DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
Mahayana Bodhicitta Vajra
HTML https://bodhicitta.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: Arya Mahayana
*****************************************************
#Post#: 88--------------------------------------------------
Suramgama Usnisa Sitatapatra Mahayana Suttram
By: ajita Date: November 11, 2016, 8:01 am
---------------------------------------------------------
[center]
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/aksobhya3.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/aksobhya3.jpg.html
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/64227_10200365390603996_1192567138_n.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/64227_10200365390603996_1192567138_n.jpg.html
Namo Sarvajna Siddha Tathagata
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/buddha2.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/buddha2.jpg.html
Namo Bhagavate Aksobhya Tathagata Arhate SamyakSamBuddha
Namo Bhagavate Amitabha Tathagata Arhate SamyakSamBuddha
Namo Bhagavate Amoghasiddhi Tathagata Arhate SamyakSamBuddha
Namo Bhagavate Ratnasambhava Tathagata Arhate SamyakSambuddha
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Sakyamuni.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Sakyamuni.jpg.html
Suramgama Usnisa Sitatapatra Mahayana Suttram
Di terjemahkan oleh Shramana Paramiti dari India ke China di
jaman Dinasti Tang
Sang wujud Di Dalam wujud itu sendiri dari dalam Gudang
Tathagata
[/center]
Demikianlah telah Ku dengar. Pada suatu ketika, Sang Buddha
tinggal di dalam Vihara Jetavana, dekat Sravasti, bersama dengan
1250 Bhikkhu yang merupakan Para Arhat yang telah menyeberangi
arus perpindahan. Mereka menjunjung tinggi Ajaran-Nya dengan
tegas, dapat melompati semua alam kehidupan perwujudan dan telah
mencapai tingkah laku sikap terhormat yang patut dicontoh, yang
diselenggarakan dalam penghormatan agung di seluruh Negeri.
Mereka mengikuti Sang Buddha untuk memutar Roda Hukum dan telah
memenuhi syarat untuk meneruskan Dharma-Nya. Menjadi disiplin
diri, Mereka menetapkan contoh yang baik didalam tiga dunia
dimana mereka muncul didalam perubahan wujud tubuh yang tak
terhitung jumlahnya untuk mengantarkan para mahluk hidup dan
untuk menyelamatkan generasi mendatang dari kekotoran batin.
Mereka dipimpin oleh Sang Bijaksana Sariputra, Maha
Maudgalyayana, Maha Kausthila, Purna Maitrayani Putra, Subhuti,
dan Upanisad.
Ada juga yang tak terhitung jumlahnya Para Pratyeka Buddha yang
sejak Mereka telah menaklukkan kebiasaan lama mereka sudah tidak
memiliki sesuatu yang lebih untuk dipelajari, namun datang ke
Vihara Sang Buddha bertekad untuk mencari Kebenaran Pokok.
Sekarang, Pertapaan musim panas baru saja selesai ketika Para
Bhikkhu mencabut kekeliruan-kekeliruan dan kesalahan-kesalahan
dan ketika Para Bodhisattva dari sepuluh penjuru bertekad untuk
menghapus sisa-sisa keraguan dan kecurigaan Mereka, dengan
takjim penuh hormat menunggu Ajaran itu didalam pencarian Mereka
demi makna batin esoteriknya. Dan Jadi, Sang Tathagata mengatur
tempat duduk-Nya dan duduk bersila untuk mengumumkan Ajaran yang
amat sangat mendalam itu. Dharma yang demikian menyenangkan
untuk memurnikan para kelompok yang berkumpul tidak pernah
terjadi sebelumnya dan suara merdu-Nya yang sulit ada disepuluh
penjuru. Dipimpin oleh Manjusri, sejumlah Para Bodhisattva yang
tak terhitung jumlahnya seperti butiran pasir di dalam sungai
Gangga telah datang ke Tempat Suci itu.
Sementara itu, Raja Prasenajit yang sedang menjaga peringatan
kematian Ayahnya dengan mempersembahkan makanan vegetarian
kepada-Nya, datang secara pribadi untuk mengundang Sang
Tathagata kedalam Istana kerajaan untuk sebuah pesta makanan
lezat terbaik dan paling langka, yang Ia juga mengundang Para
Bodhisattva Agung didalam perkumpulan. Didalam kota, para ketua
dan para pemuja juga mempersembahkan makanan kepada golongan
anggota dan dengan takjim penuh hormat menunggu kedatangan Sang
Buddha.
[center]Kelemahan Ananda - Alasan untuk Khotbah ini[/center]
Diperintahkan oleh Sang Buddha, Manjusri membawa Para
Bodhisattva dan Para Arhat ke pesta kerajaan.Ananda, namun,
belum juga kembali dari keterlibatan jauh, dan sehingga tidak
berada diantara yang diundang. Dia sedang pulang kembali ke
Vihara sendirian tanpa kepala biara atau Guru, dan dengan
mangkuk di tangan pergi mengumpulkan makanan dari pintu ke pintu
di kota terdekat. Dia bermaksud untuk memanggil pertama kali
dermawan yang belum memberikan makanan kepada Para Bhikkhu di
hari itu, tanpa memperhatikan apakah atau tidak dia berbudi
luhur, mulia, atau orang yang terbuang. Didalam praktek kasih
sayang semesta-Nya, Dia tidak secara khusus memilih orang miskin
sebagai penyokong-Nya. Dia ingin menolong semua mahluk hidup
memperoleh pahala yang tidak terhitung, karena Dia telah melihat
Sang Buddha menegur Subhuti dan Mahakasyapa yang meskipun
menjadi Arhat tidak dapat menyadari pikiran semesta saat
mengumpulkan makanan. Dia sungguh sangat mengagumi Ajaran-Nya
yang telah menghilangkan semua keraguan dan kecurigaan-Nya
(Ananda) dalam hal ini.
Jadi ketika Dia mencapai gerbang kota, Dia berjalan dengan pelan
menyesuaikan sikap-Nya terhadap aturan-aturan disiplin. Ketika
Dia pergi mengumpulkan makanan, Dia datang ke rumah pelacur
dimana Matangi (seorang wanita kasta rendah) yang mewarisi.
Dengan cara sihir kapila, menarik Dia dekat ke tubuh wanita
sensual di tikar, sehingga Dia berada di arah pelanggaran aturan
dari kehidupan suci. Tapi Sang Buddha menyadari semua ini dan
setelah pesta kerajaan, Dia kembali ke Vihara dengan sang raja,
pangeran dan para ketua yang ingin mendengar tentang Dharma
penting. Dia lalu mengirimkan keluar dari puncak Kepala-Nya
Cahaya yang cemerlang dan yang banyak warna-warni keberhasilan
didalam yang memunculkan perwujudan Buddha duduk dengan bersila
diatas ribuan daun bunga teratai. Sang Buddha lalu mengulangi
Mantra yang amat sukar dipahami dan memerintahkan Manjusri
menggunakannya untuk mengatasi sihir dan membawa Ananda dengan
Matangi ke Vihara.
[center]Belajar meditasi semua sebagai kekosongan[/center]
Ketika Ananda melihat Sang Buddha, Dia mensujudkan tubuh-Nya
dengan lemah di Kaki-Nya (Kaki Sang Buddha), menangis dengan
sedih dan berkata bahwa, sejak waktu tanpa awal, meskipun Dia
telah banyak mendengar tentang Dharma, Dia masih tidak sanggup
mendapatkan kekuatan yang amat sukar dipahami dari jalan
kebenaran Tao. Dengan sungguh-sungguh Dia meminta Sang Buddha
untuk mengajarkan awal pendahuluan jalan bijaksana yang membantu
mendapatkan sesuatu didalam latihan samatha (kesunyian dan
mengistirahatkan pikiran yang aktif), samapatti, dan dhyana yang
menyebabkan penerangan sempurna semua Buddha di dalam sepuluh
penjuru.
Ada juga hadir sejumlah besar Para Bodhisattva seperti butiran
pasir yang tak terhitung di dalam sungai Gangga, dan Para Arhat
dan PratyekaBuddha agung yang telah datang ingin mendengar
tentang Dharma itu. Mereka semua menunggu dengan diam dan dengan
penuh hormat demi Ajaran Suci itu.
[center]Menghapus lima kumpulan dan delapan kesadaran untuk
menampakkan ketidaknyataan dari diri
Menyelidiki kedalam pikiran salah untuk menghapuskan dua
kumpulan pertama dan lima kesadaran pertama[/center]
Sang Buddha berkata kepada Ananda: 'Kamu dan Saya adalah kerabat
dekat.' Beritahukan kepada Saya apa yang Kamu lihat didalam
perkumpulan ketika Kamu membuat pikiran Kamu untuk memberikan
semua perasaan duniawi dari kasih sayang dan cinta (untuk
mengikuti Saya)?
Ananda menjawab : 'Saya melihat 32 ciri-ciri yang sangat baik
dan bentuk Tubuh Buddha yang bersinar seperti Kristal. Saya
berpikir bahwa semua ini tidak bisa hasil dari keinginan dan
cinta, untuk keinginan menciptakan kotoran busuk dan berbau
busuk seperti nanah dan darah yang bercampur aduk dan tidak
dapat menghasilkan kecemerlangan yang menakjubkan dari
warna-warni Tubuh Emas-Nya, dalam kekaguman itulah yang Saya
mencukur Kepala Saya untuk mengikuti Dia.'
Sang Buddha berkata : 'Ananda dan kalian semua harus tahu bahwa
para mahluk hidup, sejak waktu tanpa awal, telah dikenakan
kelahiran dan kematian yang terus menerus karena mereka tidak
tahu pkiran benar permanen (tetap tidak berubah) yang zatnya
adalah oleh alami, murni dan cerah cemerlang. Mereka telah
mengandalkan pada pemikiran salah yang tidak nyata sehingga Roda
Samsara (dunia kelhiran dan kematian) berputar. Sekarang jika
Anda ingin mempelajari Penerangan Bodhi tertinggi yang tak
tertandingi untuk menyadari sifat terang alami ini, Kamu harus
menjawab pertanyaan-pertanyaan Saya dengan jujur. Semua Buddha
di dalam sepuluh penjuru menginjak jalan yang sama untuk
melarikan diri dari kelahiran dan kematian karena
Pikiran-Pikiran Jujur Mereka, dengan Pikiran Jujur yang sama dan
kemampuan bicara yang sama dari awal hingga selesai tanpa jejak
kebengkokan.
Ananda, ketika Kamu mengembangkan Pikiran itu karena 32
ciri-ciri Buddha yang sangat baik, beritahukan Saya apa yang
terlihat dan mencintai Mereka.'
Ananda menjawab : 'Yang dimuliakan dunia, cinta Saya datang dari
penggunaan pikiran Saya, mata Saya melihat dan pikiran Saya
mengagumi Mereka, sehingga itu ditetapkan pada melepaskan
kelahiran dan kematian.'
Sang Buddha melanjutkan : 'Seperti yang baru saja Kamu katakan,
cinta Kamu disebabkan oleh pikiran dan mata Kamu tapi jika Kamu
tidak tahu dimana pikiran dan mata Kamu sebenarnya, Kamu tidak
akan pernah mampu menghancurkan angan-angan. Sebagai contoh,
ketika negara itu dijajah oleh penjahat, sang Raja, sebelum
mengirim tentaranya untuk menghancurkan mereka, pertama-tama
harus tahu dimana mereka berada. Itu yang menyebabkan Kamu
berpindah tanpa gangguan, datang dari cela cacat didalam pikiran
dan mata Kamu. Sekarang beritahukan Saya dimana pikiran dan mata
Kamu berada.'
Ananda menjawab : 'Yang dimuliakan dunia, semua mahluk hidup
terlahir dalam dunia melalui sepuluh jenis kelahiran berpendapat
bahwa pikiran yang mengetahui ini ada didalam tubuh. Saat Saya
melihat mata berwarna teratai biru dari Sang Buddha, Saya
melihat bahwa Mereka (Mata Sang Buddha) ada di Wajah-Nya (ada di
Wajah Sang Buddha). Oleh karena itu, pemahaman Saya bahwa mata
Saya ada di wajah Saya sementara pikiran saya yang mengetahui
ada didalam tubuh Saya.'
Sang Buddha bertanya : 'Sekarang Kamu duduk didalam ruangan ini,
dimana Kamu melihat taman Jetavana?'
Ananda menjawab : 'Yang dimuliakan dunia, ruangan besar ini ada
didalam taman Jetavana yang, oleh karena itu, diluar ruangan.'
Sang Buddha bertanya : 'Apa yang pertama Kamu lihat didalam
ruangan ini?'
Ananda menjawab : 'Yang dimuliakan dunia, dalam ruangan ini,
Saya pertama melihat Sang Tathagata, lalu Perkumpulan, dan hanya
ketika melihat luar Saya melihat taman itu.'
Sang Buddha bertanya : 'Ketika Kamu melihat Taman itu, apa yang
menyebabkan Kamu untuk melakukannya?'
Ananda menjawab : 'Itu karena pintu dan jendela terbuka bahwa
Saya, meskipun duduk didalam ruangan ini, lihat taman itu
diluar.'
Sang Buddha lalu membentangkan Lengan Emas Warna-Warni-Nya dan
menyentuh Kepala Ananda dengan Tangan-Nya, berkata : 'Ada sebuah
samadhi (ketenangan dalam yang terbebas dari semua perasaan luar
yang merupakan pendahuluan pencapaian Ke-Buddhaan.) yang bernama
"Semua Yang Mencakup Surangama (Yang tahan lama dan tidak dapat
dihancurkan) ", sebuah pintu gerbang melalui yang Semua Buddha
didalam sepuluh penjuru capai ke Jalan Agung Yang Menakjubkan.
Ananda, dengarkan dengan penuh perhatian sekarang.'
Ananda mensujudkan diri-Nya di Kaki Sang Buddha dan berlutut
untuk menerima Pengajaran Suci.
Sang Buddha berkata : 'Jika Kamu benar bahwa, sambil duduk dalam
ruangan ini, Kamu melihat taman diluar melalui pintu dan jendela
yang terbuka akan mungkin bagi seseorang yang sedang duduk
disini untuk hanya melihat hal-hal diluar tanpa melihat Sang
Buddha didalam.'
Ananda menjawab : 'Orang tidak dapat melihat hutan belukar kecil
dan sungai diluar tanpa melihat Sang Buddha disini.'
Sang Buddha berkata : 'Ananda, itu sama dengan Kamu (Jika
pikiran Kamu tidak tertipu) Maka akan menjadi jelas tentang
semua ini. Namun, jika pikiran berpengetahuan Kamu sungguh
didalam tubuh Kamu, Kamu pertama harus jelas tentang segala
sesuatu di dalamnya. Kamu harus, oleh karena itu, melihat segala
sesuatu di dalam tubuh Kamu sebelum hal-hal diluar dari itu.
Bahkan jika Kamu tidak dapat melihat jantung, hati, limpa, dan
perut Kamu, setidaknya Kamu harus jelas tentang kuku dan rambut
Kamu yang bertumbuh, tentang itu yang bergerak sepanjang
syaraf-syaraf Anda dan denyutan dari pembuluh darah Anda.
Mengapa Kamu tidak jelas tentang semua ini? Jika Kamu tidak
melihat hal-hal yang di dalam, bagaimana Kamu dapat melihat itu
diluar? Oleh karena itu, pendapat Anda bahwa pikiran
berpengetahuan Kamu ada didalam tubuh Kamu adalah tak
beralasan.'
Ananda membungkuk dan berkata : 'Setelah mendengar Suara Dharma
Buddha, Saya sekarang mengerti bahwa pikiran Saya adalah sungguh
diluar dari tubuh Saya. Misalnya, sebuah lampu harusnya menyala
menerangi segala sesuatu didalam ruangan sebelum halaman luar
melalui pintu yang terbuka. Jika Saya tidak melihat apa yang ada
didalam tubuh Saya tapi melihat hal-hal diluarnya, ini seperti
sebuah lampu yang diletakkan diluar ruangan yang tidak dapat
menerangi apa yang ada didalamnya. Hal ini menjadi begitu jelas
bahwa tidak mungkin diragukan lagi, apakah Saya masih salah
tentang apa yang Sang Buddha maksudkan?'
Sang Buddha berkata : 'Semua Bhikkhu yang mengikuti Saya ke
Sravasti untuk mengumpulkan makanan dan sekarang telah kembali
ke taman Jetavana. Saya telah mengambil makanan Saya, tapi
sebagaimana seorang Bhikkhu masih sedang makan, apakah semua
himpunan masyarakat cukup makan?'
Ananda menjawab : 'Tidak, Yang dimuliakan dunia, meskipun Mereka
Arhat, Mereka tidak memiliki tubuh yang sama atau rentang
kehidupan yang sama maka bagaimana bisa seorang yang dengan
makan menyebabkan semua yang lainnya memuaskan rasa lapar
mereka?'
Sang Buddha berkata : 'Jika pikiran berpengetahuan milik Kamu
adalah diluar dari tubuh Kamu, keduanya terpisah. Jadi ketika
pikiran Kamu mengetahui sesuatu, tubuh Kamu tidak seharusnya
merasakannya dan ketika tubuh Kamu merasakan sesuatu, pikiran
Kamu seharusnya tidak menyadarinya. Sekarang saat Saya
memperlihatkan Tangan Saya kepada Kamu, ketika mata Kamu
melihat-Nya (Tangan Sang Buddha), apakah pikiran Anda
memahami-Nya (memahami Tangan Sang Buddha) ?'
Ananda menjawab : 'Ya, Yang dimuliakan dunia, pikiran Saya
memahami-Nya.'
Sang Buddha berkata : 'Jika demikian, bagaimana bisa pikiran
Kamu diluar dari tubuh? Oleh karena itu, pendapat Kamu bahwa
pikiran yang berpengetahuan dan yang memahami milik kamu berada
diluar tubuh Kamu adalah tak beralasan.'
Ananda berkata : 'Yang dimuliakan dunia, seperti yang Anda telah
katakan, Jika pikiran Saya tidak melihat apa yang ada didalam
tubuh Saya, itu tidak ada didalamnya, dan jika tubuh dan pikiran
Saya saling mengenal, mereka tidak terpisah dan pikiran Saya
adalah, oleh karena itu, tidak diluar dari tubuh Saya. Sekarang
setelah berpikir tentang ini, Saya tahu dimana pikiran Saya
berada.'
Sang Buddha bertanya : 'Dimana itu?'
Ananda menjawab : 'Karena pikiran berpengetahuan dari Saya tidak
melihat apa yang ada didalam tubuh Saya tetapi dapat melihat
hal-hal diluar, Saya pikir itu tersembunyi didalam organ indera
perasaan Saya. Misalnya, Jika seseorang menutup matanya dengan
sebuah mangkok kristal, yang terakhir itu tidak menghalangi
organ indera perasaan ini, yang hanya mengikuti indera
penglihatan untuk membedakan semua hal yang terlihat. Jadi jika
pikiran berpengetahuan Saya tidak melihat apa yang ada didalam
tubuh, itu karena itu ada didalam organ indera perasaan dan jika
itu melihat dengan jelas apa yang ada diluar tanpa terhalangi,
itu karena dia tersembunyi didalam organ tersebut.'
Sang Buddha bertanya : 'Seperti yang baru Kamu katakan, pikiran
tersembunyi dalam cara yang sama dengan mata yang tertutup oleh
mangkok kristal : sekarang ketika seorang menutup matanya
demikian dan melihat gunung dan sungai, apakah orang juga
melihat mangkok itu?'
Ananda menjawab : 'Ya, Yang dimuliakan dunia, orang juga melihat
mangkok itu.'
Sang Buddha berkata : 'Jika pikiran Kamu seperti mangkok Kristal
itu, ketika Kamu melihat gunung dan sungai, mengapa Kamu tidak
melihat mata Kamu sendiri? Jika Kamu tahu mereka seharusnya ada
diluar dan tidak seharusnya mengikuti indera penglihatan Kamu.
Jika mereka tidak bisa dilihat, bagaimana bisa Kamu katakan
bahwa pikiran yang berpengetahuan ini tersembunyi di dalam organ
indera perasaan, seperti mata yang ditutupi mangkok kristal?
Oleh karena itu, pendapat Kamu bahwa pikiran berpengetahuan
milik kamu berada tersembunyi didalam organ indera perasaan
adalah tak beralasan.'
Ananda bertanya : 'Yang dimuliakan dunia, Saya sekarang berpikir
tentang isi perut yang tersembunyi di dalam tubuh dan tentang
lubang-lubang di atas permukaannya. Oleh karena itu, dimana ada
persembunyian disana ada kegelapan dan dimana ada pembukaan
disana ada cahaya. Karena Saya sekarang dihadapan Sang Buddha,
Saya membuka mata Saya dan melihat dengan jelas dan ini
dinamakan penglihatan luar, dan ketika Saya menutup mata, Saya
hanya melihat kegelapan, dan ini dinamakan penglihatan dalam.
Apa yang Sang Buddha pikirkan tentang hal ini?'
Sang Buddha berkata : 'Ketika Kamu menutup mata Kamu dan melihat
kegelapan, apakah kegelapan ini berhadapan dengan mata Kamu atau
tidak? Jika iya, itu adalah didepan mereka, maka bagaimana bisa
ini menjadi penglihatan dalam? Bahkan jika sungguh ada
penglihatan dalam seperti itu, ketika Kamu duduk di ruangan yang
gelap tanpa cahaya dari matahari, bulan, atau lampu, kegelapan
ini harusnya juga ada didalam isi perut Kamu. jika itu tidak
berhadapan dengan mata Kamu, bagaimana bisa ada penglihatan?
Sekarang mari Kita lupakan yang Kamu sebut penglihatan luar dan
menganggap bahwa ada penglihatan dalam, maka ketika Kamu menutup
mata Kamu dan hanya melihat kegelapan, yang Kamu sebut melihat
apa yang ada di dalam tubuh Kamu, mengapa ketika Kamu membuka
mata dan melihat dengan jelas, Kamu tidak melihat wajah Kamu?
Jika Kamu tidak, tidak ada penglihatan dalam itu. Sekarang
anggaplah bahwa Kamu dapat melihat wajah Kamu, pikiran
berpengetahuan dan organ penglihatan Kamu seharusnya ada didalam
udara, maka bagaimana bisa ada penglihatan dalam? Jika mereka
berada di udara, mereka seharusnya bukan milik tubuh Kamu, dan
Sang Buddha yang sekarang melihat wajah Kamu, seharusnya adalah
tubuh Kamu juga. Jadi ketika mata Kamu melihat sesuatu, tubuh
Kamu seharusnya tidak memiliki perasaan lagi, Jika Kamu
bersikeras bahwa baik tubuh dan pikiran Kamu memiliki perasaan
yang terpisah, harusnya ada dua tanggapan terpisah dan kemudian
tubuh Kamu harusnya menjadi dua Buddha. Oleh karena itu,
pendapat Kamu bahwa melihat kegelapan adalah penglihatan dalam
adalah tak beralasan.'
Ananda berkata : 'Saya selalu mendengar Sang Buddha saat sedang
mengajar biarawan, biarawati, dan umat pemuja laki-laki dan
perempuan berkata : "Ketika pikiran membangkitkan semua macam
hal diciptakan, dan kemudian semua jenis dari pikiran muncul."
Saya sekarang berpikir bahwa zat dari pikiran Saya adalah sifat
alami dari pikiran yang muncul ketika itu bersatu dengan luar
dan yang bukan didalam atau bukan diluar atau bukan juga
diantara.'
Sang Buddha berkata : 'Kamu baru saja mengatakan bahwa karena
rangkaian peristiwa yang dapat diamati (fenomena) tercipta,
semua jenis dari pikiran muncul ketika bersatu dengan mereka
(bersatu dengan fenomena). Jadi pikiran ini tidak memiliki zat
dan tidak dapat bersatu dengan apapun. Jika itu yang tidak
memiliki zat dapat bersatu dengan luar, ini adalah persatuan
dari dunia ke 19 dari indera dengan fakta indera ke 7. Ini
adalah omong kosong belaka. Jika pikiran memiliki zat, ketika
tangan Kamu menggenggam tubuh Kamu, apakah pikiran Kamu
merasakan (sentuhan) ini datang dari dalam atau luar? Jika dari
dalam, Kamu harusnya melihat apa yang ada didalam tubuh Kamu dan
jika itu dari luar, kamu harusnya melihat wajah Kamu.'
Ananda berkata : 'Itu adalah mata yang melihat dan pikiran yang
mengetahui bukan mata: mengatakan bahwa itu melihat adalah
salah.'
Sang Buddha berkata : 'Jika mata dapat melihat, ketika Kamu
berada didalam ruangan, apakah Kamu melihat pintu itu (diluar)?
Mereka yang telah meninggal dan masih memiliki mata, seharusnya
melihat benda-benda jika mereka masih melihat, bagaimana bisa
mereka mati? Ananda, jika pikiran berpengetahuan milik Kamu
memiliki zat, apakah zat tersebut tunggal atau bermacam-macam?
Seperti itu ada didalam tubuh Kamu, apakah itu menyebar ke
setiap bagian dari itu atau tidak? Jika itu adalah satu zat,
ketika Kamu memegang anggota tubuh, semua empat harusnya
merasakan bahwa mereka dipegang. Jika demikian, tidak akan ada
genggaman (di setaip anggota tubuh tertentu). Jika ada, pendapat
tentang zat tunggal tidak bertahan baik. Jika itu adalah
bermacam-macam zat harusnya ada banyak orang; maka zat manakah
milikmu jika itu menyebar ke setiap bagian dari tubuh Kamu, ini
sama seperti kasus genggaman sebelumnya. Jika itu tidak
menyebar, maka ketika Kamu menyentuh kepala Kamu dan kaki Kamu
di saat yang bersamaan, sementara kepala Kamu merasakan
dipegang, Kaki kamu harusnya tidak, tapi ini tidak begitu. Oleh
karena itu, pendapat Kamu bahwa pikiran muncul dimana ada
persatuan dengan luar adalah tak beralasan.'
Ananda berkata : 'Yang dimuliakan dunia, Saya telah mendengar
Sang Buddha membicarakan kenyataan dengan Anak-Anak lain dari
Raja Hukum (dalam kata lain: Para Bodhisattva); Dia juga
mengatakan bahwa pikiran adalah bukan didalam juga bukan diluar.
Saya sekarang menarik kesimpulan bahwa jika pikiran ada didalam
tubuh, ia (pikiran) tidak melihat apapun yang didalam, dan jika
ia (pikiran) ada diluar, mereka (tubuh dan pikiran) berdua
berhenti saling merasakan. Mengatakan bahwa ia ada didalam
adalah salah sebab ia tidak mengetahui apapun didalam tubuh.
Mengatakan bahwa ia ada diluar juga salah karena tubuh dan
pikiran dapat saling merasakan,.Seperti mereka (tubuh dan
pikiran) demikian dan karena tidak ada yang terlihat didalam
tubuh, pikiran harusnya berada diantara dua itu (antara didalam
dan diluar).'
Sang Buddha berkata : 'Jika pendapat Kamu tentang pikiran
"berada diantara" adalah benar, itu berarti sebuah posisi
untuknya (untuk pikiran). Sekarang menurut kesimpulan Kamu,
dimanakah posisi menengah ini? Apakah maksud Kamu itu adalah
(dalam atau luar) tubuh? Jika ia ada di atas permukaan tubuh, ia
tidak dapat berada di pusat tengah, dan pendapat tentang pikiran
berada di pusat tengah tidaklah berbeda dengan pikiran didalam
tubuh (yang ditolak sebelumnya). (Selain itu), apakah posisinya
nyata atau tidak? Jika tidak, ia tidak ada. Jika iya, ia tidak
tetap. Mengapa? Sebagai contoh, Jika sebuah tiang ditancapkan
kedalam tanah untuk menandai pusat tengah, ketika terlihat dari
timur itu ada di barat dan ketika terlihat dari selatan itu ada
di utara. Seperti tiang ini yang hanya dapat mengakibatkan
kebingungan, jadi apakah (pemahaman kamu tentang) pikiran berada
diantara benar-benar kacau-balau?'
Ananda berkata : 'Posisi menengah yang saya sebutkan bukanlah
dua ini. Seperti Yang dimuliakan dunia telah katakan, mata dan
bentuk adalah penyebab dari gagasan muncul. Sementara mata dapat
membedakan, bentuk tidak mengikuti apapun dan gagasan terletak
diantara mereka (mata dan bentuk); maka pikiran muncul.'
Sang Buddha berkata : 'Jika pikiran terletak diantara organ
indera dan data keterangan indera, apakah ia termasuk keduanya
atau tidak? Jika ia demikian, zatnya dan apa yang ada diluar
akan bercampur bersama-sama, dan karena pikiran merasakan
sementara objeknya (benda tujuannya) tidak, dua yang berlawanan
akan dibentuk; maka bagaimana bisa ada (posisi) menengah? Jika
ia tidak inklusif, (yaitu jika ia bebas tidak tergantung kepada
organ indera dan data keterangan indera), dengan menjadi bukan
sebagai yang tahu (subjek) dan bukan juga sebagai yang diketahui
(objek), ia tidak memiliki zat, lalu apa itu menengah? Oleh
karena itu, pendapat Kamu bahwa ia berada diantara adalah tak
beralasan.'
Ananda berkata : 'Yang dimuliakan dunia, sebelumnya ketika Saya
melihat Sang Buddha, dengan Empat Murid Utama-Nya,
Maha-Maudgalyayana, Subhuti, Purnamaitrayaniputra dan Sariputra,
memutar Roda Hukum Kesunyataan, Dia selalu bilang bahwa sifat
alami dari pikiran yang mengetahui dan membedakan adalah bukan
didalam bukan diluar bukan juga diantara keduanya (bukan
diantara luar dan dalam), tidak ada dimanapun juga, tidak
menempel pada apapun, karena itu dinamakan pikiran. Apakah yang
tidak menempel pada wujud disebut pikiran?'
Sang Buddha menjawab : 'Kamu baru saja berkata bahwa sifat alami
dari pikiran yang mengetahui dan membedakan tidak ada dimanapun
juga. Sekarang dalam dunia ini, segala sesuatu yang di udara,
didalam air, dan di tanah, termasuk mereka yang terbang dan
berjalan, membuat seluruhnya ada. Oleh yang tidak menempel
(melekat) ke apapun, apakah maksud Kamu ia ada atau tidak? Jika
ia tidak, itu hanya rambut seekor kura-kura atau tanduk dari
seekor kelinci, maka bagaimana bisa ada tidak melekat? Jika
tidak dapat dikatakan tidak ada bahwa yang tidak hanya tidak ada
dan bahwa yang harus memiliki posisi; maka bagaimana bisa tidak
ada kemelekatan? Oleh karena itu, pendapat Kamu bahwa yang tidak
menempel pada apapun adalah pikiran berpengetahuan adalah tak
beralasan.'
[center]Menyangkal pikiran salah untuk menghilangkan kumpulan
ketiga
dan menampakkan ketidaknyataan dari kesadaran keenam[/center]
Kemudian Ananda bangkit dari tempat duduk-Nya, mengangkat jubah
di sebelah bahu kanan-Nya, berlutut dengan kaki kanan-Nya,
dengan hormat merangkapkan kedua telapak tangan-Nya dan berkata
kepada Sang Buddha : 'Saya adalah Sepupu termuda dari Tathagata
dan karena Kasih-Sayang-Nya yang besar, Saya telah diijinkan
untuk menjadi Murid-Nya, tetapi Saya menyalahgunakan
Kasih-Sayang-Nya. Dan meskipun Saya telah mendengar banyak
khotbah-Nya, Saya telah gagal menghindari duniawi dan tidak
mampu untuk mengatasi sihir yang merubah Diri-Ku seluruhnya,
menyebabkan Saya mengunjungi sebuah rumah tuna susila. Semua ini
karena Saya gagal mencapai kawasan nyata. Semoga Yang dimuliakan
dunia berbelas kasih secukupnya untuk mengajari Kami Jalan
Samatha (Jalan kedamaian, kekuatan untuk mengakhiri nafsu) demi
kepentingan mereka yang sedikit keyakinannya dan yang memiliki
pikiran menyimpang.'
Setelah mengatakan ini, Dia mensujudkan Diri-Nya Sendiri dengan
lutut, siku dan kepala ke tanah. Lalu Dia berdiri dengan diam
penuh hormat, dengan seluruh Perkumpulan dengan bersemangat
menunggu Ajaran itu.
[center]Mengungkapkan Samadhi Terang[/center]
Dengan Kekuatan Buddha yang sukar dipahami, segala macam sinar
dan cahaya, secemerlang ratusan dan ribuan matahari, bersinar
dari dahi-Nya, menerangi semua tanah Buddha yang berguncang
dengan enam cara. Sejumlah Dunia demikian, yang tak dapat
dihitung seperti debu, muncul secara bersamaan dan (melalui
kekuatan yang sama) bersatu menjadi satu dunia dimana
masing-masing Para Bodhisattva Agung, selama tinggal di
wilayah-Nya sendiri, merangkapkan telapak tangan-Nya untuk
mendengarkan Dharma.
[center]Asal dari Pembalikan[/center]
Sang Buddha berkata :'Sejak waktu tanpa awal, semua mahluk hidup
telah menimbulkan segala macam pembalikan disebabkan oleh benih
karma (dari ketidaktahuan) yang seperti semak belukar aksa.
Inilah sebabnya mengapa para pencari kebenaran gagal mencapai
Pencerahan Tertinggi, tetapi hanya mencapai (keadaan) Sravaka,
Pratyeka-Buddha, bidaah, dewa dan mahluk halus.semata-mata
karena mereka tidak tahu dua Pembalikan dasar, sehingga berlatih
secara salah seperti mereka yang tidak bisa mendapatkan makanan
dengan memasak pasir meskipun berlalunya Kalpa (masa waktu
antara penciptaan,kehancuran dan penciptaan ulang dunia atau
alam semesta) yang tak terhitung seperti debu. Apakah kedua
Pembalikan dasar ini? Ananda, yang pertama adalah akar dasar
dari penyebab kelahiran dan kematian, sejak waktu tanpa awal,
dengan penggunaan salah dari kemelekatan pikiran yang
orang-orang keliru dengan sifat alami mereka, dan yang kedua
adalah kemelekatan mereka terhadap kondisi sebab akibat (yang
menutupi) pada dasarnya inti sari cerah dari kesadaran yang
merupakan pada dasarnya zat Pencerahan Nirvana yang murni dan
bersih. Dengan demikian mereka mengabaikan kecemerlangan
kecerahan dasar dan sehingga berpindah melalui dunia kehidupaan
perwujudan tanpa menyadari kegagalan dari latihan (salah)
mereka.
[center]Pembalikan Sesungguhnya
Pikiran yang terbalik[/center]
Penyelidikan kedalam pikiran salah.
'Ananda, karena Kamu telah bertanya tentang pintu gerbang
Samatha yang digunakan untuk meloloskan diri dari kelahiran dan
kematian, Saya harus bertanya kepada Kamu sebuah pertanyaan,.'
Sang Buddha kemudian mengangkat lengan emas warna warni-Nya dan
membungkukan jari-jari-Nya, berkata: 'Ananda, apakah Kamu
melihat ini?'
Ananda menjawab : 'Ya.'
Sang Buddha bertanya :'Apa yang Kamu lihat?'
Ananda menjawab : 'Saya melihat Sang Buddha mengangkat
lengan-Nya dan membungkukkan jari-jari-Nya.menunjukkan genggaman
tangan bersinar yang silau mempesona pikiran dan mata Saya.'
Sang Buddha bertanya :'Bagaimana Kamu melihat-Nya?'
Ananda menjawab : 'Saya dan semua yang ada disini menggunakan
mata untuk melihat-Nya.'
Sang Buddha bertanya :'Kamu mengatakan bahwa Saya menekuk
jari-jari Saya untuk menunjukkan sebuah genggaman tangan
bersinar yang silau mempesona pikiran dan mata Kamu, sekarang
katakan kepada Saya, seperti Kamu melihat genggaman tangan Saya,
Pikiran apa itu yang mengetahui kecemerlangan itu?'
Ananda menjawab : 'Seperti Sang Tathagata bertanya tentang
pikiran dan karena Saya sedang menggunakan Saya sendiri mencari
itu secara mendalam, Saya menyimpulkan bahwa itu yang mencari
adalah Pikiran Saya.'
Pikiran adalah tidak nyata.
Sang Buddha berkata :'Hey! Ananda, ini bukanlah pikiran Kamu.'
Ananda menatap dengan heran, merangkapkan kedua telapak
tangan-Nya, bangkit dari tempat duduk-Nya, dan bertanya : 'Jika
ini bukan pikiran Saya, apa itu?'
Sang Buddha menjawab : 'Ananda, ini adalah pikiran salah Kamu
yang muncul dari objek wujud luar, menipu sifat alami sejati
Kamu dan menyesatkan Kamu kedalam kesalahan, sejak waktu tanpa
awal, pencuri untuk Anak Kamu Sendiri, dengan demikian
kehilangan (penglihatan) bahwa yang pada dasarnya permanen
tetap, oleh karena itu lingkaran kelahiran dan kematian.'
Kesadaran keenam adalah kosong.
Ananda berkata: 'Saya adalah Sepupu Tercinta Yang Paling Muda
dari Sang Buddha yang memiliki pikiran begitu sangat mengagumi
Dia bahwa Saya meninggalkan rumah untuk melayani dan membuat
persembahan kepada Sang Tathagata dan kepada semua Para Buddha
dan Para Guru Yang Tercerahkan didalam tanah yang tak terhitung
seperti butiran pasir didalam sungai Gangga. Jika Saya bertekad
untuk melakukan semua tugas Dharma yang sulit, itu karena Saya
menggunakan pikiran ini, dan bahkan Jika Saya sekarang menfitnah
Dharma, menyebabkan kualitas Saya yang unggul sangat baik
menjadi melemah untuk selamanya, itu juga karena pikiran ini.
Jika itu bukan pikiran, Saya tidak akan memiliki pikiran dan
akan menjadi seperti bumi atau sebatang kayu untuk tiada apapun
ada diluar apa yang Saya rasakan dan ketahui. Mengapa Sang
Buddha sekarang berkata bahwa itu bukanlah pikiran? Ini menakuti
Saya dan juga Perkumpulan ini dan tiada seorangpun dari Kami
disini dapat menghindar menjadi ragu-ragu dan curiga tentang
itu. Akankah Kamu menjadi sangat berbelas kasih untuk
mencerahkan Kami ?'
Dari tempat duduk singa-Nya agar mengajari Ananda dan
Perkumpulan itu sehingga Mereka semuanya dapat mencapai 'Daya
tahan Kesabaran dari Yang Tidak Diciptakan
(Anutpattika-dharmaksanti)', mengulurkan tangan-Nya untuk
menyentuh kepala Ananda, mengatakan : 'Sang Tathagata selalu
mengatakan bahwa semua fenomena adalah penjelmaan pikiran dan
bahwa semua sebab dan akibat termasuk (segala sesuatu dari)
dunia hingga debunya, terbentuk (hanya) karena pikiran. Ananda,
jika Kita melihat semua dunia dan semua yang ada (benda-benda)
bahkan termasuk rumput dan daun, dan menyelidiki akar-akarnya,
mereka semua terbuat dari unsur zat dan memiliki kualitas, dan
bahkan kekosongan yang hampa memiliki nama dan penampilannya.
lalu bagaimana bisa pikiran murni dan bersih cerah mendalam yang
(mendasari) sifat alami setiap pikiran (yang membeda-bedakan)
menjadi tanpa zat pokok miliknya sendiri? Jika Kamu memahami
dengan teguh pengetahuan yang berasal dari pembeda-bedaan Kamu
antara merasakan dan melihat sebagai pikiran sejati Kamu, itu
harusnya memiliki sifat alami miliknya yang bebas tidak
tergantung kepada semua (data indera seperti) bentuk, bau, rasa
dan sentuhan.Seperti Kamu sekarang mendengar khotbah Saya pada
Dharma itu, Kamu membeda-bedakan karena Kamu mendengar suara
Saya.'
Kesadaran ketujuh adalah tidak nyata.
Bahkan jika Kamu (berhasil dalam) mengakhiri semua penglihatan,
pendengaran, perasaan dan pengetahuan, dan juga mempertahankan
ketenangan batin, bayangan dari pembeda-bedaan hal wujud (Dharma
milikmu) masih tetap. Saya tidak ingin Kamu menganggap bahwa ini
bukanlah pikiran, tapi Kamu harus memeriksanya dengan cermat dan
teliti itu yang terus memiliki sifat cerdas alami bahkan dalam
ketiadaan data indera adalah sungguh pikiran Kamu.(disisi lain)
jika sifat cerdas alami ini berhenti dengan data indera, ini
hanyalah bayangan dari pembeda-bedaan (milik Kamu) terhadap
mereka, karena mereka tidak tetap permanen, dan ketika mereka
tidak ada lagi, demikian juga (yang dinamakan) pikiran ini,
seperti rambut seekor kura-kura dan tanduk seekor kelinci. Jika
Dharmakaya milik Kamu bisa begitu mudah berhenti menjadi, siapa
yang akan kemudian berlatih dan mencapai Daya tahan Kesabaran
dari Yang Tidak Diciptakan?
Setelah mendengar ini, Ananda dan semua yang hadir benar-benar
menjadi bingung.
Menyangkal semua pembalikan.
Sang Buddha berkata :'Murid yang sedang berlatih, bahkan setelah
mereka telah memahami sembilan tingkat Dhyana berturut-turut,
masih tidak bisa melangkah keluar dari arus perpindahan dan juga
gagal menjadi Arhat, karena mereka melekat pada pikiran samsara
(dunia dari kelahiran dan kematian) salah yang mereka samakan
dengan kenyataan. Inilah sebabnya, meskipun Kamu telah mendengar
banyak (dari Dharma Saya), Kamu telah gagal memenangkan Buah
Suci itu.
[center]Tanggapan yang terbalik[/center]
Setelah mendengar ini, Ananda, didalam, air mata pahit, bersujud
dengan kepala, lutut, dan siku-Nya ketanah, berlutut dan
merangkapkan kedua telapak tangan-Nya, dengan mengatakan :
'Setelah saya meninggalkan rumah untuk mengikuti Sang Buddha,
Saya hanya mengandalkan kekuatan-Nya yang amat sukar dipahami
dan selalu berpikir bahwa Saya bisa tanpa memerlukan latihan
karena Dia akan melimpahkan samadhi (Keadaan didalam yang
tenang, bebas dari semua perasaan luar.) diatas Saya.Saya tidak
tahu bahwa Dia tidak dapat menjadi pengganti Saya dan sehingga
kehilangan (penglihatan) pikiran pokok Saya. Inilah sebabnya,
meskipun Saya mengikuti Perintah, pikiran Saya tidak bisa
memasuki Tao (Sang Jalan).Saya seperti seorang Anak miskin yang
melarikan diri dari Ayah-Nya. Saya hanya sadar sekarang bahwa,
meskipun banyak mendengar (Dharma), jika Saya tidak berlatih,
Saya akan sia-sia seolah-olah Saya tidak mendengar-Nya, seperti
seorang laki-laki yang tidak bisa memuaskan rasa laparnya,
dengan hanya berbicara tentang makanan. Yang Dimuliakan Dunia,
Saya tertangkap oleh dua rintangan karena Saya tidak tahu sifat
nyata alami dari pikiran tetap dan permanen. Semoga Sang
Tathagata cukup berbelas kasih penuh untuk mengungkapkan kepada
Saya, Pikiran yang cerah menakjubkan dan juga membuka mata Tao
Saya.'
Sebuah Cahaya Terang untuk mengungkapkan kenyataan seseorang.
Kemudian Sang Tathagata, dari Sauvastika (Putaran Svastika
dengan lengannya ke arah kiri, Tanda di pusat dada Sang Buddha)
di dada-Nya, memancarkan cahaya indah berseri-seri yang
menerangi tanah-tanah Buddha dalam sepuluh penjuru yang
jumlahnya tak terhitung seperti debu dan yang, setelah bersinar
diatas kepala semua Buddha dimana-mana, berbelok ke arah Ananda
dan Perkumpulan itu. Sang Buddha lalu berkata kepada Ananda :
'Saya sekarang mengibarkan bendera Dharma Agung sehingga Kamu
dan semua mahluk hidup dalam sepuluh penjuru dapat mewujudkan
pikiran murni dan cerah dari sifat alami Kamu yang halus dan
mendalam serta memenangkan mata yang murni dan jelas.'
Tanggapan kembali terhadap pikiran.
'Ananda, beberapa saat yang lalu Kamu mengatakan bahwa Kamu
melihat genggaman tangan Saya bersinar. katakan pada Saya,
bagaimana kecerahannya terjadi, apa yang menyebabkannya menjadi
bentuk genggaman tangan dan dengan apa Kamu melihatnya?'
Ananda menjawab : 'Tubuh Buddha berwarna emas adalah seperti
bukit indah berharga dan menunjukkan kemurnian dan kebersihan,
sehingga genggaman tangan bersinar. Itu benar-benar mata Saya
yang melihat Dia membungkukan jari-jari dan membentuk sebuah
genggaman yang diperlihatkan untuk Kami semua.'
Sang Buddha berkata: "Sesungguhnya orang-orang bijak harus
dibangunkan oleh contoh dan persamaan (analogi). Ananda, jika
Saya tidak memiliki tangan, Saya tidak akan memiliki genggaman
dan jika Kamu tidak memiliki mata, Kamu tidak akan memiliki
penglihatan. Apakah ada hubungan antara organ alat tubuh
penglihatan Kamu dan genggaman Saya?"
Ananda menjawab : 'Ya, Yang Dimuliakan Dunia. Jika Saya tidak
memiliki mata, Saya tidak akan memiliki penglihatan, jadi ada
persamaan dasar antara organ alat tubuh penglihatan dan
genggaman Sang Buddha.'
Sang Buddha berkata: 'Penalaran Kamu tidak benar. Misalnya,
seorang laki-laki yang tidak memiliki tangan tidak memiliki
genggaman, tapi seorang laki-laki tanpa mata masih memiliki
(kemampuan) penglihatannya. Ketika Kamu bertemu dengan laki-laki
yang buta dan bertanya kepadanya apa yang dilihatnya, dia akan
memberitahu Kamu tidak ada apapun tapi kegelapan yang ada
dihadapannya. Oleh karena itu, meskipun hal-hal mungkin ditutupi
dari (kemampuan) penglihatan, penglihatan terus berlanjut.'
Ananda berkata : 'Jika seorang laki-kali buta yang melihat tiada
apapun tapi kegelapan dihadapannya, bagaimana dapat ini disebut
penglihatan?
Sang Buddha bertanya : 'Apakah ada perbedaan apa saja antara
kegelapan yang dilihat lelaki buta dihadapannya dan yang dilihat
oleh lelaki yang tidak buta ketika dia di dalam sebuah ruangan
gelap?'
(Ananda menjawab) : 'Yang Dimuliakan Dunia, tidak ada
perbedaan.'
Sang Buddha berkata: 'Ananda, ketika lelaki buta yang biasanya
melihat hanya kegelapan tiba-tiba sembuh memperoleh kembali
penglihatannya dan melihat segala sesuatu dengan jelas, Jika
Kamu mengatakan bahwa itu adalah mata dia yang melihat, lalu
ketika seorang laki-laki yang melihat kegelapan didalam sebuah
ruangan gelap tiba-tiba menyalakan lampu yang memungkinkan dia
untuk melihat apa yang ada disana, Kamu akan mengatakan bahwa
itu adalah lampu yang melihat. Jika lampu dapat melihat sesuatu,
dia seharusnya memiliki organ penglihatan dan seharusnya tidak
dinamakan sebuah lampu; Jika dia sungguh melihat, dia tidak
memiliki hubungan dengan Kamu. Oleh karena itu, Kamu seharusnya
tahu bahwa saat lampu dapat menampakkan wujud, penglihatan
berasal dari mata tapi bukan dari lampu. Demikian juga, saat
mata Kamu dapat menampakkan wujud, sifat alami dari penglihatan
berasal dari pikiran tapi bukan dari mata.'
[center]Orang-orang yang terbalik[/center]
Walaupun Ananda dan Perkumpulan telah mendengarkan Kata-Kata
ini, Mereka tinggal tanpa berkata apapun. Seperti Mereka tidak
terbangunkan oleh Ajaran itu, Mereka merangkapkan kedua telapak
tangan Mereka bersama-sama dan menunggu untuk pelajaran lebih
lanjut dari Sang Buddha dengan akal pikiran Mereka terpusat
untuk mendengarkan itu.
Pandangan umat duniawi yang terbalik
Sang Buddha kemudian mengangkat tangan-Nya yang bersinar,
menegakkan jari-Nya untuk memberikan (lebih lanjut) pengajaran
kepada Ananda dan perkumpulan majelis dan bertanya: 'Setelah
Saya mencapai Pencerahan (Bodhi), Saya pergi ke taman Mrgadava
di mana Saya memberitahukan ajnata-kaundinya dan kelompok dia
yang terdiri dari lima bhiksu begitu juga anda para bhiksu,
bhiksuni dan umat, bahwa semua makhluk hidup yang gagal mencapai
Pencerahan dan gagal menjadi Arahat karena mereka disesatkan
oleh debu asing yang menciptakan angan-angan khayalan dan
tertekan kesukaran (dengan memasuki pikiran mereka). Apa yang
pada saat itu menyebabkan anda terbangun sehingga anda sekarang
dapat memenangkan buah suci?
Ajnata-kaundinya kemudian bangkit dari kursinya dan menjawab
kepada sang Buddha: 'Saya sekarang seorang yang lebih tua dalam
perkumpulan majelis di mana saya satu-satunya yang telah
memperoleh seni menafsirkan karena saya telah terbangun pada
(arti dari) ungkapan: "debu asing", sehingga saya memenangkan
buah (suci) itu. Bhagavan, (debu asing) adalah seperti seorang
tamu yang berhenti di sebuah penginapan di mana ia melewati
malam atau makan sesuatu dan kemudian membungkus dan meneruskan
perjalanannya karena ia tidak bisa tinggal lebih lama. Adapun
tuan rumah penginapan itu, ia tidak memiliki tempat manapun
untuk pergi. Kesimpulan saya adalah bahwa orang itu yang tidak
tinggal menetap adalah tamu dan orang yang tinggal menetap
adalah tuan rumah. Oleh karena itu, suatu wujud adalah "asing"
ketika dia tidak tinggal menetap. Sekali lagi, saat ketika
matahari terbit di langit yang cerah dan cahayanya masuk (rumah)
melalui tempat terbuka, debu terlihat menari dalam sinar cahaya
sedangkan ruang kosong tidak bergerak. Saya menyimpulkan bahwa
yang tetap adalah kekosongan dan yang bergerak adalah debu. Oleh
karena itu, suatu wujud adalah "Debu" ketika dia bergerak.'
Sang Buddha berkata: 'Benar.'
Pandangan umat Hinayana yang terbalik
Sang Buddha kemudian membungkukkan, menegakkan dan membungkukkan
lagi jari-jari-Nya dan bertanya kepada Ananda: 'Apa yang kamu
lihat?'
Ananda menjawab: 'Saya melihat sang Buddha membuka dan menutup
kepalan tangan-Nya.?'
Sang Buddha bertanya: 'Anda mengatakan bahwa Anda melihat
kepalan tangan Saya membuka dan menutup, apakah itu kepalan
tangan-Ku atau penglihatan Anda yang dibuka dan ditutup?'
Ananda menjawab: 'Seperti kepalan tangan sang Buddha dibuka dan
ditutup, Saya melihat begitu dan bukan sifat alami dari
penglihatan Saya melakukannya dengan sendirinya.'
Sang Buddha bertanya: 'Yang mana yang bergerak dan yang tetap?'
Ananda menjawab: 'Tangan sang Buddha tidak tetap; seperti dengan
sifat penglihatan Saya yang sudah melampaui keadaan keheningan,
itu tidak bisa bergerak.'
Sang Buddha berkata: 'Benar.'
Kemudian sang Buddha mengirim keluar dari telapak Nya pancaran
sinar cahaya ke arah kanan Ananda, dan sang murid berbalik untuk
melihat itu. Kemudian Dia mengirim keluar sinar lain ke arah
kiri Ananda dan sang murid berbalik untuk melihat itu. Sang
Buddha kemudian bertanya: 'Mengapa kepala Anda bergerak?'
Ananda menjawab: 'Saya melihat sang Buddha mengirim keluar
pancaran sinar cahaya ke arah kanan dan kiri Saya, Saya
berpaling untuk melihatnya dan sehingga kepala Saya bergerak.'
(Sang Buddha berkata : ) 'Ketika Anda berbelok ke arah kanan dan
kiri untuk melihat cahaya sang Buddha, apakah itu kepala Anda
atau penglihatan Anda yang bergerak?'
(Ananda menjawab : ) 'Bhagavan, itu adalah kepala Saya yang
berpaling; seperti dengan sifat penglihatan Saya yang sudah
melampaui keadaan keheningan, bagaimana bisa itu bergerak?'
Sang Buddha berkata: 'Benar.'
Sang Buddha kemudian menyatakan kepada perkumpulan majelis:
'Jadi setiap orang duniawi mengetahui bahwa apa yang bergerak
adalah debu. dan bahwa dia yang tidak tinggal menetap adalah
tamu. Anda telah melihat Ananda yang kepalanya bergerak dengan
sendirinya sedangkan penglihatan-nya tidak dapat bergerak. Anda
juga telah melihat kepalan tangan Saya yang terbuka dan tertutup
dengan sendirinya sedangkan penglihatan dia tidak meluas atau
menguncup. Mengapa Anda masih menganggap yang bergerak sebagai
tubuh Anda dan lingkungan sekeliling, dan jadi, dari awal sampai
akhir, membebaskan pikiran Anda untuk naik dan turun tanpa
gangguan, dengan demikian kehilangan (penglihatan dari) sifat
alami sejati Anda dan puas terlibat dalam tindakan mundur
belakang? Dengan kehilangan pikiran (benar) dari sifat alami
sejati Anda dan dengan keliru (ilusi) mempersamakan objek untuk
diri Anda, Anda membebaskan diri Anda sendiri untuk terjebak ke
dalam roda (dari samsara) dengan demikian memaksa diri Anda
sendiri untuk melalui perpindahan.'
Pandangan terbalik dari para bidah mengenai penghancuran
Setelah Ananda dan seluruh perkumpulan majelis telah mendengar
perkataan sang Buddha, tubuh dan pikiran mereka menjadi tenang
dan tersusun. Mereka berpikir bahwa, sejak waktu tanpa awal,
mereka telah kehilangan (penglihatan dari) pikiran mereka
sendiri dengan secara salah melekat pada bayang-bayang kondisi
sebab-musabab yang berbeda milik mereka dan bahwa mereka telah
hanya sekarang terbangun terhadap semua ini, seperti bayi
(lapar) yang belum mendapat susu selama beberapa waktu dan
tiba-tiba melihat ibunya yang penuh kasih sayang. Mereka
merangkapkan telapak tangan mereka bersama-sama mengucapkan
terima kasih kepada Sang Buddha dan berharap untuk mendengar
ajaran-Nya pada tingkat ganda dari kenyataan dan ketidaknyataan,
ada dan tiada dan kematian dan keabadian dari tubuh dan pikiran.
Kemudian Raja Prasenajit bangkit dan berkata kepada Sang Buddha:
'Sebelum saya menerima pengajaran dari sang Buddha, saya bertemu
(Kakuda) Katyayana dan (Sanjaya) Vairatiputra yang keduanya
mengatakan bahwa ketika tubuh mati, pemusnahan itu disebut
Nirvana. Meskipun saya sekarang telah bertemu Sang Buddha, saya
masih belum jelas tentang hal ini. Semua orang di sini yang
masih berada dalam arus perpindahan ingin tahu bagaimana untuk
menyadari pikiran itu dan membuktikan bahwa itu berada di luar
kelahiran dan kematian.'
Sang Buddha berkata kepada Raja Prasenajit: 'Raja Agung,
sekarang saya bertanya kepada Anda tentang tubuh Anda yang dari
daging dan darah: apakah itu bersifat tetap dan tidak bisa
dihancurkan seperti berlian, atau apakah itu berubah dan rusak
membusuk?'
(Sang Raja menjawab : ) 'Tubuhku akan membusuk dan pada akhirnya
hancur.'
Sang Buddha bertanya: 'Raja Agung, Anda belumlah meninggal,
bagaimana Anda tahu bahwa tubuh Anda akan hancur?'
Sang Raja menjawab: 'Bhagavan, meskipun ketidakkekalan,
perubahan dan pembusukan tubuh saya belum mati, saya mengamati
bahwa dia berubah dan rusak tanpa jeda sesaatpun dan terikat
untuk "pergi keluar" seperti api yang secara bertahap membakar
keluar dan akan dikurangi hingga tiada apapun.'
Sang Buddha bertanya: 'Ya, Raja Agung, Anda sudah tua sekarang
tapi bagaimana penampilan Anda dibandingkan dengan ketika Anda
masih kecil?'
Sang Raja menjawab: 'Bhagavan, ketika saya masih kecil, kulit
saya bersinar dan ketika saya tumbuh dewasa, saya penuh
semangat, tapi sekarang saya berusia lanjut dan melemah, saya
tumbuh tipis dan semangat saya memudar, rambut saya memutih dan
wajahku berkerut sehingga saya tahu saya tidak akan hidup lebih
lama lagi, tidak ada perbandingan antara sekarang dan ketika
saya penuh semangat hidup.'
Sang Buddha berkata: 'Raja Agung, penampilan Anda tidak harus
menurun.'
Sang Raja menjawab: 'Bhagavan, itu telah berubah sepanjang waktu
terlalu kentara bagi saya untuk menyadarinya. Dengan perubahan
tetap dari musim, saya telah menjadi apa yang saya sekarang.
Kenapa? Karena ketika saya berusia dua puluh, meskipun masih
muda, saya sudah tampak lebih tua daripada ketika saya berusia
sepuluh tahun, sementara pada tiga puluh saya masih lebih tua.
Karena saya sekarang enam puluh dua, saya lebih tua dari pada
lima puluh ketika saya masih lebih kuat. Bhagavan, saya melihat
perubahan tak terlihat di setiap dasawarsa (masa 10 tahun), tapi
ketika saya melihat ke dalamnya dengan dekat, (saya melihat
bahwa) itu tidak hanya terjadi tahunan, bulanan dan harian,
tetapi dalam setiap saat dari berpikir. Itu sebabnya saya tahu
bahwa tubuh saya ditakdirkan untuk kehancuran akhir.'
Sang Buddha berkata: 'Raja Agung, Anda mengamati perubahan tanpa
henti dan tahu bahwa Anda akan mati, tetapi apakah Anda tahu
bahwa ketika Anda melakukannya, ada terdapat yang ada di dalam
tubuh Anda dan tidak mati?'
Raja merangkapkan kedua telapak tangan (anjali) dan berkata:
'Aku benar-benar tidak tahu.'
Sang Buddha melanjutkan: 'Sekarang Saya akan menunjukkan sifat
alami diri yang berada di luar kelahiran dan kematian. Raja
Agung, berapa usia Anda ketika Anda pertama kali melihat
Gangga?'
Sang Raja menjawab: 'Ketika saya berusia tiga tahun, Ibu saya
membawa saya untuk menyembah deva Jiva. Waktu kami menyeberangi
sungai, aku tahu itu adalah Sungai Gangga.'
Sang Buddha bertanya: 'Raja Agung, seperti yang Anda katakan,
Anda lebih tua pada saat dua puluh dari pada sepuluh, dan sampai
Anda enam puluh, seperti hari, bulan dan tahun berganti satu
sama lain, (tubuh) Anda berubah dalam setiap saat ingatan.
Ketika Anda melihat Gangga pada saat berusia tiga tahun, apakah
air-nya (sama seperti itu) ketika Anda masih berusia tiga
belas?'
Sang Raja menjawab: 'Itu adalah sama ketika saya berumur tiga
dan tiga belas, dan masih sekarang bahwa saya berumur enam puluh
dua.'
Sang Buddha berkata: 'Seperti sekarang Anda memperhatikan rambut
putih dan wajah berkerut Anda, pasti ada lebih banyak keriput
daripada ketika Anda masih anak kecil. Hari ini ketika Anda
melihat Gangga, apakah Anda memperhatikan bahwa penglihatan Anda
adalah "tua" sekarang sementara itu masih "muda" setelah itu?'
Sang Raja menjawab: 'Itu selalu sama, Bhagavan.'
Sang Buddha berkata: 'Raja Agung, meskipun wajah Anda berkerut,
sifat alami dari intisari ini dari penglihatan Anda adalah
tidak. Oleh karena itu, apa yang keriput berubah dan apa yang
bebas dari keriput tidak berubah. Perubahan ini tunduk pada
kehancuran sedangkan yang tidak berubah secara asasi mendasar
berada di luar kelahiran dan kematian; bagaimana bisa itu tunduk
pada kelahiran dan kematian? Mengapa Anda membawa keluar ajaran
salah dari Maskari Gosaliputra tentang kehancuran total pada
akhir kehidupan ini?'
Setelah mendengar ini, sang raja menyadari bahwa setelah
kematian, akan ada hidup kembali (tidak ada pemusnahan tapi) di
perpindahan lainnya. Dia dan seluruh perkumpulan majelis merasa
senang dan menjadi bersemangat pada Pengajaran yang belum pernah
mereka dengar sebelumnya.
Perilaku yang terbalik
Setelah mendengar ini, Ananda bangkit dari tempat duduknya,
bersujud di hadapan Buddha, merangkapkan dua telapak tangan
(anjali) dan berlutut sambil berkata:. 'Bhagavan, jika kedua
dari 'melihat' dan 'mendengar' berada di luar kelahiran dan
kematian, mengapa sang Buddha berkata bahwa kami telah
kehilangan (penglihatan dari) sifat alami Sejati kami dan oleh
sebab itu bertindak secara terbalik? Akankah Anda cukup penuh
kasih untuk mencerahkan kami, sehingga membersihkan debu yang
mengotori batin kami?.'
Kemudian Sang Buddha menurunkan lengan-Nya yang bewarna emas
dengan jari menunjuk ke bawah dan bertanya kepada Ananda:.
'Seperti yang Anda lihat tangan Saya, apakah itu berada dalam
(posisi) yang benar atau terbalik?'
Ananda menjawab: 'Semua orang duniawi menganggap ini sebagai
terbalik tapi saya sendiri tidak tahu mana posisi yang benar
atau terbalik '
Sang Buddha bertanya:. 'Jika mereka percaya bahwa itu terbalik,
posisi mana yang mereka anggap tegak lurus?'
Ananda menjawab:. 'Jika sang Buddha mengangkat tangan-Nya ke
atas menunjuk ke langit, maka itu akan jadi tegak lurus .'
Sang Buddha kemudian mengangkat tangan-Nya ke atas dan berkata:.
'Jika orang duniawi sangat membeda-bedakan antara tangan tegak
lurus dan terbalik, mereka akan dengan cara yang sama membedakan
antara tubuh Anda dan yang murni dan bersih dari Dharmakaya
(tubuh dharma) sang Buddha dan akan mengatakan bahwa tubuh sang
Tathāgata.benar-benar tercerahkan sedangkan tubuh Anda terbalik
ke bawah. Jika Anda melihat secara dekat ke dalam tubuh Anda dan
tubuh Buddha, di mana ini yang disebut pembalikan?'
Setelah mendengar ini, Ananda dan perkumpulan majelis itu
bingung dan menatap tajam pada Sang Buddha tanpa mengetahui
apakah tubuh dan pikiran mereka benar-benar terbalik.
Angan-angan khayalan dan Pencerahan adalah dari sumber yang sama
Sang Buddha tergerak oleh belas kasihan dan mengasihani Ananda
dan perkumpulan majelis, berkata dengan suara-Nya yang sekuat
gelombang pasang samudera: 'Pria yang baik, Saya selalu
menyatakan bahwa Bentuk dan Pikiran dan semua penyebab timbul
dari sini, semua kondisi batin dan semua gejala kejadian sebab
musabab adalah melainkan penjelmaan wujud dari pikiran. Tubuh
dan pikiran kamu adalah hanya penampilan di dalam keindahan,
kecerahan dan kemurnian Pikiran yang sangat mendalam. Mengapa
Anda menyimpang dari kealamian sifat mulia, cerah dan halus dari
Pikiran yang secara asasi mendasar tercerahkan dan sangat
mengakui angan-angan khayalan dalam Pencerahan?'
Kesuraman (Pikiran) menciptakan kekosongan (yang kusam pudar)
dan keduanya, di dalam kegelapan, bersatu dengan itu menjadi
bentuk. Percampuran bentuk dengan pikiran yang salah menyebabkan
yang terakhir untuk mengambil bentuk tubuh, diaduk oleh
sebab-sebab yang terkumpul di dalam dan tertarik ke luar di
luar. Gangguan dalam batin tersebut secara keliru disamakan
untuk sifat alami pikiran, oleh karena itu pandangan salah dari
pikiran itu menetap tinggal di dalam tubuh fisik dan kegagalan
untuk menyadari bahwa tubuh ini dan juga gunung-gunung diluar,
sungai, ruang dan bumi yang besar adalah melainkan gejala
kejadian didalam Pikiran Benar yang terang menakjubkan. Seperti
seorang pria bodoh yang tidak memperhatikan samudera laut besar
tetapi menggenggam gelembung yang mengambang dan menganggapnya
sebagai seluruh tubuh air dalam hamparan bentangannya yang
sangat besar, Anda adalah dua kali lipat yang tertipu diantara
yang tertipu. Ini adalah yang sama persis dengan angan-angan
yang sama seperti ketika Saya menurunkan tangan Saya ke bawah,
dan sehingga sang Tathagata mengatakan bahwa Anda adalah
orang-orang yang paling patut dikasihani.
[center]Menyangkal tanggapan penglihatan yang salah untuk
menghilangkan kumpulan keempat dan mengungkapkan tidak adanya
kesadaran ketujuh[/center]
Memusnahkan Ketidaknyataan
Tidak adanya tanggapan penglihatan yang berbeda
pandangan ananda yang salah
Ananda menangis terharu oleh cinta kasih sang Buddha dan
Pengajaran yang mendalam, merangkapkan dua telapak tangannya
bersama dan berkata:
"Setelah mendengar Dharma sang Buddha yang indah, Saya telah
menyadari bahwa Pikiran yang terang menakjubkan pada dasarnya
sempurna, sehingga Saya selalu menghuni didalam dasar pikiran
Saya. Tetapi jika kebangkitan Saya telah dikarenakan khotbah
sang Buddha, Saya telah (benar-benar) mengunakan, pikiran sebab
akibat Saya untuk mendengarnya dengan hormat, sehingga dengan
hanya menyadari pikiran itu. Saya tidak berani berpura-pura
bahwa itu adalah Pikiran-dasar yang pokok. Akankah Anda cukup
penuh kasih untuk mencerahkan Saya sehingga menghapus keraguan
Saya (yang tersisa) agar Saya bisa kembali ke Jalan Kebenaran
Tertinggi?
[center]Ketidaknyataan yg ditimbulkan oleh sebab-sebab
angan-angan khayalan[/center]
Sang Buddha berkata:. Anda masih menggunakan pikiran Anda yang
melekat untuk mendengarkan Dharma, karena, bagaimanapun, Dharma
ini juga adalah sebab akibat, Anda gagal untuk menyadari sifat
alami Dharma. Ini seperti orang yang menunjuk jarinya ke bulan
untuk memperlihatkan kepada orang lain yang harus mengikuti arah
jari untuk melihat bulan. Jika mereka melihat ke jari itu dan
keliru mempersamakan itu untuk bulan, mereka kehilangan
(penglihatan dari) bulan dan jari. Kenapa? Karena bulan yang
terang itu sebenarnya yang ditunjuk, mereka berdua kehilangan
penglihatan dari jari dan gagal untuk membedakan antara
(keadaan) kecerahan dan kegelapan. Kenapa? Karena mereka keliru
mempersamakan jari itu untuk bulan yang terang itu dan tidak
jelas tentang terang dan gelap.
Demikian juga, jika Anda keliru mempersamakan (kepandaian) Anda
yang mendengar suara khotbah Saya untuk (pikiran benar) Anda,
sifat alami cerdas terakhir itu akan bebas berdiri sendiri
terhadap suara yang dibedakan itu. Misalnya, ketika seorang
pejalan menghabiskan malam di sebuah rumah penginapan, ia
melakukannya selama satu waktu dan kemudian pergi meninggalkan,
tidak tinggal di sana selama-lamanya: untuk sang penjaga
penginapan, ia tidak memiliki tempat lain untuk pergi karena ia
memiliki penginapan. Ini adalah sama dengan pikiran Anda.
[center]Ketidakbenaran dari alat indera dan kesadaran[/center]
Jika itu adalah Pikiran Benar Anda, dia tidak memiliki tempat
untuk pergi. Lalu mengapa dalam ketiadaan pembicaraan itu tidak
memiliki sifat cerdas alami sendiri? (Kepandaian) yang
berbeda-beda ini tidak muncul hanya ketika Saya berbicara,
tetapi juga ketika Anda melihat penampilan Saya; itu tidak
memiliki kecerdasan. Sifat alami dari itu sendiri ketika tidak
ada bentuk. (Itu bukanlah Pikiran Benar) bahkan ketika Anda
mencapai keadaan di mana semua perbedaan berhenti, keadaan yang
tiada bentuk maupun kekosongan, yang para bidah menyebutnya
Kegelapan Awal.
[center]Semua gejala kejadian yang bisa dikembalikan ke penyebab
adalah tidak nyata[/center]
Jika itu yang tidak memiliki sifat cerdas alami sendiri berhenti
berada dalam ketiadaan kondisi sebab akibat, bagaimana bisa
(yang disebut) sifat alami pikiran Anda dapat menjadi tuan rumah
(yang bebas berdiri sendiri) jika ia menghilang saat kembali ke
penyebab (angan-angan khayalannya)?
[center]Meminjam Intisari Pokok Dari Tanggapan Penglihatan Untuk
Menemukan Sebab Akibat Luar[/center]
Ananda bertanya: 'Jika setiap keadaan pikiran saya dapat
dikembalikan ke penyebabnya, mengapa sang Buddha berbicara
tentang Pikiran asli yang terang menakjubkan yang tidak dapat
dikembalikan ke mana pun? Akankah Anda cukup penuh belas kasih
untuk mencerahkan saya?'
[center]Menyiapkan intisari pokok dari tanggapan
penglihatan[/center]
Sang Buddha berkata: 'Seperti Anda melihat Saya sekarang,
intisari pokok penglihatan Anda aslinya jelas. Walaupun itu
bukan Pikiran terang yang mendalam, itu adalah seperti bulan
kedua tetapi bukan merupakan pantulan bayangan dari bulan (di
air). Sekarang dengarkan dengan penuh perhatian penjelasan Saya
tentang hal yang tidak dapat kembali di mana pun.
[center]Menemukan sebab akibat luar[/center]
'Ananda, pintu dan jendela ruangan ini terbuka lebar dan
menghadap ke timur. Ada cahaya saat matahari terbit di langit
dan ada kegelapan di tengah malam ketika bulan memudar atau
disembunyikan oleh kabut atau awan. Penglihatan Anda leluasa
tanpa rintangan melalui pintu dan jendela terbuka namun
terhambat di mana ada dinding atau rumah. Dimana ada perbedaan,
Anda merasakan (pengadukan) penyebab dan kekosongan yang
membosankan, Anda hanya melihat kekosongan. Suatu kondisi tidak
sadar, hasil dari luar yang membingungkan sedangkan sebaliknya
'keadaan terbangun' mengarah pada tanggapan penglihatan yang
jelas. Ananda, lihat sekarang bagaimana Saya. mengembalikan
masing-masing dari keadaan yang berubah ini ke kondisi sebab
akibat nya. Sebab akibat asli apakah ini? Ananda, dari
kondisi-kondisi yang berubah ini, cahaya dapat dikembalikan ke
matahari. Kenapa? Karena tidak ada cahaya tanpa matahari dan
karena cahaya datang dari matahari, dia dapat dikembalikan ke
itu (yaitu, asal-usulnya). 'Kegelapan' dapat dikembalikan ke
'bulan yang memudar'; 'kejelasan' ke 'pintu dan jendela yang
terbuka', 'halangan' ke 'dinding dan rumah', 'penyebab' ke
'pembedaan', 'kekosongan' ke 'kekosongan yang saling
berhubungan'; 'Luar yang membingungkan' ke 'ketidaksadaran' dan
'tanggapan penglihatan yang jelas' kepada 'keadaan terbangun'.
Tidak ada di dunia yang melampaui kondisi ini. Sekarang ketika
initsari pokok tanggapan penglihatan Anda menghadapi delapan
keadaan ini, di manakah hal itu dapat dikembalikan? Jika pada
kecerahan Anda tidak akan melihat kegelapan ketika tidak ada
cahaya. Meskipun keadaan-keadaan ini seperti cahaya, kegelapan,
dan seterusnya, berbeda satu sama lain, penglihatan Anda tetap
tidak berubah.
[center]Sifat alami dari tanggapan penglihatan[/center]
'Semua keadaan yang bisa dikembalikan ke penyebab luar adalah
jelas bukan Anda, tapi yang tidak dapat dikembalikan ke mana
pun, jika itu bukan Anda, apakah itu? Oleh karena itu, Anda
harus tahu bahwa Pikiran Anda pada dasarnya adalah indah, cerah
dan murni dan bahwa dikarenakan oleh 'angan-angan khayalan' dan
'kebodohan' Anda, Anda telah melewatkan hal itu dan akhirnya
terjerat pada roda perpindahan, tenggelam dan mengambang di laut
samsara. Inilah sebabnya mengapa sang Tathagata mengatakan bahwa
Anda adalah orang yang paling patut dikasihani.
[center]Sifat alami dari tanggapan penglihatan (mendasar) adalah
bukan intisari pokok dari tanggapan penglihatan[/center]
Ananda bertanya: 'Sekarang saya mengerti bahwa sifat alami dari
tanggapan penglihatan tidak dapat dikembalikan kepada penyebab
luar apapun tapi bagaimana saya bisa tahu bahwa itu adalah Sifat
Alami Sejati saya?'
#Post#: 89--------------------------------------------------
Re: Suramgama Usnisa Sitatapatra Mahayana Suttram
By: ajita Date: November 11, 2016, 8:03 am
---------------------------------------------------------
Daya tampung dari tanggapan penglihatan
Sang Buddha berkata: 'Ananda, meskipun Anda belum mencapai
keadaan melampaui diluar arus perpindahan, Anda sekarang dapat
menggunakan 'kekuatan Buddha yang sangat sulit dipahami' untuk
melihat 'Surga Dhyana pertama' tanpa halangan, seperti Aniruddha
yang melihat dunia ini (Jambudvipa) sejelas buah yang dipegang
tangannya sendiri. Para Bodhisattva dapat melihat ratusan dan
ribuan dunia. Para Buddha di sepuluh penjuru dapat melihat semua
tanah Murni yang tidak terhitung seperti debu. Bagi makhluk
hidup, jangkauan penglihatan mereka (kadang-kadang) terbatas
jarak inci.'
Menemukan objek-objek sebab akibat
'Ānanda, seperti Anda dan Saya melihat istana yang dihuni
oleh empat raja surgawi dengan semua yang ada di dalam air, di
tanah dan di udara, meskipun ada berbagai macam wujud dan bentuk
dalam terang dan gelap, mereka adalah melainkan gangguan
rintangan yang dihasilkan dari perbedaan Anda terhadap tujuan
gejala kejadian. Di sini Anda harus membedakan antara diri Anda
sendiri dan objek-objek yang diluar. Dari, apa yang Anda lihat,
sekarang Saya menemukan apa yang diri Anda sendiri dan mereka
yang melainkan hanya gejala kejadian. Ananda, jika Anda
sepenuhnya memakai bidang penglihatan Anda, dari matahari dan
bulan hingga jarak tujuh gunung dengan semua macam cahaya, semua
yang Anda lihat adalah gejala kejadian yang bukan Anda. Ketika
Anda (memperpendek jarak Anda), Anda melihat awan yang sedang
lewat berlalu dan burung yang sedang terbang, angin naik dan
debu, pohon, gunung, sungai, rumput, manusia dan binatang,
mereka semuanya adalah yang diluar dan bukan Anda.'
Intisari pokok dari tanggapan penglihatan
'Ananda, banyak berbagai macam hal, jauh dan dekat, ketika
dilihat oleh intisari pokok penglihatan Anda, muncul berbeda
sementara sifat alami dari penglihatan Anda adalah seragam.
Intisari pokok yang cerah menakjubkan ini adalah benar-benar
sifat alami dari tanggapan penglihatan Anda.'
Intisari pokok dari tanggapan penglihatan yang keliru
mempersamakan yang diluar
Menyangkal kesalahpahaman ini
"Jika penglihatan adalah benda (objek), Anda seharusnya juga
melihat penglihatan Saya. Jika Anda dapat melakukannya mengapa
ketika Saya tidak melihat suatu hal, Anda tidak melihat 'tiada
penglihatan Saya'? (Bahkan) jika Anda melakukannya itu tidak
akan menjadi nyata tetapi merupakan penglihatan salah Anda. Jika
Anda tidak melihat 'tiada penglihatan Saya', itu memahami bahwa
penglihatan Anda dan Saya adalah bukan benda. Jika demikian,
mengapa penglihatan Anda tidak bisa menjadi Anda? Sekali lagi,
jika ketika Anda melihat sebuah benda Anda memegangnya begitu
saja, itu seharusnya juga melihat Anda; jika demikian, benda itu
dan sifat alami dari penglihatan akan berbaur dan Kamu, Aku dan
Dunia akan berada dalam kebingungan sepenuhnya.'
Tanggapan penglihatan yang benar
'Ānanda, ketika Anda melihat (benda), penglihatan ini
adalah milik-Mu dan bukan milik-Ku, dan sifat alaminya menembus
kemana-mana; jika itu bukan Anda, apakah itu? Mengapa Anda masih
ragu tentang sifat alami sejati yang dimiliki Anda dan meminta
Saya untuk menegaskan bahwa itu tidak salah?'
Menghapus daya tampung Tanggapan Penglihatan untuk mengungkap
Pikiran Sejati
Daya tampung dari Penglihatan
Ananda bertanya: 'Bhagavan, jika saya adalah sifat alami dari
penglihatan, mengapa ketika sang Buddha dan saya melihat istana
dari empat raja surgawi dan matahari dan bulan, apakah
penglihatan ini pertama terlebih dahulu menembus seluruh dunia
dan kemudian kembali ke Vihara ini, kemudian ke kuil-nya dan
sekarang ke ruangan ini beserta dengan atap-nya dan koridor-nya?
Apakah penglihatan ini yang pertama kali menjalar meliputi alam
semesta sekarang kembali dan mengisi hanya ruangan ini; apakah
skala-nya yang sebelumnya tidak menyusut, atau dipotong oleh
dinding dari ruangan ini? Saya tidak tahu di mana "arti" dari
semua ini benar-benar "terletak"; Akankah Anda cukup penuh belas
kasih untuk mencerahkan saya?'
Menghentikan daya tampung dari penglihatan
Sang Buddha menjawab: 'Ananda, segala sesuatu di dunia ini, baik
besar atau kecil, dalam atau luar, serta dalam kondisi-kondisi
lain, adalah yang bersifat di luar; Anda seharusnya tidak
mengatakan bahwa penglihatan Anda mengembang dan menyusut. Ambil
contoh sebuah kotak persegi dalamnya yang dipandang sebagai
mengandung "persegi" udara. Sekarang, katakan pada-Ku, apakah
udara itu terlihat sebagai "Persegi" dalam kotak persegi itu,
benar-benar persegi atau tidak? Jika demikian, itu seharusnya
tidak bulat ketika "dituangkan" ke dalam kotak bulat. Jika
tidak, maka seharusnya tidak ada 'persegi' udara dalam kotak
persegi. Anda mengatakan bahwa Anda tidak tahu di mana "arti"
dari semua ini benar-benar "terletak," (Tapi) 'artinya' begitu,
di mana Anda ingin itu "diletakkan"? Ananda, jika Anda ingin,
udara menjadi tidak persegi atau bulat, buang saja kotak itu.
Karena udara tidak memiliki tempat letak, Anda tidak perlu lagi
bersikeras menghapus tempat di mana itu "terletak". Jika,
seperti yang Anda katakan, ketika Anda memasuki ruangan ini,
penglihatan Anda menyusut kedalam batas lingkungan kecil, maka
ketika Anda melihat matahari, apakah Anda mengangkatnya ke atas
untuk mencapai matahari yang ada di atas langit? Jika dinding
bisa memotong penglihatan Anda, dapatkah Anda mencegahnya dari
mengintip melalui lubang di dinding? Oleh karena itu, anggapan
pendapat Anda adalah salah.'
[center]Mengungkap Kebenaran asli[/center]
'Semua makhluk hidup, dari waktu tanpa awal, telah mengabaikan
diri mereka sendiri dengan melekat pada benda-benda luar,
sehingga dengan cara demikian kehilangan dasar pokok pikiran
mereka. Jadi mereka sedang dibalikkan oleh benda dan menganggap
ukuran besar dan kecil. Jika mereka bisa mengubah benda
seluruhnya, mereka akan menjadi seperti sang Tathagata, dan
tubuh dan pikiran mereka akan berada dalam keadaan sempurna
bercahaya; dari tempat suci abadi mereka, ujung dari
masing-masing rambut mereka akan berisi semua tanah lapang dalam
sepuluh penjuru.'
[center]Menghapus intisari pokok tanggapan penglihatan untuk
melenyapkan kumpulan kelima dan kesadaran kedelapan
Pemberantasan Kemelekatan Diri untuk Mengungkap Suatu
Kenyataan[/center]
Ananda bertanya: 'Jika intisari pokok dari penglihatan ini
adalah sifat alami yang menakjubkan milik saya, yang terakhir
harus mewujudkan di depanku. Jika 'penglihatan' adalah diri saya
yang sebenarnya, lalu apakah tubuh dan pikiran saya? Namun pada
kenyataannya tubuh dan pikiran saya bisa membedakan (hal-hal),
sedangkan 'penglihatan' itu tidak dapat membedakan tubuh saya.
Jika tanggapan penglihatan adalah pikiran saya dan menyebabkan
saya untuk melihat (hal-hal), maka tanggapan penglihatan ini
adalah diri saya sedangkan tubuh saya bukan, ini adalah sama
persis apa yang sebelumnya sang Buddha bantahkan (dengan alasan
bahwa) benda-benda seharusnya melihat saya. Apakah Anda cukup
penuh belas kasih untuk mencerahkan saya?'
[center]Membasmi Kesalahpahaman Ananda terhadap Benda Menjadi
dan Tidak Menjadi Tanggapan Penglihatan[/center]
Kesalahpahaman pada benda menjadi tanggapan penglihatan
Sang Buddha menjawab: 'Ananda, gambaran pengartian Anda terhadap
tanggapan penglihatan berada di depan Anda adalah tidak benar
karena jika itu demikian, intisari pokok dari tanggapan
penglihatan seharusnya memiliki posisi yang dapat ditunjukkan.
Ketika Anda duduk di taman Jetavana, anda melihat pohon-pohon
dan gunung-gunung serta ruangan ini, dengan matahari atau bulan
diatas dan Sungai Gangga di kejauhan. Seperti Anda sekarang, di
depan kursi singa Saya, menggerakkan tangan Anda untuk menunjuk
ke sekeliling, seperti dedaunan gelap dari hutan, matahari yang
cerah, dinding yang menghalangi dan ruang yang terbuka jelas
serta rumput, tanaman dan benda yang sangat kecil, meskipun
mereka berbeda ukuran, masing-masing dari mereka dapat
ditunjukkan. Jika
mereka adalah benar-benar penglihatan Anda yang terwujud di
depan Anda, Anda seharusnya mampu menunjukkan mana yang adalah
penglihatan Anda.'
'Ananda, Anda seharusnya tahu bahwa jika kekosongan adalah
penglihatan Anda, karena itu sudah menjadi tanggapan penglihatan
Anda, maka bagaimana itu bisa kosong? Jika benda (yang diluar)
adalah penglihatan anda dan sudah menjadi tanggapan penglihatan
Anda, bagaimana itu bisa yang diluar? Jadi, setelah membedah
segala sesuatu di depan Anda, temukan asas prinsip yang cerah
dan murni dari tanggapan penglihatan Anda dan tunjukkan hal itu
(kepada Saya) untuk membuktikan bahwa itu adalah jelas dan tak
terbantahkan sama persis dengan yang diluar.'
Ananda berkata: 'Dari ruangan ini, sekarang saya melihat Gangga
di kejauhan, matahari atau bulan berada diatas dan semua yang
saya dapat tunjukkan dengan jari saya dan melihat dengan mata
saya, mereka semua adalah benda-benda (yang diluar) tetapi tiada
satupun dari mereka adalah tanggapan penglihatan saya. Bhagavan,
karena sang Buddha telah mengatakan, tidak hanya seorang pemula
di dalam tahap sravaka, seperti saya sendiri, yang masih berada
di dalam arus perpindahan, tetapi bahkan seorang Bodhisattva,
tidak bisa membedah hal-hal dan menunjukkan intisari pokok dari
penglihatan yang memiliki sifat alami yang bebas terpisah dari
gejala kejadian.'
Sang Buddha berkata: 'Benar, benar.'
Kesalahpahaman Benda Tidak Menjadi Tanggapan Penglihatan
Sang Buddha berkata: 'Seperti yang telah Anda katakan, tidak ada
"intisari pokok dari penglihatan" dengan "sifat alami yang bebas
tidak bergantung" pisah terlepas dari "gejala kejadian".
Sekarang jika tidak ada "tanggapan penglihatan" dalam hal yang
Anda tunjukkan, sekarang Saya bertanya lagi: waktu Anda dan sang
Tathagata duduk di taman Jetavana, ketika Anda melihat hutan dan
semua yang diluar termasuk matahari atau bulan, jika tidak ada
intisari pokok dari penglihatan yang dapat dipilih dari mereka,
katakan pada-Ku mana yang bukan penglihatan?'
Ananda menjawab: 'Dari semua hal yang terlihat di taman
Jetavana, saya tidak tahu mana yang bukan penglihatan. Kenapa?
Karena jika pohon-pohon adalah bukan penglihatan, mengapa saya
melihat mereka? Jika mereka adalah penglihatan, mengapa mereka
pohon? Jika kekosongan adalah bukan penglihatan, mengapa saya
melihatnya? Jika kekosongan adalah penglihatan, mengapa itu
kosong? Saya juga telah berpikir dengan hati-hati tentang semua
ini dan sekarang menyimpulkan bahwa masing-masing dari mereka
adalah penglihatan."
Sang Buddha berkata: 'Benar, benar. "
Dalam pertemuan itu, semua orang yang belum mencapai tahap di
luar penelitian, sangat terkejut saat mendengar sang Buddha
mengatakan ini. Mereka gagal untuk memahami makna-Nya dan telah
terganggu dan kehilangan keseimbangan. Sang Buddha menyadari
kebingungan dan kegelisahan mereka dan berbelas kasihan kepada
mereka, mengatakan: 'orang budiman, kata-kata dari Raja Hukum
Kesunyataan Agung adalah benar, sesuai dengan kenyataan dan
tidak menipu atau salah, tidak seperti orang-orang dari bidah
yang khotbahnya sewenang-wenang dan tanpa tujuan. Sekarang
dengarlah dengan penuh perhatian, keyakinan Anda kepada Saya
tidak akan sia-sia .'
Setelah itu, Manjusri Bodhisattva, yang berbelas kasihan kepada
empat Varga (empat kelompok yang terdiri dari
bhiksu,bhiksuni,upasaka, dan upasika), bangkit dari tempat
duduknya, bersujud di kaki sang Buddha, merangkapkan kedua
telapak tangan (anjali) dan berkata: 'Yang dimuliakan dunia
(Bhagavan), orang-orang ini tidak mengerti dua kali lipat
pembukaan pemberitahuan sang Tathagata tentang kenyataan dan
ketidaknyataan dari intisari pokok dari tanggapan penglihatan
dalam "bentuk" dan "kekosongan". Mereka berpikir bahwa jika
bentuk sebab akibat dan kekosongan adalah penglihatan, harusnya
ada tanda petunjuk dari itu, dan jika itu tidak ada, harusnya
tidak ada penglihatan. Mereka tidak memahami ajaran Anda dan,
oleh karena itu, terkejut dan bingung, tetapi mereka tidak
seperti orang-orang yang akarnya sembrono dan kurang cerdas.
Semoga sang Tathagata cukup penuh belas kasih untuk mencerahkan
mereka (sehingga, bahwa mereka tahu) benda apa dan intisari
pokok dari tanggapan penglihatan ini adalah pada pokoknya dan
bahwa ada yang tidak "adalah" maupun "bukan" di antara itu. "
Sang Buddha mengumumkan kepada Manjusri dan perkumpulan majelis:
'Untuk semua Tathagata dan para Bodhisattva dari sepuluh
penjuru, tinggal berdiam dalam keadaan samadhi, penglihatan dan
penyebabnya (yang terjadi bersama-sama), serta semua bentuk yang
dapat dibayangkan, adalah seperti bunga di langit yang pada
pokoknya tidak ada. Penglihatan ini dan penyebabnya adalah pada
dasarnya yang mendalam, zat murni dan cerah dari Pencerahan,
bagaimana bisa ada "adalah" dan "bukan" di dalamnya? Manjusri,
sekarang Saya bertanya ini kepada Anda; Anda sudah Manjusri yang
asli, bisakah ada Manjusri lain yang pertama "adalah" dan
kemudian "bukan"'?
Manjusri menjawab:'Tidak, Bhagavan, saya adalah Manjusri yang
asli dan tidak mungkin ada yang lain. Kenapa? Karena jika ada,
maka akan ada dua Manjusri, tetapi kehadiran saya di sini tidak
berarti bahwa tidak ada Manjusri, dengan pengertian (yang
berubah-rubah) dari "adalah" dan "bukan" di antara.'
Sang Buddha berkata: 'Demikian juga penglihatan yang jelas ini
serta obyek benda (yang terlihat) dan kekosongan adalah pada
pokoknya "sempurna, murni, pikiran sejati yang indah, cerah,
Bodhi tertinggi" secara salah dianggap sebagai "bentuk" dan
"kekosongan" serta "pendengaran" dan "penglihatan", seperti
"bulan kedua" dianggap dengan kesalahpahaman yang menyertai dari
"bulan nyata" dan "tidak nyata". Manjusri, hanya ada satu bulan
nyata yang berada di luar kondisi dari "adalah" dan "bukan".
Oleh karena itu, jika Anda melihat penglihatan
dan objek benda itu dan menimbulkan semua jenis penciptaan
(batin), ini adalah pemikiran yang salah yang akan mencegah Anda
keluar dari kondisi ganda ini dari "adalah" dan "bukan". (Jika
Anda melihat ke dalam mereka dengan cara) ini benar, penting,
indah, cerah, dan sifat alami yang tercerahkan, itu akan
memungkinkan Anda untuk menghindari kegandaan ini.'
[center]Memusnahkan Gudang Kesadaran kedelapan (Alaya)
pembuktian diri untuk Mengungkapkan Satu Kenyataan[/center]
Pembedaan Ananda
Ananda berkata: 'Bhagavan, Raja Hukum Kesunyataan telah
memberitakan sifat pencerahan sebab akibat (Bodhi) yang selalu
hadir di sepuluh penjuru dan yang berada di luar dari kelahiran
dan kematian; apakah hal ini berbeda dari gagasan kedalaman yang
awal, menurut ajaran kepercayaan Kapila dan bahwa Diri sejati
meresap meliputi dimana-mana menurut pertapa bidah (pertapa yang
menyimpang dari ajaran benar) yang menutupi kepala mereka dengan
abu dan debu? Sang Buddha, ketika berada di gunung Lanka, pernah
berkata kepada Mahamati: "Pertapa bidah selalu berbicara tentang
keberadaan alami tetapi Aku memberitakan sebab dan kondisi yang
berada di luar dari tingkat yang mereka telah capai." Sekarang
ketika saya melihat ke dalam sifat alami dari Pencerahan ini,
itu adalah ada diri, diatas kelahiran dan kematian dan diluar
dari semua kepalsuan dan pembalikan. Tampaknya menjadi tiada
sebab dan kondisi (Anda) maupun keberadaan alami mereka. Maukah
Anda mengajari kami sehingga kami tidak akan jatuh ke dalam
ajaran sesat, tetapi memenangkan sifat cerah indah tercerahkan
dari Pikiran Benar.'
Memusnahkan Pembedaan Ananda
Membasmi diri seperti itu
Sang Buddha berkata: 'Saya secara bijaksana mengungkapkan
kebenaran kepada Anda, namun Anda tidak terbangun untuk itu
tetapi keliru mempersamakan itu untuk menjadi diri seperti itu.
Ananda, jika itu adalah diri seperti itu, itu seharusnya
memperlihatkan dengan jelas bahwa zat pokoknya adalah diri.
Sekarang melihat kedalam penglihatan yang menakjubkan ini dan
melihat apa yang diri itu sendiri; apakah Anda mengartikan
cahaya, kegelapan, kejelasan atau halangan itu adalah diri itu
sendiri? Ananda, jika cahaya adalah diri itu sendiri, Anda
seharusnya tidak melihat kegelapan dan jika kekosongan, Anda
seharusnya tidak melihat halangan. Jika kegelapan adalah diri
itu sendiri, sifat alami dari penglihatan Anda seharusnya tidak
ada lagi ketika ada cahaya; jika demikian, mengapa Anda masih
melihat cahaya?'
Ananda berkata: 'Jika demikian, sifat alami dari penglihatan
yang menakjubkan ini adalah bukan diri seperti itu. Sekarang
saya menebak bahwa itu diciptakan oleh sebab dan kondisi tetapi
aku masih belum jelas tentang hal itu. Saya berdoa Tathagata
mengajar saya bagaimana ini cocok sesuai dengan sifat penyebab
dan kondisi.'
Menghilangkan penyebab dan kondisi
Sang Buddha berkata: Anda sekarang berbicara tentang sebab dan
kondisi Mari Saya menanyakan kamu ini: Ketika Anda melihat
sesuatu, sifat alami dari penglihatan mewujud, apakah
penglihatan ini ada karena cahaya, kegelapan, kejelasan atau
halangan? Ananda, jika itu ada karena cahaya, Anda seharusnya
tidak melihat kegelapan dan jika karena kegelapan, Anda
seharusnya tidak melihat cahaya; itu adalah sama dengan
kejelasan dan halangan. Sekali lagi, apakah penglihatan ini di
dalam kondisi terang, gelap, jelas atau terhalang? Ananda, jika
itu jelas, Anda seharusnya tidak melihat halangan dan jika
terhalangi Anda seharusnya tidak melihat bahwa itu adalah jelas,
itu adalah sama dengan cahaya dan kegelapan.
Mengungkap sifat dasar Bodhi
'Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa sifat dasar Bodhi adalah
menakjubkan dan cerah, menjadi tiada sebab maupun kondisi, tiada
diri seperti itu maupun bukan diri seperti itu, tiada
ketidaknyataan maupun bukan ketidaknyataan, dan tiada kenyataan
maupun bukan kenyataan, untuk itu adalah di luar dari semua
bentuk dan sama persis dengan segala sesuatu (dharma). Bagaimana
sekarang Anda dapat berpikir tentang itu dan menggunakan istilah
yang sembrono tak karuan dari dunia untuk mengungkapkannya? Ini
adalah seperti mencoba menangkap atau menyentuh kekosongan
dengan tangan Anda; Anda hanya akan melelahkan diri Anda
sendiri, untuk bagaimana Anda dapat menangkap kekosongan?'
Menyeka pasangka anggapan yang salah
Ananda bertanya: 'Bhagavan, jika sifat alami dari Pencerahan
yang indah menakjubkan memiliki tiada sebab maupun kondisi,
mengapa sang Buddha selalu mengatakan kepada para bhiksu tentang
sifat alami dari penglihatan yang ada dikarenakan oleh empat
kondisi dari kekosongan, cahaya, pikiran dan mata; apa artinya
semua ini?'
Sang Buddha menjawab: 'Saya berbicara tentang sebab dan kondisi
duniawi yang tidak ada hubungannya dengan Kenyataan Tertinggi.'
[center]Menghilangkan intisari pokok dari tanggapan penglihatan
untuk Mengungkapkan Pencerahan yg baru jadi
Memusnahkan Pembedaan Ananda[/center]
'Ananda, sekarang Saya menanyakan kepada Anda ini: 'Ketika
seorang duniawi mengatakan bahwa ia bisa melihat hal-hal, apa
yang ia maksud dengan "melihat" dan "tidak melihat"?
Ananda menjawab: 'Ketika seorang duniawi melihat bentuk-bentuk
oleh cahaya matahari, bulan dan lampu, ini disebut melihat
tetapi dalam ketiadaan cahaya tersebut, ia tidak dapat melihat
(apapun).'
(Sang Buddha bertanya): 'Ananda, jika itu disebut "tidak
melihat" ketika tidak ada cahaya, dia seharusnya tidak melihat
kegelapan. Jika dia melihat, hal ini karena tidak ada cahaya;
bagaimana maka dapat tidak ada penglihatan? Ananda, dalam
kegelapan, jika hal ini disebut tidak melihat hanya karena ia
tidak melihat cahaya, maka ketika ada cahaya, jika dia tidak
melihat kegelapan, ini sekali lagi disebut "tidak melihat";
dengan demikian tidak akan ada penglihatan didalam, kedua kasus.
Tapi didalam kedua keadaan yang saling menggantikan ini, sifat
alami dari penglihatan Anda tidak berhenti untuk sesaat. Oleh
karena itu, (sesungguhnya) ada penglihatan didua keadaan, jadi
bagaimana bisa ada "tiada penglihatan"?
[center]Mengungkap Bodhi yang baru jadi[/center]
'Oleh karena itu, Ananda, engkau harus tahu bahwa ketika Anda
melihat cahaya, penglihatan Anda tidak jelas, ketika Anda
melihat kegelapan, penglihatan Anda tidak tersembunyi; ketika
Anda melihat kekosongan, itu tidak kosong, dan ketika Anda
melihat halangan, itu tidak terhalang. Setelah Anda telah
memahami keempat keadaan ini, Anda juga harus tahu bahwa ketika
Anda (sepenuhnya mutlak) melihat merasakan intisari pokok dari
penglihatan, yang terlebih dahulu bukanlah yang terakhir yang
masih berbeda dari itu; bagaimana bisa penglihatan (salah) Anda
menjangkau penglihatan (sepenuhnya mutlak) itu?'
Bagaimana Anda bisa berbicara tentang sebab dan kondisi, dari
diri yang ada seperti itu dan dari (yang disebut) penyatuan?
Kalian semua adalah bodoh dan pendengar (srāvakā) berpikiran
sempit dan tidak dapat memahami kenyataan yang murni dan bersih.
Sekarang Saya mengajar Anda (Kebenaran) kedalam yang harus Anda
perhatikan dengan teliti; jadi jangan biarkan kemalasan dan
kelalaian menghalangi jalan Anda menuju ke Bodhi yang sangat
mendalam.'
[center]Mengungkap ketidaknyataan dari dua alam untuk
menampakkan tiada keberadaan dari Dharma (benda-benda)[/center]
Ananda berkata kepada sang Buddha: 'Bhagavan, meskipun sang
Buddha telah mengajarkan kepada kami tentang sebab dan kondisi,
keadaan diri seperti itu, dari percampuran dan penyatuan dan
dari tiada percampuran dan tiada penyatuan, pikiran kami masih
belum terbuka untuk pengajaran. Ketika kami mendengarkan
petunjuk-Nya yang lebih lanjut pada melihat yang bukan melihat,
kami menjadi lebih terkecoh dan bingung. Tolong penuh
berbelaskasih yang cukup untuk membuka mata kebijaksanaan kami
untuk mencerahkan kami.' Setelah mengatakan ini, Dia meneteskan
air mata pahit, mensujudkan diri di kaki sang Buddha dan
menunggu ajaran suci itu.
Sang Buddha kasihan kepada Ananda dan perkumpulan majelis dan
hendak mengajarkan praktik mendalam dari Samadhi dari Dharani
besar ketika Dia berkata kepada Ananda: 'Meskipun Anda telah
mencoba untuk menghafal (Dharma Saya), Anda hanya memperluas
pendengaran (dari pengetahuan) Anda dan masih tidak terlalu
jelas tentang wawasan pengertian yang mendalam kedalam
ketentraman bebas nafsu (samatha). Sekarang dengarkan dengan
memperhatikan apa yang sekarang saya beritahu Anda secara penuh
(untuk kepentingan Anda) dan mereka yang masih berada dalam arus
perpindahan sehingga Anda dapat seluruhnya memenangkan buah
bodhi.
'Ananda, semua makhluk hidup tunduk pada perpindahan melalui
berbagai dunia dikarenakan oleh dua pembalikan, 'pandangan
membeda-beda' dan 'pandangan salah' yang, dimanapun itu terjadi,
menyebabkan orang tertangkap dalam perputaran roda samsara. Apa
yang menyebabkan dua pandangan yang salah ini? Mereka adalah
karena karma perseorangan dan gabungan bersama milik mereka.
[center]Karma Perseorangan[/center]
'Karma perseorangan apakah yang menyebabkan pandangan salah?
Ananda, itu adalah seperti orang yang, karena matanya meradang,
melihat pada malam hari lingkaran lima warna mengelilingi cahaya
lampu. Apakah lingkaran ini adalah warna dari api atau dari
penglihatan-nya? Jika itu adalah warna api, mengapa hanya pria
dengan mata buruk yang melihatnya sementara yang lainnya tidak?
Jika itu adalah warna dari penglihatan-nya, karena
penglihatan-nya sudah warna itu, apa yang Anda sebut lingkaran
itu? Selain itu, Ananda, jika lingkaran ini tidak tergantung
kepada lampu, orang itu seharusnya melihatnya ketika melihat di
dekat tirai, meja dan tikar; jika itu tergantung kepada
penglihatan, itu seharusnya tidak terlihat oleh mata, tapi
mengapa orang dengan mata yang buruk melihatnya? Oleh karena
itu, Anda harus tahu bahwa warna ini diungkapkan oleh cahaya
lampu dan menjadi lingkaran ketika dilihat dengan penglihatan
cacat; Kedua-duanya baik lingkaran (bentuk) dan penglihatan
(tanggapan penglihatan) adalah dikarenakan oleh mata buruk, tapi
bahwa yang mengenali penyakit ini adalah tidak sakit . Dengan
demikian Anda seharusnya tidak (membedakan dan) mengatakan bahwa
itu adalah lampu ataupun penglihatan, dengan gambaran ide yang
lebih jauh dari itu menjadi bukan lampu maupun bukan
penglihatan. Hal ini seperti 'bulan kedua' yang bukan bulan
nyata maupun bukan bayangan nya. Kenapa? Karena penglihatan dari
bulan kedua ini adalah ciptaan khayalan ilusi. Jadi orang-orang
bijak seharusnya tidak mengatakan bahwa khayalan ilusi ini
"Adalah" atau "Bukan" bentuk atau bahwa itu ada berpisah dari
melihat atau tidak melihat. Dengan cara yang sama bagaimana Anda
dapat membuktikan bahwa khayalan ilusi yang disebabkan oleh mata
yang buruk adalah (dikarenakan oleh) lampu atau penglihatan
Anda? Masihkah kurang dapat Anda menetapkan bahwa itu adalah
(dikarenakan oleh) bukan lampu maupun bukan penglihatan Anda.
[center]Karma Bersama[/center]
Karma Bersama apakah yang menyebabkan pandangan salah? Ananda,
alam semesta Jambudvipa ini terdiri dari, di samping lautan
besar maha samudera, 3.000 benua, dengan yang terbesar di pusat
tengah, mengandung pada keseluruhannya, dari timur ke barat,
2.300 negara dan benua kecil lainnya masing-masing terdiri dari
1, 2, 30, 40, 50 , 200, atau 300 negara. Ananda, di benua kecil
di sana (mungkin) hanya dua negara, salah satunya dihuni oleh
orang-orang yang, sebagai akibat dari karma jahat mereka,
mungkin menyaksikan semua macam keadaan jahat, sedangkan
penduduk dari negara lain tidak melihat ataupun bahkan tidak
mendengar nya.
'Ananda, mari kita bandingkan dua kondisi karma (pertama
berurusan dengan pandangan salah yang disebabkan oleh "karma
perseorangan" yang mirip dengan yang dengan "karma bersama").
Ananda, semua makhluk hidup yang karma perseorangan mereka
menyebabkan mereka untuk melihat secara salah, adalah seperti
orang yang karena matanya meradang, melihat putaran cahaya lampu
lingkaran yang tampaknya berada di luar sana di depannya, namun
pada kenyataannya ada karena penglihatannya terganggu, lingkaran
ini tidak diciptakan oleh bentuk . Namun (indera) penglihatan
melalui mana ia menyadari masalah ini, adalah bebas dari itu.
Demikian pula jika Anda sekarang melihat gunung, sungai dan
negara dengan penduduknya, mereka semua diciptakan oleh gangguan
dalam penglihatan Anda sejak waktu tanpa awal. Meskipun
penglihatan ini dan sebab-musabab luar yang tampaknya (gejala
kejadian) seperti di depan Anda, mereka awalnya muncul dari
(pokok) kesadaran Anda dari kecerahan (dari kenyataan) itu yang
mengarah kepada tanggapan penglihatan (salah) dari kepalsuan
sebab-musabab tujuan. Jadi kesadaran dan tanggapan penglihatan
itu (menyebabkan) penglihatan salah, tapi Pikiran benar yang
cerah dari dasar Bodhi yang melihat dengan jelas keadaan-keadaan
sebab-musabab ini adalah bebas dari semua penyakit. Bahwa yang
menyadari kesadaran ini sebagai kesalahan cacat tidak akan jatuh
kedalam angan-angan khayalan. Ini adalah (apa yang saya maksud
dengan benar) penglihatan yang tidak (membeda-bedakan dan
tentang apa yang Anda minta penjelasan). Bagaimana ini dapat
dipahami oleh penglihatan (yang membeda-bedakan), pendengaran,
perasaan dan pengetahuan Anda? Oleh karena itu, penglihatan yang
sebenarnya dari Anda yang melihat diri sendiri, Saya dan makhluk
hidup dari sepuluh jenis kelahiran adalah merupakan gangguan
dari penglihatan Anda dan tentu saja bukan apa yang disadari
oleh penglihatan salah Anda. Untuk sifat dasar intisari sejati
dari tanggapan penglihatan adalah di luar dari semua penyakit:
karena itu tidak disebut "penglihatan".
[center]Mengungkap Bodhi Dasar yang berdiri sendiri tidak
bergantung untuk menampakkan kemutlakan yang tidak terbelenggu
(Bhutatathatā)[/center]
'Dia yang bisa menghindari campuran (angan-angan yang
menyesatkan) dan persatuan dan bukan campuran dan bukan
persatuan dari penyebab yang terjadi bersama-sama, akan mampu
menghancurkan semua penyebab kelahiran dan kematian, dengan
demikian menyempurnakan sifat alami Pencerahan yang sukar
dipahami dan mewujudkan Bodhi dasar yang tetap permanen dari
"Pikiran diri" yang murni dan bersih.
[center]Memusnahkan Semua Jejak Yang Salah untuk Memasuki "Yang
Sukar Dipahami dan Mendalam" untuk Mengungkapkan
Bhutatathatā[/center]
'Ananda, meskipun Anda telah memahami sifat alami yang mendalam
dan terang dari Bodhi dasar baik "yang tidak bersifat
sebab-musabab", maupun "yang tidak bersyarat", maupun "yang
bukan diri" yang seperti itu, Anda masih belum jelas tentang isi
pokok yang tercerahkan ini, baik yang bukan "campuran dan
persatuan" maupun yang bukan "bukan campuran dan bukan
persatuan" dapat menciptakan.
'Ananda, Saya sekarang harus mengajukan pertanyaan kepada Anda.
Karena Anda masih berpendapat bahwa "semua pikiran yang salah"
bercampur dan bersatu dengan "sebab-sebab dan kondisi-kondisi",
Anda berada dalam keragu-raguan dan kekhawatiran tentang
(pikiran dari) pikiran Bodhi yang timbul dari campuran dan
persatuan yang seperti itu. Jika demikian, apakah intisari pokok
dari tanggapan penglihatan Anda bercampur dengan cahaya atau
kegelapan, dengan kejelasan jernih atau gangguan halangan? Jika
dia bercampur dengan cahaya, ketika yang terakhir muncul dan
Anda melihat nya, dimanakah dia bercampur dengan penglihatan
Anda? Karena penglihatan Anda jelas, di manakah Anda dapat
menemukan campuran yang seperti itu? Jika itu bukan penglihatan,
mengapa Anda melihat cahaya? Jika itu adalah penglihatan,
bagaimanakah Anda dapat melihat "penglihatan sendiri"? Karena
penglihatan Anda melengkapi dengan sendirinya, bagaimanakah dia
dapat dicampur dengan cahaya? Karena cahaya melengkapi dengan
sendirinya, di manakah dia dapat memuat penglihatan Anda? Oleh
karena itu, penglihatan dan cahaya adalah berbeda, dan jika
mereka bercampur, bahkan kata "Cahaya" akan tidak ada lagi,
dengan kata lain, campuran yang seperti itu akan menekan cahaya.
Oleh sebab itu, gagasan pengartian Anda tentang campuran dari
penglihatan dengan cahaya adalah salah, dan demikian juga dengan
campuran dari penglihatan dengan kegelapan, kejelasan jernih dan
gangguan halangan.
'Sekali lagi, Ananda, apakah intisari pokok dari tanggapan
penglihatan Anda bersatu dengan cahaya, kegelapan, kejelasan
jernih dan gangguan halangan? Jika dia menyatu dengan cahaya,
maka ketika cahaya menghilang dan digantikan oleh kegelapan,
penglihatan seharusnya tidak bersatu dengan yang terakhir, tapi
kenapa Anda masih melihat kegelapan? Ketika Anda melihat
kegelapan, jika penglihatan Anda tidak bersatu dengan nya, maka
ketika dia menyatu dengan cahaya, Anda seharusnya tidak akan
melihat cahaya juga. Jika cahaya tidak terlihat, maka ketika ada
cahaya, apakah Anda tahu bahwa itu adalah cahaya dan bukan
kegelapan? Demikian juga, persatuan dari penglihatan dengan
kegelapan, kejelasan jernih dan gangguan halangan adalah
sama-sama salah.'
Ananda bertanya: Bhagavan, saya berpikir lagi tentang isi pokok
yang tercerahkan ini, apakah dia tidak bercampur maupun tidak
bersatu dengan sebab-musabab yang diluar dan dengan pemikiran
pikiran dan kecerdasan?
Sang Buddha menjawab: 'Sekarang Anda berbicara tentang tidak
bercampur dan tidak menyatu. Apakah Anda bermaksud bahwa
intisari pokok dari penglihatan ini tidak bercampur dengan
cahaya, kegelapan, kejelasan jernih dan gangguan halangan? Jika
demikian, maka ketika Anda melihat cahaya itu, seharusnya ada
garis pembatas antara penglihatan dan cahaya. Sekarang
perhatikan dengan teliti (dan beritahu Saya) di mana bidang
cahaya dan bidang penglihatan Anda, dan di mana batas-batas
mereka: Ananda, jika Anda tidak melihat di mana cahaya, maka
penglihatan Anda tidak akan mencapai nya; jika demikian, Anda
bahkan tidak akan tahu di mana cahaya berada, dan bagaimana bisa
ada garis pembatas? Ini adalah sama dengan kegelapan, kejelasan
jernih dan gangguan halangan.
'Sekali lagi, apakah Anda bermaksud bahwa intisari pokok dari
penglihatan ini tidak bercampur dengan cahaya, kegelapan,
kejelasan jernih dan gangguan halangan? Jika dia tidak bersatu
dengan cahaya, maka baik penglihatan dan cahaya sama-sama berada
berlawanan, seperti telinga Anda dan cahaya yang bisa tidak
pernah bertemu. Jadi penglihatan Anda tidak akan melihat apa pun
di mana ada cahaya; maka bagaimana Anda dapat menyebabkan mereka
baik untuk bersatu maupun tidak? Ini adalah sama dengan
kegelapan, kejelasan jernih dan gangguan halangan.
[center]Langsung Menunjuk ke Satu Pikiran[/center]
'Ananda, Anda masih belum jelas tentang penampilan angan-angan
khayalan dari semua gejala kejadian yang lewat, yang hilang di
mana pun mereka muncul. "Angan-angan khayalan ini di dalam
bentuk dari bentuk-bentuk" muncul dari (dasar sifat alami mereka
yang) isi pokok dari Bodhi yang indah. Begitu juga enam pintu
masuk (bagian tubuh), dua belas bidang "dvadasa-ayatana" (enam
alat indera dan enam benda tujuan) dan delapan belas bidang alam
indera "astadasa-dhatu" yang secara palsu muncul dari campuran
dan penyatuan dari sebab dan kondisi dan yang secara palsu
menghilang ketika penyebab dan kondisi yang sama itu terputus.
Mereka adalah melainkan penciptaan dan kehancuran muncul dan
menghilang didalam yang tetap permanen, yang sangat terang
indah, yang kekal abadi, semua cakupan dan Bhutatathatā (mutlak
sepenuhnya nyata) yang mendalam dari Tathagatagarbha (kandungan
sifat alami sejati yang tidak dapat dihancurkan dari Tathagata)
dimana tidak datang maupun tidak pergi, tiada angan-angan
khayalan maupun tiada pencerahan, dan tiada pula lahir maupun
tiada mati dapat ditemukan.
[center]Menyatukan Berjuta-juta Benda dengan Mutlak Sepenuhnya
Nyata untuk Mengungkapkan Ciri-Ciri "Gejala kejadian yang dapat
dirasakan alat indera" dengan "Benda didalam dirinya sendiri
yang tidak dapat dirasakan"
Menyatukan Lima Kumpulan (=>Panca Skandha: terdiri dari Rupa
(Bentuk tubuh jasmani),Vinnana (Kesadaran),Sanna
(Pencerapan),Sankhara (bentuk-bentuk pikiran),Vedana
(Perasaan))) keseluruhan
Kumpulan Pertama, Bentuk Tubuh Jasmani (Rupa Skandha)[/center]
'Ananda, mengapa Lima Kumpulan pada pokoknya sifat alami yang
menakjubkan dari KeMutlakan Sepenunya Nyata dari
Tathagatagarbha? Ananda, misalnya, ketika seorang pria melihat
ke langit yang cerah dengan mata yang jelas, ia hanya melihat
kekosongan yang berisi tiada apapun. Jika tiba-tiba tanpa alasan
yang jelas ia menenangkan penglihatnya, itu akan terganggu dan
dia akan melihat bunga-bunga sedang menari dan benda-benda lain
yang bergerak di langit. Ini adalah sama dengan Rupa Skandha.
Ananda, bunga-bunga yang sedang menari ini datang tidak dari
kekosongan maupun tidak dari matanya. Jika mereka datang dari
kekosongan, mereka akan kembali ke sana, jika benar-benar ada
seperti kedatangan dan kepergian dari bunga-bunga ini,
kekosongan itu tidak akan kosong. Jika kekosongan itu
benar-benar tidak kosong (sebagai contoh jika itu bersifat
padat), maka mereka tidak bisa muncul dan lenyap di dalamnya.
Ini adalah seperti tubuh (padat) Ananda yang tidak memungkinkan
Ananda (yang lain) untuk memasukinya. Jika bunga-bunga ini
berasal dari mata, mereka seharusnya bisa kembali ke mata, dan
karena mereka berasal dari (indera) penglihatan, mereka
seharusnya dapat melihat (benda-benda). Jadi demikian ketika
mereka meninggalkan mata, mereka menjadi bunga-bunga di langit
dan ketika mereka kembali, mereka seharusnya melihat organ
penglihatan. Jika mereka tidak bisa melihat (benda-benda), maka
ketika mereka pergi, mereka seharusnya menutupi langit dan
ketika mereka kembali, mereka seharusnya menyelubungi mata;
tetapi ketika orang itu melihat bunga-bunga ini, matanya tidak
terselubung. Lalu mengapa Anda menunggu sampai langit menjadi
cerah (dari bunga-bunga ini) untuk mengatakan bahwa mata Anda
benar-benar jelas? Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa Rupa
Skandha adalah tidak nyata untuk itu bukanlah sebab-musabab
maupun bukan bersyarat ataupun bukan ada dengan sendirinya.
[center]Kumpulan Kedua, Perasaan (Vedana Skandha)[/center]
'Ananda, ketika, misalnya, seorang pria dalam keadaan sehat dan
tubuhnya berada dalam kondisi baik, ia tidak merasakan apa-apa.
Tapi jika tiba-tiba, tanpa alasan apapun, ia menggosok/mengusap
telapak tangannya bersama, ia merasakan kekasaran, kehalusan,
dingin dan kehangatan. Ini adalah sama dengan yang kedua, Vedana
Skandha. Ananda, perasaan ini berasal bukan dari kekosongan
maupun bukan dari telapak tangannya. Jika mereka berasal dari
kekosongan, mengapa mereka hanya dirasakan oleh telapak
tangannya saja dan bukan oleh tubuhnya? Itu Seharusnya tidak
terserah pada kekosongan untuk memilih telapak tangannya untuk
merasakannya. Jika mereka berasal dari telapak tangannya, mereka
seharusnya tidak menunggu telapak tangan untuk dibawa
bersama-sama untuk dirasakan. Apalagi, jika mereka benar-benar
berasal dari telapak tangannya dan dirasakan ketika yang
terakhir dibawa bersama-sama, ketika mereka terpisah, perasaan
ini seharusnya ulang masuk kembali ke telapak tangan, lengan,
bahu, tulang dan sumsum yang seharusnya juga merasakan mereka
yang ulang masuk kembali. Mereka seharusnya juga dirasakan oleh
pikiran ketika datang dan keluar, seolah-olah sesuatu telah
pindah masuk dan keluar dari tubuh. Jika demikian, tidak ada
kebutuhan untuk mengusap dua telapak tangan bersama-sama untuk
merasakan perasaan ini. Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa
Vedana Skandha adalah tidak nyata dan tidak bersifat
sebab-musabab maupun tidak bersyarat ataupun tidak ada dengan
sendirinya.
[center]Kumpulan Ketiga, Wawasan Tanggapan Pencerapan
(samjņā/Sanna Skandha)[/center]
'Ananda, jika seseorang berbicara tentang plum yang rasanya
asam, mulut Anda akan ber-air, dan jika Anda berpikir sedang
berjalan di atas tebing yang menjorok curam, Anda akan memiliki
perasaan menggigil di telapak kaki Anda. Ini adalah sama dengan
yang ketiga Sanna Skandha. Ananda, pembicaraan tentang rasa asam
ini tidak berasal dari plum, juga tidak dia masuk ke mulut Anda.
Jika dia berasal dari plum, itu seharusnya dibicarakan oleh plum
itu sendiri; lalu mengapa dia menunggu seseorang untuk berbicara
tentang hal itu? Jika dia masuk ke dalam mulut Anda, itu
seharusnya mulut Anda yang benar-benar berbicara tentang hal
itu; lalu mengapa dia menunggu sampai telinga Anda mendengarnya?
Jika itu adalah telinga Anda sendiri yang mendengarnya, mengapa
tidak ada air yang keluar dari mereka? Ini adalah sama dengan
pikiran Anda (yang berjalan di atas) tebing menjorok curam. Oleh
karena itu, Anda harus tahu bahwa yang ketiga, Sanna Skandha
tidak bersifat sebab-musabab maupun tidak bersyarat ataupun
tidak ada dengan sendirinya..
#Post#: 90--------------------------------------------------
Re: Suramgama Usnisa Sitatapatra Mahayana Suttram
By: ajita Date: November 11, 2016, 8:04 am
---------------------------------------------------------
[center]Kumpulan Keempat, Bentuk-Bentuk Pikiran
(Samskara/Sankhara Skandha)[/center]
'Ananda, kumpulan keempat Samskara Skandha adalah seperti air
yang mengalir didalam semburan arus deras tanpa henti dan dalam
urutan yang baik selama musim gugur. Ananda, aliran ini tidak
berasal dari kekosongan juga bukan karena air; ini adalah bukan
air itu sendiri juga tidak ada terpisah dari kekosongan dan air.
Jika dia diciptakan oleh kekosongan, ruang angkasa yang tak
terbatas akan menjadi aliran yang tak henti-hentinya dari air
dan seluruh dunia akan tenggelam. Jika itu adalah karena air,
maka itu seharusnya bukan air dan seharusnya memiliki bentuk
dirinya sendiri dan lokasi yang seharusnya jelas. Jika itu
adalah air, maka air yang diam dan jernih seharusnya bukan air.
Jika dia ada terpisah dari kekosongan dan air, (ini adalah tidak
mungkin karena) ruang angkasa (adalah seluruhnya tak berujung
dan) memiliki (tiada apapun) di luar (nya) dan karena tidak ada
aliran tanpa air. Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa
Kumpulan keempat Samskara Skandha adalah palsu dan tidak
bersifat sebab-musabab ataupun tidak bersyarat ataupun tidak ada
dengan sendirinya.
[center]Kumpulan Kelima, Kesadaran Perasaan
(Vijnana/viņņāṇa Skandha)[/center]
'Ananda, kumpulan kelima kesadaran perasaan (Vinana Skandha)
adalah seperti kekosongan didalam kendi kosong dengan dua lubang
mulut. Jika seseorang menutup kedua lubang mulut dan membawanya
ke negara lain, kekosongan itu tidak pergi dari satu tempat ke
tempat lain. Jika kekosongan berasal dari suatu tempat, tempat
itu seharusnya kehilangan sebagian dari kekosongan nya, dan pada
saat tiba di tempat lain, ketika lubang mulut dibuka dan kendi
nya terbalik, orang seharusnya melihat kekosongan tercurahkan
keluar dari itu. Oleh karena itu Anda harus tahu bahwa kesadaran
perasaan tidak nyata dan tidak bersifat sebab-musabab ataupun
tidak bersifat bersyarat atau tidak ada dengan sendirinya.'
[center]Menggabungkan Enam Jalan Masuk
Jalan Masuk melalui Mata
[/center]
'Sekali lagi, Ananda, mengapa Enam Jalan Masuk (dari angan-angan
khayalan ilusi ke dalam pikiran) secara pokok mendasar adalah
sifat nyata sepenuhnya mutlak dari Tathagatagarbha. Ananda,
kemantapan dari penglihatan yang mengganggu penglihatan, serta
mata dan gangguan itu sendiri adalah melainkan kesusahan yang
timbul dari Bodhi. Karena penglihatan timbul diantara kedua
keadaan dari cahaya dan kegelapan, mereka dipindahkan ke dalam
tanggapan penglihatan (dari alaya) yang disebut (indera dari)
penglihatan. Penglihatan ini tidak memiliki isi pokok yang bebas
berdiri sendiri yang ada terpisah dari dua keadaan dari terang
dan gelap. Oleh karena itu, Ananda, Anda harus tahu bahwa
penglihatan ini berasal dari bukan cahaya, ataupun bukan
kegelapan dan dari bukan organ penglihatan ataupun bukan
kekosongan. Kenapa? Karena jika dia berasal dari cahaya, dia
akan tidak ada lagi saat kegelapan muncul dan tidak akan melihat
yang belakangan/terakhir. Jika dia datang dari kegelapan, dia
akan tidak ada lagi ketika ada cahaya, dan tidak akan melihat
yang belakangan/terakhir. Jika dia berasal dari organ (dari
penglihatan), tidak akan ada (tujuan) terang dan gelap; maka
intisari pokok yang demikian dari tanggapan penglihatan akan
memiliki tiada sifat alami sendiri. Jika dia berasal dari
kehampaan/kekosongan, ketika dia melihat merasakan kedua keadaan
ini, dia juga akan melihat organ penglihatan. Selain itu,
kekosongan akan demikian melihat segala sesuatu dari dirinya
sendiri dan tidak ada hubungannya dengan jalan masuk melalui
mata Anda. Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa jalan masuk
melalui mata adalah palsu dan adalah tidak bersifat
sebab-musabab atau tidak bersyarat atau tidak ada dengan
sendirinya.'
[center]Jalan Masuk melalui Telinga[/center]
'Ananda, jika seseorang tiba-tiba menutup telinganya dengan dua
jari, akan timbul gangguan dalam organ indra nya dan dia akan
mendengar suara didalam kepalanya. (Ini, penutupan dari telinga
itu) serta telinga dan gangguan yang dialami adalah kesulitan
yang berasal dari Bodhi. Karena pendengaran ini timbul diantara
kedua keadaan dari keheningan dan gerak, mereka ditarik ke dalam
tangapan penglihatan (dari alaya) yang disebut pendengaran.
Pendengaran ini tidak memiliki isi pokok yang bebas berdiri
sendiri dari keheningan dan gerak. Ananda, Anda harus tahu bahwa
pendengaran ini berasal dari bukan keheningan, maupun
bukan gerak, atau dari bukan organ indra ataupun bukan
kekosongan. Kenapa? Karena jika dia datang/berasal dari
keheningan tenang, dia seharusnya tidak ada lagi ketika ada
gerakan dan tidak akan mendengar yang belakangan/terakhir. Jika
dia berasal dari gerakan, dia seharusnya tidak ada lagi ketika
ada keheningan dan tidak akan mendengar yang
belakangan/terakhir. Jika dia berasal dari organ indera, tidak
akan ada (tujuan) keheningan atau gerakan; maka indera
penglihatan ini akan memiliki tiada sifat alami sendiri. Jika
dia berasal dari kekosongan, apa yang bisa mendengar adalah
(tentu) bukan kekosongan. Selain itu, kekosongan akan mendengar
dirinya sendiri dan akan tidak ada hubungannya dengan jalan
masuk yang melalui telinga Anda. Oleh karena itu, Anda harus
tahu bahwa jalan masuk melalui telinga bukanlah bersifat
sebab-musabab atau bukan bersyarat ataupun bukan ada dengan
sendirinya.'
[center]Jalan Masuk melalui Hidung[/center]
'Ananda, jika seseorang tiba-tiba menahan nafasnya, lubang
hidungnya akan terasa tanpa perasaan. Karena perasaan dia ini,
dia dapat membedakan kelancaran (peredaran udara) dari gangguan
halangan (sesak napas) dan kekosongan dari kepenuhan dan dapat
mencium bau harum dan bau busuk. Pengekangan napas ini serta
hidung dan perasaan nya merupakan kesusahan yang berasal dari
Bodhi. Karena perasaan timbul diantara kedua kondisi palsu dari
kelancaran dan gangguan halangan, perasaan ditarik ke dalam
tangapan penglihatan (dari alaya) yang disebut bau. Bau ini
tidak memiliki isi pokok yang bebas berdiri sendiri dari
kelancaran dan gangguan halangan. Anda seharusnya tahu bahwa dia
datang bukan dari kedua keadaan maupun bukan dari hidung atau
bukan kekosongan. Kenapa? Karena jika dia berasal dari pembukaan
kelancaran, dia akan tidak ada lagi ketika ada gangguan
halangan; tetapi mengapa dia merasakan yang belakangan/terakhir?
Jika dia berasal dari gangguan halangan, dia akan berhenti
menjadi jelas, tetapi mengapa dia datang ke dalam kontak dengan
aroma dan bau? Jika dia berasal dari organ indera, tidak akan
ada (tujuan) pembukaan kelancaran dan gangguan halangan; maka
indera dari penciuman ini akan tidak memiliki sifat alami
sendiri. Jika dia berasal dari kekosongan, dia seharusnya mampu
mencium hidung Anda sendiri; jika demikian, kekosongan itu
sendiri akan mencium bau dan akan tidak ada hubungannya dengan
jalan masuk melalui hidung. Oleh karena itu, Anda harus tahu
bahwa jalan masuk itu bukanlah bersifat sebab-musabab atau bukan
bersyarat ataupun bukan ada dengan sendirinya.'
[center]Jalan Masuk melalui Lidah[/center]
'Ananda, jika, misalnya, seseorang menjilati bibirnya lagi dan
lagi, dia akan mengalami kesusahan (dengan indera perasa nya);
jika dia sakit dia akan mengalami rasa pahit, dan jika dia
sehat, (agak) manis. Dengan demikian pahit dan manisnya
mengungkapkan pengertian ini yang adalah selalu hambar tak
berasa tanpa adanya pengadukan (perasaan) dan yang bersama-sama
dengan lidah dan masalah (yang disebabkan oleh rasa) adalah
melainkan angan-angan khayalan ilusi yang berasal dari Bodhi.
Angan-angan khayalan Ilusi ini disebabkan oleh kepalsuan yang
diluar (seperti) pahit dan manisnya dan ditarik ke dalam
tangapan penglihatan (dari alaya) yang disebut rasa. Rasa ini
tidak memiliki isi pokok yang bebas berdiri sendiri yang
terlepas dari rasa (seperti) manis dan pahit, dan tanpa rasa.
Ananda, Anda harus tahu bahwa tanggapan penglihatan dari rasa
ini datang tidak dari rasa (seperti) manis dan pahit atau tidak
dari hambar tak berasa, atau tidak dari organ indera atau tidak
dari kekosongan. Kenapa? Karena jika dia datang dari rasa manis
dan pahit, dia akan lenyap didalam keadaan hambar yang tak
berasa; tetapi mengapa dia merasakan yang belakangan/terakhir?
Jika dia berasal dari hambar tak berasa, dia akan hilang ketika
berhubungan dengan rasa manis; tetapi kenapa dia masih merasa
manis dan merasa pahit? Jika dia berasal dari lidah, yang
belakangan/terakhir awalnya bukanlah berasa hambar atau bukan
manis ataupun bukan pahit, maka kita tahu bahwa 'organ rasa'
tidak memiliki sifat alami sendiri. Jika dia berasal dari
kekosongan, yang belakangan/terakhir tidak menjadi mulut Anda,
akan terasa dengan sendirinya; maka apa hubungannya dia dengan
jalan masuk lewat lidah Anda? Oleh karena itu, Anda harus tahu
bahwa jalan masuk ini tidak nyata dan adalah tidak bersifat
sebab-musabab atau bukan bersyarat ataupun bukan ada dengan
sendirinya.'
[center]Jalan Masuk melalui Tubuh[/center]
'Ananda, misalnya, ketika seseorang menyentuh tangannya yang
hangat dengan satu tangannya yang dingin, jika dingin melebihi
kehangatan, tangan hangat akan menjadi dingin dan jika
kehangatan melebihi dingin, tangan dingin akan menjadi hangat.
Sentuhan ini terungkap saat dua tangan bertemu dan kemudian
terpisah. Kontak ini menyebabkan perasaan sentuhan yang
bersama-sama dengan tubuhnya dan pengalaman angan-angan khayalan
ilusi, hanyalah kesusahan yang berasal dari Bodhi. Masalah ini
terjadi di mana ada dua kondisi palsu dari kontak dan pemisahan,
dan ditarik ke dalam tangapan penglihatan (dari alaya) yang
disebut sentuhan. Sentuhan ini tidak memiliki sifat alami yang
tidak bergantung terpisah dari kontak dan pemisahan dan dari
kondisi yang menyenangkan dan tidak menyenangkan. Ananda, Anda
harus tahu bahwa tanggapan penglihatan dari sentuhan ini datang
bukan dari kontak atau bukan dari pemisahan, atau bukan dari
kondisi yang menyenangkan ataupun bukan dari yang tidak
menyenangkan, atau bukan dari organ indra ataupun bukan
kekosongan. Kenapa? Karena jika dia berasal dari kontak, itu
seharusnya lenyap dalam keadaan pemisahan; tetapi mengapa dia
merasakan yang belakangan/terakhir? Ini adalah sama dengan
kondisi yang menyenangkan dan tidak menyenangkan. Jika dia
berasal dari indera, dia akan bebas dari kontak dan pemisahan
dan dari kondisi yang menyenangkan dan tidak menyenangkan; maka
tubuh Anda yang merasakan mereka tidak akan memiliki sifat alami
sendiri. Jika dia berasal dari kekosongan, yang
belakangan/terakhir akan merasakan sentuhan dengan sendirinya;
maka apa hubungannya dia dengan jalan masuk melalui tubuh? Oleh
karena itu, Anda harus tahu bahwa jalan masuk ini adalah palsu
dan tidak bersifat sebab-musabab atau bukan bersyarat ataupun
bukan ada dengan sendirinya.'
[center]Jalan Masuk melalui Kecerdasan Akal Budi[/center]
'Ananda, ketika misalnya, seseorang kelelahan, dia tidur
nyenyak, kemudian dia terbangun dan ketika dia melihat
benda-benda, dia ingat dan setelah satu waktu lupa semua tentang
mereka. Ini adalah kondisi terbalik dari lahir, tinggal, berubah
dan kematian yang terus ditarik ke dalam kecerdasan dalam batin;
oleh karena itu organ manas (kesadaran diri batin/jiwa), yang
bersama-sama dengan kecerdasan akal budi dan masalah (yang
dialami) adalah penyakit yang timbul di Bodhi. Penyakit ini
berasal dari mengetahui dua kondisi palsu dari kelahiran dan
kematian, tanggapan penglihatan yang mencakup semua bahan
keterangan didalam batin yang tidak dapat dicapai dengan
melihat. dan mendengar, oleh karena itu disebut "mengetahui".
Mengetahui ini tidak memiliki isi pokok sendiri terpisah dari
keadaan bangun dan keadaan tidur dan dari kondisi dari kelahiran
dan kematian. Dengan demikian, Ananda, Anda harus tahu bahwa
"organ dari mengetahui" berasal bukan dari keadaan terjaga dan
bukan dari keadaan tidur, maupun bukan dari kondisi kelahiran
dan kematian, dan tidak dari indera maupun tidak dari
kekosongan. Kenapa? Karena jika dia berasal dari keadaan sadar
terjaga/bangun, dia seharusnya tidak ada lagi didalam keadaan
tidur; lalu mengapa seseorang tidur? Jika dia berasal dari
lahir, dia seharusnya batal pada saat kematian; maka siapa yang
akan mati? Jika dia datang dari kematian, dia akan berhenti saat
lahir; lalu siapa yang hidup? Jika dia berasal dari indera, maka
sementara tubuh mengalami dua keadaan dari bangun dan tidur,
"mengetahui" tidak memiliki sifat alam sendiri terpisah dari
kedua keadaan ini dan akan seperti bunga di langit. Jika dia
berasal dari kekosongan, yang belakangan terakhir akan tahu
segalanya dan akan tidak ada hubungannya dengan jalan masuk
melalui kecerdasan akal budi Anda. Oleh karena itu, jalan masuk
ini tidak bersifat sebab-musabab atau bukan bersyarat ataupun
bukan ada dengan sendirinya.'
[center]Menggabungkan Dua Belas Ayatana (Enam Organ Indera &
Enam Bahan Keterangan Indera)
Mata & Rupa[/center]
Sekali lagi, Ananda, dua belas Ayatana pada pokok dasarnya (sama
dengan) sifat nyata sepenuhnya mutlak dari Tathagata garbha.
Ananda, coba lihat ke hutan pohon belukar dan sungai didalam
taman Jetavana; Apakah bentuk itu yang menciptakan penglihatan
dari mata atau sebaliknya? Jika organ penglihatan menciptakan
bentuk, ketika Anda melihat kekosongan yang adalah bukan bentuk,
bentuk akan lenyap, yang berarti bahwa tidak ada yang akan ada.
Kemudian jika bentuk tidak ada lagi, apa yang dapat digunakan
untuk mengungkapkan kekosongan? Itu adalah sama dengan
kekosongan. Jika bentuk menghasilkan penglihatan dari mata,
ketika Anda melihat kekosongan yang adalah tidak berbentuk,
penglihatan Anda akan lenyap, yang berarti bahwa tidak ada
apapun yang akan ada, maka siapa yang membedakan kekosongan dari
bentuk? Oleh karena itu, Anda seharusnya tahu bahwa tidak
"penglihatan" ataupun tidak juga "bentuk" maupun tidak juga
"kekosongan" memiliki tempat kediaman yang dapat ditemukan, dan
bahwa "bentuk" dan "penglihatan" adalah palsu dan tidak bersifat
sebab-musabab atau bukan bersyarat ataupun bukan ada dengan
sendirinya.'
[center]Telinga & Bunyi[/center]
'Ananda, didalam taman Jetavana ketika Anda mendengar suara
pukulan drum untuk mengumumkan makan dan lonceng dibunyikan
untuk memanggil para Bhiksu, suara-suara menggantikan satu sama
lain, apakah "mereka (suara-suara itu)" datang ke telinga atau
apakah telinga yang pergi ke mereka? Ananda, jika mereka datang
ke telinga, itu adalah seperti ketika Saya pergi ke Sravasti
untuk berpindapatta makanan dan saya tak hadir di taman
Jetavana. Jika suara ini datang ke telinga Ananda, Maudgalaputra
dan Kasyapa seharusnya tidak akan mendengar mereka. Lalu mengapa
semua 1.250 Bhiksu, ketika Mereka mendengar lonceng, pergi
bersama-sama ke ruang makan? Jika telinga Anda pergi ke suara,
itu adalah seperti ketika Saya kembali ke taman Jetavana dan
Saya tidak ada di Sravasti. Kemudian ketika Anda mendengar drum
itu, jika telinga Anda pergi ke itu, Anda seharusnya tidak
mendengar lonceng yang berdering pada saat yang sama itu, maupun
suara gajah, kuda, kerbau dan domba (didalam taman ini). Jika
tidak ada yang demikian "datang" dan "pergi", tidak akan ada
pendengaran. Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa baik
"pendengaran" dan "suara" tidak memiliki lokasi yang dapat
ditemukan dan bahwa keduanya adalah palsu, karena tidak bersifat
sebab-musabab atau bukan bersyarat ataupun bukan ada dengan
sendirinya.'
[center]Hidung & Bau[/center]
'Ananda, coba cium/rasakan bau asap kayu cendana didalam alat
pembakar ini. Jumlah yang terbakar kecil tapi aromanya menyebar
ke Sravasti dan lingkungan itu. Apakah Anda berpikir bahwa
wangi-wangian ini berasal dari kayu cendana, dari hidung Anda,
atau dari kekosongan? Ananda, jika dia berasal dari hidung Anda,
seharusnya dia dihasilkan oleh dan menyebar dari itu, tapi
karena hidung Anda bukan kayu cendana, bagaimana bisa wewangian
ini ada disana? Jika Anda mengatakan bahwa Anda mencium bau
wangi-wangian, dia seharusnya dihirup ke dalam hidung Anda, tapi
karena dia memancar dari itu (seperti yang disebut sebelumnya),
adalah salah untuk mengatakan bahwa Anda mencium baunya. Jika
dia berasal dari kekosongan, yang belakangan/terakhir menjadi
permanen abadi, wewangian ini seharusnya begitu juga dan tidak
akan ada kebutuhan untuk membakar kayu cendana kering. Jika dia
berasal dari kayu cendana, isi pokok wanginya telah menjadi asap
melalui pembakaran, dan jika hidung Anda merasakan wewangian
ini, hidung Anda seharusnya dipenuhi asap, ketika asap naik ke
udara, bagaimana hal itu dapat dirasakan di tempat yang jauh
bahkan sebelum itu mencapai mereka? Oleh karena itu, Anda harus
tahu bahwa bau, hidung dan penciuman tidak memiliki lokasi tetap
yang dapat ditemukan dan bahwa "penciuman" dan "bau" adalah
palsu yang tidak bersifat sebab-musabab atau bukan bersyarat
ataupun bukan ada dengan sendirinya.'
[center]Lidah & Rasa[/center]
'Ananda, dua kali sehari Anda pergi keluar untuk berpindapatta
makanan dan kadang-kadang diberi mentega dan krim yang
lezat-lezat. Apakah Anda berpikir bahwa rasa ini berasal dari
kekosongan, lidah atau makanan? Ananda, jika dia berasal dari
lidah Anda, yang belakangan/terakhir telah menjadi mentega, dan
karena Anda hanya memiliki satu lidah, bagaimana bisa Anda
kemudian mencicipi rasa madu? Jika Anda tidak, ini berarti bahwa
rasa Anda tidak berubah, maka bagaimana hal itu dapat disebut
mencicipi rasa? Jika dia berubah dan karena lidah Anda adalah
satu isi pokok bagaimana lidah tunggal ini mengetahui berbagai
rasa? Jika dia berasal dari makanan, yang belakangan/terakhir
tidak bisa mengetahui, lalu bagaimana bisa dia merasakan
sendiri? Dengan anggapan bahwa dia tahu dirinya sendiri, dia dan
makanan lainnya akan tidak ada hubungannya dengan pengecap rasa
Anda. Jika dia berasal dari kekosongan, ketika Anda "menggigit"
udara seperti apa rasanya? Dengan anggapan bahwa dia berasal
dari kekosongan, ketika yang belakangan/terakhir rasanya asin,
seperti lidahmu asin, wajah Anda seharusnya begitu juga, jika
demikian semua orang akan seperti ikan di laut. Jika Anda asin,
Anda tidak akan tahu apa yang hambar/tawar. Jika Anda tidak tahu
apa yang hambar/tawar, dan tidak merasakan garam, Anda tidak
akan memiliki rasa; lalu bagaimana bisa ada rasa? Oleh karena
itu, Anda harus tahu bahwa baik "rasa" maupun "lidah" ataupun
"mencicipi" tidak memiliki lokasi yang dapat ditemukan dan bahwa
"mencicipi" dan "rasa" adalah palsu yang tidak bersifat
sebab-musabab atau tidak bersyarat ataupun tidak ada dengan
sendirinya.'
[center]Tubuh & Sentuhan[/center]
'Ananda, Anda terbiasa menggosok kepala Anda dengan tangan Anda
setiap hari di pagi hari. Apa yang Anda pikirkan? Ketika
perasaan menggosok ini muncul, apakah sentuhan itu? Apakah
tangan atau kepala yang melakukan sentuhan? Jika kemampuan untuk
menyentuh ada di tangan Anda, maka kepala Anda (obyek perasa)
seharusnya tidak merasa bahwa dia sedang digosok, jika demikian
bagaimana bisa ada sentuhan? Jika itu adalah kepala Anda, tidak
akan ada kebutuhan untuk tangan Anda untuk menggosok nya, lalu
bagaimana Anda dapat menyebutnya menyentuh? Jika tangan dan
kepala keduanya merupakan pelaku, maka Kamu, Ananda, seharusnya
memiliki dua tubuh. Jika dia berasal dari kontak hubungan tangan
Anda dengan kepala Anda, maka tangan Anda dan kepala Anda
keduanya seharusnya satu, dan satu benda tidak dapat kontak
menghubungi diri sendiri. Jika itu adalah dua (yaitu tangan dan
kepala), dari manakah itu muncul, untuk "pelaku" dan "perasa"
berbeda? Tidak bisa ada "sentuhan" saat "kepala Anda" datang ke
dalam kontak hubungan dengan "kekosongan". Oleh karena itu, Anda
harus tahu bahwa baik "perasaan sentuhan" maupun "tubuh Anda"
tidak memiliki lokasi yang dapat ditemukan dan bahwa mereka
adalah palsu, karena tidak bersifat sebab-musabab atau tidak
bersyarat ataupun tidak ada dengan sendirinya.'
[center]Kecerdasan Akal Budi & Dharma[/center]
'Ananda, dikarenakan oleh sebab-sebab yang baik, yang jahat dan
yang netral, kecerdasan (manas) Anda selalu menimbulkan dharma.
Apakah dharma ini diciptakan oleh pikiran atau apakah mereka ada
terpisah dari itu dan memiliki tempat mereka sendiri? Ananda,
jika mereka adalah sama dengan pikiran, mereka tidak bisa
menjadi obyek sasaran tujuannya selama mereka bukan gejala
kejadian sebab-musaba nya; lalu bagaimana mereka dapat memiliki
tempat (mereka sendiri)? Jika mereka ada terpisah dari pikiran
dan memiliki tempat mereka sendiri, apakah mereka miliki (indera
dari) mengetahui atau tidak? Jika mereka memilikinya, mereka
adalah hanya pikiran; tetapi karena mereka memiliki (indera
dari) mengetahui dan berbeda dari Anda, mereka seharusnya tidak
menjadi dharma Anda, tetapi seharusnya menjadi milik pikiran
orang lain. Jika mereka memiliki (indera dari) mengetahui dan
adalah dharma Anda (pada saat yang sama) mereka hanya pikiran
Anda; lalu bagaimana bisa Anda memiliki pikiran yang lainnya
serta milik Anda sendiri? Jika mereka berbeda dari Anda dan
tidak memiliki (indera dari) mengetahui, di manakah mereka,
karena mereka bukan (gejala kejadian seperti) "bentuk", "suara",
"Bau" dan "rasa", tidak juga "dingin" dan "kehangatan" karena
"kontak hubungan" ataupun "pemisahan", serta "kekosongan"?
Karena mereka tidak dapat diperlihatkan baik didalam "bentuk"
maupun "kekosongan", tidak seharusnya ada di alam semesta lain
"kekosongan yang lain" diluar "kekosongan" itu. Dengan anggapan
bahwa ada kekosongan lain yang diluar, mereka tidak bisa menjadi
gejala kejadian yang bersifat sebab-musabab dari pikiran. Lalu
di manakah mereka? Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa baik
dharma ataupun pikiran tidak memiliki lokasi yang dapat
ditemukan dan bahwa "kecerdasan akal budi" dan "dharma" keduanya
adalah palsu, yang tidak bersifat sebab-musabab atau tidak
bersyarat ataupun tidak ada dengan sendirinya.'
[center]Menggabungkan Delapan belas Bidang atau Alam dari Indera
Bidang dari Tanggapan Penglihatan Pengamatan[/center]
'Sekali lagi, Ananda, mengapa delapan belas bidang atau alam
indera (sama dengan) sifat nyata sepenuhnya mutlak (di dalam
Tathagatagarbha)?
Ananda, karena Anda (sudah) tahu, mata dan bentuk adalah
penyebab yang memperanakkan tanggapan penglihatan pengamatan.
Apakah tanggapan penglihatan pengamatan ini diciptakan dan
dipersyaratkan oleh mata atau oleh bentuk? Ananda, jika dia
diciptakan oleh mata, tanpa adanya bentuk dan kekosongan, tidak
akan ada yang untuk dibedakan; lalu apa gunanya tanggapan
penglihatan ini bahkan jika Anda memilikinya? Dalam hal ini apa
yang Anda lihat akan tidak biru, tidak kuning, tidak merah
ataupun tidak putih; dimanakah kemudian dapat Anda menunjukkan
batasnya? Jika dia diciptakan oleh bentuk, ketika Anda melihat
kekosongan, yang berarti bahwa bentuk tidak ada, tanggapan
penglihatan Anda seharusnya lenyap, lantas mengapa Anda masih
membedakan kekosongan? Ketika bentuk berubah, Anda
memperhatikannya tetapi tanggapan penglihatan Anda tidak
berubah; lalu dimana bisa batasnya menjadi? Jika tanggapan
penglihatan mengikuti perubahan bentuk untuk menjalani
perubahannya sendiri, tidak akan ada batas. Jika dia tidak
berubah, dia seharusnya tetap abadi; lalu (karena dia diciptakan
oleh bentuk) dia seharusnya tidak merasakan kekosongan. Jika dia
diciptakan oleh kedua mata dan bentuk, kedua ini adalah terpisah
ketika (Anda berpikir bahwa mereka) disatukan dan bersatu
(ketika Anda berpikir bahwa mereka) terpisah; jika demikian,
keduanya bercampur; lalu bagaimana bisa ada alam dari mata dan
dari bentuk? Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa kedua mata
yang bersifat sebab-musabab dan bentuk serta (yang disebut)
"menciptakan tanggapan penglihatan" tidaklah ada, dan bahwa
mata, bentuk dan alam dari bentuk adalah tidak bersifat
sebab-musabab atau tidak bersyarat ataupun tidak ada dengan
sendirinya.'
[center]Bidang dari Tanggapan Penglihatan Suara[/center]
'Ananda, karena Anda (sudah) tahu, telinga dan suara merupakan
penyebab yang memperanakkan tanggapan penglihatan dari suara.
Apakah tanggapan penglihatan ini diciptakan dan dipersyaratkan
oleh telinga atau suara? Jika dia diciptakan oleh telinga, organ
ini, dengan tidak adanya kedua gangguan dan ketenangan, tidak
memahami apapun dan adalah, oleh karena itu, tiada benda; jika
dia tidak bisa memahami, bagaimana dia bisa menciptakan
tanggapan penglihatan?
Dengan menganggap bahwa pendengaran (melahirkan) tanggapan
penglihatan oleh telinga, karena tidak ada pendengaran yang
terjadi dalam ketiadaan kedua gangguan dan keheningan, bagaimana
bisa telinga (yang adalah) bentuk bersatu dengan objek-objek
yang diluar untuk menghasilkan tanggapan penglihatan dan di mana
bidang yang belakangan/terakhir berada? Jika dia diciptakan oleh
suara, yaitu jika dia tergantung (semata-mata) pada suara, maka
seharusnya tidak ada hubungannya dengan pendengaran Anda. Tetapi
jika pendengaran berhenti, tidak akan ada suara. Sekarang
anggaplah bahwa dia benar-benar diciptakan oleh suara dan bahwa
suara ada dikarenakan oleh pendengaran, maka pendengaran Anda
dari suara seharusnya dirasakan oleh telinga. Jika suara ini
tidak dirasakan, tidak akan ada hubungannya dengan bidang
tanggapan penglihatan telinga. (Di sisi lain) jika dia
terdengar, dia sudah merupakan suara, dan karena dia adalah
objek pendengaran, (dia tidak bisa memahami apapun); Lalu siapa
yang mengetahui tanggapan penglihatan? Jika tidak ada "orang
yang tahu" tersebut, Anda akan menjadi seperti rumput dan
tanaman. Tidak bisa terjadi pencampuran suara dan pendengaran
untuk menciptakan di antara mereka sebuah dunia menengah (dari
tanggapan penglihatan oleh telinga) untuk dunia tersebut tidak
dapat berada di pusat, di organ dalam, atau di luar suara. Oleh
karena itu, tidak telinga maupun tidak juga suara ada sebagai
penyebab, ataupun tidak juga tanggapan penglihatan oleh telinga
(sebagai akibat) dan telinga, suara dan bidangnya adalah tidak
bersifat sebab-musabab atau tidak bersyarat ataupun tidak ada
dengan sendirinya.'
[center]Bidang dari Tanggapan Penglihatan Bau[/center]
'Ananda, karena Anda (sudah) tahu, hidung dan bau adalah
penyebab yang melahirkan tanggapan penglihatan bau. Apakah
tanggapan penglihatan ini diciptakan dan dipersyaratkan oleh
hidung atau bau? Jika demikian, Ananda, apakah hidung ini?
Apakah dia adalah bagian mengait dan berdaging dari wajah Anda
dengan yang Anda menghirup? Tetapi bagian dari daging ini
termasuk milik tubuh dan tanggapan penglihatan tubuh disebut
sentuhan; Tubuh adalah bukan hidung dan sentuhan adalah objek
tujuannya. Jika hidung tidak dapat disebutkan namanya, di
manakah dia itu? Jika dia merasakan bau, di manakah tanggapan
penglihatan itu dalam pikiran Anda? Jika tanggapan penglihatan
berasal dari bagian wajah, itu adalah sentuhan dan tidak ada
hubungannya dengan hidung. Jika dia berasal dari kekosongan, dia
seharusnya diketahui oleh yang belakangan/terakhir daripada
dirasakan oleh daging; jika demikian, kekosongan seharusnya Anda
dan tubuh Anda akan merasakan tiada apapun. Kemudian, tidak akan
ada Ananda dimanapun pada saat ini.'
'Jika bau adalah "yang mengetahui", dia seharusnya mengenal
dirinya sendiri dan akan tidak ada hubungannya dengan Anda. Jika
bau yang baik dan buruk menciptakan hidung Anda, mereka
seharusnya tidak menghasilkan kayu cendana dan berbau busuk
herbal. Tanpa yang belakangan/terakhir, rasakan bau hidung Anda
sendiri dan lihat apakah wangi atau bau menusuk. Karena wangi
tidak dapat berbau busuk dan bau busuk tidak bisa menjadi wangi,
jika Anda dapat merasakan bau keduanya, Anda seharusnya memiliki
dua hidung, dan sekarang karena Anda bertanya kepada Saya
tentang Dharma itu, seharusnya ada dua Ananda; lalu Ananda yang
manakah Anda? Jika hanya ada satu hidung dan jika wangi dan bau
busuk adalah bukan dua bau yang berbeda, mereka bisa menjadi
keliru untuk satu sama lain, yang membuktikan bahwa tidak ada
yang ada; jika demikian dimanakah bidang dari tanggapan
penglihatan bau bisa dibuat? Jika dia diciptakan oleh bau dan
jika tanggapan penglihatan timbul karena bau, itu adalah seperti
mata Anda yang dapat melihat benda-benda, tapi tidak dirinya
sendiri; jadi tanggapan penglihatan yang ada karena bau
seharusnya tidak mencium bau itu. Jika dia mencium bau itu, dia
tidak dapat diciptakan oleh bau, dan jika dia tidak, dia
kehilangan tanggapan penglihatan itu. Karena bau tidak
tergantung pada tanggapan penglihatan, dia tidak memiliki
bidang. Jika tanggapan penglihatan tidak bisa mencium bau,
bidangnya tidak bisa dibuat atas dasar penciuman bau. Karena
tidak ada tanggapan penglihatan yang menengah (antara hidung dan
bau), akan tidak ada (organ) yang didalam atau (benda tujuan)
yang diluar. Jadi tanggapan penglihatan bau adalah palsu. Oleh
karena itu, tidak hidung atau tidak juga bau, sebagai penyebab,
maupun tidak juga bidang dari tanggapan penglihatan bau, sebagai
ciptaan itu, ada, sedangkan hidung, bau dan bidangnya adalah
tidak bersifat sebab-musabab atau tidak bersyarat ataupun tidak
ada dengan sendirinya.'
[center]Bidang dari Tanggapan Penglihatan Rasa[/center]
'Ananda, karena Anda (sudah) tahu, rasa asam di lidah adalah
penyebab yang memperanakkan tanggapan penglihatan oleh lidah.
Apakah tanggapan penglihatan ini diciptakan dan dipersyaratkan
oleh lidah, atau oleh rasa?
'Ananda, jika dia diciptakan oleh lidah, maka tebu, plum hitam
asam, asam pahit, garam batu, tumbuhan liar beraroma, jahe dan
cendana akan menjadi hambar tak berasa. Rasakan lidah Anda
sendiri dan lihat apakah manis atau pahit. Jika dia pahit,
siapakah pengecap rasa itu? Karena lidah tidak bisa merasakan
dirinya sendiri, siapa yang mengalami rasa itu? Jika dia tidak
pahit, tidak ada rasa bisa datang dari dia. Lalu bagaimana dia
dapat dipersyaratkan?'
'Jika tanggapan penglihatan berasal dari rasa, itu akan menjadi
rasa dia sendiri tetapi, seperti lidah, dia tidak bisa merasakan
dirinya sendiri. Lalu bagaimana dia bisa membedakan berbagai
macam rasa? Sekali lagi, karena ada banyak rasa yang tidak dapat
berasal dari satu sumber, seharusnya ada sebanyak tanggapan
penglihatan (yang sesuai). Jika hanya ada satu, dan jika dia
diciptakan oleh rasa (yang berbeda), maka semua rasa asin, rasa
hambar tanpa rasa, rasa manis dan rasa pahit seharusnya bersatu
dan menjadi satu; maka tidak akan ada penglihatan. Jika
demikian, tidak akan ada tanggapan penglihatan (oleh lidah).
Lalu bagaimana bisa lidah, rasa dan tanggapan penglihatan
dipersyaratkan? Kekosongan tidak dapat membuat pikiran Anda
melihat. Karena (organ) lidah dan (objek tujuan) rasa tidak
dapat bersatu untuk menciptakan (tanggapan penglihatan) yang
menengah. di manakah bidang yang belakangan/terakhir? Oleh
karena itu, lidah dan rasa, sebagai penyebab, dan bidang dari
tanggapan penglihatan rasa, sebagai ciptaan mereka, tidak ada,
sedangkan lidah, rasa dan bidang dari tanggapan penglihatan
mereka adalah tidak bersifat sebab-musabab atau tidak bersyarat
ataupun tidak ada dengan sendirinya.'
[center]Bidang dari Tanggapan Penglihatan Sentuhan[/center]
'Ananda, karena Anda (sudah) tahu, tubuh dan sentuhan adalah
penyebab yang menciptakan tanggapan penglihatan dari sentuhan.
Apakah ini diciptakan dan dipersyaratkan oleh tubuh atau oleh
sentuhan?'
'Ananda, jika dia diciptakan oleh tubuh, apa yang
belakangan/terakhir rasakan ketika tidak ada kontak hubungan
atau pemisahan? Jika oleh sentuhan, tubuh Anda tidak akan
diperlukan; maka siapa yang bisa, tanpa tubuh, merasakan kontak
hubungan dan pemisahan? Ananda, "benda tujuan" tidak merasakan
sentuhan, tetapi tubuh mengetahui dan merasakan itu. Tanggapan
penglihatan tubuh diungkapkan oleh sentuhan dan sentuhan melalui
tubuh. Oleh karena itu, tubuh dan sentuhan tidak dapat
dipisahkan tetapi mereka tidak sama sehingga pada awalnya mereka
tidak memiliki rumah tempat berdiam. Ketika sentuhan menghubungi
tubuh, dia menjadi tubuh dan ketika berhenti, dia menjadi
kekosongan. Karena tidak ada hal-hal seperti didalam (tubuh) dan
diluar (sentuhan), bagaimana bisa ada perantara (tanggapan
penglihatan) di antara mereka? Lalu dimanakah bidang dari
tanggapan penglihatan tubuh? Oleh karena itu, tubuh dan
sentuhan, sebagai penyebab, dan tanggapan penglihatan tubuh,
sebagai ciptaan mereka, tidak ada, dan ketiganya tidak bersifat
sebab-musabab atau tidak bersyarat ataupun tidak ada dengan
sendirinya.'
[center]Bidang dari Kesadaran Keenam[/center]
'Ananda, karena Anda (sudah) tahu, kecerdasan akal pikiran
(manas) dan dharma (ide gagasan pikiran) adalah penyebab yang
menciptakan kesadaran keenam. Apakah kesadaran ini diciptakan
dan dipersyaratkan oleh kecerdasan akal pikiran, atau Dharma?
'Ananda, jika kesadaran ini diciptakan oleh kecerdasan akal
pikiran, yang belakangan/terakhir (sebagai organ) seharusnya
berisi dharma (sebagai objek/benda tujuan) untuk mengungkapkan
keberadaannya sendiri. Dengan tidak adanya dharma, kecerdasan
akal pikiran Anda (tidak ada dan) tidak dapat menciptakan
sesuatupun; bahkan jika dia menciptakan kesadaran, apa yang
belakangan/terakhir gunakan jika dia tidak dihadapkan dengan ide
gagasan pikiran yang bersifat sebab-musabab (dharma)? Selain
itu, baik pikiran (yaitu kesadaran keenam) dan proses berpikir
Anda (misalnya kecerdasan akal pikiran) keduanya membedakan ide
gagasan pikiran dan benda-benda; apakah mereka sama, atau
berbeda satu sama lain? Jika sama, kesadaran hanyalah kecerdasan
akal pikiran, lalu bagaimana dia dapat diciptakan oleh
kecerdasan akal pikiran? Jika berbeda, kesadaran akan menjadi
"tidak sadar"; Maka bagaimana bisa dia berasal dari kecerdasan
akal pikiran? Jika dia juga "Sadar" lalu (beritahu Saya) apa itu
kecerdasan akal pikiran dan kesadaran. Oleh karena itu mereka
tidak juga sama ataupun tidak juga berbeda, maka dimanakah
bidang dari kesadaran?'
Jika kesadaran diciptakan oleh dharma, segala sesuatu dalam
dunia tidak dapat dipisahkan dari lima keterangan indera dari
bentuk, suara, bau, rasa dan sentuhan, yang secara jelas sesuai
dengan organ-organ indera dan tidak terpengaruh oleh kecerdasan
akal pikiran. Jika kesadaran Anda tergantung pada dharma untuk
keberadaannya, perhatikan dengan teliti ke dalam dharma dan
lihat seperti apa mereka terlihat, untuk yang melampaui bentuk
dan kekosongan, gerak dan ketenangan diam, kejelasan dan
gangguan halangan, persatuan dan pemisahan, dan kelahiran dan
kematian, di manakah dapat dharma ditemukan? Ketika dharma
muncul maka secara bersamaan dengan bentuk, kekosongan, semua
dharma muncul, dan ketika ada penghentian maka bentuk,
kekosongan, semua dharma lenyap dengan mereka. Karena tidak ada
penyebab yang mengarah ke penciptaan mereka, apa saja rupa dan
gambaran bentuk dari dharma? Jika ini tidak ada, lalu apa yang
mempersyaratkan dharma? Oleh karena itu, kecerdasan dan dharma
sebagai penyebab, dan bidang dari kesadaran keenam, sebagai
ciptaan mereka, tidak ada dan mereka tidak bersifat
sebab-musabab atau tidak bersyarat ataupun tidak ada dengan
sendirinya.'
[center]Menggabungkan Tujuh Unsur kedalam yang Mutlak Sepenuhnya
Nyata untuk Mengungkapkan
Percampuran bebas dari Gejala Kejadian sebagaimana dia muncul &
Benda dalam dirinya sendiri[/center]
'Ananda berkata kepada sang Buddha: 'Bhagavan, Tathagata telah
sering berbicara tentang penyebab, kondisi dan keadaan dari diri
yang seperti itu dan telah mengajarkan Kami bahwa semua
perubahan dan penjelmaan bentuk di dunia adalah karena campuran
dan gabungan dari empat unsur. Mengapa Dia sekarang menghapus
semua gagasan dari penyebab, kondisi dan keadaan dari diri yang
seperti itu? Saya tidak mengerti, akankah Dia cukup berbelas
kasih untuk menjelaskan secara penuh kepada semua makhluk hidup
arti yang diluar dari semua pikiran sesat?'
'Sang Buddha menjawab: Anda lelah, dan telah berusaha untuk
meninggalkan, ajaran Hinayana pada tahap Sravaka dan
Pratyeka-buddha, dan jadi ingin mencari Bodhi yang tak
tertandingi. Saya akan, oleh karena itu mengajarkan Kebenaran
Agung. Mengapa Anda masih membatasi diri Anda sendiri dengan
penalaran sembrono tentang penyebab palsu dan kondisi? Meskipun
Anda telah banyak mendengarkan Saya, Anda adalah seperti Orang
yang terbiasa untuk berbicara tentang obat-obatan tetapi yang,
ketika Dia melihat mereka tidak bisa memilih mana dari mereka
yang bagus. Inilah sebabnya mengapa Tathagata mengatakan bahwa
Anda benar-benar harus dikasihani. Dengarkan dengan perhatian
pada apa yang sekarang Saya beritahukan Anda, sehingga semua
yang berlatih Mahayana di masa depan dapat mencapai Kenyataan.'
'Ananda tetap diam, menunggu Ajaran suci.'
[center]Menampakkan Perbedaan Yang Salah[/center]
'Ananda, seperti yang Anda katakan, ketika empat unsur bercampur
dan bergabung mereka menyebabkan semua jenis penjelmaan bentuk
di dunia. Tetapi mereka tidak bisa bercampur dan bersatu jika
itu bertentangan dengan sifat alami mereka, seperti kekosongan
tidak bisa dengan bentuk. Di sisi lain, jika mereka demikian
bercampur dan bergabung, mereka adalah penjelmaan bentuk dan
berutang keberadaan mereka sepenuhnya untuk saling
ketergantungan mereka; mereka dengan demikian tunduk pada
penciptaan dan kehancuran didalam penggantian warisan yang tak
berujung, seperti cincin api disebabkan ketika obor dilambaikan
dalam putaran melingkar.'
[center]Menunjuk ke Satu Sumber[/center]
'Ananda, ini adalah seperti air yang, setelah menjadi es, bisa
berubah kembali menjadi air.'
[center]Petunjuk pengajaran pada Tujuh Unsur
[1] Unsur tanah bumi[/center]
'Lihatlah unsur tanah bumi yang berkisar dari ukuran tanah bumi
besar hingga setitik kecil debu. Belah titik ini yang hampir
mendekati "tiada apapun" dan kurangi dia hingga butir halus
tertipis di perbatasan tertinggi dari bentuk. Kemudian belah dia
lagi dan dia menjadi kekosongan. Ananda, jika butir debu ini
dapat dikurangi hingga tiada apapun, Anda seharusnya tahu bahwa
bentuk berasal dari kekosongan.'
'Sekarang Anda bertanya tentang perubahan bendai yang Anda
hubungkan ke pencampuran dan persatuan (dari empat unsur).
Ambil, misalnya, butir debu ini yang mendekati kekosongan,
berapa banyak kekosongan yang harus dicampur dan disatukan untuk
menghasilkannya? Tapi itu tidak masuk akal untuk menganggap
bahwa hal ini dapat dilakukan dengan menyatukan butiran-butiran
debu. Karena butir debu dapat dibelah dan dikurangi hingga
kosong, berapakah banyak (butiran dari) bentuk harus menyatu
bersama-sama untuk menciptakan kekosongan? Persatuan dari bentuk
(dengan bentuk) menghasilkan bentuk tetapi bukan kekosongan, dan
persatuan dari kekosongan (dengan kekosongan) menghasilkan
kekosongan tetapi bukan bentuk. Bentuk dapat dibelah tapi
bagaimana bisa kekosongan bersatu (dengan bentuk)?
'Anda tidak mengetahui bahwa di dalam Tathagatagarbha baik
bentuk dan (lawan sebaliknya) kekosongan keduanya timbul dari
sifat alami diri dan adalah sama persis dengan satu sama lain,
dan bahwa unsur dari tanah bumi pada dasarnya murni dan bersih,
mencakup semua didalam alam Dharma dan berwujud nyata karena
pikiran dari makhluk hidup mengenal dan membedakan (antara
benda-benda) sesuai dengan hukum karma. Sifat bodoh duniawi yang
salah ini menyebabkan, kondisi dan keadaan diri seperti itu,
karena kesadaran mereka membedakan dan memilih-milih tanpa
mereka ketahui bahwa bahasa yang mereka gunakan tidak memiliki
arti yang sebenarnya.
[center][2] Unsur api[/center]
'Ananda, api tidak memiliki diri, tetapi ada karena penyebab
(yang diluar). Ketika orang-orang di kota akan menyiapkan
makanan mereka, mereka menggunakan cermin dari logam yang
mengkilap untuk memperoleh api dari matahari.
'Ananda, tentang (gagasan pikiran Anda dari) campuran dan
persatuan, ambillah perkumpulan kelompok ini dari Diri Saya
Sendiri dan 1250 Bhiksu; meskipun kelompok ini adalah satu,
setiap anggota memiliki tubuhnya sendiri, suku dan nama, seperti
Sāriputra yang merupakan Brahmana, Uruvilva Kasyapa seorang suku
Kasyapa, dan Anda, Ananda, yang adalah dari suku Gautama.
'Ananda, jika api berasal dari campuran dan gabungan (dari
unsur-unsur), ketika seseorang memegang cermin untuk mendapatkan
api dalam sinar matahari, apakah api ini berasal dari cermin,
benda yang mudah terbakar atau matahari? Ananda, jika dia
berasal dari matahari, dia bisa membakar benda yang mudah
terbakar di tangan Anda; jika demikian, semua hutan pohon akan
hangus. Jika dia berasal dari cermin dan kemudian menyalakan
benda yang mudah terbakar, mengapa dia tidak melelehkan cermin
dan membakar tangan Anda? Tapi jika Anda bahkan tidak merasakan
panas itu, bagaimana bisa cermin itu meleleh? Jika dia berasal
dari benda yang mudah terbakar, mengapa yang belakangan/terakhir
membutuhkan matahari dan cermin untuk membuatnya terbakar?
Lihatlah cermin yang dipegang oleh tangan, matahari di atas
langit dan benda yang mudah terbakar yang pada awalnya berasal
dari tanah; bagaimana api dapat melakukan perjalanan di tempat
lain sebelum datang ke sini? (Selain itu) matahari dan cermin
adalah jarak yang sangat panjang terpisah dan tidak dapat
bercampur dan bersatu dengan satu sama lain. Pada akhirnya api
tidak dapat ada dengan sendirinya.
'Anda tidak menyadari bahwa di dalam Tathagatagarbha baik api
dan (lawan sebaliknya) kekosongan timbul dari sifat alami diri
dan adalah sama persis satu sama lain, dan bahwa unsur dari api
pada dasarnya murni dan bersih, mencakup semua di dalam alam
Dharma dan berwujud nyata karena pikiran makhluk hidup mengenal
dan membedakan (antara benda-benda). Ananda, Anda seharusnya
tahu bahwa api dihasilkan dimanapun seseorang memegang cermin
(di bawah matahari), dan bahwa jika cermin diangkat di seluruh
alam Dharma, api akan bermunculan di mana-mana sesuai dengan
hukum karma dan tidak di tempat arah yang ditentukan. Sifat
bodoh duniawi yang salah ini menyebabkan, kondisi dan keadaan
diri seperti itu tanpa menyadari bahwa itu adalah karena
kesadaran mereka membedakan dan memilih-milih dan bahwa bahasa
yang mereka gunakan tidak memiliki arti yang sebenarnya.
[center][3] Unsur air[/center]
'Ananda, air tidaklah tetap secara alami selama dia baik
mengalir atau tetap tenang. Para penyihir besar di sravasti,
seperti Kapila, Cakra, Padma, Hasta dan yang lainnya mendapatkan
intisari air untuk mencampur dengan obat-obatan mereka dengan
mengangkat bola kristal menghadap bulan purnama. Apakah air ini
datang dari bola, kekosongan ruang angkasa atau bulan? Ananda,
jika dia berasal dari bulan yang sangat jauh dia seharusnya
melewati pohon-pohon di hutan sebelum mencapai bola kristal
untuk mengalir ke dalam mangkuk. Jika dia tidak mengalir melalui
pohon-pohon di hutan, ini menunjukkan bahwa dia tidak turun dari
bulan. Jika dia berasal dari bola kristal, dia seharusnya
mengalir secara teratur tidak hanya saat bulan purnama. Jika dia
berasal dari kekosongan ruang angkasa yang tak terbatas, dia
seharusnya mengalir di mana-mana, menenggelamkan segala sesuatu
antara bumi dan langit; jika demikian, bagaimana bisa ada
makhluk hidup berjalan di atas bumi, terbang di udara dan
berenang di air? Pikirkan semua ini lagi; bulan berada di
langit, bola kristal adalah di tangan orang itu dan mangkuk ada
di depannya; 'Jadi darimana air ini berasal untuk mengalir (ke
dalam mangkuk)? Bulan dan bola kristal adalah sangat jauh jarak
terpisah dan tidak dapat bercampur dan bersatu dengan satu sama
lain. Ini adalah tidak masuk akal untuk mengatakan bahwa air ini
tidak datang dari sumber manapun.
'Anda tidak tahu bahwa didalam Tathagatagarbha baik air dan
(lawan sebaliknya) kekosongan kedua-duanya timbul dari sifat
alami diri dan adalah sama persis satu sama lain, dan bahwa
unsur dari air pada dasarnya murni dan bersih, mencakup semua di
dalam alam Dharma, dan berwujud nyata karena pikiran makhluk
hidup mengenal dan membedakan (antara benda-benda). Jadi air
mengalir dimanapun bola kristal yang digunakan untuk
mengumpulkannya dan jika dia diangkat di seluruh alam Dharma,
dia akan mengalir di mana-mana sesuai dengan hukum karma dan
tidak di tempat atau arah tertentu. Sifat bodoh duniawi yang
salah ini menyebabkan, kondisi dan keadaan diri seperti itu
tanpa menyadari bahwa itu adalah karena kesadaran mereka
membeda-bedakan dan memilih-milih dan bahwa bahasa yang mereka
gunakan tidak memiliki arti yang sebenarnya.
[center][4] Unsur angin[/center]
'Ananda, unsur dari angin tidak memiliki isi pokok dan baik
bergerak atau diam. Ketika Anda bergabung dengan sebuah
pertemuan dan menyesuaikan jubahmu tepinya (kadang-kadang)
menyentuh orang disebelah Anda, mengacaukan udara yang meniup
wajahnya. Apakah angin ini datang dari ujung jubah Anda, dari
kekosongan atau dari wajah orang itu?'
'Ananda, jika dia berasal dari ujung jubahmu, yang
belakangan/terakhir seharusnya meninggalkan tubuh Anda (untuk
menyentuh wajah orang itu). Saat Saya memberitakan Dharma
disini, jubah Saya tidak bergerak; di manakah Anda dapat
menemukan angin di dalamnya? Ia tidak memiliki tempat
tersembunyi di mana angin dapat disimpan.'
'Jika angin berasal dari kekosongan, mengapa dia tidak meniup
(orang itu) saat jubahmu diam tak bergerak? (Selain itu)
"kekosongan" adalah permanen kekal tidak berubah dan demikian
juga seharusnya "angin"; kemudian tanpa angin tidak akan ada
kekosongan. Anda bisa merasakan saat angin berhenti meniup, tapi
gejala petunjuk apakah ketika kekosongan lenyap? Jika kekosongan
dapat diciptakan dan dilenyapkan, dia tidak bisat (benar-benar)
adalah kekosongan, dan jika dia adalah, bagaimana dia bisa
menciptakan angin?'
'Jika angin berasal dari wajah tetangga Anda, dia seharusnya
juga meniup Anda; lalu mengapa jubahmu saat menyentuh terhadap
dia tidak meniup Anda kembali?'
'Lihatlah ke semua ini dengan seksama. Jubah yang Anda sesuaikan
adalah milikmu, wajah yang tertiup adalah dari Bhiksu lain dan
kekosongan tetap diam dan tidak bergerak; lalu dari manakah
angin itu berasal? Angin dan kekosongan berbeda dan tidak bisa
bercampur atau juga tidak bisa bersatu, sementara angin tidak
bisa ada dengan sendirinya tanpa penyebab. Anda tidak menyadari
bahwa di dalam Tathagatagarbha angin dan (lawan sebaliknya)
kekosongan timbul dari sifat alami diri dan adalah sama persis
satu sama lain, dan bahwa unsur dari angin pada dasarnya murni
dan bersih, mencakup semua di dalam alam Dharma, dan berwujud
nyata karena pikiran makhluk hidup mengenal dan membedakan
(antara benda-benda). Jika, Ananda, Anda memindahkan jubah Anda,
angin yang sedikit dibangkitkan. Dan jika ada gerakan yang sama
di seluruh alam Dharma, akan ada angin di seluruh dunia sesuai
dengan hukum karma dan tidak di tempat atau arah tertentu. Sifat
bodoh duniawi yang salah pada unsur angin menyebabkan, kondisi
dan keadaan diri seperti itu karena kesadaran mereka
membeda-bedakan dan memilih-milih tanpa menyadari bahwa bahasa
yang mereka gunakan tidak memiliki arti yang sebenarnya.
[center][5] Unsur ruang[/center]
'Ananda, ruang adalah jauh dari sungai, orang-orang dari kasta
yang berbeda, seperti Ksatriya, Brahmana, Vaisya, Sudra,
Bhāradvāja dan Candāla, yang datang untuk tinggal di
sana, menggali sumur untuk menemukan air. Setiap kaki dari tanah
bumi diganti dengan sebuah kaki dari ruang dan sepuluh kaki dari
tanah bumi dengan sepuluh kaki dari ruang, sehingga kedangkalan
atau kedalaman dari setiap sumur sesuai dengan jumlah tanah bumi
yang diangkat. Apakah ruang ini berasal dari tanah bumi, dari
penggalian atau dari dirinya sendiri seperti itu?
'Ananda, jika ruang ada dari dirinya sendiri, mengapa sebelum
penggalian itu dia tidak tak terhalang oleh tanah bumi? Mengapa
hanya ada tanah bumi tanpa ada ruang apapun yang terlihat di
sana?
'Jika ruang berasal dari tanah bumi, dia seharusnya terlihat
masuk ke sumur ketika tanah bumi sedang digali. Jika saja tanah
bumi diangkat tanpa ruang memasuki sumur, bagaimana ruang dapat
berasal dari tanah bumi? Jika (tanah bumi) tidak digali dan
(ruang) tidak mengisi lubang, ruang dan tanah bumi kedua-duanya
seharusnya sama; maka mengapa tidak ruang digali dengan tanah
bumi?
'Jika ruang berasal dari penggalian, ketika "yang lebih dahulu"
dihasilkan oleh "yang belakangan/terakhir", tidak ada tanah bumi
yang seharusnya diangkat. Jika ruang tidak berasal dari
penggalian, mengapa ketika tanah bumi sedang digali, apakah
ruang terlihat dalam sumur?
'Pikirkan tentang semua ini dan lihat dimana ruang berasal dari
ketika seseorang menggunakan tangannya untuk menggali tanah
untuk membuat sumur. Untuk menggali dan ruang adalah tidak dalam
golongan yang sama dan dapat tidak bercampur ataupun tidak
bersatu. Dan itu adalah tidak masuk akal untuk menganggap bahwa
ruang ada dari dirinya sendiri tanpa datang dari sebab apapun.
Jika ruang secara sempurna merangkul semua dan pada dasarnya tak
bergerak, Anda seharusnya tahu bahwa dia dan unsur-unsur dari
tanah, air, api dan angin yang bersama-sama disebut sebagai lima
unsur, bercampur baur secara alami dan hanyalah Tathagatagarbha
yang tidak ditanggapi dan yang tak berujung.
Ananda, karena pikiran Anda tertipu dan Anda tetap tidak
menyadari kenyataan (ciri khas kepribadian dari) empat unsur di
dalam Tathagatagarbha, Anda seharusnya melihat kedalam ruang dan
melihat apakah atau tidak dia datang atau pergi, atau tidak
datang ataupun tidak pergi. Anda tidak tahu bahwa dalam
Tathagatagarbha Bodhi dan (lawan sebaliknya) kekosongan timbul
dari sifat alami diri dan adalah sama persis satu sama lain,
karena unsur dari ruang pada dasarnya murni dan bersih, mencakup
semua di dalam alam Dharma, dan berwujud nyata karena pikiran
makhluk hidup mengenal dan membedakan (antara benda-benda).
Kesepuluh penjuru, Ananda, adalah seperti lubang kosong yang
diisi dengan ruang yang sesuai dengan hukum karma tidak memiliki
tempat atau arah tertentu.Sifat bodoh duniawi yang salah ini
menyebabkan, kondisi dan keadaan diri seperti itu tanpa
menyadari bahwa itu adalah karena kesadaran mereka
membeda-bedakan dan memilih-milih dan bahwa bahasa yang mereka
gunakan tidak memiliki arti yang sebenarnya.
[center][6] Unsur Tanggapan Penglihatan[/center]
'Tanggapan penglihatan mengetahui tiada apapun oleh dirinya
sendiri dan hanya berwujud melalui bentuk dan kekosongan.
Seperti Anda yang sekarang berada di dalam taman Jetavana, Anda
melihat cahaya di siang hari dan gelap gulita di malam hari.
Pada malam hari ada cahaya ketika bulan bersinar dan kegelapan
ketika tidak ada bulan. Terang dan gelap dibedakan oleh
penglihatan, (tapi) apakah penglihatan ini dari sifat alami yang
sama seperti cahaya, kegelapan dan kekosongan atau tidak; Apakah
dia sama atau berbeda dari mereka?
'Ananda, jika "melihat/penglihatan" adalah sifat alami yang sama
seperti cahaya, kegelapan atau kekosongan; (kita datang ke hal
ini )saat cahaya dan kegelapan berganti, dan ketika ada satu
yang lain menghilang, maka jika penglihatan adalah satu dengan
kegelapan, dia seharusnya lenyap ketika ada cahaya dan
sebaliknya. Ketika penglihatan menghilang dalam kedua kasus itu,
mengapa terang dan gelap masih terlihat? Karena mereka berbeda,
maka bahwa penglihatan adalah di luar dari penciptaan dan
pemusnahan: jika demikian, bagaimana bisa penglihatan sama
dengan terang dan gelap?
Jika penglihatan tidak dari sifat alami yang sama seperti cahaya
dan kegelapan, cobalah untuk mencari tahu apa penglihatan ini
terlihat seperti terpisah dari cahaya, kegelapan dan kekosongan,
tanpa yang ada bisa tiada penglihatan seperti rambut kura-kura
dan tanduk dari kelinci.
Karena cahaya, kegelapan dan kekosongan berbeda, di manakah
penglihatan itu bisa berada? Karena terang dan gelap adalah
berlawanan, bagaimana bisa penglihatan menyamakan dengan mereka?
Jika tidak ada penglihatan tanpa cahaya, kegelapan dan
kekosongan, bagaimana dia bisa berbeda dari mereka?
'Jika Anda mencoba untuk memisahkan kekosongan dari penglihatan,
Anda tidak akan menemukan batas-batas mereka; jika demikian,
mengapa mereka bukan hal yang sama?
Ketika Anda melihat cahaya dan kegelapan, penglihatan Anda tidak
berubah; lalu mengapa dia tidak berbeda dari mereka?
'Jika Anda melihat secara dekat dan teliti ke dalam semua ini
dan memeriksanya lagi dan lagi, Anda akan menemukan cahaya itu
berasal dari matahari, kegelapan dari malam yang tanpa bulan,
jarak dari ruang dan gangguan halangan dari tanah bumi, jadi di
manakah yang menurunkan/menperanakkan intisari pokok dari
penglihatan ini? Karena penglihatan bisa membedakan sedangkan
kekosongan tidak bisa, mereka tidak dapat bercampur ataupun
tidak dapat bersatu. Dan Kita tidak bisa mengatakan bahwa
intisari pokok dari penglihatan ini datang entah dari mana.
'Anda seharusnya tahu bahwa tanggapan penglihatan oleh melihat
dan mendengar yang merembes meliputi semua dan pada dasarnya
tidak berubah, dan ruang yang tak bergerak yang tak terbatas,
serta yang bergerak (seperti pasangan demikian) unsur dari
tanah, air, api dan angin semuanya yang disebut enam unsur,
bercampur baur dengan sifat alami dan adalah yang pada dasarnya
Tathagatagarbha yang tidak ditanggapi dan yang tak berujung.
Anda tergila-gila oleh sifat alami dan tidak mengerti bahwa
"melihat", "mendengar", "merasakan" dan "mengetahui" pada
dasarnya berasal dari Tathagatagarbha. Anda seharusnya
menyelidiki kedalam mereka dan melihat apakah mereka berhubungan
dengan kelahiran dan kematian, jika mereka satu atau banyak,
jika mereka tidak berhubungan baik untuk kelahiran maupun
kematian dan jika mereka bukanlah baik satu ataupun banyak.
'Anda tidak tahu bahwa di dalam Tathagatagarbha sifat alami diri
penglihatan pada dasarnya adalah tanggapan penglihatan
tercerahkan yang murni dan bersih, mencakup semua di dalam alam
Dharma, dan berwujud nyata karena pikiran makhluk hidup mengenal
dan membedakan (antara benda-benda). Seperti penglihatan yang
merembes meliputi seluruh alam Dharma, mendengar, mencium,
merasakan dan menyentuh serta kegiatan tubuh dan pikiran
memiliki kebajikan indah yang cerah dan seluruh semesta dunia
sehingga tidak di tempat atau arah yang tertentu. Mereka
mewujudkan menurut hukum karma, tetapi kebodohan duniawi
berpikir secara salah bahwa mereka adalah bersifat sebab akibat,
bersyarat dan karena diri yang seperti itu. Dikarenakan oleh
kesadaran mereka, mereka membeda-bedakan dan memilih-milih dan
tidak tahu bahwa bahasa mereka tidak memiliki arti yang
sebenarnya.
[center][7] Unsur kesadaran[/center]
'Ananda, kesadaran tidak memiliki asal usul dan adalah (khayalan
ilusi) yang timbul dari enam organ dan keterangan indera.
Lihatlah, perkumpulan majelis suci ini dan berbaliklah untuk
melihat mereka yang hadir ini; mata Anda adalah seperti cermin
yang tidak dapat membedakan sementara kesadaran Anda mengenal
pada gilirannya kehadiran dari Manjusri, Purnamaitrāyãniputra,
Maudgalyayana, Subhuti, Sāriputra (dan lainnya). Apakah
kesadaran ini berasal dari tanggapan penglihatan, bentuk atau
kekosongan, atau apakah itu (muncul) secara tiba-tiba tanpa
sebab?
'Ananda, jika kesadaran Anda berasal dari penglihatan (tanggapan
penglihatan) Anda, maka dalam ketiadaan cahaya, kegelapan,
bentuk dan kekosongan, tidak akan ada penglihatan, dan ketika
tidak ada tanggapan penglihatan, bagaimana bisa dia menciptakan
kesadaran?
'Jika kesadaran Anda berasal dari bentuk yang bukan berasal dari
tanggapan penglihatan, maka, ketika cahaya dan kegelapan tidak
terlihat, tidak ada baik bentuk maupun kekosongan; maka
bagaimana bisa "bentuk yang tidak ada" menciptakan "kesadaran"?
'Jika kesadaran Anda berasal dari kekosongan yang bukan dari
baik bentuk maupun tanggapan penglihatan, ketiadaan dari
tanggapan penglihatan berarti juga bahwa penegasan kecerdasan
yang menyatakan secara tidak langsung yang bukan tanggapan
penglihatan dari cahaya, kegelapan, bentuk dan kekosongan; dan
tidak adanya bentuk adalah akhir dari semua penyebab yang
diluar, bagaimana, kemudian, dapat melihat, mendengar, merasakan
dan pengetahuan Anda terjadi? Jadi tanpa bentuk dan tanggapan
penglihatan, kesadaran yang berasal dari kekosongan sama sekali
tidak ada. (Di sisi lain), jika dia ada tanpa adanya objek
sasaran, apa yang bisa dia bedakan?
'Jika kesadaran Anda tiba-tiba muncul tanpa sebab apapun,
mengapa dia tidak bisa melihat bulan di siang hari?
'Sekarang lihatlah dari dekat dan teliti ke dalam semua ini;
penglihatan (tanggapan penglihatan) Anda tergantung pada biji
mata Anda bertemu dengan obyek sasaran yang diluar yang "adalah"
ketika ada bentuk dan "bukan" ketika tidak ada bentuk. Ini
adalah empat penyebab (yaitu penglihatan, mata, bentuk dan
kekosongan) darimana kesadaran timbul, tetapi manakah salah satu
dari mereka yang menciptakan kesadaran? Karena kesadaran selalu
bergerak (untuk membedakan), sedangkan tanggapan penglihatan
diam tak bergerak (untuk itu dia tidak membedakan), mereka tidak
dapat bercampur dan bersatu bersama. Pendengaran, perasaan dan
pengetahuan Anda berada dalam golongan yang sama (seperti
penglihatan Anda), tetapi kesadaran Anda masih harus memiliki
sumber.
'Jika kesadaran ini berasal dari tiada apapun, Anda seharusnya
tahu bahwa tanggapan penglihatan (dengan cara) melihat,
mendengar, merasakan dan mengetahui menyebar di mana-mana dan
tidak berasal dari sumber manapun. Lagi pula dengan ruang, tanah
bumi, air, api dan angin mereka disebut tujuh unsur, sifat alami
yang nyata dan (bebas) bercampur baur, tapi menjadi
Tathagatagarbha yang tidak ditanggapi dan yang tak berujung.
'Ananda, karena pikiran Anda tidak tenang, Anda tidak menyadari
bahwa penglihatan dan pendengaran yang membangkitkan kesadaran,
datang secara pokok mendasar dari Tathagatagarbha. Anda
seharusnya melihat ke dalam kesadaran di dalam Enam Pintu masuk
dan lihat apakah mereka adalah sama atau berbeda, ada atau
tidak, atau bukan baik yang sama ataupun yang berbeda, dan bukan
baik yang ada ataupun yang tidak ada. Karena Anda tidak
menyadari bahwa di dalam Tathagatagarbha sifat alami kesadaran
diri adalah dasar Pencerahan Bodhi yang mencakup dan meliputi
seluruh alam Dharma, adalah tidak (dapat ditemukan) di tempat
atau arah yang tertentu dan mewujudkan sesuai dengan hukum
karma. Kebodohan duniawi berpikir secara salah bahwa mereka
adalah bersifat sebab akibat, bersyarat dan karena diri yang
seperti itu. Menurut cara kesadaran mereka membeda-bedakan dan
memilih-milih sementara mereka tidak tahu bahwa bahasa yang
mereka gunakan tidak memiliki arti yang sebenarnya.
[center]Ananda Menyatakan Kepahaman Nya dalam Gatha[/center]
Setelah mendengarkan petunjuk yang mendalam dari sang Buddha,
Ananda dan persamuan majelis menyadari bahwa tubuh dan pikiran
mereka kini bebas dari segala hambatan. Setiap orang mengerti
bahwa pikiran dirinya sendiri merembes meliputi sepuluh penjuru
ruang yang Dia lihat dengan jelas seperti daun yang dipegang di
tangannya sendiri, dan bahwa segala sesuatu adalah Pikiran dasar
yang menakjubkan dan cerah dari Bodhi. Sementara intisari pokok
pikirannya mencakup semua dan berisi sepuluh penjuru arah, Dia
kembali menatap tubuhnya sendiri yang diberikan kepadanya oleh
orang tuanya, yang seperti setitik butir debu sedang menari di
kekosongan besar, terkadang terlihat dan terkadang tidak, dan
seperti gelembung busa naik dan jatuh tanpa tujuan di lautan
yang jelas yang tak terbatas. Setelah melihat semua ini dengan
jelas, Mereka semua menyadari pikiran diri mereka sendiri yang
mendasar, mendalam, kekal permanen tidak berubah dan tidak bisa
dihancurkan, dan melakukan anjali dengan telapak tangan Mereka
untuk menghormat kepada sang Buddha (berterima kasih kepada-Nya)
karena (menunjukkan kepada mereka) apa yang belum pernah mereka
lihat sebelumnya.
Setelah itu, Ananda memuji sang Buddha dalam "Ananda Suramgama
Pranidana Gatha" ("Syair Sumpah Ananda dalam Yang keras Tak
Terhancurkan Kemajuan Pahlawan Yang Gagah Berani") sebagai
berikut:
"Dharani Yang indah dan Sukar Dimengerti,
Bhagavan Yang Tenang Tentram,
Raja Suramgama yang paling utama,
adalah unik didalam dunia.
Membubarkan pikiran-pikiran Saya yang terbalik
yang terkumpul melalui miliaran ribuan kalpa,
Sehingga Saya tidak perlu bertahan selama Asamkhyeya Kalpa
untuk mencapai tubuh Dharma (Dharma kaya).
Saya ingin sekarang untuk mencapai Buah hasil itu
dan menjadi mencapai SamyakSamBodhi menjadi Bhagavan,
yang kemudian kembali untuk menyelamatkan para makhluk
yang sebanyak butiran pasir di sungai Gangga.
Saya memberikan pikiran hati yang paling dalam ini untuk semua
dunia Buddha
yang sebanyak butiran debu di semua alam semesta,
membalas kebaikan hati yang diberikan kepada Saya oleh para
Buddha.
Dengan rendah hati Saya meminta kepada sang Bhagavan untuk
menyatakan sumpah Saya untuk kembali ke lima alam jahat yang
keruh,
dan selama bahkan hanya satu makhluk yang belum menjadi Buddha,
Saya tidak akan masuk Nirvana.
Pahlawan Besar Agung dengan kekuatan besar, kebaikan yang besar
dan kasih sayang yang besar,
Tolong lebih lanjut cari dan hilangkan keraguan yang terhalus
dari Saya,
menyebabkan Saya untuk cepat mencapai Anuttara SamyakSamBodhi,
dan duduk di Bodhi Mandala di dunia dari sepuluh penjuru.
Bahkan sifat sunyata (kekosongan) menjadi sepenuhnya mencair,
Pikiran Vajra ini tidak akan pernah goyah. "
#Post#: 91--------------------------------------------------
Re: Suramgama Usnisa Sitatapatra Mahayana Suttram
By: ajita Date: November 11, 2016, 8:06 am
---------------------------------------------------------
Kemudian Purnamaitreyaniputra bangkit dari tempat dudukNya di
tengah-tengah perkumpulan majelis yang berjumlah besar,
mengangkat jubah di bahu sebelah kananNya, berlutut di lutut
kananNya, dengan hormat merangkapkan kedua telapak tangan-Nya,
dan berkata kepada sang Buddha, "Yang paling berbudi luhur dan
menakjubkan sang Bhagawan demi para makhluk membabarkan secara
terperinci kebenaran utama dari Tathagata dengan kefasihan yang
luar biasa . Bhagawan sering mentunggalkan Saya sebagai yang
paling utama di antara pembicara Dharma. Tapi sekarang ketika
Saya mendengar ucapan indah yang halus sang Tathagata pada
Dharma, Saya seperti orang tuli yang pada jarak lebih dari
seratus langkah mencoba untuk mendengar nyamuk, yang sebenarnya
tidak bisa dilihat, apalagi mendengar. Meskipun ungkapan jelas
sang Buddha telah berhasil menghilangkan keraguan Kami, Kami
masih belum mengerti makna tertinggi yang bisa memungkinkan Kami
untuk naik di atas semua angan-angan khayalan. Mereka yang
seperti Ananda, meskipun tercerahkan, belum juga mengakhiri
aliran keluar dari kebiasaan mereka. Bagi Kami yang hadir di
perkumpulan majelis yang telah mencapai tahap tiada aliran arus
keluar, meski telah mengakhiri aliran arus perpindahan keluar
Kami, masih bertanya-tanya tentang Dharma yang diucapkan oleh
Tathagata hari ini.
"Bhagawan, jika semua organ indera duniawi, obyek tujuan indera
, skandha , tempat, dan alam adalah Tathagatagarbha , mengapa ,
dalam pokok kemurnian itu, pegunungan, sungai , bumi besar dan
semua gejala kejadian yang berkondisi lainnya tiba-tiba muncul ,
secara berputar berubah dan mengalir, berakhir , dan kemudian
mulai lagi?
"Selain itu, Tathagata mengatakan bahwa sifat alami dasar dari
tanah bumi , air, api , dan angin adalah sempurna menyatu ,
menyerap meliputi alam dharma (dharmadhatu), dan hening tenang
dan abadi. Bhagavan , jika sifat alami tanah bumi adalah yang
dapat ditembus meresap, bagaimana mungkin itu mengandung air?
Jika sifat alami dari air adalah meresap , api tidak akan
muncul. Selanjutnya, bagaimana Anda menjelaskan bahwa sifat
alami api dan air dapat masing-masing menyerap meliputi ruang
kosong tanpa menggusur menggantikan satu sama lain? Bhagavan ,
sifat alami tanah bumi adalah padat; sifat alami kekosongan
adalah hampa . Bagaimana mereka berdua menyerap meliputi alam
dharma ? Saya tidak tahu ajaran ini bertujuan untuk apa. Saya
hanya berharap sang Tathagata dengan belas kasih akan
menjelaskan untuk menghapus awan kebingungan yang melanda Kami
semua di perkumpulan majelis besar ini. "
Setelah mengatakan itu , Dia bersujud penuh dan dengan penuh
hormat dan penuh harap menunggu pengajaran yang tak tertandingi
yang berwelas asih dari sang Tathagata .
Bhagavan kemudian memberitahu Purna dan semua Arahat dalam
perkumpulan majelis yang telah mengakhiri aliran arus
perpindahan samsara Mereka dan telah mencapai tingkat yang
melampaui penelitian , " Hari ini sang Tathagata akan
menjelaskan secara mendalam makna sejati yang paling tertinggi.
Semoga Anda didalam perkumpulan majelis yang para Pendengar atau
Arahat yang bersifat alami tetap, yang belum menyadari dua jenis
kekosongan dan semua yang mengabdikan diri untuk Kendaraan
Terunggul mencapai ketenangan dari satu Kendaraan , aranya yang
benar sejati , tempat yang tepat untuk mengolah budidaya .
Dengarkan dengan penuh perhatian dan Saya akan menjelaskannya
untuk Anda . "
Purna dan yang lainnya mendengarkan dengan tenang , menghormati
ucapan sang Buddha pada Dharma .
Sang Buddha berkata , " Purna, Anda telah bertanya mengapa
didalam kemurnian yang pokok mendasar, 'pegunungan' , 'sungai'
, dan 'tanah bumi yang besar' tiba-tiba muncul. Tidakkah Anda
sering mendengar sang Tathagata menjelaskan secara terperinci
pada cahaya indah dari sifat alami tercerahkan dan keajaiban
terang dari pencerahan yang pokok mendasar ? "
Purna mengatakan , " Ya , Bhagawan , Saya telah sering mendengar
sang Buddha menjelaskan secara terperinci pada hal itu. "
Sang Buddha berkata , " Kamu berbicara tentang pemahaman
pencerahan , apakah sifat alami itu memahami dan apakah itu yang
disebut pencerahan? Atau apakah pencerahan pada awalnya kurang
pemahaman dan sehingga Anda berbicara tentang pemahaman
pencerahan ? "
Purna mengatakan , " Jika kurangnya pemahaman disebut pencerahan
, maka tidak akan ada pemahaman sama sekali. "
Sang Buddha berkata , " Jika tidak ada pemahaman sama sekali,
maka mungkin tidak ada pemahaman pencerahan . Jika pemahaman
ditambahkan, maka itu bukan pencerahan . Jika pemahaman tidak
ditambahkan , maka tidak ada pemahaman . Tapi kurangnya
pemahaman atau ketidaktahuan bukanlah sifat alami terang jernih
dari pencerahan . Sifat alami dari pencerahan tentu termasuk
pemahaman . Adalah berlebihan untuk mengucapkan 'pemahaman
pencerahan' . Pencerahan bukanlah semacam pemahaman . Pemahaman
mendirikan sebuah dunia objek tujuan . Setelah alam objek tujuan
sudah didirikan , keadaan subjek pokok palsu milik Anda muncul .
"Di mana ada tiada kesamaan atau perbedaan, dengan tiba-tiba
muncul perbedaan. Apa yang berbeda dari perbedaan itu, menjadi
kesamaan . Setelah persamaan dan perbedaan saling muncul, dan
karena mereka , apa yang tidak sama maupun yang tidak berbeda
diciptakan. Gejolak ini pada akhirnya menimbulkan kelelahan .
kelelahan berkepanjangan menghasilkan pencemaran. Gabungan dari
ini didalam kekeruhan suram menciptakan penderitaan sehubungan
dengan 'pencemaran yang melelahkan'. Dunia terjadi melalui
kemunculan ini; tidak adanya kemunculan menjadi kekosongan.
Kekosongan adalah kesamaan; Dunia , perbedaan. Mereka yang tidak
memiliki baik perbedaan maupun kesamaan menjadi dharma yang
berkondisi/bersyarat.
"Pemahaman ditambahkan ke Pencerahan menciptakan cahaya yang
berdiri di pertentangan timbal balik dengan kegelapan dari
kekosongan . Akibatnya , putaran roda angin yang mendukung dunia
terwujud . Ketegangan antara kekosongan dan cahaya itu
menciptakan gerakan. Yang palsu, cahaya yang teguh mengental
kedalam kepadatan yang menjadi logam. Kurangnya pemeliharaan
pencerahan yang teguh dan menyebabkan roda logam untuk
mengamankan seluruh tanah . Keadaan kegigihan yang tidak
tercerahkan itu menciptakan logam, sedangkan gejolak cahaya
menyebabkan angin muncul . Gesekan antara angin dan logam
menciptakan api , yang adalah bisa berubah didalam sifat alami .
Logam menghasilkan uap kelembaban , yang menyebabkan nyala lidah
api naik dari api. Demikian roda air yang meliputi semua alam di
sepuluh penjuru terjadi. Api naik dan air turun , dan gabungan
menjadi teguh bertahan . Apa yang basah menjadi samudera dan
lautan; Apa yang kering menjadi benua dan pulau-pulau.
Dikarenakan oleh itu , api sering bangkit di lautan , dan di
benua 'arus' dan 'sungai' sungguh mengalir. Ketika kekuatan dari
air lebih sedikit dari kekuatan api, pegunungan tinggi
dihasilkan . Itulah sebabnya batuan gunung mengeluarkan percikan
api bila dipukul , dan menjadi cair ketika meleleh . Ketika
kekuatan tanah bumi lebih sedikit dari kekuatan air , hasilnya
adalah rumput dan pohon . Itulah sebabnya tumbuh-tumbuhan di
hutan dan rawa-rawa berubah menjadi abu ketika dibakar dan
merembeskan air ketika dipelintir. Hubungan timbal balik dari
percabangan dua bagian yang palsu itu pada gilirannya
menciptakan unsur-unsur ini sebagai bibit dan dari sebab-sebab
dan kondisi-kondisi ini mendatangkan kelangsungan dari dunia .
"Selain itu , Purna, pemahaman palsu adalah tidak lain dari
kesalahan dari menambahkan Pemahaman pada Pencerahan . Setelah
kepalsuan dari dunia objek tujuan didapatkan, pemahaman subjek
pokok tidak dapat melampaui itu . Dikarenakan oleh itu,
pendengaran tidak melampaui suara , dan penglihatan tidak
melampaui 'bentuk' , 'bau', 'rasa' , 'objek tujuan dari
sentuhan' dan yang lain dari enam kepalsuan dicapai. Dikarenakan
oleh mereka, ada pembagian dalam penglihatan , perasaan ,
pendengaran , dan pengetahuan. Karma yang serupa mengikat
makhluk bersama-sama, penyatuan dan pemisahan menyebabkan
perubahan mereka.
"'Penjelmaan wujud cahaya' disebabkan oleh 'pandangan keliru'
dan 'kebodohan-ketidaktahuan'. 'Pandangan persaingan'
menghasilkan 'kebencian' . 'Pandangan yang cocok' menciptakan
'cinta'. 'Aliran dari cinta' menjadi 'benih' ; Kandungan Janin
yang mungkin terpendam diperoleh dan kehamilan terjadi. Saat
persetubuhan hubungan intim berlangsung , makhluk dengan karma
yang sama ditarik masuk. Dari sebab-sebab dan kondisi-kondisi
ini, 'kalaka' , 'arbuda' , dan 'tahapan janin lainnya'
berkembang. Mahluk yang 'lahir dari rahim , 'lahir dari telur' ,
'lahir dari kelembaban' , dan 'lahir dari penjelmaan' terjadi
dalam menanggapi : yang lahir dari telur berasal dari pikiran ,
yang lahir dari rahim adalah karena nafsu , yang lahir dari
kelembaban muncul dari penyatuan , dan yang dari penjelmaan
terjadi melalui pemisahan. 'Nafsu' , 'pikiran' , 'penyatuan',
dan 'pemisahan' menyebabkan perubahan lebih lanjut , dan
pematangan dari karma tersebut menyebabkan seseorang naik atau
tenggelam . Dari sebab-sebab dan kondisi-kondisi tersebut
mendatangkan kelangsungan dari makhluk .
"Purna, pikiran dan cinta menjadi terikat bersama sehingga
orang-orang saling mencintai dan tidak sanggup untuk berpisah.
Akibatnya , kelahiran berturut tanpa henti dari orang tua, anak
, dan cucu-cucu terjadi di dunia ini . Dan dasar untuk semua itu
adalah nafsu keinginan dan keserakahan.
"Keserakahan dan nafsu cinta memberi makan satu sama lain sampai
keserakahan menjadi tak terpuaskan . Hasil dari itu di dunia ini
adalah kecenderungan hasrat mahluk yang lahir dari telur , lahir
dari rahim , lahir dari kelembaban , dan lahir dari penjelmaan ,
untuk melahap satu sama lain sejauh bahwa kekuatan mereka
memungkinkan . Dasar untuk semua itu adalah pembunuhan dan
keserakahan .
"Misalkan seseorang makan domba. Domba itu mati dan menjadi
seseorang , Orang itu mati dan menjadi domba , Hal yang sama
berlaku di semua kelahiran di antara sepuluh kategori. Melalui
kematian setelah kematian dan kelahiran setelah kelahiran ,
mereka memakan satu sama lain . Karma buruk seseorang terlahir
dengan terus-menerus lanjut pada lompatan dari masa depan .
Dasar untuk semua itu adalah mencuri dan keserakahan .
"'Kau berutang nyawa padaku; saya harus membayar hutang saya
kepada anda . " Dikarenakan oleh penyebab dan kondisi seperti
itu kita melewati ratusan dari ribuan kalpa didalam perputaran
yang berkelanjutan dari kelahiran dan kematian. 'Anda mencintai
pikiran saya , saya memuja ketampanan Anda . ' .Dikarenakan oleh
sebab dan kondisi seperti itu kita melewati ratusan dari ribuan
kalpa didalam saling membelit yang berkelanjutan. Membunuh ,
mencuri , dan nafsu adalah akar-akar dasar itu. Dari sebab dan
kondisi tersebut memunculkan kelangsungan dari karma dan hukuman
setimpal.
"Purna, 'ketiga jenis kelangsungan terbalik' ini datang dari
menambahkan 'pemahaman' ke 'pencerahan' . Kurangnya pemahaman
menghasilkan 'kesadaran dalam' yang menimbulkan 'gejala kejadian
luar' . Keduanya lahir dari pandangan salah . Dari kepalsuan ini
'pegunungan' , 'sungai', 'bumi besar', dan 'semua gejala
kejadian yang berkondisi' mengungkapkan diri dalam urutan
penggantian yang terjadi berulang-ulang dalam peprutaran yang
tak berujung."
Purnamaitrayaniputra mengatakan , " Jika pencerahan yang indah,
kesadaran yang indah dari pencerahan yang mendasar, yang tidak
lebih besar dari ataupun yang tidak kurang dari pikiran
Tathagata , tiba-tiba menumbuhkan gunung-gunung , sungai , dan
bumi yang besar , dan semua gejala kejadian yang berkondisi ,
maka sekarang bahwa sang Tathagata telah mencapai kekosongan
indah dari pencerahan yang jelas , akankah pegunungan, sungai ,
bumi yang besar, dan semua kebiasaan yang berkondisi mengalir
keluar muncul lagi ? "
Sang Buddha berkata kepada Purna, " Jika seseorang yang tinggal
di sebuah desa kebingungan tentang arah , keliru mempersamakan
selatan untuk utara , apakah kebingungan itu merupakan hasil
dari kebingungan atau kesadaran?"
Purnamaitrayaniputra mengatakan , " kebingungan-nya akan
merupakan bukan hasil dari keduanya. Mengapa bukan ? Kebingungan
pada dasarnya tidak berdasar , jadi bagaimana bisa ada yang
timbul karena itu? Dan kesadaran tidak menghasilkan kebingungan
, bagaimana mungkin kebingungan muncul dari itu ? "
Sang Buddha berkata , " Jika seseorang yang mengetahui arah
menunjukkannya kepada orang yang bingung itu , kemudian saat
orang yang bingung itu menjadi sadar , apakah Anda kira , Purna,
bahwa dia bisa kehilangan kesadarannya pada arah lagi di desa
itu? "
" Tidak , Bhagawan . "
" Purna, para Tathagata dari sepuluh penjuru adalah cara yang
sama . 'Kebingungan' adalah 'tidak beralasan/tanpa dasar' dan
pada akhirnya kosong didalam sifat alami . Di masa lalu , pada
dasarnya tidak ada kebingungan . Itu hanya tampak seolah-olah
ada kebingungan dan pencerahan . Ketika khayalan tentang
kebingungan dan pencerahan berakhir , pencerahan tidak akan
menimbulkan kebingungan . Anggaplah orang yang , karena gangguan
penglihatan mata , melihat bunga-bunga di angkasa . Setelah
gangguan penglihatan mata telah dihapus , bunga-bunga di angkasa
menghilang . Ia buru-buru ke tempat di mana bunga-bunga itu
menghilang dan menunggu mereka untuk muncul kembali , Anda
menganggap bahwa orang itu adalah bodoh atau bijaksana ? "
Purna mengatakan , " Aslinya tidak ada bunga-bunga apapun di
langit angkasa. Itu adalah melalui penglihatan cacat bahwa
mereka muncul dan menghilang . Untuk melihat hilangnya
bunga-bunga di angkasa sudah merupakan penyimpangan . Untuk
menunggu mereka untuk muncul kembali adalah kegilaan belaka .
Mengapa repot-repot untuk menentukan lebih lanjut jika orang
tersebut adalah bodoh atau bijaksana ? "
Sang Buddha berkata , " Karena Anda menjelaskan seperti itu ,
mengapa Anda menanyakan apakah kekosongan yang jelas dari
pencerahan yang indah dapat sekali lagi menimbulkan pegunungan,
sungai , dan bumi yang besar ? Anggaplah sepotong bijih besi
yang mengandung emas dan logam lainnya yang tercampur bersama.
Setelah emas murni itu disuling/diekstrak, itu tidak akan pernah
kembali menjadi bijih besi lagi. Anggap kayu yang telah terbakar
menjadi abu; itu tidak akan pernah kembali menjadi kayu lagi.
Bodhi dan Nirvana dari semua Buddha, para Tathagata , adalah
dengan cara yang sama.
" Purna, Anda juga menanyakan apakah sifat alami dari air dan
api tidak akan menghancurkan satu sama lain jika sifat alami
dari tanah bumi , air, api , dan angin seluruhnya sempurna
menyatu dan merembes meliputi dharmadhatu , dan apakah ruang
angkasa dan bumi yang besar tidak akan cocok jika keduanya
merembes meliputi dharmadhatu .
" Purna, anggaplah ruang angkasa : isi pokoknya bukanlah
berbagai macam gejala kejadian , namun ia tidak mencegah semua
gejala kejadian dari menjadi termasuk di dalamnya. Bagaimana
Kita tahu itu? Purna, ruang angkasa kosong adalah cerah pada
hari yang cerah , dan gelap ketika langit berawan. Itu bergerak
ketika angin muncul , itu segar ketika langit terang bersih. Itu
keruh dan samar-samar berkabut ketika cuaca buruk , itu menjadi
tidak jelas ketika badai debu datang . itu memberikan pantulan
cerah di kolam air yang jernih . Apakah Anda pikir gejala
kejadian yang berkondisi ini menjadi ada di tempat yang berbeda
? Apakah mereka diciptakan dari kondisi ini sendiri atau
asal-usul mereka di ruang angkasa . Jika mereka muncul dari
kondisi ini , Purna, maka pada hari yang cerah , karena matahari
cerah , semua dunia dari sepuluh penjuruh arah seharusnya
mengambil bentuk matahari . Lalu mengapa , pada hari yang cerah
kita melihat matahari bulat di langit ? Jika ruang angkasa
adalah cerah terang , ruang angkasa itu sendiri seharusnya
bersinar . Lalu mengapa , ketika ada penutupan oleh awan dan
kabut , tidak ada cahaya jelas ? Anda seharusnya tahu bahwa
kecerahan adalah 'bukan matahari maupun bukan ruang angkasa'
ataupun 'tidak bukan ruang angkasa maupun tidak bukan matahari'
. Renungkanlah bagaimana gejala kejadian pada akhirnya palsu dan
tidak dapat diperiksa . Mereka seperti bunga yang dibayangkan
didalam ruang angkasa yang tidak bisa berbuah . Mengapa, lalu,
menyelidiki bagaimana gejala kejadian tersebut muncul dan
menghilang ? Renungkanlah bagaimana sifat alami yang pada
akhirnya kebenaran dan semata-mata adalah kecerahan indah yang
tercerahkan . Pikiran yang indah terang tercerahkan itu awalnya
adalah bukan air maupun bukan api . Mengapa, lalu, bertanya
tentang ketidakcocokan ?
" Yang benar-benar kecerahan indah yang tercerahkan adalah
dengan cara yang sama . Anda menyadari ruang angkasa, dan ruang
angkasa muncul . Menyadari bumi , air, api , dan angin ,
masing-masing akan muncul . Jika semua disadari , semua akan
muncul . Bagaimana mereka semua bisa muncul? Purna, anggap
pantulan cerminan matahari seperti yang muncul dalam satu tubuh
air . Dua orang menatap itu , keduanya pada waktu yang sama .
Kemudian satu orang berjalan ke timur dan yang lainnya berjalan
ke barat . Setiap orang , masih melihat ke air akan melihat
matahari ikut serta bersamanya , satu ke timur , satu ke barat ,
sementara tampaknya tidak ada arah yang tetap untuk pergerakan
dari pantulan cerminan matahari . Jangan berulang-ulang memukul
pertanyaan dan bertanya, ' Jika ada satu matahari , bagaimana ia
dapat mengikuti kedua orang ? Atau jika matahari ada ganda ,
mengapa hanya satu muncul di langit ? " Ini hanya bergulir di
kepalsuan , karena hal-hal tersebut tidak dapat dibuktikan .
" Purna, Anda berpikir bahwa bentuk dan kekosongan mengatasi dan
menghancurkan satu sama lain didalam Tathagata-garbha (sifat
alami yang tidak terbatas dari sang Buddha) . Dengan Demikian
Tathagata-garbha muncul kepada Anda sebagai 'bentuk' dan
'kekosongan' di seluruh dharma-dhatu (dunia dari gejala
kejadian). Dan jadi, di dalamnya angin bergerak , kekosongan
tetap , matahari cerah , dan awan gelap . Alasan untuk ini
terletak pada khayalan dari para makhluk yang telah berpaling
dari pencerahan dan bergabung dengan debu yang mencemarkan .
Dengan demikian, pencemaran yang melelahkan (klesa) terwujud dan
gejala kejadian duniawi ada.
" Berdasarkan pemahaman indah yang tidak berhenti menjadi maupun
tidak muncul, Saya bersatu dengan Tathagata-garbha . Jadi
Tathagata-garbha adalah kecerahan yang tercerahkan indah dan
unik yang benar-benar sepenuhnya menerangi dharma-dhatu . Itulah
sebabnya , di dalamnya , satu adalah tak terbatas ; tak terbatas
adalah satu. Di dalam kecil muncul besar ; didalam besar muncul
kecil. Tidak bergerak di dalam Bodhimandala , namun meresap
meliputi sepuluh penjuru arah , tubuh Saya berisi sepuluh
penjuru arah dan kekosongan yang tak berujung . Di ujung dari
sehelai rambut muncul tanah (Buddhaksetra) dari para Raja
Permata . Duduk didalam setitik debu , Saya memutar roda Dharma
besar, mengakhiri debu yang mencemari, dan bersatu dengan
pencerahan , sehingga kebenaran yang demikian, sifat alami
terang tercerahkan yang ndah , datang muncul .
" Tathagata-garbha adalah pikiran pokok, indah dan sempurna. Itu
adalah bukan pikiran , atau bukan kekosongan , atau bukan tanah
bumi , maupun bukan air, atau bukan angin , atau bukan api. Itu
bukan mata , maupun bukan telinga, hidung, lidah, tubuh, ataupun
pikiran. Itu adalah bukan bentuk , maupun bukan suara, bau,
rasa, benda tujuan sentuhan, ataupun dharma. Itu adalah bukan
alam kesadaran mata , maupun lainnya , sampai dengan dan bukan
termasuk alam kesadaran pikiran. Itu adalah bukan pemahaman ,
atau bukan ketidaktahuan , atau bukan akhir dari pemahaman
ataupun ketidaktahuan , maupun bukan lainnya , sampai dengan dan
bukan termasuk usia tua dan kematian dan akhir dari usia tua dan
kematian . Itu adalah bukan penderitaan , atau bukan pengumpulan
, atau bukan kepunahan , atau bukan sang Jalan. Itu adalah bukan
mengetahui ataupun bukan mencapai. Itu adalah bukan Dana , atau
bukan Sila , atau bukan Virya , atau bukan Kshanti , atau bukan
Dhyana , atau bukan Prajna , atau bukan Paramita , maupun bukan
lainnya : Itu adalah bukan Tathagata , maupun bukan Arahat ,
ataupun bukan Samyaksambodhi , atau bukan Parinirvana , atau
bukan keabadian , atau bukan kebahagiaan , atau bukan Diri
Sejati , atau bukan Kemurnian.
" Oleh karena itu, itu adalah bukan yang biasa ataupun bukan
yang sukar dipahami. Karena Tathagata-garbha adalah keajaiban
dari pemahaman pikiran utama, Itu adalah pikiran; Itu adalah
kekosongan; itu adalah tanah bumi; itu adalah air; itu adalah
angin; itu adalah api; itu adalah mata; itu adalah telinga;
hidung , lidah , tubuh, dan pikiran. Itu adalah bentuk; itu
adalah suara; bau , rasa , benda tujuan sentuhan , dan dharma.
Itu adalah alam kesadaran mata , dan seterusnya , sampai dengan
dan termasuk alam kesadaran pikiran . Itu adalah pemahaman dan
ketidaktahuan dan akhir dari pemahaman dan ketidaktahuan , dan
seterusnya sampai dengan usia tua dan kematian dan akhir dari
usia tua dan kematian . Itu adalah penderitaan; itu adalah
pengumpulan; itu adalah kepunahan , dan itu adalah sang Jalan.
Itu adalah mengetahui dan mencapai. Itu adalah Dana; itu adalah
Sila; Itu adalah Virya; itu adalah Kshanti; itu adalah Dhyana;
itu adalah Prajna; dan itu adalah Paramita , dan seterusnya ,
sampai dengan dan termasuk Tathagata , Arahat , Samyaksambodhi ,
Parinirvana , keabadian , kebahagiaan , Diri Sejati , dan
Kemurnian .
" Itu adalah yang biasa ataupun bukan yang sukar dipahami.
Karena Tathagata-garbha adalah keajaiban dari pemahaman pikiran
utama. Itu adalah terlepas dari ciri khas dan peniadaan . Itu
adalah ciri khas dan peniadaan .
" Bagaimana bisa makhluk di tiga alam dari kehidupan duniawi dan
Sravaka dan Pratyekabuddha yang tercerahkan pada kondisi di
tingkat keberadaan yang sukar dipahami dapat membuat pengandaian
tentang Bodhi yang tak tertandingi dari Tathagata dengan pikiran
bahwa mereka tahu , atau memasuki pengetahuan dan penglihatan
dari Buddha melalui perantara dari bahasa duniawi ? Anggap
kecapi , seruling , dan gitar . Meskipun mereka dapat membuat
suara indah , tetapi jika tidak ada jari-jari terampil untuk
memainkan mereka , musik mereka tidak akan pernah muncul. Anda
dan semua makhluk adalah dengan cara yang sama . Yang berharga ,
pikiran benar sejati yang tercerahkan adalah sempurna dalam
semua orang. Saya menerapkan tekanan dan pengaruh samudera
memancarkan cahaya; Anda menggerakkan pikiran Anda , dan
pencemaran yang melelahkan (klesa) tumbuh bermunculan. Itu
terjadi semua karena Anda tidak rajin mencari jalan yang
tercerahkan tak tertandingi , tetapi menyukai HInayana dan puas
dengan sedikit pencapaian."
#Post#: 92--------------------------------------------------
Re: Suramgama Usnisa Sitatapatra Mahayana Suttram
By: ajita Date: November 11, 2016, 8:07 am
---------------------------------------------------------
Purna mengatakan, "Pikiran Saya dan Pikiran Benar Sejati Yang
Murni dari sang Tathagata adalah tidak berbeda dalam pencerahan
berharga yang sempurna nya dan pemahaman yang sepenuhnya lengkap
nya. Tapi Saya telah lama diganggu dengan pikiran palsu yang
tidak berawal dan telah lama mengalami perputaran kelahiran
kembali. Namun saat ini pencapaian Saya di kendaraan bijaksana
adalah bukan yang terakhir. Bhagawan telah benar-benar
sepenuhnya mengakhiri semua kepalsuan dan mencapai kebenaran
abadi yang indah. Saya memberanikan bertanya kepada Tathagata
mengapa semua makhluk ada di kepalsuan dan menyembunyikan
pemahaman indah mereka sendiri, sehingga mereka tetap tenggelam
dalam banjir ini? "
Sang Buddha berkata kepada Purna, "Meskipun Anda telah membuang
keraguan, Anda masih belum mengakhiri khayalan yang tersisa.
Sekarang Saya akan menanyai Anda tentang peristiwa duniawi.
Apakah Anda mendengar tentang Yajnadatta dari Shravasti yang
pada dorongan hasrat yang mendadak suatu pagi memegang cermin ke
wajahnya dan jatuh cinta dengan kepala didalam cermin? Dia
menatap mata dan alis, tapi marah karena dia tidak bisa melihat
wajahnya sendiri. Dia memutuskan dia harus menjadi bidadari
gunung atau sungai, kehilangan kendali, dan berlari dengan gila
disekitar. Apa menurut Anda? Mengapa orang ini ditetapkan pada
penyebab gila tanpa alasan? "
Purna mengatakan, "Orang itu gila. Tidak ada alasan lain."
Sang Buddha berkata, "Alasan apa yang dapat Anda berikan untuk
mengatakan bahwa kesempurnaan yang terang tercerahkan yang
indah, keajaiban yang pada pokoknya terang sempurna adalah
palsu? Jika ada alasan, maka bagaimana Anda mengartikan 'palsu'?
Semua pikiran yang salah milik Anda sendiri pada gilirannya
menjadi penyebab untuk lebih. Dari kebingungan, Anda
mengumpulkan kebingungan melalui kalpa yang berulang kali;
meskipun ajaran-ajaran dari sang Buddha menyadari hal itu, Anda
tidak bisa meniadakan khayalan itu. Dari penyebab yang
membingungkan seperti itu, penyebab kebingungan berlangsung
sendiri dengan terus menerus. Ketika seseorang menyadari bahwa
kebingungan tidak memiliki penyebab, kepalsuan itu menjadi tidak
berdasar. Karena ia tidak pernah muncul, mengapa Anda berharap
untuk penghabisannya? Seseorang yang memperoleh Bodhi adalah
seperti orang yang terbangun untuk menceritakan peristiwa dalam
mimpi; karena pikirannya akan tetap terjaga dan jelas, mengapa
dia mau mempertahankan pada hal-hal di dalam mimpi?
"Ini adalah terutama berlaku untuk hal-hal yang tiada penyebab
dan pada dasarnya tidak ada, seperti keadaan Yajnadatta hari itu
di kota. Apakah ada alasan mengapa ia menjadi takut pada
kepalanya dan pergi berlari di sekitar? Jika kegilaannya
tiba-tiba berhenti , dia masih tidak akan mendapatkan kepalanya
kembali dari tempat lain di luar; dan jadi sebelum kegilaannya
berhenti, bagaimana mungkin kepalanya telah hilang? Purna,
kepalsuan adalah dengan cara yang sama. Bagaimana bisa ia ada?
Anda hanya perlu tidak mengikuti perbedaan tentang tiga jenis
kelangsungan dunia, makhluk, dan hukuman setimpal karma. Dengan
memotong tiga kondisi itu, penyebab tidak akan muncul. Kemudian
kegilaan, seperti Yajnadatta, akan berhenti dengan sendirinya.
Setelah berhenti, Bodhi muncul. Yang tertinggi, yang murni,
pikiran yang terang pada awalnya menyebar meliputi dharma-dhatu.
Ini bukan sesuatu yang diperoleh dari orang lain. Mengapa,
kemudian, bersusah-payah pada pengolahan membuat diri sendiri
melelahkan tulang berusaha untuk mendapatkan pencapaian?
Pertimbangkan seseorang yang memiliki cintamani (mutiara
pengabul keinginan) dijahit ke pakaiannya tetapi tidak
mengetahuinya. Dilanda kemiskinan dan compang-camping, ia
menjelajah di sekitar mengemis untuk makanan dan selalu
berpindah. Meskipun ia memang miskin, cintamani itu tidak pernah
hilang. Tiba-tiba orang bijak menunjukkan mutiara itu: maka
semua keinginannya terpenuhi, ia memperoleh kekayaan besar, dan
ia menyadari bahwa mutiara itu tidak datang dari suatu tempat di
luar. "
Kemudian dari antara perkumpulan majelis yang besar, Ananda
bersujud di kaki sang Buddha, berdiri dan berkata kepada sang
Buddha, "Bhagawan baru saja menjelaskan tentang karma
pembunuhan, pencurian dan nafsu: ketika tiga kondisi itu
terpotong, tiga penyebab tidak timbul. Kemudian kegilaan,
seperti Yajnadatta, akan berhenti dengan sendirinya, dan setelah
berhenti, Bodhi muncul. Itu bukan sesuatu yang diperoleh dari
orang lain. Mereka jelas adalah sebab dan kondisi; mengapa,
kemudian, apakah Tathagata tiba-tiba menolak sebab dan kondisi ?
Pencerahan Saya telah terjadi melalui sebab dan kondisi.
Bhagawan, itu tidak hanya benar bagi Mereka dari Kami yang masih
muda dalam beberapa tahun, atau yang Sravaka masih dalam proses
pembelajaran. Mahamaudgalyayana, Sariputra, dan Subhuti, dan
lain-lain yang mengikuti Brahmana yang lebih tua, menjadi
tercerahkan dan memperoleh 'ketiadaan arus perpindahan keluar'
setelah mendengar sang Buddha menjelaskan secara terperinci pada
sebab dan kondisi. Sekarang Anda mengatakan bahwa Bodhi tidak
berasal dari sebab dan kondisi. Itu akan membuat 'keberadaan
sendiri yang spontan' yang Maskari Goshaliputra dan lainnya
anjurkan di Rajagriha adalah makna utama! Saya hanya berharap
bahwa Anda Yang Maha Baik akan menghilangkan kebingungan Saya. "
Sang Buddha berkata kepada Ananda, "Mari kita ambil kasus
Yajnadatta di kota: Jika penyebab dan kondisi dari kegilaannya
berhenti, sifat alami yang tidak gila secara 'spontan/terjadi
tanpa diminta-minta' akan muncul. Semua prinsip dari spontan dan
sebab dan kondisi adalah tiada lebih dari itu.
"Ananda, kepala Yajnadatta itu tentu ada, itu adalah bagian
alami dari dirinya. Tidak pernah ada waktu ketika itu tidak.
Mengapa, kemudian, dia tiba-tiba takut bahwa ia tidak memiliki
kepala dan mulai berlari di sekitar dengan gila ?
"Jika dia secara alami memiliki kepala dan menjadi gila karena
sebab dan kondisi, apakah tidak sama wajar baginya untuk
kehilangan kepalanya karena sebab dan kondisi? Pada dasarnya
kepalanya tidak pernah hilang. Kegilaan dan ketakutan muncul
dari kepalsuan. Tidak pernah ada perubahan yang terjadi.
Mengapa, kemudian, memukul soal tentang sebab dan kondisi?
"Jika kegilaan menjadi keadaan alaminya, kegilaan dan ketakutan
akan menjadi yang pokok mendasar. Sebelum ia menjadi gila, lalu,
di mana kegilaannya itu tersembunyi?
"Jika kegilaan belum menjadi keadaan alaminya, dan kepalanya
pada kenyataannya tidak hilang, kenapa dia berlari di sekitar
dalam keadaan dari kegilaan?
"Jika Anda menyadari bahwa Anda memiliki kepala dan mengakui
kegilaan dari pengejaran Anda, maka kedua dari 'yang spontan'
dan 'sebab dan kondisi' menjadi ajaran yang menganggur. Itulah
sebabnya Saya mengatakan bahwa setelah Tiga Kondisi berhenti
menjadi, hati Bodhii muncul. Kemunculan dari hati Bodhi dan
akhir dari pikiran yang tunduk pada kemunculan dan penghentian
sendiri mengartikan 'muncul' dan 'berhenti'.
"Akhir dari 'muncul' dan 'berhenti' adalah Jalan yang mudah.
Jika ada 'yang spontan' maka jelas pemikiran dari yang spontan
harus muncul dan pikiran yang tunduk pada 'kemunculan dan
penghentian' berakhir: Tapi itu masih ada kasus dari 'timbul dan
berhenti'. Untuk menyebut ketiadaan dari spontan yang timbul dan
berhenti akan seperti mengatakan bahwa gabungan dari gejala
kejadian duniawi yang membentuk isi pokok zat tunggal bercampur
dan bersatu secara alami, dan bahwa segala sesuatu yang tidak
bercampur dan bersatu adalah spontan secara alami. Spontan
adalah tidak alami, dan pencampuran dan penyatuan adalah tiada
kualitas persatuan. Spontan dan persatuan sama-sama harus
ditinggalkan, dan 'keduanya dari peninggalan mereka dan
keberadaan mereka' berhenti menjadi. Dengan mencapai itu akan
menjadi tiada ajaran yang menganggur.
"Bodhi dan Nirvana masih begitu jauh bahwa Anda pasti harus
melewati ribuan kalpa dari kepahitan dan ketekunan sebelum Anda
membudidayakannya dan terjamin. Anda dapat menghafal dua belas
pembagian Sutra yang diucapkan oleh para Buddha dari sepuluh
penjuru dan kemurnian, prinsip indah Mereka yang sebanyak pasir
di sungai Gangga, tapi itu hanya membantu teori ajaran
menganggur Anda. Meskipun Anda dapat membicarakan sebab dan
kondisi dan yang spontan dan memahami mereka dengan jelas
sempurna, dan orang-orang menyebut Anda sebagai orang yang
terkemuka dalam belajar, masih, kalpa setelah kalpa yang Anda
telah habiskan menyerap diri dengan belajar, tidak membantu Anda
menghindari masalah dengan putri Matangi itu. Mengapa Anda harus
menunggu Saya untuk menggunakan Mantra suci Mahkota Buddha
(Buddha Usnisa Mantra) untuk memadamkan api nafsu dalam hati
putri Matangi itu, menyebabkan dia untuk mencapai posisi seorang
Anagamin dan bergabung dengan kelompok yang bersemangat kuat
dalam persamuan Dharma Saya, mengeringkan sungai dari nafsu
cinta dalam dirinya dan membebaskan Anda ?
"Oleh Karena itu, Ananda, kemampuan Anda untuk secara pandai
menguasai ajaran mendalam yang indah dari sang Tathagata selama
kalpa setelah kalpa ini tidaklah sebagus sehari dari
pembudidayaan ketiadaan arus perpindahan keluar yang bertujuan
menghentikan dua penderitaan duniawi dari cinta dan benci. Di
dalam putri Matangi itu, yang mantan pelacur, nafsu cinta dan
keinginan dihilangkan oleh kekuatan suci dari Mantra. Sekarang
nama Dharma nya adalah Bhikshuni 'Sifat Alami Diri'. Dia dan
Ibunya Rahula, Yashodhara, keduanya menyadari penyebab masa lalu
mereka dan tahu bahwa selama beberapa kalpa mereka telah
menanggung penderitaan dari keserakahan dan nafsu cinta.
Dikarenakan pikiran tunggal, mereka menjadi meresap dengan
pengolahan budidaya kebaikan dari ketiadaan arus perpindahan
keluar, mereka berdua terbebaskan dari belenggu mereka dan
menerima ramalan (Vyakarana) . Mengapa, kemudian, Anda menipu
diri Anda sendiri dan masih tetap terjebak dalam 'penglihatan'
dan 'pendengaran' ? "
Ketika Ananda dan perkumpulan majelis yang berjumlah besar
mendengar ajaran sang Buddha, keraguan dan khayalan Mereka
dilenyapkan. Pikiran mereka terbangunkan pada kenyataan
tertinggi, Mereka mengalami kesenangan penerangan pada tubuh dan
pikiran, dan pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Sekali lagi Ananda menangis, bersujud di kaki sang Buddha,
berlutut, merangkapkan telapak tangannya beranjali, dan berkata
kepada sang Buddha, "Raja yang tak tertandingi, maha besar, maha
pengasih, yang murni, dan mulia telah mengajar Saya dengan baik,
sehingga, melalui berbagai sebab dan kondisi, jalan bijaksana
dan dorongan semangat ini, Kami semua yang tenggelam didalam
lautan penderitaan telah melarikan diri dari itu. Bhagawan,
setelah mendengar penjelasan Dharma itu, Saya tahu bahwa
Tathagatagarbha, yang indah, yang tercerahkan, pikiran yang
terang, menyerap meliputi sepuluh penjuru arah dan berisi tanah
dari para Tathagata sepanjang sepuluh penjuru, semua kshetra
yang murni dan yang terhiasi dengan bagus dari Raja Yang
Tercerahkan Indah. Sang Tathagata juga mengingatkan bahwa
pengetahuan adalah tidak bermanfaat dan tidak sebagus mengolah
budidaya. Jadi sekarang Saya seperti seorang pengembara yang
tiba-tiba bertemu seorang Raja Tuhan yang menganugerahkan
kepadanya sebuah rumah yang sangat bagus. Meskipun Ia telah
memperoleh rumah yang besar, Ia harus masuk melalui pintu. Saya
hanya berharap sang Tathagata tidak akan menahan belas kasihan
yang besar dalam mengajari Kami di dalam perkumpulan majelis
yang tertutup oleh kegelapan, sehingga Kami dapat meninggalkan
Kendaraan Kecil dan mencapai pada akhirnya Nirvana sang
Tathagata tanpa sisa, jalur mendasar dari ketetapan
penyelesaian. Semoga Dia memungkinkan Mereka yang masih belajar
'untuk mengetahui bagaimana menundukkan kebiasaan kuno dari
mencari untuk menyelewengkan kondisi untuk keuntungan
seseorang', 'untuk memperoleh Dharani', dan 'untuk masuk ke
dalam pengetahuan dan penglihatan dari para Buddha'. "
Setelah mengatakan ini, Ia bersujud penuh, dan bersama-sama
dengan anggota perkumpulan majelis, dengan satu pikiran tunggal
menunggu ajaran welas asih dari sang Buddha.
Bhagavan kemudian berbelas kasihan kepada para Pendengar Suara
(Sravaka) dan Mereka yang Tercerahkan pada Kondisi
(PratyekaBuddha) di perkumpulan majelis itu, semua orang yang
masih belum pada kenyamanan dengan hati Bodhi. Belas kasih-Nya
juga diperluas 'untuk membantu makhluk di masa depan pada masa
berakhirnya Dharma setelah masuknya Buddha ke ketenangan
Nirvana' untuk membangkitkan hati Bodhi. Dia mengungkapkan jalan
indah dari mengolah budidaya Kendaraan yang tak tertandingi. Dia
menyatakan kepada Ananda dan perkumpulan majelis yang berjumlah
besar, "Anda telah secara meyakinkan membangkitkan hati Bodhi
dan sehingga Anda tidak akan menjadi letih ketika (hati Bodhi)
itu datang ke Samadhi yang indah dari para Buddha, Tathagata.
Anda harus terlebih dahulu memahami dua kemutlakan tentang tekad
awal untuk pencerahan. Apa dua kemutlakan tentang tekad awal
untuk pencerahan itu?
"Ananda, kemutlakan yang pertama adalah bahwa jika Anda ingin
meninggalkan posisi Sravaka dan mengolah Bodhisattvayana
(Kendaraan Bodhisattva), dan untuk memasuki pengetahuan dan
penglihatan dari para Buddha, Anda harus hati-hati
mempertimbangkan apakah 'tekad pada penyebab dasar dan
pencerahan dasar dari buah hasil' adalah sama atau berbeda.
Ananda, adalah mustahil sementara berada pada penyebab dasar
untuk mendasarkan pengolahan budidaya seseorang pada pikiran
yang tunduk kepada kemunculan dan perhentian ketika dalam
pencarian Buddhayana (Kendaraan Buddha) yang tiada kemunculan
atau perhentian. Untuk alasan ini, Anda harus menyadari bahwa
semua campuran dharma (gejala kejadian) milik dunia jasmani akan
membusuk dan menghilang. Ananda, renungkan dunia itu: campuran
dharma apakah yang tidak akan habis? Tapi Saya belum pernah
mendengar tentang ruang angkasa kosong yang habis. Apakah ada
orang yang mendengar penghancuran kekosongan? Mengapa tidak?
Ruang kosong bukanlah suatu campuran dan tidak pernah dapat
habis.
"Sementara Anda berada di dalam tubuh Anda, apa yang padat
adalah dari tanah bumi, apa yang lembab adalah dari air, apa
yang hangat adalah dari api, dan apa yang bergerak adalah dari
angin. Dikarenakan oleh keempat ikatan belenggu ini, pikiran
Anda yang tenang dan sempurna, yang indah cemerlang tercerahkan
terbagi menjadi 'melihat', 'mendengar', 'merasa', dan
'mengetahui'. Dari awal sampai akhir Anda muncul di dalam lima
lapisan dari kekeruhan.
"Apa yang dimaksud dengan kekeruhan? Ananda, air yang murni,
misalnya, adalah pada pokoknya jelas dan bersih, sedangkan debu,
kotoran, abu, lumpur, dan sejenisnya, adalah zat padat. Yang
demikian adalah sifat dari dua; Sifat alami mereka adalah tidak
cocok. Misalkan seseorang mengambil beberapa kotoran dan
melemparkannya ke dalam air murni. Kotoran itu kehilangan
kepadatannya dan air itu dirampas sifat jernih tembus
pandangnya. Kesuraman yang dihasilkan itu disebut kekeruhan.
lima lapisan kekeruhan milik Anda adalah sama dengan itu.
"Ananda, Anda melihat ruang angkasa menyerap meliputi sepuluh
penjuru arah. Tidak ada pembagian antara ruang angkasa dan
penglihatan. Dan namun ruang angkasa dengan sendirinya tidak
dapat mengenali zat nya sendiri, dan penglihatan sendiri tidak
memiliki apa-apa untuk menunjuk kesadaran. Tapi keduanya menjadi
dilibatkan dalam kepalsuan. Ini adalah lapisan pertama, yang
disebut kekeruhan waktu.
"Tubuh Anda muncul secara penuh, dengan empat unsur yang
menyusun zat nya, dan dari ini, 'melihat', 'mendengar',
'merasa', dan 'mengetahui' menjadi ditegaskan dengan kuat.
'Air', 'api', 'angin', dan 'tanah bumi' berubah-rubah naik turun
antara 'perasaan' dan 'pengetahuan' dan menjadi dilibatkan dalam
kepalsuan. Ini adalah lapisan kedua, yang disebut kekeruhan
pandangan.
"Selanjutnya, fungsi dari 'ingatan, pembedaan, dan pemahaman
ucapan dalam pikiran Anda' membawa menjadi 'pengetahuan dan
pandangan'. Dari luar mereka muncul enam objek pencemaran.
Berpisah dari obyek yang mencemarkan itu, kesadaran akan tanpa
sifat. Berpisah dari pengetahuan, objek itu tidak akan memiliki
sifat alami. Tapi mereka terjerat dalam kepalsuan. ini adalah
lapisan ketiga, yang disebut kekeruhan penderitaan.
"Dan jika siang dan malam tiada habisnya muncul dan berhenti
seperti pengetahuan dan pandangan Anda yang terus ingin menetap
di dunia, sementara pola karma Anda terus-menerus menggerakkan
Anda ke berbagai macam tempat. Keterikatan ini menjadi
kepalsuan, yang merupakan lapisan keempat, yang disebut
kekeruhan makhluk hidup.
"Awalnya, 'penglihatan dan pendengaran Anda' adalah tidak dari
sifat alami yang berbeda, tapi banyak sekali benda-benda yang
mencemarkan telah membaginya menjadi perbedaan yang kasar. Sifat
alami ini memiliki kesadaran bersama, tetapi fungsi mereka
berlawanan. Kesamaan dan perbedaan muncul dan mereka kehilangan
ciri khas mereka. Keterikatan ini menjadi kepalsuan, yang
merupakan lapisan kelima, yang disebut kekeruhan jangka hidup.
"Ananda, sekarang Anda ingin membuat 'penglihatan',
pendengaran', 'perasaan', dan 'pengertian' Anda untuk kembali
dan cocok dengan 'keabadian', 'kebahagiaan', 'diri sejati yang
sesungguhnya', dan 'kemurnian' sang Tathagata. Terlebih dahulu
Anda harus menentukan apa dasar dari kelahiran dan kematian
dengan mengandalkan yang sempurna, sifat alami hening tenang
yang tidak muncul atau berhenti. Melalui ketenangan ini,
mempengaruhi kekosongan dan kepalsuan muncul dan berhenti
sehingga ditundukkan dan kembali ke sumber pencerahan Bodhi.
Pencapaian dari sumber pencerahan terang ini yang tiada muncul
atau berhenti, adalah pikiran dari penyebab dasar. Kemudian,
Anda benar-benar sepenuhnya dapat mewujudkan pengolahan budidaya
dan pencapaian pada dasar dari buah hasil. Untuk melakukan
sebanyak itu adalah sama seperti memurnikan air berlumpur dengan
menempatkannya dalam wadah yang cukup, yang disimpan dengan
benar-benar sepenuhnya tetap dan tak bergerak. Pasir dan lumpur
mengendap, dan air murni muncul. itu disebut 'tahapan awal
menundukkan penderitaan pencemaran yang tidak kekal'.
"Penghapusan sepenuhnya pada lumpur dari air disebut 'pemutusan
abadi pada ketidaktahuan mendasar'. Ketika 'kejelasan' murni
pada 'intisari pokoknya', maka apa pun yang terjadi, tidak ada
penderitaan. Semuanya sesuai dengan nilai-nilai kebaikan murni
dan indah dari Nirwana.
"Kemutlakkan kedua adalah bahwa jika Anda secara pasti ingin
melahirkan tekad untuk Bodhi dan menjadi sangat berani dan
membaktikan diri dalam pengolahan budidaya Anda pada
Bodhisattvayana, Anda harus tegas meninggalkan semua gejala
kejadian yang berkondisi. Anda harus hati-hati mempertimbangkan
asal dari penderitaan: yang menciptakan dan yang mempertahankan
'penciptaan tanpa awal dari karma' dan 'kelahiran kembali yang
terus-menerus'. Ananda, jika dalam pengolahan budidaya Anda pada
Bodhi Anda tidak berhati-hati mempertimbangkan asal dari
penderitaan, Anda tidak dapat menyadari di mana letak yang
terbalik dari kekosongan dan kepalsuan organ indera dan benda
tujuan indera ini. Jika Anda bahkan tidak tahu lokasi mereka,
bagaimana Anda bisa menundukkan mereka dan mencapai tingkat dari
sang Tathagata?
"Ananda, anggaplah seseorang yang ingin membuka simpul. Jika ia
tidak bisa melihat di mana simpul itu berada, bagaimana ia bisa
melepaskannya? Tapi Saya tidak pernah mendengar ada orang yang
mengikat ruang angkasa kosong. Mengapa tidak? Karena kekosongan
tidak memiliki bentuk dari penampilan;.dan sehingga tidak ada
simpul untuk dilepaskan. Tapi sekarang mata, telinga, hidung,
dan lidah, serta tubuh dan pikiran Anda yang terlihat adalah
seperti enam umpan pencuri yang menjarah perhiasan permata rumah
tangga Anda sendiri. Dan, dengan demikian, dari waktu tanpa
awal, karena 'para makhluk' dan 'dunia waktu dan ruang angkasa',
telah terikat bersama-sama, para makhluk tidak dapat melampaui
dunia benda jasmani.
"Ananda, bagaimana Kita mengartikan makhluk dan dunia waktu dan
ruang angkasa 'Waktu' mengarah pada berubah dan mengalir,.
'Ruang angkasa' mengacu pada tempat. Anda harus tahu sekarang
bahwa utara, timur, selatan, barat, timur laut, barat laut,
tenggara , barat daya, di atas dan di bawah ini adalah ruang
angkasa. Masa lalu, sekarang, dan masa depan adalah periode
waktu. Ada sepuluh penjuru arah dalam ruang angkasa dan tiga
periode waktu. Semua makhluk terwujud dikarenakan oleh hubungan
timbal balik yang palsu. Tubuh mereka mengalami perubahan dan
mereka terjebak dalam gabungan waktu dan ruang angkasa dari
dunia ini.
"Namun, meskipun ada sepuluh penjuru di ruang angkasa, yang
dikenal di dunia sebagai utara, selatan, timur, dan barat adalah
satu-satunya yang dapat dengan jelas ditentukan. atas dan bawah
tidak memiliki posisi; yang menengah tidak memiliki arah
tertentu yang pasti. Ditetapkan secara jelas menjadi empat
jumlahnya, mereka kemudian digabungkan dengan tiga periode
waktu. Tiga kali empat, atau, secara bergantian, empat kali tiga
membuat dua belas. Tingkatkan ini ke tempat ketiga; dari puluhan
melalui ratusan sampai ribuan. Kemanjuran terbesar yang mungkin
dari masing-masing enam organ adalah seribu dua ratus.
"Ananda, dengan demikian Anda dapat membuat nilai mereka.
Pertimbangkan bagaimana mata melihat kegelapan di belakang dan
cahaya di depan. Depan itu adalah benar-benar sepenuhnya terang;
Belakang adalah benar-benar sepenuhnya gelap. Dengan penglihatan
sekeliling Anda disertakan, Anda dapat melihat paling sekitar
dua per tiga. Oleh karena itu, daya tampungnya dapat dinyatakan
sebagai kemanjuran yang tidak lengkap. Sepertiga dari
kemanjurannya adalah tanpa kebajikan. ketahuilah, bahwa mata
memiliki kemanjuran hanya delapan ratus.
"Pertimbangkan bagaimana telinga mendengar di mana-mana di
sepuluh penjuru, tanpa kehilangan apapun. Mereka mendengar
gerakan, apakah jauh atau dekat, dan keheningan tanpa batas.
Ketahuilah, bahwa organ pendengaran adalah lengkap dengan
kemanjuran dua ratus.
"Pertimbangkan bagaimana hidung mencium bau dengan masing-masing
hirupan dan hembusan dari napas. Itu adalah kekurangan pada
pokok di antara menghirup dan menghembuskan napas. Organ
penciuman dapat dianggap menjadi kekurangan oleh sepertiga.
Ketahuilah, bahwa hidung memiliki kemanjuran hanya delapan
ratus.
"Pertimbangkan bagaimana lidah bisa memberitakan keseluruhan
kebijaksanaan yang duniawi dan yang luar biasa. Meskipun bahasa
berbagai macam sesuai dengan daerah, prinsip dasar melampaui
batas-batas apapun. Ketahuilah, bahwa organ lidah adalah lengkap
dengan kemanjuran seribu dua ratus.
"Pertimbangkan bagaimana tubuh menyadari sentuhan, menyatakannya
sebagai nyeri atau kesenangan. Ketika ia membuat 'hubungan', itu
adalah menyadari benda yang disentuh; ketika 'pemisahan', ia
tidak memiliki pengetahuan sentuhan hal-hal lain. 'Pemisahan'
memiliki aspek tunggal dan 'Hubungan' memiliki aspek ganda.
Organ tubuh dapat dianggap sebagai kekurangan oleh sepertiga.
Ketahuilah, bahwa tubuh memiliki kemanjuran hanya delapan ratus.
"Pertimbangkan bagaimana pikiran secara diam mencakup semua
dharma yang duniawi dan yang diluar duniawi dari sepuluh penjuru
dan tiga periode waktu. Terlepas dari apakah itu bijaksana atau
biasa, semuanya termasuk dalam ketidakterbatasan nya.
Ketahuilah, bahwa organ pikiran adalah lengkap dengan kemanjuran
seribu dua ratus.
"Ananda, sekarang Anda ingin melawan aliran arus dari nafsu
keinginan yang mengarah pada kelahiran dan kematian. Anda harus
mengembalikan aliran arus dari organ untuk mencapai keadaan yang
tidak timbul atau yang berhenti. Anda harus menyelidiki semua
dari enam organ aktif untuk melihat mana yang bersatu, yang
berpisah, yang mendalam, yang dangkal, yang akan menembus secara
sempurna, dan yang tidak sempurna. Jika Anda dapat menyadari
organ mana yang menembus secara sempurna, Anda dapat kemudian
membalikkan aliran arus dari keterlibatan tanpa awal nya di
dalam karma palsu dan mengikuti itu untuk menembus secara
sempurna. Perbedaan antara itu dan sebuah organ yang tidak
sempurna adalah seperti perbedaan antara se-hari dan se-kalpa.
Sekarang Saya telah mengungkapkan kepada Anda kemanjuran
mendasar dari Keheningan tenang yang cerah sempurna dari enam
ini. Ini adalah nilai angka itu. Terserah Anda mau pilih yang
mana untuk masuk. Saya akan menjelaskan lebih untuk membantu
kemajuan Anda didalam hal itu.
"Para Tathagata dari sepuluh penjuru, mengolah budidaya melalui
satu atau yang lain dari delapan belas alam, mencapai yang
sempurna, Bodhi yang tak tertandingi. Bagi Mereka, salah satu
dari delapan belas itu adalah umumnya memadai. Tapi Anda berada
pada tingkat yang rendah dan belum mampu menyempurnakan
kebijaksanaan yang nyaman di antara mereka. Oleh karena itu,
Saya akan memberikan penjelasan, sehingga Anda akan dapat masuk
secara mendalam kedalam pintu itu. Memasuki satu yang tanpa
kepalsuan, dan enam organ indra akan secara bersamaan menjadi
murni.
Ananda berkata kepada sang Buddha, "Bhagawan, bagaimana Kita
menentang arus, masuk secara mendalam kedalam satu pintu, dan
menyebabkan enam organ secara bersamaan menjadi murni?"
Sang Buddha berkata kepada Ananda, "Anda telah memperoleh buah
hasil dari Pemasuk Arus (Shrotapana). Anda telah mengakhiri
pandangan khayalan yang makhluk hidup di tiga alam memiliki,
tetapi Anda belum tahu bahwa organ-organ Anda telah mengumpulkan
kebiasaan yang tanpa awal. Pemutusan kebiasaan ini harus
dilakukan melalui mengolah budidaya. Termasuk berbagai macam
seluk-beluk dari kemunculan mereka, tinggal berdiam, berubah,
dan berhenti.
"Anda sekarang harus merenungkan enam organ lebih lanjut: apakah
mereka satu atau enam? Ananda, jika Anda mengatakan mereka
adalah satu, mengapa tidak bisa 'telinga' melihat? Mengapa tidak
bisa 'mata' mendengar? Mengapa tidak bisa 'kepala' berjalan?
Mengapa tidak bisa 'kaki' berbicara? Jika enam organ adalah
pasti enam, maka seperti sekarang Saya menjelaskan yang halus
ini, pintu Dharma yang indah untuk Anda dalam perkumpulan
majelis ini, yang mana dari enam organ Anda sedang menerimanya?
"
Ananda berkata, "Saya mendengar nya dengan telinga Saya."
Sang Buddha berkata, "telinga Anda mendengar sendiri? Apa,
kemudian, apakah itu ada hubungannya dengan tubuh dan mulut
Anda? Namun Anda bertanya tentang prinsip-prinsip itu dengan
mulut Anda, dan tubuh Anda menampilkan pemujaan penuh hormat.
Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa jika mereka tidak satu,
maka mereka adalah enam. Dan jika mereka tidak enam, mereka
harusnya satu. Tapi Anda tidak bisa mengatakan bahwa organ-organ
Anda adalah pada dasarnya satu dan enam.
"Ananda, Anda harus tahu bahwa organ-organ ini juga bukanlah
satu ataupun bukan enam. Itu adalah dari yang terbalik dan
tenggelam ke dalam keterlibatan di seluruh waktu tanpa awal
bahwa teori satu dan enam telah menjadi terbuat. Sebagai
Shrotapanna, Anda telah mengakhiri enam itu, namun Anda masih
belum menyelesaikan lebih jauh dengan satu itu.
"Itu adalah seperti mengisi kekosongan kedalam bejana-bejana
yang bentuknya berbeda dan kemudian mengatakan bahwa kekosongan
adalah apapun bentuk bejana itu. Dan kemudian, setelah
menyingkirkan bejana-bejana itu, melihat pada kekosongan dan
mengatakan bahwa itu semua sama. Bagaimana kekosongan bisa
menjadi sama atau berbeda pada kesesuaian Anda? Apalagi bisakah
Anda menyebutnya 'Satu' atau 'tidak satu.' Anda harus memahami
bahwa enam organ aktif yang menerima adalah dengan cara yang
sama.
"Penglihatan terjadi karena dua ciri sifat dari kegelapan dan
cahaya dan pelekatan mereka seperti melekat kuat pada kesunyian
tenang didalam apa yang awalnya adalah kesempurnaan yang indah.
Intisari pokok dari 'penglihatan' mencerminkan 'bentuk' dan
bergabung dengan bentuk untuk menjadi sebuah organ. Organ ini,
yang adalah pada awalnya empat unsur yang murni (tanah
bumi,air,api,angin) , disebut mata dan berbentuk seperti buah
anggur. Dari empat obyek pemcemaran yang 'organ-organ indera
yang terletak di kepala' mengejar, satu ini berlomba mencari
bentuk.
"Pendengaran terjadi karena dua gema dari gerakan dan keheningan
dan pelekatan mereka seperti melekat kuat pada kesunyian tenang
didalam apa yang awalnya adalah kesempurnaan yang indah.
Intisari pokok dari 'pendengaran' mencerminkan 'suara' dan
bergema dengan itu menjadi organ telinga. Campuran utama dari
organ telinga adalah empat unsur yang murni tersebut. Bagian itu
yang Kita sebut 'telinga' berbentuk seperti daun segar yang
meringkuk. Dari empat obyek pemcemaran yang organ-organ indera
mengejar, satu ini dilepaskan pada suara.
"Pencium terjadi karena dua penampilan dari penembusan dan
halangan dan pelekatan mereka seperti melekat kuat pada
kesunyian tenang didalam apa yang awalnya adalah kesempurnaan
yang indah. Intisari pokok dari 'penciuman' mencerminkan 'aroma'
dan memahami aroma untuk menjadi organ hidung. Campuran utama
dari organ hidung adalah empat unsur yang murni tersebut. Bagian
itu yang Kita sebut 'hidung' berbentuk seperti penyepit
menggantung yang ganda. Dari empat obyek pemcemaran yang
organ-organ indera mengejar, satu ini menyelidiki pada aroma.
"Pengecapan terjadi karena dua campuran dari rasa yang sama dan
berbagai macam rasa dan pelekatan mereka seperti melekat kuat
pada kesunyian tenang didalam apa yang awalnya adalah
kesempurnaan yang indah. Intisari pokok dari 'pengecapani'
mencerminkan 'rasa' dan menjadi terjalin dengan rasa untuk
menjadi organ lidah. Campuran utama dari organ lidah adalah di
dalam empat unsur yang murni tersebut. Bagian itu yang Kita
sebut 'lidah' berbentuk seperti bulan sabit. Dari empat obyek
pemcemaran yang organ-organ indera mengejar, satu ini
mendambakan rasa.
"Perasaan terjadi karena dua pergesekan dari pemisahan dan
persatuan, dan pelekatan mereka seperti melekat kuat pada
kesunyian tenang didalam apa yang awalnya adalah kesempurnaan
yang indah. Intisari pokok dari 'perasaan' mencerminkan hubungan
dan merampas hubungan untuk menjadi organ tubuh. Campuran utama
dari organ Tubuh adalah di dalam empat unsur yang murni
tersebut. Bagian itu yang Kita sebut 'tubuh' berbentuk seperti
meja. Dari empat obyek pemcemaran yang organ-organ indera
mengejar, satu ini dipaksa oleh hubungan.
"Pengetahuan terjadi karena dua kelanjutan yang terus dari
penghasilan dan kepunahan, dan pelekatan mereka seperti melekat
kuat pada kesunyian tenang didalam apa yang awalnya adalah
kesempurnaan yang indah. Intisari pokok dari 'pengetahuan'
mencerminkan 'dharma (=gejala kejadian)' dan mencengkeram mereka
untuk menjadi organ pikiran. Campuran utama dari organ pikiran
adalah di dalam empat unsur yang murni tersebut. Dari empat
obyek pemcemaran yang organ-organ indera mengejar, satu ini
mengejar dharma (=gejala kejadian/fenomena).
"Ananda, karena 'pemahaman' ditambahkan ke 'pencerahan', enam
organ indra kehilangan intisari pokok mereka dan melekat pada
kepalsuan, membatasi kecerdasan mereka. Oleh karena itu, selain
dari 'kegelapan' dan 'cahaya' tidak ada zat isi pokok untuk
penglihatan untuk Anda sekarang; Selain dari 'gerakan' dan
'keheningan tenang', pada dasarnya adalah tidak ada pembagian
dari pendengaran; tanpa 'penembusan' dan 'halangan', sifat alami
dari 'penciuman' tidak muncul; tidak adanya berbagai macam dan
kesamaan rasa, 'pengecapan' tidak terjadi; tidak adanya
'pemisahan' dan 'persatuan', 'perasaan dari hubungan' adalah
secara mendasar tidak ada; tanpa 'kemunculan' dan 'perhentian',
pengetahuan diletakkan untuk beristirahat.
"Anda hanya perlu tidak mengikuti dua belas ciri sifat yang
berkondisi dari 'gerakan dan keheningan', 'persatuan dan
pemisahan', 'kesamaan rasa dan berbagai macam rasa', 'penembusan
dan halangan', 'penghasilan dan kepunahan', dan 'kecerahan dan
kegelapan'. Dengan demikian, ekstraklah/sulinglah satu organ,
bebaskan ia dari kemelekatan, dan tundukkan ia pada inti
dalamnya. Setelah ditundukkan, ia akan kembali ke kebenaran
utama dan memancarkan kecemerlangan bawaan aslinya. Ketika
kecemerlangan itu memancar keluar, lima kemelekatan yang tersisa
akan terbebaskan untuk mencapai pembebasan total. "Jangan
mengikuti 'pengetahuan' dan 'penglihatan' yang dipengaruhi oleh
objek benda dihadapan Anda. 'Pemahaman sejati yang benar' tidak
mengikuti dari organ indra. Namun bersarang di organ adalah
potensi kesanggupan untuk menemukan 'fungsi aktif yang saling
timbal-balik' dari enam organ. Ananda, tidakkah Anda tahu bahwa
sekarang didalam perkumpulan majelis Aniruddha adalah buta dan
namun bisa melihat, sang naga Upananda adalah tuli dan namun
bisa mendengar, dewi sungai Gangga tidak memiliki hidung dan
namun mencium wewangian, Gavampati memiliki lidah yang tidak
biasa dan namun merasakan rasa, dan dewa Shunyata tidak memiliki
tubuh dan namun menyadari hubungan kontak/sentuhan? Dalam cahaya
dari Tathagata, dewa Sunyata (kekosongan) ini diterangi
sementara sebagai intisari pokok yang sangat halus tanpa zat isi
pokok. Dengan cara yang sama, Mahakashyapa, yang juga didalam
persamuan ini, berdiam di 'Samadhi Nirvana (Pemusatan Pikiran
Kepunahan)', setelah memperoleh keheningan tenang dari tingkat
Sravaka (Pendengar Suara). Dia telah lama mengistirahatkan organ
pikiran, namun Dia memiliki pengetahuan yang sangat jelas yang
tidak diperoleh dari proses berpikir.
"Ananda, jika Anda benar-benar sepenuhnya dapat mengekstrak
semua organ Anda, Anda akan bersinar dengan kecemerlangan batin.
Kemudian benda tercemar yang tidak kekal dan semua gejala
kejadian yang berubah dari dunia jasmani akan menjadi seperti es
yang meleleh oleh cairan panas. Menanggapi pikiran Anda,
perubahan bentuk itu akan membawa pencerahan Bodhi yang tak
tertandingi. Ananda, anggaplah seorang yang memiliki penglihatan
terbatas pada matanya. Jika Anda tiba-tiba menyebabkan dia
menutup matanya, dia akan melihat kegelapan di depannya. Enam
organ akan diselimuti kegelapan total. Dari kepala sampai kaki
dia akan mengalami hal itu. Jika orang itu menelusuri bentuk
dari hal-hal yang ada diluar dengan tangannya, maka meskipun dia
tidak dapat melihat, dia bisa mengenali seseorang dari kepala
dan kaki. Pencerahan juga seperti itu. Jika cahaya adalah
kondisi yang diperlukan untuk melihat, maka kegelapan akan
membawa ketiadaan penglihatan. Namun untuk melihat tanpa cahaya
akan berarti bahwa tidak ada perwujudan kegelapan yang dapat
mengaburkan penglihatan. Setelah organ dan benda tiba-tiba
mencair, bagaimana bisa kecemerlangan tercerahkan yang
menghasilkan menjadi tiada apapun selain 'sempurna' dan 'indah'?
"
Ananda berkata kepada sang Buddha, "Bhagawan, karena sang Buddha
telah berkata, 'tekad untuk pencerahan pada penyebab dasar yang
berusaha mencari keabadian harus bersesuaian dengan dasar dari
buah hasil. Bhagawan, dasar dari buah hasil adalah Bodhi;.
Nirvana : Kebenaran yang demikian; Sifat alami KeBuddhaan,
Kesadaran sempurna tanpa noda (Amala vijnana), KeKosongan
Tathagata-garbha, Kebijaksanaan Cermin Yang Besar Sempurna. Tapi
meskipun itu dipanggil dengan tujuh nama ini, itu adalah murni
dan sempurna, isi pokok zat nya adalah abadi, seperti Vajra
raja, yang abadi dan tidak bisa dihancurkan. Jika 'penglihatan,
pendengaran, dan sisanya' pada akhirnya 'tanpa isi pokok zat
terpisah' dari 'terang dan kegelapan, gerakan dan keheningan,
dan penembusan dan halangan dan sisanya' maka mereka akan
seperti pikiran yang, selain objek tujuan dekat indera, tidak
ada sama sekali. Bagaimana mungkin penghapusan akhir seperti itu
menjadi penyebab dimana seseorang mengolah dengan harapan
mendapatkan tujuh kali lipat buah hasil abadi sang Tathagata ?
Bhagawan, jika penglihatan adalah pada akhirnya kosong terlepas
dari terang dan kegelapan, sama seperti pikiran berhenti dengan
sendirinya didalam ketiadaan objek tujuan dekat indera. Kemudian
perbandingan Saya menjadi melingkar, dan tidak peduli seberapa
hati-hati Saya mencari, tampaknya tidak ada hal seperti itu
sebagai pikiran Saya atau apa yang berhubungan dengan itu. Hanya
apakah yang harus digunakan untuk mencari Pencerahan Bodhi yang
tak tertandingi? Sang Tathagata sebelumnya mengarahkan pada
intisari pokok yang hening-tenang, yang sempurna dan abadi.
Pertentangan Nya yang sekarang menentang keyakinan dan digunakan
untuk ajaran yang menganggur. Bagaimana bisa kata-kata sang
Tathagata menjadi benar dan sesungguhnya? Saya hanya berharap
sang Buddha akan membiarkan kasih sayang yang besar turun dan
mengajar Kami yang tidak mengerti dan yang memegang dengan erat.
Sang Buddha berkata kepada Ananda, "Anda belajar dan banyak
mendengar, tapi Anda belum mengakhiri arus perpindahan keluar.
Dalam pikiran Anda, Anda hanya tahu penyebab dari yang menjadi
terbalik. Tetapi ketika pembalikan yang sesungguhnya menyatakan
wujud, Anda benar-benar tidak bisa mengenalinya lagi. Agar
jangan sampai ketulusan dan keyakinan Anda tetap tidak
mencukupi, Saya akan mencoba untuk memanfaatkan kejadian biasa
untuk menghilangkan keraguan Anda. "
Kemudian sang Tathagata memerintahkan Rahula untuk memukul
lonceng sekali, dan Dia bertanya kepada Ananda, "Kamu dengar
itu?" Ananda dan para anggota majelis yang berjumlah besar semua
berkata, "Kami mendengar itu." Lonceng itu berhenti terdengar,
dan sang Buddha kembali bertanya, "Kamu dengar itu sekarang?"
Ananda dan anggota majelis yang berjumlah besar semuanya
berkata, "Kami tidak mendengarnya." Kemudian Rahula memukul
lonceng lagi. Sang Buddha kembali bertanya, "Kamu dengar itu
sekarang?" Ananda dan perkumpulan majelis yang berjumlah besar
kembali mengatakan, "Kami mendengarnya." Sang Buddha bertanya
kepada Ananda, "Apa yang Anda dengar, dan apa yang Anda tidak
dengar?" Ananda dan anggota majelis yang berjumlah besar
semuanya berkata kepada sang Buddha, "Ketika lonceng dibunyikan,
Kami mendengar itu. Setelah suara lonceng berhenti, sehingga
bahkan gaungnya jauh memudar, Kami tidak mendengarnya."
Sang Tathagata kembali memerintahkan Rahula untuk memukul
lonceng, dan betanya kepada Ananda, "Apakah ada suara sekarang?"
Ananda dan anggota perkumpulan majelis yang berjumlah besar
semuanya berkata, "Ada suara." Setelah waktu singkat suara itu
berhenti, dan sang Buddha bertanya lagi, "Apakah ada suara
sekarang? ' Ananda dan anggota perkumpulan majelis yang
berjumlah besar menjawab, "Tidak ada suara." Setelah beberapa
saat, Rahula kembali memukul lonceng, dan sang Buddha bertanya
lagi, "Apakah ada suara sekarang?" Ananda dan anggota
perkumpulan majelis yang berjumlah besar berkata bersama-sama,
"Ada suara. " Sang Buddha bertanya kepada Ananda," Apa yang
dimaksud dengan 'suara', dan apa yang dimaksud dengan 'tidak ada
suara? " Semua orang dalam perkumpulan majelis yang berjumlah
besar termasuk Ananda menceritakan kepada Sang Buddha, "Ketika
lonceng dipukul ada suara. Begitu suara berhenti dan bahkan gema
memudar pergi, dikatakan tidak ada suara."
Sang Buddha berkata kepada Ananda dan perkumpulan majelis yang
berjumlah besar, "Mengapa Kamu tidak sesuai dalam apa yang Anda
katakan?" Anggota perkumpulan majelis yang berjumlah besar dan
Ananda kemudian bertanya kepada sang Buddha, "Dalam hal apa yang
telah Kami tidak sesuai?" Sang Buddha berkata, "Ketika Saya
bertanya apakah itu pendengaran Anda, Anda bilang itu
pendengaran Anda. Lalu, ketika Saya bertanya apakah itu suara,
Anda bilang itu suara. Saya tidak bisa memastikan dari jawaban
Anda apakah itu adalah pendengaran atau apakah itu adalah suara.
Bagaimana Anda bisa tidak mengatakan bahwa tidak sesuai? Ananda,
ketika suara hilang tanpa gema, Anda mengatakan tidak ada
pendengaran. Jika benar-benar tidak ada pendengaran, sifat alami
pendengaran akan jadi berhenti. Itu akan seperti kayu mati. Jika
kemudian lonceng dibunyikan lagi, bagaimana Kamu tahu? Apa yang
Anda ketahui berada di sana atau tidak berada di sana adalah
objek pemcemaran suara yang tampak muncul dan berhenti. Tapi
bagaimana bisa sifat alami pendengaran berada di sana atau tidak
berada di sana? 'Dan jika pendengaran adalah sungguh', seperti
pendapat Anda, 'tidak ada disana', siapa yang akan tahu itu
tidak ada disana?
"Dan jadi, Ananda, suara yang Anda dengar adalah apa yang timbul
dan berhenti. Sifat alami pendengaran Anda tidak muncul dan
berhenti berdasarkan pada timbul dan berhentinya suara yang Anda
dengar. Anda begitu terbalik sehingga Anda keliru mempersamakan
suara untuk pendengaran. Tidak heran Anda begitu bingung bahwa
Anda menganggap 'apa yang kekal' menjadi 'pembinasaan'. Pada
akhirnya, Anda tidak bisa mengatakan bahwa tidak ada 'sifat
alami pendengaran' selain 'gerakan' dan 'keheningan', dari
'gangguan halangan' dan 'penembusan' dan sisanya.
" Anggaplah orang yang jatuh ke dalam tidur nyenyak ketika
sambil tidur siang di tempat tidurnya . Sementara ia sedang
tidur , seseorang dalam rumah tangganya mulai memukul pakaian
atau menumbuk padi . Dalam mimpinya , orang itu mendengar suara
pemukulan dan penumbukan dan menganggapnya sebagai sesuatu yang
lain, mungkin sebagai pemukulan gendang atau bunyi lonceng .
Dalam mimpinya ia bertanya-tanya mengapa lonceng berbunyi
seperti batu atau kayu . Tiba-tiba ia terbangun dan segera
mengenali suara penumbukan. Ia menceritakan kepada para anggota
keluarganya , " saya barusan mengalami mimpi di mana saya salah
mengira suara penumbukan sebagai suara gendang. Ananda ,
bagaimana orang ini dalam keadaan mimpi mengingat 'keheningan'
dan 'gerakan' , 'penembusan' dan 'gangguan halangan' ? Meskipun
ia secara tubuh jasmani tertidur , sifat alami pendengaran nya
tidaklah tidak jelas .
" Bahkan ketika keberadaan tubuh jasmani Anda mencair dan
kekuatan hidup Anda berubah dan berkurang , bagaimana mungkin
sifat alami itu mencair dan hilang dari Anda ? Tetapi karena
makhluk , dari waktu tanpa awal , telah mengejar bentuk dan
suara dan telah mengikuti pikiran mereka ketika pikiran mereka
berputar dan mengalir, mereka masih tidak tercerahkan dengan
sifat alami kemurnian abadi yang indah . mereka tidak selaras
dengan apa yang abadi , tapi mengejar hal-hal yang tunduk pada
'kemunculan' dan 'kelenyapan' . Itulah yang menyebabkan mereka
untuk dilahirkan lagi dan lagi , mengalir dan berputar dalam
kekotoran . Tapi jika mereka menolak 'kemunculan' dan
'kelenyapan' dan menjunjung tinggi 'kebenaran abadi' , 'cahaya
abadi' akan muncul , dan dengan itu , organ indera , objek
tujuan pencemaran dan kesadaran akan menghilang . Maka Anda
harus menjaga jarak dari kekotoran batin dari perwujudan pikiran
dan keadaan nafsu dari kesadaran . Kemudian Dharma-caksu (mata
Dharma) Anda akan secara sesuai menjadi murni dan cerah. Dan ,
bagaimana Anda dapat gagal untuk mencapai Pencerahan Bodhi yang
tak tertandingi ? "
[center]Om Ami dewa si
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Tathagatausnisa.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Tathagatausnisa.jpg.html
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Suramgama.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Suramgama.jpg.html
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/SuramgamaUsnisaSitatapatra.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/SuramgamaUsnisaSitatapatra.jpg.html
Pujian kepada Ananda dan Pancaran Sinar Mahkota Buddha dari Para
Tathagata Yang Berdiam di Sepuluh Penjuru Arah[/center]
Ananda berkata kepada sang Buddha , " Bhagawan , meskipun sang
Tathagata telah menjelaskan kemutlakan kedua ini , karena Saya
sekarang menganggap seseorang yang ingin membuka simpul , jika
ia tidak dapat menemukan pusatnya , ia tidak akan pernah
menyebabkan simpul itu dibalikkan ke semula . Bhagavan , Saya
dan semua Pendengar lainnya dalam perkumpulan majelis yang
berjumlah besar yang tidak melampaui penelitian adalah dengan
cara yang sama . Dari waktu tanpa awal Kami telah disertai dalam
kelahiran dan kematian oleh kegelapan batin ketidaktahuan . Kami
telah mendapatkan akar-akar yang baik dari pengetahuan dan
dikatakan telah meninggalkan kehidupan rumah tangga, namun
bahkan Kami bertindak seperti orang dengan penyakit malaria yang
berulang-ulang . Saya hanya berharap , Yang Maha Pengasih ,
bahwa Anda akan memberi belas kasihan pada Kami yang tenggelam
dan hanyut . Simpul apakah yang ada didalam tubuh dan pikiran
Kami dan bagaimana Kami melepaskan nya? Penjelasan Anda juga
akan memungkinkan makhluk di masa depan yang berada dalam
penderitaan dan yang kesulitan untuk menghindari perputaran
kelahiran kembali dan menjaga mereka dari terjatuh ke tiga alam
keberadaan . "
Setelah mengatakan itu , Dia dan semua orang di seluruh
perkumpulan majelis yang berjumlah besar bersujud penuh. Dia
menangis deras , dan dengan harapan tulus menunggu petunjuk yang
tak tertandingi dari sang Buddha , sang Tathagata.
Kemudian sang Bhagavan berbelas kasihan kepada Ananda dan mereka
yang berada didalam perkumpulan majelis dengan sesuatu yang
tersisa untuk belajar , serta kepada makhluk dari masa depan
yang memiliki potensi untuk melampaui dunia dan untuk
mengembangkan wawasan . Dia mengusap mahkota kepala Ananda
dengan tanganNya yang bersinar dengan warna Jambunada ungu muda
keemasan .
Seketika itu, semua Buddhaksetra dari sepuluh penjuru bergetar
dalam enam cara . Para Tathagata yang banyaknya seperti butiran
terkecil atom dari alam semesta , masing-masing tinggal berdiam
di dunia masing-masing Mereka , memancarkan sebuah cahaya yang
berharga dari Mahkota Kepala Mereka . Pada satu saat yang sama
cahaya Mereka pergi dari negara Mereka Sendiri menuju ke Hutan
Jetavana dan Memberkati Mahkota dari Kepala Tathagata
(Tathagata-usnisa). Semua dalam perkumpulan majelis menerima
manfaat baik yang belum pernah terjadi sebelumnya . Kemudian
Ananda dan semua orang dalam perkumpulan majelis yang berjumlah
besar mendengar para Tathagata yang banyaknya seperti butiran
terkecil atom dari alam semesta seluruh sepuluh penjuru arah
berbicara kepada Ananda dengan mulut yang berbeda tetapi dengan
satu suara : "Bagus sekali, Ananda ! Anda ingin mengakui
ketidaktahuan bawaan halus milik Anda yang menyebabkan Anda
berputar pada roda . Asal dari 'simpul kelahiran dan kematian'
adalah hanya enam organ indera Anda dan tidak ada yang lain .
Anda juga ingin memahami Bodhi yang tak tertandingi , sehingga
Anda dapat dengan cepat menyadari kebahagiaan , kebebasan ,
ketenangan, dan keabadian yang indah . Itu juga, adalah enam
organ indera Anda dan tidak ada yang lain . "
Sang Buddha berkata kepada Ananda , " Organ indera dan
benda-benda objek tujuan adalah sumber yang sama . 'Belenggu
ikatan' dan 'pembebasan' mereka bukanlah hal yang berbeda .
Sifat alami dari kesadaran adalah kosong dan palsu, sama seperti
bunga di langit ruang angkasa. Ananda , kesadaran timbul
dikarenakan oleh objek tujuan yang tercemar . Gejala kejadian
ada karena disebabkan oleh organ indera.'Gejala kejadian' dan
'tanggapan penglihatan' adalah keduanya tanpa sifat alami mereka
sendiri . mereka saling mendukung sama seperti terjalinnya
alang-alang . Oleh karena itu , menciptakan 'pengetahuan'
didalam 'tanggapan penglihatan yang tercerahkan' adalah
'kegelapan batin ketidaktahuan' yang mendasar . Untuk menjadi
tiada 'tanggapan penglihatan' didalam 'tanggapan penglihatan
yang tercerahkan' adalah kemurnian yang sesungguhnya dari
'Nirvana' yang tiada aliran arus keluar. Mengapa mencoba untuk
menempatkan sesuatu yang lain didalam ini? "
Kemudian sang Bhagavan , ingin menyatakan kembali artinya ,
berbicara Geya gatha (Syair yang dinyanyikan) , mengatakan :
" Dalam sifat alami sejati , sesuatu yang berkondisi adalah
kosong .
Kondisi yang muncul adalah seperti khayalan ilusi .
Sesuatu yang tidak berkondisi adalah tidak muncul atau tidak
berhenti .
Tidak nyata adalah mereka , seperti bunga di langit ruang
angkasa.
Untuk berbicara tentang kepalsuan adalah untuk mengungkapkan
yang sebenarnya .
Namun kedua 'yang palsu' dan 'yang benar' adalah 'kepalsuan
mereka sendiri' .
Karena 'tak ada kebenaran' ataupun 'tidak ada ketidakbenaran' ,
Bagaimana mungkin ada 'pelihat' dan 'terlihat' ?
Antara kedua itu tidak ada 'sifat alami sesungguhnya' yang ada;
Jadi mereka disamakan dengan alang-alang yang melilit.
Ikatan simpul dan pembebasan mereka memiliki penyebab yang sama
.
Jalan Orang bijak dan jalan orang-orang biasa adalah bukan dua .
Menganggap sifat alami dari yang saling terkait melilit :
Mereka tidak kosong ataupun tidak ada.
Kebingungan yang gelap hanyalah kebodohan ;
Membawanya ke cahaya adalah pembebasan .
Ikatan simpul harus dibuka berturut-turut ,
Ketika enam itu dilepaskan ,
Bahkan salah satu menjadi berhenti .
Pilihlah satu organ yang diinginkan untuk penembusan sempurna;
Masuki aliran arus itu dan capai pencerahan yang tepat .
Sangat halus , kesadaran Adana ,
Membuat pola kebiasaan yang mengalir di dalam semburan arus
deras .
Khawatir Anda akan membingungkan kebenaran dengan apa yang bukan
,
Saya jarang memberitahu Anda semua ini .
Dengan pikiran Anda sendiri , Anda berpegang di pikiran Anda
sendiri ;
Apa yang bukan khayalan menjadi khayalan ilusi .
Jangan berpegang dan tidak ada yang tidak akan menjadi khayalan
ilusi .
Karena bahkan yang bukan khayalan ilusi tidak muncul ,
Bagaimana bisa dharma khayalan ditetapkan ?
Ini disebut bunga teratai yang indah menakjubkan,
Raja permata Vajra dari Pencerahan Bodhi.
Dalam Samapatti ini yang disamakan dengan khayalan ilusi ,
Melampaui ke tingkat di luar pembelajaran .
Abhidharma ini, tak tertandingi ,
Adalah jalan tunggal melalui gerbang Nirvana ,
Yang Diambil oleh para Bhagavan di sepuluh penjuru . "
Ketika Ananda dan perkumpulan majelis yang berjumlah besar
mendengar yang tiada tanding , ajaran penuh kasih dari Sang
Buddha , Sang Tathagata , Syair Geya yang serasi dan yang
cemerlang dengan prinsip penembusan nya yang jelas dan yang
indah menakjubkan, hati dan mata Mereka menjadi terbuka , dan
Mereka berseru bahwa Dharma ini belum pernah terjadi sebelumnya
.
Ananda merangkapkan dua telapak tanganNya beranjali , membungkuk
, dan berkata kepada sang Buddha , " Setelah mendengar yang tak
terbatas , yang sangat baik, ungkapan pernyataan yang benar dan
sesungguhnya dari Dharma yang murni didalam sifat alami dan
abadi yang indah menakjubkan dari sang Buddha, Saya masih belum
mengerti urutan untuk melepaskan ikatan simpul itu sehingga
ketika enam itu terlepas , satu itu juga menghilang . Saya hanya
berharap Anda akan berbelas kasih , dan sekali lagi berbelas
kasih dengan persamuan ini dan orang-orang di masa depan ,
dengan menawarkan Kami penjelasan tentang Dharma untuk mencuci
dan membilas akar kekotoran batin yang mendalam milik Kami .
#Post#: 93--------------------------------------------------
Re: Suramgama Usnisa Sitatapatra Mahayana Suttram
By: ajita Date: November 11, 2016, 8:09 am
---------------------------------------------------------
Kemudian , di atas takhta singa , sang Tathagata meluruskan
jubah Nirvana Nya , mangatur ikat pinggang samghati Nya ,
memegang meja yang terhias dengan tujuh permata mulia,
mengulurkan tangan ke atas meja dan mengambil sebuah kain indah
yang diberikan kepadanya oleh dewa dari surga Suyama . Kemudian
, saat perkumpulan majelis menyaksikan , Dia mengikatnya menjadi
ikatan simpul dan menunjukkannya kepada Ananda , dengan bertanya
, " Disebut apakah ini ? " Ananda dan perkumpulan majelis yang
besar menjawab bersama-sama , " Itu disebut ikatan simpul . "
Kemudian Sang Tathagata mengikat simpul lain dalam kain yang
indah itu dan bertanya kepada Ananda lagi , " Disebut apakah ini
? " Ananda dan perkumpulan majelis yang besar sekali lagi
menjawab bersama-sama , " Itu juga, disebut ikatan simpul . "
Dia melanjutkan pola ini sampai Dia mengikat enam simpul di kain
yang indah itu. Saat Dia membuat setiap simpul , Dia
mengangkatnya ke Ananda dan bertanya , " Disebut apakah ini? "
Dan setiap kali Ananda dan perkumpulan majelis yang besar
menjawab Sang Buddha dengan cara yang sama : " Itu disebut
ikatan simpul . "
Sang Buddha berkata kepada Ananda , " Ketika Saya pertama kali
mengikat kain itu, Anda menyebutnya ikatan simpul . Karena kain
yang indah itu pada dasarnya adalah potongan tunggal bagaimana
Anda bisa memberikan jawaban yang sama untuk kedua dan ketiga
kalinya ? " Ananda berkata kepada Sang Buddha , " Bhagawan ,
kain yang indah ini adalah hanya satu bagian , tetapi cara Saya
mengerti , ketika sang Tathagata membuat satu ikatan , itu
disebut sebuah simpul . Jika Dia membuat seratus ikatan , mereka
akan disebut seratus simpul . dan sekarang tepatnya enam simpul
- bukan lima atau tujuh telah terikat dalam kain itu, mengapa
Sang Tathagata hanya membolehkan Saya untuk berbicara dari satu
simpul , bukan dari dua atau tiga ? "
Sang Buddha berkata kepada Ananda , " Anda tahu bahwa kain
berharga ini pada dasarnya adalah satu potong , tapi ketika Saya
membuat enam ikatan di dalamnya, Anda mengatakan ia memiliki
enam ikatan simpul. Hati-hati mempertimbangkan isi pokok zat
dari kain itu : Ia tetap tidak berubah kecuali untuk ikatan
simpul di dalamnya . " Apa yang Anda pikirkan ? Anda mengenali
simpul pertama yang Saya ikat sebagai nomor satu . Sekarang Saya
siap untuk mengikat simpul keenam. Apakah Anda juga menyebutnya
nomor satu ? " " Tidak, Bhagawan . Jika ada enam simpul , simpul
keenam tidak pernah bisa disebut yang pertama . Bahkan jika Saya
menghabiskan semua kecerdasan dan kefasihan Saya dalam kehidupan
demi kehidupan , Saya bisa membalikkan urutan dari enam simpul
ini .
Sang Buddha berkata , " Jadi demikian itu juga. Keenam simpul
itu adalah tidak sama. Pertimbangkan asal mereka : Mereka
diciptakan dari satu kain dan diikat dalam urutan tertentu. Ini
akan menjadi mustahil untuk mengaduk urutan itu. Enam organ
indera Anda adalah juga seperti itu . Dari apa yang sama ,
'perbedaan yang mutlak' muncul. " Sang Buddha berkata kepada
Ananda , " Dengan anggapan Anda tidak menginginkan enam simpul
ini dan ingin hanya ada menjadi satu kain , bagaimana Anda bisa
mencapai tujuan itu ? "
Ananda berkata , " Selama simpul ini tetap ada, perdebatan
mengenai 'apa yang mereka' dan 'apa yang bukan mereka' akan
muncul . Keberadaan mereka akan menyebabkan perbedaan seperti
'simpul ini tidak menjadi simpul itu' dan 'simpul itu tidak
menjadi satu ini' . Tetapi jika sang Tathagata melepaskan mereka
semua sekarang, sehingga tidak ada yang tersisa , maka tidak
akan ada 'ini' atau ' itu'. " Bahkan tidak akan ada menjadi
apapun yang disebut 'satu' , berapa banyak yang kurang 'enam' .
"
Sang Buddha berkata , " Itu adalah juga apa yang terjadi ketika
enam organ indera terbebaskan : Bahkan satu itu hilang. Karena
dari waktu tanpa awal pikiran dan sifat alami Anda telah sakit
dan terganggu , Anda telah menciptakan pengetahuan dan pandangan
yang palsu. Karena 'kepalsuan' yang terus timbul tanpa jeda ,
'tanggapan penglihatan' menjadi lelah dan 'kekotoran batin'
muncul. Sama seperti bunga berputar yang muncul ketika mata
mulai lelah menatap , ini juga merupakan gangguan yang muncul
tanpa sebab didalam yang hening tenang , sifat dasar kecerahan .
Segala sesuatu di dunia - pegunungan , sungai , tanah bumi itu
sendiri , serta kelahiran, kematian , dan Nirvana - adalah
bunga-bunga ini yang muncul dikarenakan oleh Kita sedang diputar
terbalik oleh 'pikiran sakit' dan 'kelelahan' . "
Ananda berkata , " kelelahan ini adalah sama seperti simpul ini
. Bagaimana Kami melepaskan mereka? "
Sang Tathagata memegang kain yang bersimpul itu, menarik di
ujung kiri nya , dan bertanya kepada Ananda , " Apakah ini cara
untuk melepaskan mereka? " " Bukan , Bhagawan . " Kemudian Sang
Buddha menarik di ujung kanan nya dan kembali bertanya kepada
Ananda , " Apakah ini cara untuk melepaskan mereka? " " Bukan ,
Bhagawan . " Sang Buddha berkata kepada Ananda , " Sekarang Saya
telah menarik kain itu ke kiri dan kanan dan masih belum mampu
untuk mengembalikan simpul itu . Cara apa yang Anda usulkan
untuk melepas mereka? " Ananda berkata kepada Sang Buddha , "
Bhagawan , Anda harus melepaskan simpul dari pusat mereka.
Kemudian mereka akan jadi terlepas . " Sang Buddha berkata
kepada Ananda , " Jadi demikianlah juga , jadi demikianlah juga
. Jika Anda ingin melepaskan mereka , Anda harus melepaskan
mereka dari pusat. Ananda , Buddha Dharma yang Saya jelaskan
muncul dari sebab dan kondisi . Tapi itu tidak berarti
menggenggam pada pencampuran dan penyatuan dari yang kasar ,
penampilan duniawi . Sang Tathagata memahami semua yang duniawi
dan dharma yang melampaui duniawi dan mengetahui penyebab dasar
mereka dan kondisi apa yang membawa mereka menjadi ada . Ini
adalah begitu juga sejauh yang Saya tahu berapa banyak tetesan
air hujan yang jatuh seperti banyak dunia yang jauh dari sini
seperti adanya butiran debu di sungai Gangga. Yang sama adalah
berlaku dari segala hal yang dapat Anda lihat: Mengapa 'pinus'
lurus , mengapa 'semak berduri' bengkok , mengapa 'angsa' putih
, mengapa 'gagak' hitam - Saya mengerti semua alasan ini. Oleh
karena itu , Ananda , Anda dapat memilih manapun salah satu dari
enam organ indra yang Anda inginkan. Jika simpul dari organ
indra dihapus , maka 'gejala kejadian yang mencemarkan'
menghilang dengan sendirinya dan semua 'kepalsuan' menjadi
berhenti. Jika apa yang tersisa adalah tidak benar , maka mana
yang Anda harapkan untuk menemukan kebenaran ? Ananda , sekarang
Saya bertanya kepada Anda , bisakah enam simpul kain yang indah
itu dibuka secara serempak dan dilepaskan semuanya sekaligus ? "
" Tidak , Bhagawan . Karena simpul itu pada awalnya dibuat
secara berurutan , sekarang mereka harus dibuka secara
berurutan. Isi pokok zat dari enam simpul itu adalah sama ,
tetapi mereka tidak dibuat secara serempak bersamaan , dan
sekarang ketika mereka dilepaskan , bagaimana mungkin mereka
dibuka secara bersamaan ? "
Sang Buddha berkata , " Melepaskan enam organ indra adalah
dengan cara yang sama . Ketika organ indera mulai akan
dilepaskan , orang menyadari kekosongan dari orang pada pertama
sekali. Ketika 'sifat alami dari kekosongan' sepenuhnya dipahami
, maka orang dilepaskan dari 'dharma (catatan : 'd'harma =
gejala kejadian, 'D'harma = ajaran sang Buddha)' . Sekali
seseorang terbebaskan dari dharma , tiada jenis dari kekosongan
akan timbul . Itu disebut 'Kesabaran dengan Tanpa Pembuatan yang
para Bodhisattva capai melalui 'Samadhi =(Pemusatan Pikiran)'. "
Setelah menerima petunjuk ajaran sang Buddha , Ananda dan
perkumpulan majelis yang besar memperoleh kebijaksanaan dan
kesadaran yang secara sempurna menembus dan bebas dari keraguan
dan khayalan . Semuanya pada waktu yang sama , Mereka
menempatkan telapak tangan Mereka beranjali , dan membungkuk di
kaki Sang Buddha . Ananda lalu berkata kepada Sang Buddha ,
"Hari ini badan dan pikiran Kami diterangi , dan Kami bahagia
terbebas dari gangguan halangan. Kami telah memahami makna dari
pengakhiran dari enam dan satu. Namun, Kami belum berkembang ke
yang mendasar, penembusan yang sempurna . Bhagawan , Kami yang
telah menyimpang dan menggeleparkan jalan Kami melalui kalpa
setelah kalpa , tanpa tempat tinggal dan sendirian , tidak tahu
, Kami tidak pernah membayangkan bahwa Kami bisa bertemu Sang
Buddha dalam hubungan yang begitu dekat . Kami seperti Bayi
hilang yang tiba-tiba menemukan Ibu mereka yang penuh kasih
sayang . Jika karena pertemuan ini Kami menyadari sang Jalan , [
itu tidak akan sia-sia ] . Jika Kami memperlakukan petunjuk
tersembunyi ini dengan 'cara pemahaman dulu' Kami, itu akan
menjadi sama seolah Kami bahkan tidak mendengar nya . Kami hanya
berharap Yang Maha Pengasih akan memberikan kepada Kami 'yang
tersembunyi secara mendalam' sebagai petunjuk ajaran akhir dari
Sang Tathagata . " Setelah mengatakan ini Ananda bersujud ,
mundur , dan dengan diam menantikan pengiriman yang sukar
dipahami dari sang Buddha .
[center]
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/sm1.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/sm1.jpg.html
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/sm2.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/sm2.jpg.html
Jalan Bijaksana dari Samadhi
[/center]
Kemudian sang Bhagavan berkata kepada semua orang didalam
perkumpulan majelis yang adalah para Bodhisattva besar dan para
Arahat besar dengan arus perpindahan keluar Mereka yang telah
padam , " Kalian semua para Bodhisattva dan para Arahat yang
lahir dari dalam Dharma Saya dan yang telah mencapai tahap di
luar penelitian , sekarang Saya bertanya kepada Anda : Ketika
Anda pertama kali melahirkan tekad Anda dan menjadi tercerahkan
pada delapan belas alam , yang mana salah satunya dari ini yang
membawa penembusan sempurna? Melalui jalan bijaksana manakah
Anda memasuki Samadhi ?
Kaundinya , dengan yang lainnya dari kelompok lima bhiksu
pertama (Pancavaggiya Bhiksu) , bangkit dari tempat dudukNya ,
bersujud di kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha ,
" Ketika Saya berada di Taman Rusa Mrgadava dan Taman Kukkuta
(burung pegar), Saya mengamati sang Tathagata segera setelah
pencapaian Nya pada sang Jalan. Setelah mendengar suara Sang
Buddha , Saya memahami Empat Kesunyataan Mulia . Sang Buddha
mempertanyakan Kami para Bhiksu . Karena Saya 'yang pertama
mengerti' , sang Tathagata menetapkan Saya dan menamakan Saya
'Ajnata' . Suara -Nya yang indah adalah 'rahasia' dan 'meresap
kesemua' . Itu adalah melalui Suara bahwa Saya menjadi Arhat .
Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna . Karena Saya
telah ditetapkan untuk itu , 'Suara' adalah 'Cara Utama' . "
Upanishad lalu bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki
Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , " Saya juga
melihat Sang Buddha ketika Dia pertama kali menyelesaikan sang
Jalan. Saya belajar untuk merenungkan ciri sifat dari kekotoran
sampai Saya menjadi membenci itu dan hingga memahami bahwa sifat
alami dari 'semua bentuk rupa' adalah tidak bersih.
Tulang-tulang dan debu-debu halus semuanya kembali ke
kekosongan, dan sehingga kedua 'kekosongan' dan 'bentuk rupa'
terselesaikan dengan baik . Dengan pencapaian ini , Saya
mencapai 'Jalan di luar dari penelitian' . Para Tathagata
menetapkan Saya dan menamakan Saya 'Upanishad' . Objek tujuan
dari bentuk menjadi berakhir , dan 'bentuk yang indah
menakjubkan (surupa)' adalah rahasia dan meresap kesemua. Dengan
demikian , itu adalah melalui ciri sifat dari bentuk rupa bahwa
Saya menjadi seorang Arhat . Sang Buddha bertanya tentang
penembusan sempurna . Karena Saya telah ditetapkan untuk itu ,
'Bentuk-bentuk rupa' adalah 'Cara Utama'. "
Pemuda yang murni, sang Bodhisattva yang bernama 'Gandha
Pratimandita' ('Terhiasi oleh Keharuman Wewangian') , bangkit
dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha , dan
berkata kepada Sang Buddha , " Saya mendengar sang Tathagata
mengajarkan Saya untuk merenungkan dengan penuh perhatian semua
gejala kejadian yang berkondisi. Saya kemudian meninggalkan Sang
Buddha dan tinggal berdiam dengan tenang di kediaman murni. Saya
mengamati bahwa ketika tempat tinggal para Bhiksu menyala
pancangan dupa cendana , aroma wangi diam-diam memasuki lubang
hidung Saya, Saya merenungkan wewangian ini : itu tidak datang
dari kayu , itu tidak datang dari kekosongan , itu tidak datang
dari asap , dan itu tidak datang dari api . Tidak ada tempat ia
berasal dan tidak ada tempat ia pergi. Dikarenakan oleh itu ,
pikiran yang membeda-bedakan milik Saya menjadi terhalau , dan
Saya mencapai ketiadaan dari arus perpindahan keluar . Para
Tathagata menetapkan Saya dan memanggil Saya 'Gandha
Pratimandita'. Aroma wewangian pencemaran tiba-tiba menghilang ,
dan Aroma wewangian yang indah menakjubkan adalah rahasia dan
meresap kesemua. Itu adalah melalui penghiasan wewangian bahwa
Saya menjadi Arhat . Sang Buddha bertanya tentang penembusan
sempurna . Karena saya telah ditetapkan untuk itu , 'Terhiasi
oleh Keharuman Wewangian' adalah 'Cara Utama' . "
Dua Pangeran Dharma , Bhaisajya raja ( Raja Obat ) dan Bhaisajya
samudgata (Obat Unggul) , dan lima ratus Brahma deva dalam
perkumpulan majelis bangkit dari kursi Mereka , membungkuk di
kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , Dari ribuan
kalpa yang tanpa awal sampai sekarang , Kami telah menjadi
Penyembuh yang baik bagi dunia . Mulut Kami telah merasakan
banyak tumbuhan , kayu , logam , dan batu dari dunia Saha ,
seratus delapan ribu rasa . Kami tahu secara lengkap rasa pahit
, asam, asin , hambar , manis , dan rasa pedas, dan sejenisnya ,
dalam semua campuran mereka dan perubahan yang melekat . Kami
memiliki pengetahuan yang mendalam tentang apakah mereka dingin
atau panas , beracun atau tidak beracun . Ketika melayani Sang
Tathagata, Kami menjadi tahu bahwa sifat alami dari rasa
bukanlah kosong ataupun bukan ada , atau bukan tubuh atau bukan
pikiran , atau bukan terlepas dari tubuh atau pikiran . Kami
menjadi tercerahkan dengan membedakan antara rasa . Sang
Tathagata menyegel dan menetapkan Kami bersaudara dan menamakan
Kami Bodhisattva Bhaisajyaraja dan Bhaisajyasamudgata . Sekarang
dalam perkumpulan majelis Kami Pangeran Dharma yang telah naik
ke tingkat Bodhisattva karena telah menjadi tercerahkan dengan
cara 'Rasa' . Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna.
Karena Kami telah ditetapkan untuk itu , 'Penyebab dari rasa'
adalah 'Cara Utama' . "
Bhadrapala dan enam belas raja tercerahkan yang adalah
teman-temannya , bangkit dari kursi Mereka , membungkuk di kaki
Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha : " Kami pertama
kali mendengar Dharma dan meninggalkan kehidupan rumah tangga
mengikuti 'Buddha Bhisma Garjita Ghosa Svara Raja (Buddha Raja
Auman Suara Petir Agung)' , ketika waktu bagi Sangha untuk
mandi , Saya mengikuti kebiasaan dan memasuki pemandian.
Tiba-tiba Saya terbangun dengan kenyataan bahwa air tidak
membasuh debu , juga tidak membersihkan tubuh . Dan pada saat
itu Saya menjadi penuh kedamaian dan mencapai keadaan dari
menjadi tiada apapun . Sampai hari ini , Saya tidak pernah
melupakan pengalaman itu. Setelah meninggalkan rumah dengan sang
Buddha, Saya telah maju di luar penelitian . Sang Buddha
menamakan Saya 'Bhadrapala' . 'Sentuhan yang indah menakjubkan'
terungkap , dan Saya mencapai tingkat dari menjadi siswa sang
Buddha. Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna .
Karena Saya telah ditetapkan untuk itu , 'Sentuhan' adalah 'Cara
Utama'. "
Mahakashyapa, bersama dengan 'Bhikshuni Suvarna Jambunada
Rasmiprabha (Pancaran Cahaya Ungu Keemasan)' dan lain-lain
bangkit dari tempat duduk Mereka , membungkuk di kaki Sang
Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha : " Didalam kalpa masa
lalu di daerah ini , Saya mendekati sang Buddha yang bernama
'Candra Surya Pradipa (Cahaya Matahari dan Bulan)' , yang
kemudian berada di dunia. Saya mendengar Dharma dari Dia dan
mengolah budidaya dan belajar dengan Dia . Setelah Sang Buddha
itu memasuki keheningan tenang Parinirvana, Saya membuat
persembahan kepada Sharira Nya dan menyalakan lampu untuk
melanjutkan cahaya terang-Nya . Sang Bhikshuni
Suvarnajambunadarasmiprabha menghiasi dengan tinta emas pada
gambar sang Buddha . Sejak saat itu , kehidupan setelah
kehidupan , tubuh Saya selalu sempurna dan telah bersinar dengan
cahaya ungu keemasan . Bhikshuni Suvarnajambunadarasmiprabha,
dan lain-lain melengkapi rombongan Saya, dan Kami semua
melahirkan tekad untuk Bodhi di saat yang sama. Saya merenungkan
bahwa 'dunia enam objek indera' berubah dan membusuk , mereka
hanyalah keheningan kosong. Berdasarkan ini, Saya mengolah
budidaya 'Keheningan tenang Nirvana'. Sekarang tubuh dan pikiran
Saya dapat melewati ratusan ribu kalpa seolah-olah mereka adalah
hentakan jari . Berdasarkan kekosongan dari dharma , Saya
mencapai Arhat . Bhagawan mengatakan bahwa Saya yang paling
terkemuka didalam dhuta praktek pertapaan . Dharma yang indah
menakjubkan membawa Saya ke 'kebangkitan' dan 'pemahaman' , dan
Saya mengakhiri semua arus perpindahan keluar . Sang Buddha
bertanya tentang penembusan sempurna. Karena saya telah
ditetapkan untuk itu , 'dharma' adalah 'Cara Utama'. "
Aniruddha bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang
Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , " Ketika Saya pertama
kali meninggalkan rumah , Saya suka tidur sepanjang waktu . Sang
Tathagata memarahi Saya dan mengatakan Saya tidak lebih baik
daripada binatang . Ketika Saya mendengar teguran Sang Buddha ,
Saya menangis dan mencela diri sendiri. Selama tujuh hari Saya
tidak tidur , dan Saya kehilangan penglihatan di kedua mata Saya
. Bhagawan mengajarkan Saya Vajra Samadhi dari penglihatan yang
menyenangkan , yang menerangi dan terang . Tanpa menggunakan
mataKu , Saya bisa merenungkan sepuluh penjuru dengan kejelasan
yang benar dan tajam menembus, sama seperti jika saya sedang
melihat sepotong buah di telapak tanganKu . Para Tathagata
menetapkan Saya sebagai telah mencapai Arhat . Sang Buddha
bertanya tentang penembusan sempurna . Karena Saya telah
ditetapkan untuk itu , 'Mengembalikan penglihatan kembali ke
sumbernya' adalah 'Cara Utama' . "
Kshudrapanthaka bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki
Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha : . " Saya
kekurangan kemampuan untuk menghafal dan tidak memiliki banyak
kecerdasan bawaan. Ketika Saya pertama kali bertemu Sang Buddha
, Saya mendengar Dharma dan meninggalkan kehidupan rumah tangga.
Tapi , ketika Saya mencoba mengingat satu baris dari sebuah
gatha (syair) oleh sang Tathagata , Saya menghabiskan seratus
hari mengingat bagian pertama dan melupakan yang terakhir , atau
mengingat yang terakhir dan melupakan yang pertama . Sang Buddha
mengasihani kebodohan Saya dan mengajari Saya untuk tenang dan
mengatur napas . Saya merenungkan napas Saya secara sepenuhnya
ke titik halus dimana yang 'timbul' , 'tinggal' , 'membusuk' ,
dan 'berhenti' terjadi di setiap saat . PikiranKu tiba-tiba
mencapai Ketiadaan Gangguan Halangan yang luas , sampai arus
perpindahan keluar Saya berakhir dan Saya mencapai Arhat . Di
bawah kursi sang Buddha Saya disegel dan ditetapkan sebagai yang
di luar penelitian . Sang Buddha bertanya tentang penembusan
sempurna . Karena Saya telah ditetapkan untuk itu , 'Mengubah
nafas kembali ke kekosongan' adalah 'Cara Utama' . "
Gavampati bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang
Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , "Saya menciptakan
sebuah pelanggaran yang mengakibatkan karma mulut didalam kalpa
masa lalu . Saya menyinggung seorang Bhiksu Shramana , dan dalam
kehidupan setelah kehidupan Saya memiliki penyakit mengunyah
seperti sapi . Para Tathagata mengajarkan Saya 'Pintu Dharma
Pikiran Dasar dari Kemurnian Rasa Tunggal'. PikiranKu berakhir ,
Saya memasuki Samadhi , dan belajar dengan merenungkan rasa -
bagaimana mereka tidak memiliki isi pokok zat dan bukan benda .
Akibatnya pikiran Saya melampaui semua arus duniawi . Di bagian
dalam, tubuh dan pikiran Saya terbebaskan dan Di bagian luar,
Saya meninggalkan duniawi . Saya meninggalkan tiga alam
keberadaan jauh di belakang , seperti burung yang dilepaskan
dari kandangnya . Saya terpisahkan dari kotoran dan terhapuskan
dari kekotoran batin, dan sehingga mata Dharma Saya menjadi
murni, dan Saya mencapai Arhat . Sang Tathagata secara pribadi
menetapkan Saya sebagai yang telah naik melampaui ketingkat di
luar penelitian . Sang Buddha bertanya tentang penembusan
sempurna . Karena Saya telah ditetapkan untuk itu ,
'Mengembalikan rasa dan mengubah haluan kesadaran' adalah 'Cara
Utama' . "
Pilindavatsa bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki
Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha : " Ketika Saya
pertama kali memutuskan untuk mengikuti Sang Buddha dan memasuki
sang Jalan , Saya sering mendengar sang Tathagata menjelaskan
bagaimana tidak ada apapun didalam dunia ini yang membawa
kebahagiaan . Suatu Ketika saat Saya sedang berpindapatta di
kota , Saya merenungkan pintu Dharma ini dan tidak melihat duri
beracun di jalan sampai itu menusuk kaki Saya . PikiranKu
menyadari rasa sakit tubuh yang kuat , tetapi meskipun kesadaran
Saya mengalami sakit , Saya juga sadar bahwa didalam hati saya
yang murni tiada sakit ataupun tiada kesadaran tentang itu .
Saya juga berpikir , ' Apakah mungkin bagi satu tubuh untuk
memiliki dua kesadaran ? ' Setelah merenungkan hal ini untuk
sesaat , tubuh dan pikiran Saya tiba-tiba menjadi kosong.
Setelah dua puluh satu hari , arus perpindahan keluar Saya
menghilang dan Saya mencapai Arhat . Sang Buddha secara pribadi
menetapkan Saya dan menegaskan bahwa Saya telah mencapai tingkat
di luar penelitian . Sang Buddha bertanya tentang penembusan
sempurna. Karena Saya telah ditetapkan untuk itu , 'Memurnikan
kesadaran dan melupakan tubuh' adalah 'Cara Utama' . "
Subhuti bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang
Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , " Dari ribuan kalpa
yang jauh sampai sekarang , pikiran Saya telah terhalang . Saya
mengingat banyak kehidupan masa lalu Saya seperti banyaknya
butiran pasir di sungai Gangga . Dari awal , dalam rahim ibu
Saya , Saya mengetahui 'kekosongan' dan 'keheningan tenang' ,
sejauh bahwa sepuluh penjuru menjadi kosong dan Saya menyebabkan
para makhluk menjadi ditetapkan dengan sifat alami dari
kekosongan . Setelah menerima pembukaan rahasia dari Sang
Tathagata bahwa sifat alami yang tercerahkan adalah kekosongan
sejati yang sesungguhnya dan bahwa sifat alami dari kekosongan
adalah sempurna dan cerah , Saya mencapai Arhat . Saya tiba-tiba
masuk ke lautan Tathagata dari yang menakjubkan , kekosongan
yang cerah. Pengetahuan dan Pandangan Saya menjadi sama dengan
sang Buddha . Saya ditetapkan sebagai yang melampaui di luar
dari penelitian . Didalam pembebasan dari sifat alami dari
kekosongan, Saya tak tertandingi . Sang Buddha bertanya tentang
penembusan sempurna . Karena Saya telah ditetapkan untuk itu ,
'semua gejala kejadian masuk ke dalam kehampaan sampai ketiadaan
dan apa yang menjadi ketiadaan kedua-duanya menghilang .
Membalikkan dharma kembali ke kekosongan' adalah 'Cara Utama' .
"
Sariputra bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang
Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , " Dari ribuan kalpa
yang jauh sampai sekarang , pikiran dan pandangan Saya telah
murni . Dalam hal ini Saya telah mengalami banyak kelahiran
seperti banyaknya butiran pasir di sungai Gangga . Pada
pandangan sekejap Saya bisa memahami semua berbagai macam
'perubahan bentuk' dan 'perubahan dari apa yang duniawi dan apa
yang melampaui dunia' dengan tanpa halangan apapun . Setelah
Saya bertemu dengan Kasyapa bersaudara di jalan , dan berjalan
bersama Mereka . Mereka berbicara tentang sebab dan kondisi ,
dan Saya terbangun ke yang tanpa batas dari pikiran Saya . Saya
mengikuti Sang Buddha dan meninggalkan kehidupan rumah tangga.
Kesadaran penglihatan Saya menjadi cerah dan sempurna, Saya
memperoleh 'keberanian besar' dan menjadi Arhat . Sebagai salah
satu murid tua sang Buddha , Saya lahir dari mulut Sang Buddha ,
secara perubahan bentuk terlahir dari Dharma . Sang Buddha
bertanya tentang penembusan sempurna . Karena Saya telah
ditetapkan untuk itu , 'pikiran dan penglihatan memancarkan
cahaya dan cahaya memancarkan seluruh pengetahuan dan
penglihatan' adalah 'Cara Utama' . "
Samantabhadra ( 'Yang Patut Dihormati Semesta') Bodhisattva
bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha ,
dan berkata kepada Sang Buddha , " Saya telah menjadi Pangeran
Dharma dengan banyak Tathagata yang banyakNya seperti butiran
pasir di sungai Gangga . Para Tathagata dari sepuluh penjuru
memberitahu murid-murid Mereka yang memiliki akar dari
Bodhisattva untuk menumbuhkan perilaku 'yang patut dihormati
semesta' , yang dinamakan kepada Saya . Bhagawan , Saya
menggunakan pikiran Saya untuk mendengarkan dan membedakan
pengetahuan dan pandangan dari para makhluk . Di daerah lain
banyak alam jauh yang jumlahnya seperti butiran pasir di sungai
Gangga , untuk setiap makhluk yang memutuskan untuk
mempraktekkan perilaku Samantabhadra , Saya langsung menaiki
Gajah enam gading Saya dan menciptakan ratusan ribu penggandaan
tubuh yang pergi ke tempat-tempat itu . Meskipun rintangan
mereka mungkin begitu berat sehingga mereka tidak bisa melihat
Saya , Saya diam-diam menggosok usnisa kepala mereka ,
melindungi dan menghibur mereka , dan membantu mereka berhasil.
Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna . Sebab dasar
yang Saya bicarakan adalah 'mendengar dengan pikiran, membedakan
dengan nyaman , dan memancarkan cahaya' . ini adalah 'Cara
Utama' . "
Sundarananda bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki
Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , " Ketika Saya
pertama kali meninggalkan rumah dan mengikuti Sang Buddha masuk
ke sang Jalan , Saya menerima ajaran lengkap , tapi pikiran Saya
selalu terlalu berhamburan berpencar saat Samadhi , dan Saya
tidak bisa mencapai keadaan dari 'tidak memiliki arus
perpindahan keluar' . Bhagawan mengajarkan Kaushthila dan Saya
untuk merenungkan bintik putih di ujung hidung Kami . Dari
petama kali, Saya merenungkan dengan tekun saksama . Setelah
tiga minggu , Saya melihat bahwa ketika Saya menghirup dan
menghembus , napas di lubang hidung Saya tampak seperti asap .
Di bagian dalam, tubuh dan pikiran Saya menjadi terang, dan di
bagian luar, Saya secara sempurna mengerti bahwa dunia adalah
seperti kristal , kosong dan murni . Penampakan berasap
berangsur-angsur menghilang , dan nafas di hidung Saya menjadi
putih . Pikiran Saya terbuka dan arus perpindahan keluar Saya
berakhir . Setiap penghirupan dan penghembusan dari nafas diubah
menjadi cahaya yang menyinari sepuluh penjuru arah , dan Saya
mencapai Arhat . Bhagawan meramalkan bahwa di masa depan Saya
akan mendapatkan Bodhi . Sang Buddha bertanya tentang penembusan
sempurna . 'Saya melakukannya dengan cara dari hilangnya nafas ,
sampai akhirnya napas memancarkan cahaya dan cahaya itu
benar-benar sepenuhnya memadamkan arus perpindahan keluar Saya'.
Itu adalah 'Cara Utama' . "
Purnamaitreyaniputra bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di
kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , " Selama
ribuan kalpa yang luas Saya telah memiliki kefasihan yang tanpa
halangan . Ketika Saya membicarakan 'penderitaan' dan
'kekosongan' Saya secara mendalam menembus kedalam 'kenyataan
terakhir'. Dengan cara yang sama , Saya merasa tidak takut
ketika Saya memberikan yang halus , ajaran yang indah
menakjubkan untuk perkumpulan majelis mengenai pintu Dharma
rahasia dari banyaknya para Tathagata seperti butiran pasir di
sungai Gangga . Bhagawan mengetahui bahwa Saya memiliki
kefasihan besar , dan , dengan menggunakan suaraNya untuk
memutar roda Dharma , mengajarkan Saya untuk menyebarkan Dharma
. Saya mengikuti Sang Buddha untuk membantuNya memutar roda
Dharma . Saya mencapai Arhat karena Auman SingaNya itu .
Bhagavan menetapkan Saya sebagai yang paling utama dalam
berbicara Dharma . Sang Buddha bertanya tentang penembusan
sempurna . 'Saya menggunakan suara Dharma untuk menundukkan mara
dan musuh dan mencairkan arus perpindahan keluar Saya'. Itu
adalah 'Cara Utama' . "
Upali bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang
Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , " Saya mengikuti sang
Buddha secara pribadi ketika Dia meninggalkan kota dan
meninggalkan kehidupan rumah tangga. Saya mengamati sang
Tathagata bertahan enam tahun dari pertapaan yang rajin . Saya
melihat sang Tathagata menundukkan semua iblis , dan penganut
jalan luar dan menjadi terbebaskan dari semua arus perpindahan
keluar yang berdasarkan nafsu keinginan duniawi dan keserakahan
. Saya mendasari diri Saya pada petunjuk ajaran sang Buddha ,
mencakup tiga ribu sikap yang agung dan delapan puluh ribu aspek
halus sampai 'karma sifat alami dan karma pengekang' Saya
menjadi murni. Tubuh dan pikiran Saya menjadi hening tenang ,
dan Saya mencapai Arhat . Dalam perkumpulan majelis sang
Tathagata , Saya merekam peraturan yang mengatur disiplin . Sang
Buddha sendiri menetapkan pikiran Saya yang menjunjung tinggi
ajaran dan pengolahan budidaya asli Saya pada mereka . Saya
dianggap sebagai pemimpin dari perkumpulan majelis. Sang Buddha
bertanya tentang penembusan sempurna . 'Saya mendisiplinkan
tubuh sampai mencapai kemudahan dan kenyamanan . Lalu Saya
mendisiplinkan pikiran sampai mencapai kejelasan penembusan .
Setelah itu , tubuh dan pikiran mengalami ketajaman yang kuat
dan penyerapan yang menyeluruh'. Itu adalah 'Cara Utama' . "
Mahamaudgalyayana bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di
kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , " Suatu saat
ketika Saya sedang berada di jalan melakukan pindapatta
disekeliling , Saya bertemu tiga Kashyapa bersaudara - Uruvilva
, Gaya , dan Nadi yang mengumumkan kepada Saya prinsip yang
mendalam dari sang Tathagata pada penyebab dan kondisi . Saya
segera melahirkan tekad dan memperoleh pemahaman yang besar .
Sang Tathagata menerima Saya , Saya secara spontan dibalut dalam
kashaya (=jubah Buddha) dan rambut serta jenggot tebal Saya
jatuh dengan sendirinya . Saya menjelajahi sepuluh penjuru arah
, tidak memiliki hambatan penghalang . Penembusan batin Saya ,
yang dihargai sebagai yang tak tertandingi , dan Saya mencapai
Arhat . Tidak hanya sang Bhagavan , tetapi para Tathagata dari
sepuluh penjuru memuji kekuatan batin Saya sebagai yang sangat
jelas dan murni , penuh keahlian , dan tak kenal takut . Sang
Buddha bertanya tentang penembusan sempurna . 'Dengan cara tak
henti-hentinya memperhatikan yang mendalam , cahaya terang dari
pikiran Saya terungkap , seperti air menjadi jernih ketika
lumpur mengendap . Akhirnya pikiran Saya menjadi murni dan
berkilau' . Itu adalah 'Cara Utama' . "
Ucchushma ('Kepala Api') datang kehadapan sang Buddha , menutup
telapak tanganNya beranjali , menunduk di kaki Sang Buddha , dan
berkata kepadaNya , "Saya masih ingat berapa banyak ribuan kalpa
yang lalu Saya dipenuhi dengan nafsu keserakahan yang berlebihan
dan nafsu keinginan . Sang Buddha yang bernama Sunyaraja ('Raja
Kekosongan') berada di dunia , dan Dia mengatakan bahwa
orang-orang dengan terlalu banyak nafsu keinginan berubah
menjadi amukan api yang besar . Dia mengajarkan Saya untuk
merenungkan 'kesejukan dan kehangatan' yang ditemukan diseluruh
tubuh Saya, kemudian 'cahaya batin suci' bersatu dalam diriKu
dan mengubah pikiran nafsu berlebihan Saya ke dalam 'api
kebijaksanaan'. Setelah itu , semua Buddha merujuk kepada Saya
dengan nama 'Kepala Api' . Karena kekuatan Agniprabha Samadhi
('Pemusatan Pikiran Cahaya Api'), Saya mencapai Arhat . Saya
melakukan Maha Pranidhana ('Sumpah Besar Agung') bahwa ketika
setiap Buddha menyelesaikan sang Jalan , Saya akan menjadi
seorang Vira Ksatria ('Pejuang Kuat') dan sendiri menundukkan
kebencian mara ' . Sang Buddha bertanya tentang penembusan
sempurna . 'Saya menggunakan perenungan yang penuh perhatian
pada efek dari panas dalam tubuh dan pikiran Saya' sampai itu
menjadi tak terhalang dan menembus dan semua arus perpindahan
keluar Saya dimusnahkan . Saya menghasilkan nyala lautan api
kecemerlangan dan naik menuju pencerahan . Itu adalah 'Cara
Utama' . "
Dharanimdhara Bodhisattva ('Mahluk Bodhi Penjaga Bumi') bangkit
dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha , dan
berkata kepada Sang Buddha , " Saya ingat ketika Samantaprabha
Tathagata ('Tathagata Cahaya Semesta') muncul di dunia di masa
lalu . Saya adalah seorang Bhiksu yang terus-menerus bekerja
pada meratakan jalan-jalan utama , pendaratan kapal , dan
tempat-tempat yang berbahaya di tanah , di mana kerusakan itu
mungkin menghambat atau membahayakan kereta kuda . Saya
melakukan segalanya dari membangun jembatan untuk mengangkut
pasir . Sepanjang kemunculan para Buddha yang tak terbatas
jumlahNya di dunia, Saya rajin dalam kerja keras ini . Jika ada
orang yang menunggu di dekat dinding dan gerbang kota yang
membutuhkan seseorang untuk membawa barang-barang mereka , Saya
akan membawa nya sampai ke tujuan mereka , mengatur segalanya ,
dan pergi tanpa mengambil imbalan apapun. Ketika Vipashyin
Buddha muncul di dunia , ada kelaparan luas . Saya akan membawa
orang-orang di belakang pundak Saya , dan tidak peduli seberapa
jauh jarak itu, Saya akan menerima hanya satu koin kecil . Jika
ada sebuah gerobak sapi terjebak dalam lumpur , Saya akan
menggunakan kekuatan batin Saya untuk mendorong roda keluar dan
mengatasi kesulitan tersebut . Setelah raja meminta Sang Buddha
untuk menghadiri pesta vegetarian . pada saat itu , Saya
melayani Sang Buddha dengan meratakan jalan bagi Dia ketika Dia
pergi . Vipashyin Tathagata menggosok Usnisa ('Mahkota Kepala')
Saya dan berkata , 'Anda harus meratakan dasar pikiran Anda ,
maka segala sesuatu di dunia ini akan menjadi rata . ' Segera
pikiran Saya terbuka dan Saya melihat bagaimana unsur tanah bumi
yang menyusun tubuh Saya sendiri adalah tidak berbeda dari semua
unsur tanah bumi yang membentuk dunia . Unsur-unsur dari debu
ini tidak bertentangan dengan sifat alami Kita , ke pokok yang
bahkan tidak pisau dari pedang bisa melukainya . Didalam sifat
alami Dharma, Saya terbangun pada kesabaran dengan tiada
menghasilkan dharma ('gejala kejadian') dan mencapai Arhat .
PikiranKu telah kembali dan Saya sekarang telah masuk dalam
jajaran para Bodhisattva . Mendengar bahwa Tathagata
memberitakan 'Bunga Teratai Yang Indah Menakjubkan' , tingkat
dari pengetahuan dan penglihatan Buddha , Saya telah ditetapkan
sebagai yang telah memahami dan seorang pemimpin didalam
perkumpulan majelis . Sang Buddha bertanya tentang penembusan
sempurna . Setelah perenungan penuh perhatian pada tubuh dan
lingkungan , Saya melihat bahwa kedua debu yang mencemarkan
adalah persis sama . Pada dasarnya semuanya adalah
Tathagatagarbha , tapi kemudian muncul kepalsuan dan menciptakan
debu yang mencemarkan . Ketika debu yang mengotori batin itu
dihilangkan , kebijaksanaan disempurnakan , dan orang
menyelesaikan Jalan Yang tak tertandingi . Itu adalah 'Cara
Utama' . "
Sang Bodhisattva, Sang Pemuda Candraprabha ('Cahaya Bulan')
bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha ,
dan berkata kepada Sang Buddha , " Saya ingat bahwa pada waktu
yang telah lama berlalu, melampaui ribuan kalpa sebanyak butiran
pasir di sungai Gangga , ada seorang Buddha di dunia yang
bernama Varuna ('Tuhan Air') , yang mengajarkan semua
Bodhisattva untuk menumbuhkan perenungan air dan memasuki
Samadhi . Saya merenungkan bagaimana seluruh tubuh intisari
pokok dari air tidak dalam pertentangan . Saya mulai dengan
lendir , dahak, air liur, sumsum , dan darah, dan pergi melalui
urin dan kotoran . Ketika itu diedarkan melalui tubuh Saya ,
sifat alami air tetap sama . Saya melihat bahwa air di tubuh
Saya sama sekali tidak berbeda dari yang di dunia luar , bahkan
di negeri-negeri kerajaan dengan spanduk yang mengambang dengan
semua lautan dari perairan harum mereka . Pada waktu itu ,
ketika Saya pertama kali berhasil dalam perenungan air , Saya
hanya bisa melihat air. Saya masih belum bisa melampaui tubuh
fisik Saya . Saya adalah seorang Bhiksu kemudian , dan sekali
ketika Saya masih berada didalam dhyana beristirahat di kamar
Saya , seorang murid Saya mengintip di jendela dan hanya melihat
air jernih yang mengisi seluruh ruangan . Dia tidak melihat
apapun yang lain lagi . Anak itu masih muda , dan tidak
mengetahui apapun yang lebih baik , ia mengambil ubin dan
melemparkannya ke dalam air . Itu memukul air dengan 'bunyi
petikan '. Ia menatap disekitar dan kemudian pergi meninggalkan
. Ketika Saya keluar dari pemusatan pikiran , Saya tiba-tiba
menyadari rasa sakit di hati Saya , dan Saya merasa seperti
Sariputra yang pasti telah merasakan ketika Dia bertemu hantu
yang kejam . Saya berpikir, ' Saya sudah menjadi Arhat dan telah
lama sejak meninggalkan kondisi yang membawa pada penyakit .
Mengapa Saya tiba-tiba memiliki rasa sakit ini dalam hati Saya ?
Apakah Saya akan kehilangan posisi dari 'tiada kemunduran' ? "
Saat itu, anak muda itu datang segera kepada Saya dan
menceritakan apa yang terjadi . Saya cepat-cepat berkata
kepadanya , ' Bila Anda melihat air lagi , buka pintu ,
menyebrang ke dalam air , dan angkat ubin itu. ' Anak itu patuh
, jadi ketika Saya kembali memasuki Samadhi , Ia kembali melihat
air dan ubin itu juga, membuka pintu , dan membawanya keluar .
Ketika Saya keluar dari pemusatan pikiran , tubuh Saya telah
seperti yang sebelum itu. Saya berjumpa para Buddha yang tak
terbatas dan mengolah budidaya dengan cara itu sampai kedatangan
Sang Tathagata Sagara-varadhara-buddhi-vikridita-bhijna-raja
('Raja Penguasaan Penembusan Gunung dan Laut') . Lalu Saya
akhirnya tidak memiliki tubuh . Sifat alami Saya dan lautan dari
perairan wangi sepanjang sepuluh penjuru itu sama persis dengan
Kekosongan Sejati , tiada duanya atau tanpa perbedaan apapun .
Sekarang Saya dengan Sang Tathagata dan Saya dikenal sebagai
Pemuda Murni , dan Saya telah bersama dengan perkumpulan
Bodhisattva . Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna .
Melalui sifat alami dari air , Saya menembus ke aliran rasa
tunggal, memperoleh kesabaran dengan tiada menghasilkan dharma
('gejala kejadian') , dan mencapai kesempurnaan Bodhi . Itu
adalah 'Cara Utama' . "
Sang Pangeran Dharma, Bodhisattva Vaiduryaprabha ('Cahaya
Permata Kristal') bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di
kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , " Saya masih
bisa mengingat kembali melalui ribuan kalpa sebanyak butiran
pasir di sungai Gangga sampai waktu seorang Buddha yang bernama
Anantasvara ('Suara Tak Terbatas'), yang mengajarkan Bodhisattva
bahwa pencerahan mendasar adalah indah dan cerah . Dia mengajar
Mereka untuk merenungkan dunia ini dan semua badan fisik makhluk
sebagai kondisi palsu yang didorong oleh kekuatan angin . Pada
saat itu , Saya merenungkan posisi dunia , dan saya
menperhatikan berlalunya waktu di dunia. Saya merenung pada
pergerakan dan ketenangan tubuh Saya, Saya mempertimbangkan
kemunculan pikiran didalam pikiran Saya. Tidak ada perbedaan
diantara semua jenis pergerakan ini; mereka semuanya sama. Saya
kemudian mengerti bahwa sifat alami dari pergerakan tidak datang
dari manapun , juga tidak pergi ke manapun . Setiap unsur bahan
tunggal disepanjang sepuluh penjuru arah dan setiap makhluk yang
tertipu adalah dari kepalsuan kosong yang sama . Pada akhirnya
makhluk di setiap dunia dari Trisuhasramahasahasralokadhatu
('tiga ribu besar ribuan besar sistem dunia') yang seperti
begitu banyaknya nyamuk tinggal didalam wadah , berdengung sama
yang membosankan . Tertangkap didalam beberapa inci persegi ,
dengungan mereka dibangun hingga lambat laun menjadi keras yang
menjengkelkan . Tidak lama setelah Saya berjumpa sang Buddha ,
Saya mencapai kesabaran dengan tiada keberadaan makhluk dan
tiada dharma . PikiranKu kemudian terbuka, dan Saya bisa melihat
Negeri dari sang Buddha yang tidak bergerak di timur . Saya
menjadi Pangeran Dharma dan melayani para Buddha dari sepuluh
penjuru . Tubuh dan pikiran Saya memancarkan cahaya yang membuat
mereka benar-benar sepenuhnya 'jelas' dan 'tembus-pandang'. Sang
Buddha bertanya tentang penembusan sempurna. Saya merenungkan
kekuatan angin sebagai yang tiada apapun untuk diandalkan ,
terbangun dengan hati Bodhi dan memasuki Samadhi , menghubungkan
dengan yang tunggal , hati indah menajubkan yang dipancarkan
oleh semua Buddha dari sepuluh penjuru . Itu adalah 'Cara Utama'
. "
Akasagarbha ( 'Gudang Kekosongan' ) Bodhisattva bangkit dari
tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha , dan berkata
kepada Sang Buddha , " Sang Tathagata dan Saya mencapai tubuh
yang tak terbatas ketika dengan Dipankara Buddha ('Buddha
Pembawa Cahaya Lampu') . Pada waktu itu Saya memegang di tangan
Saya empat mutiara besar yang berharga , yang bersinar di
Buddha-ksetra sebanyak butiran terkecil atom dari alam semesta
di sepuluh penjuru , mengubah wujudnya menjadi kekosongan .
Didalam pikiran Saya ada muncul yang besar , cermin yang
sempurna dan dari itu mengeluarkan sepuluh jenis dari yang halus
, cahaya indah menakjubkan yang berharga dicurahkan ke sepuluh
penjuru arah ke batas terjauh dari kekosongan . Semua wilayah
kerajaan yang dihiasi dengan spanduk tercermin dalam cermin ini
dan melewati tubuh Saya. Hubungan timbal-balik ini benar-benar
tanpa hambatan , karena tubuh Saya seperti kekosongan . Karena
pikiran Saya telah menjadi benar-benar sepenuhnya sesuai , Saya
bisa masuk dengan mudah sebanyak negara yang seperti butiran
terkecil atom dari alam semesta dan bisa melakukan pekerjaan
Buddha dalam skala luas. Saya mencapai kekuatan batin yang besar
ini dari merenungkan secara rinci bagaimana empat unsur tanpa
ketergantungan apapun; bagaimana kemunculan dan kelenyapan
pikiran palsu tidak berbeda dari kekosongan ; bagaimana semua
Buddhaksetra pada dasarnya adalah sama. Setelah Saya menyadari
ciri khas ini , Saya memperoleh kesabaran dengan tidak adanya
makhluk dan tidak adanya dharma ('gejala kejadian'). Sang Buddha
bertanya tentang penembusan sempurna. Saya menggunakan
perenungan ketidakterbatasan dari kekosongan untuk memasuki
Samadhi dan mencapai kekuatan yang luar biasa menakjubkan dan
kejelasan yang sempurna . Itu adalah 'Cara Utama' . "
Maitreya ('Cinta Kasih') Bodhisattva bangkit dari tempat
dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha , dan berkata kepada
Sang Buddha , " Saya ingat ketika , sebanyak ribuan kalpa yang
lalu seperti butiran terkecil atom dari alam semesta , seorang
Buddha bernama Candra-surya-pradipa ('Cahaya matahari dan
bulan') muncul di dunia . Mengikuti Buddha itu Saya meninggalkan
kehidupan rumah , namun Saya sangat berbuat untuk ketenaran
duniawi dan suka bergaul dengan orang dari keluarga yang baik.
Kemudian sang Bhagavan mengajari Saya untuk berlatih hanya pada
Kesadaran Pemusatan Pikiran , dan Saya memasuki Samadhi itu.
Selama banyak ribuan kalpa Saya telah menggunakan Samadhi itu
ketika Saya melayani banyak Buddha yang seperti butiran pasir di
sungai Gangga . Pencarian Saya yang demi nama dan ketenaran
duniawi benar-benar berhenti sepenuhnya dan tidak pernah timbul
lagi. Ketika Dipankara Buddha muncul di dunia , Saya akhirnya
menyelesaikan yang tak tertandingi , yang indah sempurna Samadhi
dari Kesadaran .Saya meneruskan , sampai ke akhir dari ruang
angkasa kosong , semua wilayah dari Tathagata , apakah murni
atau tercemar , ada atau tidak ada, adalah perubahan wujud yang
muncul dari pikiran Saya sendiri . Bhagawan , karena Saya
memahami hanya pada Kesadaran , yang tak terbatas para Tathagata
mengalir keluar dari sifat alami kesadaran ini. Sekarang Saya
telah menerima Vyakarana ('Ramalan penetapan') bahwa Saya yang
akan berikutnya untuk mengambil tempat Sang Buddha . Sang Buddha
bertanya tentang penembusan sempurna . Saya sangat penuh
semangat merenungkan sepuluh penjuru sebagai yang berasal hanya
dari kesadaran. Ketika kesadaran sempurna dan cerah , Orang
menyempurnakan kebijaksanaan yang mengetahui Kenyataan Terakhir
. Orang meninggalkan ketergantungan pada orang lain dan
kemelekatan pada perhitungan yang terus-menerus dan mencapai
kesabaran dengan ketiadaan makhluk dan ketiadaan dharma . Itu
adalah 'Cara Utama' . "
[center]
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/mahastamaprapta.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/mahastamaprapta.jpg.html
( Khotbah Sang Maha-stamaprapta Bodhisattva untuk menjadi penuh
kesadaran terhadap Buddha )[/center]
Pangeran Dharma Mahastamaprapta ( 'Mencapai Kekuatan Besar' ) ,
bersama-sama dengan lima puluh dua rekan Bodhisattva , bangkit
dari kursi Mereka , membungkuk di kaki Sang Buddha , dan berkata
kepada Sang Buddha :
" Saya ingat ketika , sebanyak ribuan kalpa yang lalu seperti
butiran pasir di Sungai Gangga , ada Seorang Buddha yang bernama
Amitabha ('Cahaya Tanpa Batas') muncul di dunia . Selama kalpa
yang sama , ada dua belas Tathagata berturut-turut , yang
terakhir di antaraNya bernama candra-surya-tara-prabha('Cahaya
Melampaui Matahari dan Bulan') Buddha. Para Buddha itu
mengajarkan Saya 'Buddha-smrti Samadhi' ('Pemustan Pikiran Penuh
Kesadaran Terhadap Buddha') : Misalkan ada dua orang , satu di
antaranya selalu ingat yang lain , sementara yang lain telah
sepenuhnya lupa tentang yang pertama. Bahkan jika dua orang ini
bertemu atau melihat satu sama lain, itu akan menjadi sama
seperti tidak bertemu atau melihat satu sama lain . Di sisi lain
, jika dua orang mengembangkan ingatan yang kuat satu sama lain
, maka dalam kehidupan demi kehidupan , mereka akan bersama-sama
seperti obyek dan bayangannya , dan mereka tidak akan pernah
dipisahkan . Para Tathagata dari sepuluh penjuru dengan lembut
penuh kesadaran terhadap makhluk hidup seperti seorang ibu
mengingat anaknya . Tapi jika anak kabur melarikan diri , apa
gunanya kekhawatiran ibu ? Namun, jika anak ingat ibunya di cara
yang sama bahwa ibu mengingat anaknya , maka dalam kehidupan
setelah kehidupan ibu dan anak tidak akan pernah berjauhan .
Jika makhluk hidup mengingat Buddha dan sadar pada Buddha ,
mereka pasti akan melihat sang Buddha sekarang dan di masa depan
. menjadi dekat pada sang Buddha , bahkan tanpa bantuan jalan
bijaksana , hati mereka akan terbuka dengan sendirinya . Itu
seperti orang yang , setelah wangi oleh dupa , membawa wewangian
itu di tubuhnya . Itu disebut perhiasan wewangian dan cahaya .
Pada dasar sebab-musabab , Saya menggunakan perenungan terhadap
Buddha untuk bersabar dengan tiada kemunculan dari kedua
'makhluk dan dharma ('gejala kejadian')' . Sekarang di dunia ini
Saya mengumpulkan semua orang-orang yang penuh kesadaran akan
Buddha , dan Saya membawa mereka kembali ke Tanah Suci . Sang
Buddha bertanya tentang penembusan sempurna . Saya akan memilih
tidak lain berkumpul di enam organ indera melalui kesadaran
penuh yang murni secara terus menerus pada Buddha untuk
memperoleh Samadhi . Itu adalah 'Cara Utama' . "
" Jika makhluk hidup mengingat Buddha dan sadar pada Buddha ,
mereka pasti akan melihat sang Buddha sekarang dan di masa depan
. Menjadi dekat dengan sang Buddha , bahkan tanpa bantuan jalan
bijaksana , mereka akan terbangun dengan sendirinya . Ini adalah
seperti seseorang yang setelah wangi oleh dupa , membawa
wewangian itu di tubuhnya . Itu disebut perhiasan wewangian dan
cahaya . Pada pokok sebab-musabab , melalui kebajikan dari
perenungan penuh perhatian terhadap Buddha , Saya telah mencapai
'Kesabaran Yang Tidak Diciptakan' . Sekarang di dunia ini Saya
mengumpulkan semua orang-orang yang penuh kesadaran akan Buddha
, dan Saya membawa mereka kembali ke Tanah Suci . Sang Buddha
bertanya tentang penembusan sempurna .Saya akan memilih tidak
lain berkumpul di enam organ indera melalui kesadaran penuh
yang murni secara terus menerus pada Buddha untuk memperoleh
Samadhi . Itu adalah 'Cara Utama' . "
[center]
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Avalokitesvara.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Avalokitesvara.jpg.html
( Pintu Gerbang Dharma Avalokiteshvara - Tercerahkan melalui
pintu gerbang telinga )[/center]
Kemudian Avalokitesvara ( 'Perenung Suara Dunia' ) Bodhisattva
bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha ,
dan berkata kepada Sang Buddha :
" Bhagawan , Saya ingat ketika , sebanyak ribuan kalpa yang lalu
seperti butiran pasir di sungai Gangga , ada seorang Buddha di
dunia yang bernama Avalokitesvara ('Perenung Suara Dunia') .
Saya membangkitkan hati Bodhi ketika dengan Buddha itu, yang
mengajarkan Saya untuk memasuki Samadhi melalui proses dari
mendengar dan memikirkan. "
" Awalnya, Saya masuk ke dalam aliran dari pendengaran dan
melupakan tempat masuk . Karena 'kedua tempat itu dan tempat
masuk' adalah sunyi tenang , dua ciri sifat dari pergerakan dan
keheningan membatalkan satu sama lain dan tidak muncul. Setelah
itu , secara bertahap maju, 'pendengaran dan apa yang terdengar'
keduanya menghilang . Setelah pendengaran berakhir , tidak ada
yang diandalkan, dan kedua 'kesadaran dan objek benda tujuannya'
menjadi kosong . Ketika kekosongan dari kesadaran akhirnya
disempurnakan , 'kekosongan dan apa yang sedang dikosongkan'
kemudian juga menjadi berhenti . Dengan perginya 'kemunculan dan
penghentian' , keheningan-tenang Nirvana terungkap . "
" Tiba-tiba Saya melampaui 'yang duniawi dan yang sukar
dipahami' , dan kecerahan yang sempurna menyebar luas menguasai
seluruh sepuluh penjuru arah . Saya memperoleh 'dua keadaan
tertinggi' . Pertama, Saya menyatukan yang di atas dengan 'dasar
pikiran indah menakjubkan yang tercerahkan dari semua Buddha
dari sepuluh penjuru' , dan memperoleh kekuatan kasih sayang
yang sama dengan semua Buddha , Tathagata . Kedua, Saya
menyatukan yang di bawah ini dengan semua makhluk di enam jalur
, dan mendapatkan perhatian yang baik bagi semua makhluk hidup .
"
" Bhagawan , karena Saya melayani dan membuat persembahan kepada
Avalokitesvara Tathagata , Saya menerima dari Tathagata itu
sebuah pengiriman dari Vajra Samadhi dari Semua mahluk menjadi
seperti khayalan ilusi seperti Seseorang 'Menjadi Terserap
Dengan Pendengaran' dan 'Mengolah Budidaya Pendengaran' . Karena
Saya mendapatkan kekuatan kasih sayang yang sama dengan semua
Buddha, Tathagata , Saya mencapai tiga puluh dua tanggapan tubuh
dan memasuki semua wilayah . "
[1]" Bhagawan , jika Bodhisattva memasuki Samadhi dan berkembang
maju dalam pengolahan budidaya Mereka sampai Mereka mengakhiri
arus perpindahan keluar dan menampilkan kesempurnaan dari
pemahaman unggul, Saya akan muncul dalam tubuh seorang Buddha
dan berbicara Dharma untuk Mereka , menyebabkan Mereka untuk
mencapai Pembebasan . "
[2]" Jika Mereka yang sedang belajar adalah hening tenang dan
memiliki kejelasan yang indah dan menampilkan kesempurnaan dari
keindahan yang unggul, Saya akan muncul dihadapan Mereka dalam
tubuh seorang 'Pratyekabuddha yang tercerahkan sendiri' dan
berbicara Dharma untuk Mereka , menyebabkan Mereka untuk
mencapai Pembebasan . "
[3]" Jika Mereka yang sedang belajar telah memutuskan dua belas
kondisi sebab-musabab , dan , setelah memutuskan kondisi itu ,
mengungkapkan sifat alami tertinggi , dan menampilkan
kesempurnaan dari keindahan , Saya akan muncul dihadapan Mereka
dalam tubuh seorang 'Pratyekabuddha yang Tercerahkan dengan
Kondisi' dan berbicara Dharma untuk Mereka , menyebabkan Mereka
untuk mencapai Pembebasan . "
[4]" Jika Mereka yang sedang belajar telah mencapai kekosongan
dari Empat Kesunyataan Mulia , dan, melalui mengolah budidaya
Jalan itu , bisa memasuki keheningan-tenang dan menampilkan
kesempurnaan sifat alami yang indah , Saya akan muncul dihadapan
Mereka dalam tubuh seorang Sravaka dan berbicara Dharma untuk
Mereka, menyebabkan Mereka untuk mencapai Pembebasan . "
[5]" Jika mahluk ingin memiliki pikiran yang jelas dan yang
terbangun dan jadi tidak memanjakan keinginan duniawi , yang
ingin memurnikan tubuh mereka , Saya akan muncul dihadapan
mereka dalam tubuh seorang Brahma-Raja dan berbicara Dharma
untuk mereka , menyebabkan mereka untuk mencapai Pembebasan . "
[6]" Jika mahluk ingin menjadi penguasa surga dan memimpin
makhluk surga , Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh
seorang Shakra dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan
mereka untuk mencapai keinginan mereka . "
[7]" Jika mahluk ingin mencapai penguasaan tubuh diri dan untuk
menjelajah seluruh sepuluh penjuru , Saya akan muncul dihadapan
mereka dalam tubuh seorang Isvara-deva ('Dewa dari Surga
Penguasaan diri') dan berbicara Dharma untuk mereka ,
memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "
[8]" Jika mahluk ingin mencapai penguasaan tubuh diri dan
terbang melalui ruang angkasa, Saya akan muncul dihadapan mereka
dalam tubuh seorang Mahamahesvara-deva ('Dewa dari Surga Besar
Penguasaan diri') dan berbicara Dharma untuk mereka ,
memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "
[9]" Jika mahluk gemar memerintah hantu dan roh untuk
menyelamatkan dan melindungi bangsa mereka , Saya akan muncul
dihadapan mereka dalam tubuh seorang Jenderal Besar Senapati dan
berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk
mencapai keinginan mereka . "
[10]" Jika mahluk ingin memerintah dunia untuk melindungi
makhluk , Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang
dari Caturmaharajika ('Empat Raja Surga Langit') dan berbicara
Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai
keinginan mereka . "
[11]" Jika mahluk menikmati dilahirkan di istana surga dan
memerintah hantu dan roh , Saya akan muncul dihadapan mereka
dalam tubuh seorang pangeran dari kerajaan dari Empat Raja Surga
Langit dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka
untuk mencapai keinginan mereka . "
[12]" Jika mahluk ingin menjadi raja manusia, Saya akan muncul
dihadapan mereka dalam tubuh seorang raja manusia dan berbicara
Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai
keinginan mereka . "
[13]" Jika mahluk menikmati menjadi kepala suku yang orang-orang
dari seluruh dunia menaruh hormat dan berserah , Saya akan
muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang Grhapati ('Tetua
yang dihormati') dan berbicara Dharma untuk mereka ,
memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "
[14]" Jika mahluk senang dalam membahas kunggulan yang bermutu
dan menjaga diri mereka luhur dan murni, Saya akan muncul
dihadapan mereka dalam tubuh seorang Upasaka dan berbicara
Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai
keinginan mereka . "
[15]" Jika mahluk menikmati memerintah negara dan penanganan
urusan negara , Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh
seorang pejabat dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan
mereka untuk mencapai keinginan mereka . "
[16]" Jika makhluk menyukai ramalan dan mantra-mantra dan ingin
menjaga dan melindungi diri mereka sendiri , Saya akan muncul
dihadapan mereka dalam tubuh seorang Brahmana dan berbicara
Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai
keinginan mereka . "
[17]" Jika pria yang gemar belajar dan ingin meninggalkan
kehidupan rumah dan menjunjung tinggi ajaran dan aturan , Saya
akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang Bhiksu dan
berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk
mencapai keinginan mereka . "
[18]" Jika wanita yang gemar belajar dan ingin meninggalkan
kehidupan rumah dan melakukan sila murni, Saya akan muncul
dihadapan mereka dalam tubuh seorang Bhikshuni dan berbicara
Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai
keinginan mereka . "
[19]" Jika pria senang dalam menegakkan lima sila , Saya akan
muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang Upasaka dan
berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk
mencapai keinginan mereka ."
[20]" Jika wanita ingin melakukan lima sila , Saya akan muncul
dihadapan mereka dalam tubuh seorang Upasika dan berbicara
Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai
keinginan mereka . "
[21]" Jika wanita ingin mengatur urusan bagian dalam dari rumah
tangga atau negara , Saya akan muncul dihadapan mereka dalam
tubuh seorang ratu , putri bangsawan , atau pengajar putri
istana dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka
untuk mencapai keinginan mereka . "
[22]" Jika pemuda ingin tetap suci murni , Saya akan muncul
dihadapan mereka dalam tubuh seorang pemuda yang tidak kawin dan
berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk
mencapai keinginan mereka . "
[23]" Jika gadis ingin tetap perawan dan tidak ingin menikah ,
Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang gadis
perawan dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka
untuk mencapai keinginan mereka . "
[24]" Jika makhluk surga ingin melarikan diri dari takdir surga
mereka , saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang
dewa dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka
untuk mencapai keinginan mereka . "
[25]" Jika naga ingin menghentikan nasib mereka dari menjadi
naga , Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang
naga dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka
untuk mencapai keinginan mereka . "
[26]" Jika yaksha ingin keluar dari nasib mereka saat ini, Saya
akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang yaksha dan
berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk
mencapai keinginan mereka . "
[27]" Jika gandharva ingin dibebaskan dari nasib mereka , Saya
akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang gandharva dan
berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk
mencapai keinginan mereka . "
[28]" Jika asura ingin dibebaskan dari nasib mereka , Saya akan
muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang asura dan berbicara
Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai
keinginan mereka . "
[29]" Jika kinnara ingin mengatasi nasib mereka , Saya akan
muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang kinnara dan
berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk
mencapai keinginan mereka . "
[30]" Jika mahoraga ingin dibebaskan dari nasib mereka , Saya
akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang mahoraga dan
berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk
mencapai keinginan mereka . "
[31]" Jika manusia menyukai menjadi manusia dan mengolah
budidaya , Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang
manusia dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka
untuk mencapai keinginan mereka . "
[32]" Jika mahluk bukan manusia , baik yang dengan bentuk atau
yang tanpa bentuk, baik yang dengan pikiran atau yang tanpa
pikiran , lama untuk dibebaskan dari nasib mereka , Saya akan
muncul dihadapan mereka dalam tubuh seperti mereka dan berbicara
Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai
keinginan mereka . "
" Ini disebut yang murni menakjubkan tiga puluh dua tanggapan
tubuh yang masuk ke dalam semua wilayah . Mereka datang menjadi
ada melalui kekuatan indah menakjubkan yang tanpa kesukaran dan
penguasaan diri dari Samadhi dari 'Menjadi Terserap Dengan
Pendengaran' dan 'Mengolah Budidaya Pendengaran' . "
" Bhagawan , juga karena kekuatan indah menakjubkan yang tanpa
kesukaran dari Vajra Samadhi ini dari Menjadi Terserap Dengan
Pendengaran' dan 'Mengolah Budidaya Pendengaran, Saya memiliki
belas kasihan yang baik untuk semua makhluk di enam jalur
sepanjang sepuluh penjuru dan tiga periode waktu . Berdasarkan
pencapaian tubuh dan batin Saya, Saya bisa menyebabkan makhluk
yang berjumpa tubuh Saya untuk menerima jasa kebajikan dari
empat belas jenis keberanian . "
" Pertama : Karena Saya tidak merenungkan suara mereka sendiri ,
melainkan perenung , Saya dapat membolehkan makhluk di sepanjang
sepuluh penjuru arah yang menderita dan yang dalam kesusahan
untuk mencapai pembebasan melalui merenungkan suara mereka dari
mengucapkan nama Saya .
" Kedua : . Karena Saya mampu membalikkan pengetahuan dan
pandangan Saya dalam hati , Saya bisa menjaga makhluk yang
terjebak didalam api yang berkobar dari terbakar "
" Ketiga : . Karena Saya mampu membalikkan perenungan Saya dan
mendengarkan dalam hati , Saya bisa menjaga makhluk yang
menggelepar di dalam air dari tenggelam "
" Keempat , Karena pikiran palsu Saya terputuskan dan pikiran
Saya adalah tanpa pikiran membunuh atau melukai , Saya bisa
menjaga makhluk yang memasuki wilayah hantu dari dibahayakan . "
" Kelima : Karena Saya meresap menembus dengan pendengaran dan
telah menyadari apa itu pendengaran , sehingga enam organ indera
telah dilarutkan dan kembali menjadi sama persis dengan
pendengaran , Saya bisa menjaga makhluk dari terluka , dengan
menyebabkan pisau menjadi pecah berkeping-keping . Saya dapat
menyebabkan pedang-pedang menjadi tidak memiliki efek tidak
lebih daripada jika mereka mengiris ke dalam air , atau jika
satu orang memukul cahaya. "
#Post#: 94--------------------------------------------------
Re: Suramgama Usnisa Sitatapatra Mahayana Suttram
By: ajita Date: November 11, 2016, 8:11 am
---------------------------------------------------------
" Keenam : Karena pendengaran Saya telah menjadi menyerap
menembus dan kekuatan pokok Saya terang, cahaya menyebar
meliputi Dharma-dhatu sehingga sama sekali tidak ada kegelapan
yang tersisa. Lalu Saya bisa menjaga makhluk aman dari para
yaksha, rakshasa , kumbhanda , pishacha , dan putana dengan
menyebabkan hantu itu untuk menjadi tidak dapat melihat mereka
bahkan jika mereka datang dekat dengan mereka. "
" Ketujuh : Karena 'sifat alami dari suara' telah benar-benar
sepenuhnya larut mencair dan melalui 'perenungan pendengaran
Saya' telah kembali ke pendengaran itu sendiri , meninggalkan
keterlibatan dengan 'objek indera yang palsu dan kotor' , Saya
bisa membebaskan makhluk dari kuncian 'ikatan papan hukuman dan
belenggu' "
" Kedelapan : Ketika 'suara' hilang dan 'pendengaran'
disempurnakan , 'kekuatan yang meresap kesemua dari belas kasih'
muncul , dan Saya menjaga makhluk yang bepergian di jalan yang
berbahaya dari dirampok oleh perampok "
" Kesembilan : Ketika pendengaran meresap menembus , pemisahan
dari 'objek yang mengotori batin' terjadi sehingga 'bentuk'
tidak lagi bertindak sebagai 'pencuri'. Kemudian Saya dapat
menyebabkan dengan keinginan kuat untuk meninggalkan
'keserakahan' dan 'nafsu keinginan' jauh di belakang. "
" Kesepuluh : . Ketika 'suara' adalah murni sehingga tidak ada
'objek yang mengotori batin' , 'organ indera dan keadaan yang
diluar' sempurna menyatu , dan tiada apapun yang dicocokkan
untuk yang lain. Kemudian Saya dapat menyebabkan makhluk yang
penuh kemarahan dan kebencian untuk berhenti menjadi penuh
kebencian . "
" Kesebelas : . Ketika 'objek yang mengotori batin' telah
hilang, cahaya berpilin, dan dharma-dhatu dan tubuh dan pikiran
adalah seperti kristal , tembus-pandang dan tak terhalang. Lalu
Saya bisa menyebabkan semua makhluk yang kecerdasannya gelap dan
kusam yang sifat alami mereka terhalang - semua 'atyantika
('kebodohan orang-orang yang tidak percaya')' - untuk selamanya
terbebas dari kebodohan dan kegelapan batin. "
" Keduabelas : Ketika 'bentuk' menghilang dan kembali ke
'pendengaran' , maka yang tak bergerak didalam 'Bodhimandala
('keadaan yang abadi dari pencerahan Bodhi')' yang tak bergerak,
Saya bisa melakukan perjalanan diantara makhluk-makhluk tanpa
mengganggu apa pun di dunia mereka. Saya bisa pergi melalui
sepuluh penjuru membuat persembahan kepada banyak para Buddha ,
Tathagata , yang seperti butiran terkecil atom dari alam semesta
. Disamping setiap Buddha Saya menjadi Pangeran Dharma , dan
Saya bisa menyebabkan makhluk yang tidak punya anak di seluruh
dharma-dhatu yang ingin memiliki anak laki-laki untuk diberkati
dengan putra yang berjasa , berbudi luhur , dan bijaksana . "
" Ketiga belas: . Dengan penembusan sempurna pada enam
organ-indra , 'cahaya dan apa yang diterangi' adalah 'bukan
dua'. Meliputi sepuluh arah , 'cermin besar yang sempurna'
berdiri di Tathagata-garbha yang kosong. Saya mewarisi 'rahasia
pintu Dharma' yang jumlahnya seperti para Tathagata yang
jumlahNya seperti butiran terkecil atom dari alam semesta
diseluruh sepuluh penjuru arah , menerima mereka (pimtu Dharma)
tanpa kehilangan . Saya dapat menyebabkan makhluk yang tidak
punya anak di seluruh dharma-dhatu yang mencari anak perempuan
untuk diberkati dengan putri yang cantik, tegak , berbudi luhur
, dan patuh dan yang setiap orang menghargai dan menghormati . "
" Keempat belas : Dalam Trisuhasramahasahasralokadhatu dengan
miliaran matahari dan bulan , sebanyak para Pangeran Dharma
seperti banyaknya butiran pasir didalam enam puluh dua sungai
Gangga muncul di dunia, mengolah Dharma , dan bertindak sebagai
contoh teladan demi mengajar dan mengubah makhluk . Mereka
mengikuti makhluk dengan cara 'jalan bijaksana yang membantu'
dan 'kebijaksanaan' , dengan cara yang berbeda untuk
masing-masing . "
" Namun , karena Saya telah memperoleh penembusan sempurna pada
organ indera dan telah menemukan keajaiban dari 'pintu masuk
telinga', setelah itu 'tubuh dan pikiran Saya' secara halus dan
secara ajaib termasuk semua dharma-dhatu , Saya dapat
menyebabkan makhluk yang menjunjung tinggi nama Saya untuk
memperoleh sebanyak pahala dan kebajikan yang akan diperoleh
oleh orang yang menjunjung tinggi nama-nama dari para Pangeran
Dharma yang sebanyak pasir di enam puluh dua sungai Gangga .
Bhagawan , manfaat kebaikan satu nama Saya adalah sama dengan
yang banyak nama lain itu, karena dari pengolahan budidaya Saya,
Saya telah memperoleh penembusan yang benar dan sempurna. Ini
disebut 'Empat Belas Kekuatan Dari Anugerah Keberanian' ; dengan
itu, Saya memberkati makhluk hidup " .
" Selain itu , Bhagawan , karena Saya memperoleh penembusan
sempurna dan mengolah budidaya pada 'Jalan yang tak tertandingi'
hingga pencapaian , Saya juga diberkahi dengan 'Empat Kebajikan
Indah Yang Tak Terbayangkan Dan Yang Tanpa Kesukaran' . "
" Pertama : karena Saya mencapai keajaiban ajaib dari mendengar
pikiran , 'intisari pokok dari pikiran' terbebaskan dari 'organ
dan keadaan dari pendengaran.' Oleh karena itu , tidak ada
perbedaan antara 'penglihatan', 'pendengaran' , 'perasaan' ,
'pengetahuan' , dan seterusnya. Pencerahan menjadi tunggal satu
, perpaduan yang sempurna , pencerahan yang murni dan berharga.
Untuk alasan itu , Saya bisa mewujudkan banyak penampilan yang
indah dan dapat menyatakan 'yang tak terbatas mantra suci
rahasia' . Antara mereka , Saya mungkin muncul dengan satu
kepala , tiga kepala , lima kepala , tujuh kepala , sembilan
kepala , sebelas kepala , dan seterusnya , termasuk seratus
delapan kepala , seribu kepala , sepuluh ribu kepala , atau
delapan puluh empat ribu kepala vajra , dua lengan , empat
lengan , enam lengan , delapan lengan , sepuluh lengan, dua
belas lengan , empat belas , enam belas , delapan belas lengan ,
atau dua puluh lengan , dua puluh empat lengan, dan seterusnya
sampai mungkin ada seratus delapan lengan , seribu lengan ,
sepuluh ribu lengan , atau delapan puluh empat ribu lengan mudra
, dua mata , tiga mata , empat mata , sembilan mata , dan
seterusnya termasuk seratus delapan mata , seribu mata , sepuluh
ribu mata , atau delapan puluh empat ribu mata yang murni dan
berharga , kadang-kadang penuh kasih , kadang-kadang mengagumkan
, kadang-kadang dalam Samadhi , terkadang menampilkan
kebijaksanaan untuk menyelamatkan dan melindungi makhluk hidup
sehingga mereka dapat mencapai 'penguasaan diri besar' . "
" Kedua : . Karena pendengaran dan pertimbangan Saya telah lolos
dari enam obyek yang mengotori batin , seperti suara melewati
dinding, mereka tidak bisa lagi dihalangi. Untuk alasan itu Saya
memiliki kemampuan luar biasa untuk mewujudkan bentuk setelah
bentuk dan membacakan mantra pada mantra . Bentuk-bentuk dan
mantra ini menghilangkan kekhawatiran para makhluk hidup . Oleh
karena itu , diseluruh sepuluh penjuru arah , di wilayah
sebanyak butiran terkecil atom dari alam semesta , Saya dikenal
sebagai 'Orang yang menganugerahkan tanpa rasa takut' . "
" Ketiga : . Karena pengolahan budidaya Saya yang mendasar ,
yang indah , penembusan sempurna dan pemurnian organ indera , di
mana saja Saya pergi di dunia, Saya dapat membangkitkan makhluk
untuk mempersembahkan kehidupan dan barang berharga mereka untuk
mencari belas kasih Saya "
" Keempat : . Karena Saya mendapatkan pikiran Buddha dan
ditetapkan sebagai yang telah mencapai tujuan akhir , Saya bisa
membuat persembahan harta langka kepada para Tathagata dari
sepuluh penjuru dan kepada semua makhluk yang di enam jalur
diseluruh dharmadhatu. Jika makhluk mencari pasangan , mereka
dapat memperoleh pasangan. Jika mereka mencari anak-anak ,
mereka bisa punya anak. Mencari Samadhi , mereka memperoleh
Samadhi ; mencari umur panjang , mereka mendapatkan umur panjang
, dan seterusnya sejauh bahwa jika mereka mencari Nirvana yang
besar, mereka memperoleh Nirvana besar. "
" Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna . Dari pintu
gerbang telinga , Saya memperoleh Samadhi yang sempurna dan
menerangi yang memungkinkan Saya untuk menanggapi dengan mudah
pada pikiran makhluk ' . Dengan memasukkan aliran arus kembali
ke sifat alami dan memperoleh Samadhi , Saya mencapai Bodhi .
itu adalah 'Cara Utama' . "
" Bhagawan , Buddha itu, sang Tathagata , memuji Saya sebagai
yang telah memperoleh dengan baik 'Pintu Dharma dari Penembusan
Sempurna' . Didalam perkumpulan majelis yang besar Dia
menganugerahkan 'Vyakarana (Ramalan Penetapan Pencapaian pada
Bodhi)' kepada Saya dan nama 'Avalokitesvara (Perenung Suara
Dunia)' . Karena penembusan dan pendengaran Saya menjadi
sempurna jelas diseluruh sepuluh penjuru arah , nama
'Avalokitesvara' meliputi semua alam di sepuluh penjuru . "
Kemudian sang Bhagavan pada Tahta Singa Nya memancarkan secara
serentak dari lima ujung tubuh Nya sebuah pancaran cahaya yang
bersinar jauh diseluruh sepuluh penjuru untuk menyucikan 'Usnisa
(mahkota)' dari banyak Tathagata dan Panggeran Dharma
Bodhisattva sebanyak butiran debu . Semua para Tathagata itu
juga memancarkan dari lima ujung tubuh Mereka pancaran cahaya
yang jumlahnya seperti butiran terkecil atom dari alam semesta
dan yang datang dari berbagai arah untuk menyucikan mahkota
Buddha serta mahkota dari semua Bodhisattva agung dan Arahat
didalam persamuan. Hutan , pohon , kolam , dan telaga semua
mengumumkan suara Dharma . Cahaya bercampur dan silang-menyilang
seperti sutra jaring permata . Semua orang dalam persamuan
majelis yang besar mengalami kejadian ini yang belum pernah
terjadi sebelumnya dan mencapai Vajra Samadhi. Kemudian surga
langit menghujani ratusan bunga teratai yang berharga dari
beraneka gabungan warna biru , kuning, merah , dan putih . Semua
ruang angkasa di sepuluh penjuru berubah menjadi warna dari
tujuh permata . Dunia Saha , tanah bumi yang besar itu sendiri
bersama dengan gunung dan sungai menghilang sama sekali , dan
semua yang bisa dilihat adalah wilayah yang banyaknya seperti
butiran terkecil atom dari alam semesta datang bersama sebagai
satu wilayah . Pujian murni dalam lagu dan nyanyian secara
spontan terdengar di mana-mana dalam perayaan .
Kemudian Sang Tathagata berkata kepada Pangeran Dharma Manjusri
, " Anda sekarang harus merenungkan 'dua puluh lima Bodhisattwa
besar dan Arahat ini yang adalah di luar penelitian' .
Masing-masing telah menjelaskan jalan bijaksana awal dalam
pencapaian nya pada sang Jalan . Semua mengatakan Mereka telah
mengolah budidaya untuk yang benar dan yang sesungguhnya
penembusan sempurna . Pengolahan budidaya Mereka adalah sama
tanpa perbedaan 'lebih besar dan lebih kecil' atau 'sebelumnya
dan kemudian' . Sekarang Saya ingin untuk menyebabkan Ananda
menjadi tercerahkan , dan jadi Saya bertanya mana dari dua puluh
lima praktek yang tepat untuk organ indera Dia , dan yang akan
menjadi , setelah Parinirvana Saya, pintu bijaksana yang
termudah bagi makhluk dunia ini untuk masuk untuk mencapai
kendaraan Bodhisattva dan mencari jalan yang tak tertandingi . "
Sang Panggeran Dharma, Manjushri , menerima ajaran welas asih
dari sang Buddha , bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di
kaki Sang Buddha , dan , mendasarkan diriNya pada keagungan dan
kesucian sang Buddha, berbicara syair gatha kepada Sang Buddha :
"Lautan pencerahan didalam sifat alaminya adalah sempurna dan
jelas .
Sempurna Lengkap , Bodhi yang nyata adalah sumber keajaibannya .
Tapi ketika Kecerahan dasar bersinar sehingga objek benda muncul
,
Dengan adanya obyek , sifat alami kecemerlangan memudar .
Kebingungan tentang kepalsuan membawa kekosongan.
Mengandalkan kekosongan , dunia muncul.
Pikiran menetap , membentuk negara.
Kesadaran menjadi makhluk .
Kekosongan diciptakan dalam Pencerahan besar,
Adalah seperti gelembung tunggal didalam seluruh lautan .
Makhluk tunduk pada arus perpindahan keluar dan daratan seperti
butiran debu halus,
Semua muncul dari ruang angkasa kosong .
Sama seperti semburan gelembung , demikian juga , ruang angkasa
tidak pernah ada .
Berapa banyak yang kurang tiga keadaan dari mahluk !
Kembali ke sumber , sifat alami adalah bukan dua .
Banyak pintu masuk melalui Jalan Bijaksana ;
Sifat alami para bijaksana menembus mereka semua .
Apakah sesuai atau merugikan , semua situasi adalah Jalan
Bijaksana .
Mereka yang awalnya memutuskan untuk memasuki Samadhi ,
Kemajuan lambat atau cepat sesuai dengan cara yang dipilih .
'Bentuk' adalah objek kekotoran batin yang diciptakan dari
pikiran .
Mereka tidak dapat dilihat oleh intisari pokok dari pikiran .
Bagaimana bisa sesuatu yang tidak terlihat jelas
Digunakan untuk mendapatkan penembusan yang sempurna ?
Dalam suara , bahasa bercampur .
Tapi makna dalam kata , nama , ungkapan ,
Dalam sedemikian rupa sehingga tidak ada satu pun yang dapat
memuat mereka semua .
Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang
sempurna ?
Kesadaran bau datang melalui hubungan dengan mereka .
Terpisah dari mereka , Kita tidak tahu bahwa mereka ada .
Karena perasaan bau mereka adalah tidak terus-menerus tetap ,
Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang
sempurna ?
'Rasa' adalah tidak kepada Kita secara mendasar oleh sifat alami
.
Mereka hanya ada ketika ada sesuatu untuk dicicipi .
Karena perasaan ini tidak abadi ,
Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang
sempurna ?
Sentuhan menjadi jelas hanya ketika sesuatu disentuh .
Tanpa sebuah objek tidak ada hubungan.
Karena hubungan dan pemisahan berubah-rubah ,
Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang
sempurna ?
dharma dikenal seperti debu yang mengotori dalam batin.
Diperhitungkan sebagai debu yang mengotori , mereka tentu adalah
obyek tujuan indera.
Keterlibatan subyek dan obyek tidak dapat meresap tembus;
Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang
sempurna ?
Meskipun penglihatan itu sendiri adalah jernih dan menembus ,
Dengan jelas melihat di depan, ia tidak bisa melihat belakang .
Sungguh mencapai hanya setengah empat penjuru arah ,
Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang
sempurna ?
Napas hidung menembus masuk dan keluar .
Tapi di antara jeda tidak ada udara .
Gangguan ini membuat itu tidak tetap .
Bagaimana bisa itu digunakan penembusan sempurna?
Lidah bukanlah organ tubuh tanpa fungsi ;
Rasa membentuk sumber dari perasanya .
Ketika rasa berakhir, ia tidak tahu apapun .
Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang
sempurna ?
Itu adalah sama untuk tubuh sebagai obyek tujuan sentuhan .
Keduanya tidak dapat dianggap sebagai kesadaran yang sempurna .
Dengan pembagian tak terlihat yang dijelaskan dan yang tak
terbatas,
Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang
sempurna ?
Pengetahuan batin adalah kumpulan banyaknya pertimbangan .
Apa yang ia lihat adalah tidak pernah pengetahuan yang mendalam
.
Tidak dapat melampaui perenungan dan pemikiran ,
Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang
sempurna ?
Kesadaran penglihatan menggabungkan tiga aspek .
Menyelidiki asalnya : ia tidak memiliki penampilan rupa.
Karena seluruh zat isi pokoknya adalah bisa berubah ,
Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang
sempurna ?
Intisari dari pendengaran menembus sepuluh penjuru arah,
Bagi mereka yang telah mengembangkan penyebab besar,
Mereka yang dari tekad awal tidak bisa masuk dengan cara ini .
Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang
sempurna ?
Merenung pada hidung adalah cara sementara.
Itu hanya berfungsi untuk berkumpul dan menetap di pikiran .
Setelah menetap , pikiran hanya diam.
Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang
sempurna ?
Mereka dari 'pencapaian yang terlebih dahulu' dicerahi oleh
Berbicara Dharma melalui sarana bahasa ,
Tapi karena kata-kata dan ungkapan adalah tidak bebas dari arus
perpindahan keluar ,
Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang
sempurna ?
Menahan diri dari pelanggaran hanyalah mengendalikan tubuh .
Untuk orang yang tidak memiliki tubuh , tidak ada yang ditahan .
Karena sumbernya adalah tidak meresap tembus kesemua,
Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang
sempurna ?
Penembusan batin didasarkan pada penyebab masa lalu .
Hubungan apa yang mereka punya dengan dharma yang berbeda-beda ?
Pemikiran yang berkondisi tidaklah terlepas dari hal-hal .
Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang
sempurna ?
Orang mungkin dapat merenungkan sifat tanah bumi ,
Tapi itu keras dan padat , tidak bisa ditembus .
Apapun yang dikondisikan bukanlah sifat alami yang bijaksana.
Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang
sempurna ?
Orang mungkin dapat merenungkan sifat alami dari air ,
Tapi perenungan batin seperti ini tidaklah benar dan nyata .
Keadaan 'Tathata ('apa adanya')' bukanlah pandangan yang
tercerahkan .
Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang
sempurna ?
Orang mungkin dapat merenungkan sifat alami dari api ,
Tetapi mengakui kebencian bukanlah penolakan yang benar.
Jalan bijaksana ini tidak bisa menjadi satu untuk pemula .
Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang
sempurna ?
Orang mungkin dapat merenungkan sifat alami dari angin ,
Tapi gerakan dan keheningan bukanlah yang tidak ganda .
Kegandaan tidak bisa membawa pencerahan tertinggi .
Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang
sempurna ?
Orang mungkin dapat merenungkan sifat alami dari kekosongan .
Tetapi aspeknya adalah keruh dan kusam , tiada kesadaran .
Apapun yang 'tidak sadar' adalah berbeda dari Bodhi .
Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang
sempurna ?
Orang mungkin dapat merenungkan sifat alami dari kesadaran ;
Namun orang menganggap kesadaran yang tidak kekal .
Bahkan pemikiran pada itu adalah kosong dan palsu.
Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang
sempurna ?
Semua kegiatan adalah tidak kekal ;
Demikian juga , kesadaran memiliki asalnya didalam kemunculan
dan penghentian .
Karena pada waktu tertentu faktor-faktor 'sebab pendorong dan
akibat' berbeda ,
Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang
sempurna ?
Sekarang Saya memberitahukan sang Bhagavan ,
Sang Buddha yang muncul di dunia Saha :
Di negeri ini isi pokok zat sebenarnya dari pengajaran
Berada dalam 'mendengar suara' semata-mata .
Jika seseorang ingin mencapai Samadhi ,
'Mendengar' adalah cara terbaik untuk masuk .
Terlepas dari penderitaan , pembebasan ditemukan .
Alangkah baiknya adalah Dia Yang Merenungkan Suara Dunia !
Sepanjang kalpa yang banyak seperti pasir sungai Gangga .
Dia memasuki 'Buddhaksetra ('Wilayah Buddha')' yang sebanyak
butiran debu halus.
Mendapatkan kekuatan besar dari Penguasaan Diri ,
Dia menganugerahkan keberanian kepada makhluk hidup .
Indah adalah suara dari ' Avalokitesvara (Perenung Suara Dunia')
,
Sebuah suara murni , seperti auman samudera lautan.
Dia menyelamatkan dunia dan membawa kedamaian bagi semua di
dalamnya .
Dia telah melampaui dunia, dan pencapaianNya adalah abadi .
Saya sekarang menilai, Tathagata ,
Apa yang Avalokitesvara baru saja jelaskan :
Pertimbangkan seseorang didalam tempat yang tenang , yang,
Ketika gendang dipukul diseluruh sepuluh penjuru arah,
Dapat mendengar sekaligus suara dari semua sepuluh lokasi .
Itu adalah kesempurnaan sejati yang sebenarnya .
Mata tidak bisa melihat melewati 'bentuk' yang padat .
Mulut dan hidung adalah kira-kira sama .
Tubuh menunjukkan kesadaran hanya melalui 'hubungan' .
Pikiran , kusut dalam pemikiran , tidak memiliki hubungan yang
jelas .
Suara dapat didengar bahkan melewati dinding padat .
Telinga dapat mendengarkan hal-hal baik yang dekat maupun jauh .
Tak satu pun dari lima organ lainnya dapat menandingi ini .
Itu , kemudian, menembus secara benar dan nyata .
Sifat alami dari suara berpusat di gerakan dan keheningan .
Orang mendengar menurut apakah ada suara .
Dengan tidak ada suara , dikatakan tidak ada pendengaran .
Tapi ini tidak berarti bahwa sifat alami 'pendengaran'
menghilang .
Dengan tidak adanya suara , sifat alami itu tidak berakhir ;
Juga tidak muncul di hadapan suara .
Seluruhnya melampaui kemunculan dan penghentian .
Itu adalah, maka , benar-benar abadi .
Selalu hadir , bahkan dalam mimpi berpikir ,
Itu tidak menghilang ketika 'kondisi dan pikiran' menghilang .
Menjadi Tercerahkan, 'perenungan ini' melampaui 'kesadaran
pengertian' ,
Menjangkau melampaui baik tubuh maupun pikiran .
Sekarang , didalam dunia Saha , ajaran Suara
Telah diumumkan dan dipahami .
Namun makhluk bingung tentang sumber dari pendengaran.
Mereka mengikuti suara dan jadi berbalik dan mengalir .
Kekuatan Ananda untuk mengingat adalah luar biasa;
Namun Dia terjatuh menjadi korban alur yang menyimpang .
Bukankah dari menghiraukan suara yang Dia hampir kehilangan ?
Dengan mengembalikan aliran, orang akan di atas kepalsuan .
Ananda , dengarlah dengan penuh perhatian :
Saya mengandalkan kekuatan besar sang Buddha ,
Didalam menggambarkan kepada Anda sang 'Vajra-raja ('Raja Tubuh
Buddha Yang Tak Dapat Dihancurkan')' ,
Sebuah 'Samadhi Yang Tak Terbayangkan' yang adalah seperti
khayalan ilusi .
Itu adalah 'Ibu sejati yang sesungguhnya' dari semua Buddha.
Anda mungkin mendengar Pintu Dharma rahasia
Dari para Buddha yang banyakNya seperti butiran terkecil atom
dari alam semesta ,
Tapi tanpa terlebih dahulu meninggalkan 'nafsu keinginan dan
arus perpindahan keluar',
Anda dapat mengumpulkan pengetahuan , dan masih melakukan
kesalahan .
Anda memanfaatkan pengetahuan untuk menegakkan 'Buddhatva
('Keadaan dari Penerangan Sempurna')' dari para Buddha .
Mengapa Anda tidak mencoba untuk mendengar pendengaran Anda
sendiri ?
Mendengar tidak muncul secara spontan ;
Ia mendapat namanya karena suara .
Tapi ketika 'pendengaran' kembali dan bebas dari suara ,
Apa yang seseorang sebut itu yang dibebaskan ?
Begitu organ indera seseorang kembali ke sumbernya ,
Semua enam itu dibebaskan .
Penglihatan dan pendengaran adalah seperti khayalan ilusi yang
menutupi .
Tiga alam , penglihatan pada bunga di ruang angkasa .
Ketika 'pendengaran' kembali , 'penutupan pada organ indera'
menghilang .
'Debu kotor' roboh untuk memurnikan dan menyempurnakan 'wawasan
yang mendalam'.
Dengan kemurnian tertinggi , cahaya menembus .
Keheningan bersinar dan termasuk di dalamnya semua kekosongan.
Melihat dunia dari sudut pandang ini ,
Segala sesuatu yang terjadi adalah seperti mimpi .
Putri Matangi itu , juga merupakan bagian dari mimpi .
Siapa yang mampu , lalu , secara fisik menahan Anda ?
Pertimbangkan 'seorang pemain Dalang bayangan' di tempat kerja ,
Membuat boneka tampak senyata orang .
Meskipun orang melihat mereka bergerak bebas ,
Mereka benar-benar diatur oleh kumpulan tali .
Berhenti menjalankan kendali itu dan mereka menjadi diam.
Seluruh khayalan ilusi tidak pernah benar-benar ada .
Enam organ indra juga adalah demikian .
Pada awalnya ada satu intisari kecerahan .
Yang terbagi menjadi enam kali lipat gabungan.
Jika namun 'satu bagian' berhenti dan kembali ,
Semua enam fungsi akan berhenti juga .
Menanggapi pikiran , 'objek yang mengotori' lenyap ,
Menjadi murni dan kecerahan yang indah sempurna .
Jika ada sisa kekotoran , orang masih harus belajar .
Ketika kecerahan itu adalah yang tertinggi , orang menjadi
Tathagata .
Ananda , dan semua orang dalam perkumpulan majelis yang besar ,
Perbaiki proses Anda untuk pendengaran .
Kembalikan pendengaran untuk mendengar sifat alami Anda sendiri
Sifat alami itu akan menjadi Jalan tertinggi .
Itulah arti 'penembusan sempurna' yang sesungguhnya .
Itu adalah pintu gerbang yang dimasuki oleh para Buddha sebanyak
butiran debu .
Itulah satu jalan yang menuju ke Nirvana .
Para Tathagata masa lalu menyempurnakan cara ini .
Para Bodhisattva sekarang bergabung dengan kecerahan total ini .
Orang-orang dari masa depan yang belajar dan berlatih
Juga akan mengandalkan Dharma ini .
Melalui cara ini Saya, juga, telah ditetapkan .
Avalokitesvara Bodhisattva bukanlah yang satu-satunya .
Sang Buddha , sang Bhagavan ,
Bertanya kepada Saya Jalan Bijaksana yang mana ,
Akan menyelamatkan mereka yang di akhir kalpa
Yang berusaha untuk melarikan diri dari dunia fana keduniawian ,
Dan menyempurnakan pikiran dari Nirvana :
Cara terbaik adalah dengan 'Merenungkan Suara Dunia' .
Semua jenis lain dari 'Jalan Bijaksana'
Membutuhkan Keagungan dan Kesucian dari Sang Buddha .
Dalam beberapa kasus mereka membawa 'Kelebihan Melampaui'
langsung ,
Tapi mereka bukanlah cara biasa yang lazim dari berlatih ,
Menyampaikan pada mereka yang berakar dangkal dan dalam
sama-sama.
Saya tunduk kepada 'Tathagata ('Yang Telah Datang')' dan
'Tripitaka ('Tiga Keranjang')'
Dan kepada Mereka 'Yang Tidak Terbayangkan' 'Yang Tanpa Arus
Perpindahan Keluar' ,
Mempercayai Mereka akan membantu mereka yang di masa depan ,
Sehingga tidak ada yang akan meragukan cara ini .
Itu adalah sebuah 'Jalan Bijaksana' yang mudah untuk dikuasai ,
sebuah pengajaran yang sesuai untuk Ananda
Dan bagi mereka yang menggelepar di era akhir .
Mereka harus menggunakan organ telinga untuk mengolah budidaya
Sebuah penembusan sempurna yang melebihi semua orang lain
Itu adalah cara menuju ke pikiran yang benar sejati . "
Setelah itu, Ananda dan semua yang didalam persamuan perkumpulan
majelis yang besar mengalami 'Kejelasan Jernih Tubuh dan
Pikiran' setelah menerima Ajaran mendalam seperti itu. Mereka
merenungkan Bodhi dan Parinirvana sang Buddha seperti seseorang
yang, setelah perjalanan jauh untuk tugas , mengetahui bahwa dia
berada di jalan pulang ke rumah , meskipun ia belum kembali
sepenuhnya . Sepanjang seluruh perkumpulan majelis , para dewa ,
naga , dan semua mahluk asta-gatyah , mereka yang dari dua
kendaraan yang belum di luar penelitian , serta semua
Bodhisattva dari tekad awal, yang banyakNya seperti pasir di
sepuluh sungai Gangga , menemukan pikiran mendasar Mereka dan ,
jauh terhapuskan dari debu dan kekotoran , mencapai kemurnian
'mata Dharma' . Sang 'Bhikshuni Sifat Alami Diri' mencapai Arhat
setelah mendengar Gatha ini , dan makhluk yang tak terbatas
jumlahnya membangkitkan yang tiada tanding , Hati yang tiada
bandingnya Anuttara Samyak Sambodhi.
[center]
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/NamoBuddhaya.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/NamoBuddhaya.jpg.html
( Empat Ajaran yang Jelas dan Pasti tentang Kemurnian )[/center]
Ananda meluruskan jubahNya dan kemudian , di tengah-tengah
perkumpulan majelis , menempatkan telapak tanganNya beranjali
dan membungkuk . PikiranNya Jelas sempurna, dan Dia merasakan
campuran suka dan duka . NiatNya adalah untuk memberi manfaat
kebaikan kepada makhluk dari masa depan saat Dia memberi hormat
dan berkata kepada Sang Buddha , " Yang Sangat Welas Asih
Bhagawan . Saya sudah terbangun dan mencapai Pintu Dharma ini
untuk menjadi seorang Buddha , dan Saya dapat mengolahnya tanpa
ada sedikit pun keraguan . Saya sudah sering mendengar Tathagata
berkata, ' Selamatkan orang lain terlebih dahulu , kemudian
selamatkan diri Kamu sendiri. Itu adalah cita-cita dari seorang
Bodhisattva. Setelah Pencerahan Anda sendiri disempurnakan ,
maka Anda bisa mencerahkan orang lain. Itulah cara Tathagata
menanggapi dunia . " Meskipun Saya belum diselamatkan , Saya
bersumpah untuk menyelamatkan semua makhluk dari jaman
berakhirnya Dharma.
" Bhagawan , makhluk-makhluk itu berasal dari masa Sang Buddha ,
dan akan ada banyak guru menyimpang yang mengemukakan ajaran
mereka seperti banyaknya butiran pasir di sungai Gangga . Saya
ingin menyebabkan makhluk-makhluk itu untuk mengumpulkan pikiran
mereka dan memasuki Samadhi . Bagaimana Saya bisa menyebabkan
mereka untuk tinggal berdiam penuh damai di tempat sang Jalan ,
jauh dari perbuatan iblis , dan menjadi tidak dapat diubah dalam
tekad mereka untuk Bodhi ? "
Pada saat itu, sang Bhagavan memuji Ananda di depan seluruh
perkumpulan majelis , mengatakan , "Bagus sekali ! Betapa
baiknya adalah bahwa Anda bertanya bagaimana untuk membangun
tempat sang Jalan dan untuk menyelamatkan dan melindungi makhluk
yang tenggelam didalam rawa dari usia akhir . Dengarlah dengan
baik , sekarang, dan Saya akan memberitahu Anda . "
Ananda dan perkumpulan majelis yang besar menyetujui untuk
menjunjung tinggi Ajaran itu.
Sang Buddha berkata kepada Ananda , " Kamu selalu mendengar Saya
menjelaskan didalam Vinaya bahwa ada tiga aspek yang menentukan
untuk pengolahan budidaya. Itu adalah, 'mengumpulkan pikiran'
merupakan 'Sila ('aturan disiplin')'. Dari Sila datang 'Samadhi
(Pemusatan Pikiran)' , dan dari Samadhi muncul 'Prajna
('kebijaksanaan')'. ini disebut 'Tiga Pelajaran Yang Tanpa Arus
Perpindahan Keluar'. "
" Ananda , mengapa Saya sebut 'mengumpulkan pikiran' adalah Sila
? Jika makhluk yang di enam jalur dari setiap alam duniawi tidak
memiliki nafsu seksual , mereka tidak akan harus menjalani
rangkaian penggantian terus-menerus dari kelahiran dan kematian
. Tujuan dasar Anda dalam mengolah budidaya Samadhi adalah untuk
melampaui kekotoran yang melelahkan . Tetapi jika Kamu tidak
meninggalkan nafsu seksual , Anda tidak akan bisa keluar dari
debu itu. Walaupun orang mungkin memiliki beberapa kebijaksanaan
dan peristiwa dari 'Dhyana Samadhi ('Tingkat Penyerapan
Pemusatan Pikiran')' , jika mereka tidak memusnahkan nafsu
seksual , mereka tentu masuk ke jalur ibils. Paling tinggi ,
mereka akan menjadi raja iblis , rata-rata , mereka akan menjadi
anggota rombongan iblis , di tingkat terendah , mereka akan
menjadi iblis perempuan. Iblis-iblis ini semuanya memiliki
kelompok murid mereka. Masing-masing mengatakan bahwa ia telah
mencapai 'Jalan tak tertandingi'. Setelah Parinirvana Saya,
dijaman berakhirnya Dharma, gerombolan iblis ini akan berlimpah
, menyebar seperti api ketika mereka terang-terangan melakukan
keserakahan dan nafsu, sementara mengatakan menjadi 'penasehat
berpengetahuan yang baik'. Mereka akan menyebabkan makhluk jatuh
ke dalam jurang 'cinta dan pandangan' dan kehilangan Jalan ke
Pencerahan Bodhi . "
" Ketika Anda mengajar orang-orang di dunia untuk mengolah
budidaya Samadhi , mereka harus pertama-tama memotong pikiran
nafsu seksual . Ini adalah ajaran pertama yang jelas dan mutlak
tentang Kemurnian yang diberikan oleh para Tathagata , para
Buddha dari masa lalu, para Bhagavan . Oleh karena itu , Ananda
, jika para orang yang mengolah budidaya Dhyana Samadhi tidak
memusnahkan nafsu seksual , mereka adalah seperti orang yang
memasak pasir berharap untuk mendapatkan beras. Setelah ratusan
ribu kalpa , itu masih akan hanya menjadi pasir panas . Mengapa
? itu bukan beras untuk memulai , itu hanya pasir. Jika Anda
mencari 'buah hasil Buddha yang indah' dengan tubuh dari nafsu
seksual , maka bahkan jika Anda mencapai 'kebangkitan indah',
itu masih didasarkan pada nafsu seksual. Dengan nafsu seksual
pada sumbernya , Anda akan berputar di tiga jalur dan tidak bisa
keluar . Jalan manakah yang akan Anda ambil untuk mengolah dan
ditetapkan untuk Nirvana sang Tathagata ? Anda harus memusnahkan
nafsu seksual yang adalah dalam dasar hakiki untuk tubuh dan
pikiran , kemudian menyingkirkan bahkan aspek dari pemusnahan .
Pada saat itu Anda memiliki beberapa harapan untuk mencapai
Bodhi Sang Buddha . Apa yang Saya katakan di sini adalah ajaran
para Buddha . Setiap Penjelasan apapun yang bertentangan dengan
itu adalah ajaran Papiyan ( raja iblis ) ."
" Selanjutnya , Ananda , jika makhluk di enam jalur dari setiap
alam duniawi tidak punya pikiran membunuh, mereka tidak akan
harus untuk menjalani rangkaian penggantian terus-menerus dari
kelahiran dan kematian . Tujuan dasar Anda dalam mengolah
budidaya Samadhi adalah untuk mengatasi kekotoran batin yang
melelahkan . Tapi jika Anda tidak meninggalkan pikiran Anda
tentang membunuh , Anda tidak akan bisa keluar dari debu itu.
Meskipun orang mungkin memiliki beberapa kebijaksanaan dan
peristiwa dari Dhyana Samadhi , mereka tentu memasuki jalur dari
roh jika mereka tidak berhenti membunuh. Paling tinggi , mereka
akan menjadi hantu preta berkekuatan besar; rata-rata , mereka
akan menjadi yaksha terbang, pemimpin hantu , atau sejenisnya;
pada tingkat terendah , mereka akan menjadi para rakshasa yang
melompati tanah bumi. Para hantu dan roh ini semuanya memiliki
pengikut mereka . Masing-masing mengatakan bahwa ia telah
mencapai Jalan tak tertandingi . Setelah Nirvana Saya, dijaman
berakhirnya Dharma, gerombolan hantu dan roh ini akan berlimpah
, menyebar seperti api karena mereka berpendapat bahwa makan
daging akan membawa orang ke Jalan Bodhi . Ananda , Saya
mengizinkan Bhiksu untuk makan lima jenis dari daging murni .
Daging ini sebenarnya adalah sebuah penjelmaan yang dilahirkan
oleh kekuatan batin Saya. Itu pada dasarnya tidak memiliki
kekuatan hidup . Anda para Brahmana tinggal di cuaca yang sangat
panas dan lembab , dan demikian berpasir dan tanah berbatu ,
bahwa sayuran tidak akan tumbuh , oleh karena itu, Saya harus
membantu Anda dengan kekuatan batin dan kasih sayang. Karena
kebaikan murah hati dan kasih sayang ini, daging tersebut ini
menyesuaikan selera Anda. Setelah Nirvana Saya, bagaimana bisa
orang-orang yang makan 'daging dari makhluk' disebut murid Sakya
? Anda harus tahu bahwa , bahkan jika para pemakan daging bisa
masuk ke keadaan 'hati terbuka' mirip dengan Samadhi , mereka
semua adalah rakshasa besar. Ketika ganjaran mereka berakhir ,
mereka terikat untuk tenggelam didalam laut pahit dari kelahiran
dan kematian . Mereka bukan murid Sang Buddha . Orang-orang
seperti ini membunuh dan memakan satu sama lain dalam siklus
yang tidak pernah berakhir . Bagaimana bisa orang-orang seperti
itu melampaui Tiga alam ? "
" Ketika Anda mengajar orang-orang di dunia untuk mengolah
budidaya Samadhi , mereka juga harus berhenti membunuh . Ini
adalah ajaran kedua yang jelas dan mutlak tentang Kemurnian yang
diberikan oleh para Tathagata , para Buddha dari masa lalu, para
Bhagavan . Oleh karena itu , Ananda , jika para orang yang
mengolah budidaya Dhyana Samadhi tidak berhenti membunuh ,
mereka seperti orang yang menutup telinganya dan berteriak
dengan suara keras , berpikir bahwa tidak ada yang mendengar dia
.Dia mencoba untuk menutupi suara , tetapi hanya membuatnya
lebih besar . Bhiksu yang murni dan Bodhisattva yang murni yang
berlatih 'Kemurnian' bahkan tidak akan menginjak rumput di jalur
, bahkan tidak akan mereka menariknya dengan tangan mereka.
Bagaimana orang bisa dengan kasih sayang yang besar memakan
daging dan darah dari makhluk? Para Bhiksu yang tidak memakai
sutra , sepatu bot kulit , bulu , atau yang dibawah , baik yang
didatangkan atau yang ditemukan di daerah setempat , dan yang
tidak meminum susu, krim , atau mentega , benar-benar bisa
melampaui dunia ini . Ketika mereka telah membayar kembali
utang-utang masa lalu mereka , mereka tidak akan harus kembali
masuk ke 'Tiga alam (Triloka)' . Mengapa tidak ? Ketika
seseorang memakai sesuatu yang diambil dari makhluk hidup , ia
menciptakan hubungan dengan makhluk , seperti ketika orang
memakan seratus biji padi , kaki mereka tidak bisa meninggalkan
tanah bumi . Baik secara tubuh maupun secara batin, seseorang
harus menghindari 'tubuh dan oleh hasil dari makhluk' , dengan
tidak memakai mereka atau memakan mereka, Saya katakan bahwa
orang tersebut memiliki Kebebasan Sejati . Apa yang Saya katakan
di sini adalah ajaran para Buddha . Setiap Penjelasan apapun
yang bertentangan dengan itu adalah ajaran Papiyan ( raja iblis
) ."
" Selanjutnya , Ananda , jika makhluk di enam jalur dari setiap
alam duniawi tidak punya pikiran mencuri , mereka tidak akan
harus menjalani rangkaian penggantian terus-menerus dari
kelahiran dan kematian . Tujuan dasar Anda dalam mengolah
budidaya Samadhi adalah untuk mengatasi kekotoran batin yang
melelahkan . Tapi jika Anda tidak meninggalkan pikiran Anda
tentang mencuri , Anda tidak akan bisa keluar dari debu itu.
Meskipun orang mungkin memiliki beberapa kebijaksanaan dan
peristiwa dari Dhyana Samadhi , mereka tentu memasuki jalur yang
menyimpang jika mereka tidak berhenti mencuri . Paling tinggi ,
mereka akan menjadi roh , rata-rata , mereka akan menjadi hantu
jahat, pada tingkat terendah , mereka akan menjadi orang-orang
yang menyimpang yang dikuasai oleh berbagai hantu. Gerombolan
yang menyimpang ini semuanya memiliki pengikut mereka.
Masing-masing mengatakan bahwa ia telah mencapai Jalan tak
tertandingi . Setelah Nirvana Saya, dijaman berakhirnya Dharma,
gerombolan yang jahat dan menyimpang ini akan berlimpah ,
menyebar seperti api karena mereka diam-diam menipu orang lain .
Menyebut diri mereka sendiri 'penasehat berpengetahuan yang
baik', mereka masing-masing akan mengatakan bahwa mereka telah
mencapai Dharma tak tertandingi . Menarik dan menipu orang-orang
bodoh , atau menakuti orang-orang keluar dari kecerdasan mereka
, mereka mengganggu dan melempar limbah ke rumah tangga di mana
pun mereka pergi . "
[center]
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Siddhi.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Siddhi.jpg.html[/center]
" Saya mengajar para Bhiksu melakukan pindapata makanan mereka
sesuai dimana mereka berada , dalam rangka untuk membantu mereka
meninggalkan keserakahan dan mencapai Jalan Bodhi . Para Bhiksu
tidak menyiapkan makanan mereka sendiri , sehingga , pada akhir
kehidupan ini dari keberadaan duniawi di tiga alam, Mereka dapat
menunjukkan dirinya sebagai 'Kembali Sekali Yang Pergi dan Tidak
Kembali '. Bagaimana pencuri bisa memakai jubahKu dan menjual
Tathagata , mengatakan bahwa segala macam karma yang diciptakan
seseorang hanyalah Buddha - Dharma ? Mereka memfitnah para
Bhiksu yang telah meninggalkan kehidupan rumah dan mengambil
ajaran lengkap , dengan mengatakan bahwa Mereka milik jalan
'Hinayana ( Jalan Kecil )' . Dengan cara ini , mereka
membingungkan para makhluk yang tak terhingga jumlahnya ,
menyebabkan mereka tersesat , sampai mereka jatuh ke dalam
neraka yang tidak terputus . "
" Setelah Nirvana Saya , Saya menegaskan bahwa para Bhiksu yang
memiliki tekad pasti untuk mengolah Samadhi , dan yang dihadapan
gambar para Tathagata bisa menyalakan sebuah lampu minyak di
tubuh Mereka atau membakar jari , atau membakar bahkan satu dupa
pada tubuh mereka , akan , pada saat itu membayar utang karma
Mereka dari masa lalu tanpa awal. Mereka dapat berangkat dari
dunia dan akan selamanya bebas dari arus perpindahan keluar .
Meskipun Mereka mungkin tidak langsung memahami Pencerahan Yang
Tak Tertandingi , Mereka akan sudah tegas mengatur pikiran
Mereka pada Dharma . Jika orang tidak mempraktekkan salah satu
tanda penolakan dari tubuh pada tingkat sebab-musabab , maka
bahkan jika orang menyadari 'yang tidak berkondisi' , orang
masih harus datang kembali sebagai orang untuk membayar utang
masa lalu seseorang , persis seperti dulu yang Saya harus alami
ganjaran dari harus makan gandum yang dimaksudkan untuk kuda . "
" Ketika Anda mengajar orang-orang di dunia untuk mengolah
Samadhi , mereka juga harus berhenti mencuri . Ini adalah ajaran
ketiga yang jelas dan mutlak tentang 'Kemurnian' yang diberikan
oleh para Tathagata , para Buddha dari masa lalu, Sang Bhagavan
. Oleh karena itu , Ananda , jika para orang yang mengolah
Dhyana Samadhi tidak berhenti mencuri , mereka seperti orang
yang menuangkan air ke dalam cangkir bocor berharap untuk
mengisinya . Dia mungkin berlanjut selama banyak kalpa seperti
banyaknya butiran terkecil atom dari alam semesta , namun , pada
akhirnya , cangkir itu tetap tidak akan penuh. Jika para Bhiksu
tidak menyimpan jauh apa pun selain jubah dan mangkuk Mereka ,
jika Mereka memberikan apa yang tersisa dari makanan persembahan
mereka kepada makhluk yang lapar , jika Mereka menaruh telapak
tangan Mereka beranjali dan membuat hormat kepada seluruh
perkumpulan majelis yang besar; jika ketika orang memarahi
Mereka, Mereka dapat memperlakukannya sebagai pujian; jika
Mereka dapat mengorbankan seluruh tubuh dan pikiran Mereka ,
memberikan daging , tulang , dan darah Mereka untuk makhluk
hidup; dan jika Mereka tidak mengulangi ajaran yang bukan
terakhir dari Tathagata seolah-olah itu adalah penjelasan Mereka
sendiri , menyesatkan mereka yang baru saja mulai belajar; maka
para Buddha menyatakan bahwa Mereka akan mencapai Samadhi Yang
Benar Sejati. Apa yang Saya katakan di sini adalah ajaran para
Buddha . Setiap Penjelasan apapun yang bertentangan dengan itu
adalah ajaran Papiyan ( raja iblis ) ."
" Ananda , meskipun semua makhluk di enam jalur dari setiap alam
duniawi mungkin tidak 'membunuh, mencuri atau bernafsu birahi'
baik secara tubuh maupun pikiran , ketiga aspek perilaku mereka
ini sehingga menjadi sempurna , jika mereka mengatakan berbagai
kebohongan besar , maka Samadhi yang mereka capai tidak akan
menjadi Murni . Mereka akan menjadi iblis dari cinta dan
pandangan dan akan kehilangan benih dari Tathagata . Mereka
mengatakan bahwa mereka telah mencapai apa yang mereka belum
capai , dan bahwa mereka telah ditetapkan ketika mereka belum
ditetapkan . Mungkin mereka berusaha untuk menjadi 'yang paling
terkemuka di dunia' , 'orang-orang yang paling dihormati dan
unggul' . Mereka mengumumkan kepada para pendengar bahwa mereka
telah mencapai hasil dari Shrotaapanna , dari sebuah
Sakridagamin , dari Anagamin , dari arhat , dari kendaraan
Pratyekabuddha, atau berbagai tingkat keBodhisattvaan hingga dan
termasuk Sepuluh Tingkat Bhumi , agar menyebabkan orang lain
untuk menghormati dan bertobat di depan mereka dan karena mereka
serakah demi persembahan . Para 'icchantika ('orang yang tidak
percaya')' ini menghancurkan benih-benih keBuddhaan sama
pastinya seperti pohon hancur jika ditebang . Sang Buddha
meramalkan bahwa orang-orang demikian memotong akar kebaikan
mereka selamanya dan kehilangan pengetahuan dan penglihatan
mereka . Terbenam di laut dari Tiga Penderitaan , mereka tidak
dapat mencapai Samadhi . "
"Saya memerintahkan bahwa setelah Nirvana Saya , para
Bodhisattva dan Arahat muncul dalam 'Tanggapan Tubuh' di jaman
berakhirnya Dharma , dan mengambil berbagai jelmaan Bentuk dalam
rangka untuk menyelamatkan mereka yang didalam perputaran
kelahiran kembali . Mereka harus menjadi Sramana , orang awam
berjubah putih , raja , menteri atau pejabat , 'pemuda atau
gadis' perawan , dan seterusnya , bahkan pelacur , janda ,
pemboros , pencuri , tukang daging , atau pedagang selundupan ,
menjadi saudara dari orang macam ini , memuji kendaraan Buddha
dan menyebabkan mereka untuk memasuki Samadhi dalam tubuh dan
pikiran. Tapi Mereka harus tidak pernah mengatakan diri Mereka
sendiri , " Aku benar-benar seorang Bodhisattva '; atau 'Aku
benar-benar seorang Arhat', atau membiarkan 'rahasia penyebab
dari Buddha ' bocor keluar dengan berbicara santai kepada mereka
yang belum belajar , selain pada akhir hidup mereka dan kemudian
hanya untuk mereka yang mewarisi Ajaran. Jika tidak , bukankah
orang-orang demikian menipu dan membingungkan makhluk dan
terlibat dalam pernyataan palsu yang kotor ? "
" Ketika Anda mengajar orang-orang di dunia untuk mengolah
Samadhi , mereka juga harus menghentikan semua kebohongan. Ini
adalah ajaran keempat yang jelas dan mutlak tentang 'Kemurnian'
yang diberikan oleh para Tathagata dan para Buddha dari masa
lalu , para Bhagavan . Oleh karena itu , Ananda , orang yang
tidak memutuskan kebohongan seperti orang yang mengukir sepotong
kotoran manusia untuk terlihat seperti Chandana , berharap untuk
membuatnya harum . Dia mencoba sesuatu yang mustahil . Saya
mengajarkan para Bhiksu bahwa 'pikiran yang lurus jujur' adalah
'Tempat sang Jalan ('Bodhimandala')' dan bahwa dalam semua aspek
latihan Mereka dari 'Empat Tingkah Laku Agung (='berjalan,
berdiri, duduk dan berbaring')' Mereka harus menghindari
kepalsuan . Bagaimana mereka bisa mengatakan telah menyebabkan
diri mereka sendiri mencapai Dharma dari orang yang unggul ? Itu
akan seperti orang miskin yang secara palsu menyebut dirinya
seorang kaisar dan dengan demikian akan membawa hukuman mati
diri sendiri . Apalagi orang yang berusaha merebut gelar
Dharmaraja . Ketika penyebab dasar adalah tidak benar , akibat
akan terputarbalik . Orang yang mencari Bodhi sang Buddha dengan
cara itu adalah seperti orang yang mencoba menggigit pusar
sendiri . Siapa yang bisa mungkin berhasil dalam hal itu ? "
"Jika pikiran para Bhiksu yang lurus seperti tali busur , dan
Mereka adalah benar dan nyata dalam segala sesuatu yang Mereka
lakukan , maka Mereka dapat masuk Samadhi dan tidak pernah
terlibat dalam perbuatan iblis . Saya menetapkan bahwa orang
tersebut akan mencapai ' Pengetahuan tak tertandingi dan
Pencerahan' dari Bodhisattva . Apa yang Saya katakan di sini
adalah ajaran para Buddha . Setiap penjelasan bertentangan
dengan itu adalah ajaran Papiyan ( raja iblis ) . "
" Ananda , Anda bertanya tentang 'mengumpulkan pikiran
seseorang' , Saya sekarang mulai menjelaskan cara yang indah
dari mengolah budidaya untuk masuk ke Samadhi dalam rangka untuk
mencari 'Jalan Bodhisattva'. Pertama, orang harus murni seperti
'embun beku berkilau' dalam menjaga 'empat aturan dari
bertingkah laku' . Orang harus menahan diri dari 'semua perilaku
berlebihan' dan kemudian 'tiga kejahatan dari pikiran dan empat
dari mulut' tidak akan memiliki alasan untuk muncul . Ananda ,
jika seseorang tidak mengabaikan empat hal ini , dan , lebih
lanjut , tidak mengejar bentuk, wewangian , selera , objek
sentuhan , dan sejenisnya , maka bagaimana bisa perbuatan iblis
muncul?
" Jika orang-orang tidak dapat mengakhiri kebiasaan mereka dari
masa lalu , Anda harus mengajar mereka untuk secara pikiran
tunggal melafalkan 'Mantra Suci Cahaya Puncak Mahkota Buddha
Yang Tiada Tanding' : Maha - Sitata - Patra Saya. Itu adalah
'Tiada Seorangpun Bisa Melihat Tanda Di Atas Puncak Tertinggi
Mahkota dari Kepala Para Tathagata ' . Itu adalah mantra hati
yang dinyatakan oleh para 'Buddha dari Pikiran Tanpa Kondisi'
yang terbit dari Mahkota dalam kobaran cahaya dan duduk di atas
Bunga Teratai Permata .
" Terlebih lagi, kehidupan masa lalu Anda dengan putri Matangi
telah menciptakan timbunan kalpa pada penyebab dan kondisi .
Kebiasaan Anda dari 'kesukaan dan nafsu cinta' kembali bukan
hanya satu kehidupan , atau bahkan hanya satu kalpa . Namun ,
segera setelah Saya menyatakan itu , dia dibebaskan selamanya
dari cinta di dalam hatinya dan mencapai Arhat. Bahkan pelacur
itu , yang tidak punya niat mengolah budidaya , secara tak
terlihat dibantu oleh kekuatan batin itu dan secara cepat
ditetapkan ke posisi di luar penelitian , maka bagaimana dengan
Anda para Pendengar di perkumpulan majelis , yang mencari
kendaraan yang tertinggi dan bertekad untuk mewujudkan
Kebuddhaan ? Bagi Anda itu seharusnya semudah melemparkan debu
ke dalam angin yang menguntungkan . Apa, kemudian, masalah itu ?
" Mereka yang berada di usia akhir yang ingin duduk di 'Tempat
sang Jalan' pertama harus memegang ajaran sila murni dari
Bhiksu. Untuk melakukannya , mereka harus menemukan sebagai guru
mereka Shramana yang paling terkemuka yang murni dalam
sila-sila. Jika mereka tidak menemukan anggota dari Sangha yang
benar-benar murni, maka itu benar-benar pasti bahwa sikap mereka
dalam ajaran dan aturan tidak bisa dicapai . Setelah menjaga
ajaran sila dengan baik , mereka harus mengenakan yang segar,
pakaian yang bersih , menyalakan dupa di tempat di mana mereka
sendirian , dan mengucapkan mantra suci ini yang dituturkan oleh
Hati Buddha 108 kali . Setelah itu , mereka harus mengamankan
perbatasan dan mendirikan 'Bodhi-mandala ('Tempat sang Jalan')'
.
" Kemudian mereka harus memohon para Tathagata yang tak
tertandingi untuk tinggal berdiam di dalam tanah wilayah mereka
diseluruh sepuluh penjuru arah untuk memancarkan cahaya kasih
sayang yang besar yang menyucikan mahkota kepala sang pengolah
budidaya itu ' .
" Ananda , bila ada yang demikian murni para bhiksu , bhiksuni ,
atau dermawan berjubah putih di jaman berakhirnya Dharma yang
bisa menyingkirkan keserakahan dan nafsu bahkan pada tingkat
batin, mempertahankan ajaran sila murni Buddha, dan di 'Tempat
sang Jalan' membuat sumpah Bodhisattva dan bisa menyelam setelah
masuk dan keluar setiap kali , melanjutkan latihan dari 'sang
Jalan' itu siang dan malam selama tiga minggu tanpa tidur , Saya
akan muncul dihadapan orang-orang ini dalam bentuk tubuh fisik
dan membelai mahkota kepala mereka untuk menghibur mereka dan
memungkinkan mereka untuk menjadi tercerahkan . "
Ananda berkata kepada Sang Buddha , " Bhagawan , diselimuti
didalam yang tak tertandingi , ajaran penuh kasih Sang Tathagata
, pikiran Saya telah memperoleh kebangkitan , dan Saya tahu
bagaimana mengolah dan ditetapkan ke 'Jalan Yang Di Luar
Penelitian' . Tapi bagaimanakah cara mereka yang mengolahnya di
akhir jaman dan ingin membangun 'Tempat sang Jalan' ,
mengamankan perbatasan sesuai dengan aturan kemurnian sang
Buddha , sang Bhagawan ? "
Sang Buddha berkata kepada Ananda , " Jika ada orang-orang di
jaman berakhirnya Dharma yang ingin membangun 'Tempat sang
Jalan' , mereka pertama kali harus mencari sapi putih yang kuat
di pegunungan bersalju , satu yang makan rumput harum manis yang
lebat dan subur dari pegunungan . Karena sapi tersebut juga
minum hanya air murni dari pegunungan bersalju , kotorannya akan
sangat baik . Mereka bisa mengambil kotoran sapi itu,
mencampurnya dengan Chandana , dan menyebarnya meliputi tanah
dengan itu . Jika tidak dari pegunungan bersalju, kotoran sapi
itu akan bau dan tidak dapat digunakan untuk mengolesi di tanah
. Dalam kasus itu, pilih tempat yang rata , gali kebawah lima
meter atau lebih , dan gunakan tanah kuning itu. campur itu
dengan 'dupa Chandana' , ' dupa tenggelam dalam air ' , 'dupa
bunga melati' , 'dupa terus menyerap' , 'dupa bunga tulip' ,
'dupa adonan putih' , 'dupa kayu hijau' , 'dupa gundukan wangi'
, 'dupa pinus manis' , dan 'dupa berbentuk lidah ayam' . Giling
sepuluh bahan ini sampai menjadi bubuk halus , buat adonan , dan
oleskan itu di atas dasar mimbar . Daerah itu harus enam belas
kaki lebarnya dan berbentuk segi delapan . "
" Di tengah-tengah mimbar itu , tempatkan bunga teratai yang
terbuat dari emas , perak, tembaga , atau kayu . Di tengah bunga
itu tempatkan sebuah mangkuk yang terisi penuh dengan air embun
yang dikumpulkan dalam bulan candra kedelapan. Apungkan limpahan
dari kelopak bunga diatas air. Aturlah delapan cermin melingkar
pada jarak yang terukur disekitar bunga dan mangkuk itu. Diluar
cermin-cermin itu, tempatkan 16 bunga teratai dan 16 anglo dupa
, sehingga dupa pembakar dihiasi dan diatur diantara bunga-bunga
itu. Bakar hanya 'dupa tenggelam dalam air' , nyalakan itu
dengan bara -api, bukan api-terbuka . "
" Tempatkan susu sapi putih dalam enam belas bejana , bersama
dengan kue yang dibuat dengan jenis yang sama dari susu , gula
pasir , minyak kue , bubur susu, turushka , jahe manis , mentega
, dan madu yang disaring . Enam belas ini diatur di sekitar luar
dari enam belas bunga itu sebagai persembahan kepada para Buddha
dan para Bodhisattva yang agung . "
" Pada setiap waktu makan dan pada tengah malam , siapkan
setengah pin 'madu' dan tiga persepuluh liter pin 'mentega' .
Atur pedupaan kecil di depan mimbar . Rebus cairan harum dari
dupa turushka dan gunakan itu untuk membersihkan batu bara .
Nyalakan mereka sehingga menyemburkan api keluar , dan lempar
mentega dan madu ke dalam pedupaan yang menyala itu . Biarkan
itu terbakar sampai asap menghilang , dan persembahkan itu
kepada para Buddha dan para Bodhisattva . "
" Gantung bendera dan karangan bunga pada empat dinding luar dan
didalam ruangan di mana mimbar itu berada , atur gambar dari
para Tathagata dan para Bodhisattva dari sepuluh penjuru pada
empat dinding . "
" Di tempat yang paling terkemuka , tampilkan gambar dari
Vairocana Buddha , Shakyamuni Buddha, Maitreya Bodhisattva ,
Akshobhya Buddha , Amitabha Buddha , dan semua perubahan wujud
yang megah dari 'Avalokitesvara Bodhisattva ('Perenung Suara
Dunia') ' . Untuk kiri dan kanan , tempatkan Vajragarbha
Bodhisattva . Disamping Mereka tampilkan Shakra dan Brahma ,
Ucchushma , dan Dirgha biru , serta Kundalin dan Bhrukuti dan
keempat Raja Langit , dengan Vinayaka ke kiri dan kanan pintu .
"
" Kemudian gantung delapan cermin di ruang di sekitar mimbar
sehingga mereka justru berlawan arah cermin pada mimbar. Hal ini
akan memungkinkan pencerminan didalam mereka untuk meresap jauh
. "
" Selama tujuh hari pertama , menunduklah secara tulus kepada
nama-nama para Tathagata dari sepuluh penjuru arah , para
Bodhisattva besar, dan nama-nama para Arahat . Sepanjang enam
periode siang dan malam , terus melafalkan mantra itu sambil
mengelilingi mimbar . Latihlah sang Jalan dengan pikiran yang
tulus , bacalah mantra itu seratus delapan kali dalam setiap
sesi . "
" Selama minggu kedua , buatlah sumpah seorang Bodhisattva
dengan niat teguh tanpa henti . Dalam Vinaya Saya, Saya sudah
mengajarkan tentang sumpah. "
" Selama minggu ketiga , pertahankan 'Buddha Usnisa Sitatapatra
Mantra' selama dua belas jam pada satu waktu dengan maksud
tunggal, dan pada hari ketujuh, para Tathagata dari sepuluh
penjuru akan muncul secara bersamaan. Cahaya Mereka akan saling
memantulkan didalam cermin , menerangi seluruh wilayah itu, dan
Mereka akan membelai mahkota kepala para pengolah budidaya itu "
.
" Mengolah Samadhi seperti ini didalam Bodhimandala ini , bahkan
di jaman berakhirnya Dharma orang dapat belajar dan berlatih
sampai tubuh dan pikiran orang semurni dan sejelas Vaidurya.
Ananda , jika salah satu dari para Ahli pengirim ajaran sila
Bhiksu atau salah satu dari sepuluh Bhiksu dalam perkumpulan
majelis yang sama adalah tidak murni , 'Tempat sang Jalan
(Bodhimandala)' seperti yang digambarkan tidak akan berhasil . "
" Setelah tiga minggu , duduk tegak dan tetap tenang selama
seratus hari . Mereka dengan akar yang tajam tidak akan bangkit
dari kursi mereka dan akan menjadi para Shrotapanna . Meskipun
tubuh dan pikiran mereka belum mencapai buah hasil akhir dari
orang bijaksana , mereka tahu pasti , melampaui pertanyaan ,
bahwa mereka akhirnya akan mencapai Kebuddhaan . Anda telah
bertanya bagaimana 'Tempat sang Jalan (Bodhimandala)' didirikan
. Itulah cara nya itu dilakukan . "
Ananda bersujud di Kaki sang Buddha dan berkata , " Setelah Saya
meninggalkan kehidupan rumah , Saya mengandalkan kasih sayang
sang Buddha . Karena Saya mencari pengetahuan , Saya masih belum
ditetapkan pada 'yang tidak berkondisi' . Ketika Saya menghadapi
'Mantra surga Brahma itu' , Saya ditangkap oleh mantra yang
menyimpang itu; meskipun pikiran Saya sadar , Saya tidak punya
kekuatan untuk membebaskan diri Saya sendiri. Saya harus
mengandalkan Manjushri Bodhisattva untuk membebaskan Saya.
Meskipun Saya diberkati oleh mantra suci Sang Tathagata dari
Mahkota Buddha dan tanpa terasa menerima Kekuatannya , Saya
masih belum mendengarnya sendiri . Saya hanya berharap bahwa
Yang Maha Pengasih akan memberitakannya lagi untuk dengan
kebaikan hati menyelamatkan semua pengolah budidaya didalam
perkumpulan majelis ini dan orang-orang dari masa depan yang
didalam jalur kelahiran kembali , sehingga mereka dapat menjadi
terbebaskan dalam tubuh dan pikiran dengan mengandalkan suara
rahasia sang Buddha . "
[center]
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/sitatapatra12.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/sitatapatra12.jpg.html
namo bhagavate usṇisaya suddhe viraje vimale svaha
Om Sarva Tathagatoṣṇīṣa Sitatapatre hum
phat
( Suramgama Buddha Usnisa Sitatapatra Mantra (Mantra Kemajuan
Pahlawan Gagah Berani Yang Tak Bisa Dihancurkan Mahkota Buddha
Payung Putih )[/center]
Pada saat itu , semua orang didalam persamuan membungkuk sebagai
satu dan berdiri menunggu untuk mendengar ungkapan rahasia
Tathagata . Pada saat itu, ratusan cahaya suci memancar keluar
dari gundukan daging ( Usnisa ) di ubun-ubun kepala sang
Bhagawan . Seribu daun bunga teratai berharga kemudian memancar
keluar dari tengah-tengah sinar itu. Diatas bunga-bunga berharga
itu duduk seorang Nirmana Tathagata (Tathagata yang diciptakan
secara ajaib) . Dari mahkota kepalaNya sepuluh sinar cahaya
terpancar keluar , masing-masing sinar tersusun dari ratusan
sinar garbha . Dalam masing-masing sinar yang berkilauan itu ,
ada sebanyak pasir dari 10 sungai Gangga para 'Vajra-Guhya-pada
-deva (Dewa Jejak Rahasia Vajra)' masing-masing memegang
tinggi-tinggi sebuah gunung dan memegang palu , menghuni seluruh
alam semesta .
Perkumpulan majelis yang besar itu, menatap ke atas, merasa
kagum dengan penuh takut dan mencari perlindungan yang baik dari
sang Buddha. Dengan pikiran tunggal Mereka mendengarkan Mantra
suci yang diumumkan oleh sang Tathagata didalam pancaran terang
sinar mulia dari 'Tiada Seorangpun Bisa Melihat Tanda Di Atas
Puncak Tertinggi Buddha Usnisa Siraskata :
#Post#: 95--------------------------------------------------
Re: Suramgama Usnisa Sitatapatra Mahayana Suttram
By: ajita Date: November 11, 2016, 8:13 am
---------------------------------------------------------
[center]
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Vajravidarana1.jpg
Om Namo Bhagavatyai Arya Vajravidaranayai
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/usnisasitatapatramantra.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/usnisasitatapatramantra.jpg.html
[/center]
SARVA TATHAGATA USNISA SITATAPATRA NAMAPARAJITA MAHA PRATYANGIRA
MAHA VIDYA RAJNI NAMA DHARANI
NAMO SARVA TATHAGATA SUGATAYA ARHATE SAMYAK-SAMBUDDHAYA.
NAMO SARVA TATHAGATA KOTI USHNISHA.
NAMAH SARVA BUDDHA BODHISATTVEBHYAH.
NAMO SAPTANAM SAMYAK-SAMBUDDHA KOTINAM,
SA-SRAVAKA SAM-GHANAM.
NAMO LOKE ARHANTANAM.
NAMO SROTAPANNANAM.
NAMO SAKRIDAGAMINAM.
NAMO ANAGAMINAM.
NAMO LOKE SAMYAG-GATANAM SAMYAK-PRATIPANNANAM.
NAMO RATNA-TRAYAYA.
NAMO BHAGAVATE DRIDHA-SURA SENA PRA-HARANA RAJAYA TATHAGATAYA
ARHATE SAMYAK-SAMBUDDHAYA.
NAMO BHAGAVATE AMITABHAYA TATHAGATAYA ARHATE SAMYAK-SAMBUDDHAYA.
NAMO BHAGAVATE AKSHOBHYAYA TATHAGATAYA ARHATE
SAMYAK-SAMBUDDHAYA.
NAMO BHAGAVATE BHAISHAJYA-GURU-VAIDURYA-PRABHA-RAJAYA
TATHAGATAYA ARHATE SAMYAK-SAMBUDDHAYA.
NAMO BHAGAVATE SAMPUSHPITA SALENDRA RAJAYA TATHAGATAYA ARHATE
SAMYAK-SAMBUDDHAYA.
NAMO BHAGAVATE SAKYAMUNAYE TATHAGATAYA ARHATE
SAMYAK-SAMBUDDHAYA.
NAMO BHAGAVATE RATNA KUSUMA KETU RAJAYA TATHAGATAYA ARHATE
SAMYAK-SAMBUDDHAYA.
NAMO BHAGAVATE TATHAGATA KULAYA.
NAMO BHAGAVATE PADMA KULAYA.
NAMO BHAGAVATE VAJRA KULAYA.
NAMO BHAGAVATE MANI KULAYA.
NAMO BHAGAVATE GAJA KULAYA.
NAMO DEVARSHINAM.
NAMO SIDDHA VIDYA-DHARANAM.
NAMO SIDDHA VIDYADHARA RISHINAM,
SUPANU-GRAHA SAMARTHANAM.
NAMO BRAHMANE.
NAMO INDRAYA.
NAMO RUDRAYA UMA-PATI SAHEYAYA.
NAMO NARAYANAYA LAKSHMI SAHEYAYA PANCA MAHA-MUDRA NAMAS-KRITAYA.
NAMO MAHAKALAYA TRIPURA-NAGARA VIDRAVANA KARAYA ADHI-MUKTIKA
SMASANA VASINI MATRI-GANA NAMAS-KRITAYA.
EBHYO NAMAS-KRITVA IMAM BHAGAVANTAH TATHAGATOSHNISHAM
SITATAPATRAM.
NAMO APARAJITAM PRATY-ANGIRAM.
SARVA DEVA NAMAS-KRITAM.
SARVA DEVEBHYAH PUJITAM.
SARVA DEVESA PARIPALITAM.
SARVA BHUTA GRAHA NIGRAHA-KARIN.
PARA VIDYA CHEDANA-KARIN.
DUR-DANTANAM SATTVANAM DAMAKAM DUSHTANAM NIVARANIN.
AKALA-MRITYU PRA-SAMANA-KARIN.
SARVA BANDHANA MOKSHANA-KARIN.
SARVA DUSHTA DUH-SVAPNA NIVARANIN.
CATURASITINAM GRAHA SAHASRANAM VIDHVAMSANA-KARIN.
ASHTA-VIMSATINAM NAKSHATRANAM PRASADANA-KARIN.
ASHTANAM MAHA GRAHANAM VIDHVAMSANA-KARIN.
SARVA SATRU NIVARANIN.
GHORAM DUH-SVAPNANAM CA NASANIN.
VISHA SASTRA AGNI UDAKA UT-TARANIN.
APARAJITA GHORA, MAHA-BALA CANDAM, MAHA-DIPTAM, MAHA-TEJAM,
MAHA-SVETAM JVARA, MAHA-BALA-SRIYA-PANDARAVASINI, ARYA-TARA
BHRI-KUTIM CED VA VIJAYA VAJRA MALITI, VI-SRUTAM PADMAKSHAN,
VAJRA-JIHVA CAH MALA CED VA APARAJITAM, VAJRA-DANDI VISALA CA
SANTA VAIDEHA PUJITAH, SAUMI RUPA, MAHA SVETAM, ARYA-TARA,
MAHA-BALA APARAJITA, VAJRA SAMKALA CED VAH VAJRA KAUMARIH
KULAM-DHARI, VAJRA HASTA CA MAHA VIDYA TATHA KANCANAH MALIKAH,
KUSUMBHA RATNA CED VA VAIROCANA KUTA-STHOSHNISHA, VI-JRIMBHA
MANA CA VAJRA KANAKA PRABHA LOCANAH, VAJRA-TUNDI CA SVETA CA
KAMALAKSHA,SASI-PRABHA, ITY-ADI MUDRA GANAH, SARVE RAKSHAM
KURVANTU MAMASYA.
OM, RISHI-GANA PRA-SASTA TATHAGATOSHNISHA SITATAPATRAM.
HUM BHRUM JAMBHANA.
HUM BHRUM STAMBHANA.
HUM BHRUM MOHANA.
HUM BHRUM MATHANA.
HUM BHRUM PARA VIDYA SAM-BHAKSHANA-KARA.
HUM BHRUM SARVA DUSHTANAM STAMBHANA-KARA.
HUM BHRUM SARVA YAKSHA RAKSHASA GRAHANAM VIDHVAMSANA-KARA.
HUM BHRUM CATURASITINAM GRAHA SAHASRANAM VINASANA-KARA.
HUM BHRUM ASHTA-VIMSATINAM NAKSHATRANAM PRA-SADANA-KARA.
HUM BHRUM ASHTANAM MAHA GRAHANAM VIDHVAMSANA-KARA.
RAKSHA RAKSHA MAM.
BHAGAVAN TATHAGATOSHNISHA, MAHA PRATY-ANGIRE, MAHA
SAHASRA-BHUJE, SAHASRA-SIRSHAI, KOTI SATA SAHASRA-NETRE,
ABHEDYA JVALITA NATANAKA, MAHA VAJRA-DHARA TRIBHUVANA MANDALA,
OM, SVASTI BHAVATU MAMA, RAJA-BHAYA, CORA-BHAYA,
AGNI-BHAYA, UDAKA-BHAYA, VISHA-BHAYA, SASTRA-BHAYA,
PARACAKRA-BHAYA, DUR-BHIKSHA-BHAYA, ASANI-BHAYA,
AKALA-MRITYU-BHAYA, DHARANI-BHUMI-KAMPA-BHAYA, ULKA-PATA-BHAYA,
RAJA-DANDA-BHAYA, NAGA-BHAYA, VIDYUT-BHAYA,
SUPARNIN-BHAYA, DEVA-GRAHA, NAGA-GRAHA, YAKSHA-GRAHA,
GANDHARVA-GRAHA, ASURA-GRAHA, GARUDA-GRAHA,
KIMNARA-GRAHA, MAHORAGA-GRAHA, RAKSHASA-GRAHA, PRETA-GRAHA,
PISACA-GRAHA, BHUTA-GRAHA, PUTANA-GRAHA,
KATAPUTANA-GRAHA, KUMBHANDA-GRAHA, SKANDA-GRAHA, UNMADA-GRAHA,
CHAYA-GRAHA, APA-SMARA-GRAHA, DAKA-DAKINI-GRAHA, REVATI-GRAHA,
OJAHARINYA, GARBHAHARINYA, JATAHARINYA, JIVITAHARINYA,
RUDHIRAHARINYA, VASAHARINYA, MAMSAHARINYA, MEDHAHARINYA,
MAJJAHARINYA, VANTAHARINYA, ASUCYAHARINYA, CITTAHARINYA, TESHAM
SARVESHAM SARVA GRAHANAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI PARI-VRAJAKA KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI DAKA DAKINI KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI MAHA-PASUPATI RUDRA KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI TATTVA GARUDA SAHEYA KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI MAHA-KALA MATRI-GANA KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI KAPALIKA KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI JAYAKARA-MADHUKARA SARVARTHA-SADHANA
KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI CATUR-BHAGINI KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI BHRINGI-RITI NANDIKESVARA GANAPATI
SAHEYA KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI NAGNA SRAMANA KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI ARHANTA KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI VITA-RAGA KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI BRAHMA KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI RUDRA KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI NARAYANA KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI VAJRA-PANI GUHYAKADHIPATI KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI RAKSHA RAKSHA MAM.
BHAGAVAN SITATAPATRA NAMO STUTE.
ASITA NARAKAH PRABHA SPHUTA VI-KAS SITATAPATREH, JVARA JVARA,
DAKA DAKA, VI-DAKA VI-DAKA, DARA DARA, VI-DARA VI-DARA,
CHIDA-CHIDA, BHIDA BHIDA, HUM HUM PHAT PHAT SVAHA.
HEHE PHAT.
AMOGHAYA PHAT.
APRATIHATAYA PHAT.
VARA-PRADAYA PHAT.
ASURA VIDARAKAYA PHAT.
SARVA DEVEBHYAH PHAT.
SARVA NAGEBHYAH PHAT.
SARVA YAKSHEBHYAH PHAT.
SARVA GANDHARVEBHYAH PHAT.
SARVA ASUREBHYAH PHAT.
SARVA GARUDEBHYAH PHAT.
SARVA KIMNAREBHYAH PHAT.
SARVA MAHORAGEBHYAH PHAT.
SARVA RAKSHASEBHYAH PHAT.
SARVA BHUTEBHYAH PHAT.
SARVA PISACEBHYAH PHAT.
SARVA KUMBHANDEBHYAH PHAT.
SARVA PUTANEBHYAH PHAT.
SARVA KATAPUTANEBHYAH PHAT.
SARVA AUSHTRAKEBHYAH PHAT.
SARVA DUR-LANGHITEBHYAH PHAT.
SARVA DUSH-PREKSHITEBHYAH PHAT.
SARVA JVAREBHYAH PHAT.
SARVA KRITYA KARMANI KAKHORDEBHYAH PHAT.
SARVA APA-SMAREBHYAH PHAT.
SARVA SRAMANEBHYAH PHAT.
SARVA TIRTHIKEBHYAH PHAT.
SARVA UNMADEBHYAH PHAT.
SARVA VIDYA ACHARYEBHYAH PHAT.
JAYAKARA-MADHUKARA SARVATHA-SADHAKEBHYO VIDYA ACHARYEBHYAH
PHAT.
CATUR-BHAGHINIBHYAH PHAT.
VAJRA KAUMARI KULAM-DHARI VIDYARAJEBHYAH PHAT.
MAHA PRATY-ANGIREBHYAH PHAT.
VAJRA SAMKALAYA PRATY-ANGIRA RAJAYA PHAT.
MAHAKALAYA MATRI-GANA NAMAS-KRITAYA PHAT.
INDRAYA PHAT.
BRAHMANAYA PHAT.
RUDRAYA PHAT.
VISHNUYA PHAT.
VAISNAVIYE PHAT.
BRAHMIYE PHAT.
VARAHIYE PHAT.
AGNIYE PHAT.
MAHA-KALIYE PHAT.
RAUDRIYE PHAT.
KALA-DANDIYE PHAT.
AINDRIYE PHAT.
MATRIYE PHAT.
CAMUNDIYE PHAT.
KALA-RATRIYE PHAT.
KAPALIYE PHAT.
ADHI-MUKTIKA SMASANA VASINIYE PHAT.
YE KE-CID SATTVA MAMA, DUSHTA-CITTA, PAPA-CITTA, RAUDRA-CITTA,
VI-DVE-SHA-CITTA, AMITRA-CITTA, UT-PADAYANTI, KILAYANTI,
MANTRAYANTI, JAPANTI, CYUT HANTI. OJAHARA, GARBHAHARA,
RUDHIRAHARA, MAMSAHARA, MEDHAHARA, MAJJAHARA, VASAHARA,
JATAHARA, JIVITAHARA, BALYAHARA, MALYAHARA, GANDHAHARA,
PUSHPAHARA, PHALAHARA, SASYAHARA. PAPA-CITTA, DUSHTA-CITTA,
RAUDRA-CITTA, DEVA-GRAHA, NAGA-GRAHA, YAKSHA-GRAHA,
GANDHARVA-GRAHA, ASURA-GRAHA, GARUDA-GRAHA, KIMNARA-GRAHA,
MAHORAGA-GRAHA, RAKSHASA-GRAHA, PRETA-GRAHA, PISACA-GRAHA,
BHUTA-GRAHA, PUTANA-GRAHA, KATAPUTANA-GRAHA,
KUMBHANDA-GRAHA, SKANDA-GRAHA, UNMADA-GRAHA, CHAYA-GRAHA,
APA-SMARA-GRAHA. DAKA-DAKINI-GRAHA, REVATI-GRAHA,
JAMIKA-GRAHA, SAKUNI-GRAHA, MATRI-NANDI-GRAHA, MUSHTIKA-GRAHA,
KANTHAPANINI-GRAHA, MISHIKA-MAHISHAKA-GRAHA,
MRIGARAJA-GRAHA, MATRIKA-GRAHA, KAMINI-GRAHA,
MUKHA-MANDIKA-GRAHA, LAMBA-GRAHA. JVARA EKAHIKA, DVAITIYAKA,
TRAITIYAKA, CATURTHAKA, NITYA-JVARA, VISHAMA-JVARA, VATIKA,
PAITTIKA, SLAISHMIKA, SAM-NIPATIKA, SARVA JVARA, SIRORTI,
ARDHAVABHEDAKA, AROCAKA, AKSHI ROGAM, MUKHA ROGAM, HARDA ROGAM,
GHRANA SULAM, KARNA SULAM, DANTA SULAM, HRIDAYA SULAM,
MARMAN SULAM, PARSVA SULAM, PRISHTHA SULAM, UDARA SULAM, KATI
SULAM, VASTI SULAM, URU SULAM, NAKHA SULAM, HASTA SULAM, PADA
SULAM, SARVA ANGA-PRATYANGA SULAM; BHUTA, VETADA, DAKA DAKINI,
JVARA, DADRU, KANDU, KITIBHA, LUTA, VAISARPA,
LOHA-LINGA; SASTRA SAM-GARA, VISHA YOGA, AGNI UDAKA, MARA VAIRA
KANTARA, AKALA-MRITYU; TRY-AMBUKA, TRAI-LATA, VRISCIKA, SARPA,
NAKULA, SIMHA, VYAGHRA, RIKSHA, TARAKSHA, CAMARA, JIVITA BHITE
TESHAM SARVESHAM, MAHA SITATAPATRA,
MAHA VAJROSHNISHA, MAHA PRATY-ANGIRAM, YAVAT DVADASA YOJANA
ABHY-ANTARENA SIMA BANDHAM KAROMI.
DISA BANDHAM KAROMI. PARA VIDYA BANDHAM KAROMI.
TEJO BANDHAM KAROMI.
HASTA BANDHAM KAROMI.
PADA BANDHAM KAROMI.
SARVA ANGA-PRATYANGA BANDHAM KAROMI.
TADYATHA, OM ANALE ANALE, VISADA VISADA, BANDHA BANDHA, BANDHANI
BANDHANI, VIRA VAJRA-PANI PHAT,
HUM BHRUM PHAT SVAHA.
NAMO SARVA TATHAGATA SUGATAYA ARHATE SAMYAK-SAMBUDDHAYA,
SIDHYANTU MANTRA-PADA SVAHA.
" Ananda , itu adalah dari kelompok cahaya ini di atas Mahkota
Kepala Buddha, Mantra Rahasia itu , Sitata - Patra , dengan
keindahannya , himpunan ungkapan indah , yang semua Buddha dari
sepuluh penjuru datang keluar. Karena para Tathagata dari
sepuluh penjuru arah menggunakan mantra hati ini , Mereka
mencapai Yang tak tertandingi , Yang tepat , dan Pengetahuan
Yang Meresap ke semua dan Pencerahan. " Karena para Tathagata
dari sepuluh penjuru menggunakan Mantra hati ini, Mereka
menundukkan semua iblis dan mengendalikan semua penganut diluar
Jalan . "
" Karena para Tathagata dari sepuluh penjuru memanfaatkan diri
Mereka Sendiri dari Mantra hati ini , Mereka duduk di atas bunga
teratai permata dan menanggapi seluruh negara yang banyaknya
seperti butiran terkecil atom dari alam semesta . "
" Karena para Tathagata dari sepuluh penjuru mewujudkan Mantra
hati ini, Mereka memutar roda Dharma yang besar didalam dunia
yang banyaknya seperti butiran terkecil atom dari alam semesta .
"
" Karena para Tathagata dari sepuluh penjuru memegang Mantra
hati ini, Mereka Mampu untuk pergi ke seluruh sepuluh penjuru
untuk membelai mahkota kepala para makhluk dan memberikan
ramalan vyakarana kepada mereka . Siapapun di sepuluh penjuru
yang belum mencapai tingkat buah hasil orang bijaksana , bisa
menerima ramalan vyakarana dari para Buddha ini . "
" Karena para Tathagata dari sepuluh penjuru berdasarkan dalam
Mantra hati ini, Mereka bisa pergi ke seluruh sepuluh penjuru
untuk menyelamatkan para makhluk dari penderitaan yang dialami
di neraka sebagai hantu kelaparan , sebagai hewan , atau dengan
menjadi buta, tuli , atau bisu , serta dari penderitaan bersama
dengan mereka yang membenci , penderitaan dari berpisah dari
yang mereka cintai , penderitaan dari tidak mendapatkan apa yang
berusaha dicari , dan penderitaan dari amukan api dari lima
skandha . Mereka secara bersamaan dapat membebaskan makhluk dari
kedua 'kecelakaan besar dan kecil.' Dalam menanggapi pembacaan
mereka , bahaya yang melibatkan penjahat , tentara , hukum ,
atau penjara; bahaya yang melibatkan angin, api , dan air , dan
bahaya kelaparan , kehausan , atau kemiskinan semuanya dibasmi "
.
" Karena para Tathagata dari sepuluh penjuru sesuai dengan
Mantra hati ini, Mereka dapat menjadi para Penasehat yang baik
dan bijaksana di seluruh sepuluh penjuru arah . Tinggal berdiam
didalam 'Empat Tingkah Laku Agung', Mereka membuat persembahan
yang benar-benar tepat . Dalam perkumpulan majelis sebanyak para
Tathagata yang seperti butiran pasir di sungai Gangga , Mereka
dianggap sebagai para Pangeran Dharma besar. "
" Karena para Tathagata dari sepuluh penjuru melaksanakan Mantra
hati ini, Mereka bisa berkumpul dan mengajar saudara-saudara
Mereka di sepuluh penjuru dan menjaga orang-orang Hinayana dari
menjadi takut ketika mereka mendengar gudang harta rahasia ini .
"
" Karena para Tathagata dari sepuluh penjuru melafalkan Mantra
hati ini, Mereka mencapai Pencerahan tak tertandingi sambil
duduk di bawah pohon Bodhi , dan memasuki Parinirvana . "
" Karena para Tathagata dari sepuluh penjuru mengirimkan Mantra
hati ini, Setelah Nirvana Mereka , mereka yang telah mewariskan
Buddhadharma itu dapat menempati dan mendukung nya untuk gelar
utama . Menjadi teliti dan murni dalam ajaran dan aturan sila ,
mereka dapat mencapai Kemurnian total . "
" Jika Saya harus menjelaskan kelompok dari cahaya di atas
Mahkota Kepala Buddha Mantra Sitata-Patra dari pagi sampai malam
tanpa henti, tanpa pernah mengulangi setiap suku kata atau
ungkapan , Saya bisa terus berlangsung hingga sebanyak ribuan
kalpa seperti banyaknya butiran pasir di sungai Gangga dan masih
tidak pernah selesai . Saya juga akan memberitahu Anda bahwa
mantra ini juga dinamakan 'Tathagata Usnisa (Mahkota
Tathagata)'. Kecuali kalau Anda mempertahankan Mantra ini ,
semua dari Anda yang dengan sesuatu yang tersisa untuk belajar
yang masih belum mengakhiri perputaran kelahiran kembali dan
masih belum membawa keluar tekad tulus memutuskan untuk menjadi
Arahat , akan menemukan kemustahilan untuk duduk di 'Tempat sang
Jalan' dan jauh dihapuskan dalam tubuh dan pikiran dari semua
perbuatan iblis . "
" Ananda , biarkan setiap makhluk dari negara manapun dalam
dunia manapun menyalin Mantra ini secara tertulis pada bahan
asli daerahnya , seperti kulit kayu putih yang halus , pattra ,
kertas polos biasa , atau kain katun putih , dan menyimpannya
didalam wadah kantong berisi dupa. Jika orang itu memakai
kantong tersebut di tubuhnya , atau jika dia menyimpan salinan
Mantra itu di rumahnya , maka Anda harus tahu bahkan jika dia
memahaminya begitu sedikit bahwa dia tidak bisa melafalkan
mantra dari ingatan , dia tidak akan dilukai oleh racun apapun
selama seluruh hidupnya . "
" Ananda , sekarang Saya akan memberitahu Anda lebih lanjut
tentang bagaimana Mantra ini dapat menyelamatkan dan melindungi
dunia , membantu orang-orang mendapatkan keberanian besar , dan
membawa ke pencapaian kebijaksanaan yang melampaui makhluk hidup
' . Anda harus tahu bahwa, setelah Parinirvana Saya , jika ada
makhluk hidup di jaman berakhirnya Dharma yang bisa melafalkan
Mantra itu sendiri atau mengajar orang lain untuk membacanya ,
orang tersebut yang membaca dan menjunjung tinggi nya tidak akan
terbakar oleh api , tidak akan tenggelam oleh air , dan tidak
akan dilukai oleh racun ringan atau kuat . "
"Hal-hal lain yang seperti itu tidak akan terjadi pada mereka
juga , termasuk tidak dirasuki oleh naga , dewa , hantu , roh ,
kelompok mahluk aneh , hantu iblis , atau mantra jahat . Pikiran
Orang-orang ini akan mencapai penerimaan yang tepat , sehingga
sihir apapun; setiap sihir yang melumpuhkan; setiap racun yang
terbuat dari rerumputan , emas, perak , setiap tanaman, pohon ,
serangga , atau ular; dan setiap jenis dari jenis yang tak
terhitung jumlahnya dari uap beracun akan berubah menjadi embun
manis ketika berhadapan atau tertelan . Tiada bintang yang jahat
, maupun hantu atau roh yang menaruh kedengkian dalam hati dan
yang meracuni orang lain dapat mengerjakan kejahatan nya pada
orang-orang ini . Vinayaka serta semua raja hantu jahat dan para
pengiring mereka akan dipimpin oleh kebaikan yang mendalam untuk
selalu menjaga dan melindungi Mereka . "
" Ananda , Anda harus tahu bahwa delapan puluh empat ribu nayuta
dari pasir sungai Gangga dari berkoti-koti dari para
'Vajragarbharaja Bodhisattva (Bodhisattva Raja Gudang harta
Vajra)' dan keturunan Mereka , masing-masing dengan jumlah besar
Vajra dalam rombongan pengiring Mereka , sesungguhnya hadir ,
siang dan malam , pada Mantra ini .
" Jika mahluk, yang pikirannya terpencar-pencar dan yang tidak
memiliki Samadhi, mengingat dan melafalkan Mantra itu , para
Vajraraja akan selalu mengelilingi orang-orang baik seperti itu.
Itu bahkan lebih benar untuk mereka yang secara meyakinkan
tuntas pada Bodhi . Semua Vajra-garbha-raja Bodhisattva akan
memperhatikan mereka secara penuh perhatian dan diam-diam
mempercepat pembukaan kesadaran batin mereka . Ketika tanggapan
itu terjadi, orang-orang itu akan mampu untuk mengingat
peristiwa sebanyak ribuan kalpa seperti butiran pasir dalam
delapan puluh empat ribu sungai Gangga , mengetahui semuanya
tanpa 'keraguan atau khayalan' . Dari kalpa Itu seterusnya ,
melalui setiap kehidupan sampai waktu mereka mengambil tubuh
terakhir, mereka tidak akan lahir di mana ada Yaksha , Rakshasa
, Putana , kataputana , kumbhanda , Pishacha dan seterusnya; di
mana ada jenis apapun dari hantu kelaparan , atau sedang
memiliki atau tiada bentuk apapun , memiliki atau tiada
pemikiran , atau di tempat lain yang seperti tempat kejahatan
tersebut. "
" Jika orang-orang yang baik ini membaca, melafalkan ,
memperbanyak, atau menulis Mantra itu , Jika mereka membawanya
atau menyimpannya , atau jika mereka membuat persembahan untuk
nya , kemudian melalui kalpa setelah kalpa mereka tidak akan
menjadi 'miskin atau rendahan' , atau tidak akan juga mereka
terlahir di tempat-tempat yang tidak menyenangkan . Jika
makhluk-makhluk ini tidak pernah melakukan perbuatan apapun yang
menghasilkan berkah , para Tathagata dari sepuluh penjuru akan
melimpahkan pahala dan kebajikan Mereka Sendiri pada orang-orang
ini . karena itu, diseluruh Asamkhyeya dari yang tak dapat
dilukiskan , jumlah yang tak terkatakan dari kalpa-kalpa,
seperti banyaknya butiran pasir didalam sungai Gangga , mereka
selalu akan terlahir di tempat-tempat di mana terdapat para
Buddha . Pahala dan kebajikan yang tak terbatas milik mereka
akan tiga kali lipat , seperti kumpulan buah amala , karena
Mereka tinggal di tempat yang sama , menjadi terserap bersama
dengan pengolahan budidaya , dan tidak pernah berpisah dari para
Buddha . "
" Oleh karena itu , Mantra itu dapat menyebabkan mereka yang
telah melanggar aturan sila untuk mendapatkan kembali kemurnian
dari sumber aturan sila. Itu dapat menyebabkan mereka yang belum
menerima aturan ajaran sila untuk menerima nya. Itu dapat
menyebabkan mereka yang tidak kuat untuk menjadi kuat . Mantra
ini dapat menyebabkan mereka yang tidak memiliki kebijaksanaan
untuk mendapatkan kebijaksanaan . Itu dapat menyebabkan mereka
yang tidak murni untuk dengan cepat menjadi murni. Itu dapat
menyebabkan mereka yang bukan vegetarian untuk menjadi
vegetarian. "
" Ananda , jika orang-orang baik yang menjunjung tinggi Mantra
ini melanggar aturan-aturan sila murni sebelum menerima nya ,
kesalahan mereka yang banyak yang ditimbulkan oleh pelanggaran
tersebut , apakah besar atau kecil , bisa dibasmi secara
bersamaan setelah mereka menjunjung Mantra itu . Bahkan Jika
mereka minum minuman keras atau makan lima jenis dari tanaman
pedas dan berbagai hal yang tidak murni lainnya di masa lalu ,
para Buddha , Bodhisattva , Vajradeva , dewa , yang abadi ,
hantu , dan roh tidak akan menahannya terhadap mereka . Jika
mereka tidak bersih dan memakai yang compang-camping , pakaian
tua untuk melaksanakan latihan sendirian didalam suatu tempat
oleh mereka sendiri , mereka bisa menjadi sama-sama murni .
Bahkan Jika mereka tidak membuat mimbar , tidak memasuki 'Tempat
sang Jalan' , dan tidak berlatih Jalan itu, namun melafalkan dan
menjunjung tinggi Mantra ini , jasa pahala dan kebajikan mereka
masih bisa sama persis dengan yang berasal dari memasuki mimbar
itu dan berlatih Jalan itu. Jika mereka telah melakukan lima
perbuatan jahat , pelanggaran serius yang menuntut ganjaran yang
berselang-seling , atau jika mereka adalah para bhiksu atau
bhiksuni yang telah melanggar empat parajika atau delapan
parajika , setelah mereka melafalkan Mantra ini, bahkan karma
yang demikian berat itu bisa dibuang setelah mereka melafalkan
Mantra ini , seperti bukit pasir yang tersebar didalam badai ,
sehingga tidak ada sebutir dari nya yang tinggal bersisa . "
" Ananda , jika para makhluk yang tidak pernah bertobat dan
memperbaiki setiap pelanggaran yang mengganggu , apakah berat
atau ringan , yang mereka telah lakukan diseluruh kalpa masa
lalu yang tak terbatas yang tak terhitung jumlahnya , sampai
dengan dan termasuk mereka yang di seluruh kehidupan ini , namun
bisa membaca , melafalkan , memperbanyak, atau menulis Mantra
ini atau memakainya pada tubuh mereka atau menempatkannya di
rumah mereka atau di kebun rumah mereka , maka semua timbunan
karma itu akan mencair seperti salju didalam air panas . Tak
lama, mereka Akan mendapatkan 'Kebangkitan Bodhi pada Kesabaran
dengan Ketiadaan Kedua-dua dari makhluk dan dharma . "
" Selain itu , Ananda , jika wanita yang tidak punya anak dan
ingin hamil bisa secara sungguh-sungguh menghafal dan melafalkan
Mantra ini , atau membawa Mantra Sitata - Patra ini pada tubuh
mereka , mereka bisa melahirkan anak laki-laki atau perempuan
yang diberkahi dengan berkah , kebajikan , dan kebijaksanaan. "
" Mereka yang mencari umur panjang akan mendapatkan umur panjang
. Mereka yang berusaha untuk cepat menyempurnakan pahala mereka
akan segera mampu untuk melakukannya . Hal yang sama berlaku
untuk mereka yang mencari sesuatu mengenai tubuh , hidup ,
penampilan , atau kekuatan mereka. Pada akhir kehidupan mereka ,
mereka akan mendapatkan kelahiran kembali yang mereka harapkan
dalam dimanapun dari wilayah dari sepuluh penjuru yang mereka
inginkan. Tentu mereka tidak akan lahir di tempat-tempat yang
kurang baik diberkahi , atau sebagai orang-orang bawahan ,
apalagi akan mereka terlahir kembali didalam beberapa bentuk
yang aneh . "
" Ananda , jika ada bencana kelaparan di suatu negara , provinsi
, atau desa , atau jika mungkin ada tentara , perampok ,
penjajah , perang , atau jenis lain dari ancaman bahaya setempat
, maka dengan menuliskan Mantra suci ini dan menempatkan nya
pada keempat pintu gerbang kota , atau pada chaitya atau pada
dhvaja , dengan memerintahkan seluruh rakyat negara itu untuk
menghormati Mantra itu, membuat persembahan untuk nya ,
memujanya dan dengan pikiran tunggal penuh memberikan
persembahan untuk nya; dengan memerintahkan semua warga negara
untuk memakainya pada tubuh mereka atau untuk menempatkannya di
rumah mereka , dan maka semua bencana dan malapetaka tersebut
akan benar-benar hilang . "
" Ananda , didalam masing-masing dan setiap negara dimana
orang-orang sesuai dengan Mantra ini , para naga surgawi menjadi
senang , angin dan hujan menjadi bermusim , lima jenis panen
tanaman menjadi berlimpah , dan orang-orang merasa damai dan
bahagia . Itu juga bisa menahan semua bintang jahat yang mungkin
muncul di salah satu arah dan mengubah diri mereka sendiri
dengan cara aneh yang luar biasa . Bencana dan penghalang tidak
akan timbul . Orang-orang tidak akan mati dengan kebetulan atau
tiba-tiba , tidak pula mereka akan terikat oleh belenggu , papan
hukuman , atau kunci . Siang and malam mereka akan menjadi damai
, dan tidak ada mimpi buruk yang akan mengganggu tidur mereka .
"
" Ananda , dunia Saha ini memiliki delapan puluh empat ribu
bintang jahat yang bisa berubah dan berkemungkinan besar
menghancurkan. Dua puluh delapan bintang kejahatan besar adalah
para pemimpin , dan delapan bintang kejahatan besar lainnya
adalah para penguasa . Mereka mengambil berbagai bentuk, dan
ketika mereka muncul di dunia mereka membawa bencana dan bencana
yang tak terduga turun pada para makhluk . Namun ke mana pun
Mantra ini disimpan, mereka semua akan dibasmi . Sebuah
perbatasan akan terjamin keamanan sejauh dua belas yojana di
sekitar, dan tidak bencana jahat atau kemalangan akan pernah
melanggar batas atasnya . "
" Oleh karena itu , sang Tathagata menyatakan Mantra ini menjadi
satu yang akan melindungi semua pengolah budidaya dari masa
depan yang baru saja mulai belajar, sehingga mereka bisa
memasuki Samadhi , menjadi damai dalam tubuh dan pikiran , dan
mencapai keheningan tenang yang besar. Apalagi akan iblis apapun
, hantu , atau roh , atau musuh , bencana , atau kemalangan yang
seharusnya dari kehidupan lampau yang mencapai kembali ke waktu
yang tak berawal , atau karma lama atau utang masa lalu datang
untuk menyusahkan dan menyakiti mereka . "
"Tentang Anda dan semua orang di perkumpulan majelis yang masih
sedang belajar , dan tentang pengolah budidaya dari masa depan
yang mengandalkan mimbar Saya dan mempertahankan aturan sila
sesuai dengan Dharma; yang menerima aturan sila dari para
anggota murni dari Sangha; dan yang mempertahankan Mantra - hati
ini tanpa menimbulkan keraguan : jika orang baik seperti ini
tidak memahami pikiran mereka didalam seluruh tubuh itu , maka
para Tathagata dari sepuluh penjuru telah berbohong " !
Ketika Dia menyelesaikan penjelasan ini , ratusan dari ribuan
yang tak terukur dari para ksatriya kekuatan Vajra dalam
perkumpulan majelis datang kehadapan sang Buddha , menempatkan
telapak tangan Mereka bersama-sama beranjali , membungkuk , dan
berkata kepada sang Buddha , " Dengan pikiran yang tulus Kami
akan melindungi orang-orang yang mengolah budidaya Bodhi di
Jalan ini , menurut apa yang sang Buddha telah katakan . "
Kemudian Brahma-raja , Shakra-deva , dan Catur-maha-rajika
semuanya datang kehadapan sang Buddha , memberi hormat
bersama-sama , dan berkata kepada sang Buddha , "Kalau memang
ada orang baik yang mengolah budidaya dan belajar di Jalan ini ,
kami akan melakukan semua yang kami bisa untuk dengan
sungguh-sungguh melindungi mereka dan menyebabkan segala sesuatu
menjadi seperti yang mereka akan harapkan di seluruh kehidupan
mereka . "
Selain itu para jenderal besar yaksha , rakshasa-raja ,
putana-raja , kumbhanda-raja , pishacha raja , vinayaka ,
raja-raja besar hantu, dan semua panglima hantu datang kehadapan
sang Buddha , menempatkan telapak mereka bersama-sama beranjali
, dan memberi hormat . " Kami Juga telah bersumpah untuk
melindungi orang-orang ini dan menyebabkan tekad mereka pada
Bodhi menjadi segera disempurnakan . "
Selanjutnya , yang tak terukur jumlahnya dari dewa matahari dan
dewa bulan , raja penguasa hujan , raja penguasa awan , raja
guntur , raja petir yang mengawasi diseluruh tahun , dan semua
rombongan pengiring dari para bintang yang juga ada didalam
persamuan membungkuk di kaki sang Buddha dan berkata kepada sang
Buddha , " Kami Juga melindungi semua pengolah budidaya,
sehingga 'Bodhi-mandala' mereka penuh kedamaian dan mereka bisa
mencapai 'Keberanian' . "
Selain itu , yang tak terukur jumlahnya dari roh gunung , roh
laut , dan semua yang dari tanah bumi yang banyak sekali makhluk
dan kesatuan dari air , tanah , dan udara - serta raja angin -
dan dewa-dewa dari surga tanpa bentuk , datang kehadapan sang
Tathagata , Kepala mereka menunduk , dan berkata kepada sang
Buddha , " Kami akan melindungi para pengolah budidaya ini juga
sampai mereka mencapai Bodhi dan tidak akan pernah membiarkan
setiap iblis memiliki cara mereka dengan mereka . "
Kemudian para Vajragarbharaja Bodhisattva didalam perkumpulan
majelis yang besar , jumlahNya sebanyak delapan puluh empat ribu
nayuta koti dari butiran pasir di sungai Gangga , bangkit dari
tempat duduk Mereka , membungkuk di kaki sang Buddha , dan
berkata kepada sang Buddha , " Bhagawan , sifat alami dari
perbuatan Kami didalam pengolahan budidaya adalah seperti itu,
meskipun Kami sudah lama sejak mencapai Bodhi , Kami tidak
menggenggam Nirwana , tapi selalu menemani mereka yang
mempertahankan Mantra ini , menyelamatkan dan melindungi mereka
yang dalam usia akhir yang mengolah Samadhi secara benar .
Bhagawan , orang yang seperti ini, yang mengolah pikiran mereka
dan mencari pemusatan pikiran konsentrasi yang tepat , apakah di
'Tempat sang Jalan' atau berjalan di sekitar , dan bahkan
orang-orang tersebut yang dengan 'pikiran yang tersebar'
berkeliaran dan menghibur diri mereka sendiri di desa-desa ,
akan disempurnakan dan dilindungi oleh Kami dan rombongan
pengikut Kami. Meskipun para raja iblis dan para 'dewa
kenyamanan besar' akan berusaha untuk mendapatkan mereka ,
mereka tidak akan pernah mampu untuk melakukannya . Para hantu
yang lebih kecil harus tinggal berdiam di jarak sepuluh yojana
'dari orang-orang baik ini, kecuali bagi para makhluk yang telah
bertekad bahwa mereka Ingin mengolah budidaya dhyana ."
" Bhagawan , jika iblis jahat tersebut atau pengiring mereka
ingin menyakiti atau mengganggu orang-orang baik ini, Kami akan
menghancurkan kepala mereka jadi berkeping-keping dengan palu
Vajra Kami . Kami akan selalu membantu orang-orang ini untuk
mencapai itu."
Kemudian Ananda bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki
sang Buddha , dan berkata kepada sang Buddha , " Sekarang Kami
yang membosankan dan yang lambat , yang gemar pada pengetahuan
tetapi tidak berusaha untuk menghentikan arus perpindahan keluar
dari pikiran Kami , telah menerima ajaran yang penuh kasih dari
sang Buddha dan telah mencapai cara yang tepat untuk menjadi
dimasukkan dengan pengolahan budidaya , Kami mengalami sukacita
didalam tubuh dan pikiran dan mendapatkan manfaat yang luar
biasa . Bhagawan , bagi orang yang mengolah budidaya di Jalan
ini dan ditetapkan sebagai yang telah mencapai Samadhi sang
Buddha , tapi yang belum mencapai Nirwana , apa yang dimaksud
dengan tingkat Kebijaksanaan yang kering ? Apa empat puluh empat
pikiran itu ? Apa urutan yang orang mengolah untuk mencapai
tujuannya ? Tempat apa yang harus orang capai untuk dikatakan
Telah Memasuki bhumi ? Dan apa yang dimaksud dengan Bodhisattva
dari Pencerahan Yang Sama? "
Setelah mengatakan ini , Dia membuat sujud penuh, dan kemudian
perkumpulan majelis yang besar dengan pikiran tunggal menunggu
bunyi dari suara yang welas asih dari sang Buddha ketika mereka
menatap tanpa berkedip dengan kekaguman yang penuh hormat.
Pada waktu itu sang Bhagavan memuji Ananda , mengatakan , "Bagus
sekali, bagus sekali , Bahwa demi seluruh perkumpulan majelis
yang besar dan para makhluk diusia akhir yang mengolah Samadhi
dan mencari Mahayana , Anda bertanya untuk memiliki jalur yang
tepat tak tertandingi dari mengolah budidaya yang membawa orang
dari tingkat orang biasa hingga ke parinirvana akhir untuk
dijelaskan dan diungkapkan . Dengarkan dengan penuh perhatian,
dan Saya akan berbicara tentang hal itu untuk Anda . "
Ananda dan semua orang dalam persamuan menempatkan telapak
tangan mereka bersama-sama beranjali , membersihkan pikiran
mereka , dan diam-diam menunggu untuk menerima pengajaran .
Sang Buddha berkata , " Ananda , Anda harus tahu bahwa sifat
alami yang indah menakjubkan itu adalah sempurna dan cerah ,
terlepas dari semua nama dan sifat . Pada dasarnya tidak ada
dunia , dan juga tidak ada makhluk . Dikarenakan oleh kepalsuan
, maka 'gejala kejadian' menjadi ada . Karena gejala kejadian
menjadi ada , mereka juga berhenti menjadi. Bahkan istilah '
menjadi ada' dan ' berhenti menjadi ' adalah palsu. Ketika
kepalsuan itu berhenti menjadi , Itu dikenal sebagai
'kebenaran'. Inilah yang disebut Bodhi tak tertandingi dari
Tathagata dan Nirvana besar : Nama-nama ini merujuk pada dua
jenis dari pembalikan . Ananda , sekarang Anda ingin mengolah
Samadhi yang sesungguhnya dan tiba secara langsung di
Parinirvana sang Tathagata . Pertama, Anda Harus mengenali dua
penyebab terbalik dari makhluk hidup dan dunia . Ketiadaan
kemunculan 'terbalik' adalah Samadhi yang sesungguhnya dari
Tathagata.
" Ananda , apa yang dimaksud dengan 'terbalik' dari para makhluk
? Ananda , 'sifat alami Kita' memberikan pikiran dengan
pemahaman karena sifat alami itu sendiri adalah kesempurnaan
dari pemahaman . Dengan menambahkan pemahaman , 'sifat alami
lainnya' datang menjadi ada , dan dari sifat alami yang palsu
itu, penglihatan muncul . Dari 'ketiadaan yang mutlak' datang
'keberadaan akhir' . Semua yang 'ada' terjadi di jalan Itu .
Penyebab itu bukanlah penyebab sebenarnya . Subyek pelaku yang
beketergantungan pada penampilan obyek adalah pada dasarnya
tidak berdasar. Jadi demikian , yang sangat dasar bagi
keberadaan dunia dan makhluk adalah pada dasarnya tidak dapat
diandalkan
" Kebingungan tentang 'dasar seseorang', pemahaman yang sempurna
menghasilkan kemunculan dari kepalsuan . Kepalsuan itu sendiri
adalah tanpa zat , itu bukanlah sesuatu yang dapat diandalkan .
Orang mungkin ingin kembali kepada kebenaran , tapi keinginan
untuk kebenaran itu sudah menjadi kepalsuan . Sifat alami yang
sejati dari 'Tathata' yang sejati bukanlah suatu kebenaran yang
orang dapat mencari untuk kembali . Dengan demikian orang
kehilangan tanda itu . 'Apa yang pada dasarnya tidak muncul' ,
'apa yang pada dasarnya tidak tinggal', 'apa yang pada dasarnya
bukan pikiran' , dan 'apa yang pada dasarnya bukan dharma'
datang menjadi ada secara bergantian. Ketika mereka muncul lebih
dan lebih dengan kuat , mereka membentuk kecenderungan untuk
menciptakan karma . 'Karma yang sama' mendirikan rangsangan yang
saling timbal-balik . Dikarenakan oleh karma yang dihasilkan
demikian itu , ada pembuatan yang saling timbal-balik dan
kepunahan yang saling timbal-balik . Itulah sebab untuk
keterbalikan dari para makhluk .
" Ananda , apakah keterbalikan dari dunia? 'Semua yang ada dan
berkaitan dengan keberadaan' secara palsu muncul di golongan dan
bagian . Dunia didasarkan pada itu, tetapi penyebab ini bukanlah
penyebab sebenarnya . Segala sesuatu yang tergantung tidak ada
yang adalah tergantung , dan jadi ia bergeser dan meluncur tak
henti-hentinya . Dikarenakan oleh ini, dunia dari tiga periode
waktu dan empat penjuru arah datang menjadi ada . Penyatuan dan
hubungan saling timbal-balik mereka menyebabkan perubahan yang
menghasilkan dua belas kategori makhluk .
" Itulah sebabnya , di dunia ini , gerakan menghasilkan suara ,
suara menghasilkan bentuk, bentuk menghasilkan bau , bau
menghasilkan hubungan , hubungan menghasilkan rasa , dan rasa
menghasilkan kesadaran 'dharma (=gejala kejadian)'. Pikiran acak
yang palsu yang dihasilkan dari enam itu yang menciptakan karma
, dan ini terus bergulir menjadi penyebab dari dua belas
kategori yang berbeda . Dan jadi , di dunia, suara , bau, rasa ,
hubungan, dan sejenisnya , masing-masing berubah sepanjang dua
belas kategori untuk membuat satu putaran lengkap .
" Berdasarkan pada proses yang terus bergulir itu yang
melibatkan gejala kejadian yang terbalik , 'mereka yang lahir
dari telur' , 'mereka yang lahir dari rahim' , 'mereka yang
lahir dari kelembaban' , dan 'mereka yang lahir dari perubahan
wujud'; 'makhluk dengan bentuk' , 'mereka yang tanpa bentuk' ,
'orang-orang dengan pemikiran' , dan 'mereka yang tanpa
pikiran'; 'makhluk yang tidak sepenuhnya diberkahi dengan
bentuk' , 'mereka yang tidak sepenuhnya tanpa bentuk' , 'mereka
yang tidak sepenuhnya diberkahi dengan pikiran' , dan 'mereka
yang tidak sepenuhnya tanpa pikiran' menjadi ada di dunia ini .
" Ananda , melalui proses yang terus menerus dari kepalsuan ,
keadaan yang terbalik dari 'gerakan' terjadi di dunia ini . Itu
menyatu dengan 'tenaga' untuk menjadi delapan puluh empat ribu
macam dari pikiran acak yang tidak terbang keatas ataupun tidak
menyelam ke bawah. Dari telur itu menjadi ada dan berpindah ke
seluruh wilayah sebagai ikan , burung , amfibi , dan reptil ,
sehingga jenis mereka berlimpah .
" Melalui proses yang terus menerus dari kekotoran (klesa) ,
keadaan yang terbalik dari 'hasrat keinginan' terjadi di dunia
ini . Itu menyatu dengan 'perangsangan' untuk menjadi delapan
puluh empat ribu macam dari pikiran acak yang tidak tegak
ataupun tidak mendatar. Dari janin itu didalam rahim menjadi ada
dan berpindah ke seluruh wilayah sebagai manusia , hewan , naga
, dan yang abadi sampai jenis mereka berlimpah .
" Melalui proses yang terus menerus dari kemelekatan (upadana) ,
keadaan yang terbalik dari 'kecendrungan kehendak' terjadi di
dunia ini . Itu menyatu dengan 'kehangatan' menjadi delapan
puluh empat ribu macam dari pikiran acak yang bimbang dan
terbalik . Dari mahluk hidup itu didalam kelembaban menjadi ada
dan berpindah ke seluruh wilayah sebagai 'serangga dan mahluk
tanpa tulang belakang' yang merangkak , sampai jenis mereka
berlimpah .
" Melalui proses yang terus menerus dari perubahan , keadaan
yang terbalik dari 'pinjaman' terjadi di dunia ini . Berdasarkan
pada yang terbalik , itu menyatu dengan 'hubungan' menjadi
delapan puluh empat ribu macam dari pikiran acak dari yang baru
dan lama . Dari itu, mahluk hidup yang menjalani perubahan
bentuk menjadi ada dan berpindah ke seluruh wilayah sebagai
bentuk-bentuk dari mahluk metamorfosis yang terbang dan
merangkak, sampai jenis mereka berlimpah .
" Melalui proses yang terus menerus dari pengekangan , keadaan
yang terbalik dari 'gangguan halangan' terjadi di dunia ini .
Itu menyatu dengan 'kemelekatan' menjadi delapan puluh empat
ribu macam dari pikiran acak dari kemurnian dan kecemerlangan .
Dari kelompok mahluk hidup itu yang memiliki bentuk menjadi ada
dan berpindah ke seluruh wilayah sebagai makhluk yang baik dan
buruk , sampai jenis mereka berlimpah.
" Melalui proses yang terus menerus dari penghancuran dan
pembubaran , keadaan yang terbalik dari 'angan-angan khayalan'
terjadi di dunia ini . Itu menyatu dengan 'kegelapan' menjadi
delapan puluh empat ribu macam dari pikiran acak dari
ketidakjelasan dan yang bersembunyi . Dari itu, kelompok mahluk
hidup yang tidak memiliki bentuk menjadi ada dan berpindah ke
seluruh wilayah sebagai mahluk yang kosong , yang tersebar ,
yang termusnahkan , dan yang terendam air sampai jenis mereka
berlimpah .
" Melalui proses yang terus menerus dari angan-angan khayalan
ilusi , keadaan yang terbalik dari 'bayangan' terjadi di dunia
ini . Itu menyatu dengan 'ingatan' menjadi delapan puluh empat
ribu macam dari pikiran acak yang tersembunyi dan terikat . Dari
itu, kelompok mahluk hidup yang diberkahi dengan pikiran ,
menjadi ada dan berpindah ke seluruh wilayah sebagai roh , hantu
, dan makhluk terpencil , sampai jenis mereka berlimpah .
" Melalui proses yang terus menerus dari kekusaman dan
kelambatan, keadaan yang terbalik dari 'kebodohan' terjadi di
dunia ini . Itu menyatu dengan 'ketegaran' menjadi delapan puluh
empat ribu macam dari pikiran acak yang kering dan dilemahkan .
Dari itu, kelompok mahluk hidup yang tidak memiliki pikiran ,
menjadi ada dan berpindah ke seluruh wilayah seperti kekuatan
hidup dan semangat mereka berubah menjadi tanah, kayu , logam ,
atau batu , sampai jenis mereka berlimpah .
" Melalui proses yang terus menerus dari pengaruh timbal-balik
yang saling merugikan, keadaan yang terbalik dari 'tiruan'
terjadi di dunia ini . Itu menyatu dengan 'kekotoran' menjadi
delapan puluh empat ribu macam dari pikiran acak dari yang
sesuai dan mengandalkan . Dari itu, kelompok mahluk hidup yang
tidak benar-benar diberkahi dengan bentuk , mengambil bentuk
janin dan berpindah ke seluruh wilayah sampai jenis mereka
berlimpah, sebagai ikan ubur-ubur yang mengunakan yang kecil
untuk mata dan sejenisnya .
" Melalui proses yang terus menerus dari saling tarik , keadaan
yang terbalik dari 'sifat alami' terjadi di dunia ini . Itu
bersatu dengan mantra menjadi delapan puluh empat ribu macam
dari pikiran acak dari pembalasan dan memanggil . Dari itu,
kelompok mahluk hidup yang tidak benar-benar tiada bentuk
menjadi makhluk tanpa bentuk dan berpindah ke seluruh wilayah
sebagai makhluk tersembunyi dari mantra dan jampi , sampai jenis
mereka berlimpah .
" Melalui proses yang terus menerus dari persatuan palsu,
keadaan yang terbalik dari 'pelanggaran' terjadi di dunia ini .
Itu bersatu dengan pembentukan yang tidak serupa menjadi delapan
puluh empat ribu macam dari pikiran acak dari pertukaran yang
timbal balik . kelompok mahluk hidup yang tidak benar-benar
diberkahi dengan pikiran , menjadi diberkahi dengan pikiran dan
berpindah ke seluruh wilayah dalam bentuk seperti itu sebagai
tawon yang mengubah makhluk yang berbeda menjadi jenis nya
sendiri dan sejenisnya , sampai jenis mereka berlimpah .
" Melalui proses yang terus menerus dari permusuhan dan
merugikan, keadaan yang terbalik dari 'pembunuhan' terjadi di
dunia ini . Itu bersatu dengan benda yang aneh menjadi delapan
puluh empat ribu macam dari pikiran acak dari melahap ayah dan
ibu seseorang. Dari itu, kelompok mahluk hidup yang tidak
benar-benar tiada pikiran menjadi makhluk yang tidak memiliki
pikiran dan berpindah ke seluruh wilayah, sampai jenis mereka
berlimpah dalam bentuk sebagai 'burung hantu' yang menetaskan
anak muda nya dari gumpalan kotoran lumpur , dan 'burung cermin
pecah', yang menetaskan buah beracun untuk membuat anaknya
kemudian anak muda itu masing-masing memakan orang tua itu dan
sejenisnya , sampai jenis mereka berlimpah . ini adalah dua
belas kategori dari makhluk . "
" Ananda , masing-masing dari kategori makhluk ini dipenuhi
dengan dua belas macam keadaan yang terbalik , sama seperti
menekan mata seseorang menghasilkan berbagai gambar yang seperti
bunga. Dengan pembalikan dari kesempurnaan yang indah
menakjubkan, pemahaman murni dari 'pikiran yang benar' menjadi
dipenuhi dengan pikiran yang palsu dan acak . Sekarang , ketika
Anda mengolah budidaya menuju penetapan ke Samadhi dari sang
Buddha , Anda akan melalui tiga tingkat yang bertahap untuk
menyingkirkan penyebab dasar dari pikiran-pikiran yang acak ini
. Mereka bekerja hanya dalam cara bahwa air panas dicampur
dengan abu dupa membersihkan bejana yang telah menampung madu
beracun . Setelah itu , bejana tersebut dapat digunakan untuk
menyimpan embun manis.
" Apa tiga tingkat yang bertahap itu? Yang pertama adalah untuk
memperbaiki kebiasaan seseorang dengan menyingkirkan penyebab
yang membantu ; yang kedua adalah untuk benar-benar mengolah
budidaya untuk memotong inti sari dari karma pelanggaran ; yang
ketiga adalah untuk meningkatkan semangat seseorang untuk
mencegah perwujudan karma .
" Apa itu penyebab yang membantu? Ananda , dua belas kategori
dari makhluk hidup di dunia ini tidak secara lengkap dalam diri
mereka sendiri , tetapi tergantung pada empat jenis dari makan;
Yaitu, makan melalui porsi , makan melalui hubungan , makan
melalui pikiran , dan makan melalui kesadaran . Oleh karena itu
, sang Buddha mengatakan bahwa semua makhluk harus makan untuk
hidup .
" Ananda , semua makhluk bisa hidup jika mereka makan apa yang
segar , dan mereka akan mati jika mereka menerima racun .
Makhluk yang mencari Samadhi harus menahan diri dari memakan
lima tumbuhan pedas menyengat dari dunia ini . Jika kelima ini
dimakan termasak , mereka meningkatkan gairah seksual seseorang
; jika mereka dimakan mentah , mereka meningkatkan kemarahan
seseorang.Oleh karena itu, bahkan jika orang di dunia ini yang
makan tanaman yang pedas menyengat dapat menjelaskan dua belas
pembagian dari kitab Sutra , para dewa dan yang abadi dari
sepuluh penjuru arah akan tinggal jauh dari mereka karena mereka
berbau begitu buruk . Namun, setelah mereka makan benda-benda
ini, para hantu kelaparan akan melayang-layang dekat di sekitar
dan mencium bibir mereka . Menjadi selalu di dalam kehadiran
hantu , berkat dan kebajikan mereka akan larut seperti hari-hari
berlalu , dan mereka akan mengalami sedikit manfaat. Orang yang
makan tanaman pedas menyengat dan juga mengolah Samadhi tidak
akan dilindungi oleh para Bodhisattva , dewa , yang abadi , atau
roh dari sepuluh penjuru , sehingga raja-raja iblis yang sangat
kuat , mampu melakukan apa yang mereka harap , akan muncul dalam
tubuh seorang Buddha dan berbicara Dharma untuk mereka , mencela
ajaran sila dan memuji nafsu, kemarahan , dan kebodohan . Ketika
hidup mereka berakhir, orang-orang ini akan bergabung dengan
rombongan raja iblis. Ketika mereka menghabiskan berkat mereka
sebagai iblis , mereka akan jatuh ke dalam neraka yang tidak
berselang-selang. Ananda , mereka yang mengolah budidaya untuk
Bodhi harus tidak memakan lima tanaman pedas menyengat . ini
adalah yang pertama dari tingkat yang bertahap dari pengolahan
budidaya .
" Apa itu intisari dari pelanggaran karma ? Ananda , makhluk
yang ingin memasuki Samadhi harus terlebih dahulu secara tegas
menegakkan ajaran sila murni . Mereka harus memusnahkan hasrat
seksual selamanya , tidak mengambil anggur atau daging , dan
memakan yang dimasak daripada makanan mentah . Ananda , jika
pengolah budidaya tidak memotong hasrat seksual dan membunuh ,
akan mustahil bagi mereka untuk melampaui Tiga alam. Anda harus
menganggap hasrat seksual sebagai ular berbisa atau penjahat
yang marah. Pertama, berpegang pada 'Empat atau Delapan Parajika
dari Sravaka' untuk mengendalikan kegiatan tubuh fisik Anda;
kemudian mengolah budidaya 'peraturan murni dari Bodhisattva'
untuk mengendalikan kegiatan batin Anda. Saat sila berhasil
ditegakkan , seseorang tidak akan menciptakan karma yang
mengarah ke saling kelahiran kembali dan saling membunuh di
dunia ini. Jika seseorang tidak mencuri , seseorang tidak akan
berhutang , dan seseorang tidak akan harus membayar kembali
utang-utang masa lalu di dunia ini . Jika orang-orang yang murni
dengan cara ini mengolah budidaya Samadhi , mereka secara alami
akan dapat merenungkan sejauh mana dunia dari sepuluh penjuru
dengan tubuh fisik yang diberikan orang tua mereka ; tanpa
memerlukan mata Surgawi , mereka akan melihat para Buddha
berbicara Dharma dan menerima secara pribadi ajaran bijaksana
ini. Mendapatkan penembusan batin yang besar , mereka akan
menjelajah melalui sepuluh penjuru arah , mendapatkan kejelasan
mengenai kehidupan masa lalu , dan tidak akan menemui kesulitan
dan bahaya .ini adalah yang kedua dari tingkat yang bertahap
dari pengolahan budidaya .
" Apa itu perwujudan dari karma ? Ananda , orang-orang seperti
ini , yang murni dan yang menjunjung tinggi sila , tidak
memiliki pikiran keserakahan dan hasrat seksual , sehingga
mereka tidak menjadi berfoya-foya didalam mengejar enam objek
indera luar yang kotor tercemar . karena mereka tidak mengejar
nya , mereka berbalik ke sumber mereka sendiri . Tanpa kondisi
dari obyek yang kotor , tidak ada apapun bagi organ indera untuk
mencocokkan diri dengan nya , dan sehingga mereka membalikkan
aliran arus mereka , menjadi satu kesatuan , dan tidak lagi
terbatas pada enam fungsi tersendiri . Semua wilayah dari
sepuluh penjuru kemudian menjadi jelas cemerlang dan murni
seperti bulan tergantung didalam kristal . Tubuh dan pikiran
mereka penuh bahagia saat mereka mengalami kesetaraan dari
kesempurnaan yang indah menakjubkan, dan mereka mencapai
kedamaian yang besar. Kesempurnaan rahasia dan keajaiban murni
dari semua Tathagata muncul dihadapan mereka . Orang-orang ini
kemudian mendapatkan Kesabaran dengan ketiadaan dari makhluk dan
dharma . Mereka kemudian secara bertahap mengolah sesuai dengan
latihan-latihan mereka , sampai mereka berada dengan aman di
posisi yang bijaksana. ini adalah yang ketiga dari tingkat yang
bertahap dari pengolahan budidaya .
" Ananda , nafsu cinta dan hasrat birahi orang-orang yang baik
ini layu dan kering , organ indera dan obyek indera tidak lagi
saling terhubung, sehingga sisa kebiasaan tidak terus muncul .
Dengan menyadari bahwa kemelekatan pikiran adalah palsu , mereka
hanya menggunakan kebijaksanaan. Kebijaksanaan itu bersinar
diseluruh sepuluh penjuru arah , dan kebijaksanaan awal ini
disebut Tahap dari kebijaksanaan kering . Meskipun kebiasaan
dari nafsu keinginan pada awalnya kering , mereka masih belum
bergabung dengan air Dharma yang mengalir dari para Tathagata .
" Kemudian , dengan pikiran ini berpusat di tengah , mereka
memasuki aliran arus dimana 'kesempurnaan yang indah
menakjubkan' mengungkapkan dirinya . Dari kebenaran kesempurnaan
yang indah menakjubkan itu, di sana berulang kali muncul
keajaiban dari kebenaran . Mereka selalu tinggal berdiam didalam
keajaiban dari keyakinan, sampai semua pikiran yang salah
benar-benar sepenuhnya dihapuskan dan Jalan Tengah adalah total
benar . Ini disebut 'Pikiran yang Berada didalam Keyakinan' .
" Ketika 'keyakinan yang benar' dimengerti dengan jelas , maka
penembusan yang sempurna adalah total, dan tiga aspek dari
skandha , tempat , dan alam adalah tidak lagi penghalang . Maka
semua kebiasaan mereka sepanjang ribuan kalpa yang tak terhitung
di masa lalu dan masa depan , selama di mana mereka meninggalkan
tubuh dan menerima tubuh , muncul kepada mereka sekarang pada
saat ini . Orang-orang yang baik ini dapat mengingat semuanya
dan tidak melupakan apapun . Ini disebut 'Pikiran yang Berada
didalam Kesadaran Penuh Perhatian' .
" Ketika kesempurnaan yang indah menakjubkan benar-benar
sepenuhnya benar, kebenaran sifat pokok itu menghasilkan
perubahan wujud . Mereka melampaui kebiasaan yang tanpa awal
untuk mencapai satu kecerahan pokok . Hanya mengandalkan
kecerahan pokok ini , mereka maju berkembang menuju ke kemurnian
sejati . Ini disebut 'Pikiran dari Semangat' .
" Intisari pokok dari pikiran mengungkapkan dirinya sendiri
sebagai kebijaksanaan total; ini disebut 'Pikiran yang Berada
didalam Kebijaksanaan' .
" Ketika kebijaksanaan dan kecerahan dipertahankan dengan teguh
, kesunyian yang mendalam meliputi dimanapun. Tahap di mana
keagungan dari keheningan ini menjadi tetap dan kuat disebut
'Pikiran yang Berada didalam Samadhi' .
" Cahaya dari Samadhi memancarkan Kecerahan . Bila intisari
pokok dari kecerahan masuk sangat dalam , mereka hanya maju dan
tidak pernah mundur . Ini disebut 'Pikiran yang Avaivartika
(Tanpa Kemunduran Tak Dapat Diubah)' .
" Ketika kemajuan dari pikiran mereka diamankan , dan mereka
mempertahankan pikiran mereka dan melindungi nya tanpa
kehilangan ; mereka terhubung dengan nafas kehidupan dari para
Tathagata dari sepuluh penjuru . Ini disebut 'Pikiran yang
Melindungi Dharma' .
" Dengan melindungi cahaya dari pencerahan mereka, mereka dapat
menggunakan kekuatan yang indah menakjubkan untuk kembali ke
cahaya Buddha dari belas kasih dan kembali untuk berdiri teguh
dengan Buddha . Hal ini seperti dua cermin yang terletak
menghadap satu sama lain , sehingga diantara mereka gambar yang
indah saling mencerminkan dan masuk ke dalam satu demi satu
lapisan. ini disebut 'Pikiran yang Membuat Pemindahan' .
" Dengan rahasia yang saling mempengaruhi dari cahaya ini ,
mereka memperoleh kekuatan abadi Buddha dan kemurnian yang indah
tak tertandingi . Tinggal berdiam didalam yang tidak berkondisi
, mereka mengetahui tidak ada kerugian atau pemborosan. Ini
disebut 'Pikiran yang Berada didalam Ajaran Sila' .
" Tinggal berdiam di dalam ajaran sila dengan penguasaan diri ,
mereka bisa menjelajah ke seluruh sepuluh penjuru arah , ke
manapun mereka inginkan . Ini disebut 'Pikiran yang Berada
didalam Sumpah' .
" Ananda , orang-orang yang baik itu menggunakan jalan bijaksana
yang tepat untuk mendatangkan sepuluh pikiran itu . Intisari
pokok dari pikiran ini menjadi mempesona , dan sepuluh fungsi
mereka terhubung ke titik dari pikiran tunggal . Itu disebut
'Tempat Tinggal dari Mendatangkan Ketetapan' .
" Penemuan yang dibuat oleh pikiran itu adalah seperti kristal
murni didalam di mana dapat dilihat emas murni . Berdasarkan
pada pikiran yang indah menakjubkan sebelumnya itu , mereka
melangkah ke tingkat ini disebut 'Tempat Tinggal dari Pokok
Peraturan' .
" Ketika pikiran pada pokok itu terhubung dengan kebijaksanaan,
keduanya menjadi terang dan luas menyeluruh . Melintasi sepuluh
penjuru tanpa halangan maka disebut 'Tempat Tinggal dari
Pengolahan Budidaya' .
" Ketika perilaku mereka adalah sama seperti Buddha dan mereka
terhubung dengan semangat Buddha , maka , seperti tubuh diantara
skandha mencari ayah dan ibu , mereka menembus kegelapan dengan
komunikasi yang tersembunyi dan memasuki keturunan dari sang
Tathagata . Itu disebut 'Tempat Tinggal dari Kelahiran Mulia' .
" Karena mereka naik di rahim sang Jalan , mereka adalah pewaris
Pencerahan seperti janin dewasa telah mengembangkan semua ciri
manusia. Itu disebut 'Tempat Tinggal yang Diberkahi dengan
Keterampilan didalam Upaya'.
" Penampilan tubuh fisik mereka menjadi tubuh dari para Buddha
dan pikiran mereka juga sama. Itu disebut 'Tinggal berdiam
didalam Pikiran Yang Tepat' .
" Bersatu didalam tubuh dan pikiran , mereka tumbuh dan dewasa
di hari demi hari . Itu disebut 'Tinggal berdiam didalam
Avaivartika' .
" Dengan penampilan yang berkhasiat dari sepuluh tubuh , yang
secara bersamaan disempurnakan , mereka Tinggal berdiam sebagai
Pemuda Yang Murni .
" Benar-benar sepenuhnya dikembangkan , mereka meninggalkan
rahim dan menjadi anak-anak dari sang Buddha . Itu adalah
'Tinggal berdiam sebagai Pangeran Dharma'. Mencapai sepenuhnya
kedewasaan , mereka seperti seorang pangeran terpilih dari
seorang raja yang kuat yang menyerahkan urusan negara . Pada
akhirnya sang putra sulung dari Raja Ksatria akan di urapi
upacara suci pada Mahkota kepala . Itu disebut 'Tinggal berdiam
didalam Pengurapan Upacara Suci Mahkota kepala'.
" Ananda , setelah orang-orang yang baik ini telah menjadi putra
sang Buddha , mereka dilengkapi dengan yang tanpa batas
banyaknya kebajikan yang indah menakjubkan dari para Tathagata ,
dan mereka akan menuruti dan selaras dengan makhluk disepanjang
sepuluh penjuru . Itu disebut 'Perilaku dari Kebahagiaan' .
" Menjadi secara baik mampu menolong semua makhluk disebut
'Perilaku dari Memberi Manfaat' .
" Mencerahkan diri mereka sendiri dan mencerahkan orang lain
tanpa melahirkan perlawanan apapun disebut 'Perilaku Bebas
Kemarahan' .
" Kemudian mereka menjalani kelahiran dalam berbagai bentuk
terus menerus hingga batas dari masa depan . Berlatih yang 'sama
rata' diseluruh tiga periode waktu dan meresap meliputi sepuluh
penjuru disebut 'Perilaku Berlanjut Tanpa Akhir' .
" Ketika semuanya sama sesuai , orang tidak pernah membuat
kesalahan di antara berbagai pintu Dharma . Itu disebut 'Dia
Melakukan Kebebasan dari Kebingungan terperdaya' .
" Kemudian didalam apa yang sama serupa , banyak sekali
perbedaan muncul. Namun didalam penampilan yang berbeda , ciri
khas dapat dirasakan .Itulah yang disebut 'Perilaku dari
Perwujudan Bermanfaat' .
" Itu terus berlanjut sampai mencakup semua partikel debu yang
mengisi ruang angkasa kosong seluruh sepuluh penjuru arah .
Dalam setiap dan sebutir debu ada muncul dunia-dunia di sepuluh
penjuru . Namun penampilan dari butir-butir debu dan penampilan
dari dunia-dunia tidak mengganggu satu sama lain . Itu disebut
Perilaku dari Tiada Kemelekatan .
" Segala sesuatu yang muncul dihadapan seseorang menjadi
Paramita yang paling terkemuka . Itu disebut 'Perilaku dari
Pemujaan' .
" Dengan perpaduan sempurna seperti ini, seseorang bisa
memperagakan diri menurut semua Buddha dari sepuluh penjuru .
Itu disebut 'Perilaku Berdasarkan pada Dharma Yang Bermanfaat' .
" Ketika setiap dan salah satu dari mereka menjadi murni dan
tanpa arus perpindahan keluar , mereka bergabung menjadi suatu
kebenaran tunggal , yang tidak berkondisi , itu merupakan
intisari pokok dari sifat alami . Itu disebut 'Perilaku dari
Kenyataan' .
" Ananda , ketika orang-orang baik ini yang penuh dengan
penembusan batin telah melakukan pekerjaan Buddha dan
benar-benar murni total dan sepenuhnya benar , mereka dapat
tetap jauh dari rintangan dan bencana . Kemudian mereka
menyeberangkan makhluk tanpa terikat pada ide gagasan
menyeberangkan mereka . Mereka mengarahkan pikiran yang tak
berkondisi menuju jalan Nirvana . itu disebut 'Pemindahan dari
Menyelamatkan dan Melindungi Makhluk Hidup , sementara Terlepas
dari Penampilan dari Mahluk Hidup' .
" Menghancurkan apa yang harus dihancurkan dan yang bersisa
dihapus jauh dari apa yang harus ditinggalkan disebut
'Pemindahan dari Yang Tak Dapat Dihancurkan' .
" Pencerahan Yang Mendasar adalah sungguh mendalam, pencerahan
yang pada tingkat dengan pencerahan Buddha . Itu disebut
'Pemindahan dari Kesamaan dengan Semua Buddha' .
" Ketika kebenaran mutlak ditemukan , tingkat nya seperti
tingkat dari para Buddha . Itu disebut 'Pemindahan dari Mencapai
semua Tempat' .
" Dunia-dunia dan para Tathagata termasuk satu sama lain tanpa
halangan apapun . Itu disebut 'Pemindahan dari Harta dari Pahala
dan Kebajikan Yang Tak Akan Surut' .
" Karena tingkat mereka adalah seperti Buddha , masing-masing
dan setiap sebab yang mereka buat pada tingkat itu adalah murni
. Berdasarkan pada penyebaran penyebab tersebut , mereka
langsung turun ke jalan menuju Nirvana . Itu disebut 'Pemindahan
dari Akar Yang Baik dari Mengikuti Apa Yang Pada Dasarnya Sama
serupa '.
" Ketika 'akar sejati' ditetapkan , maka semua makhluk di
sepuluh penjuru adalah sifat alami saya sendiri . Tidak seorang
pun hilang , saat sifat alami ini berhasil disempurnakan . Itu
disebut 'Pemindahan dari Mengikuti Perenungan Yang Tidak Memihak
dari Semua Makhluk .
" Menjadi sama dengan semua dharma namun terlepas dari semua
gejala kejadian , mereka tidak melekat ke salah satu ciri khas
maupun pemisahan. Itu disebut 'Pemindahan dari Penampilan
Tathata Yang Sejati.
" Itu yang demikian benar-benar diperoleh , dan tidak ada
halangan diseluruh sepuluh penjuru . Itu disebut 'Pemindahan
dari Pembebasan Yang Tidak Terkekang' .
" Ketika kebajikan dari sifat alami secara sempurna terwujud ,
batas-batas dari "dharmadhatu (alam dharma)" dihancurkan . Itu
disebut 'Pemindahan Ketidakterbatasan dari dharmadhatu' .
" Ananda , ketika orang-orang yang baik ini telah sepenuhnya
memurnikan empat puluh satu pikiran ini, mereka selanjutnya
mencapai 'Empat Jenis dari Praktek Membantu Yang Indah Sempurna'
.
" Pencerahan dari Buddha hanya akan menjadi fungsi dari pikiran
mereka sendiri . Itu adalah di ambang kemunculan tetapi belum
muncul , dan sehingga itu dapat dibandingkan dengan titik
sebelum kayu terbakar ketika dibor untuk menghasilkan api . Itu
disebut 'Tingkat dari Panas' .
" Mereka melanjutkan dengan pikiran mereka sendiri untuk
melangkah dimana para Buddha melangkah, seakan mengandalkan
namun tidak. Hal ini seolah-olah mereka sedang mendaki sebuah
gunung yang tinggi , ke titik di mana tubuh mereka di ruang
angkasa tapi tetap ada halangan sedikit di bawah mereka . Itu
disebut 'Tingkat dari Puncak'.
" Ketika pikiran dan Buddha adalah dua dan belum sama , mereka
telah dengan baik memperoleh Jalan Tengah . Mereka adalah
seperti seseorang yang menahan sesuatu ketika itu tampaknya
mustahil untuk baik terus dipertahankan ataupun membiarkannya
pergi . Itu disebut 'Tingkat dari Kesabaran' .
" Ketika 'angka dan batas' menghilang, tidak ada sebutan seperti
'Jalan Tengah' atau seperti 'Kebingungan' dan 'Pencerahan' yang
dibuat . Itu disebut 'Tingkat dari Menjadi Yang Pertama di
Dunia' .
" Ananda , orang-orang yang baik ini telah berhasil menembus ke
Maha Bodhi . Pencerahan mereka capai melalui Tathagata. Mereka
telah memahami keadaan dari KeBuddhaan . Itu disebut 'Tingkat
dari Kebahagiaan'.
" Perbedaan-perbedaan masuk ke dalam ciri khas , bahkan 'gagasan
dari ciri khas' menghilang. Itu disebut 'Tingkat dari
Meninggalkan Kotoran' .
" Pada titik dari kemurnian yang tertinggi , kecerahan datang .
Itulah yang disebut 'Tingkat dari Cahaya Yang Memancar' .
" Ketika Kecerahan menjadi Pokok , Pencerahan penuh . Itulah
yang disebut 'Tingkat dari Kebijaksanaan Yang Menyala' .
" Tidak ada 'ciri khas atau perbedaan' dapat dicapai . Itu
disebut 'Tingkat dari Tak Terkalahkan' . "
" Dengan tathata sejati yang tidak berkondisi , sifat alami
bersih tak bernoda , dan Kecerahan terungkap . Itu disebut
'Tingkat dari Perwujudan' .
" Datang ke batas terjauh dari Tathata sejati disebut 'Tingkat
dari Perjalanan Jauh' .
" Pikiran tunggal dari Tathata sejati disebut 'Tingkat dari
Ketenangan' .
" Melahirkan fungsi Tathata sejati disebut 'Tingkat dari
Kebijaksanaan Yang Baik' .
" Ananda , semua Bodhisattva yang melampaui titik ini telah
menyelesaikan pengolahan budidaya Mereka dan telah
menyempurnakan pahala dan kebajikan Mereka , sehingga tingkat
ini disebut 'Tingkat dari Pengolahan Budidaya' .
" Kemudian awan yang indah dari kasih sayang melayang diatas
Lautan Nirvana . Itu disebut 'Tingkat dari Awan Dharma'.
" Para Tathagata melawan aliran arus seperti para Bodhisattva
demikian mencapai titik ini melalui penyesuaian dengan latihan.
Pencerahan Mereka akan bertemu para Buddha; Oleh karena itu
disebut 'Pencerahan Yang Setara' .
" Ananda , pencerahan yang meliputi 'Pikiran Kebijaksanaan
Kering' sampai puncak dari 'Pencerahan Yang Setara' adalah
kebangkitan didalam 'Pikiran Vajra' . Itu merupakan Tingkat dari
Kebijaksanaan Awal Yang Kering . Jadi ada total dua belas
tingkat tunggal dan tingkat yang dikelompokkan . Akhirnya mereka
mencapai Pencerahan yang indah menakjubkan dan mencapai Jalan
yang tak tertandingi . Pada semua tingkat ini mereka menggunakan
perenungan Vajra dari sepuluh persamaan yang sangat mendalam
untuk cara di mana hal-hal adalah seperti ilusi . Didalam
'Shamatha ('Tinggal berdiam pada Ketenangan Yang Damai')' mereka
menggunakan 'Vipashyana ('pengartian yang mendalam ke sifat
alami sejati dari kenyataan')' dari Tathagata untuk mengolahnya
secara murni , untuk ditetapkan pada nya , dan secara bertahap
memasukinya lebih dan lebih dalam . Ananda , karena mereka
menerapkan tiga cara dari kemajuan disepanjang keseluruhan dari
nya , mereka juga mampu mencapai lima puluh lima tahap dari
Jalan Bodhi Yang Sejati. Cara Perenungan ini disebut 'Perenungan
Yang Tepat'. Perenungan yang selain ini disebut perenungan yang
menyimpang ."
Kemudian Pangeran Dharma Manjusri bangkit dari tempat dudukNya ,
dan di tengah-tengah majelis Dia membungkuk di Kaki sang Buddha
dan berkata kepada sang Buddha , " Apa nama Sutra ini dan
bagaimana seharusnya Kami dan semua makhluk menjunjung tinggi
nya ? "
Sang Buddha berkata kepada Manjusri , " Sutra ini disebut 'Maha
Buddha Usnisa Sitata Patra Anuttara Vara Mudra Vimala Visada
Dasa Disani Tathagata Sagara Caksu Namah Suttram' ('Mahkota
Besar Buddha, Payung Putih , Segel Mulia Yang Tak Tertandingi
dan Murni , Terang , Mata Yang Seperti Samudera dari para
Tathagata dari Sepuluh Penjuru Arah'). "
" Itu juga disebut 'Penyebab untuk Menyelamatkan Sanak Saudara ,
Penyelamatan Ananda dan Bhikshuni Sifat Alami Diri, dan
Pencapaian dari Hati Bodhi dan Tempat Masuk kedalam Lautan dari
Pengetahuan Yang Dapat Menembus'. "
" Itu juga disebut 'Penyebab Rahasia Tathagata dari Pengolahan
Budidaya Yang Membawa Penetapan Ke Makna Yang Lengkap'. "
" Itu juga disebut 'Cara Besar Yang Luas, Raja Bunga Teratai
Yang Indah Menakjubkan , Mantra Dharani Yang Merupakan Ibu Dari
Semua Buddha Dari Sepuluh Penjuru'. "
" Itu juga disebut Suramgama Yang Paling Utama, Bagian dan
Ungkapan Untuk Urapan Upacara Suci Mahkota Kepala, dan Latihan
Yang Banyak Sekali Dari Semua Bodhisattva . "
" Jadi demikianlah seharusnya Anda dengan hormat menjunjung
tinggi nya. "
#Post#: 96--------------------------------------------------
Re: Suramgama Usnisa Sitatapatra Mahayana Suttram
By: ajita Date: November 11, 2016, 8:15 am
---------------------------------------------------------
[center]
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/buddhahood.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/buddhahood.jpg.html
( Dalam Penjelasan Mendalam Tentang Penyebab Dan Ganjaran
)[/center]
Setelah itu dikatakan , Ananda dan semua yang didalam
perkumpulan majelis yang besar langsung segera mendapat ajaran
sang Tathagata dalam Mudra Rahasia , makna dari Sitata Patra ,
dan mendengar nama-nama ini untuk arti lengkap dari Sutra ini .
Mereka tiba-tiba tercerahkan pada Dhyana , maju dalam pengolahan
budidaya Mereka ke Posisi Yang Bijaksana , dan meningkatkan
pemahaman Mereka tentang Prinsip Yang Indah Menakjubkan .
Pikiran Mereka terfokus dan tenang .
Ananda memotong dan membuang enam bagian dari penderitaan halus
dalam pengolahan budidaya nya pada pikiran didalam Tiga Dunia .
Dia bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di Kaki sang Buddha
, menempatkan telapak tanganNya beranjali secara hormat , dan
berkata kepada sang Buddha , "Bhagawan Yang Agung , Perkasa dan
Berbudi Luhur , yang dengan suara penuh kasih sayang tidak
mengenal batas , telah dengan baik mengajarkan para makhluk
mengenai penyelaman yang sangat halus mereka didalam angan-angan
khayalan dan telah menyebabkan Saya pada hari ini untuk menjadi
bahagia didalam tubuh dan pikiran dan memperoleh manfaat yang
sangat besar . Bhagawan , jika Kecerahan yang indah menakjubkan
dari pikiran yang benar-benar murni dan indah ini adalah pada
dasarnya menyebar meliputi semua , dan lalu segala sesuatu di
tanah bumi besar, termasuk rumput dan pohon-pohon , cacing
menggeliat dan bentuk kecil dari kehidupan adalah awalnya
Tathata Yang Sejati dan adalah mereka sendiri perwujudan sejati
Tathagata dari keBuddhaan . Karena perwujudan para Buddha adalah
benar dan nyata, bagaimana bisa ada juga neraka , hantu
kelaparan , binatang , asura , manusia , dewa , dan jalur lain
dari kelahiran kembali ? Bhagawan , apakah jalur ini ada secara
alami dari diri mereka sendiri , atau mereka diciptakan oleh
kepalsuan dan kebiasaan dari para makhluk ?
" Bhagawan , sang Bhikshuni Sugandha Vara Padma('Harum Teratai
Berharga') , sebagai contoh , menerima Sila Bodhisattva dan
kemudian terlibat dalam keinginan penuh nafsu , dengan ceroboh
mengatakan bahwa tindakan seksual tidak melibatkan membunuh atau
mencuri dan itu tidak membawa ganjaran karma . Tapi setelah
mengatakan itu , organ perempuannya tertangkap api , dan
kemudian api yang mengamuk itu menyebar ke sepanjang semua sendi
nya saat dia jatuh ke dalam hidup neraka yang tidak
terputus-putus. Dan ada Raja Kristal Yang Perkasa dan Bhiksu
SuNaksatra ('Bintang Yang Baik'). Kristal memusnahkan suku
Gautama dan SuNaksatra sembarangan mengatakan bahwa semua dharma
adalah kosong. Mereka berdua tenggelam dalam hidup neraka yang
tidak terputus-putus. Apakah neraka ini tempat tetap, atau
apakah mereka muncul secara spontan ? Apakah bahwa setiap diri
mengalami apa pun jenis karma yang dia ciptakan ? Saya hanya
berharap sang Buddha akan berbelas kasih dan mengajar Kami yang
tidak mengerti hal ini . Semoga Dia menyebabkan semua makhluk
yang menjunjung tinggi sila untuk menerima ajaran yang pasti
dengan rasa hormat bergembira setelah mendengar hal itu dan
berhati-hati untuk tidak melanggarnya . "
Sang Buddha berkata kepada Ananda , " Pertanyaan yang alangkah
bagus ! Anda ingin menjaga semua makhluk hidup dari mengambil
pandangan yang menyimpang . Anda harus mendengarkan dengan penuh
perhatian dan sekarang Saya akan menjelaskan hal ini untuk Anda
. "
" Sebenarnya , Ananda , semua makhluk adalah secara mendasar
benar dan murni , tetapi dikarenakan oleh pandangan palsu
mereka, mereka menimbulkan kepalsuan dari kebiasaan , yang
terbagi menjadi aspek dalam dan aspek luar . "
" Ananda , 'Aspek Dalam' mengacu pada apa yang terjadi di dalam
makhluk hidup . Dikarenakan oleh cinta dan kekotoran , mereka
menghasilkan kepalsuan dari emosi . Ketika emosi ini berkumpul
tanpa berhenti , mereka bisa menciptakan cairan cinta . Itulah
sebabnya mulut makhluk hidup berair ketika mereka berpikir
tentang makanan lezat. Ketika mereka berpikir tentang orang yang
meninggal , baik dengan kesukaan atau dengan kemarahan, air mata
akan mengalir dari mata mereka . Ketika mereka serakah untuk
kekayaan , aliran arus nafsu akan tentu saja melalui hati mereka
dan kulit mereka akan menjadi berkilau . Ketika pikiran mereka
memikirkan perilaku penuh nafsu , pengeluaran yang spontan akan
datang dari organ laki-laki atau perempuan . Ananda , meskipun
jenis-jenis cinta berbeda , aliran arus dan pembentukan mereka
adalah sama . Dengan kelembaban ini , seseorang tidak bisa naik
, tetapi secara alami akan jatuh . Ini disebut 'Aspek Dalam' . "
" Ananda , 'Aspek Luar' mengacu pada apa yang terjadi di luar
makhluk hidup . Karena hasrat keinginan dan kerinduan , mereka
menimbulkan angan-angan khayalan . Ketika angan-angan khayalan
ini terus ada tanpa berhenti , mereka dapat menciptakan tenaga
semangat . Itulah sebabnya ketika makhluk hidup menjunjung
tinggi sila didalam pikiran mereka , tubuh mereka akan menjadi
ringan dan terasa ringan dan jelas . Ketika mereka menjunjung
tinggi segel mantra didalam pikiran mereka , mereka akan
menguasai pandangan yang gagah dan tegas . Ketika mereka
memiliki keinginan didalam pikiran mereka untuk dilahirkan di
surga , dalam mimpi mereka, mereka akan memiliki pikiran terbang
dan naik ke atas . Ketika mereka menghargai Buddhaksetra didalam
pikiran mereka , maka alam bijaksana akan muncul dalam
penglihatan yang berkilauan , dan mereka akan melayani penasehat
yang baik dan bijaksana dengan sedikit pemikiran untuk kehidupan
mereka sendiri . Ananda , meskipun pemikiran beraneka-ragam ,
ringan dan semangat adalah sama . Dengan terbang dan kenaikan ,
seseorang tidak akan tenggelam , tetapi secara alami akan
menjadi melampaui . Ini disebut 'Aspek Luar' . "
" Ananda , semua makhluk di dunia ini terjebak dalam kelanjutan
terus-menerus dari kelahiran dan kematian. Kelahiran terjadi
dikarenakan oleh kecenderungan kebiasaan mereka; Kematian
diakibatkan arus dan perubahan. Ketika mereka berada di ambang
kematian , namun ketika kehangatan akhir belum meninggalkan
tubuh mereka , semua kebaikan dan kejahatan yang telah mereka
lakukan dalam kehidupan itu secara tiba-tiba dan secara
sekaligus mewujud nyata. Mereka mengalami pembauran dari dua
kebiasaan ; kebencian terhadap kematian dan daya tarik untuk
hidup " .
" Diberkahi hanya dengan pikiran , mereka akan terbang dan
tentunya dapat terlahir kembali di surga . Jika terbang kedalam
hati , dengan berkat dan kebijaksanaan , serta sumpah yang murni
, maka hati mereka secara spontan akan terbuka dan mereka akan
melihat para Buddha dari sepuluh penjuru arah dan semua tanah
suci Mereka dan mereka akan terlahir kembali di manapun yang
mereka inginkan . "
" Ketika mereka memiliki lebih banyak pikiran daripada nafsu
emosi , mereka tidak cukup halus dan sehingga mereka menjadi
yang abadi terbang, raja-raja hantu besar yang perkasa , para
yaksha yang menjelajah ruang angkasa, atau para rakshasa
penjelajah darat yang berkeliaran di Surga dari Empat Raja
Chaturmaharajika , bepergian kemana yang mereka ingin tanpa
halangan . Diantara mereka mungkin ada beberapa dengan sumpah
yang baik dan baik hati yang akan melindungi dan menjunjung
tinggi Dharma Saya. Mungkin mereka melindungi ajaran sila murni
dengan mengikuti dan mendukung mereka yang memegang ajaran sila
. Mungkin mereka melindungi mantra suci dengan mengikuti dan
mendukung mereka yang memegang mantra . Mungkin mereka
melindungi mereka yang berlatih Dhyana Samadhi sehingga mereka
dapat mengolah Dharma - Ksanti ( kesabaran ). Makhluk-makhluk
ini akan dekat dengan Sang Tathagata di bawah tempat dudukNya .
"
" Ketika pikiran dan nafsu emosi mereka dari perbandingan bagian
yang sama , mereka tidak terbang ataupun tidak jatuh , tetapi
terlahir di alam manusia , di mana kecerahan dari pikiran
mengarah ke kecerdasan dan kegelapan dari nafsu emosi
menyebabkan kebodohan . "
" Ketika mereka memiliki lebih banyak nafsu emosi daripada
pikiran , mereka memasuki alam binatang. Dengan nafsu emosi yang
lebih berat , mereka menjadi binatang berbulu; dengan nafsu
emosi yang lebih ringan , mereka menjadi makhluk bersayap . "
" Ketika mereka memiliki perbandingan tujuh nafsu emosi dan tiga
pikiran , mereka jatuh di bawah roda air dan berbatasan dengan
roda api , di mana mereka mengalami kekuatan penuh kobaran api
yang mengamuk . Dalam tubuh hantu kelaparan (Preta) , mereka
terus-menerus dibakar sampai kering . Bahkan air menyakiti
mereka , dan mereka tidak makan atau minum selama ratusan ribu
kalpa . "
" Ketika mereka memiliki perbandingan sembilan nafsu emosi dan
satu pikiran , mereka jatuh melalui roda api sampai tubuh mereka
memasuki daerah di mana angin dan api saling berpengaruh. Dengan
nafsu emosi yang lebih ringan mereka terlahir didalam neraka
yang berselang sebentar ; Dengan nafsu emosi yang lebih berat
mereka terlahir didalam neraka yang tidak berselang-selang .
Ketika mereka memiliki seluruhnya nafsu emosi , mereka tenggelam
ke dalam neraka Avici . Jika didalam pikiran mereka, mereka
menfitnah Mahayana , mencela ajaran murni sang Buddha , secara
tidak masuk akal berbicara Dharma , serakah demi persembahan
dari umat yang berkeyakinan , sembarangan menerima hormat dari
orang lain , melakukan lima perbuatan jahat dan sepuluh
kesalahan berat , maka mereka lebih lanjut terlahir di neraka
Avici sepanjang sepuluh penjuru arah . Meskipun orang menerima
ganjaran yang ditimbulkan oleh diri sendiri yang sesuai dengan
karma jahat yang orang telah ciptakan , sekelompok dapat
mengalami yang sama , dan ada tempat-tempat tertentu di mana itu
terjadi . "
" Ananda , semuanya berasal dari tanggapan karma yang para
makhluk hidup sendiri memanggil . Mereka menciptakan sepuluh
penyebab kebiasaan dan menjalani enam ganjaran yang saling
mempengaruhi . Apa sepuluh penyebab itu ? Ananda , yang pertama
terdiri kebiasaan dari hubungan seksual penuh nafsu yang
menimbulkan saling menggosok . ketika menggosok ini terus
berlanjut tanpa berhenti , akan menghidupkan amukan api yang
luar biasa , seperti kehangatan yang timbul diantara tangan
seseorang ketika ia menggosok nya bersama-sama . Karena dua
kebiasaan ini mengatur saling terbakar, ada muncul ranjang besi
, tiang tembaga , dan pengalaman seperti demikian yang lainnya.
Oleh karena itu para Tathagata dari sepuluh penjuru memandang
'tindakan hawa nafsu' dan memberi nya nama 'api keinginan' .
Para Bodhisattva menghindari 'keinginan' seperti itu adalah
lubang berapi-api . "
" Yang kedua terdiri dari kebiasaan maksud jahat yang serakah ,
yang menimbulkan penghisapan . Ketika penghisapan ini terus
berlanjut tanpa berhenti , menghasilkan es yang sangat dingin
dan padat di mana pembekuan terjadi , seperti perasaan dingin
yang dialami ketika seseorang menarik nafas dalam hembusan angin
melalui mulutnya. Karena dua kebiasaan ini bentrok bersama-sama
, ada muncul neraka dingin seperti mengigil , merintih dan
gemetar , bunga teratai biru, merah , dan putih; dan pengalaman
seperti demikian yang lainnya. Oleh karena itu para Tathagata
dari sepuluh penjuru memandang 'pencarian yang terlalu
berlebihan' dan memberi nya nama 'air keserakahan ' . Para
Bodhisattva menghindari 'keserakahan' seperti itu adalah lautan
wabah penyakit . "
" Yang ketiga terdiri dari kebiasaan sombong dan mengakibatkan
gesekan perselisihan yang menimbulkan saling mengancam. Ketika
itu melaju cepat tanpa berhenti , itu menghasilkan arus deras
dan jeram yang menciptakan gelombang air yang kacau , seperti
air yang dihasilkan ketika seseorang terus menerus mengerjakan
lidahnya dalam upaya untuk merasakan rasa. Karena dua kebiasaan
ini mendorong satu sama lain , ada muncul sungai darah , sungai
abu , pasir terbakar , laut beracun , tembaga cair yang dipaksa
masuk ke tenggorokan seseorang , dan pengalaman seperti demikian
yang lainnya . Oleh karena itu, para Tathagata dari sepuluh
penjuru memandang 'kepuasan diri' dan memberi nya nama 'minum
air kebodohan . ' Para Bodhisattva menghindari 'kesombongan'
seperti itu adalah banjir besar . "
" Yang keempat terdiri dari kebiasaan benci yang menimbulkan
saling menantang. Ketika pembangkangan ini mengikat orang tanpa
berhenti , hati seseorang menjadi begitu panas sehingga terbakar
, dan uap cair berubah menjadi logam . Dari itu dihasilkan
gunung pisau , gada besi, pohon pedang , roda pedang, kapak dan
tombak , dan galah dan gergaji . Itu adalah seperti ketika
seseorang melabuhkan dendam dan keinginan untuk membunuh
bergelora muncul . Karena dua kebiasaan ini bentrok dengan satu
sama lain , ada muncul pengebirian dan mencincang , pemenggalan
dan pemotongan , mengikir dan menancap , mencambuk dan memukul ,
dan pengalaman seperti demikian yang lainnya. Oleh karena itu,
para Tathagata dari sepuluh penjuru memandang 'kebencian' dan
memberi nya nama ' pisau tajam dan pedang.' Para Bodhisattva
menghindari 'kebencian' seperti itu adalah pembantaian . "
" Yang kelima terdiri dari kebiasaan penipuan dan keterlibatan
menyesatkan yang menimbulkan saling tipu daya . Ketika
tipu-muslihat tersebut terus berlanjut tanpa berhenti , itu
menghasilkan tali untuk mencekik dan kayu untuk memenjarakan .
Itu adalah seperti bagaimana rumput dan pohon tumbuh di sawah .
Karena dua kebiasaan itu mengabadikan satu sama lain , ada
muncul borgol dan belenggu , papan belengggu dan kunci , cambuk
dan gada , tongkat dan pentungan , dan pengalaman seperti
demikian yang lainnya. Oleh karena itu, para Tathagata dari
sepuluh penjuru memandang 'penipuan' dan memberi nya nama
sebagai ' penjahat berbahaya . ' Para Bodhisattva kuatir
'penipuan' seperti itu adalah serigala buas . "
" Yang Keenam terdiri dari kebiasaan berbohong digabungkan
dengan penipuan terus-menerus yang menimbulkan saling curang
menipu . Ketika tuduhan palsu berlanjut terus tanpa berhenti ,
seseorang menjadi mahir pada kecurangan . Dari ini ada muncul
kotoran menjijikkan seperti debu, tinja dan urin . Itu adalah
seperti mengaburkan penglihatan seseorang ketika debu diaduk
oleh angin . Karena dua kebiasaan ini menambah satu sama lain ,
ada muncul merosot terbenam dan tenggelam , melontar dan
melempar , terbang dan jatuh , mengambang dan menenggelamkan ,
dan pengalaman seperti demikian yang lainnya . Oleh karena itu,
para Tathagata dari sepuluh penjuru memandang 'kebohongan' dan
memberi nya nama 'perampokan dan pembunuhan.' Para Bodhisattva
menganggap kebohongan seperti itu adalah menginjak ular berbisa
. "
" Yang Ketujuh terdiri dari kebiasaan permusuhan dan saling
curiga , yang menimbulkan keluhan. Dari ini ada muncul
pengalaman dilempari oleh batu terbang atau kerikil ,
dipenjarakan di sebuah kotak , gerobak , atau guci besar; dan
dijerat dan dipukul . Itu adalah seperti orang yang berbahaya
yang melabuhkan sifat jahat dalam pikirannya . Karena dua
kebiasaan ini menelan satu sama lain, ada muncul melontar ,
melempar , menangkap , memukul , dan membentur , dan pengalaman
seperti demikian yang lainnya. Oleh karena itu, para Tathagata
dari sepuluh penjuru memandang 'dendam permusuhan' dan memberi
nya nama 'hantu yang sesat dan berbahaya.' Para Bodhisattva
menganggap dendam permusuhan seperti itu adalah minum anggur
beracun. "
" Yang Kedelapan terdiri dari kebiasaan menyatakan pandangan
salah, seperti yang dari satkayadrishti , larangan , menggenggam
, dan wawasan yang menyimpang lainnya dan karma yang terlibat
didalam ini, yang hasil dari pertentangan dan perlawanan . Dari
ini ada muncul pejabat pengadilan dan wakil yang memegang
dokumen , yang orang bertemu seolah mereka adalah orang-orang
yang datang dan pergi di jalan . Karena dua kebiasaan ini
mempengaruhi satu sama lain , ada muncul pertanyaan resmi,
pertanyaan berumpan , pengujian , pemeriksaan, pemeriksaan umum
, pembongkaran , para pemuda yang merekam baik dan jahat ,
membawa buku catatan alasan dan dasar pemikiran para pelanggar ,
dan pengalaman seperti demikian yang lainnya. Oleh karena itu,
para Tathagata dari sepuluh penjuru memandang 'pandangan jahat'
dan menamakan nya ' jurang dari pandangan . ' Para Bodhisattva
menganggap memiliki pandangan yang palsu dan satu sisi seperti
itu adalah berdiri di tepi jurang yang curam yang penuh racun .
"
" Yang Kesembilan terdiri dari kebiasaan ketidakadilan yang
berasal dari menghasut tuduhan palsu dan menfitnah . Dari itu
dihasilkan menghancurkan diantara pegunungan, menghancurkan
diantara batuan , batu penggiling , batu penggilas , membajak ,
dan menggiling . Itu adalah seperti seorang penjahat tukang
fitnah yang terlibat dalam menganiaya orang-orang baik dengan
tidak adil . Karena dua kebiasaan ini bergabung dengan barisan ,
ada muncul menekan dan mendorong , memukul dengan gada dan
pemaksaan, meremas dan menyiksa , memberatkan dan mengadu , dan
pengalaman seperti demikian yang lainnya. Oleh karena itu, para
Tathagata dari sepuluh penjuru memandang 'tuduhan yang
berbahaya' dan menamakan nya ' harimau berbahaya . ' Para
Bodhisattva menganggap ketidakadilan seperti itu adalah ledakan
petir . "
"Yang Kesepuluh terdiri dari kebiasaan proses perkara peradilan
dan perdebatan-perdebatan yang saling menimbulkan 'menutupi'.
Dari itu dihasilkan 'cermin yang memantulkan' dan 'lampu yang
bersinar' , memperlihatkan seseorang, sama seperti jika
seseorang berada di bawah sinar matahari langsung dan tidak
punya cara untuk menyembunyikan bayangan diri. Karena kedua
kebiasaan ini bertengkar bolak-balik , ada muncul teman-teman
jahat , cermin karma , mutiara yang berapi-api , paparan karma
masa lalu , pemeriksaan , dan pengalaman seperti demikian yang
lainnya. Oleh karena itu , semua Tathagata dari sepuluh penjuru
memandang 'menutupi' dan menamakan nya sebagai ' penjahat
tersembunyi. ' Para Bodhisattva menganggap menutupi seperti
Mereka akan harus membawa gunung di atas kepala Mereka saat
berjalan di atas laut . "
" Apakah enam ganjaran itu ? Ananda , semua makhluk hidup
menciptakan karma melalui enam kesadaran mereka.
Ganjaran-ganjaran jahat yang mereka datangkan pada diri mereka
sendiri berasal dari enam organ indera. "
" Apakah enam ganjaran jahat yang timbul dari enam organ indera
itu ? Yang pertama adalah ganjaran dari melihat , yang membawa
hasil kejahatan . Karma dari 'penglihatan' berbaur , sehingga
pada saat kematian orang pertama melihat kebakaran mengamuk yang
mengisi sepuluh penjuru arah . Kesadaran batin seseorang yang
meninggal mulai terbang, tapi kemudian jatuh . Naik pada
gumpalan asap , ia memasuki neraka yang tidak berselang
terputus-putus . Ada , dua jenis gejala kejadian dapat terjadi .
Yang pertama adalah tanggapan penglihatan yang jelas , di mana
seseorang melihat segala macam hal-hal jahat . Ini menyebabkan
seseorang mengalami ketakutan yang tak terbatas . Kedua adalah
tanggapan penglihatan yang terhalangi tidak jelas , yang
merupakan keheningan tanpa penglihatan . Ini menyebabkan
seseorang mengalami kengerian yang tak terbatas . Ketika api
yang berasal dari penglihatan membakar indera pendengaran , ia
menjadi kuali dari air mendidih dan tembaga cair . Ketika ia
membakar pernafasan , ia menjadi asap hitam dan asap ungu .
Ketika ia membakar indera perasa , ia menjadi butir terik panas
dan bubur besi cair . Ketika ia membakar indera sentuhan , ia
menjadi bara putih panas dan arang yang membara . Ketika ia
membakar pikiran , ia menjadi percikan api yang menghujani di
mana-mana dan cambuk dan mengobarkan seluruh bidang ruang
angkasa. "
" Yang kedua adalah ganjaran dari pendengaran , yang membawa
hasil kejahatan . Karma dari 'pendengaran' berbaur , dan dengan
demikian pada saat kematian orang pertama melihat gelombang
raksasa yang menenggelamkan seluruh dunia . Kesadaran batin
seseorang yang meninggal jatuh ke dalam air dan menaiki arus ke
dalam neraka yang tidak berselang-selang . Ada , dua jenis
gejala kejadian dapat terjadi . Salah satunya adalah pendengaran
terbuka , di mana ia mendengar segala macam kebisingan dan
intisari jiwanya menjadi bingung . Yang lainnya adalah
pendengaran tertutup , di mana ada keheningan tanpa pendengaran
, dan jiwanya tenggelam kedalam keadaan lupa . Ketika gelombang
dari pendengaran mengalir ke pendengaran , itu menjadi caci-maki
dan pemeriksaan. Ketika itu mengalir ke penglihatan , itu
menjadi guntur dan menderu dan uap jahat beracun . Ketika itu
mengalir ke pernafasan , itu menjadi hujan dan kabut meresap
meliputi dengan mahluk beracun yang sepenuhnya mengisi tubuh .
Ketika itu mengalir kedalam indera perasa , itu menjadi nanah
dan darah dan segala macam kotoran. Ketika itu mengalir kedalam
indera sentuhan , itu menjadi hewan dan hantu , dan kotoran dan
urin . Ketika itu mengalir ke dalam pikiran , itu menjadi petir
dan hujan es yang memorak-porandakan hati dan jiwa . "
" Yang ketiga adalah ganjaran dari penciuman bau , yang membawa
hasil kejahatan . Karma dari 'penciuman bau' berbaur, dan dengan
demikian pada saat kematian orang pertama melihat uap beracun
yang menembus udara dekat dan jauh . Kesadaran batin seseorang
yang meninggal melompat keluar dari tanah bumi dan memasuki
neraka yang tidak berselang-selang . Ada , dua jenis gejala
kejadian dapat terjadi . Salah satunya adalah penciuman bau yang
meresap tembus , di mana seseorang sepenuhnya diresapi dengan
uap jahat dan pikiran seseorang menjadi tertekan . Yang lainnya
adalah penciuman bau yang terhalang , di mana napas seseorang
terpotong dan tidak ada jalan lintasan , dan seseorang
tergeletak tercekik dan sesak nafas di tanah . Ketika uap berbau
menyerang nafas , itu menjadi pemeriksaan ulang dan penyiksaan .
Ketika itu menyerang penglihatan , itu menjadi api dan obor .
Ketika itu menyerang pendengaran , itu menjadi merosot dan
tenggelam , logam cair dan cairan mendidih. Ketika itu menyerang
indera perasa , itu menjadi makanan busuk atau tengik . Ketika
itu menyerang indera sentuhan , itu menjadi tindakan merobek dan
memukuli hingga menjadi bubur . Itu juga menjadi gunung besar
dari daging yang memiliki ratusan dan ribuan mata dan yang
dihisap dan dimakan oleh banyaknya cacing. Ketika itu menyerang
pikiran , itu menjadi abu , udara berbisa , dan pasir terbang
dan kerikil yang memotong tubuh menjadi koyak . "
" Yang keempat adalah ganjaran dari mencicipi rasa , yang
membawa hasil kejahatan . Karma dari 'mencicipi rasa' berbaur ,
dan dengan demikian pada saat kematian orang pertama melihat
jaring besi terbakar dengan amukan api yang menutupi meliputi di
seluruh dunia . Kesadaran batin seseorang yang meninggal
melewati turun melalui jaring yang menggantung ini , dan
tergantung terbalik memasuki neraka yang tidak berselang-selang
. Ada , dua jenis gejala kejadian dapat terjadi . Salah satunya
adalah udara penghisap yang mengental menjadi es sehingga
membekukan daging tubuhnya sampai semburan itu terbuka . Yang
lainnya adalah ledakan meludah udara yang memuntahkan keluar api
berkobar yang memanggang tulang dan sumsum sampai kering .
Ketika mencicipi rasa melewati indera perasa , itu menjadi apa
yang harus diakui dan apa yang harus dijalani . Ketika itu
melewati penglihatan , itu menjadi logam dan batu yang terbakar
. Ketika itu melewati pendengaran , itu menjadi senjata tajam
dan pisau . Ketika itu melewati indera penciuman bau, itu
menjadi kandang besi besar yang mengurung seluruh wilayah .
Ketika itu melewati indra peraba , itu menjadi busur dan panah ,
busur silang , dan anak panah . Ketika itu melewati pikiran ,
itu menjadi potongan besi cair terbang yang menghujan turun dari
luar angkasa. "
" Yang kelima adalah ganjaran dari sentuhan , yang membawa hasil
kejahatan . Karma dari 'sentuhan' berbaur , dan dengan demikian
pada saat kematian orang pertama melihat gunung besar mendekati
pada satu dari empat sisi , tanpa meninggalkan jalan untuk
melarikan diri . Kesadaran batin seseorang yang meninggal
kemudian melihat sebuah kota besi yang besar . Ular api dan
anjing api , serigala , singa , penjaga penjara berkepala sapi,
dan rakshasa berkepala kuda mengacungkan tombak dan lembing
secara paksa menarik dia ke kota besi menuju neraka yang tidak
berselang-selang . Ada , dua jenis gejala kejadian mungkin
terjadi . Salah satunya adalah sentuhan yang terlibat datang
bersama-sama , di mana gunung datang bersama-sama untuk menekan
tubuhnya sampai daging , tulang , dan darah nya sepenuhnya
terpencar. Yang lainnya adalah sentuhan yang melibatkan
pemisahan , di mana pisau dan pedang menyerang tubuh , merobek
jantung dan hati menjadi irisan . Ketika sentuhan ini melewati
perasaan sentuhan , itu menjadi bertabrakan , memukul , menusuk
, dan menembus. Ketika itu melewati penglihatan , itu menjadi
terbakar dan hangus . Ketika itu melewati pendengaran , orang
mendengar suara di jalan menuju neraka , di gerbang menuju
neraka , dan di pengadilan kesengsaraan. Ketika itu melewati
indera penciuman , itu menjadi menangkap , menjerat , memeriksa
, dan mengikat . Ketika itu melewati indera perasa , itu menjadi
membajak , mencubit , memotong , dan memutus . Ketika itu
melewati pikiran , itu menjadi jatuh , terbang , penggorengan ,
dan panas mendidih . "
"Yang Keenam adalah ganjaran dari pikiran , yang membawa hasil
kejahatan . Karma 'pikiran' berbaur , dan dengan demikian pada
saat kematian orang pertama melihat angin busuk yang
menghancurkan wilayah . Kesadaran batin seseorang yang meninggal
terhembus ke ruang angkasa , dan kemudian , secara berpilin
jatuh ke bawah , ia mengendarai angin yang langsung menuju ke
neraka yang tidak berselang-selang. Ada , dua jenis gejala
kejadian dapat terjadi . Salah satunya adalah kebingungan yang
sangat, yang menyebabkan ia menjadi panik dan berlarian
disekitar tak henti-hentinya . Yang lainnya adalah bukan
kebingungan , melainkan kesadaran teliti yang menyebabkannya
menderita pada pemanggangan dan pembakaran yang tak berujung,
rasa sakit yang hebat yang sulit untuk ditanggung . Ketika
pikiran yang menyimpang ini bergabung dengan pikiran , itu
menjadi daerah dan tempat. Ketika itu bergabung dengan
penglihatan , itu menjadi pemeriksaan dan kesaksian . Ketika itu
bergabung dengan pendengaran , itu menjadi batu besar yang
menghancurkan , es dan salju , kotoran dan kabut . Ketika itu
bergabung dengan penciuman bau , itu menjadi kereta besar yang
berapi-api , perahu yang berapi-api , dan penjara yang
berapi-api . Ketika itu bergabung dengan mencicipi rasa , itu
menjadi panggilan keras, meratap , menangis dan menyesal .
Ketika itu bergabung dengan sentuhan , itu menjadi perasaan
besar dan kecil , di mana sepuluh ribu kelahiran dan sepuluh
ribu kematian dialami setiap hari, dan berbaring dengan wajah
seseorang pada tanah . "
" Ananda , ini disebut sepuluh penyebab dan enam ganjaran dari
neraka , yang semuanya diciptakan oleh kebingungan dan kepalsuan
dari para makhluk hidup . "
" Jika para makhluk hidup menciptakan karma jahat ini secara
serentak bersamaan , mereka memasuki neraka Avici dan mengalami
penderitaan yang tak terbatas , melewati kalpa yang tak terbatas
. "
" Jika masing-masing dari enam organ indera menciptakan nya dan
jika apa yang dilakukan meliputi setiap keadaan dan setiap
indera , maka orang itu akan memasuki delapan neraka yang tidak
berselang-selang. "
" Jika tiga karma dari tubuh , mulut , dan pikiran melakukan
tindakan membunuh, mencuri , dan hawa nafsu , orang itu akan
memasuki delapan belas neraka yang lebih kecil . "
" Jika tiga karma itu tidak semua yang terlibat , dan ada
mungkin hanya satu perbuatan dari pembunuhan dan salah satu dari
mencuri , maka orang itu harus memasuki neraka tiga puluh enam
yang lebih kecil. "
" Jika organ indra penglihatan saja yang melakukan hanya satu
karma pelanggaran , maka orang itu harus memasuki seratus
delapan neraka yang lebih kecil. "
" Dikarenakan oleh itu , makhluk hidup yang melakukan hal-hal
tertentu menciptakan karma tertentu , dan jadi di dunia mereka
memasuki neraka bersama , yang timbul dari pikiran palsu yang
salah dan yang semula tidak ada sama sekali . "
" Dan kemudian , Ananda , setelah makhluk hidup yang telah
memfitnah dan melanggar sila , melanggar sila Bodhisattva ,
memfitnah Nirvana Buddha , dan menciptakan berbagai jenis lain
dari karma , melewati banyak kalpa dari dibakar di neraka ,
mereka akhirnya selesai membayar untuk kejahatan mereka dan
terlahir kembali sebagai hantu . "
" Jika serakah pada obyek benda adalah penyebab asli yang
membuat orang melakukan pelanggaran, maka , setelah dia selesai
membayar kejahatannya , dia akan mengambil bentuk ketika dia
bertemu obyek benda dan akan menjadi hantu yang aneh . "
" Jika itu adalah kegemaran mengumbar nafsu yang membuat orang
melakukan pelanggaran, maka , setelah dia selesai membayar
kejahatannya , dia akan mengambil bentuk ketika dia bertemu
angin dan akan menjadi hantu kekeringan . "
" Jika itu adalah kegemaran mengumbar penipuan yang membuat
orang melakukan pelanggaran, maka , setelah dia selesai membayar
kejahatannya , dia akan mengambil bentuk ketika dia bertemu
hewan dan akan menjadi hantu hewan . "
" Jika itu adalah kebencian yang membuat orang melakukan
pelanggaran, maka , setelah dia selesai membayar kejahatannya ,
dia akan mengambil bentuk ketika dia bertemu cacing dan serangga
, dan akan menjadi hantu beracun yang berbahaya . "
" Jika itu adalah menyimpan dendam yang membuat orang melakukan
pelanggaran, maka , setelah dia selesai membayar kejahatannya ,
dia akan mengambil bentuk ketika dia bertemu proses kemerosotan
dan akan menjadi hantu wabah penyakit . "
[center]
HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/vajrapani_0.jpg
HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/vajrapani_0.jpg.html
Om Namah Sarvajnaya. Namah Saptakoti Buddha Karasuniya Dharaneh
Namo Bhagawan Wipasyin Tathagatasya Arhate Samyaksambuddhasyah
Namo Bhagawan Sikhin Tathagatasya Arhate Samyaksambuddhasyah
Namo Bhagawan Wiswabhu Tathagatasya Arhate Samyaksambuddhasyah
Namo Bhagawan Krakuchanda Tathagatasya Arhate
Samyaksambuddhasyah
Namo Bhagawan Kanaka Muni Tathagatasya Arhate
Samyaksambuddhasyah
Namo Bhagawan Kasyapa Tathagatasya Arhate Samyaksambuddhasyah
Namo Bhagawan Sakyamuni Tathagatasya Arhate Samyaksambuddhasyah
Rewa Rewate Guha Guhate Dharanite Niharate Wirnite Maha gate
chelingate Swaha
Namo Ratna-trayaya. Namas canda wajrapanaye maha-yaksa
senapataye.
Om, Su-sidhya sidhya sadhaya, su-siddhi-kara hum hum hum phat
phat phat.
Om Namah Suramgama Samadhe Bhagawan Sitatapatra Namo Stute
Om Anale Anale Wisada Wisada, Bandha Bandha Bandhani Bandhani,
Wira Wajrapani Phat, Hum Bhrum Phat Swaha.
Namo Sarwa Tathagata Sugataya Arhate Samyak-Sambuddhaya
Siddhyantu Mantrapadaya Swaha.
Om Nisumbha Wajra Hum Phat
Om Amidewa Si[/center]
#Post#: 97--------------------------------------------------
Re: Suramgama Usnisa Sitatapatra Mahayana Suttram
By: ajita Date: November 11, 2016, 8:17 am
---------------------------------------------------------
" Jika itu adalah kesombongan yang membuat orang melakukan
pelanggaran, maka , setelah dia selesai membayar kejahatannya ,
dia akan mengambil bentuk ketika dia bertemu gas dan akan
menjadi hantu kelaparan . "
" Jika itu adalah ketidakadilan kepada orang lain yang membuat
orang melakukan pelanggaran, maka setelah dia selesai membayar
kejahatannya , dia akan mengambil bentuk ketika dia bertemu
kegelapan dan akan menjadi hantu kelumpuhan . "
" Jika itu adalah kemelekatan pada pandangan salah yang membuat
orang melakukan pelanggaran, maka , setelah dia selesai membayar
kejahatannya , dia akan mengambil bentuk ketika dia bertemu
energi intisari dan akan menjadi hantu naiad. "
" Jika itu adalah tipu muslihat yang membuat orang melakukan
pelanggaran, maka , setelah dia selesai membayar kejahatannya ,
dia akan mengambil bentuk ketika dia bertemu kecerahan dan akan
menjadi hantu pelayan . "
" Jika itu adalah perbuatan membentuk perselisihan yang membuat
orang melakukan pelanggaran, maka , setelah dia selesai membayar
kejahatannya , dia akan mengambil bentuk ketika dia bertemu
orang dan akan menjadi hantu utusan penyampai pesan . "
" Ananda , kejatuhan orang tersebut adalah sepenuhnya
dikarenakan oleh tingkat hawa nafsu dari kegunaan. Ketika api
karma nya telah membakar habis, dia akan bangkit untuk
dilahirkan kembali sebagai hantu . Ini disebabkan oleh karma dia
sendiri dari pikiran yang salah . Jika dia terbangun ke Bodhi ,
maka di dalam kecerahan sempurna yang indah adalah tiada apapun.
"
" Selain itu , Ananda , ketika karmanya sebagai hantu berakhir
dan akibat dari nafsu emosi dan pikiran nya berakhir , dia
datang ke dunia untuk menemui pengutang nya dan menyelesaikan
perhitungan dengan mereka . Dia lahir sebagai binatang untuk
membayar utang-utangnya dari kehidupan masa lalu . "
" Ganjaran dari hantu yang aneh dari obyek benda selesai ketika
objek itu dihancurkan dan ia terlahir kembali di dunia, biasanya
sebagai jenis burung hantu . "
" Ganjaran dari hantu kekeringan dari angin selesai ketika angin
reda , dan ia terlahir kembali di dunia, biasanya sebagai jenis
makhluk aneh yang memberikan ramalan kesialan yang tidak
menguntungkan . "
" Ganjaran dari hantu hewan dari binatang selesai ketika hewan
mati , dan ia terlahir kembali di dunia, biasanya sebagai jenis
rubah . "
" Ganjaran dari hantu beracun yang berbahaya dalam bentuk cacing
dan serangga selesai ketika racun habis , dan ia terlahir
kembali di dunia, biasanya sebagai jenis makhluk berbisa . "
" Ganjaran dari hantu wabah penyakit yang ditemukan di
kemerosotan selesai ketika kemerosotan selesai , dan ia terlahir
kembali di dunia, biasanya sebagai jenis cacing pita . "
" Ganjaran dari hantu yang mengambil bentuk dalam gas selesai
ketika gas menghilang , dan kemudian ia terlahir kembali di
dunia , biasanya sebagai jenis hewan yang digunakan untuk
makanan . "
" Ganjaran dari hantu kegelapan selesai ketika kegelapan
berakhir , dan kemudian ia terlahir kembali di dunia , biasanya
sebagai jenis hewan yang digunakan untuk pakaian atau pelayanan
. "
" Ganjaran dari hantu yang bersatu dengan energi selesai ketika
persatuan itu larut , dan ia kemudian terlahir kembali di dunia
, biasanya sebagai jenis makhluk yang berpindah tempat . "
" Ganjaran dari hantu kecerahan dan kecerdasan selesai ketika
kecerahan menghilang , dan ia kemudian terlahir kembali di dunia
, biasanya sebagai jenis makhluk yang berkhasiat . "
" Ganjaran dari hantu yang bergantung pada seseorang selesai
ketika seseorang itu meninggal , dan ia kemudian terlahir
kembali di dunia , biasanya sebagai suatu jenis hewan peliharaan
rumah tangga . "
" Ananda , semua ini adalah dikarenakan oleh habis terbakar
karma didalam pembayaran untuk utang-utangnya dari kehidupan
masa lalu . Kelahiran kembali sebagai binatang itu juga
disebabkan oleh karma nya sendiri yang palsu dan kosong. Jika
dia terbangun ke Bodhi , maka pada dasarnya sama sekali tiada
dari kondisi palsu ini akan ada . Anda menyebutkan Bhikshuni
Sugandha Vara Padma, Raja Kristal , dan Bhiksu SuNaksatra .
karma jahat seperti demikian milik mereka diciptakan oleh mereka
sendiri . Itu tidak jatuh dari surga langit atau tidak juga naik
dari tanah bumi , ataupun tidak juga itu ditimpakan beban pada
mereka oleh beberapa orang. Kepalsuan mereka sendiri membawanya
menjadi ada , dan sehingga mereka sendiri harus menjalani nya.
Dalam Hati Bodhi , itu adalah kosong dan palsu - kepaduan dari
pikiran palsu. "
" Selain itu , Ananda , jika saat membayar hutang masa lalunya
dengan menjalani kelahiran kembali sebagai binatang , makhluk
hidup seperti demikian itu membayar kembali lebih dari dia
berhutang , dia kemudian akan terlahir kembali sebagai manusia
untuk memperbaiki kelebihan itu. Jika pengutang adalah orang
yang dengan kekuatan , berkat , dan kebajikan , maka dia dapat
membayar apa yang ia kumpulkan lebih tanpa harus kehilangan
bentuk manusia . Tetapi jika dia tidak memiliki berkah , maka
dia akan terlahir kembali sebagai binatang untuk membayar yang
belum lunas . "
" Ananda , jika utang melibatkan uang , barang-barang material ,
atau tenaga kerja, kemudian setelah itu dibayar , utang
diselesaikan . Tetapi jika dalam proses pembayaran kehidupan
makhluk lain diambil atau daging mereka dimakan , maka itu akan
memulai putaran siklus saling melahap dan pemotongan yang akan
mengirim orang yang berhutang dan pengutang ke atas dan ke bawah
tanpa henti selama banyaknya kalpa seperti butiran terkecil atom
alam semesta . Tidak ada cara untuk menghentikan itu , kecuali
melalui 'Shamatha (kedamaian penghentian pikiran yang mengembara
dan kekuatan mengakhiri nafsu)' atau melalui datangnya sang
Buddha ke dunia . "
" Anda harus tahu bahwa ketika burung hantu dan jenis mereka
telah membayar kembali utang mereka , mereka mendapatkan kembali
bentuk asli mereka dan dilahirkan sebagai orang-orang bandel
yang keras kepala. "
" Ketika makhluk-mahluk sial yang tidak beruntung telah membayar
kembali utang mereka , mereka mendapatkan kembali bentuk asli
mereka dan dilahirkan sebagai orang aneh yang tidak normal . "
" Ketika rubah telah membayar kembali utang mereka , mereka
mendapatkan kembali bentuk asli mereka dan dilahirkan sebagai
orang yang bodoh . "
" Ketika makhluk-mahluk dari golongan yang berbisa telah
membayar kembali utang mereka , mereka mendapatkan kembali
bentuk asli mereka dan dilahirkan sebagai orang-orang jahat . "
" Ketika cacing pita dan jenis yang seperti mereka telah
membayar kembali utang mereka , mereka mendapatkan kembali
bentuk asli mereka dan dilahirkan sebagai orang rendahan . "
" Ketika jenis mahluk yang dimakan telah membayar kembali utang
mereka , mereka mendapatkan kembali bentuk asli mereka dan
terlahir kembali sebagai orang-orang yang lemah . "
" Ketika makhluk yang digunakan untuk pakaian atau pelayanan
telah membayar kembali utang mereka , mereka mendapatkan kembali
bentuk aslinya dan terlahir kembali sebagai orang yang melakukan
kerja paksa. "
" Ketika makhluk yang berpindah tempat telah membayar kembali
utang mereka , mereka mendapatkan kembali bentuk aslinya dan
terlahir kembali sebagai orang sastra . "
" Ketika makhluk yang berkhasiat telah membayar kembali utang
mereka , mereka mendapatkan kembali bentuk aslinya dan terlahir
kembali sebagai orang-orang cerdas. "
" Ketika hewan peliharaan rumah tangga telah membayar kembali
utang mereka , mereka mendapatkan kembali bentuk aslinya dan
terlahir kembali sebagai orang-orang pintar yang berpengalaman
duniawi. "
" Ananda , ini semua adalah makhluk yang telah selesai membayar
kembali utang masa lampau dan dilahirkan kembali di alam manusia
. Mereka terlibat dalam skema tanpa awal dari karma dan
angan-angan khayalan dan menghabiskan hidup mereka membunuh dan
dibunuh oleh satu sama lain . Mereka tidak dapat untuk menemui
Tathagata atau mendengarkan Dharma sandaran . Mereka hanya
tinggal di dalam debu yang melelahkan , melewati putaran siklus
berulang . Orang-orang seperti itu benar-benar bisa disebut
menyedihkan . "
"Selain itu , Ananda , ada orang yang tidak bergantung pada
Pencerahan Bodhi yang tepat untuk menumbuhkan Samadhi , tapi
menumbuhkan dalam beberapa cara khusus yang didasarkan pada
pemikiran mereka yang salah. Memegang gagasan mengabadikan tubuh
fisik mereka , mereka berkeliaran di pegunungan dan hutan di
tempat-tempat orang tidak pergi dan menjadi Sepuluh Jenis Abadi
(Rsi) . "
" Ananda , beberapa makhluk hidup ini dengan ketetapan yang tak
kunjung padam membuat diri mereka kuat dengan makanan yang
disiapkan khusus . Ketika mereka telah menyempurnakan cara makan
ini , mereka dikenal sebagai Rsi yang bepergian di tanah bumi .
"
" Beberapa makhluk ini dengan ketetapan yang tak kunjung padam
membuat diri mereka kuat melalui penggunaan rumput dan tumbuhan
ramuan . Ketika mereka telah menyempurnakan cara mengambil
tumbuhan ramuan ini, mereka dikenal sebagai Rsi yang terbang. "
" Beberapa makhluk ini dengan ketetapan yang tak kunjung padam
membuat diri mereka kuat melalui penggunaan logam dan batu .
Ketika mereka telah menyempurnakan cara perubahan wujud , mereka
dikenal sebagai Rsi yang menjelajah . "
" Beberapa makhluk ini dengan ketetapan yang tak kunjung padam
membuat diri mereka kuat melalui gerakan dan keheningan . Ketika
mereka telah menyempurnakan energi dan intisari mereka , mereka
dikenal sebagai Rsi yang bepergian di ruang angkasa . "
" Beberapa makhluk ini dengan ketetapan yang tak kunjung padam
membuat diri mereka kuat dengan menggunakan aliran air liur .
Ketika mereka telah menyempurnakan kebaikan dari kelembaban ini
, mereka dikenal sebagai Rsi yang bepergian di surga . "
" Beberapa makhluk ini dengan ketetapan yang tak kunjung padam
membuat diri mereka kuat dengan intisari matahari dan bulan .
Ketika mereka telah menyempurnakan penghirupan intisari ini ,
mereka dikenal sebagai Rsi yang menembus semua . "
" Beberapa makhluk ini dengan ketetapan yang tak kunjung padam
membuat diri mereka kuat melalui mantra dan ajaran sila . Ketika
mereka telah menyempurnakan keterampilan ini , mereka dikenal
sebagai Rsi dari sang Jalan . "
" Beberapa makhluk ini dengan ketetapan yang tak kunjung padam
membuat diri mereka kuat melalui penggunaan proses berpikir .
Ketika mereka telah menyempurnakan pikiran dan ingatan , mereka
dikenal sebagai Rsi yang menyinari "
" Beberapa makhluk ini dengan ketetapan yang tak kunjung padam
membuat diri mereka kuat melalui persatuan dalam. Ketika mereka
telah menyempurnakan tanggapan itu , mereka dikenal sebagai Rsi
intisari. "
" Beberapa makhluk ini dengan ketetapan yang tak kunjung padam
membuat diri mereka kuat melalui perubahan wujud . Ketika mereka
telah menyempurnakan kebangkitan mereka , mereka dikenal sebagai
Rsi dari tingkat tertinggi . "
" Ananda , ini adalah semua orang yang melebur pikiran mereka
tetapi tidak mengolah budidaya Pencerahan Bodhi yang tepat .
Mereka mendapatkan beberapa prinsip khusus dari hidup dan dapat
hidup selama ribuan atau puluhan ribu tahun . Mereka
mengundurkan diri jauh ke pegunungan atau ke pulau-pulau di laut
dan memisahkan diri dari alam manusia . Namun, mereka masih
bagian dari roda yang berputar , karena mereka mengalir dan
berputar sesuai dengan pikiran mereka yang salah dan tidak
menumbuhkan Samadhi . Ketika pahala mereka selesai , mereka
masih harus kembali dan masuk ke berbagai takdir . "
" Ananda , ada banyak orang di dunia yang tidak mencari apa yang
abadi dan yang belum bisa meninggalkan cinta yang ada diantara
dirinya dan istri-istri mereka . Tetapi mereka tidak memiliki
minat dalam perbuatan buruk seksual dan jadi kemurnian mereka
berkembang dan cahaya mereka terungkap . Ketika hidup mereka
berakhir , mereka terlahir di Surga dari Empat Raja
(Catur-Maha-Rajika-Kayika) di sebelah matahari dan bulan . "
" Mereka yang cinta seksual untuk istri mereka adalah sedikit,
tapi yang belum memperoleh kemurnian lengkap ketika tinggal
dalam kesendirian , melampaui cahaya matahari dan bulan pada
akhir hidup mereka , dan berada di puncak dunia manusia .
Orang-orang seperti itu terlahir di Surga Dewa Tiga Puluh Tiga
(Trayastrimsha) . "
" Mereka yang menjadi sementara terlibat ketika mereka bertemu
dengan nafsu keinginan tetapi yang tidak menghuni pada itu
ketika itu selesai , dan yang, sementara di alam manusia ,
kurang aktif dan lebih hening tenang, tinggal berdiam di akhir
hidup mereka di dalam cahaya dan kekosongan dimana pancaran
cahaya matahari dan bulan tidak mencapai . Makhluk-makhluk ini
memiliki cahaya mereka sendiri , dan mereka lahir di Surga
Suyama (Tanpa Perkelahian) . "
" Mereka yang hening tenang sepanjang waktu , tetapi yang belum
mampu menahan ketika dirangsang oleh hubungan , naik pada akhir
hidup mereka ke tempat yang sangat halus dan ringan , mereka
tidak akan ditarik ke dalam alam yang lebih rendah. Kehancuran
dari alam manusia dan alam dewa dan tiga bencana pada akhir
kalpa tidak akan mencapai mereka, karena mereka terlahir di
Surga Tushita (Penuh Kegembiraan) . "
" Mereka yang tidak memiliki nafsu keinginan , tapi yang akan
terlibat di dalamnya demi pasangan mereka , meskipun bagi mereka
pengalaman itu adalah hambar tak berasa seperti mengunyah lilin
, dilahirkan pada akhir hidup mereka di tempat yang melampaui
sukar dipahami dari perubahan wujud . Mereka lahir di Surga
Nirmana-rataya ( Kebahagiaan oleh Perubahan Wujud ) . "
" Mereka yang tidak memiliki pikiran duniawi saat melakukan apa
yang orang duniawi lakukan , yang jernih dan di luar dari
kegiatan seperti itu saat terlibat di dalamnya , mampu pada
akhir hidup mereka sepenuhnya melampaui keadaan dimana perubahan
wujud mungkin ada atau tidak ada. Mereka lahir di Surga
Para-nirmita -vasa -vartin ( Kesenangan dari Perubahan Wujud
Lainnya ) . "
" Ananda , meskipun para makhluk didalam enam surga ini telah
secara tubuh fisik melampaui nafsu keinginan , jejak dari itu
masih tetap dalam pikiran mereka . Tingkat keberadaan sejauh
yang dibahas dikenal sebagai Alam dari Nafsu keinginan
(Kama-dhatu) . "
" Ananda , semua orang di dunia yang mengolah hati mereka ,
tetapi tidak membantu diri mereka sendiri pada Dhyana dan
sehingga tidak memiliki kebijaksanaan , hanya bisa mengendalikan
tubuh mereka agar tidak terlibat dalam gairah nafsu seksual .
Apakah berjalan atau duduk , atau di dalam pikiran mereka ,
mereka sama sekali tidak memiliki itu . Karena mereka tidak
menimbulkan cinta yang mencemarkan , mereka tidak tetap berada
didalam Kama-dhatu . Orang-orang ini , dalam menanggapi pikiran
mereka , mengambil tubuh makhluk Brahma . Makhluk tersebut
berada di Surga Brahma-kayika (Perkumpulan Majelis Brahma) . "
" Dalam mereka yang hatinya pada nafsu keinginan telah
disingkirkan , pikiran yang terpisah dari nafsu keinginan
mewujud nyata . Mereka senang dalam mengikuti ajaran sila .
Berlatih kebajikan Brahma setiap saat , makhluk seperti itu
berada di Surga Brahma-purohita (Menteri Brahma) . "
" Mereka yang tubuh dan pikiran nya yang luar biasa sempurna ,
dan yang sikap tingkah-laku mulianya tidak sedikit pun
kekurangan , yang murni dalam sila dan memiliki pemahaman yang
menyeluruh dari itu juga. Memerintah banyak Brahma sebagai
Maha-Brahma-deva-raja , makhluk tersebut adalah di dalam Surga
Maha Brahma (Brahma besar) . "
" Ananda , mereka yang mengalir ke tiga tingkat yang unggul ini
tidak akan ditindas oleh bermacam-macam penderitaan . Meskipun
mereka belum mengembangkan Samadhi yang tepat, pikiran mereka
murni ke titik bahwa semua arus terhenti . Ini disebut Dhyana
Pertama . "
" Ananda , mereka yang melebihi di luar Surga-surga Brahma
memerintah para makhluk Brahma , demi tingkah-laku Brahma mereka
disempurnakan . Dengan pikiran mereka yang hening-tenang dan tak
bergerak , mereka memancarkan cahaya dalam keheningan yang
mendalam . Makhluk-mahluk tersebut berada di Surga
Parīttābha (Cahaya terbatas yang lebih kecil) . "
" Mereka yang cahayanya menerangi satu sama lain dalam kilauan
sinar menyala yang tak berujung di seluruh alam dari sepuluh
penjuru sehingga segala sesuatu menjadi seperti kristal .
Makhluk-mahluk tersebut berada di Surga Apramānābha
(Cahaya yang tak terbatas). "
" Mereka yang mempertahankan cahaya hingga kesempurnaan mencapai
zat isi pokok dari ajaran . Menciptakan dan mengubah wujud
kemurnian menjadi tanggapan-tanggapan dan fungsi-fungsi yang tak
ada habisnya , makhluk-mahluk tersebut berada di dalam Surga
Ābhāsvara (Cahaya Suara). "
" Ananda , mereka yang mengalir ke tiga tingkat yang unggul ini
tidak akan tertindas oleh kekhawatiran atau kekesalan . Meskipun
mereka belum mengembangkan Samadhi yang tepat, pikiran mereka
murni ke titik bahwa mereka telah menaklukkan arus keluar mereka
yang kasar . Ini disebut Dhyana Kedua . "
" Ananda , para makhluk surgawi untuk siapa yang kesempurnaan
cahayanya telah menjadi suara dan yang lebih lanjut membuka
keluar suara itu untuk mengungkapkan keajaiban nya yang tiba di
tingkat yang lebih kuat dari latihan . Sesampainya di
kebahagiaan dari kepunahan yang hening tenang , makhluk tersebut
berada di Surga Parīttaśubha (Kemurnian yang lebih
kecil) . "
"Mereka di dalam yang 'keadaan kemurnian dikosongkan' mengalami
ketidak-terbatasan dari cahaya yang ringan-menyenangkan dalam
tubuh dan pikiran mereka , dan mereka mencapai kebahagiaan dari
keheningan Nirvana . Makhluk tersebut berada di Surga
Apramānaśubha (Kemurnian yang tanpa batas) . "
"Mereka yang dunia , tubuh , dan pikiran semuanya murni sempurna
telah mencapai kebajikan dari kemurnian , dan mereka menganggap
hal ini menjadi tempat tinggal yang lebih unggul di mana mereka
dapat kembali ke kebahagiaan dari keheningan Nirvana . Makhluk
tersebut berada dalam Surga Śubhakritsna (Kemurnian total
yang menembus) . "
" Ananda , mereka yang mengalir ke tiga tingkat yang unggul ini
akan dipenuhi dengan pemenuhan besar . Tubuh dan pikiran mereka
adalah damai , dan mereka mendapatkan kebahagiaan yang tak
terbatas. Meskipun mereka belum memperoleh Samadhi yang asli ,
sukacita dalam keheningan-tenang dari pikiran mereka adalah
total . Ini disebut Dhyana Ketiga . "
" Selain itu , Ananda , para makhluk surga yang 'tubuh dan
pikiran nya tidak tertindas' mengakhiri penyebab penderitaan dan
menyadari bahwa kebahagiaan adalah tidak kekal - bahwa cepat
atau lambat itu akan berakhir. Mereka secara tegas menolak kedua
'pikiran dari penderitaan dan pikiran dari kebahagiaan' .
Penderitaan kasar mereka dilenyapkan , dan berkat yang murni
muncul . Makhluk tersebut berada di Surga Punyaprasava
(Kelahiran dari berkat kebajikan) . "
" Mereka yang 'penolakan terhadap pikiran-pikiran ini
disempurnakan' mendapatkan kemurnian dari pemahaman yang lebih
unggul . Dalam berkat-berkat yang tidak terhalang ini, mereka
memperoleh pemenuhan indah menakjubkan yang meluas hingga ke
batas-batas dari masa depan . Makhluk tersebut berada di dalam
Surga Anabhraka (Kesenangan Terberkati). "
" Ananda , dari surga itu ada dua cara untuk pergi . Mereka yang
memperpanjang pemikiran sebelumnya menjadi cahaya murni yang tak
terbatas , dan yang menyempurnakan berkat dan kebajikan mereka ,
mengolah budidaya dan ditetapkan ke salah satu dari tempat
tinggal tersebut . Makhluk tersebut berada di dalam Surga
Brhatphala (Buah yang banyak berlimpah-limpah) . "
" Mereka yang memperpanjang pemikiran sebelumnya menjadi tidak
suka pada kedua 'penderitaan dan kebahagiaan' tak henti-hentinya
meningkatkan penolakan mereka sampai mereka menyempurnakan jalan
dari penolakan. Tubuh dan pikiran mereka akan menjadi punah;
Pikiran mereka akan menjadi seperti abu mati. Selama lima ratus
kalpa para makhluk ini akan mengabadikan penyebab untuk
penghasilan dan kepunahan , menjadi tidak mampu mengungkap sifat
alami yang tidak dihasilkan ataupun tidak dipadamkan. Selama
separuh pertama dari kalpa ini mereka akan menjalani kepunahan;
selama separuh kedua mereka akan mengalami penghasilan. Makhluk
tersebut berada di Surga Asamjņasattva (Tanpa pikiran). "
" Ananda , mereka yang mengalir ke empat tingkat yang unggul ini
tidak akan terpengaruh oleh penderitaan atau kebahagiaan di
dunia manapun . Meskipun ini adalah bukan 'yang tanpa kondisi
dari Tingkat Sejati dari Yang Tidak Bergerak' , karena mereka
masih memiliki pikiran untuk mendapatkan sesuatu , pemberdayaan
fungsi mereka adalah tetap cukup maju . Ini disebut Dhyana
Keempat . "
" Melampaui di luar ini, Ananda , ada Kelima Surga dari Yang
Tidak Kembali . Bagi mereka yang telah benar-benar sepenuhnya
memotong habis sembilan kategori dari kebiasaan di alam yang
lebih rendah , tiada penderitaan maupun tiada kebahagiaan yang
ada, dan tidak ada kemunduran ke tingkat yang lebih rendah .
Semua yang pikirannya telah mencapai penolakan ini tinggal
menetap didalam Surga-surga ini bersama-sama . "
" Ananda , mereka yang telah mengakhiri penderitaan dan
kebahagiaan dan yang tidak terlibat dalam pertentangan diantara
pikiran-pikiran tersebut adalah berada di Surga Avriha (Tiada
Penderitaan) . "
" Ketika pikiran dan keadaan-keadaan terpisah , bahkan pikiran
dari menyelidiki keterlibatan itu dihilangkan . Makhluk tersebut
berada di Surga Atapa (Tanpa Panas) . "
" Mereka yang penglihatannya luar biasa sempurna dan jelas ,
melihat alam dari sepuluh penjuru yang bebas dari penampilan
tercemar dan tanpa semua kotoran dan pencemaran . Makhluk
tersebut berada di Surga Sudarśana (Penglihatan Jelas Yang
Baik) . "
" Mereka yang intisari pokok dari penglihatannya telah
diwujudkan mampu mengubah wujud sesuka hati tanpa halangan .
Makhluk tersebut berada di Surga Sudraśa (Perubahan Wujud
Indah Yang Baik) . "
" Mereka yang secara mendalam memahami prinsip utama dan sifat
alami dari rupa bentuk mencapai perbatasan dari kekosongan .
Makhluk tersebut berada di Surga Akanistha ('Sama dalam
peringkat' ='Kediaman Murni Yang Halus'= 'Surga tertinggi dari
Rupadhatu') .
" Ananda , mereka yang berada didalam Empat Dhyana itu, dan
bahkan para Raja Dewa yang berada pada empat tingkat itu, hanya
bisa memberikan penghormatan mereka melalui setelah mendengar
para Makhluk di Surga dari Yang Tidak Kembali , mereka tidak
dapat mengenal Mereka ataupun tidak dapat melihat Mereka , sama
seperti orang awam biasa di dunia tidak bisa melihat
tempat-tempat di mana Arahat tinggal di dalam Bodhimandala yang
jauh kedalam hutan-belantara dan gunung-gunung . "
" Ananda , didalam delapan belas Surga ini adalah mereka yang
tetap sunyi bertapa menyendiri dan tidak terlibat , tetapi yang
belum berhasil menyingkirkan rupa bentuk mereka . Surga ini
disebut Rupadhatu . "
" Selain itu , Ananda , dari puncak ini dari Rupa-dhatu ada juga
dua jalan . Mereka 'yang bersungguh-sungguh pada penolakan'
telah mendatangkan kebijaksanaan. Cahaya kebijaksanaan mereka
menjadi sempurna dan menembus , sehingga mereka dapat melampaui
alam samsara yang tercemar , mencapai kesucian Arhat , dan
memasuki Bodhisattvayana (Kendaraan Bodhisattva) . Mereka
disebut 'Maha Arahat' yang telah menghadapkan pikiran Mereka
kepada Mahāyāna (Kendaraan Besar = Kendaraan Agung) . "
" Mereka yang tinggal berdiam di dalam pikiran dari penolakan
dan yang berhasil dalam pembuangan dan penolakan , menyadari
bahwa tubuh mereka adalah penghambat . Jika mereka kemudian
melenyapkan hambatan dan masuk ke dalam kekosongan , mereka
berada di pangkalan Ākāśānantyāyatana
(Kekosongan ruang angkasa yang tidak terbatas) . "
" Bagi mereka yang telah memusnahkan semua hambatan , tidak ada
halangan ataupun tidak ada kepunahan . Lalu yang masih ada hanya
kesadaran alaya (gudang kesadaran) dan setengah dari fungsi
halus dari mano-vijnana (kesadaran pikiran) . Makhluk-makhluk
ini berada di pangkalan Vijņānānantyāyatana
(Kesadaran Tanpa Batas) . "
" Mereka 'yang telah menyingkirkan dengan kekosongan dan bentuk'
membasmi pikiran yang sadar juga. Didalam keheningan-tenang yang
luas dari sepuluh penjuru tiada tempat sama sekali untuk pergi .
Makhluk-makhluk ini berada di pangkalan
Ākimcanyāyatana (Tiada Apapun) . "
" Sifat alami dari kesadaran adalah tak bergerak , namun dalam
kepunahan mereka secara mendalam menyelidiki itu , mencoba untuk
mengakhiri apa yang tak ada habisnya . Jadi, seolah-olah itu ada
dan namun tidak ada , seolah-olah itu berakhir namun belum
berakhir . Para makhluk itu berada di pangkalan
Naivasamjņānāsamjņāyatana (Tiada pikiran maupun
tiada yang bukan pikiran) . "
" Makhluk-makhluk ini yang mengolah budidaya jalan bijaksana
dari Surga dari Yang Tidak Kembali dengan menggali secara
mendalam ke dalam kekosongan tanpa memahami prinsip kekosongan
dikenal sebagai Arahat pudar membosankan (Anāgāmin dari
KeArhatan) yang tidak mengubah pikiran Mereka untuk menghadap ke
Mahāyāna. Sama seperti mereka yang di Surga Tanpa Pikiran dan
Surga-surga diluar lainnya yang secara mendalam menyelidiki
kekosongan tanpa mengetahui untuk memperbaiki , para makhluk ini
adalah bodoh dan tersesat didalam ( surga dengan ) arus keluar .
Mereka oleh karena itu akan memasuki siklus perputaran kelahiran
kembali lagi . "
" Ananda , para makhluk di semua surga ini adalah makhluk awam
biasa yang menerima buah dari karma penghargaan mereka. Begitu
hadiah mereka habis , mereka harus satu kali lagi memasuki
kelahiran kembali . Para devarāja penguasa dari surga-surga ini,
bagaimanapun , adalah semua Bodhisattva yang menjelajah didalam
Samadhi . Mereka secara bertahap berkembang maju dalam latihan
Mereka dan membuat pemindahan dengan cara yang dibudidayakan
oleh semua orang bijak . "
" Ananda , ini adalah Empat Surga dari Kekosongan , di mana
tubuh dan pikiran dari penduduknya dipadamkan . Konsentrasi
muncul , dan mereka terbebas dari pembalasan karma rupa-bentuk .
Kelompok terakhir ini disebut Arupa-dhatu (Alam tanpa
rupa-bentuk) . "
" Para makhluk itu didalam keseluruhan mereka belum memahami
'pikiran terang tercerahkan yang indah menakjubkan' . Pegumpulan
mereka pada kepalsuan membawa menjadi ada keberadaan palsu di
Triloka (Tiga Alam). Dalam hal ini mereka secara palsu
mengikutinya dan menjadi tenggelam didalam tujuh nasib . Sebagai
pudgala , mereka berkumpul bersama dengan jenis mereka sendiri .
"
" Selanjutnya , Ananda , ada empat kategori Asura di Triloka . "
" Mereka yang berada di jalan hantu yang , melalui kekuatan
mereka melindungi Dharma , bisa menaiki penembusan batin mereka
untuk masuk ke dalam kekosongan adalah para asura yang terlahir
dari telur , mereka adalah milik dari takdir nasib hantu . "
" Mereka 'yang telah jatuh dalam kebajikannya yang berkurang dan
telah diberhentikan dari surga' tinggal berdiam di tempat-tempat
didekat matahari dan bulan . Mereka adalah para asura yang
terlahir dari rahim dan milik dari takdir nasib manusia . "
" Ada para raja asura yang menjunjung tinggi dunia dengan
kekuatan penembusan dan keberanian . Mereka mampu bersaing
dengan Brahma-raja, Shakra-deva , dan Catur-Maha-rajika. Para
asura ini terwujud menjadi ada melalui perubahan wujud dan milik
dari takdir nasib dewa . "
" Ananda , ada hal lain , kategori yang lebih bawah dari para
asura. Mereka terlahir di tengah laut yang besar dan hidup di
gua-gua bawah laut. Selama siang hari mereka berkeliaran didalam
kekosongan ; Pada malam hari mereka kembali ke alam berair. Para
asura ini terwujud menjadi ada dikarenakan oleh kelembaban dan
milik dari takdir nasib hewan . "
" Ananda , sehingga ketika tujuh nasib dari para penghuni neraka
, preta (hantu kelaparan) , hewan, manusia , rsi (jenis mahluk
yang berlatih keabadian) , dewa , dan asura diselidiki secara
terperinci , mereka semua ditemukan keruh dan terlibat dalam
keberadaan yang berkondisi . Kelahiran mereka berasal dari
pikiran palsu. karma yang menyusul berikutnya milik mereka
berasal dari pikiran-pikiran yang palsu. Didalam kesempurnaan
yang indah menakjubkan dari pikiran pokok mendasar yaitu tanpa
melakukan apapun, mereka seperti bunga aneh di ruang angkasa,
karena pada dasarnya tidak ada yang ditempel , mereka sepenuhnya
sia-sia dan palsu , dan mereka tidak memiliki sumber atau awal .
"
" Ananda , para makhluk hidup ini , yang tidak mengenali pikiran
yang pokok mendasar , semuanya mengalami kelahiran kembali
selama kalpa-kalpa yang tak terbatas . Mereka tidak mencapai
kemurnian yang benar sejati, karena mereka terus terlibat dalam
pembunuhan, pencurian , dan nafsu , atau karena mereka melawan
nya dan terlahir sesuai dengan mereka yang tidak membunuh ,
tidak mencuri , dan tiada nafsu . Jika tiga karma ini hadir di
dalam mereka , mereka terlahir di antara pasukan hantu . Jika
mereka terbebas dari ketiga karma ini , mereka terlahir dalam
takdir nasib dewa . Gejolak tidak tetap yang terus-menerus
diantara ada dan ketiadaan dari karma-karma ini menimbulkan
perputaran siklus kelahiran kembali . "
" Bagi mereka yang mampu melahirkan Samadhi , 'baik kehadiran
maupun tidak adanya dari karma-karma ini' ada didalam keheningan
abadi itu , bahkan ketidakberadaan mereka diselesaikan. Sejak
ketiadaan dari membunuh , mencuri , dan nafsu adalah tidak ada,
bagaimana bisa ada keterlibatan yang benar-benar didalam
perbuatan dari pembunuhan , pencurian dan nafsu ? "
" Ananda , mereka yang tidak memotong habis tiga karma itu
masing-masing memiliki andil pribadi mereka sendiri . Karena
masing-masing memiliki andil pribadi , andil pribadi menjadi
terkumpul , membuat bagian-bagian bersama. Mereka tidak tanpa
sumber yang tetap, karena mereka muncul dari kepalsuan . Oleh
karena mereka muncul dari kepalsuan , mereka pada dasarnya tanpa
sebab , dan dengan demikian mereka tidak bisa dilacak dengan
tepat . "
" Anda harus memperingatkan para pengolah budidaya bahwa mereka
harus menyingkirkan tiga angan-angan khayalan ini jika mereka
ingin menumbuhkan Bodhi . Jika mereka tidak mengakhiri tiga
angan-angan khayalan ini , maka bahkan penembusan batin yang
mereka mungkin capai hanyalah keduniawian , fungsi yang
berkondisi . Jika mereka tidak memadamkan kebiasaan ini, mereka
akan jatuh ke dalam jalan iblis. Meskipun mereka ingin mengusir
kepalsuan , bahkan mereka menjadi berlipat-ganda menipu. Sang
Tathagata mengatakan bahwa makhluk tersebut adalah menyedihkan.
Anda telah menciptakan kepalsuan ini sendiri; itu bukanlah
kesalahan dari Bodhi . Penjelasan yang seperti ini adalah ucapan
yang tepat . Setiap penjelasan yang lain adalah ucapan dari raja
iblis mara . "
Pada saat itu , sang Tathagata sedang bersiap-siap untuk
meninggalkan kursi Dharma . Dari Simhasana (tahta singa) , Dia
mengulurkan tanganNya dan meletakkanNya di atas meja kecil yang
terbuat dari tujuh permata yang berharga . Tapi kemudian , Dia
membalikkan tubuhNya , yang merupakan warna dari ungu gunung
emas , dan bersandar kembali , berkata kepada semua orang dalam
persamuan majelis dan Ananda , "Bagi Anda yang banyak untuk
Belajar , Anda para Pratyekabuddha yang Tercerahkan oleh Kondisi
, dan Anda para Sravaka (pendengar suara) sekarang telah
mengalihkan pikiran Anda untuk mengejar pencapaian Bodhi
tertinggi ; yang tak tertandingi , pencerahan yang indah
menakjubkan. Saya telah mengajarkan Anda cara yang benar dari
mengolah budidaya. Anda masih tidak menyadari peristiwa halus
iblis mara yang dapat terjadi ketika Anda mengembangkan Shamatha
- Vipashyana; Jika Anda tidak dapat mengenali keadaan iblis
ketika ia muncul , itu adalah karena pembersihan pikiran Anda
belum tepat. Anda kemudian akan ditelan oleh pandangan yang
menyimpang. Anda mungkin diganggu oleh iblis dari skandha anda
sendiri atau iblis dari surga. Atau Anda mungkin dikuasai oleh
hantu atau roh , atau Anda mungkin menghadapi hantu gunung. Jika
pikiran Anda tidak jelas , Anda akan keliru mempersamakan
pencuri untuk anak Anda sendiri . Hal ini juga memungkinkan
untuk merasa puas setelah pencapaian yang kecil , seperti
Bhikshu yang tidak terpelajar yang mencapai Dhyana Keempat dan
mengklaim bahwa ia telah mencapai kebijaksanaan . Ketika pahala
surgawi nya berakhir dan tanda-tanda kerusakan muncul , dia
memfitnah kesucian Arhat sebagai yang tunduk pada kelahiran dan
kematian , dan dengan demikian dia jatuh ke dalam neraka Avichi
. Anda harus memperhatikan . sekarang Saya akan menjelaskan hal
ini secara terperinci untuk Anda.
Ananda berdiri dan , dengan yang lainnya didalam persamuan
majelis yang masih memiliki lebih banyak untuk belajar ,
membungkuk dengan penuh sukacita. Mereka mendiamkan diri Mereka
sendiri untuk mendengarkan Ajaran welas asih itu.
[center]( Iblis skandha dari lima puluh Jenis )[/center]
Sang Buddha memberitahu kepada Ananda dan seluruh persamuan
majelis , " Anda harus tahu bahwa dua belas jenis makhluk hidup
di dunia dari arus keluar ini diberkahi dengan yang sangat
terang , pencerahan mendasar - yang tercerahkan , isi pokok zat
yang sempurna dari pikiran yang tidak berbeda dengan milik para
Buddha dari sepuluh penjuru . Karena kesalahan dari pikiran yang
palsu dan kebingungan tentang kebenaran , kegilaan birahi muncul
dan membuat kebingungan Anda semuanya meresap menjalar .
Akibatnya , kekosongan muncul . Dunia-dunia menjadi terwujud
ketika kebingungan itu terus-menerus tak henti-hentinya berubah
bentuk . Oleh karena itu , wlayah-wilayah yang tidak tanpa arus
keluar , yang banyaknya seperti butiran terkecil atom dari alam
semesta di seluruh sepuluh penjuru , semuanya diciptakan sebagai
hasil dari kebingungan , kekusaman , dan pikiran palsu . "
" Anda harus tahu bahwa ruang angkasa yang tercipta dalam hati
Anda adalah seperti sebuah gumpalan awan yang menitik langit
yang luas . Berapa banyak yang lebih kecil harus semua dunia
terjadi dalam ruang angkasa itu ! Jika bahkan satu orang di
antara kamu menemukan kebenaran dan kembali ke sumbernya , maka
semua ruang angkasa di sepuluh penjuru dilenyapkan . Bagaimana
mungkin dunia-dunia dalam ruang angkasa gagal untuk dihancurkan
juga? "
" Ketika Anda mengolah Dhyana dan mencapai Samadhi , pikiran
Anda menyeuaikan dengan pikiran para Bodhisattva dan Arahat
besar dari sepuluh penjuru yang bebas dari arus keluar , dan
Anda tinggal berdiam di dalam keadaan dari kemurnian yang
mendalam . Semua raja iblis , hantu dan roh , dan para dewa
biasa melihat runtuhnya istana mereka tanpa alasan yang jelas .
Gempa mengguncang , dan semua makhluk di dalam air , di darat ,
dan di udara , tanpa kecuali , ketakutan . Namun orang-orang
awam biasa yang tenggelam dalam kebingungan yang suram tetap
tidak menyadari perubahan-perubahan ini. Semua makhluk ini
memiliki lima jenis kekuatan batin; mereka masih kekurangan
penghapusan pada arus keluar karena mereka masih melekat pada
kesukaan duniawi. Bagaimana mungkin mereka membiarkan Anda untuk
menghancurkan istana mereka? Itulah mengapa para hantu , roh ,
iblis langit , mahluk halus , dan yaksha datang untuk mengganggu
Anda ketika Anda berada didalam Samadhi . "
" Meskipun para iblis ini memiliki kebencian yang luar biasa ,
mereka berada dalam cengkeraman nafsu duniawi mereka , sementara
Anda berada dalam pencerahan yang indah menakjubkan . Mereka
tidak bisa mempengaruhi Anda lebih dari sebuah angin yang
bertiup dapat mempengaruhi cahaya atau pisau dapat memotong
melalui air . Anda seperti air yang mendidih , sedangkan iblis
itu seperti es padat yang , di hadapan panas , segera mencair .
Karena mereka mengandalkan hanya pada kekuatan batin , mereka
hanya seperti tamu . Mereka bisa berhasil dalam kehancuran
mereka melalui pikiran Anda , yang merupakan tuan rumah dari
lima skandha . Jika tuan rumah menjadi bingung , para tamu akan
dapat melakukan apa yang mereka harap . Ketika Anda berada
didalam Dhyana , terbangun , menyadari , dan bebas dari
angan-angan khayalan , perbuatan iblis mereka tidak dapat
melakukan apa pun pada Anda . Ketika skandha larut , Anda
memasuki cahaya . Semua gerombolan orang yang menyimpang itu
tergantung pada energi kegelapan . Karena cahaya dapat merusak
kegelapan , mereka akan hancur jika mereka datang di dekat Anda
. Bagaimana mereka bisa berani berlama-lama dan mencoba untuk
mengganggu Dhyana - Samadhi Anda ? "
" Jika Anda tidak jelas dan tidak sadar , tetapi dibingungkan
dengan Skandha , maka Anda , Ananda , pasti akan menjadi salah
satu dari iblis mara . Anda akan berubah menjadi makhluk iblis.
Perjumpaan Anda dengan putri Matangi adalah peristiwa kecil .
Dia melemparkan mantra pada Anda untuk membuat Anda melanggar
sila-sila moral sang Buddha . Namun, di antara delapan puluh
ribu cara dari perilaku , Anda melanggar hanya satu ajaran sila.
Karena pikiran Anda adalah murni , semua tidak hilang . Itu akan
menjadi upaya untuk menghancurkan pencerahan berharga milik Anda
. Kalau itu berhasil , Anda akan menjadi seperti keluarga dari
seorang atasan pejabat pemerintah yang tiba-tiba diasingkan ;
keluarganya melarat mengembara , kehilangan dan sendirian ,
tanpa ada seorangpun yang kasihan atau menyelamatkan mereka. "
" Ananda , Anda harus tahu bahwa sebagai seorang pengolah
budidaya yang duduk di Bodhimanda , Dia menyingkirkan dengan
semua pikiran menghilang . Ketika pikirannya berakhir , tidak
akan ada apapun di pikirannya . Keadaan dari kejelasan murni ini
akan tetap sama apakah dalam gerakan ataupun keheningan tenang
yang diam , dalam ingatan ataupun kelupaan . Ketika Dia tinggal
berdiam di tempat ini dan memasuki Samadhi , Dia seperti orang
dengan penglihatan yang jelas yang menemukan dirinya didalam
kegelapan total . Meskipun sifat alaminya adalah kemurnian yang
mengagumkan , pikirannya belum diterangi . Ini adalah wilayah
dari 'Rupa Skandha' . Jika matanya menjadi jelas , Dia akan
kemudian mengalami sepuluh penjuru sebagai hamparan terbuka ,
dan kegelapan akan hilang . Ini adalah akhir dari 'Rupa Skandha'
. Dia kemudian akan mampu melampaui kekeruhan waktu .
Merenungkan penyebab dari Rupa Skandha , orang melihat bahwa
pikiran palsu dari kepadatan adalah sumbernya . "
" Ananda , pada saat ini , saat orang itu sungguh-sungguh
menyelidiki kecerahan yang menakjubkan , empat unsur tidak akan
lagi berfungsi bersama-sama , dan segera tubuh akan mampu
mengatasi penghalang . Keadaan ini disebut ' kecerahan murni
bergabung menyatu kedalam lingkungan ' . Ini adalah keadaan
sementara dalam perjalanan dari pengolahan budidaya dan tidak
menunjukkan kebijaksanaan . Jika dia tidak berpikir dia telah
menjadi seorang yang bijaksana , maka ini akan menjadi keadaan
yang baik . Tetapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka dia
akan rentan terhadap pengaruh iblis ' . "
" Selanjutnya, Ananda , saat orang menggunakan pikirannya untuk
bersungguh-sungguh menyelidiki cahaya yang indah menakjubkan itu
, cahaya itu akan meliputi tubuhnya . Tiba-tiba dia akan mampu
mencabut cacing usus dari tubuhnya sendiri , namun tubuhnya akan
tetap utuh dan tidak terluka . Keadaan ini disebut ' cahaya
murni bergelombang melalui tubuh fisik seseorang ' . Ini adalah
keadaan sementara dalam proses latihan yang kuat bersemangat ,
dan tidak menunjukkan kebijaksanaan . Jika dia tidak berpikir ia
telah menjadi seorang yang bijaksana , maka ini akan menjadi
keadaan yang baik . Tapi jika dia menganggap dirinya bijak ,
maka dia akan rentan terhadap pengaruh iblis ' . "
" Selanjutnya, saat orang menggunakan pikirannya untuk
bersungguh-sungguh menyelidiki di dalam dan di luar , tubuh
fisik nya dan batin jiwa nya , kecerdasan, hasrat kemauan,
intisari pokok , dan semangat nya akan dapat berinteraksi satu
sama lain tanpa mempengaruhi tubuhnya . Mereka akan bergiliran
sebagai tuan rumah dan tamu . Lalu dia tiba-tiba dapat mendengar
suara Dharma yang diucapkan di ruang angkasa, atau mungkin dia
akan mendengar kebenaran esoteris vajrayana yang diucapkan
secara serentak di seluruh sepuluh penjuru . Keadaan ini disebut
' intisari pokok dan jiwa bergantian memisah dan menyatu , dan
penanaman benih yang baik ' . Ini adalah kondisi sementara dan
tidak menunjukkan kebijaksanaan . Jika dia tidak berpikir ia
telah menjadi seorang yang bijaksana , maka ini akan menjadi
keadaan yang baik . Tapi jika dia menganggap dirinya bijak ,
maka dia akan rentan terhadap pengaruh iblis . "
" Selanjutnya , ketika pikiran seseorang menjadi jelas , membuka
selubung , cerah, dan menembus , sebuah cahaya dari dalam akan
bersinar dan mengubah segala sesuatu dalam sepuluh penjuru arah
menjadi bewarna Suvarna Jambunada (warna ungu keemasan) . Semua
berbagai jenis dari para makhluk akan berubah wujud menjadi para
Tathagata . Tiba-tiba dia akan melihat Vairocana Buddha duduk di
atas mimbar cahaya surga , dikelilingi oleh ribuan Buddha yang
secara bersamaan muncul pada bunga teratai di seratus juta
wilayah . Keadaan ini disebut ' pikiran dan jiwa yang ditanamkan
dengan kesadaran batin ' . Ketika dia telah menyelidiki ke pokok
dari kejelasan , cahaya terang dari pikirannya akan menyinari
semua dunia . Ini adalah keadaan sementara dan tidak menunjukkan
kebijaksanaan . Jika dia tidak berpikir ia telah menjadi seorang
bijak , maka ini akan menjadi keadaan yang baik . Tapi jika dia
menganggap dirinya bijak , maka dia akan rentan terhadap
pengaruh iblis ' . "
" Selanjutnya, saat orang menggunakan pikirannya untuk
bersungguh-sungguh menyelidiki cahaya yang indah menakjubkan itu
, dia akan merenungkan tanpa jeda , menahan dan menundukkan
pikirannya sehingga tidak pergi ke perbedaan besar . Tiba-tiba
ruang angkasa di sepuluh penjuru dapat menjadi warna dari tujuh
permata mulia atau warna dari seratus permata yang berharga ,
yang sekaligus meliputi kemana-mana tanpa menghambat satu sama
lain . Biru , kuning, merah , dan putih masing-masing akan jelas
terlihat . Keadaan ini disebut 'mencoba terlalu keras untuk
menundukkan pikiran ' . Ini adalah keadaan sementara dan tidak
menunjukkan kebijaksanaan . Jika dia tidak berpikir ia telah
menjadi seorang bijak , maka ini akan menjadi keadaan yang baik
. Tetapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka dia akan
rentan terhadap pengaruh iblis ' . "
" Selanjutnya, saat orang menggunakan pikirannya untuk
menyelidiki dengan ketajaman yang jelas sampai cahaya murni
tidak lagi berpencar , dia akan tiba-tiba dapat melihat berbagai
benda di ruangan gelap di malam hari , seolah-olah itu hanya
siang hari . Namun benda-benda yang sudah ada di ruangan gelap
itu tidak menghilang . Keadaan ini disebut ' membersihkan
pikiran dan memurnikan penglihatan sampai orang mampu melihat di
dalam gelap ' . Ini adalah keadaan sementara dan tidak
menunjukkan kebijaksanaan . Jika dia tidak berpikir dia telah
menjadi bijak , maka ini akan menjadi keadaan yang baik . Tetapi
jika dia menganggap dirinya bijak , maka dia akan rentan
terhadap pengaruh iblis ' . "
" Selanjutnya, ketika pikirannya benar-benar sepenuhnya menyatu
dengan kekosongan , empat anggota tubuhnya akan tiba-tiba
menjadi seperti rumput atau kayu , tanpa perasaan bahkan ketika
dibakar oleh api atau dipotong dengan pisau . Pembakaran oleh
api tidak akan membuat anggota tubuhnya panas , dan bahkan
ketika dagingnya dipotong , itu akan menjadi seperti kayu yang
dipangkas . Keadaan ini disebut ' penggabungan keadaan-keadaan
luar dan campuran dari empat unsur menjadi zat yang sama
seragam' . Ini adalah keadaan sementara dan tidak menunjukkan
kebijaksanaan . Jika dia tidak berpikir dia telah menjadi
seorang bijak , maka ini akan menjadi keadaan yang baik . Tapi
jika dia menganggap dirinya bijak , maka dia akan rentan
terhadap pengaruh iblis ' . "
" Selanjutnya, ketika pikirannya menyelesaikan kemurnian yang
demikian bahwa keahliannya dalam memurnikan pikiran telah
mencapai yang tertinggi, dia akan tiba-tiba melihat tanah bumi ,
gunung-gunung , dan sungai-sungai di sepuluh penjuru berubah
menjadi Tanah Buddha (Buddha-ksetra) yang penuh dengan tujuh
permata berharga , cahayanya bersinar di mana-mana . Dia juga
akan melihat para Buddha , Tathagata , sebanyak pasir sungai
Gangga , mengisi semua ruang . Dia juga akan melihat
paviliun-paviliun dan istana-istana yang megah dan indah . Dia
akan melihat neraka-neraka di bawah ini dan istana-istana surga
langit di atas , semua tanpa halangan . Keadaan ini disebut '
perubahan bentuk secara bertahap dari pikiran yang
terkonsentrasi dari suka and tidak suka ' . Ini tidak
menunjukkan kebijaksanaan . Jika dia tidak berpikir ia telah
menjadi seorang bijak , maka ini akan menjadi keadaan yang baik
. Tapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka dia akan rentan
terhadap pengaruh iblis ' . "
" Selanjutnya, ketika orang menggunakan pikirannya untuk
menyelidiki apa yang mendalam dan yang jauh , dia akan tiba-tiba
dapat melihat tempat-tempat yang jauh di tengah malam . Dia akan
melihat pasar kota dan masyarakat juga , jalan-jalan dan
lorong-lorong , dan kerabat dan teman-teman , dan dia mungkin
mendengar percakapan mereka . Keadaan ini disebut ' Setelah
ditekan secara sepenuhnya , pikiran terbang keluar dan melihat
banyak hal yang telah ditutup dari pandangan ' . Ini tidak
menunjukkan kebijaksanaan . Jika dia tidak berpikir ia telah
menjadi bijak , maka ini akan menjadi keadaan yang baik . Tetapi
jika dia menganggap dirinya bijak , maka dia akan rentan
terhadap pengaruh iblis ' . "
" Selanjutnya, ketika orang menggunakan pikirannya untuk
menyelidiki ke titik sepenuhnya , dia mungkin melihat penasehat
yang baik dan bijaksana yang tubuhnya mengalami perubahan .
Dalam selang waktu yang singkat , berbagai perubahan akan
terjadi yang tidak dapat dijelaskan . Keadaan ini disebut '
memiliki pikiran yang tidak benar yang dimiliki oleh mahluk
halus gunung atau iblis surga , dan tanpa alasan berbicara
Dharma yang mengandung kebenaran menakjubkan ' . Ini tidak
menunjukkan kebijaksanaan . Jika dia tidak berpikir dia telah
menjadi seorang bijak , maka kegiatan iblis mara akan reda
menghilang . Tapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka dia
akan rentan terhadap pengaruh iblis ' . "
" Ananda , seluruh sepuluh dari keadaan-keadaan itu dapat
terjadi di Dhyana saat upaya batin seseorang berinteraksi dengan
bentuk Rupa Skandha . Makhluk hidup yang kusam dan bingung tidak
menilai diri mereka sendiri . Menghadapi situasi seperti itu ,
dalam kebingungan mereka, mereka gagal untuk mengenali nya dan
mengatakan bahwa mereka telah menjadi orang bijak , sehingga
mengucapkan kebohongan besar . Mereka akan jatuh ke dalam
neraka-neraka tanpa belas kasihan. Didalam jaman berakhirnya
Dharma , setelah Nirvana Sang Tathagata , kalian semua harus
mengandalkan dan mengumumkan Ajaran ini . Jangan biarkan iblis
dari surga memiliki cara mereka . Berikan perlindungan sehingga
semuanya dapat menyadari Jalan yang tak tertandingi . "
" Ananda , ketika orang baik yang mengolah budidaya Samadhi dan
Shamatha telah mengakhiri 'Rupa Skandha' , dia bisa melihat
pikiran semua Buddha seolah-olah melihat gambar yang tercermin
dalam cermin yang terang . Dia tampaknya telah memperoleh
sesuatu , tapi dia tidak dapat menggunakannya . Dalam hal ini
dia menyerupai orang lumpuh . Tangan dan kaki-nya utuh ,
penglihatan dan pendengarannya tidak terputar-balik , namun
pikirannya telah berada di bawah pengaruh yang menyimpang ,
sehingga dia tidak bisa bergerak . Ini adalah wilayah dari
'Vedana Skandha' . Begitu masalah kelumpuhan mereda , pikirannya
bisa kemudian meninggalkan tubuhnya dan melihat kembali ke
wajahnya . Itu dapat pergi atau menetap sesukanya tanpa ada
hambatan lebih lanjut . Ini adalah akhir dari Vedana Skandha.
Orang ini bisa kemudian melampaui kekeruhan pandangan .
Merenungkan penyebab Vedana Skandha , orang melihat pikiran
palsu dari kejelasan khayalan ilusi itu adalah sumbernya . "
" Ananda , dalam situasi ini orang yang baik itu mengalami
cahaya yang terang . Perasaan muncul dalam pikirannya sebagai
hasil dari tekanan didalam yang berlebihan . Pada saat ini , dia
tiba-tiba merasakan kesedihan yang tak terbatas bahwa dia
memandang bahkan nyamuk dan lalat sebagai anak-anak kecil yang
baru lahir . Dia diliputi dengan rasa kasihan dan semburan air
mata tanpa menyadarinya. Ini disebut ' mencoba terlalu keras
untuk menekan pikiran dalam proses mengolah budidaya . Jika dia
mengerti , maka tidak ada kesalahan . Pengalaman ini tidak
menunjukkan kebijaksanaan . Jika dia menyadari itu dan tetap
tidak bingung , maka setelah satu waktu itu akan menghilang .
Tetapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka iblis kesedihan
akan memasuki pikirannya . kemudian , segera setelah dia melihat
seseorang , dia akan merasa sedih dan menangis sejadi-jadinya.
Tanpa Samadhi yang tepat , dia pasti akan jatuh . "
" Lebih lanjut , Ananda , dalam keadaan Samadhi ini, orang baik
itu melihat penghancuran Rupa Skandha dan memahami Vedana
Skandha . Pada saat itu dia memiliki penglihatan luhur dan
diliputi dengan rasa syukur terima-kasih . Dalam situasi ini ,
dia tiba-tiba memperlihatkan keberanian yang luar biasa .
Pikirannya berani dan tajam . Dia menetapkan untuk sama
sebanding semua Buddha dan mengatakan dia dapat melampaui tiga
Asamkhyeya dari kalpa dalam satu pikiran tunggal . Ini disebut '
terlalu cemas untuk unggul dalam mengolah budidaya ' . Jika dia
mengerti , maka tidak ada kesalahan . Pengalaman ini tidak
menunjukkan kebijaksanaan . Jika dia menyadari itu dan tetap
tidak bingung , maka setelah satu waktu itu akan menghilang .
Tetapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka iblis kegilaan
akan memasuki pikirannya . Begitu dia melihat seseorang , dia
akan membual tentang dirinya sendiri . Dia akan menjadi luar
biasa angkuh , sampai-sampai dia tidak mengenal Buddha di
atasnya dan tidak ada orang di bawahnya . Tanpa Samadhi yang
tepat , dia pasti akan jatuh . "
" Selanjutnya, dalam keadaan Samadhi ini, orang baik itu melihat
penghancuran Rupa Skandha dan memahami Vedana Skandha. Dengan
tiada pencapaian yang baru yang segera di depannya , dan juga
kehilangan status dulunya, kekuatan kebijaksanaan nya melemah ,
dan dia memasuki jalan buntu di mana dia melihat tiada apapun
untuk mengharap . Tiba-tiba perasaan kesamaan membosankan yang
luar biasa dan kehausan muncul dalam pikirannya . Setiap saat
dia terpaku dalam kenangan yang tidak bubar. Dia mempersamakan
ini untuk tanda dari ketekunan dan semangat . Ini disebut '
mengolah pikiran , tetapi kehilangan diri sendiri karena
kurangnya kebijaksanaan ' . Jika dia mengerti , maka tidak ada
kesalahan . Pengalaman ini tidak menunjukkan kebijaksanaan .
tetapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka iblis ingatan
akan memasuki pikirannya . Siang dan malam itu akan terus
menahan pikirannya tergantung di satu tempat . Tanpa Samadhi
yang tepat , dia pasti akan jatuh . "
" Selanjutnya, dalam keadaan Samadhi ini , orang baik itu
melihat penghancuran Rupa Skandha dan memahami Vedana Skandha.
Kebijaksanaannya menjadi lebih kuat dari Samadhi nya , dan dia
secara keliru menjadi terburu nafsu yang tak sabar . Menghargai
keagungan dari sifat alami nya , dia membayangkan bahwa dia
adalah Nishyanda ( Tubuh Buddha Yang Murni dan Penuh ) dan
beristirahat merasa puas dengan pencapaian kecil -nya . Ini
disebut ' menerapkan pikiran , tetapi menyimpang dari
pemeriksaan yang tetap dan menjadi sibuk dengan ide-ide dan
pendapat-pendapat ' . Jika dia mengerti , maka tidak ada
kesalahan . Pengalaman ini tidak menunjukkan Kebijaksanaan .
Tapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka iblis rendah yang
mudah puas akan memasuki pikirannya . Begitu dia melihat
seseorang , dia akan mengumumkan , "saya telah menyadari
kebenaran mutlak yang tak tertandingi ." Tanpa Samadhi yang
tepat , dia pasti akan jatuh . "
" Selanjutnya, dalam keadaan Samadhi ini, orang baik itu melihat
penghancuran Rupa Skandha dan memahami Vedana Skandha. Dia belum
memperoleh hasil apapun , dan keadaan pikirannya yang sebelumnya
sudah menghilang . Meneliti dua perbedaan besar itu , dia merasa
bahwa dia berada dalam bahaya besar . Tiba-tiba dia menjadi
sangat bingung , seolah-olah dia sedang duduk di ranjang besi
panas , atau seolah-olah dia telah menelan racun . Dia tidak
memiliki keinginan untuk terus hidup , dan dia selalu meminta
orang untuk mengambil nyawanya sehingga dia dapat dilepaskan
lebih cepat . Ini disebut , ' mengolah budidaya , tetapi
kehilangan jalan bijaksana ' . Jika dia mengerti , maka tidak
ada kesalahan . Pengalaman ini tidak menunjukkan kebijaksanaan.
tapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka iblis kesedihan
yang tak hilang-hilang akan memasuki pikirannya . Dia mungkin
mengambil pisau dan pedang dan memotong tubuhnya sendiri ,
dengan senang hati menyerahkan hidupnya . Atau yang lain,
didorong oleh kecemasan yang terus-menerus , dia bisa lari
kedalam hutan belantara dan tidak mau melihat orang-orang .
Tanpa Samadhi yang tepat, dia pasti akan jatuh . "
" Selanjutnya, dalam keadaan Samadhi ini , orang baik itu
melihat penghancuran Rupa Skandha dan memahami Vedana Skandha.
Saat dia berdiam dalam kemurnian ini , pikirannya hening-tenang
dan santai . Tiba-tiba perasaan sukacita yang tak terbatas
muncul dalam dirinya . Ada kebahagiaan tersebut dalam pikirannya
yang dia tidak bisa menahannya. Ini disebut , ' mengalami
keringanan dan kemudahan , tetapi tidak memiliki kebijaksanaan
untuk mengendalikan itu' . Jika dia mengerti , maka tidak ada
kesalahan . Pengalaman ini tidak menunjukkan kebijaksanaan .
Tetapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka iblis yang suka
kebahagiaan akan memasuki pikirannya . Begitu dia melihat
seseorang , dia akan tertawa . Dia akan bernyanyi dan menari di
jalanan . Dia akan mengatakan bahwa dia telah mencapai
pembebasan yang tak terhalang . Tanpa Samadhi yang tepat, dia
pasti akan jatuh . "
" Selanjutnya, dalam keadaan Samadhi ini , orang baik itu
melihat penghancuran Rupa Skandha dan memahami Vedana Skandha.
Dia bilang dia sudah puas . Tiba-tiba , perasaan tidak masuk
akal , kepuasan diri yang sangat kuat mungkin timbul dalam
dirinya . Mungkin termasuk kebanggaan , terlalu bangga ,
kebanggaan yang angkuh , kebanggaan yang terlalu kuat , dan
kebanggaan berdasarkan keadaan yang rendah , semuanya terjadi
sekaligus. Dalam benaknya , dia bahkan memandang rendah pada
para Tathagata dari sepuluh penjuru , berapa banyak lebih lagi
pada posisi yang lebih rendah dari para Sravaka dan
Pratyekabuddha yang tercerahkan oleh kondisi . Ini disebut '
melihat diri sendiri sebagai yang tertinggi , tapi tiada
kebijaksanaan untuk menyelamatkan diri sendiri ' . Jika dia
mengerti , maka tidak ada kesalahan . Pengalaman ini tidak
menunjukkan kebijaksanaan. Tetapi jika dia menganggap dirinya
bijak , maka iblis kesombongan yang sangat kuat akan memasuki
pikirannya . Dia tidak akan menunduk pada stupa atau di dalam
kuil-kuil . Dia akan menghancurkan Sutra dan patung gambar
Buddha . Dia akan mengatakan kepada 'Danapati (penyokong)' , "
Ini adalah emas , perunggu , tanah liat , atau kayu . Sutra
hanyalah daun atau kain . Tubuh daging adalah apa yang nyata dan
kekal , tetapi anda tidak menghormati itu , melainkan anda
menghormati tanah liat dan kayu . Itu benar-benar tidak masuk
akal . " Mereka yang memiliki keyakinan yang mendalam dalam
dirinya akan mengikuti dia untuk menghancurkan dan mengubur
Sutra dan patung gambar Buddha dalam tanah . Dia akan
menyesatkan makhluk hidup sehingga mereka jatuh ke dalam
neraka-neraka tanpa belas kasihan. Tanpa Samadhi yang tepat ,
dia pasti akan jatuh . "
" Selanjutnya, dalam keadaan Samadhi ini , orang baik itu
melihat penghancuran Rupa Skandha dan memahami Vedana Skandha.
Didalam pemahaman nya yang halus , dia terbangun sepenuhnya pada
prinsip-prinsip yang halus . Semuanya sesuai dengan keinginannya
. Dia bisa tiba-tiba mengalami keringanan yang tak terbatas dan
kemudahan dalam pikirannya . Dia mungkin mengatakan bahwa dia
telah menjadi seorang bijak dan mencapai penguasaan diri yang
besar . Ini disebut ' mencapai keringanan dan kejelasan karena
kebijaksanaan' . Jika dia mengerti , maka tidak ada kesalahan .
Pengalaman ini tidak menunjukkan kebijaksanaan . Tapi jika dia
menganggap dirinya bijak , maka iblis yang suka keringanan dan
kejelasan akan memasuki pikirannya . Menegaskan bahwa dia sudah
puas , dia tidak akan berusaha untuk membuat kemajuan lebih
lanjut . Untuk sebagian besar , sang pengolah budidaya itu akan
menjadi seperti Bhikshu yang tidak terpelajar . Dia akan
menyesatkan makhluk hidup sehingga mereka akan jatuh ke dalam
neraka Avichi . Tanpa Samadhi yang tepat , dia pasti akan jatuh
. "
" Selanjutnya dalam keadaan dari Samadhi ini, orang baik itu
melihat penghancuran Rupa Skandha dan memahami Vedana Skandha.
Didalam kebangkitan yang jelas itu , dia mengalami kejelasan
palsu. Didalam itu , tiba-tiba dia mungkin akan mengarah ke
pandangan kepunahan kekal , menyangkal sebab dan akibat , dan
menganggap segala sesuatu sebagai kekosongan . Pikiran pada
kekosongan sangat menguasai sehingga dia menjadi percaya bahwa
ada kepunahan abadi setelah kematian . Ini disebut ' keadaan
batin dari Samadhi melarutkan sehingga seseorang kehilangan
penglihatan dari apa yang benar ' . Jika dia mengerti , maka
tidak ada kesalahan . Pengalaman ini tidak menunjukkan
kebijaksanaan . Tetapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka
iblis kekosongan akan memasuki pikirannya . Dia akan memfitnah
penyelenggaraan ajaran sila , menyebutnya sebagai " Dharma
Hinayana . " Dia akan berkata , " karena para Bodhisattva telah
terbangun pada kekosongan , apa lagi yang ada untuk
dipertahankan atau dilanggar ? " Orang ini , di hadapan para
Danapati nya yang setia , akan sering minum anggur , makan
daging , dan terlibat dalam nafsu tunasusila . Kekuatan iblis
akan terus menjaga para pengikutnya untuk tidak meragukan atau
mencela dia . Setelah mahluk halus itu telah menguasai dia untuk
waktu yang lama , dia dapat memakan kotoran dan kencing , atau
daging dan anggur , menegaskan bahwa semua hal-hal seperti itu
adalah kosong . Dia akan melanggar ajaran sila moral sang Buddha
dan menyesatkan orang untuk melakukan pelanggaran . Tanpa
Samadhi yang tepat , dia pasti akan jatuh . "
" Selanjutnya, dalam keadaan Samadhi ini, orang baik itu melihat
penghancuran Rupa Skandha dan memahami Vedana Skandha. Dia
menikmati keadaan dari kejelasan yang palsu , dan itu secara
sangat mendalam memasuki pikirannya dan tulang-tulangnya . Cinta
yang tak ada batasnya tiba-tiba mungkin juga keluar dari
pikirannya . Ketika cinta itu menjadi sangat hebat sekali , dia
menjadi gila dengan keserakahan dan nafsu birahi . Ini disebut '
ketika keadaan menyenangkan dari Samadhi memasuki pikiran
seseorang , kurang kebijaksanaan untuk mengendalikan diri
sendiri dan secara keliru terlibat dalam perilaku penuh nafsu
birahi ' . Jika dia mengerti , maka tidak ada kesalahan .
Pengalaman ini tidak menunjukkan kebijaksanaan . Tetapi jika dia
menganggap dirinya bijak , maka iblis nafsu keinginan akan
memasuki pikirannya . Dia akan menjadi penganjur nafsu ,
menyebutnya Jalan untuk Bodhi . Dia akan mengajarkan para
pengikut awamnya untuk secara tanpa pandang bulu terlibat dalam
tindakan nafsu , menyebut orang-orang yang melakukan tindakan
nafsu sebagai ahli waris Dharma nya . Kekuatan iblis dan mahluk
halus di akhir jaman akan memungkinkan dia untuk menarik
pengikut biasa, orang-orang naif berjumlah seratus , dua ratus ,
lima atau enam ratus , atau sebanyak seribu atau sepuluh ribu .
Ketika iblis itu menjadi bosan , dia akan meninggalkan tubuh
orang tersebut . Setelah karisma orang itu hilang , dia akan
menerima hukuman dari hukum . Dia akan menyesatkan makhluk hidup
, sehingga mereka jatuh ke dalam neraka-neraka yang tanpa
belas-kasihan. Tanpa Samadhi yang tepat , dia pasti akan jatuh .
"
" Ananda , sepuluh keadaan-keadaan ini dapat terjadi didalam
Dhyana saat usaha batin seseorang berinteraksi dengan Vedana
Skandha . Makhluk hidup yang kusam dan bingung tidak menilai
diri mereka sendiri . Menghadapi situasi seperti itu , di dalam
kebingungan mereka, mereka gagal untuk mengenali nya dan
mengatakan bahwa mereka telah menjadi Bijak , sehingga
mengucapkan kebohongan besar . Mereka akan jatuh ke dalam
neraka-neraka yang tanpa belas-kasihan . Dalam jaman berakhirnya
Dharma , setelah Nirvana Saya, kalian semua harus menyampaikan
ajaran-ajaran sang Tathagata , sehingga semua makhluk hidup
dapat terbangkitkan pada maknanya . Jangan biarkan iblis-iblis
dari surga memiliki cara mereka . Berikanlah perlindungan
sehingga semuanya dapat menyadari jalan yang tak tertandingi . "
" Ananda , ketika orang baik yang mengolah Samadhi itu telah
mengakhiri Vedana Skandha , meskipun dia belum mencapai
pelenyapan arus keluar , pikirannya dapat meninggalkan tubuhnya
seperti cara burung lolos dari sangkar. Dari dalam tubuh biasa
nya , dia sudah memiliki potensi untuk naik melalui enam puluh
tingkat kebijaksanaan Bodhisattva . Dia mencapai ' tubuh yang
dihasilkan oleh niat ' dan bisa menjelajah dengan bebas tanpa
halangan . Anggaplah, misalnya , seseorang sedang berbicara
dalam tidurnya . Meskipun dia tidak tahu dia sedang melakukannya
, kata-katanya jelas , dan suara dan perubahan nada suara nya
semuanya dalam urutan , sehingga mereka yang sadar dapat
memahami apa yang dia katakan . Ini adalah wilayah dari
Samskāra Skandha . Jika dia mengakhiri pikiran kacaunya dan
membebaskan dirinya dari berpikir berlebihan , itu adalah
seolah-olah dia telah menghapus kekotoran dari yang tercerahkan
, pikiran yang memahami . Maka orang benar-benar jelas tentang
kelahiran dan kematian dari semua kategori makhluk dari awal
sampai akhir . Ini adalah akhir dari Samskāra Skandha .
Orang kemudian dapat melampaui kekeruhan penderitaan .
Merenungkan penyebab Samskāra Skandha , orang melihat bahwa
pikiran palsu yang saling berhubungan adalah sumbernya . "
" Ananda , di dalam kejelasan yang tanpa hambatan dan keheranan
yang terjadi kemudian setelah Vedana Skandha menghilang , Orang
yang baik ini tidak terganggu oleh kondisi batin apapun yang
menyimpang dan mengalami kesempurnaan , konsentrasi yang cerah .
Didalam Samadhi , pikirannya sangat mendambakan kecerahan nya
yang sempurna , sehingga dia menajamkan pikiran nya yang
terkonsentrasi saat dia secara rakus berusaha mencari demi
kepintaran dan keterampilan . Pada saat itu iblis dari surga
merebut kesempatan itu yang telah ditunggu . Jiwanya menguasai
orang lain dan menggunakan dia sebagai juru bicara untuk
membabarkan Sutra dan Dharma . Orang ini , tidak menyadari bahwa
dia dikuasai iblis , mengaku dia telah mencapai Nirvana yang tak
tertandingi . Ketika ia datang untuk melihat orang yang baik itu
yang mencari kepandaian dan keterampilan , ia mengatur tempat
duduk dan berbicara Dharma . Dalam sekejap , ia mungkin muncul
sebagai seorang Bhikshu , memungkinkan orang itu untuk melihat
ia seperti itu , atau ia mungkin muncul sebagai Shakra , sebagai
seorang wanita, atau sebagai Bhikshuni ; atau tubuhnya dapat
memancarkan cahaya saat ia tidur di ruangan yang gelap. Orang
yang baik itu terpedaya dan tertipu dengan berpikir bahwa yang
lainnya adalah seorang Bodhisattva . Dia mempercayai
ajaran-ajaran orang lain itu dan pikirannya terpengaruh . Dia
melanggar aturan-aturan moral sang Buddha dan diam-diam menuruti
keinginan serakah nya . Orang lain itu gemar berbicara tentang
bencana , peristiwa menguntungkan , dan perubahan yang tidak
biasa . Dia mungkin mengatakan bahwa Tathagata telah muncul di
dunia di tempat tertentu . Dia mungkin berbicara tentang bencana
kebakaran atau perang , sehingga menakuti orang-orang menjadi
menyia-nyiakan kekayaan keluarga mereka tanpa alasan . Ini
adalah hantu aneh yang di usia tua nya telah menjadi iblis . Ia
mengganggu dan membingungkan orang-orang yang baik . Tapi ketika
ia bosan melakukannya , ia akan meninggalkan tubuh orang lain
itu . Kemudian kedua-dua murid dan guru itu akan mendapat
masalah dengan hukum . Anda harus menyadari hal ini sebelumnya
dan tidak terjebak dalam siklus perpindahan . Jika Anda bingung
dan tidak mengerti , Anda akan jatuh ke dalam neraka-neraka yang
tanpa belas-kasihan . "
*****************************************************
DIR Next Page