URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       Mahayana Bodhicitta Vajra
  HTML https://bodhicitta.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: Guhya Mahayana
       *****************************************************
       #Post#: 198--------------------------------------------------
       Mahayana Arya Cundi Devi Dharani Sutram
       By: ajita Date: June 3, 2017, 8:56 am
       ---------------------------------------------------------
       [center]Sutra Dharani Cundi Ibu Tujuh Koti Buddha
       Mahayana Arya Cundidevidharanisutram
       佛說七俱胝佛母心
       大准提陀羅尼經
       Foshuo qijuzhifomuxin dazhuntituoluonijing[/center]
       Suatu kali, Sang Buddha sedang berdiam di dekat Shravasti, di
       Taman Anathapindaka, Hutan Jeta. Pada saat itu, Yang Dijunjungi
       Dunia sedang merenungkan dan mengamati kondisi para makhluk di
       masa mendatang. Karena belas kasih-Nya pada mereka, Buddha
       memutuskan untuk membabarkan Dharani Cundi, yakni intisari hati
       ibu tujuh koti Buddha. Kemudian, Buddha melafalkan mantra itu:
       [center]
       NAMO SAPTANAM SAMYAKSAMBUDDHA KOTINAM. TADYATHA: OM, CALE, CULE,
       CUNDI SVAHA.[/center]
       Bila ada bhiksu, bhiksuni, upasaka dan upasika yang menghafalkan
       serta melafalkan dharani ini sebanyak 800.000 kali, seluruh
       kesalahan maha berat yang pernah dilakukannya semenjak masa yang
       sangat lampau akan dihapuskan. Orang itu akan memiliki
       kesempatan berjumpa dengan semua Buddha serta bodhisattva di
       manapun ia dilahirkan. Selain itu, ia akan memperoleh seluruh
       pahala kebajikan yang didambakannya. Lebih jauh lagi, pelafal
       dharani akan berkesempatan melepaskan diri dari keduniawian
       dalam segenap kelahirannya serta menjalankan seluruh sila dan
       ikrar bodhisattva.
       Orang itu akan selalu terlahir sebagai manusia dan dewa, serta
       tak akan terjatuh dalam alam-alam penderitaan. Ia akan selalu
       dilindungi oleh para makhluk surgawi. Apabila seorang perumah
       tangga awam senantiasa mengingat serta melafalkan dharani ini,
       keluarganya akan terbebas dari segenap gangguan dan mara bahaya,
       bencana alam serta penyakit. Apapun yang dilakukannya akan
       berhasil dengan baik; ucapan-ucapannya akan diyakini dan
       diterima oleh orang lain.
       Jika seseorang melafalkan mantra ini sebanyak 200.000 kali, ia
       akan memimpikan para Buddha, bodhisattva, pratyekabuddha, dan
       sravaka. Selain itu, dalam mimpinya ia akan memuntahkan sesuatu
       yang berwarna hitam.
       Apabila seseorang pernah melakukan karma buruk yang sangat
       berat, setelah melafalkan mantra ini sebanyak 200.000 kali, ia
       akan memimpikan para Buddha serta bodhisattva, dan dalam
       mimpinya itu ia juga akan memuntahkan sesuatu berwarna hitam.
       Jikalau seseorang pernah melakukan salah satu di antara kelima
       pelanggaran maha berat, sehingga tidak dapat memperoleh mimpi
       yang baik ini, disarankan agar ia kembali melafalkan mantra itu
       sebanyak 700.000 kali lagi. Setelah penjapaan selesai
       dilaksanakan, ia akan mengalami mimpi atau pertanda-pertanda
       yang menguntungkan. Bila orang itu dalam mimpinya memuntahkan
       sesuatu berwarna putih seperti pasta beras yang kental, hal ini
       menandakan bahwa karma buruknya telah dimurnikan.
       Aku kini akan membabarkan lebih jauh mengenai dharani agung ini.
       Seseorang hendaknya berdiri menghadap patung Buddha atau mencari
       tanah lapang yang bersih di depan sebuah stupa. Taburkan gomaya
       (kotoran sapi yang dianggap suci dan memiliki daya pemurni di
       India) di atas tanah dan buatlah mandala berbentuk segi empat.
       Lalu persembahkan bunga, dupa, payung, makanan, pelita, dan
       lilin, sesuai dengan ukuran mandala-nya. Persembahan boleh
       dilakukan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Setelah itu,
       lafalkan mantra, kemudian percikkan wewangian ke empat penjuru
       dan begitu pula dengan arah atas serta bawah.Ini dilakukan guna
       membentuk batasan pelindung batin sadhaka (orang yang melakukan
       kegiatan agama).
       Sadhaka memasuki mandala dan berlutut menghadap ke arah timur.
       Lafalkan mantra sebanyak 1080 kali dan botol-botol tempat
       menyimpan wewangian hendaknya diputar-putarkan. Peganglah
       berbagai jenis bunga dengan kedua belah tangan, dimana posisi
       tangan saling bersilangan. Guna memberikan daya kekuatan pada
       bunga tersebut, lafalkan kembali mantra sebanyak 1080 kali. Saat
       meditasi letakkan bunga di hadapan sebuah cermin. Selanjutnya,
       menghadaplah cermin itu dan japa mantra sebanyak 1080 kali.
       Praktisi akan sanggup melihat manifestasi para Buddha dan
       bodhisattva. Lafalkan kembali mantra sebanyak 108 kali pada
       beberapa bunga dan lemparkan ke udara sebagai persembahan. Jika
       sadhaka memiliki berbagai pertanyaan, ia boleh mengajukannya
       pada kesempatan tersebut dan akan memperoleh jawaban.
       Jikalau ada orang mengalami penyakit yang disebabkan oleh
       permasalahan batin, lafalkan mantra ini pada beberapa utas
       rumput cogon dan usapkan rumput tersebut pada penderita. Dengan
       demikian, ia akan terbebas dari penyakitnya. Apabila ada seorang
       anak yang dirasuki oleh makhluk halus, ambillah benang lima
       warna dan mintalah seorang gadis muda untuk menjalinnya menjadi
       satu utas benang tunggal. Buatlah satu simpul pada jalinan
       benang tersebut setiap kali melafalkan mantra, sehingga secara
       keseluruhan diperoleh 21 simpul. Ikatkan benang dengan
       simpul-simpulnya itu ke leher sang anak. Japalah kembali mantra
       ini sebanyak tujuh kali pada segenggam biji moster lalu sebarkan
       ke wajah anak itu, sehingga ia akan terbebas dari kerasukannya.
       Kegunaan lain mantra ini adalah sebagai berikut:
       1)Untuk menyembuhkan orang yang sakit karena dirasuki oleh
       makhluk halus. Kalau orangnya hadir, gambarlah tubuh orang yang
       sakit itu di tas sehelai kertas. Lafalkan mantra pada sebatang
       tongkat yang terbuat dari kayu pohon willow dan pukullah gambar
       tadi. Ini akan menyembuhkan orang itu dari kerasukan.
       Apabila orang yang dirasuk makhluk halus itu tinggal di tempat
       yang jauh, lafalkanlah mantra sebanyak tujuh kali pada tongkat
       kayu pohon willow itu. Kemudian kirimkan orang untuk membawa
       tongkat itu pada si sakit. Gambarlah tubuh orang yang kerasukan
       itu di depannya dan pukullah gambar tersebut dengan tongkat.
       Tatacara ini juga akan membebaskan orang itu dari makhluk halus
       jahat penyebab penyakitnya.
       2)Bila seseorang melafalkan mantra ini saat dalam perjalanan, ia
       tak perlu takut lagi berjumpa dengan pencuri, perampok atau
       binatang buas.
       3)Orang yang senantiasa melafalkan mantra ini akan menjadi
       pemenang dalam setiap perdebatan. Apabila seseorang hendak
       menyeberangi lautan, hendaknya ia melafalkan mantra ini sehingga
       terbebas dari segala gangguan yang berasal dari makhluk jahat
       penunggu lautan.
       4)Apabila seseorang terkurung dan tangannya terbelenggu,
       hendaknya ia melafalkan mantra ini dan dirinya akan terbebaskan.
       5)Bila suatu negeri dilanda banjir, kekeringan, atau wabah
       penyakit; siapkanlah krim, biji wijen, dan beras tidak lengket
       yang telah dibersihkan dari sekamnya. Gunakan tiga jari untuk
       mengambil sebagian dari ketiga bahan tersebut dan campurkan
       seluruhnya menjadi satu. Lafalkan mantra pada campuran itu dan
       lemparkan ke dalam api. Lakukan ritual ini terus menerus selama
       duabelas jam dalam kurun waktu tujuh hari, dengan demikian
       seluruh mara bahaya akan musnah.
       6)Meteraikan gambar sebuah stupa pada pasir di tepi sebuah
       sungai dan setiap kali melakukannya lafalkan mantra. Laksanakan
       hal ini hingga mencapai 600.000 kali. Orang yang
       mempraktekkannya akan menyaksikan kemunculan Bodhisattva
       Avalokitesvara atau Tara. Selain itu, barangkali ia akan
       menyaksikan munculnya Vajrapani. Apapun yang dimohonkannya akan
       terkabul. Sadhaka mungkin pula akan dianugrahi obat kebatinan
       atau menerima ramalan pencapaian pencerahannya (vyakarana).
       7)Bila engkau mengelilingi gambar pohon bodhi searah jarum jam
       dan melafalkan mantra ini hingga sepuluh juta kali, maka engkau
       akan menyaksikan seorang bodhisattva sedang membabarkan Dharma
       padamu dan engkau akan diizinkan untuk menjadi pengikut
       bodhisattva tersebut.
       8)Jika engkau memberikan persembahan makanan dan sering
       melafalkan mantra ini,engkau akan terhindar dari mara bahaya
       yang ditimbulkan oleh orang atau anjing jahat. Apabila engkau
       telah selesai melafalkan mantra ini sebanyak 300.000 kali di
       hadapan sebuah pagoda, Buddharupang, atau stupa, dan setelah itu
       mempersembahkan banyak makanan pada tanggal 15 suklapaksa
       (pertengahan bulan pertama), kembali melafalkan mantra selama
       sehari penuh, dan berpantang makan, maka engkau akan sanggup
       berjumpa dengan Vajrapani serta menerima undangan untuk
       mengunjungi istananya.
       9)Apabila engkau berdiri di hadapan sebuah Stupa yang didirikan
       untuk menandai tempat di mana roda Dharma diputar untuk pertama
       kalinya, stupa yang didirikan untuk menandai tempat Buddha
       dilahirkan, Stupa yang didirikan untuk menandai tempat di mana
       Buddha telah turun melalui tangga mulia dari Surga Tavatimsa
       atau Stupa yang berisikan Sarira, kemudian mengeliling Stupa itu
       dan melafalkan mantra; maka engkau akan menyaksikan munculnya
       Bodhisattva Aparajita dan Hariti. Segenap dambaanmu akan
       terkabul. Jika engkau memerlukan obat spiritual, maka apa yang
       engkau butuhkan itu akan dianugerahkan padamu. Selain itu,
       engkau akan menerima pengajaran mengenai Jalan Bodhisattva.
       10)Bila seseorang melafalkan mantra ini di tempat-tempat yang
       tidak ditujukan bagi kegiatan keagamaan, ia akan menerima
       kunjungan dari semua bodhisattva, tidak peduli di manapun ia
       berada. Dharani Cundi ini adalah mantra Kegemilangan Agung yang
       telah dibabarkan para Buddha di masa lampau dan akan dibabarkan
       oleh pula oleh para Buddha di masa mendatang. Semua Buddha dari
       masa sekarang juga membabarkan mantra ini, seperti yang
       Kulakukan hari ini. Pembabaran ini ditujukan demi mencurahkan
       manfaat bagi semua makhluk, sehingga mereka dapat merealisasi
       Penerangan Sempurna. Para makhluk yang tidak memiliki pahala
       kebajikan atau hanya mempunyai sedikit akar karma kebajikan
       saja, dimana kapasitas dan faktor pendukung guna mencapai
       pencerahan tidak didapati dalam dirinya; akan menjadi sangat
       beruntung jika menerima dharani ini, mereka akan sanggup
       mencapai Penerangan Sempurna yang Tak Tertandingi
       (Anuttara-Samyak-Sambhodi). Praktisi yang senantiasa melafalkan
       mantra ini akan menuai matangnya akar karma bajik mereka, yang
       tak terhingga banyaknya.
       Ketika Buddha selesai membabarkan Dharani Cundi ini, para
       makhluk yang tak terhingga jumlahnya terbebas dari kekotoran
       batin mereka serta memperoleh pahala kebajikan dharani agung ini
       - Mantra Kegemilangan Agung – serta menyaksikan kehadiran para
       Buddha, bodhisattva, dan para makhluk suci lainnya dari
       kesepuluh penjuru. Setelah itu mereka menyembah Sang Buddha dan
       meninggalkan tempat tersebut.
       *****************************************************