URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       Mahayana Bodhicitta Vajra
  HTML https://bodhicitta.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: Arya Mahayana
       *****************************************************
       #Post#: 190--------------------------------------------------
       Arya Bhagavato Bhaisajya Guru Vaidūrya Prabha Rāja P&#
       363;rvapranidhāna Visesa Vistara Nāma Mahāyā
       na Sūtr
       By: ajita Date: March 5, 2017, 8:29 am
       ---------------------------------------------------------
       [center][URL=
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Bhaisajya%20Guru%20Vaidurya%20Prabha%20Raja%20Tathagata.jpg.html][IMG]http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Bhaisajya%20Guru%20Vaidurya%20Prabha%20Raja%20Tathagata.jpg[/img][/URL]
       Arya Bhagavato Bhaisajya Guru Vaidūrya Prabha Rāja
       Pūrvapranidhāna Visesa Vistara Nāma
       Mahāyāna Sūtram
       [html]<iframe width="420" height="315"
       src="//www.youtube.com/embed/ag-y2Joa7rk" frameborder="0"
       allowfullscreen></iframe>[/html]
       [URL=
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Namah%20Sarva%20Buddha%20Bodhisattvebhyah.jpg.html][IMG]http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Namah%20Sarva%20Buddha%20Bodhisattvebhyah.jpg[/img][/URL]
       Om Namah Sarvajñ&#257;ya | Namo Bhagavate Bhaisajya Guru
       Vaid&#363;rya Prabha R&#257;j&#257;ya Tath&#257;gat&#257;ya
       [/center]
       Demikianlah telah kudengar, pada satu waktu, sang Bhagav&#257;n
       sedang berjalan kaki ke kota untuk mengajar, lalu tiba di kota
       besar Vai&#347;&#257;l&#299;. Sekarang di tempat itu, sang
       Bhagav&#257;n tinggal berdiam di Vai&#347;&#257;l&#299;, di
       bawah pohon yang bersuara musik, bersama dengan jumlah besar
       Bhiksu samgha sebanyak delapan ribu Bhiksu, bersama dengan tiga
       puluh enam ribu Bodhisattva, bersama dengan para raja, menteri,
       br&#257;hmana, grhapati. Perkumpulan majelis dari para deva,
       n&#257;ga, yaksa, gandharva, &#257;sura, garuda, kinnara,
       mahoraga, manusy&#257;, dan makhluk bukan manusia
       mengelilingi-Nya dengan penuh hormat demi pengajaran Dharma-Nya.
       Kemudian Mañju&#347;r&#299;, sang putra dari Raja Dharma
       (dharmar&#257;japutro), melalui kekuatan sang Buddha
       (buddh&#257;nubh&#257;vena), bangkit dari tempat duduk-Nya,
       mengatur jubah atas-Nya, menempatkan lutut kanannya ke tanah,
       menggabungkan telapak tangannya bersama-sama beranjali kearah
       sang Bhagav&#257;n, dan berkata kepada sang Bhagavanta :
       "Ajarkanlah, Bhagavan, nama dari para Tath&#257;gat&#257;,
       pembagian yang luas dari sumpah masa lampau Mereka
       (p&#363;rvapranidh&#257;navistaravibhangam), agar orang-orang
       yang mendengarnya termurnikan semua rintangan karmanya
       (sarvakarm&#257;varan&#257;ni vi&#347;odhayema), agar pada waktu
       terakhir, di saat-saat terakhir, pada masa kerusakan Saddharma,
       para makhluk hidup mendapatkan pertolongan."
       Kemudian sang Bhagav&#257;n berseru memuji sang Mañju&#347;ri
       Kum&#257;rabh&#363;t&#257; : "Sangat baik! Sangat baik Manjusri
       ! Anda berbelas kasih besar Manjusri ! Anda, setelah
       menghasilkan belas kasih yang tidak terbatas, memohon ini demi
       manfaat, keuntungan, kebahagiaan para makhluk yang terhalangi
       oleh rintangan karma, dan demi kesejahteraan para Deva dan
       manusya. Oleh karena itu, Anda, Manjusri, dengarlah dan
       pusatkanlah pikiran dengan baik, Saya akan berbicara."
       "Begitulah, Bhagavan." Mañju&#347;ri Kum&#257;rabh&#363;t&#257;
       mendengar sang Bhagavatah.
       Sang Bhagav&#257;n berkata kepada Dia : "Ada, Manjusri, di
       penjuru timur dari Buddhaksetra ini, setelah melewati
       Buddhaksetra yang banyaknya sebanding dengan butiran pasir dari
       sepuluh sungai gangga
       (da&#347;agang&#257;nad&#299;v&#257;luk&#257;sam&#257;ni
       buddhaksetr&#257;nyatikramya),  sistem dunia yang bernama
       Tampilan Yang Sama Dengan Permata Biru
       (vaid&#363;ryanirbh&#257;s&#257; n&#257;ma lokadh&#257;tuh). Di
       sana ada Tath&#257;gata Arhan Samyaksambuddho yang bernama Guru
       Obat Cahaya Permata Biru (bhaisajya-guru-vaid&#363;rya-prabho)
       sedang tinggal berdiam, yang Sempurna Pikiran dan Perbuatan
       (vidy&#257;caranasampannah), yang Terbahagia (sugato), yang
       Mengetahui Dunia (lokavida), sang Penjinak Nafsu Makhluk Yang
       Tiada Tandingan (anuttarah purusadamyas&#257;rathi), sang Guru
       para dewa manusia (&#347;&#257;st&#257; dev&#257;n&#257;m
       manusy&#257;n&#257;m), yang Tercerahkan (buddho), yang Mulia
       (bhagav&#257;n = Makhluk Tertinggi atau salah satu gelar Tuhan
       dalam kitab brahmana veda, = Yang Unggul). Lagi, Manjusri, saat
       sang Bhagavato Bhaisajya Guru Vaid&#363;rya Prabha
       Tath&#257;gata menjalani jalan Bodhisattva
       (bodhisattvac&#257;rik&#257;m carata) di masa lampau, dua belas
       Mah&#257; Pranidh&#257;n&#257; dibuat. Apa dua belas Mah&#257;
       Pranidh&#257;n&#257; ini?"
       "Yang pertama dari Mah&#257; Pranidh&#257;n&#257;-Nya adalah :
       'Ketika Saya, di masa depan, mencapai Anuttar&#257;
       Samyaksambodhi Abhisambudha, maka pada saat itu, dengan
       kecemerlangan tubuh Saya menyinari dan menerangi sistem dunia
       yang tidak terukur, tidak terhitung, tidak terbatas. Karena Saya
       dilengkapi dengan tiga puluh dua tanda dari Mah&#257; Purusa dan
       tubuh yang dihiasi dengan delapan puluh tanda tambahan, semua
       makhluk bisa menjadi begitu juga.'"
       "Yang kedua dari Mah&#257; Pranidh&#257;n&#257;-Nya adalah :
       'Ketika Saya, di masa depan, mencapai Anuttar&#257;
       Samyaksambodhi Abhisambudha, maka setelah menyelesaikan Bodhi,
       tubuh Saya luar dan dalam seluruhnya termurnikan
       (antarbahiratyantapari&#347;uddho) sama seperti permata
       Vaid&#363;rya yang tidak ternilai harganya
       (anarghavaid&#363;ryamaniriva), mungkin memiliki cahaya yang
       tanpa noda (vimalaprabh&#257;sampannah sy&#257;t), seperti tubuh
       yang sangat luas (vipulak&#257;yastadupamena) yang didirikan
       dengan kecemerlangan (tejas) dan kilauan (&#347;riy&#257;).
       Jaring sinarnya melampaui matahari dan bulan; makhluk apapun
       yang lahir di lokadh&#257;tu, juga orang-orang, di malam hari,
       di kegelapan malam bisa pergi ke berbagai arah. Di semua
       penjuru, yang tersentuh oleh cahaya Saya, akan melakukan
       perbuatan kebajikan."
       "Yang ketiga dari Mah&#257; Pranidh&#257;n&#257;-Nya adalah :
       'Ketika Saya, di masa depan, mencapai Anuttar&#257;
       Samyaksambodhi Abhisambudha, maka setelah menyelesaikan Bodhi,
       para makhluk dari Saya, melalui dipenuhi dengan kekuatan dari
       kebijaksanaan dan cara yang tidak terbatas
       (aprameyaprajñop&#257;yabal&#257;dh&#257;nena), akan ada demi
       memuaskan kesenangan dan kenikmatan yang tidak terukur di dunia
       makhluk hidup; Mungkin tidak ada cacat pada makhluk hidup
       apapun."
       "Yang keempat dari Mah&#257; Pranidh&#257;n&#257;-Nya adalah :
       'Ketika Saya, di masa depan, mencapai Anuttar&#257;
       Samyaksambodhi Abhisambudha, maka setelah menyelesaikan Bodhi,
       para makhluk yang menjalani jalan yang buruk
       (kum&#257;rgapratipann&#257;h), yang menjalani jalan Pendengar
       (&#347;r&#257;vakam&#257;rgapratipann&#257;h), juga yang
       menjalani jalan Buddha penyendiri
       (pratyekabuddham&#257;rgapratipann&#257;&#347;ca), para makhluk
       itu akan diarahkan menuju ke Mah&#257;y&#257;na, sang Jalan
       Bodhi Yang Tiada Tanding (anuttare bodhim&#257;rge
       mah&#257;y&#257;ne)."
       "Yang kelima dari Mah&#257; Pranidh&#257;n&#257;-Nya adalah :
       'Ketika Saya, di masa depan, mencapai Anuttar&#257;
       Samyaksambodhi Abhisambudha, maka setelah menyelesaikan Bodhi,
       para makhluk dari Saya, melalui ajaran Saya, menjalani
       brahmacarya, mereka semua menjadi yang memiliki disiplin-moral
       yang tidak rusak (akhanda&#347;&#299;l&#257;h), terlindungi
       dengan baik (susamvrt&#257;h). Siapapun yang disiplin-moralnya
       telah hancur (&#347;&#299;lavipannasya), akan tidak mungkin,
       setelah mendengar nama Saya (mama n&#257;madheyam
       &#347;rutv&#257;), pergi ke takdir jahat (durgatigamanam)."
       "Yang keenam dari Mah&#257; Pranidh&#257;n&#257;-Nya adalah :
       'Ketika Saya, di masa depan, mencapai Anuttar&#257;
       Samyaksambodhi Abhisambudha, maka setelah menyelesaikan Bodhi,
       para makhluk dari Saya yang bertubuh cacat, yang inderanya
       cacat, yang berwarna buruk, yang bisu-tuli, yang pincang, yang
       punggungnya bungkuk, yang berkusta, yang terpotong, yang buta,
       yang tuli, yang gila, dan yang lainnya yang ada penyakit di
       tubuh, setelah mendengar nama Saya, semuanya menjadi berindera
       lengkap (sakalendriy&#257;h) dan beranggota tubuh yang lengkap
       (suparip&#363;rnag&#257;tr&#257;)."
       "Yang ketujuh dari Mah&#257; Pranidh&#257;n&#257;-Nya adalah :
       'Ketika Saya, di masa depan, mencapai Anuttar&#257;
       Samyaksambodhi Abhisambudha, maka setelah menyelesaikan Bodhi,
       para makhluk dari Saya yang tersiksa oleh berbagai macam
       penyakit, yang tanpa pertahanan, yang tanpa perlindungan, yang
       terpisah dari peralatan dan obat, yang tiada pelindung, yang
       miskin, yang sedih, jika nama Saya turun ke telinga mereka,
       semua penyakit mereka tersembuhkan (tes&#257;m
       sarvavy&#257;dhayah pra&#347;ameyuh), dan menjadi sehat
       (n&#299;rog&#257;&#347;ca), dan menjadi terbebas dari bahaya
       (nirupadrav&#257;&#347;ca), hingga mereka memahami Kebangkitan
       (te syury&#257;va bodhiparyavas&#257;nam)."
       "Yang kedelapan dari Mah&#257; Pranidh&#257;n&#257;-Nya adalah :
       'Ketika Saya, di masa depan, mencapai Anuttar&#257;
       Samyaksambodhi Abhisambudha, maka setelah menyelesaikan Bodhi,
       maka perempuan manapun yang menderita oleh ratusan berbagai
       macam kekurangan perempuan
       (n&#257;n&#257;&#347;tr&#299;dosa&#347;ataih samlkistam), yang
       membenci keberadaan sebagai perempuan (str&#299;bh&#257;vam
       vijugupsitam), dan ingin terbebas dari berkelamin perempuan
       (m&#257;trgr&#257;mayonim ca parimoktuk&#257;mo), melalui
       mempertahankan nama Saya (mama n&#257;madheyam dh&#257;rayet),
       untuk perempuan itu tidak akan berkeberadaan sebagai perempuan
       (tasya m&#257;trgr&#257;masya na str&#299;bh&#257;vo bhavet),
       hingga memahami Kebangkitan (y&#257;va bodhiparyavas&#257;nam)."
       "Yang kesembilan dari Mah&#257; Pranidh&#257;n&#257;-Nya adalah
       : 'Ketika Saya, di masa depan, mencapai Anuttar&#257;
       Samyaksambodhi Abhisambudha, maka setelah menyelesaikan Bodhi,
       semua makhluk yang terikat oleh ikatan jerat Mara
       (sarvasattv&#257;n m&#257;rap&#257;&#347;abandhanabaddh&#257;n),
       yang tiba di jalan sempit yang tak bisa dilewati dari berbagai
       jenis pandangan salah
       (n&#257;n&#257;drstigahanasamkatapr&#257;pt&#257;n), yang menuju
       ke semua jerat pandangan salah dari Mara
       (sarvam&#257;rap&#257;&#347;adrstigatibhyo), menjadi berbalik
       kembali (vinivartya), terperintahkan dengan pandangan yang benar
       (samyagdrstau niyojya), menyaksikan jalan Bodhisattva dari awal
       sampai akhir (&#257;nup&#363;rvyena bodhisattvac&#257;rik&#257;m
       samdar&#347;ayeyam)."
       "Yang kesepuluh dari Mah&#257; Pranidh&#257;n&#257;-Nya adalah :
       'Ketika Saya, di masa depan, mencapai Anuttar&#257;
       Samyaksambodhi Abhisambudha, maka setelah menyelesaikan Bodhi,
       beberapa makhluk dari Saya yang cemas dan takut pada raja
       (r&#257;j&#257;dhibhayabh&#299;t&#257;h), atau yang tertangkap
       dan terikat oleh ikatan (bandhanabaddh&#257;varuddh&#257;h), di
       hukum mati (vadh&#257;rh&#257;), tertekan oleh banyak kecurangan
       (anekam&#257;y&#257;bhirupadrut&#257;), dan dilecehkan
       (vim&#257;nit&#257;&#347;ca), terluka oleh penderitaan dari
       tubuh, ucapan dan pikiran
       (k&#257;yikav&#257;cikacaitasikaduhkhairabhy&#257;hat&#257;h),
       melalui mendengar nama Saya dan melalui kekuatan kebajikan-Ku
       (te mama n&#257;madheyasya &#347;ravanena mad&#299;yena
       puny&#257;nubh&#257;venasca), terbebaskan dari semua bencana dan
       ketakutan (sarvabhayopadravebhyah parimucyeran)."
       "Yang kesebelas dari Mah&#257; Pranidh&#257;n&#257;-Nya adalah :
       'Ketika Saya, di masa depan, mencapai Anuttar&#257;
       Samyaksambodhi Abhisambudha, maka setelah menyelesaikan Bodhi,
       para makhluk Saya yang terbakar oleh api kelaparan
       (ksudh&#257;gnin&#257; prajvalit&#257;h), yang bermaksud mencari
       minuman dan makanan
       (&#257;h&#257;rap&#257;naparyestyabhiyukt&#257;h), yang oleh
       karena itu melakukan kejahatan (tannid&#257;nam p&#257;pam
       kurvanti), jika mereka mempertahankan nama-Ku, Saya akan
       mengenyangkan tubuh mereka dengan makanan yang diberkahi oleh
       warna, wangi dan rasa."
       "Yang keduabelas dari Mah&#257; Pranidh&#257;n&#257;-Nya adalah
       : 'Ketika Saya, di masa depan, mencapai Anuttar&#257;
       Samyaksambodhi Abhisambudha, maka setelah menyelesaikan Bodhi,
       beberapa makhluk Saya yang tidak punya pakaian
       (vasanavirahit&#257;), miskin (daridr&#257;h), yang tertekan
       oleh kedinginan - kepanasan - sengatan nyamuk
       (&#347;&#299;tosnadam&#347;ama&#347;akrairupadrut&#257;), yang
       di malam dan di siang hari mengalami penderitaan
       (r&#257;trimdivam duhkhamanubhavanti), jika mereka
       mempertahankan nama-Ku (sacet te mama n&#257;madheyem
       dh&#257;rayeyuh), Saya akan mengumpulkan pakaian dan nafkah
       hidup untuk mereka (aham tes&#257;m ca
       vastraparibhogamupasamhareyam), menghadiahkan kesenangan banyak
       warna dan corak (n&#257;n&#257;rangai rakt&#257;m&#347;ca
       k&#257;m&#257;nupan&#257;mayeyam), sepenuhnya mengabulkan semua
       keinginan dari semua makhluk dengan berbagai macam perhiasan
       yang terbuat dari permata - wewangian - karangan bunga - salep -
       musik dari turya dan tadavacara (vividhai&#347;ca
       ratn&#257;bharana-gandha-m&#257;lya-vilepana-v&#257;dyat&#363;ry
       at&#257;d&#257;vacaraih
       sarvasattv&#257;n&#257;m sarv&#257;bhipr&#257;y&#257;n
       parip&#363;rayeyam)."
       "Inilah dua belas ikrar besar, Mañju&#347;r&#299;h, yang telah
       dibuat oleh sang Bhagav&#257;n Bhaisajyaguruvaid&#363;ryaprabha
       Tath&#257;gata Arhan Samyaksambuddha di masa lalu saat menjalani
       jalan Bodhi."
       "Lebih lanjut lagi, Mañju&#347;r&#299;h, adalah tidak mungkin di
       dalam kalpa dan sisa dari kalpa mencapai akhir dari susunan
       kebajikan wilayah Buddha (buddhaksetragunavy&#363;ha) dan ikrar
       (pranidh&#257;na) dari sang Bhagavato
       Bhaisajyaguruvaid&#363;ryaprabhasya Tath&#257;gata. Wilayah
       Buddha itu sempurna kemurniannya (suvi&#347;uddham tad
       buddhaksetram), tiada batu (&#347;il&#257;), pasir
       (&#347;arkara), kerikil (kathalya); tiada berahi (k&#257;ma) dan
       kebencian (dosa); tiada kata 'menderita' dan 'tidak beruntung'
       (&#257;p&#257;yaduhkha&#347;abda); tiada perempuan
       (m&#257;trgr&#257;ma). Bumi yang besar itu sepenunya terbuat
       dari Vaid&#363;rya (vaid&#363;ryamay&#299; ca s&#257;
       mah&#257;prthiv&#299;), dengan dinding (kudya), benteng
       (pr&#257;k&#257;ra), istana (pr&#257;s&#257;da), gerbang
       melengkung (torana), jeruji (gav&#257;ksaj&#257;la), menara
       kecil (niry&#363;ha) yang terbuat dari tujuh permata
       (saptaratnamay&#299;), sama seperti sukh&#257;vat&#299;
       (yadr&#347;&#299; sukh&#257;vat&#299;) begitulah sistem dunia
       itu (lokadh&#257;tust&#257;dr&#347;&#299;). Di Sistem Dunia
       Vaid&#363;ryanirbh&#257;s&#257; itu, ada dua Bodhisattva
       Mah&#257;sattva yang adalah pemimpin (pramukhau) dari para
       Bodhisattv&#257; Mah&#257;sattv&#257; yang tidak terbatas dan
       tidak terhitung (apramey&#257;n&#257;masamkhyey&#257;n&#257;),
       yang pertama bernama S&#363;ryavairocana, yang kedua bernama
       Candravairocana, yang menyokong gudang Dharma yang menakjubkan
       (saddharmako&#347;am dh&#257;rayatah) dari sang Bhagavato
       Bhaisajyaguruvaid&#363;ryaprabha Tath&#257;gata. Oleh karena
       itu, maka Mañju&#347;r&#299;h, dengan keyakinan
       (&#347;r&#257;ddhena), para kulaputra dan kuladuhitr&#257; harus
       membuat ikrar untuk lahir di Buddhaksetra itu."
       Kemudian sang Bhagav&#257;n kembali berkata kepada Mañju&#347;ri
       Kum&#257;rabh&#363;ta : "Ada, Mañju&#347;r&#299;, para makhluk
       yang bodoh (prthagjan&#257;h sattv&#257;h), yang tidak tahu
       perbuatan yang baik dan yang buruk (ye na j&#257;nanti
       ku&#347;al&#257;ku&#347;alam karma), mereka dikuasai oleh
       ketamakan (te lobh&#257;bhibh&#363;t&#257;), tidak tahu memberi
       sumbangan dan hasil matangnya yang besar (aj&#257;nanto
       d&#257;nam d&#257;nasya ca mah&#257;vip&#257;kam), yang bodoh
       dan paling sembrono (b&#257;l&#257;gram&#363;rkh&#257;h), yang
       cacat indera dan keyakinan (&#347;raddhendriyavikal&#257;), yang
       bermaksud mengumpulkan kekayaan benda
       (dhanasamcayaksan&#257;bhiyukt&#257;h), dan juga pikiran mereka
       tidak mengarah ke membagikan sumbangan (na ca
       d&#257;nasamvibh&#257;ge tes&#257;m cittam kramate), saat
       menyumbang (d&#257;nak&#257;le) seolah-olah merasa memotong
       daging tubuh sendiri (upasthite sva&#347;ar&#299;ramamsacchedane
       iva), juga pikirannya menjadi (menderita) begitu (v&#257; manaso
       (duhkham) bhavati). Sangat banyak juga para mahkluk yang tidak
       menikmati untuk diri mereka sendiri (aneke ca sattv&#257;m ye
       svayameva na paribhuñjanti), apalagi (pr&#257;geva)
       memberikannya kepada Ibu-Ayah-Istri-Putrinya
       (m&#257;t&#257;pitrbh&#257;ry&#257;duhitrn&#257;m
       d&#257;syanti), apalagi kepada Budak-Orang Pengangguran
       (pr&#257;geva d&#257;sad&#257;s&#299;karmakar&#257;n&#257;m),
       apalagi kepada para pengemis yang lain
       (pr&#257;gev&#257;nyes&#257;m y&#257;cak&#257;n&#257;m).
       Siapapun makhluk itu (te t&#257;dr&#347;&#257;h sattv&#257;),
       meninggal dari sini (ita&#347;cyutv&#257;), akan terlahir di
       alam hantu kelaparan atau alam binatang (pretaloke upapatsyante
       tiryagyonau v&#257;). Bagi yang sebelumnya terlahir sebagai
       manusia (yaih p&#363;rvam manusyabh&#363;taih), akan menjadi
       terdengar kepadanya nama dari sang bhagavato
       bhaisajyaguruvaid&#363;ryaprabha tath&#257;gata (&#347;rutam
       bhavisyati tasya bhagavato bhaisajyaguruvaid&#363;ryaprabhasya
       tath&#257;gatasya n&#257;madheyam), dan mereka yang menghuni
       dunia yama (akhirat) juga yang menghuni alam binatang (tatra
       tes&#257;m yamalokasthit&#257;n&#257;m
       tiryagyonisthit&#257;n&#257;m v&#257;), kepadanya nama dari sang
       tath&#257;gata akan menjadi hadir terdengar (tasya
       tath&#257;gatasya n&#257;ma susammukh&#299;bhavisyati). Dengan
       mampu sendiri mengingatnya, meninggal dari sini akan kembali
       terlahir di alam manusia (saha smara&#7751;am&#257;tre&#7751;a
       ata&#347;cyutv&#257; punarapi manu&#7779;yaloke upapatsyante),
       dan akan mengingat kelahiran lampaunya
       (j&#257;tismar&#257;&#347;ca bhavi&#7779;yanti). Dengan mampu
       sendiri mengingatnya, meninggal dari sini akan kembali terlahir
       di alam manusia (saha smara&#7751;am&#257;tre&#7751;a
       ata&#347;cyutv&#257; punarapi manu&#7779;yaloke upapatsyante),
       dan akan mengingat kelahiran lampaunya
       (j&#257;tismar&#257;&#347;ca bhavi&#7779;yanti). Mereka semua
       ketakutan takut pada kelahiran buruk (te te
       durgatibhayabh&#299;t&#257;), tidak akan kembali berhasrat pada
       objek nafsu indera (na bh&#363;ya&#7717;
       k&#257;magu&#7751;ebhirarthik&#257; bhavi&#7779;yanti), akan
       menjadi berhasrat menyumbang (d&#257;n&#257;bhirat&#257;&#347;ca
       bhavi&#7779;yanti) dan juga pemuji dari menyumbang (d&#257;nasya
       ca var&#7751;av&#257;dina&#7717;). Lebih lanjut, meninggalkan
       semuanya secara bertahap (sarvamapi
       parity&#257;gen&#257;nup&#363;rve&#7751;a),
       *****************************************************