URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       Mahayana Bodhicitta Vajra
  HTML https://bodhicitta.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: Guhya Mahayana
       *****************************************************
       #Post#: 134--------------------------------------------------
       Sri Maha Kala Tantraraja Rudra Kalpa Maha Smasana Nama Mahayana 
       Sutra
       By: ajita Date: November 13, 2016, 8:21 am
       ---------------------------------------------------------
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/zy_lineage.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/zy_lineage.jpg.html
       Bhaisajya Guru Vaidurya Prabha Raja Tathagata
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Mahakala-AC3-Zentralfigurdrittel.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Mahakala-AC3-Zentralfigurdrittel.jpg.html
       Sri Maha Kala Tantraraja Rudra Kalpa Maha Smasana Nama Mahayana
       Sutra
       [html]<iframe width="420" height="315"
       src="//www.youtube.com/embed/vH3620c0Vz8" frameborder="0"
       allowfullscreen></iframe>[/html]
       Om Namo Maha Kalaya
       BAB I
       Devisamputaprccha
       [/center]
       Demikianlah telah kudengar, pada suatu waktu, sang Bhagavan
       sedang tinggal berdiam di dalam tiga bagian prinsip dari tubuh,
       ucapan, dan pikiran dari Dewi. (evam maya srutam ekasmin samaye
       bhagavan devitrikonesu kayavakcitta vihareti iti).
       Sang Bhagavan berkata : "Kebenaran alami apakah, tentunya, yang
       tidak dapat diperoleh di dunia dengan cara dari Tubuh Vajra yang
       kuat ? Walaupun itu adalah yang tidak dapat dikatakan."
       (vajradehastirena vai tathatam parisevaniyam kim na sidhyati
       bhutale ? yadyavacaniyam caiva.)
       Sang Dewi berkata : "O Bhagavan, sesungguhnya, mengapa itu
       dikatakan menjadi untuk keuntungan material dan kekecewaan dari
       para makhluk hidup? Dan, Bhagavan, untuk semua makhluk yang
       telah mencapai penghentian terakhir, tidak ada penggunaan
       terlalu banyak kata di dalam Tubuh Vajra yang memiliki bejana."
       (bho bhagavan kim artham idam bhasate sattvanam amohayarthaya ca
       vai, bhagavan sarvasattvasya paramaviratipraptasya nasti vada ca
       kalasair vajradehesu ca)
       Sang Bhagavan berkata : "Vajra, penghasil kebahagiaan adalah
       kebenaran dari angan-angan khayalan tertinggi. Dewi, orang harus
       tidak mengolah-budidaya keberadaan atau tiada keberadaan ataupun
       keberadaan (apapun lainnya). Jika ini adalah posisi yang salah,
       itu akan dirubah oleh orang dengan kebenaran tertinggi. Tubuh
       sebagai milik pikiran dikatakan menjadi yang tidak terbayangkan
       bagi para makhluk duniawi." (vajram sukhadam paramohasya tattvam
       devi bhavam naiva bhavayet, abhavam va na bhavam, saceyam
       paksajugupsa yadi ta paramarthasattveno hinam, caittikam,
       sariram aha lokasyacintyam)
       Sang Dewi bertanya : "O Bhagavan, bagaimana Anda akan
       menciptakan ciri-ciri dari cara demi kepentingan para makhluk
       hidup?" (bho bhagavan sattvartham katham upayasya laksanam
       karisyasi?)
       Sang Bhagavan berkata : "Pertama, setelah berkembang sebagai
       Sravaka dan seterusnya. Saya memahami diri Saya adalah demi
       kepentingan para makhluk hidup. Setelah itu, Saya secara
       bertahap menjadi Guru Mahayana : Tiada pikiran, tentu tiada ciri
       dari pikiran dan tiada tempat tinggal pikiran. Sesungguhnya,
       dunia ini adalah berada di dalam sifat alami dari penghancuran."
       (prathamam sravakadisamsrstya sattvartham kalpio'ham, pascad
       anukramena mahayanadesako ham, na cittam napicaittikam nalayam
       jagad idam prahanabhave 'pi yatharthatah)
       Sang Dewi bertanya : "Lalu, bagaimana bisa ada tempat dari
       penciptaan? Dan, apa yang akan menjadi penyelesaian dari
       penciptaan itu? Bagaimana 'penyatuan Dewi (devimelakam)'  dengan
       cara dari rasa yang sama menjadi sesuai dengan dua proses (dari
       penciptaan dan penyelesaian)? Melalui cara apakah penyatuan itu
       diterapkan untuk penciptaan dan kelanjutan?"
       Sang Bhagavan berkata : "Karena Anda bertanya demi manfaat pada
       para makhluk hidup, Saya akan mengajarkan (proses dari)
       penciptaan. O Dewi ! Di dunia jambudvipa ini apa yang akan Saya
       katakan tentang kekuatan nafsu keinginan? Itu adalah untuk
       tujuan itu adalah pecinta dari para makhluk hidup."
       Sang Dewi bertanya : "Jadi, bagaimana Anda menyadari bahwa mana
       yang seharusnya diolah sebagai tiada keberadaan atau
       keberadaan?"
       Sang Bhagavan berkata : "Bahkan yang mengemukakan 'tiada
       keberadaan (nasti)' akan sedang membuat Karma dari tiada
       keberadaan dan keberadaan. Ketika terhubung, menurut kemampuan
       orang, mengolah tidak memiliki 'perhatian pikiran (manaskara)'.
       Di dunia, tiada benih (yang dipahami) tanpa cara."
       Sang Dewi bertanya : "Lalu, bagaimana bisa ada proses cara?"
       Sang Bhagavan berkata : "Bahwa pikiran bahkan bisa menjadi objek
       dari pikiran adalah tidak masuk akal seperti misalnya ketika
       mengacu kepada harimau sebagai singa."
       Sang Dewi bertanya :  "Berapa banyak 'saluran (nadi)' di tubuh?"
       Sang Bhagavan berkata : "Dewi, saluran itu tidak terhingga."
       Sang Dewi berkata : "Jika itu adalah mungkin tolong beritahukan
       saya sesungguhnya. Karena, Vira, Anda adalah seperti debu dari
       atom; dan tentu saja, cukup untuk hal yang bodoh ini, di dalam
       Tubuh Anda tidak ada pembuatan yang bisa dibayangkan."
       Sang Bhagavan berkata : "'Roda Dharma (dharmacakra)' dan 'Roda
       Perwujudan (nirmanacakra)' keduanya bergerak di dalam
       'kesenangan (sambhoga)'. Saluran itu timbul di Vajra dari tubuh.
       Namun, perubahan dari keberadaan Roda ini adalah dalam sifat
       alami dari pembubaran."
       Sang Dewi bertanya : "Lalu, bagaimana bisa ada Mahakala ?"
       Sang Bhagavan berkata : "Hanya Dia yang tubuhnya memiliki 'waktu
       besar' dikenal sebagai 'Mahakala'. 'Kala' disebut perhitungan.
       Saya adalah Mahakala. Semua didirikan di huruf E dan VAM.
       Sebagai contoh, huruf E adalah tempat penciptaan yang mana
       pemahaman di bangkitkan. Jika ini tidak dipahami, tubuh
       berlangsung lama. Pemahaman adalah bukan pemahaman. Jika ada
       tata cara tentang tubuh maka akan ada 'lingkaran susunan
       (cakravyavasthanamiti)'. Benih Vajra adalah yang tidak bisa
       ditembus. Tentu, ketika (dua bagian dari benih itu) menyatu akan
       ada timbul kekuatan; Dan, pasti itu berlanjut ke tiada
       keberadaan. Sesuai dengan tata cara, Dewi yang di dalam
       'penyatuan' adalah diwujudkan sebagai keberadaan. Jadi
       pembentukan dari lingkaran pengaturan dari yogini telah lengkap
       (samparipurnastu yoginicakralivyavasthah). Dan melalui cara
       sesuai dengan kebijaksanaan, tentu, hanya ada satu. Jadi,
       siapapun yang dilahirkan dengan tanpa kekotoran, memperoleh
       'intisari kebangkitan (buddhatvam)'. Dan Saya telah menyebutkan
       satu demi satu di dalam rahim Dewi.  "
       Sang Dewi bertanya : "O Bhagavan, berapa banyak jumlah yang
       disebutkan?"
       Sang Bhagavan berkata : "Jumlah itu belum secara angka
       disebutkan."
       Sang Dewi bertanya : "Jadi apa yang bisa menjadi tempat dari
       yang bukan penciptaan itu?"
       Sang Bhagavan berkata : "O Dewi, apapun yang telah Saya katakan
       disini, ini adalah pandangan yang harus dihormati. O Permaisuri,
       anggaplah itu memiliki nama bhavana. Ketika ada perjuangan untuk
       kekuatan itu adalah bhavana. Dan dalam arti lain keberadaan yang
       terwujudkan adalah bhavana yang demikian. Dan ketika ada
       penciptaan kebijaksanaan, ada perubahan wujud. Sama seperti ayah
       kepiting menghabiskan masa mudanya, nafsu besar akan memasuki
       gairah. (Oleh karena itu) orang harus  menyatu di dalam
       pengaturan dari barisan lingkaran dari cara keberadaan
       (upayasthanacakralivyavasthasamputakaraniyah). Karena sang
       Bhagavan adalah pecinta kebenaran. 'Makhluk perubahan wujud
       (samayasattva)' dari 'perubahan wujud yang hadir dimana-mana
       (samayavibho)' adalah bukan berasal dari praktek pikiran."
       Bab Pertama, Pertanyaan dari Dewi mengenai antara arti yang
       berhubungan dengan perkawinan telah lengkap.
       (mahakalatantre devisamputaprcchapatalah prathamah paripurnam)
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/ys0.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/ys0.jpg.html
       Bhaisajya Guru Vaidurya Prabha Raja Tathagata
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/mahakala3.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/mahakala3.jpg.html
       Sri Vajra Maha Kalaya
       [html]<iframe width="420" height="315"
       src="//www.youtube.com/embed/IT_ibSD7VkQ" frameborder="0"
       allowfullscreen></iframe>[/html]
       Om Namah Sri Vajra Vira Maha Kalaya
       BAB I - II
       Tattvarthagamana
       [/center]
       Demikianlah telah kudengar, pada suatu waktu, sang Bhagavan
       dengan sikap yang tanpa hasrat sedang tinggal berdiam di dalam
       rahim dari sang Dewi. (evam maya srutam ekasmin samaye bhagavan
       devinam bhagesu yathanartham tatha vijahared iti)
       Sang Dewi bertanya : "Bhagavan, cara apakah yang akan digunakan
       untuk para makhluk yang telah jatuh kedalam keberadaan yang
       berkondisi? Tuhan, Anda adalah perwujudan dari kenyataan yang
       mereka akan bahagia." (bhagavan bhuvanesu patitas sattvas tesam
       kim upayam kartavyam deva yena hi modayanti tattva pracarah)
       Sang Bhagavan berkata : "Menurut yoga dari penciptaan dan
       penyelesaian yang kenyataan berada, itu Saya akan beritahu Anda.
       Dewi, dengarlah dengan teliti. Penciptaan dipertahankan 'saling
       berhubungan /relatif' hingga 'pembubaran'. Jalan seperti
       demikian itu, yoga dari penciptaan dan penyelesaian, mempunyai
       potensi untuk dilakukan dengan sesuai yang menyediakan buah
       hasil sama seperti yang dari perempuan. Oleh karena itu,
       abhiseka harus dilakukan dan yogi harus mempraktekkan sesuai
       dengan cara disiplin yoga. Ketika bermeditasi sesuai dengan
       disiplin itu, setelah menyatu dengan laki-laki, jalan yang
       demikian itu muncul, jalan dari penciptaan."
       Sang Dewi bertanya : "Bhagavan, apakah tujuan dari penyelesaian
       dari penciptaan dari Vajrasattva? Dan apakah kegunaan dari
       membuatnya sekarang?`"
       Sang Bhagavan berkata : "Itu adalah pasti bahwa kehancuran dari
       penyelesaian dari penciptaan adalah sama seperti kilatan petir
       di langit. Jika tiada 'diri' maka 'kebahagiaan' adalah sesaat
       saja. Dan demikian juga 'kota yang telah diselesaikan' dikatakan
       menjadi dipadamkan oleh kekuatan. Tapi itu adalah sifat alami
       dari kemunculan."
       Sang Dewi bertanya : "Bhagavan, apakah tujuan dari tubuh yang
       kokoh? Muni telah mengatakan pertemuan (dari darah dan peju) di
       jalan tersebut. Setelah menjadi terbebaskan oleh khayalan
       seperti tubuh, penyediaan buah hasil dari pembebasan akan
       menjadi alasan dari cinta untuk menunjukkan (jalan itu)."
       Sang Bhagavan berkata : "Tubuh dikatakan Vajra. Itu dikatakan
       menjadi pertemuan dari jalan yang adalah dari penyatuan dengan
       laki-laki; Itu adalah di dalam sifat alami dari 'makhluk maya
       (mayasattva)' dan secara membeda-bedakan menampilkan dengan
       saluran kiri, kanan dan tengah pusat di dalam lima bagian
       susunan tubuh. Pertemuan dari jalan itu (muncul) sebagai Vajra
       yang dimurnikan oleh Mantra. Siapapun mengolah pelenyapan dari
       kemunculan yang berbeda-beda dari cinta untuk kemakmuran adalah
       alasan dari cinta bisa menjadi makmur sesuai dengan pelenyapan
       itu yang disebut 'Disiplin Besar (Maha Prayukta)'."
       Sang Dewi bertanya : "Jika itu adalah untuk kemakmuran dan
       keuntungan lelaki, apakah Anda bisa memberitahukan cerita dari
       Dharma itu ? Bisakah Anda memperlihatkan buah hasil dari hasrat
       itu yang tidak membawa penyakit demi kepentingan dari
       menciptakan makhluk? "
       Sang Bhagavan berkata : "Para makhluk hidup yang berbakti pada
       Dharma dan yang telah menyelesaikan Mantra itu akan dengan mudah
       memperoleh kekuatan. Saya akan memberitahu Anda : Delapan
       kekuatan itu adalah : [1] Pedang, [2] Obat Salep, [3] Pil
       tablet, [4] Kekuatan Perkawinan, [5] Kekuatan Pengobatan, [6]
       Dan di dalam lautan dari Mantra ada kekuatan dari kepastian, [7]
       Merkuri dan [8] Umur Panjang. Ini adalah delapan kekuatan besar.
       Dengan tiga (yang terakhir), kekuatan yang lainnya dapat
       terlaksana. Para makhluk hidup yang secara teliti mengikuti
       Tantra dari Mahakala akan secara mudah memperoleh kekuatan itu."
       Sang Dewi berkata : "Kekuatan obat salep itu disebut 'batasan'
       dan 'ikatan'."
       Sang Bhagavan berkata : "Sumpah ini yang diambil secara rahasia
       adalah seperti suara tapak kuda yang berlari kencang di jalan."
       Sang Dewi bertanya : "Bhagavan, berapa banyak saluran dan waktu
       dari menghembus nafas dan menarik nafas di dalam tubuh?"
       Sang Bhagavan berkata : "Ada tiga puluh dua saluran dan itu
       mengendalikan hidup dari pernafasan yang berasal di dalam tubuh.
       Penghembusan nafas adalah pergerakan dari matahari dan bulan.
       Perhitungan dari selang waktu disebutkan : Pergerakan bagian
       luar adalah dua puluh satu ribu enam ratus. Selama waktu itu
       adalah waktu dari menghembus nafas dan menarik nafas."
       Sang Dewi bertanya : "Bhagavan, apa yang diungkapkan? Apakah itu
       sama seperti Narayana mengawini Kamadeva? Dan apakah itu
       ditakdirkan untuk menciptakan Maya dengan Laksmi dan Sarasvati?
       Disini, di dunia ini apakah itu disebut disiplin yoga bagi
       ksetrapala untuk mengobarkan ketidakteraturan di antara yang
       terampas?"
       Sang Bhagavan berkata : "Dewi, para makhluk hidup di jambudvipa
       sedang berputar dalam samsara yang menghasilkan kemalasan,
       birahi, cemburu, dan umpatan-fitnah. Apapun yang dikatakan oleh
       Mahakala diserap dengan hormat oleh Narayana, Kamadeva, dan
       'paktisi enam puluh empat yogini
       (catuhsastiyoginyoparisadhyena)."
       Sang Dewi bertanya : "O Bhagavan, apakah arti dari Mahakala?"
       Sang Bhagavan berkata : "Mahakala adalah yang maha mengerikan
       (mahakalam maharaudram) untuk penjumlahan dari waktu yang
       merupakan penyerapan dari masing-masing makhluk dan yang
       perhitungannya berlanjut setiap hari -- Itu disebut Mahakala.
       Untuk menjelaskannya dengan cara lain, 'yang memiliki waktu
       besar adalah Mahakala (mahantam kalam yasya sa mahakalah)'; Dan
       ini adalah seluruh arti dari Mahakala."
       Sang Dewi bertanya : "Apa penunjukkan dari huruf MA serta huruf
       HA? Dan apa itu KALA?
       Sang Bhagavan berkata : "Huruf MA adalah 'belas kasihan dari
       pikiran (cittakaruna)'. Huruf HA 'menggabungkan kebijaksanaan,
       hanya kebijaksanaan (prajnasahitam prajnaiva)'. Dari gabungan KA
       dan LA adalah 'Waktu (kala)'. 'kebijaksanaan (prajna)' dan 'cara
       (upaya)' dikatakan menjadi terikat bersama-sama (dengan waktu)
       di dalam 'belas kasihan yang besar (mahakaruna)'. Delapan yogini
       yang muncul di dalam Tantra ini sesuai dengan aturan dari ratu
       para yogi yang memiliki kekuatan penahanan, pengeluaran, menahan
       tentara dan pengusiran. Mereka adalah : Candesvari, Carcika,
       Kalika, Kulikesvari, Khandarohi, Dantotkati, Pracali, dan
       Mahesvari, yang muncul untuk siapapun yang mengolah mereka.
       'Waktu yang ada sejak permulaan (mulakala)' yang memiliki
       pengetahuan merebut, yang berhasrat pembebasan, memiliki
       persamaan dengan masa depan dan masa sekarang. Masa depan tidak
       diciptakan untuk dia yang kehadirannya tidak diciptakan; Untuk
       pikirannya, pikiran sang penguasa (prabhucittam) adalah tidak
       terhubung ataupun tidak terbayangkan. Walapun tubuh dari Vetali
       terwujud, 'mereka (waktu)' tidak diciptakan. Dalam perkataan
       yang sama, ketika tinggal berdiam di dalam vihara, orang harus
       menyusun 'Lima Keluarga (Pancakulam : Lima keluarga - buddha,
       vajra, ratna, padma, karma)'. Setelah menyadari proses yang
       telah disebutkan, dan tinggal berdiam di tempat lain dan masih
       tempat yang lainnya, tentu saja, Saya akan memberitahu Anda
       hari-hari yang bertanda baik, tujuan dari masa lampau dan masa
       depan, juga, hasil-hasil yang sangat banyak.
       Demikianlah Sri Maha Kala, Sang Raja Tantra Tentang Wawasan
       Menuju ke Kenyataan, Bab Pertama.
       (iti srimahakalatantraraje tattvarthagamanapatalaprathamah)
       #Post#: 135--------------------------------------------------
       Re: Sri Maha Kala Tantraraja Rudra Kalpa Maha Smasana Nama Mahay
       ana Sutra
       By: ajita Date: November 13, 2016, 8:23 am
       ---------------------------------------------------------
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/11786-2.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/11786-2.jpg.html
       Sri Vajra Maha Kalaya
       [html]<iframe width="420" height="315"
       src="//www.youtube.com/embed/EQ5M_6FWxeo" frameborder="0"
       allowfullscreen></iframe>[/html]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/zam.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/zam.jpg.html
       Om Jambhala Jalendraya Svaha
       BAB II
       Mantra
       [/center]
       Sekarang bagian Mantra akan dibahas secara terperinci (atha
       mantrapatalam vyakhyasyamah). Dewa yang mengendalikan rintangan
       untuk perlindungan kehidupan manusia adalah dijelmakan di dalam
       huruf E dan VAM. Jadi, orang harus memperlihatkan Bali kepada
       Mahakala : OM INDRAJALA MASAKHA PHETTA VAHNISAMA KULAJALE CA
       SAMJNARATHYA MOHASAMPHUTTA MAHAKALA TINNIBHUVANARATHYASTHITA SA
       CA KALAMOHI IDAM BALIM PHUNNA DHUPAJAMBUDI MAMSARAKTA KASTURIM,
       VIGHNA ATTA MARA SVAHA
       Para Yogi, demi kepentingan tanda-tanda yang menguntungkan,
       harus membuat lima bagian persembahan untuk semua Yaksa dan
       Bhuta; Hanya maka kemudian mereka akan memperoleh keinginan
       mereka. Dan semua Yaksa di dunia akan terpuaskan. Untuk
       mendapatkan kendali, 'praktekkan kemagisan (vasyabhicarakam)',
       hancurkan musuh (satrunasam), usir dan bunuh tentara (sainya
       mara noccatanam), dan untuk meredakan harus menjadi meningkatkan
       kebahagiaan; Jika begitu, orang harus mempersembahkan Bali di
       sepanjang waktu untuk kumpulan para Yaksa.
       Sang Dewi bertanya : "Melalui Mudra apakah sang dewi Pingali
       menjadi ada? Dan apa yang dibuat dari Mudra Carcika? O Bhagavan,
       pada waktu yang lama, Saya tidak mengerti tentang Mudra, O
       Prabhu."
       Sang Bhagavan berkata : "Menurut penggambaran dari tubuh,
       ucapan, dan pikiran, Rahasia itu dibuat di tengah pusat dari
       lingkaran. Keatas dan kebawah itu secara sebanding dibuat di
       dalam tengah pusat dari lingkaran. Mudra tubuh adalah Pingali.
       Tentu saja 'Mudra nafsu gairah (ragamudra)' dari dewi Carcika
       yang tubuhnya disebut Vajrani memiliki pikiran yang berintisari
       Vajra."
       Sang Dewi bertanya : "O Bhagavan, bagaimana bisa ada 'Benih
       Mantra (bijamantram)' dari Dewi itu, jika Saya memiliki jaring
       dari kekuatan kebiasaan dan kecendrungan yang berpindah-pindah?"
       Sang Bhagavan berkata : "Dengarlah, Dewi, Saya akan memberitahu
       Anda Mantra itu. Sekarang, dengan kebaikan hati, Bija dari
       Pingali akan diberitahukan oleh Saya demi kepentingan para
       makhluk hidup : OM PINGALIKALI MAHANILI HRAM PHAT SVAHA. Dengan
       cara dari empat belas dan satu setengah huruf itu apa yang tidak
       bisa dicapai di dunia? Untuk menghentikan, orang harus mengolah
       (Pingali) yang berwarna hitam (marane krsnavarnam),
       untuk memusnahkan, dengan (Pingali) yang berwarna kuning
       (uccatane tu pitavarnam),
       dan untuk mengendalikan, dengan yang berwarna merah (vasye
       raktavarnam).
       Sisanya adalah tidak pasti. Mantra Carcika adalah : OM CARCIKA
       SARVASIDDHIM PRASADHAYET CAM MAM KALI KARALI VAUM SVAHA. Orang
       harus menyadari semua dengan huruf tiga bunyi tujuh bija yang
       sama seperti dalam kasus dari Pingali, itu adalah tentu saja
       disini (dengan carcika).
       Sang Dewi bertanya : "O Prabhu, bagaimana kekuatan dari huruf
       Bija Anda muncul?"
       Sang Bhagavan berkata : "Dengarlah, Dewi, Saya akan
       memberitahukan Anda Mantra Saya yang baik sehingga semua
       perbuatan bisa dicapai oleh para makhluk hidup. Tentu saja,
       siapapun dengan usaha besar mendengar Tantra ini tapi tidak
       mempraktekkannya tidak akan mengetahui kebahagiaan yang lengkap.
       Dan, O Dewi, tentu saja Saya akan dengan teliti memberitahu Anda
       tentang kebahagiaan besar demi kepentingan dan kesejahteraan
       dari semua makhluk. OM MAM HAM HRIM HRIM HUM PHAT SVAHA : Dengan
       cara dari sepuluh huruf ini, orang mampu mencapai 'Pelindung
       dunia yang tinggal berdiam dalam sepuluh penjuru arah
       (dasadikalokapalan)', deva, asura, manusia, kinnara, raksasa,
       dan bhutan. Mantra dari Mahakala bertangan empat adalah : OM
       HRIM HRIM HUM PHAT SVAHA. Orang harus mempraktekkan dengan
       sangat teliti tujuh huruf ini dan dia akan mencapai segala
       sesuatu di dunia. Ini adalah Mantra dari Mahakala bertangan
       delapan : OM MAHAKALA DVADASALOCANA HAM MAM AH KAU HRIM HRAM
       HRIM KRURADRSTI ASTABHUJAYA SLANJAH PHAT SVAHA. Kekuatan besar
       dari tiga puluh tiga huruf dan perkembangan dari kenyataan
       adalah semuanya tercapai dalam dunia ini."
       Sang Dewi bertanya : "O Bhagavan, apa waktu, meditasi dan
       pemberkatan dari Mantra itu?"
       Sang Bhagavan berkata : "Ada empat waktu dan mencakup empat
       kebahagiaan, semua dewi pada saat pengartian kesadaran mereka
       (pada ritual itu) telah dengan baik mendirikan semua waktu itu.
       Menurut waktu itu, tiada cacat dari sifat alami diri. Tentu
       saja, O Dewi, apa yang Anda pikirkan yang sedang Saya
       bayangkan?"
       Sang Dewi berkata : "Pada saat Anda memberitahukan Saya Mantra
       itu, saya melupakan semuanya."
       Sang Bhagavan berkata : "Jika Anda telah melupakan Mantra dari
       Ratu para dewi itu, maka Anda harus mengolah pada empat belas
       dan satu setengah huruf : OM CANDAKSI MAHAKAMKALI HAM HAH PHAT
       SVAHA. Mahakala bertangan enam adalah OM MAHANANDINESVARAH PHAT
       "
       Mantra ini adalah dari 'Mahakala bertangan dua yang duduk dengan
       kaki yang terulur (ardhaparyankadvibhujamahakalasya)' :OM AH MAM
       RAM HUM PHAT. Mantra dari 'Mahakala bertangan sepuluh
       (dasabhujamahakalasya)' adalah :OM AM MAM HUM PHAT. Mantra dari
       'Mahakala bertangan dua belas (dvadasabhujamahakalasya)' adalah
       :OM HRAM HRIM MAM YAM PHEM HUM PHAT. Mantra dari 'Mahakala
       bertangan enam belas yang agung (srisodasabhujamahakalasya)'
       adalah :OM HRAM HRAM HUM HRIM HAM KSAM PEM CAM UM KSAM YAM HANA
       HANA GHATAYA GHATAYA HAU PHAT SVAHA. Mantra tujuh huruf bija
       dengan tiga huruf aksara adalah untuk penyucian Maha Raja.
       Mantra untuk 'penyucian tubuh, ucapan, pikiran
       (kayavakcittadhisthana)' adalah :OM AH HUM. Mantra untuk
       memurnikan anggur (madirasodhanamantrah) adalah :OM MAM SUDDHIM
       KURU OM SARVANASANA HUM PHAT SVAHA. Mantra untuk memurnikan
       kesucian mekar (malatisodhanamantrah) adalah :OM PHEM BHUM
       SVAHA. Mantra untuk memurnikan lima nektar (pancamrtasodhana
       mantrah) adalah :OM KRPATA DA HAUH. Mantra untuk memurnikan
       minuman darah (peyaraktasodhanamantrah) adalah :OM RAM HUM.
       Mantra untuk memurnikan seluruh perkumpulan majelis
       (sarvaganasodhanamantrah) adalah :OM SARVASADHAYA HRIM HUM PHAT.
       Mantra untuk menyucikan janji samaya pada waktu merangkul
       kebijaksanaan (prajnalinganasamayadhisthanamantrah) adalah :HUM
       HRIH HRIH KANIDEVI MAM RAM RATIMOHAVAJRANI SAMAYA PALAYA DRDHO
       ME BHAVA SUTOSYA ME BHAVA SARVAM KURA HRIH HA HA HA HUM SVAHA.
       Mantra untuk menawarkan kepada Bali pada waktu merangkul
       (alinganakale balidanamantrah) adalah :OM SARVABALIM
       PUSPADHUPAGANDHAMAMSAPURNAM DEYAM RAM HUM PHAT SVAHA. Orang
       harus memberikan setiap hari persembahan ini demi kepentingan
       beberapa orang yang baik sesuai dengan ajaran dari Buddha :
       bunga, dupa, salap wewangian, kalung karangan bunga, lima
       nektar, sapi, anjing, gajah, rusa, dan manusia, dan seterusnya;
       Dan dengan semua persembahan daging rubah.OM AH HUM PHEM RAKSA
       RAKSA PALAYA PALAYA BUDDHASASANOPAKARINE KHA KHA KHAHI KHAHI
       PHAT HUM SIGHRAM MARAYA MARAYA TODAYA TODAYA NASAYA NASAYA PHEM
       VAM MAM MAHAKALAYA SVAHA.
       Ini adalah Mantra untuk pembentukan janji samaya ketika
       merangkul dengan lima dewi pingali
       (pancapingalyalinganasamayadhisthanamantrah) :OM CANDAKSI
       MAHANANDINI SARVASU SANTIM KURU KURU UH HOH HUM PHAT SVAHA. Ini
       adalah Mantra untuk pembentukan janji samaya ketika merangkul
       ibu (matalinganasamayadhisthanamantrah) :OM MAM MATRADHISTHAYA
       HUM. Ini adalah Mantra untuk pembentukan janji samaya ketika
       merangkul saudara perempuan
       (bhaginyalinganasamayadhisthanamantrah) :OM BHAM BHAGAM SODHAYA
       SODHAYA JAH HUM HUM PHAT. Ini adalah Mantra untuk pembentukan
       janji samaya ketika merangkul keponakan perempuan
       (bhagineyakalinganasamayadhisthanamantrah) :OM BHAM GAM PUTI
       SOHAM SODHAYA HRAM HUM PHAT SVAHA.
       Dengan Mantra ini, Bali yang bundar akan diberkati dengan semua
       ajaran :OM DHIM PEM MAHA KSA HUM.
       Samsara adalah bentuk dari Mahakala,
       Sang Pahlawan yang menyelamatkan dunia.
       Dengarlah, Dewi, tentang penampilan-Nya, Saya akan memberitahu.
       Mata merah-Nya adalah dengan kebaikan hati;
       Anggota tubuh hitam-Nya adalah pikiran dari persahabatan.
       Empat kaki dengan empat perhiasan adalah empat waktu.
       Delapan pembebasan-Nya adalah delapan pembebasan.
       Enam belas lengan adalah 'Kekosongan (Sunyatah)'.
       Mudra adalah 'Lima Buddha (Pancabuddha)'.
       Wajah yang penuh murka adalah untuk menyulap kotoran;
       Pingali terbentuk oleh daging.
       Carcika tercipta oleh darah.
       Candesvari disebut peju.
       Para dewi adalah lemak dan sumsum.
       Sang Dewi bertanya : "Penguasa Maha Sukha, tolong beritahukan
       saya bagaimana mengucapkan Mantra itu, yang mana kegiatan dari
       manusia menjadi berhasil baik?"
       Sang Bhagavan berkata : "O Vajri besar, Tubuh Saya adalah
       intisari Vajra (vajrasarasariro). Itu adalah sangat bagus. O
       Dewi yang memiliki wawasan bijaksana yang besar, Saya akan
       memberitahukan Anda Mantra itu. Mantra itu adalah penyatuan dari
       dua rahasia yang adalah Yoga dari 'dupa (bola)' dan 'wewangian
       (kamkola)'; Bentuk dari Maha Sukha. Jelasnya adalah :OM SAMBHARI
       AH HUM.
       Demikianlah Maha Kala Tantra Tentang Mantra, Bab Dua.
       (iti mahakalatantre mantrapatalodvitiyah)
       #Post#: 136--------------------------------------------------
       Re: Sri Maha Kala Tantraraja Rudra Kalpa Maha Smasana Nama Mahay
       ana Sutra
       By: ajita Date: November 13, 2016, 8:25 am
       ---------------------------------------------------------
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/mahakala.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/mahakala.jpg.html
       BAB II-II
       Kundabhinayapatala
       (Pembangunan Tungku Perapian)
       [/center]
       Saya akan menjelaskan bagian mengenai pembangunan tungku
       perapian.
       Sang Dewi bertanya : "Dan, Bhagavan, kapankah delapan kekuatan
       Siddhi didirikan demi kepentingan makhluk hidup yang mana tiada
       penderitaan?
       Sang Bhagavan berkata : "Ketika bulan berada di jalurnya,
       setelah mengekang pernafasan, itu adalah pasti bahwa orang akan
       berhasil pada pendirian delapan kekuatan Siddhi yang besar
       (astamahasiddhi sidhyatiti dhruvam). Segera setelah orang telah
       mengerjakan ini dengan keinginan untuk mencapai pematangan yang
       lengkap, delapan kekuatan gaib akan tercapai. Oleh karena itu,
       untuk pengorbanan, orang harus melakukan pengorbanan api dengan
       bunga-bunga berwarna hitam di dalam sebuah tungku tanah liat
       yang berkedalaman satu tangan dan dengan empat sudut. Untuk
       pengekangan, itu harus bulat dan berkedalaman dua tangan; Untuk
       pengendalian, itu adalah segitiga dengan kedalaman satu tangan.
       Memurnikan tanah bumi setelah menggalinya hingga kedalaman satu
       tangan, orang harus melaksanakan pengorbanan dengan bunga-bunga
       berwarna merah. Lelaki bijaksana yang duduk di atas kulit
       beruang tentu saja harus melakukan 'pekerjaan besar
       (mahakaryam)' ini. Untuk menyempurnakan penerapan bagian bawah,
       Saya akan memberitahu Anda ciri-ciri dari tungku pengorbanan
       yang bulat itu. Setelah menggali lingkaran yang berdiameter lima
       tangan dan berkedalaman satu tangan, orang harus memurnikan
       tanah bumi itu. Dan disini pengorbanan salap akan diberitahukan
       : Itu adalah menggali kedalaman satu setengah tangan dalam
       bentuk seekor ular; tanah bumi itu harus dimurnikan. Jika orang
       menggalinya (kurang lebih) tujuh tangan, kita memiliki salap
       tungku api pengorbanan. Untuk membuat pil tungku api
       pengorbanan, itu digali (bulat) sepuluh tangan dalam bentuk dari
       sebuah kaki gajah; orang harus memurnikan permukaan tanah itu.
       Untuk merkuri, itu harus satu dan satu setengah tangan
       kedalamannya dan tiga tangan di sekeliling dalam bentuk dari
       sebuah anting-anting; Orang harus memurnikan permukaan tanah
       itu. Menggali delapan tangan (satu lubang) adalah untuk
       mempraktekkan kekuatan-kekuatan itu; Melalui disiplin ini,
       kekuatan itu adalah pasti. Jika orang mengorbankan dengan
       bunga-bunga berwarna putih sesuai dengan segala sesuatu yang
       telah dikatakan, hasil dari semua kekuatan itu akan menjadi
       tercapai.
       Demikianlah Sri Maha Kala Tantra Tentang Pembangunan Tungku
       Perapian, Bab Dua.
       (iti srimahakalatantre kundabhinayapatala dvitiyah)
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/mahakala-tserang-large1.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/mahakala-tserang-large1.jpg.html
       BAB III
       Japa
       [/center]
       Sekarang Kita akan membicarakan bagian dari Japa. Mahakala, yang
       memiliki semua dharma, disebut Vajrasattva. Setelah mencium
       Dewi, tata cara dari japa akan juga diberitahukan. Untuk
       pengendalian, orang harus mengucapkan dengan menggunakan tasbih
       dari kayu cendana merah. Kuarsa (sphatika) adalah untuk
       penekanan. Dalam cara yang sama, menyulap dan menyebabkan
       pertikaian dilakukan melalui tasbih dari buah busa dan tulang.
       Tasbih dari gigi kuda digunakan untuk mengusir. Tasbih dari
       tulang brahmana digunakan untuk menarik perhatian. Tasbih dari
       tulang gajah adalah untuk menghasilkan hujan. Tasbih dari gigi
       harimau; atau, gigi gajah adalah untuk membunuh. Tasbih dari
       mutiara adalah untuk penekanan. Tasbih dari mutiara harus
       digunakan untuk membawa (musuh) dibawah kendali keinginan orang.
       Dan tasbih dari kotoran adalah untuk menarik perhatian. Untuk
       menciptakan pertikaian, orang harus menggunakan beras. Untuk
       mengusir, orang harus menggunakan wewangian dari rusa jantan;
       Atau, dalam cara ini, sang pembunuh harus membuat tasbih dari
       tulang kuda, gajah, dan seterusnya. Itu disebutkan bahwa ini
       adalah tata cara dari tasbih.
       Setelah mengambil keputusan, dengan satu arti dari Mudra, pada
       dua tata cara, seperti yang 'bukan pikiran (amanasi)' dan 'yang
       pikiran (manasi)', bulatan bola tasbih harus dibuat dengan serat
       dari rami dicampur dengan tanah liat dan getah wangi. Orang yang
       menginginkan kekuatan harus mencampur lima nektar. Untuk tujuan
       dari cinta kasih, Mantra ini akan berhasil dengan baik. Siapapun
       yang telah bermeditasi seperti yang baru dikatakan itu harus
       menggunakan tasbih dari gigi kerbau. Dan, seperti itu, orang
       harus mulai dari satu hari hingga hari ke dua. Untuk tujuan dari
       mengusir, tasbih dari gigi kuda digunakan pada saat hari
       kesepuluh penanggalan bulan; Hari minggu, hari rabu, atau hari
       kamis.
       Untuk kekuatan dari Mudra, tulang dari brahmana harus digunakan
       pada saat hari keempatbelas penanggalan bulan dari separuh kedua
       dari bulan; atau, pada hari pertama. Tasbih dari gulingan tebu
       dicampur dengan lima nektar harus digunakan pada hari senin yang
       jatuh pada hari kesebelas penanggalan bulan. Juga, di hari jumat
       atau hari sabtu dari hari kelima penanggalan bulan, orang harus
       menggunakan tasbih dari gigi gajah. Ketika ada gerhana matahari,
       orang bisa menggunakan semua (dari tiga ini) tasbih. Jika
       sebaliknya, di dunia, selama waktu yang lama orang tidak akan
       mencapai kekuatan Siddhi dari Mudra.
       Demikianlah Maha Kala Tantra Tentang Tasbih, Bab Tiga.
       (iti mahakalatantre japapatala trtiyah)
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/11786-2_1.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/11786-2_1.jpg.html
       BAB III-II
       Mantra
       [/center]
       Sekarang adalah mengenai Mantra. Saya akan memberitahukan Anda
       dua jenis dari Mantra yang tata cara sesuai dengan Mantra
       kedamaian yang memiliki huruf OM dan yang diungkapkan di dalam
       Tantra. Saya adalah 'Yang Menguntungkan Ajaran Buddha Melalui
       Mantra dari Sukacita dan Kedamaian
       (sivanandamantrabuddhasasanopakarako'ham)'.
       Demi kepentingan dari janji, sang Buddha memberitahukan kata,
       yaitu 'Mantra dari Pengetahuan Suci Yang Besar
       (Mahajnanamantrapadam)'. Mantra dari Mahakala bertangan dua
       adalah :OM MAHAKALA HUM HUM PHAT SVAHA. Mantra dari Mahakala
       bertangan empat adalah :OM HRAM HRIM HUM HUM PHAT PHAT. Mantra
       dari Mahakala bertangan enam adalah :OM MAHABHAIRAVA
       SARVASIDDHIDAYAKA HAM HUM HRAM DHYET. Mantra dari Mahakala
       bertangan delapan adalah :OM A HUM PHAT HRI HAH. Mantra dari
       Mahakala bertangan sepuluh adalah :OM HRI KAM HUM KILI KILI
       MAHANADE KARALAVIKARALAKSI GRI HAH DAHA DAHA PACA PACA
       SIDDHIDAYA KAYA SVAHA. Mantra dari Mahakala bertangan duabelas
       yang 'menyelesaikan semua pekerjaan (sarvakarmakarah)',
       'disembah oleh semua Buddha (sarvabuddhanamaskrtam)',
       menghasilkan keberhasilan di tiga dunia, dan apapun yang orang
       inginkan dia akan memperoleh adalah :OM YAMAYA YAMAYA KSOBHAYA
       KSOBHAYA CALA CALA PATALA KHA KHA KHAHI KHAHI GRHNA GRHNA BALI
       HAH GRHNA GRHNA MUNCA MAHABHAIRAVAYA SVAHA. Mantra untuk
       melindungi diri adalah :OM MAM MAM RAM HUM MAM RAKSAYA PALAYA
       HUM VAJRA PHAT. Mantra untuk melindungi orang lain adalah :OM
       DHARANI DHARA DHARA HUM HUM AMUKASYA RAKSA HURU SVAHA. Mantra
       dari Mahakala bertangan enam belas adalah :OM HRAM HRIM HUM MAM
       KARALAVIKARALAKSA MAHAYOGESVARI SARVAKAMADAYA SVAHA.
       Dengan mengucapkan Mantra berikut ini setiap hari pada malam
       hari, orang harus memberikan kepada Bali penuh denagn
       kacang-kacang berwarna gelap, minuman anggur, daging dan darah.
       Dalam dua puluh satu hari Mahakala akan meramalkan apa yang
       menguntungkan dan apa yang tidak menguntungkan :OM SRI KSIM
       GRHNA GRHNA BALI HUM PHAT MADYAMAMSAPUSPADHUPARAKTATALAPATALE
       ASTANAGADEVA YAKSA RAKSASA GRHNA GRHNA IDAM BALIM HAHA HUM KHAHI
       KHAHI KHA KHA HUM JAH PHEM PHEM MAHABHUTA TRASA GARJAYA GARJAYA
       KRSNAVARNAYA PHEM SVAHA.
       Dalam satu bulan Mahakala memberikan kekuatan dan dalam satu
       tahun apapun yang orang inginkan untuk dikerjakan Dia akan
       mengerjakan; Hanya dengan mengucapkan Raja Mantra :OM HRAM HRIM
       HUM PHAT semua yang jahat akan dihancurkan. Dengan
       mengucapkannya terus-menerus orang akan dengan mudah memperoleh
       semua kekuatan.
       Setelah mengucapkannya lima ribu kali, orang akan pasti
       mendapatkan kuasa. Setelah mengucapkannya sepuluh ribu kali,
       orang akan mendapatkan kekuasaan atas perempuan. Dan jika orang
       mengucapkannya seratus ribu kali, orang akan mendapatkan
       kekuasaan atas raja. Jika itu diucapkan lima ratus ribu kali,
       orang akan pasti memiliki kuasa atas semua yaksa dan dewa.
       Bahkan jika orang ingin memikat, dengan kepastian, lelaki
       manapun dan perempuan manapun yang orang inginkan untuk lihat
       atau untuk berbicara, ini adalah Mantra untuk kuasa itu.
       Mantra yang umum (sadharanamantrah) adalah :OM MAHAKALA HUM HUM
       PHAT SVAHA. Mantra Api adalah (agnimantrah) :OM MAHANANDESVARA
       HUM PHAT. Dan setelah merenungkan mulut dengan api, dia akan
       mati. Mantra untuk pembunuhan (maranamantrah) adalah :OM KSIM
       SRI HAM KSAH DEVADATTA MAMSAMARAYA PHAT. Mantra dari Ratu
       Keganasan (candesvarimantrah) adalah :OM KSIM PHEM CANDESVARI
       HUM SRI SVAHA. Mantra dari Ratu Petir (kulesvarimantrah) adalah
       :OM LAM KAM KULISESVARI KAM SVAHA.
       Mantra dari Ratu Besar (mahesvarimantrah) adalah :OM MAM
       MAHESVARI HUM SRIM PHEM. Mantra dari Ratu hitam (kalikamantrah)
       adalah :OM KALIVIKARALAKSI SRIM KSAM KSIM PHAT SVAHA. Mantra
       dari Dewi Carcika adalah :OM CARCAYA CARCAYA HUM HRIM. Mantra
       Bali dari Dewi Kandarohi (kandarohidevibalimantrah) adalah :OM
       CAMUNDE DAHA DAHA PACA PACA IDAM BALIM GRHNA GRHNA HUM HUM PHAT
       SVAHA. Mantra Bali dari Dewi (devyabalimantrah) adalah :OM HRIM
       HUM PHAT SVAHA. Mantra dari Umadevi (umadevyabalimantrah) adalah
       :OM HRIH HAM PHAT SVAHA. Mantra dari ritual pemberkatan tubuh,
       ucapan, pikiran (kayavakcittadhisthanamantrah) adalah :OM AH
       HUM.
       Setelah mengucapkan Mantra ini jutaan kali, orang harus
       membentuk patung orang dengan abu dari tanah kremasi dan
       menyembunyikannya di dalam tanah kremasi itu.
       Setelah mengucapkan tujuh kali Mantra dari mengusir, itu akan
       menyebabkan musuh menjadi terusir. Mantra yang melenyapkan musuh
       (satrustambhanamantrah) adalah :OM MAM JAM KSAM. Setelah membaca
       Mantra berikut tujuh kali dengan ekor tikus itu akan di hantam
       :OM JAH HUM HASTISTAMBHAYA PHAT. Itu adalah Mantra untuk
       melenyapkan gajah. OM KHAH HAKATI adalah untuk melenyapkan kuda.
       Setelah mengucapkan Mantra pada daging sapi, jika terhantam,
       kuda itu akan tertindas. Ini adalah untuk menghentikan kuda.
       Setelah mengucapkan tujuh kali Mantra berikut pada kulit
       harimau, harus di pukul; dan pasti banteng, kuda, gajah, sapi,
       harimau dan beruang akan tertindas. OM MUH HAH SARVAPASAN
       STAMBHAYA MOHAYA HUM PHAT.
       Mantra untuk melenyapkan perkataan orang
       (naramukha-stambhanamantrah) adalah :OM MUKHAM STAMBHAYA
       AMUKASYA VAM PHAT. Mantra yang melenyapkan pedang dan seterusnya
       (khadgadistambhanamantrah) adalah :OM HRIM MAM RAM CAMUNDE HAH
       SRI HUM PHAT. Setelah mengolah tujuh kali :OM MAHANANDE HUM
       PHAT. Orang harus menghantam. Ini adalah pelenyapan segala
       sesuatu (sarvastambhanam). Untuk melenyapkan penjudi
       (stambhanadyutakarasya) :OM MAHINIRBHINIR MAHINIRBHINIR HA HO.
       Mantra untuk memabukkan perempuan :OM GHAM HUM. Dan dengan
       Mantra Bali yang besar berikut setelah meletakkan daging di
       dalam tengkorak laki-laki yang telah diisi dengan makanan, para
       makhluk yang membentengi ajaran Buddha harus membuat persembahan
       itu pada hari kedelapan dari setengah hitam dari bulan yang
       setelah itu (musuh tersebut) akan segera mati :OM HAH KAHA KAHA
       MALINIM UPASODHAYA UPASODHAYA MAHAKALA BUDDHAJNA SAMPRAHINO ISI
       MARAYA MARAYA OM SARVADUSTAPRADUSTAN GRHNA GRHNA MARAYA MARAYA
       KHA KHA KHAHI KHAHI SIGHRAM DAHA DAHA PACA PACA HURA HURA MAM
       RAM HUM PHAT IDAM BALIM GRAHA GRAHA SRI SVAHA. Dan pasti musuh
       itu akan menjadi demam panas, dia akan ditangkap oleh api dari
       Agni, dan kepalanya akan meledak.
       Kemudian tentu saja Mantra seratus huruf. Dan Mantra untuk
       membunuh (maranamantrah) adalah :OM CAMUNDE HANA HANA DAHA DAHA
       HUM PHAT. Mantra untuk membunuh musuh (satrumaranamantrah)
       adalah :OM HUM MAMSA MARAYA SVAHA. Dan setelah membaca Mantra
       berikut tujuh kali setiap hari ketika sedang mencuci wajah,
       orang akan menjadi yang tercinta dari semua orang :ATHA BHAGAVAN
       BODHISATTVA MAHASATTVA MAHA KARUNIKAH TADYATHA OM KARALAVIKARALA
       VIKATESVARA RUNDHA RUNDHA KILI KILI MAHAKAMKALA HALA SRI VAM MAM
       HAM HUM HUM MAHANANDESVARAYA HUM PHAT SVAHA. Dan semua musuh
       akan menjadi termabukkan. Dan untuk dia yang berkeinginan
       mempraktekkan, semua pekerjaan akan menjadi dihargai dua kali
       lipat. Itu adalah Mantra dari Mahakala yang Dharani-Nya sangat
       menggembirakan dalam semua Sadhana. Serta Maha Nanda Dharani
       Mahakala Mantrah adalah :OM MAHAKALA HRAM HRIM HUM PHAT SVAHA.
       Setelah mempraktekkan agar untuk mencapai semua pekerjaan, hasil
       itu akan di hasilkan.
       Demikianlah Sri Maha Kala Tantra Tentang Mantra, Bab Tiga.
       (iti srimahakalatantre mantrapatala strtiyah)
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Buddha-Weekly-3White-Mahakala-fierce-manifestation-Avalokitesvara-Yidam-wealth-practice.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Buddha-Weekly-3White-Mahakala-fierce-manifestation-Avalokitesvara-Yidam-wealth-practice.jpg.html
       BAB IV
       Vajrabhiseka
       [/center]
       Kemudian Sang Dewi bertanya : "O Bhagavan, berapa banyak
       kegembiraan yang disebutkan; Dan, ada berapa banyak susunan?
       Dan, mengenai Sambhoga, tolong beritahukan Saya, karena Saya
       ingin mendengar.
       Sang Bhagavan berkata :
       "Praktek rahasia (guhyacarya) adalah : Pertama kegembiraan
       adalah sesuai dengan 'keanekaragaman (vicitre)'; Kegembiraan
       tertinggi adalah sesuai dengan 'pematangan (vipaka)';
       Kegembiraan besar dari penghentian adalah 'penyempurnaan
       (vimarde)'; Dan kegembiraan yang lahir bersama-sama adalah
       sesuai dengan 'tanpa tanda pembeda (vilaksana)'. Sesudah itu,
       pengucapan japa (dilakukan); atau, dalam cara (yang telah
       disebutkan) orang harus secara teratur mempraktekkan empat
       kegembiraan dengan cara dari empat waktu.
       Ada disebutkan empat jenis dari upcara permulaan (catuhsecana).
       Sang murid secara ritual mandi dan mencapai keberhasilan Siddhi
       untuk tujuan dari keberhasilan diantara semua makhluk hidup; Dan
       tubuh secara tepat dimurnikan. (Ketika) bermeditasi dengan cara
       ini, itu adalah tradisional. Ini adalah bagaimana meditasi
       membayangkan dalam pikiran itu dilakukan : Merangkul dengan dua
       tangan terhadap gadis berusia enam belas tahun, orang harus
       mempraktekkan sesuai dengan Yoga dari Vajra dan Lonceng
       (Ghanta). Itu disebutkan bahwa Dewi yang terhiasi dengan usia
       muda dan kecantikan; Dan yang memiliki tanda-tanda keberuntungan
       yang lengkap, dihampiri oleh Vajracarya. (Kemudian Vajracarya
       itu) harus masuk ke lingkaran sang murid dengan cara
       menggabungkan jari manis dan jempol. Setelah berdiskusi,
       Vajracarya harus menyembah 'wawasan bijaksana (prajna)',
       kemudian, tentu saja Dia harus mengajukan jari yang digabung
       itu. '(O Murid) Demi kebahagiaan, pahamilah ritual dalam aturan
       kegiatan ini, dan mudra dari mahasattva.' Vajracarya setelah
       mengetahui tanpa iri terhadap murid tersebut, menjadi hebat dan
       mengaum dengan ganas; Dan, mengajari sang murid. 'Anda memiliki
       Vajra, laksanakan Yoga dari 'dupa (bola)' dan 'wewangian
       (kamkola)'. Saya akan memberitahukan anda pekerjaan dari murid.
       Dan dalam cara ini upacara permulaan anda terselesaikan.' (Sang
       Murid), setelah menyadari sangVajracarya, harus secara tepat
       melaksanakan penyembahannya dari kegembiraan.
       Sang Dewi bertanya : "O Bhagavan, tentu saja, siap untuk Yoga
       dari penyatuan. Oleh karena itu, abhiseka yang melampaui semua
       penunjukkan nama harus dilaksanakan. Setelah mengetahui sang
       Vajracarya dan murid untuk di puja, orang harus mempraktekkan
       sesuai dengan aturan. Jadi semua dari Anda adalah besar, tolong
       jadilah penghancur mengetahui semua dari Saya. Bahkan itu adalah
       kebaikan hati Saya; Karena Anda melepaskan penderitaan dari
       makhluk hidup. Bhagavan, jika itu adalah demi kepentingan
       orang-orang, tolong beritahukan Saya sesuai dengan Jalan itu.
       Kemudian, abhiseka akan secara bertahap diketahui sama seperti
       Dia Yang Mengetahui Waktu mengetahui janji Samaya.
       Demikianlah Maha Kala Tantra Bab Empat Tentang Penyucian Vajra.
       (iti mahakalatantre vajrabhisekacaturthah patalah)
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/mahakala_1.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/mahakala_1.jpg.html
       BAB IV-II
       Vajrabhiseka
       [/center]
       Kemudian, Kita akan menjelaskan bagian dari abhiseka.
       Pertama-tama, setelah mengucapkan sepuluh ribu kali Mantra dari
       Mahakala bertangan dua, orang harus 'menyucikan dengan
       memercikkan air (sincanam)' kepada sang murid. Anda 'lonceng
       (ghanta)' dan seterusnya; Dan memercikkan air dengan cara dari
       bejana air. Ada tentu saja lima abhiseka dengan perkataan
       bersama dengan Vajra. Abhiseka keenam adalah jalan dari Vajra.
       Ketika ada abhiseka ketujuh, ada perubahan bentuk perkawinan
       dengan 'wawasan bijaksana (prajna)'. Yang kedelapan adalah
       kesenangan yang abadi dengan yogini. Yang kesembilan adalah
       kelahiran pikiran dari orang. Yang kesepuluh adalah dengan air
       langit. Yang kesebelas adalah mengejar di setiap langkah
       'kekuatan Siddhi' yang melekat dalam tindakan. Sama seperti sang
       Muni yang berwarna kuning, orang harus mempraktekkan secara
       rahasia dalam langkah-langkah 'cara bijaksana dari pengetahuan
       Siddhi (siddhijnana upayakramair)'. Cara bijaksana (upaya) dan
       wawasan bijak (prajna) harus dilaksanakan dengan lima nektar.
       Oleh karena itu, orang harus mempraktekkan dengan Ibu, kakak,
       perempuan yang kakinya seperti kaki burung gagak, orang yang
       pendek, dan perempuan yang lumpuh. Dan, saat disucikan, abhiseka
       itu melampaui semua penunjukkan nama.
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/mahakala2.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/mahakala2.jpg.html
       BAB V
       Devatabhiseka
       [/center]
       Sekarang, Kita akan membahas bagian dari abhiseka dewata.
       Pertama, ketika para Dewi sedang membuat upacara peminyakan suci
       mereka dengan botol labu yang berisi nektar, 'wadah persembahan
       (arghapatra)' itu diberikan dan dipuji oleh delapan Dewi; Itu
       secara ritual di berkati dengan Mantra, 'OM KALASABHINAYANAM
       SNANAM. OM SUNYATADHISTHITUM SVAHA. (OM MANDI DENGAN KEGIATAN
       DARI BOTOL LABU. OM DIBERKATI DENGAN KEKOSONGAN SVAHA).' Air
       permulaan upacara itu diberikan oleh lima nektar dan sepenuhnya
       tergabung dengan 'enam kesempurnaan (sadparamita)'; dan, dari
       para Dewi itu, menjadi hujan bunga-bunga, serta juga, wewangian
       rusa jantan, dan bau wewangian. Kemudian itu diberkati oleh
       Narayana dan yang lainnya. Semua dewa yang melindungi janji
       Samaya kemudian berangkat memberi hormat.
       Demikianlah Maha Kala Tantra Tentang Penyucian Dewata, Bab Lima.
       (iti mahakalatantre devatabhisekapatala pancamah)
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Mahakala_Bernakchen.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Mahakala_Bernakchen.jpg.html
       BAB VI
       Paricarya
       [/center]
       Sang Ratu dari para Devi (devipramukhah) diantara semua makhluk
       Vajra, sedih dengan perasaan ragu, memohon sang Bhagavan
       Vajrasattva :
       Bhagavan, tolong hilangkan keraguan kami.
       Dalam bagian ini disebutkan : Ada lagu dan tarian yang
       menghasilkan kekuatan.
       Pada itu, saya memiliki keraguan. Untuk tujuan apa lagu dan
       tarian itu?
       Proses dari Abhiseka Devata telah disebutkan (namun) sesuai
       dengan praktek Abhikseka dari Devata, apa itu Mudra Kebencian
       (dvesa mudra)?
       Dan untuk siapakah Mudra itu menjadi simbol?
       Dan apa huruf bija dari semua Mantra yang disebutkan di bagian
       Mantra?
       Apa yang menciptakan keraguan mengenai huruf bija dari Dewi?
       Apa bentuk yang memiliki kekuatan dari huruf bija?
       O Bhagavan, tolong beritahukan saya bagaimana kami harus
       praktekkan sesuai dengan janji Samaya?
       Sang Bhagavan menyanyikan :
       Perut yang gemuk dimiliki oleh Dia yang dipanggil sebagai
       Mahakala,
       Timbul dengan suara h&#257; h&#257;,
       Yang tersenyum dan bermain dengan gendang magis yang besar.
       Berbelas Kasih memiliki kalung karangan dari kepala,
       Dengan gairah sedang memakan daging dan sedang minum,
       Bersuara sukacita dengan pikiran yang tegas,
       Dia mencintai Dewi K&#257;linjara.
       Sedang memukul gendang,
       Wewangian rusa jantan, wangi dupa dan kemenyan turun.
       Dewi Mamaki Saya mengambil  persembahan
       Bernyanyi-menari dengan pikiran terkonsentrasi,
       Memakai kalung karangan dari tulang,
       Memainkan gendang,
       Dia timbul dalam rangkulan yang abadi.
       Menari di dalam bentuk rupa Sri Mahakala yang pikirannya
       terangsang dengan 'konsentrasi (dhyana)', Yoga dari sukacita
       dipraktekkan secara pikiran di dalam penahanan kesadaran. Para
       Ibu dan para Buddha, dengan semua dharma, dengan cara dari lagu
       dan tarian bernyanyi dan menari; Perasaan sukacita tertinggi
       dihasilkan : Oleh karena itu, diri (atma), lingkaran upacara,
       dan lima nektar menjadi terlindungi. Sehingga melalui lagu dan
       tarian ketika kesenangan dalam kendali; Ketika Mantra itu
       timbul, tentu, kegiatan dalam dunia menjadi tanpa kesukaran.
       Oleh karena itu, Sarvajna, itu dinyanyikan dengan penuh hormat.
       Mereka menari untuk mengikuti Jalan Tengah. Pelaku ritual dari
       lingkaran upacara itu setelah merangkul istri lagi dan lagi,
       dengan demikian, pertama-tama, memperoleh 'wangi dari burung
       bangkai (grdhasya gandham)'. Di tempat kedua, wangi dari Laksmi
       dan N&#257;r&#257;yana. Ketiga, akan ada timbul campuran dari
       berbagai macam wewangian seperti wewangian rusa jantan, kunyit,
       dan seterusnya. Tentu saja, Penguasa para Yogi (yogisvara) itu
       mendengar suara pemberkatan dari lagu itu, beruang hitam, angsa,
       burung kokila dan musik surga.''
       Jika semua memulai 'tarian (nrtya)', permulaan itu harus
       diberkati oleh 'lagu (song)' tersebut. Ketika para 'penyanyi
       surga (kinnara)' bernyanyi, N&#257;r&#257;yana dan seterusnya
       memainkan alat musik diantara permulaan itu. Di pinggir kota, di
       dalam taman atau di dalam hutan, orang tentu harus melaksanakan
       semua Mudra itu. Kemudian orang pasti akan memperoleh kekuatan
       Siddhi.
       Sang Dewi bertanya : "O Bhagavan, di dalam dunia ada para
       makhluk hidup yang menginginkan kekayaan dan yang menginginkan
       kekuasaan. Untuk para makhluk hidup ini, tolong beritahukan saya
       cara itu?"
       Sang Bhagavan berkata : "Dewi, karena (Anda) telah mengetahui
       tempat dari Mudra itu; Semua cara itu akan disebutkan."
       Sang Dewi bertanya : "Jika itu adalah demi kepentingan para
       makhluk hidup, sekarang tolong beritahukan saya, secara
       bertahap, apa yang harus diketahui?"
       Sang Bhagavan berkata : "Di bagian kedelapan, Saya akan
       memberitahu Anda, Maya Dewi. Jika orang tinggal berdiam setiap
       hari di dalam 'Lima Keluarga (pancakula)', kekuatan Siddhi-nya
       tentu akan dihasilkan.
       Demikianlah Maha Kala Tantra Tentang Hiburan, Bab Enam.
       (iti mahakalatantre paricaryapatalah sastah)
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/260701430_b494692395_o.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/260701430_b494692395_o.jpg.html
       BAB VII
       Devatatthana
       [/center]
       Pertama dengan persembahan puja setelah mengungkapkan dosa
       pelanggaran dan seterusnya (prathamam pujopaharena
       papadidesanadikam); Setelah mengolah empat kediaman brahma
       (cinta kasih, belas kasih, simpati, keseimbangan batin),
       (caturbrahmaviharim sesatah) : "OM SUNYATA JNANA VAJRA
       SVABHAVATMAKO'HAM (OM Saya Menegakkan Pengetahuan Dari
       Kekosongan Yang Sifat Alami Dirinya Adalah Vajra)." Orang harus
       memurnikan semua selama waktu yang panjang (iti krtva
       prayacirena sarvam sodhaniyam).
       Orang yang menguasai Yoga harus mempraktekkan dengan cara dari
       Yoga sikap tubuh sesuai dengan Mahakala bertangan delapan,
       misal, sang Bhagavan Mahakala sedang merangkul dewi yang
       dikelilingi oleh empat Yogini dalam cara dari makna perkawinan :
       (1) Dengan tiga muka (trimukham) dan jenggot berwarna kuning dan
       rambut yang ternaikkan keatas (kedalam bentuk dari) Vajra.
       (2) Dia memiliki gigi mengerikan yang seperti taring.
       (3) Muka-Nya yang pertama adalah sangat mengerikan dan berwarna
       hitam.
       (4) Muka-Nya yang kedua ada di sebelah kiri adalah berwarna
       merah.
       (5) Muka-Nya yang di sebelah kanan berwarna hijau.
       (6) Dia berpakaian kulit harimau (vyaghracarmambaram).
       (7) Dan terhiasi dengan kalung karangan untaian kepala manusia
       (mundamalapralambitam).
       (8) Seperti Orang kerdil dengan perut gendut yang menggantung
       (kharvalambadaram) dan terhiasi dengan perhiasan dari ular-ular
       (nagabharanabhusitam).
       (9) Dia memiliki delapan tangan (astabhujam).
       (10) Tangan kiri dan tangan kanan sedang merangkul dewi.
       (11) Yang kedua sedang memegang golok (dvitiye karttikam).
       (12) Yang ketiga memegang Vajra (trtiye bhuje vajram).
       (13) Dan yang keempat memegang gendang (cathurthe kupitam).
       (14) Tangan kiri yang kedua sedang memegang mangkok tengkorak
       yang terisi dengan darah (dvitiye vamabhuje raktapurnakapalam).
       (15) Yang ketiga memegang lonceng (tritiye ghantam).
       (16) Yang keempat memegang palu (cathurthe mudgara).
       (17) Dia sedang mengendarai mayat.
       (18) Dalam sikap dari kaki kiri-Nya terulur.
       (19) Dan dikelilingi oleh empat yogini.
       (20) Di arah timur adalah Candesvari yang berwarna putih
       kekuningan.
       (21) Rambut Ia kusut dan memiliki gigi mengerikan yang seperti
       taring.
       (22) Dan memegang golok dan mangkuk tengkorak.
       (23) Di ruang angkasa penjuru arah selatan adalah Carcika yang
       telanjang dan berwarna hitam.
       (24) Sedang memegang golok dan mangkuk tengkorak, Ia berdiri
       dengan kaki kirinya terulur;
       (25) Ia memiliki rambut yang kusut dan gigi mengerikan yang
       seperti taring.
       (26) Di arah barat adalah Kalika yang berwarna biru hitam.
       (27) Ia memiliki rambut yang kusut dan memegang tombak tiga
       ujung dan seterusnya.
       (28) Di utara adalah dewi Kulikesvari yang tangannya terulur
       keatas.
       (29) Di tangan kirinya ada mangkuk tengkorak dan seterusnya.
       (30) Semua Dewi itu memiliki tiga mata.
       Pertama, setelah menghasilkan huruf HUM, orang harus memikat
       para Devata, Guru, Buddha dan Bodhisattva yang tinggal berdiam
       di tiga dunia (prathamam humkaram niscarya traidhatukasthitan
       devatan gurubuddhabodhisattvan akarset). Orang harus merenungkan
       seluruh dunia dengan cara sifat alami diri dari OM kekosongan
       dan seterusnya (OM sunyatadisvabhavena sarvam bhavayej jagat).
       Setelah menciptakan huruf HUM, kemudian orang harus memikat
       (para devata itu). Setelah sang Yogi mengolah (tubuhnya sendiri
       sebagai) tulang kerangka Vajra, dia harus terus menerus mengolah
       sang Empat Muka (Caturmukham Mahakala) yang sikap kedewataan-Nya
       memiliki sifat alami diri dalam kebahagiaan tertinggi, yang
       muncul dari suara HA HA dan yang besar PHET, yang memiliki
       bentuk Kilikilaya. Yang adalah sang Pelindung dengan jalan dari
       kebahagiaan besar yang adalah dunia ini yang tujuannya adalah
       untuk memadamkan (kekuatan jahat) dalam alam semesta; Dan sesuai
       dengan Yoga dari karangan bunga dari Mantra HILI KILI adalah
       diperindah dengan ajaran dari Buddha.
       Muka yang pertama berwarna hitam. Yang kanan berwarna merah.
       Yang kiri berwarna putih. Dan pada sisi belakang adalah muka
       dari babi jantan. Empat kaki kiri-Nya terulur keluar. Warnanya
       adalah hitam; Dia memiliki perut gendut yang menggantung. Setiap
       kepala memiliki tiga mata dengan rambut yang kusut. Muka pertama
       memiliki jenggot. Dia memiliki dua belas tangan.
       #Post#: 137--------------------------------------------------
       Re: Sri Maha Kala Tantraraja Rudra Kalpa Maha Smasana Nama Mahay
       ana Sutra
       By: ajita Date: November 13, 2016, 8:26 am
       ---------------------------------------------------------
       Sri Maha Kala Tantra ini merupakan tantra yang mengajarkan
       pencapaian Siddhi duniawi, yang juga adalah salah satu cabang
       dari Guhya Mahayana Tantra yang mencakup tata cara pencapaian
       delapan kekuatan dalam dunia.
       Salah satu Tantraraja yang menganugerahkan kemakmuran seperti
       yang dilakukan oleh Sri Vasudhara Dharani, yang mengalahkan
       semua praktek Mantra dan ritual dari kaum tirthika dan para
       iblis Mara tidak akan bisa menyerang dia yang menjalankan
       Sadhana ini.
       Sri Maha Kala adalah penguasa samsara, sang Vira yang
       menyelamatkan dan melindungi para makhluk di dalam kamadhatu
       dengan upaya dari kamadhatu, seperti yang juga dilakukan oleh
       Bhaisajya Guru Vaidurya Prabha Raja Tathagata.
       Tantraraja sutra ini sedang dalam proses posting mohon
       bantuannya jangan di reply.
       *****************************************************