia
       yang di dalam ujung rambut yang tersebar di seluruh alam
       semesta, untuk dunia yang ada di dalam setiap atom dari semua
       Alam Buddha, saya harus mencapai kebangkitan adil yang benar di
       seluruh dunia dalam dunia-dunia yang tak terbatas, dan memutar
       Roda Dharma Yang Indah untuk menerangi semua makhluk hidup, sama
       seperti apa yang dilakukan oleh Bhagavan Vairocana, tanpa
       beraksi, berkata dan berpikir (vyapara); mengumpulkan tak
       terbatas kalpa-kalpa kedalam satu pikiran terkecil,
       masing-masing dunia dalam kalpa-kalpa itu, mengungkapkan
       keagungan Para Buddha sebanyak semua atom dari Alam Buddha,
       setiap keagungan mencerahkan makhluk hidup sebanyak pasir di
       sungai gangga dan membuat mereka terlepas dari penderitaan.
       Dalam cara seperti itu, kepada seluruh alam semesta yang
       terakhir dan dunia-dunia para makhluk hidup, saya tidak akan
       pernah istirahat."
       "Putra Buddha, dengarkanlah dengan satu pikiran dan saya akan
       memberitahukan bagaimana untuk mengembangkan kebijaksanaan. Jika
       ada laki-laki atau perempuan yang baik ingin memperoleh samadhi
       ini untuk kesempurnaan Bodhi yang tak dapat dibandingi, ia harus
       maju mengembangkan Kebijaksanaannya, karena Samadhi ini harus
       dicapai melalui Kebijaksanaan. "
       "Seseorang yang mengembangkan Kebijaksanaan harus menjauh dari
       perkataan palsu, perkataan sembrono, gosip, gangguan, dan semua
       hal yang sia-sia, walaupun ia membangkitkan hati yang penuh
       belas kasih agung untuk semua makhluk hidup, pikirannya
       terkonsentrasi, tanpa tercemar atau kacau."
       #Post#: 207--------------------------------------------------
       Re: Sutta Kendaraan Agung Pangkalan Tathagata Yang Tak Terbayang
       kan
       By: ajita Date: June 3, 2017, 9:25 am
       ---------------------------------------------------------
       "Kemudian ia harus pergi ke tempat Yang Maha Mulia untuk
       menyaksikan sebuah patung Buddha. Tubuh Buddha adalah emas dan
       Maha Luhur, karakteristik dari Tubuh Buddha adalah indah
       sempurna, tak terhingga nirmana Buddha-Buddha dalam samadhi
       sedang duduk satu per satu di dalam lingkaran cahaya. "
       "Kemudian sang praktisi harus menunduk ke kaki Sang Buddha di
       depan patung itu dan berpikir:" Aku tahu bahwa tak terbatas Para
       Buddha dari sepuluh arah, yang ada sekarang adalah: kesempurnaan
       dari semua arti-arti Buddha, Amitabha Buddha, Ratna-Ketu Buddha,
       Aksobhya Buddha, Vairocana Buddha, Ratna-candra Buddha,
       Ratna-Prabha Buddha, dan seterusnya.
       "Kemudian ia harus dengan hormat menimbulkan kepercayaan yang
       murni dalam Buddha manapun yang dia sukai, dan memikirkan
       tentang gambar Buddha. Dia harus menganggap gambar itu sebagai
       tubuh Tathagata yang sesungguhnya, dengan hormat dan sembah
       sujud. Dia harus memikirkan pada gambar sesuai dengan patung
       Budha di depan dia, melihat ke atas dan ke bawah dengan
       hati-hati, dengan konsentrasi. "
       "Kemudian ia harus tinggal di tempat yang kosong, duduk dengan
       sepatutnya dan memvisualisasikan gambar Buddha, seolah-olah
       Buddha berada di depan dia dalam jarak lengan satu orang. Dia
       harus terus memikirkan pada gambar Buddha, tidak pernah lupa
       atau kehilangan-Nya. Jika sementara ia lupa atau kehilangan
       gambar tersebut, ia harus kembali ke tempat Yang Maha Mulia dan
       melihat patung Buddha itu lagi."
       "Ketika melihat patung Buddha, ia harus sangat menghormati dan
       menyembah-Nya seperti tubuh nyata dari Sang Buddha di depannya,
       lihatlah dengan seksama, dan jangan memperlakukannya sebagai
       sebuah patung lagi. Ketika ia telah melihat bahwa, dia harus
       dengan hormat berkeliling searah jarum jam disekitar Sang
       Buddha, menawarkan dan mempersembahkan kepada Sang Buddha
       bunga-bunga yang indah, tanah dupa, pelekat dupa, dan berbagai
       macam bahan. "
       "Dia harus selalu menonton sedemikian rupa, dengan tulus hati,
       jika Bhagavan sedang menetap di depan dia.
       'Sang Buddha, Bhagavan yang melihat semua, mendengar semua,
       mengetahui semua, harus benar-benar tahu hatiku.
       " Dengan berpikir bahwa, ketika visualisasi telah selesai, ia
       harus kembali ke tempat kosong, memvisualisasikan Buddha di
       depan dia, tidak pernah lupa atau kehilangan gambar. "
       "Dengan satu pikiran, Prakteklah yang rajin selama 21 hari, jika
       kebahagiaan dan kebaikan yang ia telah capai sudah cukup, dia
       akan segera melihat Tathagata muncul di depan dia. Jika ia tidak
       dapat melihat Tathagata karena hambatan karma yang disebabkan
       oleh perbuatan jahat dalam kehidupannya yang sebelumnya, maka
       jika ia dapat terus berlatih dengan rajin dengan satu pikiran,
       tidak mundur, dan tanpa berpikir apapun, maka dia masih akan
       melihat Tathagata dengan cepat. "
       "Mengapa? Karena jika salah seorang berupaya untuk Bodhi yang
       tiada banding, menyerap praktik satu dharma, dia pasti akan
       berhasil. Sebaliknya, jika seseorang tidak berani dan mundur
       lagi dan lagi dalam apa yang dia praktekkan, dia bahkan tidak
       dapat membebaskan dirinya sendiri, bagaimana ia dapat
       membebaskan semua makhluk hidup yang menderita? Jika seseorang
       menemukan kebenarannya dan jalan pintas ke Bodhi tetapi tidak
       mempraktekannya dengan rajin, maka ia hanya sebuah beban berat
       pada ibu bumi. "
       "Sebagai contoh, di dalam laut, jika salah seorang meminum air
       laut dengan menyekopkan kedua tangannya sekali saja, maka ia
       telah meminum air dari semua sungai-sungai di Jambudvipa.
       Demikian juga, jika Bodhisattva mempraktikkan Bodhi-laut ini,
       maka dia telah melakukan semua Samadhi, Kesabaran, Bhumi-Bhumi,
       Dharani-Dharani. Dengan demikian, seseorang harus terus berlatih
       dan rajin tanpa malas-malasan atau pemborosan, pusatkan pikiran
       dengan tenang, tetapkan hatinya untuk melihat Sang Buddha di
       depan dia. "
       "Praktik sedemikian rupa, bila seseorang melihat Buddha untuk
       pertama kalinya, dia akan berpikir:" Apakah ini Buddha yang
       sesungguhnya, atau hanya sebuah gambar? "
       ' Jika ia tahu apa yang dia lihat adalah Buddha yang
       sesungguhnya, maka ia harus berlutut di depan Buddha,
       merangkapkan kedua tangan, menyembah dan berpikir: "Di dalam
       semua ujung rambut yang menyebar melalui alam semesta, di dalam
       semua atom, ada Buddha-Buddha yang tak terhingga. Kebaikan dan
       kekuasaan Mereka tak ada batasnya. Karena Belas kasihan Agung
       Mereka, sekarang Mereka muncul sebagai salah satu orang dan
       datang di depan saya. saya harus meminta, Bhagavan, silakan
       mengajarkan saya Dharma Samadhi Agung yang Pangkalan Tathagata
       Yang Tak terbayangkan '.
       Jika dia mendengar ajaran dari Tathagata, ia harus secara
       meyakinkan dan benar-benar yakin dalam segala perkataan Buddha,
       jangan ragu-ragu, maka dia akan segera memperoleh samadhi ini di
       tempat itu. "
       "Jika seseorang tidak bisa meminta kepada Budha karena rintangan
       karmanya, ia harus berpikir:" Semua dharma seperti ilusi,
       seperti api, seperti kabut angkasa, seperti bayangan, seperti
       gambar, seperti mimpi. Samadhi sedemikian rupa, tahu bahwa sifat
       dharma adalah kosong dan tenang. Meskipun Tathagata menyadari
       bahwa semua dharma adalah seperti ilusi dan mimpi, yang penting
       adalah sifat alami Tathagata bukanlah ilusi maupun mimpi,
       seperti ruang angkasa. Jadi Bhagavan dapat muncul di depan saya
       oleh kearifan dan belas kasihan-Nya. Bhagavan, silakan pancarkan
       cahaya Agung Belas Kasihan Yang Terang kepada saya, untuk
       memadamkan semua penderitaan.
       "Kemudian, Buddha akan memancarkan sinar yang disebut 'api
       hijau' dari posisi antara alis mata-Nya. Segera Pancaran Sinar
       menerangi dia, semua penderitaannya akan dipadamkan, lalu dia
       akan mendapatkan cahaya Dharma-Kshanti oleh Dhyana, akan dapat
       untuk mewujudkan Samadhi-Samadhi Yang Tak Terhingga. Pada malam
       ketujuh, dalam mimpinya, maka Tathagata akan memberikan
       kepadanya penetapan pencapaian Anuttara-Samyak-Sambodhi. "
       "Jika ia tahu apa yang dia lihat adalah sebuah gambar, ia harus
       berpikir:" Semua Buddha dan makhluk hidup adalah juga sama
       seperti gambar, yang muncul bersama-sama dengan pemikiran, tanpa
       kekokohan. Mengetahui bahwa Sang Tathagata seperti ilusi,
       seperti nirmana, seperti mimpi, seperti khayalan, lalu Sang
       Buddha muncul secara alami di depan saya juga seperti hal-hal di
       dalam mimpi, bukan merupakan kesatuan, tiada melahirkan begitu
       dilahirkan, tidak lenyap begitu lenyap, tidak pergi begitu
       pergi, tidak merasa begitu merasa, tidak menlakukan apapun
       begitu menunjukkan banyak perbuatan, tidak berbicara begitu
       membicarakan semua Dharma, bukan saya bukan mahluk hidup
       lainnya, bukan mahluk hidup bukan membantu perkembangan, bukan
       keadaan menengah, bukan pikiran bukan perbuatan, bukan
       pengetahuan bukan makan, bukan dengan Skandha bukan di dalam
       Skandha begitu menunjukkan semua Skandha. Demikian pula, bagi
       yang terakhir, semua adalah tidak ada dan tidak juga tidak
       hidup. Oleh karena itu, semua Dharma dan Buddha adalah
       benar-benar sama, yang memiliki karakter sama, sama seperti
       khayalan dengan sebuah karakter yang sama. "
       "Semua makhluk hidup, Semua Buddha dan Semua dunia, adalah
       ditunjukkan oleh kesadaran-kesadaran (vijnana) dan
       pikiran-pikiran dari hati seseorang. Semua kejadian yang
       disebabkan oleh kesadaran-kesadaran dan pikiran-pikiran adalah
       tidak ada setelah semuanya. Tathagata telah jauh dari semua
       kesadaran dan pikiran, sehingga Saya harus tidak mencari Dia
       melalui wujud. Mengetahui bahwa gambar Sang Buddha yang Saya
       lihat ditunjukkan oleh hati, lalu juga, semua Buddha yang nyata
       berada didalam ujung rambut yang tersebar di sekeliling alam
       semesta adalah ditunjukkan oleh hati, semuanya sama seperti
       ruang angkasa, yang sama dan tanpa perbedaan. Jika saya
       membeda-bedakannya, maka saya melihat Budha, jika saya jauh dari
       membeda-bedakan, maka saya tidak melihat apapun. Hati (citta)
       menciptakan Para Buddha, jauh dari hati tidak ada Buddha.
       Demikian juga, semua Buddha dari tiga masa, masa lalu, masa kini
       dan masa depan yang tanpa kekokohan, dibuat oleh hati (Alaya). "
       "Setelah Bodhisattva menyadari bahwa semua Buddhas dan semua
       dharma ditunjukkan dengan pemikiran di hati, ia akan memperoleh
       Kshanti yang sesuai, atau masukkan Tahap Bhumi Pertama, setelah
       kehidupannya yang sekarang, ia akan terlahir kembali dengan
       cepat di Dunia Kebahagiaan Yang Indah, atau terlahir kembali di
       Tanah Suci Buddha Kebahagiaan Sepenuhnya, kemudian dia akan
       selalu melihat Tathagata, memuja dan menyembah Sang Tathagata
       sendiri. "
       " Kemudian Sang Bodhisattva Gudang Kebaikan bertanya lagi kepada
       Sang Samantabhadra Bodhisattva:
       "Jika ada makhluk hidup mendengar Gerbang Dharma ini, menerima,
       menegakkan, membaca, menyanyikan, menjelaskan, dan
       menuliskan-Nya, lalu berapa banyak kebahagiaan yang akan dia
       dapatkan?"
       " Samantabhadra Bodhisattva menjawab: "Putra Buddha,
       dengarkanlah dengan hati-hati. Andaikata ada seseorang dapat
       menerima semua makhluk hidup dari tiga dunia (Triloka), membuat
       mereka bebas dari kelahiran dan kematian, dan membuat mereka
       semua menjadi Arhat; Misalnya ada satu orang yang menyokong
       terus menerus setiap Arhat-Arhat itu dengan pakaian-pakaian
       surgawi yang indah, selimut-selimut tempat tidur, minuman,
       makanan, sup, dan berbagai bahan selama seratus kalpa, dan
       membangun Menara dari Tujuh Permata untuk setiap Orang dari
       Mereka setelah Mereka mencapai Nirvana, dan memuja dan
       memelihara Menara itu dengan hormat; Andaikan masih ada lagi
       satu orang lain yang terus mengamati Ajaran-Ajaran dengan suci
       selama seratus kalpa, atau melatih kesabaran, ketekunan dan
       Dhyana (Zen). Orang yang disebutkan di atas akan mendapatkan tak
       terhingga kebahagiaan, namun jika orang lain mendengar Gerbang
       Dharma ini, percaya dan menerima dengan hormat tanpa menfitnah
       atau menghujat, maka kebahagiaannya akan melampaui kebahagiaan
       orang-orang yang terdahulu tersebut, dan dia akan mencapai
       Kebangkitan Benar dengan cepat. "
       Pada waktu itu, Para Buddha Yang Tak Terbatas dari seluruh dunia
       pada sepuluh penjuru arah muncul dengan sendirinya dan memuji
       Samantabhadra Bodhisattva: "Sempurna, sempurna, Putra Buddha,
       sama seperti apa yang Kamu katakan."
       Lalu Sakyamuni Tathagata memancarkan banyak sekali aneka warna
       sinar dari wajah-Nya, menerangi tiga jenis keberadaan di seluruh
       alam semesta, menurunkan hujan aneka bunga, berbagai merdu musik
       terlantunkan dengan sendirinya, tanah terguncang sedikit. Di
       dalam sinar tersebut, Sakyamuni Budha berbicara sebuah Gatha :
       "Jika seseorang mendengar Dharma ini dengan hati yang murni,
       Dia akan memperoleh Bhumi-Bhumi, Samadhi-Samadhi, dan
       Dharani-Dharani.
       Dengan kuasa mengamati ajaran-ajaran, kesabaran-kesabaran
       penahanan nafsu, dan kemampuan-kemampuan gaib yang tak terbatas,
       Dia akan dengan cepat mencapai Bodhi yang tak tiada banding dari
       Para Buddha,
       dan memutar Roda Dharma Besar Yang Indah,
       sama seperti apa yang dilakukan Maharsi (Yang Abadi Dan Yang
       Besar) sebelumnya.
       Mengumpulkan banyak sekali kalpas yang tak terhitung menjadi
       satu pikiran yang sangat kecil,
       dan mengungkapkan dunia-dunia yang tak terbatas dari dalam satu
       atom.
       banyak sekali makhluk hidup yang tenggelam dalam Tiga Dunia,
       secara tetap tersiksa oleh berbagai penderitaan,
       terikat oleh pandangan salah, mereka kehilangan jalan yang
       benar,
       Satu ini akan membebaskan mereka semua dari pikiran ke pikiran.
       "
       Karena Samantabhadra Bodhisattva telah mencapai Gerbang Dharma
       ini jutaan kalpa yang lalu, setelah khotbah-Nya, miliaran dewa
       menyeberangi semua penderitaan, dan mencapai tingkat tanpa
       kemunduran dari Anuttara-Samyak-Sambodhi (Penerangan Sempurna
       Tiada Tanding). Sang Bodhisattva Gudang Kebaikan dan semua
       Bodhisattva, dewa, naga, Asura, dan yang lainnya, itu semua
       sangat senang, dan mereka menerima-Nya dengan keyakinan dan
       dengan hormat mempraktekkan-Nya.
       *****************************************************