DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
Mahayana Bodhicitta Vajra
HTML https://bodhicitta.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: Guhya Mahayana
*****************************************************
#Post#: 199--------------------------------------------------
Mahayana Arya Sarvatathagatadhisthanahrdayaguhyadhatukaranndamud
radharanisutram
By: ajita Date: June 3, 2017, 8:59 am
---------------------------------------------------------
[center]Sutra Dharani Meterai Peti Sarira Seluruh Tubuh Rahasia
Hati Semua Buddha
Sarvatathagatadhisthanahrdayaguhyadhatukaranndamudradharanisutra
.
[/center]
Demikianlah yang telah Kudengar. Sang Buddha sedang berdiam di
Kolam Kegemilangan Berharga di Taman Tanpa Kekotoran, Negeri
Magadha. Ia dikelilingi oleh kumpulan tak terhitung para
bodhisattva serta pratyeka buddha tingkat tinggi, dewa, naga,
yaksha, gandharva, asura, garuda, kinnara, mahoraga, manusia,
dan bukan manusia.
Pada saat itu hadirlah seorang Brahmana mulia dalam kumpulan itu
yang bernama Tanpa Kekotoran dan Cahaya Mendalam. Ia merupakan
seorang bijaksana dengan pengetahuan mendalam. Semua orang
senang berjumpa dengannya. Ia telah berlindung pada Tiga Permata
dan senantiasa melaksanakan sepuluh tindakan bajik. Hatinya
selalu diliputi belas kasih dan bijaksana. Ia selalu berharap
agar semua makhluk berada dalam keadaan sejahtera serta
berkelimpahan.
Brahmana yang bernama Tanpa Kekotoran dan Cahaya Mendalam itu
bangkit dari tempat duduknya. Ia berjalan mendekati Sang Buddha
serta mengelilingi-Nya sebanyak tujuh kali (Pradaksina).
Dipersembahkannya banyak bunga serta dupa pada Sang Buddha. Ia
meletakkan jubah-jubah dan perhiasan sangat berharga di hadapan
Sang Buddha. Ditundukkannya kepalanya sebagai tanda hormat ke
Kaki Sang Buddha, lalu berdiri pada satu sisi seraya berkata,
"Kami mengundang Yang Dijunjungi Dunia dan siapa saja yang hadir
di tempat ini untuk menerima persembahan di tempat kediamanku
besok pagi". Sang Buddha menerima undangan itu.
Sang brahmana memahami bahwa Sang Buddha menerima undangannya.
Dengan segera ia kembali ke tempat kediamannya serta
mempersiapkan seratus makanan dan minuman lezat malam itu.
Dibersihkannya seluruh gedung dan ruangan, serta digantungkannya
banyak panji-panji. Pagi berikutnya, ia membawa serta
keluarganya sambil
membawa dupa dan bunga. Para pemain musik turut serta dalam
rombongan tersebut. Mereka menghadap Sang Buddha dan berkata,
"Telah tiba waktunya, silakan datang ke tempat kediamanku." Sang
Buddha menyetujui apa yang dikatakan Brahmana Tanpa Kekotoran
dan Suara Mendalam itu. Beliau mengumumkan pada semua yang hadir
di tempat itu, Kalian semua hendaknya pergi ke rumah Brahmana
ini guna menerima persembahan sehingga ia dapat memperoleh
pahala Kebajikan Besar.Kemudian Buddha berdiri dari tempat
duduk-Nya dan bersamaan dengan itu memancarlah cahaya aneka
warna. Semua orang yang menyaksikannya ikut dan mulai berjalan.
Selanjutnya, sang Brahmana beserta keluarganya berjalan sambil
membawa dupa serta bunga dengan penuh hormat. Demikian pula
dengan naga surgawi, delapan kelompok makhluk dan Empat Maharaja
Langit. Mereka berjalan di depan guna menjadi pembuka serta
penunjuk jalan bagi Sang Buddha. Tidak berapa lama Sang Buddha
berjalan, tibalah Ia di sebuah taman yang bernama Kaya.
Di sana terdapatlah Stupa tua yang rusak dan ditumbuhi oleh
alang-alang dan rumput. Stupa itu terkubur dalam tumpukan ubin
serta bebatuan. Ia nampak bagaikan seongok lumpur. Sang Buddha
berjalan menuju stupa tersebut, yang memancarkan sinar gemilang.
Terdengarlah suara pujian dari gundukan lumpur itu: "Bagus
sekali, bagus sekali, Sakyamuni. Perjalanan-Mu hari ini
merupakan saat yang sangat menguntungkan, dan engkau, wahai
Brahmana, akan menerima pahala kebajikan luar biasa." Kemudian
Sang Bhagava Buddha menghaturkan penghormatan pada Stupa itu dan
berjalan mengelilingi-Nya searah jarum jam (Pradaksina). Sang
Buddha mengambil jubah-Nya dan meletakkannya di atas gundukan
lumpur tersebut. Ia menitikkan air mata dengan derasnya. Setelah
menangis, Buddha tersenyum kembali. Pada saat itu, para Buddha
dari sepuluh penjuru menyaksikan peristiwa tersebut dan
meneteskan air mata pula. Mereka memancarkan sinar terang pada
Stupa ini. Semua orang yang melihatnya menjadi gemetar dan
bingung. Pada saat itu, Bodhisattva Vajrapani menitikkan air
mata. Ia berjalan ke hadapan Sang Buddha dengan sikap hormat
sambil membawa Vajranya dan bertanya:
"Mengapakah cahaya yang dipancarkannya begitu gemilang?
Mengapakah Engkau menangis? Para Buddha dari sepuluh penjuru
menampakkan diri dengan kecemerlangan yang sama. Kami berharap
agar Tathagata menjawab pertanyaan-Ku di hadapan semua yang
hadir di tempat ini."
Sang Bhagava memberitahu Vajrapani, "Tak terhingga Dharma
Meterai Rahasia Dharani Hati terdapat dalam Stupa Kumpulan
Sarira Seluruh Tubuh Buddha ini. Stupa ini benar-benar dipenuhi
tanpa celah sedikitpun, sebanyak biji wijen; dengan ratusan dan
ribuan koti Tubuh Buddha, yang banyak-Nya juga bagaikan biji
wijen. Ratusan dan ribuan koti kumpulan Sarira seluruh Tubuh
Buddha, bahkan 84.000 Dharma bersemayam dalam stupa ini.
Sembilan juta sembilan ratus ribu koti tak terhingga Sarira
kepala Buddha juga terdapat di dalam-Nya. Karena musabab yang
luar biasa inilah, tidak peduli di manapun Stupa ini berada, Ia
memiliki daya batin yang manjur. Pahala kebajikannya sanggup
mengabulkan seluruh dambaan duniawi."
Ketika hadirin mendengar apa yang dibabarkan Buddha tersebut.
Mereka menghapuskan segenap kekotoran batin dan begitu pula
dengan seluruh kekhawatiran dalam diri masing-masing. Mereka
memperoleh mata Dharma yang murni. Mereka memperoleh buah hasil
sesuai dengan kondisi batin dan timbunan pahala kebajikan mereka
yang beraneka ragam. Beberapa orang mencapai tingkatan
sakadagamin, shrotapanna, anagamin, arhat, pratyeka buddha,
bodhisattva, avaivartas, serta kebijaksanaan sarvajnana.
Selanjutnya ada pula yang mencapai tingkatan Bodhisattva
pertama, kedua, hingga kesepuluh. Beberapa di antara mereka
menyempurnakan enam paramita. Sang brahmana sendiri menghapuskan
kekotoran batinnya dan merealisasi lima penembusan batin.
Ketika Bodhisattva Vajrapani menyaksikan hal yang ajaib ini, ia
bertanya pada Sang Buddha, Bagus sekali, sungguh ajaib. Kami
memperoleh manfaat pahala kebajikan luar biasa setelah
mendengarnya. Jika kami mendengarkan Ajaran Kebenaran dan dengan
segenap hati meyakininya, berapa besarkah jasa serta pahala
kebajikan yang akan kami peroleh?
Buddha berkata, "Dengarlah wahai Vajrapani. Jika ada pria atau
wanita serta empat kelompok siswa-Ku yang memiliki keyakinan di
masa mendatang menuliskan Sutra ini, maka tindakan itu dapat
disamakan dengan menyalin seluruh Sutra yang dibabarkan sembilan
juta sembilan ratus ribu koti Buddha. Semua Buddha akan
menjaganya laksana melindungi mata-Nya sendiri, atau bagaikan
seorang ibu yang penuh belas kasih merawat anaknya. Apabila
seseorang membaca Sutra ini, maka tindakan itu dapat disamakan
dengan membaca semua Sutra yang dibabarkan para Buddha di masa
lampau, sekarang, dan mendatang. Oleh karena itulah, sembilan
juta sembilan ratus ribu koti Buddha, Yang Tercerahi, sebanyak
biji wijen hadir semua-Nya tanpa celah sedikitpun. Mereka
menampakkan diri guna melimpahkan berkah baik siang maupun malam
pada orang ini. Semua Buddha yang jumlah-Nya bagaikan butiran
pasir di sungai Ganga akan hadir, kendati para Buddha yang telah
hadir sebelumnya masih belum meninggalkan tempat tersebut.
Mereka datang bergiliran bagaikan pasir yang bergerak memutar
dalam pusaran air. Mereka datang dan pergi tanpa henti. Jika
seseorang mempersembahkan dupa, bunga, jubah indah, serta
perhiasan yang elok dipandang pada Sutra ini, maka seluruh
persembahan itu akan berubah menjadi bunga-bunga surgawi, jubah
serta perhiasannya akan berubah menjadi benda-benda yang terbuat
dari tujuh jenis permata di hadapan sembilan juta sembilan ratus
ribu koti Buddha dari sepuluh penjuru alam semesta. Benda-benda
ini akan berlipat ganda bagaikan Gunung Sumeru untuk
dipersembahkan. Benih kebajikan yang mereka tanam juga
sungguhlah besar."
Pada saat itu, para dewa, naga, delapan kelompok makhluk
(Asta-Gatyah), manusia dan bukan manusia mendengar mengenai hal
ini. Mereka merasa keheranan dan berkata satu sama lain, Begitu
anehnya gundukan lumpur terbengkalai ini. Ia telah berubah wujud
secara batin karena berkah para Buddha. Vajrapani bertanya pada
Buddha kembali, "Yang Dijunjungi Dunia, mengapa Stupa Tujuh
Permata itu menjadi gundukan lumpur sekarang?"
Buddha berkata pada Vajrapani, "Ini bukanlah gundukan lumpur
sama sekali. Ia merupakan Stupa Agung Yang Sangat Indah. Stupa
itu tidak muncul karena pengaruh karma buruk orang yang
melihatnya. Stupa itu tak terlihat tetapi keseluruhan tubuh
Buddha yang tersimpan di dalamnya tidak dapat rusak. Bagaimana
mungkin Tubuh Vajra seorang Buddha dapat dihancurkan? Setelah
Aku parinirvana, pada masa kemerosotan dan kekacauan; jika umat
manusia melakukan tindakan-tindakan jahat, mereka akan
terjerumus ke neraka. Mereka tidak meyakini Tiga Permata. Mereka
tidak menanam akar kebajikan. Buddhadharma akan hilang karena
hal ini. Tetapi Stupa yang kuat dan kokoh ini tidak akan hancur
karena berkah kekuatan batin semua Buddha. Para makhluk yang
diliputi pandangan salah diselubungi oleh karma buruk. Mereka
menyia-nyiakan permata berharga dan tidak tahu bagaimana
memanfaatkannya. Itulah yang menyebabkan aku menangis hari ini
dan begitu pula dengan semua Buddha lainnya."
Buddha memberitahu lebih jauh pada Vajrapani, "Jika ada orang
yang menyalin sutra ini dan meletakkannya ke dalam sebuah stupa,
maka stupa itu akan menjadi Stupa Gudang Vajra semua Buddha. Ia
juga merupakan Stupa Berkah Rahasia Hati Dharani Semua Buddha.
Ia merupakan Stupa sembilan juta sembilan ratus ribu koti
Buddha. Ia juga merupakan stupa puncak mahkota (usnisha) dan
Mata Semua Buddha. Stupa ini akan dilindungi oleh kekuatan batin
semua Buddha. Apabila ada orang yang meletakkan Sutra ini ke
dalam suatu stupa atau patung Buddha, patung itu akan menjadi
terbuat dari tujuh permata, serta memiliki daya kekuatan
sehingga dapat mengabulkan semua dambaan. Payung, tirai, jala,
roda, piring, genta, alas, dan anak tangga akan tercipta dengan
kekuatan. Benda-benda yang terbuat dari lumpur, kayu, batu, atau
bata akan berubah menjadi Tujuh Permata berharga karena kekuatan
Sutra ini. Semua Buddha akan menambahkan daya kekuatan-Nya yang
tak terhingga dan tanpa henti memberkahi Sutra ini dengan
sabda-sabda murni.Jika ada orang yang menghaturkan hormat di
hadapan Stupa ini lalu mempersembahkan dupa dan bunga pada Stupa
ini, kesalahan berat selama delapan juta kalpa akan dihapuskan.
Ia akan terhindar dari semua bencana dalam kehidupannya. Ia akan
terlahir kembali dalam keluarga yang beragama Buddha setelah
akhir hidupnya. Apabila ada orang yang seharusnya terjerumus ke
dalam neraka Avici, namun menghaturkan penghormatan pada Stupa
ini satu kali saja atau berjalan mengelilingi-Nya searah jaruh
jam, maka gerbang neraka akan tertutup baginya dan jalan menuju
Bodhi akan terbuka. Semua Buddha akan memberkahi dengan kekuatan
batin-Nya pada tempat-tempat di mana terdapat stupa-stupa atau
gambar Buddha. Tidak ada angin topan, badai, dan halilintar yang
membahayakan akan menimpa. Tidak ada ular berbisa, cacing
berbahaya, serta hewan beracun lainnya akan dapat melukai. Tidak
ada singa, gajah gila, harimau, serigala, dan lebah liar akan
melukai. Tidak ada kepanikan yang disebabkan oleh makhluk halus
yaksha, raksasa, putana, kritya, khumbandas, preta, pisacasa,
mahluk mengerikan, atau penyakit ayan. Tidak akan ada penyakit
baik karena serangan hawa dingin atau panas, tidak pula
berjangkit penyakit lilou, tanzhu, borok, atau skabies.
Seseorang akan terhindar dari bencana hanya dengan semata-mata
memandang pada Stupa ini. Tidak ada wabah penyakit yang akan
menimpa manusia, kuda, hewan, anak laki-laki dan perempuan.
Mereka tak akan mengalami kematian tak wajar. Mareka tak akan
terluka oleh senjata tajam, air, dan api. Mereka tidak akan
dicelakai oleh para perampok, pencuri, ataupun musuh. Mereka tak
akan menderita karena kelaparan atau kemiskinan. Tidak ada
serangan gaib dan makhluk halus jahat serta mengerikan yang
sanggup mencelakakan mereka. Empat Maharaja Langit beserta
pengikutnya akan melindungi mereka seharian dan malam. Para
Jenderal yaksha dari keduapuluh delapan bagian beserta matahari,
rembulan, panji lima bintang, dan bintang-bintang berekor akan
melindungi mereka seharian dan malam. Seluruh raja naga akan
mengumpulkan uap air untuk membuat hujan turun pada waktunya.
Seluruh makhluk surgawi, termasuk dari Surga Tavatimsa akan
datang tiga kali guna menghaturkan persembahan."
"Seluruh makhluk surgawi akan hadir tiga kali demi melantunkan
pujian, mengelilingi serta menghaturkan sembah sujud bagi tempat
ini. Maharaja Sakradevanam Indra beserta dewi-dewi surgawi akan
turun menghaturkan persembahan tiga kali seharian dan malam.
Tempat ini diberkati oleh semua Buddha. Stupa ini memiliki
kemuliaan seperti itu karena terdapat Sutra di dalamnya. Jika
ada orang yang mendirikan sebuah stupa dengan tanah liat, batu,
kayu, emas, perak, tembaga, atau timah hitam, lalu menuliskan
dharani ini serta meletakkan di dalamnya, stupa tersebut akan
berubah menjadi tujuh permata mulia begitu Dharani ini
diletakkan di dalamnya. Anak tangga, piring, payung, tirai,
genta, dan roda semuanya berubah menjadi tujuh pertama mulia.
Tubuh-tubuh Buddha yang berada di empat penjuru Stupa ini akan
melimpahkan perlindungannya seharian dan maupun malam karena
Dharma ini."
"Stupa Tujuh Permata dengan dengan Sarira Seluruh Tubuh Buddha
yang ajaib dan berharga akan bertumbuh dengan kekuatan Dharani
ini hingga mencapai Surga Akanistha. Seluruh makhluk surgawi
akan menghaturkan penghormatannya, melindungi, serta memberikan
persembahan pada Stupa ini, baik seharian maupun malam,
saat tingginya mencapai alam surga. Vajrapani bertanya,
Mengapakah Dharma ini begitu luar biasanya? Sang Buddha
menjawab, Dikarenakan kekuatan batin
Dharani Meterai Peti tersebut."
Vajrapani berkata, "Kami berharap agar Buddha berbelas kasih
pada kami dan sudi mengucapkan Dharani tersebut."
Buddha berkata, "Dengarlah dan hafalkan, jangan sampai lupa.
Perwujudan gemilang Tubuh semua Buddha dari zaman sekarang dan
akan datang beserta Sarira Seluruh Tubuh Buddha masa lampau
terdapat dalam Dharani Meterai Peti ini. Selain itu, ketiga
tubuh Buddha juga berada di dalamnya." Kemudian Buddha
melafalkan dharani itu:
[center]
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/KarandaVyuhaTathagataDharani.jpg
namahstriye dhvikanam sarvatathagatanam. om bhuvi bhavana vare
vacare vacathai shruru shruru dhara dhara sarvatathagata dhatu
dhare padmam bhavati jayavare mudre smaratathagata
dharmacakrapravartane vajrabodhimanda alamkara alamkrite
sarvatathagata adhishthite bodhaya bodhaya bodhi bodhi buddhya
buddhya sambodhani sambodhaya cala cala calamtu sarvaavaranani
sarvapapavigate huru huru sarvashokavigate sarvatathagata
hridayavajrani sambhara sambhara sarvatathagata guhya dharani
mudre buddhe subuddhe sarvatathagata adhishthite dhatugarbhe
svaha; samayadhithite svaha; sarvatathagatahridayadhatumudre
svaha; supratithitastupe tathagata adhishthite huru huru hum hum
svaha.
om sarvatathagata ushnisha dhatu mudrani sarvatathagatam sadhatu
vibhushita adhisthite hum hum svaha.
[/center]
Ketika Sang Buddha selesai mengucapkan Dharani ini, semua Buddha
melantunkan pujian dari dalam gundukan itu, "Baik sekali! Baik
sekali! Sakyamuni, Engkau hadir di tengah kekeruhan dunia serta
membabarkan Dharma mendalam ini demi kepentingan para makhluk
yang tak memiliki sandaran hidup. Dharma penting ini akan
bertahan di dunia ini demi melimpahkan kebajikan, kedamaian,
serta kebahagiaan bagi semua makhluk dalam kurun waktu yang
lama."
Pada saat itu, Sang Buddha memberitahu Vajrapani, "Dengarlah!
Dengarlah! Dharma yang penting ini memiliki kekuatan batin dan
manfaat yang tak terukur. Ini bagaikan mutiara berharga penghias
pada sebuah panji. Ia laksana penyebar batu-batu permata
berharga demi memenuhi semua dambaan.Yang Kubabarkan ini barulah
sepersepuluh ribu bagian dari keseluruhan Dharma ini. Engkau
hendaknya senantiasa mengingatnya demi keuntungan untuk semua
makhluk. Jika ada pelaku kejahatan berat yang terjatuh ke dalam
neraka, dia menjadi sangat menderita dan tidak mengetahui kapan
dia dapat dibebaskan. Bila putera atau cucu orang ini
menyebutkan nama orang yang meninggal itu dan melafalkan Dharani
ini sebanyak tujuh kali. Cairan tembaga serta besi yang panas
dan membara dengan sekejap akan berubah menjadi kolam
menyejukkan dengan air astaguna, yang airnya memiliki delapan
sifat menyenangkan. Sebuah bunga teratai dengan tudung mulia di
atasnya akan muncul melindungi kepalanya. Pintu neraka akan
pecah berantakan dan jalan menuju Bodhi akan terbuka lebar.
Bunga teratai itu akan terbang dan mengantarnya menuju ke Tanah
suci Buddha Sukhavatiloka. Seluruh kebijaksanaan akan muncul
dengan sendirinya. Ia akan berbahagia karena memiliki kesempatan
untuk mendengar Dharma serta berjumpa dengan seorang Buddha.
Jika ada orang yang menderita beraneka ragam penyakit dan
diserang oleh rasa sakit yang dashyat karena telah melakukan
kesalahan berat; Jika ia melafalkan Dharani ini sebanyak
duapuluh satu kali, seluruh penyakit dan kekhawatirannya akan
lenyap. Ia akan menikmati tak terhitung berkah kebajikan dan
berusia panjang. Jika seseorang terlahir di keluarga miskin
karena kekikirannya, dimana pakaiannya tidak sanggup menutup
seluruh tubuhnya. Selalu kekurangan makanan yang tak cukup untuk
mempertahankan hidup. Penampilannya menjadi lemah dan kurus.
Orang lain tidak suka berjumpa dengannya. Apabila orang ini
merasa malu dan pergi ke sebuah gunung guna memetik beberapa
bunga liar, menggiling beberapa batang kayu guna dijadikan dupa.
Setelah itu, ia pergi ke hadapan Stupa ini untuk menghaturkan
hormat serta persembahan, berjalan mengelilinginya tujuh kali
searah dengan jarum jam; meneteskan air mata dan menyesali
kesalahannya. Kemiskinan orang itu akan sirna dengan segera dan
kemakmuran akan diperoleh. Tujuh Permata Berharga akan tercurah
bagaikan derasnya hujan. Tidak ada kekurangan lagi. Tetapi mulai
saat itu, ia harus menghaturkan persembahan pada Buddha dan
Dharma, serta beramal pada orang miskin. Jika ia menjadi kikir,
kemakmuran yang telah diperoleh akan lenyap dengan seketika.
Jika seseorang mendirikan sebuah Stupa dengan tinggi empat jari
tangan demi menanam benih kebajikan. Entah ia menggunakan tanah
liat atau batu bata sesuai dengan kemampuannya, lalu menuliskan
Dharani ini dan meletakkannya di dalam Stupa. Kemudian ia
bernamaskara di hadapan Stupa itu sambil membawa bunga-bunga
harum; maka awan harum akan memancar keluar dari stupa itu
dikarenakan kekuatan dharani serta keyakinannya. Keharuman dan
cahaya berwujud awan akan memancar menuju seluruh alam dharma
(dharmadatu). Keharuman dan kegemilangan ini akan
memanifestasikan aneka kebajikan. Pahala dan kebajikannya sama
dengan yang telah disebutkan di atas. Terkatalah bahwa tidak ada
harapan yang tak akan terpenuhi."
"Pada zaman kemerosotan, jika ada pria atau wanita berbudi dari
kalangan empat kelompok umat Buddha, berusaha keras untuk
membangun stupa-stupa semacam ini dan meletakkan dharani ajaib
ini di dalamnya, jasa dan pahala kebajikan yang diperolehnya
sungguh tak terukur. Jika ada orang yang mengunjungi Stupa itu
dengan harapan memperoleh berkah, ia mempersembahkan setangkai
bunga atau sebatang dupa, bernamaskara di hadapan Stupa tersebut
lalu menghaturkan persembahan serta mengelilinginya searah jarum
jam; dikarenakan kebajikan semacam itu, orang tersebut dengan
sendirinya akan memperoleh kebahagiaan, kedudukan tinggi, dan
kemakmuran tanpa perlu bersusah payah. Umur panjang dan kekayaan
akan dimilikinya tanpa meminta; musuh dan pencuri dari berbagai
penjuru akan dikalahkan tanpa perlu bertarung; kebencian dan
kutukan akan sirna tanpa usaha apapun; terhindar dari penyakit
dan wabah penyakit dengan sendirinya tanpa proses penyembuhan;
suami yang mulia atau istri yang baik akan diperoleh tanpa
mencari; putera cerdas serta puteri cantik akan diperoleh tanpa
memohon dengan doa; dan seluruh dambaan akan terpenuhi."
"Jika terdapat burung-burung, burung dara, anjing, serigala,
nyamuk, dan semut, terkena bayangan Stupa ini atau menginjak
rerumputan di sekitarnya, halangan karma mereka akan lenyap
serta terbebas dari ketidak tahuan. Mereka akan memasuki Tempat
Tinggal Buddha dan menerima kekayaan Dharma. Jika ada orang
melihat bentuk Stupa ini, atau dia mendengar suara dari
genta-gentanya, atau mendengar nama Stupa ini, atau berada di
bawah bayangan Stupa ini; seluruh hambatan akibat karma buruknya
akan dilenyapkan. Dambaan-dambaan hatinya akan terpenuhi. Ia
akan menikmati hidup yang tentram serta terlahir kembali di
Tanah suci Buddha Sukhavati setelah kematiannya. Apabila ada
orang yang menggunakan sedikit tanah untuk memperbaiki dinding
Stupa yang rusak atau menggunakan sebongkah batu kecil untuk
menyangga Stupa itu; berkah kebajikannya akan melimpah dan
usianya akan bertambah panjang. Ia akan terlahir sebagai Raja
Pemutar Roda Dharma setelah kehidupan ini. Setelah Aku
parinirvana, jika ada salah seorang di antara empat kelompok
penganut AjaranKu mempersembahkan dupa dan bunga, dengan tulus
berikrar melafalkan Dharani ini di depan Stupa demi membebaskan
para makhluk yang berada di alam penderitaan yang jahat; maka
setiap kalimat yang diucapkannya akan memancarkan cahaya
gemilang hingga menyinari tiga alam sengsara. Seluruh
penderitaan akan berakhir. Para makhluk akan terbebas dari
penderitaan dan benih Buddha akan bertunas. Mereka akan terlahir
di Tanah Buddha manapun sesuai kehendak mereka. Jika ada orang
yang berdiri di puncak gunung dan melantunkan Dharani ini dengan
tulus, semua makhluk yang berada dalam jangkauan pandangan orang
itu, baik yang berambut, berbulu, hidup di dalam tempurung,
memiliki cangkang, yang hidup di gunung, hutan, sungai, dan
lautan, akan terbebas dari belenggu karma buruk dan ketidak
tahuan. Tiga hakekat alami Buddha akan muncul dalam dirinya.
Mereka akan tinggal dalam kedamaian nirvana agung. Jika ada
orang yang berjalan dengan orang ini di jalan yang sama, atau
siapapun yang menyentuh bajunya, menapaki jejak kaki orang ini,
atau siapapun yang berjumpa dan berbicara dengan orang ini;
kejahatan berat mereka akan dimusnahkan dan selain itu mereka
akan mencapai kesuksesan."
Pada saat itu Buddha memberitahu Vajrapani, "Kini Aku
menyerahkan Sutra Dharani yang penuh misteri ini pada-Mu. Engkau
hendaknya menghormati dan melindungi-Nya. Semoga Sutra Dharani
ini dapat tersebar ke seluruh penjuru dunia. Jangan biarkan para
makhluk berhenti mempelajari-Nya.
Vajrapani berkata, "Sekarang Aku sangat beruntung dapat berjumpa
dengan Bhagavan Buddha. Kami berikrar untuk melindungi dan
menyebarkan Sutra ini seharian dan malam di dunia demi membalas
budi kami pada Sang Buddha. Jika ada orang yang menyalin,
mempertahankan, dan merenungkan terus menerus Sutra ini, kami
akan meminta Mahadewa Sakra, Dewa Brahma, Empat Maharaja Langit
(Catur Maharajika), seluruh naga, dan delapan kelompok makhluk
surgawi untuk melindungi orang ini seharian dan malam tanpa
pernah meninggalkannya barang sekejap-pun."
Buddha berkata, "Baik sekali, Vajrapani. Engkau melindungi
Dharma ini dan jangan biarkan itu berhenti demi keuntungan semua
makhluk di masa mendatang."
Pada saat itu, Yang Dijunjungi Dunia telah selesai mengucapkan
Dharani Meterai Peti dan membabarkan Dharma. Kemudian mereka
pergi mengunjungi rumah sang brahmana dan menerima
persembahannya. Seluruh makhluk surgawi dan umat manusia
memperoleh Manfaat yang sungguh besar. Mereka lalu pulang ke
tempat kediamannya masing-masing.
Pada saat itu, seluruh bhikshu, bhikshuni, umat awam pria serta
wanita(upasaka dan upasika), dewa,naga, yaksha, gandharva,
asura, garuda, kinnara, mahoraga; manusia dan mahluk bukan
manusia bersuka cita karena pembabaran Dharma ini. Mereka
meyakini, menerima, mempertahankan, dan mempraktekkan apa yang
baru saja dibabarkan oleh Sang Buddha tersebut.
*****************************************************