URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       Mahayana Bodhicitta Vajra
  HTML https://bodhicitta.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: Guhya Mahayana
       *****************************************************
       #Post#: 165--------------------------------------------------
       Sarva Tathagata Kayavakcittarahasyo Guhya Samaya Nama Maha Kalpa
        Raja Mahayana Sutra
       By: ajita Date: November 13, 2016, 8:57 am
       ---------------------------------------------------------
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/ADI%20VAJRADHARA.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/ADI%20VAJRADHARA.jpg.html
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/PANCA%20JINA_1.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/PANCA%20JINA_1.jpg.html
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Sarva%20Vidya%20Vairocana_1.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Sarva%20Vidya%20Vairocana_1.jpg.html
       Sarva Vidya Vairocana Buddha
       Sarva Tathagata Kayavakcittarahasyo Guhya Samaya Nama Maha Kalpa
       Raja Mahayana Sutra
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Tibet2520Guge2520092520Tsaparang2520Demchog2520Temple2.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Tibet2520Guge2520092520Tsaparang2520Demchog2520Temple2.jpg.html
       Namah Sarva Buddha Bodhisattvebhyah
       [html]<iframe width="420" height="315"
       src="//www.youtube.com/embed/pblWghI3sZQ" frameborder="0"
       allowfullscreen></iframe>[/html]
       Om Namah Sr&#299; Vajrasattv&#257;ya Adi Buddhaya
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Achala.png
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Achala.png.html
       Acala Maha Krodha Maha Bala
       BAB I
       Sarva Tathagata Samadhi Adhisthanapatalah pratamah
       [/center]
       Demikianlah telah kudengar, pada suatu waktu sang Bhagavan
       sedang tinggal berdiam didalam 'rahim dari istri Vajra dari
       intisari tubuh, ucapan, pikiran dari semua Tathagata'
       (Sarvatathagatakayavakcittahrdayavajrayesidbhagesu).
       Bersama-sama dengan-Nya ada para Bodhisattva Mahasattva yang
       banyaknya seperti banyaknya bintik debu di gunung Sumeru dari
       banyak Buddha-ksetra yang seluruhnya melampaui ungkapan. Yakni :
       Samaya Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk
       Besar yang bernama Perkumpulan Vajra),
       Kaya Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk
       Besar yang bernama Tubuh Vajra),
       Vak Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk
       Besar yang bernama Pidato Vajra),
       Citta Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk
       Besar yang bernama Pikiran Vajra),
       Samadhi Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk
       Besar yang bernama Meditasi Vajra),
       Jaya Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk
       Besar yang bernama Kemenangan Vajra),
       Prthivi Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk
       Besar yang bernama Tanah Vajra),
       Abvajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk Besar
       yang bernama Air Vajra),
       Tejo Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk
       Besar yang bernama Api Vajra),
       Vayu Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk
       Besar yang bernama Angin Vajra),
       Akasa Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk
       Besar yang bernama Langit Vajra),
       Rupa Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk
       Besar yang bernama Bentuk Vajra),
       Sabda Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk
       Besar yang bernama Suara Vajra),
       Gandha Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk
       Besar yang bernama Wangi Vajra),
       Rasa Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk
       Besar yang bernama Rasa Vajra),
       Sprastavyavajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi,
       Mahluk Besar yang bernama Sentuhan Vajra),
       Dharmadhatu Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi,
       Mahluk Besar yang bernama Alam Dharma Vajra), dan para
       Bodhisattva Mahasattva lainnya yang banyaknya seperti banyaknya
       bintik debu di gunung Sumeru dari banyak Buddha-ksetra yang
       seluruhnya melampaui ungkapan.
       Para Tathagata meliputi 'alam ruang angkasa (akasadhatu)', yakni
       :
       Aksobhya Vajra Tathagata,
       Vairocana Vajra Tathagata,
       Ratna Ketu Vajra Tathagata,
       Amitabha Vajra Tathagata,
       Amogha Siddhi Vajra Tathagata, dan seterus-Nya, meliputi seluruh
       alam ruang angkasa, semua-Nya bersama-sama, sehingga seluruh
       alam ruang angkasa penuh terisi dengan para Tathagata yang
       muncul seperti biji wijen.
       Kemudian sang 'Bhagavan Maha Vairocana  Vajra Tathagata'
       memasuki Samadhi yang bernama "Sarva Tathagata Maha Raganayam
       (Jalan Kegemaran Besar Dari Semua Tathagata)" dan membuat
       rombongan besar semua Tathagata masuk kedalam 'Tubuh, Ucapan,
       Pikiran Vajra Nya Sendiri (Masuk ke dalam Tubuh, Ucapan, Pikiran
       Vajra sang Maha Vairocana Buddha).
       Kemudian semua para Tathagata itu, untuk menggembirakan sang
       Bhagavatah dari Tubuh, Ucapan, Pikiran dari semua Tathagata,
       mengubah wujud Mereka Sendiri kedalam wujud Perempuan dan muncul
       keluar dari sang Bhagavato Maha Vairocana (stri-bimbany
       abhinirmaya bhagavato mahavairocanasya kayad abhiniskranta
       abhuvan).
       Beberapa muncul sebagai Buddha Locana,beberapa sebagai Mamaki,
       beberapa sebagai Pandaravasini, beberapa sebagai Samaya Tara,
       beberapa muncul mewujudkan intisari dari Rupa, beberapa dari
       Suara, beberapa dari Wangi, beberapa dari Rasa dan beberapa dari
       Sentuhan.
       Kemudian Aksobhya Tathagata, didalam rahim dari istri Vajra dari
       intisari tubuh, ucapan, pikiran dari semua Tathagata mensucikan
       yang sempurna tanpa noda, Empat Sisi dari Mandala Maha Samaya.
       (atha khalu aksobhya tathagatah
       sarvatathagatakayavakcittahrdayavajrayesidbhagesu virajaskam
       caturasram mahasamaya mandalam adhisthapayam asa) :
       Sejernih Kristal, dari sifat alaminya sendiri   (svaccham
       tatsvabhavam),
       Wujud yang beragam meliputi semua   (nanarupam samantah),
       Menyebar dengan awan para Buddha   (buddhameghasamakirnam),
       Terisi dengan percikan nyala api   (sphulingagahanakulam),
       Dengan Mandala dari bulan dan seterusnya   (svacchadimandalair
       yuktam),
       Kota dari semua Tathagata   (sarvatatahagatam param).
       Kemudian sang 'Bhagavan Penguasa Tubuh, Ucapan, Pikiran Vajra
       dari semua Tathagata (bhagavan
       sarvatathagatakayavakcittavajra-dhipatih)' mengambil tempat-Nya
       pada tengah pusat dari Maha Mandala dari semua Tathagata
       (sarvatathagatamahamandalamadhye pratisthapayam asa).
       Kemudian Aksobhya Tathagata, Ratna Ketu Tathagata, Amitayus
       Tathagata, Amogha Siddhi Tathagata, Vairocana Tathagata tinggal
       berdiam didalam hati dari Bodhicittavajra Tathagata
       (bodhicittavajrasya tathagatasya hrdaye vijahara).
       Kemudian sang Bhagavan Bodhicittavajra Tathagata memasuki
       Samadhi yang bernama "Vajra yang terlahir dari Samaya dari
       Tubuh, Ucapan, Pikiran Vajra dari semua Tathagata
       (sarvatathagatakayavakcittavajrasamayodbhavavajram nama
       samadhim)", dan menyucikan perwujudan dari Maha Vidya ini
       (mahavidyapurusamurtim) dengan pemberkatan dari Mantra dari
       semua Tathagata (sarvatathagatamantradhistanam adhisthapayam
       asa), dan pada waktu yang bersamaan sang Bhagavan
       Bodhicittavajra Tathagata terlihat ada tiga muka oleh semua
       Tathagata.
       Kemudian semua Tathagata dipimpin oleh Aksobhya Tathagata muncul
       keluar dari hati sang Bhagavato Maha Vairocana, dan menyanyikan
       lagu pujian Udana ini:
       Ah Ajaib ! Pikiran Pencerahan dari semua Buddha maju keluar.
       (ahe hi sarvabuddhanam bodhicittapravartanam)
       Rahasia dari semua Tathagata, yang tiada tempat menghuni, yang
       tidak bisa dijelaskan. (sarva tathagatam guhyam apratarkyam
       analayam)
       Kemudian semua Bhagavantah Tathagata berkumpul bersama-sama
       kembali dan menyembah sang Bhagavantah Bodhicittavajra dengan
       awan permata dari Samaya yang mulia kebenaran menyebar luas
       pemujaan dari semua Tathagata, dan membungkuk di hadapan-Nya
       dengan berkata (atha bhagavantah sarvatathagatah punah samajam
       agamya bhagavantam bodhicittavajram
       sarvatathagatapujaspharana-samayatattvaratnameghaih sampuja
       pranipatyaivam ahuh):
       Umumkan, Bhagavan, Kenyataan, Kumpulan Dari Intisari Vajra.
       (bhasasva bhagavan tattvam vajrasarasamuccayam)
       Rahasia Dari Semua Tathagata, Penyatuan, Yang Lahir Dari
       Rahasia. (sarvatathagatam guhyam samajam guhyasambhavam)
       Kemudian sang Bhagavan Bodhicittavajra Tathagata berkata kepada
       semua Tathagata : Bagus, Bagus, semua Bhagavan Tathagata! Hingga
       kini ini membingungkan bahkan para Tathagata, jadi berapa banyak
       lebih lagi yang lainnya, para Bodhisattva! (kim tu
       sarvatathagatanam api samsayakaro'yam kuto'nyesam bodhisattvanam
       iti).
       Kemudian semua Bhagavantah Tathagata, terkena ketakjuban dan
       keheranan, memohon dengan sangat pada sang 'Bhagavan Tuan dari
       semua Tathagata (bhagavatam sarvatathagatasvaminam)', yang
       menghapus keraguan Mereka :
       Semoga sang Bhagavan mengungkapkan rahasia tubuh, ucapan,
       pikiran dari semua Tathagata yang Dia tidak dapat perlihatkan
       bahkan kepada perkumpulan semua Tathagata dengan
       kualitas-kualitas yang seperti demikian itu, setelah memberkati
       Mereka dengan kata-kata yang menghasilkan Vajra Samaya dari
       semua Tathagata, sehingga Mereka bisa mengalami kebahagiaan dan
       kegembiraan dan mencapai kebijaksanaan dan tanggapan penglihatan
       yang hebat dari semua Tathagata.
       Kemudian sang Bhagavan Sarvatathagatakayavakcittavajra Tathagata
       memasuki Samadhi yang bernama "Lampu Vajra Kebijaksanaan
       (jnanapradipavajram nama samadhim)" dan memunculkan dari tubuh,
       ucapan, pikiran Vajra-Nya Mantra ini, Intisari yang tertinggi
       dan yang paling dalam dari keluarga dari kebencian
       (dvesakulamantraparamasarahrdayam):
       VAJRADHRK
       Segera setelah itu diucapkan, sang Bhagavan, Diri-Nya Sendiri,
       perwujudan dari Vidya dari tubuh, ucapan, pikiran dari semua
       Tathagata, didalam keadaan yang tertinggi dari penyatuan dengan
       Maha Mudra dari Aksobhya, dengan warna hitam, putih, dan merah
       dari 'bentuk (rupa)', duduk di dalam tempat dari tubuh, ucapan,
       pikiran Vajra dari semua Tathagata.
       Kemudian sang Bhagavan memasuki Samadhi yang bernama "Kelahiran
       Vajra Dari Samaya Semua Tathagata
       (sarvatathagatasamayasambhavavajram nama samadhim)" dan
       memunculkan dari tubuh, ucapan, pikiran Vajra-Nya Mantra ini,
       Intisari yang tertinggi dan yang paling dalam dari keluarga dari
       angan-angan khayalan (mohakulaparamasarahrdayam) :
       JINAJIK
       Segera setelah itu diucapkan, sang Bhagavan, Diri-Nya Sendiri,
       perwujudan dari Vidya dari tubuh, ucapan, pikiran dari semua
       Tathagata, didalam keadaan yang tertinggi dari penyatuan dengan
       Maha Mudra dari Vairocana, dengan warna putih, hitam, dan merah
       dari 'bentuk (rupa)', duduk di sebelah timur dari tubuh, ucapan,
       pikiran Vajra dari semua Tathagata.
       Kemudian sang Bhagavan memasuki Samadhi yang bernama "Kemuliaan
       Vajra Dari Kelahiran Permata Dari Semua Tathagata
       (sarvatathagataratnasambhavavajrasriyam nama samadhim)" dan
       memunculkan dari tubuh, ucapan, pikiran Vajra-Nya Mantra ini,
       Intisari yang tertinggi dan yang paling dalam dari keluarga dari
       permata pengabul keinginan (cintamanikulaparamasarahrdayam) :
       RATNADHRK
       Segera setelah itu diucapkan, sang Bhagavan, Diri-Nya Sendiri,
       perwujudan dari Vidya dari tubuh, ucapan, pikiran dari semua
       Tathagata, didalam keadaan mengangkasa yang tertinggi dari
       penyatuan dengan Maha Mudra dari Ratnaketu, dengan warna kuning,
       hitam, dan putih dari 'bentuk (rupa)', duduk di sebelah selatan
       dari tubuh, ucapan, pikiran Vajra dari semua Tathagata.
       Kemudian sang Bhagavan memasuki Samadhi yang bernama "Kelahiran
       Vajra Dari Kegemaran Besar Dari Semua Tathagata
       (sarvatathagatamaharagasambhavavajram nama samadhim)" dan
       memunculkan dari tubuh, ucapan, pikiran Vajra-Nya Mantra ini,
       Intisari yang tertinggi dan yang paling dalam dari keluarga dari
       Kegemaran (ragakulaparamasarahrdayam) :
       AROLIK
       Segera setelah itu diucapkan, sang Bhagavan, Diri-Nya Sendiri,
       perwujudan dari Vidya dari tubuh, ucapan, pikiran dari semua
       Tathagata, didalam keadaan yang tertinggi dari penyatuan dengan
       Maha Mudra dari Lokesvara, sang Pemimpin Maha Vidya
       (lokesvaramahavidyadhipati), dengan warna merah, hitam, dan
       putih dari 'bentuk (rupa)', duduk di sebelah barat dari tubuh,
       ucapan, pikiran Vajra dari semua Tathagata.
       Kemudian sang Bhagavan memasuki Samadhi yang bernama "Kelahiran
       Vajra Dari Samaya Yang Tidak Bisa Gagal
       (sarvatathagatamoghasamayasambhavavajram nama samadhim)" dan
       memunculkan dari tubuh, ucapan, pikiran Vajra-Nya Mantra ini,
       Intisari yang tertinggi dan yang paling dalam dari keluarga dari
       Penangkap Samaya (samayakarsanakulaparamasarahrdayam) :
       PRAJNADHRK
       Segera setelah itu diucapkan, sang Bhagavan, Diri-Nya Sendiri,
       perwujudan dari Vidya dari tubuh, ucapan, pikiran dari semua
       Tathagata, didalam keadaan yang tertinggi dari penyatuan dengan
       Maha Mudra dari Amoghasiddhi, dengan warna hijau, hitam, dan
       putih dari 'bentuk (rupa)', duduk di sebelah utara dari tubuh,
       ucapan, pikiran Vajra dari semua Tathagata.
       Kebencian, Angan-angan khayalan, dan Kegemaran, Permata Pengabul
       Keinginan dan Samaya,   (dvesamohas tatha ragas cintamanisamayas
       tatha)
       Ini adalah Lima Keluarga, yang menyelesaikan hawa nafsu dan
       pembebasan.   (kula hy ete tu vai panca kamamoksaprasadhakah)
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/samantabhadra_1.gif
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/samantabhadra_1.gif.html
       Arya Samantabhadra
       [html]<iframe width="420" height="315"
       src="//www.youtube.com/embed/j4tdLk3roXo" frameborder="0"
       allowfullscreen></iframe>[/html]
       Aksobhya Vajra Tathagata Samaya Puja
       BAB II
       Bodhicittapatalo
       [/center]
       Kemudian semua Bhagavantah Tathagata memuja sang 'Bhagavantah
       Sarva Tathagata Vakcittadhipatih (Bhagavan Raja Tubuh Ucapan
       Pikiran Dari Semua Tathagata,
       (&#2309;&#2343;&#2367;&#2346;&#2340;&#2367; adhipatih = Raja,
       Pemimpin))', dan membungkuk dihadapan-Nya dengan berkata :
       Umumkan, Bhagavan, Intisari, Tubuh Ucapan Pikiran Yang
       Tertinggi,    (bhasasva bhagavan saram kayavakcittam uttamam)
       Rahasia Dari Semua Tathagata, Pikiran Pencerahan Yang Tiada
       Tanding.   (sarvatathagatam guhyam bodhicittam anuttaram)
       Kemudian sang Bhagavan Sarva Tathagata Vakcitta Vajra Tathagata
       memahami permintaan dari semua Tathagata, dan mengetahui
       pemikiran semua Bodhisattva, berkata kepada para Bodhisattva itu
       :
       Ciptakan pikiran didalam bentuk dari tubuh, tubuh didalam bentuk
       dari pikiran, dan pikiran sebagai ucapan dari pidato.
       (utpadayantu bhavantah cittam kayakarena kayam cittakarena
       cittam vakpravyahareneti)
       Kemudian semua Maha Bodhisattva itu menyatukan tubuh, ucapan,
       pikiran dari semua Tathagata didalam bentuk dari ruang angkasa,
       dan menyanyikan lagu pujian Udana ini :
       Ah Ajaib ! Tubuh, Ucapan, Pikiran Vajra Dari Samantabhadra,
       (ahe hi samantabhadrasya kayavakcittavajrinah)
       Seperti Yang Tiada Kemunculan, Kemunculan Ini Diumumkan !
       (anutpadaprayogena utpado'yam pragiyate)
       Kemudian sang Bhagavan Sarva Tathagata Vakcitta Vajra Tathagata
       memasuki Samadhi yang bernama "Jalan Vajra Dari Penerangan
       Sempurna Dari Semua Tathagata
       (sarvatathagatabhisambodhinayavajram nama samadhim)" dan
       menjelaskan keadaan 'Pencerahan dari pikiran (Bodhicitta)'
       seperti ini :
       'meditasi (bhavana)', meditasi adalah tentu saja bukan meditasi,
       
       demikian 'isi pokok zat (bhave)' itu menjadi yang tanpa zat,
       meditasi adalah yang tidak dapat dibayangkan.
       Begitulah yang dikatakan oleh sang Bhagavan Sarva Tathagata
       Vakcitta Vajra Tathagata.
       Kemudian sang Bhagavan Vairocana Tathagata memasuki Samadhi yang
       bernama "Wawasan Vajra Yang Jelas Dari Semua Tathagata
       (sarvatathagatabhisamayavajram nama samadhim)", dan menjelaskan
       keadaan 'Pencerahan dari pikiran' seperti ini:
       Ketiadaan Semua Zat, Bebas Dari Skandha,   (sarvabhavavigatam
       skandhadhatv-)
       Indera Dan Lingkungan Bidangnya, Pelaku Dan Objek Tujuan,
       (ayatanagrahyagrahakavarjitam)
       Pikiran Saya, Menjadi Satu Yang Bukan Kepribadian Dari Dharma,
       (dharmanairatmyasamataya svacittam)
       Selamanya Tidak Muncul Dan Memiliki Sifat Alami Dari Kekosongan
       (adyanutpannam sunyatasvabhavam)
       Begitulah yang dikatakan oleh sang Bhagavan Vairocana Vajra
       Tathagata.
       Kemudian sang Bhagavan Aksobhya Vajra Tathagata memasuki Samadhi
       yang bernama "Vajra Abadi Dari Semua Tathagata
       (sarvatathagataksayavajram nama samadhim)", dan menjelaskan
       keadaan 'Pencerahan dari pikiran' seperti ini (samapadyedam
       bodhicittam udajahara):
       Tiada Muncul, Adalah Zat Ini, Tiada dharma Dan Tiada Sifat Alami
       dharma,   (anutpanna ime bhava na dharma na ca dharmata)
       Tanpa Diri, Seperti Ruang Angkasa, Inilah Jalan Yang Pasti Pada
       Penerangan.    (akasam iva nairatmyam idam bodhinayam drdham)
       Begitulah yang dikatakan oleh sang Bhagavan Aksobhya Vajra
       Tathagata.
       Kemudian sang Bhagavan Ratna Ketu Vajra Tathagata memasuki
       Samadhi yang bernama "Vajra Tiada Diri Dari Semua Tathagata
       (sarvatathagatanairatmyavajram nama samadhim)", dan menjelaskan
       keadaan 'Pencerahan dari pikiran' seperti ini:
       Tanpa Zat Adalah Semua dharma,   (abhavah sarvadharma)
       Sama Sekali Tanpa Kualitas-Kualitas Hakiki,
       (dharmalaksanavarjitah)
       Lahir Dari Yang Tanpa Kepribadian Dari dharma,
       (dharmanairatmyasambhuta)
       Inilah Jalan Yang Pasti Pada Penerangan.  (idam bodhinayam
       drdham)
       Begitulah yang dikatakan oleh sang Bhagavan Ratna Ketu Vajra
       Tathagata.
       Kemudian sang Bhagavan Amitayus Vajra Tathagata memasuki Samadhi
       yang bernama "Lampu Vajra Dari Cahaya Dari Kebijaksanaan
       (jnanarcihpradipavajram nama samadhim)", dan menjelaskan keadaan
       'Pencerahan dari pikiran' seperti ini:
       Karena dharma Tidak Muncul,       (anutpannesu dharmesu)
       Tidak Ada Zat Dan Tidak Ada Meditasi,   (na bhavo na ca bhavana)
       Melalui Penyatuan Dengan Keadaan Dari Ruang Angkasa,
       (akasapadayogena)
       Dengan Demikian Itu Disebut "Zat".   (Iti bhava pragiyate)
       Begitulah yang dikatakan oleh sang Bhagavan Amitayus Vajra
       Tathagata.
       Kemudian sang Bhagavan Amogha Siddhi Vajra Tathagata memasuki
       Samadhi yang bernama "Vajra Yang Sangat Kuat Dari Semua
       Tathagata (sarvatathagatabhibhavanavajram nama samadhim)", dan
       menjelaskan keadaan 'Pencerahan dari pikiran' seperti ini:
       Oleh Sifat alami, bercahaya terang adalah dharma,
       (prakrtiprabhasvara dharma)
       Dari awalnya murni, seperti ruang angkasa,  (adisuddha
       nabhahsamah)
       Tiada Penerangan maupun tiada Wawasan,   (na bodhir
       nabhisamayam)
       Ini adalah jalan yang pasti dari Penerangan.  (idam bodhinayam
       drdham)
       Begitulah yang dikatakan oleh sang Bhagavan Amogha Siddhi Vajra
       Tathagata.
       Kemudian sang Maitreya Maha Bodhisattva dan seterusnya,
       mendengar bunyi suku kata yang adalah Intisari Pokok Dari dharma
       Dari Tubuh, Ucapan, Pikiran Rahasia Dari Semua Tathagata
       (sarvatathagatakayavakcittaguhyadharmatattvaksaram), terkena
       ketakjuban dan keheranan, dan menyanyikan lagu pujian Udana ini
       :
       Sangat hebat Buddha, sangat hebat Dharma, sangat hebat Ajaran
       dari Dharma !   (aho buddha aho dharma aho dharmasya desana)
       Murni didalam intisari pokok, termurnikan, Pikiran dari
       Pencerahan, terpujilah Anda !   (suddhatattvartha suddhartha
       bodhicitta namo'stu te)
       Lahir dari dharma tanpa diri, memenuhi Penerangan Buddha,
       (dharmanairatmyasambhuta buddhabodhiprapuraka)
       Terbebas dari pikiran dan objek tujuan pikiran, Pikiran dari
       Pencerahan, terpujilah Anda !   (nirvikalpa niralamba bodhicitta
       namo'stu te)
       Samantabhadra, yang baik dari semua, membangkitkan Pikiran dari
       Pencerahan,   (samantabhadra sarvartha bodhicittapravartaka)
       Perbuatan Pencerahan, Vajra Yang Besar, Pikiran dari Pencerahan,
       terpujilah Anda !     (bodhicarya mahavajra bodhicitta namo'stu
       te)
       Pikiran yang murni dari para Tathagata, Pemilik Tubuh, Ucapan,
       Pikiran Vajra,   (cittam tathagatam suddham
       kayavakcittavajradhrk)
       Panduan ke Pencerahan Buddha, Pikiran dari Pencerahan,
       terpujilah Anda !   (buddhabodhipraneta ca bodhicitta namo'stu
       te)
       
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/amoghasiddhi0.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/amoghasiddhi0.jpg.html
       Amogha Siddhi Vajra Tathagata
       [html]<iframe width="420" height="315"
       src="//www.youtube.com/embed/q5nuet7uRYA" frameborder="0"
       allowfullscreen></iframe>[/html]
       Om Tare Tuttare Ture Svaha
       BAB III
       Sarvatathagatacittamandalapatala
       [/center]
       Kemudian sang Bhagavan Sarva Tathagata Kayavakcitta Vajra
       Tathagata memasuki Samadhi yang bernama "Susunan Vajra Dari Awan
       Dari Kemunculan Dari Semua Tathagata
       (sarvatathagataspharanameghavajravyuham nama samadhim)", dan
       mengumumkan babak ini pada Samadhi yang bernama "Susunan Vajra
       (vajravyuham)" :
       OM SUNYATA JNANA VAJRA SVABHAVATMAKO'HAM
       Pada tengah pusat ruang angkasa, bayangkan dalam pikiran
       (visualisasi) Mandala dari para Buddha,  (akasadhatumadhyastham
       bhavayed buddhamandalam)
       Sebuah gumpalan besar dari awan dari sinar cahaya,
       (rasmimeghamahavyuham)
       warna cahaya dari para Buddha, (buddhajvalasamaprabham)
       Diliputi dengan lima sinar, yang bundar sempurna,
       (pancarasmisamakirnam samantat parimandalam)
       terisi dengan lima indera-nafsu keinginan, (pancakamagunakirnam)
       terhiasi dengan lima persembahan, (pancopaharamanditam)
       Setelah memvisualisasikan ini, gabungkan itu bersama-sama, dan
       melalui penyatuan yang tiada dua dengan keseluruhan
       visualisasikan gambar pada tengah pusat.(bhavayitva samasena
       bimbam madhye vibhavayet)
       Visualisasikan 'Simbol Besar dari Vairocana
       (vairocanamahamudram)' dengan 'sifat alami dari Tubuh, Ucapan,
       Pikiran (kayavakcittatalaksitam)',
       Kemudian visualisasikan 'Simbol Besar dari Tubuh, Ucapan,
       Pikiran Vajra (kayavakcittavajrasya mudram)' sebagai 'Simbol
       Tertinggi dari Aksobhya (aksobhyapravaram mudram)',
       Dan sebagai Simbol Besar dari Ratnaketu (ratnaketumahamudram),
       Cahaya dari Amitayus (amitayuhprabhakarim),
       Dan Simbol Besar dari Amoghasiddhi (amoghasiddhimahamudram),
       Visualisasikan sang Pemilik Tubuh, Ucapan, Pikiran Vajra,
       berwarna biru tua, kobaran nyala api besar (mahajvalam), yang
       membelokkan dan yang mengerikan,
       Vajra di tangan-Nya (vajrahastam); Warna dari bulan dan kristal,
       dengan rambut yang menggunduk dan mahkota, menyala terang,
       memegang Roda di tangan-Nya,
       Dihiasi dengan banyak perhiasan, berwarna keemasan seperti
       sungai jambunada,
       diselimuti dengan awan-awan dari para Buddha
       (buddhameghasamakulam),
       Di tangan-Nya bayangkan ada Vajra Besar Sembilan Ujung
       (navasulam mahavajram); Berwarna Permata Hijau, dihiasi dengan
       kobaran api Vajra,
       bayangkan permata di tangan-Nya dan awan-awan dari cahaya
       semuanya di sekeliling (haste ratnam vibhavitva jvalamegham
       samantatah);
       Visualisasikan Vajra Gairah yang berwarna Permata Merah, Raja
       dari Nafsu Keinginan Yang Membakar, Menyala dengan terang,
       teratai di tangan-Nya;
       Visualisasikan wujud dari Amoghavajra, bersinar dengan lima
       sinar, lembut, memegang pedang di tangan-Nya, didalam Mandala
       dari para Buddha.
       Kemudian Bhagavan Kayavakcittavajra Tathagata memasuki Samadhi
       yang bernama "Sifat Alami Vajra Dari dharmadhatu
       (dharmadhatusvabhavavajram nama samadhim)", dan mengucapkan
       'Mantra yang memberkati Tubuh Ucapan Pikiran
       (kayavakcittadhisthanamantram)' ini :
       OM DHARMA DHATU SVABHAVATMAKO'HAM
       Dengan cara yoga, terus-menerus menvisualisasikan dengan
       perhatian, permata besar dari lima warna (pancavarnam
       maharatnam), seukuran biji sesawi (sarsapa), pada ujung hidung;
       Ketika itu tetap kukuh, buat permata itu meluas, tapi jika itu
       goyah, jangan membuatnya meluas.
       Tuan dari kemunculan, buatlah itu menyebar keluar dengan
       awan-awan dari yang mulia, warna dari cahaya dari para Buddha,
       Dengan awan-awan besar dari para Bodhisattva yang sedang memikul
       lambang dari Roda, Vajra, Permata, Bunga Teratai, dan Pedang
       Mereka.
       Di tengah pusat ruang angkasa, gambar Mandala Bulan,
       (akasadhatumadhyastham candramandalam alikhet)
       Dan di tengah-tengah dari Mandala yang cerah itu, visualisasikan
       Mandala Roda; (svacchamandalamadhyastham bhavayet cakramandalam)
       Visualisasikan Mandala Bunga Teratai melalui meditasi bunga
       teratai; (padmamandalasamkasam bhavayet padmabhavanaih)
       Visualisasikan Mandala Permata dengan mengarahkan perhatian pada
       Permata; (ratnamandalasamkasam bhavayet ratnatatparah)
       Dan gambar di ruang angkasa 'Dia Yang Terlahir Dari Mandala Yoga
       (yogamandalasambhutam)';
       Ini adalah para Buddha yang tertinggi (pravara buddha), Mandala
       Yang Terlahir Dari Vajra Melalui Meditasi Pada Tubuh Ucapan
       Pikiran (kayavakcittabhavanaih mandala vajrasambhutah), mencapai
       Maha-Mengetahui-Semua (sarvajnakaralabhinah).
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Adibuddha-Samantabhadra-KH3.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Adibuddha-Samantabhadra-KH3.jpg.html
       Samantabhadra Adi Buddha
       [html]<iframe width="420" height="315"
       src="//www.youtube.com/embed/t4ydFXyU4Bk" frameborder="0"
       allowfullscreen></iframe>[/html]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/vajrapani18.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/vajrapani18.jpg.html
       Vajrapani Guhyakadipati
       BAB IV
       Sarvatathagatacittamandalapatala
       [/center]
       Kemudian semua para Bhagavantah Tathagata berkumpul bersama-sama
       kembali dan memohon dengan sangat kepada sang Bhagavantam
       Sarvatathagatakayavakcittavajradhipatim dengan Lagu Pujian
       Kerajaan (stotrarajenadhyesitavantah) ini:
       Perlihatkan sang Mandala Yang Suci, Yang Penuh Kedamaian Dari
       Semua Tathagata, Tempat Tinggal Dari Semua Tathagata, Yang Tanpa
       Diri Dari Semua dharma,
       Perlihatkan sang Mandala Yang Suci, Yang Lengkap Dengan Setiap
       Kualitas, Yang Bebas Dari Setiap Kesalahan, Tubuh Yang Sempurna
       Dari Samantabhadra.
       Perlihatkan sang Mandala Yang Suci, Yang Lahir Dari dharma Pada
       Kedamaian, Yang Memurnikan Latihan Kebijaksanaan, Ucapan Yang
       Sempurna Dari Samantabhadra.
       Perlihatkan Mandala itu, Pengendara Kereta Tempur, Pikiran Yang
       Melampaui Semua Mahkluk, Oleh Sifat Alami Murni Dan Tanpa
       Kesalahan, Pikiran Yang Sempurna Dari Samantabhadra.
       Kemudian Vajradhara sang Guru Tiga Dunia Tiga Alam (vajradharah
       sasta trilokas tu tridhatukah), Vajra Tertinggi Dari Tiga Dunia
       (trilokavaravajragram), Pengajar Yang Terutama Dari Tiga Dunia
       (trilokagranusasakah),
       Membicarakan Mandala Yang Menggembirakan, Tempat Tinggal Dari
       Semua Tathagata, Mandala Dari Pikiran Dari Semua Tathagata Di
       Dalam Bentuk Dari Mandala :
       Sekarang Saya akan mengumumkan Mandala Pikiran Yang Tertinggi,
       yang adalah sama seperti Vajra dari Pikiran, Mandala dari Tubuh
       Ucapan dan Pikiran. Dengan bermeditasi pada Tubuh, Ucapan, dan
       Pikiran, Orang Bijak harus mempersiapkannya dengan untaian
       benang baru yang cukup, yang membelit dengan baik dan dari
       panjang yang benar; Dua belas hasta, Dia harus membentuk Mandala
       Suci Dari Pikiran, empat sisi, empat sudut, dengan empat pintu
       gerbang; Didalamnya Dia harus menggambar lingkaran, yang bulat
       sempurna, kemudian tempatkan 'simbol (Mudra)' di dalamnya dengan
       perbuatan ritual yang ditentukan.
       Di dalam tengah pusat, Dia harus menggambar Vajra lima ujung,
       berwarna biru tua, menyala-membakar dengan terang, menakutkan
       untuk mengerikan itu sendiri;
       Didalam penjuru timur ada Roda yang besar (purvena ca
       mahacakram), dihiasi dengan api Vajra (vajrajvalavibhusitam);
       Di penjuru selatan, ada Permata Besar yang diselimuti didalam
       sinar cahaya; (daksinena maharatnam sphulingagahanakulam)
       Di penjuru barat, ada Bunga Teratai Besar Berwarna Permata
       Merah; (pascimena mahapadman padmaragasamaprabham)
       Di penjuru utara, ada Pedang Besar yang dipadati dengan sinar
       yang berapi-api; (uttarena mahakhadgam rasmijvalakulam likhet)
       Di sudut timur, Dia harus menggambar 'mata' yang berwarna awan
       di tengah pusat; (purvakona likhen netram
       meghamadhyasamaprabham)
       Di selatan, Vajra dari keluarga dari Mamaki;
       Di barat, Dia harus menggambar Bunga Teratai Yang Terbuka dengan
       batangnya;
       Dan di utara, Teratai Malam Yang Indah, sama seperti awan biru
       gelap;
       Di pintu gerbang timur, Dia harus menggambar Palu Yang Bersinar
       Dengan Kobaran Api;
       Di selatan, Dia harus menggambar Tongkat, terang oleh kobaran
       api seperti Vajra, dan seterusnya;
       Di barat, Dia harus menggambar Teratai, memancarkan kobara api
       tajam seperti pedang;
       Dan di utara, Dia harus menggambar Vajra dari Vajra Kundali.
       Setelah memahami dengan jelas 'Mandala yang suci dari Pikiran
       (mandalam cittam)' ini, Dia harus memberikan penyembahan secara
       sungguh-sungguh dengan tubuh, ucapan dan pikiran. Dalam meditasi
       itu, bayangkan dalam pikiran bahwa sedang membawa anak perempuan
       berusia 16 tahun yang memancarkan kecantikan, Dia harus menghias
       Mandala itu dengan wewangian dan bunga, dan didalam pusat itu
       cintai dia;
       Ketika Orang yang bijaksana itu telah menyucikan dia seperti
       Mamaki yang terikat dengan kebajikan, Dia harus memancarkan
       tempat kediaman Buddha yang penuh kedamaian terhias dengan alam
       dari ruang angkasa;
       Dia harus memberikan kepada para Dewata : tinja dan kencing,
       peju dan darah,  (vinmutrasukraraktadin devatanam nivedayet)
       karena didalam cara ini para Buddha dan para Bodhisattva yang
       sangat terkenal disenangkan. (evam tusyanti sambuddha
       bodhisattva mahayasah)
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Buddha_Vairocana_-_Google_Art_Project.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Buddha_Vairocana_-_Google_Art_Project.jpg.html
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/vajrapani14.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/vajrapani14.jpg.html
       BAB V
       Samantacaryagrapatala
       [/center]
       Kemudian Vajradhara, sang Raja, Tubuh, Ucapan dan Pikiran dari
       Semua Tathagata, Semua Yang Tertinggi (sarvagryo), Penguasa
       Tertinggi Atas Dunia (bhuvanesvarah), berbicara tentang sifat
       alami dari praktek itu dan makna sejati dari Dharma itu, yang
       terbaik dari semua praktek (sarvacaryagradharmartham):
       Keluarga dari gairah, kebencian, dan angan-angan khayalan
       (ragadvesamohakulah), di dalam keadaan bebas dari pikiran yang
       ganda (nirvikalparthasambhuta), mencapai Siddhi yang tertinggi,
       Jalan tertinggi yang tiada tanding (sadhayanti pravaram siddhim
       agrayanam anuttaram).
       Mereka yang dari kelahiran rendah atau yang melakukan pekerjaan
       yang keji, dan mereka yang pikirannya bertekad pada pembunuhan,
       berhasil di dalam Jalan Tertinggi ini (sidhyanty agrayane'smin),
       Mahayana yang tiada tanding (mahayane hi anuttare);
       Bahkan pelaku kejahatan besar, para mahluk yang telah melakukan
       kejahatan yang tidak dapat ditarik kembali, berhasil di dalam
       Jalan dari para Buddha ini, samudera yang luas dari Mahayana
       ini;
       Mereka yang menyalahkan guru mereka tidak pernah berhasil
       didalam Sadhana, tapi mereka yang menghancurkan kehidupan dan
       yang senang di dalam pembohongan, mereka yang mendambakan
       kekayaan dari orang lain dan yang melekat pada nafsu sensual,
       mereka yang makan tinja dan kencing, semua ini adalah layak
       untuk praktek itu. Sadhaka yang menginginkan ibu, kakak, dan
       adiknya mencapai seluruh Siddhi, sifat alami Dharma dari
       Mahayana yang tertinggi (mahayanagradharmatam); Memiliki Ibu
       Buddha (mataram buddhasya), Dia tidak tercemar, tapi Orang yang
       bijak itu, bebas dari pikiran ganda, mencapai sifat alami
       Buddha.
       Kemudian Sarvanivaranaviskhambhin Maha Bodhisattva dan
       seterusnya, dipenuhi dengan keingintahuan dan keheranan :
       Mengapa sang Bhagavan Tuan dari semua Tathagata mengucapkan
       kata-kata seperti itu yang tidak seharusnya diucapkan di
       tengah-tengah perkumpulan majelis dari semua Tathagata ?
       Kemudian semua Tathagata, mendengar kata-kata dari para Maha
       Bodhisattva yang dipimpin oleh Sarvanivaranaviskhambhin, berkata
       kepada para Bodhisattva itu :
       Jangan berkata begitu, Putra keluarga (Kulaputra) !
       Ini adalah sifat alami dharma dari para Buddha yang mewujudkan
       intisari dari kebijaksanaan, (iyam sa dharmata suddha buddhanam
       sarajnaninam)
       Lahir dari intisari dharma, ini adalah keadaan dari praktek
       Pencerahan. (saradharmarthasambhuta esa bodhicaripadam) [yang
       melampaui 'kamadhatu (alam nafsu)' dan menuju ke nirvana]
       Pada saat ini, para Bodhisattva, yang sebanyak bintik debu
       didalam gunung Sumeru dari Buddha-ksetra sepenuhnya diluar
       pernyataan, merasa takut dan jatuh lemah dengan ketakutan.
       Kemudian semua Bhagavantah Tathagata, melihat para Bodhisattva
       itu berada didalam keadaan jatuh pingsan, berkata kepada sang
       Penguasa Tubuh Ucapan Pikiran Dari Semua Tathagata :
       Bangunkanlah, Bhagavan, para Maha Bodhisattva itu. (utthapayatu
       bhagavan etan mahabodhisattvan)
       Kemudian sang Bhagavan Sarvatathagatakayavakcittavajra Tathagata
       memasuki Samadhi yang bernama "Vajra Dari Kesamaan Yang Tidak
       Terbagi Dengan Ruang Angkasa (akasa-samatadvayavajram nama
       samadhim)," dan segera setelah Dia telah memasukinya, para Maha
       Bodhisattva itu disentuh oleh Sinar Cahaya dari Tubuh, Ucapan,
       dan Pikiran Vajra dari semua Tathagata, dan kembali seketika itu
       juga ke tempat-tempat Mereka.
       Kemudian semua Tathagata itu, dipenuhi dengan keingin-tahuan dan
       kekaguman dan dibanjiri dengan kegembiraan, menyanyikan lagu
       Dharma ini (atha te sarvatathagata ascaryaprapta adbhutapraptah
       prityodvelaprapta evam dharmaghosam akarsuh) :
       Sangat Hebat Dharma, Sangat Hebat Dharma, Sangat Hebat Kelahiran
       Dari Arti Dharma ! (aho dharma aho dharma aho
       dharmarthasambhava)
       Arti Yang Murni Dari Dharma, Ketiadaan Diri, Menyembah Hormat
       Kepada Raja Vajra ! (dharmasuddhartha nairatmya vajraraja namo
       namah)
       Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Yang Murni, (kayavakcittasamsuddha)
       Tinggal Berdiam Pada Kesamaan Dengan Ruang Angkasa,
       (akasasamatalaya)
       Yang Abadi, Yang Tidak Menjelma, Menyembah Hormat Kepada Tubuh
       Vajra ! (nirvikara nirabhasa vajrakaya namo namah)
       Pikiran Yang Tertinggi Dari Para Tathagata, Yang Timbul Dari
       Jalan Tiga Kali Lipat, (citta tathagata srestha
       tryadhvapathavartina)
       Alam Dari Ruang Angkasa Yang Luas (dhatubhuta mahakasa),
       Menyembah Hormat Kepada Jalan Dari Ruang Angkasa ! (akasapatha
       namo namah)
       Lahir Dari Tubuh Dari Ruang Angkasa, Tinggal Berdiam Didalam
       Jalan Dari Ruang Angkasa ! (akasakayasambhuta akasapathavartaka)
       Pikiran Dari Ruang Angkasa, Dharma Yang Tertinggi, Landasan Dari
       Praktek, Hormat Kepada Anda ! (akasacitta dharmagra caryapada
       namo stu'te)
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/ADI%20VAJRADHARA.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/ADI%20VAJRADHARA.jpg.html
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/vajrapani05.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/vajrapani05.jpg.html
       BAB VI
       Kayavakcittadhisthanapatalah
       [/center]
       Kemudian Aksobhya Vajra Tathagata memasuki Samadhi yang bernama
       "Vajra Rahasia Dari Tubuh Ucapan Dan Pikiran Dari Semua
       Tathagata (sarvatathagatakayavakcittaguhyavajram nama
       samadhim)", dan mengucapkan Mantra Pemberkatan Pikiran
       (cittadhisthanamantram) ini :
       OM SARVA TATHAGATA CITTA VAJRA SVABHAVATMAKO'HAM
       Kemudian Bhagavan  Vairocana Vajra Tathagata memasuki Samadhi
       yang bernama "Vajra Keadaan Yang Sempurna Tak Bernoda
       (virajapadavajram nama samadhim)", dan mengucapkan Mantra
       Pemberkatan Tubuh (kayadhisthanamantram) ini :
       OM SARVA TATHAGATA KAYA VAJRA SVABHAVATMAKO'HAM
       Kemudian Bhagavan Amitayus Vajra Tathagata memasuki Samadhi yang
       bernama "Vajra Kesamaan Yang Tidak Dipisah (samatadvayavajram
       nama samadhim)", dan mengucapkan Mantra Pemberkatan Ucapan
       (vagadhisthanamantram) ini :
       OM SARVA TATHAGATA VAGVAJRA SVABHAVATMAKO'HAM
       Ciptakan Tempat Tinggal, Tiga Vajra (trivajram), Meditasi Pada
       Tempat Tinggal itu, Rahasia Dari Para Tathagata (tathagatah
       guhyam), Ditandai Dengan Tanda-Tanda Dari Mantra Tertinggi Ini
       (mantralaksanalaksitam).
       Kemudian Bhagavan Ratnaketu Tathagata memasuki Samadhi yang
       bernama "Vajra Lampu Kebijaksanaan (jnanapradipavajram nama
       samadhim)", dan mengucapkan Mantra ini :
       OM SARVA TATHAGATANURAGANAVAJRA SVABHAVATMAKO'HAM
       Kemudian Bhagavan Amogha Siddhi Vajra Tathagata memasuki Samadhi
       yang bernama "Vajra Yang Tidak Habis-Habisnya (amoghavajram nama
       samadhim)", dan mengucapkan Mantra Pemberkatan Ucapan
       (vagadhisthanamantram) ini :
       OM SARVA TATHAGATA PUJA VAJRA SVABHAVATMAKO'HAM
       Selalu menyembah para Buddha dengan lima indera nafsu keinginan,
       Dengan lima persembahan ini, Sifat Alami Buddha (buddhatvam)
       segera tercapai.
       Demikian dikatakan oleh sang Bhagavan Sarva Tathagata
       Kayavakcitta Vajradhipatih Vajradhara.
       Kemudian sang Bhagavan Sarva Tathagata Kayavakcitta
       Vajradhipatih Vajradhara mengumumkan Mantra Rahasia Dari Semua
       Tathagata (sarvatathagatamantrarahasyam) :
       Dibangkitkan oleh Tubuh , Ucapan dan Pikiran diarahkan pada
       Mantra itu, mencapai Siddhi yang tertinggi, kesenangan dan
       kepuasan dari hati; Lakukan meditasi pada pikiran, ucapan dan
       tubuh sebagai yang tanpa diri, dan mencapai penyatuan dari tiga,
       keadaan dari kesamaan dengan ruang angkasa; tidak ada zat dapat
       dilihat di dalam merenungkan tubuh, ucapan dan pikiran, tidak
       ada meditasi dan tidak ada pencerahan Bodhi melalui cara
       perwujudan dari Mantra. Setelah memahami kualitas dari tubuh,
       ucapan dan pikiran didalam keserentakan, lakukan meditasi pada
       penyatuan dengan pencerahan Bodhi, Samadhi Perenungan Mantra.
       Kemudian Vajradhara yang mulia, yang disembah oleh semua
       Tathagata, yang terutama diantara semua Buddha yang maha
       mengetahui semua, berbicara pada meditasi yang tertinggi :
       Visualisasikan Mandala Bulan di tengah pusat dari ruang angkasa
       (akasadhatumadhyastham bhavayec candramandalam), dan
       visualisasikan bentuk-bentuk dari para Buddha memulai 'yoga yang
       halus (suksmayogam)'.
       Bayangkan dalam pikiran: sebuah biji sesawi pada ujung hidung,
       dan di dalam biji sesawi itu, alam semesta dari para mahluk yang
       bergerak dan yang tidak bergerak, tempat tinggal dari
       kebijaksanaan, penuh kesenangan, rahasia, diciptakan oleh
       kebijaksanaan.
       Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan dalam pikiran:
       'Mandala Matahari (suryamandalam)', dan letakkan huruf 'HUM'
       diatasnya, tempat tinggal dari bentuk sang Buddha.
       Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan dalam pikiran:
       Mandala Bulan, dan visualisasikan Vajra dan Bunga Teratai
       didalam praktek dari Locana.
       Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan dalam pikiran:
       'Mandala Permata (ratnamandalam)', dan pada itu, lakukan secara
       penuh perhatian visualisasikan yoga utama (adiyogam).
       Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan dalam pikiran:
       'Mandala Cahaya (rasmimandalam)', dan pancarkan tempat tinggal
       Buddha yang penuh kedamaian.
       Visualisasikan tiap-tiap dengan rombongan penggiring mereka yang
       khusus.
       Pada ujung hidung, lakukan secara penuh perhatian visualisasikan
       Vajra Lima Ujung, berwarna daun bunga teratai biru, seukuran
       biji padi.
       Berjuang keras untuk Pencerahan Bodhi, bayangkan dalam pikiran:
       pada ujung ada Bunga Teratai Delapan Kelopak Daun yang bertanda
       baik, memiliki benang sarinya, berukuran buncis.
       Visualisasikan disana ada Roda dan simbol-simbol khusus yang
       lainnya, dan mencapai keadaan yang penuh kesenangan dari
       pencerahan Bodhi dimana kualitas-kualitas dari semua Siddhi
       tinggal berdiam.
       Pancarkan disana dalam keserentakan para Buddha yang tinggal
       berdiam di dalam pencerahan Bodhi, dan memancarkan Tempat
       Tinggal Dharma yang sifat alaminya adalah Tubuh, Ucapan, dan
       Pikiran.
       Kemudian Vajradhara yang mulia (atha vajradharah sriman), sang
       Guru dari semua kebenaran (sarvatattvarthadesakah), berbicara
       tentang rahasia yang tertinggi, yang terbaik dan yang termurni
       dari semua praktek (sarvacaryagrasamsuddham bhasate guhyam
       uttamam) :
       Orang yang bijaksana harus bermeditasi dengan bentuk-Rupa,
       suara, dan rasa selama enam bulan, secara sepenuhnya
       mempersembahkan pemujaan yang tertinggi dari intisari rahasia;
       Dia yang menginginkan buah dari Siddhi harus membuat tinja dan
       kencing makanannya, dan dia akan mencapai kebenaran yang tiada
       tanding (siddhyate'nuttaram), pencerahan Buddha yang sempurna
       tanpa noda (buddhabodhim anavilam); Dia harus makan daging
       dengan membayangkannya seolah-olah sebagai daging manusia, dan
       dia akan mencapai semua Siddhi dari Tubuh, Ucapan, Pikiran
       Rahasia; Dia harus makan daging dari gajah, kuda, anjing, dan
       sapi sebagai makanannya, tapi dia harus tidak makan makanan yang
       lain, dan dia akan merasa sayang kepada para Buddha dan para
       Bodhisattva yang bijaksana; Melalui praktek ini dia akan secara
       cepat mencapai sifat alami Buddha, di dalam dunia ini dia akan
       menjadi Penguasa dari alam nafsu (kamadhatvisvaro) dan melakukan
       pekerjaan dari pangkat tinggi, dia akan menjadi sangat hebat,
       berkuasa, dimuliakan, berseri-seri, enak dilihat; Tanpa ritual
       dari kebangkitan, dengan melihat seorang diri, dia menaklukkan
       seluruh dunia ini. Ini adalah pencerahan Bodhi yang tertinggi,
       rahasia dari semua Buddha, ini adalah rahasia yang sesungguhnya
       dari Mantra, melampaui Tubuh, Ucapan, Pikiran.
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/233px-_6.gif
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/233px-_6.gif.html
       BAB VII
       Mantracaryagrapatala
       [/center]
       Kemudian Bhagavan Sarvatathagatakayavakcittavajradhipati
       mengumumkan pada babak ini Pencerahan Sempurna melalui praktek
       Mantra, intisari dari Maha Samaya
       (mahasamayatattvamantracaryagrasambodhipatalam) :
       Memberikan diri anda sendiri sampai pada kenikmatan dari semua
       nafsu keinginan pada kepuasan, menyatu dengan dewata anda
       sendiri, sembahlah diri dan yang lain. Keberhasilan tidak
       dicapai dengan mengikuti sumpah pertapa dan praktek ekstrim,
       tapi melalui kenikmatan dari semua nafsu keinginan, itu segera
       tercapai. Jangan berkata untuk meminta makanan atau menjadi
       melekat pada meminta, tapi sebagai gantinya baca Mantra lengkap
       di semua bagian dan nikmati semua keinginan anda. Setelah
       mencapai kesejahteraan dalam tubuh, ucapan, dan pikiran, Anda
       akan mencapai Pencerahan Bodhi, jika sebaliknya anda pasti akan
       menderita didalam neraka setelah kematian yang sebelum waktunya.
       Para Buddha dan para Bodhisattva, mengikuti praktek Mantra yang
       unggul, telah mencapai Dharma Tertinggi Yang Tidak Berubah
       melalui menikmati semua keinginan. Dia yang bernafsu yang
       mencari Kebijaksanaan harus selalui menikmati lima  keinginan
       indera, menyenangkan para Bodhisattva dan menyenangkan Matahari
       dari Pencerahan Bodhi (bodhisaurinan)
       Dengan mengetahui 'bentuk (rupam)' sebagai tiga kali lipat
       (trividham), memuja, susunan dari pemujaan : bahwa diri sendiri
       adalah sang Bhagavan, sang Semua, sang Buddha, Vairocana, sang
       Sumber Asal (sa eva bhagavan visvo buddho vairocanalayah);
       Dengan mengetahui 'suara (sabdam)' sebagai tiga kali lipat,
       persembahkan itu kepada para devata : bahwa diri sendiri adalah
       sang Bhagavan, sang Semua, sang Buddha, Ratnakara, sang Penguasa
       Tertinggi (sa eva bhagavan visbo buddharatnakarah prabhu);
       Dengan mengetahui 'bau (gandham)' sebagai tiga kali lipat,
       persembahkan itu kepada para Buddha : bahwa diri sendiri adalah
       sang Bhagavan, sang Semua, Ragadharmadharah (Membawa Dharma dari
       Nafsu), sang Penguasa Tertinggi (prabhu);
       Dengan mengetahui 'rasa (rasam)' sebagai tiga kali lipat,
       persembahkan itu kepada para devata (devatanam nivadayet) :
       bahwa diri sendiri adalah sang Bhagavan, sang Semua, sang
       Amoghavajravan (Amogha yang memegang Vajra);
       Dengan mengetahui 'sentuhan (sparsam)' sebagai tiga kali lipat,
       persembahkan itu kepada keluarga anda (svakulasya nivadayet) :
       bahwa diri sendiri adalah sang Bhagavan, sang Vajri
       Aksobhyakaralabhinah (Pemilik Vajra Di Dalam Sifat Alami Dari
       Aksobhya);
       Selalu mengarahkan pikiran kepada bentuk, suara, rasa dan objek
       indera lainnya, karena mereka adalah intisari rahasia dari semua
       Buddha berkumpul bersama-sama.
       Dengan bentuk, suara dan seterusnya (rupasabdadibhir), orang
       yang berlatih Mantra harius selalu menvisualisasikan para devata
       (mantri devatam bhavayet sada),
       Atau dia harus menvisualisasi disana dengan meditasi pada
       keluarga yang berbeda (athava bhavayet tatra
       kulabhedavibhavanaih).
       Penyerapan di dalam pemusatan ingatan pada Buddha
       (buddhanusmrtisamyogad), melakukan meditasi pada pemusatan
       ingatan pada Dharma (dharmanusmrtibhavana), melakukan meditasi
       pada pemusatan ingatan pada Vajra (vajranusmrtibhavana), -- ini
       adalah meditasi pada tubuh, ucapan dan pikiran (bhavana
       kayavakcittam); Penyerapan di dalam pemusatan ingatan pada
       Keluarga (kulanusmrtisamyogad), melakukan meditasi pada
       pemusatan ingatan pada Yang Penuh Murka (krodhanusmrtibhavana);
       Penyerapan di dalam pemusatan ingatan pada Devata
       (devatanusmrtisamyogad), melakukan meditasi pada demikian orang
       mencapai Pencerahan (bhavayan bodhim apnuyat); Bermeditasi pada
       sedang membawa anak perempuan berusia 16 tahun yang memancarkan
       kecantikan, di dalam kesunyian memulai menyembah dengan tiga
       landasan dari pemberkatan (adhisthanapadais tribhih); Melakukan
       meditasi pada Locana dan seterusnya, Istri Besar dari Tathagata
       (tathagatamahabharyam locanadin vibhavayet), kemudian melalui
       penyatuan dua organ mencapai Siddhi Buddha (dvayendriyasamapatya
       buddhasiddhim avapnuyat); Visualisasikan huruf 'HUM' , 'OM' ,
       'AH' , dan 'PHAT', dan bayangkan Vajra dan Bunga Teratai
       dipenuhi dengan Lima Sinar Cahaya; Bayangkan dalam pikiran
       kegemerlapan gadis itu yang seperti cahaya bulan, memikat hati;
       Rindu pada Pencerahan, bermeditasi pada pemusatan ingatan pada
       Buddha dan seterusnya.
       Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada Buddha (tatra
       katham buddhanusmrtibhavana)? Menempatkan Linga didalam Bhaga
       Orang Bijaksana harus menvisualisasikan bentuk wujud Buddha
       (bhage lingam pratisthapya buddhabimbam vibhavayet), dan
       memancarkan awan-awan para Buddha dari pori-porinya
       (romakupagravivare buddhameghan sphared budha).
       Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada Dharma (tatra
       katham dharmanusmrtibhavana)? Menempatkan Linga didalam Bhaga
       Orang Bijaksana harus menvisualisasikan Vajradharma (bhage
       lingam pratisthapya vajradharmam vibhavayet), dan memancarkan
       awan-awan Dharma dari pori-porinya (romakupagravivare
       dharmameghan sphared budha).
       Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada Vajra (tatra katham
       vajranusmrtibhavana)? Menempatkan Linga didalam Bhaga Orang
       Bijaksana harus menvisualisasikan Vajrasattva (bhage lingam
       pratisthapya vajrasattvam vibhavayet), dan memancarkan awan-awan
       Vajra dari pori-porinya (romakupagravivare vajrameghan sphared
       budha).
       Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada 'Kula (keluarga)'
       (tatra katham kulanusmrtibhavana)? Menempatkan Linga didalam
       Bhaga Orang Bijaksana harus menvisualisasikan bentuk wujud
       Buddha (bhage lingam pratisthapya buddhabimbam vibhavayet), dan
       memancarkan awan-awan Keluarganya dari pori-porinya
       (romakupagravivare kulameghan sphared budha).
       Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada 'Krodha (Yang Penuh
       Murka)' (tatra katham krodhanusmrtibhavana)? Menempatkan Linga
       didalam Bhaga Orang Bijaksana harus menvisualisasikan sang
       Penguasa Penuh Murka (bhage lingam pratisthapya krodhesvaram
       vibhavayet), dan memancarkan awan-awan Dia Yang Penuh Murka dari
       pori-porinya (romakupagravivare krodhameghan sphared budha).
       Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada Samaya (tatra
       katham samayanusmrtibhavana)? Dengan Vajra-Nya bergabung dengan
       Bunga Teratai, menyatukan dua organ (svavajram padmasamyuktam
       dvayendriyaprayogatah), dia harus menyembah para Buddha dan para
       Vajrasattva dengan tetesan dari benihnya (svaretobhindubhir
       buddhan vajrasattvams ca pujayet).
       Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada Mandala (tatra
       katham mandalanusmrtibhavana)? Menyatukan dua organ, yogin yang
       terampil harus selalu memancarkan benihnya, sang Mandala didalam
       bentuk dari Mandala (dvayendriyasamapatya svaretas tu vicaksanah
       niscarayet sada yogi mandalan mandalakaran).
       Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada Tubuh (tatra katham
       kayanusmrtibhavana)? Bahwa Tubuh dari semua Buddha terisi dengan
       lima skandha, - semoga punya saya juga menjadi demikian melalui
       sifat alami dari Tubuh Buddha (buddhakayasvabhavena mamapi
       tadrsam bhavet).
       Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada Ucapan (tatra
       katham vaganusmrtibhavana)? Bahwa Ucapan dari Vajradharma, pasti
       dan sempurna, - semoga punya saya juga menjadi demikian, seperti
       sang Pemegang Dharma (yad eva vajradharmasya vaca niruktisampada
       mamapi tadrsi vaca bhaved dharmadharopama).
       Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada Pikiran (tatra
       katham cittanusmrtibhavana)? Bahwa Pikiran dari Samantabhadra,
       sang Penguasa Bijaksana Dari Rahasia, - semoga pikiran saya juga
       menjadi demikian, seperti sang Pemegang Vajra (yac cittam
       samantabhadrasya guhyakendrasya dhimatah mamapi tadrsam cittam
       bhaved vajradharopamam).
       Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada Mahkluk (tatra
       katham sattvanusmrtibhavana)? Bahwa Pikiran dari Semua Mahkluk,
       didalam bentuk dari tubuh, ucapan, pikiran, - semoga pikiran
       saya juga menjadi demikian, sama seperti Ruang Angkasa (yac
       cittam sarvasattvanam kayavakcittalaksitam mamapi tadrsam cittam
       akasasamasarinam).
       Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada Tubuh, Ucapan. dan
       Pikiran dari perwujudan dari semua Mantra (tatra katham
       sarvamantramurtikayavakcittanusmrtibhavana)? Bahwa Tubuh dari
       Mantra Vajra, visualisasi pada Tubuh dengan Ucapan, - semoga
       punya saya juga menjadi demikian, sama seperti sang Pemegang
       Mantra (yat kayam mantravajrasya vaca kayavibhavanam mamapi
       tadrsam nityam bhaven mantradharopamam).
       Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada Samaya (tatra
       katham samayanusmrtibhavana)? Dia menginginkan hasil harus
       meminum peju yang dihasilkan dari penyatuan suci dan membunuh
       rombongan para Tathagata, dan dia akan mencapai Siddhi yang
       tertinggi (samayat ksared retam vidhina pibet phalakanksaya
       narayet tathagatam vyuham sutaram siddhim apnuyat).
       Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada Samaya dari
       kebijaksanaan yang melampaui (tatra katham
       prajnaparamitasamayanusmrtibhavana)? Semua hal adalah secara
       alami bercahaya, tidak muncul, dan bebas dari kesedihan, tidak
       ada Pencerahan maupun tidak ada wawasan, tidak ada landasan
       maupun kelahiran (praktiprabhasvarah sarve anutpanna nirasravah
       na bodhir nabhisamayo na dhatur na ca sambhavah).
       Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada Tiada Kemunculan
       (tatra katham anutpadanusmrtibhavana)? Semua adalah secara alami
       bercahaya, tiada tanda, dan tidak berubah, tidak ganda maupun
       tidak tiada ganda, penuh kedamaian dan murni seperti ruang
       angkasa (prakrtiprabhasvaram sarvam nirnimittam niraksaram na
       dvayam nadvayam santam khasadrsam sunirmalam).
       Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada penyembahan dari
       keluarga dari kebencian dan seterusnya (tatra katham
       dvesakuladipujanusmrtibhavana)? Membawa gadis berusia 12 tahun
       yang pikirannya tenang, membedakan praktek dari keluarganya, dia
       harus menyembah dengan benihnya. (dvadasabdikam prapya yositam
       sthiracetasam kulayogaprabhedena svasukrena prapujayet).
       Dengan cara ini, Tubuh dari Tathagata, pikiran dari Pemegang
       Vajra dan ucapan dari Pemegang Dharma dicapai di dalam seluruh
       hidup ini;
       Dengan menyanyikan pujian dari Mantra dan bermeditasi pada tiga
       Vajra yang tidak bisa dihancurkan, Siddhi dari tubuh, ucapan dan
       pikiran dan semua Siddhi yang lainnya yang lebih rendah menjadi
       tercapai.
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Buddha_Vairocana_-_Google_Art_Project.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Buddha_Vairocana_-_Google_Art_Project.jpg.html
       BAB VIII
       Vinmutrasamayapatala
       [/center]
       Kemudian Bhagavan Ratnaketu Tathagata memohon dengan sangat pada
       Bhagavan Sarvatathagatakayavakcittadhipatim Maha Vajradhara,
       sang Penguasa Tertinggi (Paramesvaram), dengan lagu pujian
       kerajaan ini :
       Vajrasattva, Mahayana, memurnikan praktek dari ruang angkasa,
       praktek yang tertinggi dari Samantabhadra, perlihatkan pemujaan
       itu, Jina yang tertinggi ! (vajrasattva mahayana
       akasacaryavisodhaka samantabhadracaryagra desa pujam
       jinottaman)!
       Guru dari jalan Vajra, hawa nafsu, kebencian, dan angan-angan
       khayalan, yang tertinggi didalam kesamaan pada ruang angkasa,
       perlihatkan pemujaan itu, Asal dari Jina ! (ragadvesamahamoha
       vajrayanapradesaka akasadhatukalpagra ghosa pujam jinalaya)!
       Pembimbing jalur pembebasan, tinggal berdiam di dalam jalan tiga
       kali lipat, murni dengan kebahagiaan dari para Buddha,
       perlihatkan pemujaan itu, Laki-Laki Tertinggi !
       (moksamargapranetara triyanapathavartaka
       buddhasaubhagyasuddhatma bhasa pujam narottama)!
       Pikiran dari Pencerahan, mata terbuka, memutar roda Dharma,
       murni di dalam tubuh, ucapan, dan pikiran, penghormatan kepada
       Anda, Vajrayana ! (bodhicittavisalaksa dharmacakrapravartaka
       kayavakcittasamsuddha vajrayana namo'stu te)!
       Kemudian Vajradhara sang Raja, Ruang angkasa kosong yang tidak
       berubah yang tidak terbatas, penyucian semesta, Tujuan dari
       semua, Penguasa dari semua, Pemegang Vajra dan Permata,
       berbicara tentang pemujaan yang tertinggi dari para Tathagata,
       berdasarkan pada tiga Vajra yang tidak bisa dihancurkan,
       kebahagiaan dari tubuh, ucapan dan pikiran, tempat kelahiran
       dari para Jina (atha vajradharo raja sarvakasamahaksarah
       sarvabhisekasarvarthah sarveso sarvaratnadhrk pujam tathagatim
       srestham trivajrabhedyasamsthitam kayavakcittasaubhagyam bhasate
       jinasambhavam) :
       Membawa gadis berusia 25 tahun, mata terbuka, terhiasi dengan
       kemudaan dan kecantikan, juga visualisasikan binatang-binatang.
       Di dalam tempat yang bersih dan sunyi, kuil yang penuh
       kedamaian, anak dari para Jina harus selalu menyiapkan salep
       dari tinja, kencing, air dan seterusnya untuk pemujaan dari para
       Jina; Mengetahui ritual itu, dia harus menempatkan kelima
       keluarga, anak-anak dari para Jina, di dahi, tenggorokan,
       hati-dada, pusar dan kelamin.
       Orang yang bijaksana itu, pemilik kedamaian Vajra, harus
       menvisualisasikan samudera dari kebijaksanaan pada tengah pusat
       ruang angkasa, dan bayangkan dalam pikiran dirinya sendiri
       berada pada tengah pusat dari bulan;
       Dia harus menvisualisasikan kuil yang dibuat dari empat permata,
       karangan bunga dengan sinar cahaya, seperti tempat tinggal dari
       samudera kebijaksanaan dari tiga masa waktu;
       Dia harus memancarkan awan-awan pemujaan dari pori-porinya, dan,
       jika dia ingin, kumpulkan itu bersama-sama kedalam hatinya.
       Memahami lima jenis dari 'bunga teratai pagi (padma)' dan 'bunga
       teratai malam (utpala)', dan tiga jenis dari bunga melati, orang
       yang terampil itu harus mempersembahkannya kepada para dewa;
       Bayangkan dalam pikiran bunga karnikara, malika, dan melati
       yuthika, dan karavirasya. Dia harus mempersembahkan pemujaan.
       Menvisualisasikan Mandala Roda yang membentang seratus yojana,
       orang yang terampil harus menempatkan keluarga didalam itu; Di
       dalam cara yang sama, orang yang bijaksana harus
       menvisualisasikan Mandala dari Padma, Vajra, Pedang, dan Utpala,
       membentang jutaan yojana, empat sisi, sangat indah; Orang yang
       bijaksana harus menvisualisasikan kuil yang terbuat dari empat
       permata, terang dan sempurna tanpa cacat di dalam sifat
       alaminya, sebagai tempat tinggal dari keluarga, untuk pemujaan
       mereka. Dia harus memulai samudera dari pemujaan dengan lima
       nafsu keinginan, mendambakan Pencerahan Bodhi dia harus
       terus-menerus mempersembahkan permata, pakaian, dan seterusnya
       dan selalu menggembirakan melalui pemujaan besar ini dengan lima
       persembahan. Untuk mencapai Siddhi yang tertinggi dia harus
       mempersembahkan kepada semua Buddha gadis yang seperti tambang
       permata, terhiasi dengan banyak permata; Mengisi Mandala dengan
       tujuh permata, dia yang terampil dan bijaksana, menginginkan
       Siddhi dari kemurahan hati, harus mempersembahkannya setiap
       hari. Menyatu dengan simbol Mudra dari Adhipati di tengah pusat
       dari Buddha-mandala, dia harus mempersembahkan penyatuan dari
       sentuhan pada para Buddha yang memiliki pikirannya menginginkan.
       Pada tengah pusat dari ruang angkasa dia harus menvisualisasikan
       susunan Mandala, tubuh miliknya sendiri tersusun dari para
       Tathagata, dan menyembah sang Guru dengan tinja dan kencing.
       Membawa gadis yang bernasib baik, berwajah cantik dan sangat
       indah, bermeditasi pada landasan dari pemberkatan dia harus
       mempersembahkan pemujaan dari intisari, dan mengambil peju dia
       harus makan, mata terbuka, dengan pikiran tenang; Ini adalah
       pemujaan dari tubuh, ucapan, dan pikiran dari semua Mantra, itu
       disebut pencapai Mantra-Siddhi, rahasia dari mereka yang
       menguasai kebijaksanaan Vajra.
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/vajrapani_3in1_1.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/vajrapani_3in1_1.jpg.html
       BAB IX
       Paramarthasuddhatattvarthasamayopatala
       [/center]
       Kemudian Vajradhara, sang Raja, Ruang Angkasa Yang Tidak
       Terbatas Yang Tidak Berubah, Penyucian Semesta, Praktek
       Tertinggi, Penguasa Tertinggi, Tujuan dari semua, berbicara
       tentang Mandala dari tiga Vajra yang tidak dapat dihancurkan,
       tubuh kebahagiaan (sambhoga) dari tubuh, ucapan, dan pikiran,
       rahasia tertinggi yang sangat menyenangkan dari mereka yang
       menguasai kebijaksanaan Buddha :
       Pada tengah pusat ruang angkasa visualisasikan Mandala dari para
       Buddha, dan rubah bentuk itu menjadi Aksobhya Vajra; Bayangkan
       dalam pikiran di dalam tangan-Nya sebuah Vajra, menyala dengan
       percikan berapi-api dan terisi dengan lima sinar cahaya.
       Visualisasikan para Buddha dari tiga masa waktu, hancurkan
       Mereka dengan Vajra, dan renungkan tubuh kebahagiaan (sambhoga)
       dari tubuh, ucapan, dan pikiran dihancurkan dan diremukkan oleh
       Vajra, meditasi tertinggi ini yang mencapai Siddhi dari pikiran.
       Dengan Vajra rahasia ini menghancurkan semua mahluk, dan mereka
       akan dilahirkan sebagai anak dari Jina di dalam Buddha-ksetra
       dari Aksobhya. Ini harus diketahui sebagai hukum suci yang
       sebenarnya dari keluarga kebencian di dalam samudera dari semua
       keluarga (dvesakulatattvasamayo'yam jneyah sarvakularnavah).
       Kemudian Vajradhara, sang Raja, yang menghasilkan pembebasan
       melalui 'ketidaktahuan' , oleh sifat alami murni dan bersih
       tanpa noda, Guru dari praktek Pencerahan Bodhi, berbicara
       tentang hukum suci yang menyebabkan Pencerahan Bodhi sang Buddha
       :
       Di tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala Roda,
       dan rubah bentuk itu menjadi Vairocana, kemudian visualisasikan
       semua bentuk-bentuk Vajra dari para Buddha dengan harta benda
       dari lima permata; Bayangkan bahwa anda mencuri semua harta ini
       dan gambarkan mereka kedalam Vajra tiga kali lipat, dan mereka
       akan menjadi seperti permata pengabul keinginan, isi dengan
       samudera harta, mereka akan menjadi para Muni agung, anak-anak
       dari semua Buddha.
       Ini harus diketahui sebagai hukum suci yang sebenarnya dari
       keluarga angan-angan khayalan di dalam samudera dari semua
       keluarga (mohakulatattvasamayo'yam jneyah sarvakularnave).
       Kemudian Vajradhara, sang Raja, yang menghasilkan pembebasan
       melalui 'nafsu keinginan', tersembunyi, murni, melampaui
       pikiran, berbicara tentang Mandala :
       Di tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala Bunga
       Teratai, dan rubah bentuk itu menjadi Amitayus; isi itu semua
       dengan para Buddha, dan melalui praktek dari empat yoga,
       visualisasikan mereka semua disana didalam penyatuan dengan
       bentuk-bentuk dari perempuan, ini adalah jalan Vajra yang
       tertinggi; Menyatukan dua organ nikmati mereka semua, ini adalah
       meditasi pada Tiga Tubuh Yang Tidak Bisa Dihancurkan Dari Semua
       Buddha.
       Sang 'Mantrin (orang yang berlatih Mantra)' harus bermeditasi
       pada hukum suci yang sebenarnya dari keluarga hawa nafsu gairah
       ini (ragakulatattvasamayo'yam bhavaniyas tu mantrina).
       Kemudian Vajradhara, sang Raja, yang menyelesaikan tujuan dari
       Mantra Vajra, yang adalah tiada diri, lahir dari kebijaksanaan,
       berbicara kata-kata ini :
       Di tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala dari
       para Buddha, dan rubah bentuk itu menjadi Vajra Amogha;
       Visualisasikan bentuk-bentuk dari semua Buddha sebagai tempat
       tinggal Vajra dari ucapan yang palsu, dan menipu semua Jina dan
       semua tempat tinggal dari para Jina; Ini adalah yang murni
       seperti langit Ucapan Pidato dari semua Buddha, itu disebut
       Pencapai dari Mantra Siddhi, rahasia dari mereka yang pikirannya
       adalah kebijaksanaan. Ini adalah hukum suci yang sebenarnya dari
       Keluarga Daya Pikat Samaya, dan harus dilaksanakan menurut
       tujuan orang.
       Kemudian Vajradhara, sang Raja, tiga Vajra yang tidak bisa
       dihancurkan, sumber asal dari para Jina, Guru dari Siddhi Vajra,
       berbicara kata-kata ini (atha vajradharo raja
       trivajrabhedyajinalayah siddhivajrapranetara idam vacanam
       abravit) :
       Di tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala dari
       Samaya, dan rubah bentuk itu menjadi Vajra Ratnaketu, isi itu
       dengan bentuk-bentuk dari semua Buddha; Memuaskan diri di dalam
       kata-kata dari caci-maki dan seterusnya, anda akan mencapai
       kebijaksanaan.
       Demikian itu yang dikatakan oleh sang Bhagavan , sang Susunan
       Vajra dari semua Tathagata. (ityaha bhagavan
       sarvatathagatavajravyuhah).
       Kemudian semua para Maha Bodhisattva yang dipimpin oleh
       Vajraketu, pada Samaya dari semua Tathagata, dipenuhi dengan
       keingintahuan dan keheranan, dan mengucapkan kata-kata Vajra ini
       :
       Mengapa sang Bhagavan Sarvatathagatadhipatih mengucapkan ucapan
       pidato Vajra yang luar biasa seperti itu, melebihi tiga alam dan
       semua dunia, di dalam perkumpulan majelis dari semua Tathagata
       dan semua Bodhisattva ? (kim ayam bhagavan
       sarvatathagatadhipatih traidhatukavyativrttam
       sarvalokadhatuvyativrttam
       sarvatathagatasarvabodhisattvaparsanmadhye
       abhutavakpathavajrapadam  bhasate sma)
       Kemudian semua Bhagavantah Tathagata berkata kepada para Maha
       Bodhisattva itu, yang sebanyak bintik debu di dalam gunung
       Sumeru dari Buddha-ksetra seluruhnya  melampaui ungkapan :
       Putra Keluarga (Kulaputra), jangan menyebutnya rendahan dan
       tercela, karena praktek latihan Mantra ini adalah praktek yang
       tertinggi, itu adalah praktek dari para Bodhisattva.
       Sama seperti ruang angkasa yang adalah meliputi semua, semua
       dharma meliputi ruang angkasa, tidak tinggal berdiam di dalam
       Alam Nafsu (akasanugatani sarvadharmani tani na
       kamadhatusthitani),
       Maupun tidak tinggal berdiam di dalam Alam Bentuk-Wujud (na
       rupadhatusthitani),
       Maupun tidak tinggal berdiam di dalam Alam Tanpa Bentuk-Wujud
       (na arupadhatusthitani),
       Maupun tidak tinggal berdiam di dalam empat unsur besar (na
       caturmahabhutasthitani);
       Jadi, Putra keluarga, semua dharma harus dimengerti. Mengetahui
       didalam cara itu, para Tathagata menjelaskan Dharma, mengetahui
       pikiran para mahkluk.
       Putra Keluarga, hukum suci dari para Tathagata ini harus
       dimengerti dalam cara yang sama sebagai ruang angkasa.
       Putra Keluarga, sama seperti asap muncul dan menyebabkan api
       dari dua potong kayu yang di gosok bersama-sama dan dari
       tindakan tangan orang, tapi api itu tidak tinggal berdiam di
       dalam kayu yang menggosok, maupun tidak di dalam kayu yang
       digosok, maupun tidak di dalam tindakan dari tangan orang itu,
       jadi, putra keluarga, hukum Vajra dari semua Tathagata harus
       dimengerti, seperti datang dan pergi.
       Kemudian semua Bodhisattva dipenuhi dengan ketakjubban dan
       keheranan, dan dengan mata Mereka terbuka lebar di dalam
       perasaan kagum mengucapkan syair gatha ini :
       Diantara dharma yang paling menakjubkan, seperti ruang angkasa,
       murni, melampaui pikiran, 'kebenaran yang saling berhubungan'
       diumumkan !
       #Post#: 166--------------------------------------------------
       Re: Sarva Tathagata Kayavakcittarahasyo Guhya Samaya Nama Maha K
       alpa Raja Mahayana Sutra
       By: ajita Date: November 13, 2016, 8:58 am
       ---------------------------------------------------------
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Vajrakula%20guhyakadipati_1.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Vajrakula%20guhyakadipati_1.jpg.html
       BAB X
       Sarvatathagatahrdayasamcodanopatalah
       [/center]
       Kemudian semua Bhagavantah Tathagata berkumpul bersama-sama
       kembali, membuat sambutan kepada sang Bhagavanta Maha Samaya
       Vajra Tattva Abhisambodhi Kayavakcitta Guhyam Tathagata dengan
       berkata :
       Jelaskan, Bhagavan, yang sesungguhnya, kumpulan dari intisari
       Mantra, (bhasasva bhagavams tattvam mantrasarasamuccayam)
       Yang disebut Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Rahasia, Jalan Tertinggi
       Dari Siddhi Besar. (kayavakcittaguhyakhyam mahasiddhinayottamam
       iti)
       Kemudian sang Vajradhara, sang Raja, Penguasa Dari Lautan Dari
       Semua Kekotoran, Bermata lebar dan Membakar dengan dahsyat,
       mengucapkan kata-kata ini (atha vajradharo raja
       sarvaklesarnavaprabhuh diptacando visalaksa idam vacanam
       abravit) :
       Bermeditasi pada Tubuh, Ucapan, dan Pikiran sebagai Tubuh,
       Ucapan, dan Pikiran Vajra, Yang Tidak Dibedakan, Yang Tidak
       Didukung, Yang Sama, Yang Tidak Tinggal Berdiam Dimanapun
       (kayavakcittavajranam kayavakcittabhavanam nirvikalpaniralambam
       samata na kvacit sthitam).
       Kemudian sang Bhagavan 'Svabhavasuddha (Memurnikan Sendiri)'
       Tathagata memasuki Samadhi yang bernama "Jalan Vajra Dari
       Paramita Dan Mantra (paramitamantranayavajram nama samadhim)"
       dan berkata kepada semua Tathagata :
       Oh semua Bhagavan Tathagata, Semua Tathagata yang dipimpin oleh
       Aksobhya (asti bhagavantah sarvatathagata aksobhyapramukhah
       sarvatathagata), bersama-sama dengan ribuan atas ribuan
       kotinayuta dari Vidya (anekavidyakotiniyutasatasahasraih),
       mengungkapkan sandiwara drama yang bertindak pada tujuan dari
       semua mahkluk (sarvasattvarthakriyanatakam pradarsayanti),
       bermain dan bersenang-senang dan sepenuhnya menikmati lima
       indriya di dalam alam-alam dunia yang tidak terbatas dari
       sepuluh penjuru arah (dasadiglokadhatuparyavasanesu
       pancakamagunaih kridanti ramante pravicarayanti), tetapi Mereka
       tidak mengarahkan mata Mereka menuju ke Dia yang berusaha di
       dalam praktek Mantra, berpikir bahwa sang Lelaki Besar itu
       tersempurnakan di dalam Jalan dari praktek Mantra dari para
       Tathagata.
       Jadi untuk membuat Mereka melihat pada para Maha Satpurusa itu,
       Dia mengumumkan dengan kata-kata dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran
       Vajra-Nya rahasia tertinggi dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran dari
       semua Tathagata ini, yang disebut "Membangkitkan Intisari Dari
       Semua Mantra (sarvamantrahrdayasamcodanam nama paramaguhyam)",
       yang artinya adalah "Samaya dari Tubuh, Ucapan dan Pikiran dari
       semua Tathagata (sarvatathagatakayavakcittasamayavalambanam)"
       dan "Samaya dari Tubuh, Ucapan dan Pikiran dari semua Vajradhara
       (sarvavajradharakayavakcittasamayavalambanam)" dan "Samaya dari
       Tubuh, Ucapan dan Pikiran dari semua Dharmadhara
       (sarvavajradharakayavakcittasamayavalambanam)", kumpulan dari
       Mantra ini :
       OM AH HUM
       Segera setelah ini diucapkan, semua para Buddha bersama-sama
       dengan anak-anak Mereka gemetar dan jatuh lemah, memusatkan
       ingatan pada Vajrasattva.
       Kemudian, Vajrapani, sang Raja semua Tathagata, mengumumkan
       hukum suci ini :
       Pada tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan susunan
       Mandala, dan di tengah pusat dari itu visualisasikan huruf 'HUM'
       di dalam gambar wujud anda sendiri, bayangkan dalam pikiran itu
       memancarkan sinar-sinar Vajra yang cemerlang dan merebut Tubuh,
       Ucapan, dan Pikiran dari para Buddha. Pada seluruh saat itu anda
       akan menjadi Vajrasattva sang pemilik Tubuh Ucapan dan Pikiran
       Vajra, sang Maha Raja, Yang tertinggi diantara semua (sarvagra),
       sang Penguasa tertinggi (paramesvara); Anda akan mencapai ritual
       dari menciptakan Mandala milik anda sendiri dengan Vajra anda
       sendiri; Ini adalah kumpulan intisari Vajra dari semua Buddha.
       Setelah menvisualisasikan perwujudan dari Mantra anda,
       visualisasikan gambar rupa itu di dalam empat penjuru arah, di
       dalam aspek tiga kepalanya di dalam tiga warna.
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Vajrasamaya.
       Inilah rahasia Vajra yang tertinggi :
       Visualisasikan Mandala itu sangat kecil di tengah pusat
       hati-dada (posisi jantung di dada), dan pada tengah pusat itu
       visualisasikan Huruf tertinggi. Selalu visualisasikan Vajra
       besar yang berujung lima, kemudian visualisasikan tiga Vajra
       dengan latihan dari pengait Vajra, dan bangkitkan devata dengan
       menghantam jantungnya dengan itu; Ini mencapai Pencerahan Bodhi
       sang Buddha dari semua Vajra. Meditasi pada pengait Vajra oleh
       Vajra, Bunga Teratai dan Keluarga yang lainnya disebut
       kebangkitan di dalam jantung, itu adalah sama seperti
       penghasilan dari permainan. Jika anda mempraktekkan jalan Vajra
       tertinggi ini selama tujuh hari, anda akan mencapai tubuh,
       ucapan dan pikiran rahasia dari mereka yang menguasai
       kebijaksanaan Vajra. Para Buddha dan para Bodhisattva yang
       mengikuti praktek Mantra tertinggi, Penganugerah pemberian,
       melihat kebawah dengan penuh kekaguman, pikiran Mereka dipenuhi
       ketakutan, dan memberikan seluruh luasnya Siddhi, nafsu
       keinginan hati dan kepuasan; Tapi jika orang yang tertipu itu
       melakukan kesalahan, kehidupannya berakhir pada saat itu juga.
       Kemudian Vajradhara, sang Raja, Guru tertinggi dari tiga dunia,
       Vajra tertinggi dari tiga dunia, mengucapkan kata-kata ini :
       Sebanyak perwujudan dari Mantra, dipenuhi di dalam kebijaksanaan
       dari tiga Vajra, visualisasikan semua mahluk ini dengan
       penyatuan dari dua organ; Ini adalah meditasi pada hukum yang
       suci dari Mantra dari semua Buddha; Memasuki Ratu Vidya
       (vidyesvaripravistesu), lakukan meditasi pada penyatuan Vajra
       (vajrasamyogabhavana), dan lihatlah kegelisahan dia dengan
       tatapan kegelisahan : Ini adalah Samaya Mandala.
       Kemudian Vajradhara, sang Raja, anak dari semua Tathagata
       (sarvatathagatatmajah), Penyucian semesta, Yang Terutama dari
       para Buddha, mengucapkan kata-kata ini :
       Sebanyak perempuan di dalam semua semua alam-alam dunia, dengan
       'praktek dari Simbol besar (mahamudradiyogena)' nikmati semua
       ini, dan pancarkan disana tempat kediaman Buddha dari jutaan
       yang tidak terhitung dari para pemilik Vajra
       (asamkhyakotivajrinam).
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Bodhisamaya.
       Melalui ini, anda akan mencapai Pencerahan Bodhi, Tiga Vajra
       yang menyerupai langit (trivajrakasasamnibham), dan menjadi
       Bodhisattva, lautan dari para Jina, dengan kehidupan yang
       panjang dari Vajrasattva.
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/vajrapani_1.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/vajrapani_1.jpg.html
       BAB XI
       Sarvatathagatamantrasamayatattvavajravidyapurusottamapatalah
       [/center]
       Kemudian Bhagavan Kayavakcittavajra Tathagata memasuki samadhi
       yang bernama "Perwujudan Yang Tertinggi Dari Mantra Vajra Dari
       Semua Tathagata (sarvatathagatavajramantrapurusottamam nama
       samadhim)", dan mengumumkan babak ini pada Perwujudan dari Vajra
       Vidya, Mantra dari semua Tathagata.
       Kebijaksanaan Vajra harus bermeditasi pada Maha Mudra, yang
       membawa pada semua Pencerahan Bodhi (sarvabodhisamavaham),
       dengan Mantra Tertinggi Huruf dari tiga Vajra
       (trivajraksaramantragrair).
       Huruf  'OM'  adalah intisari dari kebijaksanaan yang membawa
       kepada Tubuh Vajra (OMkaram jnanahrdayam kayavajrasamavaham).
       Huruf  'AH'  adalah ketiadaan diri dari Pencerahan Bodhi yang
       membawa kepada Ucapan Vajra (AHkaram bodhinairatmyam
       vagvajrasamavaham).
       Huruf  'HUM'  adalah tubuh, ucapan, dan pikiran yang membawa
       kepada tiga Vajra yang tidak bisa dihancurkan (Humkaram
       kayavakcittam trivajrabhedyasamavaham).
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Perwujudan dari Mantra
       dari tubuh, ucapan, pikiran dari semua Tathagata (ityaha
       bhagavan sarvatathagatakayavakcittamantrapurusah).
       Pada tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala yang
       tersusun dari semua Vajra, dan di dalamnya bayangkan dalam
       pikiran Huruf  'BHRUM'  memancarkan awan-awan Vajra.
       Disini adalah intisari dari kebijaksanaan Vajra : 'BHRUM'.
       Visualisasikan huruf  'HUM'  pada tengah pusat dari Mandala
       Vajra, huruf  'OM'  pada tengah pusat dari Mandala yang terang,
       dan huruf  'AH'  pada tengah pusat dari Mandala Dharma, dan
       bayangkan dalam pikiran huruf  'BHRUM'  sebagai sumber-asal dari
       tiga Vajra ini muncul.
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Guhyasamaya.
       Intisari dari para Buddha dari tiga masa waktu, menyenangkan
       tubuh, ucapan, dan pikiran : 'OM'  adalah Tubuh Buddha yang
       melampaui,  'AH'  adalah Ucapan dari para Buddha,  'HUM'  adalah
       pikiran, luapan banjir kebijaksanaan, - ini adalah jalan
       tertinggi dari pencerahan Bodhi, itu adalah ini yang
       menyempurnakan Pencerahan Bodhi dari semua Buddha, terwujud
       melalui kebijaksanaan Vajra, penyebab yang buahnya adalah para
       Buddha; Karena ini tentu saja adalah Penjelmaan para Buddha,
       yang diketahui sebagai Vidya Mantra, dicapai melalui meditasi
       pada tiga Vajra yang tidak bisa dihancurkan, dengan hukum suci
       dari dari penciptaan dan seterusnya.
       Samadhi itu disebut "Penyebab Dari Pemberkatan Dari
       Kebijaksanaan Vajra, Samaya Intisari Dari Tubuh Ucapan Pikiran
       Dari Semua Tathagata.
       (sarvatathagatakayavakcittasamayatattvajnanavajradhisthanahetur
       nama samadhim)"
       Praktekkan yoga ini di dalam tempat yang sepi dan yang nyaman,
       dan di dalam dua minggu Tubuh, Ucapan, dan Pikiran akan
       tercapai, tidak ada keraguan. Pada tengah pusat ruang angkasa
       visualisasikan Mandala suci yang terang, dan setelah menciptakan
       mahkluk Samaya dari Mantra Anda, tempatkan huruf  'OM'  di dalam
       'hati-dadanya (daerah jantungnya)'; Bermeditasi pada Vairocana,
       visualisasikan awan-awan besar dari lima sinar cahaya; Melalui
       ini, di dalam dua minggu, anda akan mencapai tubuh Buddha,
       lautan dari Vajra Vairocana, warna dari tubuh Buddha, dan tetap
       tinggal selama tiga kalpa Vajra melayani sang Pemilik Lima
       Kebijaksanaan.
       
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Kayavajraguhyah.
       Samadhi itu disebut "Kumpulan Besar Dari Sinar Cahaya Dari Tubuh
       Vajra Dari Semua Tathagata (sarvatathagatakayavajrarasmivyuho
       nama samadhih)"
       Pada tengah pusat dari ruang angkasa, visualisasikan Mandala
       Dharma yang suci, dan setelah menciptakan perwujudan dari Mantra
       Anda, tempatkan huruf 'AH' dalam tenggorokannya; lakukan
       meditasi pada Lokesvara, visualisasikan Vajra yang besar dalam
       lima warna; Setelah menciptakan mahkluk Samaya dan makhluk
       Kebijaksanaan, visualisasikan Samaya dari Ucapan dan Lima Besar;
       Tinggal berdiam di dalam tenggorokannya, anda akan menjadi
       seperti Dharma Vajra, dan tetap tinggal selama tiga kalpa Vajra
       melayani sang Pemilik Lima Kebijaksanaan.
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Vagvajraguhyah (Ucapan
       Vajra Rahasia). Samadhi itu bernama "Lahir Dari Samaya Ucapan
       Vajra Dari Semua Tathagata"
       (sarvatathagatavagvajrasamayasambhavo nama samadhih).
       Pada tengah pusat dari ruang angkasa, visualisasikan Mandala
       Vajra yang suci, dan setelah menciptakan perwujudan dari Mantra
       Anda, tempatkan huruf 'HUM' dalam jantungnya; 'kebijaksanaan
       Vajra (jnanavajrena)' harus menvisualisasikan intisari Maha
       Samaya ini dalam lima warna, sebagai tempat tinggal dari para
       Jina dari semua Vajra (sarvavajrajinalayam); Dia akan menjadi
       sama seperti Pikiran Vajra, sang Guru (sasta), Lautan dari
       kualitas-kualitas kebijaksanaan, dan tetap tinggal selama tiga
       kalpa Vajra melayani sang Pemilik Lima Kebijaksanaan.
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Vajracittaguhyah (Pikiran
       Vajra Rahasia). Samadhi itu bernama "Samaya Vajra Dari Tubuh
       Ucapan Dan Pikiran Dari Semua Tathagata"
       (sarvatathagatakayavakcittasamayavajra nama samadhih).
       Visualisasikan Maha Vajra di dalam tengah pusat dari Mandala
       Kebijaksanaan, dan visualisasikan huruf 'KHAM' pada semua
       bentuk, dan anda akan menjadi sama seperti 'Kebijaksanaan Vajra'
       yang adalah ruang angkasa. Dipuja lagi dan lagi oleh para Buddha
       dan para Bodhisattva, tetap tinggal selama tiga kalpa, tidak
       terlihat bahkan oleh para Buddha.
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Khavajrasamayah (Samaya
       dari Ruang Angkasa Vajra). Samadhi itu bernama "Kalung Karangan
       Bunga Dari Perwujudan Muncul Dari Tubuh Ucapan Dan Pikiran Yang
       Tidak Kelihatan" (kayavakcittantardhanasambhavavyuhamali nama
       samadhih).
       Setelah menvisualisasikan perwujudan dari Mantra milik anda di
       tengah pusat Mandala Vajra, tempatkan Huruf Vajra 'HAM' dalam
       jantungnya dan visualisasikan sinar-sinar cahaya; Anda akan
       menjadi Bodhisattva yang terdirikan dalam Sepuluh Tingkat
       (dasabhumipratisthitah), memiliki Tubuh, Ucapan dan Pikiran
       Vajra, tubuh kebahagiaan dari Manjusri (manjusrisamayasambhogam
       kayavakcittavajrinah).
       Samadhi itu bernama "Bulan Vajra Dari Samaya Kebijaksanaan Dari
       Bodhisattva". (bodhisattvajnanasamayacandravajro nama samadhih).
       Pada tengah pusat dari ruang angkasa, visualisasikan huruf
       'THLIM' menyala berkobar dengan cahaya, dan dengan tubuh anda,
       senjata Vajra tertinggi, menjadi sama seperti tubuh Vajra.
       Samadhi itu bernama "Tempat Tinggal Berdiam Dari Susunan Dari
       Samaya Vajra Ruang Angkasa". (khavajrasamayavyuhalayo nama
       samadhih).
       Dengan hukum suci tertinggi dari tanggapan Buddha, menjadi sama
       seperti Vajradhara, ini adalah Sadhana tertinggi dari tanggapan
       Buddha di antara semua Siddhi. Pada tengah pusat ruang angkasa,
       visualisasikan Mandala suci dari para Buddha, dan bayangkan
       Vajrasattva, visualisasikan sang Kebijaksanaan huruf 'OM';
       Dengan melakukan meditasi pada Samaya Tiga Vajra menjadi sama
       seperti Aksobhya, sang Tiga Vajra.
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Aksobhya Vajra.
       Memiliki tubuh, ucapan, dan pikiran yang melampaui yang sulit
       dipahami dari Aksobhya, anda akan di sembah di dalam semua dunia
       oleh mereka yang dari keluarga Aksobhya.
       Samadhi itu disebut "Vajra Yang Menghasilkan Tubuh Sama Seperti
       Aksobhya (aksobhyasamakayabhisambhavavajro nama samadhih)"
       Pada tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala yang
       suci dari para Buddha, dan bayangkan ruang angkasa Vajra,
       visualisasikan sang Permata huruf 'OM'; Dengan melakukan
       meditasi pada Samaya Tiga Vajra menjadi sama seperti Ratnaketu,
       sang Tiga Vajra.
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Ratnaketu Vajra.
       Dengan tubuh, ucapan dan pikiran Vajra, tampil seperti
       Ratnaketu, anda akan tinggal berdiam di dalam kebijaksanaan
       rahasia, ketiadaan diri dari Pencerahan Bodhi.
       Samadhi itu disebut "Tubuh Vajra Dari Kebahagiaan Dari Samaya
       Permata (ratnasamayasambhogavajro nama samadhih)"
       Pada tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala yang
       suci dari para Buddha, dan bayangkan Lokesvara, visualisasikan
       sang Dharma huruf 'OM'; Dengan melakukan meditasi pada Samaya
       Tiga Vajra menjadi sama seperti Amita, sang Tiga Vajra.
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Amita Vajra.
       Dengan tubuh, ucapan dan pikiran Vajra, tampil seperti Amitabha
       (kayavakcittavajrena amitabhasamaprabhah), anda akan menjadi
       sumber dari jalur Mahayana untuk semua mahkluk (sa bhavet
       sarvasattvanam mahayanapathodayah).
       Samadhi itu disebut "Cahaya Yang Mulia Dari Kualitas-Kualitas
       Dari Amita (amitagunavajraprabhasasrir nama samadhih)"
       Pada tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala yang
       suci dari para Buddha, dan bayangkan Bunga Teratai Vajra Malam,
       visualisasikan sang Samaya huruf 'OM'; Dengan melakukan meditasi
       pada Samaya Tiga Vajra menjadi sama seperti Amogha, sang Tiga
       Vajra.
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Amogha Vajra.
       Dengan tubuh, ucapan dan pikiran Vajra, tampil seperti Vajra
       Amogha, anda akan menjadi Lautan Yang Mulia Dari Kebijaksanaan
       Untuk Menghasilkan Tujuan Dari Semua Mahkluk.
       Samadhi itu disebut "Kelahiran Dari Kebijaksanaan Tertinggi,
       Sinar Cahaya Dari Samaya Amogha
       (amoghasamayarasmijnanagrasambhavo nama samadhih)"
       Pada tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala yang
       suci dari para Buddha, dan bayangkan Vairocana Vajra,
       visualisasikan huruf 'OM' dari Tiga Tubuh; Dengan melakukan
       meditasi pada Samaya Tiga Vajra menjadi sama seperti Vairocana.
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Vairocana Vajra.
       Dengan tubuh, ucapan dan pikiran Vajra, tampil seperti
       Vairocana, anda akan mencapai Tiga Tubuh Yang Tida Bisa
       Dihancurkan dan 'Pencerahan Sempurna Dari Kebijaksanaan
       (Jnanasambodhi)'.
       Samadhi itu disebut "Vajra Dari Pencerahan Sempurna Melalui
       Perenungan Pada Tubuh, Ucapan, Pikiran.
       (kayavakcittalambanasambodhivajro nama samadhih)"
       Kelompok meditasi ini harus dipraktekkan di pegunungan yang
       sunyi dan dekat sungai yang mengalir dan di tempat seperti tanah
       pembakaran. Visualisasikan Kebijaksanaan Vajra dari Aksobhya dan
       seterusnya pada tengah pusat dari ruang angkasa Vajra, dan
       dengan praktek dari lima tanggapan yang hebat
       (pancabhjnaprayogena) lakukan meditasi pada para Buddha yang
       tertinggi di dalam tempat-tempat Mereka.
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Maha Vajra Samaya.
       'Vajrabhijnah (tanggapan Vajra)'.
       Dengan menggabungkan Vajra Besar Yang Berujung Lima (pancasulam
       mahavajram), dihiasi dengan lima kobaran api
       (pancajvalavibhusitam), pada Lima Tempat, anda akan mencapai
       Tanggapan Vajra.
       Visualisasikan Mantra anda seperti Roda yang secara penuh terisi
       dengan percikan bunga api, dan menggabungkan itu pada Lima
       Vajra, anda akan mencapai Tanggapan Vajra.
       Visualisasikan Roda yang bersinar dengan kobaran api dari para
       Buddha pada tengah pusat dari ruang angkasa Vajra, dan dengan
       jalan masuk dari para Buddha menjadi tempat tinggal Mereka.
       Tempatkan Vairocana di dalam tubuh anda pada tengah pusat dari
       Mandala para Buddha, dan visualisasikan huruf 'OM' di dalam
       'hati-Nya (daerah jantung di dada)', lakukan meditasi pada
       kesadaran anda dalam Mantra itu;
       Ketika pikiran anda memasuki keadaan Vajra dari Penghentian,
       anda akan menjadi 'Permata pengabul keinginan (cintamanih)' yang
       mulia yang memuat semua Buddha yang tertinggi
       (sarvabuddhagradharakah).
       Visualisasikan Vajra Aksobhya pada tengah pusat dari Mandala
       para Buddha, dan visualisasikan huruf 'HUM' di dalam hati-Nya,
       tempatkan pikiran anda disana di dalam bentuk dari tetesan;
       Visualisasikan Amitayus pada tengah pusat dari Mandala para
       Buddha, dan visualisasikan huruf 'AH' di dalam hati-Nya,
       tempatkan Vajra disana di dalam bentuk dari tetesan;
       Ini adalah hukum suci yang sangat tertinggi (idam tat
       samayagragram), meditasi pada Tiga Vajra Yang Tidak Bisa
       Dihancurkan (trivajrabhedyabhavanam),
       Adalah kebijaksanaan dari hukum suci dari penghentian
       (nirodhasamayajnanam), yang mencapai Siddhi Buddha
       (buddhasiddhisamavaham).
       Pada tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala yang
       terang, dan lakukan meditasi pada huruf 'OM' di dalam tubuh,
       ucapan, dan pikiran, tetap tinggal selama satu kalpa;
       Pada tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala
       Dharma, dan lakukan meditasi pada huruf 'AH' di dalam tubuh,
       ucapan, dan pikiran, tetap tinggal selama satu kalpa;
       Pada tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala
       Vajra, dan lakukan meditasi pada huruf 'HUM' di dalam tubuh,
       ucapan, dan pikiran, tetap tinggal selama satu kalpa;
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Trivajrakalpasamayah.
       Dari waktu ketika anda memulsi yoga dari tubuh ucapan dan
       pikiran Vajra ini, membacanya atau bermeditasi padanya, anda
       akan menjadi sama seperti Vajradhara.
       [center]
       [html]<iframe width="420" height="315"
       src="//www.youtube.com/embed/rP1NPtVl2aM" frameborder="0"
       allowfullscreen></iframe>[/html]
       Samantabhadra Vajradhara
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/VC.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/VC.jpg.html
       BAB XII
       Sarvatathagatavajrayogasamayasadhanagranirdesapatalo
       [/center]
       Kemudian sang Vajradhara, sang Guru (Sasta) dan sang Pencipta
       (Sarsta), Yang Mencapai Kebijaksanaan Tertinggi
       (Jnanagrasadhakah), mengumumkan dengan ucapan Vajra sang
       intisari dari Tiga Vajra :
       Diantara dharma yang sifat alami intisarinya adalah murni dan
       terbebas dari pikiran ganda, sama seperti ruang angkasa,
       permainan ini diciptakan di dalam meditasi. Di dalam hutam
       belantara terhiasi dengan buah-buahan dan bunga-bunga, atau di
       atas gunung yang sunyi, semua Siddhi akan dicapai.
       MAM
       Lakukan meditasi pada Manjuvajra di dalam tubuh, ucapan, dan
       pikiran Vajra, dan memancarkan hasil kedalam tubuh, ucapan, dan
       pikiran, anda akan menjadi sama seperti Manjuvajra;
       Dengan sifat alami yang termurnikan, anda akan bersinar dengan
       cahaya yang cemerlang sepanjang ratusan yojana, terhiasi dengan
       semua penghiasan, dan tidak pernah bisa terlihat oleh brahma,
       rudra, dan para dewa yang lainnya.
       Samadhi itu disebut "Membuat Tidak Bisa Dilihat Samaya Tertinggi
       Dari Manjuvajra (manjuvajragrasamayantardhanakari nama
       samadhih)"
       Letakkan kedalam mulut anda tiga logam digabung dengan lima zat
       suci yang dihasilkan dari Tiga Vajra Yang Tidak Bisa
       Dihancurkan, dan di dalam itu visualisasikan Pikiran Yang Tidak
       Bisa Dihancurkan Dari Semua Buddha; Pada seluruh saat itu, anda
       akan mencapai Keagungan dari Manjuvajra.
       Dengan Mantra anda visualisasikan Roda, terang-benderang dengan
       percikan cahaya, dan bayangkan itu sebagai tempat tinggal dari
       semua keluarga Buddha, dan anda akan menjadi sama seperti
       Buddha;
       Para pembantu yang banyaknya sama seperti butiran debu di dalam
       36 Sumeru akan menjadi milik anda, semua sama seperti
       Vajradhara.
       Samadhi itu disebut "Roda Samaya (cakrasamayo nama samadhih)"
       Dengan Mantra anda visualisasikan 'Vajra Besar (Maha Vajra)'
       berada pada tengah pusat dari Mandala, bayangkan itu sama
       seperti tempat tinggal dari semua keluarga Vajra, dan anda akan
       menjadi sama seperti Vajra;
       Para perempuan yang banyaknya sama seperti butiran debu di dalam
       36 Sumeru akan menjadi milik anda, semuanya penuh kebajikan, dan
       anda akan menjadi Vajra Besar Dari Tiga Dunia
       (traidhatukamahavajra), di sembah oleh rudra.
       Samadhi itu disebut "Kesamaan Vajra (vajrasamata nama samadhih)"
       Dengan Mantra anda visualisasikan Bunga Teratai Besar Berkelopak
       Delapan, dan bayangkan itu sama seperti tempat tinggal dari
       semua keluarga Dharma, anda akan menjadi sama seperti Dharma;
       Para orang murni yang banyaknya sama seperti butiran debu di
       dalam 36 Sumeru akan menyucikan anda di dalam Mandala dari Puja
       Tertinggi dari para Buddha.
       Samadhi itu disebut "Kesamaan Bunga Teratai (padmasamata nama
       samadhih)"
       Anda akan menetap selama tiga kalpa melayani sang Pemilik Lima
       Kebijaksanaan, menyembah tiga rahasia dari semua Buddha dari
       sepuluh penjuru arah.
       Dengan Mantra anda visualisasikan pedang berwarna lima sinar,
       lalu genggam itu dalam tangan anda, dengan mata terbuka lebar,
       anda akan menjadi Vidyadhara dari Tiga Vajra;
       Anda akan menjadi Pemegang Besar dari Rahasia
       (guhyadharottamah), sang Pahlawan dari tiga ribu dunia
       (trisahasraikamahasuro), di sembah oleh semua dalam tiga dunia,
       di sembah oleh para 'Iblis (Daitya)', para Brahma, para Dewa
       Indra;
       Memiliki tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra, dia memberikan Siddhi
       apapun sesuka hati, dihasilkan dari pikiran Vajra.
       Samadhi itu disebut "Yang Terbaik Dari Semua Pedang
       (sarvakhadgottamo nama samadhih)"
       Visualisasikan huruf 'OM' sebagai tablet-pil seukuran buncis,
       'dengan bentuk dari devata anda sendiri (svadevatabimbam)' pada
       tengah pusat, dan bayangkan pil itu ada didalam mulut anda;
       Pada seluruh saat itu, anda akan mencapai kemuliaan dari
       Bodhisattva, terang-benderang sama seperti matahari terbit,
       keemasan sama seperti sungai Jambunada.
       Visualisasikan huruf 'HUM' sebagai tablet-pil seukuran buncis,
       dengan bentuk dari devata anda sendiri pada tengah pusat, dan
       bayangkan pil itu ada didalam mulut anda;
       Pada seluruh saat itu, anda akan mencapai kemuliaan dari Tubuh
       Vajra, terang-benderang sama seperti matahari terbit, keemasan
       sama seperti sungai Jambunada.
       Visualisasikan Vairocana berada pada tengah pusat dari Mandala
       Yang Terang di dalam ruang angkasa,
       dan visualisasikan Roda di dalam tangan anda menjadi Vidyadhara
       dari Roda (haste cakram prabhavitva cakravidyadharo bhavet);
       Visualisasikan Keluarga Roda Besar (mahacakrakulam), menyatu
       dengan tubuh Buddha, Kebijaksanaan Vajra harus melaksanakan
       Sadhana dari Kebijaksanaan Tertinggi ini.
       Pada tengah pusat dari Mandala Vajra di dalam ruang angkasa,
       visualisasikan wujud kebijaksanaan dari Aksobhya, dan
       visualisasikan Vajra di dalam tangan anda menjadi Vidyadhara
       dari Vajra;
       Visualisasikan Keluarga Vajra Besar (mahavajrakulam), menyatu
       dengan tubuh Vajra, Kebijaksanaan Vajra harus melaksanakan
       Sadhana dari Vajra Tertinggi ini.
       Visualisasikan Ratna Vajra berada pada tengah pusat dari Mandala
       Permata di dalam ruang angkasa, dan visualisasikan Permata di
       dalam tangan anda menjadi Vidyadhara dari Permata;
       Visualisasikan Keluarga Permata Besar (maharatnakulam), menyatu
       dengan tubuh Permata, Kebijaksanaan Vajra harus melaksanakan
       Sadhana dari Permata Tertinggi ini.
       Visualisasikan Amitayus berada pada tengah pusat dari Mandala
       Dharma di dalam ruang angkasa, dan visualisasikan Bunga Teratai
       di dalam tangan anda menjadi Vidyadhara dari Bunga Teratai;
       Visualisasikan Keluarga Bunga Teratai Besar (mahapadmakulam),
       menyatu dengan tubuh Dharma, Kebijaksanaan Vajra harus
       melaksanakan Sadhana dari Bunga Teratai Tertinggi ini.
       Visualisasikan wujud Kebijaksanaan dari Amogha berada pada
       tengah pusat dari Mandala Samaya di dalam ruang angkasa,
       dan visualisasikan Pedang di dalam tangan anda menjadi
       Vidyadhara dari Pedang;
       Visualisasikan Keluarga Samaya Besar (mahasamayakulam), menyatu
       dengan tubuh Samaya, Kebijaksanaan Vajra harus melaksanakan
       Sadhana dari Samaya Tertinggi ini.
       Tombak Tiga Mata, Pengait Kebijaksanaan (trisulajnanankusadayah)
       dan seterusnya dicapai, membedakan diantara Vajra, di dalam
       meditasi dengan sadhana dari tubuh, ucapan, pikiran.
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Mahasamayasiddhivajrah.
       Di dekat persimpangan jalan atau pohon tunggal, atau di dalam
       Kuil yang memuat gambar tunggal, sang Sadhaka harus selalu
       mempraktekkan Penangkapan Vajra.
       Visualisasikan perwujudan dari Tiga Mantra yang Menyatu
       (triyogamantrapurusam), Tiga Vajra menyatu dalam satu,
       Pengait Tubuh, Ucapan dan Pikiran dari para Buddha yang pikiran
       Mereka adalah Kebijaksanaan;
       Penangkapan Suci dari para Buddha terjadi di dalam Mandala dari
       Udara,
       Setelah menangkap dengan Vajra para dewi dari sepuluh penjuru
       arah, lahir dari hukum suci, nikmati mereka.
       Penangkapan dari Samaya dari alam dari ruang angkasa
       (khadhatusamayavajrakarsanam)
       Penangkapan suci dari Samaya dilaksanakan melalui
       menvisualisasikan Roda Besar dari Vairocana, Vajra, Bunga
       Teratai, dan seterusnya, sebagai Pengait, tempat tinggal dari
       para Jina.
       Penangkapan dari Samaya dari Tiga Alam
       (traidhatukasamayakarsanam)
       Visualisasikan tubuh Buddha memiliki semua bentuk-bentuk
       ketuhanan (sarvakaravaropetam buddhabimbam vibhavayet),
       dan bayangkan di dalam tangan anda 'pengait dari tubuh, ucapan,
       dan pikiran dan senjata-senjata yang lainnya';
       Melalui yoga ini anda akan melaksanakan tindakan dari keadaan
       Dia.
       Visualisasikan tubuh Vajra memiliki semua bentuk-bentuk
       ketuhanan, dan melalui yoga dari lidah Vajra, anda akan menjadi
       sama seperti Ucapan Vajra.
       Visualisasikan tubuh Buddha memiliki semua bentuk-bentuk
       ketuhanan, dan visualisasikan di dalam tangan anda objek yang
       untuk dicapai, anda akan menjadi sama seperti Vajra.
       Persembahkan puja tertinggi dari Samaya Tiga Rahasia
       (triguhyasamayapujagrim), capai keberhasilan,
       Ini adalah kumpulan intisari rahasia dari semua Buddha (idam tat
       sarvabuddhanam saram guhyasamuccayam).
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Mahaguhyasamayah.
       Dengan hukum besar yang suci dari daging manusia, capai Tiga
       Vajra Yang Tertinggi, (mahamamsasamayagrena sadhayet trivajram
       uttamam)
       Dengan tinja dan kencing menjadi Penguasa Vidyadhara,
       (vinmutrasamayagrena bhaved vidyadharah prabhuh)
       Dengan daging gajah mencapai lima tanggapan ketuhanan,
       (hastisamayamamsena pancabhijnatvam apnuyat)
       Dengan daging kuda menjadi Tuan Yang Tidak Terlihat,
       (asvasamayamamsena antardhanadhipatir bhavet)
       Dengan daging anjing mencapai semua Siddhi, (svanasamayamamsena
       sarvasiddhiprasadhanam)
       dan dengan daging sapi menangkap Vajra (gomamsasamayagrena
       vajrakarsanam uttamam).
       Jika semua jenis dari daging ini tidak bisa ditemukan, mereka
       harus di bayangkan dalam pikiran;
       Dengan Vajra Yoga ini semua Buddha memberikatn pemberkatan
       Mereka.
       Visualisasikan tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra memiliki semua
       bentuk-bentuk ketuhanan,
       Di hati-Nya, makhluk kebijaksanaan dan makhluk Samaya,
       Dan diatas Mahkota-Nya, sang Pemegang Vajra Tertinggi;
       Sadhaka harus mempraktekkan jalan tertinggi dari hukum suci ini,
       yang menggembirakan para Buddha dan mencapai semua Siddhi.
       Samadhi itu disebut "Makanan Dari Kebijaksanaan Vajra Dari Semua
       Samaya (sarvasamayajnanavajraharo nama samadhih)"
       Visualisasikan pada lidah anda huruf 'HUM' yang adalah milik
       dari Samaya Vajra Besar, kemudian makan lima 'Nektar (Amrta)'
       anda akan mencapai sifat alami dari tiga Vajra;
       Lakukan hal yang sama dengan huruf 'AH' dan huruf 'OM', ini
       adalah jalan Vajra yang tertinggi, melalui yoga ini anda akan
       menjadi sama seperti Vajrasattva.
       Samadhi itu disebut "Karangan Bunga Dari Nektar, Samaya Vajra
       (samayavajramrtamalini nama samadhih)"
       Di dalam Siddhi yang tertinggi dari tiga Vajra Samaya, anda akan
       menjadi Penguasa dari tiga tubuh Vajra, lautan dari permata
       pengabul keinginan untuk semua mahkluk di dalam sepuluh penjuru
       arah, dan dengan sifat alami Vajra bersinar dimana-mana di
       seluruh alam semesta;
       Di dalam Siddhi yang tertinggi dari Cakra Samaya, anda menjadi
       sama seperti tubuh Buddha, dan mencapai semua Siddhi mengembara
       dimana-mana melalui dunia-dunia yang tidak terbatas seperti
       pasir sungai gangga;
       Di dalam Siddhi yang tertinggi dari semua Samaya, lakukan
       meditasi pada tubuh Vajra, anda akan menjadi Penguasa Vidyadhara
       diantara Samaya yang besar;
       Di dalam ketidakterlihatan dan seterusnya, anda sendiri akan
       menyinari ribuan dunia, anda akan mencuri dari semua Buddha dan
       menikmati para perempuan surga.
       Dengan mata Vajra, anda melihat para Buddha tinggal berdiam di
       dalam tiga Vajra, tidak terbatas seperti pasir sungai gangga,
       seolah-olah Mereka adalah buah yang digenggam dalam tangan anda;
       Dengan kekuatan dari tanggapan super, anda mendengar suara
       apapun yang diucapkan dalam wilayah-wilayah yang tidak terbatas
       seperti pasir sungai gangga seolah-olah mereka berada di telinga
       anda;
       Anda mengetahui pikiran dari semua mahkluk dalam wilayah-wilayah
       yang tidak terbatas seperti pasir sungai gangga, muncul seperti
       permainan dari tubuh, ucapan dan pikiran;
       Seolah-olah itu cuma tiga hari yang lalu, anda mengingat
       kehidupan masa lampau anda yang terjadi dalam samsara melalui
       kalpa yang tidak terbatas seperti pasir sungai gangga;
       Dengan memiliki kekuatan ajaib Vajra yang besar, anda mengisi
       kalpa yang tidak terbatas seperti pasir sungai gangga dengan
       hasil dalam bentuk awan-awan dari para Buddha, yang tidak
       terbatas seperti pasir sungai gangga.
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Samayabhijna.
       Ini adalah lima tanggapan super : Mata Vajra (Vajracaksur),
       Telinga Vajra (Vajrasrotam), Pikiran Vajra (Vajracittam), Tempat
       Tinggal Vajra (Vajranivasam), dan Keajaiban Vajra (Vajrarddhi).
       Dalam Siddhi dari lima tanggapan super dari para Buddha, anda
       akan menjadi sama seperti tubuh Buddha, dikelilingi oleh para
       pembantu yang tidak terbatas seperti pasir sungai gangga, dan
       dengan tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra mengembara dimana-mana
       di dalam alam semesta.
       Penyerapan di dalam Samaya dari Seva, kemunculan dari
       Upasadhana, hukum suci yang objek tujuannya adalah sadhana
       (sadhanarthasamayam), dan Maha Sadhana yang keempat,
       Setelah memahami perbedaannya, kemudian laksanakan perbuatan.
       Penyerapan di dalam sevasamadhi adalah untuk bermeditasi pada
       Pencerahan Bodhi yang tertinggi,
       Di dalam Siddhi yang besar dari upasadhana, periksa indera Vajra
       (vajrayatanavicaranam),
       Di dalam Sadhana, visualisasikan sang Raja Mantra
       (mantradhipatibhavanam),
       Ini disebut kebangkitan, dan pada saat Maha Sadhana,
       kebijaksanaan Vajra akan berhasil dengan cara menvisualisasikan
       gambar dari Vajra dari mantra miliknya (svamantravajrinah)
       dengan sang Raja di dalam mahkotanya (mukute'dhipatim).
       Selalu dan dimana-mana laksanakan 'Seva (Seva artinya
       'pelayanan' dan 'penyembahan')' dengan nektar kebijaksanaan
       (sevajnanamrtenaiva), karena ini akan mencapai arti sejati dari
       semua Mantra;
       Di dalam gurun yang sunyi, di sisi gunung yang berhutan, di tepi
       sungai, Siddhi akan selalu tercapai.
       (Di dalam Anuttara Yoga Mahayana, ada empat 'metode (upaya)'
       yang dilaksanakan untuk pencapaian Vajrasattva, yakni : Seva,
       'Upasadhana (Pembangkitan yang dekat)', 'Sadhana
       (Pembangkitan)', dan 'Maha-sadhana (Pembangkitan yang besar)'.
       Seva yang tertinggi atau dikenal sebagai 'Uttama Seva Yoga'
       berisi Pratyahara, Dhyana, Pranayama, Dharana, Anusmrti, dan
       Samadhi. Pencapaian dari Shunyata atau Vajrasattva adalah
       cita-cita tertinggi dari Vajrayana)
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Mahasadhanavajrah.
       Atau mereka yang teguh pada sumpah mereka bisa melakukan Seva
       dengan empat Vajra, dengan bermeditasi di dalam penyatuan dengan
       tiga tubuh Vajra, anda akan mencapai Siddhi.
       Dengan praktek dari empat waktu (catuhsamdhyaprayogena), pada
       lima tempat (pancasthanesu), sang orang bijaksana (buddhiman),
       sang kebijaksanaan Vajra (jnanavajrena), harus menvisualisasikan
       huruf 'OM' dan mengumumkan sumpah itu (samvara);
       Dengan menciptakan Samaya Vajra selama satu minggu, dua minggu,
       satu bulan, dan setengah, Siddhi segera tercapai.
       Saya telah menjelaskan kebangkitan dalam terperinci dengan
       jumlah yang berbeda dari hari, mereka yang terlahir dari rahasia
       tertinggi (guhyagrasambhavaih) mengatakan bahwa Siddhi tercapai
       tidak lebih dari dua minggu.
       Sumpah dari Upasadhana.
       Semoga sang Pembawa Tubuh Buddha Yang Mulia (buddhakayadharah
       sriman), yang sifat-alami-Nya adalah Tiga Vajra Yang Tidak Bisa
       Dihancurkan, Tubuh Vajra, berikan saya hari ini pemberkatan-Nya;
       Semoga para Buddha yang tinggal berdiam di dalam sepuluh penjuru
       arah, yang sifat-alami-Nya adalah Tiga Vajra Yang Tidak Bisa
       Dihancurkan, Vajra Dari Tubuh, berikan saya hari ini pemberkatan
       Mereka.
       Sumpah dari Sadhana.
       Semoga sang Pembicara Dharma Yang Mulia (dharmo vai vakpathah
       sriman), yang sifat-alami-Nya adalah Tiga Vajra Yang Tidak Bisa
       Dihancurkan, Ucapan Vajra, berikan saya hari ini
       pemberkatan-Nya; Semoga para Buddha yang tinggal berdiam di
       dalam sepuluh penjuru arah, yang sifat-alami-Nya adalah Tiga
       Vajra Yang Tidak Bisa Dihancurkan, Vajra Dari Ucapan, berikan
       saya hari ini pemberkatan Mereka.
       Sumpah dari Maha Sadhana.
       Semoga sang Pembawa Pikiran Vajra Yang Mulia (cittavajradharah
       sriman), yang sifat-alami-Nya adalah Tiga Vajra Yang Tidak Bisa
       Dihancurkan, Pikiran Vajra, berikan saya hari ini
       pemberkatan-Nya; Semoga para Buddha yang tinggal berdiam di
       dalam sepuluh penjuru arah, yang sifat-alami-Nya adalah Tiga
       Vajra Yang Tidak Bisa Dihancurkan, Vajra Dari Pikiran, berikan
       saya hari ini pemberkatan Mereka.
       Buddha atau Vajradharma atau Vajrasattva, Jika orang yang
       tertipu melakukan kesalahan, dia akan terbelah menjadi
       potongan-potongan, tidak ada keraguan. (Jika oleh tidak
       mendapatkan petunjuk, sang Yogin dari Vairocana, Amitabha, atau
       Aksobhya berpikir pada pemberkatan dari tubuh, ucapan dan
       pikiran ini sebagai yang terpisah, dia akan menjadi jauh dari
       proses pencapaian Siddhi dari Buddha atau Vajradharma atau
       Vajrasattva)
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/FB_IMG_1441194677726.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/FB_IMG_1441194677726.jpg.html
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/FB_IMG_1441194671101.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/FB_IMG_1441194671101.jpg.html
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/FB_IMG_1441194666049.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/FB_IMG_1441194666049.jpg.html
       BAB XIII
       Vajrasamayavyuhatattvarthabhavanasambohipatala
       [/center]
       Kemudian semua Bhagavan Tathagata yang memiliki kebijaksanaan
       tertinggi (atha bhagavantah sarvatathagata
       jnanavajragradharinah),
       Para Bodhisattva bijaksana yang ada demi kepentingan semua
       mahkluk (sarvasattvarthasambhuta bodhisattva ca dhimatah),
       Membungkukkan diri dihadapan sang Guru Besar, sang Bijaksana,
       sang Tujuan Dari Semua, (pranipatya mahasastrim munim
       sarvarthavajrinam),
       Menyembah Dia bijaksana di dalam Samaya Kebenaran dan
       menyanyikan Lagu Vajra ini (pujya samayatattvajnam vajraghosam
       udirayan) :
       Oh Jalan Kesurgaan Dari Buddha (Aho Buddhanayam divyam) !
       Oh Jalan Tertinggi Dari Pencerahan (Aho Bodhinayottamam) !
       Oh Jalan Penuh Kedamaian Dari Dharma (Aho Dharmanayam Santam) !
       Oh Jalan Pasti Dari Mantra (Aho Mantranayam drdham) !
       Ketika dharma adalah tidak timbul (anutpannesu dharmesu),
       melampaui di dalam sifat alaminya (svabhavatisayesu),
       Seluruhnya bebas dari pikiran yang berpindah-pindah, 'kemunculan
       dari kebijaksanaan' diumumkan.
       Ajarkan, Bhagavan, Mandala dari tiga tubuh yang tidak bisa
       dihancurkan, Japaan Vajra (Vajrajapam), Kebijaksanaan Besar
       (Mahajnanam), yang penuh kesenangan perkumpulan dari semua
       Mantra (ramyam sarvamantrasamuccayam);
       Dengan bermeditasi pada Tiga Vajra Yang Tidak Bisa Dihancurkan,
       Kebijaksanaan Buddha tercapai,
       Dengan praktek dari Menjapa Vajra (japavajraprayogena), semua
       Buddha memberikan pemberkatan Mereka (sarvabuddhair
       adhisthyate).
       Jelaskan sekarang bagaimana menjapa rahasia Mantra dari semua
       keluarga, yang ditandai oleh tubuh, ucapan, dan pikiran,
       Semoga 'sang Samudera Kebijaksanaan (jnanasagarah)' mendengar !
       Para Buddha terlahir di dalam tiga masa waktu, memiliki tubuh,
       ucapan, dan pikiran Vajra,
       Bermeditasi pada Mantra Vajra telah mencapai kebijaksanaan yang
       tiada bandingan (samprapta jnanam atulam vajramantraprabhavanair
       )!
       Kemudian Vajradhara sang Guru, yang lahir dari kebijaksanaan
       ruang angkasa Vajra (khavajrajnanasambhavah), sang Pembuat
       (karta), sang Pencipta (srasta), yang Tertinggi dari yang tinggi
       (varagragryo), berbicara tentang Vajrajapam :
       Penjapaan arti dari semua Mantra ditandai oleh Tiga Vajra Yang
       Tidak Bisa Dihancurkan;
       Penempatan Mantra ini di dalam pembagian tiga Vajra disebut tiga
       Vajra.
       Didalam dasar dari tubuh, ucapan, dan pikiran, laksanakan hasil
       tiga kali lipat,
       Melalui Vajrajapam ini anda akan menjadi sama seperti pikiran
       dari tiga Vajra.
       Setelah bermeditasi pada tubuh, ucapan, dan pikiran dari para
       Buddha, sang Kebijaksanaan Vajra harus mempersembahkan di dalam
       pikiran pemujaan tertinggi, dan menjadi sama seperti tiga Vajra.
       Setelah bermeditasi pada tubuh, ucapan, dan pikiran dari para
       Buddha, sang Kebijaksanaan Vajra harus mempersembahkan di dalam
       pikiran pemujaan tertinggi, ini mencapai Pencerahan Bodhi.
       Atau yang lainnya, laksanakan hasil di dalam tiga bagian yang
       terpisah, dengan pemahaman wujudkan ketiadaan diri dari tubuh,
       ucapan, dan pikiran. Bacakan, pancarkan Vajra - Vajra, dan dalam
       penyelesaian cabut kembali mereka : Ini membuka mata
       kebijaksanaan dari semua Buddha.
       Lengkapi Pencerahan dari tubuh Vajra (kayavajrabhisambodhir),
       pemeriksaan pada yang zat dan yang tanpa zat
       (bhavabhavavicaranam), adalah disebut tubuh Buddha (buddhakaya),
       itu disebut penjapaan dari tubuh (iti proktah kayajapah sa
       ucyate);
       Lengkapi Pencerahan dari ucapan Samaya (vaksamayabhisambodhih),
       pemeriksaan pada yang suara dan yang tanpa suara
       (sabdasabdavicaranam), adalah disebut ucapan Vajra (vagvajra),
       itu disebut penjapaan dari ucapan (iti prokto vagjapah sa
       ucyate);
       Lengkapi Pencerahan dari pikiran Samaya (cittasamayasambodhih),
       pemeriksaan pada Vajra yang tetap kukuh (sthitavajravicaranam),
       adalah disebut pikiran Vajra (Vajracittam), itu disebut
       penjapaan dari pikiran (iti proktam cittamjapah sa ucyate);
       Pemeriksaan pada para Buddha dari tiga masa waktu, dengan
       penjapaan Mantra yang berhubungan, penuh kesenangan, tanpa
       kepadatan yang kukuh, ini disebut penjapaan Permata
       (ratnajapah);
       Itu yang artinya adalah 'datang dan pergi', hasil dari awan-awan
       dari bentuk-bentuk dimana-mana di dalam Buddha-ksetra, ini
       disebut penjapaan yang tidak terhalangi (amoghajapah);
       Dengan kebijaksanaan dari Samaya yang penuh murka
       (krodhasamayajnanena) dia mendengar huruf-huruf Mantra,
       Mandala-nya diumumkan oleh Vajra-nya, ini disebut penjapaan
       penuh murka (krodhajapah);
       Dengan menginginkan keselamatan dan kebaikan pada semua,
       menempatkan para makhluk hidup yang telah menjadi terbingungkan
       oleh nafsu berahi di dalam tempat tinggal dari angan-angan
       khayalan, ini disebut penjapaan angan-angan khayalan (mohajapa);
       Kata yang muncul dari kegemaran gairah, tinggal berdiam di dalam
       tubuh, ucapan, dan pikiran, dengan menempatkan para makhluk
       hidup di dalam lautan dari kegemaran gairah, ini disebut
       penjapaan kegemaran gairah (ragajapa);
       Pikiran yang muncul dari kebencian Vajra, tinggal berdiam di
       dalam tubuh, ucapan, dan pikiran, menempatkan para makhluk hidup
       di dalam tempat tinggal dari kebencian, ini disebut penjapaan
       kebencian (dvesajapah);
       Intisari dari tiga Samaya Vajra, sang tengah pusat diantara
       Samaya Vajra, ini disebut penjapaan netral dari Samaya Vajra
       (samayavajranam japo napumsaka);
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Vajra1321.png
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Vajra1321.png.html
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/star_mandala1_1.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/star_mandala1_1.jpg.html
       [/center]
       Semua Vajradhipatih, merenungkan arti yang sesungguhnya dari
       'kegemaran gairah', menghasilkan Pencerahan Bodhi melalui
       'kegemaran gairah' demi kebaikan semua makhluk;
       Sang Maha Vidya Locana dan seterusnya, selalu membenamkan di
       dalam arti yang sesungguhnya dari nafsu keinginan, berhasil dari
       menikmati sesuka hati kesenangan dari indera;
       Sang Vidyaraja Pemilik Vajra, timbul dari Samaya Angan-Angan
       khayalan, mencapai di dalam keadaan netral, menganugerahi Siddhi
       tertinggi;
       Sang Penuh Murka lahir di dalam tempat tinggal dari kebencian,
       selalu bermaksud membunuh, mencapai melalui arti sesungguhnya
       dari membunuh oleh sang Sadhaka dari Dharma tertinggi;
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Mahapurusa-Samaya.
       Pada tengah pusat dari inti, visualisasikan Roda dari Pemilik
       Roda Kebijaksanaan (hrdi madhyagatam cakram bhavayej
       jnanacakrinam),
       Dan bermeditasi pada arti dari Roda di tengah pusat, didalam
       tengah-tengah dari Mandala Yang Terang
       (svacchamandalamadhyastham madhye cakrarthabhavana);
       Pada tengah pusat dari inti, visualisasikan Vajra dari Pemilik
       Vajra Kebijaksanaan (hrdi madhyagatam vajram bhavayej
       jnanavajrinam),
       Dan bermeditasi pada arti dari Mantra Vajra didalam
       tengah-tengah dari Mandala Vajra (vajramandalamadhyastham
       vajramantrarthabhavana);
       Pada tengah pusat dari inti, visualisasikan Permata dari Pemilik
       Permata Kebijaksanaan (hrdi madhyagatam ratnam bhavayed
       ratnajnaninam),
       Dan bermeditasi pada arti dari Mantra Permata didalam
       tengah-tengah dari Mandala Permata (ratnamandalamadhyastham
       ratnamantrarthabhavana);
       Pada tengah pusat dari inti, visualisasikan Bunga Teratai dari
       Pemilik Bunga Teratai Kebijaksanaan (hrdi madhyagatam padmam
       bhavayet padmajnaninam),
       Dan bermeditasi pada arti dari Mantra Bunga Teratai didalam
       tengah-tengah dari Mandala Dharma (dharmamandalamadhyastham
       padmamantrarthabhavana);
       Pada tengah pusat dari inti, visualisasikan Pedang dari Pemilik
       Pedang Kebijaksanaan (hrdi madhyagatam khadgam bhavayet
       khadgajnaninam),
       Dan bermeditasi pada arti dari Mantra Pedang didalam
       tengah-tengah dari Mandala Samaya (samayamandalamadhyastham
       khadgamantrarthabhavana);
       Buat Lima Buddha mendekati Mandala itu, kemudian pancarkan
       Mereka keluar dengan cara dari Lima Sinar, dan Pencerahan Bodhi
       akan tercapai;
       Hasil dari semua Mantra adalah dua kali lipat; Hasil dan
       penarikan kembali harus di kerjakan dengan membedakan antara
       tiga tubuh Vajra : Menyembah tubuh anda melalui intisari dari
       tubuh, pikiran anda melalui intisari dari pikiran, dan ucapan
       anda melalui intisari dari ucapan, anda akan mencapai keadaan
       dari pemujaan.
       Visualisasikan Lima Vajra dengan lingkaran dari Mandala Besar
       (mahamandalacakrena pancavajravibhavana),
       Dan di tengah pusat visualisasikan 'Penguasa (Adhipati)' sebagai
       bentuk diri anda sendiri yang memiliki tiga tubuh Vajra,
       Kemudian setelah membayangkan bentuk dari Mantra Vajra anda di
       dalam empat Mandala dengan empat warna,
       Lakukan meditasi pada arti dari Mantra didalam hati;
       Di dalam meditasi Vajra, laksanakan empat perbuatan Vajra,
       karena ini adalah rahasia abadi dari semua Mantra : Untuk
       Kedamaian (santike), Locana, Untuk Kemakmuran (paustike),
       Pemilik Vajra Bunga Teratai (padmavajrinah), Untuk Penaklukan,
       Vairocana, dan Untuk Perbuatan Ganas Dari Vajra Yang Penuh Murka
       (vajrakrodho'bhicarake);
       Ini adalah rahasia dari semua Vajra, muncul dari tiga tubuh
       (idam tat sarvavajranam guhyam trikayasambhavam), diwujudkan
       sebagai permainan dari perbuatan semua Mantra (nirmitam
       sarvamantranam kriyanatakalaksitam).
       Kebangkitan ini harus dilaksanakan melawan mereka yang tidak
       mempunyai kesetiaan, mereka yang menyalahkan Guru Vajra
       (nindakacaryavajrinah), dan pelaku kejahatan lainnya.
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Mahajnanacakravajrah.
       Visualisasikan para makhluk dari tiga alam di dalam tubuh Buddha
       (traidhatukasthitan sattvan buddhakaye vibhavayet),
       Dan setelah membayangkan mereka terbunuh oleh musuh, laksanakan
       perbuatan :
       Pada tengah pusat ruang angkasa bayangkan Vajra lima ujung,
       empat muka, Vajrasattva pemilik semua aspek ketuhanan
       (sarvakaravaropetam vajrasattvam vibhavayet);
       Pada sisi tangan kanan visualisasikan lingkaran para Buddha
       (buddhacakram) timbul dari Samaya dari tiga masa waktu
       (tryadhvasamayasambhutam), Ini lingkaran Buddha dari kekuatan
       besar (buddhacakram mahabalam);
       Dengan membedakan antara bentuk-bentuk tubuh para Buddha, gambar
       bersama-sama para makhluk dari sepuluh penjuru arah kedalam
       sebuah bola, dan buat mereka memasuki tubuh anda,
       Kemudian pancarkan keluar lagi para Buddha dari lingkaran
       kebijaksanaan (jnanacakrinam), penuh murka (kruddhan), dibuat
       sangat marah oleh kemarahan (krodhakulan dhyatva), jelek dan
       mengerikan (vikatotkatabhisanan),
       Membawa berbagai macam senjata (nanapraharanahastagran), pikiran
       Mereka berniat membunuh (maranartharthacintakan), Mereka
       menghancurkan 'penjahat besar (mahadustan)', bahkan Vajrasattva
       dirinya sendiri,
       Sang Buddha yang menganugerahkan pemberian dari tiga tubuh
       (buddha trikayavarada), tempat tinggal Mandala dari tiga Vajra
       (trivajralayamandalah), akan memberikan Siddhi jika ini
       dikerjakan selama tujuh hari, tapi jika orang yang tertipu itu
       tidak memberikannya, dia akan mati, tidak ada keraguan.
       Samadhi itu disebut "Lingkaran Dari Perintah Dari Kebijaksanaan
       Dari Samaya Vajra (vajrasamayajnanajnacakro nama samadhih)"
       Pada tengah pusat ruang angkasa visualisasikan Roda yang
       terhiasi dengan nyala api Vajra, Vairocana yang memiliki semua
       aspek ketuhanan, dan bayangkan Vajrasattva dari ketenaran besar
       muncul dari Samaya tiga masa waktu, sedang memegang di dalam
       tangan-Nya Vajra yang memancarkan percikan bunga api;
       Dengan membedakan antara bentuk-bentuk Vajra, gambar
       bersama-sama para makhluk dari sepuluh penjuru arah pada sinar
       cahaya dan buat mereka memasuki tubuh anda;
       Kemudian Teman dari kebijaksanaan tertinggi harus memancarkan
       semua Vajra : Semoga semua Buddha, para Yogin dari tubuh,
       ucapan, dan pikiran, mendengar saya ! Saya adalah Vajradhara
       yang mulia, yang mengatur lingkaran perintah, dengan Vajra yang
       bernyala api saya menghancurkan hasil dari tiga tubuh, dan jika
       ada yang tidak mematuhi 'hukum suci (Samaya)' dia akan binasa,
       tidak ada keraguan !
       Samadhi itu disebut "Kebijaksanaan Vajra Dari Samaya Roda
       (cakrasamayajnanavajro nama samadhih)"
       Pada tengah pusat ruang angkasa visualisasikan Mandala Pemilik
       Vajra dari para Buddha, kemudian bayangkan diri anda sendiri di
       dalam sifat alami Vajra anda sebagai Yamantaka dengan rombongan
       penggiring yang besar;
       Visualisasikan para Buddha dan para Bodhisattva dari tiga masa
       waktu, masuk kedalam Mandala dari tiga tubuh, kemudian pancarkan
       keluar lagi Mereka menyerupai Yamantaka, dan dengan penuh murka
       bayangkan para musuh yang berpikiran jahat, para makhluk dari
       tiga masa waktu, terbunuh : Ini adalah Mandala dari Perintah
       Vajra.
       Samadhi itu disebut "Kebijaksanaan Vajra Dari Tiga Tubuh Dari
       Yamantaka Lahir Dari Semua Samaya
       (sarvasamayasambhavayamantakatrikayajnanavajro nama samadhih)"
       Lingkaran dari Perintah bisa digunakan dengan tubuh, ucapan, dan
       pikiran Vajra, melalui kualitas dari Mantra-nya, atau dengan
       Samaya Usnisa;
       Sang Pemilik Kebijaksanaan Vajra Tertinggi harus melakukan itu
       untuk penjagaan dari semua Mantra;
       Ini disebut penjagaan dari pencerahan Bodhi dari semua Vajra.
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Bodhicittah.
       Pada tengah pusat ruang angkasa visualisasikan tubuh Dharma,
       Samaya dari tiga tubuh muncul dari bentuk yang melampaui dari
       Vairocana, dan kemudian pikirkan itu sebagai tempat duduk;
       Bayangkan ruang angkasa terisi penuh dengan semua Buddha, dan
       visualisasikan kebijaksanaan makhluk, tempat tinggal dari huruf
       Mantra anda, di dalam bentuk dari pikiran;
       Kemudian gambar bersama-sama para Buddha, lakukan meditasi pada
       Mereka hanya sebagai pikiran, dan ketika anda telah mengubah
       Mereka kedalam pikiran Vajra, buatlah Mereka memasuki tiga
       tubuh.
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Khavajrasamayah.
       Samadhi itu disebut "Penyinar Dari Permata Mantra Vajra
       (vajramantraratnapradyotakaro nama samadhih)"
       Visualisasikan Vajrasattva yang memiliki semua aspek ketuhanan,
       kemudian setelah menempatkan para Buddha dalam rangka menginjak
       diatas air, dan bayangkan sedang menginjak atas kepala musuh
       dengan dua kaki bersama-sama.
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Svabhavasuddhah (Murni
       dalam sifat alami).
       Samadhi itu disebut "Menginjak Diatas Lautan Vajra
       (vajrodadhipadakranto nama samadhih)"
       Visualisasikan Maha Indra Mandala dan tempatkan Yang Murka
       (Krodhakulam) di dalamnya, dan bayangkan sedang menginjak atas
       kepala musuh dengan tanda kaki anda dengan 'Vajra Ganda
       Menyilang (Karma Vajra)'.
       Demikian yang dikatakan.
       Samadhi itu disebut "Vajra Yang Menghancurkan Semua Pendapat
       Yang Salah Dari Para Bida (sarvatitthyaparapravadistambhanavajro
       nama samadhih)"
       Visualisasikan Tiga Vajra Tertinggi (trivajragran) di dalam
       aspek penuh kemurkaan-nya (krodhakaram), semuanya sebesar raja
       gunung (giriraja), berwarna kuning serbuk sari, dan bayangkan
       itu ada di atas kepala musuh; Jika ini menghancurkan bahkan
       rombongan besar para Buddha, tidak ada keraguan itu akan
       menghancurkan raja manusia (narapati)
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan,
       Sarvatathagatakayavakcittasambhavah (Lahir Dari Tubuh, Ucapan,
       dan Pikiran Dari Semua Tathagata).
       Samadhi itu disebut "Menghancurkan Semua Pasukan
       (sarvasainyastambhano nama samadhih)"
       Visualisasikan meditasi ini, hukum suci untuk menakuti musuh,
       dan bahkan jika Buddha tidak mematuhi Dia akan diledakkan
       menjadi potongan-potongan, tidak ada keraguan.
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Trivajrasamayah.
       Visualisasikan pisau belati Vajra berujung lima muncul dari
       huruf 'HUM', dan bayangkan itu ada didalam hati musuh; Bahkan
       rombongan besar yang penuh murka dari para Buddha akan binasa,
       tidak ada keraguan.
       Samadhi itu disebut "Membingungkan Musuh (ripumohapakaro nama
       samadhih)"
       Praktekkan ini di kota, di desa, atau di propinsi, dan itu akan
       selalu membawa kedamaian, bebas dari semua penyakit jahat.
       Visualisasikan Vajra berujung lima di langit, menyala
       berkobar-kobar sama seperti api yang memusnahkan kalpa, dan
       gambar semua makhluk kedalamnya;
       Kemudian pancarkan mereka keluar lagi sebagai permata-permata
       yang bersinar dan 'permata pengabul keinginan (cintamani)',
       Dan visualisasikan awan-awan dari Dharma melaksanakan 'Penyucian
       (Abhiseka)'.
       Melalui meditasi ini bahkan yang tidak pernah puas menjadi penuh
       terpuaskan, dia menjadi permata yang mulia yang mengabulkan
       keinginan (cintamani sriman), bermeditasi pada kemurahan hati
       Vajra (danavajraprabhavakah).
       Memancarkan disana awan-awan dari para Buddha, Mahadharma, dan
       Vajrasattva, dan tempat itu akan diberkati oleh semua Buddha
       selama tiga kalpa yang tidak terhitung.
       Ini adalah semua tubuh rahasia Buddha yang murni. (idam tat
       sarvabuddhanam kayaguhyam anavilam)
       Samadhi itu disebut "Lahir Dari Vajra Yang Menghapus Semua
       Penyakit (sarvarogapanayanavajrasambhavo nama samadhih)"
       Dimanapun anda mempraktekkan sumpah ini di dalam meditasi,
       tinggal berdiam disana, melalui yoga dari meditasi ini, anda
       akan diberkati oleh semua Buddha.
       Visualisasikan 'sang Raja Besar Vajra Nektar
       (Vajramrtamaharajam)', 'sang Pisau Vajra (Vajrakilam)', dan
       tusuk itu dengan kobaran percikan bunga api kedalam lingkaran
       dari sepuluh penjuru arah.
       Demikian yang dikatakan.
       Samadhi itu disebut "Vajra Yang Mengatur Dan Menenangkan Dunia
       (jagadvinayasantivajro nama samadhih)"
       Pada tengah pusat ruang angkasa visualisasikan 'Mandala
       Kedamaian Tertinggi (santimandalam uttamam)',
       Dan visualisasikan bentuk dari Vairocana, tempatkan Pemohon di
       dalam hati-Nya (di daerah tengah dada atau jantung);
       Bayangkan alam-alam dari ruang angkasa terisi penuh dengan para
       Locana,
       Kemudian gambarkan Mereka bersama-sama kedalam sebuah 'bola
       cahaya (rasmipindena)' dan buatlah itu jatuh kebawah kedalam
       Pasien itu;
       Sang praktisi dari sumpah ini harus memancarkan keluar
       'awan-awan para Buddha (buddhameghan)' dari pori-porinya.
       Dan pada saat yang sama awan-awan dari para Buddha akan
       menganugerahkan Penyucian pada Pasien itu,
       Dan dengan cara Samaya Vajra ini dia akan menjadi yang mulia
       pada seluruh saat itu.
       Samadhi itu disebut "Vajra Yang Mengatur Dan Menenangkan Dunia
       (buddhasamayameghavyuho nama samadhih)"
       Pada tengah pusat ruang angkasa visualisasikan 'Mandala Indra
       Besar Yang Terang (mahendra mandalam subham)',
       Dan visualisasikan bentuk dari Dharmadhara, tempatkan Pemohon di
       dalam hati-Nya;
       Isi tempat tinggal yang sangat menyenangkan dari ruang angkasa
       dengan para Pandara,
       Kemudian gambarkan Mereka bersama-sama kedalam sebuah bola
       cahaya yang berwarna permata dan berwarna 'permata pengabul
       keinginan (cintamani)' dan buatlah itu jatuh kebawah kedalam
       tubuh, ucapan, dan pikiran Pemohon;
       Dan praktisi dari sumpah ini harus memancarkan keluar 'awan-awan
       permata (ratnameghan)' dari pori-porinya, dan visualisasikan
       'awan-awan Dharma (dharmameghan)' melaksanakan Penyucian.
       Melalui meditasi ini bahkan yang tidak pernah puas menjadi penuh
       terpuaskan, dia menjadi permata cintamani yang mulia,
       menyempurnakan kedermawanan Vajra (danavajraprasadhakah).
       Samadhi itu disebut "Susunan Samaya Dari Awan Awan Dharma
       (dharmameghasamayavyuho nama samadhih)"
       Pada tengah pusat ruang angkasa visualisasikan 'Mandala Vajra
       Setengah Bulan (vajracandrardhamandalam)',
       Dan visualisasikan bentuk dari Aksobhya dan Amoghasiddhi,
       tempatkan Pemohon di dalam hati-Nya;
       Bayangkan bidang dari ruang angkasa sepenuhnya terisi dengan
       para Buddha dan para Bodhisattva,
       Dan buat Kecemerlangan Mereka jatuh pada dia dengan lima sinar
       cahaya;
       Pada seluruh saat itu dia akan mengetahui pikiran dari semua
       Buddha, dan dengan penampilan dari Manjusri laksanakan
       perbuatan-perbuatan dari keadaan-Nya;
       Dengan hati penuh kegembiraan Mereka akan menganugerahkan
       Penyucian yang membawa kegembiraan besar,
       Dan bangkit melalui tampilan saja, dia akan menaklukkan seluruh
       dunia.
       Samadhi itu disebut "Susunan Dari Awan-Awan Dari Samaya Permata
       (ratnasamayameghavyuho nama samadhih)"
       Bayangkan ruang angkasa Vajra terisi dengan para Raksasa, yang
       ganas, terbakar dalam kemurkaan yang dahsyat, dan dengan
       berbagai macam serigala, burung gagak, burung bangkai, dan
       anjing liar;
       Selalu menvisualisasikan musuh di dalam Mandala Api, mengganggu
       semua Buddha, dan kemudian laksanakan yoga : Bayangkan Mereka
       semua mengalahkan dia, sedang membawa banyak jenis dari senjata,
       Dan merobek isi perut, sumsum, darah dan seterusnya, dan musuh
       itu akan mati. Bahkan jika Buddha atau Vajradhara
       divisualisasikan dalam cara ini, dia akan mati tidak lebih dari
       dua minggu, tidak ada keraguan.
       Samadhi itu disebut "Susunan Samaya Dari Awan Awan Dharma
       (vajrameghasamayavyuho nama samadhih)"
       Bayangkan Vairocana, warna dari awan musim gugur, berkepala
       tiga, putih, hitam dan merah gelap, terhiasi dengan tumpukan
       rambut dan mahkota; (trimukham vairocanam cintet
       saratkandasamaprabham sitakrsnamaharaktam jatamukutamanditam)
       Bayangkan Penguasa Vajra (vajrinam), berkepala tiga, wajah-nya
       berwarna hitam, merah dan putih, menyala berkobar-kobar, memakai
       tumpukan rambut dan mahkota, menggoncang alam-alam dunia;
       Bayangkan Dia yang penuh nafsu (raginam), berkepala tiga,
       wajah-nya berwarna merah, hitam dan putih, yang menyenangkan di
       dalam tumpukan rambut dan mahkota, dan anda akan pasti berhasil;
       Bayangkan di dalam tangan kanan Mereka ada Roda, Vajra dan Bunga
       Teratai Besar;
       Bayangkan bentuk Vajra Mereka dengan enam lengan, indah, membawa
       berbagai macam senjata.
       Bayangkan Locana, berkeinginan untuk kebaikan pada semua
       makhluk, berkepala tiga, berwarna putih, hitam dan merah gelap,
       sangat cantik dalam bentuk rupa;
       Bayangkan selalu sang Ratu Besar Mamaki, berkepala tiga,
       berwarna hitam, putih dan merah, sangat cantik dalam bentuk
       rupa;
       Bayangkan selalu sang Ratu Besar Pandara, berkepala tiga,
       berwarna merah, hitam dan putih, sangat cantik dalam warna;
       Bayangkan Tara memegang Vajra Bunga Teratai Malam, berkepala
       tiga, bersinar berseri-seri, berwarna kuning, hitam dan putih,
       dan anda akan mencapai kebijaksanaan;
       Bayangkan sang Murka Besar Yamantaka (Yamantakam Maha Krodham),
       berkepala tiga, ganas dan bersinar, berwarna hitam, kasar,
       menakutkan untuk menakuti sendiri;
       Bayangkan sang Murka besar Aparajita (Aparajitam Maha Krodham),
       tertawa keras, berkepala tiga, menyala berkobar-kobar dan
       memancarkan percikan bunga api;
       Sang Yogin harus selalu membayangkan sang Murka Besar Hayagriva
       (Hayagrivam Maha Krodham), menyala berkobar-kobar seperti api
       yang memusnahkan kalpa, berkepala tiga, membasmi pelaku
       kejahatan;
       Sang Murka Besar Vajra-Amrta (Vajramrtam Maha Krodham),
       menggoncang dan memancarkan percikan bunga api, seperti Vajra
       yang menyala berkobar-kobar, ganas, menakutkan untuk menakuti
       sendiri;
       Bayangkan sang Murka Besar Takkiraja, sang kebijaksanaan dari
       hasrat keinginan, berkepala tiga, menyebabkan ketakutan tiga
       kali lipat, empat lengan, sangat luar biasa menakutkan;
       Selalu membayangkan sang Vajra Besar Mahabala (Maha Balam Maha
       Vajram), menghilangkan kebodohan dari tiga dunia, menghancurkan
       semua pelaku kejahatan, berkepala tiga;
       Bayangkan sang Murka Besar Niladanda, menyebabkan ketakutan pada
       tiga dunia, berkepala tiga, lahir dari tiga Vajra, menyala
       berkobar-kobar dengan dahsyat;
       Sang Praktisi dari sumpah itu harus membayangkan sang Murka
       Besar Vajra-Acala , lahir dari Vajra, bermata juling (kero),
       lembut, memegang pedang dan tali jerat, berkepala tiga;
       Bayangkan sang Maha Usnisa Ekaksara, memancarkan percikan bunga
       api di dalam semua penjuru arah, berkepala tiga, menyala
       berkobar-kobar, memegang Roda, Mandala dari meditasi
       (dhyanamandalam);
       Bayangkan sang Sumbha, pemilik kebijaksanaan tertinggi, ganas,
       menciptakan lautan dari ketakutan, berkepala tiga, bentuk-Nya
       bersinar-sinar dengan nyala api, Mandala dari meditasi;
       Tejorasi, Jayosnisa, dan Yang LainNya dari Mantra Cakra, harus
       dibayangkan masing-masing bergantian dengan 'Tubuh Kesenangan
       (Sambhoga)' Samaya Mereka;
       Yang Tidak Ada Batasnya adalah Samadhi dari Mantra yang
       diajarkan;
       Satu demi satu para Yang Penuh Murka naik diatas surga.
       Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan 'Mandala Terang
       yang tertinggi (svacchamandalam uttamam)', dan setelah
       menvisualisasikan 'bentuk gambar dari Buddha (buddhabimbam)',
       rubah bentuknya menjadi Vairocana;
       Visualisasikan Dia penuh kedamaian, terang tembus cahaya,
       seperti bulan, warna dari lima sinar cahaya, muncul seperti
       cermin, Mandala dari tiga dunia (traidhatukasya mandalam),
       terhiasi dengan semua penghiasan, anda akan melihat Pencerahan
       Bodhi. Dengan cara ini, melakukan visualisasi di dalam meditasi
       Vajra, Kebesaran dari Buddha yang mengalahkan semua dunia
       tercapai di dalam seluruh hidup ini.
       Samadhi itu disebut "Vajra Yang Indah, Kelahiran Dari Samaya
       Vairocana (vairocanasamayasambhavacaruvajro nama samadhih)"
       #Post#: 167--------------------------------------------------
       Re: Sarva Tathagata Kayavakcittarahasyo Guhya Samaya Nama Maha K
       alpa Raja Mahayana Sutra
       By: ajita Date: November 13, 2016, 9:01 am
       ---------------------------------------------------------
       Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Vajra
       yang tertinggi (vajramandalam uttamam), dan setelah
       menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah
       bentuk-Nya menjadi Vajrasattva;
       Visualisasikan Dia penuh murka, seolah-olah dengan bentuk yang
       tembus cahaya, warna dari lima kobaran api, memiliki semua aspek
       ketuhanan, terhiasi dengan semua penghiasan, tempat tinggal yang
       penuh kedamaian dari kebijaksanaan, anda akan secara cepat
       mencapai sifat alami Vajra. Dengan cara ini, terbangkitkan di
       dalam meditasi Vajra, Kebesaran dari Vajra yang mengalahkan
       semua makhluk tercapai dalam seluruh hidup ini.
       Samadhi itu disebut "Vajra Yang Indah, Kelahiran Dari Samaya
       Semua Vajra (sarvavajrasamayasambhavacaruvajro nama samadhih)"
       Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Dharma
       yang tertinggi (dharmamandalam uttamam), dan setelah
       menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah
       bentuk-Nya menjadi Dharmasattva;
       Visualisasikan Dia penuh kedamaian, tubuh-Nya tembus cahaya,
       terhiasi dengan semua penghiasan, Roda besar yang memancarkan
       awan-awan dari sinar cahaya. Dengan cara ini, Kebesaran dari
       Dharma, lahir dari tiga tubuh yang tidak bisa dihancurkan,
       terhiasi dengan lautan kebijaksanaan, tercapai dalam seluruh
       hidup ini.
       Samadhi itu disebut "Vajra Yang Indah, Kelahiran Dari Samaya
       Dharmasattva (dharmasattvasamayasambhavacaruvajro nama
       samadhih)"
       Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Bulan
       yang tertinggi (candramandalam uttamam), dan setelah
       menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah
       bentuk-Nya menjadi Locana;
       Wajah yang cantik, mata yang lebar, terhiasi dengan berbagai
       macam permata, dilengkapi dengan semua ciri-ciri, yang tertinggi
       di dalam daya pikat perempuan;
       Bayangkan di dalam tangan-Nya ada Roda, yang menaklukkan tiga
       dunia, kebijaksanaan yang mencapai semua Siddhi, Penganugerah
       permata cintamani.
       Samadhi itu disebut "Memiliki Tanda Dari Samaya Locana
       (locanasamayahastagravati nama samadhih)"
       Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Bulan
       yang tertinggi (candramandalam uttamam), dan setelah
       menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah
       bentuk-Nya menjadi Khavajra;
       Wajah yang cantik, mata yang lebar, warna dari bunga teratai
       malam yang berwarna biru, dilengkapi dengan semua ciri-ciri,
       Istri dari ruang angkasa;
       Di dalam tangan-Nya ada Bunga Teratai malam yang berwarna merah
       dan yang berwarna biru, yang disembah oleh tiga dunia, kesurgaan
       (divyam), menyebabkan Pencerahan Buddha (buddhabodhikaram),
       rahasia dari Vajra Siddha (rahasyam siddhivajrinam).
       Samadhi itu disebut "Ibu Dari Ruang Angkasa, Yang Memberikan
       Kegembiraan Kepada Awan-Awan Vajra Dari Sinar Permata
       (khamatrratnarasmimeghavajrahladanavati nama samadhih)"
       Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Dharma
       yang tertinggi (dharmamandalam uttamam), dan setelah
       menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah
       bentuk-Nya menjadi Dharmavajri;
       Wajah yang cantik, mata yang lebar, berwarna permata merah,
       muncul dari khayalan ilusi tertinggi, Kecintaan dari Penguasa
       Kegemaran Gairah, dilengkapi dengan semua ciri-ciri
       (sarvalaksanasampurnam), terhiasi dengan semua penghiasan
       (sarvalamkarabhusitam);
       Di dalam tangan-Nya ada Bunga Teratai malam yang berwarna merah,
       yang dimeditasi oleh semua kesurgaan Buddha (panau raktotpalam
       divyam sarvabuddhaprabhavitam), sumber dari kebijaksanaan
       Dharma, rahasia dari Mereka yang memiliki Samaya Vajra.
       Samadhi itu disebut "Vajra Yang Mengajar Pencerahan Yang Terang
       Dan Lengkap, Intisari Dari Samaya Dharma
       (dharmasamayatattvabhisambodhidarsanavajro nama samadhih)"
       Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Siddhi
       yang tertinggi (siddhimandalam uttamam), dan setelah
       menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah
       bentuk-Nya menjadi Tara;
       Bayangkan wajah-Nya yang cantik, mata yang lebar, terhiasi
       dengan berbagai-macam permata, berwarna kuning, memabukkan
       dengan anggur dari pesona perempuan;
       Di dalam tangan-Nya ada Bunga Teratai malam berwarna kuning yang
       terang, dihasilkan dari meditasi Vajra, disembah oleh semua
       makhluk.
       Samadhi itu disebut "Memiliki Samaya Tara Yang Agung
       (samayataragravati nama samadhih)"
       Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Matahari
       yang tertinggi (suryamandalam uttamam), dan setelah
       menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah
       bentuk-Nya menjadi Yamantaka;
       Bayangkan Dia menyala berkobar-kobar, memancarkan percikan bunga
       api, kemurkaan yang panas, Mandala dari ketakutan
       (bhayamandalam), dengan mata merah dan gigi terlihat, pedang di
       tangan-Nya.
       Bayangkan Vairocana di atas Mahkota-Nya, sang Pemilik Vajra akan
       bergembira, karena ini adalah 'hukum suci (samaya)' dari semua
       Yang Penuh Murka, para Pemilik Kebijaksanaan Vajra.
       Samadhi itu disebut "Penampilan Dari Hasil Yamantaka
       (yamantakasphuranavabhasavyuho nama samadhih)"
       Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Matahari
       yang tertinggi (suryamandalam uttamam), dan setelah
       menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah
       bentuk-Nya menjadi Aparajita;
       Bayangkan Dia menyala berkobar-kobar, memancarkan percikan bunga
       api, memakai lilitan ular, mulut-Nya terbuka lebar, menakutkan,
       berwarna putih.
       Bayangkan Aksobhya di atas Mahkota-Nya, sang Pemilik Vajra akan
       bergembira, karena ini adalah 'hukum suci (samaya)' dari semua
       Yang Penuh Murka (sarvakrodhanam), para Pemilik Kebijaksanaan
       Vajra.
       Samadhi itu disebut "Penampilan Dari Vajra Aparajita
       (aparajitavajravyuho nama samadhih)"
       Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Matahari
       yang tertinggi (suryamandalam uttamam), dan setelah
       menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah
       bentuk-Nya menjadi Haya-vajra;
       Bayangkan Dia penuh kemurkaan, memancarkan percikan bunga api di
       semua penjuru arah, membasmi para pelaku kejahatan, berwarna
       merah.
       Bayangkan Amitabha di atas Mahkota-Nya, sang Pemilik Vajra akan
       bergembira, karena ini adalah 'hukum suci (samaya)' dari semua
       Yang Penuh Murka (sarvakrodhanam), para Pemilik Kebijaksanaan
       Vajra.
       Samadhi itu disebut "Penampilan Dari Kelahiran Dari Hayagriva
       (hayagrivotpattisambhavavyuho nama samadhih)"
       Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Matahari
       yang tertinggi (suryamandalam uttamam), dan setelah
       menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah
       bentuk-Nya menjadi Vajra-Amrta;
       Bayangkan Dia menyala berkobar-kobar, memancarkan percikan bunga
       api, dikelilingi oleh awan-awan Vajra, penuh kemurkaan dan
       panas, berwarna hitam, dengan gigi yang tajam.
       Bayangkan Aksobhya di atas Mahkota-Nya, sang Pemilik Vajra akan
       bergembira, karena ini adalah 'hukum suci (samaya)' yang tidak
       bisa dihancurkan dari semua Yang Penuh Murka (sarvakrodhanam).
       Samadhi itu disebut "Kelahiran Vajra Dari Samaya Nektar
       (amrtasamayasambhavavajro nama samadhih)"
       Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Matahari
       yang tertinggi (suryamandalam uttamam), dan setelah
       menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah
       bentuk-Nya menjadi Takki-sattva;
       Bayangkan Dia murka, dengan penampilan yang mengerikan,
       menakutkan untuk menakuti sendiri, dilengkapi dengan semua
       penghiasan, berwarna Vajra.
       Bayangkan Aksobhya di atas Mahkota-Nya, kegembiraan akan
       meningkat, karena ini adalah 'hukum suci (samaya)' yang tidak
       bisa dihancurkan dari semua Yang Penuh Murka (sarvakrodhanam).
       Samadhi itu disebut "Kegembiraan Dari Pencerahan Dalam Meditasi
       Vajra (dhyanavajrasambodhiratir nama samadhih)"
       Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Matahari
       yang tertinggi (suryamandalam uttamam), dan setelah
       menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah
       bentuk-Nya menjadi Maha Bala;
       Bayangkan Dia menyala berkobar-kobar, memancarkan percikan bunga
       api, tempat tinggal Mandala dari tiga Vajra
       (trivajralayamandalam), ganas dan murka, memegang tali jerat,
       Pemilik kekuatan Vajra.
       Bayangkan Aksobhya di atas Mahkota-Nya, kegembiraan akan
       meningkat, karena ini adalah 'hukum suci (samaya)' yang tidak
       bisa dihancurkan dari semua Yang Penuh Murka (sarvakrodhanam).
       Samadhi itu disebut "Vajra Tiga Kekuatan (tribalavajro nama
       samadhih)"
       Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Matahari
       yang tertinggi (suryamandalam uttamam), dan setelah
       menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah
       bentuk-Nya menjadi Nila-Vajra;
       Bayangkan Dia murka, dengan penampilan yang mengerikan,
       menakutkan untuk menakuti sendiri, tubuh berwarna hitam, ganas,
       menciptakan lautan hitam (krsnodadhipravardhanam), menyala
       berkobar-kobar dan memancarkan percikan bunga api
       (sphulingagahanam diptam), Pembawa tongkat Vajra
       (dandavajrinam).
       Bayangkan Aksobhya di atas Mahkota-Nya, kegembiraan akan
       meningkat, karena ini adalah 'hukum suci (samaya)' yang tidak
       bisa dihancurkan dari semua Yang Penuh Murka (sarvakrodhanam).
       Samadhi itu disebut "Memiliki Samaya Vajradanda
       (vajradandasamayagravati nama samadhih)"
       Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Matahari
       yang tertinggi (suryamandalam uttamam), dan setelah
       menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah
       bentuk-Nya menjadi Acala yang agung (acalagram);
       Bayangkan Dia murka dan mengerikan, mata juling (kero),
       menggoncang, memegang tali jerat dan pedang, menyala
       berkobar-kobar dan memancarkan percikan bunga api
       (sphulingagahanam diptam), Pemilik Kestabilan Vajra
       (acalavajrinam).
       Bayangkan Aksobhya di atas Mahkota-Nya, kegembiraan akan
       meningkat, karena ini adalah 'hukum suci (samaya)' yang tidak
       bisa dihancurkan dari semua Yang Penuh Murka (sarvakrodhanam).
       Samadhi itu disebut "Menginjak Samaya Dari Alam Dari Ruang
       Angkasa Vajra (khavajradhatusamayapadakranto nama samadhih)"
       Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Matahari
       yang tertinggi (suryamandalam uttamam), dan setelah
       menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah
       bentuk-Nya menjadi Vidyacakra;
       Bayangkan Dia dilengkapi dengan semua ciri-ciri, dilingkari oleh
       roda api, memancarkan percikan bunga api, Samaya dari lingkaran
       Usnisa.
       Bayangkan Aksobhya di atas Mahkota-Nya, kegembiraan akan
       meningkat, karena ini adalah 'hukum suci (samaya)' yang tidak
       bisa dihancurkan dari semua Yang Penuh Murka (sarvakrodhanam).
       Samadhi itu disebut "Samaya Usnisa, Lingkaran Kekuatan Vidya
       (usnisasamayavidyabalacakro nama samadhih)"
       Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Matahari
       yang tertinggi (suryamandalam uttamam), dan setelah
       menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah
       bentuk-Nya menjadi Vajra Sumbha;
       Bayangkan tubuh-Nya menyala berkobar-kobar dengan api yang
       dahsyat, memancarkan awan-awan Vajra, terbakar terang, Vajra di
       tangan-Nya, anda akan mencapai Siddhi.
       Bayangkan Aksobhya di atas Mahkota-Nya, kegembiraan akan
       meningkat, karena ini adalah 'hukum suci (samaya)' yang tidak
       bisa dihancurkan dari semua Yang Penuh Murka (sarvakrodhanam).
       Samadhi itu disebut "Kelahiran Dari Samaya Vajra Sumbha
       (vajrasamayasumbhavajro nama samadhih)"
       Melalui Penghentian oleh lingkaran dari para Yang Penuh Murka
       (nirodhakrodhacakrena),
       Dengan bergantung pada Lingkaran dari para Buddha
       (buddhacakranisevina),
       Kebijaksanaan Samadhi Vajra tercapai dari Mandala Vajra
       (samadhivajrajnanani sidhyante vajramandalat).
       [center]
       [html]<iframe width="420" height="315"
       src="//www.youtube.com/embed/JYe-V7-msTA" frameborder="0"
       allowfullscreen></iframe>[/html]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/vajrapani_4a.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/vajrapani_4a.jpg.html
       BAB XIV
       Kayavakcittadbhutamantrakarsanavijrmbhitarajo nama samadhi
       patala
       [/center]
       Kemudian sang Bhagavan Sarvatathagatasamayadhipatir Maha
       Vajradharah memasuki Samadhi yang bernama "Samaya Tertinggi Dari
       Kedamaian (santisamayagram nama samadhim)" dan menghasilkan dari
       Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya 'sang Ratu Agung dari semua
       Tatthagata (sarvatathagatabharyam)' : OM RU RU SPHURU JVALA
       TISTHA SIDDHALOCANE SARVARTHA SADHANI SVAHA
       Segera setelah ini diucapkan, mereka yang senang di dalam semua
       kesempurnaan, menjadi terpenuhi dengan kegembiraan dan
       kesenangan dan merenungkan Buddha Vajra. Dia disebut Ibu
       Kedamaian dari para Buddha, Dia menyelesaikan semua perbuatan,
       mengembalikan yang sudah mati menjadi hidup dan membangkitkan
       Samaya Vajra.
       Demikian itu yang dikatakan.
       Kemudian sang Bhagavan Trikayasamayakrodhavajrah memasuki
       Samadhi yang bernama "Vajra Samaya Dari Zat Dan Yang Bukan Zat
       (bhavabhavasamayavajram nama samadhim)" dan menghasilkan dari
       Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya 'sang Ratu Besar Tertinggi
       dari semua Vajradhara (sarvavajradharagramahisim)' ini : OM
       SANKARE SANTIKARE GHUTTA GHUTTA GHUTTINI GHATAYA GHATAYA
       GHUTTINI SVAHA
       Segera setelah ini diucapkan, para Pemilik Tiga Vajra Yang Tidak
       Bisa Dihancurkan (trivajrabhedyavajrinah) membuka lebar mata
       Mereka dengan kegembiraan dan merenungkan Pikiran Vajra. Dia
       selalu menyelesaikan perbuatan-perbuatan dari perlindungan Vajra
       dan memberikan kekuatan kepada mereka yang menderita Ketakutan
       Vajra Besar (mahavajrabhayartanam).
       Kemudian sang Bhagavan memasuki Samadhi yang bernama
       "Penglihatan Dari Samaya Dari Kegemaran Gairah
       (maharagasamayavalokanam nama samadhim)" dan menghasilkan dari
       Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya 'sang Ratu Tertinggi dari
       Tubuh Dharma (dharmakayagrabharyam)' ini : OM KATE VIKATE NIKATE
       KATAMKATE KAROTAVIRYE SVAHA
       Segera setelah ini diucapkan, mereka yang menjunjung tinggi
       Vajra Dharma Yang Tertinggi, bersuka-cita, menjadi terserap di
       dalam meditasi, dan merenungkan Dharma Vajra. Gudang Harta Yang
       Abadi, Dia selalu menciptakan kekuatan untuk memakmurkan Dharma
       melalui hanya membaca Mantra, sesuai dengan kata dari Ucapan
       Vajra.
       Kemudian sang Bhagavan memasuki Samadhi yang bernama "Kelahiran
       Dari Samaya Semesta (samantasamayasambhavavajram nama samadhim)"
       dan menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya 'sang
       Ratu Tertinggi dari Makhluk-Makhluk Samaya
       (samayasattvagrabharyam)' ini : OM TARE TUTTARE TURE SVAHA
       Segera setelah ini diucapkan, semua Buddha yang lahir dari Diri
       Besar (Mahatmajah), bersuka-cita (harsita), mencapai
       kebijaksanaan, dan 'merenungkan Tubuh Vajra (vajrakayam
       anusmaram)'. Seketika itu juga, Dia menaklukkan rombongan besar
       para Buddha dan para Vajra dan seluruh alam para makhluk hidup
       (buddhavajramahasainyam sattvadhatum samantatah), membuat Mereka
       semua memperhamba dan diam tak bergerak (karoti dasavat sarvam
       niscestam vasakrt ksanat).
       Demikian itu yang dikatakan.
       Kemudian sang Bhagavan Sarvatathagatakayavakcittavajra
       Tathagatah memasuki Samadhi yang bernama "Awan Vajra Dari Sinar
       Yang Tidak Bernoda (vimalarasmimeghavajram nama samadhim)" dan
       menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya 'sang
       Penuh Murka Besar Yamantaka Vajra
       (vajrayamantakamahavajrakrodham)' ini :
       NAMAH SAMANTAKAYAVAKCITTAVAJRANAM OM KHA KHA KHAHI KHAHI
       SARVADUSTASATTVADAMAKA ASIMUSALAPARASUPASAHASTA CATURBHUJA
       CATURMUKHA SATCARANA AGACCHA SARVADUSTAPRANAPAHARINE
       MAHAVIGHNAGHATAKA VIKRTANANA SARVABHUTABHAYAMKARA
       ATTATTAHASANADINE VYAGHRACARMANIVASANA KURU KURU SARVA KARMANI
       CHINDA CHINDA SARVAMANTRAN BHINDA BHINDA PARAMUDRAM AKARSAYA
       AKARSAYA SARVABHUTANI MATHA MATHA NIRMATHA NIRMATHA SARVADUSTAN
       PRAVESAYA PRAVESAYA MANDALAMADHYE VAIVASVATAJIVITANTAKARA MAMA
       SARVAKARYAM KURU KURU DAHA DAHA PACA PACA MA VILAMBA MA VILAMBA
       SAMAYAM ANUSMARA HUM HUM PHAT PHAT SPHOTAYA SPHOTAYA SARVAN
       NASAYA RIPUN KARA KARA SARVASAPARIPURAKA HE HE BHAGAVAN KIM
       CIRAYASI MAMA SARVARTHAN SADHAYA SVAHA
       Segera setelah ini diucapkan, semua Buddha Yang Termasyhur Besar
       (sarva buddha mahayasah), ketakutan dan khawatir di dalam hati
       Mereka, merenungkan Pikiran Vajra. Dengan mengambil tulang yang
       tidak rusak, berbentuk bagus dan menyenangkan, injaklah itu dan
       renungkan Mantra ini; Jika itu diucapkan tiga kali, Locana dan
       Mamaki dari Keluarga Vajra Besar akan pasti seketika itu juga
       tertangkap.
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Cittavajrah (Pikiran
       Vajra).
       Kemudian sang Bhagavan Vairocana Vajra Tathagata memasuki
       Samadhi yang bernama "Yang Tertinggi Diantara Kumpulan Dari
       Sinar Samaya (samayarasmigahanagram nama samadhim)" dan
       menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya 'sang
       Yang Penuh Murka Vajra Amrta Samaya (amrtasamayavajrakrodham)'
       ini :
       NAMAH SAMANTAKAYAVAKCITTAVAJRANAM NAMO VAJRAKRODHAYA
       MAHADAMSTROTKATABHAIRAVAYA ASIMUSALAPARASUPASAHASTAYA OM
       AMRTAKUNDALI KHA KHA KHAHI KHAHI TISTHA TISTHA BANDHA BANDHA
       HANA HANA DAHA DAHA GARJA GARJA VISPHOTAYA VISPHOTAYA
       SARVAVIGHNAVINAYAKAN MAHAGANAPATIJIVITANTAKARAYA SVAHA
       Segera setelah ini diucapkan, semua Buddha Yang Termasyhur Besar
       (athasmin bhasitamatre sarve buddha mahayasah),
       Pingsan dan penuh ketakutan, merenungkan tubuh Vajra (murcchita
       bhayam apede vajrakayam anusmaram).
       Dengan penggunaan dari semua Mantra, Dalam tindakan dari Vajra
       pengusiran (sarvamantraprayogesu vajroccatanakarmani),
       Bahkan rombongan para Buddha Mereka Sendiri akan terusir keluar
       sesuai dengan ritual (uccatayati vidhina buddhasainyam api
       svayam).
       Kemudian sang Bhagavan Ratnaketu Tathagata memasuki Samadhi yang
       bernama "Sinar-Sinar Vajra Dari Buddha (buddharasmivajram nama
       samadhim)" dan menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran
       Vajra-Nya 'sang Penuh Murka Besar Aparajita Vajra
       (vajraparajitamahakrodham)' ini :
       NAMAH SAMANTAKAYAVAKCITTAVAJRANAM OM HUM JINA RITITTA HUM HUM
       PHAT PHAT SVAHA
       Segera setelah ini diucapkan, semua Buddha yang lahir dari Diri
       Besar, ketakutan dan khawatir di dalam hati Mereka, merenungkan
       pikiran dari Pencerahan (bodhicittam anusmaran). Ketika para
       raksasa yang ganas dan kejam muncul dengan kengerian besar dan
       kebingungan, Dia melaksanakan perbuatan sesuai dengan ritual.
       Kemudian sang Bhagavan Amitayus Tathagata memasuki Samadhi yang
       bernama "Vajra Lahir Dari Amita (amitasambhavavajram nama
       samadhim)" dan menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran
       Vajra-Nya 'sang Penuh Murka Vajra Besar Padmasambhava
       (padmasambhavamahavajrakrodham)' ini :
       NAMAH SAMANTAKAYAVAKCITTAVAJRANAM OM HUM HUM HUM TARULA VIRULA
       SARVAVISAGHATAKA JVALITASPHULINGA ATTATTAHASA
       KESARISATATOPATAMKARA VAJRAKHURANIRGHATANA CALITAVASUDHATULA
       NISVASAMARUTOTKSIPTADHARANIDHARA BHISANATTATTAHASA
       APARIMITABALAPARAKRAMA ARYAGANABHITABHUTAGANADHYUSITA BUDDHA
       BUDDHA HAYAGRIVA KHADA KHADA PARAMANTRAN CHINDA CHINDA SIDDHIM
       ME DISA AVESAYA SARVAJVARAPISACAN SARVAGRAHESVAPRATIHATO BHAVA
       VAJRADAMSTRA KIM CIRAYASI IDAM DUSTAGRAHAM DUSTASARPAM VA DHUNA
       DHUNA MATHA MATHA MARDA MARDA PATAYA PATAYA MATA MATA BANDHA
       BANDHA BUDDHA DHARMA SANGHANUJNATAM KARMA KURU SIGHRAM
       HAYAGRIVAYA PHAT VAJRAYA PHAT VAJRAGATRAYA PHAT VAJRANETRAYA
       PHAT VAJRADAMSTRAYA PHAT VAJRAKHURAYA PHAT
       VAJRAKHURANIRGHATANAYA PHAT PARAMANTRAVINASAYA PHAT
       TRAILOKYABHAYAMKARAYA PHAT SARVAKARMESVAPRATIHATAYA PHAT
       VAJRAKULASAMTRASANAYA PHAT HUM HUM HUM PHAT PHAT PHAT SVAHA
       Segera setelah ini diucapkan, para Anak yang lahir pertama dari
       Dharma Vajra, ketakutan dan pingsan, merenungkan sang Raja
       kebijaksanaan (jnanarajam anusmaran). Membangkitkan sang Raja
       Yang Penuh Murka, Dia memurnikan seluruh alam ruang angkasa,
       dipenuhi dengan racun, berwarna Cahaya Vajra Halahala
       (vajrahalahalaprabham).
       Kemudian sang Bhagavan Amoghasiddhi Tathagata memasuki Samadhi
       yang bernama "Keagungan Vajra Lahir Dari Samaya Amogha
       (amoghasamayasambhavaketuvajram nama samadhim)" dan menghasilkan
       dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya 'sang Raja Penuh Murka
       Nila-Vajra-danda (nilavajradandakrodharajam)' ini :
       NAMAH SAMANTAKAYAVAKCITTAVAJRANAM OM EHYEHI BHAGAVAN
       NILAVAJRADANDA TURU TURU HULU HULU HA HA GULU GULU GULAPAYA
       GULAPAYA KRAMA KRAMA BHAGAVAN VAYUVEGENA BHUTAN SIGHRAM DAHA
       DAHA DARA DARA VAHA VAHA PACA PACA MATHA MATHA PATAYA PATAYA
       MATA MATA MOTAPAYA MOTAPAYA SARVAKARMANI CHINDA CHINDA BHAKSAYA
       BHAKSAYA MEDAM ASYA MEDAMAJJARUDHIRAPRIYA EHYEHI BHAGAVAN
       SARVAVIGHNANI SARVAVIDYANI SARVAMANTRANI SARVAMULAKARMANI
       KRTRIMAVISADINI SARVAGRAHAN HANA HANA BHANJA BHANJA MARDA MARDA
       IDAM ME KARYAM SADHAYA HUM NILAYA NILAVAJRADANDAYA TURU TURU
       VIGHNAVINAYAKA NASAYA NASAYA HURU HURU DIPTACANDAYA
       SARVASATRUNAM HRDAYANI PIDAYA CHINDA CHINDA PARAVIDYANAM CHEDAKA
       HUM VIDYANAM SISTAKA SMARA SAMAYAM VAJRADHARAVACANAM MARMANI
       NIKRNTAYA HUM HANA HANA DAHA DAHA KURU KURU TURU TURU HURU HURU
       PHAT PHAT HUM HUM KRTANTAYA DEVARSIVIDRAPAKAYA HANA HANA
       VAJRADANDENA SVAHA
       Segera setelah ini diucapkan, semua Anak yang lahir dari Yang
       Sangat Jahat, ketakutan dan khawatir di dalam hati Mereka,
       merenungkan Vajrasattva. Terbangkitkan sesuai dengan ritual
       dengan 108 kali pembacaan, sang Raja Yang Penuh Murka Yang
       Termasyhur Besar ini menghancurkan semua Pelaku Kejahatan.
       Kemudian sang Bhagavan Aksobhya Tathagata memasuki Samadhi yang
       bernama "Keagungan Awan Semesta (samantameghasriyam nama
       samadhim)" dan menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran
       Vajra-Nya sang Vajra Maha Bala ini :
       NAMAH SAMANTAKAYAVAKCITTAVAJRANAM OM HUM HUM HUM PHAT. PHAT PHAT
       OM UGRASULAPANI HUM HUM HUM PHAT PHAT PHAT OM JYOTINIRNADA HUM
       HUM HUM PHAT PHAT PHAT OM MAHA BALAYA SVAHA
       Segera setelah ini diucapkan, semua Naga yang maha kuat
       (athasmin bhasitamatre sarve naga mahabalah),
       ketakutan dan khawatir di dalam hati Mereka, merenungkan Tiga
       Tubuh Vajra (bhitah samtrastamanasah trikayavajram anusmaran).
       Hanya dengan cara membaca Mantra itu, menyelesaikan semua
       perbuatan (japamantraprayogena sarvakarmani sadhayet),
       dan membuat hujan turun di waktu kekeringan (anavrstisamaye
       patayed varimandalam).
       Kemudian sang Bhagavan memasuki Samadhi yang bernama "Vajra Dari
       Kehancuran Semesta (samantanirghatavajram nama samadhim)" dan
       menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya sang
       Murka Besar dari semua Tathagata, Takkiraja
       (sarvatathagatatakkirajam mahakrodham) ini :
       NAMAH SAMANTAKAYAVAKCITTAVAJRANAM OM TAKKI HUM JAH
       Segera setelah ini diucapkan, semua Buddha yang lahir dari Diri
       Besar,
       ketakutan, mengambil perlindungan di dalam Samaya dan
       merenungkan Tiga Tubuh Vajra.
       Menginjak pada gambar dengan kaki kanan, di dalam meditasi pada
       Vajrasattva,
       Dengan Mantra dari Tiga Vajra, Penangkapan dari semua Mantra
       berlangsung.
       Kemudian sang Bhagavan memasuki Samadhi yang bernama "Air Vajra
       Dari Kalung Karangan Bunga Dari Kebijaksanaan
       (jnanamalambuvajram nama samadhim)" dan menghasilkan dari Tubuh,
       Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya Samaya Yang Ganas, Acala Vajra
       (acalavajracandasamayam) ini :
       NAMAH SAMANTAKAYAVAKCITTAVAJRANAM OM ACALA KANA CANDA NATTA
       MATTA MATTA MOTTA MOTTA SATTA SATTA TATTA TATTA HANA HANA DAHA
       DAHA MOHA MOHA MOHAKARA HASA HASA VAJRA-HASAM KURU HASA HASA
       MARDARATA MARDARATA GARJA GARJA HANA HANA BANDHA BANDHA TISTHA
       TISTHA AVISA AVISA MAHAMANTRA-PALAKA DHUNA DHUNA TINI TINI KHADA
       KHADA VIGHNAN MARAYA MARAYA DUSTAM BHAKSA BHAKSA SARVAN KURU
       KURU KIRI KIRI MAHAVISAMAVAJRA SPHOTAYA SPHOTAYA HUM HUM HUM
       TRIBALITARANGANARTAKA AM AM AM HAM HAM HAM ACALACETA SPHOTAYA
       SPHOTAYA HUM HUM HUM ASAMANTIKA TRATA MAHABALA SATAYA
       PARAMANTRAN AM AM HAM MAM SUDHYATU LOKAS TUSYATU VAJRI
       NAMOSTVAPRATIHATABALEBHYAH JVALAYA TRATA ASAHA NAMAH SVAHA
       Segera setelah ini diucapkan, semua Dewa bersama-sama dengan
       rombongan penggiring Mereka,
       Pingsan dan khawatir di dalam hati Mereka, merenungkan Tubuh
       Vajra.
       Dengan Mantra dari Yang Penuh Murka ini, Maha Dewa dan para Dewa
       yang lainnya, ketakutan,
       Memiliki kekuatan Riddhi yang besar, tertangkap di dalam yantra
       yang tergabung (bhitah samputakayena akrsyanti maharddhikah).
       Kemudian sang Bhagavan memasuki Samadhi yang bernama "Vajra
       Hasil Dari Samaya (samayavijrmbhitavajram nama samadhim)" dan
       menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya Yang
       Murka Besar, Sumbha, Samaya dari semua Vajradhara
       (sarvavajradharasamayam samayasumbhamahakrodham) ini :
       OM SUMBHA NISUMBHA HUM GRHNA GRHNA HUM GRHNAPAYA GRHNAPAYA HUM
       ANAYA HO BHAGAVAN VIDYARAJA HUM PHAT
       Segera setelah ini diucapkan, semua dewi dengan kekuatan rddhi
       yang besar,
       Telanjang, rambut Mereka berhamburan terlepas, merenungkan
       Vajrasattva.
       Terikat dengan pengait Vajra dan jerat Raja dari semua
       Tathagata,
       Terinjak-injak oleh Vajrasattva, semua dewi tertangkap.
       Kemudian sang Bhagavan memasuki Samadhi yang bernama "Vajra Yang
       Timbul Dari Kebenaran Dari Samaya Besar
       (mahasamayatattvotpattivajram nama samadhim)" dan menghasilkan
       dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya Tempat tinggal dari
       kebenaran dari ucapan Samaya, rahasia dari tiga Vajra, Samaya
       besar (mahasamayatrivajraguhyavaksamayatattvapadam) ini :
       Lakukan meditasi pada Vajrasattva di dalam tiga tubuh dari Vajra
       Buddha (buddhavajratrikayesu vajrasattvavibhavana),
       Kemudian Buddha akan tertangkap oleh Pembawa jerat dan pengait
       Vajra (pasavajrankusadharair buddhakarsanam uttamam).
       Dengan cara dari Roda Besar, menyatukan tubuh dan ucapan dari
       Buddha (buddhavakkayayogena mahacakraprayogatah),
       Vajrasattva sang Raja Besar selalu pasti tertangkap (vajrasattvo
       maharaja dhruvam akrsyate sada).
       Melalui Roda, Teratai, dan Vajra besar, melakukan meditasi pada
       tiga Vajra yang tidak bisa dihancurkan (cakrapadmamahavajrais
       trivajrabhedyabhavanaih),
       Semua Mantra akan tertangkap dengan pengait Vajra dan pengait
       lainnya yang berbeda (vajrankusaprabhedena sarvamantrakarsanam
       param).
       #Post#: 168--------------------------------------------------
       Re: Sarva Tathagata Kayavakcittarahasyo Guhya Samaya Nama Maha K
       alpa Raja Mahayana Sutra
       By: ajita Date: November 13, 2016, 9:03 am
       ---------------------------------------------------------
       Setelah menvisualisasikan perwujudan dari Mantra anda, penuh
       kedamaian, dengan sifat alami dari semua Vajra, menangkap yang
       terbaik dari gadis manusia melalui pengait Vajra di dalam
       hatinya;
       Dia akan pasti selalu tertangkap dengan cara dari Mandala udara.
       Visualisasikan 'bentuk gambar besar dari Vairocana
       (vairocanamahabimbam)' di dalam 'Mandala Bulan (candramandalam)'
       dan bayangkan Saci sedang berdiri disana;
       Dengan perbuatan dari Vajra Amrta, jika anda membaca Mantra-Nya
       lima puluh kali, dia pasti akan terttangkap.
       Visualisasikan 'bentuk gambar besar dari Pengait Vajra
       (vajrankusamahabimbam)', di dalam Mandala Vajra, warna dari Api
       Vajra yang dahsyat, dan gadis ruang angkasa akan tertangkap.
       Visualisasikan Samaya Vajra yang penuh murka
       (svakrodhavajrasamayam) yang tinggal berdiam di dalam dunia
       bawah Vajra (vajrapatalavasinam),
       Dan gadis iblis akan tertangkap dengan tombak, pengait Vajra,
       dan tali jerat.
       Letakkan kapur atau tanah merah di dalam mulut anda ketika
       gerhana bulan, capai keberhasilan dengan cara dari pengait
       Vajra. Nama Dewa apapun yang anda tulis, Brahma, Rudra dan
       seterusnya, mereka akan mendekat diatasi dengan ketakutan,
       sesuai dengan kata dari ucapan Vajra.
       Visualisasikan Manjuvajra, memiliki semua aspek ketuhanan, dan
       bayangkan Yamantaka Maha Krodha, Pengait Vajra (Vajrankusa),
       kemudian visualisasikan lingkaran besar dari api yang
       memusnahkan kalpa, nikmati gadis yaksa.
       Demikian yang Dia katakan.
       Cara dari penangkapan telah dijelaskan dengan Mudra dan Mantra
       yang berbeda untuk Mereka semua, dan jika itu dikerjakan dengan
       cara sebaliknya, itu akan gagal.
       Vajrasattva Maha Raja harus harus dibangkitkan lagi dan lagi
       (vajrasattvo maharaja codaniyo muhurmuhuh), karena dia adalah
       Raja Keabadian Tertinggi dari semua Mantra (sa eva
       sarvamantranam raja paramasasvatah).
       Kemudian sang Bhagavan memasuki Samadhi yang bernama
       "Kebijaksanaan Vajra Yang Dihasilkan Diseluruh Ruang Angkasa
       (samantavijrmbhitajnanavajram nama samadhim)" dan menghasilkan
       dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya sang Tuan Putri Dari
       Raja Samaya Besar Ucapan Vajra (mahasamayarajavagvajragrim),
       yang bernama Vajra Ekajata (vajraikajatam nama) ini : OM SULINI
       SVAHA
       Segera setelah ini diucapkan, para gadis Naga dengan kekuatan
       rddhi yang besar,
       telanjang dan terbakar, merenungkan Pencerahan Bodhi Buddha,
       Dengan Mantra-Vidya ini semua ular naga akan tertangkap;
       Menangkap gadis naga bermata lebar, nikmati dia.
       Kemudian sang Bhagavan memasuki Samadhi yang bernama "Vajra Yang
       Lahir Dari Samaya Ruang Angkasa (gaganasamayasambhavavajram nama
       samadhim)" dan menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran
       Vajra-Nya Samaya Dharma Besar, Vajra Bhrkuti
       (mahadharmasamayavajrabhrkutim) ini : OM BHAYANASANI TRASANI
       TRASA TRASAYA BHRKUTI TATI VAIRATI SVETA SVETA JATINI SVAHA
       Segera setelah ini diucapkan, semua putri dari para Vidyadhara,
       menggigil gemetar dan penuh ketakutan, merenungkan kebijkasanaan
       Vajra.
       Dengan Mantra-Vidya dan Hukum Suci (samayadyena) ini, tangkap
       gadis Vidyadhara dengan anting-anting emas-nya yang
       berayun-ayun;
       Mereka yang lahir dari tiga kebijaksanaan Vajra adalah segera
       tertangkap dimana-mana oleh Raja Vajra dari Penekanan, sangat
       sempurna dan indah.
       Lebih lanjut, di tempat-tempat yang tinggi dan sunyi, itu
       diajarkan bahwa para parktisi Mantra menyelesaikan semua
       perbuatan dengan seratus-ribu kali pembacaan dari semua Yang
       Penuh Murka.
       Mereka yang menyalahkan guru (acaryanindanapara) dan berbicara
       buruk kepada Mahayana (mahayanagranindakah) harus dengan rajin
       dihancurkan dan diusir;
       Dengan cara ini, orang mencapai Siddhi dari Mantra dan
       Pencerahan Bodhi tertinggi.
       Demikian yang dikatakan Dia.
       Visualisasikan sesuai dengan ritual para musuh yang berpikiran
       jahat menghancurkan tubuh, ucapan, dan pikiran dari semua
       makhluk dari sepuluh penjuru arah, kemudian memakai pakaian
       dibuat basah dengan darah, air atau kencing, injak pada gambar
       dan mohon pada Raja yang penuh murka dengan seratus delapan kali
       pembacaan penuh, dan bahkan Buddha pasti akan dihancurkan;
       Setelah membasahkan pakaian anda dengan air, ketika yang penuh
       murka telah mengikat dia, injak gambar itu dengan kaki kiri, dan
       bahkan Buddha pasti akan dihancurkan;
       Memakai pakaian dibuat basah dengan kencing, menjijikkan dan
       berbau busuk, baca Mantra itu, dan dia akan segera mengerut dan
       mati;
       Memakai pakaian dibasahi dengan abu dan air, secara penuh murka
       membaca Mantra seratus delapan kali, dan bahkan Vajrasattva akan
       dihancurkan;
       Memakai pakaian dibasahi dengan air, dengan pikiran marah,
       telanjang dan dengan rambut lepas berhamburan, menakutkan dan
       liar, injak gambar dnegan kaki, dan bahkan menghancurkan alam
       ruang angkasa itu sendiri.
       Demikian yang dikatakan Dia.
       Laksanakan perbuatan ganas di dalam kuil dari para Ibu, di dalam
       pemakaman, di dalam rumah kosong, di persimpangan jalan, atau
       dekat gambar tunggal atau pohon tunggal. Baca Mantra itu seratus
       delapan kali dan sembunyikan pisau yang terbuat dari tulang
       manusia, delapan jari panjangnya, di dekat pintu musuh : Dalam
       dua minggu, Buddha, Penganugerah Tiga Tubuh, bebas dari
       pengetahuan dan ketidaktahuan, akan menghilang dan mati;
       Atau lainnya, orang yang bijaksana harus mengambil tengkorak
       yang tepat dan menulis Mantra disiitu, membaca dengan bahasa
       Vajra, kemudian sembunyikan itu di dekat pintu musuh atau di
       dalam desanya, dan dia pasti akan terusir;
       Atau lainnya, tulis mantra dari Yang Penuh Murka di daun palem
       atau beberapa bahan yang lainnya dan sembunyikan itu di dekat
       rumah musuh atau pintu-nya, dan dia akan mengerut dan mati;
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Mahasamayaketuvajrah.
       Kemudian sang Bhagavan memasuki Samadhi yang bernama "Ikatan
       Vajra Dari Tubuh, Ucapan dan Pikiran Dari Semua Tathagata
       (sarvatathagatakayavakcittanibandhanavajram nama samadhim)" dan
       menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya Mantra
       ini untuk menancapkan tubuh, ucapan dan pikiran dari seluruh
       tiga alam (sarvatraidhatukakayavakcittakilanamantra) : OM GHA
       GHA GHATAYA GHATAYA SARVADUSTAN PHAT KILAYA KILAYA SARVAPAPAN
       PHAT HUM HUM HUM VAJRAKILAYA VAJRADHARA AJNAPAYATI
       KAYAVAKCITTAVAJRAM KILAYA HUM PHAT
       Segera setelah ini diucapkan, semua Buddha yang berkekuatan
       rddhi besar,
       Pingsan dan penuh ketakutan, merenungkan ruang angkasa, pikiran
       Vajra.
       Pisau yang terbuat dari tulang manusia, kayu akasia atau besi
       akan menghancurkan tiga tubuh Vajra.
       Terserap dalam Vajrasattva, bersinar-sinar dan dipenuhi dengan
       percikan bunga api cahaya,
       Visualisasikan bentuk gambar yang memuat tiga tubuh Vajra dan
       laksanakan ritual;
       Visualisasikan simbol besar dari Vairocana (vairocanamahamudram)
       atau dari Vajra Kegemaran Gairah (athava ragavajrinah),
       Bayangkan simbol besar dari Yamantaka (yamantakamahamudram) dan
       tancapkan tiga Vajra (dhyatva trivajrakilanam);
       Dengan cara dari Amrtakundali Vajra potong putus yang jahat dan
       kejam (kundalamrtavajrena dustakruranikrntanam),
       Bahkan Buddha yang dari diri Besar sendiri, dengan yoga Vajra.
       Ini adalah visualisasi dari pisau : bayangkan bagian atas
       sebagai Samaya itu sendiri dan dari 'hati (daerah dada tempat
       jantung berada)' hingga ke kaki sebagai pisau Vajra.
       Dengan cara dari meditasi Vajra bahkan Buddha pasti akan
       tertancap, ketika Vajrasattva Maha Raja menyambar dengan pisau
       Dia akan cepat mati.
       Kemudian sang Bhagavan Maha Vairocana memasuki Samadhi yang
       bernama "Vajra Hasil Dari Tubuh (kayavijrmbhitavajram nama
       samadhim)" dan menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran
       Vajra-Nya Mantra ini dari pisau Vajra yang menyambar tubuh
       Samaya (kayasamayaksepavajrakilanamantram) : OM CHINDA CHINDA
       HANA HANA DAHA DAHA DIPTAVAJRACAKRA HUM PHAT
       Gabungkan dasar dari jari-jari jempol di dalam bentuk dari
       saling merangkul, dan tabrakkan pisau Vajra kedalam tempat
       tinggal dari Vairocana;
       Segera setelah terkena, Maha Sattva yang lahir dari tiga tubuh
       Vajra akan meninggal atau dihancurkan dengan hukum suci Samaya.
       Kemudian sang Bhagavan Lokesvara memasuki Samadhi yang bernama
       "Vajra Hasil Dari Ucapan (vagvijrmbhitavajram nama samadhim)"
       dan menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya
       Mantra ini dari pisau yang menyambar ucapan Samaya
       (vaksamayaksepakilanamantram) : OM HRIH BHUR BHUVAH
       Masukkan jari Vajra kedalam bunga teratai yang terbuka mekar
       dari kebijaksanaan, dan tabrakkan pisau Vajra kedalam tempat
       tinggal dari Kegemaran Gairah Vajra;
       Segera setelah terkena, Maha Vajra yang lahir dari tiga tubuh
       yang bersih tanpa noda akan meninggal atau dihancurkan.
       Kemudian sang Bhagavan Mahavajradhara memasuki samadhi yang
       bernama "Vajra Hasil Dari Pikiran (cittavijrmbhitavajram nama
       samadhim)" dan menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran
       Vajra-Nya Mantra ini dari pisau yang menyambar pikiran Samaya
       (cittasamayaksepakilanamantram) : OM VAJRA RAJA HUM
       Mengikat Vajra lima ujung, visualisasikan itu dipenuhi dengan
       percikan bunga api cahaya, dan tabrakkan pisau Vajra kedalam
       tempat tinggal dari Pikiran Vajra;
       Segera setelah terkena, Maha Vajra yang lahir dari tiga Vajra
       yang bersih tanpa noda akan meninggal atau dihancurkan.
       Jika ritual itu dilaksanakan secara benar dengan yoga dari
       tubuh, ucapan dan pikiran, anda bisa menancapkan seluruh luasnya
       alam Vajra dari ruang angkasa, tidak ada keraguan.
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Mahavajrakilah.
       Kemudian para Buddha dari tiga tubuh yang termashyur, melakukan
       kebaikan kepada alam-alam dari para makhluk hidup, bersuka-cita,
       dipenuhi dengan kegembiraan, menyanyikan lagu ini (atha buddhas
       trikayagrah sattvadhatuhitaisinah tustah pramodyasamprapta idam
       ghosam akarayan):
       Oh Tempat Tinggal Yang Terbaik Dari Rahasia ! Oh Pertemuan Dari
       Intisari !
       Oh Tempat Tinggal Kedamaian Penuh Dari Dharma ! Oh Vajra
       Penakluk !
       Penancapan Dari Semua Buddha Dan Bodhisattva Yang Terkenal,
       Penancapan Dari Tubuh, Ucapan, Dan Pikiran Vajra, telah
       diajarkan;
       Ini Adalah Penancapan Dari Semua Mantra, Lahir Dari Kebenaran,
       Menganugerahkan Tubuh, Ucapan, Dan Pikiran,
       Pertemuan Dari Kebenaran Dari Mantra.
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/lord-tonpa-shenrab-miwo.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/lord-tonpa-shenrab-miwo.jpg.html
       VAJRAPANI ADI BUDDHA
       [html]<iframe width="420" height="315"
       src="//www.youtube.com/embed/AESZgaDaXWs" frameborder="0"
       allowfullscreen></iframe>[/html]
       namo ratna trayaya nama arya jnana sagara vairocana vyuha rajaya
       tathagataya arhate samyaksambuddhaya namah sarva
       tathagatebhyah arhatebhyah samyaksambuddhebhyah nama arya
       avalokitesvaraya bodhisattvaya maha sattvaya maha karunikaya
       tadyatha om dhara dhara dhiri dhiri dhuru dhuru itte we itte
       cale cale pracale pracale kusume kusuma vare ili mili cite
       jvalamapanaya svaha
       BAB XV
       Sarva Citta Samayasaravajrasambhutir nama patala
       [/center]
       Kemudian Vajradhararaja, sang Ruang Angkasa Tidak Berubah Yang
       Tidak Terbatas, sang Penyucian Semesta, Maha Tahu Semua,
       mengucapkan ucapan Vajra :
       Di dalam tempat yang sunyi, Sadhaka harus selalu melaksanakan
       praktek khusus dengan gadis candala berumur dua belas tahun yang
       berpikiran mulia;
       Dia harus membuat Mandala empat sisi di sana, sesuai dengan
       ritual, dengan tinja dan kencing dan zat suci lainnya, lakukan
       meditasi pada Mandala Vajra;
       Dudukkan dia pada pangkuannya -- wajah yang cantik dan sangat
       indah, termurnikan dengan setiap kualitas, dilengkapi dengan
       setiap penghiasan,
       Dia harus menvisualisasikan bentuk-bentuk para Buddha dengan
       lingkaran dari lima Mandala, tempat yang penuh kesenangan dari
       penyembahan, rahasia dari mereka yang mempraktekkan Mantra;
       Dengan cara dari Mantra dan meditasi pada bentuk gambar besar
       dari Vairocana, memiliki Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra, dia
       akan menjadi sama seperti Buddha.
       Dengan cara dari Vajrasattva, dia harus selalu melaksanakan
       praktek dengan gadis dari kasta tukang cuci, yang berpikiran
       mulia, yang warnanya adalah sama seperti daun bunga dari bunga
       teratai malam berwarna biru,
       Dan setelah melaksanakan ritual penyatuan dengannya dia harus
       memulai perbuatan, karena ini adalah hukum yang tidak bisa
       dihancurkan dari semua Mantra : Pada seluruh saat itu dia akan
       menjadi sama seperti Vajrasattva, seperti Raja dari semua
       Dharma, yang menyelesaikan hasrat keinginan dan pembebasan.
       Dengan meditasi dari Vajra Dharma, sang sadhaka harus selalu
       melaksanakan praktek dengan gadis penari, indah, wajah yang
       cantik dan mata yang lebar, dan dia akan menjadi Diri yang
       sebenarnya dari Vajra Dharma, terdirikan di dasabhumi, sang
       Raja, Pemilik Samaya Ucapan (vaksamayadharo), Penguasa Tertinggi
       Atas Semua (sarvagrah paramesvarah).
       
       Dengan melaksanakan praktek dengan gadis dari kasta brahmana,
       ksatriya, vaisya, atau sudra (brahmaksatriyavaisyanam kanyam
       sudrakulodbhavam),
       Dikenal sebagai diri Vajra Dharma, Ini menyelesaikan rahasia
       (sadhayed vajradharmatma idam guhyasamavaham).
       Dia harus memulai sadhana ketika matahari Vajra telah terbenam,
       dan ketika fajar mulai terang dia akan mencapai keberhasilan
       melalui sadhana tertinggi.
       Visualisasikan istri dari Vajrasattva, dilengkapi dengan semua
       penghiasan (sarvalamkarasampurnam),
       didandani dengan wewangian dan bunga-bunga
       (gandhapuspavibhusitam), Dia akan dengan cepat memperoleh
       Siddhi;
       Dia akan menjadi sang Penganugerah Tiga Tubuh (sa bhavet
       trikayavarado), di tandai dengan tanda-tanda Buddha
       (buddhalaksanalaksitah),
       Memancarkan cahaya sejauh ratusan yojana (yojanasatavistaram
       avabhasam karoty asau).
       Dia harus memulai semua Yoga dengan penyatuan dari dua organ
       (dvayendriyaprayogena sarvayogan samarabhet), karena ini adalah
       hukum suci yang tidak bisa dihancurkan dari semua Siddhi (eso hi
       sarvasiddhinam samayo duratikramah);
       Dia harus memakan tinja dan kencing Samaya jika dia menginginkan
       Siddhi dari Pemilik Vajra (vinmutrasamayam bhakset yadicchet
       siddhim vajrinah),
       karena ini adalah hukum suci yang tidak bisa dihancurkan dari
       semua Siddhi : Dengan tinja, kencing dan zat samaya lainnya,
       melalui penyatuan dua organ, Kenyataan Tertinggi tercapai,
       keadaan yang penuh kedamaian dari Pencerahan Bodhi Buddha.
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Kamamoksasamayavajrah
       (Samaya Vajra Dari Nafsu Keinginan Dan Pembebasan).
       Kemudian sang Bhagavan memasuki Samadhi yang bernama "Vajra Yang
       Penuh Murka Dari Samaya Besar (mahasamayavajrakrodham nama
       samadhim)" dan menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran
       Vajra-Nya Yang Penuh Murka ini yang menakuti semua Tathagata
       Vajra (sarvatathagatavajrasamtrasanakrodham) : OM HRIH STRIH
       VIKRTANANA SARVASATRUN NASAYA STAMBHAYA HUM HUM PHAT PHAT SVAHA
       Orang yang marah harus membakar garam dan minyak dari biji
       sesawi hitam, dicampur dengan racun dan darah, bersama-sama
       dengan nama perempuan, di dalam api dari kayu duri;
       Ini adalah selalu penuh tanda baik pada tengah hari atau pada
       tengah malam, orang yang bijaksana harus membuat persembahan
       yang terbakar di dalam segitiga dengan seribu delapan kali
       pembacaan sesuai dengan ritual;
       Ini harus dikerjakan selama tiga hari ketika perempuan adalah
       objek tujuan, karena penekanannya terpengaruh selama tiga kalpa
       yang tidak terhitung;
       Buddha, Dharmadhara, atau Vajrasattva, jika orang yang tertipu
       itu melanggar hidupnya akan berakhir disana.
       Mengambil arang dari tanah kremasi pada malam kedelapan atau
       keempatbelas dari bulan, jika anda membaca Mantra itu sesuai
       dengan ritual, anda akan selalu menjadi Penganugerah pemberian.
       Di dalam meditasi, buat gambar dari musuh apapun, dan mengetahui
       Mantra itu, gambar garis melewatinya, dan dia akan mati, tidak
       ada keraguan;
       Hantam dia dengan palu di dalam meditasi, dan dia pasti akan
       roboh, atau bayangkan Vajra yang menakjubkan dengan nyala api di
       dalam bentuk dari huruf 'HUM' (humkarajvalasamyuktam diptavajram
       prabhavayet), Itu menghancurkan semua pelaku kejahatan dan
       adalah keluarga dari Vajrapani. Setelah menggambar laki-laki
       atau perempuan dengan kapur, arang dan seterusnya,
       visualisasikan kapak di tangan anda dan kemudian bayangkan
       lehernya putus; Dengan cara ini sang Buddha, yang terkemuka dari
       tiga tubuh permata, yang menginginkan kebaikan pada semua
       makhluk, akan terjatuhkan atau mati, tidak ada keraguan.
       Untuk menghentikan hujan, bayangkan sebuah Vajra di tengah pusat
       dari sebuah Vajra ganda yang terbakar menyala terang dengan
       jumlah besar percikan nyala bunga api. Jika badai dan seterusnya
       muncul ketika Mandala sedang digambar, buat Mudra Gigi Taring
       (damstramudram) dan bawa kepikiran sang musuh jahat; Segera
       setelah mereka melihatnya, apapun hasil yang para Buddha atau
       para Bodhisattva telah ciptakan akan menghilang atau
       dihancurkan; Para Buddha, para Bodhisattva dan para makhluk
       jahat yang lainnya akan mati, tidak ada keraguan.
       Inilah sang intisari dari Mantra rahasia dari semua Tathagata :
       PHAT.
       Dengan praktek dari makhluk bijaksana (jnanasattvaprayogena),
       visualisasikan gambar di dalam tengah pusat (madhye bimbam
       prabhavayet);
       Bijaksana dalam Mantra, tempatkan perempuan, lengkap dengan
       semua penghiasan dan dicirikan dengan semua kualitas, di dalam
       empat tempat, dan setelah membuka bunga teratai, visualisasikan
       Mantra ini : HUM.
       Visualisasikan sang Penguasa Yoga Vajra, menyala berkobar, warna
       dari lima sinar, buat Dia turun menghuni kedalam tubuh, ucapan,
       dan pikiran Vajra anda, dan anda akan mencapai pencerahan Bodhi;
       Pada seluruh saat itu, anda akan menjadi sama seperti Vairocana,
       Vajrasattva Maha Raja, sang Buddha Pemilik Tiga Tubuh Vajra.
       Samadhi ini bernama "Vajra Lahir Dari Semua Makhluk
       (sarvasattvotpadanavajro nama samadhih)".
       Setelah menemukan gadis yang sesuai dengan ritual, berwajah
       cantik, berkeinginan baik, mulai penyembahan di tempat yang
       sunyi, dan mengambil dan memakan rahasia;
       Pada seluruh saat itu anda akan menjadi sama sebanding di dalam
       kemuliaan dengan Manjusri, sang Tuan Dari Yang Tidak Terlihat,
       yang mulia, yang berwarna keemasan sungai Jambu.
       Makan makanan, tinja atau daging, membaca Mantra sesuai dengan
       ritual, dan para Buddha tidak akan melihat anda.
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Mahavajradharah
       Mengambil tinja sesuai dengan ritual, letakkan itu di dalam
       mangkuk tengkorak yang tertutup,
       membaca Mantra seratus delapan kali, para Buddha yang seperti
       matahari tidak akan melihat anda (satastavaran samcodya
       buddhasuryair na drsyate);
       Mengambil daging dari anjing atau kuda atau manusia sesuai
       dengan ritual, memakan itu dari tengkorak dengan ritual dari
       penyatuan, Mereka tidak akan melihat anda;
       Sebuah tablet pil dicampur dengan daging anjing dibungkus di
       dalam tiga logam : dengan penyatuan dari dua organ semua Buddha
       tidak akan melihat anda;
       Sebuah tablet pil dicampur dengan daging manusia dibungkus di
       dalam tiga logam : dengan penyatuan dari dua organ semua Buddha
       tidak akan melihat anda;
       Sebuah tablet pil dicampur dengan daging sapi dibungkus di dalam
       tiga logam : dengan penyatuan dari dua organ semua Buddha tidak
       akan melihat anda;
       Menjaga sumpah, buat sebuah tablet pil dari makhluk yang lahir
       di dalam tinja : dengan penyatuan dari dua organ semua Buddha
       tidak akan melihat anda;
       Sebuah tablet pil dicampur dengan kamper dan kayu cendana :
       dengan penyatuan dari dua organ semua Buddha tidak akan melihat
       anda;
       Sebuah tablet pil dicampur dengan batu empedu dan kayu gaharu
       dibungkus di dalam tiga logam : dengan penyatuan dari dua organ
       anda akan menjadi Vajra Mahabala;
       Sebuah tablet pil dicampur dengan kamper dan kunyit dibungkus di
       dalam tiga logam : dengan penyatuan dari dua organ semua Buddha
       tidak akan melihat anda;
       Demikian yang Dia katakan (ity aha ca).
       Setelah mempersuci Mudra besar dari Pemegang Vajra yang manapun
       (adhistaya mahamudram yasya kasya cid vajrinah),
       anda akan menjadi sama seperti Dia, mulia, dengan kekuatan besar
       dan keberanian (sa bhavet tadrsah sriman mahabalaparakramah) ,
       anda akan menjadi memancarkan sinar seperti Buddha, yang mulia,
       yang jangkauannya membentang sejauh jutaan yojana, mengembara di
       dalam tiga ribu dunia;
       Dengan kekuatan besar dari Mahabala, anda mungkin mencintai
       gadis dari alam nafsu keinginan, yang mengetahui kesenangan dari
       para dewa, dan menjaga sumpah keluarga, atau dari alam
       bentuk-rupa.
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Samayantardhanamahavajrah
       (Vajra Besar Dari Samaya Yang Tidak Terlihat).
       Kemudian para Buddha yang bijaksana, penuh kegembiraan, pikiran
       Mereka kebingungan, mata Mereka terbuka lebar dengan keheranan,
       menyanyikan lagu ini :
       Oh Paling Menakjubkan Ini , Oh Tempat Tinggal Dari Rahasia Yang
       Tidak Berubah ! (aho suvismayam idam aho guhyapadaksaram)
       Oh Yang Memurnikan Diri Sendiri ! Oh Dharma Yang Paling Tidak
       Bernoda ! (aho svabhavasamsuddham aho dharmam sunirmalam)
       Kemudian sang Vajradharah, sang Guru (sasta), sang Pencipta
       (srasta), sang Penyelesai (karta), yang Besar (maha) dan yang
       Tidak Berubah (aksarah), sang Buddha, sang Vajra, sang Dharma
       Besar (mahadharmo), mengucapkan ucapan Vajra (vajraghosam
       akarayat) :
       Dengan praktek Vajra dari para makhluk, kebahagiaan timbul untuk
       para Pemegang Vajra (sattvavajraprayogena tosanam
       vajradharinam);
       Dengan membedakan Pencerahan Bodhi dari Buddha, kebahagiaan
       timbul untuk Mereka yang dari Buddha Vajra;
       (buddhabodhiprabhedena tosanam buddhavajrinam)
       Itu diajarkan bahwa Usnisa mencapai kegembiraan melalui
       bentuk-gambar dari Vajra Locana dan yang lainnya, dan melakukan
       meditasi pada Buddha Vajra adalah yang terbaik untuk para Yang
       Penuh Murka;
       Melakukan meditasi pada Ratnaketu untuk Mereka yang mengikuti
       Dharma dari Raja Pengetahuan (vidyarajagradharmanam
       ratnaketuvibhavanam),
       dan Melakukan meditasi pada Amitayus di dalam praktek dari Ratu
       Pengetahuan (vidyarajniprayogesu amitayurvibhavanam);
       Melakukan meditasi pada kebijaksanaan dari Amogha untuk Mantra
       yang melaksanakan semua perbuatan, dan tentu saja untuk semua
       meditasi Mantra pada Vajrasattva.
       Demikian yang Dia katakan.
       Didalam Tantra dari Mantra Yaksini (yaksinimantratantranam),
       Yamantaka harus divisualisasikan, dan untuk semua Mantra dari
       Yoga, itu adalah tanda keberuntungan untuk membangkitkan Dia
       diatas kepala.
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Mahasamayah
       Dengan Meditasi Vajra ini, Mandala dari Mantra kebahagiaan,
       sadhana dari Maha Samaya, diajarkan demi kebaikan para Sadhaka.
       Kemudian sang Vajradhara, sang Guru, Tuan Dari Semua Dharma,
       sang Penguasa Tertinggi, Yang Murni Tubuh, Ucapan, pikiran,
       mengucapkan kebijaksanaan Vajra (atha vajradharah sasta
       sarvadharmesvarah prabhuh kayavakcittasamsuddho jnanavajram
       udirayan) :
       Diatas puncak gunung yang menyenangkan dan di dalam hutan yang
       sunyi (parvatagresu ramyesu vijanesu vanesu ca),
       praktekkan meditasi Vajra melalui cara dari pembacaan Mantra
       (dhyanavajram prakurvita japamantraprayogatah);
       Vajrasattva dan semua yang lain-Nya, dibangkitkan melalui Mantra
       dan Meditasi, akan melaksanakan berbagai macam perbuatan sesuai
       dengan kata dari pekerjaan dari Ucapan.
       Visualisasikan bentuk-gambar besar dari Vajra Dharma, berwarna
       merah delima, dan visualisasikan keluarga di dalam tiga
       tengah-pusat dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya.
       Melakukan ritual dari keturunan, anda pasti akan berhasil :
       membangkitkan, perasaan yang mendalam, ketuhanan besar,
       (stobhastambhamahadivyam) dan tingkat Arya yang keempat
       (aryabhaumacaturthakam),
       harus dilaksanakan dengan Siddhi Vajra, keberhasilan yang
       demikian itu selalu menang.
       Membawa gadis atau pria yang berusia dua belas tahun, dilengkapi
       dengan semua kualitas, visualisasikan keturunan;
       Ketika anda telah melaksanakan semua ritual, perbuatan itu akan
       berhasil, namun jika sebaliknya, para makhluk dari tiga dunia
       akan menertawakan anda.
       Ini adalah huruf dari intisari Mantra : HUM HAH AH JHAIH.
       Bahkan alam ruang angkasa, yang tak bernyawa dan yang sama
       sekali tanpa semua pikiran, bahkan diri Vajrasattva sendiri,
       dibuat turun oleh ritual itu.
       HUM adalah diri Vajrasattva sendiri (HUMkare vajrasattvatma),
       HAH adalah Tubuh Vajra (HAHkare kayavajrinah),
       AH adalah sang Raja, sang Pemegang Dharma, ini adalah kata-kata
       rahasia (AHkare dharmadharo raja idam guhyapadam drdham);
       JHAIH disebut sang Pembangkit, ini berarti bergerak dan bergetar
       (JHAIHkaram stobhanam proktam bhramanam kampanam smrtam),
       karena ini adalah rahasia dari semua kebangkitan (eso hi
       sarvastobhanam rahasyo'yam pragiyate).
       Demikian yang Dia katakan.
       Dibangkitkan oleh Vajrasattva, mereka akan bangkit naik ke
       ketinggian dari tangan (hastamatram), atau dua, lima atau
       delapan tangan, dikuasai dengan ketakutan;
       Seperti dengan yang pertama, jadi itu adalah dengan mereka semua
       : Ini mencapai rahasia.
       Kemudian sang Vajradhara, sang Raja, sang Penguasa Tertinggi
       Dari Semua Tathagata, Tempat Tinggal Yang Murni Dari Tiga Tubuh,
       mengucapkan kata-kata ini :
       Penumpasan semua pelaku kejahatan ini bisa dikerjakan bahkan
       oleh mereka yang tidak semata-mata terlibat didalamnya, menjaga
       sumpah, tapi itu tidak bisa dilakukan melalui yoga yang lain :
       Membuat gambar dari musuh
       dengan sekam dan batu bara dari tanah kremasi, telanjang dan
       dengan rambut anda lepas berhamburan, menghancurkan bahkan tiga
       dunia;
       Membuat gambar dari musuh dengan abu dari tanah kremasi, dengan
       seratus delapan kali pembacaan dia akan mati, tidak ada
       keraguan;
       Membuatnya dengan berbagai macam jenis daging, daging sapi, kuda
       dan anjing, di dalam Mandala tiga sudut, bahkan Vajra dengan
       pasti hancur;
       Dengan daging manusia, Penghancuran yang dihasilkan Vajra
       terhadap semuanya adalah diajarkan, karena ini adalah penghancur
       yang tidak bisa dilawan terhadap semua musuh;
       Membuat gambar dari musuh dengan tinja dan kencing dari mereka
       yang mengikuti Dharma agung, secara penuh murka membakarnya di
       dalam api dari kayu berduri, dan bahkan Buddha pasti akan
       binasa.
       Demikian yang Dia katakan.
       Biji sesawi hitam, garam, minyak, racun, dan duri apel, ini
       diajarkan sebagai penghancur tertinggi dari semua Buddha,
       Memakai pakaian basah dengan arang, dengan pikiran penuh murka,
       menginjak gambar, dia pasti akan ditangkap oleh para raksasa;
       Membuat gambar dengan bubuk tulang, racun dan darah, bahkan
       Vajrasattva yang ganas akan dengan cepat tertangkap;
       Menginjak gambar yang dipenuhi dengan tinja dan kencing yang
       bercampur dengan biji sesawi, dia akan dihantam oleh sakit demam
       yang berkobar;
       Demikian yang Dia katakan.
       Ini adalah intisari dari Sarva Tathagata Vajra Maha Krodha
       Samaya Hrdayam : NAMAH SAMANTAKAYAVAKCITTAVAJRANAM OM HULU HULU
       TISTHA TISTHA BANDHA BANDHA HANA HANA DAHA DAHA GARJA GARJA
       VISPHOTAYA VISPHOTAYA SARVAVIGHNAVINAYAKAN MAHAGANAPATI
       JIVITANTAKARAYA HUM PHAT.
       Penghancuran dari tubuh, ucapan, dan pikiran, baik dengan
       persembahan yang dibakar ataupun di dalam meditasi, harus
       dikerjakan dengan pikiran yang tanpa gangguan, ini adalah
       pembunuhan yang tertinggi.
       Visualisasikan Vajrasattva, penuh Murka Besar, Jelek dan
       Mengerikan, sedang memegang kapak dan palu di tangan-Nya,
       kemudian lakukan 'meditasi (dhyana)'.
       Ini adalah Hukum Suci Dari Sang Penuh Murka Besar Yang Ganas
       (tatredam mahakrurakrodhasamayam) :
       Visualisasikan alam dari ruang angkasa sepenuhnya dipenuhi
       dengan semua Buddha, kemudian bayangkan itu dihancurkan oleh
       orang yang jahat itu dan dia akan mati pada seketika itu juga;
       Visualisasikan itu dipenuhi dengan para Buddha dan para
       Bodhisattva, dihancurkan oleh makhluk yang jahat, dan bahkan
       diri Vajradhara sendiri akan mati;
       Sang praktisi Mantra harus pertama menvisualisasikan sang musuh
       mengganggu para Buddha, kemudian bayangkan dia ketakutan dan
       dikuasi dengan ketakutan, dan dia akan mati, tidak ada keraguan;
       Bayangkan dia ketakutan oleh berbagai macam jenis dari para
       raksasa, yang ganas, yang mengamuk, penuh murka yang tidak bisa
       dilawan, dan bahkan diri Vajradhara sendiri akan mati;
       Bayangkan dia ditelan oleh burung hantu, gagak, burung pemakan
       bangkai, serigala dan burung-burung berparuh panjang. dan bahkan
       Buddha pasti akan binasa;
       Bayangkan ular hitam, sangat marah, menakutkan untuk menakuti
       sendiri, dengan racun yang mematikan diatas jidatnya, dan
       bayangkan dia tergigit oleh ular yang istimewa ini, bahkan
       Buddha pasti akan binasa;
       Ini adalah pembangkitan yang tertinggi, ketakutan yang besar,
       yang menurunkan wabah dan bencana pada para Makhluk dari sepuluh
       penjuru arah : Dia yang menjaga sumpah ini harus menyerang dada
       dengan palu yang sangat kuat, dan hidupnya akan berakhir, sesuai
       dengan kata dari Vajradhara;
       Bayangkan membelah dan memotong dengan kapak Vajra dan
       senjata-senjata yang lainnya, dan bahkan Vajrasattva yang ganas,
       Penganugerah Tiga tubuh, akan mati;
       Tusuk Mantra dari para raksasa, para dewa dan seterusnya, karena
       ini adalah pembunuhan yang tertinggi, hukum suci yang tidak bisa
       dihancurkan.
       Pikirkan tentang semua makhluk tinggal berdiam di dalam Mandala
       sebagai Vajra Skandha milik anda sendiri yang anda bunuh;
       Demikian dan tidak sebaliknya yang mereka bersukacita.
       Buddha, Vajradhara, Sasta, Vajra Dharma dan Pemilik Vajra akan
       mati oleh yoga dari meditasi ini, sesuai dengan 'kata dari
       Pikiran Vajra (cittavajravaco)'.
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan,
       Mahakrurasamayavajrakrodhah.
       Kemudian sang Vajradhara raja, sang Semua Ruang Angkasa
       (sarvakaso), sang Bijaksana Besar (maha munih), sang Penyucian
       Semesta Yang Sempurna Tercerahkan (sarvabhisekasambuddho),
       berbicara kebijaksanaan Vajra (jnanavajram udirayan) :
       Hebat adalah Pemurnian Sendiri, Vajrayana yang tiada tanding !
       (aho svabhavasamsuddham vajrayanam anuttaram)
       Walapun dharma adalah tidak muncul, para Jina mengajarkan
       kemunculan ! (anutpannesu dharmesu utpattih kathita jinaih)
       Ini adalah rahasia Vajra dari perbuatan kecil (tatredam
       ksudravajrakarmarahasyam) :
       Gambar ular dengan kapur atau arang, jelek dan menimbulkan
       ketakutan, hitam, marah, diselimuti dalam nyala api, dengan
       lidah bercabang dua dan deretan gigi taring.
       Ini adalah intisari Hrdaya yang membangkitkan ular yang marah :
       KHAM
       Bayangkan racun yang sama seperti halahala di dalam mulutnya,
       visualisasikan itu bernyala api, warna dari api, dan itu pasti
       akan bergerak.
       Ini adalah intisari Hrdaya yang menarik semua racun : HRIH
       Bayangkan bahwa itu menangkap semua racun yang dihasilkan dari
       berbagai macam sumber di dalam tiga alam, dan visualisasikan itu
       jatuh : Pada seluruh saat itu, anda akan menjadi lautan racun
       yang mematikan yang menghancurkan semua makhluk segera setelah
       itu menyentuh mereka.
       Kodok, kalajengking dan seterusnya, dan semua jenis ular, harus
       diciptakan oleh ritual ini, dengan ciri-ciri dari kemunculan di
       dalam yoga.
       Ini adalah intisari Hrdaya yang menghapus semua racun : OM
       Visualisasikan racun dari mata dan seterusnya, dan racun
       mematikan lainnya, tarik itu dengan kebijaksanaan Vajra dan
       kirim itu kedalam 'Mandala Ruang Angkasa Vajra
       (khavajramandale)'.
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Mahavisasamayavajrah
       (Samaya Vajra Racun Besar).
       Ini adalah intisari Vajra dari hukum suci dari menyembuhkan
       racun : HUM
       Visualisasikan intisari Hrdaya Maha Vajra ini, berwarna putih,
       awan cahaya, bersinar terang, cantik seperti sinar bulan,
       gambarkan itu di dalam, dan seketika itu juga itu akan bangkit
       melalui empat pusat;
       Visualisasikan ini dua kali atau tiga kali, bayangkan
       memuntahkan itu keluar, dan racun yang mengisi alam ruang
       angkasa akan menjadi bebas dari racun pada seketika itu juga.
       Demikian yang Dia katakan.
       Ini adalah intisari Hrdaya yang menarik semua racun sekunder :
       AH
       Bisul, borok, cacar, dan penyakit lainnya yang dikenal, lenyap
       hanya melalui meditasi ini, sesuai dengan kata dari Vajrapani;
       Visualisasikan itu pada tengah pusat dari bunga teratai besar
       dengan delapan daun bunga, murni seperti bulan, terselimuti di
       dalam lima sinar cahaya;
       Untuk menggambar, Samaya itu adalah hitam, dan untuk
       membangkitkan, itu adalah putih : Ini adalah tempat tinggal
       rahasia dari meditasi, kebijaksanaan rahasia yang tanpa cacat
       (idam dhyanapadam guhyam rahasyam jnananirmalam).
       Ini adalah huruf Mantra, Vajra Hrdaya yang menyembuhkan penyakit
       dari dalam dan luar : JINAJIK AROLIK VAJRADHRK
       Dengan pembangkitan Vajra dari penyakit, visualisasikan bentuk
       dari kata yang mana saja yang anda pilih, yang mencapai
       kebajikan melalui kesetiaan-pembaktian;
       Visualisasikan Samaya di dalam bentuk dari monyet atau anjing,
       datang keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran anda di tengah
       pusat;
       Tetap di dalam keadaan Vajra, visualisasikan Vajra atau roda,
       dan bayangkan Samaya dari tubuh, ucapan, dan pikiran
       dihancur-leburkan oleh itu : Pada saat itu para Bodhisattva yang
       termashyur besar, yang sempurna tercerahkan, akan
       menganugerahkan dengan pandangan yang penuh kegembiraan keadaan
       yang suci dari pemberkatan (tatah prabhrti sambuddha bodhisattva
       mahayasah adhisthanapadam ramyam dadanti hrstacaksusah).
       Demikian yang Dia katakan.
       Visualisasikan awan-awan dari para Buddha, awan yang besar dari
       raja Vajra, di dalam tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra anda,
       untuk kebebasan dari penyakit;
       Visualisasikan yang penuh murka para Buddha dan para Bodhisattva
       dari sepuluh penjuru arah : Pembunuhan Mereka adalah kebenaran
       yang sepenuhnya mutlak.
       Apapun hasil dari perbuatan magis juga akan dihancurkan dalam
       waktu seminggu melalui yoga dari meditasi ini, melalui cara dari
       seratus delapan kali pembacaan;
       Atau ritual dari meditasi Vajra dikerjakan dengan cara dari
       'raja Mantra anda (svamantrarajena)' : Ini adalah hukum suci
       yang tidak bisa dihancurkan dari semua penyakit.
       Kemudian sang Vajradhara, sang raja, sang Pengait Kebijaksanaan,
       yang bersinar terang, Vajra yang besar dari nafsu keinginan dan
       pembebasan, mengucapkan kata-kata ini :
       Meskipun dharma adalah sama seperti mimpi, yang tidak muncul
       dalam sifat alami dasarnya, kenyataan yang memurnikan diri
       sendiri, namun khayalan ilusi Vajra diajarkan : 'Para Sadhaka,
       berniat pada meditasi dan Mantra, para Buddha dan para
       Bodhisattva, selalu bermimpi mimpi di dalam dua cara yang
       berbeda.'
       Ini adalah hukum suci besar dari mimpi :
       Segera anda bermimpi diri anda sendiri seperti telah mencapai
       kebijaksanaan tertinggi dari pencerahan Bodhi, dengan sinar dari
       Buddha, atau seperti tubuh kebahagiaan dari Buddha
       (buddhasambhogakayam);
       Anda bermimpi bahwa anda disembah oleh para Mahasattva dari tiga
       dunia, anda bermimpi tentang gambar anda, warna dari
       kebijaksanaan besar, disembah oleh para Buddha dan para
       Bodhisattva dan lima indera nafsu keinginan;
       Di dalam mimpi anda melihat gambar anda seperti bentuk yang
       besar dari sang Vajrasattva, sang Vajra Dharma dari kemashyuran
       besar, atau Vajra rahasia yang termashyur;
       Para Buddha besar dan para Bodhisattva yang memiliki Vajra
       membungkukkan diri, anda bermimpi mimpi seperti ini, memberikan
       Siddhi dari tubuh, ucapan, dan pikiran.
       Jika anda bermimpi gadis yang sangat menawan dari para Dewa,
       lengkap dengan semua penghiasan, atau dari laki-laki muda atau
       perempuan muda, anda akan mencapai Siddhi;
       Anda bermimpi dengan jelas semua Buddha dari sepuluh penjuru
       arah di dalam 'wilayah (ksetra)' Mereka, dan dengan pikiran
       dipenuhi kegembiraan mereka menganugerahkan perbendaharaan dari
       Dharma;
       Di dirikan di dalam meditasi Vajra, dengan hukum suci dari yoga
       anda melihat tubuh anda di dalam roda Dharma, dikelilingi oleh
       semua Buddha;
       Dengan hukum suci dari meditasi, diberkati oleh semua Buddha,
       anda melihat banyak hutan kesenangan dan taman, terhiasi oleh
       para gadis dari para dewa;
       Anda bermimpi bahwa anda di abhiseka oleh para Buddha dan para
       Bodhisattva, anda bermimpi bahwa anda disembah oleh Vidyadhara
       Maha Raja.
       Dan Dia berkata : Jika anda bermimpi jenis dari mimpi kelahiran
       Vajra yang murni ini, anda akan mencapai yang tertinggi, lahir
       dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra;
       Dengan pikiran Vajra, jika anda bermimpi candala, anjing dan
       seterusnya, anda akan mencapai tempat tinggal pikiran dari
       Vajrasattva yang bijaksana.
       Ini adalah intisari Hrdaya dari hukum suci dari pemeriksaan dari
       mimpi (tatredam svapnavicaranasamayahrdayam) :
       Di dalam perenungan dari pikiran, semua dharma ditemukan ada di
       dalam pikiran orang, dan pikiran ini tinggal berdiam di dalam
       ruang angkasa Vajra : Tiada dharma dan tiada sifat alami dharma.
       Kemudian semua Bhagavantah Tathagatah, dikuasai dengan keheranan
       dan ketakjubban, bertanya kepada Vajrasattva yang menghapus
       keraguan dari Samaya dari tubuh, ucapan, dan pikiran dari semua
       Tathagatah : 'Bhagavan, apa ini? (kim idam bhagavan)'
       Walaupun dharma adalah yang tiada keberadaan zat, kenyataan dari
       dharma diajarkan : 'O Alangkah hebat meditasi pada ruang angkasa
       di dalam ruang angkasa ! '
       Kemudian sang Bhagavan Kayavakcittavajrapani Tathagatah berkata
       kepada semua Tathagata : 'Semua Bhagavan Tathagata, ruang
       angkasa adalah tidak terhubung dengan dharma apapun, tidak juga
       ia terpisah darinya, tidak juga ia mengetahui dirinya sendiri
       untuk meliputi semua dan melihat dimana-mana; Di dalam cara yang
       sama, semua Bhagavan Tathagata, mimpi dan hasil dari mimpi harus
       dimengerti. Semua Bhagavan Tathagata, sama seperti ruang angkasa
       adalah tidak terbayangkan, tidak kelihatan dan tidak terhalangi,
       di dalam cara yang sama, semua Bhagavan Tathagata, semua dharma
       harus dimengerti. Semua Bhagavan Tathagata, sama seperti Samaya
       yang adalah tempat tinggal Vajra dari tubuh, ucapan, pikiran dan
       semua dharma adalah menyerap-meliputi semua dan dari satu sifat
       alami, yang adalah sifat alami dari pikiran, jadi alam dari
       tubuh, ucapan dan pikiran dan alam dari ruang angkasa adalah
       tidak dua kali lipat dan tidak menyebabkan kegandaan. Semua
       Bhagavan Tathagata, sama seperti semua makhluk ada di dalam
       ruang angkasa, tapi ruang angkasa tidak ada di dalam alam dari
       nafsu keinginan (na kamadhatusthito), tidak juga di dalam alam
       dari bentuk-rupa (na rupadhatusthito),  tidak juga di dalam alam
       yang tiada bentuk-rupa (narupadhatusthito), dan dharma yang
       tidak ada di dalam tiga dunia tidak memiliki kemunculan, dan
       bahwa yang tidak memiliki kemunculan tidak bisa dihasilkan oleh
       dharma apapun, jadi oleh karena itu, Semua Bhagavan Tathagata,
       semua dharma adalah tiada keberadaan zat.'
       'Semua Bhagavan Tathagata, sama seperti 'Pikiran dari Pencerahan
       (bodhicittam)' menciptakan tempat tinggal Vajra yang melahirkan
       kebijaksanaan dari semua Tathagata, tapi 'Pikiran dari
       Pencerahan (bodhicittam)' tidak ada di dalam tubuh, tidak juga
       di dalam ucapan, tidak juga di dalam pikiran, dan dharma yang
       tidak ada di dalam tiga dunia tidak memiliki kemunculan, begitu
       juga tempat tinggal Vajra ini yang melahirkan kebijaksanaan dari
       semua Tathagata.'
       'Semua Bhagavan Tathagata, 'mimpi' tidak mengetahui dirinya
       sendiri menjadi mimpi diantara tiga dunia, tidak juga lelaki
       yang bermimpi mengetahui dirinya sedang bermimpi, dan perbuatan
       di dalam tiga alam adalah sama seperti mimpi, gambar dari mimpi,
       hasil dari mimpi : Di dalam cara yang sama, Semua Bhagavan
       Tathagata, semua Buddha dan Bodhisattva dan semua makhluk hidup
       di dalam dunia alam dari sepuluh penjuru arah harus dimengerti
       sebagai yang tanpa diri sama seperti mimpi.'
       'Semua Bhagavan Tathagata, sama seperti permata Cintamani adalah
       penguasa semua permata, diberkahi dengan semua kebajikan, dan
       apapun yang para makhluk hidup minta -- emas atau permata atau
       perak -- ia membuat mereka semua muncul sesegera mereka di
       pikirkan, tapi permata-permata itu dan seterusnya tidak ada di
       dalam pikiran atau di dalam Cintamani itu, di dalam cara yang
       sama, Semua Bhagavan Tathagata, semua dharma dan Buddhadharma
       harus dimengerti.'
       Kemudian semua Bhagavantah Tathagata, mata Mereka terbuka lebar
       dan dengan kegembiraan yang besar, berkata kepada sang
       Sarvatathagatakayavakcittavajram Tathagata : 'Itu adalah
       menakjubkan, Bhagavan, bahwa Buddhadharma dan juga dharma
       meliputi alam dari ruang angkasa !'
       Kemudian semua Buddha dan Bodhisattva membungkuk di kaki sang
       Bhagavato Vajrapani Tathagata dan berkata : 'Bhagavata telah
       mengajarkan kumpulan dari semua Mantra Vajra Siddhi; Dimanakah
       semua Mantra Vajra Siddhi berada? '
       Kemudian Vajrapani memuji para Tathagata dan para Bodhisattva
       dan berkata kepada semua Tathagata : 'Semua Bhagavan Tathagata,
       semua Mantra Siddhi tidak ada di dalam tubuh, ucapan dan pikiran
       dari semua Mantra, karena Mantra Siddhi dan tubuh, ucapan, dan
       pikiran tidak memiliki kemunculan di dalam kebenaran mutlak; Dan
       namun, semua Bhagavantah Tathagata, semua Mantra Siddhi dan
       semua Buddhadharma memang ada di dalam tubuh, ucapan, dan
       pikiran Vajra milik Anda, tapi tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra
       itu tidak ada di dalam alam dari nafsu keinginan, juga tidak ada
       di dalam alam dari bentuk-rupa, juga tidak ada di dalam alam
       yang tanpa bentuk-rupa. Pikiran tidak ada di dalam tubuh; tubuh
       tidak ada di dalam pikiran; Ucapan tidak ada di dalam pikiran,
       dan pikiran tidak ada di dalam ucapan; Dan mengapa itu demikian?
       Karena itu adalah yang memurnikan diri sendiri sama seperti
       ruang angkasa.'
       Kemudian semua Tathagata berkata kepada sang Tathagata Tubuh
       Ucapan Dan Pikiran Dari Semua Tathagata : 'Bhagavan, dimanakah
       dharma-dharma dari semua Tathagata berada dan darimanakah mereka
       berasal?'
       Sang Vajrasattva berkata : 'Mereka berasal dari tubuh, ucapan
       dan pikiran anda.'
       Semua Bhagavantah Tathagata berkata : 'Dimanakah pikiran
       berada?'
       Dia menjawab : 'Ia berada di ruang angkasa.'
       Mereka bertanya : 'Dimanakah ruang angkasa berada ?'
       Dia menjawab : 'Tidak dimanapun juga.'
       Kemudian semua Buddha dan semua Bodhisattva terisi dengan
       keheranan dan ketakjubban, dan masuk kedalam sifat alami dharma
       dari pikiran Mereka, tetap merenungkan di dalam keheningan diam.
       #Post#: 169--------------------------------------------------
       Re: Sarva Tathagata Kayavakcittarahasyo Guhya Samaya Nama Maha K
       alpa Raja Mahayana Sutra
       By: ajita Date: November 13, 2016, 9:04 am
       ---------------------------------------------------------
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/250px-Amoghasiddhi_tf52.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/250px-Amoghasiddhi_tf52.jpg.html
       OM AMOGHA SIDDHI HUM
       [html]<iframe width="420" height="315"
       src="//www.youtube.com/embed/SW4fXjdlzts" frameborder="0"
       allowfullscreen></iframe>[/html]
       Kula Vajradhara
       BAB XVI
       Sarva Siddhi Mandala Vajra Abhisambodhir nama patala
       [/center]
       Kemudian semua Bhagavantah Tathagata berkumpul bersama-sama
       lagi, dan menyapa sang Bhagavanta
       Sarvatathagatakayavakcittavajra Tathagata, dengan kata-kata dari
       tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra dari semua Tathagata,
       menyembah-Nya dengan sangat banyak persembahan dari
       permata-permata Vajra dari semua Tathagata.
       Kemudian sang Bhagavan Vajrapani Tathagata memasuki Samadhi yang
       bernama "Raja Samaya, Mandala Yang Seperti Singa Dari Semua
       Vajra (sarvavajramandalasimhasamayarajavyuham nama samadhim)",
       dan memunculkan keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran
       Vajra-Nya, Mandala dari tubuh Vajra dari semua Buddha ini :
       'Sekarang Saya akan mengumumkan Mandala Yang Tertinggi dari
       Tubuh, Yang Menyerupai Mandala dari Pikiran, Yang Tertinggi
       diantara semua Mandala. Buat persegi berukuran 16 hasta, yang
       sangat indah, sang Mandala dari semua Buddha, yang perintah oleh
       Tubuh Vajra; Di dalamnya, gambar lingkaran sesuai dengan ritual
       Vajra, membuat itu tempat dari Mudra Vajra, yang tertinggi dan
       rahasia diantara semua Mantra; Gambar tempat Vairocana di dalam
       tengah pusat, kemudian Aksobhya dan Yang Lain-Nya, dan tempatkan
       para Dewi dari tubuh, ucapan dan pikiran Vajra pada sudut-sudut
       dan para Krodha yang berkekuatan tidak terkalahkan pada
       pintu-pintu. Para yang mengetahui Mantra harus mempersembahkan
       penyembahan di dalam meditasi Vajra rahasia, karena ini adalah
       Samaya Yang Tidak Bisa Rusak Dari Semua Mantra; Tentu saja dia
       harus membuat persembahan khusus dari lima nektar, karena ini
       adalah Samaya dari semua Mantra dari tubuh Vajra.'
       Mandala dari Tubuh dari semua Tathagata
       (sarvatathagatakayamandalam).
       Kemudian sang Bhagavan Vajrapani Tathagata memasuki Samadhi yang
       bernama "Susunan Dari Awan-Awan Dari Samaya Semua Ucapan Vajra
       (sarvavagvajrasamayameghavyuham nama samadhim)", dan memunculkan
       keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Mandala dari
       ucapan Vajra ini :
       Sekarang Saya akan mengumumkan Mandala Yang Tertinggi Dari
       Ucapan, Yang Menyerupai Mandala dari Pikiran, Yang Tertinggi
       diantara semua Mandala. Buat persegi berukuran 20 hasta sesuai
       dengan ritual, dan di dalam meditasi Vajra tandai empat sudut
       dan empat pintu; Di dalam tengah-tengah gambarkan lingkaran
       bulat yang besar, dan bersungguh-sungguh pada ritual gambarkan
       semua simbol bersama-sama : Tempatkan Simbol Besar dari Amitayus
       (amitayur maha mudra) di dalam tengah pusat, dan tempatkan
       mereka semua di dalam tempat tinggal Vajra yang menyenangkan
       itu. Setelah membuat Mandala Yang Tertinggi sangat jelas sesuai
       dengan ritual, kemudian laksanakan penyembahan rahasia :
       Demikian para Pemilik Vajra akan bergembira; Membuat persembahan
       dengan lima nektar suci, Siddhi akan tercapai, karena ini adalah
       Samaya Yang Tidak Bisa Dihancurkan Dari Semua Buddha.
       Mandala dari Ucapan dari semua Tathagata
       (sarvatathagatavanmandalam).
       Kemudian sang Bhagavan Vajrapani Tathagata memasuki Samadhi yang
       bernama "Susunan Dari Awan-Awan Dalam Semua Penjuru-arah
       (samantameghavyuham nama samadhim)", dan memunculkan keluar dari
       tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Yang Paling Tersembunyi
       Dari Mandala Rahasia (paramaguhyamandalarahasyam) ini :
       Gambar yang manapun, seperti Vajradhara, anda menggambarnya di
       tengah pusat, anda akan menjadi tempat tinggal Mandala-Nya,
       lahir dari tubuh, ucapan dan pikiran rahasia.
       Ini adalah Pengetahuan yang paling tersembunyi rahasia dari
       tempat tinggal dari tubuh, ucapan dan pikiran Vajra dari semua
       Tathagata.
       Kemudian sang Bhagavan Vajrapani Tathagata memasuki Samadhi yang
       bernama "Hasil Dari Semua Lingkaran Mandala
       (sarvamandalacakrasambhavam nama samadhim)", dan memunculkan
       keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Rahasia dari
       Tubuh, Ucapan, Pikiran Vajra Dari Semua Mandala ini : Ini adalah
       intisari Hrdaya, Mantra dari Mandala Vajra, Huruf untuk
       menempatkan benang : OM AH HUM
       Menempatkan 'benang Vajra (vajrasutra)' dan menyalurkan bubuk
       warna harus tidak dilakukan oleh 'makhluk Mantra
       (mantrasattva)', atau Pencerahan Bodhi susah tercapai;
       Oleh karena itu, dia yang mengetahui cara Samaya, setelah
       membuat 'dewata Mantra (mantradevata)' turun, visualisasikan
       tempat dari penyucian (adhisthanapadam) harus membayangkan
       Mandala.
       Buat Vairocana Maharaja dan Locana turun : Mandala yang
       menyenangkan tempat tinggal dari tubuh, yang menghasilkan
       kualitas-kualitas dari tubuh Vajra;
       Buat Vajradharma Maharaja dan Istri Dharma-Nya turun : Ini
       adalah rahasia yang abadi dari semua Mantra;
       Buat Vajrasattva Maharaja dan Mamaki turun : Ini adalah rahasia
       yang paling hebat dari semua Mantra;
       Jika ini dikerjakan, Mereka datang dengan berkat dan kekuatan,
       dan dengan penuh kesenangan mengungkapkan rahasia tertinggi;
       Dan dia berkata : Mantra Siddha harus melaksanakan rahasia Vajra
       yang paling hebat : Setelah menangkap semua Buddha melalui
       Krodharaja, dia harus menyembah Mereka : pada matahari terbit,
       pada tengah hari dan pada
       matahari terbenam, dengan yoga dari tiga Vajra, dia harus
       melaksanakan Samaya penyembahan dari Tiga Vajra Yang Sempurna
       Tanpa Cacat, yang mencapai Mantra Siddhi.
       Dan dia berkata : persembahkan kepada semua Mantra persembahan
       yang hebat, -- tinja dan kencing, daging dan minyak, dan kayu
       cendana, yang kelima, lahir dari pikiran, -- peju memberikan
       kesenangan pada semua Mantra, itu diajarkan; Ini adalah Samaya
       tertinggi, mengabulkan Pencerahan Bodhi Buddha
       (buddhabodhiprapurakah).
       Melalui diri anda sendiri laksanakan penempatan benang ini;
       Setelah menvisualisasikan Vairocana, bayangkan murid sebagai
       Vajrasattva atau Amrtavajra yang terkenal, cemerlang dengan
       cahaya Vajra, dan visualisasikan tempat dari ritual, dihadiri
       oleh semua Buddha; Tempatkan lima Buddha raja besar
       (pancabuddhamaharaja) di dalam benang Vajra, karena ini adalah
       rahasia yang paling hebat dari semua Buddha. Tempatkan juga
       bubuk warna, di dalam 25 bagian, karena ini adalah pencerahan
       Bodhi tertinggi, rahasia dari semua Vajra. Untuk semua Mantra,
       visualisasikan huruf Vajra 'HUM' (vajrahumkarabhavana), tubuh,
       ucapan, dan pikiran surga, di dalam lima tempat; Jika ini
       dikerjakan, para Anak dari tiga Vajra yang tidak bisa
       dihancurkan, dikuasai dengan ketakutan, akan menganugerahkan
       pemberkatan Mereka pada sang Vajrasattva yang bijaksana itu.
       Dengan pikiran yang tanpa gangguan, tinggal berdiam di dalam
       Samadhi dari Vajrasattva, visualisasikan tempatkan guci Vajra,
       diajarkan oleh Penguasa Mantra Tantra (mantratantradhipatih).
       Yang mengetahui Mantra, menginginkan buah hasil dari semua
       Siddhi, harus mempersembahkan persembahan api dari tinja,
       kencing, daging, minyak dan seterusnya; Dia harus
       mempersembahkan persembahan Vajra yang lengkap kepada tiga Vajra
       yang tidak bisa dihancurkan dengan menempatkannya kedalam mulut
       dari gambar dewatanya sendiri (svadevatabimbam) yang dia telah
       visualisasikan di dalam tengah pusat;
       Demikian yang Dia katakan.
       Menyatukan dua organ, orang yang bijaksana itu harus membuat
       persembahan 108 kali, karena ini adalah Samaya yang tidak bisa
       dihancurkan dari semua Buddha.
       Melalui Yoga dari Vairocana, dia harus menvisualisasikan murid
       itu seperti dihasilkan dari tiga Vajra, huruf 'AH' di dalam
       tubuh, ucapan, dan pikiran-nya, dan Vajra akan menguasai
       dirinya;
       Vajrasattva Maharaja (raja besar Vajrasattva) dan Vairocana
       Mahayasah (Vairocana yang terkenal besar) akan melimpahkan
       Adhisthana pada tubuh, ucapan, dan pikiran.
       Ini adalah kata-kata Vajra untuk memasuki Maha Mandala : AH KHAM
       VIRA HUM. Ini adalah intisari Hrdaya Mantra Vajra dari tubuh,
       ucapan, dan pikiran dari semua Samaya.
       Ini adalah pengetahuan tersembunyi dari rahasia dari penyucian
       Vajra besar (tatredam mahavajrabhisekaguhyajnanarahasyam) :
       Dengan awan-awan dari musik dan wewangian, dia yang memiliki
       silsilah Vajra harus menvisualisasikan ruang angkasa sepenuhnya
       terisi dengan semua Buddha. Dan Dia berkata : dengan Mantra dari
       tiga tubuh Vajra, dia yang menjaga sumpah harus menghantam
       Mereka dengan biji-biji sesawi, kemudian Mereka akan melimpahkan
       Abhiseka kepada dia; Atau, dengan Samadhi dari Vajrasattva,
       orang yang bijaksana itu harus menvisualisasikan para Buddha,
       dan bayangkan guci-guci diadakan oleh Samaya agung, kemudian
       Yang mengetahui Mantra harus menvisualisasikan murid, yang
       pikirannya sungguh tanpa gangguan, sebagai Vajra Vairocana, dan
       tempatkan guci-guci itu diatas tubuh, ucapan dan pikiran
       Vajra-nya.
       Ini adalah rahasia dari semua penyucian, diucapkan dengan Ucapan
       Vajra oleh semua Tuan (tatredam sarvabhisekarahasyam
       sarvacaryavagvajrodiranam) :
       Saya menganugerahkan penyucian Vajra besar dari semua Buddha,
       lahir dari tiga Vajra rahasia, dihormati oleh tiga alam.
       Ini adalah ritual rahasia yang mana semua murid meminta Vajra
       besar (tatredam sarvasisyamahavajraprarthanavidhirahasyam) :
       Seperti Vajra dari pencerahan Bodhi menganugerahkan penyembahan
       tertinggi kepada para Buddha, anugerahkan itu sekarang kepada
       saya, O Ruang Angkasa Vajra, untuk keselamatan saya.
       Kemudian dia harus menganugerahkan 'Abhiseka (penyucian)' kepada
       dirinya dengan pikiran yang penuh kegembiraan; Dia harus
       menempatkan sang Penguasa di dalam hatinya melalui penyatuan
       dengan gambar dewata, dan mengungkapkan Mandala itu kepada Murid
       Yang Bijaksana itu, dan memberitahu dia Samaya rahasia yang
       diumumkan oleh semua Buddha : 'mahluk hidup yang terbunuh',
       'ucapan kata-kata yang bohong', 'pengambilan apa yang tidak
       diberikan', 'kesenangan sexual dengan wanita'. Dia harus
       menasehati semua makhluk dengan jalan Vajra ini, karena ini
       adalah Samaya abadi dari semua Buddha.
       Dan Dia berkata : kemudian dia harus memberinya Mantra,
       menjelaskan pembangkitan dengan Mantra, dan setelah memberikan
       Samadhi dari Raja Mantra, dia harus memulai rahasia itu :
       Membaca Mantra sesuai dengan ritual, dengan pikiran Vajra dia
       harus membuat dirinya memakan peju atau tinja, Siddhi yang
       demikian adalah tidak susah dicapai. Ini adalah empat rahasia
       besar, rahasia dari semua pemilik Vajra, mereka tinggal berdiam
       di dalam lingkaran Mantra di dalam wujud dari perempuan untuk
       bertindak demi kebaikan semua makhluk.
       Ini adalah rahasia yang memberikan kegembiraan pada semua Mantra
       dari Mandala Vajra (tatredam
       sarvavajramandalamantraradhanarahasyam) :
       Dia harus mempersembahkan semua Mantra daging dari gajah dan
       kuda, dan daging manusia, untuk di makan, dengan demikian para
       Pelindung disenangkan. Setiap hari orang yang bijaksana harus
       memperlihatkan Mandala itu kepada murid Vajra, dengan ritual
       dari lima nektar dan lima daging dan kata Vajra rahasia;
       Menvisualisasikan huruf 'OM' dari semua Mantra, itu dengan
       segera menyala.
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Maha Mantra Vidya Purusah.
       Dengan penuh perhatian berjuang keras demi pencapaian dari semua
       Siddhi, Sadhana dari Maha Samaya, dan Pencerahan Bodhi Buddha
       itu sendiri. Tidak kelihatan, kekuatan, energi, dan penangkapan
       Vajra tertinggi, -- dengan Mandala itu mereka semua dicapai,
       sesuai dengan kata dari tubuh Vajra. Buat bagian yang sama dari
       lima nektar dan lima daging dan simpan mereka di dalam mangkuk
       yang tertutup, dan anda akan tinggal berdiam diantara para
       Buddha.
       Demikian yang Dia katakan.
       Ini adalah kata yang unggul untuk Sadhana dari semua Pelayan
       Vajra rahasia (tatredam sarvaguhyavajrakimkaramahasadhanapadam)
       :
       Pada tengah pusat ruang angkasa visualisasikan huruf 'HRIH'
       terang dengan nyala api, dan bayangkan alam dari ruang angkasa
       sepenuhnya terisi dengan semua Buddha;
       Buat tempat tinggal dari tubuh, ucapan, dan pikiran Mereka jatuh
       disana kedalam Mantra.
       Ini adalah intisari dari pemberkatan, Mantra Vajra dari tubuh,
       ucapan, dan pikiran : AH KHAM DHIH
       Visualisasikan gambar yang besar dari Vajrapani
       (vajrapanimahabimbam), cahaya yang besar dari Padmapani
       (padmapanimahadyutim), dan gambar yang besar dari Aparajita
       (aparajitamahabimbam), dan meletakkan tempat tinggal dari para
       Rahasia.
       Ini adalah tempat tinggal dari Vajra rahasia (tatredam
       vajraguhyapadam) :
       Visualisasikan Aksobhya pada tengah pusat dari Mandala matahari,
       dan lingkaran besar dari Amitayus, dan Vajra Vairocana dalam
       cara yang sama;
       Melalui penderitaan yang sangat, bangkitkan semua yang bersinar
       terang di dalam hari Mereka;
       Ini adalah pembangkitan hrdaya dari semua Vajra (tatredam
       sarvavajrahrdayasamcodanam) :
       Dengan tombak besar, Vajra besar, pengait, dan senjata yang
       unggul lainnya, bangkitkan Vajra sesuai dengan ritual, dan
       Pencerahan Bodhi Buddha akan tercapai.
       Dan Dia berkata : 'Di gunung yang menyenangkan dan banyak jenis
       dari pulau, dalam dua minggu 'keadaan Buddha (buddhatvam)' akan
       tercapai, tidak ada keraguan. Yang Tercerahkan akan memiliki
       pelayan sebanyak butiran debu di dalam 36 Sumeru, Dia akan
       mengunjungi Buddhaksetra dari semua Buddha di sepuluh penjuru
       arah, Dia akan mendengar Dharma yang mendalam dan mencapai
       Buddhabhumi.'
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Maha Samaya Vajrahasah.
       Ini adalah Vajra rahasia, rahasia dari semua pelayan : Selalu
       membangkitkan para pelayan (kimkara) dengan menempatkan Mantra
       dari Vajrasattva sang Kebijaksanaan Besar, Pemilik ucapan Vajra,
       dan tubuh Vajra.
       Ini adalah empat kali lipat Samaya dari Mantra dari Lingkaran
       Kebijaksanaan Vajra : 'Samaya Pembangkitan (samaya codanam)',
       'Samaya Pancaran (samaya preranam)', 'Samaya Permohonan (samaya
       mantranam)', 'Samaya Pengikatan (samaya bandhana)'.
       Mereka membuat yang luas, yang murni, alam yang kosong dari
       ruang angkasa menjadi bola, dengan rupa Vajra yang menakjubkan.
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, sang putra tunggal dari
       semua Buddha (sarvabuddhaikaputro), Vajramahasattvah.
       Jika anda ingin mengatasi Buddha atau Vajrasattva,
       visualisasikan Pemikul besar yang paling rahasia dari tiga Vajra
       : Pada tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Manjuvajra
       yang berkekuatan besar, dan buat ujung dari Mahkota-Nya menembak
       keluar lima panah; Yang mengetahui Mantra harus membuatnya jatuh
       di lima tengah pusat dengan memakai Vajra yang penuh murka, dia
       harus membayangkannya sedang pingsan dan ketakutan oleh
       panah-panah yang terkenal itu, pikirannya ditetapkan pada dia
       yang berusia muda itu. Meditasi ini harus dipraktekkan selama
       dua minggu, membangkitkan Yang Rahasia : itu disebut rahasia
       dari semua Mantra oleh dia yang mengerti arti Vajra. Pada tengah
       pusat ruang angkasa bayangkan Mandala Buddha tertinggi, dan
       visualisasikan tiga Vajra dan yang lainnya dengan Mantra Vajra
       'HUM' dan seterusnya; Visualisasikan 'OM' di dalam matanya,
       perlihatkan kepadanya ini sesuai dengan ritual, dan dia akan
       melihat 'gambar dari semua Mantra (sarvamantranam bimbam)', yang
       memiliki tiga tubuh Vajra. Praktekkan yoga ini di dalam
       penderitaan yang besar seperti kelaparan dan kehausan, dan semua
       penderitaan akan dihancurkan, sesuai dengan kata dari pikiran
       Vajra : Visualisasikan gambar besar dari Vairocana, pengabulan
       semua keinginan, dan bayangkan huruf 'VAM' di dalam mulut-Nya
       dan huruf 'OM' di lidah-Nya; Ini adalah sumber dari semua
       makanan, terhiasi dengan Cintamani, kedamaian yang menghapuskan
       semua penderitaan, diciptakan oleh Kebijaksanaan Vajra.
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Cintamanivajrah.
       Kemudian sang Bhagavan Vajrapani Tathagatah, sang Pahlawan Besar
       dari Vajra Tathagata (Maha Vira Vajra Tathagatah), memunculkan
       keluar dari ucapan Vajra kata tertinggi dari meditasi Vajra :
       VIH.
       Pada tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala
       Buddha yang bersinar, dan setelah menciptakannya, dengan yoga
       dari tiga tubuh Vajra, visualisasikan Mantra ini;
       Visualisasikan hasil dari Vajra kuning, lengkap dengan semua
       penghiasan, penuh kedamaian, dengan rambut yang menumpuk keatas
       dan sebuah Mahkota, mulailah semua perbuatan.
       Samadhi itu bernama "Kalung Karangan Bunga Dari Gelombang Dari
       Pahlawan Vajra (viravajrormimala nama samadhih)"
       Kemudian sang Bhagavan Vajradhara memasuki Samadhi yang bernama
       "Vajra Dari Bunyi Semesta (samantanirghosavajram nama
       samadhim)", dan memunculkan keluar dari tubuh, ucapan dan
       pikiran Vajra-Nya kata meditasi Vajra besar ini : CUM
       Pada tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala
       matahari yang tertinggi, dan sesuai dengan ritual, awan-awan
       dari para Buddha, tiga Vajra yang paling termashyur; Untuk
       membuat mereka turun kedalam tubuh, ucapan, dan pikiran,
       visualisasikan Cundavajri, berwarna putih, lengkap dengan semua
       penghiasan; Visualisasikan Vajrasattva Maha raja, tempatkan kata
       Mantra itu.
       Samadhi itu bernama "Cahaya Kebijaksanaan Dari Samaya Vajra
       (vajrasamayajnanarasmir nama samadhih)"
       Kemudian sang Bhagavan Vajrapani Tathagata memasuki Samadhi yang
       bernama "Vajra Kesenangan Dari Semua Harapan
       (sarvasavajrasambhogam nama samadhih)", dan memunculkan keluar
       dari tubuh, ucapan dan pikiran Vajra-Nya Jalan dari lingkaran
       Samadhi ini : JAM
       Pada tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala
       Buddha tertinggi, dan melalui ritual itu buat semua Buddha
       turun, dengan meditasi Vajra. Visualisasikan sang Yaksa besar
       Jambhala, pembawa kekayaan, penuh kedamaian, di dalam rupa
       Yaksa, dengan rambut menumpuk keatas dan sebuah mahkota Vajra
       (jatamukutavajrinam); Sesuai dengan ritual itu visualisasikan
       sang lima Buddha di dalam lima tengah pusat; sedang tinggal
       berdiam di dalam meditasi, persembahkan kepada dia air dari
       nektar Vajra; Sesuai dengan ritual itu, visualisasikan
       Vajrasattva di atas mahkota dia, dalam cara ini Jambhala, sang
       Penguasa Yaksa yang bersinar terang, bahagiah.
       Samadhi itu bernama "Bendera Yang Mulia Yang Membahagiakan
       Pembawa Kekayaan Mudra Samaya Vajra
       (vajrasamayamudradravyaradhanaketusrir nama samadhih)"
       Kemudian sang Bhagavan Vajrapani Tathagata memasuki Samadhi yang
       bernama "Kemuliaan Dari Kesenangan Dari Indera Vajra
       (vajrakamopabhogasriyam nama samadhih)", dan memunculkan keluar
       dari tubuh, ucapan dan pikiran Vajra-Nya kata Vajra ini, Samaya
       dari semua Yaksini : KSIM
       Pada tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan persegi,
       sangat indah, tersusun sepenuhnya dari empat permata, terisi
       dengan bunga-bunga dan wewangian; Bayangkan ruang angkasa
       sepenuhnya terisi dengan semua Yaksini, dan buat Mereka turun
       melalui yoga dari tiga Vajra, visualisasikan Mereka sebagai satu
       gambar; Bermeditasi pada ini dengan kerja dari tiga tubuh Vajra;
       Tinggal berdiam di dalam meditasi pada Manjuvajra,
       visualisasikan yang penuh murka ada diatas mahkota-Nya dan kata
       Mantra di hati-Nya, dan mulailah yoga Vajra.
       Samadhi itu bernama "Meditasi Vajra Pada Keadaan Dari Ciri Khas
       Dengan Semua Yaksini (sarvayaksinisamataviharabhavanavajro nama
       samadhih)"
       Kemudian sang Bhagavan Vajrapani Tathagata memasuki Samadhi yang
       bernama "Hasil Vajra Dari Siddhi Dari Semua Mantra Vajra
       (sarvavajramantrasiddhivijrmbhitavajram nama samadhih)", dan
       memunculkan keluar dari tubuh, ucapan dan pikiran Vajra-Nya
       Siddhi yang lebih rendah ini : Mereka yang berada pada tingkat
       dari Siddhi yang lebih rendah tercapai di dalam tubuh, ucapan
       dan pikiran, memiliki tubuh Buddha yang bersinar, dan berwarna
       keemasan seperti sungai Jambu; Di dalam Siddhi dari
       Ketidakterlihatan dan seterusnya, anda menjadi Penguasa
       Vajradhara; Di dalam Siddhi dari Raja Yaksa, anda menjadi
       Penguasa Vidyadhara.
       Ini adalah Mantra Siddhi rahasia, bentuk rupa dari semua Siddhi
       Vajra (tatremani sarvavajrasiddhirupaguhyamantrasiddhini) :
       Semua bentuk-rupa yang indah yang dicapai melalui Mantra Siddhi
       memberikan kegembiraan kepada semua alam-alam dunia melalui
       penglihatan dari mereka sendiri;
       Diantara mereka, dia yang mencapai Usnisa Siddhi menjadi
       Penguasa Cintamani, bermeditasi pada Vajra Buddha, sang Pencipta
       Pencerahan Bodhi Buddha.
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Sarva Paripuraka Vajrah
       (Vajra Yang Mengabulkan Semua Harapan).
       Kemudian sang Bhagavan Vajrapani Tathagata, sang Penguasa dari
       semua Tathagata (sarvatathagatadhipatih), memunculkan keluar
       dari tubuh, ucapan dan pikiran Vajra-Nya praktek dari mengambil
       sumpah Vidya dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra dari semua
       Tathagata :
       Lakukan meditasi pada tubuh, ucapan, dan pikiran sebagai tubuh,
       ucapan, dan pikiran Vajra; Ini harus dikerjakan dengan
       bentuk-rupa mereka sendiri, dan Siddhi yang demikian akan akan
       tercapai.
       Ini adalah sumpah Vidya dari tubuh, ucapan dan pikiran :
       Buat sesuai dengan ritual sebuah gambar yang besar, berwarna
       putih, dengan rambut yang menumpuk keatas dan sebuah mahkota,
       terikat dengan sumpah Mantra, dan membawa seorang gadis berusia
       16 tahun, berwajah cantik, bermata lebar, dihiasi dengan semua
       penghiasan, praktekkan sumpah Vidya; Bayangkan dia dengan
       tanda-tanda Vajra dari tubuh kesenangan dari Locana, mengetahui
       ritual-ritual dari Mudra dan Mantra, terpelajar dengan baik di
       dalam Mantra-Tantra; Jadikan dia istri dari Tathagata,
       terdirikan di dalam Pencerahan Bodhi Buddha
       (buddhabodhipratisthitam). Dia yang menjaga sumpah yang besar
       ini harus melaksanakan penyembahan rahasia pada empat waktu,
       membawa batang, akar dan buah sebagai makanan dan minuman; Di
       dalam cara ini dia akan segera menjadi Buddha, sang Penguasa
       (Prabhuh), Lautan Kebijaksanaan Yang Luas (mahajnanodadhih); Di
       dalam enam bulan dia akan mencapai semua ini, tidak ada
       keraguan. Selalu mencuri barang-barang yang lain, membunuh,
       penipuan, menikmati kegemaran Vajra : Ini adalah sumpah yang
       mengikat dia. Untuk ucapan Vajra dan pikiran tertinggi, itu
       adalah benar untuk menvisualisasikan gadis itu dengan pengait
       dari kegemaran Vajra dan Mamaki yang dikelilingi dengan
       kebajikan; Atau yang lainnya dia harus menvisualisasikan Mudra
       miliknya sendiri, meditasi dari Vajra dari tiga huruf; Dengan
       demikian para Buddha yang Maha Tahu Semua akan bergembira, tidak
       ada keraguan. Dengan pikiran yang tanpa gangguan sang Sadhaka
       harus selalu memohon sedekah di dalam hutan, dikuasai dengan
       ketakutan mereka akan mempersembahkan kepada dia makanan surga;
       Diri dia sendiri adalah tiga Vajra, dia melampaui kematian dan
       menjadi abadi, sang huruf Vajra. Mengambil perempuan dari para
       dewa atau para naga atau para yaksa atau para asura atau para
       manusia, praktekkan sumpah Vidya yang tersimpan oleh
       kebijaksanaan dari tiga Vajra; Ini adalah yang besar, rahasia
       dari kenyataan, dari semua Mantra, lahir dari kebijaksanaan dari
       tiga Vajra, pintu masuk ke pencerahan Bodhi Buddha.
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Sarva Tathagata Vidyavrata
       Samaya Tattva Vajrah.
       #Post#: 170--------------------------------------------------
       Re: Sarva Tathagata Kayavakcittarahasyo Guhya Samaya Nama Maha K
       alpa Raja Mahayana Sutra
       By: ajita Date: November 13, 2016, 9:08 am
       ---------------------------------------------------------
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/hum_large.png
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/hum_large.png.html
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/vajrapani2008C.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/vajrapani2008C.jpg.html
       OM VAJRAPANI HUM
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/5b201.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/5b201.jpg.html
       [html]<iframe width="420" height="315"
       src="//www.youtube.com/embed/audZL3NUOqM" frameborder="0"
       allowfullscreen></iframe>[/html]
       Om Ah Ra Pa Ca Na Dhih
       BAB XVII
       Sarva Tathagata Samaya Samvara Vajra Adhisthana patalah
       saptadasah
       [/center]
       Kemudian semua Bhagavantah Tathagata berkumpul bersama-sama lagi
       dan memuji sang Bhagavan Sarvatathagatakayavakcittavajram
       Tathagata :
       Aksobhya Vajra, kebijaksanaan besar, alam Vajra, Pertapa besar,
       (aksobhyavajra mahajnana vajradhatu mahabudha)
       Mandala tiga kali lipat, tiga Vajra tertinggi, ucapan rahasia,
       terpujilah Anda ! (trimandala trivajragra ghosaguhya namo'stu
       te)
       Vairocana, kemurnian besar, kedamaian Vajra, kegembiraan besar,
       (vairocana mahasuddha vajrasanta maharate)
       Bercahaya secara alami, yang tertinggi dari yang tertinggi, guru
       Vajra, terpujilah Anda ! (prakrtiprabhasvaragragra desavajra
       namo'stu te)
       Ratnaraja, kedalaman yang mendalam, ruang angkasa Vajra tanpa
       cacat, (ratnaraja sugambhirya khavajrakasanirmala)
       Oleh sifat alami murni dan tidak bernoda, tubuh Vajra,
       terpujilah Anda ! (svabhavasuddha nirlepa kayavajra namo'stu te)
       Vajra Amita, raja besar, tanpa pikiran, pembawa ruang angkasa
       Vajra, (vajramita maharaja nirvikalpa khavajradhrk)
       Tercapai di dalam kegemaran Vajra yang melampaui sukar dipahami,
       ucapan Vajra, terpujilah Anda ! (ragaparamitaprapta bhasavajra
       namo stu te)
       Amogha Vajra, Buddha yang sempurna, Pengabul semua harapan,
       (amoghavajra sambuddha sarvasaparipuraka)
       Lahir dari kemurnian yang hakiki, Vajrasattva, terpujilah Anda !
       (suddhasvabhavasambhuta vajrasattva namo'stu te)
       Memuji 'tubuh Vajra dari kesenangan (vajrasambhoga)' dengan
       kata-kata yang penuh kedamaian dari pujian ini, yang diucapkan
       oleh semua Buddha, dan anda akan menjadi sama seperti para
       Buddha.
       Kemudian sang Vajradhara sang guru, mengasihani semua Buddha,
       mengumumkan ucapan Vajra, kata yang murni dari rahasia Vajra :
       Sangat hebat huruf yang tertinggi itu, alam Dharma dari semua
       Buddha,
       Oleh sifat alami bercahaya dan murni, sempurna tanpa cacat sama
       seperti alam ruang angkasa !
       Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
       keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, 'Samaya (Hukum
       Suci)' dari tubuh Vajra dari semua Buddha :
       'Para Buddha, sinar lautan kebijaksanaan, harus menjaga empat
       Samaya, Mereka harus selalu makan tubuh manusia : Ini adalah
       Samaya tertinggi.'
       Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
       keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
       ucapan Vajra dari semua Buddha :
       'Huruf Besar dari ucapan Vajra harus menjaga empat Samaya,
       Mereka harus selalu makan tinja dan kencing : Ini adalah rahasia
       yang paling hebat.'
       Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
       keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
       pikiran Vajra dari semua Vajradhara ini :
       'Vajrasattva yang berkekuatan rddhi besar harus menjaga empat
       Samaya, teguh di dalam sumpah Mereka, Mereka harus selalu makan
       darah yang dicampur peju : Samaya yang paling hebat dari tubuh,
       ucapan, dan pikiran Vajra Ini senantiasa milik semua Buddha dan
       harus dijaga oleh para pengikut Vajradhara. Siapapun yang
       menjaga Samaya ini, Vajrasattva yang berkemuliaan besar,
       mencapai wawasan mendalam kedalam tubuh, ucapan, dan pikiran,
       dan menjadi Buddha pada seketika itu juga.'
       Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
       keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
       Pratyekabuddha ini :
       'Milik Mereka adalah ajaran yang berhubungan dengan tubuh, yang
       didirikan di tubuh Vajra, tingkah laku yang menyebabkan
       penjelmaan sebagai makhluk hidup, Samaya yang kekal abadi.'
       Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
       keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
       Murid Pendengar (Sravaka) ini :
       'Mereka mempraktekkan sepuluh kebajikan (dasakusalan), jalur
       dari perbuatan (karmapathan), tapi Mereka adalah tanpa
       kebijaksanaan : Ini adalah Samaya yang hebat dari Mereka yang
       memiliki keyakinan dalam tingkat yang lebih rendah
       (hinadhimuktika).'
       Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
       keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
       Brahma ini :
       'Perbuatan apapun yang Dia laksanakan melalui jalur dari
       angan-angan khayalan, ketakutan dan buruk sekali, menjadi
       panduan menuju Pencerahan Bodhi Buddha, keadaan dari tubuh
       Vajra.'
       Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
       keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
       Rudra ini :
       'Dengan berbagai-macam bentuk, Dia harus mencintai semua
       perempuan yang tinggal berdiam di dalam tiga dunia, lahir dari
       tiga Vajra; Ini adalah Samaya yang paling hebat.'
       Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
       keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
       Visnu ini :
       'Dengan meditasi Vajra, Dia harus membunuh semua yang lahir dari
       makhluk hidup, tinggal berdiam di dalam tiga tubuh yang tidak
       bisa dihancurkan, dan bahkan alam Vajra dari ruang angkasa itu
       sendiri.'
       Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
       keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
       Tiga Vajra ini :
       'Tubuh Vajra menjadi Brahma, ucapan Vajra adalah Mahesvara, dan
       pikiran, Vajradhara raja, adalah Visnu yang berkekuatan rddhi
       besar.'
       Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
       keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
       semua Yaksini ini :
       'Dengan Maha Vajra Samaya ini, sulit untuk diamati, memberikan
       sukacita kepada perempuan Yaksini yang makan daging dan darah
       dan yang selalu berniat pada nafsu keinginan sensual.'
       Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
       keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
       semua ratu dari para penguasa ular
       (sarvabhujagendrarajnisamayam) ini :
       'Dengan Samaya ini capai mereka, mengabdikan untuk kesenangan
       dan wewangian, para pemfitnah, pengisap susu; Jika sebaliknya,
       orang pasti tercemar.'
       Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
       keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
       para gadis Asura ini :
       'Mereka ganas, dikuasai dengan kebanggaan, sangat menyukai
       wewangian dan bunga, Samaya Mereka di dalam dunia bawah Vajra
       adalah menakutkan dan sulit untuk dikuasai.'
       Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
       keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
       perempuan Raksasa ini :
       'Tengkorak, tulang, dupa, minyak dan lemak memberikan Mereka
       kegembiraan besar : Samaya dari semua iblis (Bhuta) ini
       memurnikan dan menghasilkan tujuan besar.'
       Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
       keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
       semua Dakini Vajra ini :
       'Makan tinja, kencing dan darah, dan selalu minum anggur, dan
       membunuh oleh yoga dari Dakini Vajra, dengan tanda-tanda dari
       keadaan Mereka; Muncul dari sifat alami anda sendiri Mereka
       bertindak di dalam tiga alam; Praktekkan seluruh Samaya demi
       kebaikan semua Makhluk.'
       Samadhi itu bernama "Mengikuti Hukum Suci Vajra Dari Semua
       Makhluk Di dalam Tiga Alam
       (sarvatraidhatukavajrasamayasamavasarano nama samadhih)".
       Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
       keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
       Siddhi dari tubuh ini :
       'Laksanakan semua tiga perbuatan dari tubuh seperti yang lahir
       dari Vajra : Ini menciptakan tubuh Buddha selalu dan dimana-mana
       di dalam alam dari para makhluk hidup.'
       Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
       keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
       Siddhi dari ucapan ini :
       'Laksanakan semua perbuatan dari ucapan seperti Mandala dari
       tiga dunia yang tanpa cacat : Ini adalah Samaya yang tidak bisa
       dihancurkan, Siddhi yang penuh kesenangan dari ucapan.'
       Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
       keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
       Siddhi dari pikiran ini :
       'Dengan pikiran tetap tegas pada Vajra, lakukan meditasi pada
       semua yang memiliki sifat alami dari pikiran, karena ini
       diajarkan sebagai Samaya dari Mereka yang memiliki tiga Vajra
       yang tidak bisa dihancurkan.'
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Samantasundara
       Vajrasattva.
       Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
       keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
       intisari Vajra dari semua Vajra ini :
       'Jika anda menyembah Buddha dan Bodhisattva, Pratyekajina dan
       Sravaka, dengan tubuh, ucapan dan pikiran digabung, anda akan
       gagal.'
       Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
       keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
       meditasi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra dari semua
       Tathagata ini :
       'Dimana-mana dengan yoga dari tiga Vajra, praktisi Mantra harus
       bermeditasi pada Mandala dari tubuh, ucapan dan pikiran seperti
       yang dari Vajrasattva.'
       Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
       keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dan
       sumpah dari Sadhana dari semua Mantra ini :
       'Dengan meditasi Vajra bangkitkan alam dari makhluk hidup semua
       sebagai satu : Ini adalah pujian tertinggi dari tiga Vajra,
       Samaya kelahiran Vajra.'
       Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
       keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dan
       sumpah dari seva, sadhana, upasadhana, dan mahasadhana ini :
       'Bayangkan alam dari ruang angkasa sepenuhnya terisi dengan
       tinja dan kencing Vajra, dan persembahkan itu kepada para Buddha
       dari tiga masa waktu : Ini adalah Samaya yang kekal abadi.'
       Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
       keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
       Vajra Yang Tidak Bisa Terlihat :
       'Setiap hari pada empat waktu bercinta dengan dewi Vajra sebagai
       yang tertinggi, dan selalu mencuri kekayaan : ini adalah Samaya
       dari Vajra-Pengabul'.
       Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
       keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
       Vidyadhara dari ruang angkasa :
       'Visualisasikan, tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra di dalam
       Mahkota, dan Samaya yang murka dari tiga Vajra tidak akan tidak
       akan mampu mengatasi anda.'
       Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan
       keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
       semua praktisi Mantra yang terlibat di dalam tindakan pertama :
       'Ketika anda makan, selalu laksanakan penyucian dari tubuh
       Vajra, dan sebagai Vajradhara di dalam tindakan luar yang
       lainnya, dan sebagai Vajra-Dharma ketika anda membaca naskah
       suci.'
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Svabhavasuddhavajrah
       (Vajra Yang Memurnikan Diri Sendiri).
       Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, berpikir
       tentang kesamaan dari intisari Hrdaya dari tubuh, ucapan, dan
       pikiran Vajra dari semua Vajradhara, diam.
       Kemudian para Bodhisattva Mahasattva, yang jumlahnya sebanyak
       bintik dari debu di dalam gunung Sumeru dari Buddha-ksetra
       seluruhnya diluar ungkapan, membungkuk dihadapan semua Tathagata
       dan berkata : 'Mengapa sang Bhagavan Sarvatathagatadhipati
       Vajradhara tetap diam di dalam tengah-tengah dari perkumpulan
       majelis ini dari para Buddha dan Bodhisattva ?'
       Kemudian semua Bhagavan Tathagata berkata kepada semua
       Bodhisattva : 'Kulaputra, sang Penguasa Tubuh Ucapan Dan Pikiran
       Vajra Dari Semua Tathagata, setelah memeriksa keadaan yang tidak
       berubah, yang tidak terbayangkan di dalam sifat alaminya, dari
       tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra, yang adalah keadaan yang tidak
       berubah dari yang bukan berwujud, tetap diam. Kulaputra, ini
       adalah apa yang sang Sarvatathagatadhipati sedang pikirkan :
       tubuh, yang belum lahir, yang tidak mati, ucapan dan pikiran
       tanpa kualitas, muncul dari daya khayal imajinasi di dalam ruang
       angkasa Vajra, dan secara salah dipahami.'
       Kemudian para Bodhisattva Mahasattva yang dipimpin oleh Manjusri
       berkata kepada semua Tathagata : 'Semua Bhagavan Tathagata,
       jangan mempertimbangkan kata-kata dari ucapan Vajra sebagai
       penyebab dari kepalsuan, karena sang
       Sarvatathagatakayavakcittavajradhipati mengikuti praktek yang
       sifat alaminya adalah alam Vajra dari semua Tathagata; Untuk
       para Maha Bodhisattva, Brahma dan seterusnya, yang telah
       mencapai tanggapan penglihatan surga dan kebijaksanaan tapi
       tidak tahu sifat alami yang sesungguhnya dari kualitas-kualitas
       dari semua dharma, berpikir demikian : Apakah sang Sifat Alami
       Vajra Besar ini mengajarkan huruf rahasia tanpa telah memahami
       kenyataan Vajra dari dharma dari semua Tathagata ?'
       Kemudian semua Bhagavan Tathagata berkata kepada para
       Bodhisattva itu : 'Tidak hanya Anda, Maha Bodhisattva, tapi Kami
       juga, yang telah mencapai keabadian rahasia dari tubuh, ucapan,
       dan pikiran Vajra dari semua Tathagata, tidak memahami
       Pencerahan Bodhi dari tubuh, ucapan, dan pikiran, untuk yang
       tidak muncul, yang sempurna, Pencerahan Bodhi Vajra terlahir
       dari yang tidak berubah dan yang bukan berwujud; Namun,
       Kulaputra, semua makhluk hidup yang ada adalah para Buddha Vajra
       yang terdirikan di dalam pencerahan Bodhi, karena para makhluk
       ini telah tentu saja mencapai kebijaksanaan dari tubuh, ucapan,
       dan pikiran Vajra, melalui sifat alami Dharma dari tiga tubuh
       Vajra.'
       Kemudian Vajrapani sang Sarvatathagatakayavakcittavajradhipati
       berkata kepada semua Tathagata dan Bodhisattva : 'Di dalam alam
       Dharma yang tiada tempat tinggal, yang memurnikan sendiri, tanpa
       diri, imajinasi, lahir dari Vajra, adalah diumumkan dan tidak
       diumumkan.'
       Kemudian semua Bhagavan Tathagata membungkuk dihadapan sang
       Bhagavanta, Maha Vajrapani, Sarva Tathaghata Svaminam (Tuan dari
       semua Tathagata), dan berkata : 'Bhagavan, dari manakah Siddhi
       Vajra dari tubuh, ucapan dan pikiran dari semua Tathagata ini
       muncul, dan dimanakah itu tinggal berdiam?'
       Vajradhara Sarvatathagatadhipati menjawab : 'Semua Bhagavan
       Tathagata, semua Siddhi dan semua kebijaksanaan Vajra dan semua
       yang ada di dalam tiga alam tinggal berdiam di dalam keadaan
       Vajra yang terus menerus dari tubuh, ucapan, dan pikiran milik
       Anda sendiri.'
       Semua Tathagata berkata : 'Bhagavan, dimanakah Siddhi dari
       tubuh, ucapan, dan pikiran dari semua Tathagata dan semua tiga
       alam tinggal berdiam?'
       Sarvatathagatajnanadhipatih (-->salah satu gelar Vajrapani :
       sang Penguasa Kebijaksanaan Semua Tathagata) menjawab : 'Semua
       Bhagavan Tathagata, Siddhi dari tubuh, ucapan, dan pikiran dari
       semua Tathagata dan semua tiga alam tinggal berdiam di dalam
       alam dari ruang angkasa.'
       Semua Tathagata berkata : 'Dimanakah ruang angkasa tinggal
       berdiam ?'
       Vajradhara menjawab : 'Tidak dimanapun juga.'
       Kemudian semua Tathagata dan Bodhisattva, dikuasai dengan
       keheranan dan ketakjubban, menyanyikan lagu ini :
       Hebat Vajra, hebat Vajra, hebat ajaran Vajra !
       Dimana tiada tubuh, ucapan, dan pikiran, disana bentuk-rupa
       diciptakan di dalam meditasi !
       Kemudian sang Vajradhara, sang Guru, dihormati oleh semua
       Buddha, yang tertinggi diantara tiga Vajra besar, berbicara
       tentang meditasi Vidyapurusa dari semua Siddhi :
       Pada tengah pusat dari ruang angkasa Vajra bayangkan Mandala
       Buddha, dan setelah menvisualisasikan tubuh Vajra, bayangkan
       Vajra diatas kepala-Nya; Visualisasikan Dia berkepala tiga,
       lahir dari tiga tubuh, memancarkan hasil, memegang roda Vajra,
       dan anda akan mencapai Pencerahan Bodhi. Membedakan diantara
       keluarga, visualisasikan rahasia ini dari mereka semua, jika
       sebaliknya, meditasi mereka tidak akan menghasilkan Siddhi yang
       tertinggi.
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Vidya Purusa Vajra Guhya.
       Visualisasikan Maharajni (sang Ratu besar), lahir dari tiga
       alam, pemberi kegembiraan; Dengan demikian para Pahlawan, yang
       memiliki sifat alami dari tiga tubuh Vajra, bergembira. Siapapun
       yang bermeditasi pada ini, Bodhisattva yang termashyur besar,
       bersinar terang, akan mencapai Siddhi dari tiga tubuh di dalam
       tujuh hari.
       Kemudian sang Bhagavan Vajrapani Sarvatathagatadhipati,
       memunculkan keluar lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran
       Vajra-Nya, rahasia dari pengumpulan dari tubuh, ucapan, dan
       pikiran Vajra ini :
       'Lakukan meditasi pada Maha Mudra, Samaya dari tubuh, ucapan,
       dan pikiran, visualisasikan itu semua sesuai dengan ritual dan
       seketika itu juga anda akan mencapai sifat alami Buddha.'
       Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar
       lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, rahasia dari
       tubuh, ucapan, dan pikiran dari semua Sadhaka ini :
       'Jika anda menginginkan Pencerahan Bodhi jangan melaksanakan
       Mudra dengan tangan; Bahkan para Jina tidak bisa tidak mematuhi
       Samaya dari semua Mantra ini.'
       Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar
       lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
       semua Buddha ini :
       'Jangan merasa jijik pada tinja dan kencing, peju dan darah,
       tapi selalu memakan itu sesuai dengan ritual : Rahasia ini lahir
       dari tiga Vajra.'
       Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar
       lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
       ucapan Vajra ini :
       'Cintai semua wanita di dalam jalur yang penuh kesenangan dari
       tiga dunia, sesuai dengan ritual, dengan ucapan Vajra, dan
       jangan merasa jijik.'
       Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar
       lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari
       pikiran Vajra ini :
       'Dengan tiga Samaya Vajra memberikan kegembiraan kepada semua
       Samaya yang tinggal berdiam di dalam tiga tubuh Vajra, dan
       jangan memandang rendah pikiran Vajra.'
       Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar
       lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Rahasia Vajra
       dari semua Tathagata ini :
       'Lima Buddha, secara ringkas, diumumkan sebagai Lima Skandha,
       dan Mandala tertinggi dari para Bodhisattva adalah indera
       Vajra.'
       Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar
       lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Lingkaran dari
       tiga alam (traidhatukacakram) ini :
       'Locana disebut tanah, Mamaki air, Pandara api dan Tara udara,
       dan Samaya dari alam Vajra dari ruang angkasa adalah adalah diri
       Vajradhara sendiri.'
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Maha Vajrasattva, sang
       Pemerintah Dunia dari semua Tathagata
       (sarvatathagatabhuvanesvaro).
       Kemudian sang Bhagavan Sarvatathagatakayavakcittavajra Tathagata
       memasuki Samadhi yang bernama "Tinggal Berdiam Didalam Tempat
       Tinggal Dari Kesamaan Dari Semua Tathagata
       (sarvatathagatasamataviharam nama samadhih)", dan ketika Dia
       telah memasukinya Dia melihat pada Mandala dari perkumpulan
       majelis dari semua Tathagata dan diam.
       Kemudian sang Bodhisattva Mahasattva Maitreya membungkuk
       dihadapan semua Tathagata dan berkata : 'Bagaimanakah seharusnya
       semua Tathagata dan Bodhisattva menganggap sang Bhagavan Sarva
       Tathagata Kaya Vak Citta Vajra Rahasya Guhya Samaya Abhisikte
       Vajra Acarya ?'
       Semua Tathagata menjawab : 'Kulaputra, semua Tathagata dan
       Bodhisattva harus menganggap Dia sebagai 'Bodhicittavajra
       (Pikiran Vajra Pencerahan Bodhi)', karena pikiran Bodhi dan sang
       Guru adalah satu dan tidak bisa dilihat. Biarlah Kami
       menjelaskan secara singkat, Kulaputra : Semua Buddha dan
       Bodhisattva yang tinggal berdiam dan hidup dan menyokong di
       dalam alam-alam dunia dari sepuluh pejuru arah, muncul di dalam
       tiga masa waktu, setelah menyembah sang Guru dengan penyembahan
       dari semua Tathagata, maju lagi ke Buddha-ksetra Mereka dan
       umumkan kata-kata dari ucapan Vajra seperti ini : Ayah dari
       kami, semua Tathagata ! Ibu dari kami, semua Tathagata ! Guru
       dari kami, semua Tathagata ! Tentu saja, Kulaputra, pahala
       kebaikan dari satu pori dari sang Guru adalah lebih besar
       dibandingkan seluruh timbunan dari pahala kebaikan muncul dari
       tubuh, ucapan, dan pikiran dari semua Bhagavan Buddha yang
       tinggal berdiam di dalam sepuluh penjuru arah, karena Pikiran
       Bodhi adalah intisari dan sumber dari semua kebijaksanaan Buddha
       dan asal mula dari kebijaksanaan Maha tahu semua.'
       Kemudian sang Bodhisattva Mahasattva Maitreya, ketakutan,
       pikirannya dipenuhi ketakutan, diam.
       Kemudian Aksobhya Tathagata, Ratnaketu Tathagata, Amitabha
       Tathagata, Amoghasiddhi Tathagata, dan Vairocana Tathagata
       memasuki Samadhi yang bernama "Perenungan Hukum Suci Dari Siddhi
       Dari Semua Pemegang Vajra
       (sarvavajradharasiddhisamayalambanavajram nama samadhih)", dan
       berkata kepada semua Bodhisattva : 'Semoga semua Bhagavantah
       Bodhisattva mendengar ! -- Semua Bhagavan Buddha dari sepuluh
       penjuru arah, lahir dari kebijaksanaan Vajra dari tiga masa
       waktu, telah datang dihadapan sang Guru dari Guhyasamaja,
       menyembah dan menghormati Dia, karena Dia adalah Guru dari semua
       Bodhisattva dan Tathagata, Dia tentu saja adalah sang Bhagavan
       Maha Vajradhara, sang Penguasa Semua Kebijaksanaan Buddha
       (sarvabuddhajnanadhipati).'
       Kemudian semua Maha Bodhisattva berkata kepada semua Tathagata :
       'Bhagavan, dimanakah Siddhi dari tubuh, ucapan dan pikiran dari
       semua Tathagata berada ? '
       Semua Tathagata berkata : 'Mereka berada di dalam tubuh, ucapan,
       dan pikiran dari Guru Vajra, yang tubuh, ucapan, dan pikiran,
       tiga tubuh rahasia.'
       Para Maha Bodhisattva berkata : 'Dimanakah Vajra dari tubuh,
       ucapan dan pikiran rahasia berada ? '
       'Tidak dimanapun juga.'
       Kemudian para Maha Bodhisattva, dikuasai dengan keheranan dan
       ketakjubban, tetap diam.
       Kemudian Bhagavan Vajrapani Tathagata bangun dari Samadhi dari
       rahasia Vajra dan berkata kepada semua Tathagata dan Bodhisattva
       : 'Semoga semua Bhagavanta Tathagata dan Bodhisattva mendengar
       Maha Mandala dari Samadhi yang bernama 'Tempat Kelahiran Dari
       Pencerahan Bodhi Dari Semua Tathagata
       (sarvatathagatabodhisambhavavajram nama samadhih)''.
       Kemudian semua Tathagata dan Bodhisattva menggabungkan tangan
       Mereka beranjali dalam penghormatan dan berkata kepada
       Bhagavanta Vajradhara : 'Semoga Bhagavan mengungkapkan, Sugata,
       Maha Mandala itu !'
       Bayangkan itu pada tengah pusat dari ruang angkasa, empat sisi,
       sangat indah; Dengan cara dari Mandala Buddha membangkitkan
       Vajra di dalam meditasi, dan dengan cara bermeditasi pada
       Mandala Vajra tempatkan semua lingkarannya disana; Orang yang
       bijaksana harus selalu melaksanakan penyembahan dengan ritual
       ini. Visualisasikan sang Guru di dalam hati anda, mulailah
       penyucian (acaryam hrdaye dhyatva abhisekam samarabhet);
       Bayangkan ruang angkasa sepenuhnya terisi dengan semua Buddha,
       dan sesuai dengan ritual buat Mereka semua turun kedalam tiga
       tempat dari penyucian; Dengan cara ini anda akan mencapai
       Pencerahan Bodhi demi kebaikan semua makhluk, dan semua Siddhi
       yang hebat dari tubuh, ucapan, dan pikiran.
       Mandala dari Meditasi itu bernama "Lingkaran Samaya Dari Semua
       Buddha Dan Bodhisattva (sarvabuddhabodhisattvasamayacakram nama
       dhyanamandalam)"
       Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar
       lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, rahasia dari
       tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra ini yang bernama "Yoga Vajra
       Dari Semua Tathagata (sarvatathagatavajrayogam)" : HUM HRIH KHAM
       Pada tengah pusat dari ruang angkasa bayangkan Mandala dari
       tulang, daging dan seterusnya, dan visualisasikan Vajrasattva,
       tiga intisari hrdaya dari tubuh, ucapan, dan pikiran;
       Visualisasikan Dia sesuai dengan ritual, ganas, jelek, sangat
       murka, berwarna teratai biru, empat lengan, dengan tengkorak
       ditangan-Nya, Praktisi dari sumpah ini harus membayangkan harus
       membayangkan lidahnya bersinar dengan lima sinar cahaya, dan
       melalui cara dari meditasi Vajra, darah ditarik keluar. Dengan
       cara Yoga Vajra, hantam bahkan tubuh dari Buddha dengan Vajra
       tiga ujung dan pisau yang mengerikan.
       Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar
       lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya Samaya yang
       berhubungan dengan makanan Vajra ini :
       'Praktisi dari sumpah itu harus membayangkan makanan atau
       minuman apapun yang dia makan sebagai tinja, kencing dan daging,
       sesuai dengan ritual.'
       Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar
       lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya penyembahan
       tertinggi dari tubuh, ucapan dan pikiran Vajra dari semua
       Tathagata ini :
       'Laksanakan penyembahan tertinggi dengan lima persembahan,
       karena ini adalah Samaya yang tidak bisa dihancurkan dari semua
       Vajra.'
       Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar
       lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya penyembahan
       rahasia dari tubuh, ucapan dan pikiran dari semua Tathagata ini
       :
       'Dengan penyatuan dari dua organ, ambil peju anda sendiri sembah
       Mereka semua sesuai dengan ritual, dan anda akan mencapai
       Pencerahan Bodhi Buddha.'
       Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar
       lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya sumpah dari
       tubuh, ucapan dan pikiran dari semua Tathagata ini :
       'Dengan Samaya tiga Vajra nikmati Ibu dari alam yang tidak
       terbatas dari para makhluk, sang Pembawa Samaya : Ini adalah
       sumpah yang hebat.'
       Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar
       lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya sumpah Vajra dari
       semua Sadhaka ini :
       'Saya akan mencapai kebaikan, kebahagiaan dari tubuh, ucapan dan
       pikiran, lahir dari tempat tinggal Vajra dari tiga rahasia. Jika
       sebaliknya, orang kehilangan segala sesuatu.'
       Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar
       lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya sumpah
       Vajrasattva dari semua Sadhaka ini :
       Visualisasikan Mandala pada jarak sejengkal diatas kepala anda,
       dan bayangkan huruf 'OM' di tengah pusat buat lima nektar turun;
       Dengan cara Yoga Vajra ini, pada seluruh saat itu anda akan
       menjadi penuh kemuliaan dan mencapai kesejahteraan dari tubuh,
       ucapan dan pikiran, tidak ada keraguan.
       Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar
       lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya rahasia dari
       menghapuskan, memadamkan dan menarik keluar semua racun ini : OM
       Setelah menempatkan itu ditengah pusat dari roda, memancarkan
       sinar putih dan terkalungi dengan nyala api, visualisasikan itu
       berwarna kuning, terselimuti di dalam sinar kuning; Huruf Bija
       ini dilahirkan dari rahasia tiga kali lipat, dengan cara dari
       sinar Samaya dari tiga Vajra.
       Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar
       lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya Lingkaran dengan
       Mantra Vajranya ini untuk perlindungan dari tubuh, ucapan, dan
       pikiran : OM HULU HULU TISTHA TISTHA BANDHA BANDHA HANA HANA
       DAHA DAHA AMRTE HUM PHAT SVAHA
       'Pada sepotong kulit pohon gambar roda di dalam Vajra ganda, dan
       tempatkan huruf 'HAM' di dalam tengah pusat, tulis nama di
       dalamnya; Selalu visualisasikan itu sepenuhnya terhiasi dengan
       huruf-huruf Mantra, karena ini adalah kumpulan dari semua
       Mantra, tempat tinggal dari tiga rahasia.'
       Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar
       lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya salep Vajra ini :
       'Pada perempatan jalan, dekat satu pohon tunggal, di dalam kuil
       suci dari para Ibu atau tempat yang penuh kedamaian, selalu
       menempatkan salep Vajra disana di dalam tengkorak.'
       Pada tengah malam di malam dari bulan muda, orang yang bijaksana
       harus membuat sumbu dari lemak manusia, darah, tinja, serat
       teratai, dan tangkai arka, dan buat salep Vajra menetes kebawah;
       Kemudian baca Mantra pada itu 108 kali, dia akan mencapai Siddhi
       tiga kali lipat.
       Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Samantabhadra.
       Kemudian semua Bhagavan Tathagata berkata kepada Vajrapani sang
       Penguasa semua Tathagata : 'Bhagavan, dengan berapa banyak huruf
       rahasia akan para Bodhisattva Mahasattva ini memiliki keyakinan
       dan bermeditasi pada praktek Vajra ini, Hukum Rahasia dari semua
       Tathagata ini ?'
       Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati berkata kepada semua
       Tathagata : 'Semua Bhagavan Tathagata, para Bodhisattva
       Mahasattva itu akan memiliki keyakinan dan bermeditasi pada
       praktek Vajra dari Pencerahan Bodhi dari semua Tathagata dengan
       Tiga Huruf Rahasia.'
       Semua Tathagata berkata : 'Dengan Tiga apa ?'
       Vajradhara berkata : 'Dengan Tiga ini : Tubuh Vajra dari semua
       Tathagata, Ucapan Vajra dari semua Tathagata, dan Pikiran Vajra
       dari semua Tathagata.'
       Kemudian semua Tathagata membungkukkan diri di kaki Bhagavato
       Vajrapani dan tetap diam.
       Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati berkata kepada semua
       Tathagata dan Bodhisattva : 'Dahulu kala, semua Bhagavanta
       Tathagata, melalui kalpa masa lampau yang sebanyak bintik debu
       di dalam gunung sumeru dari Buddha-ksetra seluruhnya melampaui
       ungkapan, dari sang Bhagavato Dipankara Tathagata Arhata
       Samyaksambuddha Atikranta hingga sampai pada sang Kasyapa Maha
       Muni Abhisambuddha, itu tidak diajarkan, karena pada waktu itu
       dan saat itu, Bhagavantah, para makhluk hidup tidak
       diperuntukkan untuk makna dari Maha Guhya ini. Tapi di dalam
       Guhyasamaja ini, semua Bhagavanta Tathagata, mereka mencapai
       pencerahan Bodhi Buddha dalam sekejap; Pencerahan Bodhi yang
       para Bodhisattva, mencari dan berjuang melalui banyak Kalpa yang
       sebanyak butiran pasir di sungai gangga, tidak bisa mencapai,
       dicapai di dalam seluruh hidup ini oleh Bodhisattva yang senang
       di dalam Guhyasamaja, dan Dia terhitung sebagai Buddha diantara
       semua Tathagata.'
       Kemudian para Bodhisattva, mendengar kata-kata dari ucapan Vajra
       ini, menangis, dan semua Tathagata berkata kepada para
       Bodhisattva : 'Jangan menangis, Bhagavantah Maha Bodhisattva,
       jangan membangkitkan tiga kali lipat duka.'
       Kemudian para Maha Bodhisattva berkata kepada semua Tathagata :
       'Semua Bhagavantah Tathagata, bagaimana bisa Kami tidak menangis
       dan membangkitkan tiga kali lipat duka, karena Kami tidak
       diperuntukkan bahkan untuk mendengar nama dari Tiga Huruf
       Rahasia !'
       Semua Tathagata berkata : 'Jangan berkata demikian ! Kulaputra,
       sama seperti anda belum mengetahui atau mendengar Huruf Biasa
       itu, demikian juga Kami, semua Tathagata dan semua Bodhisattva,
       belum mencapai atau memahami Huruf Rahasia ini; Dan mengapa ?
       Karena oleh kemurnian dari Tiga Huruf Rahasia ini
       (triguhyaksaravisuddhatvat).'
       Kemudian semua Bodhisattva tetap diam, dan semua Bhagavan
       Tathagata tinggal berdiam di dalam Rahim dari Istri Vajra dari
       tubuh, ucapan, dan pikiran dari semua Tathagata.
       Kemudian Mamaki, sang Istri dari tubuh, ucapan, dan pikiran dari
       semua Tathagata dengan penuh kegembiraan memuji sang Bhagavantam
       Sarvatathagatadhipati Mahavajradhara,  dengan kata-kata dari
       penyembahan tertinggi ini, keinginan Vajradhara :
       'Anda, Pikiran Vajra, sang Penguasa Dunia, sang Alam Para
       Makhluk, (tvam vajracitta bhuvanesvara sattvadhato)
       Selamatkan Saya, dengan keinginan untuk tujuan besar dari
       kegembiraan dan kesenangan (trayahi mam
       ratimanojnamaharthakamaih);
       Cintai Saya, Ayah dan Teman Terbesar dari para makhluk, (kamahi
       mama janaka sattvamahagrabandho)
       Jika Anda menginginkan saya untuk hidup, Penguasa ! '
       (yadicchase jivitu mahya natha)
       Kemudian Buddha Locana, sang Istri dari tubuh, ucapan, dan
       pikiran dari semua Tathagata dengan penuh kegembiraan memuji
       sang Bhagavantam Sarvatathagatadhipati Mahavajradhara, dengan
       kata-kata dari penyembahan tertinggi ini, kesenangan dari
       keinginan Vajra :
       'Anda, Tubuh Vajra, Yang sayang pada semua makhluk, sang
       Lingkaran Perintah, (tvam vajrakaya bahusattvapriyajnacakra)
       Guru Kebaikan, sang Tujuan Para Buddha, Pencerahan Tertinggi,
       (buddharthabodhiparamarthahitanudarsi);
       Dengan gairah kegemaran cintai Saya, sang Samaya Gairah
       Kegemaran (ragena ragasamayam mama kamayasva)
       Jika Anda menginginkan saya untuk hidup, Penguasa ! '
       (yadicchase jivitu mahya natha)
       Kemudian Vajranetri, sang tubuh, ucapan, dan pikiran dari
       Lokesvara, memuji sang Bhagavantam Sarvatathagatadhipati
       Mahavajradhara, dengan Samaya dari kenikmatan dari keinginan :
       'Anda, Ucapan Vajra, Yang bermurah hati, Yang baik dari semua,
       (tvam vajravaca sakalasya hitanukampi)
       Yang selalu berniat pada pekerjaan dari tujuan dunia,
       (lokarthakaryakarane sada sampravrttah);
       Cintai Saya, Samantabhadra, Praktek dari kesenangan (kamahi mam
       suratacarya samantabhadra)
       Jika Anda menginginkan saya untuk hidup, Penguasa ! '
       (yadicchase jivitu mahya natha)
       Kemudian Istri dari Samaya Vajra dari tubuh, ucapan, dan pikiran
       dari semua Tathagata
       (sarvatathagatakayavakcittasamayavajradayita) memuji sang
       Bhagavantam Sarvatathagatadhipati Mahavajradhara, dengan
       kegembiraan ini dari kebahagiaan dan kesenangan dari semua
       Tathagata :
       'Anda, Keinginan Vajra, Samaya tertinggi, Tujuan dari semua
       kebaikan besar, (tvam vajrakama samayagra mahahitartha)
       Perhiasan dari barisan para Buddha, Yang bermurah hati tidak
       memihak, (sambuddhavamsatilakah samatanukampi);
       Cintai Saya, Yang adalah Permata Diri dari kebajikan (kamahi mam
       gunanidhim bahuratnabhutam)
       Jika Anda menginginkan saya untuk hidup, Penguasa ! '
       (yadicchase jivitu mahya natha)
       Kemudian Bhagavan Vajrapani Tathagata memasuki Samadhi yang
       bernama "Kemuliaan Vajra Dari Kenikmatan Dari Semua Keinginan
       (sarvakamopabhogavajrasriyam nama samadhih)", dan dengan
       lingkaran Samaya, menikmati Istri dari semua Tathagata, diam.
       Lalu seluruh alam dari ruang angkasa menjadi terisi dengan benih
       dari Samaya tubuh, ucapan dan pikiran Vajra dari semua
       Tathagata, sama seperti guci penuh dengan air Vajra, dan semua
       makhluk hidup lahir dari Samaya dari tiga tubuh di dalam alam
       Vajra dari ruang angkasa itu disentuh oleh Kemuliaan Vajra itu
       dan menjadi para Tathagata Arhantah Samyaksambuddha, dengan
       kebijaksanaan dari tiga Vajra, dan dari saat itu semua makhluk
       hidup di abhiseka sebagai Samantabhadra oleh tubuh, ucapan, dan
       pikiran Vajra dari semua Tathagata.
       Kemudian Vajrapani Tathagata berkata kepada semua Tathagata :
       'Semua Bhagavantah Tathagatah, apakah Anda mengerti kesamaan
       dari semua Buddhadharma ?'
       Kemudian semua Tathagata berkata kepada Vajrapani
       Sarvatathagatadhipati : 'Mengerti, Bhagavan, mengerti, Sugata,
       Kami memahami praktek dari kebijaksanaan Vajra, kesamaan dari
       kebijaksanaan dari semua Tathagata.'
       Kemudian semua Bhagavantah Tathagatah datang keluar dari rahim
       dari istri dari semua Tathagata dan berkata kepada Bhagavan
       Mahavajrapani Sarvatathagatadhipati Tathagata : 'Alangkah
       menakjubkan Bhagavan, alangkah menakjubkan Sugata, alangkah
       hebat itu bahwa Pencerahan Bodhi Buddha dimengerti melalui
       kata-kata dari Gairah Kegemaran !'
       Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati berkata kepada semua
       Tathagata : 'Jangan berbicara begitu, semua Bhagavantah
       Tathagatah, karena semua dharma adalah sama seperti Samaya dari
       ruang angkasa Vajra; Tidak ada Rupa Skandha, tidak ada Vedana
       Skandha, tidak ada Samjna Skandha, tidak ada Samskara Skandha,
       tidak ada Vijnana Skandha, tidak ada indera dan tidak ada bidang
       indera, tidak ada gairah kegemaran, tidak ada kebencian dan
       tidak ada angan-angan khayalan, tiada dharma dan tiada yang
       bukan dharma.'
       Kemudian semua Tathagata diam (atha te sarvatathagatas tusnim
       abhuvan).
       Kemudian Bhagavan Vajrapani berkata kepada semua Tathagata dan
       semua Bodhisattva : 'Semua Bhagavantah Tathagatah, ungkapkan
       "Rahasia dari Tubuh Ucapan Pikiran Vajra dari semua Tathagata
       ini" kepada semua alam-alam dunia, untuk para Bodhisattva
       Mahasattva yang tinggal berdiam di dalam sepuluh penjuru arah
       yang ditakdirkan untuk ajaran dari Dharma ini.'
       Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati berkata kepada Vajra
       Dharma : 'Kulaputra, ambil intisari dari Samaya dari semua
       Tathagata ini, karena Anda di abhiseka oleh semua Tathagata
       sebagai 'Dharmesvaravajra (Penguasa Vajra dari Dharma)'.'
       Vajradharma berkata : 'Jadi demikianlah' ; Dan Dia diam.
       Kemudian semua Tathagata membuat tubuh, ucapan, pikiran Mereka
       memasuki Tiga Huruf dari Vajrasattva; Kemudian Vairocana
       Tathagata tinggal berdiam di dalam tubuh Vajra dari tiga alam,
       dan bermeditasi pada kesamaan dengan tubuh dari semua Tathagata,
       diam, dan 'Vagvajra Tathagata (Tathagata Ucapan Vajra)' tinggal
       bediam di dalam Ucapan Vajra dari tiga alam, dan bermeditasi
       pada kesamaan dengan ucapan dari semua Tathagata, diam, dan
       Vajrapani Tathagata tinggal berdiam di dalam Pikiran Vajra dari
       tiga alam, dan bermeditasi pada kesamaan dengan pikiran dari
       semua Tathagata, diam.
       Demikian dikatakan (idam avocat).
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Om%20Ami%20Dewa%20Si.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Om%20Ami%20Dewa%20Si.jpg.html
       [html]<iframe width="420" height="315"
       src="//www.youtube.com/embed/Ww932N-FcWY" frameborder="0"
       allowfullscreen></iframe>[/html]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/vajra.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/vajra.jpg.html
       Guhya Samaja Maha Tantra Raja Paripurnam
       [/center]
       #Post#: 171--------------------------------------------------
       Re: Sarva Tathagata Kayavakcittarahasyo Guhya Samaya Nama Maha K
       alpa Raja Mahayana Sutra
       By: ajita Date: November 13, 2016, 9:10 am
       ---------------------------------------------------------
       [center]
       [html]<iframe width="420" height="315"
       src="//www.youtube.com/embed/fb7o6BS_y5s" frameborder="0"
       allowfullscreen></iframe>[/html]
       OM AMI DEVA HRIH
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/High_Quality_Pancha_Buddha_Tibetan_Thangka_Handmade.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/High_Quality_Pancha_Buddha_Tibetan_Thangka_Handmade.jpg.html
       [/center]
       #Post#: 172--------------------------------------------------
       Re: Sarva Tathagata Kayavakcittarahasyo Guhya Samaya Nama Maha K
       alpa Raja Mahayana Sutra
       By: ajita Date: November 13, 2016, 9:11 am
       ---------------------------------------------------------
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/hevajra_in_yab_yum_tn57.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/hevajra_in_yab_yum_tn57.jpg.html
       Sri Hevajra Anuttara Yoga Mahayana Gatha
       Orang harus bangkit dari yang mana yang dia jatuh
       Dengan dharma apapun yang dunia terikat, dengan itu ikatan itu
       terlepas
       Para makhluk terikat oleh gairah nafsu dan terlepaskan melalui
       menggunakan gairah nafsu.[/center]
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/lohan11.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/lohan11.jpg.html
       Namo Stu Buddhaya[/center]
       [center]Namah Sarvajna Siddha Tathagata
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Indrabhuti.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Indrabhuti.jpg.html
       Maha Siddha Indrabhuti - Dia yang menerima Adhisthana Guhya
       Samaya dari Sakyamuni dalam wujud Vajradhara
       [/center]
       Namo Stu Buddhaya,
       Terpujilah Sarvartha Siddhi, sang Bodhisattva di Kalpa kehidupan
       Kita,
       Terpujilah Sakyamuni, sang Buddha di kalpa kehidupan kita,
       Terpujilah Mahayana, sang Kereta Tempur Para Bodhisattva menuju
       Bodhi.
       Ini adalah Tathagataguhyaka, yang juga dinamakan sebagai Guhya
       Samaya, berarti Perkumpulan Rahasia, Rahasia dari Anuttara Yoga
       Tantra, Yang adalah Praktek Tertinggi Yang Membawa Siddhi,
       Mahayana yang tiada tanding yang di berikan oleh Vajradhara,
       sang Adi Buddha (Buddha yang terutama), Vajrapani Tathagata
       Raja. Diajarkan oleh sang Sakyamuni Buddha, kepada Maha Siddha
       Indrabhuti, yang mencapai Siddhi tanpa meninggalkan Bidang
       Kamadhatu, seperti Teratai yang mekar di kolam yang kotor.
       Diantara 84000 Pintu Gerbang Dharma dari Mahayana, Anuttara Yoga
       Tantra dari Guhya Samaya ini adalah Anuttaracarya (praktek tiada
       tandingan) yang menerangkan bagaimana melakukan praktek
       Meditasi-Bhavana pada aktifitas dari Lima Nafsu Keinginan untuk
       mencapai Siddhi. Yang bahkan memurnikan kejahatan pancanantarya,
       Sungguh Menakjubkan, Sulit Dipercaya, dan Sulit Dimengerti
       Di Dalam Sutra Mahayana dari Anuttara Yoga Tantra ini, akan
       banyak di temukan kata-kata aktifitas kamadhatu (alam nafsu) dan
       juga yang akan tampak seperti ANOMALI (berlawanan) dari ajaran
       dari Sutra - Sutra Mahayana yang lainnya yang umumnya menitik
       beratkan pencapaian Bodhi dari aktifitas yang diluar dari
       Kamadhatu.
       Akan ada ditemui ajaran Bhavana seperti melakukan Meditasi pada
       pemuasan nafsu indriya, melakukan meditasi dengan
       menvisualisasikan Vajra untuk menghancurkan para Tathagata, atau
       melakukan meditasi dengan menvisualisasikan mencuri permata dari
       para Bhagavan Buddha.
       Sekali lagi, ini bagi yang belum memahami akan tampak seperti
       ANOMALI DARI BUDDHA-DHARMA, bahkan didalam Sutra ini sudah
       menggambarlan bagaimana sang Maha Bodhisattva
       Sarvanivaranaviskhambhin dan juga para Bodhisattva yang dipimpin
       oleh-Nya terkejut keheranan hingga jatuh kedalam ketakutan dan
       kehilangan pemusatan perhatiannya karena tidak mampu menanggapi
       Anuttara Yoga Tantra sang Vajradhara.
       Tetapi ini adalah Ketiadaan Diri Yang Menakjubkan, Yang
       Memanifestasikan Praktek Kamadhatu menuju Keberhasilan Siddhi
       pada Bodhi sang Buddha. Yang Menunjukkan bagaimana Penguasaan
       sang Tathagata pada bidang dunia nafsu keinginan. Bagaimana
       menghasilkan Siddhi dari Keduniawian. Ini adalah Menakjubkan
       bagi yang memahami.
       Seperti Teratai yang saat awal pertumbuhannya beraktifitas di
       dalam kolam yang kotor dan tercelup dalam air rawa yang keruh
       oleh noda,
       Demikian juga Anuttara Yoga Tantra dari Guhya Samaya ini,
       beraktifitas dalam praktek Hawa Nafsu Indriya yang umum di
       Kamadhatu, Triloka, dunia kita ini.
       Setelah berhasil melampaui kedalaman air rawa, sempurna dalam
       pertumbuhannya, mekarlah sang Maha Padma,
       Dalam cara yang sama, Yogin yang berhasil didalam Sadhana
       Vajradhara ini, Siddhi yang menakjubkan diperoleh.
       Sang Tathagata tidak pernah khilaf dalam berucap.
       [center]Namo Stu Buddhaya
       OM VAJRA AKSOBHYA HUM
       [/center]
       *****************************************************