DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
Mahayana Bodhicitta Vajra
HTML https://bodhicitta.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: Guhya Mahayana
*****************************************************
#Post#: 165--------------------------------------------------
Sarva Tathagata Kayavakcittarahasyo Guhya Samaya Nama Maha Kalpa
Raja Mahayana Sutra
By: ajita Date: November 13, 2016, 8:57 am
---------------------------------------------------------
[center]
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/ADI%20VAJRADHARA.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/ADI%20VAJRADHARA.jpg.html
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/PANCA%20JINA_1.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/PANCA%20JINA_1.jpg.html
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Sarva%20Vidya%20Vairocana_1.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Sarva%20Vidya%20Vairocana_1.jpg.html
Sarva Vidya Vairocana Buddha
Sarva Tathagata Kayavakcittarahasyo Guhya Samaya Nama Maha Kalpa
Raja Mahayana Sutra
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Tibet2520Guge2520092520Tsaparang2520Demchog2520Temple2.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Tibet2520Guge2520092520Tsaparang2520Demchog2520Temple2.jpg.html
Namah Sarva Buddha Bodhisattvebhyah
[html]<iframe width="420" height="315"
src="//www.youtube.com/embed/pblWghI3sZQ" frameborder="0"
allowfullscreen></iframe>[/html]
Om Namah Srī Vajrasattvāya Adi Buddhaya
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Achala.png
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Achala.png.html
Acala Maha Krodha Maha Bala
BAB I
Sarva Tathagata Samadhi Adhisthanapatalah pratamah
[/center]
Demikianlah telah kudengar, pada suatu waktu sang Bhagavan
sedang tinggal berdiam didalam 'rahim dari istri Vajra dari
intisari tubuh, ucapan, pikiran dari semua Tathagata'
(Sarvatathagatakayavakcittahrdayavajrayesidbhagesu).
Bersama-sama dengan-Nya ada para Bodhisattva Mahasattva yang
banyaknya seperti banyaknya bintik debu di gunung Sumeru dari
banyak Buddha-ksetra yang seluruhnya melampaui ungkapan. Yakni :
Samaya Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk
Besar yang bernama Perkumpulan Vajra),
Kaya Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk
Besar yang bernama Tubuh Vajra),
Vak Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk
Besar yang bernama Pidato Vajra),
Citta Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk
Besar yang bernama Pikiran Vajra),
Samadhi Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk
Besar yang bernama Meditasi Vajra),
Jaya Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk
Besar yang bernama Kemenangan Vajra),
Prthivi Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk
Besar yang bernama Tanah Vajra),
Abvajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk Besar
yang bernama Air Vajra),
Tejo Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk
Besar yang bernama Api Vajra),
Vayu Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk
Besar yang bernama Angin Vajra),
Akasa Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk
Besar yang bernama Langit Vajra),
Rupa Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk
Besar yang bernama Bentuk Vajra),
Sabda Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk
Besar yang bernama Suara Vajra),
Gandha Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk
Besar yang bernama Wangi Vajra),
Rasa Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk
Besar yang bernama Rasa Vajra),
Sprastavyavajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi,
Mahluk Besar yang bernama Sentuhan Vajra),
Dharmadhatu Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi,
Mahluk Besar yang bernama Alam Dharma Vajra), dan para
Bodhisattva Mahasattva lainnya yang banyaknya seperti banyaknya
bintik debu di gunung Sumeru dari banyak Buddha-ksetra yang
seluruhnya melampaui ungkapan.
Para Tathagata meliputi 'alam ruang angkasa (akasadhatu)', yakni
:
Aksobhya Vajra Tathagata,
Vairocana Vajra Tathagata,
Ratna Ketu Vajra Tathagata,
Amitabha Vajra Tathagata,
Amogha Siddhi Vajra Tathagata, dan seterus-Nya, meliputi seluruh
alam ruang angkasa, semua-Nya bersama-sama, sehingga seluruh
alam ruang angkasa penuh terisi dengan para Tathagata yang
muncul seperti biji wijen.
Kemudian sang 'Bhagavan Maha Vairocana Vajra Tathagata'
memasuki Samadhi yang bernama "Sarva Tathagata Maha Raganayam
(Jalan Kegemaran Besar Dari Semua Tathagata)" dan membuat
rombongan besar semua Tathagata masuk kedalam 'Tubuh, Ucapan,
Pikiran Vajra Nya Sendiri (Masuk ke dalam Tubuh, Ucapan, Pikiran
Vajra sang Maha Vairocana Buddha).
Kemudian semua para Tathagata itu, untuk menggembirakan sang
Bhagavatah dari Tubuh, Ucapan, Pikiran dari semua Tathagata,
mengubah wujud Mereka Sendiri kedalam wujud Perempuan dan muncul
keluar dari sang Bhagavato Maha Vairocana (stri-bimbany
abhinirmaya bhagavato mahavairocanasya kayad abhiniskranta
abhuvan).
Beberapa muncul sebagai Buddha Locana,beberapa sebagai Mamaki,
beberapa sebagai Pandaravasini, beberapa sebagai Samaya Tara,
beberapa muncul mewujudkan intisari dari Rupa, beberapa dari
Suara, beberapa dari Wangi, beberapa dari Rasa dan beberapa dari
Sentuhan.
Kemudian Aksobhya Tathagata, didalam rahim dari istri Vajra dari
intisari tubuh, ucapan, pikiran dari semua Tathagata mensucikan
yang sempurna tanpa noda, Empat Sisi dari Mandala Maha Samaya.
(atha khalu aksobhya tathagatah
sarvatathagatakayavakcittahrdayavajrayesidbhagesu virajaskam
caturasram mahasamaya mandalam adhisthapayam asa) :
Sejernih Kristal, dari sifat alaminya sendiri (svaccham
tatsvabhavam),
Wujud yang beragam meliputi semua (nanarupam samantah),
Menyebar dengan awan para Buddha (buddhameghasamakirnam),
Terisi dengan percikan nyala api (sphulingagahanakulam),
Dengan Mandala dari bulan dan seterusnya (svacchadimandalair
yuktam),
Kota dari semua Tathagata (sarvatatahagatam param).
Kemudian sang 'Bhagavan Penguasa Tubuh, Ucapan, Pikiran Vajra
dari semua Tathagata (bhagavan
sarvatathagatakayavakcittavajra-dhipatih)' mengambil tempat-Nya
pada tengah pusat dari Maha Mandala dari semua Tathagata
(sarvatathagatamahamandalamadhye pratisthapayam asa).
Kemudian Aksobhya Tathagata, Ratna Ketu Tathagata, Amitayus
Tathagata, Amogha Siddhi Tathagata, Vairocana Tathagata tinggal
berdiam didalam hati dari Bodhicittavajra Tathagata
(bodhicittavajrasya tathagatasya hrdaye vijahara).
Kemudian sang Bhagavan Bodhicittavajra Tathagata memasuki
Samadhi yang bernama "Vajra yang terlahir dari Samaya dari
Tubuh, Ucapan, Pikiran Vajra dari semua Tathagata
(sarvatathagatakayavakcittavajrasamayodbhavavajram nama
samadhim)", dan menyucikan perwujudan dari Maha Vidya ini
(mahavidyapurusamurtim) dengan pemberkatan dari Mantra dari
semua Tathagata (sarvatathagatamantradhistanam adhisthapayam
asa), dan pada waktu yang bersamaan sang Bhagavan
Bodhicittavajra Tathagata terlihat ada tiga muka oleh semua
Tathagata.
Kemudian semua Tathagata dipimpin oleh Aksobhya Tathagata muncul
keluar dari hati sang Bhagavato Maha Vairocana, dan menyanyikan
lagu pujian Udana ini:
Ah Ajaib ! Pikiran Pencerahan dari semua Buddha maju keluar.
(ahe hi sarvabuddhanam bodhicittapravartanam)
Rahasia dari semua Tathagata, yang tiada tempat menghuni, yang
tidak bisa dijelaskan. (sarva tathagatam guhyam apratarkyam
analayam)
Kemudian semua Bhagavantah Tathagata berkumpul bersama-sama
kembali dan menyembah sang Bhagavantah Bodhicittavajra dengan
awan permata dari Samaya yang mulia kebenaran menyebar luas
pemujaan dari semua Tathagata, dan membungkuk di hadapan-Nya
dengan berkata (atha bhagavantah sarvatathagatah punah samajam
agamya bhagavantam bodhicittavajram
sarvatathagatapujaspharana-samayatattvaratnameghaih sampuja
pranipatyaivam ahuh):
Umumkan, Bhagavan, Kenyataan, Kumpulan Dari Intisari Vajra.
(bhasasva bhagavan tattvam vajrasarasamuccayam)
Rahasia Dari Semua Tathagata, Penyatuan, Yang Lahir Dari
Rahasia. (sarvatathagatam guhyam samajam guhyasambhavam)
Kemudian sang Bhagavan Bodhicittavajra Tathagata berkata kepada
semua Tathagata : Bagus, Bagus, semua Bhagavan Tathagata! Hingga
kini ini membingungkan bahkan para Tathagata, jadi berapa banyak
lebih lagi yang lainnya, para Bodhisattva! (kim tu
sarvatathagatanam api samsayakaro'yam kuto'nyesam bodhisattvanam
iti).
Kemudian semua Bhagavantah Tathagata, terkena ketakjuban dan
keheranan, memohon dengan sangat pada sang 'Bhagavan Tuan dari
semua Tathagata (bhagavatam sarvatathagatasvaminam)', yang
menghapus keraguan Mereka :
Semoga sang Bhagavan mengungkapkan rahasia tubuh, ucapan,
pikiran dari semua Tathagata yang Dia tidak dapat perlihatkan
bahkan kepada perkumpulan semua Tathagata dengan
kualitas-kualitas yang seperti demikian itu, setelah memberkati
Mereka dengan kata-kata yang menghasilkan Vajra Samaya dari
semua Tathagata, sehingga Mereka bisa mengalami kebahagiaan dan
kegembiraan dan mencapai kebijaksanaan dan tanggapan penglihatan
yang hebat dari semua Tathagata.
Kemudian sang Bhagavan Sarvatathagatakayavakcittavajra Tathagata
memasuki Samadhi yang bernama "Lampu Vajra Kebijaksanaan
(jnanapradipavajram nama samadhim)" dan memunculkan dari tubuh,
ucapan, pikiran Vajra-Nya Mantra ini, Intisari yang tertinggi
dan yang paling dalam dari keluarga dari kebencian
(dvesakulamantraparamasarahrdayam):
VAJRADHRK
Segera setelah itu diucapkan, sang Bhagavan, Diri-Nya Sendiri,
perwujudan dari Vidya dari tubuh, ucapan, pikiran dari semua
Tathagata, didalam keadaan yang tertinggi dari penyatuan dengan
Maha Mudra dari Aksobhya, dengan warna hitam, putih, dan merah
dari 'bentuk (rupa)', duduk di dalam tempat dari tubuh, ucapan,
pikiran Vajra dari semua Tathagata.
Kemudian sang Bhagavan memasuki Samadhi yang bernama "Kelahiran
Vajra Dari Samaya Semua Tathagata
(sarvatathagatasamayasambhavavajram nama samadhim)" dan
memunculkan dari tubuh, ucapan, pikiran Vajra-Nya Mantra ini,
Intisari yang tertinggi dan yang paling dalam dari keluarga dari
angan-angan khayalan (mohakulaparamasarahrdayam) :
JINAJIK
Segera setelah itu diucapkan, sang Bhagavan, Diri-Nya Sendiri,
perwujudan dari Vidya dari tubuh, ucapan, pikiran dari semua
Tathagata, didalam keadaan yang tertinggi dari penyatuan dengan
Maha Mudra dari Vairocana, dengan warna putih, hitam, dan merah
dari 'bentuk (rupa)', duduk di sebelah timur dari tubuh, ucapan,
pikiran Vajra dari semua Tathagata.
Kemudian sang Bhagavan memasuki Samadhi yang bernama "Kemuliaan
Vajra Dari Kelahiran Permata Dari Semua Tathagata
(sarvatathagataratnasambhavavajrasriyam nama samadhim)" dan
memunculkan dari tubuh, ucapan, pikiran Vajra-Nya Mantra ini,
Intisari yang tertinggi dan yang paling dalam dari keluarga dari
permata pengabul keinginan (cintamanikulaparamasarahrdayam) :
RATNADHRK
Segera setelah itu diucapkan, sang Bhagavan, Diri-Nya Sendiri,
perwujudan dari Vidya dari tubuh, ucapan, pikiran dari semua
Tathagata, didalam keadaan mengangkasa yang tertinggi dari
penyatuan dengan Maha Mudra dari Ratnaketu, dengan warna kuning,
hitam, dan putih dari 'bentuk (rupa)', duduk di sebelah selatan
dari tubuh, ucapan, pikiran Vajra dari semua Tathagata.
Kemudian sang Bhagavan memasuki Samadhi yang bernama "Kelahiran
Vajra Dari Kegemaran Besar Dari Semua Tathagata
(sarvatathagatamaharagasambhavavajram nama samadhim)" dan
memunculkan dari tubuh, ucapan, pikiran Vajra-Nya Mantra ini,
Intisari yang tertinggi dan yang paling dalam dari keluarga dari
Kegemaran (ragakulaparamasarahrdayam) :
AROLIK
Segera setelah itu diucapkan, sang Bhagavan, Diri-Nya Sendiri,
perwujudan dari Vidya dari tubuh, ucapan, pikiran dari semua
Tathagata, didalam keadaan yang tertinggi dari penyatuan dengan
Maha Mudra dari Lokesvara, sang Pemimpin Maha Vidya
(lokesvaramahavidyadhipati), dengan warna merah, hitam, dan
putih dari 'bentuk (rupa)', duduk di sebelah barat dari tubuh,
ucapan, pikiran Vajra dari semua Tathagata.
Kemudian sang Bhagavan memasuki Samadhi yang bernama "Kelahiran
Vajra Dari Samaya Yang Tidak Bisa Gagal
(sarvatathagatamoghasamayasambhavavajram nama samadhim)" dan
memunculkan dari tubuh, ucapan, pikiran Vajra-Nya Mantra ini,
Intisari yang tertinggi dan yang paling dalam dari keluarga dari
Penangkap Samaya (samayakarsanakulaparamasarahrdayam) :
PRAJNADHRK
Segera setelah itu diucapkan, sang Bhagavan, Diri-Nya Sendiri,
perwujudan dari Vidya dari tubuh, ucapan, pikiran dari semua
Tathagata, didalam keadaan yang tertinggi dari penyatuan dengan
Maha Mudra dari Amoghasiddhi, dengan warna hijau, hitam, dan
putih dari 'bentuk (rupa)', duduk di sebelah utara dari tubuh,
ucapan, pikiran Vajra dari semua Tathagata.
Kebencian, Angan-angan khayalan, dan Kegemaran, Permata Pengabul
Keinginan dan Samaya, (dvesamohas tatha ragas cintamanisamayas
tatha)
Ini adalah Lima Keluarga, yang menyelesaikan hawa nafsu dan
pembebasan. (kula hy ete tu vai panca kamamoksaprasadhakah)
[center]
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/samantabhadra_1.gif
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/samantabhadra_1.gif.html
Arya Samantabhadra
[html]<iframe width="420" height="315"
src="//www.youtube.com/embed/j4tdLk3roXo" frameborder="0"
allowfullscreen></iframe>[/html]
Aksobhya Vajra Tathagata Samaya Puja
BAB II
Bodhicittapatalo
[/center]
Kemudian semua Bhagavantah Tathagata memuja sang 'Bhagavantah
Sarva Tathagata Vakcittadhipatih (Bhagavan Raja Tubuh Ucapan
Pikiran Dari Semua Tathagata,
(अधिपति adhipatih = Raja,
Pemimpin))', dan membungkuk dihadapan-Nya dengan berkata :
Umumkan, Bhagavan, Intisari, Tubuh Ucapan Pikiran Yang
Tertinggi, (bhasasva bhagavan saram kayavakcittam uttamam)
Rahasia Dari Semua Tathagata, Pikiran Pencerahan Yang Tiada
Tanding. (sarvatathagatam guhyam bodhicittam anuttaram)
Kemudian sang Bhagavan Sarva Tathagata Vakcitta Vajra Tathagata
memahami permintaan dari semua Tathagata, dan mengetahui
pemikiran semua Bodhisattva, berkata kepada para Bodhisattva itu
:
Ciptakan pikiran didalam bentuk dari tubuh, tubuh didalam bentuk
dari pikiran, dan pikiran sebagai ucapan dari pidato.
(utpadayantu bhavantah cittam kayakarena kayam cittakarena
cittam vakpravyahareneti)
Kemudian semua Maha Bodhisattva itu menyatukan tubuh, ucapan,
pikiran dari semua Tathagata didalam bentuk dari ruang angkasa,
dan menyanyikan lagu pujian Udana ini :
Ah Ajaib ! Tubuh, Ucapan, Pikiran Vajra Dari Samantabhadra,
(ahe hi samantabhadrasya kayavakcittavajrinah)
Seperti Yang Tiada Kemunculan, Kemunculan Ini Diumumkan !
(anutpadaprayogena utpado'yam pragiyate)
Kemudian sang Bhagavan Sarva Tathagata Vakcitta Vajra Tathagata
memasuki Samadhi yang bernama "Jalan Vajra Dari Penerangan
Sempurna Dari Semua Tathagata
(sarvatathagatabhisambodhinayavajram nama samadhim)" dan
menjelaskan keadaan 'Pencerahan dari pikiran (Bodhicitta)'
seperti ini :
'meditasi (bhavana)', meditasi adalah tentu saja bukan meditasi,
demikian 'isi pokok zat (bhave)' itu menjadi yang tanpa zat,
meditasi adalah yang tidak dapat dibayangkan.
Begitulah yang dikatakan oleh sang Bhagavan Sarva Tathagata
Vakcitta Vajra Tathagata.
Kemudian sang Bhagavan Vairocana Tathagata memasuki Samadhi yang
bernama "Wawasan Vajra Yang Jelas Dari Semua Tathagata
(sarvatathagatabhisamayavajram nama samadhim)", dan menjelaskan
keadaan 'Pencerahan dari pikiran' seperti ini:
Ketiadaan Semua Zat, Bebas Dari Skandha, (sarvabhavavigatam
skandhadhatv-)
Indera Dan Lingkungan Bidangnya, Pelaku Dan Objek Tujuan,
(ayatanagrahyagrahakavarjitam)
Pikiran Saya, Menjadi Satu Yang Bukan Kepribadian Dari Dharma,
(dharmanairatmyasamataya svacittam)
Selamanya Tidak Muncul Dan Memiliki Sifat Alami Dari Kekosongan
(adyanutpannam sunyatasvabhavam)
Begitulah yang dikatakan oleh sang Bhagavan Vairocana Vajra
Tathagata.
Kemudian sang Bhagavan Aksobhya Vajra Tathagata memasuki Samadhi
yang bernama "Vajra Abadi Dari Semua Tathagata
(sarvatathagataksayavajram nama samadhim)", dan menjelaskan
keadaan 'Pencerahan dari pikiran' seperti ini (samapadyedam
bodhicittam udajahara):
Tiada Muncul, Adalah Zat Ini, Tiada dharma Dan Tiada Sifat Alami
dharma, (anutpanna ime bhava na dharma na ca dharmata)
Tanpa Diri, Seperti Ruang Angkasa, Inilah Jalan Yang Pasti Pada
Penerangan. (akasam iva nairatmyam idam bodhinayam drdham)
Begitulah yang dikatakan oleh sang Bhagavan Aksobhya Vajra
Tathagata.
Kemudian sang Bhagavan Ratna Ketu Vajra Tathagata memasuki
Samadhi yang bernama "Vajra Tiada Diri Dari Semua Tathagata
(sarvatathagatanairatmyavajram nama samadhim)", dan menjelaskan
keadaan 'Pencerahan dari pikiran' seperti ini:
Tanpa Zat Adalah Semua dharma, (abhavah sarvadharma)
Sama Sekali Tanpa Kualitas-Kualitas Hakiki,
(dharmalaksanavarjitah)
Lahir Dari Yang Tanpa Kepribadian Dari dharma,
(dharmanairatmyasambhuta)
Inilah Jalan Yang Pasti Pada Penerangan. (idam bodhinayam
drdham)
Begitulah yang dikatakan oleh sang Bhagavan Ratna Ketu Vajra
Tathagata.
Kemudian sang Bhagavan Amitayus Vajra Tathagata memasuki Samadhi
yang bernama "Lampu Vajra Dari Cahaya Dari Kebijaksanaan
(jnanarcihpradipavajram nama samadhim)", dan menjelaskan keadaan
'Pencerahan dari pikiran' seperti ini:
Karena dharma Tidak Muncul, (anutpannesu dharmesu)
Tidak Ada Zat Dan Tidak Ada Meditasi, (na bhavo na ca bhavana)
Melalui Penyatuan Dengan Keadaan Dari Ruang Angkasa,
(akasapadayogena)
Dengan Demikian Itu Disebut "Zat". (Iti bhava pragiyate)
Begitulah yang dikatakan oleh sang Bhagavan Amitayus Vajra
Tathagata.
Kemudian sang Bhagavan Amogha Siddhi Vajra Tathagata memasuki
Samadhi yang bernama "Vajra Yang Sangat Kuat Dari Semua
Tathagata (sarvatathagatabhibhavanavajram nama samadhim)", dan
menjelaskan keadaan 'Pencerahan dari pikiran' seperti ini:
Oleh Sifat alami, bercahaya terang adalah dharma,
(prakrtiprabhasvara dharma)
Dari awalnya murni, seperti ruang angkasa, (adisuddha
nabhahsamah)
Tiada Penerangan maupun tiada Wawasan, (na bodhir
nabhisamayam)
Ini adalah jalan yang pasti dari Penerangan. (idam bodhinayam
drdham)
Begitulah yang dikatakan oleh sang Bhagavan Amogha Siddhi Vajra
Tathagata.
Kemudian sang Maitreya Maha Bodhisattva dan seterusnya,
mendengar bunyi suku kata yang adalah Intisari Pokok Dari dharma
Dari Tubuh, Ucapan, Pikiran Rahasia Dari Semua Tathagata
(sarvatathagatakayavakcittaguhyadharmatattvaksaram), terkena
ketakjuban dan keheranan, dan menyanyikan lagu pujian Udana ini
:
Sangat hebat Buddha, sangat hebat Dharma, sangat hebat Ajaran
dari Dharma ! (aho buddha aho dharma aho dharmasya desana)
Murni didalam intisari pokok, termurnikan, Pikiran dari
Pencerahan, terpujilah Anda ! (suddhatattvartha suddhartha
bodhicitta namo'stu te)
Lahir dari dharma tanpa diri, memenuhi Penerangan Buddha,
(dharmanairatmyasambhuta buddhabodhiprapuraka)
Terbebas dari pikiran dan objek tujuan pikiran, Pikiran dari
Pencerahan, terpujilah Anda ! (nirvikalpa niralamba bodhicitta
namo'stu te)
Samantabhadra, yang baik dari semua, membangkitkan Pikiran dari
Pencerahan, (samantabhadra sarvartha bodhicittapravartaka)
Perbuatan Pencerahan, Vajra Yang Besar, Pikiran dari Pencerahan,
terpujilah Anda ! (bodhicarya mahavajra bodhicitta namo'stu
te)
Pikiran yang murni dari para Tathagata, Pemilik Tubuh, Ucapan,
Pikiran Vajra, (cittam tathagatam suddham
kayavakcittavajradhrk)
Panduan ke Pencerahan Buddha, Pikiran dari Pencerahan,
terpujilah Anda ! (buddhabodhipraneta ca bodhicitta namo'stu
te)
[center]
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/amoghasiddhi0.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/amoghasiddhi0.jpg.html
Amogha Siddhi Vajra Tathagata
[html]<iframe width="420" height="315"
src="//www.youtube.com/embed/q5nuet7uRYA" frameborder="0"
allowfullscreen></iframe>[/html]
Om Tare Tuttare Ture Svaha
BAB III
Sarvatathagatacittamandalapatala
[/center]
Kemudian sang Bhagavan Sarva Tathagata Kayavakcitta Vajra
Tathagata memasuki Samadhi yang bernama "Susunan Vajra Dari Awan
Dari Kemunculan Dari Semua Tathagata
(sarvatathagataspharanameghavajravyuham nama samadhim)", dan
mengumumkan babak ini pada Samadhi yang bernama "Susunan Vajra
(vajravyuham)" :
OM SUNYATA JNANA VAJRA SVABHAVATMAKO'HAM
Pada tengah pusat ruang angkasa, bayangkan dalam pikiran
(visualisasi) Mandala dari para Buddha, (akasadhatumadhyastham
bhavayed buddhamandalam)
Sebuah gumpalan besar dari awan dari sinar cahaya,
(rasmimeghamahavyuham)
warna cahaya dari para Buddha, (buddhajvalasamaprabham)
Diliputi dengan lima sinar, yang bundar sempurna,
(pancarasmisamakirnam samantat parimandalam)
terisi dengan lima indera-nafsu keinginan, (pancakamagunakirnam)
terhiasi dengan lima persembahan, (pancopaharamanditam)
Setelah memvisualisasikan ini, gabungkan itu bersama-sama, dan
melalui penyatuan yang tiada dua dengan keseluruhan
visualisasikan gambar pada tengah pusat.(bhavayitva samasena
bimbam madhye vibhavayet)
Visualisasikan 'Simbol Besar dari Vairocana
(vairocanamahamudram)' dengan 'sifat alami dari Tubuh, Ucapan,
Pikiran (kayavakcittatalaksitam)',
Kemudian visualisasikan 'Simbol Besar dari Tubuh, Ucapan,
Pikiran Vajra (kayavakcittavajrasya mudram)' sebagai 'Simbol
Tertinggi dari Aksobhya (aksobhyapravaram mudram)',
Dan sebagai Simbol Besar dari Ratnaketu (ratnaketumahamudram),
Cahaya dari Amitayus (amitayuhprabhakarim),
Dan Simbol Besar dari Amoghasiddhi (amoghasiddhimahamudram),
Visualisasikan sang Pemilik Tubuh, Ucapan, Pikiran Vajra,
berwarna biru tua, kobaran nyala api besar (mahajvalam), yang
membelokkan dan yang mengerikan,
Vajra di tangan-Nya (vajrahastam); Warna dari bulan dan kristal,
dengan rambut yang menggunduk dan mahkota, menyala terang,
memegang Roda di tangan-Nya,
Dihiasi dengan banyak perhiasan, berwarna keemasan seperti
sungai jambunada,
diselimuti dengan awan-awan dari para Buddha
(buddhameghasamakulam),
Di tangan-Nya bayangkan ada Vajra Besar Sembilan Ujung
(navasulam mahavajram); Berwarna Permata Hijau, dihiasi dengan
kobaran api Vajra,
bayangkan permata di tangan-Nya dan awan-awan dari cahaya
semuanya di sekeliling (haste ratnam vibhavitva jvalamegham
samantatah);
Visualisasikan Vajra Gairah yang berwarna Permata Merah, Raja
dari Nafsu Keinginan Yang Membakar, Menyala dengan terang,
teratai di tangan-Nya;
Visualisasikan wujud dari Amoghavajra, bersinar dengan lima
sinar, lembut, memegang pedang di tangan-Nya, didalam Mandala
dari para Buddha.
Kemudian Bhagavan Kayavakcittavajra Tathagata memasuki Samadhi
yang bernama "Sifat Alami Vajra Dari dharmadhatu
(dharmadhatusvabhavavajram nama samadhim)", dan mengucapkan
'Mantra yang memberkati Tubuh Ucapan Pikiran
(kayavakcittadhisthanamantram)' ini :
OM DHARMA DHATU SVABHAVATMAKO'HAM
Dengan cara yoga, terus-menerus menvisualisasikan dengan
perhatian, permata besar dari lima warna (pancavarnam
maharatnam), seukuran biji sesawi (sarsapa), pada ujung hidung;
Ketika itu tetap kukuh, buat permata itu meluas, tapi jika itu
goyah, jangan membuatnya meluas.
Tuan dari kemunculan, buatlah itu menyebar keluar dengan
awan-awan dari yang mulia, warna dari cahaya dari para Buddha,
Dengan awan-awan besar dari para Bodhisattva yang sedang memikul
lambang dari Roda, Vajra, Permata, Bunga Teratai, dan Pedang
Mereka.
Di tengah pusat ruang angkasa, gambar Mandala Bulan,
(akasadhatumadhyastham candramandalam alikhet)
Dan di tengah-tengah dari Mandala yang cerah itu, visualisasikan
Mandala Roda; (svacchamandalamadhyastham bhavayet cakramandalam)
Visualisasikan Mandala Bunga Teratai melalui meditasi bunga
teratai; (padmamandalasamkasam bhavayet padmabhavanaih)
Visualisasikan Mandala Permata dengan mengarahkan perhatian pada
Permata; (ratnamandalasamkasam bhavayet ratnatatparah)
Dan gambar di ruang angkasa 'Dia Yang Terlahir Dari Mandala Yoga
(yogamandalasambhutam)';
Ini adalah para Buddha yang tertinggi (pravara buddha), Mandala
Yang Terlahir Dari Vajra Melalui Meditasi Pada Tubuh Ucapan
Pikiran (kayavakcittabhavanaih mandala vajrasambhutah), mencapai
Maha-Mengetahui-Semua (sarvajnakaralabhinah).
[center]
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Adibuddha-Samantabhadra-KH3.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Adibuddha-Samantabhadra-KH3.jpg.html
Samantabhadra Adi Buddha
[html]<iframe width="420" height="315"
src="//www.youtube.com/embed/t4ydFXyU4Bk" frameborder="0"
allowfullscreen></iframe>[/html]
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/vajrapani18.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/vajrapani18.jpg.html
Vajrapani Guhyakadipati
BAB IV
Sarvatathagatacittamandalapatala
[/center]
Kemudian semua para Bhagavantah Tathagata berkumpul bersama-sama
kembali dan memohon dengan sangat kepada sang Bhagavantam
Sarvatathagatakayavakcittavajradhipatim dengan Lagu Pujian
Kerajaan (stotrarajenadhyesitavantah) ini:
Perlihatkan sang Mandala Yang Suci, Yang Penuh Kedamaian Dari
Semua Tathagata, Tempat Tinggal Dari Semua Tathagata, Yang Tanpa
Diri Dari Semua dharma,
Perlihatkan sang Mandala Yang Suci, Yang Lengkap Dengan Setiap
Kualitas, Yang Bebas Dari Setiap Kesalahan, Tubuh Yang Sempurna
Dari Samantabhadra.
Perlihatkan sang Mandala Yang Suci, Yang Lahir Dari dharma Pada
Kedamaian, Yang Memurnikan Latihan Kebijaksanaan, Ucapan Yang
Sempurna Dari Samantabhadra.
Perlihatkan Mandala itu, Pengendara Kereta Tempur, Pikiran Yang
Melampaui Semua Mahkluk, Oleh Sifat Alami Murni Dan Tanpa
Kesalahan, Pikiran Yang Sempurna Dari Samantabhadra.
Kemudian Vajradhara sang Guru Tiga Dunia Tiga Alam (vajradharah
sasta trilokas tu tridhatukah), Vajra Tertinggi Dari Tiga Dunia
(trilokavaravajragram), Pengajar Yang Terutama Dari Tiga Dunia
(trilokagranusasakah),
Membicarakan Mandala Yang Menggembirakan, Tempat Tinggal Dari
Semua Tathagata, Mandala Dari Pikiran Dari Semua Tathagata Di
Dalam Bentuk Dari Mandala :
Sekarang Saya akan mengumumkan Mandala Pikiran Yang Tertinggi,
yang adalah sama seperti Vajra dari Pikiran, Mandala dari Tubuh
Ucapan dan Pikiran. Dengan bermeditasi pada Tubuh, Ucapan, dan
Pikiran, Orang Bijak harus mempersiapkannya dengan untaian
benang baru yang cukup, yang membelit dengan baik dan dari
panjang yang benar; Dua belas hasta, Dia harus membentuk Mandala
Suci Dari Pikiran, empat sisi, empat sudut, dengan empat pintu
gerbang; Didalamnya Dia harus menggambar lingkaran, yang bulat
sempurna, kemudian tempatkan 'simbol (Mudra)' di dalamnya dengan
perbuatan ritual yang ditentukan.
Di dalam tengah pusat, Dia harus menggambar Vajra lima ujung,
berwarna biru tua, menyala-membakar dengan terang, menakutkan
untuk mengerikan itu sendiri;
Didalam penjuru timur ada Roda yang besar (purvena ca
mahacakram), dihiasi dengan api Vajra (vajrajvalavibhusitam);
Di penjuru selatan, ada Permata Besar yang diselimuti didalam
sinar cahaya; (daksinena maharatnam sphulingagahanakulam)
Di penjuru barat, ada Bunga Teratai Besar Berwarna Permata
Merah; (pascimena mahapadman padmaragasamaprabham)
Di penjuru utara, ada Pedang Besar yang dipadati dengan sinar
yang berapi-api; (uttarena mahakhadgam rasmijvalakulam likhet)
Di sudut timur, Dia harus menggambar 'mata' yang berwarna awan
di tengah pusat; (purvakona likhen netram
meghamadhyasamaprabham)
Di selatan, Vajra dari keluarga dari Mamaki;
Di barat, Dia harus menggambar Bunga Teratai Yang Terbuka dengan
batangnya;
Dan di utara, Teratai Malam Yang Indah, sama seperti awan biru
gelap;
Di pintu gerbang timur, Dia harus menggambar Palu Yang Bersinar
Dengan Kobaran Api;
Di selatan, Dia harus menggambar Tongkat, terang oleh kobaran
api seperti Vajra, dan seterusnya;
Di barat, Dia harus menggambar Teratai, memancarkan kobara api
tajam seperti pedang;
Dan di utara, Dia harus menggambar Vajra dari Vajra Kundali.
Setelah memahami dengan jelas 'Mandala yang suci dari Pikiran
(mandalam cittam)' ini, Dia harus memberikan penyembahan secara
sungguh-sungguh dengan tubuh, ucapan dan pikiran. Dalam meditasi
itu, bayangkan dalam pikiran bahwa sedang membawa anak perempuan
berusia 16 tahun yang memancarkan kecantikan, Dia harus menghias
Mandala itu dengan wewangian dan bunga, dan didalam pusat itu
cintai dia;
Ketika Orang yang bijaksana itu telah menyucikan dia seperti
Mamaki yang terikat dengan kebajikan, Dia harus memancarkan
tempat kediaman Buddha yang penuh kedamaian terhias dengan alam
dari ruang angkasa;
Dia harus memberikan kepada para Dewata : tinja dan kencing,
peju dan darah, (vinmutrasukraraktadin devatanam nivedayet)
karena didalam cara ini para Buddha dan para Bodhisattva yang
sangat terkenal disenangkan. (evam tusyanti sambuddha
bodhisattva mahayasah)
[center]
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Buddha_Vairocana_-_Google_Art_Project.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Buddha_Vairocana_-_Google_Art_Project.jpg.html
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/vajrapani14.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/vajrapani14.jpg.html
BAB V
Samantacaryagrapatala
[/center]
Kemudian Vajradhara, sang Raja, Tubuh, Ucapan dan Pikiran dari
Semua Tathagata, Semua Yang Tertinggi (sarvagryo), Penguasa
Tertinggi Atas Dunia (bhuvanesvarah), berbicara tentang sifat
alami dari praktek itu dan makna sejati dari Dharma itu, yang
terbaik dari semua praktek (sarvacaryagradharmartham):
Keluarga dari gairah, kebencian, dan angan-angan khayalan
(ragadvesamohakulah), di dalam keadaan bebas dari pikiran yang
ganda (nirvikalparthasambhuta), mencapai Siddhi yang tertinggi,
Jalan tertinggi yang tiada tanding (sadhayanti pravaram siddhim
agrayanam anuttaram).
Mereka yang dari kelahiran rendah atau yang melakukan pekerjaan
yang keji, dan mereka yang pikirannya bertekad pada pembunuhan,
berhasil di dalam Jalan Tertinggi ini (sidhyanty agrayane'smin),
Mahayana yang tiada tanding (mahayane hi anuttare);
Bahkan pelaku kejahatan besar, para mahluk yang telah melakukan
kejahatan yang tidak dapat ditarik kembali, berhasil di dalam
Jalan dari para Buddha ini, samudera yang luas dari Mahayana
ini;
Mereka yang menyalahkan guru mereka tidak pernah berhasil
didalam Sadhana, tapi mereka yang menghancurkan kehidupan dan
yang senang di dalam pembohongan, mereka yang mendambakan
kekayaan dari orang lain dan yang melekat pada nafsu sensual,
mereka yang makan tinja dan kencing, semua ini adalah layak
untuk praktek itu. Sadhaka yang menginginkan ibu, kakak, dan
adiknya mencapai seluruh Siddhi, sifat alami Dharma dari
Mahayana yang tertinggi (mahayanagradharmatam); Memiliki Ibu
Buddha (mataram buddhasya), Dia tidak tercemar, tapi Orang yang
bijak itu, bebas dari pikiran ganda, mencapai sifat alami
Buddha.
Kemudian Sarvanivaranaviskhambhin Maha Bodhisattva dan
seterusnya, dipenuhi dengan keingintahuan dan keheranan :
Mengapa sang Bhagavan Tuan dari semua Tathagata mengucapkan
kata-kata seperti itu yang tidak seharusnya diucapkan di
tengah-tengah perkumpulan majelis dari semua Tathagata ?
Kemudian semua Tathagata, mendengar kata-kata dari para Maha
Bodhisattva yang dipimpin oleh Sarvanivaranaviskhambhin, berkata
kepada para Bodhisattva itu :
Jangan berkata begitu, Putra keluarga (Kulaputra) !
Ini adalah sifat alami dharma dari para Buddha yang mewujudkan
intisari dari kebijaksanaan, (iyam sa dharmata suddha buddhanam
sarajnaninam)
Lahir dari intisari dharma, ini adalah keadaan dari praktek
Pencerahan. (saradharmarthasambhuta esa bodhicaripadam) [yang
melampaui 'kamadhatu (alam nafsu)' dan menuju ke nirvana]
Pada saat ini, para Bodhisattva, yang sebanyak bintik debu
didalam gunung Sumeru dari Buddha-ksetra sepenuhnya diluar
pernyataan, merasa takut dan jatuh lemah dengan ketakutan.
Kemudian semua Bhagavantah Tathagata, melihat para Bodhisattva
itu berada didalam keadaan jatuh pingsan, berkata kepada sang
Penguasa Tubuh Ucapan Pikiran Dari Semua Tathagata :
Bangunkanlah, Bhagavan, para Maha Bodhisattva itu. (utthapayatu
bhagavan etan mahabodhisattvan)
Kemudian sang Bhagavan Sarvatathagatakayavakcittavajra Tathagata
memasuki Samadhi yang bernama "Vajra Dari Kesamaan Yang Tidak
Terbagi Dengan Ruang Angkasa (akasa-samatadvayavajram nama
samadhim)," dan segera setelah Dia telah memasukinya, para Maha
Bodhisattva itu disentuh oleh Sinar Cahaya dari Tubuh, Ucapan,
dan Pikiran Vajra dari semua Tathagata, dan kembali seketika itu
juga ke tempat-tempat Mereka.
Kemudian semua Tathagata itu, dipenuhi dengan keingin-tahuan dan
kekaguman dan dibanjiri dengan kegembiraan, menyanyikan lagu
Dharma ini (atha te sarvatathagata ascaryaprapta adbhutapraptah
prityodvelaprapta evam dharmaghosam akarsuh) :
Sangat Hebat Dharma, Sangat Hebat Dharma, Sangat Hebat Kelahiran
Dari Arti Dharma ! (aho dharma aho dharma aho
dharmarthasambhava)
Arti Yang Murni Dari Dharma, Ketiadaan Diri, Menyembah Hormat
Kepada Raja Vajra ! (dharmasuddhartha nairatmya vajraraja namo
namah)
Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Yang Murni, (kayavakcittasamsuddha)
Tinggal Berdiam Pada Kesamaan Dengan Ruang Angkasa,
(akasasamatalaya)
Yang Abadi, Yang Tidak Menjelma, Menyembah Hormat Kepada Tubuh
Vajra ! (nirvikara nirabhasa vajrakaya namo namah)
Pikiran Yang Tertinggi Dari Para Tathagata, Yang Timbul Dari
Jalan Tiga Kali Lipat, (citta tathagata srestha
tryadhvapathavartina)
Alam Dari Ruang Angkasa Yang Luas (dhatubhuta mahakasa),
Menyembah Hormat Kepada Jalan Dari Ruang Angkasa ! (akasapatha
namo namah)
Lahir Dari Tubuh Dari Ruang Angkasa, Tinggal Berdiam Didalam
Jalan Dari Ruang Angkasa ! (akasakayasambhuta akasapathavartaka)
Pikiran Dari Ruang Angkasa, Dharma Yang Tertinggi, Landasan Dari
Praktek, Hormat Kepada Anda ! (akasacitta dharmagra caryapada
namo stu'te)
[center]
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/ADI%20VAJRADHARA.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/ADI%20VAJRADHARA.jpg.html
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/vajrapani05.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/vajrapani05.jpg.html
BAB VI
Kayavakcittadhisthanapatalah
[/center]
Kemudian Aksobhya Vajra Tathagata memasuki Samadhi yang bernama
"Vajra Rahasia Dari Tubuh Ucapan Dan Pikiran Dari Semua
Tathagata (sarvatathagatakayavakcittaguhyavajram nama
samadhim)", dan mengucapkan Mantra Pemberkatan Pikiran
(cittadhisthanamantram) ini :
OM SARVA TATHAGATA CITTA VAJRA SVABHAVATMAKO'HAM
Kemudian Bhagavan Vairocana Vajra Tathagata memasuki Samadhi
yang bernama "Vajra Keadaan Yang Sempurna Tak Bernoda
(virajapadavajram nama samadhim)", dan mengucapkan Mantra
Pemberkatan Tubuh (kayadhisthanamantram) ini :
OM SARVA TATHAGATA KAYA VAJRA SVABHAVATMAKO'HAM
Kemudian Bhagavan Amitayus Vajra Tathagata memasuki Samadhi yang
bernama "Vajra Kesamaan Yang Tidak Dipisah (samatadvayavajram
nama samadhim)", dan mengucapkan Mantra Pemberkatan Ucapan
(vagadhisthanamantram) ini :
OM SARVA TATHAGATA VAGVAJRA SVABHAVATMAKO'HAM
Ciptakan Tempat Tinggal, Tiga Vajra (trivajram), Meditasi Pada
Tempat Tinggal itu, Rahasia Dari Para Tathagata (tathagatah
guhyam), Ditandai Dengan Tanda-Tanda Dari Mantra Tertinggi Ini
(mantralaksanalaksitam).
Kemudian Bhagavan Ratnaketu Tathagata memasuki Samadhi yang
bernama "Vajra Lampu Kebijaksanaan (jnanapradipavajram nama
samadhim)", dan mengucapkan Mantra ini :
OM SARVA TATHAGATANURAGANAVAJRA SVABHAVATMAKO'HAM
Kemudian Bhagavan Amogha Siddhi Vajra Tathagata memasuki Samadhi
yang bernama "Vajra Yang Tidak Habis-Habisnya (amoghavajram nama
samadhim)", dan mengucapkan Mantra Pemberkatan Ucapan
(vagadhisthanamantram) ini :
OM SARVA TATHAGATA PUJA VAJRA SVABHAVATMAKO'HAM
Selalu menyembah para Buddha dengan lima indera nafsu keinginan,
Dengan lima persembahan ini, Sifat Alami Buddha (buddhatvam)
segera tercapai.
Demikian dikatakan oleh sang Bhagavan Sarva Tathagata
Kayavakcitta Vajradhipatih Vajradhara.
Kemudian sang Bhagavan Sarva Tathagata Kayavakcitta
Vajradhipatih Vajradhara mengumumkan Mantra Rahasia Dari Semua
Tathagata (sarvatathagatamantrarahasyam) :
Dibangkitkan oleh Tubuh , Ucapan dan Pikiran diarahkan pada
Mantra itu, mencapai Siddhi yang tertinggi, kesenangan dan
kepuasan dari hati; Lakukan meditasi pada pikiran, ucapan dan
tubuh sebagai yang tanpa diri, dan mencapai penyatuan dari tiga,
keadaan dari kesamaan dengan ruang angkasa; tidak ada zat dapat
dilihat di dalam merenungkan tubuh, ucapan dan pikiran, tidak
ada meditasi dan tidak ada pencerahan Bodhi melalui cara
perwujudan dari Mantra. Setelah memahami kualitas dari tubuh,
ucapan dan pikiran didalam keserentakan, lakukan meditasi pada
penyatuan dengan pencerahan Bodhi, Samadhi Perenungan Mantra.
Kemudian Vajradhara yang mulia, yang disembah oleh semua
Tathagata, yang terutama diantara semua Buddha yang maha
mengetahui semua, berbicara pada meditasi yang tertinggi :
Visualisasikan Mandala Bulan di tengah pusat dari ruang angkasa
(akasadhatumadhyastham bhavayec candramandalam), dan
visualisasikan bentuk-bentuk dari para Buddha memulai 'yoga yang
halus (suksmayogam)'.
Bayangkan dalam pikiran: sebuah biji sesawi pada ujung hidung,
dan di dalam biji sesawi itu, alam semesta dari para mahluk yang
bergerak dan yang tidak bergerak, tempat tinggal dari
kebijaksanaan, penuh kesenangan, rahasia, diciptakan oleh
kebijaksanaan.
Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan dalam pikiran:
'Mandala Matahari (suryamandalam)', dan letakkan huruf 'HUM'
diatasnya, tempat tinggal dari bentuk sang Buddha.
Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan dalam pikiran:
Mandala Bulan, dan visualisasikan Vajra dan Bunga Teratai
didalam praktek dari Locana.
Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan dalam pikiran:
'Mandala Permata (ratnamandalam)', dan pada itu, lakukan secara
penuh perhatian visualisasikan yoga utama (adiyogam).
Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan dalam pikiran:
'Mandala Cahaya (rasmimandalam)', dan pancarkan tempat tinggal
Buddha yang penuh kedamaian.
Visualisasikan tiap-tiap dengan rombongan penggiring mereka yang
khusus.
Pada ujung hidung, lakukan secara penuh perhatian visualisasikan
Vajra Lima Ujung, berwarna daun bunga teratai biru, seukuran
biji padi.
Berjuang keras untuk Pencerahan Bodhi, bayangkan dalam pikiran:
pada ujung ada Bunga Teratai Delapan Kelopak Daun yang bertanda
baik, memiliki benang sarinya, berukuran buncis.
Visualisasikan disana ada Roda dan simbol-simbol khusus yang
lainnya, dan mencapai keadaan yang penuh kesenangan dari
pencerahan Bodhi dimana kualitas-kualitas dari semua Siddhi
tinggal berdiam.
Pancarkan disana dalam keserentakan para Buddha yang tinggal
berdiam di dalam pencerahan Bodhi, dan memancarkan Tempat
Tinggal Dharma yang sifat alaminya adalah Tubuh, Ucapan, dan
Pikiran.
Kemudian Vajradhara yang mulia (atha vajradharah sriman), sang
Guru dari semua kebenaran (sarvatattvarthadesakah), berbicara
tentang rahasia yang tertinggi, yang terbaik dan yang termurni
dari semua praktek (sarvacaryagrasamsuddham bhasate guhyam
uttamam) :
Orang yang bijaksana harus bermeditasi dengan bentuk-Rupa,
suara, dan rasa selama enam bulan, secara sepenuhnya
mempersembahkan pemujaan yang tertinggi dari intisari rahasia;
Dia yang menginginkan buah dari Siddhi harus membuat tinja dan
kencing makanannya, dan dia akan mencapai kebenaran yang tiada
tanding (siddhyate'nuttaram), pencerahan Buddha yang sempurna
tanpa noda (buddhabodhim anavilam); Dia harus makan daging
dengan membayangkannya seolah-olah sebagai daging manusia, dan
dia akan mencapai semua Siddhi dari Tubuh, Ucapan, Pikiran
Rahasia; Dia harus makan daging dari gajah, kuda, anjing, dan
sapi sebagai makanannya, tapi dia harus tidak makan makanan yang
lain, dan dia akan merasa sayang kepada para Buddha dan para
Bodhisattva yang bijaksana; Melalui praktek ini dia akan secara
cepat mencapai sifat alami Buddha, di dalam dunia ini dia akan
menjadi Penguasa dari alam nafsu (kamadhatvisvaro) dan melakukan
pekerjaan dari pangkat tinggi, dia akan menjadi sangat hebat,
berkuasa, dimuliakan, berseri-seri, enak dilihat; Tanpa ritual
dari kebangkitan, dengan melihat seorang diri, dia menaklukkan
seluruh dunia ini. Ini adalah pencerahan Bodhi yang tertinggi,
rahasia dari semua Buddha, ini adalah rahasia yang sesungguhnya
dari Mantra, melampaui Tubuh, Ucapan, Pikiran.
[center]
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/233px-_6.gif
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/233px-_6.gif.html
BAB VII
Mantracaryagrapatala
[/center]
Kemudian Bhagavan Sarvatathagatakayavakcittavajradhipati
mengumumkan pada babak ini Pencerahan Sempurna melalui praktek
Mantra, intisari dari Maha Samaya
(mahasamayatattvamantracaryagrasambodhipatalam) :
Memberikan diri anda sendiri sampai pada kenikmatan dari semua
nafsu keinginan pada kepuasan, menyatu dengan dewata anda
sendiri, sembahlah diri dan yang lain. Keberhasilan tidak
dicapai dengan mengikuti sumpah pertapa dan praktek ekstrim,
tapi melalui kenikmatan dari semua nafsu keinginan, itu segera
tercapai. Jangan berkata untuk meminta makanan atau menjadi
melekat pada meminta, tapi sebagai gantinya baca Mantra lengkap
di semua bagian dan nikmati semua keinginan anda. Setelah
mencapai kesejahteraan dalam tubuh, ucapan, dan pikiran, Anda
akan mencapai Pencerahan Bodhi, jika sebaliknya anda pasti akan
menderita didalam neraka setelah kematian yang sebelum waktunya.
Para Buddha dan para Bodhisattva, mengikuti praktek Mantra yang
unggul, telah mencapai Dharma Tertinggi Yang Tidak Berubah
melalui menikmati semua keinginan. Dia yang bernafsu yang
mencari Kebijaksanaan harus selalui menikmati lima keinginan
indera, menyenangkan para Bodhisattva dan menyenangkan Matahari
dari Pencerahan Bodhi (bodhisaurinan)
Dengan mengetahui 'bentuk (rupam)' sebagai tiga kali lipat
(trividham), memuja, susunan dari pemujaan : bahwa diri sendiri
adalah sang Bhagavan, sang Semua, sang Buddha, Vairocana, sang
Sumber Asal (sa eva bhagavan visvo buddho vairocanalayah);
Dengan mengetahui 'suara (sabdam)' sebagai tiga kali lipat,
persembahkan itu kepada para devata : bahwa diri sendiri adalah
sang Bhagavan, sang Semua, sang Buddha, Ratnakara, sang Penguasa
Tertinggi (sa eva bhagavan visbo buddharatnakarah prabhu);
Dengan mengetahui 'bau (gandham)' sebagai tiga kali lipat,
persembahkan itu kepada para Buddha : bahwa diri sendiri adalah
sang Bhagavan, sang Semua, Ragadharmadharah (Membawa Dharma dari
Nafsu), sang Penguasa Tertinggi (prabhu);
Dengan mengetahui 'rasa (rasam)' sebagai tiga kali lipat,
persembahkan itu kepada para devata (devatanam nivadayet) :
bahwa diri sendiri adalah sang Bhagavan, sang Semua, sang
Amoghavajravan (Amogha yang memegang Vajra);
Dengan mengetahui 'sentuhan (sparsam)' sebagai tiga kali lipat,
persembahkan itu kepada keluarga anda (svakulasya nivadayet) :
bahwa diri sendiri adalah sang Bhagavan, sang Vajri
Aksobhyakaralabhinah (Pemilik Vajra Di Dalam Sifat Alami Dari
Aksobhya);
Selalu mengarahkan pikiran kepada bentuk, suara, rasa dan objek
indera lainnya, karena mereka adalah intisari rahasia dari semua
Buddha berkumpul bersama-sama.
Dengan bentuk, suara dan seterusnya (rupasabdadibhir), orang
yang berlatih Mantra harius selalu menvisualisasikan para devata
(mantri devatam bhavayet sada),
Atau dia harus menvisualisasi disana dengan meditasi pada
keluarga yang berbeda (athava bhavayet tatra
kulabhedavibhavanaih).
Penyerapan di dalam pemusatan ingatan pada Buddha
(buddhanusmrtisamyogad), melakukan meditasi pada pemusatan
ingatan pada Dharma (dharmanusmrtibhavana), melakukan meditasi
pada pemusatan ingatan pada Vajra (vajranusmrtibhavana), -- ini
adalah meditasi pada tubuh, ucapan dan pikiran (bhavana
kayavakcittam); Penyerapan di dalam pemusatan ingatan pada
Keluarga (kulanusmrtisamyogad), melakukan meditasi pada
pemusatan ingatan pada Yang Penuh Murka (krodhanusmrtibhavana);
Penyerapan di dalam pemusatan ingatan pada Devata
(devatanusmrtisamyogad), melakukan meditasi pada demikian orang
mencapai Pencerahan (bhavayan bodhim apnuyat); Bermeditasi pada
sedang membawa anak perempuan berusia 16 tahun yang memancarkan
kecantikan, di dalam kesunyian memulai menyembah dengan tiga
landasan dari pemberkatan (adhisthanapadais tribhih); Melakukan
meditasi pada Locana dan seterusnya, Istri Besar dari Tathagata
(tathagatamahabharyam locanadin vibhavayet), kemudian melalui
penyatuan dua organ mencapai Siddhi Buddha (dvayendriyasamapatya
buddhasiddhim avapnuyat); Visualisasikan huruf 'HUM' , 'OM' ,
'AH' , dan 'PHAT', dan bayangkan Vajra dan Bunga Teratai
dipenuhi dengan Lima Sinar Cahaya; Bayangkan dalam pikiran
kegemerlapan gadis itu yang seperti cahaya bulan, memikat hati;
Rindu pada Pencerahan, bermeditasi pada pemusatan ingatan pada
Buddha dan seterusnya.
Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada Buddha (tatra
katham buddhanusmrtibhavana)? Menempatkan Linga didalam Bhaga
Orang Bijaksana harus menvisualisasikan bentuk wujud Buddha
(bhage lingam pratisthapya buddhabimbam vibhavayet), dan
memancarkan awan-awan para Buddha dari pori-porinya
(romakupagravivare buddhameghan sphared budha).
Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada Dharma (tatra
katham dharmanusmrtibhavana)? Menempatkan Linga didalam Bhaga
Orang Bijaksana harus menvisualisasikan Vajradharma (bhage
lingam pratisthapya vajradharmam vibhavayet), dan memancarkan
awan-awan Dharma dari pori-porinya (romakupagravivare
dharmameghan sphared budha).
Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada Vajra (tatra katham
vajranusmrtibhavana)? Menempatkan Linga didalam Bhaga Orang
Bijaksana harus menvisualisasikan Vajrasattva (bhage lingam
pratisthapya vajrasattvam vibhavayet), dan memancarkan awan-awan
Vajra dari pori-porinya (romakupagravivare vajrameghan sphared
budha).
Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada 'Kula (keluarga)'
(tatra katham kulanusmrtibhavana)? Menempatkan Linga didalam
Bhaga Orang Bijaksana harus menvisualisasikan bentuk wujud
Buddha (bhage lingam pratisthapya buddhabimbam vibhavayet), dan
memancarkan awan-awan Keluarganya dari pori-porinya
(romakupagravivare kulameghan sphared budha).
Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada 'Krodha (Yang Penuh
Murka)' (tatra katham krodhanusmrtibhavana)? Menempatkan Linga
didalam Bhaga Orang Bijaksana harus menvisualisasikan sang
Penguasa Penuh Murka (bhage lingam pratisthapya krodhesvaram
vibhavayet), dan memancarkan awan-awan Dia Yang Penuh Murka dari
pori-porinya (romakupagravivare krodhameghan sphared budha).
Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada Samaya (tatra
katham samayanusmrtibhavana)? Dengan Vajra-Nya bergabung dengan
Bunga Teratai, menyatukan dua organ (svavajram padmasamyuktam
dvayendriyaprayogatah), dia harus menyembah para Buddha dan para
Vajrasattva dengan tetesan dari benihnya (svaretobhindubhir
buddhan vajrasattvams ca pujayet).
Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada Mandala (tatra
katham mandalanusmrtibhavana)? Menyatukan dua organ, yogin yang
terampil harus selalu memancarkan benihnya, sang Mandala didalam
bentuk dari Mandala (dvayendriyasamapatya svaretas tu vicaksanah
niscarayet sada yogi mandalan mandalakaran).
Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada Tubuh (tatra katham
kayanusmrtibhavana)? Bahwa Tubuh dari semua Buddha terisi dengan
lima skandha, - semoga punya saya juga menjadi demikian melalui
sifat alami dari Tubuh Buddha (buddhakayasvabhavena mamapi
tadrsam bhavet).
Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada Ucapan (tatra
katham vaganusmrtibhavana)? Bahwa Ucapan dari Vajradharma, pasti
dan sempurna, - semoga punya saya juga menjadi demikian, seperti
sang Pemegang Dharma (yad eva vajradharmasya vaca niruktisampada
mamapi tadrsi vaca bhaved dharmadharopama).
Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada Pikiran (tatra
katham cittanusmrtibhavana)? Bahwa Pikiran dari Samantabhadra,
sang Penguasa Bijaksana Dari Rahasia, - semoga pikiran saya juga
menjadi demikian, seperti sang Pemegang Vajra (yac cittam
samantabhadrasya guhyakendrasya dhimatah mamapi tadrsam cittam
bhaved vajradharopamam).
Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada Mahkluk (tatra
katham sattvanusmrtibhavana)? Bahwa Pikiran dari Semua Mahkluk,
didalam bentuk dari tubuh, ucapan, pikiran, - semoga pikiran
saya juga menjadi demikian, sama seperti Ruang Angkasa (yac
cittam sarvasattvanam kayavakcittalaksitam mamapi tadrsam cittam
akasasamasarinam).
Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada Tubuh, Ucapan. dan
Pikiran dari perwujudan dari semua Mantra (tatra katham
sarvamantramurtikayavakcittanusmrtibhavana)? Bahwa Tubuh dari
Mantra Vajra, visualisasi pada Tubuh dengan Ucapan, - semoga
punya saya juga menjadi demikian, sama seperti sang Pemegang
Mantra (yat kayam mantravajrasya vaca kayavibhavanam mamapi
tadrsam nityam bhaven mantradharopamam).
Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada Samaya (tatra
katham samayanusmrtibhavana)? Dia menginginkan hasil harus
meminum peju yang dihasilkan dari penyatuan suci dan membunuh
rombongan para Tathagata, dan dia akan mencapai Siddhi yang
tertinggi (samayat ksared retam vidhina pibet phalakanksaya
narayet tathagatam vyuham sutaram siddhim apnuyat).
Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada Samaya dari
kebijaksanaan yang melampaui (tatra katham
prajnaparamitasamayanusmrtibhavana)? Semua hal adalah secara
alami bercahaya, tidak muncul, dan bebas dari kesedihan, tidak
ada Pencerahan maupun tidak ada wawasan, tidak ada landasan
maupun kelahiran (praktiprabhasvarah sarve anutpanna nirasravah
na bodhir nabhisamayo na dhatur na ca sambhavah).
Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada Tiada Kemunculan
(tatra katham anutpadanusmrtibhavana)? Semua adalah secara alami
bercahaya, tiada tanda, dan tidak berubah, tidak ganda maupun
tidak tiada ganda, penuh kedamaian dan murni seperti ruang
angkasa (prakrtiprabhasvaram sarvam nirnimittam niraksaram na
dvayam nadvayam santam khasadrsam sunirmalam).
Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada penyembahan dari
keluarga dari kebencian dan seterusnya (tatra katham
dvesakuladipujanusmrtibhavana)? Membawa gadis berusia 12 tahun
yang pikirannya tenang, membedakan praktek dari keluarganya, dia
harus menyembah dengan benihnya. (dvadasabdikam prapya yositam
sthiracetasam kulayogaprabhedena svasukrena prapujayet).
Dengan cara ini, Tubuh dari Tathagata, pikiran dari Pemegang
Vajra dan ucapan dari Pemegang Dharma dicapai di dalam seluruh
hidup ini;
Dengan menyanyikan pujian dari Mantra dan bermeditasi pada tiga
Vajra yang tidak bisa dihancurkan, Siddhi dari tubuh, ucapan dan
pikiran dan semua Siddhi yang lainnya yang lebih rendah menjadi
tercapai.
[center]
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Buddha_Vairocana_-_Google_Art_Project.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Buddha_Vairocana_-_Google_Art_Project.jpg.html
BAB VIII
Vinmutrasamayapatala
[/center]
Kemudian Bhagavan Ratnaketu Tathagata memohon dengan sangat pada
Bhagavan Sarvatathagatakayavakcittadhipatim Maha Vajradhara,
sang Penguasa Tertinggi (Paramesvaram), dengan lagu pujian
kerajaan ini :
Vajrasattva, Mahayana, memurnikan praktek dari ruang angkasa,
praktek yang tertinggi dari Samantabhadra, perlihatkan pemujaan
itu, Jina yang tertinggi ! (vajrasattva mahayana
akasacaryavisodhaka samantabhadracaryagra desa pujam
jinottaman)!
Guru dari jalan Vajra, hawa nafsu, kebencian, dan angan-angan
khayalan, yang tertinggi didalam kesamaan pada ruang angkasa,
perlihatkan pemujaan itu, Asal dari Jina ! (ragadvesamahamoha
vajrayanapradesaka akasadhatukalpagra ghosa pujam jinalaya)!
Pembimbing jalur pembebasan, tinggal berdiam di dalam jalan tiga
kali lipat, murni dengan kebahagiaan dari para Buddha,
perlihatkan pemujaan itu, Laki-Laki Tertinggi !
(moksamargapranetara triyanapathavartaka
buddhasaubhagyasuddhatma bhasa pujam narottama)!
Pikiran dari Pencerahan, mata terbuka, memutar roda Dharma,
murni di dalam tubuh, ucapan, dan pikiran, penghormatan kepada
Anda, Vajrayana ! (bodhicittavisalaksa dharmacakrapravartaka
kayavakcittasamsuddha vajrayana namo'stu te)!
Kemudian Vajradhara sang Raja, Ruang angkasa kosong yang tidak
berubah yang tidak terbatas, penyucian semesta, Tujuan dari
semua, Penguasa dari semua, Pemegang Vajra dan Permata,
berbicara tentang pemujaan yang tertinggi dari para Tathagata,
berdasarkan pada tiga Vajra yang tidak bisa dihancurkan,
kebahagiaan dari tubuh, ucapan dan pikiran, tempat kelahiran
dari para Jina (atha vajradharo raja sarvakasamahaksarah
sarvabhisekasarvarthah sarveso sarvaratnadhrk pujam tathagatim
srestham trivajrabhedyasamsthitam kayavakcittasaubhagyam bhasate
jinasambhavam) :
Membawa gadis berusia 25 tahun, mata terbuka, terhiasi dengan
kemudaan dan kecantikan, juga visualisasikan binatang-binatang.
Di dalam tempat yang bersih dan sunyi, kuil yang penuh
kedamaian, anak dari para Jina harus selalu menyiapkan salep
dari tinja, kencing, air dan seterusnya untuk pemujaan dari para
Jina; Mengetahui ritual itu, dia harus menempatkan kelima
keluarga, anak-anak dari para Jina, di dahi, tenggorokan,
hati-dada, pusar dan kelamin.
Orang yang bijaksana itu, pemilik kedamaian Vajra, harus
menvisualisasikan samudera dari kebijaksanaan pada tengah pusat
ruang angkasa, dan bayangkan dalam pikiran dirinya sendiri
berada pada tengah pusat dari bulan;
Dia harus menvisualisasikan kuil yang dibuat dari empat permata,
karangan bunga dengan sinar cahaya, seperti tempat tinggal dari
samudera kebijaksanaan dari tiga masa waktu;
Dia harus memancarkan awan-awan pemujaan dari pori-porinya, dan,
jika dia ingin, kumpulkan itu bersama-sama kedalam hatinya.
Memahami lima jenis dari 'bunga teratai pagi (padma)' dan 'bunga
teratai malam (utpala)', dan tiga jenis dari bunga melati, orang
yang terampil itu harus mempersembahkannya kepada para dewa;
Bayangkan dalam pikiran bunga karnikara, malika, dan melati
yuthika, dan karavirasya. Dia harus mempersembahkan pemujaan.
Menvisualisasikan Mandala Roda yang membentang seratus yojana,
orang yang terampil harus menempatkan keluarga didalam itu; Di
dalam cara yang sama, orang yang bijaksana harus
menvisualisasikan Mandala dari Padma, Vajra, Pedang, dan Utpala,
membentang jutaan yojana, empat sisi, sangat indah; Orang yang
bijaksana harus menvisualisasikan kuil yang terbuat dari empat
permata, terang dan sempurna tanpa cacat di dalam sifat
alaminya, sebagai tempat tinggal dari keluarga, untuk pemujaan
mereka. Dia harus memulai samudera dari pemujaan dengan lima
nafsu keinginan, mendambakan Pencerahan Bodhi dia harus
terus-menerus mempersembahkan permata, pakaian, dan seterusnya
dan selalu menggembirakan melalui pemujaan besar ini dengan lima
persembahan. Untuk mencapai Siddhi yang tertinggi dia harus
mempersembahkan kepada semua Buddha gadis yang seperti tambang
permata, terhiasi dengan banyak permata; Mengisi Mandala dengan
tujuh permata, dia yang terampil dan bijaksana, menginginkan
Siddhi dari kemurahan hati, harus mempersembahkannya setiap
hari. Menyatu dengan simbol Mudra dari Adhipati di tengah pusat
dari Buddha-mandala, dia harus mempersembahkan penyatuan dari
sentuhan pada para Buddha yang memiliki pikirannya menginginkan.
Pada tengah pusat dari ruang angkasa dia harus menvisualisasikan
susunan Mandala, tubuh miliknya sendiri tersusun dari para
Tathagata, dan menyembah sang Guru dengan tinja dan kencing.
Membawa gadis yang bernasib baik, berwajah cantik dan sangat
indah, bermeditasi pada landasan dari pemberkatan dia harus
mempersembahkan pemujaan dari intisari, dan mengambil peju dia
harus makan, mata terbuka, dengan pikiran tenang; Ini adalah
pemujaan dari tubuh, ucapan, dan pikiran dari semua Mantra, itu
disebut pencapai Mantra-Siddhi, rahasia dari mereka yang
menguasai kebijaksanaan Vajra.
[center]
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/vajrapani_3in1_1.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/vajrapani_3in1_1.jpg.html
BAB IX
Paramarthasuddhatattvarthasamayopatala
[/center]
Kemudian Vajradhara, sang Raja, Ruang Angkasa Yang Tidak
Terbatas Yang Tidak Berubah, Penyucian Semesta, Praktek
Tertinggi, Penguasa Tertinggi, Tujuan dari semua, berbicara
tentang Mandala dari tiga Vajra yang tidak dapat dihancurkan,
tubuh kebahagiaan (sambhoga) dari tubuh, ucapan, dan pikiran,
rahasia tertinggi yang sangat menyenangkan dari mereka yang
menguasai kebijaksanaan Buddha :
Pada tengah pusat ruang angkasa visualisasikan Mandala dari para
Buddha, dan rubah bentuk itu menjadi Aksobhya Vajra; Bayangkan
dalam pikiran di dalam tangan-Nya sebuah Vajra, menyala dengan
percikan berapi-api dan terisi dengan lima sinar cahaya.
Visualisasikan para Buddha dari tiga masa waktu, hancurkan
Mereka dengan Vajra, dan renungkan tubuh kebahagiaan (sambhoga)
dari tubuh, ucapan, dan pikiran dihancurkan dan diremukkan oleh
Vajra, meditasi tertinggi ini yang mencapai Siddhi dari pikiran.
Dengan Vajra rahasia ini menghancurkan semua mahluk, dan mereka
akan dilahirkan sebagai anak dari Jina di dalam Buddha-ksetra
dari Aksobhya. Ini harus diketahui sebagai hukum suci yang
sebenarnya dari keluarga kebencian di dalam samudera dari semua
keluarga (dvesakulatattvasamayo'yam jneyah sarvakularnavah).
Kemudian Vajradhara, sang Raja, yang menghasilkan pembebasan
melalui 'ketidaktahuan' , oleh sifat alami murni dan bersih
tanpa noda, Guru dari praktek Pencerahan Bodhi, berbicara
tentang hukum suci yang menyebabkan Pencerahan Bodhi sang Buddha
:
Di tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala Roda,
dan rubah bentuk itu menjadi Vairocana, kemudian visualisasikan
semua bentuk-bentuk Vajra dari para Buddha dengan harta benda
dari lima permata; Bayangkan bahwa anda mencuri semua harta ini
dan gambarkan mereka kedalam Vajra tiga kali lipat, dan mereka
akan menjadi seperti permata pengabul keinginan, isi dengan
samudera harta, mereka akan menjadi para Muni agung, anak-anak
dari semua Buddha.
Ini harus diketahui sebagai hukum suci yang sebenarnya dari
keluarga angan-angan khayalan di dalam samudera dari semua
keluarga (mohakulatattvasamayo'yam jneyah sarvakularnave).
Kemudian Vajradhara, sang Raja, yang menghasilkan pembebasan
melalui 'nafsu keinginan', tersembunyi, murni, melampaui
pikiran, berbicara tentang Mandala :
Di tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala Bunga
Teratai, dan rubah bentuk itu menjadi Amitayus; isi itu semua
dengan para Buddha, dan melalui praktek dari empat yoga,
visualisasikan mereka semua disana didalam penyatuan dengan
bentuk-bentuk dari perempuan, ini adalah jalan Vajra yang
tertinggi; Menyatukan dua organ nikmati mereka semua, ini adalah
meditasi pada Tiga Tubuh Yang Tidak Bisa Dihancurkan Dari Semua
Buddha.
Sang 'Mantrin (orang yang berlatih Mantra)' harus bermeditasi
pada hukum suci yang sebenarnya dari keluarga hawa nafsu gairah
ini (ragakulatattvasamayo'yam bhavaniyas tu mantrina).
Kemudian Vajradhara, sang Raja, yang menyelesaikan tujuan dari
Mantra Vajra, yang adalah tiada diri, lahir dari kebijaksanaan,
berbicara kata-kata ini :
Di tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala dari
para Buddha, dan rubah bentuk itu menjadi Vajra Amogha;
Visualisasikan bentuk-bentuk dari semua Buddha sebagai tempat
tinggal Vajra dari ucapan yang palsu, dan menipu semua Jina dan
semua tempat tinggal dari para Jina; Ini adalah yang murni
seperti langit Ucapan Pidato dari semua Buddha, itu disebut
Pencapai dari Mantra Siddhi, rahasia dari mereka yang pikirannya
adalah kebijaksanaan. Ini adalah hukum suci yang sebenarnya dari
Keluarga Daya Pikat Samaya, dan harus dilaksanakan menurut
tujuan orang.
Kemudian Vajradhara, sang Raja, tiga Vajra yang tidak bisa
dihancurkan, sumber asal dari para Jina, Guru dari Siddhi Vajra,
berbicara kata-kata ini (atha vajradharo raja
trivajrabhedyajinalayah siddhivajrapranetara idam vacanam
abravit) :
Di tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala dari
Samaya, dan rubah bentuk itu menjadi Vajra Ratnaketu, isi itu
dengan bentuk-bentuk dari semua Buddha; Memuaskan diri di dalam
kata-kata dari caci-maki dan seterusnya, anda akan mencapai
kebijaksanaan.
Demikian itu yang dikatakan oleh sang Bhagavan , sang Susunan
Vajra dari semua Tathagata. (ityaha bhagavan
sarvatathagatavajravyuhah).
Kemudian semua para Maha Bodhisattva yang dipimpin oleh
Vajraketu, pada Samaya dari semua Tathagata, dipenuhi dengan
keingintahuan dan keheranan, dan mengucapkan kata-kata Vajra ini
:
Mengapa sang Bhagavan Sarvatathagatadhipatih mengucapkan ucapan
pidato Vajra yang luar biasa seperti itu, melebihi tiga alam dan
semua dunia, di dalam perkumpulan majelis dari semua Tathagata
dan semua Bodhisattva ? (kim ayam bhagavan
sarvatathagatadhipatih traidhatukavyativrttam
sarvalokadhatuvyativrttam
sarvatathagatasarvabodhisattvaparsanmadhye
abhutavakpathavajrapadam bhasate sma)
Kemudian semua Bhagavantah Tathagata berkata kepada para Maha
Bodhisattva itu, yang sebanyak bintik debu di dalam gunung
Sumeru dari Buddha-ksetra seluruhnya melampaui ungkapan :
Putra Keluarga (Kulaputra), jangan menyebutnya rendahan dan
tercela, karena praktek latihan Mantra ini adalah praktek yang
tertinggi, itu adalah praktek dari para Bodhisattva.
Sama seperti ruang angkasa yang adalah meliputi semua, semua
dharma meliputi ruang angkasa, tidak tinggal berdiam di dalam
Alam Nafsu (akasanugatani sarvadharmani tani na
kamadhatusthitani),
Maupun tidak tinggal berdiam di dalam Alam Bentuk-Wujud (na
rupadhatusthitani),
Maupun tidak tinggal berdiam di dalam Alam Tanpa Bentuk-Wujud
(na arupadhatusthitani),
Maupun tidak tinggal berdiam di dalam empat unsur besar (na
caturmahabhutasthitani);
Jadi, Putra keluarga, semua dharma harus dimengerti. Mengetahui
didalam cara itu, para Tathagata menjelaskan Dharma, mengetahui
pikiran para mahkluk.
Putra Keluarga, hukum suci dari para Tathagata ini harus
dimengerti dalam cara yang sama sebagai ruang angkasa.
Putra Keluarga, sama seperti asap muncul dan menyebabkan api
dari dua potong kayu yang di gosok bersama-sama dan dari
tindakan tangan orang, tapi api itu tidak tinggal berdiam di
dalam kayu yang menggosok, maupun tidak di dalam kayu yang
digosok, maupun tidak di dalam tindakan dari tangan orang itu,
jadi, putra keluarga, hukum Vajra dari semua Tathagata harus
dimengerti, seperti datang dan pergi.
Kemudian semua Bodhisattva dipenuhi dengan ketakjubban dan
keheranan, dan dengan mata Mereka terbuka lebar di dalam
perasaan kagum mengucapkan syair gatha ini :
Diantara dharma yang paling menakjubkan, seperti ruang angkasa,
murni, melampaui pikiran, 'kebenaran yang saling berhubungan'
diumumkan !
#Post#: 166--------------------------------------------------
Re: Sarva Tathagata Kayavakcittarahasyo Guhya Samaya Nama Maha K
alpa Raja Mahayana Sutra
By: ajita Date: November 13, 2016, 8:58 am
---------------------------------------------------------
[center]
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Vajrakula%20guhyakadipati_1.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Vajrakula%20guhyakadipati_1.jpg.html
BAB X
Sarvatathagatahrdayasamcodanopatalah
[/center]
Kemudian semua Bhagavantah Tathagata berkumpul bersama-sama
kembali, membuat sambutan kepada sang Bhagavanta Maha Samaya
Vajra Tattva Abhisambodhi Kayavakcitta Guhyam Tathagata dengan
berkata :
Jelaskan, Bhagavan, yang sesungguhnya, kumpulan dari intisari
Mantra, (bhasasva bhagavams tattvam mantrasarasamuccayam)
Yang disebut Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Rahasia, Jalan Tertinggi
Dari Siddhi Besar. (kayavakcittaguhyakhyam mahasiddhinayottamam
iti)
Kemudian sang Vajradhara, sang Raja, Penguasa Dari Lautan Dari
Semua Kekotoran, Bermata lebar dan Membakar dengan dahsyat,
mengucapkan kata-kata ini (atha vajradharo raja
sarvaklesarnavaprabhuh diptacando visalaksa idam vacanam
abravit) :
Bermeditasi pada Tubuh, Ucapan, dan Pikiran sebagai Tubuh,
Ucapan, dan Pikiran Vajra, Yang Tidak Dibedakan, Yang Tidak
Didukung, Yang Sama, Yang Tidak Tinggal Berdiam Dimanapun
(kayavakcittavajranam kayavakcittabhavanam nirvikalpaniralambam
samata na kvacit sthitam).
Kemudian sang Bhagavan 'Svabhavasuddha (Memurnikan Sendiri)'
Tathagata memasuki Samadhi yang bernama "Jalan Vajra Dari
Paramita Dan Mantra (paramitamantranayavajram nama samadhim)"
dan berkata kepada semua Tathagata :
Oh semua Bhagavan Tathagata, Semua Tathagata yang dipimpin oleh
Aksobhya (asti bhagavantah sarvatathagata aksobhyapramukhah
sarvatathagata), bersama-sama dengan ribuan atas ribuan
kotinayuta dari Vidya (anekavidyakotiniyutasatasahasraih),
mengungkapkan sandiwara drama yang bertindak pada tujuan dari
semua mahkluk (sarvasattvarthakriyanatakam pradarsayanti),
bermain dan bersenang-senang dan sepenuhnya menikmati lima
indriya di dalam alam-alam dunia yang tidak terbatas dari
sepuluh penjuru arah (dasadiglokadhatuparyavasanesu
pancakamagunaih kridanti ramante pravicarayanti), tetapi Mereka
tidak mengarahkan mata Mereka menuju ke Dia yang berusaha di
dalam praktek Mantra, berpikir bahwa sang Lelaki Besar itu
tersempurnakan di dalam Jalan dari praktek Mantra dari para
Tathagata.
Jadi untuk membuat Mereka melihat pada para Maha Satpurusa itu,
Dia mengumumkan dengan kata-kata dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran
Vajra-Nya rahasia tertinggi dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran dari
semua Tathagata ini, yang disebut "Membangkitkan Intisari Dari
Semua Mantra (sarvamantrahrdayasamcodanam nama paramaguhyam)",
yang artinya adalah "Samaya dari Tubuh, Ucapan dan Pikiran dari
semua Tathagata (sarvatathagatakayavakcittasamayavalambanam)"
dan "Samaya dari Tubuh, Ucapan dan Pikiran dari semua Vajradhara
(sarvavajradharakayavakcittasamayavalambanam)" dan "Samaya dari
Tubuh, Ucapan dan Pikiran dari semua Dharmadhara
(sarvavajradharakayavakcittasamayavalambanam)", kumpulan dari
Mantra ini :
OM AH HUM
Segera setelah ini diucapkan, semua para Buddha bersama-sama
dengan anak-anak Mereka gemetar dan jatuh lemah, memusatkan
ingatan pada Vajrasattva.
Kemudian, Vajrapani, sang Raja semua Tathagata, mengumumkan
hukum suci ini :
Pada tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan susunan
Mandala, dan di tengah pusat dari itu visualisasikan huruf 'HUM'
di dalam gambar wujud anda sendiri, bayangkan dalam pikiran itu
memancarkan sinar-sinar Vajra yang cemerlang dan merebut Tubuh,
Ucapan, dan Pikiran dari para Buddha. Pada seluruh saat itu anda
akan menjadi Vajrasattva sang pemilik Tubuh Ucapan dan Pikiran
Vajra, sang Maha Raja, Yang tertinggi diantara semua (sarvagra),
sang Penguasa tertinggi (paramesvara); Anda akan mencapai ritual
dari menciptakan Mandala milik anda sendiri dengan Vajra anda
sendiri; Ini adalah kumpulan intisari Vajra dari semua Buddha.
Setelah menvisualisasikan perwujudan dari Mantra anda,
visualisasikan gambar rupa itu di dalam empat penjuru arah, di
dalam aspek tiga kepalanya di dalam tiga warna.
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Vajrasamaya.
Inilah rahasia Vajra yang tertinggi :
Visualisasikan Mandala itu sangat kecil di tengah pusat
hati-dada (posisi jantung di dada), dan pada tengah pusat itu
visualisasikan Huruf tertinggi. Selalu visualisasikan Vajra
besar yang berujung lima, kemudian visualisasikan tiga Vajra
dengan latihan dari pengait Vajra, dan bangkitkan devata dengan
menghantam jantungnya dengan itu; Ini mencapai Pencerahan Bodhi
sang Buddha dari semua Vajra. Meditasi pada pengait Vajra oleh
Vajra, Bunga Teratai dan Keluarga yang lainnya disebut
kebangkitan di dalam jantung, itu adalah sama seperti
penghasilan dari permainan. Jika anda mempraktekkan jalan Vajra
tertinggi ini selama tujuh hari, anda akan mencapai tubuh,
ucapan dan pikiran rahasia dari mereka yang menguasai
kebijaksanaan Vajra. Para Buddha dan para Bodhisattva yang
mengikuti praktek Mantra tertinggi, Penganugerah pemberian,
melihat kebawah dengan penuh kekaguman, pikiran Mereka dipenuhi
ketakutan, dan memberikan seluruh luasnya Siddhi, nafsu
keinginan hati dan kepuasan; Tapi jika orang yang tertipu itu
melakukan kesalahan, kehidupannya berakhir pada saat itu juga.
Kemudian Vajradhara, sang Raja, Guru tertinggi dari tiga dunia,
Vajra tertinggi dari tiga dunia, mengucapkan kata-kata ini :
Sebanyak perwujudan dari Mantra, dipenuhi di dalam kebijaksanaan
dari tiga Vajra, visualisasikan semua mahluk ini dengan
penyatuan dari dua organ; Ini adalah meditasi pada hukum yang
suci dari Mantra dari semua Buddha; Memasuki Ratu Vidya
(vidyesvaripravistesu), lakukan meditasi pada penyatuan Vajra
(vajrasamyogabhavana), dan lihatlah kegelisahan dia dengan
tatapan kegelisahan : Ini adalah Samaya Mandala.
Kemudian Vajradhara, sang Raja, anak dari semua Tathagata
(sarvatathagatatmajah), Penyucian semesta, Yang Terutama dari
para Buddha, mengucapkan kata-kata ini :
Sebanyak perempuan di dalam semua semua alam-alam dunia, dengan
'praktek dari Simbol besar (mahamudradiyogena)' nikmati semua
ini, dan pancarkan disana tempat kediaman Buddha dari jutaan
yang tidak terhitung dari para pemilik Vajra
(asamkhyakotivajrinam).
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Bodhisamaya.
Melalui ini, anda akan mencapai Pencerahan Bodhi, Tiga Vajra
yang menyerupai langit (trivajrakasasamnibham), dan menjadi
Bodhisattva, lautan dari para Jina, dengan kehidupan yang
panjang dari Vajrasattva.
[center]
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/vajrapani_1.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/vajrapani_1.jpg.html
BAB XI
Sarvatathagatamantrasamayatattvavajravidyapurusottamapatalah
[/center]
Kemudian Bhagavan Kayavakcittavajra Tathagata memasuki samadhi
yang bernama "Perwujudan Yang Tertinggi Dari Mantra Vajra Dari
Semua Tathagata (sarvatathagatavajramantrapurusottamam nama
samadhim)", dan mengumumkan babak ini pada Perwujudan dari Vajra
Vidya, Mantra dari semua Tathagata.
Kebijaksanaan Vajra harus bermeditasi pada Maha Mudra, yang
membawa pada semua Pencerahan Bodhi (sarvabodhisamavaham),
dengan Mantra Tertinggi Huruf dari tiga Vajra
(trivajraksaramantragrair).
Huruf 'OM' adalah intisari dari kebijaksanaan yang membawa
kepada Tubuh Vajra (OMkaram jnanahrdayam kayavajrasamavaham).
Huruf 'AH' adalah ketiadaan diri dari Pencerahan Bodhi yang
membawa kepada Ucapan Vajra (AHkaram bodhinairatmyam
vagvajrasamavaham).
Huruf 'HUM' adalah tubuh, ucapan, dan pikiran yang membawa
kepada tiga Vajra yang tidak bisa dihancurkan (Humkaram
kayavakcittam trivajrabhedyasamavaham).
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Perwujudan dari Mantra
dari tubuh, ucapan, pikiran dari semua Tathagata (ityaha
bhagavan sarvatathagatakayavakcittamantrapurusah).
Pada tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala yang
tersusun dari semua Vajra, dan di dalamnya bayangkan dalam
pikiran Huruf 'BHRUM' memancarkan awan-awan Vajra.
Disini adalah intisari dari kebijaksanaan Vajra : 'BHRUM'.
Visualisasikan huruf 'HUM' pada tengah pusat dari Mandala
Vajra, huruf 'OM' pada tengah pusat dari Mandala yang terang,
dan huruf 'AH' pada tengah pusat dari Mandala Dharma, dan
bayangkan dalam pikiran huruf 'BHRUM' sebagai sumber-asal dari
tiga Vajra ini muncul.
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Guhyasamaya.
Intisari dari para Buddha dari tiga masa waktu, menyenangkan
tubuh, ucapan, dan pikiran : 'OM' adalah Tubuh Buddha yang
melampaui, 'AH' adalah Ucapan dari para Buddha, 'HUM' adalah
pikiran, luapan banjir kebijaksanaan, - ini adalah jalan
tertinggi dari pencerahan Bodhi, itu adalah ini yang
menyempurnakan Pencerahan Bodhi dari semua Buddha, terwujud
melalui kebijaksanaan Vajra, penyebab yang buahnya adalah para
Buddha; Karena ini tentu saja adalah Penjelmaan para Buddha,
yang diketahui sebagai Vidya Mantra, dicapai melalui meditasi
pada tiga Vajra yang tidak bisa dihancurkan, dengan hukum suci
dari dari penciptaan dan seterusnya.
Samadhi itu disebut "Penyebab Dari Pemberkatan Dari
Kebijaksanaan Vajra, Samaya Intisari Dari Tubuh Ucapan Pikiran
Dari Semua Tathagata.
(sarvatathagatakayavakcittasamayatattvajnanavajradhisthanahetur
nama samadhim)"
Praktekkan yoga ini di dalam tempat yang sepi dan yang nyaman,
dan di dalam dua minggu Tubuh, Ucapan, dan Pikiran akan
tercapai, tidak ada keraguan. Pada tengah pusat ruang angkasa
visualisasikan Mandala suci yang terang, dan setelah menciptakan
mahkluk Samaya dari Mantra Anda, tempatkan huruf 'OM' di dalam
'hati-dadanya (daerah jantungnya)'; Bermeditasi pada Vairocana,
visualisasikan awan-awan besar dari lima sinar cahaya; Melalui
ini, di dalam dua minggu, anda akan mencapai tubuh Buddha,
lautan dari Vajra Vairocana, warna dari tubuh Buddha, dan tetap
tinggal selama tiga kalpa Vajra melayani sang Pemilik Lima
Kebijaksanaan.
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Kayavajraguhyah.
Samadhi itu disebut "Kumpulan Besar Dari Sinar Cahaya Dari Tubuh
Vajra Dari Semua Tathagata (sarvatathagatakayavajrarasmivyuho
nama samadhih)"
Pada tengah pusat dari ruang angkasa, visualisasikan Mandala
Dharma yang suci, dan setelah menciptakan perwujudan dari Mantra
Anda, tempatkan huruf 'AH' dalam tenggorokannya; lakukan
meditasi pada Lokesvara, visualisasikan Vajra yang besar dalam
lima warna; Setelah menciptakan mahkluk Samaya dan makhluk
Kebijaksanaan, visualisasikan Samaya dari Ucapan dan Lima Besar;
Tinggal berdiam di dalam tenggorokannya, anda akan menjadi
seperti Dharma Vajra, dan tetap tinggal selama tiga kalpa Vajra
melayani sang Pemilik Lima Kebijaksanaan.
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Vagvajraguhyah (Ucapan
Vajra Rahasia). Samadhi itu bernama "Lahir Dari Samaya Ucapan
Vajra Dari Semua Tathagata"
(sarvatathagatavagvajrasamayasambhavo nama samadhih).
Pada tengah pusat dari ruang angkasa, visualisasikan Mandala
Vajra yang suci, dan setelah menciptakan perwujudan dari Mantra
Anda, tempatkan huruf 'HUM' dalam jantungnya; 'kebijaksanaan
Vajra (jnanavajrena)' harus menvisualisasikan intisari Maha
Samaya ini dalam lima warna, sebagai tempat tinggal dari para
Jina dari semua Vajra (sarvavajrajinalayam); Dia akan menjadi
sama seperti Pikiran Vajra, sang Guru (sasta), Lautan dari
kualitas-kualitas kebijaksanaan, dan tetap tinggal selama tiga
kalpa Vajra melayani sang Pemilik Lima Kebijaksanaan.
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Vajracittaguhyah (Pikiran
Vajra Rahasia). Samadhi itu bernama "Samaya Vajra Dari Tubuh
Ucapan Dan Pikiran Dari Semua Tathagata"
(sarvatathagatakayavakcittasamayavajra nama samadhih).
Visualisasikan Maha Vajra di dalam tengah pusat dari Mandala
Kebijaksanaan, dan visualisasikan huruf 'KHAM' pada semua
bentuk, dan anda akan menjadi sama seperti 'Kebijaksanaan Vajra'
yang adalah ruang angkasa. Dipuja lagi dan lagi oleh para Buddha
dan para Bodhisattva, tetap tinggal selama tiga kalpa, tidak
terlihat bahkan oleh para Buddha.
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Khavajrasamayah (Samaya
dari Ruang Angkasa Vajra). Samadhi itu bernama "Kalung Karangan
Bunga Dari Perwujudan Muncul Dari Tubuh Ucapan Dan Pikiran Yang
Tidak Kelihatan" (kayavakcittantardhanasambhavavyuhamali nama
samadhih).
Setelah menvisualisasikan perwujudan dari Mantra milik anda di
tengah pusat Mandala Vajra, tempatkan Huruf Vajra 'HAM' dalam
jantungnya dan visualisasikan sinar-sinar cahaya; Anda akan
menjadi Bodhisattva yang terdirikan dalam Sepuluh Tingkat
(dasabhumipratisthitah), memiliki Tubuh, Ucapan dan Pikiran
Vajra, tubuh kebahagiaan dari Manjusri (manjusrisamayasambhogam
kayavakcittavajrinah).
Samadhi itu bernama "Bulan Vajra Dari Samaya Kebijaksanaan Dari
Bodhisattva". (bodhisattvajnanasamayacandravajro nama samadhih).
Pada tengah pusat dari ruang angkasa, visualisasikan huruf
'THLIM' menyala berkobar dengan cahaya, dan dengan tubuh anda,
senjata Vajra tertinggi, menjadi sama seperti tubuh Vajra.
Samadhi itu bernama "Tempat Tinggal Berdiam Dari Susunan Dari
Samaya Vajra Ruang Angkasa". (khavajrasamayavyuhalayo nama
samadhih).
Dengan hukum suci tertinggi dari tanggapan Buddha, menjadi sama
seperti Vajradhara, ini adalah Sadhana tertinggi dari tanggapan
Buddha di antara semua Siddhi. Pada tengah pusat ruang angkasa,
visualisasikan Mandala suci dari para Buddha, dan bayangkan
Vajrasattva, visualisasikan sang Kebijaksanaan huruf 'OM';
Dengan melakukan meditasi pada Samaya Tiga Vajra menjadi sama
seperti Aksobhya, sang Tiga Vajra.
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Aksobhya Vajra.
Memiliki tubuh, ucapan, dan pikiran yang melampaui yang sulit
dipahami dari Aksobhya, anda akan di sembah di dalam semua dunia
oleh mereka yang dari keluarga Aksobhya.
Samadhi itu disebut "Vajra Yang Menghasilkan Tubuh Sama Seperti
Aksobhya (aksobhyasamakayabhisambhavavajro nama samadhih)"
Pada tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala yang
suci dari para Buddha, dan bayangkan ruang angkasa Vajra,
visualisasikan sang Permata huruf 'OM'; Dengan melakukan
meditasi pada Samaya Tiga Vajra menjadi sama seperti Ratnaketu,
sang Tiga Vajra.
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Ratnaketu Vajra.
Dengan tubuh, ucapan dan pikiran Vajra, tampil seperti
Ratnaketu, anda akan tinggal berdiam di dalam kebijaksanaan
rahasia, ketiadaan diri dari Pencerahan Bodhi.
Samadhi itu disebut "Tubuh Vajra Dari Kebahagiaan Dari Samaya
Permata (ratnasamayasambhogavajro nama samadhih)"
Pada tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala yang
suci dari para Buddha, dan bayangkan Lokesvara, visualisasikan
sang Dharma huruf 'OM'; Dengan melakukan meditasi pada Samaya
Tiga Vajra menjadi sama seperti Amita, sang Tiga Vajra.
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Amita Vajra.
Dengan tubuh, ucapan dan pikiran Vajra, tampil seperti Amitabha
(kayavakcittavajrena amitabhasamaprabhah), anda akan menjadi
sumber dari jalur Mahayana untuk semua mahkluk (sa bhavet
sarvasattvanam mahayanapathodayah).
Samadhi itu disebut "Cahaya Yang Mulia Dari Kualitas-Kualitas
Dari Amita (amitagunavajraprabhasasrir nama samadhih)"
Pada tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala yang
suci dari para Buddha, dan bayangkan Bunga Teratai Vajra Malam,
visualisasikan sang Samaya huruf 'OM'; Dengan melakukan meditasi
pada Samaya Tiga Vajra menjadi sama seperti Amogha, sang Tiga
Vajra.
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Amogha Vajra.
Dengan tubuh, ucapan dan pikiran Vajra, tampil seperti Vajra
Amogha, anda akan menjadi Lautan Yang Mulia Dari Kebijaksanaan
Untuk Menghasilkan Tujuan Dari Semua Mahkluk.
Samadhi itu disebut "Kelahiran Dari Kebijaksanaan Tertinggi,
Sinar Cahaya Dari Samaya Amogha
(amoghasamayarasmijnanagrasambhavo nama samadhih)"
Pada tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala yang
suci dari para Buddha, dan bayangkan Vairocana Vajra,
visualisasikan huruf 'OM' dari Tiga Tubuh; Dengan melakukan
meditasi pada Samaya Tiga Vajra menjadi sama seperti Vairocana.
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Vairocana Vajra.
Dengan tubuh, ucapan dan pikiran Vajra, tampil seperti
Vairocana, anda akan mencapai Tiga Tubuh Yang Tida Bisa
Dihancurkan dan 'Pencerahan Sempurna Dari Kebijaksanaan
(Jnanasambodhi)'.
Samadhi itu disebut "Vajra Dari Pencerahan Sempurna Melalui
Perenungan Pada Tubuh, Ucapan, Pikiran.
(kayavakcittalambanasambodhivajro nama samadhih)"
Kelompok meditasi ini harus dipraktekkan di pegunungan yang
sunyi dan dekat sungai yang mengalir dan di tempat seperti tanah
pembakaran. Visualisasikan Kebijaksanaan Vajra dari Aksobhya dan
seterusnya pada tengah pusat dari ruang angkasa Vajra, dan
dengan praktek dari lima tanggapan yang hebat
(pancabhjnaprayogena) lakukan meditasi pada para Buddha yang
tertinggi di dalam tempat-tempat Mereka.
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Maha Vajra Samaya.
'Vajrabhijnah (tanggapan Vajra)'.
Dengan menggabungkan Vajra Besar Yang Berujung Lima (pancasulam
mahavajram), dihiasi dengan lima kobaran api
(pancajvalavibhusitam), pada Lima Tempat, anda akan mencapai
Tanggapan Vajra.
Visualisasikan Mantra anda seperti Roda yang secara penuh terisi
dengan percikan bunga api, dan menggabungkan itu pada Lima
Vajra, anda akan mencapai Tanggapan Vajra.
Visualisasikan Roda yang bersinar dengan kobaran api dari para
Buddha pada tengah pusat dari ruang angkasa Vajra, dan dengan
jalan masuk dari para Buddha menjadi tempat tinggal Mereka.
Tempatkan Vairocana di dalam tubuh anda pada tengah pusat dari
Mandala para Buddha, dan visualisasikan huruf 'OM' di dalam
'hati-Nya (daerah jantung di dada)', lakukan meditasi pada
kesadaran anda dalam Mantra itu;
Ketika pikiran anda memasuki keadaan Vajra dari Penghentian,
anda akan menjadi 'Permata pengabul keinginan (cintamanih)' yang
mulia yang memuat semua Buddha yang tertinggi
(sarvabuddhagradharakah).
Visualisasikan Vajra Aksobhya pada tengah pusat dari Mandala
para Buddha, dan visualisasikan huruf 'HUM' di dalam hati-Nya,
tempatkan pikiran anda disana di dalam bentuk dari tetesan;
Visualisasikan Amitayus pada tengah pusat dari Mandala para
Buddha, dan visualisasikan huruf 'AH' di dalam hati-Nya,
tempatkan Vajra disana di dalam bentuk dari tetesan;
Ini adalah hukum suci yang sangat tertinggi (idam tat
samayagragram), meditasi pada Tiga Vajra Yang Tidak Bisa
Dihancurkan (trivajrabhedyabhavanam),
Adalah kebijaksanaan dari hukum suci dari penghentian
(nirodhasamayajnanam), yang mencapai Siddhi Buddha
(buddhasiddhisamavaham).
Pada tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala yang
terang, dan lakukan meditasi pada huruf 'OM' di dalam tubuh,
ucapan, dan pikiran, tetap tinggal selama satu kalpa;
Pada tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala
Dharma, dan lakukan meditasi pada huruf 'AH' di dalam tubuh,
ucapan, dan pikiran, tetap tinggal selama satu kalpa;
Pada tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala
Vajra, dan lakukan meditasi pada huruf 'HUM' di dalam tubuh,
ucapan, dan pikiran, tetap tinggal selama satu kalpa;
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Trivajrakalpasamayah.
Dari waktu ketika anda memulsi yoga dari tubuh ucapan dan
pikiran Vajra ini, membacanya atau bermeditasi padanya, anda
akan menjadi sama seperti Vajradhara.
[center]
[html]<iframe width="420" height="315"
src="//www.youtube.com/embed/rP1NPtVl2aM" frameborder="0"
allowfullscreen></iframe>[/html]
Samantabhadra Vajradhara
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/VC.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/VC.jpg.html
BAB XII
Sarvatathagatavajrayogasamayasadhanagranirdesapatalo
[/center]
Kemudian sang Vajradhara, sang Guru (Sasta) dan sang Pencipta
(Sarsta), Yang Mencapai Kebijaksanaan Tertinggi
(Jnanagrasadhakah), mengumumkan dengan ucapan Vajra sang
intisari dari Tiga Vajra :
Diantara dharma yang sifat alami intisarinya adalah murni dan
terbebas dari pikiran ganda, sama seperti ruang angkasa,
permainan ini diciptakan di dalam meditasi. Di dalam hutam
belantara terhiasi dengan buah-buahan dan bunga-bunga, atau di
atas gunung yang sunyi, semua Siddhi akan dicapai.
MAM
Lakukan meditasi pada Manjuvajra di dalam tubuh, ucapan, dan
pikiran Vajra, dan memancarkan hasil kedalam tubuh, ucapan, dan
pikiran, anda akan menjadi sama seperti Manjuvajra;
Dengan sifat alami yang termurnikan, anda akan bersinar dengan
cahaya yang cemerlang sepanjang ratusan yojana, terhiasi dengan
semua penghiasan, dan tidak pernah bisa terlihat oleh brahma,
rudra, dan para dewa yang lainnya.
Samadhi itu disebut "Membuat Tidak Bisa Dilihat Samaya Tertinggi
Dari Manjuvajra (manjuvajragrasamayantardhanakari nama
samadhih)"
Letakkan kedalam mulut anda tiga logam digabung dengan lima zat
suci yang dihasilkan dari Tiga Vajra Yang Tidak Bisa
Dihancurkan, dan di dalam itu visualisasikan Pikiran Yang Tidak
Bisa Dihancurkan Dari Semua Buddha; Pada seluruh saat itu, anda
akan mencapai Keagungan dari Manjuvajra.
Dengan Mantra anda visualisasikan Roda, terang-benderang dengan
percikan cahaya, dan bayangkan itu sebagai tempat tinggal dari
semua keluarga Buddha, dan anda akan menjadi sama seperti
Buddha;
Para pembantu yang banyaknya sama seperti butiran debu di dalam
36 Sumeru akan menjadi milik anda, semua sama seperti
Vajradhara.
Samadhi itu disebut "Roda Samaya (cakrasamayo nama samadhih)"
Dengan Mantra anda visualisasikan 'Vajra Besar (Maha Vajra)'
berada pada tengah pusat dari Mandala, bayangkan itu sama
seperti tempat tinggal dari semua keluarga Vajra, dan anda akan
menjadi sama seperti Vajra;
Para perempuan yang banyaknya sama seperti butiran debu di dalam
36 Sumeru akan menjadi milik anda, semuanya penuh kebajikan, dan
anda akan menjadi Vajra Besar Dari Tiga Dunia
(traidhatukamahavajra), di sembah oleh rudra.
Samadhi itu disebut "Kesamaan Vajra (vajrasamata nama samadhih)"
Dengan Mantra anda visualisasikan Bunga Teratai Besar Berkelopak
Delapan, dan bayangkan itu sama seperti tempat tinggal dari
semua keluarga Dharma, anda akan menjadi sama seperti Dharma;
Para orang murni yang banyaknya sama seperti butiran debu di
dalam 36 Sumeru akan menyucikan anda di dalam Mandala dari Puja
Tertinggi dari para Buddha.
Samadhi itu disebut "Kesamaan Bunga Teratai (padmasamata nama
samadhih)"
Anda akan menetap selama tiga kalpa melayani sang Pemilik Lima
Kebijaksanaan, menyembah tiga rahasia dari semua Buddha dari
sepuluh penjuru arah.
Dengan Mantra anda visualisasikan pedang berwarna lima sinar,
lalu genggam itu dalam tangan anda, dengan mata terbuka lebar,
anda akan menjadi Vidyadhara dari Tiga Vajra;
Anda akan menjadi Pemegang Besar dari Rahasia
(guhyadharottamah), sang Pahlawan dari tiga ribu dunia
(trisahasraikamahasuro), di sembah oleh semua dalam tiga dunia,
di sembah oleh para 'Iblis (Daitya)', para Brahma, para Dewa
Indra;
Memiliki tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra, dia memberikan Siddhi
apapun sesuka hati, dihasilkan dari pikiran Vajra.
Samadhi itu disebut "Yang Terbaik Dari Semua Pedang
(sarvakhadgottamo nama samadhih)"
Visualisasikan huruf 'OM' sebagai tablet-pil seukuran buncis,
'dengan bentuk dari devata anda sendiri (svadevatabimbam)' pada
tengah pusat, dan bayangkan pil itu ada didalam mulut anda;
Pada seluruh saat itu, anda akan mencapai kemuliaan dari
Bodhisattva, terang-benderang sama seperti matahari terbit,
keemasan sama seperti sungai Jambunada.
Visualisasikan huruf 'HUM' sebagai tablet-pil seukuran buncis,
dengan bentuk dari devata anda sendiri pada tengah pusat, dan
bayangkan pil itu ada didalam mulut anda;
Pada seluruh saat itu, anda akan mencapai kemuliaan dari Tubuh
Vajra, terang-benderang sama seperti matahari terbit, keemasan
sama seperti sungai Jambunada.
Visualisasikan Vairocana berada pada tengah pusat dari Mandala
Yang Terang di dalam ruang angkasa,
dan visualisasikan Roda di dalam tangan anda menjadi Vidyadhara
dari Roda (haste cakram prabhavitva cakravidyadharo bhavet);
Visualisasikan Keluarga Roda Besar (mahacakrakulam), menyatu
dengan tubuh Buddha, Kebijaksanaan Vajra harus melaksanakan
Sadhana dari Kebijaksanaan Tertinggi ini.
Pada tengah pusat dari Mandala Vajra di dalam ruang angkasa,
visualisasikan wujud kebijaksanaan dari Aksobhya, dan
visualisasikan Vajra di dalam tangan anda menjadi Vidyadhara
dari Vajra;
Visualisasikan Keluarga Vajra Besar (mahavajrakulam), menyatu
dengan tubuh Vajra, Kebijaksanaan Vajra harus melaksanakan
Sadhana dari Vajra Tertinggi ini.
Visualisasikan Ratna Vajra berada pada tengah pusat dari Mandala
Permata di dalam ruang angkasa, dan visualisasikan Permata di
dalam tangan anda menjadi Vidyadhara dari Permata;
Visualisasikan Keluarga Permata Besar (maharatnakulam), menyatu
dengan tubuh Permata, Kebijaksanaan Vajra harus melaksanakan
Sadhana dari Permata Tertinggi ini.
Visualisasikan Amitayus berada pada tengah pusat dari Mandala
Dharma di dalam ruang angkasa, dan visualisasikan Bunga Teratai
di dalam tangan anda menjadi Vidyadhara dari Bunga Teratai;
Visualisasikan Keluarga Bunga Teratai Besar (mahapadmakulam),
menyatu dengan tubuh Dharma, Kebijaksanaan Vajra harus
melaksanakan Sadhana dari Bunga Teratai Tertinggi ini.
Visualisasikan wujud Kebijaksanaan dari Amogha berada pada
tengah pusat dari Mandala Samaya di dalam ruang angkasa,
dan visualisasikan Pedang di dalam tangan anda menjadi
Vidyadhara dari Pedang;
Visualisasikan Keluarga Samaya Besar (mahasamayakulam), menyatu
dengan tubuh Samaya, Kebijaksanaan Vajra harus melaksanakan
Sadhana dari Samaya Tertinggi ini.
Tombak Tiga Mata, Pengait Kebijaksanaan (trisulajnanankusadayah)
dan seterusnya dicapai, membedakan diantara Vajra, di dalam
meditasi dengan sadhana dari tubuh, ucapan, pikiran.
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Mahasamayasiddhivajrah.
Di dekat persimpangan jalan atau pohon tunggal, atau di dalam
Kuil yang memuat gambar tunggal, sang Sadhaka harus selalu
mempraktekkan Penangkapan Vajra.
Visualisasikan perwujudan dari Tiga Mantra yang Menyatu
(triyogamantrapurusam), Tiga Vajra menyatu dalam satu,
Pengait Tubuh, Ucapan dan Pikiran dari para Buddha yang pikiran
Mereka adalah Kebijaksanaan;
Penangkapan Suci dari para Buddha terjadi di dalam Mandala dari
Udara,
Setelah menangkap dengan Vajra para dewi dari sepuluh penjuru
arah, lahir dari hukum suci, nikmati mereka.
Penangkapan dari Samaya dari alam dari ruang angkasa
(khadhatusamayavajrakarsanam)
Penangkapan suci dari Samaya dilaksanakan melalui
menvisualisasikan Roda Besar dari Vairocana, Vajra, Bunga
Teratai, dan seterusnya, sebagai Pengait, tempat tinggal dari
para Jina.
Penangkapan dari Samaya dari Tiga Alam
(traidhatukasamayakarsanam)
Visualisasikan tubuh Buddha memiliki semua bentuk-bentuk
ketuhanan (sarvakaravaropetam buddhabimbam vibhavayet),
dan bayangkan di dalam tangan anda 'pengait dari tubuh, ucapan,
dan pikiran dan senjata-senjata yang lainnya';
Melalui yoga ini anda akan melaksanakan tindakan dari keadaan
Dia.
Visualisasikan tubuh Vajra memiliki semua bentuk-bentuk
ketuhanan, dan melalui yoga dari lidah Vajra, anda akan menjadi
sama seperti Ucapan Vajra.
Visualisasikan tubuh Buddha memiliki semua bentuk-bentuk
ketuhanan, dan visualisasikan di dalam tangan anda objek yang
untuk dicapai, anda akan menjadi sama seperti Vajra.
Persembahkan puja tertinggi dari Samaya Tiga Rahasia
(triguhyasamayapujagrim), capai keberhasilan,
Ini adalah kumpulan intisari rahasia dari semua Buddha (idam tat
sarvabuddhanam saram guhyasamuccayam).
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Mahaguhyasamayah.
Dengan hukum besar yang suci dari daging manusia, capai Tiga
Vajra Yang Tertinggi, (mahamamsasamayagrena sadhayet trivajram
uttamam)
Dengan tinja dan kencing menjadi Penguasa Vidyadhara,
(vinmutrasamayagrena bhaved vidyadharah prabhuh)
Dengan daging gajah mencapai lima tanggapan ketuhanan,
(hastisamayamamsena pancabhijnatvam apnuyat)
Dengan daging kuda menjadi Tuan Yang Tidak Terlihat,
(asvasamayamamsena antardhanadhipatir bhavet)
Dengan daging anjing mencapai semua Siddhi, (svanasamayamamsena
sarvasiddhiprasadhanam)
dan dengan daging sapi menangkap Vajra (gomamsasamayagrena
vajrakarsanam uttamam).
Jika semua jenis dari daging ini tidak bisa ditemukan, mereka
harus di bayangkan dalam pikiran;
Dengan Vajra Yoga ini semua Buddha memberikatn pemberkatan
Mereka.
Visualisasikan tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra memiliki semua
bentuk-bentuk ketuhanan,
Di hati-Nya, makhluk kebijaksanaan dan makhluk Samaya,
Dan diatas Mahkota-Nya, sang Pemegang Vajra Tertinggi;
Sadhaka harus mempraktekkan jalan tertinggi dari hukum suci ini,
yang menggembirakan para Buddha dan mencapai semua Siddhi.
Samadhi itu disebut "Makanan Dari Kebijaksanaan Vajra Dari Semua
Samaya (sarvasamayajnanavajraharo nama samadhih)"
Visualisasikan pada lidah anda huruf 'HUM' yang adalah milik
dari Samaya Vajra Besar, kemudian makan lima 'Nektar (Amrta)'
anda akan mencapai sifat alami dari tiga Vajra;
Lakukan hal yang sama dengan huruf 'AH' dan huruf 'OM', ini
adalah jalan Vajra yang tertinggi, melalui yoga ini anda akan
menjadi sama seperti Vajrasattva.
Samadhi itu disebut "Karangan Bunga Dari Nektar, Samaya Vajra
(samayavajramrtamalini nama samadhih)"
Di dalam Siddhi yang tertinggi dari tiga Vajra Samaya, anda akan
menjadi Penguasa dari tiga tubuh Vajra, lautan dari permata
pengabul keinginan untuk semua mahkluk di dalam sepuluh penjuru
arah, dan dengan sifat alami Vajra bersinar dimana-mana di
seluruh alam semesta;
Di dalam Siddhi yang tertinggi dari Cakra Samaya, anda menjadi
sama seperti tubuh Buddha, dan mencapai semua Siddhi mengembara
dimana-mana melalui dunia-dunia yang tidak terbatas seperti
pasir sungai gangga;
Di dalam Siddhi yang tertinggi dari semua Samaya, lakukan
meditasi pada tubuh Vajra, anda akan menjadi Penguasa Vidyadhara
diantara Samaya yang besar;
Di dalam ketidakterlihatan dan seterusnya, anda sendiri akan
menyinari ribuan dunia, anda akan mencuri dari semua Buddha dan
menikmati para perempuan surga.
Dengan mata Vajra, anda melihat para Buddha tinggal berdiam di
dalam tiga Vajra, tidak terbatas seperti pasir sungai gangga,
seolah-olah Mereka adalah buah yang digenggam dalam tangan anda;
Dengan kekuatan dari tanggapan super, anda mendengar suara
apapun yang diucapkan dalam wilayah-wilayah yang tidak terbatas
seperti pasir sungai gangga seolah-olah mereka berada di telinga
anda;
Anda mengetahui pikiran dari semua mahkluk dalam wilayah-wilayah
yang tidak terbatas seperti pasir sungai gangga, muncul seperti
permainan dari tubuh, ucapan dan pikiran;
Seolah-olah itu cuma tiga hari yang lalu, anda mengingat
kehidupan masa lampau anda yang terjadi dalam samsara melalui
kalpa yang tidak terbatas seperti pasir sungai gangga;
Dengan memiliki kekuatan ajaib Vajra yang besar, anda mengisi
kalpa yang tidak terbatas seperti pasir sungai gangga dengan
hasil dalam bentuk awan-awan dari para Buddha, yang tidak
terbatas seperti pasir sungai gangga.
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Samayabhijna.
Ini adalah lima tanggapan super : Mata Vajra (Vajracaksur),
Telinga Vajra (Vajrasrotam), Pikiran Vajra (Vajracittam), Tempat
Tinggal Vajra (Vajranivasam), dan Keajaiban Vajra (Vajrarddhi).
Dalam Siddhi dari lima tanggapan super dari para Buddha, anda
akan menjadi sama seperti tubuh Buddha, dikelilingi oleh para
pembantu yang tidak terbatas seperti pasir sungai gangga, dan
dengan tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra mengembara dimana-mana
di dalam alam semesta.
Penyerapan di dalam Samaya dari Seva, kemunculan dari
Upasadhana, hukum suci yang objek tujuannya adalah sadhana
(sadhanarthasamayam), dan Maha Sadhana yang keempat,
Setelah memahami perbedaannya, kemudian laksanakan perbuatan.
Penyerapan di dalam sevasamadhi adalah untuk bermeditasi pada
Pencerahan Bodhi yang tertinggi,
Di dalam Siddhi yang besar dari upasadhana, periksa indera Vajra
(vajrayatanavicaranam),
Di dalam Sadhana, visualisasikan sang Raja Mantra
(mantradhipatibhavanam),
Ini disebut kebangkitan, dan pada saat Maha Sadhana,
kebijaksanaan Vajra akan berhasil dengan cara menvisualisasikan
gambar dari Vajra dari mantra miliknya (svamantravajrinah)
dengan sang Raja di dalam mahkotanya (mukute'dhipatim).
Selalu dan dimana-mana laksanakan 'Seva (Seva artinya
'pelayanan' dan 'penyembahan')' dengan nektar kebijaksanaan
(sevajnanamrtenaiva), karena ini akan mencapai arti sejati dari
semua Mantra;
Di dalam gurun yang sunyi, di sisi gunung yang berhutan, di tepi
sungai, Siddhi akan selalu tercapai.
(Di dalam Anuttara Yoga Mahayana, ada empat 'metode (upaya)'
yang dilaksanakan untuk pencapaian Vajrasattva, yakni : Seva,
'Upasadhana (Pembangkitan yang dekat)', 'Sadhana
(Pembangkitan)', dan 'Maha-sadhana (Pembangkitan yang besar)'.
Seva yang tertinggi atau dikenal sebagai 'Uttama Seva Yoga'
berisi Pratyahara, Dhyana, Pranayama, Dharana, Anusmrti, dan
Samadhi. Pencapaian dari Shunyata atau Vajrasattva adalah
cita-cita tertinggi dari Vajrayana)
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Mahasadhanavajrah.
Atau mereka yang teguh pada sumpah mereka bisa melakukan Seva
dengan empat Vajra, dengan bermeditasi di dalam penyatuan dengan
tiga tubuh Vajra, anda akan mencapai Siddhi.
Dengan praktek dari empat waktu (catuhsamdhyaprayogena), pada
lima tempat (pancasthanesu), sang orang bijaksana (buddhiman),
sang kebijaksanaan Vajra (jnanavajrena), harus menvisualisasikan
huruf 'OM' dan mengumumkan sumpah itu (samvara);
Dengan menciptakan Samaya Vajra selama satu minggu, dua minggu,
satu bulan, dan setengah, Siddhi segera tercapai.
Saya telah menjelaskan kebangkitan dalam terperinci dengan
jumlah yang berbeda dari hari, mereka yang terlahir dari rahasia
tertinggi (guhyagrasambhavaih) mengatakan bahwa Siddhi tercapai
tidak lebih dari dua minggu.
Sumpah dari Upasadhana.
Semoga sang Pembawa Tubuh Buddha Yang Mulia (buddhakayadharah
sriman), yang sifat-alami-Nya adalah Tiga Vajra Yang Tidak Bisa
Dihancurkan, Tubuh Vajra, berikan saya hari ini pemberkatan-Nya;
Semoga para Buddha yang tinggal berdiam di dalam sepuluh penjuru
arah, yang sifat-alami-Nya adalah Tiga Vajra Yang Tidak Bisa
Dihancurkan, Vajra Dari Tubuh, berikan saya hari ini pemberkatan
Mereka.
Sumpah dari Sadhana.
Semoga sang Pembicara Dharma Yang Mulia (dharmo vai vakpathah
sriman), yang sifat-alami-Nya adalah Tiga Vajra Yang Tidak Bisa
Dihancurkan, Ucapan Vajra, berikan saya hari ini
pemberkatan-Nya; Semoga para Buddha yang tinggal berdiam di
dalam sepuluh penjuru arah, yang sifat-alami-Nya adalah Tiga
Vajra Yang Tidak Bisa Dihancurkan, Vajra Dari Ucapan, berikan
saya hari ini pemberkatan Mereka.
Sumpah dari Maha Sadhana.
Semoga sang Pembawa Pikiran Vajra Yang Mulia (cittavajradharah
sriman), yang sifat-alami-Nya adalah Tiga Vajra Yang Tidak Bisa
Dihancurkan, Pikiran Vajra, berikan saya hari ini
pemberkatan-Nya; Semoga para Buddha yang tinggal berdiam di
dalam sepuluh penjuru arah, yang sifat-alami-Nya adalah Tiga
Vajra Yang Tidak Bisa Dihancurkan, Vajra Dari Pikiran, berikan
saya hari ini pemberkatan Mereka.
Buddha atau Vajradharma atau Vajrasattva, Jika orang yang
tertipu melakukan kesalahan, dia akan terbelah menjadi
potongan-potongan, tidak ada keraguan. (Jika oleh tidak
mendapatkan petunjuk, sang Yogin dari Vairocana, Amitabha, atau
Aksobhya berpikir pada pemberkatan dari tubuh, ucapan dan
pikiran ini sebagai yang terpisah, dia akan menjadi jauh dari
proses pencapaian Siddhi dari Buddha atau Vajradharma atau
Vajrasattva)
[center]
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/FB_IMG_1441194677726.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/FB_IMG_1441194677726.jpg.html
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/FB_IMG_1441194671101.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/FB_IMG_1441194671101.jpg.html
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/FB_IMG_1441194666049.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/FB_IMG_1441194666049.jpg.html
BAB XIII
Vajrasamayavyuhatattvarthabhavanasambohipatala
[/center]
Kemudian semua Bhagavan Tathagata yang memiliki kebijaksanaan
tertinggi (atha bhagavantah sarvatathagata
jnanavajragradharinah),
Para Bodhisattva bijaksana yang ada demi kepentingan semua
mahkluk (sarvasattvarthasambhuta bodhisattva ca dhimatah),
Membungkukkan diri dihadapan sang Guru Besar, sang Bijaksana,
sang Tujuan Dari Semua, (pranipatya mahasastrim munim
sarvarthavajrinam),
Menyembah Dia bijaksana di dalam Samaya Kebenaran dan
menyanyikan Lagu Vajra ini (pujya samayatattvajnam vajraghosam
udirayan) :
Oh Jalan Kesurgaan Dari Buddha (Aho Buddhanayam divyam) !
Oh Jalan Tertinggi Dari Pencerahan (Aho Bodhinayottamam) !
Oh Jalan Penuh Kedamaian Dari Dharma (Aho Dharmanayam Santam) !
Oh Jalan Pasti Dari Mantra (Aho Mantranayam drdham) !
Ketika dharma adalah tidak timbul (anutpannesu dharmesu),
melampaui di dalam sifat alaminya (svabhavatisayesu),
Seluruhnya bebas dari pikiran yang berpindah-pindah, 'kemunculan
dari kebijaksanaan' diumumkan.
Ajarkan, Bhagavan, Mandala dari tiga tubuh yang tidak bisa
dihancurkan, Japaan Vajra (Vajrajapam), Kebijaksanaan Besar
(Mahajnanam), yang penuh kesenangan perkumpulan dari semua
Mantra (ramyam sarvamantrasamuccayam);
Dengan bermeditasi pada Tiga Vajra Yang Tidak Bisa Dihancurkan,
Kebijaksanaan Buddha tercapai,
Dengan praktek dari Menjapa Vajra (japavajraprayogena), semua
Buddha memberikan pemberkatan Mereka (sarvabuddhair
adhisthyate).
Jelaskan sekarang bagaimana menjapa rahasia Mantra dari semua
keluarga, yang ditandai oleh tubuh, ucapan, dan pikiran,
Semoga 'sang Samudera Kebijaksanaan (jnanasagarah)' mendengar !
Para Buddha terlahir di dalam tiga masa waktu, memiliki tubuh,
ucapan, dan pikiran Vajra,
Bermeditasi pada Mantra Vajra telah mencapai kebijaksanaan yang
tiada bandingan (samprapta jnanam atulam vajramantraprabhavanair
)!
Kemudian Vajradhara sang Guru, yang lahir dari kebijaksanaan
ruang angkasa Vajra (khavajrajnanasambhavah), sang Pembuat
(karta), sang Pencipta (srasta), yang Tertinggi dari yang tinggi
(varagragryo), berbicara tentang Vajrajapam :
Penjapaan arti dari semua Mantra ditandai oleh Tiga Vajra Yang
Tidak Bisa Dihancurkan;
Penempatan Mantra ini di dalam pembagian tiga Vajra disebut tiga
Vajra.
Didalam dasar dari tubuh, ucapan, dan pikiran, laksanakan hasil
tiga kali lipat,
Melalui Vajrajapam ini anda akan menjadi sama seperti pikiran
dari tiga Vajra.
Setelah bermeditasi pada tubuh, ucapan, dan pikiran dari para
Buddha, sang Kebijaksanaan Vajra harus mempersembahkan di dalam
pikiran pemujaan tertinggi, dan menjadi sama seperti tiga Vajra.
Setelah bermeditasi pada tubuh, ucapan, dan pikiran dari para
Buddha, sang Kebijaksanaan Vajra harus mempersembahkan di dalam
pikiran pemujaan tertinggi, ini mencapai Pencerahan Bodhi.
Atau yang lainnya, laksanakan hasil di dalam tiga bagian yang
terpisah, dengan pemahaman wujudkan ketiadaan diri dari tubuh,
ucapan, dan pikiran. Bacakan, pancarkan Vajra - Vajra, dan dalam
penyelesaian cabut kembali mereka : Ini membuka mata
kebijaksanaan dari semua Buddha.
Lengkapi Pencerahan dari tubuh Vajra (kayavajrabhisambodhir),
pemeriksaan pada yang zat dan yang tanpa zat
(bhavabhavavicaranam), adalah disebut tubuh Buddha (buddhakaya),
itu disebut penjapaan dari tubuh (iti proktah kayajapah sa
ucyate);
Lengkapi Pencerahan dari ucapan Samaya (vaksamayabhisambodhih),
pemeriksaan pada yang suara dan yang tanpa suara
(sabdasabdavicaranam), adalah disebut ucapan Vajra (vagvajra),
itu disebut penjapaan dari ucapan (iti prokto vagjapah sa
ucyate);
Lengkapi Pencerahan dari pikiran Samaya (cittasamayasambodhih),
pemeriksaan pada Vajra yang tetap kukuh (sthitavajravicaranam),
adalah disebut pikiran Vajra (Vajracittam), itu disebut
penjapaan dari pikiran (iti proktam cittamjapah sa ucyate);
Pemeriksaan pada para Buddha dari tiga masa waktu, dengan
penjapaan Mantra yang berhubungan, penuh kesenangan, tanpa
kepadatan yang kukuh, ini disebut penjapaan Permata
(ratnajapah);
Itu yang artinya adalah 'datang dan pergi', hasil dari awan-awan
dari bentuk-bentuk dimana-mana di dalam Buddha-ksetra, ini
disebut penjapaan yang tidak terhalangi (amoghajapah);
Dengan kebijaksanaan dari Samaya yang penuh murka
(krodhasamayajnanena) dia mendengar huruf-huruf Mantra,
Mandala-nya diumumkan oleh Vajra-nya, ini disebut penjapaan
penuh murka (krodhajapah);
Dengan menginginkan keselamatan dan kebaikan pada semua,
menempatkan para makhluk hidup yang telah menjadi terbingungkan
oleh nafsu berahi di dalam tempat tinggal dari angan-angan
khayalan, ini disebut penjapaan angan-angan khayalan (mohajapa);
Kata yang muncul dari kegemaran gairah, tinggal berdiam di dalam
tubuh, ucapan, dan pikiran, dengan menempatkan para makhluk
hidup di dalam lautan dari kegemaran gairah, ini disebut
penjapaan kegemaran gairah (ragajapa);
Pikiran yang muncul dari kebencian Vajra, tinggal berdiam di
dalam tubuh, ucapan, dan pikiran, menempatkan para makhluk hidup
di dalam tempat tinggal dari kebencian, ini disebut penjapaan
kebencian (dvesajapah);
Intisari dari tiga Samaya Vajra, sang tengah pusat diantara
Samaya Vajra, ini disebut penjapaan netral dari Samaya Vajra
(samayavajranam japo napumsaka);
[center]
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Vajra1321.png
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Vajra1321.png.html
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/star_mandala1_1.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/star_mandala1_1.jpg.html
[/center]
Semua Vajradhipatih, merenungkan arti yang sesungguhnya dari
'kegemaran gairah', menghasilkan Pencerahan Bodhi melalui
'kegemaran gairah' demi kebaikan semua makhluk;
Sang Maha Vidya Locana dan seterusnya, selalu membenamkan di
dalam arti yang sesungguhnya dari nafsu keinginan, berhasil dari
menikmati sesuka hati kesenangan dari indera;
Sang Vidyaraja Pemilik Vajra, timbul dari Samaya Angan-Angan
khayalan, mencapai di dalam keadaan netral, menganugerahi Siddhi
tertinggi;
Sang Penuh Murka lahir di dalam tempat tinggal dari kebencian,
selalu bermaksud membunuh, mencapai melalui arti sesungguhnya
dari membunuh oleh sang Sadhaka dari Dharma tertinggi;
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Mahapurusa-Samaya.
Pada tengah pusat dari inti, visualisasikan Roda dari Pemilik
Roda Kebijaksanaan (hrdi madhyagatam cakram bhavayej
jnanacakrinam),
Dan bermeditasi pada arti dari Roda di tengah pusat, didalam
tengah-tengah dari Mandala Yang Terang
(svacchamandalamadhyastham madhye cakrarthabhavana);
Pada tengah pusat dari inti, visualisasikan Vajra dari Pemilik
Vajra Kebijaksanaan (hrdi madhyagatam vajram bhavayej
jnanavajrinam),
Dan bermeditasi pada arti dari Mantra Vajra didalam
tengah-tengah dari Mandala Vajra (vajramandalamadhyastham
vajramantrarthabhavana);
Pada tengah pusat dari inti, visualisasikan Permata dari Pemilik
Permata Kebijaksanaan (hrdi madhyagatam ratnam bhavayed
ratnajnaninam),
Dan bermeditasi pada arti dari Mantra Permata didalam
tengah-tengah dari Mandala Permata (ratnamandalamadhyastham
ratnamantrarthabhavana);
Pada tengah pusat dari inti, visualisasikan Bunga Teratai dari
Pemilik Bunga Teratai Kebijaksanaan (hrdi madhyagatam padmam
bhavayet padmajnaninam),
Dan bermeditasi pada arti dari Mantra Bunga Teratai didalam
tengah-tengah dari Mandala Dharma (dharmamandalamadhyastham
padmamantrarthabhavana);
Pada tengah pusat dari inti, visualisasikan Pedang dari Pemilik
Pedang Kebijaksanaan (hrdi madhyagatam khadgam bhavayet
khadgajnaninam),
Dan bermeditasi pada arti dari Mantra Pedang didalam
tengah-tengah dari Mandala Samaya (samayamandalamadhyastham
khadgamantrarthabhavana);
Buat Lima Buddha mendekati Mandala itu, kemudian pancarkan
Mereka keluar dengan cara dari Lima Sinar, dan Pencerahan Bodhi
akan tercapai;
Hasil dari semua Mantra adalah dua kali lipat; Hasil dan
penarikan kembali harus di kerjakan dengan membedakan antara
tiga tubuh Vajra : Menyembah tubuh anda melalui intisari dari
tubuh, pikiran anda melalui intisari dari pikiran, dan ucapan
anda melalui intisari dari ucapan, anda akan mencapai keadaan
dari pemujaan.
Visualisasikan Lima Vajra dengan lingkaran dari Mandala Besar
(mahamandalacakrena pancavajravibhavana),
Dan di tengah pusat visualisasikan 'Penguasa (Adhipati)' sebagai
bentuk diri anda sendiri yang memiliki tiga tubuh Vajra,
Kemudian setelah membayangkan bentuk dari Mantra Vajra anda di
dalam empat Mandala dengan empat warna,
Lakukan meditasi pada arti dari Mantra didalam hati;
Di dalam meditasi Vajra, laksanakan empat perbuatan Vajra,
karena ini adalah rahasia abadi dari semua Mantra : Untuk
Kedamaian (santike), Locana, Untuk Kemakmuran (paustike),
Pemilik Vajra Bunga Teratai (padmavajrinah), Untuk Penaklukan,
Vairocana, dan Untuk Perbuatan Ganas Dari Vajra Yang Penuh Murka
(vajrakrodho'bhicarake);
Ini adalah rahasia dari semua Vajra, muncul dari tiga tubuh
(idam tat sarvavajranam guhyam trikayasambhavam), diwujudkan
sebagai permainan dari perbuatan semua Mantra (nirmitam
sarvamantranam kriyanatakalaksitam).
Kebangkitan ini harus dilaksanakan melawan mereka yang tidak
mempunyai kesetiaan, mereka yang menyalahkan Guru Vajra
(nindakacaryavajrinah), dan pelaku kejahatan lainnya.
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Mahajnanacakravajrah.
Visualisasikan para makhluk dari tiga alam di dalam tubuh Buddha
(traidhatukasthitan sattvan buddhakaye vibhavayet),
Dan setelah membayangkan mereka terbunuh oleh musuh, laksanakan
perbuatan :
Pada tengah pusat ruang angkasa bayangkan Vajra lima ujung,
empat muka, Vajrasattva pemilik semua aspek ketuhanan
(sarvakaravaropetam vajrasattvam vibhavayet);
Pada sisi tangan kanan visualisasikan lingkaran para Buddha
(buddhacakram) timbul dari Samaya dari tiga masa waktu
(tryadhvasamayasambhutam), Ini lingkaran Buddha dari kekuatan
besar (buddhacakram mahabalam);
Dengan membedakan antara bentuk-bentuk tubuh para Buddha, gambar
bersama-sama para makhluk dari sepuluh penjuru arah kedalam
sebuah bola, dan buat mereka memasuki tubuh anda,
Kemudian pancarkan keluar lagi para Buddha dari lingkaran
kebijaksanaan (jnanacakrinam), penuh murka (kruddhan), dibuat
sangat marah oleh kemarahan (krodhakulan dhyatva), jelek dan
mengerikan (vikatotkatabhisanan),
Membawa berbagai macam senjata (nanapraharanahastagran), pikiran
Mereka berniat membunuh (maranartharthacintakan), Mereka
menghancurkan 'penjahat besar (mahadustan)', bahkan Vajrasattva
dirinya sendiri,
Sang Buddha yang menganugerahkan pemberian dari tiga tubuh
(buddha trikayavarada), tempat tinggal Mandala dari tiga Vajra
(trivajralayamandalah), akan memberikan Siddhi jika ini
dikerjakan selama tujuh hari, tapi jika orang yang tertipu itu
tidak memberikannya, dia akan mati, tidak ada keraguan.
Samadhi itu disebut "Lingkaran Dari Perintah Dari Kebijaksanaan
Dari Samaya Vajra (vajrasamayajnanajnacakro nama samadhih)"
Pada tengah pusat ruang angkasa visualisasikan Roda yang
terhiasi dengan nyala api Vajra, Vairocana yang memiliki semua
aspek ketuhanan, dan bayangkan Vajrasattva dari ketenaran besar
muncul dari Samaya tiga masa waktu, sedang memegang di dalam
tangan-Nya Vajra yang memancarkan percikan bunga api;
Dengan membedakan antara bentuk-bentuk Vajra, gambar
bersama-sama para makhluk dari sepuluh penjuru arah pada sinar
cahaya dan buat mereka memasuki tubuh anda;
Kemudian Teman dari kebijaksanaan tertinggi harus memancarkan
semua Vajra : Semoga semua Buddha, para Yogin dari tubuh,
ucapan, dan pikiran, mendengar saya ! Saya adalah Vajradhara
yang mulia, yang mengatur lingkaran perintah, dengan Vajra yang
bernyala api saya menghancurkan hasil dari tiga tubuh, dan jika
ada yang tidak mematuhi 'hukum suci (Samaya)' dia akan binasa,
tidak ada keraguan !
Samadhi itu disebut "Kebijaksanaan Vajra Dari Samaya Roda
(cakrasamayajnanavajro nama samadhih)"
Pada tengah pusat ruang angkasa visualisasikan Mandala Pemilik
Vajra dari para Buddha, kemudian bayangkan diri anda sendiri di
dalam sifat alami Vajra anda sebagai Yamantaka dengan rombongan
penggiring yang besar;
Visualisasikan para Buddha dan para Bodhisattva dari tiga masa
waktu, masuk kedalam Mandala dari tiga tubuh, kemudian pancarkan
keluar lagi Mereka menyerupai Yamantaka, dan dengan penuh murka
bayangkan para musuh yang berpikiran jahat, para makhluk dari
tiga masa waktu, terbunuh : Ini adalah Mandala dari Perintah
Vajra.
Samadhi itu disebut "Kebijaksanaan Vajra Dari Tiga Tubuh Dari
Yamantaka Lahir Dari Semua Samaya
(sarvasamayasambhavayamantakatrikayajnanavajro nama samadhih)"
Lingkaran dari Perintah bisa digunakan dengan tubuh, ucapan, dan
pikiran Vajra, melalui kualitas dari Mantra-nya, atau dengan
Samaya Usnisa;
Sang Pemilik Kebijaksanaan Vajra Tertinggi harus melakukan itu
untuk penjagaan dari semua Mantra;
Ini disebut penjagaan dari pencerahan Bodhi dari semua Vajra.
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Bodhicittah.
Pada tengah pusat ruang angkasa visualisasikan tubuh Dharma,
Samaya dari tiga tubuh muncul dari bentuk yang melampaui dari
Vairocana, dan kemudian pikirkan itu sebagai tempat duduk;
Bayangkan ruang angkasa terisi penuh dengan semua Buddha, dan
visualisasikan kebijaksanaan makhluk, tempat tinggal dari huruf
Mantra anda, di dalam bentuk dari pikiran;
Kemudian gambar bersama-sama para Buddha, lakukan meditasi pada
Mereka hanya sebagai pikiran, dan ketika anda telah mengubah
Mereka kedalam pikiran Vajra, buatlah Mereka memasuki tiga
tubuh.
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Khavajrasamayah.
Samadhi itu disebut "Penyinar Dari Permata Mantra Vajra
(vajramantraratnapradyotakaro nama samadhih)"
Visualisasikan Vajrasattva yang memiliki semua aspek ketuhanan,
kemudian setelah menempatkan para Buddha dalam rangka menginjak
diatas air, dan bayangkan sedang menginjak atas kepala musuh
dengan dua kaki bersama-sama.
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Svabhavasuddhah (Murni
dalam sifat alami).
Samadhi itu disebut "Menginjak Diatas Lautan Vajra
(vajrodadhipadakranto nama samadhih)"
Visualisasikan Maha Indra Mandala dan tempatkan Yang Murka
(Krodhakulam) di dalamnya, dan bayangkan sedang menginjak atas
kepala musuh dengan tanda kaki anda dengan 'Vajra Ganda
Menyilang (Karma Vajra)'.
Demikian yang dikatakan.
Samadhi itu disebut "Vajra Yang Menghancurkan Semua Pendapat
Yang Salah Dari Para Bida (sarvatitthyaparapravadistambhanavajro
nama samadhih)"
Visualisasikan Tiga Vajra Tertinggi (trivajragran) di dalam
aspek penuh kemurkaan-nya (krodhakaram), semuanya sebesar raja
gunung (giriraja), berwarna kuning serbuk sari, dan bayangkan
itu ada di atas kepala musuh; Jika ini menghancurkan bahkan
rombongan besar para Buddha, tidak ada keraguan itu akan
menghancurkan raja manusia (narapati)
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan,
Sarvatathagatakayavakcittasambhavah (Lahir Dari Tubuh, Ucapan,
dan Pikiran Dari Semua Tathagata).
Samadhi itu disebut "Menghancurkan Semua Pasukan
(sarvasainyastambhano nama samadhih)"
Visualisasikan meditasi ini, hukum suci untuk menakuti musuh,
dan bahkan jika Buddha tidak mematuhi Dia akan diledakkan
menjadi potongan-potongan, tidak ada keraguan.
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Trivajrasamayah.
Visualisasikan pisau belati Vajra berujung lima muncul dari
huruf 'HUM', dan bayangkan itu ada didalam hati musuh; Bahkan
rombongan besar yang penuh murka dari para Buddha akan binasa,
tidak ada keraguan.
Samadhi itu disebut "Membingungkan Musuh (ripumohapakaro nama
samadhih)"
Praktekkan ini di kota, di desa, atau di propinsi, dan itu akan
selalu membawa kedamaian, bebas dari semua penyakit jahat.
Visualisasikan Vajra berujung lima di langit, menyala
berkobar-kobar sama seperti api yang memusnahkan kalpa, dan
gambar semua makhluk kedalamnya;
Kemudian pancarkan mereka keluar lagi sebagai permata-permata
yang bersinar dan 'permata pengabul keinginan (cintamani)',
Dan visualisasikan awan-awan dari Dharma melaksanakan 'Penyucian
(Abhiseka)'.
Melalui meditasi ini bahkan yang tidak pernah puas menjadi penuh
terpuaskan, dia menjadi permata yang mulia yang mengabulkan
keinginan (cintamani sriman), bermeditasi pada kemurahan hati
Vajra (danavajraprabhavakah).
Memancarkan disana awan-awan dari para Buddha, Mahadharma, dan
Vajrasattva, dan tempat itu akan diberkati oleh semua Buddha
selama tiga kalpa yang tidak terhitung.
Ini adalah semua tubuh rahasia Buddha yang murni. (idam tat
sarvabuddhanam kayaguhyam anavilam)
Samadhi itu disebut "Lahir Dari Vajra Yang Menghapus Semua
Penyakit (sarvarogapanayanavajrasambhavo nama samadhih)"
Dimanapun anda mempraktekkan sumpah ini di dalam meditasi,
tinggal berdiam disana, melalui yoga dari meditasi ini, anda
akan diberkati oleh semua Buddha.
Visualisasikan 'sang Raja Besar Vajra Nektar
(Vajramrtamaharajam)', 'sang Pisau Vajra (Vajrakilam)', dan
tusuk itu dengan kobaran percikan bunga api kedalam lingkaran
dari sepuluh penjuru arah.
Demikian yang dikatakan.
Samadhi itu disebut "Vajra Yang Mengatur Dan Menenangkan Dunia
(jagadvinayasantivajro nama samadhih)"
Pada tengah pusat ruang angkasa visualisasikan 'Mandala
Kedamaian Tertinggi (santimandalam uttamam)',
Dan visualisasikan bentuk dari Vairocana, tempatkan Pemohon di
dalam hati-Nya (di daerah tengah dada atau jantung);
Bayangkan alam-alam dari ruang angkasa terisi penuh dengan para
Locana,
Kemudian gambarkan Mereka bersama-sama kedalam sebuah 'bola
cahaya (rasmipindena)' dan buatlah itu jatuh kebawah kedalam
Pasien itu;
Sang praktisi dari sumpah ini harus memancarkan keluar
'awan-awan para Buddha (buddhameghan)' dari pori-porinya.
Dan pada saat yang sama awan-awan dari para Buddha akan
menganugerahkan Penyucian pada Pasien itu,
Dan dengan cara Samaya Vajra ini dia akan menjadi yang mulia
pada seluruh saat itu.
Samadhi itu disebut "Vajra Yang Mengatur Dan Menenangkan Dunia
(buddhasamayameghavyuho nama samadhih)"
Pada tengah pusat ruang angkasa visualisasikan 'Mandala Indra
Besar Yang Terang (mahendra mandalam subham)',
Dan visualisasikan bentuk dari Dharmadhara, tempatkan Pemohon di
dalam hati-Nya;
Isi tempat tinggal yang sangat menyenangkan dari ruang angkasa
dengan para Pandara,
Kemudian gambarkan Mereka bersama-sama kedalam sebuah bola
cahaya yang berwarna permata dan berwarna 'permata pengabul
keinginan (cintamani)' dan buatlah itu jatuh kebawah kedalam
tubuh, ucapan, dan pikiran Pemohon;
Dan praktisi dari sumpah ini harus memancarkan keluar 'awan-awan
permata (ratnameghan)' dari pori-porinya, dan visualisasikan
'awan-awan Dharma (dharmameghan)' melaksanakan Penyucian.
Melalui meditasi ini bahkan yang tidak pernah puas menjadi penuh
terpuaskan, dia menjadi permata cintamani yang mulia,
menyempurnakan kedermawanan Vajra (danavajraprasadhakah).
Samadhi itu disebut "Susunan Samaya Dari Awan Awan Dharma
(dharmameghasamayavyuho nama samadhih)"
Pada tengah pusat ruang angkasa visualisasikan 'Mandala Vajra
Setengah Bulan (vajracandrardhamandalam)',
Dan visualisasikan bentuk dari Aksobhya dan Amoghasiddhi,
tempatkan Pemohon di dalam hati-Nya;
Bayangkan bidang dari ruang angkasa sepenuhnya terisi dengan
para Buddha dan para Bodhisattva,
Dan buat Kecemerlangan Mereka jatuh pada dia dengan lima sinar
cahaya;
Pada seluruh saat itu dia akan mengetahui pikiran dari semua
Buddha, dan dengan penampilan dari Manjusri laksanakan
perbuatan-perbuatan dari keadaan-Nya;
Dengan hati penuh kegembiraan Mereka akan menganugerahkan
Penyucian yang membawa kegembiraan besar,
Dan bangkit melalui tampilan saja, dia akan menaklukkan seluruh
dunia.
Samadhi itu disebut "Susunan Dari Awan-Awan Dari Samaya Permata
(ratnasamayameghavyuho nama samadhih)"
Bayangkan ruang angkasa Vajra terisi dengan para Raksasa, yang
ganas, terbakar dalam kemurkaan yang dahsyat, dan dengan
berbagai macam serigala, burung gagak, burung bangkai, dan
anjing liar;
Selalu menvisualisasikan musuh di dalam Mandala Api, mengganggu
semua Buddha, dan kemudian laksanakan yoga : Bayangkan Mereka
semua mengalahkan dia, sedang membawa banyak jenis dari senjata,
Dan merobek isi perut, sumsum, darah dan seterusnya, dan musuh
itu akan mati. Bahkan jika Buddha atau Vajradhara
divisualisasikan dalam cara ini, dia akan mati tidak lebih dari
dua minggu, tidak ada keraguan.
Samadhi itu disebut "Susunan Samaya Dari Awan Awan Dharma
(vajrameghasamayavyuho nama samadhih)"
Bayangkan Vairocana, warna dari awan musim gugur, berkepala
tiga, putih, hitam dan merah gelap, terhiasi dengan tumpukan
rambut dan mahkota; (trimukham vairocanam cintet
saratkandasamaprabham sitakrsnamaharaktam jatamukutamanditam)
Bayangkan Penguasa Vajra (vajrinam), berkepala tiga, wajah-nya
berwarna hitam, merah dan putih, menyala berkobar-kobar, memakai
tumpukan rambut dan mahkota, menggoncang alam-alam dunia;
Bayangkan Dia yang penuh nafsu (raginam), berkepala tiga,
wajah-nya berwarna merah, hitam dan putih, yang menyenangkan di
dalam tumpukan rambut dan mahkota, dan anda akan pasti berhasil;
Bayangkan di dalam tangan kanan Mereka ada Roda, Vajra dan Bunga
Teratai Besar;
Bayangkan bentuk Vajra Mereka dengan enam lengan, indah, membawa
berbagai macam senjata.
Bayangkan Locana, berkeinginan untuk kebaikan pada semua
makhluk, berkepala tiga, berwarna putih, hitam dan merah gelap,
sangat cantik dalam bentuk rupa;
Bayangkan selalu sang Ratu Besar Mamaki, berkepala tiga,
berwarna hitam, putih dan merah, sangat cantik dalam bentuk
rupa;
Bayangkan selalu sang Ratu Besar Pandara, berkepala tiga,
berwarna merah, hitam dan putih, sangat cantik dalam warna;
Bayangkan Tara memegang Vajra Bunga Teratai Malam, berkepala
tiga, bersinar berseri-seri, berwarna kuning, hitam dan putih,
dan anda akan mencapai kebijaksanaan;
Bayangkan sang Murka Besar Yamantaka (Yamantakam Maha Krodham),
berkepala tiga, ganas dan bersinar, berwarna hitam, kasar,
menakutkan untuk menakuti sendiri;
Bayangkan sang Murka besar Aparajita (Aparajitam Maha Krodham),
tertawa keras, berkepala tiga, menyala berkobar-kobar dan
memancarkan percikan bunga api;
Sang Yogin harus selalu membayangkan sang Murka Besar Hayagriva
(Hayagrivam Maha Krodham), menyala berkobar-kobar seperti api
yang memusnahkan kalpa, berkepala tiga, membasmi pelaku
kejahatan;
Sang Murka Besar Vajra-Amrta (Vajramrtam Maha Krodham),
menggoncang dan memancarkan percikan bunga api, seperti Vajra
yang menyala berkobar-kobar, ganas, menakutkan untuk menakuti
sendiri;
Bayangkan sang Murka Besar Takkiraja, sang kebijaksanaan dari
hasrat keinginan, berkepala tiga, menyebabkan ketakutan tiga
kali lipat, empat lengan, sangat luar biasa menakutkan;
Selalu membayangkan sang Vajra Besar Mahabala (Maha Balam Maha
Vajram), menghilangkan kebodohan dari tiga dunia, menghancurkan
semua pelaku kejahatan, berkepala tiga;
Bayangkan sang Murka Besar Niladanda, menyebabkan ketakutan pada
tiga dunia, berkepala tiga, lahir dari tiga Vajra, menyala
berkobar-kobar dengan dahsyat;
Sang Praktisi dari sumpah itu harus membayangkan sang Murka
Besar Vajra-Acala , lahir dari Vajra, bermata juling (kero),
lembut, memegang pedang dan tali jerat, berkepala tiga;
Bayangkan sang Maha Usnisa Ekaksara, memancarkan percikan bunga
api di dalam semua penjuru arah, berkepala tiga, menyala
berkobar-kobar, memegang Roda, Mandala dari meditasi
(dhyanamandalam);
Bayangkan sang Sumbha, pemilik kebijaksanaan tertinggi, ganas,
menciptakan lautan dari ketakutan, berkepala tiga, bentuk-Nya
bersinar-sinar dengan nyala api, Mandala dari meditasi;
Tejorasi, Jayosnisa, dan Yang LainNya dari Mantra Cakra, harus
dibayangkan masing-masing bergantian dengan 'Tubuh Kesenangan
(Sambhoga)' Samaya Mereka;
Yang Tidak Ada Batasnya adalah Samadhi dari Mantra yang
diajarkan;
Satu demi satu para Yang Penuh Murka naik diatas surga.
Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan 'Mandala Terang
yang tertinggi (svacchamandalam uttamam)', dan setelah
menvisualisasikan 'bentuk gambar dari Buddha (buddhabimbam)',
rubah bentuknya menjadi Vairocana;
Visualisasikan Dia penuh kedamaian, terang tembus cahaya,
seperti bulan, warna dari lima sinar cahaya, muncul seperti
cermin, Mandala dari tiga dunia (traidhatukasya mandalam),
terhiasi dengan semua penghiasan, anda akan melihat Pencerahan
Bodhi. Dengan cara ini, melakukan visualisasi di dalam meditasi
Vajra, Kebesaran dari Buddha yang mengalahkan semua dunia
tercapai di dalam seluruh hidup ini.
Samadhi itu disebut "Vajra Yang Indah, Kelahiran Dari Samaya
Vairocana (vairocanasamayasambhavacaruvajro nama samadhih)"
#Post#: 167--------------------------------------------------
Re: Sarva Tathagata Kayavakcittarahasyo Guhya Samaya Nama Maha K
alpa Raja Mahayana Sutra
By: ajita Date: November 13, 2016, 9:01 am
---------------------------------------------------------
Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Vajra
yang tertinggi (vajramandalam uttamam), dan setelah
menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah
bentuk-Nya menjadi Vajrasattva;
Visualisasikan Dia penuh murka, seolah-olah dengan bentuk yang
tembus cahaya, warna dari lima kobaran api, memiliki semua aspek
ketuhanan, terhiasi dengan semua penghiasan, tempat tinggal yang
penuh kedamaian dari kebijaksanaan, anda akan secara cepat
mencapai sifat alami Vajra. Dengan cara ini, terbangkitkan di
dalam meditasi Vajra, Kebesaran dari Vajra yang mengalahkan
semua makhluk tercapai dalam seluruh hidup ini.
Samadhi itu disebut "Vajra Yang Indah, Kelahiran Dari Samaya
Semua Vajra (sarvavajrasamayasambhavacaruvajro nama samadhih)"
Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Dharma
yang tertinggi (dharmamandalam uttamam), dan setelah
menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah
bentuk-Nya menjadi Dharmasattva;
Visualisasikan Dia penuh kedamaian, tubuh-Nya tembus cahaya,
terhiasi dengan semua penghiasan, Roda besar yang memancarkan
awan-awan dari sinar cahaya. Dengan cara ini, Kebesaran dari
Dharma, lahir dari tiga tubuh yang tidak bisa dihancurkan,
terhiasi dengan lautan kebijaksanaan, tercapai dalam seluruh
hidup ini.
Samadhi itu disebut "Vajra Yang Indah, Kelahiran Dari Samaya
Dharmasattva (dharmasattvasamayasambhavacaruvajro nama
samadhih)"
Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Bulan
yang tertinggi (candramandalam uttamam), dan setelah
menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah
bentuk-Nya menjadi Locana;
Wajah yang cantik, mata yang lebar, terhiasi dengan berbagai
macam permata, dilengkapi dengan semua ciri-ciri, yang tertinggi
di dalam daya pikat perempuan;
Bayangkan di dalam tangan-Nya ada Roda, yang menaklukkan tiga
dunia, kebijaksanaan yang mencapai semua Siddhi, Penganugerah
permata cintamani.
Samadhi itu disebut "Memiliki Tanda Dari Samaya Locana
(locanasamayahastagravati nama samadhih)"
Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Bulan
yang tertinggi (candramandalam uttamam), dan setelah
menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah
bentuk-Nya menjadi Khavajra;
Wajah yang cantik, mata yang lebar, warna dari bunga teratai
malam yang berwarna biru, dilengkapi dengan semua ciri-ciri,
Istri dari ruang angkasa;
Di dalam tangan-Nya ada Bunga Teratai malam yang berwarna merah
dan yang berwarna biru, yang disembah oleh tiga dunia, kesurgaan
(divyam), menyebabkan Pencerahan Buddha (buddhabodhikaram),
rahasia dari Vajra Siddha (rahasyam siddhivajrinam).
Samadhi itu disebut "Ibu Dari Ruang Angkasa, Yang Memberikan
Kegembiraan Kepada Awan-Awan Vajra Dari Sinar Permata
(khamatrratnarasmimeghavajrahladanavati nama samadhih)"
Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Dharma
yang tertinggi (dharmamandalam uttamam), dan setelah
menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah
bentuk-Nya menjadi Dharmavajri;
Wajah yang cantik, mata yang lebar, berwarna permata merah,
muncul dari khayalan ilusi tertinggi, Kecintaan dari Penguasa
Kegemaran Gairah, dilengkapi dengan semua ciri-ciri
(sarvalaksanasampurnam), terhiasi dengan semua penghiasan
(sarvalamkarabhusitam);
Di dalam tangan-Nya ada Bunga Teratai malam yang berwarna merah,
yang dimeditasi oleh semua kesurgaan Buddha (panau raktotpalam
divyam sarvabuddhaprabhavitam), sumber dari kebijaksanaan
Dharma, rahasia dari Mereka yang memiliki Samaya Vajra.
Samadhi itu disebut "Vajra Yang Mengajar Pencerahan Yang Terang
Dan Lengkap, Intisari Dari Samaya Dharma
(dharmasamayatattvabhisambodhidarsanavajro nama samadhih)"
Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Siddhi
yang tertinggi (siddhimandalam uttamam), dan setelah
menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah
bentuk-Nya menjadi Tara;
Bayangkan wajah-Nya yang cantik, mata yang lebar, terhiasi
dengan berbagai-macam permata, berwarna kuning, memabukkan
dengan anggur dari pesona perempuan;
Di dalam tangan-Nya ada Bunga Teratai malam berwarna kuning yang
terang, dihasilkan dari meditasi Vajra, disembah oleh semua
makhluk.
Samadhi itu disebut "Memiliki Samaya Tara Yang Agung
(samayataragravati nama samadhih)"
Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Matahari
yang tertinggi (suryamandalam uttamam), dan setelah
menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah
bentuk-Nya menjadi Yamantaka;
Bayangkan Dia menyala berkobar-kobar, memancarkan percikan bunga
api, kemurkaan yang panas, Mandala dari ketakutan
(bhayamandalam), dengan mata merah dan gigi terlihat, pedang di
tangan-Nya.
Bayangkan Vairocana di atas Mahkota-Nya, sang Pemilik Vajra akan
bergembira, karena ini adalah 'hukum suci (samaya)' dari semua
Yang Penuh Murka, para Pemilik Kebijaksanaan Vajra.
Samadhi itu disebut "Penampilan Dari Hasil Yamantaka
(yamantakasphuranavabhasavyuho nama samadhih)"
Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Matahari
yang tertinggi (suryamandalam uttamam), dan setelah
menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah
bentuk-Nya menjadi Aparajita;
Bayangkan Dia menyala berkobar-kobar, memancarkan percikan bunga
api, memakai lilitan ular, mulut-Nya terbuka lebar, menakutkan,
berwarna putih.
Bayangkan Aksobhya di atas Mahkota-Nya, sang Pemilik Vajra akan
bergembira, karena ini adalah 'hukum suci (samaya)' dari semua
Yang Penuh Murka (sarvakrodhanam), para Pemilik Kebijaksanaan
Vajra.
Samadhi itu disebut "Penampilan Dari Vajra Aparajita
(aparajitavajravyuho nama samadhih)"
Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Matahari
yang tertinggi (suryamandalam uttamam), dan setelah
menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah
bentuk-Nya menjadi Haya-vajra;
Bayangkan Dia penuh kemurkaan, memancarkan percikan bunga api di
semua penjuru arah, membasmi para pelaku kejahatan, berwarna
merah.
Bayangkan Amitabha di atas Mahkota-Nya, sang Pemilik Vajra akan
bergembira, karena ini adalah 'hukum suci (samaya)' dari semua
Yang Penuh Murka (sarvakrodhanam), para Pemilik Kebijaksanaan
Vajra.
Samadhi itu disebut "Penampilan Dari Kelahiran Dari Hayagriva
(hayagrivotpattisambhavavyuho nama samadhih)"
Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Matahari
yang tertinggi (suryamandalam uttamam), dan setelah
menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah
bentuk-Nya menjadi Vajra-Amrta;
Bayangkan Dia menyala berkobar-kobar, memancarkan percikan bunga
api, dikelilingi oleh awan-awan Vajra, penuh kemurkaan dan
panas, berwarna hitam, dengan gigi yang tajam.
Bayangkan Aksobhya di atas Mahkota-Nya, sang Pemilik Vajra akan
bergembira, karena ini adalah 'hukum suci (samaya)' yang tidak
bisa dihancurkan dari semua Yang Penuh Murka (sarvakrodhanam).
Samadhi itu disebut "Kelahiran Vajra Dari Samaya Nektar
(amrtasamayasambhavavajro nama samadhih)"
Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Matahari
yang tertinggi (suryamandalam uttamam), dan setelah
menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah
bentuk-Nya menjadi Takki-sattva;
Bayangkan Dia murka, dengan penampilan yang mengerikan,
menakutkan untuk menakuti sendiri, dilengkapi dengan semua
penghiasan, berwarna Vajra.
Bayangkan Aksobhya di atas Mahkota-Nya, kegembiraan akan
meningkat, karena ini adalah 'hukum suci (samaya)' yang tidak
bisa dihancurkan dari semua Yang Penuh Murka (sarvakrodhanam).
Samadhi itu disebut "Kegembiraan Dari Pencerahan Dalam Meditasi
Vajra (dhyanavajrasambodhiratir nama samadhih)"
Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Matahari
yang tertinggi (suryamandalam uttamam), dan setelah
menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah
bentuk-Nya menjadi Maha Bala;
Bayangkan Dia menyala berkobar-kobar, memancarkan percikan bunga
api, tempat tinggal Mandala dari tiga Vajra
(trivajralayamandalam), ganas dan murka, memegang tali jerat,
Pemilik kekuatan Vajra.
Bayangkan Aksobhya di atas Mahkota-Nya, kegembiraan akan
meningkat, karena ini adalah 'hukum suci (samaya)' yang tidak
bisa dihancurkan dari semua Yang Penuh Murka (sarvakrodhanam).
Samadhi itu disebut "Vajra Tiga Kekuatan (tribalavajro nama
samadhih)"
Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Matahari
yang tertinggi (suryamandalam uttamam), dan setelah
menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah
bentuk-Nya menjadi Nila-Vajra;
Bayangkan Dia murka, dengan penampilan yang mengerikan,
menakutkan untuk menakuti sendiri, tubuh berwarna hitam, ganas,
menciptakan lautan hitam (krsnodadhipravardhanam), menyala
berkobar-kobar dan memancarkan percikan bunga api
(sphulingagahanam diptam), Pembawa tongkat Vajra
(dandavajrinam).
Bayangkan Aksobhya di atas Mahkota-Nya, kegembiraan akan
meningkat, karena ini adalah 'hukum suci (samaya)' yang tidak
bisa dihancurkan dari semua Yang Penuh Murka (sarvakrodhanam).
Samadhi itu disebut "Memiliki Samaya Vajradanda
(vajradandasamayagravati nama samadhih)"
Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Matahari
yang tertinggi (suryamandalam uttamam), dan setelah
menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah
bentuk-Nya menjadi Acala yang agung (acalagram);
Bayangkan Dia murka dan mengerikan, mata juling (kero),
menggoncang, memegang tali jerat dan pedang, menyala
berkobar-kobar dan memancarkan percikan bunga api
(sphulingagahanam diptam), Pemilik Kestabilan Vajra
(acalavajrinam).
Bayangkan Aksobhya di atas Mahkota-Nya, kegembiraan akan
meningkat, karena ini adalah 'hukum suci (samaya)' yang tidak
bisa dihancurkan dari semua Yang Penuh Murka (sarvakrodhanam).
Samadhi itu disebut "Menginjak Samaya Dari Alam Dari Ruang
Angkasa Vajra (khavajradhatusamayapadakranto nama samadhih)"
Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Matahari
yang tertinggi (suryamandalam uttamam), dan setelah
menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah
bentuk-Nya menjadi Vidyacakra;
Bayangkan Dia dilengkapi dengan semua ciri-ciri, dilingkari oleh
roda api, memancarkan percikan bunga api, Samaya dari lingkaran
Usnisa.
Bayangkan Aksobhya di atas Mahkota-Nya, kegembiraan akan
meningkat, karena ini adalah 'hukum suci (samaya)' yang tidak
bisa dihancurkan dari semua Yang Penuh Murka (sarvakrodhanam).
Samadhi itu disebut "Samaya Usnisa, Lingkaran Kekuatan Vidya
(usnisasamayavidyabalacakro nama samadhih)"
Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Matahari
yang tertinggi (suryamandalam uttamam), dan setelah
menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah
bentuk-Nya menjadi Vajra Sumbha;
Bayangkan tubuh-Nya menyala berkobar-kobar dengan api yang
dahsyat, memancarkan awan-awan Vajra, terbakar terang, Vajra di
tangan-Nya, anda akan mencapai Siddhi.
Bayangkan Aksobhya di atas Mahkota-Nya, kegembiraan akan
meningkat, karena ini adalah 'hukum suci (samaya)' yang tidak
bisa dihancurkan dari semua Yang Penuh Murka (sarvakrodhanam).
Samadhi itu disebut "Kelahiran Dari Samaya Vajra Sumbha
(vajrasamayasumbhavajro nama samadhih)"
Melalui Penghentian oleh lingkaran dari para Yang Penuh Murka
(nirodhakrodhacakrena),
Dengan bergantung pada Lingkaran dari para Buddha
(buddhacakranisevina),
Kebijaksanaan Samadhi Vajra tercapai dari Mandala Vajra
(samadhivajrajnanani sidhyante vajramandalat).
[center]
[html]<iframe width="420" height="315"
src="//www.youtube.com/embed/JYe-V7-msTA" frameborder="0"
allowfullscreen></iframe>[/html]
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/vajrapani_4a.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/vajrapani_4a.jpg.html
BAB XIV
Kayavakcittadbhutamantrakarsanavijrmbhitarajo nama samadhi
patala
[/center]
Kemudian sang Bhagavan Sarvatathagatasamayadhipatir Maha
Vajradharah memasuki Samadhi yang bernama "Samaya Tertinggi Dari
Kedamaian (santisamayagram nama samadhim)" dan menghasilkan dari
Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya 'sang Ratu Agung dari semua
Tatthagata (sarvatathagatabharyam)' : OM RU RU SPHURU JVALA
TISTHA SIDDHALOCANE SARVARTHA SADHANI SVAHA
Segera setelah ini diucapkan, mereka yang senang di dalam semua
kesempurnaan, menjadi terpenuhi dengan kegembiraan dan
kesenangan dan merenungkan Buddha Vajra. Dia disebut Ibu
Kedamaian dari para Buddha, Dia menyelesaikan semua perbuatan,
mengembalikan yang sudah mati menjadi hidup dan membangkitkan
Samaya Vajra.
Demikian itu yang dikatakan.
Kemudian sang Bhagavan Trikayasamayakrodhavajrah memasuki
Samadhi yang bernama "Vajra Samaya Dari Zat Dan Yang Bukan Zat
(bhavabhavasamayavajram nama samadhim)" dan menghasilkan dari
Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya 'sang Ratu Besar Tertinggi
dari semua Vajradhara (sarvavajradharagramahisim)' ini : OM
SANKARE SANTIKARE GHUTTA GHUTTA GHUTTINI GHATAYA GHATAYA
GHUTTINI SVAHA
Segera setelah ini diucapkan, para Pemilik Tiga Vajra Yang Tidak
Bisa Dihancurkan (trivajrabhedyavajrinah) membuka lebar mata
Mereka dengan kegembiraan dan merenungkan Pikiran Vajra. Dia
selalu menyelesaikan perbuatan-perbuatan dari perlindungan Vajra
dan memberikan kekuatan kepada mereka yang menderita Ketakutan
Vajra Besar (mahavajrabhayartanam).
Kemudian sang Bhagavan memasuki Samadhi yang bernama
"Penglihatan Dari Samaya Dari Kegemaran Gairah
(maharagasamayavalokanam nama samadhim)" dan menghasilkan dari
Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya 'sang Ratu Tertinggi dari
Tubuh Dharma (dharmakayagrabharyam)' ini : OM KATE VIKATE NIKATE
KATAMKATE KAROTAVIRYE SVAHA
Segera setelah ini diucapkan, mereka yang menjunjung tinggi
Vajra Dharma Yang Tertinggi, bersuka-cita, menjadi terserap di
dalam meditasi, dan merenungkan Dharma Vajra. Gudang Harta Yang
Abadi, Dia selalu menciptakan kekuatan untuk memakmurkan Dharma
melalui hanya membaca Mantra, sesuai dengan kata dari Ucapan
Vajra.
Kemudian sang Bhagavan memasuki Samadhi yang bernama "Kelahiran
Dari Samaya Semesta (samantasamayasambhavavajram nama samadhim)"
dan menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya 'sang
Ratu Tertinggi dari Makhluk-Makhluk Samaya
(samayasattvagrabharyam)' ini : OM TARE TUTTARE TURE SVAHA
Segera setelah ini diucapkan, semua Buddha yang lahir dari Diri
Besar (Mahatmajah), bersuka-cita (harsita), mencapai
kebijaksanaan, dan 'merenungkan Tubuh Vajra (vajrakayam
anusmaram)'. Seketika itu juga, Dia menaklukkan rombongan besar
para Buddha dan para Vajra dan seluruh alam para makhluk hidup
(buddhavajramahasainyam sattvadhatum samantatah), membuat Mereka
semua memperhamba dan diam tak bergerak (karoti dasavat sarvam
niscestam vasakrt ksanat).
Demikian itu yang dikatakan.
Kemudian sang Bhagavan Sarvatathagatakayavakcittavajra
Tathagatah memasuki Samadhi yang bernama "Awan Vajra Dari Sinar
Yang Tidak Bernoda (vimalarasmimeghavajram nama samadhim)" dan
menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya 'sang
Penuh Murka Besar Yamantaka Vajra
(vajrayamantakamahavajrakrodham)' ini :
NAMAH SAMANTAKAYAVAKCITTAVAJRANAM OM KHA KHA KHAHI KHAHI
SARVADUSTASATTVADAMAKA ASIMUSALAPARASUPASAHASTA CATURBHUJA
CATURMUKHA SATCARANA AGACCHA SARVADUSTAPRANAPAHARINE
MAHAVIGHNAGHATAKA VIKRTANANA SARVABHUTABHAYAMKARA
ATTATTAHASANADINE VYAGHRACARMANIVASANA KURU KURU SARVA KARMANI
CHINDA CHINDA SARVAMANTRAN BHINDA BHINDA PARAMUDRAM AKARSAYA
AKARSAYA SARVABHUTANI MATHA MATHA NIRMATHA NIRMATHA SARVADUSTAN
PRAVESAYA PRAVESAYA MANDALAMADHYE VAIVASVATAJIVITANTAKARA MAMA
SARVAKARYAM KURU KURU DAHA DAHA PACA PACA MA VILAMBA MA VILAMBA
SAMAYAM ANUSMARA HUM HUM PHAT PHAT SPHOTAYA SPHOTAYA SARVAN
NASAYA RIPUN KARA KARA SARVASAPARIPURAKA HE HE BHAGAVAN KIM
CIRAYASI MAMA SARVARTHAN SADHAYA SVAHA
Segera setelah ini diucapkan, semua Buddha Yang Termasyhur Besar
(sarva buddha mahayasah), ketakutan dan khawatir di dalam hati
Mereka, merenungkan Pikiran Vajra. Dengan mengambil tulang yang
tidak rusak, berbentuk bagus dan menyenangkan, injaklah itu dan
renungkan Mantra ini; Jika itu diucapkan tiga kali, Locana dan
Mamaki dari Keluarga Vajra Besar akan pasti seketika itu juga
tertangkap.
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Cittavajrah (Pikiran
Vajra).
Kemudian sang Bhagavan Vairocana Vajra Tathagata memasuki
Samadhi yang bernama "Yang Tertinggi Diantara Kumpulan Dari
Sinar Samaya (samayarasmigahanagram nama samadhim)" dan
menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya 'sang
Yang Penuh Murka Vajra Amrta Samaya (amrtasamayavajrakrodham)'
ini :
NAMAH SAMANTAKAYAVAKCITTAVAJRANAM NAMO VAJRAKRODHAYA
MAHADAMSTROTKATABHAIRAVAYA ASIMUSALAPARASUPASAHASTAYA OM
AMRTAKUNDALI KHA KHA KHAHI KHAHI TISTHA TISTHA BANDHA BANDHA
HANA HANA DAHA DAHA GARJA GARJA VISPHOTAYA VISPHOTAYA
SARVAVIGHNAVINAYAKAN MAHAGANAPATIJIVITANTAKARAYA SVAHA
Segera setelah ini diucapkan, semua Buddha Yang Termasyhur Besar
(athasmin bhasitamatre sarve buddha mahayasah),
Pingsan dan penuh ketakutan, merenungkan tubuh Vajra (murcchita
bhayam apede vajrakayam anusmaram).
Dengan penggunaan dari semua Mantra, Dalam tindakan dari Vajra
pengusiran (sarvamantraprayogesu vajroccatanakarmani),
Bahkan rombongan para Buddha Mereka Sendiri akan terusir keluar
sesuai dengan ritual (uccatayati vidhina buddhasainyam api
svayam).
Kemudian sang Bhagavan Ratnaketu Tathagata memasuki Samadhi yang
bernama "Sinar-Sinar Vajra Dari Buddha (buddharasmivajram nama
samadhim)" dan menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran
Vajra-Nya 'sang Penuh Murka Besar Aparajita Vajra
(vajraparajitamahakrodham)' ini :
NAMAH SAMANTAKAYAVAKCITTAVAJRANAM OM HUM JINA RITITTA HUM HUM
PHAT PHAT SVAHA
Segera setelah ini diucapkan, semua Buddha yang lahir dari Diri
Besar, ketakutan dan khawatir di dalam hati Mereka, merenungkan
pikiran dari Pencerahan (bodhicittam anusmaran). Ketika para
raksasa yang ganas dan kejam muncul dengan kengerian besar dan
kebingungan, Dia melaksanakan perbuatan sesuai dengan ritual.
Kemudian sang Bhagavan Amitayus Tathagata memasuki Samadhi yang
bernama "Vajra Lahir Dari Amita (amitasambhavavajram nama
samadhim)" dan menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran
Vajra-Nya 'sang Penuh Murka Vajra Besar Padmasambhava
(padmasambhavamahavajrakrodham)' ini :
NAMAH SAMANTAKAYAVAKCITTAVAJRANAM OM HUM HUM HUM TARULA VIRULA
SARVAVISAGHATAKA JVALITASPHULINGA ATTATTAHASA
KESARISATATOPATAMKARA VAJRAKHURANIRGHATANA CALITAVASUDHATULA
NISVASAMARUTOTKSIPTADHARANIDHARA BHISANATTATTAHASA
APARIMITABALAPARAKRAMA ARYAGANABHITABHUTAGANADHYUSITA BUDDHA
BUDDHA HAYAGRIVA KHADA KHADA PARAMANTRAN CHINDA CHINDA SIDDHIM
ME DISA AVESAYA SARVAJVARAPISACAN SARVAGRAHESVAPRATIHATO BHAVA
VAJRADAMSTRA KIM CIRAYASI IDAM DUSTAGRAHAM DUSTASARPAM VA DHUNA
DHUNA MATHA MATHA MARDA MARDA PATAYA PATAYA MATA MATA BANDHA
BANDHA BUDDHA DHARMA SANGHANUJNATAM KARMA KURU SIGHRAM
HAYAGRIVAYA PHAT VAJRAYA PHAT VAJRAGATRAYA PHAT VAJRANETRAYA
PHAT VAJRADAMSTRAYA PHAT VAJRAKHURAYA PHAT
VAJRAKHURANIRGHATANAYA PHAT PARAMANTRAVINASAYA PHAT
TRAILOKYABHAYAMKARAYA PHAT SARVAKARMESVAPRATIHATAYA PHAT
VAJRAKULASAMTRASANAYA PHAT HUM HUM HUM PHAT PHAT PHAT SVAHA
Segera setelah ini diucapkan, para Anak yang lahir pertama dari
Dharma Vajra, ketakutan dan pingsan, merenungkan sang Raja
kebijaksanaan (jnanarajam anusmaran). Membangkitkan sang Raja
Yang Penuh Murka, Dia memurnikan seluruh alam ruang angkasa,
dipenuhi dengan racun, berwarna Cahaya Vajra Halahala
(vajrahalahalaprabham).
Kemudian sang Bhagavan Amoghasiddhi Tathagata memasuki Samadhi
yang bernama "Keagungan Vajra Lahir Dari Samaya Amogha
(amoghasamayasambhavaketuvajram nama samadhim)" dan menghasilkan
dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya 'sang Raja Penuh Murka
Nila-Vajra-danda (nilavajradandakrodharajam)' ini :
NAMAH SAMANTAKAYAVAKCITTAVAJRANAM OM EHYEHI BHAGAVAN
NILAVAJRADANDA TURU TURU HULU HULU HA HA GULU GULU GULAPAYA
GULAPAYA KRAMA KRAMA BHAGAVAN VAYUVEGENA BHUTAN SIGHRAM DAHA
DAHA DARA DARA VAHA VAHA PACA PACA MATHA MATHA PATAYA PATAYA
MATA MATA MOTAPAYA MOTAPAYA SARVAKARMANI CHINDA CHINDA BHAKSAYA
BHAKSAYA MEDAM ASYA MEDAMAJJARUDHIRAPRIYA EHYEHI BHAGAVAN
SARVAVIGHNANI SARVAVIDYANI SARVAMANTRANI SARVAMULAKARMANI
KRTRIMAVISADINI SARVAGRAHAN HANA HANA BHANJA BHANJA MARDA MARDA
IDAM ME KARYAM SADHAYA HUM NILAYA NILAVAJRADANDAYA TURU TURU
VIGHNAVINAYAKA NASAYA NASAYA HURU HURU DIPTACANDAYA
SARVASATRUNAM HRDAYANI PIDAYA CHINDA CHINDA PARAVIDYANAM CHEDAKA
HUM VIDYANAM SISTAKA SMARA SAMAYAM VAJRADHARAVACANAM MARMANI
NIKRNTAYA HUM HANA HANA DAHA DAHA KURU KURU TURU TURU HURU HURU
PHAT PHAT HUM HUM KRTANTAYA DEVARSIVIDRAPAKAYA HANA HANA
VAJRADANDENA SVAHA
Segera setelah ini diucapkan, semua Anak yang lahir dari Yang
Sangat Jahat, ketakutan dan khawatir di dalam hati Mereka,
merenungkan Vajrasattva. Terbangkitkan sesuai dengan ritual
dengan 108 kali pembacaan, sang Raja Yang Penuh Murka Yang
Termasyhur Besar ini menghancurkan semua Pelaku Kejahatan.
Kemudian sang Bhagavan Aksobhya Tathagata memasuki Samadhi yang
bernama "Keagungan Awan Semesta (samantameghasriyam nama
samadhim)" dan menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran
Vajra-Nya sang Vajra Maha Bala ini :
NAMAH SAMANTAKAYAVAKCITTAVAJRANAM OM HUM HUM HUM PHAT. PHAT PHAT
OM UGRASULAPANI HUM HUM HUM PHAT PHAT PHAT OM JYOTINIRNADA HUM
HUM HUM PHAT PHAT PHAT OM MAHA BALAYA SVAHA
Segera setelah ini diucapkan, semua Naga yang maha kuat
(athasmin bhasitamatre sarve naga mahabalah),
ketakutan dan khawatir di dalam hati Mereka, merenungkan Tiga
Tubuh Vajra (bhitah samtrastamanasah trikayavajram anusmaran).
Hanya dengan cara membaca Mantra itu, menyelesaikan semua
perbuatan (japamantraprayogena sarvakarmani sadhayet),
dan membuat hujan turun di waktu kekeringan (anavrstisamaye
patayed varimandalam).
Kemudian sang Bhagavan memasuki Samadhi yang bernama "Vajra Dari
Kehancuran Semesta (samantanirghatavajram nama samadhim)" dan
menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya sang
Murka Besar dari semua Tathagata, Takkiraja
(sarvatathagatatakkirajam mahakrodham) ini :
NAMAH SAMANTAKAYAVAKCITTAVAJRANAM OM TAKKI HUM JAH
Segera setelah ini diucapkan, semua Buddha yang lahir dari Diri
Besar,
ketakutan, mengambil perlindungan di dalam Samaya dan
merenungkan Tiga Tubuh Vajra.
Menginjak pada gambar dengan kaki kanan, di dalam meditasi pada
Vajrasattva,
Dengan Mantra dari Tiga Vajra, Penangkapan dari semua Mantra
berlangsung.
Kemudian sang Bhagavan memasuki Samadhi yang bernama "Air Vajra
Dari Kalung Karangan Bunga Dari Kebijaksanaan
(jnanamalambuvajram nama samadhim)" dan menghasilkan dari Tubuh,
Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya Samaya Yang Ganas, Acala Vajra
(acalavajracandasamayam) ini :
NAMAH SAMANTAKAYAVAKCITTAVAJRANAM OM ACALA KANA CANDA NATTA
MATTA MATTA MOTTA MOTTA SATTA SATTA TATTA TATTA HANA HANA DAHA
DAHA MOHA MOHA MOHAKARA HASA HASA VAJRA-HASAM KURU HASA HASA
MARDARATA MARDARATA GARJA GARJA HANA HANA BANDHA BANDHA TISTHA
TISTHA AVISA AVISA MAHAMANTRA-PALAKA DHUNA DHUNA TINI TINI KHADA
KHADA VIGHNAN MARAYA MARAYA DUSTAM BHAKSA BHAKSA SARVAN KURU
KURU KIRI KIRI MAHAVISAMAVAJRA SPHOTAYA SPHOTAYA HUM HUM HUM
TRIBALITARANGANARTAKA AM AM AM HAM HAM HAM ACALACETA SPHOTAYA
SPHOTAYA HUM HUM HUM ASAMANTIKA TRATA MAHABALA SATAYA
PARAMANTRAN AM AM HAM MAM SUDHYATU LOKAS TUSYATU VAJRI
NAMOSTVAPRATIHATABALEBHYAH JVALAYA TRATA ASAHA NAMAH SVAHA
Segera setelah ini diucapkan, semua Dewa bersama-sama dengan
rombongan penggiring Mereka,
Pingsan dan khawatir di dalam hati Mereka, merenungkan Tubuh
Vajra.
Dengan Mantra dari Yang Penuh Murka ini, Maha Dewa dan para Dewa
yang lainnya, ketakutan,
Memiliki kekuatan Riddhi yang besar, tertangkap di dalam yantra
yang tergabung (bhitah samputakayena akrsyanti maharddhikah).
Kemudian sang Bhagavan memasuki Samadhi yang bernama "Vajra
Hasil Dari Samaya (samayavijrmbhitavajram nama samadhim)" dan
menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya Yang
Murka Besar, Sumbha, Samaya dari semua Vajradhara
(sarvavajradharasamayam samayasumbhamahakrodham) ini :
OM SUMBHA NISUMBHA HUM GRHNA GRHNA HUM GRHNAPAYA GRHNAPAYA HUM
ANAYA HO BHAGAVAN VIDYARAJA HUM PHAT
Segera setelah ini diucapkan, semua dewi dengan kekuatan rddhi
yang besar,
Telanjang, rambut Mereka berhamburan terlepas, merenungkan
Vajrasattva.
Terikat dengan pengait Vajra dan jerat Raja dari semua
Tathagata,
Terinjak-injak oleh Vajrasattva, semua dewi tertangkap.
Kemudian sang Bhagavan memasuki Samadhi yang bernama "Vajra Yang
Timbul Dari Kebenaran Dari Samaya Besar
(mahasamayatattvotpattivajram nama samadhim)" dan menghasilkan
dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya Tempat tinggal dari
kebenaran dari ucapan Samaya, rahasia dari tiga Vajra, Samaya
besar (mahasamayatrivajraguhyavaksamayatattvapadam) ini :
Lakukan meditasi pada Vajrasattva di dalam tiga tubuh dari Vajra
Buddha (buddhavajratrikayesu vajrasattvavibhavana),
Kemudian Buddha akan tertangkap oleh Pembawa jerat dan pengait
Vajra (pasavajrankusadharair buddhakarsanam uttamam).
Dengan cara dari Roda Besar, menyatukan tubuh dan ucapan dari
Buddha (buddhavakkayayogena mahacakraprayogatah),
Vajrasattva sang Raja Besar selalu pasti tertangkap (vajrasattvo
maharaja dhruvam akrsyate sada).
Melalui Roda, Teratai, dan Vajra besar, melakukan meditasi pada
tiga Vajra yang tidak bisa dihancurkan (cakrapadmamahavajrais
trivajrabhedyabhavanaih),
Semua Mantra akan tertangkap dengan pengait Vajra dan pengait
lainnya yang berbeda (vajrankusaprabhedena sarvamantrakarsanam
param).
#Post#: 168--------------------------------------------------
Re: Sarva Tathagata Kayavakcittarahasyo Guhya Samaya Nama Maha K
alpa Raja Mahayana Sutra
By: ajita Date: November 13, 2016, 9:03 am
---------------------------------------------------------
Setelah menvisualisasikan perwujudan dari Mantra anda, penuh
kedamaian, dengan sifat alami dari semua Vajra, menangkap yang
terbaik dari gadis manusia melalui pengait Vajra di dalam
hatinya;
Dia akan pasti selalu tertangkap dengan cara dari Mandala udara.
Visualisasikan 'bentuk gambar besar dari Vairocana
(vairocanamahabimbam)' di dalam 'Mandala Bulan (candramandalam)'
dan bayangkan Saci sedang berdiri disana;
Dengan perbuatan dari Vajra Amrta, jika anda membaca Mantra-Nya
lima puluh kali, dia pasti akan terttangkap.
Visualisasikan 'bentuk gambar besar dari Pengait Vajra
(vajrankusamahabimbam)', di dalam Mandala Vajra, warna dari Api
Vajra yang dahsyat, dan gadis ruang angkasa akan tertangkap.
Visualisasikan Samaya Vajra yang penuh murka
(svakrodhavajrasamayam) yang tinggal berdiam di dalam dunia
bawah Vajra (vajrapatalavasinam),
Dan gadis iblis akan tertangkap dengan tombak, pengait Vajra,
dan tali jerat.
Letakkan kapur atau tanah merah di dalam mulut anda ketika
gerhana bulan, capai keberhasilan dengan cara dari pengait
Vajra. Nama Dewa apapun yang anda tulis, Brahma, Rudra dan
seterusnya, mereka akan mendekat diatasi dengan ketakutan,
sesuai dengan kata dari ucapan Vajra.
Visualisasikan Manjuvajra, memiliki semua aspek ketuhanan, dan
bayangkan Yamantaka Maha Krodha, Pengait Vajra (Vajrankusa),
kemudian visualisasikan lingkaran besar dari api yang
memusnahkan kalpa, nikmati gadis yaksa.
Demikian yang Dia katakan.
Cara dari penangkapan telah dijelaskan dengan Mudra dan Mantra
yang berbeda untuk Mereka semua, dan jika itu dikerjakan dengan
cara sebaliknya, itu akan gagal.
Vajrasattva Maha Raja harus harus dibangkitkan lagi dan lagi
(vajrasattvo maharaja codaniyo muhurmuhuh), karena dia adalah
Raja Keabadian Tertinggi dari semua Mantra (sa eva
sarvamantranam raja paramasasvatah).
Kemudian sang Bhagavan memasuki Samadhi yang bernama
"Kebijaksanaan Vajra Yang Dihasilkan Diseluruh Ruang Angkasa
(samantavijrmbhitajnanavajram nama samadhim)" dan menghasilkan
dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya sang Tuan Putri Dari
Raja Samaya Besar Ucapan Vajra (mahasamayarajavagvajragrim),
yang bernama Vajra Ekajata (vajraikajatam nama) ini : OM SULINI
SVAHA
Segera setelah ini diucapkan, para gadis Naga dengan kekuatan
rddhi yang besar,
telanjang dan terbakar, merenungkan Pencerahan Bodhi Buddha,
Dengan Mantra-Vidya ini semua ular naga akan tertangkap;
Menangkap gadis naga bermata lebar, nikmati dia.
Kemudian sang Bhagavan memasuki Samadhi yang bernama "Vajra Yang
Lahir Dari Samaya Ruang Angkasa (gaganasamayasambhavavajram nama
samadhim)" dan menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran
Vajra-Nya Samaya Dharma Besar, Vajra Bhrkuti
(mahadharmasamayavajrabhrkutim) ini : OM BHAYANASANI TRASANI
TRASA TRASAYA BHRKUTI TATI VAIRATI SVETA SVETA JATINI SVAHA
Segera setelah ini diucapkan, semua putri dari para Vidyadhara,
menggigil gemetar dan penuh ketakutan, merenungkan kebijkasanaan
Vajra.
Dengan Mantra-Vidya dan Hukum Suci (samayadyena) ini, tangkap
gadis Vidyadhara dengan anting-anting emas-nya yang
berayun-ayun;
Mereka yang lahir dari tiga kebijaksanaan Vajra adalah segera
tertangkap dimana-mana oleh Raja Vajra dari Penekanan, sangat
sempurna dan indah.
Lebih lanjut, di tempat-tempat yang tinggi dan sunyi, itu
diajarkan bahwa para parktisi Mantra menyelesaikan semua
perbuatan dengan seratus-ribu kali pembacaan dari semua Yang
Penuh Murka.
Mereka yang menyalahkan guru (acaryanindanapara) dan berbicara
buruk kepada Mahayana (mahayanagranindakah) harus dengan rajin
dihancurkan dan diusir;
Dengan cara ini, orang mencapai Siddhi dari Mantra dan
Pencerahan Bodhi tertinggi.
Demikian yang dikatakan Dia.
Visualisasikan sesuai dengan ritual para musuh yang berpikiran
jahat menghancurkan tubuh, ucapan, dan pikiran dari semua
makhluk dari sepuluh penjuru arah, kemudian memakai pakaian
dibuat basah dengan darah, air atau kencing, injak pada gambar
dan mohon pada Raja yang penuh murka dengan seratus delapan kali
pembacaan penuh, dan bahkan Buddha pasti akan dihancurkan;
Setelah membasahkan pakaian anda dengan air, ketika yang penuh
murka telah mengikat dia, injak gambar itu dengan kaki kiri, dan
bahkan Buddha pasti akan dihancurkan;
Memakai pakaian dibuat basah dengan kencing, menjijikkan dan
berbau busuk, baca Mantra itu, dan dia akan segera mengerut dan
mati;
Memakai pakaian dibasahi dengan abu dan air, secara penuh murka
membaca Mantra seratus delapan kali, dan bahkan Vajrasattva akan
dihancurkan;
Memakai pakaian dibasahi dengan air, dengan pikiran marah,
telanjang dan dengan rambut lepas berhamburan, menakutkan dan
liar, injak gambar dnegan kaki, dan bahkan menghancurkan alam
ruang angkasa itu sendiri.
Demikian yang dikatakan Dia.
Laksanakan perbuatan ganas di dalam kuil dari para Ibu, di dalam
pemakaman, di dalam rumah kosong, di persimpangan jalan, atau
dekat gambar tunggal atau pohon tunggal. Baca Mantra itu seratus
delapan kali dan sembunyikan pisau yang terbuat dari tulang
manusia, delapan jari panjangnya, di dekat pintu musuh : Dalam
dua minggu, Buddha, Penganugerah Tiga Tubuh, bebas dari
pengetahuan dan ketidaktahuan, akan menghilang dan mati;
Atau lainnya, orang yang bijaksana harus mengambil tengkorak
yang tepat dan menulis Mantra disiitu, membaca dengan bahasa
Vajra, kemudian sembunyikan itu di dekat pintu musuh atau di
dalam desanya, dan dia pasti akan terusir;
Atau lainnya, tulis mantra dari Yang Penuh Murka di daun palem
atau beberapa bahan yang lainnya dan sembunyikan itu di dekat
rumah musuh atau pintu-nya, dan dia akan mengerut dan mati;
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Mahasamayaketuvajrah.
Kemudian sang Bhagavan memasuki Samadhi yang bernama "Ikatan
Vajra Dari Tubuh, Ucapan dan Pikiran Dari Semua Tathagata
(sarvatathagatakayavakcittanibandhanavajram nama samadhim)" dan
menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya Mantra
ini untuk menancapkan tubuh, ucapan dan pikiran dari seluruh
tiga alam (sarvatraidhatukakayavakcittakilanamantra) : OM GHA
GHA GHATAYA GHATAYA SARVADUSTAN PHAT KILAYA KILAYA SARVAPAPAN
PHAT HUM HUM HUM VAJRAKILAYA VAJRADHARA AJNAPAYATI
KAYAVAKCITTAVAJRAM KILAYA HUM PHAT
Segera setelah ini diucapkan, semua Buddha yang berkekuatan
rddhi besar,
Pingsan dan penuh ketakutan, merenungkan ruang angkasa, pikiran
Vajra.
Pisau yang terbuat dari tulang manusia, kayu akasia atau besi
akan menghancurkan tiga tubuh Vajra.
Terserap dalam Vajrasattva, bersinar-sinar dan dipenuhi dengan
percikan bunga api cahaya,
Visualisasikan bentuk gambar yang memuat tiga tubuh Vajra dan
laksanakan ritual;
Visualisasikan simbol besar dari Vairocana (vairocanamahamudram)
atau dari Vajra Kegemaran Gairah (athava ragavajrinah),
Bayangkan simbol besar dari Yamantaka (yamantakamahamudram) dan
tancapkan tiga Vajra (dhyatva trivajrakilanam);
Dengan cara dari Amrtakundali Vajra potong putus yang jahat dan
kejam (kundalamrtavajrena dustakruranikrntanam),
Bahkan Buddha yang dari diri Besar sendiri, dengan yoga Vajra.
Ini adalah visualisasi dari pisau : bayangkan bagian atas
sebagai Samaya itu sendiri dan dari 'hati (daerah dada tempat
jantung berada)' hingga ke kaki sebagai pisau Vajra.
Dengan cara dari meditasi Vajra bahkan Buddha pasti akan
tertancap, ketika Vajrasattva Maha Raja menyambar dengan pisau
Dia akan cepat mati.
Kemudian sang Bhagavan Maha Vairocana memasuki Samadhi yang
bernama "Vajra Hasil Dari Tubuh (kayavijrmbhitavajram nama
samadhim)" dan menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran
Vajra-Nya Mantra ini dari pisau Vajra yang menyambar tubuh
Samaya (kayasamayaksepavajrakilanamantram) : OM CHINDA CHINDA
HANA HANA DAHA DAHA DIPTAVAJRACAKRA HUM PHAT
Gabungkan dasar dari jari-jari jempol di dalam bentuk dari
saling merangkul, dan tabrakkan pisau Vajra kedalam tempat
tinggal dari Vairocana;
Segera setelah terkena, Maha Sattva yang lahir dari tiga tubuh
Vajra akan meninggal atau dihancurkan dengan hukum suci Samaya.
Kemudian sang Bhagavan Lokesvara memasuki Samadhi yang bernama
"Vajra Hasil Dari Ucapan (vagvijrmbhitavajram nama samadhim)"
dan menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya
Mantra ini dari pisau yang menyambar ucapan Samaya
(vaksamayaksepakilanamantram) : OM HRIH BHUR BHUVAH
Masukkan jari Vajra kedalam bunga teratai yang terbuka mekar
dari kebijaksanaan, dan tabrakkan pisau Vajra kedalam tempat
tinggal dari Kegemaran Gairah Vajra;
Segera setelah terkena, Maha Vajra yang lahir dari tiga tubuh
yang bersih tanpa noda akan meninggal atau dihancurkan.
Kemudian sang Bhagavan Mahavajradhara memasuki samadhi yang
bernama "Vajra Hasil Dari Pikiran (cittavijrmbhitavajram nama
samadhim)" dan menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran
Vajra-Nya Mantra ini dari pisau yang menyambar pikiran Samaya
(cittasamayaksepakilanamantram) : OM VAJRA RAJA HUM
Mengikat Vajra lima ujung, visualisasikan itu dipenuhi dengan
percikan bunga api cahaya, dan tabrakkan pisau Vajra kedalam
tempat tinggal dari Pikiran Vajra;
Segera setelah terkena, Maha Vajra yang lahir dari tiga Vajra
yang bersih tanpa noda akan meninggal atau dihancurkan.
Jika ritual itu dilaksanakan secara benar dengan yoga dari
tubuh, ucapan dan pikiran, anda bisa menancapkan seluruh luasnya
alam Vajra dari ruang angkasa, tidak ada keraguan.
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Mahavajrakilah.
Kemudian para Buddha dari tiga tubuh yang termashyur, melakukan
kebaikan kepada alam-alam dari para makhluk hidup, bersuka-cita,
dipenuhi dengan kegembiraan, menyanyikan lagu ini (atha buddhas
trikayagrah sattvadhatuhitaisinah tustah pramodyasamprapta idam
ghosam akarayan):
Oh Tempat Tinggal Yang Terbaik Dari Rahasia ! Oh Pertemuan Dari
Intisari !
Oh Tempat Tinggal Kedamaian Penuh Dari Dharma ! Oh Vajra
Penakluk !
Penancapan Dari Semua Buddha Dan Bodhisattva Yang Terkenal,
Penancapan Dari Tubuh, Ucapan, Dan Pikiran Vajra, telah
diajarkan;
Ini Adalah Penancapan Dari Semua Mantra, Lahir Dari Kebenaran,
Menganugerahkan Tubuh, Ucapan, Dan Pikiran,
Pertemuan Dari Kebenaran Dari Mantra.
[center]
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/lord-tonpa-shenrab-miwo.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/lord-tonpa-shenrab-miwo.jpg.html
VAJRAPANI ADI BUDDHA
[html]<iframe width="420" height="315"
src="//www.youtube.com/embed/AESZgaDaXWs" frameborder="0"
allowfullscreen></iframe>[/html]
namo ratna trayaya nama arya jnana sagara vairocana vyuha rajaya
tathagataya arhate samyaksambuddhaya namah sarva
tathagatebhyah arhatebhyah samyaksambuddhebhyah nama arya
avalokitesvaraya bodhisattvaya maha sattvaya maha karunikaya
tadyatha om dhara dhara dhiri dhiri dhuru dhuru itte we itte
cale cale pracale pracale kusume kusuma vare ili mili cite
jvalamapanaya svaha
BAB XV
Sarva Citta Samayasaravajrasambhutir nama patala
[/center]
Kemudian Vajradhararaja, sang Ruang Angkasa Tidak Berubah Yang
Tidak Terbatas, sang Penyucian Semesta, Maha Tahu Semua,
mengucapkan ucapan Vajra :
Di dalam tempat yang sunyi, Sadhaka harus selalu melaksanakan
praktek khusus dengan gadis candala berumur dua belas tahun yang
berpikiran mulia;
Dia harus membuat Mandala empat sisi di sana, sesuai dengan
ritual, dengan tinja dan kencing dan zat suci lainnya, lakukan
meditasi pada Mandala Vajra;
Dudukkan dia pada pangkuannya -- wajah yang cantik dan sangat
indah, termurnikan dengan setiap kualitas, dilengkapi dengan
setiap penghiasan,
Dia harus menvisualisasikan bentuk-bentuk para Buddha dengan
lingkaran dari lima Mandala, tempat yang penuh kesenangan dari
penyembahan, rahasia dari mereka yang mempraktekkan Mantra;
Dengan cara dari Mantra dan meditasi pada bentuk gambar besar
dari Vairocana, memiliki Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra, dia
akan menjadi sama seperti Buddha.
Dengan cara dari Vajrasattva, dia harus selalu melaksanakan
praktek dengan gadis dari kasta tukang cuci, yang berpikiran
mulia, yang warnanya adalah sama seperti daun bunga dari bunga
teratai malam berwarna biru,
Dan setelah melaksanakan ritual penyatuan dengannya dia harus
memulai perbuatan, karena ini adalah hukum yang tidak bisa
dihancurkan dari semua Mantra : Pada seluruh saat itu dia akan
menjadi sama seperti Vajrasattva, seperti Raja dari semua
Dharma, yang menyelesaikan hasrat keinginan dan pembebasan.
Dengan meditasi dari Vajra Dharma, sang sadhaka harus selalu
melaksanakan praktek dengan gadis penari, indah, wajah yang
cantik dan mata yang lebar, dan dia akan menjadi Diri yang
sebenarnya dari Vajra Dharma, terdirikan di dasabhumi, sang
Raja, Pemilik Samaya Ucapan (vaksamayadharo), Penguasa Tertinggi
Atas Semua (sarvagrah paramesvarah).
Dengan melaksanakan praktek dengan gadis dari kasta brahmana,
ksatriya, vaisya, atau sudra (brahmaksatriyavaisyanam kanyam
sudrakulodbhavam),
Dikenal sebagai diri Vajra Dharma, Ini menyelesaikan rahasia
(sadhayed vajradharmatma idam guhyasamavaham).
Dia harus memulai sadhana ketika matahari Vajra telah terbenam,
dan ketika fajar mulai terang dia akan mencapai keberhasilan
melalui sadhana tertinggi.
Visualisasikan istri dari Vajrasattva, dilengkapi dengan semua
penghiasan (sarvalamkarasampurnam),
didandani dengan wewangian dan bunga-bunga
(gandhapuspavibhusitam), Dia akan dengan cepat memperoleh
Siddhi;
Dia akan menjadi sang Penganugerah Tiga Tubuh (sa bhavet
trikayavarado), di tandai dengan tanda-tanda Buddha
(buddhalaksanalaksitah),
Memancarkan cahaya sejauh ratusan yojana (yojanasatavistaram
avabhasam karoty asau).
Dia harus memulai semua Yoga dengan penyatuan dari dua organ
(dvayendriyaprayogena sarvayogan samarabhet), karena ini adalah
hukum suci yang tidak bisa dihancurkan dari semua Siddhi (eso hi
sarvasiddhinam samayo duratikramah);
Dia harus memakan tinja dan kencing Samaya jika dia menginginkan
Siddhi dari Pemilik Vajra (vinmutrasamayam bhakset yadicchet
siddhim vajrinah),
karena ini adalah hukum suci yang tidak bisa dihancurkan dari
semua Siddhi : Dengan tinja, kencing dan zat samaya lainnya,
melalui penyatuan dua organ, Kenyataan Tertinggi tercapai,
keadaan yang penuh kedamaian dari Pencerahan Bodhi Buddha.
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Kamamoksasamayavajrah
(Samaya Vajra Dari Nafsu Keinginan Dan Pembebasan).
Kemudian sang Bhagavan memasuki Samadhi yang bernama "Vajra Yang
Penuh Murka Dari Samaya Besar (mahasamayavajrakrodham nama
samadhim)" dan menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran
Vajra-Nya Yang Penuh Murka ini yang menakuti semua Tathagata
Vajra (sarvatathagatavajrasamtrasanakrodham) : OM HRIH STRIH
VIKRTANANA SARVASATRUN NASAYA STAMBHAYA HUM HUM PHAT PHAT SVAHA
Orang yang marah harus membakar garam dan minyak dari biji
sesawi hitam, dicampur dengan racun dan darah, bersama-sama
dengan nama perempuan, di dalam api dari kayu duri;
Ini adalah selalu penuh tanda baik pada tengah hari atau pada
tengah malam, orang yang bijaksana harus membuat persembahan
yang terbakar di dalam segitiga dengan seribu delapan kali
pembacaan sesuai dengan ritual;
Ini harus dikerjakan selama tiga hari ketika perempuan adalah
objek tujuan, karena penekanannya terpengaruh selama tiga kalpa
yang tidak terhitung;
Buddha, Dharmadhara, atau Vajrasattva, jika orang yang tertipu
itu melanggar hidupnya akan berakhir disana.
Mengambil arang dari tanah kremasi pada malam kedelapan atau
keempatbelas dari bulan, jika anda membaca Mantra itu sesuai
dengan ritual, anda akan selalu menjadi Penganugerah pemberian.
Di dalam meditasi, buat gambar dari musuh apapun, dan mengetahui
Mantra itu, gambar garis melewatinya, dan dia akan mati, tidak
ada keraguan;
Hantam dia dengan palu di dalam meditasi, dan dia pasti akan
roboh, atau bayangkan Vajra yang menakjubkan dengan nyala api di
dalam bentuk dari huruf 'HUM' (humkarajvalasamyuktam diptavajram
prabhavayet), Itu menghancurkan semua pelaku kejahatan dan
adalah keluarga dari Vajrapani. Setelah menggambar laki-laki
atau perempuan dengan kapur, arang dan seterusnya,
visualisasikan kapak di tangan anda dan kemudian bayangkan
lehernya putus; Dengan cara ini sang Buddha, yang terkemuka dari
tiga tubuh permata, yang menginginkan kebaikan pada semua
makhluk, akan terjatuhkan atau mati, tidak ada keraguan.
Untuk menghentikan hujan, bayangkan sebuah Vajra di tengah pusat
dari sebuah Vajra ganda yang terbakar menyala terang dengan
jumlah besar percikan nyala bunga api. Jika badai dan seterusnya
muncul ketika Mandala sedang digambar, buat Mudra Gigi Taring
(damstramudram) dan bawa kepikiran sang musuh jahat; Segera
setelah mereka melihatnya, apapun hasil yang para Buddha atau
para Bodhisattva telah ciptakan akan menghilang atau
dihancurkan; Para Buddha, para Bodhisattva dan para makhluk
jahat yang lainnya akan mati, tidak ada keraguan.
Inilah sang intisari dari Mantra rahasia dari semua Tathagata :
PHAT.
Dengan praktek dari makhluk bijaksana (jnanasattvaprayogena),
visualisasikan gambar di dalam tengah pusat (madhye bimbam
prabhavayet);
Bijaksana dalam Mantra, tempatkan perempuan, lengkap dengan
semua penghiasan dan dicirikan dengan semua kualitas, di dalam
empat tempat, dan setelah membuka bunga teratai, visualisasikan
Mantra ini : HUM.
Visualisasikan sang Penguasa Yoga Vajra, menyala berkobar, warna
dari lima sinar, buat Dia turun menghuni kedalam tubuh, ucapan,
dan pikiran Vajra anda, dan anda akan mencapai pencerahan Bodhi;
Pada seluruh saat itu, anda akan menjadi sama seperti Vairocana,
Vajrasattva Maha Raja, sang Buddha Pemilik Tiga Tubuh Vajra.
Samadhi ini bernama "Vajra Lahir Dari Semua Makhluk
(sarvasattvotpadanavajro nama samadhih)".
Setelah menemukan gadis yang sesuai dengan ritual, berwajah
cantik, berkeinginan baik, mulai penyembahan di tempat yang
sunyi, dan mengambil dan memakan rahasia;
Pada seluruh saat itu anda akan menjadi sama sebanding di dalam
kemuliaan dengan Manjusri, sang Tuan Dari Yang Tidak Terlihat,
yang mulia, yang berwarna keemasan sungai Jambu.
Makan makanan, tinja atau daging, membaca Mantra sesuai dengan
ritual, dan para Buddha tidak akan melihat anda.
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Mahavajradharah
Mengambil tinja sesuai dengan ritual, letakkan itu di dalam
mangkuk tengkorak yang tertutup,
membaca Mantra seratus delapan kali, para Buddha yang seperti
matahari tidak akan melihat anda (satastavaran samcodya
buddhasuryair na drsyate);
Mengambil daging dari anjing atau kuda atau manusia sesuai
dengan ritual, memakan itu dari tengkorak dengan ritual dari
penyatuan, Mereka tidak akan melihat anda;
Sebuah tablet pil dicampur dengan daging anjing dibungkus di
dalam tiga logam : dengan penyatuan dari dua organ semua Buddha
tidak akan melihat anda;
Sebuah tablet pil dicampur dengan daging manusia dibungkus di
dalam tiga logam : dengan penyatuan dari dua organ semua Buddha
tidak akan melihat anda;
Sebuah tablet pil dicampur dengan daging sapi dibungkus di dalam
tiga logam : dengan penyatuan dari dua organ semua Buddha tidak
akan melihat anda;
Menjaga sumpah, buat sebuah tablet pil dari makhluk yang lahir
di dalam tinja : dengan penyatuan dari dua organ semua Buddha
tidak akan melihat anda;
Sebuah tablet pil dicampur dengan kamper dan kayu cendana :
dengan penyatuan dari dua organ semua Buddha tidak akan melihat
anda;
Sebuah tablet pil dicampur dengan batu empedu dan kayu gaharu
dibungkus di dalam tiga logam : dengan penyatuan dari dua organ
anda akan menjadi Vajra Mahabala;
Sebuah tablet pil dicampur dengan kamper dan kunyit dibungkus di
dalam tiga logam : dengan penyatuan dari dua organ semua Buddha
tidak akan melihat anda;
Demikian yang Dia katakan (ity aha ca).
Setelah mempersuci Mudra besar dari Pemegang Vajra yang manapun
(adhistaya mahamudram yasya kasya cid vajrinah),
anda akan menjadi sama seperti Dia, mulia, dengan kekuatan besar
dan keberanian (sa bhavet tadrsah sriman mahabalaparakramah) ,
anda akan menjadi memancarkan sinar seperti Buddha, yang mulia,
yang jangkauannya membentang sejauh jutaan yojana, mengembara di
dalam tiga ribu dunia;
Dengan kekuatan besar dari Mahabala, anda mungkin mencintai
gadis dari alam nafsu keinginan, yang mengetahui kesenangan dari
para dewa, dan menjaga sumpah keluarga, atau dari alam
bentuk-rupa.
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Samayantardhanamahavajrah
(Vajra Besar Dari Samaya Yang Tidak Terlihat).
Kemudian para Buddha yang bijaksana, penuh kegembiraan, pikiran
Mereka kebingungan, mata Mereka terbuka lebar dengan keheranan,
menyanyikan lagu ini :
Oh Paling Menakjubkan Ini , Oh Tempat Tinggal Dari Rahasia Yang
Tidak Berubah ! (aho suvismayam idam aho guhyapadaksaram)
Oh Yang Memurnikan Diri Sendiri ! Oh Dharma Yang Paling Tidak
Bernoda ! (aho svabhavasamsuddham aho dharmam sunirmalam)
Kemudian sang Vajradharah, sang Guru (sasta), sang Pencipta
(srasta), sang Penyelesai (karta), yang Besar (maha) dan yang
Tidak Berubah (aksarah), sang Buddha, sang Vajra, sang Dharma
Besar (mahadharmo), mengucapkan ucapan Vajra (vajraghosam
akarayat) :
Dengan praktek Vajra dari para makhluk, kebahagiaan timbul untuk
para Pemegang Vajra (sattvavajraprayogena tosanam
vajradharinam);
Dengan membedakan Pencerahan Bodhi dari Buddha, kebahagiaan
timbul untuk Mereka yang dari Buddha Vajra;
(buddhabodhiprabhedena tosanam buddhavajrinam)
Itu diajarkan bahwa Usnisa mencapai kegembiraan melalui
bentuk-gambar dari Vajra Locana dan yang lainnya, dan melakukan
meditasi pada Buddha Vajra adalah yang terbaik untuk para Yang
Penuh Murka;
Melakukan meditasi pada Ratnaketu untuk Mereka yang mengikuti
Dharma dari Raja Pengetahuan (vidyarajagradharmanam
ratnaketuvibhavanam),
dan Melakukan meditasi pada Amitayus di dalam praktek dari Ratu
Pengetahuan (vidyarajniprayogesu amitayurvibhavanam);
Melakukan meditasi pada kebijaksanaan dari Amogha untuk Mantra
yang melaksanakan semua perbuatan, dan tentu saja untuk semua
meditasi Mantra pada Vajrasattva.
Demikian yang Dia katakan.
Didalam Tantra dari Mantra Yaksini (yaksinimantratantranam),
Yamantaka harus divisualisasikan, dan untuk semua Mantra dari
Yoga, itu adalah tanda keberuntungan untuk membangkitkan Dia
diatas kepala.
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Mahasamayah
Dengan Meditasi Vajra ini, Mandala dari Mantra kebahagiaan,
sadhana dari Maha Samaya, diajarkan demi kebaikan para Sadhaka.
Kemudian sang Vajradhara, sang Guru, Tuan Dari Semua Dharma,
sang Penguasa Tertinggi, Yang Murni Tubuh, Ucapan, pikiran,
mengucapkan kebijaksanaan Vajra (atha vajradharah sasta
sarvadharmesvarah prabhuh kayavakcittasamsuddho jnanavajram
udirayan) :
Diatas puncak gunung yang menyenangkan dan di dalam hutan yang
sunyi (parvatagresu ramyesu vijanesu vanesu ca),
praktekkan meditasi Vajra melalui cara dari pembacaan Mantra
(dhyanavajram prakurvita japamantraprayogatah);
Vajrasattva dan semua yang lain-Nya, dibangkitkan melalui Mantra
dan Meditasi, akan melaksanakan berbagai macam perbuatan sesuai
dengan kata dari pekerjaan dari Ucapan.
Visualisasikan bentuk-gambar besar dari Vajra Dharma, berwarna
merah delima, dan visualisasikan keluarga di dalam tiga
tengah-pusat dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya.
Melakukan ritual dari keturunan, anda pasti akan berhasil :
membangkitkan, perasaan yang mendalam, ketuhanan besar,
(stobhastambhamahadivyam) dan tingkat Arya yang keempat
(aryabhaumacaturthakam),
harus dilaksanakan dengan Siddhi Vajra, keberhasilan yang
demikian itu selalu menang.
Membawa gadis atau pria yang berusia dua belas tahun, dilengkapi
dengan semua kualitas, visualisasikan keturunan;
Ketika anda telah melaksanakan semua ritual, perbuatan itu akan
berhasil, namun jika sebaliknya, para makhluk dari tiga dunia
akan menertawakan anda.
Ini adalah huruf dari intisari Mantra : HUM HAH AH JHAIH.
Bahkan alam ruang angkasa, yang tak bernyawa dan yang sama
sekali tanpa semua pikiran, bahkan diri Vajrasattva sendiri,
dibuat turun oleh ritual itu.
HUM adalah diri Vajrasattva sendiri (HUMkare vajrasattvatma),
HAH adalah Tubuh Vajra (HAHkare kayavajrinah),
AH adalah sang Raja, sang Pemegang Dharma, ini adalah kata-kata
rahasia (AHkare dharmadharo raja idam guhyapadam drdham);
JHAIH disebut sang Pembangkit, ini berarti bergerak dan bergetar
(JHAIHkaram stobhanam proktam bhramanam kampanam smrtam),
karena ini adalah rahasia dari semua kebangkitan (eso hi
sarvastobhanam rahasyo'yam pragiyate).
Demikian yang Dia katakan.
Dibangkitkan oleh Vajrasattva, mereka akan bangkit naik ke
ketinggian dari tangan (hastamatram), atau dua, lima atau
delapan tangan, dikuasai dengan ketakutan;
Seperti dengan yang pertama, jadi itu adalah dengan mereka semua
: Ini mencapai rahasia.
Kemudian sang Vajradhara, sang Raja, sang Penguasa Tertinggi
Dari Semua Tathagata, Tempat Tinggal Yang Murni Dari Tiga Tubuh,
mengucapkan kata-kata ini :
Penumpasan semua pelaku kejahatan ini bisa dikerjakan bahkan
oleh mereka yang tidak semata-mata terlibat didalamnya, menjaga
sumpah, tapi itu tidak bisa dilakukan melalui yoga yang lain :
Membuat gambar dari musuh
dengan sekam dan batu bara dari tanah kremasi, telanjang dan
dengan rambut anda lepas berhamburan, menghancurkan bahkan tiga
dunia;
Membuat gambar dari musuh dengan abu dari tanah kremasi, dengan
seratus delapan kali pembacaan dia akan mati, tidak ada
keraguan;
Membuatnya dengan berbagai macam jenis daging, daging sapi, kuda
dan anjing, di dalam Mandala tiga sudut, bahkan Vajra dengan
pasti hancur;
Dengan daging manusia, Penghancuran yang dihasilkan Vajra
terhadap semuanya adalah diajarkan, karena ini adalah penghancur
yang tidak bisa dilawan terhadap semua musuh;
Membuat gambar dari musuh dengan tinja dan kencing dari mereka
yang mengikuti Dharma agung, secara penuh murka membakarnya di
dalam api dari kayu berduri, dan bahkan Buddha pasti akan
binasa.
Demikian yang Dia katakan.
Biji sesawi hitam, garam, minyak, racun, dan duri apel, ini
diajarkan sebagai penghancur tertinggi dari semua Buddha,
Memakai pakaian basah dengan arang, dengan pikiran penuh murka,
menginjak gambar, dia pasti akan ditangkap oleh para raksasa;
Membuat gambar dengan bubuk tulang, racun dan darah, bahkan
Vajrasattva yang ganas akan dengan cepat tertangkap;
Menginjak gambar yang dipenuhi dengan tinja dan kencing yang
bercampur dengan biji sesawi, dia akan dihantam oleh sakit demam
yang berkobar;
Demikian yang Dia katakan.
Ini adalah intisari dari Sarva Tathagata Vajra Maha Krodha
Samaya Hrdayam : NAMAH SAMANTAKAYAVAKCITTAVAJRANAM OM HULU HULU
TISTHA TISTHA BANDHA BANDHA HANA HANA DAHA DAHA GARJA GARJA
VISPHOTAYA VISPHOTAYA SARVAVIGHNAVINAYAKAN MAHAGANAPATI
JIVITANTAKARAYA HUM PHAT.
Penghancuran dari tubuh, ucapan, dan pikiran, baik dengan
persembahan yang dibakar ataupun di dalam meditasi, harus
dikerjakan dengan pikiran yang tanpa gangguan, ini adalah
pembunuhan yang tertinggi.
Visualisasikan Vajrasattva, penuh Murka Besar, Jelek dan
Mengerikan, sedang memegang kapak dan palu di tangan-Nya,
kemudian lakukan 'meditasi (dhyana)'.
Ini adalah Hukum Suci Dari Sang Penuh Murka Besar Yang Ganas
(tatredam mahakrurakrodhasamayam) :
Visualisasikan alam dari ruang angkasa sepenuhnya dipenuhi
dengan semua Buddha, kemudian bayangkan itu dihancurkan oleh
orang yang jahat itu dan dia akan mati pada seketika itu juga;
Visualisasikan itu dipenuhi dengan para Buddha dan para
Bodhisattva, dihancurkan oleh makhluk yang jahat, dan bahkan
diri Vajradhara sendiri akan mati;
Sang praktisi Mantra harus pertama menvisualisasikan sang musuh
mengganggu para Buddha, kemudian bayangkan dia ketakutan dan
dikuasi dengan ketakutan, dan dia akan mati, tidak ada keraguan;
Bayangkan dia ketakutan oleh berbagai macam jenis dari para
raksasa, yang ganas, yang mengamuk, penuh murka yang tidak bisa
dilawan, dan bahkan diri Vajradhara sendiri akan mati;
Bayangkan dia ditelan oleh burung hantu, gagak, burung pemakan
bangkai, serigala dan burung-burung berparuh panjang. dan bahkan
Buddha pasti akan binasa;
Bayangkan ular hitam, sangat marah, menakutkan untuk menakuti
sendiri, dengan racun yang mematikan diatas jidatnya, dan
bayangkan dia tergigit oleh ular yang istimewa ini, bahkan
Buddha pasti akan binasa;
Ini adalah pembangkitan yang tertinggi, ketakutan yang besar,
yang menurunkan wabah dan bencana pada para Makhluk dari sepuluh
penjuru arah : Dia yang menjaga sumpah ini harus menyerang dada
dengan palu yang sangat kuat, dan hidupnya akan berakhir, sesuai
dengan kata dari Vajradhara;
Bayangkan membelah dan memotong dengan kapak Vajra dan
senjata-senjata yang lainnya, dan bahkan Vajrasattva yang ganas,
Penganugerah Tiga tubuh, akan mati;
Tusuk Mantra dari para raksasa, para dewa dan seterusnya, karena
ini adalah pembunuhan yang tertinggi, hukum suci yang tidak bisa
dihancurkan.
Pikirkan tentang semua makhluk tinggal berdiam di dalam Mandala
sebagai Vajra Skandha milik anda sendiri yang anda bunuh;
Demikian dan tidak sebaliknya yang mereka bersukacita.
Buddha, Vajradhara, Sasta, Vajra Dharma dan Pemilik Vajra akan
mati oleh yoga dari meditasi ini, sesuai dengan 'kata dari
Pikiran Vajra (cittavajravaco)'.
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan,
Mahakrurasamayavajrakrodhah.
Kemudian sang Vajradhara raja, sang Semua Ruang Angkasa
(sarvakaso), sang Bijaksana Besar (maha munih), sang Penyucian
Semesta Yang Sempurna Tercerahkan (sarvabhisekasambuddho),
berbicara kebijaksanaan Vajra (jnanavajram udirayan) :
Hebat adalah Pemurnian Sendiri, Vajrayana yang tiada tanding !
(aho svabhavasamsuddham vajrayanam anuttaram)
Walapun dharma adalah tidak muncul, para Jina mengajarkan
kemunculan ! (anutpannesu dharmesu utpattih kathita jinaih)
Ini adalah rahasia Vajra dari perbuatan kecil (tatredam
ksudravajrakarmarahasyam) :
Gambar ular dengan kapur atau arang, jelek dan menimbulkan
ketakutan, hitam, marah, diselimuti dalam nyala api, dengan
lidah bercabang dua dan deretan gigi taring.
Ini adalah intisari Hrdaya yang membangkitkan ular yang marah :
KHAM
Bayangkan racun yang sama seperti halahala di dalam mulutnya,
visualisasikan itu bernyala api, warna dari api, dan itu pasti
akan bergerak.
Ini adalah intisari Hrdaya yang menarik semua racun : HRIH
Bayangkan bahwa itu menangkap semua racun yang dihasilkan dari
berbagai macam sumber di dalam tiga alam, dan visualisasikan itu
jatuh : Pada seluruh saat itu, anda akan menjadi lautan racun
yang mematikan yang menghancurkan semua makhluk segera setelah
itu menyentuh mereka.
Kodok, kalajengking dan seterusnya, dan semua jenis ular, harus
diciptakan oleh ritual ini, dengan ciri-ciri dari kemunculan di
dalam yoga.
Ini adalah intisari Hrdaya yang menghapus semua racun : OM
Visualisasikan racun dari mata dan seterusnya, dan racun
mematikan lainnya, tarik itu dengan kebijaksanaan Vajra dan
kirim itu kedalam 'Mandala Ruang Angkasa Vajra
(khavajramandale)'.
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Mahavisasamayavajrah
(Samaya Vajra Racun Besar).
Ini adalah intisari Vajra dari hukum suci dari menyembuhkan
racun : HUM
Visualisasikan intisari Hrdaya Maha Vajra ini, berwarna putih,
awan cahaya, bersinar terang, cantik seperti sinar bulan,
gambarkan itu di dalam, dan seketika itu juga itu akan bangkit
melalui empat pusat;
Visualisasikan ini dua kali atau tiga kali, bayangkan
memuntahkan itu keluar, dan racun yang mengisi alam ruang
angkasa akan menjadi bebas dari racun pada seketika itu juga.
Demikian yang Dia katakan.
Ini adalah intisari Hrdaya yang menarik semua racun sekunder :
AH
Bisul, borok, cacar, dan penyakit lainnya yang dikenal, lenyap
hanya melalui meditasi ini, sesuai dengan kata dari Vajrapani;
Visualisasikan itu pada tengah pusat dari bunga teratai besar
dengan delapan daun bunga, murni seperti bulan, terselimuti di
dalam lima sinar cahaya;
Untuk menggambar, Samaya itu adalah hitam, dan untuk
membangkitkan, itu adalah putih : Ini adalah tempat tinggal
rahasia dari meditasi, kebijaksanaan rahasia yang tanpa cacat
(idam dhyanapadam guhyam rahasyam jnananirmalam).
Ini adalah huruf Mantra, Vajra Hrdaya yang menyembuhkan penyakit
dari dalam dan luar : JINAJIK AROLIK VAJRADHRK
Dengan pembangkitan Vajra dari penyakit, visualisasikan bentuk
dari kata yang mana saja yang anda pilih, yang mencapai
kebajikan melalui kesetiaan-pembaktian;
Visualisasikan Samaya di dalam bentuk dari monyet atau anjing,
datang keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran anda di tengah
pusat;
Tetap di dalam keadaan Vajra, visualisasikan Vajra atau roda,
dan bayangkan Samaya dari tubuh, ucapan, dan pikiran
dihancur-leburkan oleh itu : Pada saat itu para Bodhisattva yang
termashyur besar, yang sempurna tercerahkan, akan
menganugerahkan dengan pandangan yang penuh kegembiraan keadaan
yang suci dari pemberkatan (tatah prabhrti sambuddha bodhisattva
mahayasah adhisthanapadam ramyam dadanti hrstacaksusah).
Demikian yang Dia katakan.
Visualisasikan awan-awan dari para Buddha, awan yang besar dari
raja Vajra, di dalam tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra anda,
untuk kebebasan dari penyakit;
Visualisasikan yang penuh murka para Buddha dan para Bodhisattva
dari sepuluh penjuru arah : Pembunuhan Mereka adalah kebenaran
yang sepenuhnya mutlak.
Apapun hasil dari perbuatan magis juga akan dihancurkan dalam
waktu seminggu melalui yoga dari meditasi ini, melalui cara dari
seratus delapan kali pembacaan;
Atau ritual dari meditasi Vajra dikerjakan dengan cara dari
'raja Mantra anda (svamantrarajena)' : Ini adalah hukum suci
yang tidak bisa dihancurkan dari semua penyakit.
Kemudian sang Vajradhara, sang raja, sang Pengait Kebijaksanaan,
yang bersinar terang, Vajra yang besar dari nafsu keinginan dan
pembebasan, mengucapkan kata-kata ini :
Meskipun dharma adalah sama seperti mimpi, yang tidak muncul
dalam sifat alami dasarnya, kenyataan yang memurnikan diri
sendiri, namun khayalan ilusi Vajra diajarkan : 'Para Sadhaka,
berniat pada meditasi dan Mantra, para Buddha dan para
Bodhisattva, selalu bermimpi mimpi di dalam dua cara yang
berbeda.'
Ini adalah hukum suci besar dari mimpi :
Segera anda bermimpi diri anda sendiri seperti telah mencapai
kebijaksanaan tertinggi dari pencerahan Bodhi, dengan sinar dari
Buddha, atau seperti tubuh kebahagiaan dari Buddha
(buddhasambhogakayam);
Anda bermimpi bahwa anda disembah oleh para Mahasattva dari tiga
dunia, anda bermimpi tentang gambar anda, warna dari
kebijaksanaan besar, disembah oleh para Buddha dan para
Bodhisattva dan lima indera nafsu keinginan;
Di dalam mimpi anda melihat gambar anda seperti bentuk yang
besar dari sang Vajrasattva, sang Vajra Dharma dari kemashyuran
besar, atau Vajra rahasia yang termashyur;
Para Buddha besar dan para Bodhisattva yang memiliki Vajra
membungkukkan diri, anda bermimpi mimpi seperti ini, memberikan
Siddhi dari tubuh, ucapan, dan pikiran.
Jika anda bermimpi gadis yang sangat menawan dari para Dewa,
lengkap dengan semua penghiasan, atau dari laki-laki muda atau
perempuan muda, anda akan mencapai Siddhi;
Anda bermimpi dengan jelas semua Buddha dari sepuluh penjuru
arah di dalam 'wilayah (ksetra)' Mereka, dan dengan pikiran
dipenuhi kegembiraan mereka menganugerahkan perbendaharaan dari
Dharma;
Di dirikan di dalam meditasi Vajra, dengan hukum suci dari yoga
anda melihat tubuh anda di dalam roda Dharma, dikelilingi oleh
semua Buddha;
Dengan hukum suci dari meditasi, diberkati oleh semua Buddha,
anda melihat banyak hutan kesenangan dan taman, terhiasi oleh
para gadis dari para dewa;
Anda bermimpi bahwa anda di abhiseka oleh para Buddha dan para
Bodhisattva, anda bermimpi bahwa anda disembah oleh Vidyadhara
Maha Raja.
Dan Dia berkata : Jika anda bermimpi jenis dari mimpi kelahiran
Vajra yang murni ini, anda akan mencapai yang tertinggi, lahir
dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra;
Dengan pikiran Vajra, jika anda bermimpi candala, anjing dan
seterusnya, anda akan mencapai tempat tinggal pikiran dari
Vajrasattva yang bijaksana.
Ini adalah intisari Hrdaya dari hukum suci dari pemeriksaan dari
mimpi (tatredam svapnavicaranasamayahrdayam) :
Di dalam perenungan dari pikiran, semua dharma ditemukan ada di
dalam pikiran orang, dan pikiran ini tinggal berdiam di dalam
ruang angkasa Vajra : Tiada dharma dan tiada sifat alami dharma.
Kemudian semua Bhagavantah Tathagatah, dikuasai dengan keheranan
dan ketakjubban, bertanya kepada Vajrasattva yang menghapus
keraguan dari Samaya dari tubuh, ucapan, dan pikiran dari semua
Tathagatah : 'Bhagavan, apa ini? (kim idam bhagavan)'
Walaupun dharma adalah yang tiada keberadaan zat, kenyataan dari
dharma diajarkan : 'O Alangkah hebat meditasi pada ruang angkasa
di dalam ruang angkasa ! '
Kemudian sang Bhagavan Kayavakcittavajrapani Tathagatah berkata
kepada semua Tathagata : 'Semua Bhagavan Tathagata, ruang
angkasa adalah tidak terhubung dengan dharma apapun, tidak juga
ia terpisah darinya, tidak juga ia mengetahui dirinya sendiri
untuk meliputi semua dan melihat dimana-mana; Di dalam cara yang
sama, semua Bhagavan Tathagata, mimpi dan hasil dari mimpi harus
dimengerti. Semua Bhagavan Tathagata, sama seperti ruang angkasa
adalah tidak terbayangkan, tidak kelihatan dan tidak terhalangi,
di dalam cara yang sama, semua Bhagavan Tathagata, semua dharma
harus dimengerti. Semua Bhagavan Tathagata, sama seperti Samaya
yang adalah tempat tinggal Vajra dari tubuh, ucapan, pikiran dan
semua dharma adalah menyerap-meliputi semua dan dari satu sifat
alami, yang adalah sifat alami dari pikiran, jadi alam dari
tubuh, ucapan dan pikiran dan alam dari ruang angkasa adalah
tidak dua kali lipat dan tidak menyebabkan kegandaan. Semua
Bhagavan Tathagata, sama seperti semua makhluk ada di dalam
ruang angkasa, tapi ruang angkasa tidak ada di dalam alam dari
nafsu keinginan (na kamadhatusthito), tidak juga di dalam alam
dari bentuk-rupa (na rupadhatusthito), tidak juga di dalam alam
yang tiada bentuk-rupa (narupadhatusthito), dan dharma yang
tidak ada di dalam tiga dunia tidak memiliki kemunculan, dan
bahwa yang tidak memiliki kemunculan tidak bisa dihasilkan oleh
dharma apapun, jadi oleh karena itu, Semua Bhagavan Tathagata,
semua dharma adalah tiada keberadaan zat.'
'Semua Bhagavan Tathagata, sama seperti 'Pikiran dari Pencerahan
(bodhicittam)' menciptakan tempat tinggal Vajra yang melahirkan
kebijaksanaan dari semua Tathagata, tapi 'Pikiran dari
Pencerahan (bodhicittam)' tidak ada di dalam tubuh, tidak juga
di dalam ucapan, tidak juga di dalam pikiran, dan dharma yang
tidak ada di dalam tiga dunia tidak memiliki kemunculan, begitu
juga tempat tinggal Vajra ini yang melahirkan kebijaksanaan dari
semua Tathagata.'
'Semua Bhagavan Tathagata, 'mimpi' tidak mengetahui dirinya
sendiri menjadi mimpi diantara tiga dunia, tidak juga lelaki
yang bermimpi mengetahui dirinya sedang bermimpi, dan perbuatan
di dalam tiga alam adalah sama seperti mimpi, gambar dari mimpi,
hasil dari mimpi : Di dalam cara yang sama, Semua Bhagavan
Tathagata, semua Buddha dan Bodhisattva dan semua makhluk hidup
di dalam dunia alam dari sepuluh penjuru arah harus dimengerti
sebagai yang tanpa diri sama seperti mimpi.'
'Semua Bhagavan Tathagata, sama seperti permata Cintamani adalah
penguasa semua permata, diberkahi dengan semua kebajikan, dan
apapun yang para makhluk hidup minta -- emas atau permata atau
perak -- ia membuat mereka semua muncul sesegera mereka di
pikirkan, tapi permata-permata itu dan seterusnya tidak ada di
dalam pikiran atau di dalam Cintamani itu, di dalam cara yang
sama, Semua Bhagavan Tathagata, semua dharma dan Buddhadharma
harus dimengerti.'
Kemudian semua Bhagavantah Tathagata, mata Mereka terbuka lebar
dan dengan kegembiraan yang besar, berkata kepada sang
Sarvatathagatakayavakcittavajram Tathagata : 'Itu adalah
menakjubkan, Bhagavan, bahwa Buddhadharma dan juga dharma
meliputi alam dari ruang angkasa !'
Kemudian semua Buddha dan Bodhisattva membungkuk di kaki sang
Bhagavato Vajrapani Tathagata dan berkata : 'Bhagavata telah
mengajarkan kumpulan dari semua Mantra Vajra Siddhi; Dimanakah
semua Mantra Vajra Siddhi berada? '
Kemudian Vajrapani memuji para Tathagata dan para Bodhisattva
dan berkata kepada semua Tathagata : 'Semua Bhagavan Tathagata,
semua Mantra Siddhi tidak ada di dalam tubuh, ucapan dan pikiran
dari semua Mantra, karena Mantra Siddhi dan tubuh, ucapan, dan
pikiran tidak memiliki kemunculan di dalam kebenaran mutlak; Dan
namun, semua Bhagavantah Tathagata, semua Mantra Siddhi dan
semua Buddhadharma memang ada di dalam tubuh, ucapan, dan
pikiran Vajra milik Anda, tapi tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra
itu tidak ada di dalam alam dari nafsu keinginan, juga tidak ada
di dalam alam dari bentuk-rupa, juga tidak ada di dalam alam
yang tanpa bentuk-rupa. Pikiran tidak ada di dalam tubuh; tubuh
tidak ada di dalam pikiran; Ucapan tidak ada di dalam pikiran,
dan pikiran tidak ada di dalam ucapan; Dan mengapa itu demikian?
Karena itu adalah yang memurnikan diri sendiri sama seperti
ruang angkasa.'
Kemudian semua Tathagata berkata kepada sang Tathagata Tubuh
Ucapan Dan Pikiran Dari Semua Tathagata : 'Bhagavan, dimanakah
dharma-dharma dari semua Tathagata berada dan darimanakah mereka
berasal?'
Sang Vajrasattva berkata : 'Mereka berasal dari tubuh, ucapan
dan pikiran anda.'
Semua Bhagavantah Tathagata berkata : 'Dimanakah pikiran
berada?'
Dia menjawab : 'Ia berada di ruang angkasa.'
Mereka bertanya : 'Dimanakah ruang angkasa berada ?'
Dia menjawab : 'Tidak dimanapun juga.'
Kemudian semua Buddha dan semua Bodhisattva terisi dengan
keheranan dan ketakjubban, dan masuk kedalam sifat alami dharma
dari pikiran Mereka, tetap merenungkan di dalam keheningan diam.
#Post#: 169--------------------------------------------------
Re: Sarva Tathagata Kayavakcittarahasyo Guhya Samaya Nama Maha K
alpa Raja Mahayana Sutra
By: ajita Date: November 13, 2016, 9:04 am
---------------------------------------------------------
[center]
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/250px-Amoghasiddhi_tf52.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/250px-Amoghasiddhi_tf52.jpg.html
OM AMOGHA SIDDHI HUM
[html]<iframe width="420" height="315"
src="//www.youtube.com/embed/SW4fXjdlzts" frameborder="0"
allowfullscreen></iframe>[/html]
Kula Vajradhara
BAB XVI
Sarva Siddhi Mandala Vajra Abhisambodhir nama patala
[/center]
Kemudian semua Bhagavantah Tathagata berkumpul bersama-sama
lagi, dan menyapa sang Bhagavanta
Sarvatathagatakayavakcittavajra Tathagata, dengan kata-kata dari
tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra dari semua Tathagata,
menyembah-Nya dengan sangat banyak persembahan dari
permata-permata Vajra dari semua Tathagata.
Kemudian sang Bhagavan Vajrapani Tathagata memasuki Samadhi yang
bernama "Raja Samaya, Mandala Yang Seperti Singa Dari Semua
Vajra (sarvavajramandalasimhasamayarajavyuham nama samadhim)",
dan memunculkan keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran
Vajra-Nya, Mandala dari tubuh Vajra dari semua Buddha ini :
'Sekarang Saya akan mengumumkan Mandala Yang Tertinggi dari
Tubuh, Yang Menyerupai Mandala dari Pikiran, Yang Tertinggi
diantara semua Mandala. Buat persegi berukuran 16 hasta, yang
sangat indah, sang Mandala dari semua Buddha, yang perintah oleh
Tubuh Vajra; Di dalamnya, gambar lingkaran sesuai dengan ritual
Vajra, membuat itu tempat dari Mudra Vajra, yang tertinggi dan
rahasia diantara semua Mantra; Gambar tempat Vairocana di dalam
tengah pusat, kemudian Aksobhya dan Yang Lain-Nya, dan tempatkan
para Dewi dari tubuh, ucapan dan pikiran Vajra pada sudut-sudut
dan para Krodha yang berkekuatan tidak terkalahkan pada
pintu-pintu. Para yang mengetahui Mantra harus mempersembahkan
penyembahan di dalam meditasi Vajra rahasia, karena ini adalah
Samaya Yang Tidak Bisa Rusak Dari Semua Mantra; Tentu saja dia
harus membuat persembahan khusus dari lima nektar, karena ini
adalah Samaya dari semua Mantra dari tubuh Vajra.'
Mandala dari Tubuh dari semua Tathagata
(sarvatathagatakayamandalam).
Kemudian sang Bhagavan Vajrapani Tathagata memasuki Samadhi yang
bernama "Susunan Dari Awan-Awan Dari Samaya Semua Ucapan Vajra
(sarvavagvajrasamayameghavyuham nama samadhim)", dan memunculkan
keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Mandala dari
ucapan Vajra ini :
Sekarang Saya akan mengumumkan Mandala Yang Tertinggi Dari
Ucapan, Yang Menyerupai Mandala dari Pikiran, Yang Tertinggi
diantara semua Mandala. Buat persegi berukuran 20 hasta sesuai
dengan ritual, dan di dalam meditasi Vajra tandai empat sudut
dan empat pintu; Di dalam tengah-tengah gambarkan lingkaran
bulat yang besar, dan bersungguh-sungguh pada ritual gambarkan
semua simbol bersama-sama : Tempatkan Simbol Besar dari Amitayus
(amitayur maha mudra) di dalam tengah pusat, dan tempatkan
mereka semua di dalam tempat tinggal Vajra yang menyenangkan
itu. Setelah membuat Mandala Yang Tertinggi sangat jelas sesuai
dengan ritual, kemudian laksanakan penyembahan rahasia :
Demikian para Pemilik Vajra akan bergembira; Membuat persembahan
dengan lima nektar suci, Siddhi akan tercapai, karena ini adalah
Samaya Yang Tidak Bisa Dihancurkan Dari Semua Buddha.
Mandala dari Ucapan dari semua Tathagata
(sarvatathagatavanmandalam).
Kemudian sang Bhagavan Vajrapani Tathagata memasuki Samadhi yang
bernama "Susunan Dari Awan-Awan Dalam Semua Penjuru-arah
(samantameghavyuham nama samadhim)", dan memunculkan keluar dari
tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Yang Paling Tersembunyi
Dari Mandala Rahasia (paramaguhyamandalarahasyam) ini :
Gambar yang manapun, seperti Vajradhara, anda menggambarnya di
tengah pusat, anda akan menjadi tempat tinggal Mandala-Nya,
lahir dari tubuh, ucapan dan pikiran rahasia.
Ini adalah Pengetahuan yang paling tersembunyi rahasia dari
tempat tinggal dari tubuh, ucapan dan pikiran Vajra dari semua
Tathagata.
Kemudian sang Bhagavan Vajrapani Tathagata memasuki Samadhi yang
bernama "Hasil Dari Semua Lingkaran Mandala
(sarvamandalacakrasambhavam nama samadhim)", dan memunculkan
keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Rahasia dari
Tubuh, Ucapan, Pikiran Vajra Dari Semua Mandala ini : Ini adalah
intisari Hrdaya, Mantra dari Mandala Vajra, Huruf untuk
menempatkan benang : OM AH HUM
Menempatkan 'benang Vajra (vajrasutra)' dan menyalurkan bubuk
warna harus tidak dilakukan oleh 'makhluk Mantra
(mantrasattva)', atau Pencerahan Bodhi susah tercapai;
Oleh karena itu, dia yang mengetahui cara Samaya, setelah
membuat 'dewata Mantra (mantradevata)' turun, visualisasikan
tempat dari penyucian (adhisthanapadam) harus membayangkan
Mandala.
Buat Vairocana Maharaja dan Locana turun : Mandala yang
menyenangkan tempat tinggal dari tubuh, yang menghasilkan
kualitas-kualitas dari tubuh Vajra;
Buat Vajradharma Maharaja dan Istri Dharma-Nya turun : Ini
adalah rahasia yang abadi dari semua Mantra;
Buat Vajrasattva Maharaja dan Mamaki turun : Ini adalah rahasia
yang paling hebat dari semua Mantra;
Jika ini dikerjakan, Mereka datang dengan berkat dan kekuatan,
dan dengan penuh kesenangan mengungkapkan rahasia tertinggi;
Dan dia berkata : Mantra Siddha harus melaksanakan rahasia Vajra
yang paling hebat : Setelah menangkap semua Buddha melalui
Krodharaja, dia harus menyembah Mereka : pada matahari terbit,
pada tengah hari dan pada
matahari terbenam, dengan yoga dari tiga Vajra, dia harus
melaksanakan Samaya penyembahan dari Tiga Vajra Yang Sempurna
Tanpa Cacat, yang mencapai Mantra Siddhi.
Dan dia berkata : persembahkan kepada semua Mantra persembahan
yang hebat, -- tinja dan kencing, daging dan minyak, dan kayu
cendana, yang kelima, lahir dari pikiran, -- peju memberikan
kesenangan pada semua Mantra, itu diajarkan; Ini adalah Samaya
tertinggi, mengabulkan Pencerahan Bodhi Buddha
(buddhabodhiprapurakah).
Melalui diri anda sendiri laksanakan penempatan benang ini;
Setelah menvisualisasikan Vairocana, bayangkan murid sebagai
Vajrasattva atau Amrtavajra yang terkenal, cemerlang dengan
cahaya Vajra, dan visualisasikan tempat dari ritual, dihadiri
oleh semua Buddha; Tempatkan lima Buddha raja besar
(pancabuddhamaharaja) di dalam benang Vajra, karena ini adalah
rahasia yang paling hebat dari semua Buddha. Tempatkan juga
bubuk warna, di dalam 25 bagian, karena ini adalah pencerahan
Bodhi tertinggi, rahasia dari semua Vajra. Untuk semua Mantra,
visualisasikan huruf Vajra 'HUM' (vajrahumkarabhavana), tubuh,
ucapan, dan pikiran surga, di dalam lima tempat; Jika ini
dikerjakan, para Anak dari tiga Vajra yang tidak bisa
dihancurkan, dikuasai dengan ketakutan, akan menganugerahkan
pemberkatan Mereka pada sang Vajrasattva yang bijaksana itu.
Dengan pikiran yang tanpa gangguan, tinggal berdiam di dalam
Samadhi dari Vajrasattva, visualisasikan tempatkan guci Vajra,
diajarkan oleh Penguasa Mantra Tantra (mantratantradhipatih).
Yang mengetahui Mantra, menginginkan buah hasil dari semua
Siddhi, harus mempersembahkan persembahan api dari tinja,
kencing, daging, minyak dan seterusnya; Dia harus
mempersembahkan persembahan Vajra yang lengkap kepada tiga Vajra
yang tidak bisa dihancurkan dengan menempatkannya kedalam mulut
dari gambar dewatanya sendiri (svadevatabimbam) yang dia telah
visualisasikan di dalam tengah pusat;
Demikian yang Dia katakan.
Menyatukan dua organ, orang yang bijaksana itu harus membuat
persembahan 108 kali, karena ini adalah Samaya yang tidak bisa
dihancurkan dari semua Buddha.
Melalui Yoga dari Vairocana, dia harus menvisualisasikan murid
itu seperti dihasilkan dari tiga Vajra, huruf 'AH' di dalam
tubuh, ucapan, dan pikiran-nya, dan Vajra akan menguasai
dirinya;
Vajrasattva Maharaja (raja besar Vajrasattva) dan Vairocana
Mahayasah (Vairocana yang terkenal besar) akan melimpahkan
Adhisthana pada tubuh, ucapan, dan pikiran.
Ini adalah kata-kata Vajra untuk memasuki Maha Mandala : AH KHAM
VIRA HUM. Ini adalah intisari Hrdaya Mantra Vajra dari tubuh,
ucapan, dan pikiran dari semua Samaya.
Ini adalah pengetahuan tersembunyi dari rahasia dari penyucian
Vajra besar (tatredam mahavajrabhisekaguhyajnanarahasyam) :
Dengan awan-awan dari musik dan wewangian, dia yang memiliki
silsilah Vajra harus menvisualisasikan ruang angkasa sepenuhnya
terisi dengan semua Buddha. Dan Dia berkata : dengan Mantra dari
tiga tubuh Vajra, dia yang menjaga sumpah harus menghantam
Mereka dengan biji-biji sesawi, kemudian Mereka akan melimpahkan
Abhiseka kepada dia; Atau, dengan Samadhi dari Vajrasattva,
orang yang bijaksana itu harus menvisualisasikan para Buddha,
dan bayangkan guci-guci diadakan oleh Samaya agung, kemudian
Yang mengetahui Mantra harus menvisualisasikan murid, yang
pikirannya sungguh tanpa gangguan, sebagai Vajra Vairocana, dan
tempatkan guci-guci itu diatas tubuh, ucapan dan pikiran
Vajra-nya.
Ini adalah rahasia dari semua penyucian, diucapkan dengan Ucapan
Vajra oleh semua Tuan (tatredam sarvabhisekarahasyam
sarvacaryavagvajrodiranam) :
Saya menganugerahkan penyucian Vajra besar dari semua Buddha,
lahir dari tiga Vajra rahasia, dihormati oleh tiga alam.
Ini adalah ritual rahasia yang mana semua murid meminta Vajra
besar (tatredam sarvasisyamahavajraprarthanavidhirahasyam) :
Seperti Vajra dari pencerahan Bodhi menganugerahkan penyembahan
tertinggi kepada para Buddha, anugerahkan itu sekarang kepada
saya, O Ruang Angkasa Vajra, untuk keselamatan saya.
Kemudian dia harus menganugerahkan 'Abhiseka (penyucian)' kepada
dirinya dengan pikiran yang penuh kegembiraan; Dia harus
menempatkan sang Penguasa di dalam hatinya melalui penyatuan
dengan gambar dewata, dan mengungkapkan Mandala itu kepada Murid
Yang Bijaksana itu, dan memberitahu dia Samaya rahasia yang
diumumkan oleh semua Buddha : 'mahluk hidup yang terbunuh',
'ucapan kata-kata yang bohong', 'pengambilan apa yang tidak
diberikan', 'kesenangan sexual dengan wanita'. Dia harus
menasehati semua makhluk dengan jalan Vajra ini, karena ini
adalah Samaya abadi dari semua Buddha.
Dan Dia berkata : kemudian dia harus memberinya Mantra,
menjelaskan pembangkitan dengan Mantra, dan setelah memberikan
Samadhi dari Raja Mantra, dia harus memulai rahasia itu :
Membaca Mantra sesuai dengan ritual, dengan pikiran Vajra dia
harus membuat dirinya memakan peju atau tinja, Siddhi yang
demikian adalah tidak susah dicapai. Ini adalah empat rahasia
besar, rahasia dari semua pemilik Vajra, mereka tinggal berdiam
di dalam lingkaran Mantra di dalam wujud dari perempuan untuk
bertindak demi kebaikan semua makhluk.
Ini adalah rahasia yang memberikan kegembiraan pada semua Mantra
dari Mandala Vajra (tatredam
sarvavajramandalamantraradhanarahasyam) :
Dia harus mempersembahkan semua Mantra daging dari gajah dan
kuda, dan daging manusia, untuk di makan, dengan demikian para
Pelindung disenangkan. Setiap hari orang yang bijaksana harus
memperlihatkan Mandala itu kepada murid Vajra, dengan ritual
dari lima nektar dan lima daging dan kata Vajra rahasia;
Menvisualisasikan huruf 'OM' dari semua Mantra, itu dengan
segera menyala.
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Maha Mantra Vidya Purusah.
Dengan penuh perhatian berjuang keras demi pencapaian dari semua
Siddhi, Sadhana dari Maha Samaya, dan Pencerahan Bodhi Buddha
itu sendiri. Tidak kelihatan, kekuatan, energi, dan penangkapan
Vajra tertinggi, -- dengan Mandala itu mereka semua dicapai,
sesuai dengan kata dari tubuh Vajra. Buat bagian yang sama dari
lima nektar dan lima daging dan simpan mereka di dalam mangkuk
yang tertutup, dan anda akan tinggal berdiam diantara para
Buddha.
Demikian yang Dia katakan.
Ini adalah kata yang unggul untuk Sadhana dari semua Pelayan
Vajra rahasia (tatredam sarvaguhyavajrakimkaramahasadhanapadam)
:
Pada tengah pusat ruang angkasa visualisasikan huruf 'HRIH'
terang dengan nyala api, dan bayangkan alam dari ruang angkasa
sepenuhnya terisi dengan semua Buddha;
Buat tempat tinggal dari tubuh, ucapan, dan pikiran Mereka jatuh
disana kedalam Mantra.
Ini adalah intisari dari pemberkatan, Mantra Vajra dari tubuh,
ucapan, dan pikiran : AH KHAM DHIH
Visualisasikan gambar yang besar dari Vajrapani
(vajrapanimahabimbam), cahaya yang besar dari Padmapani
(padmapanimahadyutim), dan gambar yang besar dari Aparajita
(aparajitamahabimbam), dan meletakkan tempat tinggal dari para
Rahasia.
Ini adalah tempat tinggal dari Vajra rahasia (tatredam
vajraguhyapadam) :
Visualisasikan Aksobhya pada tengah pusat dari Mandala matahari,
dan lingkaran besar dari Amitayus, dan Vajra Vairocana dalam
cara yang sama;
Melalui penderitaan yang sangat, bangkitkan semua yang bersinar
terang di dalam hari Mereka;
Ini adalah pembangkitan hrdaya dari semua Vajra (tatredam
sarvavajrahrdayasamcodanam) :
Dengan tombak besar, Vajra besar, pengait, dan senjata yang
unggul lainnya, bangkitkan Vajra sesuai dengan ritual, dan
Pencerahan Bodhi Buddha akan tercapai.
Dan Dia berkata : 'Di gunung yang menyenangkan dan banyak jenis
dari pulau, dalam dua minggu 'keadaan Buddha (buddhatvam)' akan
tercapai, tidak ada keraguan. Yang Tercerahkan akan memiliki
pelayan sebanyak butiran debu di dalam 36 Sumeru, Dia akan
mengunjungi Buddhaksetra dari semua Buddha di sepuluh penjuru
arah, Dia akan mendengar Dharma yang mendalam dan mencapai
Buddhabhumi.'
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Maha Samaya Vajrahasah.
Ini adalah Vajra rahasia, rahasia dari semua pelayan : Selalu
membangkitkan para pelayan (kimkara) dengan menempatkan Mantra
dari Vajrasattva sang Kebijaksanaan Besar, Pemilik ucapan Vajra,
dan tubuh Vajra.
Ini adalah empat kali lipat Samaya dari Mantra dari Lingkaran
Kebijaksanaan Vajra : 'Samaya Pembangkitan (samaya codanam)',
'Samaya Pancaran (samaya preranam)', 'Samaya Permohonan (samaya
mantranam)', 'Samaya Pengikatan (samaya bandhana)'.
Mereka membuat yang luas, yang murni, alam yang kosong dari
ruang angkasa menjadi bola, dengan rupa Vajra yang menakjubkan.
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, sang putra tunggal dari
semua Buddha (sarvabuddhaikaputro), Vajramahasattvah.
Jika anda ingin mengatasi Buddha atau Vajrasattva,
visualisasikan Pemikul besar yang paling rahasia dari tiga Vajra
: Pada tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Manjuvajra
yang berkekuatan besar, dan buat ujung dari Mahkota-Nya menembak
keluar lima panah; Yang mengetahui Mantra harus membuatnya jatuh
di lima tengah pusat dengan memakai Vajra yang penuh murka, dia
harus membayangkannya sedang pingsan dan ketakutan oleh
panah-panah yang terkenal itu, pikirannya ditetapkan pada dia
yang berusia muda itu. Meditasi ini harus dipraktekkan selama
dua minggu, membangkitkan Yang Rahasia : itu disebut rahasia
dari semua Mantra oleh dia yang mengerti arti Vajra. Pada tengah
pusat ruang angkasa bayangkan Mandala Buddha tertinggi, dan
visualisasikan tiga Vajra dan yang lainnya dengan Mantra Vajra
'HUM' dan seterusnya; Visualisasikan 'OM' di dalam matanya,
perlihatkan kepadanya ini sesuai dengan ritual, dan dia akan
melihat 'gambar dari semua Mantra (sarvamantranam bimbam)', yang
memiliki tiga tubuh Vajra. Praktekkan yoga ini di dalam
penderitaan yang besar seperti kelaparan dan kehausan, dan semua
penderitaan akan dihancurkan, sesuai dengan kata dari pikiran
Vajra : Visualisasikan gambar besar dari Vairocana, pengabulan
semua keinginan, dan bayangkan huruf 'VAM' di dalam mulut-Nya
dan huruf 'OM' di lidah-Nya; Ini adalah sumber dari semua
makanan, terhiasi dengan Cintamani, kedamaian yang menghapuskan
semua penderitaan, diciptakan oleh Kebijaksanaan Vajra.
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Cintamanivajrah.
Kemudian sang Bhagavan Vajrapani Tathagatah, sang Pahlawan Besar
dari Vajra Tathagata (Maha Vira Vajra Tathagatah), memunculkan
keluar dari ucapan Vajra kata tertinggi dari meditasi Vajra :
VIH.
Pada tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala
Buddha yang bersinar, dan setelah menciptakannya, dengan yoga
dari tiga tubuh Vajra, visualisasikan Mantra ini;
Visualisasikan hasil dari Vajra kuning, lengkap dengan semua
penghiasan, penuh kedamaian, dengan rambut yang menumpuk keatas
dan sebuah Mahkota, mulailah semua perbuatan.
Samadhi itu bernama "Kalung Karangan Bunga Dari Gelombang Dari
Pahlawan Vajra (viravajrormimala nama samadhih)"
Kemudian sang Bhagavan Vajradhara memasuki Samadhi yang bernama
"Vajra Dari Bunyi Semesta (samantanirghosavajram nama
samadhim)", dan memunculkan keluar dari tubuh, ucapan dan
pikiran Vajra-Nya kata meditasi Vajra besar ini : CUM
Pada tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala
matahari yang tertinggi, dan sesuai dengan ritual, awan-awan
dari para Buddha, tiga Vajra yang paling termashyur; Untuk
membuat mereka turun kedalam tubuh, ucapan, dan pikiran,
visualisasikan Cundavajri, berwarna putih, lengkap dengan semua
penghiasan; Visualisasikan Vajrasattva Maha raja, tempatkan kata
Mantra itu.
Samadhi itu bernama "Cahaya Kebijaksanaan Dari Samaya Vajra
(vajrasamayajnanarasmir nama samadhih)"
Kemudian sang Bhagavan Vajrapani Tathagata memasuki Samadhi yang
bernama "Vajra Kesenangan Dari Semua Harapan
(sarvasavajrasambhogam nama samadhih)", dan memunculkan keluar
dari tubuh, ucapan dan pikiran Vajra-Nya Jalan dari lingkaran
Samadhi ini : JAM
Pada tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala
Buddha tertinggi, dan melalui ritual itu buat semua Buddha
turun, dengan meditasi Vajra. Visualisasikan sang Yaksa besar
Jambhala, pembawa kekayaan, penuh kedamaian, di dalam rupa
Yaksa, dengan rambut menumpuk keatas dan sebuah mahkota Vajra
(jatamukutavajrinam); Sesuai dengan ritual itu visualisasikan
sang lima Buddha di dalam lima tengah pusat; sedang tinggal
berdiam di dalam meditasi, persembahkan kepada dia air dari
nektar Vajra; Sesuai dengan ritual itu, visualisasikan
Vajrasattva di atas mahkota dia, dalam cara ini Jambhala, sang
Penguasa Yaksa yang bersinar terang, bahagiah.
Samadhi itu bernama "Bendera Yang Mulia Yang Membahagiakan
Pembawa Kekayaan Mudra Samaya Vajra
(vajrasamayamudradravyaradhanaketusrir nama samadhih)"
Kemudian sang Bhagavan Vajrapani Tathagata memasuki Samadhi yang
bernama "Kemuliaan Dari Kesenangan Dari Indera Vajra
(vajrakamopabhogasriyam nama samadhih)", dan memunculkan keluar
dari tubuh, ucapan dan pikiran Vajra-Nya kata Vajra ini, Samaya
dari semua Yaksini : KSIM
Pada tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan persegi,
sangat indah, tersusun sepenuhnya dari empat permata, terisi
dengan bunga-bunga dan wewangian; Bayangkan ruang angkasa
sepenuhnya terisi dengan semua Yaksini, dan buat Mereka turun
melalui yoga dari tiga Vajra, visualisasikan Mereka sebagai satu
gambar; Bermeditasi pada ini dengan kerja dari tiga tubuh Vajra;
Tinggal berdiam di dalam meditasi pada Manjuvajra,
visualisasikan yang penuh murka ada diatas mahkota-Nya dan kata
Mantra di hati-Nya, dan mulailah yoga Vajra.
Samadhi itu bernama "Meditasi Vajra Pada Keadaan Dari Ciri Khas
Dengan Semua Yaksini (sarvayaksinisamataviharabhavanavajro nama
samadhih)"
Kemudian sang Bhagavan Vajrapani Tathagata memasuki Samadhi yang
bernama "Hasil Vajra Dari Siddhi Dari Semua Mantra Vajra
(sarvavajramantrasiddhivijrmbhitavajram nama samadhih)", dan
memunculkan keluar dari tubuh, ucapan dan pikiran Vajra-Nya
Siddhi yang lebih rendah ini : Mereka yang berada pada tingkat
dari Siddhi yang lebih rendah tercapai di dalam tubuh, ucapan
dan pikiran, memiliki tubuh Buddha yang bersinar, dan berwarna
keemasan seperti sungai Jambu; Di dalam Siddhi dari
Ketidakterlihatan dan seterusnya, anda menjadi Penguasa
Vajradhara; Di dalam Siddhi dari Raja Yaksa, anda menjadi
Penguasa Vidyadhara.
Ini adalah Mantra Siddhi rahasia, bentuk rupa dari semua Siddhi
Vajra (tatremani sarvavajrasiddhirupaguhyamantrasiddhini) :
Semua bentuk-rupa yang indah yang dicapai melalui Mantra Siddhi
memberikan kegembiraan kepada semua alam-alam dunia melalui
penglihatan dari mereka sendiri;
Diantara mereka, dia yang mencapai Usnisa Siddhi menjadi
Penguasa Cintamani, bermeditasi pada Vajra Buddha, sang Pencipta
Pencerahan Bodhi Buddha.
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Sarva Paripuraka Vajrah
(Vajra Yang Mengabulkan Semua Harapan).
Kemudian sang Bhagavan Vajrapani Tathagata, sang Penguasa dari
semua Tathagata (sarvatathagatadhipatih), memunculkan keluar
dari tubuh, ucapan dan pikiran Vajra-Nya praktek dari mengambil
sumpah Vidya dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra dari semua
Tathagata :
Lakukan meditasi pada tubuh, ucapan, dan pikiran sebagai tubuh,
ucapan, dan pikiran Vajra; Ini harus dikerjakan dengan
bentuk-rupa mereka sendiri, dan Siddhi yang demikian akan akan
tercapai.
Ini adalah sumpah Vidya dari tubuh, ucapan dan pikiran :
Buat sesuai dengan ritual sebuah gambar yang besar, berwarna
putih, dengan rambut yang menumpuk keatas dan sebuah mahkota,
terikat dengan sumpah Mantra, dan membawa seorang gadis berusia
16 tahun, berwajah cantik, bermata lebar, dihiasi dengan semua
penghiasan, praktekkan sumpah Vidya; Bayangkan dia dengan
tanda-tanda Vajra dari tubuh kesenangan dari Locana, mengetahui
ritual-ritual dari Mudra dan Mantra, terpelajar dengan baik di
dalam Mantra-Tantra; Jadikan dia istri dari Tathagata,
terdirikan di dalam Pencerahan Bodhi Buddha
(buddhabodhipratisthitam). Dia yang menjaga sumpah yang besar
ini harus melaksanakan penyembahan rahasia pada empat waktu,
membawa batang, akar dan buah sebagai makanan dan minuman; Di
dalam cara ini dia akan segera menjadi Buddha, sang Penguasa
(Prabhuh), Lautan Kebijaksanaan Yang Luas (mahajnanodadhih); Di
dalam enam bulan dia akan mencapai semua ini, tidak ada
keraguan. Selalu mencuri barang-barang yang lain, membunuh,
penipuan, menikmati kegemaran Vajra : Ini adalah sumpah yang
mengikat dia. Untuk ucapan Vajra dan pikiran tertinggi, itu
adalah benar untuk menvisualisasikan gadis itu dengan pengait
dari kegemaran Vajra dan Mamaki yang dikelilingi dengan
kebajikan; Atau yang lainnya dia harus menvisualisasikan Mudra
miliknya sendiri, meditasi dari Vajra dari tiga huruf; Dengan
demikian para Buddha yang Maha Tahu Semua akan bergembira, tidak
ada keraguan. Dengan pikiran yang tanpa gangguan sang Sadhaka
harus selalu memohon sedekah di dalam hutan, dikuasai dengan
ketakutan mereka akan mempersembahkan kepada dia makanan surga;
Diri dia sendiri adalah tiga Vajra, dia melampaui kematian dan
menjadi abadi, sang huruf Vajra. Mengambil perempuan dari para
dewa atau para naga atau para yaksa atau para asura atau para
manusia, praktekkan sumpah Vidya yang tersimpan oleh
kebijaksanaan dari tiga Vajra; Ini adalah yang besar, rahasia
dari kenyataan, dari semua Mantra, lahir dari kebijaksanaan dari
tiga Vajra, pintu masuk ke pencerahan Bodhi Buddha.
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Sarva Tathagata Vidyavrata
Samaya Tattva Vajrah.
#Post#: 170--------------------------------------------------
Re: Sarva Tathagata Kayavakcittarahasyo Guhya Samaya Nama Maha K
alpa Raja Mahayana Sutra
By: ajita Date: November 13, 2016, 9:08 am
---------------------------------------------------------
[center]
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/hum_large.png
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/hum_large.png.html
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/vajrapani2008C.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/vajrapani2008C.jpg.html
OM VAJRAPANI HUM
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/5b201.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/5b201.jpg.html
[html]<iframe width="420" height="315"
src="//www.youtube.com/embed/audZL3NUOqM" frameborder="0"
allowfullscreen></iframe>[/html]
Om Ah Ra Pa Ca Na Dhih
BAB XVII
Sarva Tathagata Samaya Samvara Vajra Adhisthana patalah
saptadasah
[/center]
Kemudian semua Bhagavantah Tathagata berkumpul bersama-sama lagi
dan memuji sang Bhagavan Sarvatathagatakayavakcittavajram
Tathagata :
Aksobhya Vajra, kebijaksanaan besar, alam Vajra, Pertapa besar,
(aksobhyavajra mahajnana vajradhatu mahabudha)
Mandala tiga kali lipat, tiga Vajra tertinggi, ucapan rahasia,
terpujilah Anda ! (trimandala trivajragra ghosaguhya namo'stu
te)
Vairocana, kemurnian besar, kedamaian Vajra, kegembiraan besar,
(vairocana mahasuddha vajrasanta maharate)
Bercahaya secara alami, yang tertinggi dari yang tertinggi, guru
Vajra, terpujilah Anda ! (prakrtiprabhasvaragragra desavajra
namo'stu te)
Ratnaraja, kedalaman yang mendalam, ruang angkasa Vajra tanpa
cacat, (ratnaraja sugambhirya khavajrakasanirmala)
Oleh sifat alami murni dan tidak bernoda, tubuh Vajra,
terpujilah Anda ! (svabhavasuddha nirlepa kayavajra namo'stu te)
Vajra Amita, raja besar, tanpa pikiran, pembawa ruang angkasa
Vajra, (vajramita maharaja nirvikalpa khavajradhrk)
Tercapai di dalam kegemaran Vajra yang melampaui sukar dipahami,
ucapan Vajra, terpujilah Anda ! (ragaparamitaprapta bhasavajra
namo stu te)
Amogha Vajra, Buddha yang sempurna, Pengabul semua harapan,
(amoghavajra sambuddha sarvasaparipuraka)
Lahir dari kemurnian yang hakiki, Vajrasattva, terpujilah Anda !
(suddhasvabhavasambhuta vajrasattva namo'stu te)
Memuji 'tubuh Vajra dari kesenangan (vajrasambhoga)' dengan
kata-kata yang penuh kedamaian dari pujian ini, yang diucapkan
oleh semua Buddha, dan anda akan menjadi sama seperti para
Buddha.
Kemudian sang Vajradhara sang guru, mengasihani semua Buddha,
mengumumkan ucapan Vajra, kata yang murni dari rahasia Vajra :
Sangat hebat huruf yang tertinggi itu, alam Dharma dari semua
Buddha,
Oleh sifat alami bercahaya dan murni, sempurna tanpa cacat sama
seperti alam ruang angkasa !
Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, 'Samaya (Hukum
Suci)' dari tubuh Vajra dari semua Buddha :
'Para Buddha, sinar lautan kebijaksanaan, harus menjaga empat
Samaya, Mereka harus selalu makan tubuh manusia : Ini adalah
Samaya tertinggi.'
Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
ucapan Vajra dari semua Buddha :
'Huruf Besar dari ucapan Vajra harus menjaga empat Samaya,
Mereka harus selalu makan tinja dan kencing : Ini adalah rahasia
yang paling hebat.'
Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
pikiran Vajra dari semua Vajradhara ini :
'Vajrasattva yang berkekuatan rddhi besar harus menjaga empat
Samaya, teguh di dalam sumpah Mereka, Mereka harus selalu makan
darah yang dicampur peju : Samaya yang paling hebat dari tubuh,
ucapan, dan pikiran Vajra Ini senantiasa milik semua Buddha dan
harus dijaga oleh para pengikut Vajradhara. Siapapun yang
menjaga Samaya ini, Vajrasattva yang berkemuliaan besar,
mencapai wawasan mendalam kedalam tubuh, ucapan, dan pikiran,
dan menjadi Buddha pada seketika itu juga.'
Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
Pratyekabuddha ini :
'Milik Mereka adalah ajaran yang berhubungan dengan tubuh, yang
didirikan di tubuh Vajra, tingkah laku yang menyebabkan
penjelmaan sebagai makhluk hidup, Samaya yang kekal abadi.'
Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
Murid Pendengar (Sravaka) ini :
'Mereka mempraktekkan sepuluh kebajikan (dasakusalan), jalur
dari perbuatan (karmapathan), tapi Mereka adalah tanpa
kebijaksanaan : Ini adalah Samaya yang hebat dari Mereka yang
memiliki keyakinan dalam tingkat yang lebih rendah
(hinadhimuktika).'
Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
Brahma ini :
'Perbuatan apapun yang Dia laksanakan melalui jalur dari
angan-angan khayalan, ketakutan dan buruk sekali, menjadi
panduan menuju Pencerahan Bodhi Buddha, keadaan dari tubuh
Vajra.'
Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
Rudra ini :
'Dengan berbagai-macam bentuk, Dia harus mencintai semua
perempuan yang tinggal berdiam di dalam tiga dunia, lahir dari
tiga Vajra; Ini adalah Samaya yang paling hebat.'
Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
Visnu ini :
'Dengan meditasi Vajra, Dia harus membunuh semua yang lahir dari
makhluk hidup, tinggal berdiam di dalam tiga tubuh yang tidak
bisa dihancurkan, dan bahkan alam Vajra dari ruang angkasa itu
sendiri.'
Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
Tiga Vajra ini :
'Tubuh Vajra menjadi Brahma, ucapan Vajra adalah Mahesvara, dan
pikiran, Vajradhara raja, adalah Visnu yang berkekuatan rddhi
besar.'
Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
semua Yaksini ini :
'Dengan Maha Vajra Samaya ini, sulit untuk diamati, memberikan
sukacita kepada perempuan Yaksini yang makan daging dan darah
dan yang selalu berniat pada nafsu keinginan sensual.'
Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
semua ratu dari para penguasa ular
(sarvabhujagendrarajnisamayam) ini :
'Dengan Samaya ini capai mereka, mengabdikan untuk kesenangan
dan wewangian, para pemfitnah, pengisap susu; Jika sebaliknya,
orang pasti tercemar.'
Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
para gadis Asura ini :
'Mereka ganas, dikuasai dengan kebanggaan, sangat menyukai
wewangian dan bunga, Samaya Mereka di dalam dunia bawah Vajra
adalah menakutkan dan sulit untuk dikuasai.'
Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
perempuan Raksasa ini :
'Tengkorak, tulang, dupa, minyak dan lemak memberikan Mereka
kegembiraan besar : Samaya dari semua iblis (Bhuta) ini
memurnikan dan menghasilkan tujuan besar.'
Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
semua Dakini Vajra ini :
'Makan tinja, kencing dan darah, dan selalu minum anggur, dan
membunuh oleh yoga dari Dakini Vajra, dengan tanda-tanda dari
keadaan Mereka; Muncul dari sifat alami anda sendiri Mereka
bertindak di dalam tiga alam; Praktekkan seluruh Samaya demi
kebaikan semua Makhluk.'
Samadhi itu bernama "Mengikuti Hukum Suci Vajra Dari Semua
Makhluk Di dalam Tiga Alam
(sarvatraidhatukavajrasamayasamavasarano nama samadhih)".
Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
Siddhi dari tubuh ini :
'Laksanakan semua tiga perbuatan dari tubuh seperti yang lahir
dari Vajra : Ini menciptakan tubuh Buddha selalu dan dimana-mana
di dalam alam dari para makhluk hidup.'
Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
Siddhi dari ucapan ini :
'Laksanakan semua perbuatan dari ucapan seperti Mandala dari
tiga dunia yang tanpa cacat : Ini adalah Samaya yang tidak bisa
dihancurkan, Siddhi yang penuh kesenangan dari ucapan.'
Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
Siddhi dari pikiran ini :
'Dengan pikiran tetap tegas pada Vajra, lakukan meditasi pada
semua yang memiliki sifat alami dari pikiran, karena ini
diajarkan sebagai Samaya dari Mereka yang memiliki tiga Vajra
yang tidak bisa dihancurkan.'
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Samantasundara
Vajrasattva.
Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
intisari Vajra dari semua Vajra ini :
'Jika anda menyembah Buddha dan Bodhisattva, Pratyekajina dan
Sravaka, dengan tubuh, ucapan dan pikiran digabung, anda akan
gagal.'
Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
meditasi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra dari semua
Tathagata ini :
'Dimana-mana dengan yoga dari tiga Vajra, praktisi Mantra harus
bermeditasi pada Mandala dari tubuh, ucapan dan pikiran seperti
yang dari Vajrasattva.'
Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dan
sumpah dari Sadhana dari semua Mantra ini :
'Dengan meditasi Vajra bangkitkan alam dari makhluk hidup semua
sebagai satu : Ini adalah pujian tertinggi dari tiga Vajra,
Samaya kelahiran Vajra.'
Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dan
sumpah dari seva, sadhana, upasadhana, dan mahasadhana ini :
'Bayangkan alam dari ruang angkasa sepenuhnya terisi dengan
tinja dan kencing Vajra, dan persembahkan itu kepada para Buddha
dari tiga masa waktu : Ini adalah Samaya yang kekal abadi.'
Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
Vajra Yang Tidak Bisa Terlihat :
'Setiap hari pada empat waktu bercinta dengan dewi Vajra sebagai
yang tertinggi, dan selalu mencuri kekayaan : ini adalah Samaya
dari Vajra-Pengabul'.
Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
Vidyadhara dari ruang angkasa :
'Visualisasikan, tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra di dalam
Mahkota, dan Samaya yang murka dari tiga Vajra tidak akan tidak
akan mampu mengatasi anda.'
Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
semua praktisi Mantra yang terlibat di dalam tindakan pertama :
'Ketika anda makan, selalu laksanakan penyucian dari tubuh
Vajra, dan sebagai Vajradhara di dalam tindakan luar yang
lainnya, dan sebagai Vajra-Dharma ketika anda membaca naskah
suci.'
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Svabhavasuddhavajrah
(Vajra Yang Memurnikan Diri Sendiri).
Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, berpikir
tentang kesamaan dari intisari Hrdaya dari tubuh, ucapan, dan
pikiran Vajra dari semua Vajradhara, diam.
Kemudian para Bodhisattva Mahasattva, yang jumlahnya sebanyak
bintik dari debu di dalam gunung Sumeru dari Buddha-ksetra
seluruhnya diluar ungkapan, membungkuk dihadapan semua Tathagata
dan berkata : 'Mengapa sang Bhagavan Sarvatathagatadhipati
Vajradhara tetap diam di dalam tengah-tengah dari perkumpulan
majelis ini dari para Buddha dan Bodhisattva ?'
Kemudian semua Bhagavan Tathagata berkata kepada semua
Bodhisattva : 'Kulaputra, sang Penguasa Tubuh Ucapan Dan Pikiran
Vajra Dari Semua Tathagata, setelah memeriksa keadaan yang tidak
berubah, yang tidak terbayangkan di dalam sifat alaminya, dari
tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra, yang adalah keadaan yang tidak
berubah dari yang bukan berwujud, tetap diam. Kulaputra, ini
adalah apa yang sang Sarvatathagatadhipati sedang pikirkan :
tubuh, yang belum lahir, yang tidak mati, ucapan dan pikiran
tanpa kualitas, muncul dari daya khayal imajinasi di dalam ruang
angkasa Vajra, dan secara salah dipahami.'
Kemudian para Bodhisattva Mahasattva yang dipimpin oleh Manjusri
berkata kepada semua Tathagata : 'Semua Bhagavan Tathagata,
jangan mempertimbangkan kata-kata dari ucapan Vajra sebagai
penyebab dari kepalsuan, karena sang
Sarvatathagatakayavakcittavajradhipati mengikuti praktek yang
sifat alaminya adalah alam Vajra dari semua Tathagata; Untuk
para Maha Bodhisattva, Brahma dan seterusnya, yang telah
mencapai tanggapan penglihatan surga dan kebijaksanaan tapi
tidak tahu sifat alami yang sesungguhnya dari kualitas-kualitas
dari semua dharma, berpikir demikian : Apakah sang Sifat Alami
Vajra Besar ini mengajarkan huruf rahasia tanpa telah memahami
kenyataan Vajra dari dharma dari semua Tathagata ?'
Kemudian semua Bhagavan Tathagata berkata kepada para
Bodhisattva itu : 'Tidak hanya Anda, Maha Bodhisattva, tapi Kami
juga, yang telah mencapai keabadian rahasia dari tubuh, ucapan,
dan pikiran Vajra dari semua Tathagata, tidak memahami
Pencerahan Bodhi dari tubuh, ucapan, dan pikiran, untuk yang
tidak muncul, yang sempurna, Pencerahan Bodhi Vajra terlahir
dari yang tidak berubah dan yang bukan berwujud; Namun,
Kulaputra, semua makhluk hidup yang ada adalah para Buddha Vajra
yang terdirikan di dalam pencerahan Bodhi, karena para makhluk
ini telah tentu saja mencapai kebijaksanaan dari tubuh, ucapan,
dan pikiran Vajra, melalui sifat alami Dharma dari tiga tubuh
Vajra.'
Kemudian Vajrapani sang Sarvatathagatakayavakcittavajradhipati
berkata kepada semua Tathagata dan Bodhisattva : 'Di dalam alam
Dharma yang tiada tempat tinggal, yang memurnikan sendiri, tanpa
diri, imajinasi, lahir dari Vajra, adalah diumumkan dan tidak
diumumkan.'
Kemudian semua Bhagavan Tathagata membungkuk dihadapan sang
Bhagavanta, Maha Vajrapani, Sarva Tathaghata Svaminam (Tuan dari
semua Tathagata), dan berkata : 'Bhagavan, dari manakah Siddhi
Vajra dari tubuh, ucapan dan pikiran dari semua Tathagata ini
muncul, dan dimanakah itu tinggal berdiam?'
Vajradhara Sarvatathagatadhipati menjawab : 'Semua Bhagavan
Tathagata, semua Siddhi dan semua kebijaksanaan Vajra dan semua
yang ada di dalam tiga alam tinggal berdiam di dalam keadaan
Vajra yang terus menerus dari tubuh, ucapan, dan pikiran milik
Anda sendiri.'
Semua Tathagata berkata : 'Bhagavan, dimanakah Siddhi dari
tubuh, ucapan, dan pikiran dari semua Tathagata dan semua tiga
alam tinggal berdiam?'
Sarvatathagatajnanadhipatih (-->salah satu gelar Vajrapani :
sang Penguasa Kebijaksanaan Semua Tathagata) menjawab : 'Semua
Bhagavan Tathagata, Siddhi dari tubuh, ucapan, dan pikiran dari
semua Tathagata dan semua tiga alam tinggal berdiam di dalam
alam dari ruang angkasa.'
Semua Tathagata berkata : 'Dimanakah ruang angkasa tinggal
berdiam ?'
Vajradhara menjawab : 'Tidak dimanapun juga.'
Kemudian semua Tathagata dan Bodhisattva, dikuasai dengan
keheranan dan ketakjubban, menyanyikan lagu ini :
Hebat Vajra, hebat Vajra, hebat ajaran Vajra !
Dimana tiada tubuh, ucapan, dan pikiran, disana bentuk-rupa
diciptakan di dalam meditasi !
Kemudian sang Vajradhara, sang Guru, dihormati oleh semua
Buddha, yang tertinggi diantara tiga Vajra besar, berbicara
tentang meditasi Vidyapurusa dari semua Siddhi :
Pada tengah pusat dari ruang angkasa Vajra bayangkan Mandala
Buddha, dan setelah menvisualisasikan tubuh Vajra, bayangkan
Vajra diatas kepala-Nya; Visualisasikan Dia berkepala tiga,
lahir dari tiga tubuh, memancarkan hasil, memegang roda Vajra,
dan anda akan mencapai Pencerahan Bodhi. Membedakan diantara
keluarga, visualisasikan rahasia ini dari mereka semua, jika
sebaliknya, meditasi mereka tidak akan menghasilkan Siddhi yang
tertinggi.
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Vidya Purusa Vajra Guhya.
Visualisasikan Maharajni (sang Ratu besar), lahir dari tiga
alam, pemberi kegembiraan; Dengan demikian para Pahlawan, yang
memiliki sifat alami dari tiga tubuh Vajra, bergembira. Siapapun
yang bermeditasi pada ini, Bodhisattva yang termashyur besar,
bersinar terang, akan mencapai Siddhi dari tiga tubuh di dalam
tujuh hari.
Kemudian sang Bhagavan Vajrapani Sarvatathagatadhipati,
memunculkan keluar lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran
Vajra-Nya, rahasia dari pengumpulan dari tubuh, ucapan, dan
pikiran Vajra ini :
'Lakukan meditasi pada Maha Mudra, Samaya dari tubuh, ucapan,
dan pikiran, visualisasikan itu semua sesuai dengan ritual dan
seketika itu juga anda akan mencapai sifat alami Buddha.'
Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar
lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, rahasia dari
tubuh, ucapan, dan pikiran dari semua Sadhaka ini :
'Jika anda menginginkan Pencerahan Bodhi jangan melaksanakan
Mudra dengan tangan; Bahkan para Jina tidak bisa tidak mematuhi
Samaya dari semua Mantra ini.'
Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar
lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
semua Buddha ini :
'Jangan merasa jijik pada tinja dan kencing, peju dan darah,
tapi selalu memakan itu sesuai dengan ritual : Rahasia ini lahir
dari tiga Vajra.'
Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar
lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
ucapan Vajra ini :
'Cintai semua wanita di dalam jalur yang penuh kesenangan dari
tiga dunia, sesuai dengan ritual, dengan ucapan Vajra, dan
jangan merasa jijik.'
Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar
lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
pikiran Vajra ini :
'Dengan tiga Samaya Vajra memberikan kegembiraan kepada semua
Samaya yang tinggal berdiam di dalam tiga tubuh Vajra, dan
jangan memandang rendah pikiran Vajra.'
Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar
lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Rahasia Vajra
dari semua Tathagata ini :
'Lima Buddha, secara ringkas, diumumkan sebagai Lima Skandha,
dan Mandala tertinggi dari para Bodhisattva adalah indera
Vajra.'
Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar
lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Lingkaran dari
tiga alam (traidhatukacakram) ini :
'Locana disebut tanah, Mamaki air, Pandara api dan Tara udara,
dan Samaya dari alam Vajra dari ruang angkasa adalah adalah diri
Vajradhara sendiri.'
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Maha Vajrasattva, sang
Pemerintah Dunia dari semua Tathagata
(sarvatathagatabhuvanesvaro).
Kemudian sang Bhagavan Sarvatathagatakayavakcittavajra Tathagata
memasuki Samadhi yang bernama "Tinggal Berdiam Didalam Tempat
Tinggal Dari Kesamaan Dari Semua Tathagata
(sarvatathagatasamataviharam nama samadhih)", dan ketika Dia
telah memasukinya Dia melihat pada Mandala dari perkumpulan
majelis dari semua Tathagata dan diam.
Kemudian sang Bodhisattva Mahasattva Maitreya membungkuk
dihadapan semua Tathagata dan berkata : 'Bagaimanakah seharusnya
semua Tathagata dan Bodhisattva menganggap sang Bhagavan Sarva
Tathagata Kaya Vak Citta Vajra Rahasya Guhya Samaya Abhisikte
Vajra Acarya ?'
Semua Tathagata menjawab : 'Kulaputra, semua Tathagata dan
Bodhisattva harus menganggap Dia sebagai 'Bodhicittavajra
(Pikiran Vajra Pencerahan Bodhi)', karena pikiran Bodhi dan sang
Guru adalah satu dan tidak bisa dilihat. Biarlah Kami
menjelaskan secara singkat, Kulaputra : Semua Buddha dan
Bodhisattva yang tinggal berdiam dan hidup dan menyokong di
dalam alam-alam dunia dari sepuluh pejuru arah, muncul di dalam
tiga masa waktu, setelah menyembah sang Guru dengan penyembahan
dari semua Tathagata, maju lagi ke Buddha-ksetra Mereka dan
umumkan kata-kata dari ucapan Vajra seperti ini : Ayah dari
kami, semua Tathagata ! Ibu dari kami, semua Tathagata ! Guru
dari kami, semua Tathagata ! Tentu saja, Kulaputra, pahala
kebaikan dari satu pori dari sang Guru adalah lebih besar
dibandingkan seluruh timbunan dari pahala kebaikan muncul dari
tubuh, ucapan, dan pikiran dari semua Bhagavan Buddha yang
tinggal berdiam di dalam sepuluh penjuru arah, karena Pikiran
Bodhi adalah intisari dan sumber dari semua kebijaksanaan Buddha
dan asal mula dari kebijaksanaan Maha tahu semua.'
Kemudian sang Bodhisattva Mahasattva Maitreya, ketakutan,
pikirannya dipenuhi ketakutan, diam.
Kemudian Aksobhya Tathagata, Ratnaketu Tathagata, Amitabha
Tathagata, Amoghasiddhi Tathagata, dan Vairocana Tathagata
memasuki Samadhi yang bernama "Perenungan Hukum Suci Dari Siddhi
Dari Semua Pemegang Vajra
(sarvavajradharasiddhisamayalambanavajram nama samadhih)", dan
berkata kepada semua Bodhisattva : 'Semoga semua Bhagavantah
Bodhisattva mendengar ! -- Semua Bhagavan Buddha dari sepuluh
penjuru arah, lahir dari kebijaksanaan Vajra dari tiga masa
waktu, telah datang dihadapan sang Guru dari Guhyasamaja,
menyembah dan menghormati Dia, karena Dia adalah Guru dari semua
Bodhisattva dan Tathagata, Dia tentu saja adalah sang Bhagavan
Maha Vajradhara, sang Penguasa Semua Kebijaksanaan Buddha
(sarvabuddhajnanadhipati).'
Kemudian semua Maha Bodhisattva berkata kepada semua Tathagata :
'Bhagavan, dimanakah Siddhi dari tubuh, ucapan dan pikiran dari
semua Tathagata berada ? '
Semua Tathagata berkata : 'Mereka berada di dalam tubuh, ucapan,
dan pikiran dari Guru Vajra, yang tubuh, ucapan, dan pikiran,
tiga tubuh rahasia.'
Para Maha Bodhisattva berkata : 'Dimanakah Vajra dari tubuh,
ucapan dan pikiran rahasia berada ? '
'Tidak dimanapun juga.'
Kemudian para Maha Bodhisattva, dikuasai dengan keheranan dan
ketakjubban, tetap diam.
Kemudian Bhagavan Vajrapani Tathagata bangun dari Samadhi dari
rahasia Vajra dan berkata kepada semua Tathagata dan Bodhisattva
: 'Semoga semua Bhagavanta Tathagata dan Bodhisattva mendengar
Maha Mandala dari Samadhi yang bernama 'Tempat Kelahiran Dari
Pencerahan Bodhi Dari Semua Tathagata
(sarvatathagatabodhisambhavavajram nama samadhih)''.
Kemudian semua Tathagata dan Bodhisattva menggabungkan tangan
Mereka beranjali dalam penghormatan dan berkata kepada
Bhagavanta Vajradhara : 'Semoga Bhagavan mengungkapkan, Sugata,
Maha Mandala itu !'
Bayangkan itu pada tengah pusat dari ruang angkasa, empat sisi,
sangat indah; Dengan cara dari Mandala Buddha membangkitkan
Vajra di dalam meditasi, dan dengan cara bermeditasi pada
Mandala Vajra tempatkan semua lingkarannya disana; Orang yang
bijaksana harus selalu melaksanakan penyembahan dengan ritual
ini. Visualisasikan sang Guru di dalam hati anda, mulailah
penyucian (acaryam hrdaye dhyatva abhisekam samarabhet);
Bayangkan ruang angkasa sepenuhnya terisi dengan semua Buddha,
dan sesuai dengan ritual buat Mereka semua turun kedalam tiga
tempat dari penyucian; Dengan cara ini anda akan mencapai
Pencerahan Bodhi demi kebaikan semua makhluk, dan semua Siddhi
yang hebat dari tubuh, ucapan, dan pikiran.
Mandala dari Meditasi itu bernama "Lingkaran Samaya Dari Semua
Buddha Dan Bodhisattva (sarvabuddhabodhisattvasamayacakram nama
dhyanamandalam)"
Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar
lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, rahasia dari
tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra ini yang bernama "Yoga Vajra
Dari Semua Tathagata (sarvatathagatavajrayogam)" : HUM HRIH KHAM
Pada tengah pusat dari ruang angkasa bayangkan Mandala dari
tulang, daging dan seterusnya, dan visualisasikan Vajrasattva,
tiga intisari hrdaya dari tubuh, ucapan, dan pikiran;
Visualisasikan Dia sesuai dengan ritual, ganas, jelek, sangat
murka, berwarna teratai biru, empat lengan, dengan tengkorak
ditangan-Nya, Praktisi dari sumpah ini harus membayangkan harus
membayangkan lidahnya bersinar dengan lima sinar cahaya, dan
melalui cara dari meditasi Vajra, darah ditarik keluar. Dengan
cara Yoga Vajra, hantam bahkan tubuh dari Buddha dengan Vajra
tiga ujung dan pisau yang mengerikan.
Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar
lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya Samaya yang
berhubungan dengan makanan Vajra ini :
'Praktisi dari sumpah itu harus membayangkan makanan atau
minuman apapun yang dia makan sebagai tinja, kencing dan daging,
sesuai dengan ritual.'
Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar
lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya penyembahan
tertinggi dari tubuh, ucapan dan pikiran Vajra dari semua
Tathagata ini :
'Laksanakan penyembahan tertinggi dengan lima persembahan,
karena ini adalah Samaya yang tidak bisa dihancurkan dari semua
Vajra.'
Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar
lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya penyembahan
rahasia dari tubuh, ucapan dan pikiran dari semua Tathagata ini
:
'Dengan penyatuan dari dua organ, ambil peju anda sendiri sembah
Mereka semua sesuai dengan ritual, dan anda akan mencapai
Pencerahan Bodhi Buddha.'
Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar
lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya sumpah dari
tubuh, ucapan dan pikiran dari semua Tathagata ini :
'Dengan Samaya tiga Vajra nikmati Ibu dari alam yang tidak
terbatas dari para makhluk, sang Pembawa Samaya : Ini adalah
sumpah yang hebat.'
Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar
lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya sumpah Vajra dari
semua Sadhaka ini :
'Saya akan mencapai kebaikan, kebahagiaan dari tubuh, ucapan dan
pikiran, lahir dari tempat tinggal Vajra dari tiga rahasia. Jika
sebaliknya, orang kehilangan segala sesuatu.'
Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar
lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya sumpah
Vajrasattva dari semua Sadhaka ini :
Visualisasikan Mandala pada jarak sejengkal diatas kepala anda,
dan bayangkan huruf 'OM' di tengah pusat buat lima nektar turun;
Dengan cara Yoga Vajra ini, pada seluruh saat itu anda akan
menjadi penuh kemuliaan dan mencapai kesejahteraan dari tubuh,
ucapan dan pikiran, tidak ada keraguan.
Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar
lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya rahasia dari
menghapuskan, memadamkan dan menarik keluar semua racun ini : OM
Setelah menempatkan itu ditengah pusat dari roda, memancarkan
sinar putih dan terkalungi dengan nyala api, visualisasikan itu
berwarna kuning, terselimuti di dalam sinar kuning; Huruf Bija
ini dilahirkan dari rahasia tiga kali lipat, dengan cara dari
sinar Samaya dari tiga Vajra.
Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar
lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya Lingkaran dengan
Mantra Vajranya ini untuk perlindungan dari tubuh, ucapan, dan
pikiran : OM HULU HULU TISTHA TISTHA BANDHA BANDHA HANA HANA
DAHA DAHA AMRTE HUM PHAT SVAHA
'Pada sepotong kulit pohon gambar roda di dalam Vajra ganda, dan
tempatkan huruf 'HAM' di dalam tengah pusat, tulis nama di
dalamnya; Selalu visualisasikan itu sepenuhnya terhiasi dengan
huruf-huruf Mantra, karena ini adalah kumpulan dari semua
Mantra, tempat tinggal dari tiga rahasia.'
Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar
lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya salep Vajra ini :
'Pada perempatan jalan, dekat satu pohon tunggal, di dalam kuil
suci dari para Ibu atau tempat yang penuh kedamaian, selalu
menempatkan salep Vajra disana di dalam tengkorak.'
Pada tengah malam di malam dari bulan muda, orang yang bijaksana
harus membuat sumbu dari lemak manusia, darah, tinja, serat
teratai, dan tangkai arka, dan buat salep Vajra menetes kebawah;
Kemudian baca Mantra pada itu 108 kali, dia akan mencapai Siddhi
tiga kali lipat.
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Samantabhadra.
Kemudian semua Bhagavan Tathagata berkata kepada Vajrapani sang
Penguasa semua Tathagata : 'Bhagavan, dengan berapa banyak huruf
rahasia akan para Bodhisattva Mahasattva ini memiliki keyakinan
dan bermeditasi pada praktek Vajra ini, Hukum Rahasia dari semua
Tathagata ini ?'
Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati berkata kepada semua
Tathagata : 'Semua Bhagavan Tathagata, para Bodhisattva
Mahasattva itu akan memiliki keyakinan dan bermeditasi pada
praktek Vajra dari Pencerahan Bodhi dari semua Tathagata dengan
Tiga Huruf Rahasia.'
Semua Tathagata berkata : 'Dengan Tiga apa ?'
Vajradhara berkata : 'Dengan Tiga ini : Tubuh Vajra dari semua
Tathagata, Ucapan Vajra dari semua Tathagata, dan Pikiran Vajra
dari semua Tathagata.'
Kemudian semua Tathagata membungkukkan diri di kaki Bhagavato
Vajrapani dan tetap diam.
Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati berkata kepada semua
Tathagata dan Bodhisattva : 'Dahulu kala, semua Bhagavanta
Tathagata, melalui kalpa masa lampau yang sebanyak bintik debu
di dalam gunung sumeru dari Buddha-ksetra seluruhnya melampaui
ungkapan, dari sang Bhagavato Dipankara Tathagata Arhata
Samyaksambuddha Atikranta hingga sampai pada sang Kasyapa Maha
Muni Abhisambuddha, itu tidak diajarkan, karena pada waktu itu
dan saat itu, Bhagavantah, para makhluk hidup tidak
diperuntukkan untuk makna dari Maha Guhya ini. Tapi di dalam
Guhyasamaja ini, semua Bhagavanta Tathagata, mereka mencapai
pencerahan Bodhi Buddha dalam sekejap; Pencerahan Bodhi yang
para Bodhisattva, mencari dan berjuang melalui banyak Kalpa yang
sebanyak butiran pasir di sungai gangga, tidak bisa mencapai,
dicapai di dalam seluruh hidup ini oleh Bodhisattva yang senang
di dalam Guhyasamaja, dan Dia terhitung sebagai Buddha diantara
semua Tathagata.'
Kemudian para Bodhisattva, mendengar kata-kata dari ucapan Vajra
ini, menangis, dan semua Tathagata berkata kepada para
Bodhisattva : 'Jangan menangis, Bhagavantah Maha Bodhisattva,
jangan membangkitkan tiga kali lipat duka.'
Kemudian para Maha Bodhisattva berkata kepada semua Tathagata :
'Semua Bhagavantah Tathagata, bagaimana bisa Kami tidak menangis
dan membangkitkan tiga kali lipat duka, karena Kami tidak
diperuntukkan bahkan untuk mendengar nama dari Tiga Huruf
Rahasia !'
Semua Tathagata berkata : 'Jangan berkata demikian ! Kulaputra,
sama seperti anda belum mengetahui atau mendengar Huruf Biasa
itu, demikian juga Kami, semua Tathagata dan semua Bodhisattva,
belum mencapai atau memahami Huruf Rahasia ini; Dan mengapa ?
Karena oleh kemurnian dari Tiga Huruf Rahasia ini
(triguhyaksaravisuddhatvat).'
Kemudian semua Bodhisattva tetap diam, dan semua Bhagavan
Tathagata tinggal berdiam di dalam Rahim dari Istri Vajra dari
tubuh, ucapan, dan pikiran dari semua Tathagata.
Kemudian Mamaki, sang Istri dari tubuh, ucapan, dan pikiran dari
semua Tathagata dengan penuh kegembiraan memuji sang Bhagavantam
Sarvatathagatadhipati Mahavajradhara, dengan kata-kata dari
penyembahan tertinggi ini, keinginan Vajradhara :
'Anda, Pikiran Vajra, sang Penguasa Dunia, sang Alam Para
Makhluk, (tvam vajracitta bhuvanesvara sattvadhato)
Selamatkan Saya, dengan keinginan untuk tujuan besar dari
kegembiraan dan kesenangan (trayahi mam
ratimanojnamaharthakamaih);
Cintai Saya, Ayah dan Teman Terbesar dari para makhluk, (kamahi
mama janaka sattvamahagrabandho)
Jika Anda menginginkan saya untuk hidup, Penguasa ! '
(yadicchase jivitu mahya natha)
Kemudian Buddha Locana, sang Istri dari tubuh, ucapan, dan
pikiran dari semua Tathagata dengan penuh kegembiraan memuji
sang Bhagavantam Sarvatathagatadhipati Mahavajradhara, dengan
kata-kata dari penyembahan tertinggi ini, kesenangan dari
keinginan Vajra :
'Anda, Tubuh Vajra, Yang sayang pada semua makhluk, sang
Lingkaran Perintah, (tvam vajrakaya bahusattvapriyajnacakra)
Guru Kebaikan, sang Tujuan Para Buddha, Pencerahan Tertinggi,
(buddharthabodhiparamarthahitanudarsi);
Dengan gairah kegemaran cintai Saya, sang Samaya Gairah
Kegemaran (ragena ragasamayam mama kamayasva)
Jika Anda menginginkan saya untuk hidup, Penguasa ! '
(yadicchase jivitu mahya natha)
Kemudian Vajranetri, sang tubuh, ucapan, dan pikiran dari
Lokesvara, memuji sang Bhagavantam Sarvatathagatadhipati
Mahavajradhara, dengan Samaya dari kenikmatan dari keinginan :
'Anda, Ucapan Vajra, Yang bermurah hati, Yang baik dari semua,
(tvam vajravaca sakalasya hitanukampi)
Yang selalu berniat pada pekerjaan dari tujuan dunia,
(lokarthakaryakarane sada sampravrttah);
Cintai Saya, Samantabhadra, Praktek dari kesenangan (kamahi mam
suratacarya samantabhadra)
Jika Anda menginginkan saya untuk hidup, Penguasa ! '
(yadicchase jivitu mahya natha)
Kemudian Istri dari Samaya Vajra dari tubuh, ucapan, dan pikiran
dari semua Tathagata
(sarvatathagatakayavakcittasamayavajradayita) memuji sang
Bhagavantam Sarvatathagatadhipati Mahavajradhara, dengan
kegembiraan ini dari kebahagiaan dan kesenangan dari semua
Tathagata :
'Anda, Keinginan Vajra, Samaya tertinggi, Tujuan dari semua
kebaikan besar, (tvam vajrakama samayagra mahahitartha)
Perhiasan dari barisan para Buddha, Yang bermurah hati tidak
memihak, (sambuddhavamsatilakah samatanukampi);
Cintai Saya, Yang adalah Permata Diri dari kebajikan (kamahi mam
gunanidhim bahuratnabhutam)
Jika Anda menginginkan saya untuk hidup, Penguasa ! '
(yadicchase jivitu mahya natha)
Kemudian Bhagavan Vajrapani Tathagata memasuki Samadhi yang
bernama "Kemuliaan Vajra Dari Kenikmatan Dari Semua Keinginan
(sarvakamopabhogavajrasriyam nama samadhih)", dan dengan
lingkaran Samaya, menikmati Istri dari semua Tathagata, diam.
Lalu seluruh alam dari ruang angkasa menjadi terisi dengan benih
dari Samaya tubuh, ucapan dan pikiran Vajra dari semua
Tathagata, sama seperti guci penuh dengan air Vajra, dan semua
makhluk hidup lahir dari Samaya dari tiga tubuh di dalam alam
Vajra dari ruang angkasa itu disentuh oleh Kemuliaan Vajra itu
dan menjadi para Tathagata Arhantah Samyaksambuddha, dengan
kebijaksanaan dari tiga Vajra, dan dari saat itu semua makhluk
hidup di abhiseka sebagai Samantabhadra oleh tubuh, ucapan, dan
pikiran Vajra dari semua Tathagata.
Kemudian Vajrapani Tathagata berkata kepada semua Tathagata :
'Semua Bhagavantah Tathagatah, apakah Anda mengerti kesamaan
dari semua Buddhadharma ?'
Kemudian semua Tathagata berkata kepada Vajrapani
Sarvatathagatadhipati : 'Mengerti, Bhagavan, mengerti, Sugata,
Kami memahami praktek dari kebijaksanaan Vajra, kesamaan dari
kebijaksanaan dari semua Tathagata.'
Kemudian semua Bhagavantah Tathagatah datang keluar dari rahim
dari istri dari semua Tathagata dan berkata kepada Bhagavan
Mahavajrapani Sarvatathagatadhipati Tathagata : 'Alangkah
menakjubkan Bhagavan, alangkah menakjubkan Sugata, alangkah
hebat itu bahwa Pencerahan Bodhi Buddha dimengerti melalui
kata-kata dari Gairah Kegemaran !'
Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati berkata kepada semua
Tathagata : 'Jangan berbicara begitu, semua Bhagavantah
Tathagatah, karena semua dharma adalah sama seperti Samaya dari
ruang angkasa Vajra; Tidak ada Rupa Skandha, tidak ada Vedana
Skandha, tidak ada Samjna Skandha, tidak ada Samskara Skandha,
tidak ada Vijnana Skandha, tidak ada indera dan tidak ada bidang
indera, tidak ada gairah kegemaran, tidak ada kebencian dan
tidak ada angan-angan khayalan, tiada dharma dan tiada yang
bukan dharma.'
Kemudian semua Tathagata diam (atha te sarvatathagatas tusnim
abhuvan).
Kemudian Bhagavan Vajrapani berkata kepada semua Tathagata dan
semua Bodhisattva : 'Semua Bhagavantah Tathagatah, ungkapkan
"Rahasia dari Tubuh Ucapan Pikiran Vajra dari semua Tathagata
ini" kepada semua alam-alam dunia, untuk para Bodhisattva
Mahasattva yang tinggal berdiam di dalam sepuluh penjuru arah
yang ditakdirkan untuk ajaran dari Dharma ini.'
Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati berkata kepada Vajra
Dharma : 'Kulaputra, ambil intisari dari Samaya dari semua
Tathagata ini, karena Anda di abhiseka oleh semua Tathagata
sebagai 'Dharmesvaravajra (Penguasa Vajra dari Dharma)'.'
Vajradharma berkata : 'Jadi demikianlah' ; Dan Dia diam.
Kemudian semua Tathagata membuat tubuh, ucapan, pikiran Mereka
memasuki Tiga Huruf dari Vajrasattva; Kemudian Vairocana
Tathagata tinggal berdiam di dalam tubuh Vajra dari tiga alam,
dan bermeditasi pada kesamaan dengan tubuh dari semua Tathagata,
diam, dan 'Vagvajra Tathagata (Tathagata Ucapan Vajra)' tinggal
bediam di dalam Ucapan Vajra dari tiga alam, dan bermeditasi
pada kesamaan dengan ucapan dari semua Tathagata, diam, dan
Vajrapani Tathagata tinggal berdiam di dalam Pikiran Vajra dari
tiga alam, dan bermeditasi pada kesamaan dengan pikiran dari
semua Tathagata, diam.
Demikian dikatakan (idam avocat).
[center]
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Om%20Ami%20Dewa%20Si.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Om%20Ami%20Dewa%20Si.jpg.html
[html]<iframe width="420" height="315"
src="//www.youtube.com/embed/Ww932N-FcWY" frameborder="0"
allowfullscreen></iframe>[/html]
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/vajra.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/vajra.jpg.html
Guhya Samaja Maha Tantra Raja Paripurnam
[/center]
#Post#: 171--------------------------------------------------
Re: Sarva Tathagata Kayavakcittarahasyo Guhya Samaya Nama Maha K
alpa Raja Mahayana Sutra
By: ajita Date: November 13, 2016, 9:10 am
---------------------------------------------------------
[center]
[html]<iframe width="420" height="315"
src="//www.youtube.com/embed/fb7o6BS_y5s" frameborder="0"
allowfullscreen></iframe>[/html]
OM AMI DEVA HRIH
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/High_Quality_Pancha_Buddha_Tibetan_Thangka_Handmade.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/High_Quality_Pancha_Buddha_Tibetan_Thangka_Handmade.jpg.html
[/center]
#Post#: 172--------------------------------------------------
Re: Sarva Tathagata Kayavakcittarahasyo Guhya Samaya Nama Maha K
alpa Raja Mahayana Sutra
By: ajita Date: November 13, 2016, 9:11 am
---------------------------------------------------------
[center]
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/hevajra_in_yab_yum_tn57.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/hevajra_in_yab_yum_tn57.jpg.html
Sri Hevajra Anuttara Yoga Mahayana Gatha
Orang harus bangkit dari yang mana yang dia jatuh
Dengan dharma apapun yang dunia terikat, dengan itu ikatan itu
terlepas
Para makhluk terikat oleh gairah nafsu dan terlepaskan melalui
menggunakan gairah nafsu.[/center]
[center]
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/lohan11.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/lohan11.jpg.html
Namo Stu Buddhaya[/center]
[center]Namah Sarvajna Siddha Tathagata
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Indrabhuti.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Indrabhuti.jpg.html
Maha Siddha Indrabhuti - Dia yang menerima Adhisthana Guhya
Samaya dari Sakyamuni dalam wujud Vajradhara
[/center]
Namo Stu Buddhaya,
Terpujilah Sarvartha Siddhi, sang Bodhisattva di Kalpa kehidupan
Kita,
Terpujilah Sakyamuni, sang Buddha di kalpa kehidupan kita,
Terpujilah Mahayana, sang Kereta Tempur Para Bodhisattva menuju
Bodhi.
Ini adalah Tathagataguhyaka, yang juga dinamakan sebagai Guhya
Samaya, berarti Perkumpulan Rahasia, Rahasia dari Anuttara Yoga
Tantra, Yang adalah Praktek Tertinggi Yang Membawa Siddhi,
Mahayana yang tiada tanding yang di berikan oleh Vajradhara,
sang Adi Buddha (Buddha yang terutama), Vajrapani Tathagata
Raja. Diajarkan oleh sang Sakyamuni Buddha, kepada Maha Siddha
Indrabhuti, yang mencapai Siddhi tanpa meninggalkan Bidang
Kamadhatu, seperti Teratai yang mekar di kolam yang kotor.
Diantara 84000 Pintu Gerbang Dharma dari Mahayana, Anuttara Yoga
Tantra dari Guhya Samaya ini adalah Anuttaracarya (praktek tiada
tandingan) yang menerangkan bagaimana melakukan praktek
Meditasi-Bhavana pada aktifitas dari Lima Nafsu Keinginan untuk
mencapai Siddhi. Yang bahkan memurnikan kejahatan pancanantarya,
Sungguh Menakjubkan, Sulit Dipercaya, dan Sulit Dimengerti
Di Dalam Sutra Mahayana dari Anuttara Yoga Tantra ini, akan
banyak di temukan kata-kata aktifitas kamadhatu (alam nafsu) dan
juga yang akan tampak seperti ANOMALI (berlawanan) dari ajaran
dari Sutra - Sutra Mahayana yang lainnya yang umumnya menitik
beratkan pencapaian Bodhi dari aktifitas yang diluar dari
Kamadhatu.
Akan ada ditemui ajaran Bhavana seperti melakukan Meditasi pada
pemuasan nafsu indriya, melakukan meditasi dengan
menvisualisasikan Vajra untuk menghancurkan para Tathagata, atau
melakukan meditasi dengan menvisualisasikan mencuri permata dari
para Bhagavan Buddha.
Sekali lagi, ini bagi yang belum memahami akan tampak seperti
ANOMALI DARI BUDDHA-DHARMA, bahkan didalam Sutra ini sudah
menggambarlan bagaimana sang Maha Bodhisattva
Sarvanivaranaviskhambhin dan juga para Bodhisattva yang dipimpin
oleh-Nya terkejut keheranan hingga jatuh kedalam ketakutan dan
kehilangan pemusatan perhatiannya karena tidak mampu menanggapi
Anuttara Yoga Tantra sang Vajradhara.
Tetapi ini adalah Ketiadaan Diri Yang Menakjubkan, Yang
Memanifestasikan Praktek Kamadhatu menuju Keberhasilan Siddhi
pada Bodhi sang Buddha. Yang Menunjukkan bagaimana Penguasaan
sang Tathagata pada bidang dunia nafsu keinginan. Bagaimana
menghasilkan Siddhi dari Keduniawian. Ini adalah Menakjubkan
bagi yang memahami.
Seperti Teratai yang saat awal pertumbuhannya beraktifitas di
dalam kolam yang kotor dan tercelup dalam air rawa yang keruh
oleh noda,
Demikian juga Anuttara Yoga Tantra dari Guhya Samaya ini,
beraktifitas dalam praktek Hawa Nafsu Indriya yang umum di
Kamadhatu, Triloka, dunia kita ini.
Setelah berhasil melampaui kedalaman air rawa, sempurna dalam
pertumbuhannya, mekarlah sang Maha Padma,
Dalam cara yang sama, Yogin yang berhasil didalam Sadhana
Vajradhara ini, Siddhi yang menakjubkan diperoleh.
Sang Tathagata tidak pernah khilaf dalam berucap.
[center]Namo Stu Buddhaya
OM VAJRA AKSOBHYA HUM
[/center]
*****************************************************