URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       Mahayana Bodhicitta Vajra
  HTML https://bodhicitta.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: Maha Ratna Kuta Suttram
       *****************************************************
       #Post#: 187--------------------------------------------------
       Amitābhasya Tathāgatasya Sukhāvatī Vyūh
       a Nāma Mahāyāna Ratna Kūta Sūtra
       By: ajita Date: February 12, 2017, 8:58 am
       ---------------------------------------------------------
       [center]MAHAYANA TRIPITAKA SUTTRAM
       [URL=
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Amitabha%20Buddha.jpg.html][IMG]http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Amitabha%20Buddha.jpg[/img][/URL]
       [html]<iframe width="420" height="315"
       src="//www.youtube.com/embed/2qyFtGbxAho" frameborder="0"
       &#32;allowfullscreen></iframe>[/html]
       [URL=
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/AMITABHA%20HRIH.jpg.html][IMG]http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/AMITABHA%20HRIH.jpg[/img][/URL]
       Amit&#257;bhasya Tath&#257;gatasya Sukh&#257;vat&#299;
       Vy&#363;ha N&#257;ma Mah&#257;y&#257;na Ratna K&#363;ta
       S&#363;tra
       Om Amit&#257;bha Hr&#299;h
       [/center]
       [center]
       sukh&#257;vat&#299;vy&#363;hah vistara m&#257;trk&#257;
       (Ibu Dari Ajaran Yang Luas Dari Susunan Kebahagiaan
       Penuh)[/center]
       [center]
       om namah &#347;r&#299;sarvabuddhabodhisattvebhyah
       (Om Terpujilah Semua Yang Agung Buddha dan Bodhisattva)
       namo
       da&#347;adiganant&#257;paryantalokadh&#257;tupratisthitebhyah
       sarvabuddhabodhisattv&#257;rya&#347;r&#257;vakapratyekabuddhebhy
       o
       't&#299;t&#257;n&#257;gatapratyutpannebhyah
       (Terpujilah Yang Menghuni Sistem Dunia Yang Tiada Batas Dan
       Tiada Akhir Di Sepuluh Penjuru Semua Buddha Bodhisattva Arya
       Sravaka dan PratyekaBuddha dari Masa Lampau, Masa Sekarang dan
       Masa Depan)
       namo Amit&#257;bh&#257;ya
       (Terpujilah Sang Cahaya Tanpa Batas)
       namo 'cintyagun&#257;ntar&#257;tmane
       (Terpujilah Yang Memiliki Kebajikan Tidak Terbayangkan)[/center]
       Demikianlah telah kudengar, pada satu waktu, sang Bhagavan
       sedang tinggal berdiam di R&#257;jagrha, di atas puncak gunung
       Grdhrak&#363;ta, bersama-sama dengan perkumpulan besar Bhiksu
       samgha yang banyaknya tiga puluh dua ribu Bhiksu
       (dv&#257;trim&#347;at&#257; bhiksusahasraih), yang semuanya
       adalah para Arhat yang telah melenyapkan emosi yang mengganggu
       dan arus keluarnya telah dihabiskan (sarvairarhadbhih
       ks&#299;n&#257;sravairnihkle&#347;airusitavadbhih), yang
       pikirannya sepenuhnya terbebaskan oleh pengetahuan yang sempurna
       (samyag&#257;jñ&#257;suvimuktacittaih), dengan pikiran yang
       memeriksa (par&#299;ksacittaih) - telah menghancurkan belenggu
       dari keberadaan (pariks&#299;nabhavasamyojana), yang telah
       memperoleh tujuan mereka sendiri (anupr&#257;ptasvak&#257;rtha),
       yang telah memperoleh pengendalian diri tertinggi dan kemenangan
       (vijitavadbhiruttamadamathapr&#257;ptaih), yang pikirannya telah
       sepenuhnya terbebaskan (suvimuktacittaih), yang kebijaksanaannya
       telah sepenuhnya terbebaskan (suvimuktaprajña), para gajah besar
       (mah&#257;n&#257;gaih), yang memiliki enam pengetahuan,
       penguasaan, penyerapan pada delapan pembebasan, dan kekuatan
       (sadabhijñairva&#347;&#299;bh&#363;tairastavimoksadhy&#257;yibhi
       rbalapr&#257;pta),
       yang mahir dalam pengetahuan (abhijñ&#257;t&#257;bhijñaih), para
       Sthavira Mah&#257;&#347;r&#257;vaka, yaitu : Ajñ&#257;ta
       Kaundinya, A&#347;vajit&#257;, V&#257;spa,
       Mah&#257;n&#257;mn&#257;, Bhadrajit&#257;, Ya&#347;odeva,
       Vimala, Sub&#257;hu, P&#363;rna Maitr&#257;yan&#299; putra,
       Uruvilv&#257; K&#257;&#347;yapa, Nad&#299; K&#257;&#347;yapa,
       Gay&#257; K&#257;&#347;yapa, Kum&#257;ra K&#257;&#347;yapa,
       Mah&#257; K&#257;&#347;yapa, S&#257;riputra, Mah&#257;
       Maudgaly&#257;yana, Mah&#257; Kausthilya, Mah&#257; Kaphila,
       Mah&#257; Cunda, Aniruddha, Nandika, Kampila, Subh&#363;ti,
       Revata, Khadiravanika, Vakula, Sv&#257;gata, Amoghar&#257;ja,
       P&#257;r&#257;yanika, Patka, Cullapatka, Nanda, R&#257;hula,
       Ayusma Ananda, bersama dengan ini ada para Sthavira Mah&#257;
       Sr&#257;vaka yang mahir dalam pengetahuan, kecuali satu orang
       yang masih harus maju di tingkat pemula yaitu Ayusma Ananda.
       Para Bodhisattva Mah&#257;sattva berjumlah besar yang mahir
       dalam Mah&#257;y&#257;na juga hadir mendampingi sang Buddha,
       termasuk Mereka semua yang dari Bhadrakalpa ini, yaitu
       Samantabhadra Bodhisattva, Mañju&#347;ri Kum&#257;rabh&#363;ta
       Bodhisattva, dan Maitreya Bodhisattva.
       Ada juga hadir enam belas Bodhisattva perumah tangga seperti
       Bhadrap&#257;la, juga Gambh&#299;racitta Bodhisattva,
       Sraddh&#257;prajn&#257; Bodhisattva, S&#363;nyat&#257;
       Bodhisattva, Unm&#257;darddhi Bodhisattva, Prabh&#257;vira
       Bodhisattva, Uttaraprajn&#257; Bodhisattva, Prajn&#257;ketu
       Bodhisattva, S&#257;ntayogyat&#257; Bodhisattva,
       Prajnapranidh&#257;na Bodhisattva, Gandhastin Bodhisattva,
       Ratnavira Bodhisattva, Madhyavisth&#257; Bodhisattva,
       Dam&#257;c&#257;ra Bodhisattva, dan Vimukta Bodhisattva,
       bersama-sama dengan para Satpurusa, yaitu : Ratnakara,
       Susarthavaha, Naradatta, Guhyagupta, Varunadatta, Indradatta,
       Utaramati, Visesamati, Vardhamanamati, Amoghadarsin
       Susamprasthita, Suvikrantavikramin, Anupamamati, Suryagarbha,
       dan Dharanidhara. Semua dari para Bodhisattva ini mengikuti
       jalan dari Samantabadra. Mereka telah memenuhi semua praktek dan
       sumpah dari Bodhisattvacary&#257;. Mereka tinggal berdiam dengan
       kukuh di dalam semua kualitas kebajikan. Pergi dengan bebas di
       dalam sepuluh penjuru arah dan melakukan up&#257;ya kaushalya
       dari pembebasan. Dia masuk kedalam gudang Dharma dari para
       Buddha dan mencapai pantai seberang. Di seluruh dunia yang tidak
       terhitung, Dia pertama mencapai Bodhi, tinggal berdiam di dalam
       surga Tusita, mengkhotbahkan Saddharma. Setelah meninggalkan
       istana surga, turun dan masuk ke dalam rahim Ibu-Nya. Segera
       setelah terlahir dari sisi kanan Ibu-Nya, Dia mengambil tujuh
       langkah. Saat Dia melakukannya, cahaya berkilau menyinari
       seluruh sepuluh penjuru arah dan Buddhaksetra yang tidak
       terhitung jumlahnya berguncang dalam enam cara.
       *****************************************************