URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       Mahayana Bodhicitta Vajra
  HTML https://bodhicitta.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: Arya Mahayana
       *****************************************************
       #Post#: 88--------------------------------------------------
       Suramgama Usnisa Sitatapatra Mahayana Suttram
       By: ajita Date: November 11, 2016, 8:01 am
       ---------------------------------------------------------
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/aksobhya3.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/aksobhya3.jpg.html
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/64227_10200365390603996_1192567138_n.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/64227_10200365390603996_1192567138_n.jpg.html
       Namo Sarvajna Siddha Tathagata
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/buddha2.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/buddha2.jpg.html
       Namo Bhagavate Aksobhya Tathagata Arhate SamyakSamBuddha
       Namo Bhagavate Amitabha Tathagata Arhate SamyakSamBuddha
       Namo Bhagavate Amoghasiddhi Tathagata Arhate SamyakSamBuddha
       Namo Bhagavate Ratnasambhava Tathagata Arhate SamyakSambuddha
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Sakyamuni.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Sakyamuni.jpg.html
       Suramgama Usnisa Sitatapatra Mahayana Suttram
       Di terjemahkan oleh Shramana Paramiti dari India ke China di
       jaman Dinasti Tang
       Sang wujud Di Dalam wujud itu sendiri dari dalam Gudang
       Tathagata
       [/center]
       Demikianlah telah Ku dengar. Pada suatu ketika, Sang Buddha
       tinggal di dalam Vihara Jetavana, dekat Sravasti, bersama dengan
       1250 Bhikkhu yang merupakan Para Arhat yang telah menyeberangi
       arus perpindahan. Mereka menjunjung tinggi Ajaran-Nya dengan
       tegas, dapat melompati semua alam kehidupan perwujudan dan telah
       mencapai tingkah laku sikap terhormat yang patut dicontoh, yang
       diselenggarakan dalam penghormatan agung di seluruh Negeri.
       Mereka mengikuti Sang Buddha untuk memutar Roda Hukum dan telah
       memenuhi syarat untuk meneruskan Dharma-Nya. Menjadi disiplin
       diri, Mereka menetapkan contoh yang baik didalam tiga dunia
       dimana mereka muncul didalam perubahan wujud tubuh yang tak
       terhitung jumlahnya untuk mengantarkan para mahluk hidup dan
       untuk menyelamatkan generasi mendatang dari kekotoran batin.
       Mereka dipimpin oleh Sang Bijaksana Sariputra, Maha
       Maudgalyayana, Maha Kausthila, Purna Maitrayani Putra, Subhuti,
       dan Upanisad.
       Ada juga yang tak terhitung jumlahnya Para Pratyeka Buddha yang
       sejak Mereka telah menaklukkan kebiasaan lama mereka sudah tidak
       memiliki sesuatu yang lebih untuk dipelajari, namun datang ke
       Vihara Sang Buddha bertekad untuk mencari Kebenaran Pokok.
       Sekarang, Pertapaan musim panas baru saja selesai ketika Para
       Bhikkhu mencabut kekeliruan-kekeliruan dan kesalahan-kesalahan
       dan ketika Para Bodhisattva dari sepuluh penjuru bertekad untuk
       menghapus sisa-sisa keraguan dan kecurigaan Mereka, dengan
       takjim penuh hormat menunggu Ajaran itu didalam pencarian Mereka
       demi makna batin esoteriknya. Dan Jadi, Sang Tathagata mengatur
       tempat duduk-Nya dan duduk bersila untuk mengumumkan Ajaran yang
       amat sangat mendalam itu. Dharma yang demikian menyenangkan
       untuk memurnikan para kelompok yang berkumpul tidak pernah
       terjadi sebelumnya dan suara merdu-Nya yang sulit ada disepuluh
       penjuru. Dipimpin oleh Manjusri, sejumlah Para Bodhisattva yang
       tak terhitung jumlahnya seperti butiran pasir di dalam sungai
       Gangga telah datang ke Tempat Suci itu.
       Sementara itu, Raja Prasenajit yang sedang menjaga peringatan
       kematian Ayahnya dengan mempersembahkan makanan vegetarian
       kepada-Nya, datang secara pribadi untuk mengundang Sang
       Tathagata kedalam Istana kerajaan untuk sebuah pesta makanan
       lezat terbaik dan paling langka, yang Ia juga mengundang Para
       Bodhisattva Agung didalam perkumpulan. Didalam kota, para ketua
       dan para pemuja juga mempersembahkan makanan kepada golongan
       anggota dan dengan takjim penuh hormat menunggu kedatangan Sang
       Buddha.
       [center]Kelemahan Ananda - Alasan untuk Khotbah ini[/center]
       Diperintahkan oleh Sang Buddha, Manjusri membawa Para
       Bodhisattva dan Para Arhat ke pesta kerajaan.Ananda, namun,
       belum juga kembali dari keterlibatan jauh, dan sehingga tidak
       berada diantara yang diundang. Dia sedang pulang kembali ke
       Vihara sendirian tanpa kepala biara atau Guru, dan dengan
       mangkuk di tangan pergi mengumpulkan makanan dari pintu ke pintu
       di kota terdekat. Dia bermaksud untuk memanggil pertama kali
       dermawan yang belum memberikan makanan kepada Para Bhikkhu di
       hari itu, tanpa memperhatikan apakah atau tidak dia berbudi
       luhur, mulia, atau orang yang terbuang. Didalam praktek kasih
       sayang semesta-Nya, Dia tidak secara khusus memilih orang miskin
       sebagai penyokong-Nya. Dia ingin menolong semua mahluk hidup
       memperoleh pahala yang tidak terhitung, karena Dia telah melihat
       Sang Buddha menegur Subhuti dan Mahakasyapa yang meskipun
       menjadi Arhat tidak dapat menyadari pikiran semesta saat
       mengumpulkan makanan. Dia sungguh sangat mengagumi Ajaran-Nya
       yang telah menghilangkan semua keraguan dan kecurigaan-Nya
       (Ananda) dalam hal ini.
       Jadi ketika Dia mencapai gerbang kota, Dia berjalan dengan pelan
       menyesuaikan sikap-Nya terhadap aturan-aturan disiplin. Ketika
       Dia pergi mengumpulkan makanan, Dia datang ke rumah pelacur
       dimana Matangi (seorang wanita kasta rendah) yang mewarisi.
       Dengan cara sihir kapila, menarik Dia dekat ke tubuh wanita
       sensual di tikar, sehingga Dia berada di arah pelanggaran aturan
       dari kehidupan suci. Tapi Sang Buddha menyadari semua ini dan
       setelah pesta kerajaan, Dia kembali ke Vihara dengan sang raja,
       pangeran dan para ketua yang ingin mendengar tentang Dharma
       penting. Dia lalu mengirimkan keluar dari puncak Kepala-Nya
       Cahaya yang cemerlang dan yang banyak warna-warni keberhasilan
       didalam yang memunculkan perwujudan Buddha duduk dengan bersila
       diatas ribuan daun bunga teratai. Sang Buddha lalu mengulangi
       Mantra yang amat sukar dipahami dan memerintahkan Manjusri
       menggunakannya untuk mengatasi sihir dan membawa Ananda dengan
       Matangi ke Vihara.
       [center]Belajar meditasi semua sebagai kekosongan[/center]
       Ketika Ananda melihat Sang Buddha, Dia mensujudkan tubuh-Nya
       dengan lemah di Kaki-Nya (Kaki Sang Buddha), menangis dengan
       sedih dan berkata bahwa, sejak waktu tanpa awal, meskipun Dia
       telah banyak mendengar tentang Dharma, Dia masih tidak sanggup
       mendapatkan kekuatan yang amat sukar dipahami dari jalan
       kebenaran Tao. Dengan sungguh-sungguh Dia meminta Sang Buddha
       untuk mengajarkan awal pendahuluan jalan bijaksana yang membantu
       mendapatkan sesuatu didalam latihan samatha (kesunyian dan
       mengistirahatkan pikiran yang aktif), samapatti, dan dhyana yang
       menyebabkan penerangan sempurna semua Buddha di dalam sepuluh
       penjuru.
       Ada juga hadir sejumlah besar Para Bodhisattva seperti butiran
       pasir yang tak terhitung di dalam sungai Gangga, dan Para Arhat
       dan PratyekaBuddha agung yang telah datang ingin mendengar
       tentang Dharma itu. Mereka semua menunggu dengan diam dan dengan
       penuh hormat demi Ajaran Suci itu.
       [center]Menghapus lima kumpulan dan delapan kesadaran untuk
       menampakkan ketidaknyataan dari diri
       Menyelidiki kedalam pikiran salah untuk menghapuskan dua
       kumpulan pertama dan lima kesadaran pertama[/center]
       Sang Buddha berkata kepada Ananda: 'Kamu dan Saya adalah kerabat
       dekat.' Beritahukan kepada Saya apa yang Kamu lihat didalam
       perkumpulan ketika Kamu membuat pikiran Kamu untuk memberikan
       semua perasaan duniawi dari kasih sayang dan cinta (untuk
       mengikuti Saya)?
       Ananda menjawab : 'Saya melihat 32 ciri-ciri yang sangat baik
       dan bentuk Tubuh Buddha yang bersinar seperti Kristal. Saya
       berpikir bahwa semua ini tidak bisa hasil dari keinginan dan
       cinta, untuk keinginan menciptakan kotoran busuk dan berbau
       busuk seperti nanah dan darah yang bercampur aduk dan tidak
       dapat menghasilkan kecemerlangan yang menakjubkan dari
       warna-warni Tubuh Emas-Nya, dalam kekaguman itulah yang Saya
       mencukur Kepala Saya untuk mengikuti Dia.'
       Sang Buddha berkata : 'Ananda dan kalian semua harus tahu bahwa
       para mahluk hidup, sejak waktu tanpa awal, telah dikenakan
       kelahiran dan kematian yang terus menerus karena mereka tidak
       tahu pkiran benar permanen (tetap tidak berubah) yang zatnya
       adalah oleh alami, murni dan cerah cemerlang. Mereka telah
       mengandalkan pada pemikiran salah yang tidak nyata sehingga Roda
       Samsara (dunia kelhiran dan kematian) berputar. Sekarang jika
       Anda ingin mempelajari Penerangan Bodhi tertinggi yang tak
       tertandingi untuk menyadari sifat terang alami ini, Kamu harus
       menjawab pertanyaan-pertanyaan Saya dengan jujur. Semua Buddha
       di dalam sepuluh penjuru menginjak jalan yang sama untuk
       melarikan diri dari kelahiran dan kematian karena
       Pikiran-Pikiran Jujur Mereka, dengan Pikiran Jujur yang sama dan
       kemampuan bicara yang sama dari awal hingga selesai tanpa jejak
       kebengkokan.
       Ananda, ketika Kamu mengembangkan Pikiran itu karena 32
       ciri-ciri Buddha yang sangat baik, beritahukan Saya apa yang
       terlihat dan mencintai Mereka.'
       Ananda menjawab : 'Yang dimuliakan dunia, cinta Saya datang dari
       penggunaan pikiran Saya, mata Saya melihat dan pikiran Saya
       mengagumi Mereka, sehingga itu ditetapkan pada melepaskan
       kelahiran dan kematian.'
       Sang Buddha melanjutkan : 'Seperti yang baru saja Kamu katakan,
       cinta Kamu disebabkan oleh pikiran dan mata Kamu tapi jika Kamu
       tidak tahu dimana pikiran dan mata Kamu sebenarnya, Kamu tidak
       akan pernah mampu menghancurkan angan-angan. Sebagai contoh,
       ketika negara itu dijajah oleh penjahat, sang Raja, sebelum
       mengirim tentaranya untuk menghancurkan mereka, pertama-tama
       harus tahu dimana mereka berada. Itu yang menyebabkan Kamu
       berpindah tanpa gangguan, datang dari cela cacat didalam pikiran
       dan mata Kamu. Sekarang beritahukan Saya dimana pikiran dan mata
       Kamu berada.'
       Ananda menjawab : 'Yang dimuliakan dunia, semua mahluk hidup
       terlahir dalam dunia melalui sepuluh jenis kelahiran berpendapat
       bahwa pikiran yang mengetahui ini ada didalam tubuh. Saat Saya
       melihat mata berwarna teratai biru dari Sang Buddha, Saya
       melihat bahwa Mereka (Mata Sang Buddha) ada di Wajah-Nya (ada di
       Wajah Sang Buddha). Oleh karena itu, pemahaman Saya bahwa mata
       Saya ada di wajah Saya sementara pikiran saya yang mengetahui
       ada didalam tubuh Saya.'
       Sang Buddha bertanya : 'Sekarang Kamu duduk didalam ruangan ini,
       dimana Kamu melihat taman Jetavana?'
       Ananda menjawab : 'Yang dimuliakan dunia, ruangan besar ini ada
       didalam taman Jetavana yang, oleh karena itu, diluar ruangan.'
       Sang Buddha bertanya : 'Apa yang pertama Kamu lihat didalam
       ruangan ini?'
       Ananda menjawab : 'Yang dimuliakan dunia, dalam ruangan ini,
       Saya pertama melihat Sang Tathagata, lalu Perkumpulan, dan hanya
       ketika melihat luar Saya melihat taman itu.'
       Sang Buddha bertanya : 'Ketika Kamu melihat Taman itu, apa yang
       menyebabkan Kamu untuk melakukannya?'
       Ananda menjawab : 'Itu karena pintu dan jendela terbuka bahwa
       Saya, meskipun duduk didalam ruangan ini, lihat taman itu
       diluar.'
       Sang Buddha lalu membentangkan Lengan Emas Warna-Warni-Nya dan
       menyentuh Kepala Ananda dengan Tangan-Nya, berkata : 'Ada sebuah
       samadhi (ketenangan dalam yang terbebas dari semua perasaan luar
       yang merupakan pendahuluan pencapaian Ke-Buddhaan.) yang bernama
       "Semua Yang Mencakup Surangama (Yang tahan lama dan tidak dapat
       dihancurkan) ", sebuah pintu gerbang melalui yang Semua Buddha
       didalam sepuluh penjuru capai ke Jalan Agung Yang Menakjubkan.
       Ananda, dengarkan dengan penuh perhatian sekarang.'
       Ananda mensujudkan diri-Nya di Kaki Sang Buddha dan berlutut
       untuk menerima Pengajaran Suci.
       Sang Buddha berkata : 'Jika Kamu benar bahwa, sambil duduk dalam
       ruangan ini, Kamu melihat taman diluar melalui pintu dan jendela
       yang terbuka akan mungkin bagi seseorang yang sedang duduk
       disini untuk hanya melihat hal-hal diluar tanpa melihat Sang
       Buddha didalam.'
       Ananda menjawab : 'Orang tidak dapat melihat hutan belukar kecil
       dan sungai diluar tanpa melihat Sang Buddha disini.'
       Sang Buddha berkata : 'Ananda, itu sama dengan Kamu (Jika
       pikiran Kamu tidak tertipu) Maka akan menjadi jelas tentang
       semua ini. Namun, jika pikiran berpengetahuan Kamu sungguh
       didalam tubuh Kamu, Kamu pertama harus jelas tentang segala
       sesuatu di dalamnya. Kamu harus, oleh karena itu, melihat segala
       sesuatu di dalam tubuh Kamu sebelum hal-hal diluar dari itu.
       Bahkan jika Kamu tidak dapat melihat jantung, hati, limpa, dan
       perut Kamu, setidaknya Kamu harus jelas tentang kuku dan rambut
       Kamu yang bertumbuh, tentang itu yang bergerak sepanjang
       syaraf-syaraf Anda dan denyutan dari pembuluh darah Anda.
       Mengapa Kamu tidak jelas tentang semua ini? Jika Kamu tidak
       melihat hal-hal yang di dalam, bagaimana Kamu dapat melihat itu
       diluar? Oleh karena itu, pendapat Anda bahwa pikiran
       berpengetahuan Kamu ada didalam tubuh Kamu adalah tak
       beralasan.'
       Ananda membungkuk dan berkata : 'Setelah mendengar Suara Dharma
       Buddha, Saya sekarang mengerti bahwa pikiran Saya adalah sungguh
       diluar dari tubuh Saya. Misalnya, sebuah lampu harusnya menyala
       menerangi segala sesuatu didalam ruangan sebelum halaman luar
       melalui pintu yang terbuka. Jika Saya tidak melihat apa yang ada
       didalam tubuh Saya tapi melihat hal-hal diluarnya, ini seperti
       sebuah lampu yang diletakkan diluar ruangan yang tidak dapat
       menerangi apa yang ada didalamnya. Hal ini menjadi begitu jelas
       bahwa tidak mungkin diragukan lagi, apakah Saya masih salah
       tentang apa yang Sang Buddha maksudkan?'
       Sang Buddha berkata : 'Semua Bhikkhu yang mengikuti Saya ke
       Sravasti untuk mengumpulkan makanan dan sekarang telah kembali
       ke taman Jetavana. Saya telah mengambil makanan Saya, tapi
       sebagaimana seorang Bhikkhu masih sedang makan, apakah semua
       himpunan masyarakat cukup makan?'
       Ananda menjawab : 'Tidak, Yang dimuliakan dunia, meskipun Mereka
       Arhat, Mereka tidak memiliki tubuh yang sama atau rentang
       kehidupan yang sama maka bagaimana bisa seorang yang dengan
       makan menyebabkan semua yang lainnya memuaskan rasa lapar
       mereka?'
       Sang Buddha berkata : 'Jika pikiran berpengetahuan milik Kamu
       adalah diluar dari tubuh Kamu, keduanya terpisah. Jadi ketika
       pikiran Kamu mengetahui sesuatu, tubuh Kamu tidak seharusnya
       merasakannya dan ketika tubuh Kamu merasakan sesuatu, pikiran
       Kamu seharusnya tidak menyadarinya. Sekarang saat Saya
       memperlihatkan Tangan Saya kepada Kamu, ketika mata Kamu
       melihat-Nya (Tangan Sang Buddha), apakah pikiran Anda
       memahami-Nya (memahami Tangan Sang Buddha) ?'
       Ananda menjawab : 'Ya, Yang dimuliakan dunia, pikiran Saya
       memahami-Nya.'
       Sang Buddha berkata : 'Jika demikian, bagaimana bisa pikiran
       Kamu diluar dari tubuh? Oleh karena itu, pendapat Kamu bahwa
       pikiran yang berpengetahuan dan yang memahami milik kamu berada
       diluar tubuh Kamu adalah tak beralasan.'
       Ananda berkata : 'Yang dimuliakan dunia, seperti yang Anda telah
       katakan, Jika pikiran Saya tidak melihat apa yang ada didalam
       tubuh Saya, itu tidak ada didalamnya, dan jika tubuh dan pikiran
       Saya saling mengenal, mereka tidak terpisah dan pikiran Saya
       adalah, oleh karena itu, tidak diluar dari tubuh Saya. Sekarang
       setelah berpikir tentang ini, Saya tahu dimana pikiran Saya
       berada.'
       Sang Buddha bertanya : 'Dimana itu?'
       Ananda menjawab : 'Karena pikiran berpengetahuan dari Saya tidak
       melihat apa yang ada didalam tubuh Saya tetapi dapat melihat
       hal-hal diluar, Saya pikir itu tersembunyi didalam organ indera
       perasaan Saya. Misalnya, Jika seseorang menutup matanya dengan
       sebuah mangkok kristal, yang terakhir itu tidak menghalangi
       organ indera perasaan ini, yang hanya mengikuti indera
       penglihatan untuk membedakan semua hal yang terlihat. Jadi jika
       pikiran berpengetahuan Saya tidak melihat apa yang ada didalam
       tubuh, itu karena itu ada didalam organ indera perasaan dan jika
       itu melihat dengan jelas apa yang ada diluar tanpa terhalangi,
       itu karena dia tersembunyi didalam organ tersebut.'
       Sang Buddha bertanya : 'Seperti yang baru Kamu katakan, pikiran
       tersembunyi dalam cara yang sama dengan mata yang tertutup oleh
       mangkok kristal : sekarang ketika seorang menutup matanya
       demikian dan melihat gunung dan sungai, apakah orang juga
       melihat mangkok itu?'
       Ananda menjawab : 'Ya, Yang dimuliakan dunia, orang juga melihat
       mangkok itu.'
       Sang Buddha berkata : 'Jika pikiran Kamu seperti mangkok Kristal
       itu, ketika Kamu melihat gunung dan sungai, mengapa Kamu tidak
       melihat mata Kamu sendiri? Jika Kamu tahu mereka seharusnya ada
       diluar dan tidak seharusnya mengikuti indera penglihatan Kamu.
       Jika mereka tidak bisa dilihat, bagaimana bisa Kamu katakan
       bahwa pikiran yang berpengetahuan ini tersembunyi di dalam organ
       indera perasaan, seperti mata yang ditutupi mangkok kristal?
       Oleh karena itu, pendapat Kamu bahwa pikiran berpengetahuan
       milik kamu berada tersembunyi didalam organ indera perasaan
       adalah tak beralasan.'
       Ananda bertanya : 'Yang dimuliakan dunia, Saya sekarang berpikir
       tentang isi perut yang tersembunyi di dalam tubuh dan tentang
       lubang-lubang di atas permukaannya. Oleh karena itu, dimana ada
       persembunyian disana ada kegelapan dan dimana ada pembukaan
       disana ada cahaya. Karena Saya sekarang dihadapan Sang Buddha,
       Saya membuka mata Saya dan melihat dengan jelas dan ini
       dinamakan penglihatan luar, dan ketika Saya menutup mata, Saya
       hanya melihat kegelapan, dan ini dinamakan penglihatan dalam.
       Apa yang Sang Buddha pikirkan tentang hal ini?'
       Sang Buddha berkata : 'Ketika Kamu menutup mata Kamu dan melihat
       kegelapan, apakah kegelapan ini berhadapan dengan mata Kamu atau
       tidak? Jika iya, itu adalah didepan mereka, maka bagaimana bisa
       ini menjadi penglihatan dalam? Bahkan jika sungguh ada
       penglihatan dalam seperti itu, ketika Kamu duduk di ruangan yang
       gelap tanpa cahaya dari matahari, bulan, atau lampu, kegelapan
       ini harusnya juga ada didalam isi perut Kamu. jika itu tidak
       berhadapan dengan mata Kamu, bagaimana bisa ada penglihatan?
       Sekarang mari Kita lupakan yang Kamu sebut penglihatan luar dan
       menganggap bahwa ada penglihatan dalam, maka ketika Kamu menutup
       mata Kamu dan hanya melihat kegelapan, yang Kamu sebut melihat
       apa yang ada di dalam tubuh Kamu, mengapa ketika Kamu membuka
       mata dan melihat dengan jelas, Kamu tidak melihat wajah Kamu?
       Jika Kamu tidak, tidak ada penglihatan dalam itu. Sekarang
       anggaplah bahwa Kamu dapat melihat wajah Kamu, pikiran
       berpengetahuan dan organ penglihatan Kamu seharusnya ada didalam
       udara, maka bagaimana bisa ada penglihatan dalam? Jika mereka
       berada di udara, mereka seharusnya bukan milik tubuh Kamu, dan
       Sang Buddha yang sekarang melihat wajah Kamu, seharusnya adalah
       tubuh Kamu juga. Jadi ketika mata Kamu melihat sesuatu, tubuh
       Kamu seharusnya tidak memiliki perasaan lagi,  Jika Kamu
       bersikeras bahwa baik tubuh dan pikiran Kamu memiliki perasaan
       yang terpisah, harusnya ada dua tanggapan terpisah dan kemudian
       tubuh Kamu harusnya menjadi dua Buddha. Oleh karena itu,
       pendapat Kamu bahwa melihat kegelapan adalah penglihatan dalam
       adalah tak beralasan.'
       Ananda berkata : 'Saya selalu mendengar Sang Buddha saat sedang
       mengajar biarawan, biarawati, dan umat pemuja laki-laki dan
       perempuan berkata : "Ketika pikiran membangkitkan semua macam
       hal diciptakan, dan kemudian semua jenis dari pikiran muncul."
       Saya sekarang berpikir bahwa zat dari pikiran Saya adalah sifat
       alami dari pikiran yang muncul ketika itu bersatu dengan luar
       dan yang bukan didalam atau bukan diluar atau bukan juga
       diantara.'
       Sang Buddha berkata : 'Kamu baru saja mengatakan bahwa karena
       rangkaian peristiwa yang dapat diamati (fenomena) tercipta,
       semua jenis dari pikiran muncul ketika bersatu dengan mereka
       (bersatu dengan fenomena). Jadi pikiran ini tidak memiliki zat
       dan tidak dapat bersatu dengan apapun. Jika itu yang tidak
       memiliki zat dapat bersatu dengan luar, ini adalah persatuan
       dari dunia ke 19 dari indera dengan fakta indera ke 7. Ini
       adalah omong kosong belaka. Jika pikiran memiliki zat, ketika
       tangan Kamu menggenggam tubuh Kamu, apakah pikiran Kamu
       merasakan (sentuhan) ini datang dari dalam atau luar? Jika dari
       dalam, Kamu harusnya melihat apa yang ada didalam tubuh Kamu dan
       jika itu dari luar, kamu harusnya melihat wajah Kamu.'
       Ananda berkata : 'Itu adalah mata yang melihat dan pikiran yang
       mengetahui bukan mata: mengatakan bahwa itu melihat adalah
       salah.'
       Sang Buddha berkata : 'Jika mata dapat melihat, ketika Kamu
       berada didalam ruangan, apakah Kamu melihat pintu itu (diluar)?
       Mereka yang telah meninggal dan masih memiliki mata, seharusnya
       melihat benda-benda jika mereka masih melihat, bagaimana bisa
       mereka mati? Ananda, jika pikiran berpengetahuan milik Kamu
       memiliki zat, apakah zat tersebut tunggal atau bermacam-macam?
       Seperti itu ada didalam tubuh Kamu, apakah itu menyebar ke
       setiap bagian dari itu atau tidak? Jika itu adalah satu zat,
       ketika Kamu memegang anggota tubuh, semua empat harusnya
       merasakan bahwa mereka dipegang. Jika demikian, tidak akan ada
       genggaman (di setaip anggota tubuh tertentu). Jika ada, pendapat
       tentang zat tunggal tidak bertahan baik. Jika itu adalah
       bermacam-macam zat harusnya ada banyak orang; maka zat manakah
       milikmu jika itu menyebar ke setiap bagian dari tubuh Kamu, ini
       sama seperti kasus genggaman sebelumnya. Jika itu tidak
       menyebar, maka ketika Kamu menyentuh kepala Kamu dan kaki Kamu
       di saat yang bersamaan, sementara kepala Kamu merasakan
       dipegang, Kaki kamu harusnya tidak, tapi ini tidak begitu. Oleh
       karena itu, pendapat Kamu bahwa pikiran muncul dimana ada
       persatuan dengan luar adalah tak beralasan.'
       Ananda berkata : 'Yang dimuliakan dunia, Saya telah mendengar
       Sang Buddha membicarakan kenyataan dengan Anak-Anak lain dari
       Raja Hukum (dalam kata lain: Para Bodhisattva); Dia juga
       mengatakan bahwa pikiran adalah bukan didalam juga bukan diluar.
       Saya sekarang menarik kesimpulan bahwa jika pikiran ada didalam
       tubuh, ia (pikiran) tidak melihat apapun yang didalam, dan jika
       ia (pikiran) ada diluar, mereka (tubuh dan pikiran) berdua
       berhenti saling merasakan. Mengatakan bahwa ia ada didalam
       adalah salah sebab ia tidak mengetahui apapun didalam tubuh.
       Mengatakan bahwa ia ada diluar juga salah karena tubuh dan
       pikiran dapat saling merasakan,.Seperti mereka (tubuh dan
       pikiran) demikian dan karena tidak ada yang terlihat didalam
       tubuh, pikiran harusnya berada diantara dua itu (antara didalam
       dan diluar).'
       Sang Buddha berkata : 'Jika pendapat Kamu tentang pikiran
       "berada diantara" adalah benar, itu berarti sebuah posisi
       untuknya (untuk pikiran). Sekarang menurut kesimpulan Kamu,
       dimanakah posisi menengah ini? Apakah maksud Kamu itu adalah
       (dalam atau luar) tubuh? Jika ia ada di atas permukaan tubuh, ia
       tidak dapat berada di pusat tengah, dan pendapat tentang pikiran
       berada di pusat tengah tidaklah berbeda dengan pikiran didalam
       tubuh (yang ditolak sebelumnya). (Selain itu), apakah posisinya
       nyata atau tidak? Jika tidak, ia tidak ada. Jika iya, ia tidak
       tetap. Mengapa? Sebagai contoh, Jika sebuah tiang ditancapkan
       kedalam tanah untuk menandai pusat tengah, ketika terlihat dari
       timur itu ada di barat dan ketika terlihat dari selatan itu ada
       di utara. Seperti tiang ini yang hanya dapat mengakibatkan
       kebingungan, jadi apakah (pemahaman kamu tentang) pikiran berada
       diantara benar-benar kacau-balau?'
       Ananda berkata : 'Posisi menengah yang saya sebutkan bukanlah
       dua ini. Seperti Yang dimuliakan dunia telah katakan, mata dan
       bentuk adalah penyebab dari gagasan muncul. Sementara mata dapat
       membedakan, bentuk tidak mengikuti apapun dan gagasan terletak
       diantara mereka (mata dan bentuk); maka pikiran muncul.'
       Sang Buddha berkata : 'Jika pikiran terletak diantara organ
       indera dan data keterangan indera, apakah ia termasuk keduanya
       atau tidak? Jika ia demikian, zatnya dan apa yang ada diluar
       akan bercampur bersama-sama, dan karena pikiran merasakan
       sementara objeknya (benda tujuannya) tidak, dua yang berlawanan
       akan dibentuk; maka bagaimana bisa ada (posisi) menengah? Jika
       ia tidak inklusif, (yaitu jika ia bebas tidak tergantung kepada
       organ indera dan data keterangan indera),  dengan menjadi bukan
       sebagai yang tahu (subjek) dan bukan juga sebagai yang diketahui
       (objek), ia tidak memiliki zat, lalu apa itu menengah? Oleh
       karena itu, pendapat Kamu bahwa ia berada diantara adalah tak
       beralasan.'
       Ananda berkata : 'Yang dimuliakan dunia, sebelumnya ketika Saya
       melihat Sang Buddha, dengan Empat Murid Utama-Nya,
       Maha-Maudgalyayana, Subhuti, Purnamaitrayaniputra dan Sariputra,
       memutar Roda Hukum Kesunyataan, Dia selalu bilang bahwa sifat
       alami dari pikiran yang mengetahui dan membedakan adalah bukan
       didalam bukan diluar bukan juga diantara keduanya (bukan
       diantara luar dan dalam), tidak ada dimanapun juga, tidak
       menempel pada apapun, karena itu dinamakan pikiran. Apakah yang
       tidak menempel pada wujud disebut pikiran?'
       Sang Buddha menjawab : 'Kamu baru saja berkata bahwa sifat alami
       dari pikiran yang mengetahui dan membedakan tidak ada dimanapun
       juga. Sekarang dalam dunia ini, segala sesuatu yang di udara,
       didalam air, dan di tanah, termasuk mereka yang terbang dan
       berjalan, membuat seluruhnya ada. Oleh yang tidak menempel
       (melekat) ke apapun, apakah maksud Kamu ia ada atau tidak? Jika
       ia tidak, itu hanya rambut seekor kura-kura atau tanduk dari
       seekor kelinci, maka bagaimana bisa ada tidak melekat? Jika
       tidak dapat dikatakan tidak ada bahwa yang tidak hanya tidak ada
       dan bahwa yang harus memiliki posisi; maka bagaimana bisa tidak
       ada kemelekatan? Oleh karena itu, pendapat Kamu bahwa yang tidak
       menempel pada apapun adalah pikiran berpengetahuan adalah tak
       beralasan.'
       [center]Menyangkal pikiran salah untuk menghilangkan kumpulan
       ketiga
       dan menampakkan ketidaknyataan dari kesadaran keenam[/center]
       Kemudian Ananda bangkit dari tempat duduk-Nya, mengangkat jubah
       di sebelah bahu kanan-Nya, berlutut dengan kaki kanan-Nya,
       dengan hormat merangkapkan kedua telapak tangan-Nya dan berkata
       kepada Sang Buddha : 'Saya adalah Sepupu termuda dari Tathagata
       dan karena Kasih-Sayang-Nya yang besar, Saya telah diijinkan
       untuk menjadi Murid-Nya, tetapi Saya menyalahgunakan
       Kasih-Sayang-Nya. Dan meskipun Saya telah mendengar banyak
       khotbah-Nya, Saya telah gagal menghindari duniawi dan tidak
       mampu untuk mengatasi sihir yang merubah Diri-Ku seluruhnya,
       menyebabkan Saya mengunjungi sebuah rumah tuna susila. Semua ini
       karena Saya gagal mencapai kawasan nyata. Semoga Yang dimuliakan
       dunia berbelas kasih secukupnya untuk mengajari Kami Jalan
       Samatha (Jalan kedamaian, kekuatan untuk mengakhiri nafsu) demi
       kepentingan mereka yang sedikit keyakinannya dan yang memiliki
       pikiran menyimpang.'
       Setelah mengatakan ini, Dia mensujudkan Diri-Nya Sendiri dengan
       lutut, siku dan kepala ke tanah. Lalu Dia berdiri dengan diam
       penuh hormat, dengan seluruh Perkumpulan dengan bersemangat
       menunggu Ajaran itu.
       [center]Mengungkapkan Samadhi Terang[/center]
       Dengan Kekuatan Buddha yang sukar dipahami, segala macam sinar
       dan cahaya, secemerlang ratusan dan ribuan matahari, bersinar
       dari dahi-Nya, menerangi semua tanah Buddha yang berguncang
       dengan enam cara. Sejumlah Dunia demikian, yang tak dapat
       dihitung seperti debu, muncul secara bersamaan dan (melalui
       kekuatan yang sama) bersatu menjadi satu dunia dimana
       masing-masing Para Bodhisattva Agung, selama tinggal di
       wilayah-Nya sendiri, merangkapkan telapak tangan-Nya untuk
       mendengarkan Dharma.
       [center]Asal dari Pembalikan[/center]
       Sang Buddha berkata :'Sejak waktu tanpa awal, semua mahluk hidup
       telah menimbulkan segala macam pembalikan disebabkan oleh benih
       karma (dari ketidaktahuan) yang seperti semak belukar aksa.
       Inilah sebabnya mengapa para pencari kebenaran gagal mencapai
       Pencerahan Tertinggi, tetapi hanya mencapai (keadaan) Sravaka,
       Pratyeka-Buddha, bidaah, dewa dan mahluk halus.semata-mata
       karena mereka tidak tahu dua Pembalikan dasar, sehingga berlatih
       secara salah seperti mereka yang tidak bisa mendapatkan makanan
       dengan memasak pasir meskipun berlalunya Kalpa (masa waktu
       antara penciptaan,kehancuran dan penciptaan ulang dunia atau
       alam semesta) yang tak terhitung seperti debu. Apakah kedua
       Pembalikan dasar ini? Ananda, yang pertama adalah akar dasar
       dari penyebab kelahiran dan kematian, sejak waktu tanpa awal,
       dengan penggunaan salah dari kemelekatan pikiran yang
       orang-orang keliru dengan sifat alami mereka, dan yang kedua
       adalah kemelekatan mereka terhadap kondisi sebab akibat (yang
       menutupi) pada dasarnya inti sari cerah dari kesadaran yang
       merupakan pada dasarnya zat Pencerahan Nirvana yang murni dan
       bersih. Dengan demikian mereka mengabaikan kecemerlangan
       kecerahan dasar dan sehingga berpindah melalui dunia kehidupaan
       perwujudan tanpa menyadari kegagalan dari latihan (salah)
       mereka.
       [center]Pembalikan Sesungguhnya
       Pikiran yang terbalik[/center]
       Penyelidikan kedalam pikiran salah.
       'Ananda, karena Kamu telah bertanya tentang pintu gerbang
       Samatha yang digunakan untuk meloloskan diri dari kelahiran dan
       kematian, Saya harus bertanya kepada Kamu sebuah pertanyaan,.'
       Sang Buddha kemudian mengangkat lengan emas warna warni-Nya dan
       membungkukan jari-jari-Nya, berkata: 'Ananda, apakah Kamu
       melihat ini?'
       Ananda menjawab : 'Ya.'
       Sang Buddha bertanya :'Apa yang Kamu lihat?'
       Ananda menjawab : 'Saya melihat Sang Buddha mengangkat
       lengan-Nya dan membungkukkan jari-jari-Nya.menunjukkan genggaman
       tangan bersinar yang silau mempesona pikiran dan mata Saya.'
       Sang Buddha bertanya :'Bagaimana Kamu melihat-Nya?'
       Ananda menjawab : 'Saya dan semua yang ada disini menggunakan
       mata untuk melihat-Nya.'
       Sang Buddha bertanya :'Kamu mengatakan bahwa Saya menekuk
       jari-jari Saya untuk menunjukkan sebuah genggaman tangan
       bersinar yang silau mempesona pikiran dan mata Kamu, sekarang
       katakan kepada Saya, seperti Kamu melihat genggaman tangan Saya,
       Pikiran apa itu yang mengetahui kecemerlangan itu?'
       Ananda menjawab : 'Seperti Sang Tathagata bertanya tentang
       pikiran dan karena Saya sedang menggunakan Saya sendiri mencari
       itu secara mendalam, Saya menyimpulkan bahwa itu yang mencari
       adalah Pikiran Saya.'
       Pikiran adalah tidak nyata.
       Sang Buddha berkata :'Hey! Ananda, ini bukanlah pikiran Kamu.'
       Ananda menatap dengan heran, merangkapkan kedua telapak
       tangan-Nya, bangkit dari tempat duduk-Nya, dan bertanya : 'Jika
       ini bukan pikiran Saya, apa itu?'
       Sang Buddha menjawab : 'Ananda, ini adalah pikiran salah Kamu
       yang muncul dari objek wujud luar, menipu sifat alami sejati
       Kamu dan menyesatkan Kamu kedalam kesalahan, sejak waktu tanpa
       awal, pencuri untuk Anak Kamu Sendiri,  dengan demikian
       kehilangan (penglihatan) bahwa yang pada dasarnya permanen
       tetap, oleh karena itu lingkaran kelahiran dan kematian.'
       Kesadaran keenam adalah kosong.
       Ananda berkata: 'Saya adalah Sepupu Tercinta Yang Paling Muda
       dari Sang Buddha yang memiliki pikiran begitu sangat mengagumi
       Dia bahwa Saya meninggalkan rumah untuk melayani dan membuat
       persembahan kepada Sang Tathagata dan kepada semua Para Buddha
       dan Para Guru Yang Tercerahkan didalam tanah yang tak terhitung
       seperti butiran pasir didalam sungai Gangga. Jika Saya bertekad
       untuk melakukan semua tugas Dharma yang sulit, itu karena Saya
       menggunakan pikiran ini, dan bahkan Jika Saya sekarang menfitnah
       Dharma, menyebabkan kualitas Saya yang unggul sangat baik
       menjadi melemah untuk selamanya, itu juga karena pikiran ini.
       Jika itu bukan pikiran, Saya tidak akan memiliki pikiran dan
       akan menjadi seperti bumi atau sebatang kayu untuk tiada apapun
       ada diluar apa yang Saya rasakan dan ketahui. Mengapa Sang
       Buddha sekarang berkata bahwa itu bukanlah pikiran? Ini menakuti
       Saya dan juga Perkumpulan ini dan tiada seorangpun dari Kami
       disini dapat menghindar menjadi ragu-ragu dan curiga tentang
       itu. Akankah Kamu menjadi sangat berbelas kasih untuk
       mencerahkan Kami ?'
       Dari tempat duduk singa-Nya agar mengajari Ananda dan
       Perkumpulan itu sehingga Mereka semuanya dapat mencapai 'Daya
       tahan Kesabaran dari Yang Tidak Diciptakan
       (Anutpattika-dharmaksanti)', mengulurkan tangan-Nya untuk
       menyentuh kepala Ananda, mengatakan : 'Sang Tathagata selalu
       mengatakan bahwa semua fenomena adalah penjelmaan pikiran dan
       bahwa semua sebab dan akibat termasuk (segala sesuatu dari)
       dunia hingga debunya, terbentuk (hanya) karena pikiran. Ananda,
       jika Kita melihat semua dunia dan semua yang ada (benda-benda)
       bahkan termasuk rumput dan daun, dan menyelidiki akar-akarnya,
       mereka semua terbuat dari unsur zat dan memiliki kualitas, dan
       bahkan kekosongan yang hampa memiliki nama dan penampilannya.
       lalu bagaimana bisa pikiran murni dan bersih cerah mendalam yang
       (mendasari) sifat alami setiap pikiran (yang membeda-bedakan)
       menjadi tanpa zat pokok miliknya sendiri? Jika Kamu memahami
       dengan teguh pengetahuan yang berasal dari pembeda-bedaan Kamu
       antara merasakan dan melihat sebagai pikiran sejati Kamu, itu
       harusnya memiliki sifat alami miliknya yang bebas tidak
       tergantung kepada semua (data indera seperti) bentuk, bau, rasa
       dan sentuhan.Seperti Kamu sekarang mendengar khotbah Saya pada
       Dharma itu, Kamu membeda-bedakan karena Kamu mendengar suara
       Saya.'
       Kesadaran ketujuh adalah tidak nyata.
       Bahkan jika Kamu (berhasil dalam) mengakhiri semua penglihatan,
       pendengaran, perasaan dan pengetahuan, dan juga mempertahankan
       ketenangan batin, bayangan dari pembeda-bedaan hal wujud (Dharma
       milikmu) masih tetap. Saya tidak ingin Kamu menganggap bahwa ini
       bukanlah pikiran, tapi Kamu harus memeriksanya dengan cermat dan
       teliti itu yang terus memiliki sifat cerdas alami bahkan dalam
       ketiadaan data indera adalah sungguh pikiran Kamu.(disisi lain)
       jika sifat cerdas alami ini berhenti dengan data indera, ini
       hanyalah bayangan dari pembeda-bedaan (milik Kamu) terhadap
       mereka, karena mereka tidak tetap permanen, dan ketika mereka
       tidak ada lagi, demikian juga (yang dinamakan) pikiran ini,
       seperti rambut seekor kura-kura dan tanduk seekor kelinci. Jika
       Dharmakaya milik Kamu bisa begitu mudah berhenti menjadi, siapa
       yang akan kemudian berlatih dan mencapai Daya tahan Kesabaran
       dari Yang Tidak Diciptakan?
       Setelah mendengar ini, Ananda dan semua yang hadir benar-benar
       menjadi bingung.
       Menyangkal semua pembalikan.
       Sang Buddha berkata :'Murid yang sedang berlatih, bahkan setelah
       mereka telah memahami sembilan tingkat Dhyana berturut-turut,
       masih tidak bisa melangkah keluar dari arus perpindahan dan juga
       gagal menjadi Arhat, karena mereka melekat pada pikiran samsara
       (dunia dari kelahiran dan kematian) salah yang mereka samakan
       dengan kenyataan. Inilah sebabnya, meskipun Kamu telah mendengar
       banyak (dari Dharma Saya), Kamu telah gagal memenangkan Buah
       Suci itu.
       [center]Tanggapan yang terbalik[/center]
       Setelah mendengar ini, Ananda, didalam, air mata pahit, bersujud
       dengan kepala, lutut, dan siku-Nya ketanah, berlutut dan
       merangkapkan kedua telapak tangan-Nya, dengan mengatakan :
       'Setelah saya meninggalkan rumah untuk mengikuti Sang Buddha,
       Saya hanya mengandalkan kekuatan-Nya yang amat sukar dipahami
       dan selalu berpikir bahwa Saya bisa tanpa memerlukan latihan
       karena Dia akan melimpahkan samadhi (Keadaan didalam yang
       tenang, bebas dari semua perasaan luar.) diatas Saya.Saya tidak
       tahu bahwa Dia tidak dapat menjadi pengganti Saya dan sehingga
       kehilangan (penglihatan) pikiran pokok Saya. Inilah sebabnya,
       meskipun Saya mengikuti Perintah, pikiran Saya tidak bisa
       memasuki Tao (Sang Jalan).Saya seperti seorang Anak miskin yang
       melarikan diri dari Ayah-Nya. Saya hanya sadar sekarang bahwa,
       meskipun banyak mendengar (Dharma), jika Saya tidak berlatih,
       Saya akan sia-sia seolah-olah Saya tidak mendengar-Nya, seperti
       seorang laki-laki yang tidak bisa memuaskan rasa laparnya,
       dengan hanya berbicara tentang makanan. Yang Dimuliakan Dunia,
       Saya tertangkap oleh dua rintangan karena Saya tidak tahu sifat
       nyata alami dari pikiran tetap dan permanen. Semoga Sang
       Tathagata cukup berbelas kasih penuh untuk mengungkapkan kepada
       Saya, Pikiran yang cerah menakjubkan dan juga membuka mata Tao
       Saya.'
       Sebuah Cahaya Terang untuk mengungkapkan kenyataan seseorang.
       Kemudian Sang Tathagata,  dari Sauvastika (Putaran Svastika
       dengan lengannya ke arah kiri, Tanda di pusat dada Sang Buddha)
       di dada-Nya, memancarkan cahaya indah berseri-seri yang
       menerangi tanah-tanah Buddha dalam sepuluh penjuru yang
       jumlahnya tak terhitung seperti debu dan yang, setelah bersinar
       diatas kepala semua Buddha dimana-mana, berbelok ke arah Ananda
       dan Perkumpulan itu. Sang Buddha lalu berkata kepada Ananda :
       'Saya sekarang mengibarkan bendera Dharma Agung sehingga Kamu
       dan semua mahluk hidup dalam sepuluh penjuru dapat mewujudkan
       pikiran murni dan cerah dari sifat alami Kamu yang halus dan
       mendalam serta memenangkan mata yang murni dan jelas.'
       Tanggapan kembali terhadap pikiran.
       'Ananda, beberapa saat yang lalu Kamu mengatakan bahwa Kamu
       melihat genggaman tangan Saya bersinar. katakan pada Saya,
       bagaimana kecerahannya terjadi, apa yang menyebabkannya menjadi
       bentuk genggaman tangan dan dengan apa Kamu melihatnya?'
       Ananda menjawab : 'Tubuh Buddha berwarna emas adalah seperti
       bukit indah berharga dan menunjukkan kemurnian dan kebersihan,
       sehingga genggaman tangan bersinar. Itu benar-benar mata Saya
       yang melihat Dia membungkukan jari-jari dan membentuk sebuah
       genggaman yang diperlihatkan untuk Kami semua.'
       Sang Buddha berkata: "Sesungguhnya orang-orang bijak harus
       dibangunkan oleh contoh dan persamaan (analogi). Ananda, jika
       Saya tidak memiliki tangan, Saya tidak akan memiliki genggaman
       dan jika Kamu tidak memiliki mata, Kamu tidak akan memiliki
       penglihatan. Apakah ada hubungan antara organ alat tubuh
       penglihatan Kamu dan genggaman Saya?"
       Ananda menjawab : 'Ya, Yang Dimuliakan Dunia. Jika Saya tidak
       memiliki mata, Saya tidak akan memiliki penglihatan, jadi ada
       persamaan dasar antara  organ alat tubuh penglihatan dan
       genggaman Sang Buddha.'
       Sang Buddha berkata: 'Penalaran Kamu tidak benar. Misalnya,
       seorang laki-laki yang tidak memiliki tangan tidak memiliki
       genggaman, tapi seorang laki-laki tanpa mata masih memiliki
       (kemampuan) penglihatannya. Ketika Kamu bertemu dengan laki-laki
       yang buta dan bertanya kepadanya apa yang dilihatnya, dia akan
       memberitahu Kamu tidak ada apapun tapi kegelapan yang ada
       dihadapannya. Oleh karena itu, meskipun hal-hal mungkin ditutupi
       dari (kemampuan) penglihatan, penglihatan terus berlanjut.'
       Ananda berkata : 'Jika seorang laki-kali buta yang melihat tiada
       apapun tapi kegelapan dihadapannya, bagaimana dapat ini disebut
       penglihatan?
       Sang Buddha bertanya : 'Apakah ada perbedaan apa saja antara
       kegelapan yang dilihat lelaki buta dihadapannya dan yang dilihat
       oleh lelaki yang tidak buta ketika dia di dalam sebuah ruangan
       gelap?'
       (Ananda menjawab) : 'Yang Dimuliakan Dunia, tidak ada
       perbedaan.'
       Sang Buddha berkata: 'Ananda, ketika lelaki buta yang biasanya
       melihat hanya kegelapan tiba-tiba sembuh memperoleh kembali
       penglihatannya dan melihat segala sesuatu dengan jelas, Jika
       Kamu mengatakan bahwa itu adalah mata dia yang melihat, lalu
       ketika seorang laki-laki yang melihat kegelapan didalam sebuah
       ruangan gelap tiba-tiba menyalakan lampu yang memungkinkan dia
       untuk melihat apa yang ada disana, Kamu akan mengatakan bahwa
       itu adalah lampu yang melihat. Jika lampu dapat melihat sesuatu,
       dia seharusnya memiliki organ penglihatan dan seharusnya tidak
       dinamakan sebuah lampu; Jika dia sungguh melihat, dia tidak
       memiliki hubungan dengan Kamu. Oleh karena itu, Kamu seharusnya
       tahu bahwa saat lampu dapat menampakkan wujud, penglihatan
       berasal dari mata tapi bukan dari lampu. Demikian juga, saat
       mata Kamu dapat menampakkan wujud, sifat alami dari penglihatan
       berasal dari pikiran tapi bukan dari mata.'
       [center]Orang-orang yang terbalik[/center]
       Walaupun Ananda dan Perkumpulan telah mendengarkan Kata-Kata
       ini, Mereka tinggal tanpa berkata apapun. Seperti Mereka tidak
       terbangunkan oleh Ajaran itu,  Mereka merangkapkan kedua telapak
       tangan Mereka bersama-sama dan menunggu untuk pelajaran lebih
       lanjut dari Sang Buddha dengan akal pikiran Mereka terpusat
       untuk mendengarkan itu.
       Pandangan umat duniawi yang terbalik
       Sang Buddha kemudian mengangkat tangan-Nya yang bersinar,
       menegakkan jari-Nya untuk memberikan (lebih lanjut) pengajaran
       kepada Ananda dan perkumpulan majelis dan bertanya: 'Setelah
       Saya mencapai Pencerahan (Bodhi), Saya pergi ke taman Mrgadava
       di mana Saya memberitahukan ajnata-kaundinya dan kelompok dia
       yang terdiri dari lima bhiksu begitu juga anda para bhiksu,
       bhiksuni dan umat, bahwa semua makhluk hidup yang gagal mencapai
       Pencerahan dan gagal menjadi Arahat karena mereka disesatkan
       oleh debu asing yang menciptakan angan-angan khayalan dan
       tertekan kesukaran (dengan memasuki pikiran mereka). Apa yang
       pada saat itu menyebabkan anda terbangun sehingga anda sekarang
       dapat memenangkan buah suci?
       Ajnata-kaundinya kemudian bangkit dari kursinya dan menjawab
       kepada sang Buddha: 'Saya sekarang seorang yang lebih tua dalam
       perkumpulan majelis di mana saya satu-satunya yang telah
       memperoleh seni menafsirkan karena saya telah terbangun pada
       (arti dari) ungkapan: "debu asing", sehingga saya memenangkan
       buah (suci) itu. Bhagavan, (debu asing) adalah seperti seorang
       tamu yang berhenti di sebuah penginapan di mana ia melewati
       malam atau makan sesuatu dan kemudian membungkus dan meneruskan
       perjalanannya karena ia tidak bisa tinggal lebih lama. Adapun
       tuan rumah penginapan itu, ia tidak memiliki tempat manapun
       untuk pergi. Kesimpulan saya adalah bahwa orang itu yang tidak
       tinggal menetap adalah tamu dan orang yang tinggal menetap
       adalah tuan rumah. Oleh karena itu, suatu wujud adalah "asing"
       ketika dia tidak tinggal menetap. Sekali lagi, saat ketika
       matahari terbit di langit yang cerah dan cahayanya masuk (rumah)
       melalui tempat terbuka, debu terlihat menari dalam sinar cahaya
       sedangkan ruang kosong tidak bergerak. Saya menyimpulkan bahwa
       yang tetap adalah kekosongan dan yang bergerak adalah debu. Oleh
       karena itu, suatu wujud adalah "Debu" ketika dia bergerak.'
       Sang Buddha berkata: 'Benar.'
       Pandangan umat Hinayana yang terbalik
       Sang Buddha kemudian membungkukkan, menegakkan dan membungkukkan
       lagi jari-jari-Nya dan bertanya kepada Ananda: 'Apa yang kamu
       lihat?'
       Ananda menjawab: 'Saya melihat sang Buddha membuka dan menutup
       kepalan tangan-Nya.?'
       Sang Buddha bertanya: 'Anda mengatakan bahwa Anda melihat
       kepalan tangan Saya membuka dan menutup, apakah itu kepalan
       tangan-Ku atau penglihatan Anda yang dibuka dan ditutup?'
       Ananda menjawab: 'Seperti kepalan tangan sang Buddha dibuka dan
       ditutup, Saya melihat begitu dan bukan sifat alami dari
       penglihatan Saya melakukannya dengan sendirinya.'
       Sang Buddha bertanya: 'Yang mana yang bergerak dan yang tetap?'
       Ananda menjawab: 'Tangan sang Buddha tidak tetap; seperti dengan
       sifat penglihatan Saya yang sudah melampaui keadaan keheningan,
       itu tidak bisa bergerak.'
       Sang Buddha berkata: 'Benar.'
       Kemudian sang Buddha mengirim keluar dari telapak Nya pancaran
       sinar cahaya ke arah kanan Ananda, dan sang murid berbalik untuk
       melihat itu. Kemudian Dia mengirim keluar sinar lain ke arah
       kiri Ananda dan sang murid berbalik untuk melihat itu. Sang
       Buddha kemudian bertanya: 'Mengapa kepala Anda bergerak?'
       Ananda menjawab: 'Saya melihat sang Buddha mengirim keluar
       pancaran sinar cahaya ke arah kanan dan kiri Saya, Saya
       berpaling untuk melihatnya dan sehingga kepala Saya bergerak.'
       (Sang Buddha berkata : ) 'Ketika Anda berbelok ke arah kanan dan
       kiri untuk melihat cahaya sang Buddha, apakah itu kepala Anda
       atau penglihatan Anda yang bergerak?'
       (Ananda menjawab : ) 'Bhagavan, itu adalah kepala Saya yang
       berpaling; seperti dengan sifat penglihatan Saya yang sudah
       melampaui keadaan keheningan, bagaimana bisa itu bergerak?'
       Sang Buddha berkata: 'Benar.'
       Sang Buddha kemudian menyatakan kepada perkumpulan majelis:
       'Jadi setiap orang duniawi mengetahui bahwa apa yang bergerak
       adalah debu. dan bahwa dia yang tidak tinggal menetap adalah
       tamu. Anda telah melihat Ananda yang kepalanya bergerak dengan
       sendirinya sedangkan penglihatan-nya tidak dapat bergerak. Anda
       juga telah melihat kepalan tangan Saya yang terbuka dan tertutup
       dengan sendirinya sedangkan penglihatan dia tidak meluas atau
       menguncup. Mengapa Anda masih menganggap yang bergerak sebagai
       tubuh Anda dan lingkungan sekeliling, dan jadi, dari awal sampai
       akhir, membebaskan pikiran Anda untuk naik dan turun tanpa
       gangguan, dengan demikian kehilangan (penglihatan dari) sifat
       alami sejati Anda dan puas terlibat dalam tindakan mundur
       belakang? Dengan kehilangan pikiran (benar) dari sifat alami
       sejati Anda dan dengan keliru (ilusi) mempersamakan objek untuk
       diri Anda, Anda membebaskan diri Anda sendiri untuk terjebak ke
       dalam roda (dari samsara) dengan demikian memaksa diri Anda
       sendiri untuk melalui perpindahan.'
       Pandangan terbalik dari para bidah mengenai penghancuran
       Setelah Ananda dan seluruh perkumpulan majelis telah mendengar
       perkataan sang Buddha, tubuh dan pikiran mereka menjadi tenang
       dan tersusun. Mereka berpikir bahwa, sejak waktu tanpa awal,
       mereka telah kehilangan (penglihatan dari) pikiran mereka
       sendiri dengan secara salah melekat pada bayang-bayang kondisi
       sebab-musabab yang berbeda milik mereka dan bahwa mereka telah
       hanya sekarang terbangun terhadap semua ini, seperti bayi
       (lapar) yang belum mendapat susu selama beberapa waktu dan
       tiba-tiba melihat ibunya yang penuh kasih sayang. Mereka
       merangkapkan telapak tangan  mereka bersama-sama mengucapkan
       terima kasih kepada Sang Buddha dan berharap untuk mendengar
       ajaran-Nya pada tingkat ganda dari kenyataan dan ketidaknyataan,
       ada dan tiada dan kematian dan keabadian dari tubuh dan pikiran.
       Kemudian Raja Prasenajit bangkit dan berkata kepada Sang Buddha:
       'Sebelum saya menerima pengajaran dari sang Buddha, saya bertemu
       (Kakuda) Katyayana dan (Sanjaya) Vairatiputra yang keduanya
       mengatakan bahwa ketika tubuh mati, pemusnahan itu disebut
       Nirvana. Meskipun saya sekarang telah bertemu Sang Buddha, saya
       masih belum jelas tentang hal ini. Semua orang di sini yang
       masih berada dalam arus perpindahan ingin tahu bagaimana untuk
       menyadari pikiran itu dan membuktikan bahwa itu berada di luar
       kelahiran dan kematian.'
       Sang Buddha berkata kepada Raja Prasenajit: 'Raja Agung,
       sekarang saya bertanya kepada Anda tentang tubuh Anda yang dari
       daging dan darah: apakah itu bersifat tetap dan tidak bisa
       dihancurkan seperti berlian, atau apakah itu berubah dan rusak
       membusuk?'
       (Sang Raja menjawab : ) 'Tubuhku akan membusuk dan pada akhirnya
       hancur.'
       Sang Buddha bertanya: 'Raja Agung, Anda belumlah meninggal,
       bagaimana Anda tahu bahwa tubuh Anda akan hancur?'
       Sang Raja menjawab: 'Bhagavan, meskipun ketidakkekalan,
       perubahan dan pembusukan tubuh saya belum mati, saya mengamati
       bahwa dia berubah dan rusak tanpa jeda sesaatpun dan terikat
       untuk "pergi keluar" seperti api yang secara bertahap membakar
       keluar dan akan dikurangi hingga tiada apapun.'
       Sang Buddha bertanya: 'Ya, Raja Agung, Anda sudah tua sekarang
       tapi bagaimana penampilan Anda dibandingkan dengan ketika Anda
       masih kecil?'
       Sang Raja menjawab: 'Bhagavan, ketika saya masih kecil, kulit
       saya bersinar dan ketika saya tumbuh dewasa, saya penuh
       semangat, tapi sekarang saya berusia lanjut dan melemah, saya
       tumbuh tipis dan semangat saya memudar, rambut saya memutih dan
       wajahku berkerut sehingga saya tahu saya tidak akan hidup lebih
       lama lagi, tidak ada perbandingan antara sekarang dan ketika
       saya penuh semangat hidup.'
       Sang Buddha berkata: 'Raja Agung, penampilan Anda tidak harus
       menurun.'
       Sang Raja menjawab: 'Bhagavan, itu telah berubah sepanjang waktu
       terlalu kentara bagi saya untuk menyadarinya. Dengan perubahan
       tetap dari musim, saya telah menjadi apa yang saya sekarang.
       Kenapa? Karena ketika saya berusia dua puluh, meskipun masih
       muda, saya sudah tampak lebih tua daripada ketika saya berusia
       sepuluh tahun, sementara pada tiga puluh saya masih lebih tua.
       Karena saya sekarang enam puluh dua, saya lebih tua dari pada
       lima puluh ketika saya masih lebih kuat. Bhagavan, saya melihat
       perubahan tak terlihat di setiap dasawarsa (masa 10 tahun), tapi
       ketika saya melihat ke dalamnya dengan dekat, (saya melihat
       bahwa) itu tidak hanya terjadi tahunan, bulanan dan harian,
       tetapi dalam setiap saat dari berpikir. Itu sebabnya saya tahu
       bahwa tubuh saya ditakdirkan untuk kehancuran akhir.'
       Sang Buddha berkata: 'Raja Agung, Anda mengamati perubahan tanpa
       henti dan tahu bahwa Anda akan mati, tetapi apakah Anda tahu
       bahwa ketika Anda melakukannya, ada terdapat yang ada di dalam
       tubuh Anda dan tidak mati?'
       Raja merangkapkan kedua telapak tangan (anjali) dan berkata:
       'Aku benar-benar tidak tahu.'
       Sang Buddha melanjutkan: 'Sekarang Saya akan menunjukkan sifat
       alami diri yang berada di luar kelahiran dan kematian. Raja
       Agung, berapa usia Anda ketika Anda pertama kali melihat
       Gangga?'
       Sang Raja menjawab: 'Ketika saya berusia tiga tahun, Ibu saya
       membawa saya untuk menyembah deva Jiva. Waktu kami menyeberangi
       sungai, aku tahu itu adalah Sungai Gangga.'
       Sang Buddha bertanya: 'Raja Agung, seperti yang Anda katakan,
       Anda lebih tua pada saat dua puluh dari pada sepuluh, dan sampai
       Anda enam puluh, seperti hari, bulan dan tahun berganti satu
       sama lain, (tubuh) Anda berubah dalam setiap saat ingatan.
       Ketika Anda melihat Gangga pada saat berusia tiga tahun, apakah
       air-nya (sama seperti itu) ketika Anda masih berusia tiga
       belas?'
       Sang Raja menjawab: 'Itu adalah sama ketika saya berumur tiga
       dan tiga belas, dan masih sekarang bahwa saya berumur enam puluh
       dua.'
       Sang Buddha berkata: 'Seperti sekarang Anda memperhatikan rambut
       putih dan wajah berkerut Anda, pasti ada lebih banyak keriput
       daripada ketika Anda masih anak kecil. Hari ini ketika Anda
       melihat Gangga, apakah Anda memperhatikan bahwa penglihatan Anda
       adalah "tua" sekarang sementara itu masih "muda" setelah itu?'
       Sang Raja menjawab: 'Itu selalu sama, Bhagavan.'
       Sang Buddha berkata: 'Raja Agung, meskipun wajah Anda berkerut,
       sifat alami dari intisari ini dari penglihatan Anda adalah
       tidak. Oleh karena itu, apa yang keriput berubah dan apa yang
       bebas dari keriput tidak berubah. Perubahan ini tunduk pada
       kehancuran sedangkan yang tidak berubah secara asasi mendasar
       berada di luar kelahiran dan kematian; bagaimana bisa itu tunduk
       pada kelahiran dan kematian? Mengapa Anda membawa keluar ajaran
       salah dari Maskari Gosaliputra tentang kehancuran total pada
       akhir kehidupan ini?'
       Setelah mendengar ini, sang raja menyadari bahwa setelah
       kematian, akan ada hidup kembali (tidak ada pemusnahan tapi) di
       perpindahan lainnya. Dia dan seluruh perkumpulan majelis merasa
       senang dan menjadi bersemangat pada Pengajaran yang belum pernah
       mereka dengar sebelumnya.
       Perilaku yang terbalik
       Setelah mendengar ini, Ananda bangkit dari tempat duduknya,
       bersujud di hadapan Buddha, merangkapkan dua telapak tangan
       (anjali) dan berlutut sambil berkata:. 'Bhagavan, jika kedua
       dari 'melihat' dan 'mendengar' berada di luar kelahiran dan
       kematian, mengapa sang Buddha berkata bahwa kami telah
       kehilangan (penglihatan dari) sifat alami Sejati kami dan oleh
       sebab itu bertindak secara terbalik? Akankah Anda cukup penuh
       kasih untuk mencerahkan kami, sehingga membersihkan debu yang
       mengotori batin kami?.'
       Kemudian Sang Buddha menurunkan lengan-Nya yang bewarna emas
       dengan jari menunjuk ke bawah dan bertanya kepada Ananda:.
       'Seperti yang Anda lihat tangan Saya,  apakah itu berada dalam
       (posisi) yang benar atau terbalik?'
       Ananda menjawab: 'Semua orang duniawi menganggap ini sebagai
       terbalik tapi saya sendiri tidak tahu mana posisi yang benar
       atau terbalik '
       Sang Buddha bertanya:. 'Jika mereka percaya bahwa itu terbalik,
       posisi mana yang mereka anggap tegak lurus?'
       Ananda menjawab:. 'Jika sang Buddha mengangkat tangan-Nya ke
       atas menunjuk ke langit, maka itu akan jadi tegak lurus .'
       Sang Buddha kemudian mengangkat tangan-Nya ke atas dan berkata:.
       'Jika orang duniawi sangat membeda-bedakan antara tangan tegak
       lurus dan terbalik, mereka akan dengan cara yang sama membedakan
       antara tubuh Anda dan yang murni dan bersih dari Dharmakaya
       (tubuh dharma) sang Buddha dan akan mengatakan bahwa tubuh sang
       Tathāgata.benar-benar tercerahkan sedangkan tubuh Anda terbalik
       ke bawah. Jika Anda melihat secara dekat ke dalam tubuh Anda dan
       tubuh Buddha, di mana ini yang disebut pembalikan?'
       Setelah mendengar ini, Ananda dan perkumpulan majelis itu
       bingung dan menatap tajam pada Sang Buddha tanpa mengetahui
       apakah tubuh dan pikiran mereka benar-benar terbalik.
       Angan-angan khayalan dan Pencerahan adalah dari sumber yang sama
       Sang Buddha tergerak oleh belas kasihan dan mengasihani Ananda
       dan perkumpulan majelis, berkata dengan suara-Nya yang sekuat
       gelombang pasang samudera: 'Pria yang baik, Saya selalu
       menyatakan bahwa Bentuk dan Pikiran dan semua penyebab timbul
       dari sini, semua kondisi batin dan semua gejala kejadian sebab
       musabab adalah melainkan penjelmaan wujud dari pikiran. Tubuh
       dan pikiran kamu adalah hanya penampilan di dalam keindahan,
       kecerahan dan kemurnian Pikiran yang sangat mendalam. Mengapa
       Anda menyimpang dari kealamian sifat mulia, cerah dan halus dari
       Pikiran yang secara asasi mendasar tercerahkan dan sangat
       mengakui angan-angan khayalan dalam Pencerahan?'
       Kesuraman (Pikiran) menciptakan kekosongan (yang kusam pudar)
       dan keduanya, di dalam kegelapan, bersatu dengan itu menjadi
       bentuk. Percampuran bentuk dengan pikiran yang salah menyebabkan
       yang terakhir untuk mengambil bentuk tubuh, diaduk oleh
       sebab-sebab yang terkumpul di dalam dan tertarik ke luar di
       luar. Gangguan dalam batin tersebut secara keliru disamakan
       untuk sifat alami pikiran, oleh karena itu pandangan salah dari
       pikiran itu menetap tinggal di dalam tubuh fisik dan kegagalan
       untuk menyadari bahwa tubuh ini dan juga gunung-gunung diluar,
       sungai, ruang dan bumi yang besar adalah melainkan gejala
       kejadian didalam Pikiran Benar yang terang menakjubkan. Seperti
       seorang pria bodoh yang tidak memperhatikan samudera laut besar
       tetapi menggenggam gelembung yang mengambang dan menganggapnya
       sebagai seluruh tubuh air dalam hamparan bentangannya yang
       sangat besar, Anda adalah dua kali lipat yang tertipu diantara
       yang tertipu. Ini adalah yang sama persis dengan angan-angan
       yang sama seperti ketika Saya menurunkan tangan Saya ke bawah,
       dan sehingga sang Tathagata mengatakan bahwa Anda adalah
       orang-orang yang paling patut dikasihani.
       [center]Menyangkal tanggapan penglihatan yang salah untuk
       menghilangkan kumpulan keempat dan mengungkapkan tidak adanya
       kesadaran ketujuh[/center]
       Memusnahkan Ketidaknyataan
       Tidak adanya tanggapan penglihatan yang berbeda
       pandangan ananda yang salah
       Ananda menangis terharu oleh cinta kasih sang Buddha dan
       Pengajaran yang mendalam, merangkapkan dua telapak tangannya
       bersama dan berkata:
       "Setelah mendengar Dharma sang Buddha yang indah, Saya telah
       menyadari bahwa Pikiran yang terang menakjubkan pada dasarnya
       sempurna, sehingga Saya selalu menghuni didalam dasar pikiran
       Saya. Tetapi jika kebangkitan Saya telah dikarenakan khotbah
       sang Buddha, Saya telah (benar-benar) mengunakan, pikiran sebab
       akibat Saya untuk mendengarnya dengan hormat, sehingga dengan
       hanya menyadari pikiran itu. Saya tidak berani berpura-pura
       bahwa itu adalah Pikiran-dasar yang pokok. Akankah Anda cukup
       penuh kasih untuk mencerahkan Saya sehingga menghapus keraguan
       Saya (yang tersisa) agar Saya bisa kembali ke Jalan Kebenaran
       Tertinggi?
       [center]Ketidaknyataan yg ditimbulkan oleh sebab-sebab
       angan-angan khayalan[/center]
       Sang Buddha berkata:. Anda masih menggunakan pikiran Anda yang
       melekat untuk mendengarkan Dharma, karena, bagaimanapun, Dharma
       ini juga adalah sebab akibat, Anda gagal untuk menyadari sifat
       alami Dharma. Ini seperti orang yang menunjuk jarinya ke bulan
       untuk memperlihatkan kepada orang lain yang harus mengikuti arah
       jari untuk melihat bulan. Jika mereka melihat ke jari itu dan
       keliru mempersamakan itu untuk bulan, mereka kehilangan
       (penglihatan dari) bulan dan jari. Kenapa? Karena bulan yang
       terang itu sebenarnya yang ditunjuk, mereka berdua kehilangan
       penglihatan dari jari dan gagal untuk membedakan antara
       (keadaan) kecerahan dan kegelapan. Kenapa? Karena mereka keliru
       mempersamakan jari itu untuk bulan yang terang itu dan tidak
       jelas tentang terang dan gelap.
       Demikian juga, jika Anda keliru mempersamakan (kepandaian) Anda
       yang mendengar suara khotbah Saya untuk  (pikiran benar) Anda,
       sifat alami cerdas terakhir itu akan bebas berdiri sendiri
       terhadap suara yang dibedakan itu. Misalnya, ketika seorang
       pejalan menghabiskan malam di sebuah rumah penginapan, ia
       melakukannya selama satu waktu dan kemudian pergi meninggalkan,
       tidak tinggal di sana selama-lamanya: untuk sang penjaga
       penginapan, ia tidak memiliki tempat lain untuk pergi karena ia
       memiliki penginapan. Ini adalah sama dengan pikiran Anda.
       [center]Ketidakbenaran dari alat indera dan kesadaran[/center]
       Jika itu adalah Pikiran Benar Anda, dia tidak memiliki tempat
       untuk pergi. Lalu mengapa dalam ketiadaan pembicaraan itu tidak
       memiliki sifat cerdas alami sendiri? (Kepandaian) yang
       berbeda-beda ini tidak muncul hanya ketika Saya berbicara,
       tetapi juga ketika Anda melihat penampilan Saya; itu tidak
       memiliki kecerdasan. Sifat alami dari itu sendiri ketika tidak
       ada bentuk. (Itu bukanlah Pikiran Benar) bahkan ketika Anda
       mencapai keadaan di mana semua perbedaan berhenti, keadaan yang
       tiada bentuk maupun kekosongan, yang para bidah menyebutnya
       Kegelapan Awal.
       [center]Semua gejala kejadian yang bisa dikembalikan ke penyebab
       adalah tidak nyata[/center]
       Jika itu yang tidak memiliki sifat cerdas alami sendiri berhenti
       berada dalam ketiadaan kondisi sebab akibat, bagaimana bisa
       (yang disebut) sifat alami pikiran Anda dapat menjadi tuan rumah
       (yang bebas berdiri sendiri) jika ia menghilang saat kembali ke
       penyebab (angan-angan khayalannya)?
       [center]Meminjam Intisari Pokok Dari Tanggapan Penglihatan Untuk
       Menemukan Sebab Akibat Luar[/center]
       Ananda bertanya: 'Jika setiap keadaan pikiran saya dapat
       dikembalikan ke penyebabnya, mengapa sang Buddha berbicara
       tentang Pikiran asli yang terang menakjubkan yang tidak dapat
       dikembalikan ke mana pun? Akankah Anda cukup penuh belas kasih
       untuk mencerahkan saya?'
       [center]Menyiapkan intisari pokok dari tanggapan
       penglihatan[/center]
       Sang Buddha berkata: 'Seperti Anda melihat Saya sekarang,
       intisari pokok penglihatan Anda aslinya jelas. Walaupun itu
       bukan Pikiran terang yang mendalam, itu adalah seperti bulan
       kedua tetapi bukan merupakan pantulan bayangan dari bulan (di
       air). Sekarang dengarkan dengan penuh perhatian penjelasan Saya
       tentang hal yang tidak dapat kembali di mana pun.
       [center]Menemukan sebab akibat luar[/center]
       'Ananda, pintu dan jendela ruangan ini terbuka lebar dan
       menghadap ke timur. Ada cahaya saat matahari terbit di langit
       dan ada kegelapan di tengah malam ketika bulan memudar atau
       disembunyikan oleh kabut atau awan. Penglihatan Anda leluasa
       tanpa rintangan melalui pintu dan jendela terbuka namun
       terhambat di mana ada dinding atau rumah. Dimana ada perbedaan,
       Anda merasakan (pengadukan) penyebab dan kekosongan yang
       membosankan, Anda hanya melihat kekosongan. Suatu kondisi tidak
       sadar, hasil dari luar yang membingungkan sedangkan sebaliknya
       'keadaan terbangun' mengarah pada tanggapan penglihatan yang
       jelas. Ananda, lihat sekarang bagaimana Saya. mengembalikan
       masing-masing dari keadaan yang berubah ini ke kondisi sebab
       akibat nya. Sebab akibat asli apakah ini? Ananda, dari
       kondisi-kondisi yang berubah ini, cahaya dapat dikembalikan ke
       matahari. Kenapa? Karena tidak ada cahaya tanpa matahari dan
       karena cahaya datang dari matahari, dia dapat dikembalikan ke
       itu (yaitu, asal-usulnya). 'Kegelapan' dapat dikembalikan ke
       'bulan yang memudar'; 'kejelasan' ke 'pintu dan jendela yang
       terbuka', 'halangan' ke 'dinding dan rumah', 'penyebab' ke
       'pembedaan', 'kekosongan' ke 'kekosongan yang saling
       berhubungan'; 'Luar yang membingungkan' ke 'ketidaksadaran' dan
       'tanggapan penglihatan yang jelas' kepada 'keadaan terbangun'.
       Tidak ada di dunia yang melampaui kondisi ini. Sekarang ketika
       initsari pokok tanggapan penglihatan Anda menghadapi delapan
       keadaan ini, di manakah hal itu dapat dikembalikan? Jika pada
       kecerahan Anda tidak akan melihat kegelapan ketika tidak ada
       cahaya. Meskipun keadaan-keadaan ini seperti cahaya, kegelapan,
       dan seterusnya, berbeda satu sama lain, penglihatan Anda tetap
       tidak berubah.
       [center]Sifat alami dari tanggapan penglihatan[/center]
       'Semua keadaan yang bisa dikembalikan ke penyebab luar adalah
       jelas bukan Anda, tapi yang tidak dapat dikembalikan ke mana
       pun, jika itu bukan Anda, apakah itu? Oleh karena itu, Anda
       harus tahu bahwa Pikiran Anda pada dasarnya adalah indah, cerah
       dan murni dan bahwa dikarenakan oleh 'angan-angan khayalan' dan
       'kebodohan' Anda, Anda telah melewatkan hal itu dan akhirnya
       terjerat pada roda perpindahan, tenggelam dan mengambang di laut
       samsara. Inilah sebabnya mengapa sang Tathagata mengatakan bahwa
       Anda adalah orang yang paling patut dikasihani.
       [center]Sifat alami dari tanggapan penglihatan (mendasar) adalah
       bukan intisari pokok dari tanggapan penglihatan[/center]
       Ananda bertanya: 'Sekarang saya mengerti bahwa sifat alami dari
       tanggapan penglihatan tidak dapat dikembalikan kepada penyebab
       luar apapun tapi bagaimana saya bisa tahu bahwa itu adalah Sifat
       Alami Sejati saya?'
       #Post#: 89--------------------------------------------------
       Re: Suramgama Usnisa Sitatapatra Mahayana Suttram
       By: ajita Date: November 11, 2016, 8:03 am
       ---------------------------------------------------------
       Daya tampung dari tanggapan penglihatan
       Sang Buddha berkata: 'Ananda, meskipun Anda belum mencapai
       keadaan melampaui diluar arus perpindahan, Anda sekarang dapat
       menggunakan 'kekuatan Buddha yang sangat sulit dipahami' untuk
       melihat 'Surga Dhyana pertama' tanpa halangan, seperti Aniruddha
       yang melihat dunia ini (Jambudvipa) sejelas buah yang dipegang
       tangannya sendiri. Para Bodhisattva dapat melihat ratusan dan
       ribuan dunia. Para Buddha di sepuluh penjuru dapat melihat semua
       tanah Murni yang tidak terhitung seperti debu. Bagi makhluk
       hidup, jangkauan penglihatan mereka (kadang-kadang) terbatas
       jarak inci.'
       Menemukan objek-objek sebab akibat
       'Ānanda, seperti Anda dan Saya melihat istana yang dihuni
       oleh empat raja surgawi dengan semua yang ada di dalam air, di
       tanah dan di udara, meskipun ada berbagai macam wujud dan bentuk
       dalam terang dan gelap, mereka adalah melainkan gangguan
       rintangan yang dihasilkan dari perbedaan Anda terhadap tujuan
       gejala kejadian. Di sini Anda harus membedakan antara diri Anda
       sendiri dan objek-objek yang diluar. Dari, apa yang Anda lihat,
       sekarang Saya menemukan apa yang diri Anda sendiri dan mereka
       yang melainkan hanya gejala kejadian. Ananda, jika Anda
       sepenuhnya memakai bidang penglihatan Anda, dari matahari dan
       bulan hingga jarak tujuh gunung dengan semua macam cahaya, semua
       yang Anda lihat adalah gejala kejadian yang bukan Anda. Ketika
       Anda (memperpendek jarak Anda), Anda melihat awan yang sedang
       lewat berlalu dan burung yang sedang terbang, angin naik dan
       debu, pohon, gunung, sungai, rumput, manusia dan binatang,
       mereka semuanya adalah yang diluar dan bukan Anda.'
       Intisari pokok dari tanggapan penglihatan
       'Ananda, banyak berbagai macam hal, jauh dan dekat, ketika
       dilihat oleh intisari pokok penglihatan Anda, muncul berbeda
       sementara sifat alami dari penglihatan Anda adalah seragam.
       Intisari pokok yang cerah menakjubkan ini adalah benar-benar
       sifat alami dari tanggapan penglihatan Anda.'
       Intisari pokok dari tanggapan penglihatan yang keliru
       mempersamakan yang diluar
       Menyangkal kesalahpahaman ini
       "Jika penglihatan adalah benda (objek), Anda seharusnya juga
       melihat penglihatan Saya. Jika Anda dapat melakukannya mengapa
       ketika Saya tidak melihat suatu hal, Anda tidak melihat 'tiada
       penglihatan Saya'? (Bahkan) jika Anda melakukannya itu tidak
       akan menjadi nyata tetapi merupakan penglihatan salah Anda. Jika
       Anda tidak melihat 'tiada penglihatan Saya', itu memahami bahwa
       penglihatan Anda dan Saya adalah bukan benda. Jika demikian,
       mengapa penglihatan Anda tidak bisa menjadi Anda? Sekali lagi,
       jika ketika Anda melihat sebuah benda Anda memegangnya begitu
       saja, itu seharusnya juga melihat Anda; jika demikian, benda itu
       dan sifat alami dari penglihatan akan berbaur dan Kamu, Aku dan
       Dunia akan berada dalam kebingungan sepenuhnya.'
       Tanggapan penglihatan yang benar
       'Ānanda, ketika Anda melihat (benda), penglihatan ini
       adalah milik-Mu dan bukan milik-Ku, dan sifat alaminya menembus
       kemana-mana; jika itu bukan Anda, apakah itu? Mengapa Anda masih
       ragu tentang sifat alami sejati yang dimiliki Anda dan meminta
       Saya untuk menegaskan bahwa itu tidak salah?'
       Menghapus daya tampung Tanggapan Penglihatan untuk mengungkap
       Pikiran Sejati
       Daya tampung dari Penglihatan
       Ananda bertanya: 'Bhagavan, jika saya adalah sifat alami dari
       penglihatan, mengapa ketika sang Buddha dan saya melihat istana
       dari empat raja surgawi dan matahari dan bulan, apakah
       penglihatan ini pertama terlebih dahulu menembus seluruh dunia
       dan kemudian kembali ke Vihara ini, kemudian ke kuil-nya dan
       sekarang ke ruangan ini beserta dengan atap-nya dan koridor-nya?
       Apakah penglihatan ini yang pertama kali menjalar meliputi alam
       semesta sekarang kembali dan mengisi hanya ruangan ini; apakah
       skala-nya yang sebelumnya tidak menyusut, atau dipotong oleh
       dinding dari ruangan ini? Saya tidak tahu di mana "arti" dari
       semua ini benar-benar "terletak"; Akankah Anda cukup penuh belas
       kasih untuk mencerahkan saya?'
       Menghentikan daya tampung dari penglihatan
       Sang Buddha menjawab: 'Ananda, segala sesuatu di dunia ini, baik
       besar atau kecil, dalam atau luar, serta dalam kondisi-kondisi
       lain, adalah yang bersifat di luar; Anda seharusnya tidak
       mengatakan bahwa penglihatan Anda mengembang dan menyusut. Ambil
       contoh sebuah kotak persegi dalamnya yang dipandang sebagai
       mengandung "persegi" udara. Sekarang, katakan pada-Ku, apakah
       udara itu terlihat sebagai "Persegi" dalam kotak persegi itu,
       benar-benar persegi atau tidak? Jika demikian, itu seharusnya
       tidak bulat ketika "dituangkan" ke dalam kotak bulat. Jika
       tidak, maka seharusnya tidak ada 'persegi' udara dalam kotak
       persegi. Anda mengatakan bahwa Anda tidak tahu di mana "arti"
       dari semua ini benar-benar "terletak," (Tapi) 'artinya' begitu,
       di mana Anda ingin itu "diletakkan"? Ananda, jika Anda ingin,
       udara menjadi tidak persegi atau bulat, buang saja kotak itu.
       Karena udara tidak memiliki tempat letak, Anda tidak perlu lagi
       bersikeras menghapus tempat di mana itu "terletak". Jika,
       seperti yang Anda katakan, ketika Anda memasuki ruangan ini,
       penglihatan Anda menyusut kedalam batas lingkungan kecil, maka
       ketika Anda melihat matahari, apakah Anda mengangkatnya ke atas
       untuk mencapai matahari yang ada di atas langit? Jika dinding
       bisa memotong penglihatan Anda, dapatkah Anda mencegahnya dari
       mengintip melalui lubang di dinding? Oleh karena itu, anggapan
       pendapat Anda adalah salah.'
       [center]Mengungkap Kebenaran asli[/center]
       'Semua makhluk hidup, dari waktu tanpa awal, telah mengabaikan
       diri mereka sendiri dengan melekat pada benda-benda luar,
       sehingga dengan cara demikian kehilangan dasar pokok pikiran
       mereka. Jadi mereka sedang dibalikkan oleh benda dan menganggap
       ukuran besar dan kecil. Jika mereka bisa mengubah benda
       seluruhnya, mereka akan menjadi seperti sang Tathagata, dan
       tubuh dan pikiran mereka akan berada dalam keadaan sempurna
       bercahaya; dari tempat suci abadi mereka, ujung dari
       masing-masing rambut mereka akan berisi semua tanah lapang dalam
       sepuluh penjuru.'
       [center]Menghapus intisari pokok tanggapan penglihatan untuk
       melenyapkan kumpulan kelima dan kesadaran kedelapan
       Pemberantasan Kemelekatan Diri untuk Mengungkap Suatu
       Kenyataan[/center]
       Ananda bertanya: 'Jika intisari pokok dari penglihatan ini
       adalah sifat alami yang menakjubkan milik saya, yang terakhir
       harus mewujudkan di depanku. Jika 'penglihatan' adalah diri saya
       yang sebenarnya, lalu apakah tubuh dan pikiran saya? Namun pada
       kenyataannya tubuh dan pikiran saya bisa membedakan (hal-hal),
       sedangkan 'penglihatan' itu tidak dapat membedakan tubuh saya.
       Jika tanggapan penglihatan adalah pikiran saya dan menyebabkan
       saya untuk melihat (hal-hal), maka tanggapan penglihatan ini
       adalah diri saya sedangkan tubuh saya bukan, ini adalah sama
       persis apa yang sebelumnya sang Buddha bantahkan (dengan alasan
       bahwa) benda-benda seharusnya melihat saya. Apakah Anda cukup
       penuh belas kasih untuk mencerahkan saya?'
       [center]Membasmi Kesalahpahaman Ananda terhadap Benda Menjadi
       dan Tidak Menjadi Tanggapan Penglihatan[/center]
       Kesalahpahaman pada benda menjadi tanggapan penglihatan
       Sang Buddha menjawab: 'Ananda, gambaran pengartian Anda terhadap
       tanggapan penglihatan berada di depan Anda adalah tidak benar
       karena jika itu demikian, intisari pokok dari tanggapan
       penglihatan seharusnya memiliki posisi yang dapat ditunjukkan.
       Ketika Anda duduk di taman Jetavana, anda melihat pohon-pohon
       dan gunung-gunung serta ruangan ini, dengan matahari atau bulan
       diatas dan Sungai Gangga di kejauhan. Seperti Anda sekarang, di
       depan kursi singa Saya, menggerakkan tangan Anda untuk menunjuk
       ke sekeliling, seperti dedaunan gelap dari hutan, matahari yang
       cerah, dinding yang menghalangi dan ruang yang terbuka jelas
       serta rumput, tanaman dan benda yang sangat kecil, meskipun
       mereka berbeda ukuran, masing-masing dari mereka dapat
       ditunjukkan. Jika
       mereka adalah benar-benar penglihatan Anda yang terwujud di
       depan Anda, Anda seharusnya mampu menunjukkan mana yang adalah
       penglihatan Anda.'
       'Ananda, Anda seharusnya tahu bahwa jika kekosongan adalah
       penglihatan Anda, karena itu sudah menjadi tanggapan penglihatan
       Anda, maka bagaimana itu bisa kosong? Jika benda (yang diluar)
       adalah penglihatan anda dan sudah menjadi tanggapan penglihatan
       Anda, bagaimana itu bisa yang diluar? Jadi, setelah membedah
       segala sesuatu di depan Anda, temukan asas prinsip yang cerah
       dan murni dari tanggapan penglihatan Anda dan tunjukkan hal itu
       (kepada Saya) untuk membuktikan bahwa itu adalah jelas dan tak
       terbantahkan sama persis dengan yang diluar.'
       Ananda berkata: 'Dari ruangan ini, sekarang saya melihat Gangga
       di kejauhan, matahari atau bulan berada diatas dan semua yang
       saya dapat tunjukkan dengan jari saya dan melihat dengan mata
       saya, mereka semua adalah benda-benda (yang diluar) tetapi tiada
       satupun dari mereka adalah tanggapan penglihatan saya. Bhagavan,
       karena sang Buddha telah mengatakan, tidak hanya seorang pemula
       di dalam tahap sravaka, seperti saya sendiri, yang masih berada
       di dalam arus perpindahan, tetapi bahkan seorang Bodhisattva,
       tidak bisa membedah hal-hal dan menunjukkan intisari pokok dari
       penglihatan yang memiliki sifat alami yang bebas terpisah dari
       gejala kejadian.'
       Sang Buddha berkata: 'Benar, benar.'
       Kesalahpahaman Benda Tidak Menjadi Tanggapan Penglihatan
       Sang Buddha berkata: 'Seperti yang telah Anda katakan, tidak ada
       "intisari pokok dari penglihatan" dengan "sifat alami yang bebas
       tidak bergantung" pisah terlepas dari "gejala kejadian".
       Sekarang jika tidak ada "tanggapan penglihatan" dalam hal yang
       Anda tunjukkan, sekarang Saya bertanya lagi: waktu Anda dan sang
       Tathagata duduk di taman Jetavana, ketika Anda melihat hutan dan
       semua yang diluar termasuk matahari atau bulan, jika tidak ada
       intisari pokok dari penglihatan yang dapat dipilih dari mereka,
       katakan pada-Ku mana yang bukan penglihatan?'
       Ananda menjawab: 'Dari semua hal yang terlihat di taman
       Jetavana, saya tidak tahu mana yang bukan penglihatan. Kenapa?
       Karena jika pohon-pohon adalah bukan penglihatan, mengapa saya
       melihat mereka? Jika mereka adalah penglihatan, mengapa mereka
       pohon? Jika kekosongan adalah bukan penglihatan, mengapa saya
       melihatnya? Jika kekosongan adalah penglihatan, mengapa itu
       kosong? Saya juga telah berpikir dengan hati-hati tentang semua
       ini dan sekarang menyimpulkan bahwa masing-masing dari mereka
       adalah penglihatan."
       Sang Buddha berkata: 'Benar, benar. "
       Dalam pertemuan itu, semua orang yang belum mencapai tahap di
       luar penelitian, sangat terkejut saat mendengar sang Buddha
       mengatakan ini. Mereka gagal untuk memahami makna-Nya dan telah
       terganggu dan kehilangan keseimbangan. Sang Buddha menyadari
       kebingungan dan kegelisahan mereka dan berbelas kasihan kepada
       mereka, mengatakan: 'orang budiman, kata-kata dari Raja Hukum
       Kesunyataan Agung adalah benar, sesuai dengan kenyataan dan
       tidak menipu atau salah, tidak seperti orang-orang dari bidah
       yang khotbahnya sewenang-wenang dan tanpa tujuan. Sekarang
       dengarlah dengan penuh perhatian, keyakinan Anda kepada Saya
       tidak akan sia-sia .'
       Setelah itu, Manjusri Bodhisattva, yang berbelas kasihan kepada
       empat Varga (empat kelompok yang terdiri dari
       bhiksu,bhiksuni,upasaka, dan upasika), bangkit dari tempat
       duduknya, bersujud di kaki sang Buddha, merangkapkan kedua
       telapak tangan (anjali) dan berkata: 'Yang dimuliakan dunia
       (Bhagavan), orang-orang ini tidak mengerti dua kali lipat
       pembukaan pemberitahuan sang Tathagata tentang kenyataan dan
       ketidaknyataan dari intisari pokok dari tanggapan penglihatan
       dalam "bentuk" dan "kekosongan". Mereka berpikir bahwa jika
       bentuk sebab akibat dan kekosongan adalah penglihatan, harusnya
       ada tanda petunjuk dari itu, dan jika itu tidak ada, harusnya
       tidak ada penglihatan. Mereka tidak memahami ajaran Anda dan,
       oleh karena itu, terkejut dan bingung, tetapi mereka tidak
       seperti orang-orang yang akarnya sembrono dan kurang cerdas.
       Semoga sang Tathagata cukup penuh belas kasih untuk mencerahkan
       mereka (sehingga, bahwa mereka tahu) benda apa dan intisari
       pokok dari tanggapan penglihatan ini adalah pada pokoknya dan
       bahwa ada yang tidak "adalah" maupun "bukan" di antara itu. "
       Sang Buddha mengumumkan kepada Manjusri dan perkumpulan majelis:
       'Untuk semua Tathagata dan para Bodhisattva dari sepuluh
       penjuru, tinggal berdiam dalam keadaan samadhi, penglihatan dan
       penyebabnya (yang terjadi bersama-sama), serta semua bentuk yang
       dapat dibayangkan, adalah seperti bunga di langit yang pada
       pokoknya tidak ada. Penglihatan ini dan penyebabnya adalah pada
       dasarnya yang mendalam, zat murni dan cerah dari Pencerahan,
       bagaimana bisa ada "adalah" dan "bukan" di dalamnya? Manjusri,
       sekarang Saya bertanya ini kepada Anda; Anda sudah Manjusri yang
       asli, bisakah ada Manjusri lain yang pertama "adalah" dan
       kemudian "bukan"'?
       Manjusri menjawab:'Tidak, Bhagavan, saya adalah Manjusri yang
       asli dan tidak mungkin ada yang lain. Kenapa? Karena jika ada,
       maka akan ada dua Manjusri, tetapi kehadiran saya di sini tidak
       berarti bahwa tidak ada Manjusri, dengan pengertian (yang
       berubah-rubah) dari "adalah" dan "bukan" di antara.'
       Sang Buddha berkata: 'Demikian juga penglihatan yang jelas ini
       serta obyek benda (yang terlihat) dan kekosongan adalah pada
       pokoknya "sempurna, murni, pikiran sejati yang indah, cerah,
       Bodhi tertinggi" secara salah dianggap sebagai "bentuk" dan
       "kekosongan" serta "pendengaran" dan "penglihatan", seperti
       "bulan kedua" dianggap dengan kesalahpahaman yang menyertai dari
       "bulan nyata" dan "tidak nyata". Manjusri, hanya ada satu bulan
       nyata yang berada di luar kondisi dari "adalah" dan "bukan".
       Oleh karena itu, jika Anda melihat penglihatan
       dan objek benda itu dan menimbulkan semua jenis penciptaan
       (batin), ini adalah pemikiran yang salah yang akan mencegah Anda
       keluar dari kondisi ganda ini dari "adalah" dan "bukan". (Jika
       Anda melihat ke dalam mereka dengan cara) ini benar, penting,
       indah, cerah, dan sifat alami yang tercerahkan, itu akan
       memungkinkan Anda untuk menghindari kegandaan ini.'
       [center]Memusnahkan Gudang Kesadaran kedelapan (Alaya)
       pembuktian diri untuk Mengungkapkan Satu Kenyataan[/center]
       Pembedaan Ananda
       Ananda berkata: 'Bhagavan, Raja Hukum Kesunyataan telah
       memberitakan sifat pencerahan sebab akibat (Bodhi) yang selalu
       hadir di sepuluh penjuru dan yang berada di luar dari kelahiran
       dan kematian; apakah hal ini berbeda dari gagasan kedalaman yang
       awal, menurut ajaran kepercayaan Kapila dan bahwa Diri sejati
       meresap meliputi dimana-mana menurut pertapa bidah (pertapa yang
       menyimpang dari ajaran benar) yang menutupi kepala mereka dengan
       abu dan debu? Sang Buddha, ketika berada di gunung Lanka, pernah
       berkata kepada Mahamati: "Pertapa bidah selalu berbicara tentang
       keberadaan alami tetapi Aku memberitakan sebab dan kondisi yang
       berada di luar dari tingkat yang mereka telah capai." Sekarang
       ketika saya melihat ke dalam sifat alami dari Pencerahan ini,
       itu adalah ada diri, diatas kelahiran dan kematian dan diluar
       dari semua kepalsuan dan pembalikan. Tampaknya menjadi tiada
       sebab dan kondisi (Anda) maupun keberadaan alami mereka. Maukah
       Anda mengajari kami sehingga kami tidak akan jatuh ke dalam
       ajaran sesat, tetapi memenangkan sifat cerah indah tercerahkan
       dari Pikiran Benar.'
       Memusnahkan Pembedaan Ananda
       Membasmi diri seperti itu
       Sang Buddha berkata: 'Saya secara bijaksana mengungkapkan
       kebenaran kepada Anda, namun Anda tidak terbangun untuk itu
       tetapi keliru mempersamakan itu untuk menjadi diri seperti itu.
       Ananda, jika itu adalah diri seperti itu, itu seharusnya
       memperlihatkan dengan jelas bahwa zat pokoknya adalah diri.
       Sekarang melihat kedalam penglihatan yang menakjubkan ini dan
       melihat apa yang diri itu sendiri; apakah Anda mengartikan
       cahaya, kegelapan, kejelasan atau halangan itu adalah diri itu
       sendiri? Ananda, jika cahaya adalah diri itu sendiri, Anda
       seharusnya tidak melihat kegelapan dan jika kekosongan, Anda
       seharusnya tidak melihat halangan. Jika kegelapan adalah diri
       itu sendiri, sifat alami dari penglihatan Anda seharusnya tidak
       ada lagi ketika ada cahaya; jika demikian, mengapa Anda masih
       melihat cahaya?'
       Ananda berkata: 'Jika demikian, sifat alami dari penglihatan
       yang menakjubkan ini adalah bukan diri seperti itu. Sekarang
       saya menebak bahwa itu diciptakan oleh sebab dan kondisi tetapi
       aku masih belum jelas tentang hal itu. Saya berdoa Tathagata
       mengajar saya bagaimana ini cocok sesuai dengan sifat penyebab
       dan kondisi.'
       Menghilangkan penyebab dan kondisi
       Sang Buddha berkata: Anda sekarang berbicara tentang sebab dan
       kondisi Mari Saya menanyakan kamu ini: Ketika Anda melihat
       sesuatu, sifat alami dari penglihatan mewujud, apakah
       penglihatan ini ada karena cahaya, kegelapan, kejelasan atau
       halangan? Ananda, jika itu ada karena cahaya, Anda seharusnya
       tidak melihat kegelapan dan jika karena kegelapan, Anda
       seharusnya tidak melihat cahaya; itu adalah sama dengan
       kejelasan dan halangan. Sekali lagi, apakah penglihatan ini di
       dalam kondisi terang, gelap, jelas atau terhalang? Ananda, jika
       itu jelas, Anda seharusnya tidak melihat halangan dan jika
       terhalangi Anda seharusnya tidak melihat bahwa itu adalah jelas,
       itu adalah sama dengan cahaya dan kegelapan.
       Mengungkap sifat dasar Bodhi
       'Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa sifat dasar Bodhi adalah
       menakjubkan dan cerah, menjadi tiada sebab maupun kondisi, tiada
       diri seperti itu maupun bukan diri seperti itu, tiada
       ketidaknyataan maupun bukan ketidaknyataan, dan tiada kenyataan
       maupun bukan kenyataan, untuk itu adalah di luar dari semua
       bentuk dan sama persis dengan segala sesuatu (dharma). Bagaimana
       sekarang Anda dapat berpikir tentang itu dan menggunakan istilah
       yang sembrono tak karuan dari dunia untuk mengungkapkannya? Ini
       adalah seperti mencoba menangkap atau menyentuh kekosongan
       dengan tangan Anda; Anda hanya akan melelahkan diri Anda
       sendiri, untuk bagaimana Anda dapat menangkap kekosongan?'
       Menyeka pasangka anggapan yang salah
       Ananda bertanya: 'Bhagavan, jika sifat alami dari Pencerahan
       yang indah menakjubkan memiliki tiada sebab maupun kondisi,
       mengapa sang Buddha selalu mengatakan kepada para bhiksu tentang
       sifat alami dari penglihatan yang ada dikarenakan oleh empat
       kondisi dari kekosongan, cahaya, pikiran dan mata; apa artinya
       semua ini?'
       Sang Buddha menjawab: 'Saya berbicara tentang sebab dan kondisi
       duniawi yang tidak ada hubungannya dengan Kenyataan Tertinggi.'
       [center]Menghilangkan intisari pokok dari tanggapan penglihatan
       untuk Mengungkapkan Pencerahan yg baru jadi
       Memusnahkan Pembedaan Ananda[/center]
       'Ananda, sekarang Saya menanyakan kepada Anda ini: 'Ketika
       seorang duniawi mengatakan bahwa ia bisa melihat hal-hal, apa
       yang ia maksud dengan "melihat" dan "tidak melihat"?
       Ananda menjawab: 'Ketika seorang duniawi melihat bentuk-bentuk
       oleh cahaya matahari, bulan dan lampu, ini disebut melihat
       tetapi dalam ketiadaan cahaya tersebut, ia tidak dapat melihat
       (apapun).'
       (Sang Buddha bertanya): 'Ananda, jika itu disebut "tidak
       melihat" ketika tidak ada cahaya, dia seharusnya tidak melihat
       kegelapan. Jika dia melihat, hal ini karena tidak ada cahaya;
       bagaimana maka dapat tidak ada penglihatan? Ananda, dalam
       kegelapan, jika hal ini disebut tidak melihat hanya karena ia
       tidak melihat cahaya, maka ketika ada cahaya, jika dia tidak
       melihat kegelapan, ini sekali lagi disebut "tidak melihat";
       dengan demikian tidak akan ada penglihatan didalam, kedua kasus.
       Tapi didalam kedua keadaan yang saling menggantikan ini, sifat
       alami dari penglihatan Anda tidak berhenti untuk sesaat. Oleh
       karena itu, (sesungguhnya) ada penglihatan didua keadaan, jadi
       bagaimana bisa ada "tiada penglihatan"?
       [center]Mengungkap Bodhi yang baru jadi[/center]
       'Oleh karena itu, Ananda, engkau harus tahu bahwa ketika Anda
       melihat cahaya, penglihatan Anda tidak jelas, ketika Anda
       melihat kegelapan, penglihatan Anda tidak tersembunyi; ketika
       Anda melihat kekosongan, itu tidak kosong, dan ketika Anda
       melihat halangan, itu tidak terhalang. Setelah Anda telah
       memahami keempat keadaan ini, Anda juga harus tahu bahwa ketika
       Anda (sepenuhnya mutlak) melihat merasakan intisari pokok dari
       penglihatan, yang terlebih dahulu bukanlah yang terakhir yang
       masih berbeda dari itu; bagaimana bisa penglihatan (salah) Anda
       menjangkau penglihatan (sepenuhnya mutlak) itu?'
       Bagaimana Anda bisa berbicara tentang sebab dan kondisi, dari
       diri yang ada seperti itu dan dari (yang disebut) penyatuan?
       Kalian semua adalah bodoh dan pendengar (srāvakā) berpikiran
       sempit dan tidak dapat memahami kenyataan yang murni dan bersih.
       Sekarang Saya mengajar Anda (Kebenaran) kedalam yang harus Anda
       perhatikan dengan teliti; jadi jangan biarkan kemalasan dan
       kelalaian menghalangi jalan Anda menuju ke Bodhi yang sangat
       mendalam.'
       [center]Mengungkap ketidaknyataan dari dua alam untuk
       menampakkan tiada keberadaan dari Dharma (benda-benda)[/center]
       Ananda berkata kepada sang Buddha: 'Bhagavan, meskipun sang
       Buddha telah mengajarkan kepada kami tentang sebab dan kondisi,
       keadaan diri seperti itu, dari percampuran dan penyatuan dan
       dari tiada percampuran dan tiada penyatuan, pikiran kami masih
       belum terbuka untuk pengajaran. Ketika kami mendengarkan
       petunjuk-Nya yang lebih lanjut pada melihat yang bukan melihat,
       kami menjadi lebih terkecoh dan bingung. Tolong penuh
       berbelaskasih yang cukup untuk membuka mata kebijaksanaan kami
       untuk mencerahkan kami.' Setelah mengatakan ini, Dia meneteskan
       air mata pahit, mensujudkan diri di kaki sang Buddha dan
       menunggu ajaran suci itu.
       Sang Buddha kasihan kepada Ananda dan perkumpulan majelis dan
       hendak mengajarkan praktik mendalam dari Samadhi dari Dharani
       besar ketika Dia berkata kepada Ananda: 'Meskipun Anda telah
       mencoba untuk menghafal (Dharma Saya), Anda hanya memperluas
       pendengaran (dari pengetahuan) Anda dan masih tidak terlalu
       jelas tentang wawasan pengertian yang mendalam kedalam
       ketentraman bebas nafsu (samatha). Sekarang dengarkan dengan
       memperhatikan apa yang sekarang saya beritahu Anda secara penuh
       (untuk kepentingan Anda) dan mereka yang masih berada dalam arus
       perpindahan sehingga Anda dapat seluruhnya memenangkan buah
       bodhi.
       'Ananda, semua makhluk hidup tunduk pada perpindahan melalui
       berbagai dunia dikarenakan oleh dua pembalikan, 'pandangan
       membeda-beda' dan 'pandangan salah' yang, dimanapun itu terjadi,
       menyebabkan orang tertangkap dalam perputaran roda samsara. Apa
       yang menyebabkan dua pandangan yang salah ini? Mereka adalah
       karena karma perseorangan dan gabungan bersama milik mereka.
       [center]Karma Perseorangan[/center]
       'Karma perseorangan apakah yang menyebabkan pandangan salah?
       Ananda, itu adalah seperti orang yang, karena matanya meradang,
       melihat pada malam hari lingkaran lima warna mengelilingi cahaya
       lampu. Apakah lingkaran ini adalah warna dari api atau dari
       penglihatan-nya? Jika itu adalah warna api, mengapa hanya pria
       dengan mata buruk yang melihatnya sementara yang lainnya tidak?
       Jika itu adalah warna dari penglihatan-nya, karena
       penglihatan-nya sudah warna itu, apa yang Anda sebut lingkaran
       itu? Selain itu, Ananda, jika lingkaran ini tidak tergantung
       kepada lampu, orang itu seharusnya melihatnya ketika melihat di
       dekat tirai, meja dan tikar; jika itu tergantung kepada
       penglihatan, itu seharusnya tidak terlihat oleh mata, tapi
       mengapa orang dengan mata yang buruk melihatnya? Oleh karena
       itu, Anda harus tahu bahwa warna ini diungkapkan oleh cahaya
       lampu dan menjadi lingkaran ketika dilihat dengan penglihatan
       cacat; Kedua-duanya baik lingkaran (bentuk) dan penglihatan
       (tanggapan penglihatan) adalah dikarenakan oleh mata buruk, tapi
       bahwa yang mengenali penyakit ini adalah tidak sakit . Dengan
       demikian Anda seharusnya tidak (membedakan dan) mengatakan bahwa
       itu adalah lampu ataupun penglihatan, dengan gambaran ide yang
       lebih jauh dari itu menjadi bukan lampu maupun bukan
       penglihatan. Hal ini seperti 'bulan kedua' yang bukan bulan
       nyata maupun bukan bayangan nya. Kenapa? Karena penglihatan dari
       bulan kedua ini adalah ciptaan khayalan ilusi. Jadi orang-orang
       bijak seharusnya tidak mengatakan bahwa khayalan ilusi ini
       "Adalah" atau "Bukan" bentuk atau bahwa itu ada berpisah dari
       melihat atau tidak melihat. Dengan cara yang sama bagaimana Anda
       dapat membuktikan bahwa khayalan ilusi yang disebabkan oleh mata
       yang buruk adalah (dikarenakan oleh) lampu atau penglihatan
       Anda? Masihkah kurang dapat Anda menetapkan bahwa itu adalah
       (dikarenakan oleh) bukan lampu maupun bukan penglihatan Anda.
       [center]Karma Bersama[/center]
       Karma Bersama apakah yang menyebabkan pandangan salah? Ananda,
       alam semesta Jambudvipa ini terdiri dari, di samping lautan
       besar maha samudera, 3.000 benua, dengan yang terbesar di pusat
       tengah, mengandung pada keseluruhannya, dari timur ke barat,
       2.300 negara dan benua kecil lainnya masing-masing terdiri dari
       1, 2, 30, 40, 50 , 200, atau 300 negara. Ananda, di benua kecil
       di sana (mungkin) hanya dua negara, salah satunya dihuni oleh
       orang-orang yang, sebagai akibat dari karma jahat mereka,
       mungkin menyaksikan semua macam keadaan jahat, sedangkan
       penduduk dari negara lain tidak melihat ataupun bahkan tidak
       mendengar nya.
       'Ananda, mari kita bandingkan dua kondisi karma (pertama
       berurusan dengan pandangan salah yang disebabkan oleh "karma
       perseorangan" yang mirip dengan yang dengan "karma bersama").
       Ananda, semua makhluk hidup yang karma perseorangan mereka
       menyebabkan mereka untuk melihat secara salah, adalah seperti
       orang yang karena matanya meradang, melihat putaran cahaya lampu
       lingkaran yang tampaknya berada di luar sana di depannya, namun
       pada kenyataannya ada karena penglihatannya terganggu, lingkaran
       ini tidak diciptakan oleh bentuk . Namun (indera) penglihatan
       melalui mana ia menyadari masalah ini, adalah bebas dari itu.
       Demikian pula jika Anda sekarang melihat gunung, sungai dan
       negara dengan penduduknya, mereka semua diciptakan oleh gangguan
       dalam penglihatan Anda sejak waktu tanpa awal. Meskipun
       penglihatan ini dan sebab-musabab luar yang tampaknya (gejala
       kejadian) seperti di depan Anda, mereka awalnya muncul dari
       (pokok) kesadaran Anda dari kecerahan (dari kenyataan) itu yang
       mengarah kepada tanggapan penglihatan (salah) dari kepalsuan
       sebab-musabab tujuan. Jadi kesadaran dan tanggapan penglihatan
       itu (menyebabkan) penglihatan salah, tapi Pikiran benar yang
       cerah dari dasar Bodhi yang melihat dengan jelas keadaan-keadaan
       sebab-musabab ini adalah bebas dari semua penyakit. Bahwa yang
       menyadari kesadaran ini sebagai kesalahan cacat tidak akan jatuh
       kedalam angan-angan khayalan. Ini adalah (apa yang saya maksud
       dengan benar) penglihatan yang tidak (membeda-bedakan dan
       tentang apa yang Anda minta penjelasan). Bagaimana ini dapat
       dipahami oleh penglihatan (yang membeda-bedakan), pendengaran,
       perasaan dan pengetahuan Anda? Oleh karena itu, penglihatan yang
       sebenarnya dari Anda yang melihat diri sendiri, Saya dan makhluk
       hidup dari sepuluh jenis kelahiran adalah merupakan gangguan
       dari penglihatan Anda dan tentu saja bukan apa yang disadari
       oleh penglihatan salah Anda. Untuk sifat dasar intisari sejati
       dari tanggapan penglihatan adalah di luar dari semua penyakit:
       karena itu tidak disebut "penglihatan".
       [center]Mengungkap Bodhi Dasar yang berdiri sendiri tidak
       bergantung untuk menampakkan kemutlakan yang tidak terbelenggu
       (Bhutatathatā)[/center]
       'Dia yang bisa menghindari campuran (angan-angan yang
       menyesatkan) dan persatuan dan bukan campuran dan bukan
       persatuan dari penyebab yang terjadi bersama-sama, akan mampu
       menghancurkan semua penyebab kelahiran dan kematian, dengan
       demikian menyempurnakan sifat alami Pencerahan yang sukar
       dipahami dan mewujudkan Bodhi dasar yang tetap permanen dari
       "Pikiran diri" yang murni dan bersih.
       [center]Memusnahkan Semua Jejak Yang Salah untuk Memasuki "Yang
       Sukar Dipahami dan Mendalam" untuk Mengungkapkan
       Bhutatathatā[/center]
       'Ananda, meskipun Anda telah memahami sifat alami yang mendalam
       dan terang dari Bodhi dasar baik "yang tidak bersifat
       sebab-musabab", maupun "yang tidak bersyarat", maupun "yang
       bukan diri" yang seperti itu, Anda masih belum jelas tentang isi
       pokok yang tercerahkan ini, baik yang bukan "campuran dan
       persatuan" maupun yang bukan "bukan campuran dan bukan
       persatuan" dapat menciptakan.
       'Ananda, Saya sekarang harus mengajukan pertanyaan kepada Anda.
       Karena Anda masih berpendapat bahwa "semua pikiran yang salah"
       bercampur dan bersatu dengan "sebab-sebab dan kondisi-kondisi",
       Anda berada dalam keragu-raguan dan kekhawatiran tentang
       (pikiran dari) pikiran Bodhi yang timbul dari campuran dan
       persatuan yang seperti itu. Jika demikian, apakah intisari pokok
       dari tanggapan penglihatan Anda bercampur dengan cahaya atau
       kegelapan, dengan kejelasan jernih atau gangguan halangan? Jika
       dia bercampur dengan cahaya, ketika yang terakhir muncul dan
       Anda melihat nya, dimanakah dia bercampur dengan penglihatan
       Anda? Karena penglihatan Anda jelas, di manakah Anda dapat
       menemukan campuran yang seperti itu? Jika itu bukan penglihatan,
       mengapa Anda melihat cahaya? Jika itu adalah penglihatan,
       bagaimanakah Anda dapat melihat "penglihatan sendiri"? Karena
       penglihatan Anda melengkapi dengan sendirinya, bagaimanakah dia
       dapat dicampur dengan cahaya? Karena cahaya melengkapi dengan
       sendirinya, di manakah dia dapat memuat penglihatan Anda? Oleh
       karena itu, penglihatan dan cahaya adalah berbeda, dan jika
       mereka bercampur, bahkan kata "Cahaya" akan tidak ada lagi,
       dengan kata lain, campuran yang seperti itu akan menekan cahaya.
       Oleh sebab itu, gagasan pengartian Anda tentang campuran dari
       penglihatan dengan cahaya adalah salah, dan demikian juga dengan
       campuran dari penglihatan dengan kegelapan, kejelasan jernih dan
       gangguan halangan.
       'Sekali lagi, Ananda, apakah intisari pokok dari tanggapan
       penglihatan Anda bersatu dengan cahaya, kegelapan, kejelasan
       jernih dan gangguan halangan? Jika dia menyatu dengan cahaya,
       maka ketika cahaya menghilang dan digantikan oleh kegelapan,
       penglihatan seharusnya tidak bersatu dengan yang terakhir, tapi
       kenapa Anda masih melihat kegelapan? Ketika Anda melihat
       kegelapan, jika penglihatan Anda tidak bersatu dengan nya, maka
       ketika dia menyatu dengan cahaya, Anda seharusnya tidak akan
       melihat cahaya juga. Jika cahaya tidak terlihat, maka ketika ada
       cahaya, apakah Anda tahu bahwa itu adalah cahaya dan bukan
       kegelapan? Demikian juga, persatuan dari penglihatan dengan
       kegelapan, kejelasan jernih dan gangguan halangan adalah
       sama-sama salah.'
       Ananda bertanya: Bhagavan, saya berpikir lagi tentang isi pokok
       yang tercerahkan ini, apakah dia tidak bercampur maupun tidak
       bersatu dengan sebab-musabab yang diluar dan dengan pemikiran
       pikiran dan kecerdasan?
       Sang Buddha menjawab: 'Sekarang Anda berbicara tentang tidak
       bercampur dan tidak menyatu. Apakah Anda bermaksud bahwa
       intisari pokok dari penglihatan ini tidak bercampur dengan
       cahaya, kegelapan, kejelasan jernih dan gangguan halangan? Jika
       demikian, maka ketika Anda melihat cahaya itu, seharusnya ada
       garis pembatas antara penglihatan dan cahaya. Sekarang
       perhatikan dengan teliti (dan beritahu Saya) di mana bidang
       cahaya dan bidang penglihatan Anda, dan di mana batas-batas
       mereka: Ananda, jika Anda tidak melihat di mana cahaya, maka
       penglihatan Anda tidak akan mencapai nya; jika demikian, Anda
       bahkan tidak akan tahu di mana cahaya berada, dan bagaimana bisa
       ada garis pembatas? Ini adalah sama dengan kegelapan, kejelasan
       jernih dan gangguan halangan.
       'Sekali lagi, apakah Anda bermaksud bahwa intisari pokok dari
       penglihatan ini tidak bercampur dengan cahaya, kegelapan,
       kejelasan jernih dan gangguan halangan? Jika dia tidak bersatu
       dengan cahaya, maka baik penglihatan dan cahaya sama-sama berada
       berlawanan, seperti telinga Anda dan cahaya yang bisa tidak
       pernah bertemu. Jadi penglihatan Anda tidak akan melihat apa pun
       di mana ada cahaya; maka bagaimana Anda dapat menyebabkan mereka
       baik untuk bersatu maupun tidak? Ini adalah sama dengan
       kegelapan, kejelasan jernih dan gangguan halangan.
       [center]Langsung Menunjuk ke Satu Pikiran[/center]
       'Ananda, Anda masih belum jelas tentang penampilan angan-angan
       khayalan dari semua gejala kejadian yang lewat, yang hilang di
       mana pun mereka muncul. "Angan-angan khayalan ini di dalam
       bentuk dari bentuk-bentuk" muncul dari (dasar sifat alami mereka
       yang) isi pokok dari Bodhi yang indah. Begitu juga enam pintu
       masuk (bagian tubuh), dua belas bidang "dvadasa-ayatana" (enam
       alat indera dan enam benda tujuan) dan delapan belas bidang alam
       indera "astadasa-dhatu" yang secara palsu muncul dari campuran
       dan penyatuan dari sebab dan kondisi dan yang secara palsu
       menghilang ketika penyebab dan kondisi yang sama itu terputus.
       Mereka adalah melainkan penciptaan dan kehancuran muncul dan
       menghilang didalam yang tetap permanen, yang sangat terang
       indah, yang kekal abadi, semua cakupan dan Bhutatathatā (mutlak
       sepenuhnya nyata) yang mendalam dari Tathagatagarbha (kandungan
       sifat alami sejati yang tidak dapat dihancurkan dari Tathagata)
       dimana tidak datang maupun tidak pergi, tiada angan-angan
       khayalan maupun tiada pencerahan, dan tiada pula lahir maupun
       tiada mati dapat ditemukan.
       [center]Menyatukan Berjuta-juta Benda dengan Mutlak Sepenuhnya
       Nyata untuk Mengungkapkan Ciri-Ciri "Gejala kejadian yang dapat
       dirasakan alat indera" dengan "Benda didalam dirinya sendiri
       yang tidak dapat dirasakan"
       Menyatukan Lima Kumpulan (=>Panca Skandha: terdiri dari Rupa
       (Bentuk tubuh jasmani),Vinnana (Kesadaran),Sanna
       (Pencerapan),Sankhara (bentuk-bentuk pikiran),Vedana
       (Perasaan))) keseluruhan
       Kumpulan Pertama, Bentuk Tubuh Jasmani (Rupa Skandha)[/center]
       'Ananda, mengapa Lima Kumpulan pada pokoknya sifat alami yang
       menakjubkan dari KeMutlakan Sepenunya Nyata dari
       Tathagatagarbha? Ananda, misalnya, ketika seorang pria melihat
       ke langit yang cerah dengan mata yang jelas, ia hanya melihat
       kekosongan yang berisi tiada apapun. Jika tiba-tiba tanpa alasan
       yang jelas ia menenangkan penglihatnya, itu akan terganggu dan
       dia akan melihat bunga-bunga sedang menari dan benda-benda lain
       yang bergerak di langit. Ini adalah sama dengan Rupa Skandha.
       Ananda, bunga-bunga yang sedang menari ini datang tidak dari
       kekosongan maupun tidak dari matanya. Jika mereka datang dari
       kekosongan, mereka akan kembali ke sana, jika benar-benar ada
       seperti kedatangan dan kepergian dari bunga-bunga ini,
       kekosongan itu tidak akan kosong. Jika kekosongan itu
       benar-benar tidak kosong (sebagai contoh jika itu bersifat
       padat), maka mereka tidak bisa muncul dan lenyap di dalamnya.
       Ini adalah seperti tubuh (padat) Ananda yang tidak memungkinkan
       Ananda (yang lain) untuk memasukinya. Jika bunga-bunga ini
       berasal dari mata, mereka seharusnya bisa kembali ke mata, dan
       karena mereka berasal dari (indera) penglihatan, mereka
       seharusnya dapat melihat (benda-benda). Jadi demikian ketika
       mereka meninggalkan mata, mereka menjadi bunga-bunga di langit
       dan ketika mereka kembali, mereka seharusnya melihat organ
       penglihatan. Jika mereka tidak bisa melihat (benda-benda), maka
       ketika mereka pergi, mereka seharusnya menutupi langit dan
       ketika mereka kembali, mereka seharusnya menyelubungi mata;
       tetapi ketika orang itu melihat bunga-bunga ini, matanya tidak
       terselubung. Lalu mengapa Anda menunggu sampai langit menjadi
       cerah (dari bunga-bunga ini) untuk mengatakan bahwa mata Anda
       benar-benar jelas? Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa Rupa
       Skandha adalah tidak nyata untuk itu bukanlah sebab-musabab
       maupun bukan bersyarat ataupun bukan ada dengan sendirinya.
       [center]Kumpulan Kedua, Perasaan (Vedana Skandha)[/center]
       'Ananda, ketika, misalnya, seorang pria dalam keadaan sehat dan
       tubuhnya berada dalam kondisi baik, ia tidak merasakan apa-apa.
       Tapi jika tiba-tiba, tanpa alasan apapun, ia menggosok/mengusap
       telapak tangannya bersama, ia merasakan kekasaran, kehalusan,
       dingin dan kehangatan. Ini adalah sama dengan yang kedua, Vedana
       Skandha. Ananda, perasaan ini berasal bukan dari kekosongan
       maupun bukan dari telapak tangannya. Jika mereka berasal dari
       kekosongan, mengapa mereka hanya dirasakan oleh telapak
       tangannya saja dan bukan oleh tubuhnya? Itu Seharusnya tidak
       terserah pada kekosongan untuk memilih telapak tangannya untuk
       merasakannya. Jika mereka berasal dari telapak tangannya, mereka
       seharusnya tidak menunggu telapak tangan untuk dibawa
       bersama-sama untuk dirasakan. Apalagi, jika mereka benar-benar
       berasal dari telapak tangannya dan dirasakan ketika yang
       terakhir dibawa bersama-sama, ketika mereka terpisah, perasaan
       ini seharusnya ulang masuk kembali ke telapak tangan, lengan,
       bahu, tulang dan sumsum yang seharusnya juga merasakan mereka
       yang ulang masuk kembali. Mereka seharusnya juga dirasakan oleh
       pikiran ketika datang dan keluar, seolah-olah sesuatu telah
       pindah masuk dan keluar dari tubuh. Jika demikian, tidak ada
       kebutuhan untuk mengusap dua telapak tangan bersama-sama untuk
       merasakan perasaan ini. Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa
       Vedana Skandha adalah tidak nyata dan tidak bersifat
       sebab-musabab maupun tidak bersyarat ataupun tidak ada dengan
       sendirinya.
       [center]Kumpulan Ketiga, Wawasan Tanggapan Pencerapan
       (samjņā/Sanna Skandha)[/center]
       'Ananda, jika seseorang berbicara tentang plum yang rasanya
       asam, mulut Anda akan ber-air, dan jika Anda berpikir sedang
       berjalan di atas tebing yang menjorok curam, Anda akan memiliki
       perasaan menggigil di telapak kaki Anda. Ini adalah sama dengan
       yang ketiga Sanna Skandha. Ananda, pembicaraan tentang rasa asam
       ini tidak berasal dari plum, juga tidak dia masuk ke mulut Anda.
       Jika dia berasal dari plum, itu seharusnya dibicarakan oleh plum
       itu sendiri; lalu mengapa dia menunggu seseorang untuk berbicara
       tentang hal itu? Jika dia masuk ke dalam mulut Anda, itu
       seharusnya mulut Anda yang benar-benar berbicara tentang hal
       itu; lalu mengapa dia menunggu sampai telinga Anda mendengarnya?
       Jika itu adalah telinga Anda sendiri yang mendengarnya, mengapa
       tidak ada air yang keluar dari mereka? Ini adalah sama dengan
       pikiran Anda (yang berjalan di atas) tebing menjorok curam. Oleh
       karena itu, Anda harus tahu bahwa yang ketiga, Sanna Skandha
       tidak bersifat sebab-musabab maupun tidak bersyarat ataupun
       tidak ada dengan sendirinya..
       #Post#: 90--------------------------------------------------
       Re: Suramgama Usnisa Sitatapatra Mahayana Suttram
       By: ajita Date: November 11, 2016, 8:04 am
       ---------------------------------------------------------
       [center]Kumpulan Keempat, Bentuk-Bentuk Pikiran
       (Samskara/Sankhara Skandha)[/center]
       'Ananda, kumpulan keempat Samskara Skandha adalah seperti air
       yang mengalir didalam semburan arus deras tanpa henti dan dalam
       urutan yang baik selama musim gugur. Ananda, aliran ini tidak
       berasal dari kekosongan juga bukan karena air; ini adalah bukan
       air itu sendiri juga tidak ada terpisah dari kekosongan dan air.
       Jika dia diciptakan oleh kekosongan, ruang angkasa yang tak
       terbatas akan menjadi aliran yang tak henti-hentinya dari air
       dan seluruh dunia akan tenggelam. Jika itu adalah karena air,
       maka itu seharusnya bukan air dan seharusnya memiliki bentuk
       dirinya sendiri dan lokasi yang seharusnya jelas. Jika itu
       adalah air, maka air yang diam dan jernih seharusnya bukan air.
       Jika dia ada terpisah dari kekosongan dan air, (ini adalah tidak
       mungkin karena) ruang angkasa (adalah seluruhnya tak berujung
       dan) memiliki (tiada apapun) di luar (nya) dan karena tidak ada
       aliran tanpa air. Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa
       Kumpulan keempat Samskara Skandha adalah palsu dan tidak
       bersifat sebab-musabab ataupun tidak bersyarat ataupun tidak ada
       dengan sendirinya.
       [center]Kumpulan Kelima, Kesadaran Perasaan
       (Vijnana/viņņāṇa Skandha)[/center]
       'Ananda, kumpulan kelima kesadaran perasaan (Vinana Skandha)
       adalah seperti kekosongan didalam kendi kosong dengan dua lubang
       mulut. Jika seseorang menutup kedua lubang mulut dan membawanya
       ke negara lain, kekosongan itu tidak pergi dari satu tempat ke
       tempat lain. Jika kekosongan berasal dari suatu tempat, tempat
       itu seharusnya kehilangan sebagian dari kekosongan nya, dan pada
       saat tiba di tempat lain, ketika lubang mulut dibuka dan kendi
       nya terbalik, orang seharusnya melihat kekosongan tercurahkan
       keluar dari itu. Oleh karena itu Anda harus tahu bahwa kesadaran
       perasaan tidak nyata dan tidak bersifat sebab-musabab ataupun
       tidak bersifat bersyarat atau tidak ada dengan sendirinya.'
       [center]Menggabungkan Enam Jalan Masuk
       Jalan Masuk melalui Mata
       [/center]
       'Sekali lagi, Ananda, mengapa Enam Jalan Masuk (dari angan-angan
       khayalan ilusi ke dalam pikiran) secara pokok mendasar adalah
       sifat nyata sepenuhnya mutlak dari Tathagatagarbha. Ananda,
       kemantapan dari penglihatan yang mengganggu penglihatan, serta
       mata dan gangguan itu sendiri adalah melainkan kesusahan yang
       timbul dari Bodhi. Karena penglihatan timbul diantara kedua
       keadaan dari cahaya dan kegelapan, mereka dipindahkan ke dalam
       tanggapan penglihatan (dari alaya) yang disebut (indera dari)
       penglihatan. Penglihatan ini tidak memiliki isi pokok yang bebas
       berdiri sendiri yang ada terpisah dari dua keadaan dari terang
       dan gelap. Oleh karena itu, Ananda, Anda harus tahu bahwa
       penglihatan ini berasal dari bukan cahaya, ataupun bukan
       kegelapan dan dari bukan organ penglihatan ataupun bukan
       kekosongan. Kenapa? Karena jika dia berasal dari cahaya, dia
       akan tidak ada lagi saat kegelapan muncul dan tidak akan melihat
       yang belakangan/terakhir. Jika dia datang dari kegelapan, dia
       akan tidak ada lagi ketika ada cahaya, dan tidak akan melihat
       yang belakangan/terakhir. Jika dia berasal dari organ (dari
       penglihatan), tidak akan ada (tujuan) terang dan gelap; maka
       intisari pokok yang demikian dari tanggapan penglihatan akan
       memiliki tiada sifat alami sendiri. Jika dia berasal dari
       kehampaan/kekosongan, ketika dia melihat merasakan kedua keadaan
       ini, dia juga akan melihat organ penglihatan. Selain itu,
       kekosongan akan demikian melihat segala sesuatu dari dirinya
       sendiri dan tidak ada hubungannya dengan jalan masuk melalui
       mata Anda. Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa jalan masuk
       melalui mata adalah palsu dan adalah tidak bersifat
       sebab-musabab atau tidak bersyarat atau tidak ada dengan
       sendirinya.'
       [center]Jalan Masuk melalui Telinga[/center]
       'Ananda, jika seseorang tiba-tiba menutup telinganya dengan dua
       jari, akan timbul gangguan dalam organ indra nya dan dia akan
       mendengar suara didalam kepalanya. (Ini, penutupan dari telinga
       itu) serta telinga dan gangguan yang dialami adalah kesulitan
       yang berasal dari Bodhi. Karena pendengaran ini timbul diantara
       kedua keadaan dari keheningan dan gerak, mereka ditarik ke dalam
       tangapan penglihatan (dari alaya) yang disebut pendengaran.
       Pendengaran ini tidak memiliki isi pokok yang bebas berdiri
       sendiri dari keheningan dan gerak. Ananda, Anda harus tahu bahwa
       pendengaran ini berasal dari bukan keheningan, maupun
       bukan gerak, atau dari bukan organ indra ataupun bukan
       kekosongan. Kenapa? Karena jika dia datang/berasal dari
       keheningan tenang, dia seharusnya tidak ada lagi ketika ada
       gerakan dan tidak akan mendengar yang belakangan/terakhir. Jika
       dia berasal dari gerakan, dia seharusnya tidak ada lagi ketika
       ada keheningan dan tidak akan mendengar yang
       belakangan/terakhir. Jika dia berasal dari organ indera, tidak
       akan ada (tujuan) keheningan atau gerakan; maka indera
       penglihatan ini akan memiliki tiada sifat alami sendiri. Jika
       dia berasal dari kekosongan, apa yang bisa mendengar adalah
       (tentu) bukan kekosongan. Selain itu, kekosongan akan mendengar
       dirinya sendiri dan akan tidak ada hubungannya dengan jalan
       masuk yang melalui telinga Anda. Oleh karena itu, Anda harus
       tahu bahwa jalan masuk melalui telinga bukanlah bersifat
       sebab-musabab atau bukan bersyarat ataupun bukan ada dengan
       sendirinya.'
       [center]Jalan Masuk melalui Hidung[/center]
       'Ananda, jika seseorang tiba-tiba menahan nafasnya, lubang
       hidungnya akan terasa tanpa perasaan. Karena perasaan dia ini,
       dia dapat membedakan kelancaran (peredaran udara) dari gangguan
       halangan (sesak napas) dan kekosongan dari kepenuhan dan dapat
       mencium bau harum dan bau busuk. Pengekangan napas ini serta
       hidung dan perasaan nya merupakan kesusahan yang berasal dari
       Bodhi. Karena perasaan timbul diantara kedua kondisi palsu dari
       kelancaran dan gangguan halangan, perasaan ditarik ke dalam
       tangapan penglihatan (dari alaya) yang disebut bau. Bau ini
       tidak memiliki isi pokok yang bebas berdiri sendiri dari
       kelancaran dan gangguan halangan. Anda seharusnya tahu bahwa dia
       datang bukan dari kedua keadaan maupun bukan dari hidung atau
       bukan kekosongan. Kenapa? Karena jika dia berasal dari pembukaan
       kelancaran, dia akan tidak ada lagi ketika ada gangguan
       halangan; tetapi mengapa dia merasakan yang belakangan/terakhir?
       Jika dia berasal dari gangguan halangan, dia akan berhenti
       menjadi jelas, tetapi mengapa dia datang ke dalam kontak dengan
       aroma dan bau? Jika dia berasal dari organ indera, tidak akan
       ada (tujuan) pembukaan kelancaran dan gangguan halangan; maka
       indera dari penciuman ini akan tidak memiliki sifat alami
       sendiri. Jika dia berasal dari kekosongan, dia seharusnya mampu
       mencium hidung Anda sendiri; jika demikian, kekosongan itu
       sendiri akan mencium bau dan akan tidak ada hubungannya dengan
       jalan masuk melalui hidung. Oleh karena itu, Anda harus tahu
       bahwa jalan masuk itu bukanlah bersifat sebab-musabab atau bukan
       bersyarat ataupun bukan ada dengan sendirinya.'
       [center]Jalan Masuk melalui Lidah[/center]
       'Ananda, jika, misalnya, seseorang menjilati bibirnya lagi dan
       lagi, dia akan mengalami kesusahan (dengan indera perasa nya);
       jika dia sakit dia akan mengalami rasa pahit, dan jika dia
       sehat, (agak) manis. Dengan demikian pahit dan manisnya
       mengungkapkan pengertian ini yang adalah selalu hambar tak
       berasa tanpa adanya pengadukan (perasaan) dan yang bersama-sama
       dengan lidah dan masalah (yang disebabkan oleh rasa) adalah
       melainkan angan-angan khayalan ilusi yang berasal dari Bodhi.
       Angan-angan khayalan Ilusi ini disebabkan oleh kepalsuan yang
       diluar (seperti) pahit dan manisnya dan ditarik ke dalam
       tangapan penglihatan (dari alaya) yang disebut rasa. Rasa ini
       tidak memiliki isi pokok yang bebas berdiri sendiri yang
       terlepas dari rasa (seperti) manis dan pahit, dan tanpa rasa.
       Ananda, Anda harus tahu bahwa tanggapan penglihatan dari rasa
       ini datang tidak dari rasa (seperti) manis dan pahit atau tidak
       dari hambar tak berasa, atau tidak dari organ indera atau tidak
       dari kekosongan. Kenapa? Karena jika dia datang dari rasa manis
       dan pahit, dia akan lenyap didalam keadaan hambar yang tak
       berasa; tetapi mengapa dia merasakan yang belakangan/terakhir?
       Jika dia berasal dari hambar tak berasa, dia akan hilang ketika
       berhubungan dengan rasa manis; tetapi kenapa dia masih merasa
       manis dan merasa pahit? Jika dia berasal dari lidah, yang
       belakangan/terakhir awalnya bukanlah berasa hambar atau bukan
       manis ataupun bukan pahit, maka kita tahu bahwa 'organ rasa'
       tidak memiliki sifat alami sendiri. Jika dia berasal dari
       kekosongan, yang belakangan/terakhir tidak menjadi mulut Anda,
       akan terasa dengan sendirinya; maka apa hubungannya dia dengan
       jalan masuk lewat lidah Anda? Oleh karena itu, Anda harus tahu
       bahwa jalan masuk ini tidak nyata dan adalah tidak bersifat
       sebab-musabab atau bukan bersyarat ataupun bukan ada dengan
       sendirinya.'
       [center]Jalan Masuk melalui Tubuh[/center]
       'Ananda, misalnya, ketika seseorang menyentuh tangannya yang
       hangat dengan satu tangannya yang dingin, jika dingin melebihi
       kehangatan, tangan hangat akan menjadi dingin dan jika
       kehangatan melebihi dingin, tangan dingin akan menjadi hangat.
       Sentuhan ini terungkap saat dua tangan bertemu dan kemudian
       terpisah. Kontak ini menyebabkan perasaan sentuhan yang
       bersama-sama dengan tubuhnya dan pengalaman angan-angan khayalan
       ilusi, hanyalah kesusahan yang berasal dari Bodhi. Masalah ini
       terjadi di mana ada dua kondisi palsu dari kontak dan pemisahan,
       dan ditarik ke dalam tangapan penglihatan (dari alaya) yang
       disebut sentuhan. Sentuhan ini tidak memiliki sifat alami yang
       tidak bergantung terpisah dari kontak dan pemisahan dan dari
       kondisi yang menyenangkan dan tidak menyenangkan. Ananda, Anda
       harus tahu bahwa tanggapan penglihatan dari sentuhan ini datang
       bukan dari kontak atau bukan dari pemisahan, atau bukan dari
       kondisi yang menyenangkan ataupun bukan dari yang tidak
       menyenangkan, atau bukan dari organ indra ataupun bukan
       kekosongan. Kenapa? Karena jika dia berasal dari kontak, itu
       seharusnya lenyap dalam keadaan pemisahan; tetapi mengapa dia
       merasakan yang belakangan/terakhir? Ini adalah sama dengan
       kondisi yang menyenangkan dan tidak menyenangkan. Jika dia
       berasal dari indera, dia akan bebas dari kontak dan pemisahan
       dan dari kondisi yang menyenangkan dan tidak menyenangkan; maka
       tubuh Anda yang merasakan mereka tidak akan memiliki sifat alami
       sendiri. Jika dia berasal dari kekosongan, yang
       belakangan/terakhir akan merasakan sentuhan dengan sendirinya;
       maka apa hubungannya dia dengan jalan masuk melalui tubuh? Oleh
       karena itu, Anda harus tahu bahwa jalan masuk ini adalah palsu
       dan  tidak bersifat sebab-musabab atau bukan bersyarat ataupun
       bukan ada dengan sendirinya.'
       [center]Jalan Masuk melalui Kecerdasan Akal Budi[/center]
       'Ananda, ketika misalnya, seseorang kelelahan, dia tidur
       nyenyak, kemudian dia terbangun dan ketika dia melihat
       benda-benda, dia ingat dan setelah satu waktu lupa semua tentang
       mereka. Ini adalah kondisi terbalik dari lahir, tinggal, berubah
       dan kematian yang terus ditarik ke dalam kecerdasan dalam batin;
       oleh karena itu organ manas (kesadaran diri batin/jiwa), yang
       bersama-sama dengan kecerdasan akal budi dan masalah (yang
       dialami) adalah penyakit yang timbul di Bodhi. Penyakit ini
       berasal dari mengetahui dua kondisi palsu dari kelahiran dan
       kematian, tanggapan penglihatan yang mencakup semua bahan
       keterangan didalam batin yang tidak dapat dicapai dengan
       melihat. dan mendengar, oleh karena itu disebut "mengetahui".
       Mengetahui ini tidak memiliki isi pokok sendiri terpisah dari
       keadaan bangun dan keadaan tidur dan dari kondisi dari kelahiran
       dan kematian. Dengan demikian, Ananda, Anda harus tahu bahwa
       "organ dari mengetahui" berasal bukan dari keadaan terjaga dan
       bukan dari keadaan tidur, maupun bukan dari kondisi kelahiran
       dan kematian, dan tidak dari indera maupun tidak dari
       kekosongan. Kenapa? Karena jika dia berasal dari keadaan sadar
       terjaga/bangun, dia seharusnya tidak ada lagi didalam keadaan
       tidur; lalu mengapa seseorang tidur? Jika dia berasal dari
       lahir, dia seharusnya batal pada saat kematian; maka siapa yang
       akan mati? Jika dia datang dari kematian, dia akan berhenti saat
       lahir; lalu siapa yang hidup? Jika dia berasal dari indera, maka
       sementara tubuh mengalami dua keadaan dari bangun dan tidur,
       "mengetahui" tidak memiliki sifat alam sendiri terpisah dari
       kedua keadaan ini dan akan seperti bunga di langit. Jika dia
       berasal dari kekosongan, yang belakangan terakhir akan tahu
       segalanya dan akan tidak ada hubungannya dengan jalan masuk
       melalui kecerdasan akal budi Anda. Oleh karena itu, jalan masuk
       ini tidak bersifat sebab-musabab atau bukan bersyarat ataupun
       bukan ada dengan sendirinya.'
       [center]Menggabungkan Dua Belas Ayatana (Enam Organ Indera &
       Enam Bahan Keterangan Indera)
       Mata & Rupa[/center]
       Sekali lagi, Ananda, dua belas Ayatana pada pokok dasarnya (sama
       dengan) sifat nyata sepenuhnya mutlak dari Tathagata garbha.
       Ananda, coba lihat ke hutan pohon belukar dan sungai didalam
       taman Jetavana; Apakah bentuk itu yang menciptakan penglihatan
       dari mata atau sebaliknya? Jika organ penglihatan menciptakan
       bentuk, ketika Anda melihat kekosongan yang adalah bukan bentuk,
       bentuk akan lenyap, yang berarti bahwa tidak ada yang akan ada.
       Kemudian jika bentuk tidak ada lagi, apa yang dapat digunakan
       untuk mengungkapkan kekosongan? Itu adalah sama dengan
       kekosongan. Jika bentuk menghasilkan penglihatan dari mata,
       ketika Anda melihat kekosongan yang adalah tidak berbentuk,
       penglihatan Anda akan lenyap, yang berarti bahwa tidak ada
       apapun yang akan ada, maka siapa yang membedakan kekosongan dari
       bentuk? Oleh karena itu, Anda seharusnya tahu bahwa tidak
       "penglihatan" ataupun tidak juga "bentuk" maupun tidak juga
       "kekosongan" memiliki tempat kediaman yang dapat ditemukan, dan
       bahwa "bentuk" dan "penglihatan" adalah palsu dan tidak bersifat
       sebab-musabab atau bukan bersyarat ataupun bukan ada dengan
       sendirinya.'
       [center]Telinga & Bunyi[/center]
       'Ananda, didalam taman Jetavana ketika Anda mendengar suara
       pukulan drum untuk mengumumkan makan dan lonceng dibunyikan
       untuk memanggil para Bhiksu, suara-suara menggantikan satu sama
       lain, apakah "mereka (suara-suara itu)" datang ke telinga atau
       apakah telinga yang pergi ke mereka? Ananda, jika mereka datang
       ke telinga, itu adalah seperti ketika Saya pergi ke Sravasti
       untuk berpindapatta makanan dan saya tak hadir di taman
       Jetavana. Jika suara ini datang ke telinga Ananda, Maudgalaputra
       dan Kasyapa seharusnya tidak akan mendengar mereka. Lalu mengapa
       semua 1.250 Bhiksu, ketika Mereka mendengar lonceng, pergi
       bersama-sama ke ruang makan? Jika telinga Anda pergi ke suara,
       itu adalah seperti ketika Saya kembali ke taman Jetavana dan
       Saya tidak ada di Sravasti. Kemudian ketika Anda mendengar drum
       itu, jika telinga Anda pergi ke itu, Anda seharusnya tidak
       mendengar lonceng yang berdering pada saat yang sama itu, maupun
       suara gajah, kuda, kerbau dan domba (didalam taman ini). Jika
       tidak ada yang demikian "datang" dan "pergi", tidak akan ada
       pendengaran. Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa baik
       "pendengaran" dan "suara" tidak memiliki lokasi yang dapat
       ditemukan dan bahwa keduanya adalah palsu, karena tidak bersifat
       sebab-musabab atau bukan bersyarat ataupun bukan ada dengan
       sendirinya.'
       [center]Hidung & Bau[/center]
       'Ananda, coba cium/rasakan bau asap kayu cendana didalam alat
       pembakar ini. Jumlah yang terbakar kecil tapi aromanya menyebar
       ke Sravasti dan lingkungan itu. Apakah Anda berpikir bahwa
       wangi-wangian ini berasal dari kayu cendana, dari hidung Anda,
       atau dari kekosongan? Ananda, jika dia berasal dari hidung Anda,
       seharusnya dia dihasilkan oleh dan menyebar dari itu, tapi
       karena hidung Anda bukan kayu cendana, bagaimana bisa wewangian
       ini ada disana? Jika Anda mengatakan bahwa Anda mencium bau
       wangi-wangian, dia seharusnya dihirup ke dalam hidung Anda, tapi
       karena dia memancar dari itu (seperti yang disebut sebelumnya),
       adalah salah untuk mengatakan bahwa Anda mencium baunya. Jika
       dia berasal dari kekosongan, yang belakangan/terakhir menjadi
       permanen abadi, wewangian ini seharusnya begitu juga dan tidak
       akan ada kebutuhan untuk membakar kayu cendana kering. Jika dia
       berasal dari kayu cendana, isi pokok wanginya telah menjadi asap
       melalui pembakaran, dan jika hidung Anda merasakan wewangian
       ini, hidung Anda seharusnya dipenuhi asap, ketika asap naik ke
       udara, bagaimana hal itu dapat dirasakan di tempat yang jauh
       bahkan sebelum itu mencapai mereka? Oleh karena itu, Anda harus
       tahu bahwa bau, hidung dan penciuman tidak memiliki lokasi tetap
       yang dapat ditemukan dan bahwa "penciuman" dan "bau" adalah
       palsu yang tidak bersifat sebab-musabab atau bukan bersyarat
       ataupun bukan ada dengan sendirinya.'
       [center]Lidah & Rasa[/center]
       'Ananda, dua kali sehari Anda pergi keluar untuk berpindapatta
       makanan dan kadang-kadang diberi mentega dan krim yang
       lezat-lezat. Apakah Anda berpikir bahwa rasa ini berasal dari
       kekosongan, lidah atau makanan? Ananda, jika dia berasal dari
       lidah Anda, yang belakangan/terakhir telah menjadi mentega, dan
       karena Anda hanya memiliki satu lidah, bagaimana bisa Anda
       kemudian mencicipi rasa madu? Jika Anda tidak, ini berarti bahwa
       rasa Anda tidak berubah, maka bagaimana hal itu dapat disebut
       mencicipi rasa? Jika dia berubah dan karena lidah Anda adalah
       satu isi pokok bagaimana lidah tunggal ini mengetahui berbagai
       rasa? Jika dia berasal dari makanan, yang belakangan/terakhir
       tidak bisa mengetahui, lalu bagaimana bisa dia merasakan
       sendiri? Dengan anggapan bahwa dia tahu dirinya sendiri, dia dan
       makanan lainnya akan tidak ada hubungannya dengan pengecap rasa
       Anda. Jika dia berasal dari kekosongan, ketika Anda "menggigit"
       udara seperti apa rasanya? Dengan anggapan bahwa dia berasal
       dari kekosongan, ketika yang belakangan/terakhir rasanya asin,
       seperti lidahmu asin, wajah Anda seharusnya begitu juga, jika
       demikian semua orang akan seperti ikan di laut. Jika Anda asin,
       Anda tidak akan tahu apa yang hambar/tawar. Jika Anda tidak tahu
       apa yang hambar/tawar, dan tidak merasakan garam, Anda tidak
       akan memiliki rasa; lalu bagaimana bisa ada rasa? Oleh karena
       itu, Anda harus tahu bahwa baik "rasa" maupun "lidah" ataupun
       "mencicipi" tidak memiliki lokasi yang dapat ditemukan dan bahwa
       "mencicipi" dan "rasa" adalah palsu yang tidak bersifat
       sebab-musabab atau tidak bersyarat ataupun tidak ada dengan
       sendirinya.'
       [center]Tubuh & Sentuhan[/center]
       'Ananda, Anda terbiasa menggosok kepala Anda dengan tangan Anda
       setiap hari di pagi hari. Apa yang Anda pikirkan? Ketika
       perasaan menggosok ini muncul, apakah sentuhan itu? Apakah
       tangan atau kepala yang melakukan sentuhan? Jika kemampuan untuk
       menyentuh ada di tangan Anda, maka kepala Anda (obyek perasa)
       seharusnya tidak merasa bahwa dia sedang digosok, jika demikian
       bagaimana bisa ada sentuhan? Jika itu adalah kepala Anda, tidak
       akan ada kebutuhan untuk tangan Anda untuk menggosok nya, lalu
       bagaimana Anda dapat menyebutnya menyentuh? Jika tangan dan
       kepala keduanya merupakan pelaku, maka Kamu, Ananda, seharusnya
       memiliki dua tubuh. Jika dia berasal dari kontak hubungan tangan
       Anda dengan kepala Anda, maka tangan Anda dan kepala Anda
       keduanya seharusnya satu, dan satu benda tidak dapat kontak
       menghubungi diri sendiri. Jika itu adalah dua (yaitu tangan dan
       kepala), dari manakah itu muncul, untuk "pelaku" dan "perasa"
       berbeda? Tidak bisa ada "sentuhan" saat "kepala Anda" datang ke
       dalam kontak hubungan dengan "kekosongan". Oleh karena itu, Anda
       harus tahu bahwa baik "perasaan sentuhan" maupun "tubuh Anda"
       tidak memiliki lokasi yang dapat ditemukan dan bahwa mereka
       adalah palsu, karena tidak bersifat sebab-musabab atau tidak
       bersyarat ataupun tidak ada dengan sendirinya.'
       [center]Kecerdasan Akal Budi & Dharma[/center]
       'Ananda, dikarenakan oleh sebab-sebab yang baik, yang jahat dan
       yang netral, kecerdasan (manas) Anda selalu menimbulkan dharma.
       Apakah dharma ini diciptakan oleh pikiran atau apakah mereka ada
       terpisah dari itu dan memiliki tempat mereka sendiri? Ananda,
       jika mereka adalah sama dengan pikiran, mereka tidak bisa
       menjadi obyek sasaran tujuannya selama mereka bukan gejala
       kejadian sebab-musaba nya; lalu bagaimana mereka dapat memiliki
       tempat (mereka sendiri)? Jika mereka ada terpisah dari pikiran
       dan memiliki tempat mereka sendiri, apakah mereka miliki (indera
       dari) mengetahui atau tidak? Jika mereka memilikinya, mereka
       adalah hanya pikiran; tetapi karena mereka memiliki (indera
       dari) mengetahui dan berbeda dari Anda, mereka seharusnya tidak
       menjadi dharma Anda, tetapi seharusnya menjadi milik pikiran
       orang lain. Jika mereka memiliki (indera dari) mengetahui dan
       adalah dharma Anda (pada saat yang sama) mereka hanya pikiran
       Anda; lalu bagaimana bisa Anda memiliki pikiran yang lainnya
       serta milik Anda sendiri? Jika mereka berbeda dari Anda dan
       tidak memiliki (indera dari) mengetahui, di manakah mereka,
       karena mereka bukan (gejala kejadian seperti) "bentuk", "suara",
       "Bau" dan "rasa", tidak juga "dingin" dan "kehangatan" karena
       "kontak hubungan" ataupun "pemisahan", serta "kekosongan"?
       Karena mereka tidak dapat diperlihatkan baik didalam "bentuk"
       maupun "kekosongan", tidak seharusnya ada di alam semesta lain
       "kekosongan yang lain" diluar "kekosongan" itu. Dengan anggapan
       bahwa ada kekosongan lain yang diluar, mereka tidak bisa menjadi
       gejala kejadian yang bersifat sebab-musabab dari pikiran. Lalu
       di manakah mereka? Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa baik
       dharma ataupun pikiran tidak memiliki lokasi yang dapat
       ditemukan dan bahwa "kecerdasan akal budi" dan "dharma" keduanya
       adalah palsu, yang tidak bersifat sebab-musabab atau tidak
       bersyarat ataupun tidak ada dengan sendirinya.'
       [center]Menggabungkan Delapan belas Bidang atau Alam dari Indera
       Bidang dari Tanggapan Penglihatan Pengamatan[/center]
       'Sekali lagi, Ananda, mengapa delapan belas bidang atau alam
       indera (sama dengan) sifat nyata sepenuhnya mutlak (di dalam
       Tathagatagarbha)?
       Ananda, karena Anda (sudah) tahu, mata dan bentuk adalah
       penyebab yang memperanakkan tanggapan penglihatan pengamatan.
       Apakah tanggapan penglihatan pengamatan ini diciptakan dan
       dipersyaratkan oleh mata atau oleh bentuk? Ananda, jika dia
       diciptakan oleh mata, tanpa adanya bentuk dan kekosongan, tidak
       akan ada yang untuk dibedakan; lalu apa gunanya tanggapan
       penglihatan ini bahkan jika Anda memilikinya? Dalam hal ini apa
       yang Anda lihat akan tidak biru, tidak kuning, tidak merah
       ataupun tidak putih; dimanakah kemudian dapat Anda menunjukkan
       batasnya? Jika dia diciptakan oleh bentuk, ketika Anda melihat
       kekosongan, yang berarti bahwa bentuk tidak ada, tanggapan
       penglihatan Anda seharusnya lenyap, lantas mengapa Anda masih
       membedakan kekosongan? Ketika bentuk berubah, Anda
       memperhatikannya tetapi tanggapan penglihatan Anda tidak
       berubah; lalu dimana bisa batasnya menjadi? Jika tanggapan
       penglihatan mengikuti perubahan bentuk untuk menjalani
       perubahannya sendiri, tidak akan ada batas. Jika dia tidak
       berubah, dia seharusnya tetap abadi; lalu (karena dia diciptakan
       oleh bentuk) dia seharusnya tidak merasakan kekosongan. Jika dia
       diciptakan oleh kedua mata dan bentuk, kedua ini adalah terpisah
       ketika (Anda berpikir bahwa mereka) disatukan dan bersatu
       (ketika Anda berpikir bahwa mereka) terpisah; jika demikian,
       keduanya bercampur; lalu bagaimana bisa ada alam dari mata dan
       dari bentuk? Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa kedua mata
       yang bersifat sebab-musabab dan bentuk serta (yang disebut)
       "menciptakan tanggapan penglihatan" tidaklah ada, dan bahwa
       mata, bentuk dan alam dari bentuk adalah tidak bersifat
       sebab-musabab atau tidak bersyarat ataupun tidak ada dengan
       sendirinya.'
       [center]Bidang dari Tanggapan Penglihatan Suara[/center]
       'Ananda, karena Anda (sudah) tahu, telinga dan suara merupakan
       penyebab yang memperanakkan tanggapan penglihatan dari suara.
       Apakah tanggapan penglihatan ini diciptakan dan dipersyaratkan
       oleh telinga atau suara? Jika dia diciptakan oleh telinga, organ
       ini, dengan tidak adanya kedua gangguan dan ketenangan, tidak
       memahami apapun dan adalah, oleh karena itu, tiada benda; jika
       dia tidak bisa memahami, bagaimana dia bisa menciptakan
       tanggapan penglihatan?
       Dengan menganggap bahwa pendengaran (melahirkan) tanggapan
       penglihatan oleh telinga, karena tidak ada pendengaran yang
       terjadi dalam ketiadaan kedua gangguan dan keheningan, bagaimana
       bisa telinga (yang adalah) bentuk bersatu dengan objek-objek
       yang diluar untuk menghasilkan tanggapan penglihatan dan di mana
       bidang yang belakangan/terakhir berada? Jika dia diciptakan oleh
       suara, yaitu jika dia tergantung (semata-mata) pada suara, maka
       seharusnya tidak ada hubungannya dengan pendengaran Anda. Tetapi
       jika pendengaran berhenti, tidak akan ada suara. Sekarang
       anggaplah bahwa dia benar-benar diciptakan oleh suara dan bahwa
       suara ada dikarenakan oleh pendengaran, maka pendengaran Anda
       dari suara seharusnya dirasakan oleh telinga. Jika suara ini
       tidak dirasakan, tidak akan ada hubungannya dengan bidang
       tanggapan penglihatan telinga. (Di sisi lain) jika dia
       terdengar, dia sudah merupakan suara, dan karena dia adalah
       objek pendengaran, (dia tidak bisa memahami apapun); Lalu siapa
       yang mengetahui tanggapan penglihatan? Jika tidak ada "orang
       yang tahu" tersebut, Anda akan menjadi seperti rumput dan
       tanaman. Tidak bisa terjadi pencampuran suara dan pendengaran
       untuk menciptakan di antara mereka sebuah dunia menengah (dari
       tanggapan penglihatan oleh telinga) untuk dunia tersebut tidak
       dapat berada di pusat, di organ dalam, atau di luar suara. Oleh
       karena itu, tidak telinga maupun tidak juga suara ada sebagai
       penyebab, ataupun tidak juga tanggapan penglihatan oleh telinga
       (sebagai akibat) dan telinga, suara dan bidangnya adalah tidak
       bersifat sebab-musabab atau tidak bersyarat ataupun tidak ada
       dengan sendirinya.'
       [center]Bidang dari Tanggapan Penglihatan Bau[/center]
       'Ananda, karena Anda (sudah) tahu, hidung dan bau adalah
       penyebab yang melahirkan tanggapan penglihatan bau. Apakah
       tanggapan penglihatan ini diciptakan dan dipersyaratkan oleh
       hidung atau bau? Jika demikian, Ananda, apakah hidung ini?
       Apakah dia adalah bagian mengait dan berdaging dari wajah Anda
       dengan yang Anda menghirup? Tetapi bagian dari daging ini
       termasuk milik tubuh dan tanggapan penglihatan tubuh disebut
       sentuhan; Tubuh adalah bukan hidung dan sentuhan adalah objek
       tujuannya. Jika hidung tidak dapat disebutkan namanya, di
       manakah dia itu? Jika dia merasakan bau, di manakah tanggapan
       penglihatan itu dalam pikiran Anda? Jika tanggapan penglihatan
       berasal dari bagian wajah, itu adalah sentuhan dan tidak ada
       hubungannya dengan hidung. Jika dia berasal dari kekosongan, dia
       seharusnya diketahui oleh yang belakangan/terakhir daripada
       dirasakan oleh daging; jika demikian, kekosongan seharusnya Anda
       dan tubuh Anda akan merasakan tiada apapun. Kemudian, tidak akan
       ada Ananda dimanapun pada saat ini.'
       'Jika bau adalah "yang mengetahui", dia seharusnya mengenal
       dirinya sendiri dan akan tidak ada hubungannya dengan Anda. Jika
       bau yang baik dan buruk menciptakan hidung Anda, mereka
       seharusnya tidak menghasilkan kayu cendana dan berbau busuk
       herbal. Tanpa yang belakangan/terakhir, rasakan bau hidung Anda
       sendiri dan lihat apakah wangi atau bau menusuk. Karena wangi
       tidak dapat berbau busuk dan bau busuk tidak bisa menjadi wangi,
       jika Anda dapat merasakan bau keduanya, Anda seharusnya memiliki
       dua hidung, dan sekarang karena Anda bertanya kepada Saya
       tentang Dharma itu, seharusnya ada dua Ananda; lalu Ananda yang
       manakah Anda? Jika hanya ada satu hidung dan jika wangi dan bau
       busuk adalah bukan dua bau yang berbeda, mereka bisa menjadi
       keliru untuk satu sama lain, yang membuktikan bahwa tidak ada
       yang ada; jika demikian dimanakah bidang dari tanggapan
       penglihatan bau bisa dibuat? Jika dia diciptakan oleh bau dan
       jika tanggapan penglihatan timbul karena bau, itu adalah seperti
       mata Anda yang dapat melihat benda-benda, tapi tidak dirinya
       sendiri; jadi tanggapan penglihatan yang ada karena bau
       seharusnya tidak mencium bau itu. Jika dia mencium bau itu, dia
       tidak dapat diciptakan oleh bau, dan jika dia tidak, dia
       kehilangan tanggapan penglihatan itu. Karena bau tidak
       tergantung pada tanggapan penglihatan, dia tidak memiliki
       bidang. Jika tanggapan penglihatan tidak bisa mencium bau,
       bidangnya tidak bisa dibuat atas dasar penciuman bau. Karena
       tidak ada tanggapan penglihatan yang menengah (antara hidung dan
       bau), akan tidak ada (organ) yang didalam atau (benda tujuan)
       yang diluar. Jadi tanggapan penglihatan bau adalah palsu. Oleh
       karena itu, tidak hidung atau tidak juga bau, sebagai penyebab,
       maupun tidak juga bidang dari tanggapan penglihatan bau, sebagai
       ciptaan itu, ada, sedangkan hidung, bau dan bidangnya adalah
       tidak bersifat sebab-musabab atau tidak bersyarat ataupun tidak
       ada dengan sendirinya.'
       [center]Bidang dari Tanggapan Penglihatan Rasa[/center]
       'Ananda, karena Anda (sudah) tahu, rasa asam di lidah adalah
       penyebab yang memperanakkan tanggapan penglihatan oleh lidah.
       Apakah tanggapan penglihatan ini diciptakan dan dipersyaratkan
       oleh lidah, atau oleh rasa?
       'Ananda, jika dia diciptakan oleh lidah, maka tebu, plum hitam
       asam, asam pahit, garam batu, tumbuhan liar beraroma, jahe dan
       cendana akan menjadi hambar tak berasa. Rasakan lidah Anda
       sendiri dan lihat apakah manis atau pahit. Jika dia pahit,
       siapakah pengecap rasa itu? Karena lidah tidak bisa merasakan
       dirinya sendiri, siapa yang mengalami rasa itu? Jika dia tidak
       pahit, tidak ada rasa bisa datang dari dia. Lalu bagaimana dia
       dapat dipersyaratkan?'
       'Jika tanggapan penglihatan berasal dari rasa, itu akan menjadi
       rasa dia sendiri tetapi, seperti lidah, dia tidak bisa merasakan
       dirinya sendiri. Lalu bagaimana dia bisa membedakan berbagai
       macam rasa? Sekali lagi, karena ada banyak rasa yang tidak dapat
       berasal dari satu sumber, seharusnya ada sebanyak tanggapan
       penglihatan (yang sesuai). Jika hanya ada satu, dan jika dia
       diciptakan oleh rasa (yang berbeda), maka semua rasa asin, rasa
       hambar tanpa rasa, rasa manis dan rasa pahit seharusnya bersatu
       dan menjadi satu; maka tidak akan ada penglihatan. Jika
       demikian, tidak akan ada tanggapan penglihatan (oleh lidah).
       Lalu bagaimana bisa lidah, rasa dan tanggapan penglihatan
       dipersyaratkan? Kekosongan tidak dapat membuat pikiran Anda
       melihat. Karena (organ) lidah dan (objek tujuan) rasa tidak
       dapat bersatu untuk menciptakan (tanggapan penglihatan) yang
       menengah. di manakah bidang yang belakangan/terakhir? Oleh
       karena itu, lidah dan rasa, sebagai penyebab, dan bidang dari
       tanggapan penglihatan rasa, sebagai ciptaan mereka, tidak ada,
       sedangkan lidah, rasa dan bidang dari tanggapan penglihatan
       mereka adalah tidak bersifat sebab-musabab atau tidak bersyarat
       ataupun tidak ada dengan sendirinya.'
       [center]Bidang dari Tanggapan Penglihatan Sentuhan[/center]
       'Ananda, karena Anda (sudah) tahu, tubuh dan sentuhan adalah
       penyebab yang menciptakan tanggapan penglihatan dari sentuhan.
       Apakah ini diciptakan dan dipersyaratkan oleh tubuh atau oleh
       sentuhan?'
       'Ananda, jika dia diciptakan oleh tubuh, apa yang
       belakangan/terakhir rasakan ketika tidak ada kontak hubungan
       atau pemisahan? Jika oleh sentuhan, tubuh Anda tidak akan
       diperlukan; maka siapa yang bisa, tanpa tubuh, merasakan kontak
       hubungan dan pemisahan? Ananda, "benda tujuan" tidak merasakan
       sentuhan, tetapi tubuh mengetahui dan merasakan itu. Tanggapan
       penglihatan tubuh diungkapkan oleh sentuhan dan sentuhan melalui
       tubuh. Oleh karena itu, tubuh dan sentuhan tidak dapat
       dipisahkan tetapi mereka tidak sama sehingga pada awalnya mereka
       tidak memiliki rumah tempat berdiam. Ketika sentuhan menghubungi
       tubuh, dia menjadi tubuh dan ketika berhenti, dia menjadi
       kekosongan. Karena tidak ada hal-hal seperti didalam (tubuh) dan
       diluar (sentuhan), bagaimana bisa ada perantara (tanggapan
       penglihatan) di antara mereka? Lalu dimanakah bidang dari
       tanggapan penglihatan tubuh? Oleh karena itu, tubuh dan
       sentuhan, sebagai penyebab, dan tanggapan penglihatan tubuh,
       sebagai ciptaan mereka, tidak ada, dan ketiganya tidak bersifat
       sebab-musabab atau tidak bersyarat ataupun tidak ada dengan
       sendirinya.'
       [center]Bidang dari Kesadaran Keenam[/center]
       'Ananda, karena Anda (sudah) tahu, kecerdasan akal pikiran
       (manas) dan dharma (ide gagasan pikiran) adalah penyebab yang
       menciptakan kesadaran keenam. Apakah kesadaran ini diciptakan
       dan dipersyaratkan oleh kecerdasan akal pikiran, atau Dharma?
       'Ananda, jika kesadaran ini diciptakan oleh kecerdasan akal
       pikiran, yang belakangan/terakhir (sebagai organ) seharusnya
       berisi dharma (sebagai objek/benda tujuan) untuk mengungkapkan
       keberadaannya sendiri. Dengan tidak adanya dharma, kecerdasan
       akal pikiran Anda (tidak ada dan) tidak dapat menciptakan
       sesuatupun; bahkan jika dia menciptakan kesadaran, apa yang
       belakangan/terakhir gunakan jika dia tidak dihadapkan dengan ide
       gagasan pikiran yang bersifat sebab-musabab (dharma)? Selain
       itu, baik pikiran (yaitu kesadaran keenam) dan proses berpikir
       Anda (misalnya kecerdasan akal pikiran) keduanya membedakan ide
       gagasan pikiran dan benda-benda; apakah mereka sama, atau
       berbeda satu sama lain? Jika sama, kesadaran hanyalah kecerdasan
       akal pikiran, lalu bagaimana dia dapat diciptakan oleh
       kecerdasan akal pikiran? Jika berbeda, kesadaran akan menjadi
       "tidak sadar"; Maka bagaimana bisa dia berasal dari kecerdasan
       akal pikiran? Jika dia juga "Sadar" lalu (beritahu Saya) apa itu
       kecerdasan akal pikiran dan kesadaran. Oleh karena itu mereka
       tidak juga sama ataupun tidak juga berbeda, maka dimanakah
       bidang dari kesadaran?'
       Jika kesadaran diciptakan oleh dharma, segala sesuatu dalam
       dunia tidak dapat dipisahkan dari lima keterangan indera dari
       bentuk, suara, bau, rasa dan sentuhan, yang secara jelas sesuai
       dengan organ-organ indera dan tidak terpengaruh oleh kecerdasan
       akal pikiran. Jika kesadaran Anda tergantung pada dharma untuk
       keberadaannya, perhatikan dengan teliti ke dalam dharma dan
       lihat seperti apa mereka terlihat, untuk yang melampaui bentuk
       dan kekosongan, gerak dan ketenangan diam, kejelasan dan
       gangguan halangan, persatuan dan pemisahan, dan kelahiran dan
       kematian, di manakah dapat dharma ditemukan? Ketika dharma
       muncul maka secara bersamaan dengan bentuk, kekosongan, semua
       dharma muncul, dan ketika ada penghentian maka bentuk,
       kekosongan, semua dharma lenyap dengan mereka. Karena tidak ada
       penyebab yang mengarah ke penciptaan mereka, apa saja rupa dan
       gambaran bentuk dari dharma? Jika ini tidak ada, lalu apa yang
       mempersyaratkan dharma? Oleh karena itu, kecerdasan dan dharma
       sebagai penyebab, dan bidang dari kesadaran keenam, sebagai
       ciptaan mereka, tidak ada dan mereka tidak bersifat
       sebab-musabab atau tidak bersyarat ataupun tidak ada dengan
       sendirinya.'
       [center]Menggabungkan Tujuh Unsur kedalam yang Mutlak Sepenuhnya
       Nyata untuk Mengungkapkan
       Percampuran bebas dari Gejala Kejadian sebagaimana dia muncul &
       Benda dalam dirinya sendiri[/center]
       'Ananda berkata kepada sang Buddha: 'Bhagavan, Tathagata telah
       sering berbicara tentang penyebab, kondisi dan keadaan dari diri
       yang seperti itu dan telah mengajarkan Kami bahwa semua
       perubahan dan penjelmaan bentuk di dunia adalah karena campuran
       dan gabungan dari empat unsur. Mengapa Dia sekarang menghapus
       semua gagasan dari penyebab, kondisi dan keadaan dari diri yang
       seperti itu? Saya tidak mengerti, akankah Dia cukup berbelas
       kasih untuk menjelaskan secara penuh kepada semua makhluk hidup
       arti yang diluar dari semua pikiran sesat?'
       'Sang Buddha menjawab: Anda lelah, dan telah berusaha untuk
       meninggalkan, ajaran Hinayana pada tahap Sravaka dan
       Pratyeka-buddha, dan jadi ingin mencari Bodhi yang tak
       tertandingi. Saya akan, oleh karena itu mengajarkan Kebenaran
       Agung. Mengapa Anda masih membatasi diri Anda sendiri dengan
       penalaran sembrono tentang penyebab palsu dan kondisi? Meskipun
       Anda telah banyak mendengarkan Saya, Anda adalah seperti Orang
       yang terbiasa untuk berbicara tentang obat-obatan tetapi yang,
       ketika Dia melihat mereka tidak bisa memilih mana dari mereka
       yang bagus. Inilah sebabnya mengapa Tathagata mengatakan bahwa
       Anda benar-benar harus dikasihani. Dengarkan dengan perhatian
       pada apa yang sekarang Saya beritahukan Anda, sehingga semua
       yang berlatih Mahayana di masa depan dapat mencapai Kenyataan.'
       'Ananda tetap diam, menunggu Ajaran suci.'
       [center]Menampakkan Perbedaan Yang Salah[/center]
       'Ananda, seperti yang Anda katakan, ketika empat unsur bercampur
       dan bergabung mereka menyebabkan semua jenis penjelmaan bentuk
       di dunia. Tetapi mereka tidak bisa bercampur dan bersatu jika
       itu bertentangan dengan sifat alami mereka, seperti kekosongan
       tidak bisa dengan bentuk. Di sisi lain, jika mereka demikian
       bercampur dan bergabung, mereka adalah penjelmaan bentuk dan
       berutang keberadaan mereka sepenuhnya untuk saling
       ketergantungan mereka; mereka dengan demikian tunduk pada
       penciptaan dan kehancuran didalam penggantian warisan yang tak
       berujung, seperti cincin api disebabkan ketika obor dilambaikan
       dalam putaran melingkar.'
       [center]Menunjuk ke Satu Sumber[/center]
       'Ananda, ini adalah seperti air yang, setelah menjadi es, bisa
       berubah kembali menjadi air.'
       [center]Petunjuk pengajaran pada Tujuh Unsur
       [1] Unsur tanah bumi[/center]
       'Lihatlah unsur tanah bumi yang berkisar dari ukuran tanah bumi
       besar hingga setitik kecil debu. Belah titik ini yang hampir
       mendekati "tiada apapun" dan kurangi dia hingga butir halus
       tertipis di perbatasan tertinggi dari bentuk. Kemudian belah dia
       lagi dan dia menjadi kekosongan. Ananda, jika butir debu ini
       dapat dikurangi hingga tiada apapun, Anda seharusnya tahu bahwa
       bentuk berasal dari kekosongan.'
       'Sekarang Anda bertanya tentang perubahan bendai yang Anda
       hubungkan ke pencampuran dan persatuan (dari empat unsur).
       Ambil, misalnya, butir debu ini yang mendekati kekosongan,
       berapa banyak kekosongan yang harus dicampur dan disatukan untuk
       menghasilkannya? Tapi itu tidak masuk akal untuk menganggap
       bahwa hal ini dapat dilakukan dengan menyatukan butiran-butiran
       debu. Karena butir debu dapat dibelah dan dikurangi hingga
       kosong, berapakah banyak (butiran dari) bentuk harus menyatu
       bersama-sama untuk menciptakan kekosongan? Persatuan dari bentuk
       (dengan bentuk) menghasilkan bentuk tetapi bukan kekosongan, dan
       persatuan dari kekosongan (dengan kekosongan) menghasilkan
       kekosongan tetapi bukan bentuk. Bentuk dapat dibelah tapi
       bagaimana bisa kekosongan bersatu (dengan bentuk)?
       'Anda tidak mengetahui bahwa di dalam Tathagatagarbha baik
       bentuk dan (lawan sebaliknya) kekosongan keduanya timbul dari
       sifat alami diri dan adalah sama persis dengan satu sama lain,
       dan bahwa unsur dari tanah bumi pada dasarnya murni dan bersih,
       mencakup semua didalam alam Dharma dan berwujud nyata karena
       pikiran dari makhluk hidup mengenal dan membedakan (antara
       benda-benda) sesuai dengan hukum karma. Sifat bodoh duniawi yang
       salah ini menyebabkan, kondisi dan keadaan diri seperti itu,
       karena kesadaran mereka membedakan dan memilih-milih tanpa
       mereka ketahui bahwa bahasa yang mereka gunakan tidak memiliki
       arti yang sebenarnya.
       [center][2] Unsur api[/center]
       'Ananda, api tidak memiliki diri, tetapi ada karena penyebab
       (yang diluar). Ketika orang-orang di kota akan menyiapkan
       makanan mereka, mereka menggunakan cermin dari logam yang
       mengkilap untuk memperoleh api dari matahari.
       'Ananda, tentang (gagasan pikiran Anda dari) campuran dan
       persatuan, ambillah perkumpulan kelompok ini dari Diri Saya
       Sendiri dan 1250 Bhiksu; meskipun kelompok ini adalah satu,
       setiap anggota memiliki tubuhnya sendiri, suku dan nama, seperti
       Sāriputra yang merupakan Brahmana, Uruvilva Kasyapa seorang suku
       Kasyapa, dan Anda, Ananda, yang adalah dari suku Gautama.
       'Ananda, jika api berasal dari campuran dan gabungan (dari
       unsur-unsur), ketika seseorang memegang cermin untuk mendapatkan
       api dalam sinar matahari, apakah api ini berasal dari cermin,
       benda yang mudah terbakar atau matahari? Ananda, jika dia
       berasal dari matahari, dia bisa membakar benda yang mudah
       terbakar di tangan Anda; jika demikian, semua hutan pohon akan
       hangus. Jika dia berasal dari cermin dan kemudian menyalakan
       benda yang mudah terbakar, mengapa dia tidak melelehkan cermin
       dan membakar tangan Anda? Tapi jika Anda bahkan tidak merasakan
       panas itu, bagaimana bisa cermin itu meleleh? Jika dia berasal
       dari benda yang mudah terbakar, mengapa yang belakangan/terakhir
       membutuhkan matahari dan cermin untuk membuatnya terbakar?
       Lihatlah cermin yang dipegang oleh tangan, matahari di atas
       langit dan benda yang mudah terbakar yang pada awalnya berasal
       dari tanah; bagaimana api dapat melakukan perjalanan di tempat
       lain sebelum datang ke sini? (Selain itu) matahari dan cermin
       adalah jarak yang sangat panjang terpisah dan tidak dapat
       bercampur dan bersatu dengan satu sama lain. Pada akhirnya api
       tidak dapat ada dengan sendirinya.
       'Anda tidak menyadari bahwa di dalam Tathagatagarbha baik api
       dan (lawan sebaliknya) kekosongan timbul dari sifat alami diri
       dan adalah sama persis satu sama lain, dan bahwa unsur dari api
       pada dasarnya murni dan bersih, mencakup semua di dalam alam
       Dharma dan berwujud nyata karena pikiran makhluk hidup mengenal
       dan membedakan (antara benda-benda). Ananda, Anda seharusnya
       tahu bahwa api dihasilkan dimanapun seseorang memegang cermin
       (di bawah matahari), dan bahwa jika cermin diangkat di seluruh
       alam Dharma, api akan bermunculan di mana-mana sesuai dengan
       hukum karma dan tidak di tempat arah yang ditentukan. Sifat
       bodoh duniawi yang salah ini menyebabkan, kondisi dan keadaan
       diri seperti itu tanpa menyadari bahwa itu adalah karena
       kesadaran mereka membedakan dan memilih-milih dan bahwa bahasa
       yang mereka gunakan tidak memiliki arti yang sebenarnya.
       [center][3] Unsur air[/center]
       'Ananda, air tidaklah tetap secara alami selama dia baik
       mengalir atau tetap tenang. Para penyihir besar di sravasti,
       seperti Kapila, Cakra, Padma, Hasta dan yang lainnya mendapatkan
       intisari air untuk mencampur dengan obat-obatan mereka dengan
       mengangkat bola kristal menghadap bulan purnama. Apakah air ini
       datang dari bola, kekosongan ruang angkasa atau bulan? Ananda,
       jika dia berasal dari bulan yang sangat jauh dia seharusnya
       melewati pohon-pohon di hutan sebelum mencapai bola kristal
       untuk mengalir ke dalam mangkuk. Jika dia tidak mengalir melalui
       pohon-pohon di hutan, ini menunjukkan bahwa dia tidak turun dari
       bulan. Jika dia berasal dari bola kristal, dia seharusnya
       mengalir secara teratur tidak hanya saat bulan purnama. Jika dia
       berasal dari kekosongan ruang angkasa yang tak terbatas, dia
       seharusnya mengalir di mana-mana, menenggelamkan segala sesuatu
       antara bumi dan langit; jika demikian, bagaimana bisa ada
       makhluk hidup berjalan di atas bumi, terbang di udara dan
       berenang di air? Pikirkan semua ini lagi; bulan berada di
       langit, bola kristal adalah di tangan orang itu dan mangkuk ada
       di depannya; 'Jadi darimana air ini berasal untuk mengalir (ke
       dalam mangkuk)? Bulan dan bola kristal adalah sangat jauh jarak
       terpisah dan tidak dapat bercampur dan bersatu dengan satu sama
       lain. Ini adalah tidak masuk akal untuk mengatakan bahwa air ini
       tidak datang dari sumber manapun.
       'Anda tidak tahu bahwa didalam Tathagatagarbha baik air dan
       (lawan sebaliknya) kekosongan kedua-duanya timbul dari sifat
       alami diri dan adalah sama persis satu sama lain, dan bahwa
       unsur dari air pada dasarnya murni dan bersih, mencakup semua di
       dalam alam Dharma, dan berwujud nyata karena pikiran makhluk
       hidup mengenal dan membedakan (antara benda-benda). Jadi air
       mengalir dimanapun bola kristal yang digunakan untuk
       mengumpulkannya dan jika dia diangkat di seluruh alam Dharma,
       dia akan mengalir di mana-mana sesuai dengan hukum karma dan
       tidak di tempat atau arah tertentu. Sifat bodoh duniawi yang
       salah ini menyebabkan, kondisi dan keadaan diri seperti itu
       tanpa menyadari bahwa itu adalah karena kesadaran mereka
       membeda-bedakan dan memilih-milih dan bahwa bahasa yang mereka
       gunakan tidak memiliki arti yang sebenarnya.
       [center][4] Unsur angin[/center]
       'Ananda, unsur dari angin tidak memiliki isi pokok dan baik
       bergerak atau diam. Ketika Anda bergabung dengan sebuah
       pertemuan dan menyesuaikan jubahmu tepinya (kadang-kadang)
       menyentuh orang disebelah Anda, mengacaukan udara yang meniup
       wajahnya. Apakah angin ini datang dari ujung jubah Anda, dari
       kekosongan atau dari wajah orang itu?'
       'Ananda, jika dia berasal dari ujung jubahmu, yang
       belakangan/terakhir seharusnya meninggalkan tubuh Anda (untuk
       menyentuh wajah orang itu). Saat Saya memberitakan Dharma
       disini, jubah Saya tidak bergerak; di manakah Anda dapat
       menemukan angin di dalamnya? Ia tidak memiliki tempat
       tersembunyi di mana angin dapat disimpan.'
       'Jika angin berasal dari kekosongan, mengapa dia tidak meniup
       (orang itu) saat jubahmu diam tak bergerak? (Selain itu)
       "kekosongan" adalah permanen kekal tidak berubah dan demikian
       juga seharusnya "angin"; kemudian tanpa angin tidak akan ada
       kekosongan. Anda bisa merasakan saat angin berhenti meniup, tapi
       gejala petunjuk apakah ketika kekosongan lenyap? Jika kekosongan
       dapat diciptakan dan dilenyapkan, dia tidak bisat (benar-benar)
       adalah kekosongan, dan jika dia adalah, bagaimana dia bisa
       menciptakan angin?'
       'Jika angin berasal dari wajah tetangga Anda, dia seharusnya
       juga meniup Anda; lalu mengapa jubahmu saat menyentuh terhadap
       dia tidak meniup Anda kembali?'
       'Lihatlah ke semua ini dengan seksama. Jubah yang Anda sesuaikan
       adalah milikmu, wajah yang tertiup adalah dari Bhiksu lain dan
       kekosongan tetap diam dan tidak bergerak; lalu dari manakah
       angin itu berasal? Angin dan kekosongan berbeda dan tidak bisa
       bercampur atau juga tidak bisa bersatu, sementara angin tidak
       bisa ada dengan sendirinya tanpa penyebab. Anda tidak menyadari
       bahwa di dalam Tathagatagarbha angin dan (lawan sebaliknya)
       kekosongan timbul dari sifat alami diri dan adalah sama persis
       satu sama lain, dan bahwa unsur dari angin pada dasarnya murni
       dan bersih, mencakup semua di dalam alam Dharma, dan berwujud
       nyata karena pikiran makhluk hidup mengenal dan membedakan
       (antara benda-benda). Jika, Ananda, Anda memindahkan jubah Anda,
       angin yang sedikit dibangkitkan. Dan jika ada gerakan yang sama
       di seluruh alam Dharma, akan ada angin di seluruh dunia sesuai
       dengan hukum karma dan tidak di tempat atau arah tertentu. Sifat
       bodoh duniawi yang salah pada unsur angin menyebabkan, kondisi
       dan keadaan diri seperti itu karena kesadaran mereka
       membeda-bedakan dan memilih-milih tanpa menyadari bahwa bahasa
       yang mereka gunakan tidak memiliki arti yang sebenarnya.
       [center][5] Unsur ruang[/center]
       'Ananda, ruang adalah jauh dari sungai, orang-orang dari kasta
       yang berbeda, seperti Ksatriya, Brahmana, Vaisya, Sudra,
       Bhāradvāja dan Candāla, yang datang untuk tinggal di
       sana, menggali sumur untuk menemukan air. Setiap kaki dari tanah
       bumi diganti dengan sebuah kaki dari ruang dan sepuluh kaki dari
       tanah bumi dengan sepuluh kaki dari ruang, sehingga kedangkalan
       atau kedalaman dari setiap sumur sesuai dengan jumlah tanah bumi
       yang diangkat. Apakah ruang ini berasal dari tanah bumi, dari
       penggalian atau dari dirinya sendiri seperti itu?
       'Ananda, jika ruang ada dari dirinya sendiri, mengapa sebelum
       penggalian itu dia tidak tak terhalang oleh tanah bumi? Mengapa
       hanya ada tanah bumi tanpa ada ruang apapun yang terlihat di
       sana?
       'Jika ruang berasal dari tanah bumi, dia seharusnya terlihat
       masuk ke sumur ketika tanah bumi sedang digali. Jika saja tanah
       bumi diangkat tanpa ruang memasuki sumur, bagaimana ruang dapat
       berasal dari tanah bumi? Jika (tanah bumi) tidak digali dan
       (ruang) tidak mengisi lubang, ruang dan tanah bumi kedua-duanya
       seharusnya sama; maka mengapa tidak ruang digali dengan tanah
       bumi?
       'Jika ruang berasal dari penggalian, ketika "yang lebih dahulu"
       dihasilkan oleh "yang belakangan/terakhir", tidak ada tanah bumi
       yang seharusnya diangkat. Jika ruang tidak berasal dari
       penggalian, mengapa ketika tanah bumi sedang digali, apakah
       ruang terlihat dalam sumur?
       'Pikirkan tentang semua ini dan lihat dimana ruang berasal dari
       ketika seseorang menggunakan tangannya untuk menggali tanah
       untuk membuat sumur. Untuk menggali dan ruang adalah tidak dalam
       golongan yang sama dan dapat tidak bercampur ataupun tidak
       bersatu. Dan itu adalah tidak masuk akal untuk menganggap bahwa
       ruang ada dari dirinya sendiri tanpa datang dari sebab apapun.
       Jika ruang secara sempurna merangkul semua dan pada dasarnya tak
       bergerak, Anda seharusnya tahu bahwa dia dan unsur-unsur dari
       tanah, air, api dan angin yang bersama-sama disebut sebagai lima
       unsur, bercampur baur secara alami dan hanyalah Tathagatagarbha
       yang tidak ditanggapi dan yang tak berujung.
       Ananda, karena pikiran Anda tertipu dan Anda tetap tidak
       menyadari kenyataan (ciri khas kepribadian dari) empat unsur di
       dalam Tathagatagarbha, Anda seharusnya melihat kedalam ruang dan
       melihat apakah atau tidak dia datang atau pergi, atau tidak
       datang ataupun tidak pergi. Anda tidak tahu bahwa dalam
       Tathagatagarbha Bodhi dan (lawan sebaliknya) kekosongan timbul
       dari sifat alami diri dan adalah sama persis satu sama lain,
       karena unsur dari ruang pada dasarnya murni dan bersih, mencakup
       semua di dalam alam Dharma, dan berwujud nyata karena pikiran
       makhluk hidup mengenal dan membedakan (antara benda-benda).
       Kesepuluh penjuru, Ananda, adalah seperti lubang kosong yang
       diisi dengan ruang yang sesuai dengan hukum karma tidak memiliki
       tempat atau arah tertentu.Sifat bodoh duniawi yang salah ini
       menyebabkan, kondisi dan keadaan diri seperti itu tanpa
       menyadari bahwa itu adalah karena kesadaran mereka
       membeda-bedakan dan memilih-milih dan bahwa bahasa yang mereka
       gunakan tidak memiliki arti yang sebenarnya.
       [center][6] Unsur Tanggapan Penglihatan[/center]
       'Tanggapan penglihatan mengetahui tiada apapun oleh dirinya
       sendiri dan hanya berwujud melalui bentuk dan kekosongan.
       Seperti Anda yang sekarang berada di dalam taman Jetavana, Anda
       melihat cahaya di siang hari dan gelap gulita di malam hari.
       Pada malam hari ada cahaya ketika bulan bersinar dan kegelapan
       ketika tidak ada bulan. Terang dan gelap dibedakan oleh
       penglihatan, (tapi) apakah penglihatan ini dari sifat alami yang
       sama seperti cahaya, kegelapan dan kekosongan atau tidak; Apakah
       dia sama atau berbeda dari mereka?
       'Ananda, jika "melihat/penglihatan" adalah sifat alami yang sama
       seperti cahaya, kegelapan atau kekosongan; (kita datang ke hal
       ini )saat cahaya dan kegelapan berganti, dan ketika ada satu
       yang lain menghilang, maka jika penglihatan adalah satu dengan
       kegelapan, dia seharusnya lenyap ketika ada cahaya dan
       sebaliknya. Ketika penglihatan menghilang dalam kedua kasus itu,
       mengapa terang dan gelap masih terlihat? Karena mereka berbeda,
       maka bahwa penglihatan adalah di luar dari penciptaan dan
       pemusnahan: jika demikian, bagaimana bisa penglihatan sama
       dengan terang dan gelap?
       Jika penglihatan tidak dari sifat alami yang sama seperti cahaya
       dan kegelapan, cobalah untuk mencari tahu apa penglihatan ini
       terlihat seperti terpisah dari cahaya, kegelapan dan kekosongan,
       tanpa yang ada bisa tiada penglihatan seperti rambut kura-kura
       dan tanduk dari kelinci.
       Karena cahaya, kegelapan dan kekosongan berbeda, di manakah
       penglihatan itu bisa berada? Karena terang dan gelap adalah
       berlawanan, bagaimana bisa penglihatan menyamakan dengan mereka?
       Jika tidak ada penglihatan tanpa cahaya, kegelapan dan
       kekosongan, bagaimana dia bisa berbeda dari mereka?
       'Jika Anda mencoba untuk memisahkan kekosongan dari penglihatan,
       Anda tidak akan menemukan batas-batas mereka; jika demikian,
       mengapa mereka bukan hal yang sama?
       Ketika Anda melihat cahaya dan kegelapan, penglihatan Anda tidak
       berubah; lalu mengapa dia tidak berbeda dari mereka?
       'Jika Anda melihat secara dekat dan teliti ke dalam semua ini
       dan memeriksanya lagi dan lagi, Anda akan menemukan cahaya itu
       berasal dari matahari, kegelapan dari malam yang tanpa bulan,
       jarak dari ruang dan gangguan halangan dari tanah bumi, jadi di
       manakah yang menurunkan/menperanakkan intisari pokok dari
       penglihatan ini? Karena penglihatan bisa membedakan sedangkan
       kekosongan tidak bisa, mereka tidak dapat bercampur ataupun
       tidak dapat bersatu. Dan Kita tidak bisa mengatakan bahwa
       intisari pokok dari penglihatan ini datang entah dari mana.
       'Anda seharusnya tahu bahwa tanggapan penglihatan oleh melihat
       dan mendengar yang merembes meliputi semua dan pada dasarnya
       tidak berubah, dan ruang yang tak bergerak yang tak terbatas,
       serta yang bergerak (seperti pasangan demikian) unsur dari
       tanah, air, api dan angin semuanya yang disebut enam unsur,
       bercampur baur dengan sifat alami dan adalah yang pada dasarnya
       Tathagatagarbha yang tidak ditanggapi dan yang tak berujung.
       Anda tergila-gila oleh sifat alami dan tidak mengerti bahwa
       "melihat", "mendengar", "merasakan" dan "mengetahui" pada
       dasarnya berasal dari Tathagatagarbha. Anda seharusnya
       menyelidiki kedalam mereka dan melihat apakah mereka berhubungan
       dengan kelahiran dan kematian, jika mereka satu atau banyak,
       jika mereka tidak berhubungan baik untuk kelahiran maupun
       kematian dan jika mereka bukanlah baik satu ataupun banyak.
       'Anda tidak tahu bahwa di dalam Tathagatagarbha sifat alami diri
       penglihatan pada dasarnya adalah tanggapan penglihatan
       tercerahkan yang murni dan bersih, mencakup semua di dalam alam
       Dharma, dan berwujud nyata karena pikiran makhluk hidup mengenal
       dan membedakan (antara benda-benda). Seperti penglihatan yang
       merembes meliputi seluruh alam Dharma, mendengar, mencium,
       merasakan dan menyentuh serta kegiatan tubuh dan pikiran
       memiliki kebajikan indah yang cerah dan seluruh semesta dunia
       sehingga tidak di tempat atau arah yang tertentu. Mereka
       mewujudkan menurut hukum karma, tetapi kebodohan duniawi
       berpikir secara salah bahwa mereka adalah bersifat sebab akibat,
       bersyarat dan karena diri yang seperti itu. Dikarenakan oleh
       kesadaran mereka, mereka membeda-bedakan dan memilih-milih dan
       tidak tahu bahwa bahasa mereka tidak memiliki arti yang
       sebenarnya.
       [center][7] Unsur kesadaran[/center]
       'Ananda, kesadaran tidak memiliki asal usul dan adalah (khayalan
       ilusi) yang timbul dari enam organ dan keterangan indera.
       Lihatlah, perkumpulan majelis suci ini dan berbaliklah untuk
       melihat mereka yang hadir ini; mata Anda adalah seperti cermin
       yang tidak dapat membedakan sementara kesadaran Anda mengenal
       pada gilirannya kehadiran dari Manjusri, Purnamaitrāyãniputra,
       Maudgalyayana, Subhuti, Sāriputra (dan lainnya). Apakah
       kesadaran ini berasal dari tanggapan penglihatan, bentuk atau
       kekosongan, atau apakah itu (muncul) secara tiba-tiba tanpa
       sebab?
       'Ananda, jika kesadaran Anda berasal dari penglihatan (tanggapan
       penglihatan) Anda, maka dalam ketiadaan cahaya, kegelapan,
       bentuk dan kekosongan, tidak akan ada penglihatan, dan ketika
       tidak ada tanggapan penglihatan, bagaimana bisa dia menciptakan
       kesadaran?
       'Jika kesadaran Anda berasal dari bentuk yang bukan berasal dari
       tanggapan penglihatan, maka, ketika cahaya dan kegelapan tidak
       terlihat, tidak ada baik bentuk maupun kekosongan; maka
       bagaimana bisa "bentuk yang tidak ada" menciptakan "kesadaran"?
       'Jika kesadaran Anda berasal dari kekosongan yang bukan dari
       baik bentuk maupun tanggapan penglihatan, ketiadaan dari
       tanggapan penglihatan berarti juga bahwa penegasan kecerdasan
       yang menyatakan secara tidak langsung yang bukan tanggapan
       penglihatan dari cahaya, kegelapan, bentuk dan kekosongan; dan
       tidak adanya bentuk adalah akhir dari semua penyebab yang
       diluar, bagaimana, kemudian, dapat melihat, mendengar, merasakan
       dan pengetahuan Anda terjadi? Jadi tanpa bentuk dan tanggapan
       penglihatan, kesadaran yang berasal dari kekosongan sama sekali
       tidak ada. (Di sisi lain), jika dia ada tanpa adanya objek
       sasaran, apa yang bisa dia bedakan?
       'Jika kesadaran Anda tiba-tiba muncul tanpa sebab apapun,
       mengapa dia tidak bisa melihat bulan di siang hari?
       'Sekarang lihatlah dari dekat dan teliti ke dalam semua ini;
       penglihatan (tanggapan penglihatan) Anda tergantung pada biji
       mata Anda bertemu dengan obyek sasaran yang diluar yang "adalah"
       ketika ada bentuk dan "bukan" ketika tidak ada bentuk. Ini
       adalah empat penyebab (yaitu penglihatan, mata, bentuk dan
       kekosongan) darimana kesadaran timbul, tetapi manakah salah satu
       dari mereka yang menciptakan kesadaran? Karena kesadaran selalu
       bergerak (untuk membedakan), sedangkan tanggapan penglihatan
       diam tak bergerak (untuk itu dia tidak membedakan), mereka tidak
       dapat bercampur dan bersatu bersama. Pendengaran, perasaan dan
       pengetahuan Anda berada dalam golongan yang sama (seperti
       penglihatan Anda), tetapi kesadaran Anda masih harus memiliki
       sumber.
       'Jika kesadaran ini berasal dari tiada apapun, Anda seharusnya
       tahu bahwa tanggapan penglihatan (dengan cara) melihat,
       mendengar, merasakan dan mengetahui menyebar di mana-mana dan
       tidak berasal dari sumber manapun. Lagi pula dengan ruang, tanah
       bumi, air, api dan angin mereka disebut tujuh unsur, sifat alami
       yang nyata dan (bebas) bercampur baur, tapi menjadi
       Tathagatagarbha yang tidak ditanggapi dan yang tak berujung.
       'Ananda, karena pikiran Anda tidak tenang, Anda tidak menyadari
       bahwa penglihatan dan pendengaran yang membangkitkan kesadaran,
       datang secara pokok mendasar dari Tathagatagarbha. Anda
       seharusnya melihat ke dalam kesadaran di dalam Enam Pintu masuk
       dan lihat apakah mereka adalah sama atau berbeda, ada atau
       tidak, atau bukan baik yang sama ataupun yang berbeda, dan bukan
       baik yang ada ataupun yang tidak ada. Karena Anda tidak
       menyadari bahwa di dalam Tathagatagarbha sifat alami kesadaran
       diri adalah dasar Pencerahan Bodhi yang mencakup dan meliputi
       seluruh alam Dharma, adalah tidak (dapat ditemukan) di tempat
       atau arah yang tertentu dan mewujudkan sesuai dengan hukum
       karma. Kebodohan duniawi berpikir secara salah bahwa mereka
       adalah bersifat sebab akibat, bersyarat dan karena diri yang
       seperti itu. Menurut cara kesadaran mereka membeda-bedakan dan
       memilih-milih sementara mereka tidak tahu bahwa bahasa yang
       mereka gunakan tidak memiliki arti yang sebenarnya.
       [center]Ananda Menyatakan Kepahaman Nya dalam Gatha[/center]
       Setelah mendengarkan petunjuk yang mendalam dari sang Buddha,
       Ananda dan persamuan majelis menyadari bahwa tubuh dan pikiran
       mereka kini bebas dari segala hambatan. Setiap orang mengerti
       bahwa pikiran dirinya sendiri merembes meliputi sepuluh penjuru
       ruang yang Dia lihat dengan jelas seperti daun yang dipegang di
       tangannya sendiri, dan bahwa segala sesuatu adalah Pikiran dasar
       yang menakjubkan dan cerah dari Bodhi. Sementara intisari pokok
       pikirannya mencakup semua dan berisi sepuluh penjuru arah, Dia
       kembali menatap tubuhnya sendiri yang diberikan kepadanya oleh
       orang tuanya, yang seperti setitik butir debu sedang menari di
       kekosongan besar, terkadang terlihat dan terkadang tidak, dan
       seperti gelembung busa naik dan jatuh tanpa tujuan di lautan
       yang jelas yang tak terbatas. Setelah melihat semua ini dengan
       jelas, Mereka semua menyadari pikiran diri mereka sendiri yang
       mendasar, mendalam, kekal permanen tidak berubah dan tidak bisa
       dihancurkan, dan melakukan anjali dengan telapak tangan Mereka
       untuk menghormat kepada sang Buddha (berterima kasih kepada-Nya)
       karena (menunjukkan kepada mereka) apa yang belum pernah mereka
       lihat sebelumnya.
       Setelah itu, Ananda memuji sang Buddha dalam "Ananda Suramgama
       Pranidana Gatha" ("Syair Sumpah Ananda dalam Yang keras Tak
       Terhancurkan Kemajuan Pahlawan Yang Gagah Berani") sebagai
       berikut:
       "Dharani Yang indah dan Sukar Dimengerti,
       Bhagavan Yang Tenang Tentram,
       Raja Suramgama yang paling utama,
       adalah unik didalam dunia.
       Membubarkan pikiran-pikiran Saya yang terbalik
       yang terkumpul melalui miliaran ribuan kalpa,
       Sehingga Saya tidak perlu bertahan selama Asamkhyeya Kalpa
       untuk mencapai tubuh Dharma (Dharma kaya).
       Saya ingin sekarang untuk mencapai Buah hasil itu
       dan menjadi mencapai SamyakSamBodhi menjadi Bhagavan,
       yang kemudian kembali untuk menyelamatkan para makhluk
       yang sebanyak butiran pasir di sungai Gangga.
       Saya memberikan pikiran hati yang paling dalam ini untuk semua
       dunia Buddha
       yang sebanyak butiran debu di semua alam semesta,
       membalas kebaikan hati yang diberikan kepada Saya oleh para
       Buddha.
       Dengan rendah hati Saya meminta kepada sang Bhagavan untuk
       menyatakan sumpah Saya untuk kembali ke lima alam jahat yang
       keruh,
       dan selama bahkan hanya satu makhluk yang belum menjadi Buddha,
       Saya tidak akan masuk Nirvana.
       Pahlawan Besar Agung dengan kekuatan besar, kebaikan yang besar
       dan kasih sayang yang besar,
       Tolong lebih lanjut cari dan hilangkan keraguan yang terhalus
       dari Saya,
       menyebabkan Saya untuk cepat mencapai Anuttara SamyakSamBodhi,
       dan duduk di Bodhi Mandala di dunia dari sepuluh penjuru.
       Bahkan sifat sunyata (kekosongan) menjadi sepenuhnya mencair,
       Pikiran Vajra ini tidak akan pernah goyah. "
       #Post#: 91--------------------------------------------------
       Re: Suramgama Usnisa Sitatapatra Mahayana Suttram
       By: ajita Date: November 11, 2016, 8:06 am
       ---------------------------------------------------------
       Kemudian Purnamaitreyaniputra bangkit dari tempat dudukNya di
       tengah-tengah perkumpulan majelis yang berjumlah besar,
       mengangkat jubah di bahu sebelah kananNya, berlutut di lutut
       kananNya, dengan hormat merangkapkan kedua telapak tangan-Nya,
       dan berkata kepada sang Buddha, "Yang paling berbudi luhur dan
       menakjubkan sang Bhagawan demi para makhluk membabarkan secara
       terperinci kebenaran utama dari Tathagata dengan kefasihan yang
       luar biasa . Bhagawan sering mentunggalkan Saya sebagai yang
       paling utama di antara pembicara Dharma. Tapi sekarang ketika
       Saya mendengar ucapan indah yang halus sang Tathagata pada
       Dharma, Saya seperti orang tuli yang pada jarak lebih dari
       seratus langkah mencoba untuk mendengar nyamuk, yang sebenarnya
       tidak bisa dilihat, apalagi mendengar. Meskipun ungkapan jelas
       sang Buddha telah berhasil menghilangkan keraguan Kami, Kami
       masih belum mengerti makna tertinggi yang bisa memungkinkan Kami
       untuk naik di atas semua angan-angan khayalan. Mereka yang
       seperti Ananda, meskipun tercerahkan, belum juga mengakhiri
       aliran keluar dari kebiasaan mereka. Bagi Kami yang hadir di
       perkumpulan majelis yang telah mencapai tahap tiada aliran arus
       keluar, meski telah mengakhiri aliran arus perpindahan keluar
       Kami, masih bertanya-tanya tentang Dharma yang diucapkan oleh
       Tathagata hari ini.
       "Bhagawan, jika semua organ indera duniawi, obyek tujuan indera
       , skandha , tempat, dan alam adalah Tathagatagarbha , mengapa ,
       dalam pokok kemurnian itu, pegunungan, sungai , bumi besar dan
       semua gejala kejadian yang berkondisi lainnya tiba-tiba muncul ,
       secara berputar berubah dan mengalir, berakhir , dan kemudian
       mulai lagi?
       "Selain itu, Tathagata mengatakan bahwa sifat alami dasar dari
       tanah bumi , air, api , dan angin adalah sempurna menyatu ,
       menyerap meliputi alam dharma (dharmadhatu), dan hening tenang
       dan abadi. Bhagavan , jika sifat alami tanah bumi adalah yang
       dapat ditembus meresap, bagaimana mungkin itu mengandung air?
       Jika sifat alami dari air adalah meresap , api tidak akan
       muncul. Selanjutnya, bagaimana Anda menjelaskan bahwa sifat
       alami api dan air dapat masing-masing menyerap meliputi ruang
       kosong tanpa menggusur menggantikan satu sama lain? Bhagavan ,
       sifat alami tanah bumi adalah padat; sifat alami kekosongan
       adalah hampa . Bagaimana mereka berdua menyerap meliputi alam
       dharma ? Saya tidak tahu ajaran ini bertujuan untuk apa. Saya
       hanya berharap sang Tathagata dengan belas kasih akan
       menjelaskan untuk menghapus awan kebingungan yang melanda Kami
       semua di perkumpulan majelis besar ini. "
       Setelah mengatakan itu , Dia bersujud penuh dan dengan penuh
       hormat dan penuh harap menunggu pengajaran yang tak tertandingi
       yang berwelas asih dari sang Tathagata .
       Bhagavan kemudian memberitahu Purna dan semua Arahat dalam
       perkumpulan majelis yang telah mengakhiri aliran arus
       perpindahan samsara Mereka dan telah mencapai tingkat yang
       melampaui penelitian , " Hari ini sang Tathagata akan
       menjelaskan secara mendalam makna sejati yang paling tertinggi.
       Semoga Anda didalam perkumpulan majelis yang para Pendengar atau
       Arahat yang bersifat alami tetap, yang belum menyadari dua jenis
       kekosongan dan semua yang mengabdikan diri untuk Kendaraan
       Terunggul mencapai ketenangan dari satu Kendaraan , aranya yang
       benar sejati , tempat yang tepat untuk mengolah budidaya .
       Dengarkan dengan penuh perhatian dan Saya akan menjelaskannya
       untuk Anda . "
       Purna dan yang lainnya mendengarkan dengan tenang , menghormati
       ucapan sang Buddha pada Dharma .
       Sang Buddha berkata , " Purna, Anda telah bertanya mengapa
       didalam kemurnian yang pokok mendasar,  'pegunungan' , 'sungai'
       , dan 'tanah bumi yang besar' tiba-tiba muncul. Tidakkah Anda
       sering mendengar sang Tathagata menjelaskan secara terperinci
       pada cahaya indah dari sifat alami tercerahkan dan keajaiban
       terang dari pencerahan yang pokok mendasar ? "
       Purna mengatakan , " Ya , Bhagawan , Saya telah sering mendengar
       sang Buddha menjelaskan secara terperinci pada hal itu. "
       Sang Buddha berkata , " Kamu berbicara tentang pemahaman
       pencerahan , apakah sifat alami itu memahami dan apakah itu yang
       disebut pencerahan? Atau apakah pencerahan pada awalnya kurang
       pemahaman dan sehingga Anda berbicara tentang pemahaman
       pencerahan ? "
       Purna mengatakan , " Jika kurangnya pemahaman disebut pencerahan
       , maka tidak akan ada pemahaman sama sekali. "
       Sang Buddha berkata , " Jika tidak ada pemahaman sama sekali,
       maka mungkin tidak ada pemahaman pencerahan . Jika pemahaman
       ditambahkan, maka itu bukan pencerahan . Jika pemahaman tidak
       ditambahkan , maka tidak ada pemahaman . Tapi kurangnya
       pemahaman atau ketidaktahuan bukanlah sifat alami terang jernih
       dari pencerahan . Sifat alami dari pencerahan tentu termasuk
       pemahaman . Adalah berlebihan untuk mengucapkan 'pemahaman
       pencerahan' . Pencerahan bukanlah semacam pemahaman . Pemahaman
       mendirikan sebuah dunia objek tujuan . Setelah alam objek tujuan
       sudah didirikan , keadaan subjek pokok palsu milik Anda muncul .
       "Di mana ada tiada kesamaan atau perbedaan, dengan tiba-tiba
       muncul perbedaan. Apa yang berbeda dari perbedaan itu, menjadi
       kesamaan . Setelah persamaan dan perbedaan saling muncul, dan
       karena mereka , apa yang tidak sama maupun yang tidak berbeda
       diciptakan. Gejolak ini pada akhirnya menimbulkan kelelahan .
       kelelahan berkepanjangan menghasilkan pencemaran. Gabungan dari
       ini didalam kekeruhan suram menciptakan penderitaan sehubungan
       dengan 'pencemaran yang melelahkan'. Dunia terjadi melalui
       kemunculan ini;  tidak adanya kemunculan menjadi kekosongan.
       Kekosongan adalah kesamaan; Dunia , perbedaan. Mereka yang tidak
       memiliki baik perbedaan maupun kesamaan menjadi dharma yang
       berkondisi/bersyarat.
       "Pemahaman ditambahkan ke Pencerahan menciptakan cahaya yang
       berdiri di pertentangan timbal balik dengan kegelapan dari
       kekosongan . Akibatnya , putaran roda angin yang mendukung dunia
       terwujud . Ketegangan antara kekosongan dan cahaya itu
       menciptakan gerakan. Yang palsu, cahaya yang teguh mengental
       kedalam kepadatan yang menjadi logam. Kurangnya pemeliharaan
       pencerahan yang teguh dan menyebabkan roda logam untuk
       mengamankan seluruh tanah . Keadaan kegigihan yang tidak
       tercerahkan itu menciptakan logam, sedangkan gejolak cahaya
       menyebabkan angin muncul . Gesekan antara angin dan logam
       menciptakan api , yang adalah bisa berubah didalam sifat alami .
       Logam menghasilkan uap kelembaban , yang menyebabkan nyala lidah
       api naik dari api. Demikian roda air yang meliputi semua alam di
       sepuluh penjuru terjadi. Api naik dan air turun , dan gabungan
       menjadi teguh bertahan . Apa yang basah menjadi samudera dan
       lautan; Apa yang kering menjadi benua dan pulau-pulau.
       Dikarenakan oleh itu , api sering bangkit di lautan , dan di
       benua 'arus' dan 'sungai' sungguh mengalir. Ketika kekuatan dari
       air lebih sedikit dari kekuatan api, pegunungan tinggi
       dihasilkan . Itulah sebabnya batuan gunung mengeluarkan percikan
       api bila dipukul , dan menjadi cair ketika meleleh . Ketika
       kekuatan tanah bumi lebih sedikit dari kekuatan air , hasilnya
       adalah rumput dan pohon . Itulah sebabnya tumbuh-tumbuhan di
       hutan dan rawa-rawa berubah menjadi abu ketika dibakar dan
       merembeskan air ketika dipelintir. Hubungan timbal balik dari
       percabangan dua bagian yang palsu itu pada gilirannya
       menciptakan unsur-unsur ini sebagai bibit dan dari sebab-sebab
       dan kondisi-kondisi ini mendatangkan kelangsungan dari dunia .
       "Selain itu , Purna, pemahaman palsu adalah tidak lain dari
       kesalahan dari menambahkan Pemahaman pada Pencerahan . Setelah
       kepalsuan dari dunia objek tujuan didapatkan, pemahaman subjek
       pokok tidak dapat melampaui itu . Dikarenakan oleh itu,
       pendengaran tidak melampaui suara , dan penglihatan tidak
       melampaui 'bentuk' , 'bau', 'rasa' , 'objek tujuan dari
       sentuhan' dan yang lain dari enam kepalsuan dicapai. Dikarenakan
       oleh mereka, ada pembagian dalam penglihatan , perasaan ,
       pendengaran , dan pengetahuan. Karma yang serupa mengikat
       makhluk bersama-sama, penyatuan dan pemisahan menyebabkan
       perubahan mereka.
       "'Penjelmaan wujud cahaya' disebabkan oleh 'pandangan keliru'
       dan 'kebodohan-ketidaktahuan'. 'Pandangan persaingan'
       menghasilkan 'kebencian' . 'Pandangan yang cocok' menciptakan
       'cinta'. 'Aliran dari cinta' menjadi 'benih' ;  Kandungan Janin
       yang mungkin terpendam diperoleh dan kehamilan terjadi. Saat
       persetubuhan hubungan intim berlangsung , makhluk dengan karma
       yang sama ditarik masuk. Dari sebab-sebab dan kondisi-kondisi
       ini, 'kalaka' , 'arbuda' , dan 'tahapan janin lainnya'
       berkembang. Mahluk yang 'lahir dari rahim , 'lahir dari telur' ,
       'lahir dari kelembaban' , dan 'lahir dari penjelmaan' terjadi
       dalam menanggapi : yang lahir dari telur berasal dari pikiran ,
       yang lahir dari rahim adalah karena nafsu , yang lahir dari
       kelembaban muncul dari penyatuan , dan yang dari penjelmaan
       terjadi melalui pemisahan. 'Nafsu' , 'pikiran' , 'penyatuan',
       dan 'pemisahan' menyebabkan perubahan lebih lanjut , dan
       pematangan dari karma tersebut menyebabkan seseorang naik atau
       tenggelam . Dari sebab-sebab dan kondisi-kondisi tersebut
       mendatangkan kelangsungan dari makhluk .
       "Purna, pikiran dan cinta menjadi terikat bersama sehingga
       orang-orang saling mencintai dan tidak sanggup untuk berpisah.
       Akibatnya , kelahiran berturut tanpa henti dari orang tua, anak
       , dan cucu-cucu terjadi di dunia ini . Dan dasar untuk semua itu
       adalah nafsu keinginan dan keserakahan.
       "Keserakahan dan nafsu cinta memberi makan satu sama lain sampai
       keserakahan menjadi tak terpuaskan . Hasil dari itu di dunia ini
       adalah kecenderungan hasrat mahluk yang lahir dari telur , lahir
       dari rahim , lahir dari kelembaban , dan lahir dari penjelmaan ,
       untuk melahap satu sama lain sejauh bahwa kekuatan mereka
       memungkinkan . Dasar untuk semua itu adalah pembunuhan dan
       keserakahan .
       "Misalkan seseorang makan domba. Domba itu mati dan menjadi
       seseorang , Orang itu mati dan menjadi domba , Hal yang sama
       berlaku di semua kelahiran di antara sepuluh kategori. Melalui
       kematian setelah kematian dan kelahiran setelah kelahiran ,
       mereka memakan satu sama lain . Karma buruk seseorang terlahir
       dengan terus-menerus lanjut pada lompatan dari masa depan .
       Dasar untuk semua itu adalah mencuri dan keserakahan .
       "'Kau berutang nyawa padaku; saya harus membayar hutang saya
       kepada anda . " Dikarenakan oleh penyebab dan kondisi seperti
       itu kita melewati ratusan dari ribuan kalpa didalam perputaran
       yang berkelanjutan dari kelahiran dan kematian. 'Anda mencintai
       pikiran saya , saya memuja ketampanan Anda . ' .Dikarenakan oleh
       sebab dan kondisi seperti itu kita melewati ratusan dari ribuan
       kalpa didalam saling membelit yang berkelanjutan. Membunuh ,
       mencuri , dan nafsu adalah akar-akar dasar itu. Dari sebab dan
       kondisi tersebut memunculkan kelangsungan dari karma dan hukuman
       setimpal.
       "Purna, 'ketiga jenis kelangsungan terbalik' ini datang dari
       menambahkan 'pemahaman' ke 'pencerahan' . Kurangnya pemahaman
       menghasilkan 'kesadaran dalam' yang menimbulkan 'gejala kejadian
       luar' . Keduanya lahir dari pandangan salah . Dari kepalsuan ini
       'pegunungan' , 'sungai', 'bumi besar', dan 'semua gejala
       kejadian yang berkondisi' mengungkapkan diri dalam urutan
       penggantian yang terjadi berulang-ulang dalam peprutaran yang
       tak berujung."
       Purnamaitrayaniputra mengatakan , " Jika pencerahan yang indah,
       kesadaran yang indah dari pencerahan yang mendasar, yang tidak
       lebih besar dari ataupun yang tidak kurang dari pikiran
       Tathagata , tiba-tiba menumbuhkan gunung-gunung , sungai , dan
       bumi yang besar , dan semua gejala kejadian yang berkondisi ,
       maka sekarang bahwa sang Tathagata telah mencapai kekosongan
       indah dari pencerahan yang jelas , akankah pegunungan, sungai ,
       bumi yang besar, dan semua kebiasaan yang berkondisi mengalir
       keluar muncul lagi ? "
       Sang Buddha berkata kepada Purna, " Jika seseorang yang tinggal
       di sebuah desa kebingungan tentang arah , keliru mempersamakan
       selatan untuk utara , apakah kebingungan itu merupakan hasil
       dari kebingungan atau kesadaran?"
       Purnamaitrayaniputra mengatakan , " kebingungan-nya akan
       merupakan bukan hasil dari keduanya. Mengapa bukan ? Kebingungan
       pada dasarnya tidak berdasar , jadi bagaimana bisa ada yang
       timbul karena itu? Dan kesadaran tidak menghasilkan kebingungan
       , bagaimana mungkin kebingungan muncul dari itu ? "
       Sang Buddha berkata , " Jika seseorang yang mengetahui arah
       menunjukkannya kepada orang yang bingung itu , kemudian saat
       orang yang bingung itu menjadi sadar , apakah Anda kira , Purna,
       bahwa dia bisa kehilangan kesadarannya pada arah lagi di desa
       itu? "
       " Tidak , Bhagawan . "
       " Purna, para Tathagata dari sepuluh penjuru adalah cara yang
       sama . 'Kebingungan' adalah 'tidak beralasan/tanpa dasar' dan
       pada akhirnya kosong didalam sifat alami . Di masa lalu , pada
       dasarnya tidak ada kebingungan . Itu hanya tampak seolah-olah
       ada kebingungan dan pencerahan . Ketika khayalan tentang
       kebingungan dan pencerahan berakhir , pencerahan tidak akan
       menimbulkan kebingungan . Anggaplah orang yang , karena gangguan
       penglihatan mata , melihat bunga-bunga di angkasa . Setelah
       gangguan penglihatan mata telah dihapus , bunga-bunga di angkasa
       menghilang . Ia buru-buru ke tempat di mana bunga-bunga itu
       menghilang dan menunggu mereka untuk muncul kembali , Anda
       menganggap bahwa orang itu adalah bodoh atau bijaksana ? "
       Purna mengatakan , " Aslinya tidak ada bunga-bunga apapun di
       langit angkasa. Itu adalah melalui penglihatan cacat bahwa
       mereka muncul dan menghilang . Untuk melihat hilangnya
       bunga-bunga di angkasa sudah merupakan penyimpangan . Untuk
       menunggu mereka untuk muncul kembali adalah kegilaan belaka .
       Mengapa repot-repot untuk menentukan lebih lanjut jika orang
       tersebut adalah bodoh atau bijaksana ? "
       Sang Buddha berkata , " Karena Anda menjelaskan seperti itu ,
       mengapa Anda menanyakan apakah kekosongan yang jelas dari
       pencerahan yang indah dapat sekali lagi menimbulkan pegunungan,
       sungai , dan bumi yang besar ? Anggaplah sepotong bijih besi
       yang mengandung emas dan logam lainnya yang tercampur bersama.
       Setelah emas murni itu disuling/diekstrak, itu tidak akan pernah
       kembali menjadi bijih besi lagi. Anggap kayu yang telah terbakar
       menjadi abu; itu tidak akan pernah kembali menjadi kayu lagi.
       Bodhi dan Nirvana dari semua Buddha, para Tathagata , adalah
       dengan cara yang sama.
       " Purna, Anda juga menanyakan apakah sifat alami dari air dan
       api tidak akan menghancurkan satu sama lain jika sifat alami
       dari tanah bumi , air, api , dan angin seluruhnya sempurna
       menyatu dan merembes meliputi dharmadhatu , dan apakah ruang
       angkasa dan bumi yang besar tidak akan cocok jika keduanya
       merembes meliputi dharmadhatu .
       " Purna, anggaplah ruang angkasa : isi pokoknya bukanlah
       berbagai macam gejala kejadian , namun ia tidak mencegah semua
       gejala kejadian dari menjadi termasuk di dalamnya. Bagaimana
       Kita tahu itu? Purna, ruang angkasa kosong adalah cerah pada
       hari yang cerah , dan gelap ketika langit berawan. Itu bergerak
       ketika angin muncul , itu segar ketika langit terang bersih. Itu
       keruh dan samar-samar berkabut ketika cuaca buruk , itu menjadi
       tidak jelas ketika badai debu datang . itu memberikan pantulan
       cerah di kolam air yang jernih . Apakah Anda pikir gejala
       kejadian yang berkondisi ini menjadi ada di tempat yang berbeda
       ? Apakah mereka diciptakan dari kondisi ini sendiri atau
       asal-usul mereka di ruang angkasa . Jika mereka muncul dari
       kondisi ini , Purna, maka pada hari yang cerah , karena matahari
       cerah , semua dunia dari sepuluh penjuruh arah seharusnya
       mengambil bentuk matahari . Lalu mengapa , pada hari yang cerah
       kita melihat matahari bulat di langit ? Jika ruang angkasa
       adalah cerah terang , ruang angkasa itu sendiri seharusnya
       bersinar . Lalu mengapa , ketika ada penutupan oleh awan dan
       kabut , tidak ada cahaya jelas ? Anda seharusnya tahu bahwa
       kecerahan adalah 'bukan matahari maupun bukan ruang angkasa'
       ataupun 'tidak bukan ruang angkasa maupun tidak bukan matahari'
       . Renungkanlah bagaimana gejala kejadian pada akhirnya palsu dan
       tidak dapat diperiksa . Mereka seperti bunga yang dibayangkan
       didalam ruang angkasa yang tidak bisa berbuah . Mengapa, lalu,
       menyelidiki bagaimana gejala kejadian tersebut muncul dan
       menghilang ? Renungkanlah bagaimana sifat alami yang pada
       akhirnya kebenaran dan semata-mata adalah kecerahan indah yang
       tercerahkan . Pikiran yang indah terang tercerahkan itu awalnya
       adalah bukan air maupun bukan api . Mengapa, lalu, bertanya
       tentang ketidakcocokan ?
       " Yang benar-benar kecerahan indah yang tercerahkan adalah
       dengan cara yang sama . Anda menyadari ruang angkasa, dan ruang
       angkasa muncul . Menyadari bumi , air, api , dan angin ,
       masing-masing akan muncul . Jika semua disadari , semua akan
       muncul . Bagaimana mereka semua bisa muncul? Purna, anggap
       pantulan cerminan matahari seperti yang muncul dalam satu tubuh
       air . Dua orang menatap itu , keduanya pada waktu yang sama .
       Kemudian satu orang berjalan ke timur dan yang lainnya berjalan
       ke barat . Setiap orang , masih melihat ke air akan melihat
       matahari ikut serta bersamanya , satu ke timur , satu ke barat ,
       sementara tampaknya tidak ada arah yang tetap untuk pergerakan
       dari pantulan cerminan matahari . Jangan berulang-ulang memukul
       pertanyaan dan bertanya, ' Jika ada satu matahari , bagaimana ia
       dapat mengikuti kedua orang ? Atau jika matahari ada ganda ,
       mengapa hanya satu muncul di langit ? " Ini hanya bergulir di
       kepalsuan , karena hal-hal tersebut tidak dapat dibuktikan .
       " Purna, Anda berpikir bahwa bentuk dan kekosongan mengatasi dan
       menghancurkan satu sama lain didalam Tathagata-garbha (sifat
       alami yang tidak terbatas dari sang Buddha) . Dengan Demikian
       Tathagata-garbha muncul kepada Anda sebagai 'bentuk' dan
       'kekosongan' di seluruh dharma-dhatu (dunia dari gejala
       kejadian). Dan jadi, di dalamnya angin bergerak , kekosongan
       tetap , matahari cerah , dan awan gelap . Alasan untuk ini
       terletak pada khayalan dari para makhluk yang telah berpaling
       dari pencerahan dan bergabung dengan debu yang mencemarkan .
       Dengan demikian, pencemaran yang melelahkan (klesa) terwujud dan
       gejala kejadian duniawi ada.
       " Berdasarkan pemahaman indah yang tidak berhenti menjadi maupun
       tidak muncul, Saya bersatu dengan Tathagata-garbha . Jadi
       Tathagata-garbha adalah kecerahan yang tercerahkan indah dan
       unik yang benar-benar sepenuhnya menerangi dharma-dhatu . Itulah
       sebabnya , di dalamnya , satu adalah tak terbatas ; tak terbatas
       adalah satu. Di dalam kecil muncul besar ; didalam besar muncul
       kecil. Tidak bergerak di dalam Bodhimandala , namun meresap
       meliputi sepuluh penjuru arah , tubuh Saya berisi sepuluh
       penjuru arah dan kekosongan yang tak berujung . Di ujung dari
       sehelai rambut muncul tanah (Buddhaksetra) dari para Raja
       Permata . Duduk didalam setitik debu , Saya memutar roda Dharma
       besar, mengakhiri debu yang mencemari, dan bersatu dengan
       pencerahan , sehingga kebenaran yang demikian, sifat alami
       terang tercerahkan yang ndah , datang muncul .
       " Tathagata-garbha adalah pikiran pokok, indah dan sempurna. Itu
       adalah bukan pikiran , atau bukan kekosongan , atau bukan tanah
       bumi , maupun bukan air, atau bukan angin , atau bukan api. Itu
       bukan mata , maupun bukan telinga, hidung, lidah, tubuh, ataupun
       pikiran. Itu adalah bukan bentuk , maupun bukan suara, bau,
       rasa, benda tujuan sentuhan, ataupun dharma. Itu adalah bukan
       alam kesadaran mata , maupun lainnya , sampai dengan dan bukan
       termasuk alam kesadaran pikiran. Itu adalah bukan pemahaman ,
       atau bukan ketidaktahuan , atau bukan akhir dari pemahaman
       ataupun ketidaktahuan , maupun bukan lainnya , sampai dengan dan
       bukan termasuk usia tua dan kematian dan akhir dari usia tua dan
       kematian . Itu adalah bukan penderitaan , atau bukan pengumpulan
       , atau bukan kepunahan , atau bukan sang Jalan. Itu adalah bukan
       mengetahui ataupun bukan mencapai. Itu adalah bukan Dana , atau
       bukan Sila , atau bukan Virya , atau bukan Kshanti , atau bukan
       Dhyana , atau bukan Prajna , atau bukan Paramita , maupun bukan
       lainnya : Itu adalah bukan Tathagata , maupun bukan Arahat ,
       ataupun bukan Samyaksambodhi , atau bukan Parinirvana , atau
       bukan keabadian , atau bukan kebahagiaan , atau bukan Diri
       Sejati , atau bukan Kemurnian.
       " Oleh karena itu, itu adalah bukan yang biasa ataupun bukan
       yang sukar dipahami. Karena Tathagata-garbha adalah keajaiban
       dari pemahaman pikiran utama, Itu adalah pikiran; Itu adalah
       kekosongan; itu adalah tanah bumi; itu adalah air; itu adalah
       angin; itu adalah api; itu adalah mata; itu adalah telinga;
       hidung , lidah , tubuh, dan pikiran. Itu adalah bentuk; itu
       adalah suara; bau , rasa , benda tujuan sentuhan , dan dharma.
       Itu adalah alam kesadaran mata , dan seterusnya , sampai dengan
       dan termasuk alam kesadaran pikiran . Itu adalah pemahaman dan
       ketidaktahuan dan akhir dari pemahaman dan ketidaktahuan , dan
       seterusnya sampai dengan usia tua dan kematian dan akhir dari
       usia tua dan kematian . Itu adalah penderitaan; itu adalah
       pengumpulan; itu adalah kepunahan , dan itu adalah sang Jalan.
       Itu adalah mengetahui dan mencapai. Itu adalah Dana; itu adalah
       Sila; Itu adalah Virya; itu adalah Kshanti; itu adalah Dhyana;
       itu adalah Prajna; dan itu adalah Paramita , dan seterusnya ,
       sampai dengan dan termasuk Tathagata , Arahat , Samyaksambodhi ,
       Parinirvana , keabadian , kebahagiaan , Diri Sejati , dan
       Kemurnian .
       " Itu adalah yang biasa ataupun bukan yang sukar dipahami.
       Karena Tathagata-garbha adalah keajaiban dari pemahaman pikiran
       utama. Itu adalah terlepas dari ciri khas dan peniadaan . Itu
       adalah ciri khas dan peniadaan .
       " Bagaimana bisa makhluk di tiga alam dari kehidupan duniawi dan
       Sravaka dan Pratyekabuddha yang tercerahkan pada kondisi di
       tingkat keberadaan yang sukar dipahami dapat membuat pengandaian
       tentang Bodhi yang tak tertandingi dari Tathagata dengan pikiran
       bahwa mereka tahu , atau memasuki pengetahuan dan penglihatan
       dari Buddha melalui perantara dari bahasa duniawi ? Anggap
       kecapi , seruling , dan gitar . Meskipun mereka dapat membuat
       suara indah , tetapi jika tidak ada jari-jari terampil untuk
       memainkan mereka , musik mereka tidak akan pernah muncul. Anda
       dan semua makhluk adalah dengan cara yang sama . Yang berharga ,
       pikiran benar sejati yang tercerahkan adalah sempurna dalam
       semua orang. Saya menerapkan tekanan dan pengaruh samudera
       memancarkan cahaya; Anda menggerakkan pikiran Anda , dan
       pencemaran yang melelahkan (klesa) tumbuh bermunculan. Itu
       terjadi semua karena Anda tidak rajin mencari jalan yang
       tercerahkan tak tertandingi , tetapi menyukai HInayana dan puas
       dengan sedikit pencapaian."
       #Post#: 92--------------------------------------------------
       Re: Suramgama Usnisa Sitatapatra Mahayana Suttram
       By: ajita Date: November 11, 2016, 8:07 am
       ---------------------------------------------------------
       Purna mengatakan, "Pikiran Saya dan Pikiran Benar Sejati Yang
       Murni dari sang Tathagata adalah tidak berbeda dalam pencerahan
       berharga yang sempurna nya dan pemahaman yang sepenuhnya lengkap
       nya. Tapi Saya telah lama diganggu dengan pikiran palsu yang
       tidak berawal dan telah lama mengalami perputaran kelahiran
       kembali. Namun saat ini pencapaian Saya di kendaraan bijaksana
       adalah bukan yang terakhir. Bhagawan telah benar-benar
       sepenuhnya mengakhiri semua kepalsuan dan mencapai kebenaran
       abadi yang indah. Saya memberanikan bertanya kepada Tathagata
       mengapa semua makhluk ada di kepalsuan dan menyembunyikan
       pemahaman indah mereka sendiri, sehingga mereka tetap tenggelam
       dalam banjir ini? "
       Sang Buddha berkata kepada Purna, "Meskipun Anda telah membuang
       keraguan, Anda masih belum mengakhiri khayalan yang tersisa.
       Sekarang Saya akan menanyai Anda tentang peristiwa duniawi.
       Apakah Anda mendengar tentang Yajnadatta dari Shravasti yang
       pada dorongan hasrat yang mendadak suatu pagi memegang cermin ke
       wajahnya dan jatuh cinta dengan kepala didalam cermin? Dia
       menatap mata dan alis, tapi marah karena dia tidak bisa melihat
       wajahnya sendiri. Dia memutuskan dia harus menjadi bidadari
       gunung atau sungai, kehilangan kendali, dan berlari dengan gila
       disekitar. Apa menurut Anda? Mengapa orang ini ditetapkan pada
       penyebab gila tanpa alasan? "
       Purna mengatakan, "Orang itu gila. Tidak ada alasan lain."
       Sang Buddha berkata, "Alasan apa yang dapat Anda berikan untuk
       mengatakan bahwa kesempurnaan yang terang tercerahkan yang
       indah, keajaiban yang pada pokoknya terang sempurna adalah
       palsu? Jika ada alasan, maka bagaimana Anda mengartikan 'palsu'?
       Semua pikiran yang salah milik Anda sendiri pada gilirannya
       menjadi penyebab untuk lebih. Dari kebingungan, Anda
       mengumpulkan kebingungan melalui kalpa yang berulang kali;
       meskipun ajaran-ajaran dari sang Buddha menyadari hal itu, Anda
       tidak bisa meniadakan khayalan itu. Dari penyebab yang
       membingungkan seperti itu, penyebab kebingungan berlangsung
       sendiri dengan terus menerus. Ketika seseorang menyadari bahwa
       kebingungan tidak memiliki penyebab, kepalsuan itu menjadi tidak
       berdasar. Karena ia tidak pernah muncul, mengapa Anda berharap
       untuk penghabisannya? Seseorang yang memperoleh Bodhi adalah
       seperti orang yang terbangun untuk menceritakan peristiwa dalam
       mimpi; karena pikirannya akan tetap terjaga dan jelas, mengapa
       dia mau mempertahankan pada hal-hal di dalam mimpi?
       "Ini adalah terutama berlaku untuk hal-hal yang tiada penyebab
       dan pada dasarnya tidak ada, seperti keadaan Yajnadatta hari itu
       di kota. Apakah ada alasan mengapa ia menjadi takut pada
       kepalanya dan pergi berlari di sekitar? Jika kegilaannya
       tiba-tiba berhenti , dia masih tidak akan mendapatkan kepalanya
       kembali dari tempat lain di luar; dan jadi sebelum kegilaannya
       berhenti, bagaimana mungkin kepalanya telah hilang? Purna,
       kepalsuan adalah dengan cara yang sama. Bagaimana bisa ia ada?
       Anda hanya perlu tidak mengikuti perbedaan tentang tiga jenis
       kelangsungan dunia, makhluk, dan hukuman setimpal karma. Dengan
       memotong tiga kondisi itu, penyebab tidak akan muncul. Kemudian
       kegilaan, seperti Yajnadatta, akan berhenti dengan sendirinya.
       Setelah berhenti, Bodhi muncul. Yang tertinggi, yang murni,
       pikiran yang terang pada awalnya menyebar meliputi dharma-dhatu.
       Ini bukan sesuatu yang diperoleh dari orang lain. Mengapa,
       kemudian, bersusah-payah pada pengolahan membuat diri sendiri
       melelahkan tulang berusaha untuk mendapatkan pencapaian?
       Pertimbangkan seseorang yang memiliki cintamani (mutiara
       pengabul keinginan) dijahit ke pakaiannya tetapi tidak
       mengetahuinya. Dilanda kemiskinan dan compang-camping, ia
       menjelajah di sekitar mengemis untuk makanan dan selalu
       berpindah. Meskipun ia memang miskin, cintamani itu tidak pernah
       hilang. Tiba-tiba orang bijak menunjukkan mutiara itu: maka
       semua keinginannya terpenuhi, ia memperoleh kekayaan besar, dan
       ia menyadari bahwa mutiara itu tidak datang dari suatu tempat di
       luar. "
       Kemudian dari antara perkumpulan majelis yang besar, Ananda
       bersujud di kaki sang Buddha, berdiri dan berkata kepada sang
       Buddha, "Bhagawan baru saja menjelaskan tentang karma
       pembunuhan, pencurian dan nafsu: ketika tiga kondisi itu
       terpotong, tiga penyebab tidak timbul. Kemudian kegilaan,
       seperti Yajnadatta, akan berhenti dengan sendirinya, dan setelah
       berhenti, Bodhi muncul. Itu bukan sesuatu yang diperoleh dari
       orang lain. Mereka jelas adalah sebab dan kondisi; mengapa,
       kemudian, apakah Tathagata tiba-tiba menolak sebab dan kondisi ?
       Pencerahan Saya telah terjadi melalui sebab dan kondisi.
       Bhagawan, itu tidak hanya benar bagi Mereka dari Kami yang masih
       muda dalam beberapa tahun, atau yang Sravaka masih dalam proses
       pembelajaran. Mahamaudgalyayana, Sariputra, dan Subhuti, dan
       lain-lain yang mengikuti Brahmana yang lebih tua, menjadi
       tercerahkan dan memperoleh 'ketiadaan arus perpindahan keluar'
       setelah mendengar sang Buddha menjelaskan secara terperinci pada
       sebab dan kondisi. Sekarang Anda mengatakan bahwa Bodhi tidak
       berasal dari sebab dan kondisi. Itu akan membuat 'keberadaan
       sendiri yang spontan' yang Maskari Goshaliputra dan lainnya
       anjurkan di Rajagriha adalah makna utama! Saya hanya berharap
       bahwa Anda Yang Maha Baik akan menghilangkan kebingungan Saya. "
       Sang Buddha berkata kepada Ananda, "Mari kita ambil kasus
       Yajnadatta di kota: Jika penyebab dan kondisi dari kegilaannya
       berhenti, sifat alami yang tidak gila secara 'spontan/terjadi
       tanpa diminta-minta' akan muncul. Semua prinsip dari spontan dan
       sebab dan kondisi adalah tiada lebih dari itu.
       "Ananda, kepala Yajnadatta itu tentu ada, itu adalah bagian
       alami dari dirinya. Tidak pernah ada waktu ketika itu tidak.
       Mengapa, kemudian, dia tiba-tiba takut bahwa ia tidak memiliki
       kepala dan mulai berlari di sekitar dengan gila ?
       "Jika dia secara alami memiliki kepala dan menjadi gila karena
       sebab dan kondisi, apakah tidak sama wajar baginya untuk
       kehilangan kepalanya karena sebab dan kondisi? Pada dasarnya
       kepalanya tidak pernah hilang. Kegilaan dan ketakutan muncul
       dari kepalsuan. Tidak pernah ada perubahan yang terjadi.
       Mengapa, kemudian, memukul soal tentang sebab dan kondisi?
       "Jika kegilaan menjadi keadaan alaminya, kegilaan dan ketakutan
       akan menjadi yang pokok mendasar. Sebelum ia menjadi gila, lalu,
       di mana kegilaannya itu tersembunyi?
       "Jika kegilaan belum menjadi keadaan alaminya, dan kepalanya
       pada kenyataannya tidak hilang, kenapa dia berlari di sekitar
       dalam keadaan dari kegilaan?
       "Jika Anda menyadari bahwa Anda memiliki kepala dan mengakui
       kegilaan dari pengejaran Anda, maka kedua dari 'yang spontan'
       dan 'sebab dan kondisi' menjadi ajaran yang menganggur. Itulah
       sebabnya Saya mengatakan bahwa setelah Tiga Kondisi berhenti
       menjadi, hati Bodhii muncul. Kemunculan dari hati Bodhi dan
       akhir dari pikiran yang tunduk pada kemunculan dan penghentian
       sendiri mengartikan 'muncul' dan 'berhenti'.
       "Akhir dari 'muncul' dan 'berhenti' adalah Jalan yang mudah.
       Jika ada 'yang spontan' maka jelas pemikiran dari yang spontan
       harus muncul dan pikiran yang tunduk pada 'kemunculan dan
       penghentian' berakhir: Tapi itu masih ada kasus dari 'timbul dan
       berhenti'. Untuk menyebut ketiadaan dari spontan yang timbul dan
       berhenti akan seperti mengatakan bahwa gabungan dari gejala
       kejadian duniawi yang membentuk isi pokok zat tunggal bercampur
       dan bersatu secara alami, dan bahwa segala sesuatu yang tidak
       bercampur dan bersatu adalah spontan secara alami. Spontan
       adalah tidak alami, dan pencampuran dan penyatuan adalah tiada
       kualitas persatuan. Spontan dan persatuan sama-sama harus
       ditinggalkan, dan 'keduanya dari peninggalan mereka dan
       keberadaan mereka' berhenti menjadi. Dengan mencapai itu akan
       menjadi tiada ajaran yang menganggur.
       "Bodhi dan Nirvana masih begitu jauh bahwa Anda pasti harus
       melewati ribuan kalpa dari kepahitan dan ketekunan sebelum Anda
       membudidayakannya dan terjamin. Anda dapat menghafal dua belas
       pembagian Sutra yang diucapkan oleh para Buddha dari sepuluh
       penjuru dan kemurnian, prinsip indah Mereka yang sebanyak pasir
       di sungai Gangga, tapi itu hanya membantu teori ajaran
       menganggur Anda. Meskipun Anda dapat membicarakan sebab dan
       kondisi dan yang spontan dan memahami mereka dengan jelas
       sempurna, dan orang-orang menyebut Anda sebagai orang yang
       terkemuka dalam belajar, masih, kalpa setelah kalpa yang Anda
       telah habiskan menyerap diri dengan belajar, tidak membantu Anda
       menghindari masalah dengan putri Matangi itu. Mengapa Anda harus
       menunggu Saya untuk menggunakan Mantra suci Mahkota Buddha
       (Buddha Usnisa Mantra) untuk memadamkan api nafsu dalam hati
       putri Matangi itu, menyebabkan dia untuk mencapai posisi seorang
       Anagamin dan bergabung dengan kelompok yang bersemangat kuat
       dalam persamuan Dharma Saya, mengeringkan sungai dari nafsu
       cinta dalam dirinya dan membebaskan Anda ?
       "Oleh Karena itu, Ananda, kemampuan Anda untuk secara pandai
       menguasai ajaran mendalam yang indah dari sang Tathagata selama
       kalpa setelah kalpa ini tidaklah sebagus sehari dari
       pembudidayaan ketiadaan arus perpindahan keluar yang bertujuan
       menghentikan dua penderitaan duniawi dari cinta dan benci. Di
       dalam putri Matangi itu, yang mantan pelacur, nafsu cinta dan
       keinginan dihilangkan oleh kekuatan suci dari Mantra. Sekarang
       nama Dharma nya adalah Bhikshuni 'Sifat Alami Diri'. Dia dan
       Ibunya Rahula, Yashodhara, keduanya menyadari penyebab masa lalu
       mereka dan tahu bahwa selama beberapa kalpa mereka telah
       menanggung penderitaan dari keserakahan dan nafsu cinta.
       Dikarenakan pikiran tunggal, mereka menjadi meresap dengan
       pengolahan budidaya kebaikan dari ketiadaan arus perpindahan
       keluar, mereka berdua terbebaskan dari belenggu mereka dan
       menerima ramalan (Vyakarana) . Mengapa, kemudian, Anda menipu
       diri Anda sendiri dan masih tetap terjebak dalam 'penglihatan'
       dan 'pendengaran' ? "
       Ketika Ananda dan perkumpulan majelis yang berjumlah besar
       mendengar ajaran sang Buddha, keraguan dan khayalan Mereka
       dilenyapkan. Pikiran mereka terbangunkan pada kenyataan
       tertinggi, Mereka mengalami kesenangan penerangan pada tubuh dan
       pikiran, dan pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya.
       Sekali lagi Ananda menangis, bersujud di kaki sang Buddha,
       berlutut, merangkapkan telapak tangannya beranjali, dan berkata
       kepada sang Buddha, "Raja yang tak tertandingi, maha besar, maha
       pengasih, yang murni, dan mulia telah mengajar Saya dengan baik,
       sehingga, melalui berbagai sebab dan kondisi, jalan bijaksana
       dan dorongan semangat ini, Kami semua yang tenggelam didalam
       lautan penderitaan telah melarikan diri dari itu. Bhagawan,
       setelah mendengar penjelasan Dharma itu, Saya tahu bahwa
       Tathagatagarbha, yang indah, yang tercerahkan, pikiran yang
       terang, menyerap meliputi sepuluh penjuru arah dan berisi tanah
       dari para Tathagata sepanjang sepuluh penjuru, semua kshetra
       yang murni dan yang terhiasi dengan bagus dari Raja Yang
       Tercerahkan Indah. Sang Tathagata juga mengingatkan bahwa
       pengetahuan adalah tidak bermanfaat dan tidak sebagus mengolah
       budidaya. Jadi sekarang Saya seperti seorang pengembara yang
       tiba-tiba bertemu seorang Raja Tuhan yang menganugerahkan
       kepadanya sebuah rumah yang sangat bagus. Meskipun Ia telah
       memperoleh rumah yang besar, Ia harus masuk melalui pintu. Saya
       hanya berharap sang Tathagata tidak akan menahan belas kasihan
       yang besar dalam mengajari Kami di dalam perkumpulan majelis
       yang tertutup oleh kegelapan, sehingga Kami dapat meninggalkan
       Kendaraan Kecil dan mencapai pada akhirnya Nirvana sang
       Tathagata tanpa sisa, jalur mendasar dari ketetapan
       penyelesaian. Semoga Dia memungkinkan Mereka yang masih belajar
       'untuk mengetahui bagaimana menundukkan kebiasaan kuno dari
       mencari untuk menyelewengkan kondisi untuk keuntungan
       seseorang', 'untuk memperoleh Dharani', dan 'untuk masuk ke
       dalam pengetahuan dan penglihatan dari para Buddha'. "
       Setelah mengatakan ini, Ia bersujud penuh, dan bersama-sama
       dengan anggota perkumpulan majelis, dengan satu pikiran tunggal
       menunggu ajaran welas asih dari sang Buddha.
       Bhagavan kemudian berbelas kasihan kepada para Pendengar Suara
       (Sravaka) dan Mereka yang Tercerahkan pada Kondisi
       (PratyekaBuddha) di perkumpulan majelis itu, semua orang yang
       masih belum pada kenyamanan dengan hati Bodhi. Belas kasih-Nya
       juga diperluas 'untuk membantu makhluk di masa depan pada masa
       berakhirnya Dharma setelah masuknya Buddha ke ketenangan
       Nirvana' untuk membangkitkan hati Bodhi. Dia mengungkapkan jalan
       indah dari mengolah budidaya Kendaraan yang tak tertandingi. Dia
       menyatakan kepada Ananda dan perkumpulan majelis yang berjumlah
       besar, "Anda telah secara meyakinkan membangkitkan hati Bodhi
       dan sehingga Anda tidak akan menjadi letih ketika (hati Bodhi)
       itu datang ke Samadhi yang indah dari para Buddha, Tathagata.
       Anda harus terlebih dahulu memahami dua kemutlakan tentang tekad
       awal untuk pencerahan. Apa dua kemutlakan tentang tekad awal
       untuk pencerahan itu?
       "Ananda, kemutlakan yang pertama adalah bahwa jika Anda ingin
       meninggalkan posisi Sravaka dan mengolah Bodhisattvayana
       (Kendaraan Bodhisattva), dan untuk memasuki pengetahuan dan
       penglihatan dari para Buddha, Anda harus hati-hati
       mempertimbangkan apakah 'tekad pada penyebab dasar dan
       pencerahan dasar dari buah hasil' adalah sama atau berbeda.
       Ananda, adalah mustahil sementara berada pada penyebab dasar
       untuk mendasarkan pengolahan budidaya seseorang pada pikiran
       yang tunduk kepada kemunculan dan perhentian ketika dalam
       pencarian Buddhayana (Kendaraan Buddha) yang tiada kemunculan
       atau perhentian. Untuk alasan ini, Anda harus menyadari bahwa
       semua campuran dharma (gejala kejadian) milik dunia jasmani akan
       membusuk dan menghilang. Ananda, renungkan dunia itu: campuran
       dharma apakah yang tidak akan habis? Tapi Saya belum pernah
       mendengar tentang ruang angkasa kosong yang habis. Apakah ada
       orang yang mendengar penghancuran kekosongan? Mengapa tidak?
       Ruang kosong bukanlah suatu campuran dan tidak pernah dapat
       habis.
       "Sementara Anda berada di dalam tubuh Anda, apa yang padat
       adalah dari tanah bumi, apa yang lembab adalah dari air, apa
       yang hangat adalah dari api, dan apa yang bergerak adalah dari
       angin. Dikarenakan oleh keempat ikatan belenggu ini, pikiran
       Anda yang tenang dan sempurna, yang indah cemerlang tercerahkan
       terbagi menjadi 'melihat', 'mendengar', 'merasa', dan
       'mengetahui'. Dari awal sampai akhir Anda muncul di dalam lima
       lapisan dari kekeruhan.
       "Apa yang dimaksud dengan kekeruhan? Ananda, air yang murni,
       misalnya, adalah pada pokoknya jelas dan bersih, sedangkan debu,
       kotoran, abu, lumpur, dan sejenisnya, adalah zat padat. Yang
       demikian adalah sifat dari dua; Sifat alami mereka adalah tidak
       cocok. Misalkan seseorang mengambil beberapa kotoran dan
       melemparkannya ke dalam air murni. Kotoran itu kehilangan
       kepadatannya dan air itu dirampas sifat jernih tembus
       pandangnya. Kesuraman yang dihasilkan itu disebut kekeruhan.
       lima lapisan kekeruhan milik Anda adalah sama dengan itu.
       "Ananda, Anda melihat ruang angkasa menyerap meliputi sepuluh
       penjuru arah. Tidak ada pembagian antara ruang angkasa dan
       penglihatan. Dan namun ruang angkasa dengan sendirinya tidak
       dapat mengenali zat nya sendiri, dan penglihatan sendiri tidak
       memiliki apa-apa untuk menunjuk kesadaran. Tapi keduanya menjadi
       dilibatkan dalam kepalsuan. Ini adalah lapisan pertama, yang
       disebut kekeruhan waktu.
       "Tubuh Anda muncul secara penuh, dengan empat unsur yang
       menyusun zat nya, dan dari ini, 'melihat', 'mendengar',
       'merasa', dan 'mengetahui' menjadi ditegaskan dengan kuat.
       'Air', 'api', 'angin', dan 'tanah bumi' berubah-rubah naik turun
       antara 'perasaan' dan 'pengetahuan' dan menjadi dilibatkan dalam
       kepalsuan. Ini adalah lapisan kedua, yang disebut kekeruhan
       pandangan.
       "Selanjutnya, fungsi dari 'ingatan, pembedaan, dan pemahaman
       ucapan dalam pikiran Anda' membawa menjadi 'pengetahuan dan
       pandangan'. Dari luar mereka muncul enam objek pencemaran.
       Berpisah dari obyek yang mencemarkan itu, kesadaran akan tanpa
       sifat. Berpisah dari pengetahuan, objek itu tidak akan memiliki
       sifat alami. Tapi mereka terjerat dalam kepalsuan. ini adalah
       lapisan ketiga, yang disebut kekeruhan penderitaan.
       "Dan jika siang dan malam tiada habisnya muncul dan berhenti
       seperti pengetahuan dan pandangan Anda yang terus ingin menetap
       di dunia, sementara pola karma Anda terus-menerus menggerakkan
       Anda ke berbagai macam tempat. Keterikatan ini menjadi
       kepalsuan, yang merupakan lapisan keempat, yang disebut
       kekeruhan makhluk hidup.
       "Awalnya, 'penglihatan dan pendengaran Anda' adalah tidak dari
       sifat alami yang berbeda, tapi banyak sekali benda-benda yang
       mencemarkan telah membaginya menjadi perbedaan yang kasar. Sifat
       alami ini memiliki kesadaran bersama, tetapi fungsi mereka
       berlawanan. Kesamaan dan perbedaan muncul dan mereka kehilangan
       ciri khas mereka. Keterikatan ini menjadi kepalsuan, yang
       merupakan lapisan kelima, yang disebut kekeruhan jangka hidup.
       "Ananda, sekarang Anda ingin membuat 'penglihatan',
       pendengaran', 'perasaan', dan 'pengertian' Anda untuk kembali
       dan cocok dengan 'keabadian', 'kebahagiaan', 'diri sejati yang
       sesungguhnya', dan 'kemurnian' sang Tathagata. Terlebih dahulu
       Anda harus menentukan apa dasar dari kelahiran dan kematian
       dengan mengandalkan yang sempurna, sifat alami hening tenang
       yang tidak muncul atau berhenti. Melalui ketenangan ini,
       mempengaruhi kekosongan dan kepalsuan muncul dan berhenti
       sehingga ditundukkan dan kembali ke sumber pencerahan Bodhi.
       Pencapaian dari sumber pencerahan terang ini yang tiada muncul
       atau berhenti, adalah pikiran dari penyebab dasar. Kemudian,
       Anda benar-benar sepenuhnya dapat mewujudkan pengolahan budidaya
       dan pencapaian pada dasar dari buah hasil. Untuk melakukan
       sebanyak itu adalah sama seperti memurnikan air berlumpur dengan
       menempatkannya dalam wadah yang cukup, yang disimpan dengan
       benar-benar sepenuhnya tetap dan tak bergerak. Pasir dan lumpur
       mengendap, dan air murni muncul. itu disebut 'tahapan awal
       menundukkan penderitaan pencemaran yang tidak kekal'.
       "Penghapusan sepenuhnya pada lumpur dari air disebut 'pemutusan
       abadi pada ketidaktahuan mendasar'. Ketika 'kejelasan' murni
       pada 'intisari pokoknya', maka apa pun yang terjadi, tidak ada
       penderitaan. Semuanya sesuai dengan nilai-nilai kebaikan murni
       dan indah dari Nirwana.
       "Kemutlakkan kedua adalah bahwa jika Anda secara pasti ingin
       melahirkan tekad untuk Bodhi dan menjadi sangat berani dan
       membaktikan diri dalam pengolahan budidaya Anda pada
       Bodhisattvayana, Anda harus tegas meninggalkan semua gejala
       kejadian yang berkondisi. Anda harus hati-hati mempertimbangkan
       asal dari penderitaan: yang menciptakan dan yang mempertahankan
       'penciptaan tanpa awal dari karma' dan 'kelahiran kembali yang
       terus-menerus'. Ananda, jika dalam pengolahan budidaya Anda pada
       Bodhi Anda tidak berhati-hati mempertimbangkan asal dari
       penderitaan, Anda tidak dapat menyadari di mana letak yang
       terbalik dari kekosongan dan kepalsuan organ indera dan benda
       tujuan indera ini. Jika Anda bahkan tidak tahu lokasi mereka,
       bagaimana Anda bisa menundukkan mereka dan mencapai tingkat dari
       sang Tathagata?
       "Ananda, anggaplah seseorang yang ingin membuka simpul. Jika ia
       tidak bisa melihat di mana simpul itu berada, bagaimana ia bisa
       melepaskannya? Tapi Saya tidak pernah mendengar ada orang yang
       mengikat ruang angkasa kosong. Mengapa tidak? Karena kekosongan
       tidak memiliki bentuk dari penampilan;.dan sehingga tidak ada
       simpul untuk dilepaskan. Tapi sekarang mata, telinga, hidung,
       dan lidah, serta tubuh dan pikiran Anda yang terlihat adalah
       seperti enam umpan pencuri yang menjarah perhiasan permata rumah
       tangga Anda sendiri. Dan, dengan demikian, dari waktu tanpa
       awal, karena 'para makhluk' dan 'dunia waktu dan ruang angkasa',
       telah terikat bersama-sama, para makhluk tidak dapat melampaui
       dunia benda jasmani.
       "Ananda, bagaimana Kita mengartikan makhluk dan dunia waktu dan
       ruang angkasa 'Waktu' mengarah pada berubah dan mengalir,.
       'Ruang angkasa' mengacu pada tempat. Anda harus tahu sekarang
       bahwa utara, timur, selatan, barat, timur laut, barat laut,
       tenggara , barat daya, di atas dan di bawah ini adalah ruang
       angkasa. Masa lalu, sekarang, dan masa depan adalah periode
       waktu. Ada sepuluh penjuru arah dalam ruang angkasa dan tiga
       periode waktu. Semua makhluk terwujud dikarenakan oleh hubungan
       timbal balik yang palsu. Tubuh mereka mengalami perubahan dan
       mereka terjebak dalam gabungan waktu dan ruang angkasa dari
       dunia ini.
       "Namun, meskipun ada sepuluh penjuru di ruang angkasa, yang
       dikenal di dunia sebagai utara, selatan, timur, dan barat adalah
       satu-satunya yang dapat dengan jelas ditentukan. atas dan bawah
       tidak memiliki posisi; yang menengah tidak memiliki arah
       tertentu yang pasti. Ditetapkan secara jelas menjadi empat
       jumlahnya, mereka kemudian digabungkan dengan tiga periode
       waktu. Tiga kali empat, atau, secara bergantian, empat kali tiga
       membuat dua belas. Tingkatkan ini ke tempat ketiga; dari puluhan
       melalui ratusan sampai ribuan. Kemanjuran terbesar yang mungkin
       dari masing-masing enam organ adalah seribu dua ratus.
       "Ananda, dengan demikian Anda dapat membuat nilai mereka.
       Pertimbangkan bagaimana mata melihat kegelapan di belakang dan
       cahaya di depan. Depan itu adalah benar-benar sepenuhnya terang;
       Belakang adalah benar-benar sepenuhnya gelap. Dengan penglihatan
       sekeliling Anda disertakan, Anda dapat melihat paling sekitar
       dua per tiga. Oleh karena itu, daya tampungnya dapat dinyatakan
       sebagai kemanjuran yang tidak lengkap. Sepertiga dari
       kemanjurannya adalah tanpa kebajikan. ketahuilah, bahwa mata
       memiliki kemanjuran hanya delapan ratus.
       "Pertimbangkan bagaimana telinga mendengar di mana-mana di
       sepuluh penjuru, tanpa kehilangan apapun. Mereka mendengar
       gerakan, apakah jauh atau dekat, dan keheningan tanpa batas.
       Ketahuilah, bahwa organ pendengaran adalah lengkap dengan
       kemanjuran dua ratus.
       "Pertimbangkan bagaimana hidung mencium bau dengan masing-masing
       hirupan dan hembusan dari napas. Itu adalah kekurangan pada
       pokok di antara menghirup dan menghembuskan napas. Organ
       penciuman dapat dianggap menjadi kekurangan oleh sepertiga.
       Ketahuilah, bahwa hidung memiliki kemanjuran hanya delapan
       ratus.
       "Pertimbangkan bagaimana lidah bisa memberitakan keseluruhan
       kebijaksanaan yang duniawi dan yang luar biasa. Meskipun bahasa
       berbagai macam sesuai dengan daerah, prinsip dasar melampaui
       batas-batas apapun. Ketahuilah, bahwa organ lidah adalah lengkap
       dengan kemanjuran seribu dua ratus.
       "Pertimbangkan bagaimana tubuh menyadari sentuhan, menyatakannya
       sebagai nyeri atau kesenangan. Ketika ia membuat 'hubungan', itu
       adalah menyadari benda yang disentuh; ketika 'pemisahan', ia
       tidak memiliki pengetahuan sentuhan hal-hal lain. 'Pemisahan'
       memiliki aspek tunggal dan 'Hubungan' memiliki aspek ganda.
       Organ tubuh dapat dianggap sebagai kekurangan oleh sepertiga.
       Ketahuilah, bahwa tubuh memiliki kemanjuran hanya delapan ratus.
       "Pertimbangkan bagaimana pikiran secara diam mencakup semua
       dharma yang duniawi dan yang diluar duniawi dari sepuluh penjuru
       dan tiga periode waktu. Terlepas dari apakah itu bijaksana atau
       biasa, semuanya termasuk dalam ketidakterbatasan nya.
       Ketahuilah, bahwa organ pikiran adalah lengkap dengan kemanjuran
       seribu dua ratus.
       "Ananda, sekarang Anda ingin melawan aliran arus dari nafsu
       keinginan yang mengarah pada kelahiran dan kematian. Anda harus
       mengembalikan aliran arus dari organ untuk mencapai keadaan yang
       tidak timbul atau yang berhenti. Anda harus menyelidiki semua
       dari enam organ aktif untuk melihat mana yang bersatu, yang
       berpisah, yang mendalam, yang dangkal, yang akan menembus secara
       sempurna, dan yang tidak sempurna. Jika Anda dapat menyadari
       organ mana yang menembus secara sempurna, Anda dapat kemudian
       membalikkan aliran arus dari keterlibatan tanpa awal nya di
       dalam karma palsu dan mengikuti itu untuk menembus secara
       sempurna. Perbedaan antara itu dan sebuah organ yang tidak
       sempurna adalah seperti perbedaan antara se-hari dan se-kalpa.
       Sekarang Saya telah mengungkapkan kepada Anda kemanjuran
       mendasar dari Keheningan tenang yang cerah sempurna dari enam
       ini. Ini adalah nilai angka itu. Terserah Anda mau pilih yang
       mana untuk masuk. Saya akan menjelaskan lebih untuk membantu
       kemajuan Anda didalam hal itu.
       "Para Tathagata dari sepuluh penjuru, mengolah budidaya melalui
       satu atau yang lain dari delapan belas alam, mencapai yang
       sempurna, Bodhi yang tak tertandingi. Bagi Mereka, salah satu
       dari delapan belas itu adalah umumnya memadai. Tapi Anda berada
       pada tingkat yang rendah dan belum mampu menyempurnakan
       kebijaksanaan yang nyaman di antara mereka. Oleh karena itu,
       Saya akan memberikan penjelasan, sehingga Anda akan dapat masuk
       secara mendalam kedalam pintu itu. Memasuki satu yang tanpa
       kepalsuan, dan enam organ indra akan secara bersamaan menjadi
       murni.
       Ananda berkata kepada sang Buddha, "Bhagawan, bagaimana Kita
       menentang arus, masuk secara mendalam kedalam satu pintu, dan
       menyebabkan enam organ secara bersamaan menjadi murni?"
       Sang Buddha berkata kepada Ananda, "Anda telah memperoleh buah
       hasil dari Pemasuk Arus (Shrotapana). Anda telah mengakhiri
       pandangan khayalan yang makhluk hidup di tiga alam memiliki,
       tetapi Anda belum tahu bahwa organ-organ Anda telah mengumpulkan
       kebiasaan yang tanpa awal. Pemutusan kebiasaan ini harus
       dilakukan melalui mengolah budidaya. Termasuk berbagai macam
       seluk-beluk dari kemunculan mereka, tinggal berdiam, berubah,
       dan berhenti.
       "Anda sekarang harus merenungkan enam organ lebih lanjut: apakah
       mereka satu atau enam? Ananda, jika Anda mengatakan mereka
       adalah satu, mengapa tidak bisa 'telinga' melihat? Mengapa tidak
       bisa 'mata' mendengar? Mengapa tidak bisa 'kepala' berjalan?
       Mengapa tidak bisa 'kaki' berbicara? Jika enam organ adalah
       pasti enam, maka seperti sekarang Saya menjelaskan yang halus
       ini, pintu Dharma yang indah untuk Anda dalam perkumpulan
       majelis ini, yang mana dari enam organ Anda sedang menerimanya?
       "
       Ananda berkata, "Saya mendengar nya dengan telinga Saya."
       Sang Buddha berkata, "telinga Anda mendengar sendiri? Apa,
       kemudian, apakah itu ada hubungannya dengan tubuh dan mulut
       Anda? Namun Anda bertanya tentang prinsip-prinsip itu dengan
       mulut Anda, dan tubuh Anda menampilkan pemujaan penuh hormat.
       Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa jika mereka tidak satu,
       maka mereka adalah enam. Dan jika mereka tidak enam, mereka
       harusnya satu. Tapi Anda tidak bisa mengatakan bahwa organ-organ
       Anda adalah pada dasarnya satu dan enam.
       "Ananda, Anda harus tahu bahwa organ-organ ini juga bukanlah
       satu ataupun bukan enam. Itu adalah dari yang terbalik dan
       tenggelam ke dalam keterlibatan di seluruh waktu tanpa awal
       bahwa teori satu dan enam telah menjadi terbuat. Sebagai
       Shrotapanna, Anda telah mengakhiri enam itu, namun Anda masih
       belum menyelesaikan lebih jauh dengan satu itu.
       "Itu adalah seperti mengisi kekosongan kedalam bejana-bejana
       yang bentuknya berbeda dan kemudian mengatakan bahwa kekosongan
       adalah apapun bentuk bejana itu. Dan kemudian, setelah
       menyingkirkan bejana-bejana itu, melihat pada kekosongan dan
       mengatakan bahwa itu semua sama. Bagaimana kekosongan bisa
       menjadi sama atau berbeda pada kesesuaian Anda? Apalagi bisakah
       Anda menyebutnya 'Satu' atau 'tidak satu.' Anda harus memahami
       bahwa enam organ aktif yang menerima adalah dengan cara yang
       sama.
       "Penglihatan terjadi karena dua ciri sifat dari kegelapan dan
       cahaya dan pelekatan mereka seperti melekat kuat pada kesunyian
       tenang didalam apa yang awalnya adalah kesempurnaan yang indah.
       Intisari pokok dari 'penglihatan' mencerminkan 'bentuk' dan
       bergabung dengan bentuk untuk menjadi sebuah organ. Organ ini,
       yang adalah pada awalnya empat unsur yang murni (tanah
       bumi,air,api,angin) , disebut mata dan berbentuk seperti buah
       anggur. Dari empat obyek pemcemaran yang 'organ-organ indera
       yang terletak di kepala' mengejar, satu ini berlomba mencari
       bentuk.
       "Pendengaran terjadi karena dua gema dari gerakan dan keheningan
       dan pelekatan mereka seperti melekat kuat pada kesunyian tenang
       didalam apa yang awalnya adalah kesempurnaan yang indah.
       Intisari pokok dari 'pendengaran' mencerminkan 'suara' dan
       bergema dengan itu menjadi organ telinga. Campuran utama dari
       organ telinga adalah empat unsur yang murni tersebut. Bagian itu
       yang Kita sebut 'telinga' berbentuk seperti daun segar yang
       meringkuk. Dari empat obyek pemcemaran yang organ-organ indera
       mengejar, satu ini dilepaskan pada suara.
       "Pencium terjadi karena dua penampilan dari penembusan dan
       halangan dan pelekatan mereka seperti melekat kuat pada
       kesunyian tenang didalam apa yang awalnya adalah kesempurnaan
       yang indah. Intisari pokok dari 'penciuman' mencerminkan 'aroma'
       dan memahami aroma untuk menjadi organ hidung. Campuran utama
       dari organ hidung adalah empat unsur yang murni tersebut. Bagian
       itu yang Kita sebut 'hidung' berbentuk seperti penyepit
       menggantung yang ganda. Dari empat obyek pemcemaran yang
       organ-organ indera mengejar, satu ini menyelidiki pada aroma.
       "Pengecapan terjadi karena dua campuran dari rasa yang sama dan
       berbagai macam rasa dan pelekatan mereka seperti melekat kuat
       pada kesunyian tenang didalam apa yang awalnya adalah
       kesempurnaan yang indah. Intisari pokok dari 'pengecapani'
       mencerminkan 'rasa' dan menjadi terjalin dengan rasa untuk
       menjadi organ lidah. Campuran utama dari organ lidah adalah di
       dalam empat unsur yang murni tersebut. Bagian itu yang Kita
       sebut 'lidah' berbentuk seperti bulan sabit. Dari empat obyek
       pemcemaran yang organ-organ indera mengejar, satu ini
       mendambakan rasa.
       "Perasaan terjadi karena dua pergesekan dari pemisahan dan
       persatuan, dan pelekatan mereka seperti melekat kuat pada
       kesunyian tenang didalam apa yang awalnya adalah kesempurnaan
       yang indah. Intisari pokok dari 'perasaan' mencerminkan hubungan
       dan merampas hubungan untuk menjadi organ tubuh. Campuran utama
       dari organ Tubuh adalah di dalam empat unsur yang murni
       tersebut. Bagian itu yang Kita sebut 'tubuh' berbentuk seperti
       meja. Dari empat obyek pemcemaran yang organ-organ indera
       mengejar, satu ini dipaksa oleh hubungan.
       "Pengetahuan terjadi karena dua kelanjutan yang terus dari
       penghasilan dan kepunahan, dan pelekatan mereka seperti melekat
       kuat pada kesunyian tenang didalam apa yang awalnya adalah
       kesempurnaan yang indah. Intisari pokok dari 'pengetahuan'
       mencerminkan 'dharma (=gejala kejadian)' dan mencengkeram mereka
       untuk menjadi organ pikiran. Campuran utama dari organ pikiran
       adalah di dalam empat unsur yang murni tersebut. Dari empat
       obyek pemcemaran yang organ-organ indera mengejar, satu ini
       mengejar dharma (=gejala kejadian/fenomena).
       "Ananda, karena 'pemahaman' ditambahkan ke 'pencerahan', enam
       organ indra kehilangan intisari pokok mereka dan melekat pada
       kepalsuan, membatasi kecerdasan mereka. Oleh karena itu, selain
       dari 'kegelapan' dan 'cahaya' tidak ada zat isi pokok untuk
       penglihatan untuk Anda sekarang; Selain dari 'gerakan' dan
       'keheningan tenang', pada dasarnya adalah tidak ada pembagian
       dari pendengaran; tanpa 'penembusan' dan 'halangan', sifat alami
       dari 'penciuman' tidak muncul; tidak adanya berbagai macam dan
       kesamaan rasa, 'pengecapan' tidak terjadi; tidak adanya
       'pemisahan' dan 'persatuan', 'perasaan dari hubungan' adalah
       secara mendasar tidak ada; tanpa 'kemunculan' dan 'perhentian',
       pengetahuan diletakkan untuk beristirahat.
       "Anda hanya perlu tidak mengikuti dua belas ciri sifat yang
       berkondisi dari 'gerakan dan keheningan', 'persatuan dan
       pemisahan', 'kesamaan rasa dan berbagai macam rasa', 'penembusan
       dan halangan', 'penghasilan dan kepunahan', dan 'kecerahan dan
       kegelapan'. Dengan demikian, ekstraklah/sulinglah satu organ,
       bebaskan ia dari kemelekatan, dan tundukkan ia pada inti
       dalamnya. Setelah ditundukkan, ia akan kembali ke kebenaran
       utama dan memancarkan kecemerlangan bawaan aslinya. Ketika
       kecemerlangan itu memancar keluar, lima kemelekatan yang tersisa
       akan terbebaskan untuk mencapai pembebasan total. "Jangan
       mengikuti 'pengetahuan' dan 'penglihatan' yang dipengaruhi oleh
       objek benda dihadapan Anda. 'Pemahaman sejati yang benar' tidak
       mengikuti dari organ indra. Namun bersarang di organ adalah
       potensi kesanggupan untuk menemukan 'fungsi aktif yang saling
       timbal-balik' dari enam organ. Ananda, tidakkah Anda tahu bahwa
       sekarang didalam perkumpulan majelis Aniruddha adalah buta dan
       namun bisa melihat, sang naga Upananda adalah tuli dan namun
       bisa mendengar, dewi sungai Gangga tidak memiliki hidung dan
       namun mencium wewangian, Gavampati memiliki lidah yang tidak
       biasa dan namun merasakan rasa, dan dewa Shunyata tidak memiliki
       tubuh dan namun menyadari hubungan kontak/sentuhan? Dalam cahaya
       dari Tathagata, dewa Sunyata (kekosongan) ini diterangi
       sementara sebagai intisari pokok yang sangat halus tanpa zat isi
       pokok. Dengan cara yang sama, Mahakashyapa, yang juga didalam
       persamuan ini, berdiam di 'Samadhi Nirvana (Pemusatan Pikiran
       Kepunahan)', setelah memperoleh keheningan tenang dari tingkat
       Sravaka (Pendengar Suara). Dia telah lama mengistirahatkan organ
       pikiran, namun Dia memiliki pengetahuan yang sangat jelas yang
       tidak diperoleh dari proses berpikir.
       "Ananda, jika Anda benar-benar sepenuhnya dapat mengekstrak
       semua organ Anda, Anda akan bersinar dengan kecemerlangan batin.
       Kemudian benda tercemar yang tidak kekal dan semua gejala
       kejadian yang berubah dari dunia jasmani akan menjadi seperti es
       yang meleleh oleh cairan panas. Menanggapi pikiran Anda,
       perubahan bentuk itu akan membawa pencerahan Bodhi yang tak
       tertandingi. Ananda, anggaplah seorang yang memiliki penglihatan
       terbatas pada matanya. Jika Anda tiba-tiba menyebabkan dia
       menutup matanya, dia akan melihat kegelapan di depannya. Enam
       organ akan diselimuti kegelapan total. Dari kepala sampai kaki
       dia akan mengalami hal itu. Jika orang itu menelusuri bentuk
       dari hal-hal yang ada diluar dengan tangannya, maka meskipun dia
       tidak dapat melihat, dia bisa mengenali seseorang dari kepala
       dan kaki. Pencerahan juga seperti itu. Jika cahaya adalah
       kondisi yang diperlukan untuk melihat, maka kegelapan akan
       membawa ketiadaan penglihatan. Namun untuk melihat tanpa cahaya
       akan berarti bahwa tidak ada perwujudan kegelapan yang dapat
       mengaburkan penglihatan. Setelah organ dan benda tiba-tiba
       mencair, bagaimana bisa kecemerlangan tercerahkan yang
       menghasilkan menjadi tiada apapun selain 'sempurna' dan 'indah'?
       "
       Ananda berkata kepada sang Buddha, "Bhagawan, karena sang Buddha
       telah berkata, 'tekad untuk pencerahan pada penyebab dasar yang
       berusaha mencari keabadian harus bersesuaian dengan dasar dari
       buah hasil. Bhagawan, dasar dari buah hasil adalah Bodhi;.
       Nirvana : Kebenaran yang demikian; Sifat alami KeBuddhaan,
       Kesadaran sempurna tanpa noda (Amala vijnana), KeKosongan
       Tathagata-garbha, Kebijaksanaan Cermin Yang Besar Sempurna. Tapi
       meskipun itu dipanggil dengan tujuh nama ini, itu adalah murni
       dan sempurna, isi pokok zat nya adalah abadi, seperti Vajra
       raja, yang abadi dan tidak bisa dihancurkan. Jika 'penglihatan,
       pendengaran, dan sisanya' pada akhirnya 'tanpa isi pokok zat
       terpisah' dari 'terang dan kegelapan, gerakan dan keheningan,
       dan penembusan dan halangan dan sisanya' maka mereka akan
       seperti pikiran yang, selain objek tujuan dekat indera, tidak
       ada sama sekali. Bagaimana mungkin penghapusan akhir seperti itu
       menjadi penyebab dimana seseorang mengolah dengan harapan
       mendapatkan tujuh kali lipat buah hasil abadi sang Tathagata ?
       Bhagawan, jika penglihatan adalah pada akhirnya kosong terlepas
       dari terang dan kegelapan, sama seperti pikiran berhenti dengan
       sendirinya didalam ketiadaan objek tujuan dekat indera. Kemudian
       perbandingan Saya menjadi melingkar, dan tidak peduli seberapa
       hati-hati Saya mencari, tampaknya tidak ada hal seperti itu
       sebagai pikiran Saya atau apa yang berhubungan dengan itu. Hanya
       apakah yang harus digunakan untuk mencari Pencerahan Bodhi yang
       tak tertandingi? Sang Tathagata sebelumnya mengarahkan pada
       intisari pokok yang hening-tenang, yang sempurna dan abadi.
       Pertentangan Nya yang sekarang menentang keyakinan dan digunakan
       untuk ajaran yang menganggur. Bagaimana bisa kata-kata sang
       Tathagata menjadi benar dan sesungguhnya? Saya hanya berharap
       sang Buddha akan membiarkan kasih sayang yang besar turun dan
       mengajar Kami yang tidak mengerti dan yang memegang dengan erat.
       Sang Buddha berkata kepada Ananda, "Anda belajar dan banyak
       mendengar, tapi Anda belum mengakhiri arus perpindahan keluar.
       Dalam pikiran Anda, Anda hanya tahu penyebab dari yang menjadi
       terbalik. Tetapi ketika pembalikan yang sesungguhnya menyatakan
       wujud, Anda benar-benar tidak bisa mengenalinya lagi. Agar
       jangan sampai ketulusan dan keyakinan Anda tetap tidak
       mencukupi, Saya akan mencoba untuk memanfaatkan kejadian biasa
       untuk menghilangkan keraguan Anda. "
       Kemudian sang Tathagata memerintahkan Rahula untuk memukul
       lonceng sekali, dan Dia bertanya kepada Ananda, "Kamu dengar
       itu?" Ananda dan para anggota majelis yang berjumlah besar semua
       berkata, "Kami mendengar itu." Lonceng itu berhenti terdengar,
       dan sang Buddha kembali bertanya, "Kamu dengar itu sekarang?"
       Ananda dan anggota majelis yang berjumlah besar semuanya
       berkata, "Kami tidak mendengarnya." Kemudian Rahula memukul
       lonceng lagi. Sang Buddha kembali bertanya, "Kamu dengar itu
       sekarang?" Ananda dan perkumpulan majelis yang berjumlah besar
       kembali mengatakan, "Kami mendengarnya." Sang Buddha bertanya
       kepada Ananda, "Apa yang Anda dengar, dan apa yang Anda tidak
       dengar?" Ananda dan anggota majelis yang berjumlah besar
       semuanya berkata kepada sang Buddha, "Ketika lonceng dibunyikan,
       Kami mendengar itu. Setelah suara lonceng berhenti, sehingga
       bahkan gaungnya jauh memudar, Kami tidak mendengarnya."
       Sang Tathagata kembali memerintahkan Rahula untuk memukul
       lonceng, dan betanya kepada Ananda, "Apakah ada suara sekarang?"
       Ananda dan anggota perkumpulan majelis yang berjumlah besar
       semuanya berkata, "Ada suara." Setelah waktu singkat suara itu
       berhenti, dan sang Buddha bertanya lagi, "Apakah ada suara
       sekarang? ' Ananda dan anggota perkumpulan majelis yang
       berjumlah besar menjawab, "Tidak ada suara." Setelah beberapa
       saat, Rahula kembali memukul lonceng, dan sang Buddha bertanya
       lagi, "Apakah ada suara sekarang?" Ananda dan anggota
       perkumpulan majelis yang berjumlah besar berkata bersama-sama,
       "Ada suara. " Sang Buddha bertanya kepada Ananda," Apa yang
       dimaksud dengan 'suara', dan apa yang dimaksud dengan 'tidak ada
       suara? " Semua orang dalam perkumpulan majelis yang berjumlah
       besar termasuk Ananda menceritakan kepada Sang Buddha, "Ketika
       lonceng dipukul ada suara. Begitu suara berhenti dan bahkan gema
       memudar pergi, dikatakan tidak ada suara."
       Sang Buddha berkata kepada Ananda dan perkumpulan majelis yang
       berjumlah besar, "Mengapa Kamu tidak sesuai dalam apa yang Anda
       katakan?" Anggota perkumpulan majelis yang berjumlah besar dan
       Ananda kemudian bertanya kepada sang Buddha, "Dalam hal apa yang
       telah Kami tidak sesuai?" Sang Buddha berkata, "Ketika Saya
       bertanya apakah itu pendengaran Anda, Anda bilang itu
       pendengaran Anda. Lalu, ketika Saya bertanya apakah itu suara,
       Anda bilang itu suara. Saya tidak bisa memastikan dari jawaban
       Anda apakah itu adalah pendengaran atau apakah itu adalah suara.
       Bagaimana Anda bisa tidak mengatakan bahwa tidak sesuai? Ananda,
       ketika suara hilang tanpa gema, Anda mengatakan tidak ada
       pendengaran. Jika benar-benar tidak ada pendengaran, sifat alami
       pendengaran akan jadi berhenti. Itu akan seperti kayu mati. Jika
       kemudian lonceng dibunyikan lagi, bagaimana Kamu tahu? Apa yang
       Anda ketahui berada di sana atau tidak berada di sana adalah
       objek pemcemaran suara yang tampak muncul dan berhenti. Tapi
       bagaimana bisa sifat alami pendengaran berada di sana atau tidak
       berada di sana? 'Dan jika pendengaran adalah sungguh', seperti
       pendapat Anda, 'tidak ada disana', siapa yang akan tahu itu
       tidak ada disana?
       "Dan jadi, Ananda, suara yang Anda dengar adalah apa yang timbul
       dan berhenti. Sifat alami pendengaran Anda tidak muncul dan
       berhenti berdasarkan pada timbul dan berhentinya suara yang Anda
       dengar. Anda begitu terbalik sehingga Anda keliru mempersamakan
       suara untuk pendengaran. Tidak heran Anda begitu bingung bahwa
       Anda menganggap 'apa yang kekal' menjadi 'pembinasaan'. Pada
       akhirnya, Anda tidak bisa mengatakan bahwa tidak ada 'sifat
       alami pendengaran' selain 'gerakan' dan 'keheningan', dari
       'gangguan halangan' dan 'penembusan' dan sisanya.
       " Anggaplah orang yang jatuh ke dalam tidur nyenyak ketika
       sambil tidur siang di tempat tidurnya . Sementara ia sedang
       tidur , seseorang dalam rumah tangganya mulai memukul pakaian
       atau menumbuk padi . Dalam mimpinya , orang itu mendengar suara
       pemukulan dan penumbukan dan menganggapnya sebagai sesuatu yang
       lain, mungkin sebagai pemukulan gendang atau bunyi lonceng .
       Dalam mimpinya ia bertanya-tanya mengapa lonceng berbunyi
       seperti batu atau kayu . Tiba-tiba ia terbangun dan segera
       mengenali suara penumbukan. Ia menceritakan kepada para anggota
       keluarganya , " saya barusan mengalami mimpi di mana saya salah
       mengira suara penumbukan sebagai suara gendang. Ananda ,
       bagaimana orang ini dalam keadaan mimpi mengingat 'keheningan'
       dan 'gerakan' , 'penembusan' dan 'gangguan halangan' ? Meskipun
       ia secara tubuh jasmani tertidur , sifat alami pendengaran nya
       tidaklah tidak jelas .
       " Bahkan ketika keberadaan tubuh jasmani Anda mencair dan
       kekuatan hidup Anda berubah dan berkurang , bagaimana mungkin
       sifat alami itu mencair dan hilang dari Anda ? Tetapi karena
       makhluk , dari waktu tanpa awal , telah mengejar bentuk dan
       suara dan telah mengikuti pikiran mereka ketika pikiran mereka
       berputar dan mengalir, mereka masih tidak tercerahkan dengan
       sifat alami kemurnian abadi yang indah . mereka tidak selaras
       dengan apa yang abadi , tapi mengejar hal-hal yang tunduk pada
       'kemunculan' dan 'kelenyapan' . Itulah yang menyebabkan mereka
       untuk dilahirkan lagi dan lagi , mengalir dan berputar dalam
       kekotoran . Tapi jika mereka menolak 'kemunculan' dan
       'kelenyapan' dan menjunjung tinggi 'kebenaran abadi' , 'cahaya
       abadi' akan muncul , dan dengan itu , organ indera , objek
       tujuan pencemaran dan kesadaran akan menghilang . Maka Anda
       harus menjaga jarak dari kekotoran batin dari perwujudan pikiran
       dan keadaan nafsu dari kesadaran . Kemudian Dharma-caksu (mata
       Dharma) Anda akan secara sesuai menjadi murni dan cerah. Dan ,
       bagaimana Anda dapat gagal untuk mencapai Pencerahan Bodhi yang
       tak tertandingi ? "
       [center]Om Ami dewa si
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Tathagatausnisa.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Tathagatausnisa.jpg.html
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Suramgama.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Suramgama.jpg.html
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/SuramgamaUsnisaSitatapatra.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/SuramgamaUsnisaSitatapatra.jpg.html
       Pujian kepada Ananda dan Pancaran Sinar Mahkota Buddha dari Para
       Tathagata Yang Berdiam di Sepuluh Penjuru Arah[/center]
       Ananda berkata kepada sang Buddha , " Bhagawan , meskipun sang
       Tathagata telah menjelaskan kemutlakan kedua ini , karena Saya
       sekarang menganggap seseorang yang ingin membuka simpul , jika
       ia tidak dapat menemukan pusatnya , ia tidak akan pernah
       menyebabkan simpul itu dibalikkan ke semula . Bhagavan , Saya
       dan semua Pendengar lainnya dalam perkumpulan majelis yang
       berjumlah besar yang tidak melampaui penelitian adalah dengan
       cara yang sama . Dari waktu tanpa awal Kami telah disertai dalam
       kelahiran dan kematian oleh kegelapan batin ketidaktahuan . Kami
       telah mendapatkan akar-akar yang baik dari pengetahuan dan
       dikatakan telah meninggalkan kehidupan rumah tangga, namun
       bahkan Kami bertindak seperti orang dengan penyakit malaria yang
       berulang-ulang . Saya hanya berharap , Yang Maha Pengasih ,
       bahwa Anda akan memberi belas kasihan pada Kami yang tenggelam
       dan hanyut . Simpul apakah yang ada didalam tubuh dan pikiran
       Kami dan bagaimana Kami melepaskan nya? Penjelasan Anda juga
       akan memungkinkan makhluk di masa depan yang berada dalam
       penderitaan dan yang kesulitan untuk menghindari perputaran
       kelahiran kembali dan menjaga mereka dari terjatuh ke tiga alam
       keberadaan . "
       Setelah mengatakan itu , Dia dan semua orang di seluruh
       perkumpulan majelis yang berjumlah besar bersujud penuh. Dia
       menangis deras , dan dengan harapan tulus menunggu petunjuk yang
       tak tertandingi dari sang Buddha , sang Tathagata.
       Kemudian sang Bhagavan berbelas kasihan kepada Ananda dan mereka
       yang berada didalam perkumpulan majelis dengan sesuatu yang
       tersisa untuk belajar , serta kepada makhluk dari masa depan
       yang memiliki potensi untuk melampaui dunia dan untuk
       mengembangkan wawasan . Dia mengusap mahkota kepala Ananda
       dengan tanganNya yang bersinar dengan warna Jambunada ungu muda
       keemasan .
       Seketika itu, semua Buddhaksetra dari sepuluh penjuru bergetar
       dalam enam cara . Para Tathagata yang banyaknya seperti butiran
       terkecil atom dari alam semesta , masing-masing tinggal berdiam
       di dunia masing-masing Mereka , memancarkan sebuah cahaya yang
       berharga dari Mahkota Kepala Mereka . Pada satu saat yang sama
       cahaya Mereka pergi dari negara Mereka Sendiri menuju ke Hutan
       Jetavana dan Memberkati Mahkota dari Kepala Tathagata
       (Tathagata-usnisa). Semua dalam perkumpulan majelis menerima
       manfaat baik yang belum pernah terjadi sebelumnya . Kemudian
       Ananda dan semua orang dalam perkumpulan majelis yang berjumlah
       besar mendengar para Tathagata yang banyaknya seperti butiran
       terkecil atom dari alam semesta seluruh sepuluh penjuru arah
       berbicara kepada Ananda dengan mulut yang berbeda tetapi dengan
       satu suara : "Bagus sekali, Ananda ! Anda ingin mengakui
       ketidaktahuan bawaan halus milik Anda yang menyebabkan Anda
       berputar pada roda . Asal dari 'simpul kelahiran dan kematian'
       adalah hanya enam organ indera Anda dan tidak ada yang lain .
       Anda juga ingin memahami Bodhi yang tak tertandingi , sehingga
       Anda dapat dengan cepat menyadari kebahagiaan , kebebasan ,
       ketenangan, dan keabadian yang indah . Itu juga, adalah enam
       organ indera Anda dan tidak ada yang lain . "
       Sang Buddha berkata kepada Ananda , " Organ indera dan
       benda-benda objek tujuan adalah sumber yang sama . 'Belenggu
       ikatan' dan 'pembebasan' mereka bukanlah hal yang berbeda .
       Sifat alami dari kesadaran adalah kosong dan palsu, sama seperti
       bunga di langit ruang angkasa. Ananda , kesadaran timbul
       dikarenakan oleh objek tujuan yang tercemar . Gejala kejadian
       ada karena disebabkan oleh organ indera.'Gejala kejadian' dan
       'tanggapan penglihatan' adalah keduanya tanpa sifat alami mereka
       sendiri . mereka saling mendukung sama seperti terjalinnya
       alang-alang . Oleh karena itu , menciptakan 'pengetahuan'
       didalam 'tanggapan penglihatan yang tercerahkan' adalah
       'kegelapan batin ketidaktahuan' yang mendasar . Untuk menjadi
       tiada 'tanggapan penglihatan' didalam 'tanggapan penglihatan
       yang tercerahkan' adalah kemurnian yang sesungguhnya dari
       'Nirvana' yang tiada aliran arus keluar. Mengapa mencoba untuk
       menempatkan sesuatu yang lain didalam ini? "
       Kemudian sang Bhagavan , ingin menyatakan kembali artinya ,
       berbicara Geya gatha (Syair yang dinyanyikan) , mengatakan :
       " Dalam sifat alami sejati , sesuatu yang berkondisi adalah
       kosong .
       Kondisi yang muncul adalah seperti khayalan ilusi .
       Sesuatu yang tidak berkondisi adalah tidak muncul atau tidak
       berhenti .
       Tidak nyata adalah mereka , seperti bunga di langit ruang
       angkasa.
       Untuk berbicara tentang kepalsuan adalah untuk mengungkapkan
       yang sebenarnya .
       Namun kedua 'yang palsu' dan 'yang benar' adalah 'kepalsuan
       mereka sendiri' .
       Karena 'tak ada kebenaran' ataupun 'tidak ada ketidakbenaran' ,
       Bagaimana mungkin ada 'pelihat' dan 'terlihat' ?
       Antara kedua itu tidak ada 'sifat alami sesungguhnya' yang ada;
       Jadi mereka disamakan dengan alang-alang yang melilit.
       Ikatan simpul dan pembebasan mereka memiliki penyebab yang sama
       .
       Jalan Orang bijak dan jalan orang-orang biasa adalah bukan dua .
       Menganggap sifat alami dari yang saling terkait melilit :
       Mereka tidak kosong ataupun tidak ada.
       Kebingungan yang gelap hanyalah kebodohan ;
       Membawanya ke cahaya adalah pembebasan .
       Ikatan simpul harus dibuka berturut-turut ,
       Ketika enam itu dilepaskan ,
       Bahkan salah satu menjadi berhenti .
       Pilihlah satu organ yang diinginkan untuk penembusan sempurna;
       Masuki aliran arus itu dan capai pencerahan yang tepat .
       Sangat halus , kesadaran Adana ,
       Membuat pola kebiasaan yang mengalir di dalam semburan arus
       deras .
       Khawatir Anda akan membingungkan kebenaran dengan apa yang bukan
       ,
       Saya jarang memberitahu Anda semua ini .
       Dengan pikiran Anda sendiri , Anda berpegang di pikiran Anda
       sendiri ;
       Apa yang bukan khayalan menjadi khayalan ilusi .
       Jangan berpegang dan tidak ada yang tidak akan menjadi khayalan
       ilusi .
       Karena bahkan yang bukan khayalan ilusi tidak muncul ,
       Bagaimana bisa dharma khayalan ditetapkan ?
       Ini disebut bunga teratai yang indah menakjubkan,
       Raja permata Vajra dari Pencerahan Bodhi.
       Dalam Samapatti ini yang disamakan dengan khayalan ilusi ,
       Melampaui ke tingkat di luar pembelajaran .
       Abhidharma ini, tak tertandingi ,
       Adalah jalan tunggal melalui gerbang Nirvana ,
       Yang Diambil oleh para Bhagavan di sepuluh penjuru . "
       Ketika Ananda dan perkumpulan majelis yang berjumlah besar
       mendengar yang tiada tanding , ajaran penuh kasih dari Sang
       Buddha , Sang Tathagata , Syair Geya yang serasi dan yang
       cemerlang dengan prinsip penembusan nya yang jelas dan yang
       indah menakjubkan, hati dan mata Mereka menjadi terbuka , dan
       Mereka berseru bahwa Dharma ini belum pernah terjadi sebelumnya
       .
       Ananda merangkapkan dua telapak tanganNya beranjali , membungkuk
       , dan berkata kepada sang Buddha , " Setelah mendengar yang tak
       terbatas , yang sangat baik, ungkapan pernyataan yang benar dan
       sesungguhnya dari Dharma yang murni didalam sifat alami dan
       abadi yang indah menakjubkan dari sang Buddha, Saya masih belum
       mengerti urutan untuk melepaskan ikatan simpul itu sehingga
       ketika enam itu terlepas , satu itu juga menghilang . Saya hanya
       berharap Anda akan berbelas kasih , dan sekali lagi berbelas
       kasih dengan persamuan ini dan orang-orang di masa depan ,
       dengan menawarkan Kami penjelasan tentang Dharma untuk mencuci
       dan membilas akar kekotoran batin yang mendalam milik Kami .
       #Post#: 93--------------------------------------------------
       Re: Suramgama Usnisa Sitatapatra Mahayana Suttram
       By: ajita Date: November 11, 2016, 8:09 am
       ---------------------------------------------------------
       Kemudian , di atas takhta singa , sang Tathagata meluruskan
       jubah Nirvana Nya , mangatur ikat pinggang samghati Nya ,
       memegang meja yang terhias dengan tujuh permata mulia,
       mengulurkan tangan ke atas meja dan mengambil sebuah kain indah
       yang diberikan kepadanya oleh dewa dari surga Suyama . Kemudian
       , saat perkumpulan majelis menyaksikan , Dia mengikatnya menjadi
       ikatan simpul dan menunjukkannya kepada Ananda , dengan bertanya
       , " Disebut apakah ini ? " Ananda dan perkumpulan majelis yang
       besar menjawab bersama-sama , " Itu disebut ikatan simpul . "
       Kemudian Sang Tathagata mengikat simpul lain dalam kain yang
       indah itu dan bertanya kepada Ananda lagi , " Disebut apakah ini
       ? " Ananda dan perkumpulan majelis yang besar sekali lagi
       menjawab bersama-sama , " Itu juga, disebut ikatan simpul . "
       Dia melanjutkan pola ini sampai Dia mengikat enam simpul di kain
       yang indah itu. Saat Dia membuat setiap simpul , Dia
       mengangkatnya ke Ananda dan bertanya , " Disebut apakah ini? "
       Dan setiap kali Ananda dan perkumpulan majelis yang besar
       menjawab Sang Buddha dengan cara yang sama : " Itu disebut
       ikatan simpul . "
       Sang Buddha berkata kepada Ananda , " Ketika Saya pertama kali
       mengikat kain itu, Anda menyebutnya ikatan simpul . Karena kain
       yang indah itu pada dasarnya adalah potongan tunggal bagaimana
       Anda bisa memberikan jawaban yang sama untuk kedua dan ketiga
       kalinya ? " Ananda berkata kepada Sang Buddha , " Bhagawan ,
       kain yang indah ini adalah hanya satu bagian , tetapi cara Saya
       mengerti , ketika sang Tathagata membuat satu ikatan , itu
       disebut sebuah simpul . Jika Dia membuat seratus ikatan , mereka
       akan disebut seratus simpul . dan sekarang tepatnya enam simpul
       - bukan lima atau tujuh telah terikat dalam kain itu, mengapa
       Sang Tathagata hanya membolehkan Saya untuk berbicara dari satu
       simpul , bukan dari dua atau tiga ? "
       Sang Buddha berkata kepada Ananda , " Anda tahu bahwa kain
       berharga ini pada dasarnya adalah satu potong , tapi ketika Saya
       membuat enam ikatan di dalamnya, Anda mengatakan ia memiliki
       enam ikatan simpul. Hati-hati mempertimbangkan isi pokok zat
       dari kain itu : Ia tetap tidak berubah kecuali untuk ikatan
       simpul di dalamnya . " Apa yang Anda pikirkan ? Anda mengenali
       simpul pertama yang Saya ikat sebagai nomor satu . Sekarang Saya
       siap untuk mengikat simpul keenam. Apakah Anda juga menyebutnya
       nomor satu ? " " Tidak, Bhagawan . Jika ada enam simpul , simpul
       keenam tidak pernah bisa disebut yang pertama . Bahkan jika Saya
       menghabiskan semua kecerdasan dan kefasihan Saya dalam kehidupan
       demi kehidupan , Saya bisa membalikkan urutan dari enam simpul
       ini .
       Sang Buddha berkata , " Jadi demikian itu juga. Keenam simpul
       itu adalah tidak sama. Pertimbangkan asal mereka : Mereka
       diciptakan dari satu kain dan diikat dalam urutan tertentu. Ini
       akan menjadi mustahil untuk mengaduk urutan itu. Enam organ
       indera Anda adalah juga seperti itu . Dari apa yang sama ,
       'perbedaan yang mutlak' muncul. " Sang Buddha berkata kepada
       Ananda , " Dengan anggapan Anda tidak menginginkan enam simpul
       ini dan ingin hanya ada menjadi satu kain , bagaimana Anda bisa
       mencapai tujuan itu ? "
       Ananda berkata , " Selama simpul ini tetap ada, perdebatan
       mengenai 'apa yang mereka' dan 'apa yang bukan mereka' akan
       muncul . Keberadaan mereka akan menyebabkan perbedaan seperti
       'simpul ini tidak menjadi simpul itu' dan 'simpul itu tidak
       menjadi satu ini' . Tetapi jika sang Tathagata melepaskan mereka
       semua sekarang, sehingga tidak ada yang tersisa , maka tidak
       akan ada 'ini' atau ' itu'. " Bahkan tidak akan ada menjadi
       apapun yang disebut 'satu' , berapa banyak yang kurang 'enam' .
       "
       Sang Buddha berkata , " Itu adalah juga apa yang terjadi ketika
       enam organ indera terbebaskan : Bahkan satu itu hilang. Karena
       dari waktu tanpa awal pikiran dan sifat alami Anda telah sakit
       dan terganggu , Anda telah menciptakan pengetahuan dan pandangan
       yang palsu. Karena 'kepalsuan' yang terus timbul tanpa jeda ,
       'tanggapan penglihatan' menjadi lelah dan 'kekotoran batin'
       muncul. Sama seperti bunga berputar yang muncul ketika mata
       mulai lelah menatap , ini juga merupakan gangguan yang muncul
       tanpa sebab didalam yang hening tenang , sifat dasar kecerahan .
       Segala sesuatu di dunia - pegunungan , sungai , tanah bumi itu
       sendiri , serta kelahiran, kematian , dan Nirvana - adalah
       bunga-bunga ini yang muncul dikarenakan oleh Kita sedang diputar
       terbalik oleh 'pikiran sakit' dan 'kelelahan' . "
       Ananda berkata , " kelelahan ini adalah sama seperti simpul ini
       . Bagaimana Kami melepaskan mereka? "
       Sang Tathagata memegang kain yang bersimpul itu, menarik di
       ujung kiri nya , dan bertanya kepada Ananda , " Apakah ini cara
       untuk melepaskan mereka? " " Bukan , Bhagawan . " Kemudian Sang
       Buddha menarik di ujung kanan nya dan kembali bertanya kepada
       Ananda , " Apakah ini cara untuk melepaskan mereka? " " Bukan ,
       Bhagawan . " Sang Buddha berkata kepada Ananda , " Sekarang Saya
       telah menarik kain itu ke kiri dan kanan dan masih belum mampu
       untuk mengembalikan simpul itu . Cara apa yang Anda usulkan
       untuk melepas mereka? " Ananda berkata kepada Sang Buddha , "
       Bhagawan , Anda harus melepaskan simpul dari pusat mereka.
       Kemudian mereka akan jadi terlepas . " Sang Buddha berkata
       kepada Ananda , " Jadi demikianlah juga , jadi demikianlah juga
       . Jika Anda ingin melepaskan mereka , Anda harus melepaskan
       mereka dari pusat. Ananda , Buddha Dharma yang Saya jelaskan
       muncul dari sebab dan kondisi . Tapi itu tidak berarti
       menggenggam pada pencampuran dan penyatuan dari yang kasar ,
       penampilan duniawi . Sang Tathagata memahami semua yang duniawi
       dan dharma yang melampaui duniawi dan mengetahui penyebab dasar
       mereka dan kondisi apa yang membawa mereka menjadi ada . Ini
       adalah begitu juga sejauh yang Saya tahu berapa banyak tetesan
       air hujan yang jatuh seperti banyak dunia yang jauh dari sini
       seperti adanya butiran debu di sungai Gangga. Yang sama adalah
       berlaku dari segala hal yang dapat Anda lihat: Mengapa 'pinus'
       lurus , mengapa 'semak berduri' bengkok , mengapa 'angsa' putih
       , mengapa 'gagak' hitam - Saya mengerti semua alasan ini. Oleh
       karena itu , Ananda , Anda dapat memilih manapun salah satu dari
       enam organ indra yang Anda inginkan. Jika simpul dari organ
       indra dihapus , maka 'gejala kejadian yang mencemarkan'
       menghilang dengan sendirinya dan semua 'kepalsuan' menjadi
       berhenti. Jika apa yang tersisa adalah tidak benar , maka mana
       yang Anda harapkan untuk menemukan kebenaran ? Ananda , sekarang
       Saya bertanya kepada Anda , bisakah enam simpul kain yang indah
       itu dibuka secara serempak dan dilepaskan semuanya sekaligus ? "
       " Tidak , Bhagawan . Karena simpul itu pada awalnya dibuat
       secara berurutan , sekarang mereka harus dibuka secara
       berurutan. Isi pokok zat dari enam simpul itu adalah sama ,
       tetapi mereka tidak dibuat secara serempak bersamaan , dan
       sekarang ketika mereka dilepaskan , bagaimana mungkin mereka
       dibuka secara bersamaan ? "
       Sang Buddha berkata , " Melepaskan enam organ indra adalah
       dengan cara yang sama . Ketika organ indera mulai akan
       dilepaskan , orang menyadari kekosongan dari orang pada pertama
       sekali. Ketika 'sifat alami dari kekosongan' sepenuhnya dipahami
       , maka orang dilepaskan dari 'dharma (catatan : 'd'harma =
       gejala kejadian, 'D'harma = ajaran sang Buddha)' . Sekali
       seseorang terbebaskan dari dharma , tiada jenis dari kekosongan
       akan timbul . Itu disebut 'Kesabaran dengan Tanpa Pembuatan yang
       para Bodhisattva capai melalui 'Samadhi =(Pemusatan Pikiran)'. "
       Setelah menerima petunjuk ajaran sang Buddha , Ananda dan
       perkumpulan majelis yang besar memperoleh kebijaksanaan dan
       kesadaran yang secara sempurna menembus dan bebas dari keraguan
       dan khayalan . Semuanya pada waktu yang sama , Mereka
       menempatkan telapak tangan Mereka beranjali , dan membungkuk di
       kaki Sang Buddha . Ananda lalu berkata kepada Sang Buddha ,
       "Hari ini badan dan pikiran Kami diterangi , dan Kami bahagia
       terbebas dari gangguan halangan. Kami telah memahami makna dari
       pengakhiran dari enam dan satu. Namun, Kami belum berkembang ke
       yang mendasar, penembusan yang sempurna . Bhagawan , Kami yang
       telah menyimpang dan menggeleparkan jalan Kami melalui kalpa
       setelah kalpa , tanpa tempat tinggal dan sendirian , tidak tahu
       , Kami tidak pernah membayangkan bahwa Kami bisa bertemu Sang
       Buddha dalam hubungan yang begitu dekat . Kami seperti Bayi
       hilang yang tiba-tiba menemukan Ibu mereka yang penuh kasih
       sayang . Jika karena pertemuan ini Kami menyadari sang Jalan , [
       itu tidak akan sia-sia ] . Jika Kami memperlakukan petunjuk
       tersembunyi ini dengan 'cara pemahaman dulu' Kami, itu akan
       menjadi sama seolah Kami bahkan tidak mendengar nya . Kami hanya
       berharap Yang Maha Pengasih akan memberikan kepada Kami 'yang
       tersembunyi secara mendalam' sebagai petunjuk ajaran akhir dari
       Sang Tathagata . " Setelah mengatakan ini Ananda bersujud ,
       mundur , dan dengan diam menantikan pengiriman yang sukar
       dipahami dari sang Buddha .
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/sm1.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/sm1.jpg.html
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/sm2.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/sm2.jpg.html
       Jalan Bijaksana dari Samadhi
       [/center]
       Kemudian sang Bhagavan berkata kepada semua orang didalam
       perkumpulan majelis yang adalah para Bodhisattva besar dan para
       Arahat besar dengan arus perpindahan keluar Mereka yang telah
       padam , " Kalian semua para Bodhisattva dan para Arahat yang
       lahir dari dalam Dharma Saya dan yang telah mencapai tahap di
       luar penelitian , sekarang Saya bertanya kepada Anda : Ketika
       Anda pertama kali melahirkan tekad Anda dan menjadi tercerahkan
       pada delapan belas alam , yang mana salah satunya dari ini yang
       membawa penembusan sempurna? Melalui jalan bijaksana manakah
       Anda memasuki Samadhi ?
       Kaundinya , dengan yang lainnya dari kelompok lima bhiksu
       pertama (Pancavaggiya Bhiksu) , bangkit dari tempat dudukNya ,
       bersujud di kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha ,
       " Ketika Saya berada di Taman Rusa Mrgadava dan Taman Kukkuta
       (burung pegar), Saya mengamati sang Tathagata segera setelah
       pencapaian Nya pada sang Jalan. Setelah mendengar suara Sang
       Buddha , Saya memahami Empat Kesunyataan Mulia . Sang Buddha
       mempertanyakan Kami para Bhiksu . Karena Saya 'yang pertama
       mengerti' , sang Tathagata menetapkan Saya dan menamakan Saya
       'Ajnata' . Suara -Nya yang indah adalah 'rahasia' dan 'meresap
       kesemua' . Itu adalah melalui Suara bahwa Saya menjadi Arhat .
       Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna . Karena Saya
       telah ditetapkan untuk itu , 'Suara' adalah 'Cara Utama' . "
       Upanishad lalu bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki
       Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , " Saya juga
       melihat Sang Buddha ketika Dia pertama kali menyelesaikan sang
       Jalan. Saya belajar untuk merenungkan ciri sifat dari kekotoran
       sampai Saya menjadi membenci itu dan hingga memahami bahwa sifat
       alami dari 'semua bentuk rupa' adalah tidak bersih.
       Tulang-tulang dan debu-debu halus semuanya kembali ke
       kekosongan, dan sehingga kedua 'kekosongan' dan 'bentuk rupa'
       terselesaikan dengan baik . Dengan pencapaian ini , Saya
       mencapai 'Jalan di luar dari penelitian' . Para Tathagata
       menetapkan Saya dan menamakan Saya 'Upanishad' . Objek tujuan
       dari bentuk menjadi berakhir , dan 'bentuk yang indah
       menakjubkan (surupa)' adalah rahasia dan meresap kesemua. Dengan
       demikian , itu adalah melalui ciri sifat dari bentuk rupa bahwa
       Saya menjadi seorang Arhat . Sang Buddha bertanya tentang
       penembusan sempurna . Karena Saya telah ditetapkan untuk itu ,
       'Bentuk-bentuk rupa' adalah 'Cara Utama'. "
       Pemuda yang murni, sang Bodhisattva yang bernama 'Gandha
       Pratimandita' ('Terhiasi oleh Keharuman Wewangian') , bangkit
       dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha , dan
       berkata kepada Sang Buddha , " Saya mendengar sang Tathagata
       mengajarkan Saya untuk merenungkan dengan penuh perhatian semua
       gejala kejadian yang berkondisi. Saya kemudian meninggalkan Sang
       Buddha dan tinggal berdiam dengan tenang di kediaman murni. Saya
       mengamati bahwa ketika tempat tinggal para Bhiksu menyala
       pancangan dupa cendana , aroma wangi diam-diam memasuki lubang
       hidung Saya, Saya merenungkan wewangian ini : itu tidak datang
       dari kayu , itu tidak datang dari kekosongan , itu tidak datang
       dari asap , dan itu tidak datang dari api . Tidak ada tempat ia
       berasal dan tidak ada tempat ia pergi. Dikarenakan oleh itu ,
       pikiran yang membeda-bedakan milik Saya menjadi terhalau , dan
       Saya mencapai ketiadaan dari arus perpindahan keluar . Para
       Tathagata menetapkan Saya dan memanggil Saya 'Gandha
       Pratimandita'. Aroma wewangian pencemaran tiba-tiba menghilang ,
       dan Aroma wewangian yang indah menakjubkan adalah rahasia dan
       meresap kesemua. Itu adalah melalui penghiasan wewangian bahwa
       Saya menjadi Arhat . Sang Buddha bertanya tentang penembusan
       sempurna . Karena saya telah ditetapkan untuk itu , 'Terhiasi
       oleh Keharuman Wewangian' adalah 'Cara Utama' . "
       Dua Pangeran Dharma , Bhaisajya raja ( Raja Obat ) dan Bhaisajya
       samudgata (Obat Unggul) , dan lima ratus Brahma deva dalam
       perkumpulan majelis bangkit dari kursi Mereka , membungkuk di
       kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , Dari ribuan
       kalpa yang tanpa awal sampai sekarang , Kami telah menjadi
       Penyembuh yang baik bagi dunia . Mulut Kami telah merasakan
       banyak tumbuhan , kayu , logam , dan batu dari dunia Saha ,
       seratus delapan ribu rasa . Kami tahu secara lengkap rasa pahit
       , asam, asin , hambar , manis , dan rasa pedas, dan sejenisnya ,
       dalam semua campuran mereka dan perubahan yang melekat . Kami
       memiliki pengetahuan yang mendalam tentang apakah mereka dingin
       atau panas , beracun atau tidak beracun . Ketika melayani Sang
       Tathagata, Kami menjadi tahu bahwa sifat alami dari rasa
       bukanlah kosong ataupun bukan ada , atau bukan tubuh atau bukan
       pikiran , atau bukan terlepas dari tubuh atau pikiran . Kami
       menjadi tercerahkan dengan membedakan antara rasa . Sang
       Tathagata menyegel dan menetapkan Kami bersaudara dan menamakan
       Kami Bodhisattva Bhaisajyaraja dan Bhaisajyasamudgata . Sekarang
       dalam perkumpulan majelis Kami Pangeran Dharma yang telah naik
       ke tingkat Bodhisattva karena telah menjadi tercerahkan dengan
       cara 'Rasa' . Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna.
       Karena Kami telah ditetapkan untuk itu , 'Penyebab dari rasa'
       adalah 'Cara Utama' . "
       Bhadrapala dan enam belas raja tercerahkan yang adalah
       teman-temannya , bangkit dari kursi Mereka , membungkuk di kaki
       Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha : " Kami pertama
       kali mendengar Dharma dan meninggalkan kehidupan rumah tangga
       mengikuti 'Buddha Bhisma Garjita Ghosa Svara Raja (Buddha Raja
       Auman Suara Petir Agung)'  , ketika waktu bagi Sangha untuk
       mandi , Saya mengikuti kebiasaan dan memasuki pemandian.
       Tiba-tiba Saya terbangun dengan kenyataan bahwa air tidak
       membasuh debu , juga tidak membersihkan tubuh . Dan pada saat
       itu Saya menjadi penuh kedamaian dan mencapai keadaan dari
       menjadi tiada apapun . Sampai hari ini , Saya tidak pernah
       melupakan pengalaman itu. Setelah meninggalkan rumah dengan sang
       Buddha, Saya telah maju di luar penelitian . Sang Buddha
       menamakan Saya 'Bhadrapala' . 'Sentuhan yang indah menakjubkan'
       terungkap , dan Saya mencapai tingkat dari menjadi siswa sang
       Buddha. Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna .
       Karena Saya telah ditetapkan untuk itu , 'Sentuhan' adalah 'Cara
       Utama'. "
       Mahakashyapa, bersama dengan 'Bhikshuni Suvarna Jambunada
       Rasmiprabha (Pancaran Cahaya Ungu Keemasan)' dan lain-lain
       bangkit dari tempat duduk Mereka , membungkuk di kaki Sang
       Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha : " Didalam kalpa masa
       lalu di daerah ini , Saya mendekati sang Buddha yang bernama
       'Candra Surya Pradipa (Cahaya Matahari dan Bulan)' , yang
       kemudian berada di dunia. Saya mendengar Dharma dari Dia dan
       mengolah budidaya dan belajar dengan Dia . Setelah Sang Buddha
       itu memasuki keheningan tenang Parinirvana, Saya membuat
       persembahan kepada Sharira Nya dan menyalakan lampu untuk
       melanjutkan cahaya terang-Nya . Sang Bhikshuni
       Suvarnajambunadarasmiprabha menghiasi dengan tinta emas pada
       gambar sang Buddha . Sejak saat itu , kehidupan setelah
       kehidupan , tubuh Saya selalu sempurna dan telah bersinar dengan
       cahaya ungu keemasan . Bhikshuni Suvarnajambunadarasmiprabha,
       dan lain-lain melengkapi rombongan Saya, dan Kami semua
       melahirkan tekad untuk Bodhi di saat yang sama. Saya merenungkan
       bahwa 'dunia enam objek indera' berubah dan membusuk , mereka
       hanyalah keheningan kosong. Berdasarkan ini, Saya mengolah
       budidaya 'Keheningan tenang Nirvana'. Sekarang tubuh dan pikiran
       Saya dapat melewati ratusan ribu kalpa seolah-olah mereka adalah
       hentakan jari . Berdasarkan kekosongan dari dharma , Saya
       mencapai Arhat . Bhagawan mengatakan bahwa Saya yang paling
       terkemuka didalam dhuta praktek pertapaan . Dharma yang indah
       menakjubkan membawa Saya ke 'kebangkitan' dan 'pemahaman' , dan
       Saya mengakhiri semua arus perpindahan keluar . Sang Buddha
       bertanya tentang penembusan sempurna. Karena saya telah
       ditetapkan untuk itu , 'dharma' adalah 'Cara Utama'. "
       Aniruddha bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang
       Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , " Ketika Saya pertama
       kali meninggalkan rumah , Saya suka tidur sepanjang waktu . Sang
       Tathagata memarahi Saya dan mengatakan Saya tidak lebih baik
       daripada binatang . Ketika Saya mendengar teguran Sang Buddha ,
       Saya menangis dan mencela diri sendiri. Selama tujuh hari Saya
       tidak tidur , dan Saya kehilangan penglihatan di kedua mata Saya
       . Bhagawan mengajarkan Saya Vajra Samadhi dari penglihatan yang
       menyenangkan , yang menerangi dan terang . Tanpa menggunakan
       mataKu , Saya bisa merenungkan sepuluh penjuru dengan kejelasan
       yang benar dan tajam menembus, sama seperti jika saya sedang
       melihat sepotong buah di telapak tanganKu . Para Tathagata
       menetapkan Saya sebagai telah mencapai Arhat . Sang Buddha
       bertanya tentang penembusan sempurna . Karena Saya telah
       ditetapkan untuk itu , 'Mengembalikan penglihatan kembali ke
       sumbernya' adalah 'Cara Utama' . "
       Kshudrapanthaka bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki
       Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha : . " Saya
       kekurangan kemampuan untuk menghafal dan tidak memiliki banyak
       kecerdasan bawaan. Ketika Saya pertama kali bertemu Sang Buddha
       , Saya mendengar Dharma dan meninggalkan kehidupan rumah tangga.
       Tapi , ketika Saya mencoba mengingat satu baris dari sebuah
       gatha (syair) oleh sang Tathagata , Saya menghabiskan seratus
       hari mengingat bagian pertama dan melupakan yang terakhir , atau
       mengingat yang terakhir dan melupakan yang pertama . Sang Buddha
       mengasihani kebodohan Saya dan mengajari Saya untuk tenang dan
       mengatur napas . Saya merenungkan napas Saya secara sepenuhnya
       ke titik halus dimana yang 'timbul' , 'tinggal' , 'membusuk' ,
       dan 'berhenti' terjadi di setiap saat . PikiranKu tiba-tiba
       mencapai Ketiadaan Gangguan Halangan yang luas , sampai arus
       perpindahan keluar Saya berakhir dan Saya mencapai Arhat . Di
       bawah kursi sang Buddha Saya disegel dan ditetapkan sebagai yang
       di luar penelitian . Sang Buddha bertanya tentang penembusan
       sempurna . Karena Saya telah ditetapkan untuk itu , 'Mengubah
       nafas kembali ke kekosongan' adalah 'Cara Utama' . "
       Gavampati bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang
       Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , "Saya menciptakan
       sebuah pelanggaran yang mengakibatkan karma mulut didalam kalpa
       masa lalu . Saya menyinggung seorang Bhiksu Shramana , dan dalam
       kehidupan setelah kehidupan Saya memiliki penyakit mengunyah
       seperti sapi . Para Tathagata mengajarkan Saya 'Pintu Dharma
       Pikiran Dasar dari Kemurnian Rasa Tunggal'. PikiranKu berakhir ,
       Saya memasuki Samadhi , dan belajar dengan merenungkan rasa -
       bagaimana mereka tidak memiliki isi pokok zat dan bukan benda .
       Akibatnya pikiran Saya melampaui semua arus duniawi . Di bagian
       dalam, tubuh dan pikiran Saya terbebaskan dan Di bagian luar,
       Saya meninggalkan duniawi . Saya meninggalkan tiga alam
       keberadaan jauh di belakang , seperti burung yang dilepaskan
       dari kandangnya . Saya terpisahkan dari kotoran dan terhapuskan
       dari kekotoran batin, dan sehingga mata Dharma Saya menjadi
       murni, dan Saya mencapai Arhat . Sang Tathagata secara pribadi
       menetapkan Saya sebagai yang telah naik melampaui ketingkat di
       luar penelitian . Sang Buddha bertanya tentang penembusan
       sempurna . Karena Saya telah ditetapkan untuk itu ,
       'Mengembalikan rasa dan mengubah haluan kesadaran' adalah 'Cara
       Utama' . "
       Pilindavatsa bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki
       Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha : " Ketika Saya
       pertama kali memutuskan untuk mengikuti Sang Buddha dan memasuki
       sang Jalan , Saya sering mendengar sang Tathagata menjelaskan
       bagaimana tidak ada apapun didalam dunia ini yang membawa
       kebahagiaan . Suatu Ketika saat Saya sedang berpindapatta di
       kota , Saya merenungkan pintu Dharma ini dan tidak melihat duri
       beracun di jalan sampai itu menusuk kaki Saya . PikiranKu
       menyadari rasa sakit tubuh yang kuat , tetapi meskipun kesadaran
       Saya mengalami sakit , Saya juga sadar bahwa didalam hati saya
       yang murni tiada sakit ataupun tiada kesadaran tentang itu .
       Saya juga berpikir , ' Apakah mungkin bagi satu tubuh untuk
       memiliki dua kesadaran ? ' Setelah merenungkan hal ini untuk
       sesaat , tubuh dan pikiran Saya tiba-tiba menjadi kosong.
       Setelah dua puluh satu hari , arus perpindahan keluar Saya
       menghilang dan Saya mencapai Arhat . Sang Buddha secara pribadi
       menetapkan Saya dan menegaskan bahwa Saya telah mencapai tingkat
       di luar penelitian . Sang Buddha bertanya tentang penembusan
       sempurna. Karena Saya telah ditetapkan untuk itu , 'Memurnikan
       kesadaran dan melupakan tubuh' adalah 'Cara Utama' . "
       Subhuti bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang
       Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , " Dari ribuan kalpa
       yang jauh sampai sekarang , pikiran Saya telah terhalang . Saya
       mengingat banyak kehidupan masa lalu Saya seperti banyaknya
       butiran pasir di sungai Gangga . Dari awal , dalam rahim ibu
       Saya , Saya mengetahui 'kekosongan' dan 'keheningan tenang' ,
       sejauh bahwa sepuluh penjuru menjadi kosong dan Saya menyebabkan
       para makhluk menjadi ditetapkan dengan sifat alami dari
       kekosongan . Setelah menerima pembukaan rahasia dari Sang
       Tathagata bahwa sifat alami yang tercerahkan adalah kekosongan
       sejati yang sesungguhnya dan bahwa sifat alami dari kekosongan
       adalah sempurna dan cerah , Saya mencapai Arhat . Saya tiba-tiba
       masuk ke lautan Tathagata dari yang menakjubkan , kekosongan
       yang cerah. Pengetahuan dan Pandangan Saya menjadi sama dengan
       sang Buddha . Saya ditetapkan sebagai yang melampaui di luar
       dari penelitian . Didalam pembebasan dari sifat alami dari
       kekosongan, Saya tak tertandingi . Sang Buddha bertanya tentang
       penembusan sempurna . Karena Saya telah ditetapkan untuk itu ,
       'semua gejala kejadian masuk ke dalam kehampaan sampai ketiadaan
       dan apa yang menjadi ketiadaan kedua-duanya menghilang .
       Membalikkan dharma kembali ke kekosongan' adalah 'Cara Utama' .
       "
       Sariputra bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang
       Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , " Dari ribuan kalpa
       yang jauh sampai sekarang , pikiran dan pandangan Saya telah
       murni . Dalam hal ini Saya telah mengalami banyak kelahiran
       seperti banyaknya butiran pasir di sungai Gangga . Pada
       pandangan sekejap Saya bisa memahami semua berbagai macam
       'perubahan bentuk' dan 'perubahan dari apa yang duniawi dan apa
       yang melampaui dunia' dengan tanpa halangan apapun . Setelah
       Saya bertemu dengan Kasyapa bersaudara di jalan , dan berjalan
       bersama Mereka . Mereka berbicara tentang sebab dan kondisi ,
       dan Saya terbangun ke yang tanpa batas dari pikiran Saya . Saya
       mengikuti Sang Buddha dan meninggalkan kehidupan rumah tangga.
       Kesadaran penglihatan Saya menjadi cerah dan sempurna, Saya
       memperoleh 'keberanian besar' dan menjadi Arhat . Sebagai salah
       satu murid tua sang Buddha , Saya lahir dari mulut Sang Buddha ,
       secara perubahan bentuk terlahir dari Dharma . Sang Buddha
       bertanya tentang penembusan sempurna . Karena Saya telah
       ditetapkan untuk itu , 'pikiran dan penglihatan memancarkan
       cahaya dan cahaya memancarkan seluruh pengetahuan dan
       penglihatan' adalah 'Cara Utama' . "
       Samantabhadra ( 'Yang Patut Dihormati Semesta') Bodhisattva
       bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha ,
       dan berkata kepada Sang Buddha , " Saya telah menjadi Pangeran
       Dharma dengan banyak Tathagata yang banyakNya seperti butiran
       pasir di sungai Gangga . Para Tathagata dari sepuluh penjuru
       memberitahu murid-murid Mereka yang memiliki akar dari
       Bodhisattva untuk menumbuhkan perilaku 'yang patut dihormati
       semesta' , yang dinamakan kepada Saya . Bhagawan , Saya
       menggunakan pikiran Saya untuk mendengarkan dan membedakan
       pengetahuan dan pandangan dari para makhluk . Di daerah lain
       banyak alam jauh yang jumlahnya seperti butiran pasir di sungai
       Gangga , untuk setiap makhluk yang memutuskan untuk
       mempraktekkan perilaku Samantabhadra , Saya langsung menaiki
       Gajah enam gading Saya dan menciptakan ratusan ribu penggandaan
       tubuh yang pergi ke tempat-tempat itu . Meskipun rintangan
       mereka mungkin begitu berat sehingga mereka tidak bisa melihat
       Saya , Saya diam-diam menggosok usnisa kepala mereka ,
       melindungi dan menghibur mereka , dan membantu mereka berhasil.
       Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna . Sebab dasar
       yang Saya bicarakan adalah 'mendengar dengan pikiran, membedakan
       dengan nyaman , dan memancarkan cahaya' . ini adalah 'Cara
       Utama' . "
       Sundarananda bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki
       Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , " Ketika Saya
       pertama kali meninggalkan rumah dan mengikuti Sang Buddha masuk
       ke sang Jalan , Saya menerima ajaran lengkap , tapi pikiran Saya
       selalu terlalu berhamburan berpencar saat Samadhi , dan Saya
       tidak bisa mencapai keadaan dari 'tidak memiliki arus
       perpindahan keluar' . Bhagawan mengajarkan Kaushthila dan Saya
       untuk merenungkan bintik putih di ujung hidung Kami . Dari
       petama kali, Saya merenungkan dengan tekun saksama . Setelah
       tiga minggu , Saya melihat bahwa ketika Saya menghirup dan
       menghembus , napas di lubang hidung Saya tampak seperti asap .
       Di bagian dalam, tubuh dan pikiran Saya menjadi terang, dan di
       bagian luar, Saya secara sempurna mengerti bahwa dunia adalah
       seperti kristal , kosong dan murni . Penampakan berasap
       berangsur-angsur menghilang , dan nafas di hidung Saya menjadi
       putih . Pikiran Saya terbuka dan arus perpindahan keluar Saya
       berakhir . Setiap penghirupan dan penghembusan dari nafas diubah
       menjadi cahaya yang menyinari sepuluh penjuru arah , dan Saya
       mencapai Arhat . Bhagawan meramalkan bahwa di masa depan Saya
       akan mendapatkan Bodhi . Sang Buddha bertanya tentang penembusan
       sempurna . 'Saya melakukannya dengan cara dari hilangnya nafas ,
       sampai akhirnya napas memancarkan cahaya dan cahaya itu
       benar-benar sepenuhnya memadamkan arus perpindahan keluar Saya'.
       Itu adalah 'Cara Utama' . "
       Purnamaitreyaniputra bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di
       kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , " Selama
       ribuan kalpa yang luas Saya telah memiliki kefasihan yang tanpa
       halangan . Ketika Saya membicarakan 'penderitaan' dan
       'kekosongan' Saya secara mendalam menembus kedalam 'kenyataan
       terakhir'. Dengan cara yang sama , Saya merasa tidak takut
       ketika Saya memberikan yang halus , ajaran yang indah
       menakjubkan untuk perkumpulan majelis mengenai pintu Dharma
       rahasia dari banyaknya para Tathagata seperti butiran pasir di
       sungai Gangga . Bhagawan mengetahui bahwa Saya memiliki
       kefasihan besar , dan , dengan menggunakan suaraNya untuk
       memutar roda Dharma , mengajarkan Saya untuk menyebarkan Dharma
       . Saya mengikuti Sang Buddha untuk membantuNya memutar roda
       Dharma . Saya mencapai Arhat karena Auman SingaNya itu .
       Bhagavan menetapkan Saya sebagai yang paling utama dalam
       berbicara Dharma . Sang Buddha bertanya tentang penembusan
       sempurna . 'Saya menggunakan suara Dharma untuk menundukkan mara
       dan musuh dan mencairkan arus perpindahan keluar Saya'. Itu
       adalah 'Cara Utama' . "
       Upali bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang
       Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , " Saya mengikuti sang
       Buddha secara pribadi ketika Dia meninggalkan kota dan
       meninggalkan kehidupan rumah tangga. Saya mengamati sang
       Tathagata bertahan enam tahun dari pertapaan yang rajin . Saya
       melihat sang Tathagata menundukkan semua iblis , dan penganut
       jalan luar dan menjadi terbebaskan dari semua arus perpindahan
       keluar yang berdasarkan nafsu keinginan duniawi dan keserakahan
       . Saya mendasari diri Saya pada petunjuk ajaran sang Buddha ,
       mencakup tiga ribu sikap yang agung dan delapan puluh ribu aspek
       halus sampai 'karma sifat alami dan karma pengekang' Saya
       menjadi murni. Tubuh dan pikiran Saya menjadi hening tenang ,
       dan Saya mencapai Arhat . Dalam perkumpulan majelis sang
       Tathagata , Saya merekam peraturan yang mengatur disiplin . Sang
       Buddha sendiri menetapkan pikiran Saya yang menjunjung tinggi
       ajaran dan pengolahan budidaya asli Saya pada mereka . Saya
       dianggap sebagai pemimpin dari perkumpulan majelis. Sang Buddha
       bertanya tentang penembusan sempurna . 'Saya mendisiplinkan
       tubuh sampai mencapai kemudahan dan kenyamanan . Lalu Saya
       mendisiplinkan pikiran sampai mencapai kejelasan penembusan .
       Setelah itu , tubuh dan pikiran mengalami ketajaman yang kuat
       dan penyerapan yang menyeluruh'. Itu adalah 'Cara Utama' . "
       Mahamaudgalyayana bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di
       kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , " Suatu saat
       ketika Saya sedang berada di jalan melakukan pindapatta
       disekeliling , Saya bertemu tiga Kashyapa bersaudara - Uruvilva
       , Gaya , dan Nadi yang mengumumkan kepada Saya prinsip yang
       mendalam dari sang Tathagata pada penyebab dan kondisi . Saya
       segera melahirkan tekad dan memperoleh pemahaman yang besar .
       Sang Tathagata menerima Saya , Saya secara spontan dibalut dalam
       kashaya (=jubah Buddha) dan rambut serta jenggot tebal Saya
       jatuh dengan sendirinya . Saya menjelajahi sepuluh penjuru arah
       , tidak memiliki hambatan penghalang . Penembusan batin Saya ,
       yang dihargai sebagai yang tak tertandingi , dan Saya mencapai
       Arhat . Tidak hanya sang Bhagavan , tetapi para Tathagata dari
       sepuluh penjuru memuji kekuatan batin Saya sebagai yang sangat
       jelas dan murni , penuh keahlian , dan tak kenal takut . Sang
       Buddha bertanya tentang penembusan sempurna . 'Dengan cara tak
       henti-hentinya memperhatikan yang mendalam , cahaya terang dari
       pikiran Saya terungkap , seperti air menjadi jernih ketika
       lumpur mengendap . Akhirnya pikiran Saya menjadi murni dan
       berkilau' . Itu adalah 'Cara Utama' . "
       Ucchushma ('Kepala Api') datang kehadapan sang Buddha , menutup
       telapak tanganNya beranjali , menunduk di kaki Sang Buddha , dan
       berkata kepadaNya , "Saya masih ingat berapa banyak ribuan kalpa
       yang lalu Saya dipenuhi dengan nafsu keserakahan yang berlebihan
       dan nafsu keinginan . Sang Buddha yang bernama Sunyaraja ('Raja
       Kekosongan') berada di dunia , dan Dia mengatakan bahwa
       orang-orang dengan terlalu banyak nafsu keinginan berubah
       menjadi amukan api yang besar . Dia mengajarkan Saya untuk
       merenungkan 'kesejukan dan kehangatan' yang ditemukan diseluruh
       tubuh Saya, kemudian 'cahaya batin suci' bersatu dalam diriKu
       dan mengubah pikiran nafsu berlebihan Saya ke dalam 'api
       kebijaksanaan'. Setelah itu , semua Buddha merujuk kepada Saya
       dengan nama 'Kepala Api' . Karena kekuatan Agniprabha Samadhi
       ('Pemusatan Pikiran Cahaya Api'), Saya mencapai Arhat . Saya
       melakukan Maha Pranidhana ('Sumpah Besar Agung') bahwa ketika
       setiap Buddha menyelesaikan sang Jalan , Saya akan menjadi
       seorang Vira Ksatria ('Pejuang Kuat') dan sendiri menundukkan
       kebencian mara ' . Sang Buddha bertanya tentang penembusan
       sempurna . 'Saya menggunakan perenungan yang penuh perhatian
       pada efek dari panas dalam tubuh dan pikiran Saya' sampai itu
       menjadi tak terhalang dan menembus dan semua arus perpindahan
       keluar Saya dimusnahkan . Saya menghasilkan nyala lautan api
       kecemerlangan dan naik menuju pencerahan . Itu adalah 'Cara
       Utama' . "
       Dharanimdhara Bodhisattva ('Mahluk Bodhi Penjaga Bumi') bangkit
       dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha , dan
       berkata kepada Sang Buddha , " Saya ingat ketika Samantaprabha
       Tathagata ('Tathagata Cahaya Semesta') muncul di dunia di masa
       lalu . Saya adalah seorang Bhiksu yang terus-menerus bekerja
       pada meratakan jalan-jalan utama , pendaratan kapal , dan
       tempat-tempat yang berbahaya di tanah , di mana kerusakan itu
       mungkin menghambat atau membahayakan kereta kuda . Saya
       melakukan segalanya dari membangun jembatan untuk mengangkut
       pasir . Sepanjang kemunculan para Buddha yang tak terbatas
       jumlahNya di dunia, Saya rajin dalam kerja keras ini . Jika ada
       orang yang menunggu di dekat dinding dan gerbang kota yang
       membutuhkan seseorang untuk membawa barang-barang mereka , Saya
       akan membawa nya sampai ke tujuan mereka , mengatur segalanya ,
       dan pergi tanpa mengambil imbalan apapun. Ketika Vipashyin
       Buddha muncul di dunia , ada kelaparan luas . Saya akan membawa
       orang-orang di belakang pundak Saya , dan tidak peduli seberapa
       jauh jarak itu, Saya akan menerima hanya satu koin kecil . Jika
       ada sebuah gerobak sapi terjebak dalam lumpur , Saya akan
       menggunakan kekuatan batin Saya untuk mendorong roda keluar dan
       mengatasi kesulitan tersebut . Setelah raja meminta Sang Buddha
       untuk menghadiri pesta vegetarian . pada saat itu , Saya
       melayani Sang Buddha dengan meratakan jalan bagi Dia ketika Dia
       pergi . Vipashyin Tathagata menggosok Usnisa ('Mahkota Kepala')
       Saya dan berkata , 'Anda harus meratakan dasar pikiran Anda ,
       maka segala sesuatu di dunia ini akan menjadi rata . ' Segera
       pikiran Saya terbuka dan Saya melihat bagaimana unsur tanah bumi
       yang menyusun tubuh Saya sendiri adalah tidak berbeda dari semua
       unsur tanah bumi yang membentuk dunia . Unsur-unsur dari debu
       ini tidak bertentangan dengan sifat alami Kita , ke pokok yang
       bahkan tidak pisau dari pedang bisa melukainya . Didalam sifat
       alami Dharma, Saya terbangun pada kesabaran dengan tiada
       menghasilkan dharma ('gejala kejadian') dan mencapai Arhat .
       PikiranKu telah kembali dan Saya sekarang telah masuk dalam
       jajaran para Bodhisattva . Mendengar bahwa Tathagata
       memberitakan 'Bunga Teratai Yang Indah Menakjubkan' , tingkat
       dari pengetahuan dan penglihatan Buddha , Saya telah ditetapkan
       sebagai yang telah memahami dan seorang pemimpin didalam
       perkumpulan majelis . Sang Buddha bertanya tentang penembusan
       sempurna . Setelah perenungan penuh perhatian pada tubuh dan
       lingkungan , Saya melihat bahwa kedua debu yang mencemarkan
       adalah persis sama . Pada dasarnya semuanya adalah
       Tathagatagarbha , tapi kemudian muncul kepalsuan dan menciptakan
       debu yang mencemarkan . Ketika debu yang mengotori batin itu
       dihilangkan , kebijaksanaan disempurnakan , dan orang
       menyelesaikan Jalan Yang tak tertandingi . Itu adalah 'Cara
       Utama' . "
       Sang Bodhisattva, Sang Pemuda Candraprabha ('Cahaya Bulan')
       bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha ,
       dan berkata kepada Sang Buddha , " Saya ingat bahwa pada waktu
       yang telah lama berlalu, melampaui ribuan kalpa sebanyak butiran
       pasir di sungai Gangga , ada seorang Buddha di dunia yang
       bernama Varuna ('Tuhan Air') , yang mengajarkan semua
       Bodhisattva untuk menumbuhkan perenungan air dan memasuki
       Samadhi . Saya merenungkan bagaimana seluruh tubuh intisari
       pokok dari air tidak dalam pertentangan . Saya mulai dengan
       lendir , dahak, air liur, sumsum , dan darah, dan pergi melalui
       urin dan kotoran . Ketika itu diedarkan melalui tubuh Saya ,
       sifat alami air tetap sama . Saya melihat bahwa air di tubuh
       Saya sama sekali tidak berbeda dari yang di dunia luar , bahkan
       di negeri-negeri kerajaan dengan spanduk yang mengambang dengan
       semua lautan dari perairan harum mereka . Pada waktu itu ,
       ketika Saya pertama kali berhasil dalam perenungan air , Saya
       hanya bisa melihat air. Saya masih belum bisa melampaui tubuh
       fisik Saya . Saya adalah seorang Bhiksu kemudian , dan sekali
       ketika Saya masih berada didalam dhyana beristirahat di kamar
       Saya , seorang murid Saya mengintip di jendela dan hanya melihat
       air jernih yang mengisi seluruh ruangan . Dia tidak melihat
       apapun yang lain lagi . Anak itu masih muda , dan tidak
       mengetahui apapun yang lebih baik , ia mengambil ubin dan
       melemparkannya ke dalam air . Itu memukul air dengan 'bunyi
       petikan '. Ia menatap disekitar dan kemudian pergi meninggalkan
       . Ketika Saya keluar dari pemusatan pikiran , Saya tiba-tiba
       menyadari rasa sakit di hati Saya , dan Saya merasa seperti
       Sariputra yang pasti telah merasakan ketika Dia bertemu hantu
       yang kejam . Saya berpikir, ' Saya sudah menjadi Arhat dan telah
       lama sejak meninggalkan kondisi yang membawa pada penyakit .
       Mengapa Saya tiba-tiba memiliki rasa sakit ini dalam hati Saya ?
       Apakah Saya akan kehilangan posisi dari 'tiada kemunduran' ? "
       Saat itu, anak muda itu datang segera kepada Saya dan
       menceritakan apa yang terjadi . Saya cepat-cepat berkata
       kepadanya , ' Bila Anda melihat air lagi , buka pintu ,
       menyebrang ke dalam air , dan angkat ubin itu. ' Anak itu patuh
       , jadi ketika Saya kembali memasuki Samadhi , Ia kembali melihat
       air dan ubin itu juga, membuka pintu , dan membawanya keluar .
       Ketika Saya keluar dari pemusatan pikiran , tubuh Saya telah
       seperti yang sebelum itu. Saya berjumpa para Buddha yang tak
       terbatas dan mengolah budidaya dengan cara itu sampai kedatangan
       Sang Tathagata Sagara-varadhara-buddhi-vikridita-bhijna-raja
       ('Raja Penguasaan Penembusan Gunung dan Laut') . Lalu Saya
       akhirnya tidak memiliki tubuh . Sifat alami Saya dan lautan dari
       perairan wangi sepanjang sepuluh penjuru itu sama persis dengan
       Kekosongan Sejati , tiada duanya atau tanpa perbedaan apapun .
       Sekarang Saya dengan Sang Tathagata dan Saya dikenal sebagai
       Pemuda Murni , dan Saya telah bersama dengan perkumpulan
       Bodhisattva . Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna .
       Melalui sifat alami dari air , Saya menembus ke aliran rasa
       tunggal, memperoleh kesabaran dengan tiada menghasilkan dharma
       ('gejala kejadian') , dan mencapai kesempurnaan Bodhi . Itu
       adalah 'Cara Utama' . "
       Sang Pangeran Dharma, Bodhisattva Vaiduryaprabha ('Cahaya
       Permata Kristal') bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di
       kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , " Saya masih
       bisa mengingat kembali melalui ribuan kalpa sebanyak butiran
       pasir di sungai Gangga sampai waktu seorang Buddha yang bernama
       Anantasvara ('Suara Tak Terbatas'), yang mengajarkan Bodhisattva
       bahwa pencerahan mendasar adalah indah dan cerah . Dia mengajar
       Mereka untuk merenungkan dunia ini dan semua badan fisik makhluk
       sebagai kondisi palsu yang didorong oleh kekuatan angin . Pada
       saat itu , Saya merenungkan posisi dunia , dan saya
       menperhatikan berlalunya waktu di dunia. Saya merenung pada
       pergerakan dan ketenangan tubuh Saya, Saya mempertimbangkan
       kemunculan pikiran didalam pikiran Saya. Tidak ada perbedaan
       diantara semua jenis pergerakan ini; mereka semuanya sama. Saya
       kemudian mengerti bahwa sifat alami dari pergerakan tidak datang
       dari manapun , juga tidak pergi ke manapun . Setiap unsur bahan
       tunggal disepanjang sepuluh penjuru arah dan setiap makhluk yang
       tertipu adalah dari kepalsuan kosong yang sama . Pada akhirnya
       makhluk di setiap dunia dari Trisuhasramahasahasralokadhatu
       ('tiga ribu besar ribuan besar sistem dunia') yang seperti
       begitu banyaknya nyamuk tinggal didalam wadah , berdengung sama
       yang membosankan . Tertangkap didalam beberapa inci persegi ,
       dengungan mereka dibangun hingga lambat laun menjadi keras yang
       menjengkelkan . Tidak lama setelah Saya berjumpa sang Buddha ,
       Saya mencapai kesabaran dengan tiada keberadaan makhluk dan
       tiada dharma . PikiranKu kemudian terbuka, dan Saya bisa melihat
       Negeri dari sang Buddha yang tidak bergerak di timur . Saya
       menjadi Pangeran Dharma dan melayani para Buddha dari sepuluh
       penjuru . Tubuh dan pikiran Saya memancarkan cahaya yang membuat
       mereka benar-benar sepenuhnya 'jelas' dan 'tembus-pandang'. Sang
       Buddha bertanya tentang penembusan sempurna. Saya merenungkan
       kekuatan angin sebagai yang tiada apapun untuk diandalkan ,
       terbangun dengan hati Bodhi dan memasuki Samadhi , menghubungkan
       dengan yang tunggal , hati indah menajubkan yang dipancarkan
       oleh semua Buddha dari sepuluh penjuru . Itu adalah 'Cara Utama'
       . "
       Akasagarbha ( 'Gudang Kekosongan' ) Bodhisattva bangkit dari
       tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha , dan berkata
       kepada Sang Buddha , " Sang Tathagata dan Saya mencapai tubuh
       yang tak terbatas ketika dengan Dipankara Buddha ('Buddha
       Pembawa Cahaya Lampu')  . Pada waktu itu Saya memegang di tangan
       Saya empat mutiara besar yang berharga , yang bersinar di
       Buddha-ksetra sebanyak butiran terkecil atom dari alam semesta
       di sepuluh penjuru , mengubah wujudnya menjadi kekosongan .
       Didalam pikiran Saya ada muncul yang besar , cermin yang
       sempurna dan dari itu mengeluarkan sepuluh jenis dari yang halus
       , cahaya indah menakjubkan yang berharga dicurahkan ke sepuluh
       penjuru arah ke batas terjauh dari kekosongan . Semua wilayah
       kerajaan yang dihiasi dengan spanduk tercermin dalam cermin ini
       dan melewati tubuh Saya. Hubungan timbal-balik ini benar-benar
       tanpa hambatan , karena tubuh Saya seperti kekosongan . Karena
       pikiran Saya telah menjadi benar-benar sepenuhnya sesuai , Saya
       bisa masuk dengan mudah sebanyak negara yang seperti butiran
       terkecil atom dari alam semesta dan bisa melakukan pekerjaan
       Buddha dalam skala luas. Saya mencapai kekuatan batin yang besar
       ini dari merenungkan secara rinci bagaimana empat unsur tanpa
       ketergantungan apapun; bagaimana kemunculan dan kelenyapan
       pikiran palsu tidak berbeda dari kekosongan ; bagaimana semua
       Buddhaksetra pada dasarnya adalah sama. Setelah Saya menyadari
       ciri khas ini , Saya memperoleh kesabaran dengan tidak adanya
       makhluk dan tidak adanya dharma ('gejala kejadian'). Sang Buddha
       bertanya tentang penembusan sempurna. Saya menggunakan
       perenungan ketidakterbatasan dari kekosongan untuk memasuki
       Samadhi dan mencapai kekuatan yang luar biasa menakjubkan dan
       kejelasan yang sempurna . Itu adalah 'Cara Utama' . "
       Maitreya ('Cinta Kasih') Bodhisattva bangkit dari tempat
       dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha , dan berkata kepada
       Sang Buddha , " Saya ingat ketika , sebanyak ribuan kalpa yang
       lalu seperti butiran terkecil atom dari alam semesta , seorang
       Buddha bernama Candra-surya-pradipa ('Cahaya matahari dan
       bulan') muncul di dunia . Mengikuti Buddha itu Saya meninggalkan
       kehidupan rumah , namun Saya sangat berbuat untuk ketenaran
       duniawi dan suka bergaul dengan orang dari keluarga yang baik.
       Kemudian sang Bhagavan mengajari Saya untuk berlatih hanya pada
       Kesadaran Pemusatan Pikiran , dan Saya memasuki Samadhi itu.
       Selama banyak ribuan kalpa Saya telah menggunakan Samadhi itu
       ketika Saya melayani banyak Buddha yang seperti butiran pasir di
       sungai Gangga . Pencarian Saya yang demi nama dan ketenaran
       duniawi benar-benar berhenti sepenuhnya dan tidak pernah timbul
       lagi. Ketika Dipankara Buddha muncul di dunia , Saya akhirnya
       menyelesaikan yang tak tertandingi , yang indah sempurna Samadhi
       dari Kesadaran .Saya meneruskan , sampai ke akhir dari ruang
       angkasa kosong , semua wilayah dari Tathagata , apakah murni
       atau tercemar , ada atau tidak ada, adalah perubahan wujud yang
       muncul dari pikiran Saya sendiri . Bhagawan , karena Saya
       memahami hanya pada Kesadaran , yang tak terbatas para Tathagata
       mengalir keluar dari sifat alami kesadaran ini. Sekarang Saya
       telah menerima Vyakarana ('Ramalan penetapan') bahwa Saya yang
       akan berikutnya untuk mengambil tempat Sang Buddha . Sang Buddha
       bertanya tentang penembusan sempurna . Saya sangat penuh
       semangat merenungkan sepuluh penjuru sebagai yang berasal hanya
       dari kesadaran. Ketika kesadaran sempurna dan cerah , Orang
       menyempurnakan kebijaksanaan yang mengetahui Kenyataan Terakhir
       . Orang meninggalkan ketergantungan pada orang lain dan
       kemelekatan pada perhitungan yang terus-menerus dan mencapai
       kesabaran dengan ketiadaan makhluk dan ketiadaan dharma . Itu
       adalah 'Cara Utama' . "
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/mahastamaprapta.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/mahastamaprapta.jpg.html
       ( Khotbah Sang Maha-stamaprapta Bodhisattva untuk menjadi penuh
       kesadaran terhadap Buddha )[/center]
       Pangeran Dharma Mahastamaprapta ( 'Mencapai Kekuatan Besar' ) ,
       bersama-sama dengan lima puluh dua rekan Bodhisattva , bangkit
       dari kursi Mereka , membungkuk di kaki Sang Buddha , dan berkata
       kepada Sang Buddha :
       " Saya ingat ketika , sebanyak ribuan kalpa yang lalu seperti
       butiran pasir di Sungai Gangga , ada Seorang Buddha yang bernama
       Amitabha ('Cahaya Tanpa Batas') muncul di dunia . Selama kalpa
       yang sama , ada dua belas Tathagata berturut-turut , yang
       terakhir di antaraNya bernama candra-surya-tara-prabha('Cahaya
       Melampaui Matahari dan Bulan') Buddha. Para Buddha itu
       mengajarkan Saya 'Buddha-smrti Samadhi' ('Pemustan Pikiran Penuh
       Kesadaran Terhadap Buddha') : Misalkan ada dua orang , satu di
       antaranya selalu ingat yang lain , sementara yang lain telah
       sepenuhnya lupa tentang yang pertama. Bahkan jika dua orang ini
       bertemu atau melihat satu sama lain, itu akan menjadi sama
       seperti tidak bertemu atau melihat satu sama lain . Di sisi lain
       , jika dua orang mengembangkan ingatan yang kuat satu sama lain
       , maka dalam kehidupan demi kehidupan , mereka akan bersama-sama
       seperti obyek dan bayangannya , dan mereka tidak akan pernah
       dipisahkan . Para Tathagata dari sepuluh penjuru dengan lembut
       penuh kesadaran terhadap makhluk hidup seperti seorang ibu
       mengingat anaknya . Tapi jika anak kabur melarikan diri , apa
       gunanya kekhawatiran ibu ? Namun, jika anak ingat ibunya di cara
       yang sama bahwa ibu mengingat anaknya , maka dalam kehidupan
       setelah kehidupan ibu dan anak tidak akan pernah berjauhan .
       Jika makhluk hidup mengingat Buddha dan sadar pada Buddha ,
       mereka pasti akan melihat sang Buddha sekarang dan di masa depan
       . menjadi dekat pada sang Buddha , bahkan tanpa bantuan jalan
       bijaksana , hati mereka akan terbuka dengan sendirinya . Itu
       seperti orang yang , setelah wangi oleh dupa , membawa wewangian
       itu di tubuhnya . Itu disebut perhiasan wewangian dan cahaya .
       Pada dasar sebab-musabab , Saya menggunakan perenungan terhadap
       Buddha untuk bersabar dengan tiada kemunculan dari kedua
       'makhluk dan dharma ('gejala kejadian')' . Sekarang di dunia ini
       Saya mengumpulkan semua orang-orang yang penuh kesadaran akan
       Buddha , dan Saya membawa mereka kembali ke Tanah Suci . Sang
       Buddha bertanya tentang penembusan sempurna . Saya akan memilih
       tidak lain berkumpul di enam  organ indera melalui kesadaran
       penuh yang murni secara terus menerus pada Buddha untuk
       memperoleh Samadhi . Itu adalah 'Cara Utama' . "
       " Jika makhluk hidup mengingat Buddha dan sadar pada Buddha ,
       mereka pasti akan melihat sang Buddha sekarang dan di masa depan
       . Menjadi dekat dengan sang Buddha , bahkan tanpa bantuan jalan
       bijaksana , mereka akan terbangun dengan sendirinya . Ini adalah
       seperti seseorang yang setelah wangi oleh dupa , membawa
       wewangian itu di tubuhnya . Itu disebut perhiasan wewangian dan
       cahaya . Pada pokok sebab-musabab , melalui kebajikan dari
       perenungan penuh perhatian terhadap Buddha , Saya telah mencapai
       'Kesabaran Yang Tidak Diciptakan' . Sekarang di dunia ini Saya
       mengumpulkan semua orang-orang yang penuh kesadaran akan Buddha
       , dan Saya membawa mereka kembali ke Tanah Suci . Sang Buddha
       bertanya tentang penembusan sempurna .Saya akan memilih tidak
       lain berkumpul di enam  organ indera melalui kesadaran penuh
       yang murni secara terus menerus pada Buddha untuk memperoleh
       Samadhi . Itu adalah 'Cara Utama' . "
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Avalokitesvara.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Avalokitesvara.jpg.html
       ( Pintu Gerbang Dharma Avalokiteshvara - Tercerahkan melalui
       pintu gerbang telinga )[/center]
       Kemudian Avalokitesvara ( 'Perenung Suara Dunia' ) Bodhisattva
       bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha ,
       dan berkata kepada Sang Buddha :
       " Bhagawan , Saya ingat ketika , sebanyak ribuan kalpa yang lalu
       seperti butiran pasir di sungai Gangga , ada seorang Buddha di
       dunia yang bernama Avalokitesvara ('Perenung Suara Dunia') .
       Saya membangkitkan hati Bodhi ketika dengan Buddha itu, yang
       mengajarkan Saya untuk memasuki Samadhi melalui proses dari
       mendengar dan memikirkan. "
       " Awalnya, Saya masuk ke dalam aliran dari pendengaran dan
       melupakan tempat masuk . Karena 'kedua tempat itu dan tempat
       masuk' adalah sunyi tenang , dua ciri sifat dari pergerakan dan
       keheningan membatalkan satu sama lain dan tidak muncul. Setelah
       itu , secara bertahap maju, 'pendengaran dan apa yang terdengar'
       keduanya menghilang . Setelah pendengaran berakhir , tidak ada
       yang diandalkan, dan kedua 'kesadaran dan objek benda tujuannya'
       menjadi kosong . Ketika kekosongan dari kesadaran akhirnya
       disempurnakan , 'kekosongan dan apa yang sedang dikosongkan'
       kemudian juga menjadi berhenti . Dengan perginya 'kemunculan dan
       penghentian' , keheningan-tenang Nirvana terungkap . "
       " Tiba-tiba Saya melampaui 'yang duniawi dan yang sukar
       dipahami' , dan kecerahan yang sempurna menyebar luas menguasai
       seluruh sepuluh penjuru arah . Saya memperoleh 'dua keadaan
       tertinggi' . Pertama, Saya menyatukan yang di atas dengan 'dasar
       pikiran indah menakjubkan yang tercerahkan dari semua Buddha
       dari sepuluh penjuru' , dan memperoleh kekuatan kasih sayang
       yang sama dengan semua Buddha , Tathagata . Kedua, Saya
       menyatukan yang di bawah ini dengan semua makhluk di enam jalur
       , dan mendapatkan perhatian yang baik bagi semua makhluk hidup .
       "
       " Bhagawan , karena Saya melayani dan membuat persembahan kepada
       Avalokitesvara Tathagata , Saya menerima dari Tathagata itu
       sebuah pengiriman dari Vajra Samadhi dari Semua mahluk menjadi
       seperti khayalan ilusi seperti Seseorang 'Menjadi Terserap
       Dengan Pendengaran' dan 'Mengolah Budidaya Pendengaran' . Karena
       Saya mendapatkan kekuatan kasih sayang yang sama dengan semua
       Buddha, Tathagata , Saya mencapai tiga puluh dua tanggapan tubuh
       dan memasuki semua wilayah . "
       [1]" Bhagawan , jika Bodhisattva memasuki Samadhi dan berkembang
       maju dalam pengolahan budidaya Mereka sampai Mereka mengakhiri
       arus perpindahan keluar dan menampilkan kesempurnaan dari
       pemahaman unggul, Saya akan muncul dalam tubuh seorang Buddha
       dan berbicara Dharma untuk Mereka , menyebabkan Mereka untuk
       mencapai Pembebasan . "
       [2]" Jika Mereka yang sedang belajar adalah hening tenang dan
       memiliki kejelasan yang indah dan menampilkan kesempurnaan dari
       keindahan yang unggul, Saya akan muncul dihadapan Mereka dalam
       tubuh seorang 'Pratyekabuddha yang tercerahkan sendiri' dan
       berbicara Dharma untuk Mereka , menyebabkan Mereka untuk
       mencapai Pembebasan . "
       [3]" Jika Mereka yang sedang belajar telah memutuskan dua belas
       kondisi sebab-musabab , dan , setelah memutuskan kondisi itu ,
       mengungkapkan sifat alami tertinggi , dan menampilkan
       kesempurnaan dari keindahan , Saya akan muncul dihadapan Mereka
       dalam tubuh seorang 'Pratyekabuddha yang Tercerahkan dengan
       Kondisi' dan berbicara Dharma untuk Mereka , menyebabkan Mereka
       untuk mencapai Pembebasan . "
       [4]" Jika Mereka yang sedang belajar telah mencapai kekosongan
       dari Empat Kesunyataan Mulia , dan, melalui mengolah budidaya
       Jalan itu , bisa memasuki keheningan-tenang dan menampilkan
       kesempurnaan sifat alami yang indah , Saya akan muncul dihadapan
       Mereka dalam tubuh seorang Sravaka dan berbicara Dharma untuk
       Mereka, menyebabkan Mereka untuk mencapai Pembebasan . "
       [5]" Jika mahluk ingin memiliki pikiran yang jelas dan yang
       terbangun dan jadi tidak memanjakan keinginan duniawi , yang
       ingin memurnikan tubuh mereka , Saya akan muncul dihadapan
       mereka dalam tubuh seorang Brahma-Raja dan berbicara Dharma
       untuk mereka , menyebabkan mereka untuk mencapai Pembebasan . "
       [6]" Jika mahluk ingin menjadi penguasa surga dan memimpin
       makhluk surga , Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh
       seorang Shakra dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan
       mereka untuk mencapai keinginan mereka . "
       [7]" Jika mahluk ingin mencapai penguasaan tubuh diri dan untuk
       menjelajah seluruh sepuluh penjuru , Saya akan muncul dihadapan
       mereka dalam tubuh seorang Isvara-deva ('Dewa dari Surga
       Penguasaan diri') dan berbicara Dharma untuk mereka ,
       memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "
       [8]" Jika mahluk ingin mencapai penguasaan tubuh diri dan
       terbang melalui ruang angkasa, Saya akan muncul dihadapan mereka
       dalam tubuh seorang Mahamahesvara-deva ('Dewa dari Surga Besar
       Penguasaan diri') dan berbicara Dharma untuk mereka ,
       memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "
       [9]" Jika mahluk gemar memerintah hantu dan roh untuk
       menyelamatkan dan melindungi bangsa mereka , Saya akan muncul
       dihadapan mereka dalam tubuh seorang Jenderal Besar Senapati dan
       berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk
       mencapai keinginan mereka . "
       [10]" Jika mahluk ingin memerintah dunia untuk melindungi
       makhluk , Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang
       dari Caturmaharajika ('Empat Raja Surga Langit') dan berbicara
       Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai
       keinginan mereka . "
       [11]" Jika mahluk menikmati dilahirkan di istana surga dan
       memerintah hantu dan roh , Saya akan muncul dihadapan mereka
       dalam tubuh seorang pangeran dari kerajaan dari Empat Raja Surga
       Langit dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka
       untuk mencapai keinginan mereka . "
       [12]" Jika mahluk ingin menjadi raja manusia, Saya akan muncul
       dihadapan mereka dalam tubuh seorang raja manusia dan berbicara
       Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai
       keinginan mereka . "
       [13]" Jika mahluk menikmati menjadi kepala suku yang orang-orang
       dari seluruh dunia menaruh hormat dan berserah , Saya akan
       muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang Grhapati ('Tetua
       yang dihormati') dan berbicara Dharma untuk mereka ,
       memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "
       [14]" Jika mahluk senang dalam membahas kunggulan yang bermutu
       dan menjaga diri mereka luhur dan murni, Saya akan muncul
       dihadapan mereka dalam tubuh seorang Upasaka dan berbicara
       Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai
       keinginan mereka . "
       [15]" Jika mahluk menikmati memerintah negara dan penanganan
       urusan negara , Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh
       seorang pejabat dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan
       mereka untuk mencapai keinginan mereka . "
       [16]" Jika makhluk menyukai ramalan dan mantra-mantra dan ingin
       menjaga dan melindungi diri mereka sendiri , Saya akan muncul
       dihadapan mereka dalam tubuh seorang Brahmana dan berbicara
       Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai
       keinginan mereka . "
       [17]" Jika pria yang gemar belajar dan ingin meninggalkan
       kehidupan rumah dan menjunjung tinggi ajaran dan aturan , Saya
       akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang Bhiksu dan
       berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk
       mencapai keinginan mereka . "
       [18]" Jika wanita yang gemar belajar dan ingin meninggalkan
       kehidupan rumah dan melakukan sila murni, Saya akan muncul
       dihadapan mereka dalam tubuh seorang Bhikshuni dan berbicara
       Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai
       keinginan mereka . "
       [19]" Jika pria senang dalam menegakkan lima sila , Saya akan
       muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang Upasaka dan
       berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk
       mencapai keinginan mereka ."
       [20]" Jika wanita ingin melakukan lima sila , Saya akan muncul
       dihadapan mereka dalam tubuh seorang Upasika dan berbicara
       Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai
       keinginan mereka . "
       [21]" Jika wanita ingin mengatur urusan bagian dalam dari rumah
       tangga atau negara , Saya akan muncul dihadapan mereka dalam
       tubuh seorang ratu , putri bangsawan , atau pengajar putri
       istana dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka
       untuk mencapai keinginan mereka . "
       [22]" Jika pemuda ingin tetap suci murni , Saya akan muncul
       dihadapan mereka dalam tubuh seorang pemuda yang tidak kawin dan
       berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk
       mencapai keinginan mereka . "
       [23]" Jika gadis ingin tetap perawan dan tidak ingin menikah ,
       Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang gadis
       perawan dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka
       untuk mencapai keinginan mereka . "
       [24]" Jika makhluk surga ingin melarikan diri dari takdir surga
       mereka , saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang
       dewa dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka
       untuk mencapai keinginan mereka . "
       [25]" Jika naga ingin menghentikan nasib mereka dari menjadi
       naga , Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang
       naga dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka
       untuk mencapai keinginan mereka . "
       [26]" Jika yaksha ingin keluar dari nasib mereka saat ini, Saya
       akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang yaksha dan
       berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk
       mencapai keinginan mereka . "
       [27]" Jika gandharva ingin dibebaskan dari nasib mereka , Saya
       akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang gandharva dan
       berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk
       mencapai keinginan mereka . "
       [28]" Jika asura ingin dibebaskan dari nasib mereka , Saya akan
       muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang asura dan berbicara
       Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai
       keinginan mereka . "
       [29]" Jika kinnara ingin mengatasi nasib mereka , Saya akan
       muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang kinnara dan
       berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk
       mencapai keinginan mereka . "
       [30]" Jika mahoraga ingin dibebaskan dari nasib mereka , Saya
       akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang mahoraga dan
       berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk
       mencapai keinginan mereka . "
       [31]" Jika manusia menyukai menjadi manusia dan mengolah
       budidaya , Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang
       manusia dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka
       untuk mencapai keinginan mereka . "
       [32]" Jika mahluk bukan manusia , baik yang dengan bentuk atau
       yang tanpa bentuk, baik yang dengan pikiran atau yang tanpa
       pikiran , lama untuk dibebaskan dari nasib mereka , Saya akan
       muncul dihadapan mereka dalam tubuh seperti mereka dan berbicara
       Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai
       keinginan mereka . "
       " Ini disebut yang murni menakjubkan tiga puluh dua tanggapan
       tubuh yang masuk ke dalam semua wilayah . Mereka datang menjadi
       ada melalui kekuatan indah menakjubkan yang tanpa kesukaran dan
       penguasaan diri dari Samadhi dari 'Menjadi Terserap Dengan
       Pendengaran' dan 'Mengolah Budidaya Pendengaran' . "
       " Bhagawan , juga karena kekuatan indah menakjubkan yang tanpa
       kesukaran dari Vajra Samadhi ini dari Menjadi Terserap Dengan
       Pendengaran' dan 'Mengolah Budidaya Pendengaran, Saya memiliki
       belas kasihan yang baik untuk semua makhluk di enam jalur
       sepanjang sepuluh penjuru dan tiga periode waktu . Berdasarkan
       pencapaian tubuh dan batin Saya, Saya bisa menyebabkan makhluk
       yang berjumpa tubuh Saya untuk menerima jasa kebajikan dari
       empat belas jenis keberanian . "
       " Pertama : Karena Saya tidak merenungkan suara mereka sendiri ,
       melainkan perenung , Saya dapat membolehkan makhluk di sepanjang
       sepuluh penjuru arah yang menderita dan yang dalam kesusahan
       untuk mencapai pembebasan melalui merenungkan suara mereka dari
       mengucapkan nama Saya .
       " Kedua : . Karena Saya mampu membalikkan pengetahuan dan
       pandangan Saya dalam hati , Saya bisa menjaga makhluk yang
       terjebak didalam api yang berkobar dari terbakar "
       " Ketiga : . Karena Saya mampu membalikkan perenungan Saya dan
       mendengarkan dalam hati , Saya bisa menjaga makhluk yang
       menggelepar di dalam air dari tenggelam "
       " Keempat , Karena pikiran palsu Saya terputuskan dan pikiran
       Saya adalah tanpa pikiran membunuh atau melukai , Saya bisa
       menjaga makhluk yang memasuki wilayah hantu dari dibahayakan . "
       " Kelima : Karena Saya meresap menembus dengan pendengaran dan
       telah menyadari apa itu pendengaran , sehingga enam organ indera
       telah dilarutkan dan kembali menjadi sama persis dengan
       pendengaran , Saya bisa menjaga makhluk dari terluka , dengan
       menyebabkan pisau menjadi pecah berkeping-keping . Saya dapat
       menyebabkan pedang-pedang menjadi tidak memiliki efek tidak
       lebih daripada jika mereka mengiris ke dalam air , atau jika
       satu orang memukul cahaya. "
       #Post#: 94--------------------------------------------------
       Re: Suramgama Usnisa Sitatapatra Mahayana Suttram
       By: ajita Date: November 11, 2016, 8:11 am
       ---------------------------------------------------------
       " Keenam : Karena pendengaran Saya telah menjadi menyerap
       menembus dan kekuatan pokok Saya terang, cahaya menyebar
       meliputi Dharma-dhatu sehingga sama sekali tidak ada kegelapan
       yang tersisa. Lalu Saya bisa menjaga makhluk aman dari para
       yaksha, rakshasa , kumbhanda , pishacha , dan putana dengan
       menyebabkan hantu itu untuk menjadi tidak dapat melihat mereka
       bahkan jika mereka datang dekat dengan mereka. "
       " Ketujuh : Karena 'sifat alami dari suara' telah benar-benar
       sepenuhnya larut mencair dan melalui 'perenungan pendengaran
       Saya' telah kembali ke pendengaran itu sendiri , meninggalkan
       keterlibatan dengan 'objek indera yang palsu dan kotor' , Saya
       bisa membebaskan makhluk dari kuncian 'ikatan papan hukuman dan
       belenggu' "
       " Kedelapan : Ketika 'suara' hilang dan 'pendengaran'
       disempurnakan , 'kekuatan yang meresap kesemua dari belas kasih'
       muncul , dan Saya menjaga makhluk yang bepergian di jalan yang
       berbahaya dari dirampok oleh perampok "
       " Kesembilan : Ketika pendengaran meresap menembus , pemisahan
       dari 'objek yang mengotori batin' terjadi sehingga 'bentuk'
       tidak lagi bertindak sebagai 'pencuri'. Kemudian Saya dapat
       menyebabkan dengan keinginan kuat untuk meninggalkan
       'keserakahan' dan 'nafsu keinginan' jauh di belakang. "
       " Kesepuluh : . Ketika 'suara' adalah murni sehingga tidak ada
       'objek yang mengotori batin' , 'organ indera dan keadaan yang
       diluar' sempurna menyatu , dan tiada apapun yang dicocokkan
       untuk yang lain. Kemudian Saya dapat menyebabkan makhluk yang
       penuh kemarahan dan kebencian untuk berhenti menjadi penuh
       kebencian . "
       " Kesebelas : . Ketika 'objek yang mengotori batin' telah
       hilang, cahaya berpilin, dan dharma-dhatu dan tubuh dan pikiran
       adalah seperti kristal , tembus-pandang dan tak terhalang. Lalu
       Saya bisa menyebabkan semua makhluk yang kecerdasannya gelap dan
       kusam yang sifat alami mereka terhalang - semua 'atyantika
       ('kebodohan orang-orang yang tidak percaya')' - untuk selamanya
       terbebas dari kebodohan dan kegelapan batin. "
       " Keduabelas : Ketika 'bentuk' menghilang dan kembali ke
       'pendengaran' , maka yang tak bergerak didalam 'Bodhimandala
       ('keadaan yang abadi dari pencerahan Bodhi')' yang tak bergerak,
       Saya bisa melakukan perjalanan diantara makhluk-makhluk tanpa
       mengganggu apa pun di dunia mereka. Saya bisa pergi melalui
       sepuluh penjuru membuat persembahan kepada banyak para Buddha ,
       Tathagata , yang seperti butiran terkecil atom dari alam semesta
       . Disamping setiap Buddha Saya menjadi Pangeran Dharma , dan
       Saya bisa menyebabkan makhluk yang tidak punya anak di seluruh
       dharma-dhatu yang ingin memiliki anak laki-laki untuk diberkati
       dengan putra yang berjasa , berbudi luhur , dan bijaksana . "
       " Ketiga belas: . Dengan penembusan sempurna pada enam
       organ-indra , 'cahaya dan apa yang diterangi' adalah 'bukan
       dua'. Meliputi sepuluh arah , 'cermin besar yang sempurna'
       berdiri di Tathagata-garbha yang kosong. Saya mewarisi 'rahasia
       pintu Dharma' yang jumlahnya seperti para Tathagata yang
       jumlahNya seperti butiran terkecil atom dari alam semesta
       diseluruh sepuluh penjuru arah , menerima mereka (pimtu Dharma)
       tanpa kehilangan . Saya dapat menyebabkan makhluk yang tidak
       punya anak di seluruh dharma-dhatu yang mencari anak perempuan
       untuk diberkati dengan putri yang cantik, tegak , berbudi luhur
       , dan patuh dan yang setiap orang menghargai dan menghormati . "
       " Keempat belas : Dalam Trisuhasramahasahasralokadhatu dengan
       miliaran matahari dan bulan , sebanyak para Pangeran Dharma
       seperti banyaknya butiran pasir didalam enam puluh dua sungai
       Gangga muncul di dunia, mengolah Dharma , dan bertindak sebagai
       contoh teladan demi mengajar dan mengubah makhluk . Mereka
       mengikuti makhluk dengan cara 'jalan bijaksana yang membantu'
       dan 'kebijaksanaan' , dengan cara yang berbeda untuk
       masing-masing . "
       " Namun , karena Saya telah memperoleh penembusan sempurna pada
       organ indera dan telah menemukan keajaiban dari 'pintu masuk
       telinga', setelah itu 'tubuh dan pikiran Saya' secara halus dan
       secara ajaib termasuk semua dharma-dhatu , Saya dapat
       menyebabkan makhluk yang menjunjung tinggi nama Saya untuk
       memperoleh sebanyak pahala dan kebajikan yang akan diperoleh
       oleh orang yang menjunjung tinggi nama-nama dari para Pangeran
       Dharma yang sebanyak pasir di enam puluh dua sungai Gangga .
       Bhagawan , manfaat kebaikan satu nama Saya adalah sama dengan
       yang banyak nama lain itu, karena dari pengolahan budidaya Saya,
       Saya telah memperoleh penembusan yang benar dan sempurna. Ini
       disebut 'Empat Belas Kekuatan Dari Anugerah Keberanian' ; dengan
       itu, Saya memberkati makhluk hidup " .
       " Selain itu , Bhagawan , karena Saya memperoleh penembusan
       sempurna dan mengolah budidaya pada 'Jalan yang tak tertandingi'
       hingga pencapaian , Saya juga diberkahi dengan 'Empat Kebajikan
       Indah Yang Tak Terbayangkan Dan Yang Tanpa Kesukaran' . "
       " Pertama : karena Saya mencapai keajaiban ajaib dari mendengar
       pikiran , 'intisari pokok dari pikiran' terbebaskan dari 'organ
       dan keadaan dari pendengaran.' Oleh karena itu , tidak ada
       perbedaan antara 'penglihatan', 'pendengaran' , 'perasaan' ,
       'pengetahuan' , dan seterusnya. Pencerahan menjadi tunggal satu
       , perpaduan yang sempurna , pencerahan yang murni dan berharga.
       Untuk alasan itu , Saya bisa mewujudkan banyak penampilan yang
       indah dan dapat menyatakan 'yang tak terbatas mantra suci
       rahasia' . Antara mereka , Saya mungkin muncul dengan satu
       kepala , tiga kepala , lima kepala , tujuh kepala , sembilan
       kepala , sebelas kepala , dan seterusnya , termasuk seratus
       delapan kepala , seribu kepala , sepuluh ribu kepala , atau
       delapan puluh empat ribu kepala vajra , dua lengan , empat
       lengan , enam lengan , delapan lengan , sepuluh lengan, dua
       belas lengan , empat belas , enam belas , delapan belas lengan ,
       atau dua puluh lengan , dua puluh empat lengan, dan seterusnya
       sampai mungkin ada seratus delapan lengan , seribu lengan ,
       sepuluh ribu lengan , atau delapan puluh empat ribu lengan mudra
       , dua mata , tiga mata , empat mata , sembilan mata , dan
       seterusnya termasuk seratus delapan mata , seribu mata , sepuluh
       ribu mata , atau delapan puluh empat ribu mata yang murni dan
       berharga , kadang-kadang penuh kasih , kadang-kadang mengagumkan
       , kadang-kadang dalam Samadhi , terkadang menampilkan
       kebijaksanaan untuk menyelamatkan dan melindungi makhluk hidup
       sehingga mereka dapat mencapai 'penguasaan diri besar' . "
       " Kedua : . Karena pendengaran dan pertimbangan Saya telah lolos
       dari enam obyek yang mengotori batin , seperti suara melewati
       dinding, mereka tidak bisa lagi dihalangi. Untuk alasan itu Saya
       memiliki kemampuan luar biasa untuk mewujudkan bentuk setelah
       bentuk dan membacakan mantra pada mantra . Bentuk-bentuk dan
       mantra ini menghilangkan kekhawatiran para makhluk hidup . Oleh
       karena itu , diseluruh sepuluh penjuru arah , di wilayah
       sebanyak butiran terkecil atom dari alam semesta , Saya dikenal
       sebagai 'Orang yang menganugerahkan tanpa rasa takut' . "
       " Ketiga : . Karena pengolahan budidaya Saya yang mendasar ,
       yang indah , penembusan sempurna dan pemurnian organ indera , di
       mana saja Saya pergi di dunia, Saya dapat membangkitkan makhluk
       untuk mempersembahkan kehidupan dan barang berharga mereka untuk
       mencari belas kasih Saya "
       " Keempat : . Karena Saya mendapatkan pikiran Buddha dan
       ditetapkan sebagai yang telah mencapai tujuan akhir , Saya bisa
       membuat persembahan harta langka kepada para Tathagata dari
       sepuluh penjuru dan kepada semua makhluk yang di enam jalur
       diseluruh dharmadhatu. Jika makhluk mencari pasangan , mereka
       dapat memperoleh pasangan. Jika mereka mencari anak-anak ,
       mereka bisa punya anak. Mencari Samadhi , mereka memperoleh
       Samadhi ; mencari umur panjang , mereka mendapatkan umur panjang
       , dan seterusnya sejauh bahwa jika mereka mencari Nirvana yang
       besar, mereka memperoleh Nirvana besar. "
       " Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna . Dari pintu
       gerbang telinga , Saya memperoleh Samadhi yang sempurna dan
       menerangi yang memungkinkan Saya untuk menanggapi dengan mudah
       pada pikiran makhluk ' . Dengan memasukkan aliran arus kembali
       ke sifat alami dan memperoleh Samadhi , Saya mencapai Bodhi .
       itu adalah 'Cara Utama' . "
       " Bhagawan , Buddha itu, sang Tathagata , memuji Saya sebagai
       yang telah memperoleh dengan baik 'Pintu Dharma dari Penembusan
       Sempurna' . Didalam perkumpulan majelis yang besar Dia
       menganugerahkan 'Vyakarana (Ramalan Penetapan Pencapaian pada
       Bodhi)' kepada Saya dan nama 'Avalokitesvara (Perenung Suara
       Dunia)' . Karena penembusan dan pendengaran Saya menjadi
       sempurna jelas diseluruh sepuluh penjuru arah , nama
       'Avalokitesvara' meliputi semua alam di sepuluh penjuru . "
       Kemudian sang Bhagavan pada Tahta Singa Nya memancarkan secara
       serentak dari lima ujung tubuh Nya sebuah pancaran cahaya yang
       bersinar jauh diseluruh sepuluh penjuru untuk menyucikan 'Usnisa
       (mahkota)' dari banyak Tathagata dan Panggeran Dharma
       Bodhisattva sebanyak butiran debu . Semua para Tathagata itu
       juga memancarkan dari lima ujung tubuh Mereka pancaran cahaya
       yang jumlahnya seperti butiran terkecil atom dari alam semesta
       dan yang datang dari berbagai arah untuk menyucikan mahkota
       Buddha serta mahkota dari semua Bodhisattva agung dan Arahat
       didalam persamuan. Hutan , pohon , kolam , dan telaga semua
       mengumumkan suara Dharma . Cahaya bercampur dan silang-menyilang
       seperti sutra jaring permata . Semua orang dalam persamuan
       majelis yang besar mengalami kejadian ini yang belum pernah
       terjadi sebelumnya dan mencapai Vajra Samadhi. Kemudian surga
       langit menghujani ratusan bunga teratai yang berharga dari
       beraneka gabungan warna biru , kuning, merah , dan putih . Semua
       ruang angkasa di sepuluh penjuru berubah menjadi warna dari
       tujuh permata . Dunia Saha , tanah bumi yang besar itu sendiri
       bersama dengan gunung dan sungai menghilang sama sekali , dan
       semua yang bisa dilihat adalah wilayah yang banyaknya seperti
       butiran terkecil atom dari alam semesta datang bersama sebagai
       satu wilayah . Pujian murni dalam lagu dan nyanyian secara
       spontan terdengar di mana-mana dalam perayaan .
       Kemudian Sang Tathagata berkata kepada Pangeran Dharma Manjusri
       , " Anda sekarang harus merenungkan 'dua puluh lima Bodhisattwa
       besar dan Arahat ini yang adalah di luar penelitian' .
       Masing-masing telah menjelaskan jalan bijaksana awal dalam
       pencapaian nya pada sang Jalan . Semua mengatakan Mereka telah
       mengolah budidaya untuk yang benar dan yang sesungguhnya
       penembusan sempurna . Pengolahan budidaya Mereka adalah sama
       tanpa perbedaan 'lebih besar dan lebih kecil' atau 'sebelumnya
       dan kemudian' . Sekarang Saya ingin untuk menyebabkan Ananda
       menjadi tercerahkan , dan jadi Saya bertanya mana dari dua puluh
       lima praktek yang tepat untuk organ indera Dia , dan yang akan
       menjadi , setelah Parinirvana Saya, pintu bijaksana yang
       termudah bagi makhluk dunia ini untuk masuk untuk mencapai
       kendaraan Bodhisattva dan mencari jalan yang tak tertandingi . "
       Sang Panggeran Dharma, Manjushri , menerima ajaran welas asih
       dari sang Buddha , bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di
       kaki Sang Buddha , dan , mendasarkan diriNya pada keagungan dan
       kesucian sang Buddha, berbicara syair gatha kepada Sang Buddha :
       "Lautan pencerahan didalam sifat alaminya adalah sempurna dan
       jelas .
       Sempurna Lengkap , Bodhi yang nyata adalah sumber keajaibannya .
       Tapi ketika Kecerahan dasar bersinar sehingga objek benda muncul
       ,
       Dengan adanya obyek , sifat alami kecemerlangan memudar .
       Kebingungan tentang kepalsuan membawa kekosongan.
       Mengandalkan kekosongan , dunia muncul.
       Pikiran menetap , membentuk negara.
       Kesadaran menjadi makhluk .
       Kekosongan diciptakan dalam Pencerahan besar,
       Adalah seperti gelembung tunggal didalam seluruh lautan .
       Makhluk tunduk pada arus perpindahan keluar dan daratan seperti
       butiran debu halus,
       Semua muncul dari ruang angkasa kosong .
       Sama seperti semburan gelembung , demikian juga , ruang angkasa
       tidak pernah ada .
       Berapa banyak yang kurang tiga keadaan dari mahluk !
       Kembali ke sumber , sifat alami adalah bukan dua .
       Banyak pintu masuk melalui Jalan Bijaksana ;
       Sifat alami para bijaksana menembus mereka semua .
       Apakah sesuai atau merugikan , semua situasi adalah Jalan
       Bijaksana .
       Mereka yang awalnya memutuskan untuk memasuki Samadhi ,
       Kemajuan lambat atau cepat sesuai dengan cara yang dipilih .
       'Bentuk' adalah objek kekotoran batin yang diciptakan dari
       pikiran .
       Mereka tidak dapat dilihat oleh intisari pokok dari pikiran .
       Bagaimana bisa sesuatu yang tidak terlihat jelas
       Digunakan untuk mendapatkan penembusan yang sempurna ?
       Dalam suara , bahasa bercampur .
       Tapi makna dalam kata , nama , ungkapan ,
       Dalam sedemikian rupa sehingga tidak ada satu pun yang dapat
       memuat mereka semua .
       Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang
       sempurna ?
       Kesadaran bau datang melalui hubungan dengan mereka .
       Terpisah dari mereka , Kita tidak tahu bahwa mereka ada .
       Karena perasaan bau mereka adalah tidak terus-menerus tetap ,
       Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang
       sempurna ?
       'Rasa' adalah tidak kepada Kita secara mendasar oleh sifat alami
       .
       Mereka hanya ada ketika ada sesuatu untuk dicicipi .
       Karena perasaan ini tidak abadi ,
       Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang
       sempurna ?
       Sentuhan menjadi jelas hanya ketika sesuatu disentuh .
       Tanpa sebuah objek tidak ada hubungan.
       Karena hubungan dan pemisahan berubah-rubah ,
       Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang
       sempurna ?
       dharma dikenal seperti debu yang mengotori dalam batin.
       Diperhitungkan sebagai debu yang mengotori , mereka tentu adalah
       obyek tujuan indera.
       Keterlibatan subyek dan obyek tidak dapat meresap tembus;
       Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang
       sempurna ?
       Meskipun penglihatan itu sendiri adalah jernih dan menembus ,
       Dengan jelas melihat di depan, ia tidak bisa melihat belakang .
       Sungguh mencapai hanya setengah empat penjuru arah ,
       Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang
       sempurna ?
       Napas hidung menembus masuk dan keluar .
       Tapi di antara jeda tidak ada udara .
       Gangguan ini membuat itu tidak tetap .
       Bagaimana bisa itu digunakan penembusan sempurna?
       Lidah bukanlah organ tubuh tanpa fungsi ;
       Rasa membentuk sumber dari perasanya .
       Ketika rasa berakhir, ia tidak tahu apapun .
       Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang
       sempurna ?
       Itu adalah sama untuk tubuh sebagai obyek tujuan sentuhan .
       Keduanya tidak dapat dianggap sebagai kesadaran yang sempurna .
       Dengan pembagian tak terlihat yang dijelaskan dan yang tak
       terbatas,
       Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang
       sempurna ?
       Pengetahuan batin adalah kumpulan banyaknya pertimbangan .
       Apa yang ia lihat adalah tidak pernah pengetahuan yang mendalam
       .
       Tidak dapat melampaui perenungan dan pemikiran ,
       Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang
       sempurna ?
       Kesadaran penglihatan menggabungkan tiga aspek .
       Menyelidiki asalnya : ia tidak memiliki penampilan rupa.
       Karena seluruh zat isi pokoknya adalah bisa berubah ,
       Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang
       sempurna ?
       Intisari dari pendengaran menembus sepuluh penjuru arah,
       Bagi mereka yang telah mengembangkan penyebab besar,
       Mereka yang dari tekad awal tidak bisa masuk dengan cara ini .
       Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang
       sempurna ?
       Merenung pada hidung adalah cara sementara.
       Itu hanya berfungsi untuk berkumpul dan menetap di pikiran .
       Setelah menetap , pikiran hanya diam.
       Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang
       sempurna ?
       Mereka dari 'pencapaian yang terlebih dahulu' dicerahi oleh
       Berbicara Dharma melalui sarana bahasa ,
       Tapi karena kata-kata dan ungkapan adalah tidak bebas dari arus
       perpindahan keluar ,
       Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang
       sempurna ?
       Menahan diri dari pelanggaran hanyalah mengendalikan tubuh .
       Untuk orang yang tidak memiliki tubuh , tidak ada yang ditahan .
       Karena sumbernya adalah tidak meresap tembus kesemua,
       Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang
       sempurna ?
       Penembusan batin didasarkan pada penyebab masa lalu .
       Hubungan apa yang mereka punya dengan dharma yang berbeda-beda ?
       Pemikiran yang berkondisi tidaklah terlepas dari hal-hal .
       Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang
       sempurna ?
       Orang mungkin dapat merenungkan sifat tanah bumi ,
       Tapi itu keras dan padat , tidak bisa ditembus .
       Apapun yang dikondisikan bukanlah sifat alami yang bijaksana.
       Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang
       sempurna ?
       Orang mungkin dapat merenungkan sifat alami dari air ,
       Tapi perenungan batin seperti ini tidaklah benar dan nyata .
       Keadaan 'Tathata ('apa adanya')' bukanlah pandangan yang
       tercerahkan .
       Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang
       sempurna ?
       Orang mungkin dapat merenungkan sifat alami dari api ,
       Tetapi mengakui kebencian bukanlah penolakan yang benar.
       Jalan bijaksana ini tidak bisa menjadi satu untuk pemula .
       Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang
       sempurna ?
       Orang mungkin dapat merenungkan sifat alami dari angin ,
       Tapi gerakan dan keheningan bukanlah yang tidak ganda .
       Kegandaan tidak bisa membawa pencerahan tertinggi .
       Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang
       sempurna ?
       Orang mungkin dapat merenungkan sifat alami dari kekosongan .
       Tetapi aspeknya adalah keruh dan kusam , tiada kesadaran .
       Apapun yang 'tidak sadar' adalah berbeda dari Bodhi .
       Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang
       sempurna ?
       Orang mungkin dapat merenungkan sifat alami dari kesadaran ;
       Namun orang menganggap kesadaran yang tidak kekal .
       Bahkan pemikiran pada itu adalah kosong dan palsu.
       Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang
       sempurna ?
       Semua kegiatan adalah tidak kekal ;
       Demikian juga , kesadaran memiliki asalnya didalam kemunculan
       dan penghentian .
       Karena pada waktu tertentu faktor-faktor 'sebab pendorong dan
       akibat' berbeda ,
       Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang
       sempurna ?
       Sekarang Saya memberitahukan sang Bhagavan ,
       Sang Buddha yang muncul di dunia Saha :
       Di negeri ini isi pokok zat sebenarnya dari pengajaran
       Berada dalam 'mendengar suara' semata-mata .
       Jika seseorang ingin mencapai Samadhi ,
       'Mendengar' adalah cara terbaik untuk masuk .
       Terlepas dari penderitaan , pembebasan ditemukan .
       Alangkah baiknya adalah Dia Yang Merenungkan Suara Dunia !
       Sepanjang kalpa yang banyak seperti pasir sungai Gangga .
       Dia memasuki 'Buddhaksetra ('Wilayah Buddha')' yang sebanyak
       butiran debu halus.
       Mendapatkan kekuatan besar dari Penguasaan Diri ,
       Dia menganugerahkan keberanian kepada makhluk hidup .
       Indah adalah suara dari ' Avalokitesvara (Perenung Suara Dunia')
       ,
       Sebuah suara murni , seperti auman samudera lautan.
       Dia menyelamatkan dunia dan membawa kedamaian bagi semua di
       dalamnya .
       Dia telah melampaui dunia, dan pencapaianNya adalah abadi .
       Saya sekarang menilai, Tathagata ,
       Apa yang Avalokitesvara baru saja jelaskan :
       Pertimbangkan seseorang didalam tempat yang tenang , yang,
       Ketika gendang dipukul diseluruh sepuluh penjuru arah,
       Dapat mendengar sekaligus suara dari semua sepuluh lokasi .
       Itu adalah kesempurnaan sejati yang sebenarnya .
       Mata tidak bisa melihat melewati 'bentuk' yang padat .
       Mulut dan hidung adalah kira-kira sama .
       Tubuh menunjukkan kesadaran hanya melalui 'hubungan' .
       Pikiran , kusut dalam pemikiran , tidak memiliki hubungan yang
       jelas .
       Suara dapat didengar bahkan melewati dinding padat .
       Telinga dapat mendengarkan hal-hal baik yang dekat maupun jauh .
       Tak satu pun dari lima organ lainnya dapat menandingi ini .
       Itu , kemudian, menembus secara benar dan nyata .
       Sifat alami dari suara berpusat di gerakan dan keheningan .
       Orang mendengar menurut apakah ada suara .
       Dengan tidak ada suara , dikatakan tidak ada pendengaran .
       Tapi ini tidak berarti bahwa sifat alami 'pendengaran'
       menghilang .
       Dengan tidak adanya suara , sifat alami itu tidak berakhir ;
       Juga tidak muncul di hadapan suara .
       Seluruhnya melampaui kemunculan dan penghentian .
       Itu adalah, maka , benar-benar abadi .
       Selalu hadir , bahkan dalam mimpi berpikir ,
       Itu tidak menghilang ketika 'kondisi dan pikiran' menghilang .
       Menjadi Tercerahkan, 'perenungan ini' melampaui 'kesadaran
       pengertian' ,
       Menjangkau melampaui baik tubuh maupun pikiran .
       Sekarang , didalam dunia Saha , ajaran Suara
       Telah diumumkan dan dipahami .
       Namun makhluk bingung tentang sumber dari pendengaran.
       Mereka mengikuti suara dan jadi berbalik dan mengalir .
       Kekuatan Ananda untuk mengingat adalah luar biasa;
       Namun Dia terjatuh menjadi korban alur yang menyimpang .
       Bukankah dari menghiraukan suara yang Dia hampir kehilangan ?
       Dengan mengembalikan aliran, orang akan di atas kepalsuan .
       Ananda , dengarlah dengan penuh perhatian :
       Saya mengandalkan kekuatan besar sang Buddha ,
       Didalam menggambarkan kepada Anda sang 'Vajra-raja ('Raja Tubuh
       Buddha Yang Tak Dapat Dihancurkan')' ,
       Sebuah 'Samadhi Yang Tak Terbayangkan' yang adalah seperti
       khayalan ilusi .
       Itu adalah 'Ibu sejati yang sesungguhnya' dari semua Buddha.
       Anda mungkin mendengar Pintu Dharma rahasia
       Dari para Buddha yang banyakNya seperti butiran terkecil atom
       dari alam semesta ,
       Tapi tanpa terlebih dahulu meninggalkan 'nafsu keinginan dan
       arus perpindahan keluar',
       Anda dapat mengumpulkan pengetahuan , dan masih melakukan
       kesalahan .
       Anda memanfaatkan pengetahuan untuk menegakkan 'Buddhatva
       ('Keadaan dari Penerangan Sempurna')' dari para Buddha .
       Mengapa Anda tidak mencoba untuk mendengar pendengaran Anda
       sendiri ?
       Mendengar tidak muncul secara spontan ;
       Ia mendapat namanya karena suara .
       Tapi ketika 'pendengaran' kembali dan bebas dari suara ,
       Apa yang seseorang sebut itu yang dibebaskan ?
       Begitu organ indera seseorang kembali ke sumbernya ,
       Semua enam itu dibebaskan .
       Penglihatan dan pendengaran adalah seperti khayalan ilusi yang
       menutupi .
       Tiga alam , penglihatan pada bunga di ruang angkasa .
       Ketika 'pendengaran' kembali , 'penutupan pada organ indera'
       menghilang .
       'Debu kotor' roboh untuk memurnikan dan menyempurnakan 'wawasan
       yang mendalam'.
       Dengan kemurnian tertinggi , cahaya menembus .
       Keheningan bersinar dan termasuk di dalamnya semua kekosongan.
       Melihat dunia dari sudut pandang ini ,
       Segala sesuatu yang terjadi adalah seperti mimpi .
       Putri Matangi itu , juga merupakan bagian dari mimpi .
       Siapa yang mampu , lalu , secara fisik menahan Anda ?
       Pertimbangkan 'seorang pemain Dalang bayangan' di tempat kerja ,
       Membuat boneka tampak senyata orang .
       Meskipun orang melihat mereka bergerak bebas ,
       Mereka benar-benar diatur oleh kumpulan tali .
       Berhenti menjalankan kendali itu dan mereka menjadi diam.
       Seluruh khayalan ilusi tidak pernah benar-benar ada .
       Enam organ indra juga adalah demikian .
       Pada awalnya ada satu intisari kecerahan .
       Yang terbagi menjadi enam kali lipat gabungan.
       Jika namun 'satu bagian' berhenti dan kembali ,
       Semua enam fungsi akan berhenti juga .
       Menanggapi pikiran , 'objek yang mengotori' lenyap ,
       Menjadi murni dan kecerahan yang indah sempurna .
       Jika ada sisa kekotoran , orang masih harus belajar .
       Ketika kecerahan itu adalah yang tertinggi , orang menjadi
       Tathagata .
       Ananda , dan semua orang dalam perkumpulan majelis yang besar ,
       Perbaiki proses Anda untuk pendengaran .
       Kembalikan pendengaran untuk mendengar sifat alami Anda sendiri
       Sifat alami itu akan menjadi Jalan tertinggi .
       Itulah arti 'penembusan sempurna' yang sesungguhnya .
       Itu adalah pintu gerbang yang dimasuki oleh para Buddha sebanyak
       butiran debu .
       Itulah satu jalan yang menuju ke Nirvana .
       Para Tathagata masa lalu menyempurnakan cara ini .
       Para Bodhisattva sekarang bergabung dengan kecerahan total ini .
       Orang-orang dari masa depan yang belajar dan berlatih
       Juga akan mengandalkan Dharma ini .
       Melalui cara ini Saya, juga, telah ditetapkan .
       Avalokitesvara Bodhisattva bukanlah yang satu-satunya .
       Sang Buddha , sang Bhagavan ,
       Bertanya kepada Saya Jalan Bijaksana yang mana ,
       Akan menyelamatkan mereka yang di akhir kalpa
       Yang berusaha untuk melarikan diri dari dunia fana keduniawian ,
       Dan menyempurnakan pikiran dari Nirvana :
       Cara terbaik adalah dengan 'Merenungkan Suara Dunia' .
       Semua jenis lain dari 'Jalan Bijaksana'
       Membutuhkan Keagungan dan Kesucian dari Sang Buddha .
       Dalam beberapa kasus mereka membawa 'Kelebihan Melampaui'
       langsung ,
       Tapi mereka bukanlah cara biasa yang lazim dari berlatih ,
       Menyampaikan pada mereka yang berakar dangkal dan dalam
       sama-sama.
       Saya tunduk kepada 'Tathagata ('Yang Telah Datang')' dan
       'Tripitaka ('Tiga Keranjang')'
       Dan kepada Mereka 'Yang Tidak Terbayangkan' 'Yang Tanpa Arus
       Perpindahan Keluar' ,
       Mempercayai Mereka akan membantu mereka yang di masa depan ,
       Sehingga tidak ada yang akan meragukan cara ini .
       Itu adalah sebuah 'Jalan Bijaksana' yang mudah untuk dikuasai ,
       sebuah pengajaran yang sesuai untuk Ananda
       Dan bagi mereka yang menggelepar di era akhir .
       Mereka harus menggunakan organ telinga untuk mengolah budidaya
       Sebuah penembusan sempurna yang melebihi semua orang lain
       Itu adalah cara menuju ke pikiran yang benar sejati . "
       Setelah itu, Ananda dan semua yang didalam persamuan perkumpulan
       majelis yang besar mengalami 'Kejelasan Jernih Tubuh dan
       Pikiran' setelah menerima Ajaran mendalam seperti itu. Mereka
       merenungkan Bodhi  dan Parinirvana sang Buddha seperti seseorang
       yang, setelah perjalanan jauh untuk tugas , mengetahui bahwa dia
       berada di jalan pulang ke rumah , meskipun ia belum kembali
       sepenuhnya . Sepanjang seluruh perkumpulan majelis , para dewa ,
       naga , dan semua mahluk asta-gatyah , mereka yang dari dua
       kendaraan yang belum di luar penelitian , serta semua
       Bodhisattva dari tekad awal, yang banyakNya seperti pasir di
       sepuluh sungai Gangga , menemukan pikiran mendasar Mereka dan ,
       jauh terhapuskan dari debu dan kekotoran , mencapai kemurnian
       'mata Dharma' . Sang 'Bhikshuni Sifat Alami Diri' mencapai Arhat
       setelah mendengar Gatha ini , dan makhluk yang tak terbatas
       jumlahnya membangkitkan yang tiada tanding , Hati yang tiada
       bandingnya Anuttara Samyak Sambodhi.
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/NamoBuddhaya.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/NamoBuddhaya.jpg.html
       ( Empat Ajaran yang Jelas dan Pasti tentang Kemurnian )[/center]
       Ananda meluruskan jubahNya dan kemudian , di tengah-tengah
       perkumpulan majelis , menempatkan telapak tanganNya beranjali
       dan membungkuk . PikiranNya Jelas sempurna, dan Dia merasakan
       campuran suka dan duka . NiatNya adalah untuk memberi manfaat
       kebaikan kepada makhluk dari masa depan saat Dia memberi hormat
       dan berkata kepada Sang Buddha , " Yang Sangat Welas Asih
       Bhagawan . Saya sudah terbangun dan mencapai Pintu Dharma ini
       untuk menjadi seorang Buddha , dan Saya dapat mengolahnya tanpa
       ada sedikit pun keraguan . Saya sudah sering mendengar Tathagata
       berkata, ' Selamatkan orang lain terlebih dahulu , kemudian
       selamatkan diri Kamu sendiri. Itu adalah cita-cita dari seorang
       Bodhisattva. Setelah Pencerahan Anda sendiri disempurnakan ,
       maka Anda bisa mencerahkan orang lain. Itulah cara Tathagata
       menanggapi dunia . " Meskipun Saya belum diselamatkan , Saya
       bersumpah untuk menyelamatkan semua makhluk dari jaman
       berakhirnya Dharma.
       " Bhagawan , makhluk-makhluk itu berasal dari masa Sang Buddha ,
       dan akan ada banyak guru menyimpang yang mengemukakan ajaran
       mereka seperti banyaknya butiran pasir di sungai Gangga . Saya
       ingin menyebabkan makhluk-makhluk itu untuk mengumpulkan pikiran
       mereka dan memasuki Samadhi . Bagaimana Saya bisa menyebabkan
       mereka untuk tinggal berdiam penuh damai di tempat sang Jalan ,
       jauh dari perbuatan iblis , dan menjadi tidak dapat diubah dalam
       tekad mereka untuk Bodhi ? "
       Pada saat itu, sang Bhagavan memuji Ananda di depan seluruh
       perkumpulan majelis , mengatakan , "Bagus sekali ! Betapa
       baiknya adalah bahwa Anda bertanya bagaimana untuk membangun
       tempat sang Jalan dan untuk menyelamatkan dan melindungi makhluk
       yang tenggelam didalam rawa dari usia akhir . Dengarlah dengan
       baik , sekarang, dan Saya akan memberitahu Anda . "
       Ananda dan perkumpulan majelis yang besar menyetujui untuk
       menjunjung tinggi Ajaran itu.
       Sang Buddha berkata kepada Ananda , " Kamu selalu mendengar Saya
       menjelaskan didalam Vinaya bahwa ada tiga aspek yang menentukan
       untuk pengolahan budidaya. Itu adalah, 'mengumpulkan pikiran'
       merupakan 'Sila ('aturan disiplin')'. Dari Sila datang 'Samadhi
       (Pemusatan Pikiran)' , dan dari Samadhi muncul 'Prajna
       ('kebijaksanaan')'. ini disebut 'Tiga Pelajaran Yang Tanpa Arus
       Perpindahan Keluar'. "
       " Ananda , mengapa Saya sebut 'mengumpulkan pikiran' adalah Sila
       ? Jika makhluk yang di enam jalur dari setiap alam duniawi tidak
       memiliki nafsu seksual , mereka tidak akan harus menjalani
       rangkaian penggantian terus-menerus dari kelahiran dan kematian
       . Tujuan dasar Anda dalam mengolah budidaya Samadhi adalah untuk
       melampaui kekotoran yang melelahkan . Tetapi jika Kamu tidak
       meninggalkan nafsu seksual , Anda tidak akan bisa keluar dari
       debu itu. Walaupun orang mungkin memiliki beberapa kebijaksanaan
       dan peristiwa dari 'Dhyana Samadhi ('Tingkat Penyerapan
       Pemusatan Pikiran')' , jika mereka tidak memusnahkan nafsu
       seksual , mereka tentu masuk ke jalur ibils. Paling tinggi ,
       mereka akan menjadi raja iblis , rata-rata , mereka akan menjadi
       anggota rombongan iblis , di tingkat terendah , mereka akan
       menjadi iblis perempuan. Iblis-iblis ini semuanya memiliki
       kelompok murid mereka. Masing-masing mengatakan bahwa ia telah
       mencapai 'Jalan tak tertandingi'. Setelah Parinirvana Saya,
       dijaman berakhirnya Dharma, gerombolan iblis ini akan berlimpah
       , menyebar seperti api ketika mereka terang-terangan melakukan
       keserakahan dan nafsu, sementara mengatakan menjadi 'penasehat
       berpengetahuan yang baik'. Mereka akan menyebabkan makhluk jatuh
       ke dalam jurang 'cinta dan pandangan' dan kehilangan Jalan ke
       Pencerahan Bodhi . "
       " Ketika Anda mengajar orang-orang di dunia untuk mengolah
       budidaya Samadhi , mereka harus pertama-tama memotong pikiran
       nafsu seksual . Ini adalah ajaran pertama yang jelas dan mutlak
       tentang Kemurnian yang diberikan oleh para Tathagata , para
       Buddha dari masa lalu, para Bhagavan . Oleh karena itu , Ananda
       , jika para orang yang mengolah budidaya Dhyana Samadhi tidak
       memusnahkan nafsu seksual , mereka adalah seperti orang yang
       memasak pasir berharap untuk mendapatkan beras. Setelah ratusan
       ribu kalpa , itu masih akan hanya menjadi pasir panas . Mengapa
       ? itu bukan beras untuk memulai , itu hanya pasir. Jika Anda
       mencari 'buah hasil Buddha yang indah' dengan tubuh dari nafsu
       seksual , maka bahkan jika Anda mencapai 'kebangkitan indah',
       itu masih didasarkan pada nafsu seksual. Dengan nafsu seksual
       pada sumbernya , Anda akan berputar di tiga jalur dan tidak bisa
       keluar . Jalan manakah yang akan Anda ambil untuk mengolah dan
       ditetapkan untuk Nirvana sang Tathagata ? Anda harus memusnahkan
       nafsu seksual yang adalah dalam dasar hakiki untuk tubuh dan
       pikiran , kemudian menyingkirkan bahkan aspek dari pemusnahan .
       Pada saat itu Anda memiliki beberapa harapan untuk mencapai
       Bodhi Sang Buddha . Apa yang Saya katakan di sini adalah ajaran
       para Buddha . Setiap Penjelasan apapun yang bertentangan dengan
       itu adalah ajaran Papiyan ( raja iblis ) ."
       " Selanjutnya , Ananda , jika makhluk di enam jalur dari setiap
       alam duniawi tidak punya pikiran membunuh, mereka tidak akan
       harus untuk menjalani rangkaian penggantian terus-menerus dari
       kelahiran dan kematian . Tujuan dasar Anda dalam mengolah
       budidaya Samadhi adalah untuk mengatasi kekotoran batin yang
       melelahkan . Tapi jika Anda tidak meninggalkan pikiran Anda
       tentang membunuh , Anda tidak akan bisa keluar dari debu itu.
       Meskipun orang mungkin memiliki beberapa kebijaksanaan dan
       peristiwa dari Dhyana Samadhi , mereka tentu memasuki jalur dari
       roh jika mereka tidak berhenti membunuh. Paling tinggi , mereka
       akan menjadi hantu preta berkekuatan besar; rata-rata , mereka
       akan menjadi yaksha terbang, pemimpin hantu , atau sejenisnya;
       pada tingkat terendah , mereka akan menjadi para rakshasa yang
       melompati tanah bumi. Para hantu dan roh ini semuanya memiliki
       pengikut mereka . Masing-masing mengatakan bahwa ia telah
       mencapai Jalan tak tertandingi . Setelah Nirvana Saya, dijaman
       berakhirnya Dharma, gerombolan hantu dan roh ini akan berlimpah
       , menyebar seperti api karena mereka berpendapat bahwa makan
       daging akan membawa orang ke Jalan Bodhi . Ananda , Saya
       mengizinkan Bhiksu untuk makan lima jenis dari daging murni .
       Daging ini sebenarnya adalah sebuah penjelmaan yang dilahirkan
       oleh kekuatan batin Saya. Itu pada dasarnya tidak memiliki
       kekuatan hidup . Anda para Brahmana tinggal di cuaca yang sangat
       panas dan lembab , dan demikian berpasir dan tanah berbatu ,
       bahwa sayuran tidak akan tumbuh , oleh karena itu, Saya harus
       membantu Anda dengan kekuatan batin dan kasih sayang. Karena
       kebaikan murah hati dan kasih sayang ini, daging tersebut ini
       menyesuaikan selera Anda. Setelah Nirvana Saya, bagaimana bisa
       orang-orang yang makan 'daging dari makhluk' disebut murid Sakya
       ? Anda harus tahu bahwa , bahkan jika para pemakan daging bisa
       masuk ke keadaan 'hati terbuka' mirip dengan Samadhi , mereka
       semua adalah rakshasa besar. Ketika ganjaran mereka berakhir ,
       mereka terikat untuk tenggelam didalam laut pahit dari kelahiran
       dan kematian . Mereka bukan murid Sang Buddha . Orang-orang
       seperti ini membunuh dan memakan satu sama lain dalam siklus
       yang tidak pernah berakhir . Bagaimana bisa orang-orang seperti
       itu melampaui Tiga alam ? "
       " Ketika Anda mengajar orang-orang di dunia untuk mengolah
       budidaya Samadhi , mereka juga harus berhenti membunuh . Ini
       adalah ajaran kedua yang jelas dan mutlak tentang Kemurnian yang
       diberikan oleh para Tathagata , para Buddha dari masa lalu, para
       Bhagavan . Oleh karena itu , Ananda , jika para orang yang
       mengolah budidaya Dhyana Samadhi tidak berhenti membunuh ,
       mereka seperti orang yang menutup telinganya dan berteriak
       dengan suara keras , berpikir bahwa tidak ada yang mendengar dia
       .Dia mencoba untuk menutupi suara , tetapi hanya membuatnya
       lebih besar . Bhiksu yang murni dan Bodhisattva yang murni yang
       berlatih 'Kemurnian' bahkan tidak akan menginjak rumput di jalur
       , bahkan tidak akan mereka menariknya dengan tangan mereka.
       Bagaimana orang bisa dengan kasih sayang yang besar memakan
       daging dan darah dari makhluk? Para Bhiksu yang tidak memakai
       sutra , sepatu bot kulit , bulu , atau yang dibawah , baik yang
       didatangkan atau yang ditemukan di daerah setempat , dan yang
       tidak meminum susu, krim , atau mentega , benar-benar bisa
       melampaui dunia ini . Ketika mereka telah membayar kembali
       utang-utang masa lalu mereka , mereka tidak akan harus kembali
       masuk ke 'Tiga alam (Triloka)' . Mengapa tidak ? Ketika
       seseorang memakai sesuatu yang diambil dari makhluk hidup , ia
       menciptakan hubungan dengan makhluk , seperti ketika orang
       memakan seratus biji padi , kaki mereka tidak bisa meninggalkan
       tanah bumi . Baik secara tubuh maupun secara batin, seseorang
       harus menghindari 'tubuh dan oleh hasil dari makhluk' , dengan
       tidak memakai mereka atau memakan mereka, Saya katakan bahwa
       orang tersebut memiliki Kebebasan Sejati . Apa yang Saya katakan
       di sini adalah ajaran para Buddha . Setiap Penjelasan apapun
       yang bertentangan dengan itu adalah ajaran Papiyan ( raja iblis
       ) ."
       " Selanjutnya , Ananda , jika makhluk di enam jalur dari setiap
       alam duniawi tidak punya pikiran mencuri , mereka tidak akan
       harus menjalani rangkaian penggantian terus-menerus dari
       kelahiran dan kematian . Tujuan dasar Anda dalam mengolah
       budidaya Samadhi adalah untuk mengatasi kekotoran batin yang
       melelahkan . Tapi jika Anda tidak meninggalkan pikiran Anda
       tentang mencuri , Anda tidak akan bisa keluar dari debu itu.
       Meskipun orang mungkin memiliki beberapa kebijaksanaan dan
       peristiwa dari Dhyana Samadhi , mereka tentu memasuki jalur yang
       menyimpang jika mereka tidak berhenti mencuri . Paling tinggi ,
       mereka akan menjadi roh , rata-rata , mereka akan menjadi hantu
       jahat, pada tingkat terendah , mereka akan menjadi orang-orang
       yang menyimpang yang dikuasai oleh berbagai hantu. Gerombolan
       yang menyimpang ini semuanya memiliki pengikut mereka.
       Masing-masing mengatakan bahwa ia telah mencapai Jalan tak
       tertandingi . Setelah Nirvana Saya, dijaman berakhirnya Dharma,
       gerombolan yang jahat dan menyimpang ini akan berlimpah ,
       menyebar seperti api karena mereka diam-diam menipu orang lain .
       Menyebut diri mereka sendiri 'penasehat berpengetahuan yang
       baik', mereka masing-masing akan mengatakan bahwa mereka telah
       mencapai Dharma tak tertandingi . Menarik dan menipu orang-orang
       bodoh , atau menakuti orang-orang keluar dari kecerdasan mereka
       , mereka mengganggu dan melempar limbah ke rumah tangga di mana
       pun mereka pergi . "
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Siddhi.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Siddhi.jpg.html[/center]
       " Saya mengajar para Bhiksu melakukan pindapata makanan mereka
       sesuai dimana mereka berada , dalam rangka untuk membantu mereka
       meninggalkan keserakahan dan mencapai Jalan Bodhi . Para Bhiksu
       tidak menyiapkan makanan mereka sendiri , sehingga , pada akhir
       kehidupan ini dari keberadaan duniawi di tiga alam, Mereka dapat
       menunjukkan dirinya sebagai 'Kembali Sekali Yang Pergi dan Tidak
       Kembali '. Bagaimana pencuri bisa memakai jubahKu dan menjual
       Tathagata , mengatakan bahwa segala macam karma yang diciptakan
       seseorang hanyalah Buddha - Dharma ? Mereka memfitnah para
       Bhiksu yang telah meninggalkan kehidupan rumah dan mengambil
       ajaran lengkap , dengan mengatakan bahwa Mereka milik jalan
       'Hinayana ( Jalan Kecil )' . Dengan cara ini , mereka
       membingungkan para makhluk yang tak terhingga jumlahnya ,
       menyebabkan mereka tersesat , sampai mereka jatuh ke dalam
       neraka yang tidak terputus . "
       " Setelah Nirvana Saya , Saya menegaskan bahwa para Bhiksu yang
       memiliki tekad pasti untuk mengolah Samadhi , dan yang dihadapan
       gambar para Tathagata bisa menyalakan sebuah lampu minyak di
       tubuh Mereka atau membakar jari , atau membakar bahkan satu dupa
       pada tubuh mereka , akan , pada saat itu membayar utang karma
       Mereka dari masa lalu tanpa awal. Mereka dapat berangkat dari
       dunia dan akan selamanya bebas dari arus perpindahan keluar .
       Meskipun Mereka mungkin tidak langsung memahami Pencerahan Yang
       Tak Tertandingi , Mereka akan sudah tegas mengatur pikiran
       Mereka pada Dharma . Jika orang tidak mempraktekkan salah satu
       tanda penolakan dari tubuh pada tingkat sebab-musabab , maka
       bahkan jika orang menyadari 'yang tidak berkondisi' , orang
       masih harus datang kembali sebagai orang untuk membayar utang
       masa lalu seseorang , persis seperti dulu yang Saya harus alami
       ganjaran dari harus makan gandum yang dimaksudkan untuk kuda . "
       " Ketika Anda mengajar orang-orang di dunia untuk mengolah
       Samadhi , mereka juga harus berhenti mencuri . Ini adalah ajaran
       ketiga yang jelas dan mutlak tentang 'Kemurnian' yang diberikan
       oleh para Tathagata , para Buddha dari masa lalu, Sang Bhagavan
       . Oleh karena itu , Ananda , jika para orang yang mengolah
       Dhyana Samadhi tidak berhenti mencuri , mereka seperti orang
       yang menuangkan air ke dalam cangkir bocor berharap untuk
       mengisinya . Dia mungkin berlanjut selama banyak kalpa seperti
       banyaknya butiran terkecil atom dari alam semesta , namun , pada
       akhirnya , cangkir itu tetap tidak akan penuh. Jika para Bhiksu
       tidak menyimpan jauh apa pun selain jubah dan mangkuk Mereka ,
       jika Mereka memberikan apa yang tersisa dari makanan persembahan
       mereka kepada makhluk yang lapar , jika Mereka menaruh telapak
       tangan Mereka beranjali dan membuat hormat kepada seluruh
       perkumpulan majelis yang besar; jika ketika orang memarahi
       Mereka, Mereka dapat memperlakukannya sebagai pujian; jika
       Mereka dapat mengorbankan seluruh tubuh dan pikiran Mereka ,
       memberikan daging , tulang , dan darah Mereka untuk makhluk
       hidup; dan jika Mereka tidak mengulangi ajaran yang bukan
       terakhir dari Tathagata seolah-olah itu adalah penjelasan Mereka
       sendiri , menyesatkan mereka yang baru saja mulai belajar; maka
       para Buddha menyatakan bahwa Mereka akan mencapai Samadhi Yang
       Benar Sejati. Apa yang Saya katakan di sini adalah ajaran para
       Buddha . Setiap Penjelasan apapun yang bertentangan dengan itu
       adalah ajaran Papiyan ( raja iblis ) ."
       " Ananda , meskipun semua makhluk di enam jalur dari setiap alam
       duniawi mungkin tidak 'membunuh, mencuri atau bernafsu birahi'
       baik secara tubuh maupun pikiran , ketiga aspek perilaku mereka
       ini sehingga menjadi sempurna , jika mereka mengatakan berbagai
       kebohongan besar , maka Samadhi yang mereka capai tidak akan
       menjadi Murni .  Mereka akan menjadi iblis dari cinta dan
       pandangan dan akan kehilangan benih dari Tathagata . Mereka
       mengatakan bahwa mereka telah mencapai apa yang mereka belum
       capai , dan bahwa mereka telah ditetapkan ketika mereka belum
       ditetapkan . Mungkin mereka berusaha untuk menjadi 'yang paling
       terkemuka di dunia' , 'orang-orang yang paling dihormati dan
       unggul' . Mereka mengumumkan kepada para pendengar bahwa mereka
       telah mencapai hasil dari Shrotaapanna , dari sebuah
       Sakridagamin , dari Anagamin , dari arhat , dari kendaraan
       Pratyekabuddha, atau berbagai tingkat keBodhisattvaan hingga dan
       termasuk Sepuluh Tingkat Bhumi , agar menyebabkan orang lain
       untuk menghormati dan bertobat di depan mereka dan karena mereka
       serakah demi persembahan . Para 'icchantika ('orang yang tidak
       percaya')' ini menghancurkan benih-benih keBuddhaan sama
       pastinya seperti pohon hancur jika ditebang . Sang Buddha
       meramalkan bahwa orang-orang demikian memotong akar kebaikan
       mereka selamanya dan kehilangan pengetahuan dan penglihatan
       mereka . Terbenam di laut dari Tiga Penderitaan , mereka tidak
       dapat mencapai Samadhi . "
       "Saya memerintahkan bahwa setelah Nirvana Saya , para
       Bodhisattva dan Arahat muncul dalam 'Tanggapan Tubuh' di jaman
       berakhirnya Dharma , dan mengambil berbagai jelmaan Bentuk dalam
       rangka untuk menyelamatkan mereka yang didalam perputaran
       kelahiran kembali . Mereka harus menjadi Sramana , orang awam
       berjubah putih , raja , menteri atau pejabat , 'pemuda atau
       gadis' perawan , dan seterusnya , bahkan pelacur , janda ,
       pemboros , pencuri , tukang daging , atau pedagang selundupan ,
       menjadi saudara dari orang macam ini , memuji kendaraan Buddha
       dan menyebabkan mereka untuk memasuki Samadhi dalam tubuh dan
       pikiran. Tapi Mereka harus tidak pernah mengatakan diri Mereka
       sendiri , " Aku benar-benar seorang Bodhisattva '; atau 'Aku
       benar-benar seorang Arhat', atau membiarkan 'rahasia penyebab
       dari Buddha ' bocor keluar dengan berbicara santai kepada mereka
       yang belum belajar , selain pada akhir hidup mereka dan kemudian
       hanya untuk mereka yang mewarisi Ajaran. Jika tidak , bukankah
       orang-orang demikian menipu dan membingungkan makhluk dan
       terlibat dalam pernyataan palsu yang kotor ? "
       " Ketika Anda mengajar orang-orang di dunia untuk mengolah
       Samadhi , mereka juga harus menghentikan semua kebohongan. Ini
       adalah ajaran keempat yang jelas dan mutlak tentang 'Kemurnian'
       yang diberikan oleh para Tathagata dan para Buddha dari masa
       lalu , para Bhagavan . Oleh karena itu , Ananda , orang yang
       tidak memutuskan kebohongan seperti orang yang mengukir sepotong
       kotoran manusia untuk terlihat seperti Chandana , berharap untuk
       membuatnya harum . Dia mencoba sesuatu yang mustahil . Saya
       mengajarkan para Bhiksu bahwa 'pikiran yang lurus jujur' adalah
       'Tempat sang Jalan ('Bodhimandala')' dan bahwa dalam semua aspek
       latihan Mereka dari 'Empat Tingkah Laku Agung (='berjalan,
       berdiri, duduk dan berbaring')' Mereka harus menghindari
       kepalsuan . Bagaimana mereka bisa mengatakan telah menyebabkan
       diri mereka sendiri mencapai Dharma dari orang yang unggul ? Itu
       akan seperti orang miskin yang secara palsu menyebut dirinya
       seorang kaisar dan dengan demikian akan membawa hukuman mati
       diri sendiri . Apalagi orang yang berusaha merebut gelar
       Dharmaraja . Ketika penyebab dasar adalah tidak benar , akibat
       akan terputarbalik . Orang yang mencari Bodhi sang Buddha dengan
       cara itu adalah seperti orang yang mencoba menggigit pusar
       sendiri . Siapa yang bisa mungkin berhasil dalam hal itu ? "
       "Jika pikiran para Bhiksu yang lurus seperti tali busur , dan
       Mereka adalah benar dan nyata dalam segala sesuatu yang Mereka
       lakukan , maka Mereka dapat masuk Samadhi dan tidak pernah
       terlibat dalam perbuatan iblis . Saya menetapkan bahwa orang
       tersebut akan mencapai  ' Pengetahuan tak tertandingi dan
       Pencerahan' dari Bodhisattva . Apa yang Saya katakan di sini
       adalah ajaran para Buddha . Setiap penjelasan bertentangan
       dengan itu adalah ajaran Papiyan ( raja iblis ) . "
       " Ananda , Anda bertanya tentang 'mengumpulkan pikiran
       seseorang' , Saya sekarang mulai menjelaskan cara yang indah
       dari mengolah budidaya untuk masuk ke Samadhi dalam rangka untuk
       mencari 'Jalan Bodhisattva'. Pertama, orang harus murni seperti
       'embun beku berkilau' dalam menjaga 'empat aturan dari
       bertingkah laku' . Orang harus menahan diri dari 'semua perilaku
       berlebihan' dan kemudian 'tiga kejahatan dari pikiran dan empat
       dari mulut' tidak akan memiliki alasan untuk muncul . Ananda ,
       jika seseorang tidak mengabaikan empat hal ini , dan , lebih
       lanjut , tidak mengejar bentuk, wewangian , selera , objek
       sentuhan , dan sejenisnya , maka bagaimana bisa perbuatan iblis
       muncul?
       " Jika orang-orang tidak dapat mengakhiri kebiasaan mereka dari
       masa lalu , Anda harus mengajar mereka untuk secara pikiran
       tunggal melafalkan 'Mantra Suci Cahaya Puncak Mahkota Buddha
       Yang Tiada Tanding' : Maha - Sitata - Patra Saya. Itu adalah
       'Tiada Seorangpun Bisa Melihat Tanda Di Atas Puncak Tertinggi
       Mahkota dari Kepala Para Tathagata ' . Itu adalah mantra hati
       yang dinyatakan oleh para 'Buddha dari Pikiran Tanpa Kondisi'
       yang terbit dari Mahkota dalam kobaran cahaya dan duduk di atas
       Bunga Teratai Permata .
       " Terlebih lagi, kehidupan masa lalu Anda dengan putri Matangi
       telah menciptakan timbunan kalpa pada penyebab dan kondisi .
       Kebiasaan Anda dari 'kesukaan dan nafsu cinta' kembali bukan
       hanya satu kehidupan , atau bahkan hanya satu kalpa . Namun ,
       segera setelah Saya menyatakan itu , dia dibebaskan selamanya
       dari cinta di dalam hatinya dan mencapai Arhat. Bahkan pelacur
       itu , yang tidak punya niat mengolah budidaya , secara tak
       terlihat dibantu oleh kekuatan batin itu dan secara cepat
       ditetapkan ke posisi di luar penelitian , maka bagaimana dengan
       Anda para Pendengar di perkumpulan majelis , yang mencari
       kendaraan yang tertinggi dan bertekad untuk mewujudkan
       Kebuddhaan ? Bagi Anda itu seharusnya semudah melemparkan debu
       ke dalam angin yang menguntungkan . Apa, kemudian, masalah itu ?
       " Mereka yang berada di usia akhir yang ingin duduk di 'Tempat
       sang Jalan' pertama harus memegang ajaran sila murni dari
       Bhiksu. Untuk melakukannya , mereka harus menemukan sebagai guru
       mereka Shramana yang paling terkemuka yang murni dalam
       sila-sila. Jika mereka tidak menemukan anggota dari Sangha yang
       benar-benar murni, maka itu benar-benar pasti bahwa sikap mereka
       dalam ajaran dan aturan tidak bisa dicapai . Setelah menjaga
       ajaran sila dengan baik , mereka harus mengenakan yang segar,
       pakaian yang bersih , menyalakan dupa di tempat di mana mereka
       sendirian , dan mengucapkan mantra suci ini yang dituturkan oleh
       Hati Buddha 108 kali . Setelah itu , mereka harus mengamankan
       perbatasan dan mendirikan 'Bodhi-mandala ('Tempat sang Jalan')'
       .
       " Kemudian mereka harus memohon para Tathagata yang tak
       tertandingi untuk tinggal berdiam di dalam tanah wilayah mereka
       diseluruh sepuluh penjuru arah untuk memancarkan cahaya kasih
       sayang yang besar yang menyucikan mahkota kepala sang pengolah
       budidaya itu ' .
       " Ananda , bila ada yang demikian murni para bhiksu , bhiksuni ,
       atau dermawan berjubah putih di jaman berakhirnya Dharma yang
       bisa menyingkirkan keserakahan dan nafsu bahkan pada tingkat
       batin, mempertahankan ajaran sila murni Buddha, dan di 'Tempat
       sang Jalan' membuat sumpah Bodhisattva dan bisa menyelam setelah
       masuk dan keluar setiap kali , melanjutkan latihan dari 'sang
       Jalan' itu siang dan malam selama tiga minggu tanpa tidur , Saya
       akan muncul dihadapan orang-orang ini dalam bentuk tubuh fisik
       dan membelai mahkota kepala mereka untuk menghibur mereka dan
       memungkinkan mereka untuk menjadi tercerahkan . "
       Ananda berkata kepada Sang Buddha , " Bhagawan , diselimuti
       didalam yang tak tertandingi , ajaran penuh kasih Sang Tathagata
       , pikiran Saya telah memperoleh kebangkitan , dan Saya tahu
       bagaimana mengolah dan ditetapkan ke 'Jalan Yang Di Luar
       Penelitian' . Tapi bagaimanakah cara mereka yang mengolahnya di
       akhir jaman dan ingin membangun 'Tempat sang Jalan' ,
       mengamankan perbatasan sesuai dengan aturan kemurnian sang
       Buddha , sang Bhagawan ? "
       Sang Buddha berkata kepada Ananda , " Jika ada orang-orang di
       jaman berakhirnya Dharma yang ingin membangun 'Tempat sang
       Jalan' , mereka pertama kali harus mencari sapi putih yang kuat
       di pegunungan bersalju , satu yang makan rumput harum manis yang
       lebat dan subur dari pegunungan . Karena sapi tersebut juga
       minum hanya air murni dari pegunungan bersalju , kotorannya akan
       sangat baik . Mereka bisa mengambil kotoran sapi itu,
       mencampurnya dengan Chandana , dan menyebarnya meliputi tanah
       dengan itu . Jika tidak dari pegunungan bersalju, kotoran sapi
       itu akan bau dan tidak dapat digunakan untuk mengolesi di tanah
       . Dalam kasus itu, pilih tempat yang rata , gali kebawah lima
       meter atau lebih , dan gunakan tanah kuning itu. campur itu
       dengan 'dupa Chandana' , ' dupa tenggelam dalam air ' , 'dupa
       bunga melati' , 'dupa terus menyerap' , 'dupa bunga tulip' ,
       'dupa adonan putih' , 'dupa kayu hijau' , 'dupa gundukan wangi'
       , 'dupa pinus manis' , dan 'dupa berbentuk lidah ayam' . Giling
       sepuluh bahan ini sampai menjadi bubuk halus , buat adonan , dan
       oleskan itu di atas dasar mimbar . Daerah itu harus enam belas
       kaki lebarnya dan berbentuk segi delapan . "
       " Di tengah-tengah mimbar itu , tempatkan bunga teratai yang
       terbuat dari emas , perak, tembaga , atau kayu . Di tengah bunga
       itu tempatkan sebuah mangkuk yang terisi penuh dengan air embun
       yang dikumpulkan dalam bulan candra kedelapan. Apungkan limpahan
       dari kelopak bunga diatas air. Aturlah delapan cermin melingkar
       pada jarak yang terukur disekitar bunga dan mangkuk itu. Diluar
       cermin-cermin itu, tempatkan 16 bunga teratai dan 16 anglo dupa
       , sehingga dupa pembakar dihiasi dan diatur diantara bunga-bunga
       itu. Bakar hanya 'dupa tenggelam dalam air' , nyalakan itu
       dengan bara -api, bukan api-terbuka . "
       " Tempatkan susu sapi putih dalam enam belas bejana , bersama
       dengan kue yang dibuat dengan jenis yang sama dari susu , gula
       pasir , minyak kue , bubur susu, turushka , jahe manis , mentega
       , dan madu yang disaring . Enam belas ini diatur di sekitar luar
       dari enam belas bunga itu sebagai persembahan kepada para Buddha
       dan para Bodhisattva yang agung . "
       " Pada setiap waktu makan dan pada tengah malam , siapkan
       setengah pin 'madu' dan tiga persepuluh liter pin 'mentega' .
       Atur pedupaan kecil di depan mimbar . Rebus cairan harum dari
       dupa turushka dan gunakan itu untuk membersihkan batu bara .
       Nyalakan mereka sehingga menyemburkan api keluar , dan lempar
       mentega dan madu ke dalam pedupaan yang menyala itu . Biarkan
       itu terbakar sampai asap menghilang , dan persembahkan itu
       kepada para Buddha dan para Bodhisattva . "
       " Gantung bendera dan karangan bunga pada empat dinding luar dan
       didalam ruangan di mana mimbar itu berada , atur gambar dari
       para Tathagata dan para Bodhisattva dari sepuluh penjuru pada
       empat dinding . "
       " Di tempat yang paling terkemuka , tampilkan gambar dari
       Vairocana Buddha , Shakyamuni Buddha, Maitreya Bodhisattva ,
       Akshobhya Buddha , Amitabha Buddha , dan semua perubahan wujud
       yang megah dari 'Avalokitesvara Bodhisattva ('Perenung Suara
       Dunia') ' . Untuk kiri dan kanan , tempatkan Vajragarbha
       Bodhisattva . Disamping Mereka tampilkan Shakra dan Brahma ,
       Ucchushma , dan Dirgha biru , serta Kundalin dan Bhrukuti dan
       keempat Raja Langit , dengan Vinayaka ke kiri dan kanan pintu .
       "
       " Kemudian gantung delapan cermin di ruang di sekitar mimbar
       sehingga mereka justru berlawan arah cermin pada mimbar. Hal ini
       akan memungkinkan pencerminan didalam mereka untuk meresap jauh
       . "
       " Selama tujuh hari pertama , menunduklah secara tulus kepada
       nama-nama para Tathagata dari sepuluh penjuru arah , para
       Bodhisattva besar, dan nama-nama para Arahat . Sepanjang enam
       periode siang dan malam , terus melafalkan mantra itu sambil
       mengelilingi mimbar . Latihlah sang Jalan dengan pikiran yang
       tulus , bacalah mantra itu seratus delapan kali dalam setiap
       sesi . "
       " Selama minggu kedua , buatlah sumpah seorang Bodhisattva
       dengan niat teguh tanpa henti . Dalam Vinaya Saya, Saya sudah
       mengajarkan tentang sumpah. "
       " Selama minggu ketiga , pertahankan 'Buddha Usnisa Sitatapatra
       Mantra' selama dua belas jam pada satu waktu dengan maksud
       tunggal, dan pada hari ketujuh, para Tathagata dari sepuluh
       penjuru akan muncul secara bersamaan. Cahaya Mereka akan saling
       memantulkan didalam cermin , menerangi seluruh wilayah itu, dan
       Mereka akan membelai mahkota kepala para pengolah budidaya itu "
       .
       " Mengolah Samadhi seperti ini didalam Bodhimandala ini , bahkan
       di jaman berakhirnya Dharma orang dapat belajar dan berlatih
       sampai tubuh dan pikiran orang semurni dan sejelas Vaidurya.
       Ananda , jika salah satu dari para Ahli pengirim ajaran sila
       Bhiksu atau salah satu dari sepuluh Bhiksu dalam perkumpulan
       majelis yang sama adalah tidak murni , 'Tempat sang Jalan
       (Bodhimandala)' seperti yang digambarkan tidak akan berhasil . "
       " Setelah tiga minggu , duduk tegak dan tetap tenang selama
       seratus hari . Mereka dengan akar yang tajam tidak akan bangkit
       dari kursi mereka dan akan menjadi para Shrotapanna . Meskipun
       tubuh dan pikiran mereka belum mencapai buah hasil akhir dari
       orang bijaksana , mereka tahu pasti , melampaui pertanyaan ,
       bahwa mereka akhirnya akan mencapai Kebuddhaan . Anda telah
       bertanya bagaimana 'Tempat sang Jalan (Bodhimandala)' didirikan
       . Itulah cara nya itu dilakukan . "
       Ananda bersujud di Kaki sang Buddha dan berkata , " Setelah Saya
       meninggalkan kehidupan rumah , Saya mengandalkan kasih sayang
       sang Buddha . Karena Saya mencari pengetahuan , Saya masih belum
       ditetapkan pada 'yang tidak berkondisi' . Ketika Saya menghadapi
       'Mantra surga Brahma itu' , Saya ditangkap oleh mantra yang
       menyimpang itu; meskipun pikiran Saya sadar , Saya tidak punya
       kekuatan untuk membebaskan diri Saya sendiri. Saya harus
       mengandalkan Manjushri Bodhisattva untuk membebaskan Saya.
       Meskipun Saya diberkati oleh mantra suci Sang Tathagata dari
       Mahkota Buddha dan tanpa terasa menerima Kekuatannya , Saya
       masih belum mendengarnya sendiri . Saya hanya berharap bahwa
       Yang Maha Pengasih akan memberitakannya lagi untuk dengan
       kebaikan hati menyelamatkan semua pengolah budidaya didalam
       perkumpulan majelis ini dan orang-orang dari masa depan yang
       didalam jalur kelahiran kembali , sehingga mereka dapat menjadi
       terbebaskan dalam tubuh dan pikiran dengan mengandalkan suara
       rahasia sang Buddha . "
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/sitatapatra12.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/sitatapatra12.jpg.html
       namo bhagavate usṇisaya suddhe viraje vimale svaha
       Om Sarva Tathagatoṣṇīṣa Sitatapatre hum
       phat
       ( Suramgama Buddha Usnisa Sitatapatra Mantra (Mantra Kemajuan
       Pahlawan Gagah Berani Yang Tak Bisa Dihancurkan Mahkota Buddha
       Payung Putih )[/center]
       Pada saat itu , semua orang didalam persamuan membungkuk sebagai
       satu dan berdiri menunggu untuk mendengar ungkapan rahasia
       Tathagata . Pada saat itu, ratusan cahaya suci memancar keluar
       dari gundukan daging ( Usnisa ) di ubun-ubun kepala sang
       Bhagawan . Seribu daun bunga teratai berharga kemudian memancar
       keluar dari tengah-tengah sinar itu. Diatas bunga-bunga berharga
       itu duduk seorang Nirmana Tathagata (Tathagata yang diciptakan
       secara ajaib) . Dari mahkota kepalaNya sepuluh sinar cahaya
       terpancar keluar , masing-masing sinar tersusun dari ratusan
       sinar garbha . Dalam masing-masing sinar yang berkilauan itu ,
       ada sebanyak pasir dari 10 sungai Gangga para 'Vajra-Guhya-pada
       -deva (Dewa Jejak Rahasia Vajra)' masing-masing memegang
       tinggi-tinggi sebuah gunung dan memegang palu , menghuni seluruh
       alam semesta .
       Perkumpulan majelis yang besar itu, menatap ke atas, merasa
       kagum dengan penuh takut dan mencari perlindungan yang baik dari
       sang Buddha. Dengan pikiran tunggal Mereka mendengarkan Mantra
       suci yang diumumkan oleh sang Tathagata didalam pancaran terang
       sinar mulia dari 'Tiada Seorangpun Bisa Melihat Tanda Di Atas
       Puncak Tertinggi Buddha Usnisa Siraskata :
       #Post#: 95--------------------------------------------------
       Re: Suramgama Usnisa Sitatapatra Mahayana Suttram
       By: ajita Date: November 11, 2016, 8:13 am
       ---------------------------------------------------------
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Vajravidarana1.jpg
       Om Namo Bhagavatyai Arya Vajravidaranayai
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/usnisasitatapatramantra.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/usnisasitatapatramantra.jpg.html
       [/center]
       SARVA TATHAGATA USNISA SITATAPATRA NAMAPARAJITA MAHA PRATYANGIRA
       MAHA VIDYA RAJNI NAMA DHARANI
       NAMO SARVA TATHAGATA SUGATAYA ARHATE SAMYAK-SAMBUDDHAYA.
       NAMO SARVA TATHAGATA KOTI USHNISHA.
       NAMAH SARVA BUDDHA BODHISATTVEBHYAH.
       NAMO SAPTANAM SAMYAK-SAMBUDDHA KOTINAM,
       SA-SRAVAKA SAM-GHANAM.
       NAMO LOKE ARHANTANAM.
       NAMO SROTAPANNANAM.
       NAMO SAKRIDAGAMINAM.
       NAMO ANAGAMINAM.
       NAMO LOKE SAMYAG-GATANAM SAMYAK-PRATIPANNANAM.
       NAMO RATNA-TRAYAYA.
       NAMO BHAGAVATE DRIDHA-SURA SENA PRA-HARANA RAJAYA TATHAGATAYA
       ARHATE SAMYAK-SAMBUDDHAYA.
       NAMO BHAGAVATE AMITABHAYA TATHAGATAYA ARHATE SAMYAK-SAMBUDDHAYA.
       NAMO BHAGAVATE AKSHOBHYAYA TATHAGATAYA ARHATE
       SAMYAK-SAMBUDDHAYA.
       NAMO BHAGAVATE BHAISHAJYA-GURU-VAIDURYA-PRABHA-RAJAYA
       TATHAGATAYA ARHATE SAMYAK-SAMBUDDHAYA.
       NAMO BHAGAVATE SAMPUSHPITA  SALENDRA RAJAYA TATHAGATAYA ARHATE
       SAMYAK-SAMBUDDHAYA.
       NAMO BHAGAVATE SAKYAMUNAYE TATHAGATAYA ARHATE
       SAMYAK-SAMBUDDHAYA.
       NAMO BHAGAVATE  RATNA KUSUMA KETU RAJAYA TATHAGATAYA ARHATE
       SAMYAK-SAMBUDDHAYA.
       NAMO BHAGAVATE TATHAGATA KULAYA.
       NAMO BHAGAVATE PADMA KULAYA.
       NAMO BHAGAVATE VAJRA KULAYA.
       NAMO BHAGAVATE MANI KULAYA.
       NAMO BHAGAVATE GAJA KULAYA.
       NAMO DEVARSHINAM.
       NAMO SIDDHA VIDYA-DHARANAM.
       NAMO SIDDHA VIDYA–DHARA  RISHINAM,
       SUPANU-GRAHA SAMARTHANAM.
       NAMO BRAHMANE.
       NAMO INDRAYA.
       NAMO RUDRAYA UMA-PATI SAHEYAYA.
       NAMO NARAYANAYA LAKSHMI SAHEYAYA PANCA MAHA-MUDRA NAMAS-KRITAYA.
       NAMO MAHAKALAYA TRIPURA-NAGARA VIDRAVANA KARAYA ADHI-MUKTIKA
       SMASANA VASINI MATRI-GANA NAMAS-KRITAYA.
       EBHYO NAMAS-KRITVA IMAM BHAGAVANTAH TATHAGATOSHNISHAM
       SITATAPATRAM.
       NAMO APARAJITAM PRATY-ANGIRAM.
       SARVA DEVA NAMAS-KRITAM.
       SARVA DEVEBHYAH PUJITAM.
       SARVA DEVESA PARIPALITAM.
       SARVA BHUTA GRAHA NIGRAHA-KARIN.
       PARA VIDYA CHEDANA-KARIN.
       DUR-DANTANAM SATTVANAM DAMAKAM DUSHTANAM NIVARANIN.
       AKALA-MRITYU PRA-SAMANA-KARIN.
       SARVA BANDHANA MOKSHANA-KARIN.
       SARVA DUSHTA DUH-SVAPNA NIVARANIN.
       CATURASITINAM GRAHA  SAHASRANAM VIDHVAMSANA-KARIN.
       ASHTA-VIMSATINAM NAKSHATRANAM PRASADANA-KARIN.
       ASHTANAM MAHA GRAHANAM VIDHVAMSANA-KARIN.
       SARVA SATRU NIVARANIN.
       GHORAM DUH-SVAPNANAM CA NASANIN.
       VISHA SASTRA AGNI UDAKA UT-TARANIN.
       APARAJITA GHORA, MAHA-BALA CANDAM, MAHA-DIPTAM, MAHA-TEJAM,
       MAHA-SVETAM JVARA, MAHA-BALA-SRIYA-PANDARAVASINI, ARYA-TARA
       BHRI-KUTIM CED VA VIJAYA VAJRA MALITI, VI-SRUTAM PADMAKSHAN,
       VAJRA-JIHVA CAH MALA CED VA APARAJITAM, VAJRA-DANDI VISALA CA
       SANTA VAIDEHA PUJITAH, SAUMI RUPA, MAHA SVETAM, ARYA-TARA,
       MAHA-BALA APARAJITA, VAJRA SAMKALA CED VAH VAJRA KAUMARIH
       KULAM-DHARI, VAJRA HASTA CA MAHA VIDYA TATHA KANCANAH MALIKAH,
       KUSUMBHA RATNA CED VA VAIROCANA KUTA-STHOSHNISHA, VI-JRIMBHA
       MANA CA VAJRA KANAKA PRABHA LOCANAH, VAJRA-TUNDI CA SVETA CA
       KAMALAKSHA,SASI-PRABHA, ITY-ADI MUDRA GANAH, SARVE RAKSHAM
       KURVANTU MAMASYA.
       OM, RISHI-GANA PRA-SASTA TATHAGATOSHNISHA SITATAPATRAM.
       HUM BHRUM JAMBHANA.
       HUM BHRUM STAMBHANA.
       HUM BHRUM MOHANA.
       HUM BHRUM MATHANA.
       HUM BHRUM PARA VIDYA SAM-BHAKSHANA-KARA.
       HUM BHRUM SARVA DUSHTANAM STAMBHANA-KARA.
       HUM BHRUM SARVA YAKSHA RAKSHASA GRAHANAM VIDHVAMSANA-KARA.
       HUM BHRUM CATURASITINAM GRAHA SAHASRANAM VINASANA-KARA.
       HUM BHRUM ASHTA-VIMSATINAM NAKSHATRANAM PRA-SADANA-KARA.
       HUM BHRUM ASHTANAM MAHA GRAHANAM VIDHVAMSANA-KARA.
       RAKSHA RAKSHA MAM.
       BHAGAVAN TATHAGATOSHNISHA, MAHA PRATY-ANGIRE, MAHA
       SAHASRA-BHUJE, SAHASRA-SIRSHAI, KOTI SATA SAHASRA-NETRE,
       ABHEDYA JVALITA NATANAKA, MAHA VAJRA-DHARA TRIBHUVANA MANDALA,
       OM, SVASTI BHAVATU MAMA, RAJA-BHAYA, CORA-BHAYA,
       AGNI-BHAYA, UDAKA-BHAYA, VISHA-BHAYA, SASTRA-BHAYA,
       PARACAKRA-BHAYA, DUR-BHIKSHA-BHAYA, ASANI-BHAYA,
       AKALA-MRITYU-BHAYA, DHARANI-BHUMI-KAMPA-BHAYA, ULKA-PATA-BHAYA,
       RAJA-DANDA-BHAYA, NAGA-BHAYA, VIDYUT-BHAYA,
       SUPARNIN-BHAYA, DEVA-GRAHA, NAGA-GRAHA, YAKSHA-GRAHA,
       GANDHARVA-GRAHA, ASURA-GRAHA, GARUDA-GRAHA,
       KIMNARA-GRAHA, MAHORAGA-GRAHA, RAKSHASA-GRAHA, PRETA-GRAHA,
       PISACA-GRAHA, BHUTA-GRAHA, PUTANA-GRAHA,
       KATAPUTANA-GRAHA, KUMBHANDA-GRAHA, SKANDA-GRAHA, UNMADA-GRAHA,
       CHAYA-GRAHA, APA-SMARA-GRAHA, DAKA-DAKINI-GRAHA, REVATI-GRAHA,
       OJAHARINYA, GARBHAHARINYA, JATAHARINYA, JIVITAHARINYA,
       RUDHIRAHARINYA, VASAHARINYA, MAMSAHARINYA, MEDHAHARINYA,
       MAJJAHARINYA, VANTAHARINYA, ASUCYAHARINYA, CITTAHARINYA, TESHAM
       SARVESHAM SARVA GRAHANAM.
       VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI PARI-VRAJAKA KRITAM.
       VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI DAKA DAKINI KRITAM.
       VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI MAHA-PASUPATI RUDRA KRITAM.
       VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI TATTVA GARUDA SAHEYA KRITAM.
       VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI MAHA-KALA MATRI-GANA KRITAM.
       VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI KAPALIKA KRITAM.
       VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI JAYAKARA-MADHUKARA SARVARTHA-SADHANA
       KRITAM.
       VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI CATUR-BHAGINI KRITAM.
       VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI BHRINGI-RITI NANDIKESVARA GANAPATI
       SAHEYA KRITAM.
       VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI NAGNA SRAMANA KRITAM.
       VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI ARHANTA KRITAM.
       VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI VITA-RAGA KRITAM.
       VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI BRAHMA KRITAM.
       VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI RUDRA KRITAM.
       VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI NARAYANA KRITAM.
       VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI VAJRA-PANI GUHYAKADHIPATI KRITAM.
       VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI RAKSHA RAKSHA MAM.
       BHAGAVAN SITATAPATRA NAMO ‘STUTE.
       ASITA NARAKAH PRABHA SPHUTA VI-KAS SITATAPATREH, JVARA JVARA,
       DAKA DAKA, VI-DAKA VI-DAKA, DARA DARA, VI-DARA VI-DARA,
       CHIDA-CHIDA, BHIDA BHIDA, HUM HUM PHAT PHAT SVAHA.
       HEHE PHAT.
       AMOGHAYA PHAT.
       APRATIHATAYA PHAT.
       VARA-PRADAYA PHAT.
       ASURA VIDARAKAYA PHAT.
       SARVA DEVEBHYAH PHAT.
       SARVA NAGEBHYAH PHAT.
       SARVA YAKSHEBHYAH PHAT.
       SARVA GANDHARVEBHYAH PHAT.
       SARVA ASUREBHYAH PHAT.
       SARVA GARUDEBHYAH PHAT.
       SARVA KIMNAREBHYAH PHAT.
       SARVA MAHORAGEBHYAH PHAT.
       SARVA RAKSHASEBHYAH PHAT.
       SARVA BHUTEBHYAH PHAT.
       SARVA PISACEBHYAH PHAT.
       SARVA KUMBHANDEBHYAH PHAT.
       SARVA PUTANEBHYAH PHAT.
       SARVA KATAPUTANEBHYAH PHAT.
       SARVA AUSHTRAKEBHYAH PHAT.
       SARVA DUR-LANGHITEBHYAH PHAT.
       SARVA DUSH-PREKSHITEBHYAH PHAT.
       SARVA JVAREBHYAH PHAT.
       SARVA KRITYA KARMANI KAKHORDEBHYAH PHAT.
       SARVA APA-SMAREBHYAH PHAT.
       SARVA SRAMANEBHYAH PHAT.
       SARVA TIRTHIKEBHYAH PHAT.
       SARVA UNMADEBHYAH PHAT.
       SARVA VIDYA ACHARYEBHYAH PHAT.
       JAYAKARA-MADHUKARA  SARVATHA-SADHAKEBHYO VIDYA ACHARYEBHYAH
       PHAT.
       CATUR-BHAGHINIBHYAH PHAT.
       VAJRA KAUMARI KULAM-DHARI VIDYARAJEBHYAH PHAT.
       MAHA PRATY-ANGIREBHYAH PHAT.
       VAJRA SAMKALAYA PRATY-ANGIRA RAJAYA PHAT.
       MAHAKALAYA MATRI-GANA  NAMAS-KRITAYA PHAT.
       INDRAYA PHAT.
       BRAHMANAYA PHAT.
       RUDRAYA PHAT.
       VISHNUYA PHAT.
       VAISNAVIYE PHAT.
       BRAHMIYE PHAT.
       VARAHIYE PHAT.
       AGNIYE PHAT.
       MAHA-KALIYE PHAT.
       RAUDRIYE PHAT.
       KALA-DANDIYE PHAT.
       AINDRIYE PHAT.
       MATRIYE PHAT.
       CAMUNDIYE PHAT.
       KALA-RATRIYE PHAT.
       KAPALIYE PHAT.
       ADHI-MUKTIKA SMASANA VASINIYE PHAT.
       YE KE-CID SATTVA MAMA, DUSHTA-CITTA, PAPA-CITTA, RAUDRA-CITTA,
       VI-DVE-SHA-CITTA, AMITRA-CITTA, UT-PADAYANTI, KILAYANTI,
       MANTRAYANTI, JAPANTI, CYUT HANTI. OJAHARA, GARBHAHARA,
       RUDHIRAHARA, MAMSAHARA, MEDHAHARA, MAJJAHARA, VASAHARA,
       JATAHARA, JIVITAHARA, BALYAHARA, MALYAHARA, GANDHAHARA,
       PUSHPAHARA, PHALAHARA, SASYAHARA. PAPA-CITTA, DUSHTA-CITTA,
       RAUDRA-CITTA, DEVA-GRAHA, NAGA-GRAHA, YAKSHA-GRAHA,
       GANDHARVA-GRAHA, ASURA-GRAHA, GARUDA-GRAHA, KIMNARA-GRAHA,
       MAHORAGA-GRAHA, RAKSHASA-GRAHA, PRETA-GRAHA, PISACA-GRAHA,
       BHUTA-GRAHA, PUTANA-GRAHA, KATAPUTANA-GRAHA,
       KUMBHANDA-GRAHA, SKANDA-GRAHA, UNMADA-GRAHA, CHAYA-GRAHA,
       APA-SMARA-GRAHA. DAKA-DAKINI-GRAHA, REVATI-GRAHA,
       JAMIKA-GRAHA, SAKUNI-GRAHA, MATRI-NANDI-GRAHA, MUSHTIKA-GRAHA,
       KANTHAPANINI-GRAHA, MISHIKA-MAHISHAKA-GRAHA,
       MRIGARAJA-GRAHA, MATRIKA-GRAHA, KAMINI-GRAHA,
       MUKHA-MANDIKA-GRAHA, LAMBA-GRAHA. JVARA EKAHIKA, DVAITIYAKA,
       TRAITIYAKA, CATURTHAKA,  NITYA-JVARA, VISHAMA-JVARA, VATIKA,
       PAITTIKA, SLAISHMIKA, SAM-NIPATIKA, SARVA JVARA, SIRO’RTI,
       ARDHAVABHEDAKA, AROCAKA, AKSHI ROGAM, MUKHA ROGAM, HARDA ROGAM,
       GHRANA SULAM, KARNA SULAM, DANTA SULAM, HRIDAYA SULAM,
       MARMAN SULAM, PARSVA SULAM, PRISHTHA SULAM, UDARA SULAM, KATI
       SULAM, VASTI SULAM, URU SULAM, NAKHA SULAM, HASTA SULAM, PADA
       SULAM, SARVA ANGA-PRATYANGA SULAM; BHUTA, VETADA, DAKA DAKINI,
       JVARA, DADRU, KANDU, KITIBHA, LUTA, VAISARPA,
       LOHA-LINGA; SASTRA SAM-GARA, VISHA YOGA, AGNI UDAKA, MARA VAIRA
       KANTARA, AKALA-MRITYU; TRY-AMBUKA, TRAI-LATA, VRISCIKA, SARPA,
       NAKULA, SIMHA, VYAGHRA, RIKSHA, TARAKSHA, CAMARA, JIVITA BHITE
       TESHAM SARVESHAM, MAHA SITATAPATRA,
       MAHA VAJROSHNISHA, MAHA PRATY-ANGIRAM, YAVAT DVADASA YOJANA
       ABHY-ANTARENA SIMA BANDHAM KAROMI.
       DISA BANDHAM KAROMI. PARA VIDYA BANDHAM KAROMI.
       TEJO BANDHAM KAROMI.
       HASTA BANDHAM KAROMI.
       PADA BANDHAM KAROMI.
       SARVA ANGA-PRATYANGA BANDHAM KAROMI.
       TADYATHA, OM ANALE ANALE, VISADA VISADA, BANDHA BANDHA, BANDHANI
       BANDHANI, VIRA VAJRA-PANI PHAT,
       HUM BHRUM PHAT SVAHA.
       NAMO SARVA TATHAGATA SUGATAYA ARHATE SAMYAK-SAMBUDDHAYA,
       SIDHYANTU MANTRA-PADA SVAHA.
       " Ananda , itu adalah dari kelompok cahaya ini di atas Mahkota
       Kepala Buddha, Mantra Rahasia itu , Sitata - Patra , dengan
       keindahannya , himpunan ungkapan indah , yang semua Buddha dari
       sepuluh penjuru datang keluar. Karena para Tathagata dari
       sepuluh penjuru arah menggunakan mantra hati ini , Mereka
       mencapai Yang tak tertandingi , Yang tepat , dan Pengetahuan
       Yang Meresap ke semua dan Pencerahan. " Karena para Tathagata
       dari sepuluh penjuru menggunakan Mantra hati ini, Mereka
       menundukkan semua iblis dan mengendalikan semua penganut diluar
       Jalan . "
       " Karena para Tathagata dari sepuluh penjuru memanfaatkan diri
       Mereka Sendiri dari Mantra hati ini , Mereka duduk di atas bunga
       teratai permata dan menanggapi seluruh negara yang banyaknya
       seperti butiran terkecil atom dari alam semesta . "
       " Karena para Tathagata dari sepuluh penjuru mewujudkan Mantra
       hati ini, Mereka memutar roda Dharma yang besar didalam dunia
       yang banyaknya seperti butiran terkecil atom dari alam semesta .
       "
       " Karena para Tathagata dari sepuluh penjuru memegang Mantra
       hati ini, Mereka Mampu untuk pergi ke seluruh sepuluh penjuru
       untuk membelai mahkota kepala para makhluk dan memberikan
       ramalan vyakarana kepada mereka . Siapapun di sepuluh penjuru
       yang belum mencapai tingkat buah hasil orang bijaksana , bisa
       menerima ramalan vyakarana dari para Buddha ini . "
       " Karena para Tathagata dari sepuluh penjuru berdasarkan dalam
       Mantra hati ini, Mereka bisa pergi ke seluruh sepuluh penjuru
       untuk menyelamatkan para makhluk dari penderitaan yang dialami
       di neraka sebagai hantu kelaparan , sebagai hewan , atau dengan
       menjadi buta, tuli , atau bisu , serta dari penderitaan bersama
       dengan mereka yang membenci , penderitaan dari berpisah dari
       yang mereka cintai , penderitaan dari tidak mendapatkan apa yang
       berusaha dicari , dan penderitaan dari amukan api dari lima
       skandha . Mereka secara bersamaan dapat membebaskan makhluk dari
       kedua 'kecelakaan besar dan kecil.' Dalam menanggapi pembacaan
       mereka , bahaya yang melibatkan penjahat , tentara , hukum ,
       atau penjara; bahaya yang melibatkan angin, api , dan air , dan
       bahaya kelaparan , kehausan , atau kemiskinan semuanya dibasmi "
       .
       " Karena para Tathagata dari sepuluh penjuru sesuai dengan
       Mantra hati ini, Mereka dapat menjadi para Penasehat yang baik
       dan bijaksana di seluruh sepuluh penjuru arah . Tinggal berdiam
       didalam 'Empat Tingkah Laku Agung', Mereka membuat persembahan
       yang benar-benar tepat . Dalam perkumpulan majelis sebanyak para
       Tathagata yang seperti butiran pasir di sungai Gangga , Mereka
       dianggap sebagai para Pangeran Dharma besar. "
       " Karena para Tathagata dari sepuluh penjuru melaksanakan Mantra
       hati ini, Mereka bisa berkumpul dan mengajar saudara-saudara
       Mereka di sepuluh penjuru dan menjaga orang-orang Hinayana dari
       menjadi takut ketika mereka mendengar gudang harta rahasia ini .
       "
       " Karena para Tathagata dari sepuluh penjuru melafalkan Mantra
       hati ini, Mereka mencapai Pencerahan tak tertandingi sambil
       duduk di bawah pohon Bodhi , dan memasuki Parinirvana . "
       " Karena para Tathagata dari sepuluh penjuru mengirimkan Mantra
       hati ini, Setelah Nirvana Mereka , mereka yang telah mewariskan
       Buddhadharma itu dapat menempati dan mendukung nya untuk gelar
       utama . Menjadi teliti dan murni dalam ajaran dan aturan sila ,
       mereka dapat mencapai Kemurnian total . "
       " Jika Saya harus menjelaskan kelompok dari cahaya di atas
       Mahkota Kepala Buddha Mantra Sitata-Patra dari pagi sampai malam
       tanpa henti, tanpa pernah mengulangi setiap suku kata atau
       ungkapan , Saya bisa terus berlangsung hingga sebanyak ribuan
       kalpa seperti banyaknya butiran pasir di sungai Gangga dan masih
       tidak pernah selesai . Saya juga akan memberitahu Anda bahwa
       mantra ini juga dinamakan 'Tathagata Usnisa (Mahkota
       Tathagata)'. Kecuali kalau Anda mempertahankan Mantra ini ,
       semua dari Anda yang dengan sesuatu yang tersisa untuk belajar
       yang masih belum mengakhiri perputaran kelahiran kembali dan
       masih belum membawa keluar tekad tulus memutuskan untuk menjadi
       Arahat , akan menemukan kemustahilan untuk duduk di 'Tempat sang
       Jalan' dan jauh dihapuskan dalam tubuh dan pikiran dari semua
       perbuatan iblis . "
       " Ananda , biarkan setiap makhluk dari negara manapun dalam
       dunia manapun menyalin Mantra ini secara tertulis pada bahan
       asli daerahnya , seperti kulit kayu putih yang halus , pattra ,
       kertas polos biasa , atau kain katun putih , dan menyimpannya
       didalam wadah kantong berisi dupa. Jika orang itu memakai
       kantong tersebut di tubuhnya , atau jika dia menyimpan salinan
       Mantra itu di rumahnya , maka Anda harus tahu bahkan jika dia
       memahaminya begitu sedikit bahwa dia tidak bisa melafalkan
       mantra dari ingatan , dia tidak akan dilukai oleh racun apapun
       selama seluruh hidupnya . "
       " Ananda , sekarang Saya akan memberitahu Anda lebih lanjut
       tentang bagaimana Mantra ini dapat menyelamatkan dan melindungi
       dunia , membantu orang-orang mendapatkan keberanian besar , dan
       membawa ke pencapaian kebijaksanaan yang melampaui makhluk hidup
       ' . Anda harus tahu bahwa, setelah Parinirvana Saya , jika ada
       makhluk hidup di jaman berakhirnya Dharma yang bisa melafalkan
       Mantra itu sendiri atau mengajar orang lain untuk membacanya ,
       orang tersebut yang membaca dan menjunjung tinggi nya tidak akan
       terbakar oleh api , tidak akan tenggelam oleh air , dan tidak
       akan dilukai oleh racun ringan atau kuat . "
       "Hal-hal lain yang seperti itu tidak akan terjadi pada mereka
       juga , termasuk tidak dirasuki oleh naga , dewa , hantu , roh ,
       kelompok mahluk aneh , hantu iblis , atau mantra jahat . Pikiran
       Orang-orang ini akan mencapai penerimaan yang tepat , sehingga
       sihir apapun; setiap sihir yang melumpuhkan; setiap racun yang
       terbuat dari rerumputan , emas, perak , setiap tanaman, pohon ,
       serangga , atau ular; dan setiap jenis dari jenis yang tak
       terhitung jumlahnya dari uap beracun akan berubah menjadi embun
       manis ketika berhadapan atau tertelan . Tiada bintang yang jahat
       , maupun hantu atau roh yang menaruh kedengkian dalam hati dan
       yang meracuni orang lain dapat mengerjakan kejahatan nya pada
       orang-orang ini . Vinayaka serta semua raja hantu jahat dan para
       pengiring mereka akan dipimpin oleh kebaikan yang mendalam untuk
       selalu menjaga dan melindungi Mereka . "
       " Ananda , Anda harus tahu bahwa delapan puluh empat ribu nayuta
       dari pasir sungai Gangga dari berkoti-koti dari para
       'Vajragarbharaja Bodhisattva (Bodhisattva Raja Gudang harta
       Vajra)' dan keturunan Mereka , masing-masing dengan jumlah besar
       Vajra dalam rombongan pengiring Mereka , sesungguhnya hadir ,
       siang dan malam , pada Mantra ini .
       " Jika mahluk, yang pikirannya terpencar-pencar dan yang tidak
       memiliki Samadhi, mengingat dan melafalkan Mantra itu , para
       Vajraraja akan selalu mengelilingi orang-orang baik seperti itu.
       Itu bahkan lebih benar untuk mereka yang secara meyakinkan
       tuntas pada Bodhi . Semua Vajra-garbha-raja Bodhisattva akan
       memperhatikan mereka secara penuh perhatian dan diam-diam
       mempercepat pembukaan kesadaran batin mereka . Ketika tanggapan
       itu terjadi, orang-orang itu akan mampu untuk mengingat
       peristiwa sebanyak ribuan kalpa seperti butiran pasir dalam
       delapan puluh empat ribu sungai Gangga , mengetahui semuanya
       tanpa 'keraguan atau khayalan' . Dari kalpa Itu seterusnya ,
       melalui setiap kehidupan sampai waktu mereka mengambil tubuh
       terakhir, mereka tidak akan lahir di mana ada Yaksha , Rakshasa
       , Putana , kataputana , kumbhanda , Pishacha dan seterusnya; di
       mana ada jenis apapun dari hantu kelaparan , atau sedang
       memiliki atau tiada bentuk apapun , memiliki atau tiada
       pemikiran , atau di tempat lain yang seperti tempat kejahatan
       tersebut. "
       " Jika orang-orang yang baik ini membaca, melafalkan ,
       memperbanyak, atau menulis Mantra itu , Jika mereka membawanya
       atau menyimpannya , atau jika mereka membuat persembahan untuk
       nya , kemudian melalui kalpa setelah kalpa mereka tidak akan
       menjadi 'miskin atau rendahan' , atau tidak akan juga mereka
       terlahir di tempat-tempat yang tidak menyenangkan . Jika
       makhluk-makhluk ini tidak pernah melakukan perbuatan apapun yang
       menghasilkan berkah , para Tathagata dari sepuluh penjuru akan
       melimpahkan pahala dan kebajikan Mereka Sendiri pada orang-orang
       ini . karena itu, diseluruh Asamkhyeya dari yang tak dapat
       dilukiskan , jumlah yang tak terkatakan dari kalpa-kalpa,
       seperti banyaknya butiran pasir didalam sungai Gangga , mereka
       selalu akan terlahir di tempat-tempat di mana terdapat para
       Buddha . Pahala dan kebajikan yang tak terbatas milik mereka
       akan tiga kali lipat , seperti kumpulan buah amala , karena
       Mereka tinggal di tempat yang sama , menjadi terserap bersama
       dengan pengolahan budidaya , dan tidak pernah berpisah dari para
       Buddha . "
       " Oleh karena itu , Mantra itu dapat menyebabkan mereka yang
       telah melanggar aturan sila untuk mendapatkan kembali kemurnian
       dari sumber aturan sila. Itu dapat menyebabkan mereka yang belum
       menerima aturan ajaran sila untuk menerima nya. Itu dapat
       menyebabkan mereka yang tidak kuat untuk menjadi kuat . Mantra
       ini dapat menyebabkan mereka yang tidak memiliki kebijaksanaan
       untuk mendapatkan kebijaksanaan . Itu dapat menyebabkan mereka
       yang tidak murni untuk dengan cepat menjadi murni. Itu dapat
       menyebabkan mereka yang bukan vegetarian untuk menjadi
       vegetarian. "
       " Ananda , jika orang-orang baik yang menjunjung tinggi Mantra
       ini melanggar aturan-aturan sila murni sebelum menerima nya ,
       kesalahan mereka yang banyak yang ditimbulkan oleh pelanggaran
       tersebut , apakah besar atau kecil , bisa dibasmi secara
       bersamaan setelah mereka menjunjung Mantra itu . Bahkan Jika
       mereka minum minuman keras atau makan lima jenis dari tanaman
       pedas dan berbagai hal yang tidak murni lainnya di masa lalu ,
       para Buddha , Bodhisattva , Vajradeva , dewa , yang abadi ,
       hantu , dan roh tidak akan menahannya terhadap mereka . Jika
       mereka tidak bersih dan memakai yang compang-camping , pakaian
       tua untuk melaksanakan latihan sendirian didalam suatu tempat
       oleh mereka sendiri , mereka bisa menjadi sama-sama murni .
       Bahkan Jika mereka tidak membuat mimbar , tidak memasuki 'Tempat
       sang Jalan' , dan tidak berlatih Jalan itu, namun melafalkan dan
       menjunjung tinggi Mantra ini , jasa pahala dan kebajikan mereka
       masih bisa sama persis dengan yang berasal dari memasuki mimbar
       itu dan berlatih Jalan itu. Jika mereka telah melakukan lima
       perbuatan jahat , pelanggaran serius yang menuntut ganjaran yang
       berselang-seling , atau jika mereka adalah para bhiksu atau
       bhiksuni yang telah melanggar empat parajika atau delapan
       parajika , setelah mereka melafalkan Mantra ini, bahkan karma
       yang demikian berat itu bisa dibuang setelah mereka melafalkan
       Mantra ini , seperti bukit pasir yang tersebar didalam badai ,
       sehingga tidak ada sebutir dari nya yang tinggal bersisa . "
       " Ananda , jika para makhluk yang tidak pernah bertobat dan
       memperbaiki setiap pelanggaran yang mengganggu , apakah berat
       atau ringan , yang mereka telah lakukan diseluruh kalpa masa
       lalu yang tak terbatas yang tak terhitung jumlahnya , sampai
       dengan dan termasuk mereka yang di seluruh kehidupan ini , namun
       bisa membaca , melafalkan , memperbanyak, atau menulis Mantra
       ini atau memakainya pada tubuh mereka atau menempatkannya di
       rumah mereka atau di kebun rumah mereka , maka semua timbunan
       karma itu akan mencair seperti salju didalam air panas . Tak
       lama, mereka Akan mendapatkan 'Kebangkitan Bodhi pada Kesabaran
       dengan Ketiadaan Kedua-dua dari makhluk dan dharma . "
       " Selain itu , Ananda , jika wanita yang tidak punya anak dan
       ingin hamil bisa secara sungguh-sungguh menghafal dan melafalkan
       Mantra ini , atau membawa Mantra Sitata - Patra ini pada tubuh
       mereka , mereka bisa melahirkan anak laki-laki atau perempuan
       yang diberkahi dengan berkah , kebajikan , dan kebijaksanaan. "
       " Mereka yang mencari umur panjang akan mendapatkan umur panjang
       . Mereka yang berusaha untuk cepat menyempurnakan pahala mereka
       akan segera mampu untuk melakukannya . Hal yang sama berlaku
       untuk mereka yang mencari sesuatu mengenai tubuh , hidup ,
       penampilan , atau kekuatan mereka. Pada akhir kehidupan mereka ,
       mereka akan mendapatkan kelahiran kembali yang mereka harapkan
       dalam dimanapun dari wilayah dari sepuluh penjuru yang mereka
       inginkan. Tentu mereka tidak akan lahir di tempat-tempat yang
       kurang baik diberkahi , atau sebagai orang-orang bawahan ,
       apalagi akan mereka terlahir kembali didalam beberapa bentuk
       yang aneh . "
       " Ananda , jika ada bencana kelaparan di suatu negara , provinsi
       , atau desa , atau jika mungkin ada tentara , perampok ,
       penjajah , perang , atau jenis lain dari ancaman bahaya setempat
       , maka dengan menuliskan Mantra suci ini dan menempatkan nya
       pada keempat pintu gerbang kota , atau pada chaitya atau pada
       dhvaja , dengan memerintahkan seluruh rakyat negara itu untuk
       menghormati Mantra itu, membuat persembahan untuk nya ,
       memujanya dan dengan pikiran tunggal penuh memberikan
       persembahan untuk nya; dengan memerintahkan semua warga negara
       untuk memakainya pada tubuh mereka atau untuk menempatkannya di
       rumah mereka , dan maka semua bencana dan malapetaka tersebut
       akan benar-benar hilang . "
       " Ananda , didalam masing-masing dan setiap negara dimana
       orang-orang sesuai dengan Mantra ini , para naga surgawi menjadi
       senang , angin dan hujan menjadi bermusim , lima jenis panen
       tanaman menjadi berlimpah , dan orang-orang merasa damai dan
       bahagia . Itu juga bisa menahan semua bintang jahat yang mungkin
       muncul di salah satu arah dan mengubah diri mereka sendiri
       dengan cara aneh yang luar biasa . Bencana dan penghalang tidak
       akan timbul . Orang-orang tidak akan mati dengan kebetulan atau
       tiba-tiba , tidak pula mereka akan terikat oleh belenggu , papan
       hukuman , atau kunci . Siang and malam mereka akan menjadi damai
       , dan tidak ada mimpi buruk yang akan mengganggu tidur mereka .
       "
       " Ananda , dunia Saha ini memiliki delapan puluh empat ribu
       bintang jahat yang bisa berubah dan berkemungkinan besar
       menghancurkan. Dua puluh delapan bintang kejahatan besar adalah
       para pemimpin , dan delapan bintang kejahatan besar lainnya
       adalah para penguasa . Mereka mengambil berbagai bentuk, dan
       ketika mereka muncul di dunia mereka membawa bencana dan bencana
       yang tak terduga turun pada para makhluk . Namun ke mana pun
       Mantra ini disimpan, mereka semua akan dibasmi . Sebuah
       perbatasan akan terjamin keamanan sejauh dua belas yojana di
       sekitar, dan tidak bencana jahat atau kemalangan akan pernah
       melanggar batas atasnya . "
       " Oleh karena itu , sang Tathagata menyatakan Mantra ini menjadi
       satu yang akan melindungi semua pengolah budidaya dari masa
       depan yang baru saja mulai belajar, sehingga mereka bisa
       memasuki Samadhi , menjadi damai dalam tubuh dan pikiran , dan
       mencapai keheningan tenang yang besar. Apalagi akan iblis apapun
       , hantu , atau roh , atau musuh , bencana , atau kemalangan yang
       seharusnya dari kehidupan lampau yang mencapai kembali ke waktu
       yang tak berawal , atau karma lama atau utang masa lalu datang
       untuk menyusahkan dan menyakiti mereka . "
       "Tentang Anda dan semua orang di perkumpulan majelis yang masih
       sedang belajar , dan tentang pengolah budidaya dari masa depan
       yang mengandalkan mimbar Saya dan mempertahankan aturan sila
       sesuai dengan Dharma; yang menerima aturan sila dari para
       anggota murni dari Sangha; dan yang mempertahankan Mantra - hati
       ini tanpa menimbulkan keraguan : jika orang baik seperti ini
       tidak memahami pikiran mereka didalam seluruh tubuh itu , maka
       para Tathagata dari sepuluh penjuru telah berbohong " !
       Ketika Dia menyelesaikan penjelasan ini , ratusan dari ribuan
       yang tak terukur dari para ksatriya kekuatan Vajra dalam
       perkumpulan majelis datang kehadapan sang Buddha , menempatkan
       telapak tangan Mereka bersama-sama beranjali , membungkuk , dan
       berkata kepada sang Buddha , " Dengan pikiran yang tulus Kami
       akan melindungi orang-orang yang mengolah budidaya Bodhi di
       Jalan ini , menurut apa yang sang Buddha telah katakan . "
       Kemudian Brahma-raja , Shakra-deva , dan Catur-maha-rajika
       semuanya datang kehadapan sang Buddha , memberi hormat
       bersama-sama , dan berkata kepada sang Buddha , "Kalau memang
       ada orang baik yang mengolah budidaya dan belajar di Jalan ini ,
       kami akan melakukan semua yang kami bisa untuk dengan
       sungguh-sungguh melindungi mereka dan menyebabkan segala sesuatu
       menjadi seperti yang mereka akan harapkan di seluruh kehidupan
       mereka . "
       Selain itu para jenderal besar yaksha , rakshasa-raja ,
       putana-raja , kumbhanda-raja , pishacha raja , vinayaka ,
       raja-raja besar hantu, dan semua panglima hantu datang kehadapan
       sang Buddha , menempatkan telapak mereka bersama-sama beranjali
       , dan memberi hormat . " Kami Juga telah bersumpah untuk
       melindungi orang-orang ini dan menyebabkan tekad mereka pada
       Bodhi menjadi segera disempurnakan . "
       Selanjutnya , yang tak terukur jumlahnya dari dewa matahari dan
       dewa bulan , raja penguasa hujan , raja penguasa awan , raja
       guntur , raja petir yang mengawasi diseluruh tahun , dan semua
       rombongan pengiring dari para bintang yang juga ada didalam
       persamuan membungkuk di kaki sang Buddha dan berkata kepada sang
       Buddha , " Kami Juga melindungi semua pengolah budidaya,
       sehingga 'Bodhi-mandala' mereka penuh kedamaian dan mereka bisa
       mencapai 'Keberanian' . "
       Selain itu , yang tak terukur jumlahnya dari roh gunung , roh
       laut , dan semua yang dari tanah bumi yang banyak sekali makhluk
       dan kesatuan dari air , tanah , dan udara - serta raja angin -
       dan dewa-dewa dari surga tanpa bentuk , datang kehadapan sang
       Tathagata , Kepala mereka menunduk , dan berkata kepada sang
       Buddha , " Kami akan melindungi para pengolah budidaya ini juga
       sampai mereka mencapai Bodhi dan tidak akan pernah membiarkan
       setiap iblis memiliki cara mereka dengan mereka . "
       Kemudian para Vajragarbharaja Bodhisattva didalam perkumpulan
       majelis yang besar , jumlahNya sebanyak delapan puluh empat ribu
       nayuta koti dari butiran pasir di sungai Gangga , bangkit dari
       tempat duduk Mereka , membungkuk di kaki sang Buddha , dan
       berkata kepada sang Buddha , " Bhagawan , sifat alami dari
       perbuatan Kami didalam pengolahan budidaya adalah seperti itu,
       meskipun Kami sudah lama sejak mencapai Bodhi , Kami tidak
       menggenggam Nirwana , tapi selalu menemani mereka yang
       mempertahankan Mantra ini , menyelamatkan dan melindungi mereka
       yang dalam usia akhir yang mengolah Samadhi secara benar .
       Bhagawan , orang yang seperti ini, yang mengolah pikiran mereka
       dan mencari pemusatan pikiran konsentrasi yang tepat , apakah di
       'Tempat sang Jalan' atau berjalan di sekitar , dan bahkan
       orang-orang tersebut yang dengan 'pikiran yang tersebar'
       berkeliaran dan menghibur diri mereka sendiri di desa-desa ,
       akan disempurnakan dan dilindungi oleh Kami dan rombongan
       pengikut Kami. Meskipun para raja iblis dan para 'dewa
       kenyamanan besar' akan berusaha untuk mendapatkan mereka ,
       mereka tidak akan pernah mampu untuk melakukannya . Para hantu
       yang lebih kecil harus tinggal berdiam di jarak sepuluh yojana
       'dari orang-orang baik ini, kecuali bagi para makhluk yang telah
       bertekad bahwa mereka Ingin mengolah budidaya dhyana ."
       " Bhagawan , jika iblis jahat tersebut atau pengiring mereka
       ingin menyakiti atau mengganggu orang-orang baik ini, Kami akan
       menghancurkan kepala mereka jadi berkeping-keping dengan palu
       Vajra Kami . Kami akan selalu membantu orang-orang ini untuk
       mencapai itu."
       Kemudian Ananda bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki
       sang Buddha , dan berkata kepada sang Buddha , " Sekarang Kami
       yang membosankan dan yang lambat , yang gemar pada pengetahuan
       tetapi tidak berusaha untuk menghentikan arus perpindahan keluar
       dari pikiran Kami , telah menerima ajaran yang penuh kasih dari
       sang Buddha dan telah mencapai cara yang tepat untuk menjadi
       dimasukkan dengan pengolahan budidaya , Kami mengalami sukacita
       didalam tubuh dan pikiran dan mendapatkan manfaat yang luar
       biasa . Bhagawan , bagi orang yang mengolah budidaya di Jalan
       ini dan ditetapkan sebagai yang telah mencapai Samadhi sang
       Buddha , tapi yang belum mencapai Nirwana , apa yang dimaksud
       dengan tingkat Kebijaksanaan yang kering ? Apa empat puluh empat
       pikiran itu ? Apa urutan yang orang mengolah untuk mencapai
       tujuannya ? Tempat apa yang harus orang capai untuk dikatakan
       Telah Memasuki bhumi ? Dan apa yang dimaksud dengan Bodhisattva
       dari Pencerahan Yang Sama? "
       Setelah mengatakan ini , Dia membuat sujud penuh, dan kemudian
       perkumpulan majelis yang besar dengan pikiran tunggal menunggu
       bunyi dari suara yang welas asih dari sang Buddha ketika mereka
       menatap tanpa berkedip dengan kekaguman yang penuh hormat.
       Pada waktu itu sang Bhagavan memuji Ananda , mengatakan , "Bagus
       sekali, bagus sekali , Bahwa demi seluruh perkumpulan majelis
       yang besar dan para makhluk diusia akhir yang mengolah Samadhi
       dan mencari Mahayana , Anda bertanya untuk memiliki jalur yang
       tepat tak tertandingi dari mengolah budidaya yang membawa orang
       dari tingkat orang biasa hingga ke parinirvana akhir untuk
       dijelaskan dan diungkapkan . Dengarkan dengan penuh perhatian,
       dan Saya akan berbicara tentang hal itu untuk Anda . "
       Ananda dan semua orang dalam persamuan menempatkan telapak
       tangan mereka bersama-sama beranjali , membersihkan pikiran
       mereka , dan diam-diam menunggu untuk menerima pengajaran .
       Sang Buddha berkata , " Ananda , Anda harus tahu bahwa sifat
       alami yang indah menakjubkan itu adalah sempurna dan cerah ,
       terlepas dari semua nama dan sifat . Pada dasarnya tidak ada
       dunia , dan juga tidak ada makhluk . Dikarenakan oleh kepalsuan
       , maka 'gejala kejadian' menjadi ada . Karena gejala kejadian
       menjadi ada  , mereka juga berhenti menjadi. Bahkan istilah '
       menjadi ada' dan ' berhenti menjadi ' adalah palsu. Ketika
       kepalsuan itu berhenti menjadi , Itu dikenal sebagai
       'kebenaran'. Inilah yang disebut Bodhi tak tertandingi dari
       Tathagata dan Nirvana besar : Nama-nama ini merujuk pada dua
       jenis dari pembalikan . Ananda , sekarang Anda ingin mengolah
       Samadhi yang sesungguhnya dan tiba secara langsung di
       Parinirvana sang Tathagata . Pertama, Anda Harus mengenali dua
       penyebab terbalik dari makhluk hidup dan dunia . Ketiadaan
       kemunculan 'terbalik' adalah Samadhi yang sesungguhnya dari
       Tathagata.
       " Ananda , apa yang dimaksud dengan 'terbalik' dari para makhluk
       ? Ananda , 'sifat alami Kita' memberikan pikiran dengan
       pemahaman karena sifat alami itu sendiri adalah kesempurnaan
       dari pemahaman . Dengan menambahkan pemahaman , 'sifat alami
       lainnya' datang menjadi ada , dan dari sifat alami yang palsu
       itu, penglihatan muncul . Dari 'ketiadaan yang mutlak' datang
       'keberadaan akhir' . Semua yang 'ada' terjadi di jalan Itu .
       Penyebab itu bukanlah penyebab sebenarnya . Subyek pelaku yang
       beketergantungan pada penampilan obyek adalah pada dasarnya
       tidak berdasar. Jadi demikian , yang sangat dasar bagi
       keberadaan dunia dan makhluk adalah pada dasarnya tidak dapat
       diandalkan
       " Kebingungan tentang 'dasar seseorang', pemahaman yang sempurna
       menghasilkan kemunculan dari kepalsuan . Kepalsuan itu sendiri
       adalah tanpa zat , itu bukanlah sesuatu yang dapat diandalkan .
       Orang mungkin ingin kembali kepada kebenaran , tapi keinginan
       untuk kebenaran itu sudah menjadi kepalsuan . Sifat alami yang
       sejati dari 'Tathata' yang sejati bukanlah suatu kebenaran yang
       orang dapat mencari untuk kembali . Dengan demikian orang
       kehilangan tanda itu . 'Apa yang pada dasarnya tidak muncul' ,
       'apa yang pada dasarnya tidak tinggal', 'apa yang pada dasarnya
       bukan pikiran' , dan 'apa yang pada dasarnya bukan dharma'
       datang menjadi ada secara bergantian. Ketika mereka muncul lebih
       dan lebih dengan kuat , mereka membentuk kecenderungan untuk
       menciptakan karma . 'Karma yang sama' mendirikan rangsangan yang
       saling timbal-balik . Dikarenakan oleh karma yang dihasilkan
       demikian itu , ada pembuatan yang saling timbal-balik dan
       kepunahan yang saling timbal-balik . Itulah sebab untuk
       keterbalikan dari para makhluk .
       " Ananda , apakah keterbalikan dari dunia? 'Semua yang ada dan
       berkaitan dengan keberadaan' secara palsu muncul di golongan dan
       bagian . Dunia didasarkan pada itu, tetapi penyebab ini bukanlah
       penyebab sebenarnya . Segala sesuatu yang tergantung tidak ada
       yang adalah tergantung , dan jadi ia bergeser dan meluncur tak
       henti-hentinya . Dikarenakan oleh ini, dunia dari tiga periode
       waktu dan empat penjuru arah datang menjadi ada . Penyatuan dan
       hubungan saling timbal-balik mereka menyebabkan perubahan yang
       menghasilkan dua belas kategori makhluk .
       " Itulah sebabnya , di dunia ini , gerakan menghasilkan suara ,
       suara menghasilkan bentuk, bentuk menghasilkan bau , bau
       menghasilkan hubungan , hubungan menghasilkan rasa , dan rasa
       menghasilkan kesadaran 'dharma (=gejala kejadian)'. Pikiran acak
       yang palsu yang dihasilkan dari enam itu yang menciptakan karma
       , dan ini terus bergulir menjadi penyebab dari dua belas
       kategori yang berbeda . Dan jadi , di dunia, suara , bau, rasa ,
       hubungan, dan sejenisnya , masing-masing berubah sepanjang dua
       belas kategori untuk membuat satu putaran lengkap .
       " Berdasarkan pada proses yang terus bergulir itu yang
       melibatkan gejala kejadian yang terbalik , 'mereka yang lahir
       dari telur' , 'mereka yang lahir dari rahim' , 'mereka yang
       lahir dari kelembaban' , dan 'mereka yang lahir dari perubahan
       wujud'; 'makhluk dengan bentuk' , 'mereka yang tanpa bentuk' ,
       'orang-orang dengan pemikiran' , dan 'mereka yang tanpa
       pikiran'; 'makhluk yang tidak sepenuhnya diberkahi dengan
       bentuk' , 'mereka yang tidak sepenuhnya tanpa bentuk' , 'mereka
       yang tidak sepenuhnya diberkahi dengan pikiran' , dan 'mereka
       yang tidak sepenuhnya tanpa pikiran' menjadi ada di dunia ini .
       " Ananda , melalui proses yang terus menerus dari kepalsuan ,
       keadaan yang terbalik dari 'gerakan' terjadi di dunia ini . Itu
       menyatu dengan 'tenaga' untuk menjadi delapan puluh empat ribu
       macam dari pikiran acak yang tidak terbang keatas ataupun tidak
       menyelam ke bawah. Dari telur itu menjadi ada dan berpindah ke
       seluruh wilayah sebagai ikan , burung , amfibi , dan reptil ,
       sehingga jenis mereka berlimpah .
       " Melalui proses yang terus menerus dari kekotoran (klesa) ,
       keadaan yang terbalik dari 'hasrat keinginan' terjadi di dunia
       ini . Itu menyatu dengan 'perangsangan' untuk menjadi delapan
       puluh empat ribu macam dari pikiran acak yang tidak tegak
       ataupun tidak mendatar. Dari janin itu didalam rahim menjadi ada
       dan berpindah ke seluruh wilayah sebagai manusia , hewan , naga
       , dan yang abadi sampai jenis mereka berlimpah .
       " Melalui proses yang terus menerus dari kemelekatan (upadana) ,
       keadaan yang terbalik dari 'kecendrungan kehendak' terjadi di
       dunia ini . Itu menyatu dengan 'kehangatan' menjadi delapan
       puluh empat ribu macam dari pikiran acak yang bimbang dan
       terbalik . Dari mahluk hidup itu didalam kelembaban menjadi ada
       dan berpindah ke seluruh wilayah sebagai 'serangga dan mahluk
       tanpa tulang belakang' yang merangkak , sampai jenis mereka
       berlimpah .
       " Melalui proses yang terus menerus dari perubahan , keadaan
       yang terbalik dari 'pinjaman' terjadi di dunia ini . Berdasarkan
       pada yang terbalik , itu menyatu dengan 'hubungan' menjadi
       delapan puluh empat ribu macam dari pikiran acak dari yang baru
       dan lama . Dari itu, mahluk hidup yang menjalani perubahan
       bentuk menjadi ada dan berpindah ke seluruh wilayah sebagai
       bentuk-bentuk dari mahluk metamorfosis yang terbang dan
       merangkak, sampai jenis mereka berlimpah .
       " Melalui proses yang terus menerus dari pengekangan , keadaan
       yang terbalik dari 'gangguan halangan' terjadi di dunia ini .
       Itu menyatu dengan 'kemelekatan' menjadi delapan puluh empat
       ribu macam dari pikiran acak dari kemurnian dan kecemerlangan .
       Dari kelompok mahluk hidup itu yang memiliki bentuk menjadi ada
       dan berpindah ke seluruh wilayah sebagai makhluk yang baik dan
       buruk , sampai jenis mereka berlimpah.
       " Melalui proses yang terus menerus dari penghancuran dan
       pembubaran , keadaan yang terbalik dari 'angan-angan khayalan'
       terjadi di dunia ini . Itu menyatu dengan 'kegelapan' menjadi
       delapan puluh empat ribu macam dari pikiran acak dari
       ketidakjelasan dan yang bersembunyi . Dari itu, kelompok mahluk
       hidup yang tidak memiliki bentuk menjadi ada dan berpindah ke
       seluruh wilayah sebagai mahluk yang kosong , yang tersebar ,
       yang termusnahkan , dan yang terendam air sampai jenis mereka
       berlimpah .
       " Melalui proses yang terus menerus dari angan-angan khayalan
       ilusi , keadaan yang terbalik dari 'bayangan' terjadi di dunia
       ini . Itu menyatu dengan 'ingatan' menjadi delapan puluh empat
       ribu macam dari pikiran acak yang tersembunyi dan terikat . Dari
       itu, kelompok mahluk hidup yang diberkahi dengan pikiran ,
       menjadi ada dan berpindah ke seluruh wilayah sebagai roh , hantu
       , dan makhluk terpencil , sampai jenis mereka berlimpah .
       " Melalui proses yang terus menerus dari kekusaman dan
       kelambatan, keadaan yang terbalik dari 'kebodohan' terjadi di
       dunia ini . Itu menyatu dengan 'ketegaran' menjadi delapan puluh
       empat ribu macam dari pikiran acak yang kering dan dilemahkan .
       Dari itu, kelompok mahluk hidup yang tidak memiliki pikiran ,
       menjadi ada dan berpindah ke seluruh wilayah seperti kekuatan
       hidup dan semangat mereka berubah menjadi tanah, kayu , logam ,
       atau batu , sampai jenis mereka berlimpah .
       " Melalui proses yang terus menerus dari pengaruh timbal-balik
       yang saling merugikan, keadaan yang terbalik dari 'tiruan'
       terjadi di dunia ini . Itu menyatu dengan 'kekotoran' menjadi
       delapan puluh empat ribu macam dari pikiran acak dari yang
       sesuai dan mengandalkan . Dari itu, kelompok mahluk hidup yang
       tidak benar-benar diberkahi dengan bentuk , mengambil bentuk
       janin dan berpindah ke seluruh wilayah sampai jenis mereka
       berlimpah, sebagai ikan ubur-ubur yang mengunakan yang kecil
       untuk mata dan sejenisnya .
       " Melalui proses yang terus menerus dari saling tarik , keadaan
       yang terbalik dari 'sifat alami' terjadi di dunia ini . Itu
       bersatu dengan mantra menjadi delapan puluh empat ribu macam
       dari pikiran acak dari pembalasan dan memanggil . Dari itu,
       kelompok mahluk hidup yang tidak benar-benar tiada bentuk
       menjadi makhluk tanpa bentuk dan berpindah ke seluruh wilayah
       sebagai makhluk tersembunyi dari mantra dan jampi , sampai jenis
       mereka berlimpah .
       " Melalui proses yang terus menerus dari persatuan palsu,
       keadaan yang terbalik dari 'pelanggaran' terjadi di dunia ini .
       Itu bersatu dengan pembentukan yang tidak serupa menjadi delapan
       puluh empat ribu macam dari pikiran acak dari pertukaran yang
       timbal balik . kelompok mahluk hidup yang tidak benar-benar
       diberkahi dengan pikiran , menjadi diberkahi dengan pikiran dan
       berpindah ke seluruh wilayah dalam bentuk seperti itu sebagai
       tawon yang mengubah makhluk yang berbeda menjadi jenis nya
       sendiri dan sejenisnya , sampai jenis mereka berlimpah .
       " Melalui proses yang terus menerus dari permusuhan dan
       merugikan, keadaan yang terbalik dari 'pembunuhan' terjadi di
       dunia ini . Itu bersatu dengan benda yang aneh menjadi delapan
       puluh empat ribu macam dari pikiran acak dari melahap ayah dan
       ibu seseorang. Dari itu, kelompok mahluk hidup yang tidak
       benar-benar tiada pikiran menjadi makhluk yang tidak memiliki
       pikiran dan berpindah ke seluruh wilayah, sampai jenis mereka
       berlimpah dalam bentuk sebagai 'burung hantu' yang menetaskan
       anak muda nya dari gumpalan kotoran lumpur , dan 'burung cermin
       pecah', yang menetaskan buah beracun untuk membuat anaknya
       kemudian anak muda itu masing-masing memakan orang tua itu dan
       sejenisnya , sampai jenis mereka berlimpah . ini adalah dua
       belas kategori dari makhluk . "
       " Ananda , masing-masing dari kategori makhluk ini dipenuhi
       dengan dua belas macam keadaan yang terbalik , sama seperti
       menekan mata seseorang menghasilkan berbagai gambar yang seperti
       bunga. Dengan pembalikan dari kesempurnaan yang indah
       menakjubkan, pemahaman murni dari 'pikiran yang benar' menjadi
       dipenuhi dengan pikiran yang palsu dan acak . Sekarang , ketika
       Anda mengolah budidaya menuju penetapan ke Samadhi dari sang
       Buddha , Anda akan melalui tiga tingkat yang bertahap untuk
       menyingkirkan penyebab dasar dari pikiran-pikiran yang acak ini
       . Mereka bekerja hanya dalam cara bahwa air panas dicampur
       dengan abu dupa membersihkan bejana yang telah menampung madu
       beracun . Setelah itu , bejana tersebut dapat digunakan untuk
       menyimpan embun manis.
       " Apa tiga tingkat yang bertahap itu? Yang pertama adalah untuk
       memperbaiki kebiasaan seseorang dengan menyingkirkan penyebab
       yang membantu ; yang kedua adalah untuk benar-benar mengolah
       budidaya untuk memotong inti sari dari karma pelanggaran ; yang
       ketiga adalah untuk meningkatkan semangat seseorang untuk
       mencegah perwujudan karma .
       " Apa itu penyebab yang membantu? Ananda , dua belas kategori
       dari makhluk hidup di dunia ini tidak secara lengkap dalam diri
       mereka sendiri , tetapi tergantung pada empat jenis dari makan;
       Yaitu, makan melalui porsi , makan melalui hubungan , makan
       melalui pikiran , dan makan melalui kesadaran . Oleh karena itu
       , sang Buddha mengatakan bahwa semua makhluk harus makan untuk
       hidup .
       " Ananda , semua makhluk bisa hidup jika mereka makan apa yang
       segar , dan mereka akan mati jika mereka menerima racun .
       Makhluk yang mencari Samadhi harus menahan diri dari memakan
       lima tumbuhan pedas menyengat dari dunia ini . Jika kelima ini
       dimakan termasak , mereka meningkatkan gairah seksual seseorang
       ; jika mereka dimakan mentah , mereka meningkatkan kemarahan
       seseorang.Oleh karena itu, bahkan jika orang di dunia ini yang
       makan tanaman yang pedas menyengat dapat menjelaskan dua belas
       pembagian dari kitab Sutra , para dewa dan yang abadi dari
       sepuluh penjuru arah akan tinggal jauh dari mereka karena mereka
       berbau begitu buruk . Namun, setelah mereka makan benda-benda
       ini, para hantu kelaparan akan melayang-layang dekat di sekitar
       dan mencium bibir mereka . Menjadi selalu di dalam kehadiran
       hantu , berkat dan kebajikan mereka akan larut seperti hari-hari
       berlalu , dan mereka akan mengalami sedikit manfaat. Orang yang
       makan tanaman pedas menyengat dan juga mengolah Samadhi tidak
       akan dilindungi oleh para Bodhisattva , dewa , yang abadi , atau
       roh dari sepuluh penjuru , sehingga raja-raja iblis yang sangat
       kuat , mampu melakukan apa yang mereka harap , akan muncul dalam
       tubuh seorang Buddha dan berbicara Dharma untuk mereka , mencela
       ajaran sila dan memuji nafsu, kemarahan , dan kebodohan . Ketika
       hidup mereka berakhir, orang-orang ini akan bergabung dengan
       rombongan raja iblis. Ketika mereka menghabiskan berkat mereka
       sebagai iblis , mereka akan jatuh ke dalam neraka yang tidak
       berselang-selang. Ananda , mereka yang mengolah budidaya untuk
       Bodhi harus tidak memakan lima tanaman pedas menyengat . ini
       adalah yang pertama dari tingkat yang bertahap dari pengolahan
       budidaya .
       " Apa itu intisari dari pelanggaran karma ? Ananda , makhluk
       yang ingin memasuki Samadhi harus terlebih dahulu secara tegas
       menegakkan ajaran sila murni . Mereka harus memusnahkan hasrat
       seksual selamanya , tidak mengambil anggur atau daging , dan
       memakan yang dimasak daripada makanan mentah . Ananda , jika
       pengolah budidaya tidak memotong hasrat seksual dan membunuh ,
       akan mustahil bagi mereka untuk melampaui Tiga alam. Anda harus
       menganggap hasrat seksual sebagai ular berbisa atau penjahat
       yang marah. Pertama, berpegang pada 'Empat atau Delapan Parajika
       dari Sravaka' untuk mengendalikan kegiatan tubuh fisik Anda;
       kemudian mengolah budidaya 'peraturan murni dari Bodhisattva'
       untuk mengendalikan kegiatan batin Anda. Saat sila berhasil
       ditegakkan , seseorang tidak akan menciptakan karma yang
       mengarah ke saling kelahiran kembali dan saling membunuh di
       dunia ini. Jika seseorang tidak mencuri , seseorang tidak akan
       berhutang , dan seseorang tidak akan harus membayar kembali
       utang-utang masa lalu di dunia ini . Jika orang-orang yang murni
       dengan cara ini mengolah budidaya Samadhi , mereka secara alami
       akan dapat merenungkan sejauh mana dunia dari sepuluh penjuru
       dengan tubuh fisik yang diberikan orang tua mereka ; tanpa
       memerlukan mata Surgawi , mereka akan melihat para Buddha
       berbicara Dharma dan menerima secara pribadi ajaran bijaksana
       ini. Mendapatkan penembusan batin yang besar , mereka akan
       menjelajah melalui sepuluh penjuru arah , mendapatkan kejelasan
       mengenai kehidupan masa lalu , dan tidak akan menemui kesulitan
       dan bahaya .ini adalah yang kedua dari tingkat yang bertahap
       dari pengolahan budidaya .
       " Apa itu perwujudan dari karma ? Ananda , orang-orang seperti
       ini , yang murni dan yang menjunjung tinggi sila , tidak
       memiliki pikiran keserakahan dan hasrat seksual , sehingga
       mereka tidak menjadi berfoya-foya didalam mengejar enam objek
       indera luar yang kotor tercemar . karena mereka tidak mengejar
       nya , mereka berbalik ke sumber mereka sendiri . Tanpa kondisi
       dari obyek yang kotor , tidak ada apapun bagi organ indera untuk
       mencocokkan diri dengan nya , dan sehingga mereka membalikkan
       aliran arus mereka , menjadi satu kesatuan , dan tidak lagi
       terbatas pada enam fungsi tersendiri . Semua wilayah dari
       sepuluh penjuru kemudian menjadi jelas cemerlang dan murni
       seperti bulan tergantung didalam kristal . Tubuh dan pikiran
       mereka penuh bahagia saat mereka mengalami kesetaraan dari
       kesempurnaan yang indah menakjubkan, dan mereka mencapai
       kedamaian yang besar. Kesempurnaan rahasia dan keajaiban murni
       dari semua Tathagata muncul dihadapan mereka . Orang-orang ini
       kemudian mendapatkan Kesabaran dengan ketiadaan dari makhluk dan
       dharma . Mereka kemudian secara bertahap mengolah sesuai dengan
       latihan-latihan mereka , sampai mereka berada dengan aman di
       posisi yang bijaksana. ini adalah yang ketiga dari tingkat yang
       bertahap dari pengolahan budidaya .
       " Ananda , nafsu cinta dan hasrat birahi orang-orang yang baik
       ini layu dan kering , organ indera dan obyek indera tidak lagi
       saling terhubung, sehingga sisa kebiasaan tidak terus muncul .
       Dengan menyadari bahwa kemelekatan pikiran adalah palsu , mereka
       hanya menggunakan kebijaksanaan. Kebijaksanaan itu bersinar
       diseluruh sepuluh penjuru arah , dan kebijaksanaan awal ini
       disebut Tahap dari kebijaksanaan kering . Meskipun kebiasaan
       dari nafsu keinginan pada awalnya kering , mereka masih belum
       bergabung dengan air Dharma yang mengalir dari para Tathagata .
       " Kemudian , dengan pikiran ini berpusat di tengah , mereka
       memasuki aliran arus dimana 'kesempurnaan yang indah
       menakjubkan' mengungkapkan dirinya . Dari kebenaran kesempurnaan
       yang indah menakjubkan itu, di sana berulang kali muncul
       keajaiban dari kebenaran . Mereka selalu tinggal berdiam didalam
       keajaiban dari keyakinan, sampai semua pikiran yang salah
       benar-benar sepenuhnya dihapuskan dan Jalan Tengah adalah total
       benar . Ini disebut 'Pikiran yang Berada didalam Keyakinan' .
       " Ketika 'keyakinan yang benar' dimengerti dengan jelas , maka
       penembusan yang sempurna adalah total, dan tiga aspek dari
       skandha , tempat , dan alam adalah tidak lagi penghalang . Maka
       semua kebiasaan mereka sepanjang ribuan kalpa yang tak terhitung
       di masa lalu dan masa depan , selama di mana mereka meninggalkan
       tubuh dan menerima tubuh , muncul kepada mereka sekarang pada
       saat ini . Orang-orang yang baik ini dapat mengingat semuanya
       dan tidak melupakan apapun . Ini disebut 'Pikiran yang Berada
       didalam Kesadaran Penuh Perhatian' .
       " Ketika kesempurnaan yang indah menakjubkan benar-benar
       sepenuhnya benar, kebenaran sifat pokok itu menghasilkan
       perubahan wujud . Mereka melampaui kebiasaan yang tanpa awal
       untuk mencapai satu kecerahan pokok . Hanya mengandalkan
       kecerahan pokok ini , mereka maju berkembang menuju ke kemurnian
       sejati . Ini disebut 'Pikiran dari Semangat' .
       " Intisari pokok dari pikiran mengungkapkan dirinya sendiri
       sebagai kebijaksanaan total; ini disebut 'Pikiran yang Berada
       didalam Kebijaksanaan' .
       " Ketika kebijaksanaan dan kecerahan dipertahankan dengan teguh
       , kesunyian yang mendalam meliputi dimanapun. Tahap di mana
       keagungan dari keheningan ini menjadi tetap dan kuat disebut
       'Pikiran yang Berada didalam Samadhi' .
       " Cahaya dari Samadhi memancarkan Kecerahan . Bila intisari
       pokok dari kecerahan masuk sangat dalam , mereka hanya maju dan
       tidak pernah mundur . Ini disebut 'Pikiran yang Avaivartika
       (Tanpa Kemunduran Tak Dapat Diubah)' .
       " Ketika kemajuan dari pikiran mereka diamankan , dan mereka
       mempertahankan pikiran mereka dan melindungi nya tanpa
       kehilangan ; mereka terhubung dengan nafas kehidupan dari para
       Tathagata dari sepuluh penjuru . Ini disebut 'Pikiran yang
       Melindungi Dharma' .
       " Dengan melindungi cahaya dari pencerahan mereka, mereka dapat
       menggunakan kekuatan yang indah menakjubkan untuk kembali ke
       cahaya Buddha dari belas kasih dan kembali untuk berdiri teguh
       dengan Buddha . Hal ini seperti dua cermin yang terletak
       menghadap satu sama lain , sehingga diantara mereka gambar yang
       indah saling mencerminkan dan masuk ke dalam satu demi satu
       lapisan. ini disebut 'Pikiran yang Membuat Pemindahan' .
       " Dengan rahasia yang saling mempengaruhi dari cahaya ini ,
       mereka memperoleh kekuatan abadi Buddha dan kemurnian yang indah
       tak tertandingi . Tinggal berdiam didalam yang tidak berkondisi
       , mereka mengetahui tidak ada kerugian atau pemborosan. Ini
       disebut 'Pikiran yang Berada didalam Ajaran Sila' .
       " Tinggal berdiam di dalam ajaran sila dengan penguasaan diri ,
       mereka bisa menjelajah ke seluruh sepuluh penjuru arah , ke
       manapun mereka inginkan . Ini disebut 'Pikiran yang Berada
       didalam Sumpah' .
       " Ananda , orang-orang yang baik itu menggunakan jalan bijaksana
       yang tepat untuk mendatangkan sepuluh pikiran itu . Intisari
       pokok dari pikiran ini menjadi mempesona , dan sepuluh fungsi
       mereka terhubung ke titik dari pikiran tunggal . Itu disebut
       'Tempat Tinggal dari Mendatangkan Ketetapan' .
       " Penemuan yang dibuat oleh pikiran itu adalah seperti kristal
       murni didalam di mana dapat dilihat emas murni . Berdasarkan
       pada pikiran yang indah menakjubkan sebelumnya itu , mereka
       melangkah ke tingkat ini disebut 'Tempat Tinggal dari Pokok
       Peraturan' .
       " Ketika pikiran pada pokok itu terhubung dengan kebijaksanaan,
       keduanya menjadi terang dan luas menyeluruh . Melintasi sepuluh
       penjuru tanpa halangan maka disebut 'Tempat Tinggal dari
       Pengolahan Budidaya' .
       " Ketika perilaku mereka adalah sama seperti Buddha dan mereka
       terhubung dengan semangat Buddha , maka , seperti tubuh diantara
       skandha mencari ayah dan ibu , mereka menembus kegelapan dengan
       komunikasi yang tersembunyi dan memasuki keturunan dari sang
       Tathagata . Itu disebut 'Tempat Tinggal dari Kelahiran Mulia' .
       " Karena mereka naik di rahim sang Jalan , mereka adalah pewaris
       Pencerahan seperti janin dewasa telah mengembangkan semua ciri
       manusia. Itu disebut 'Tempat Tinggal yang Diberkahi dengan
       Keterampilan didalam Upaya'.
       " Penampilan tubuh fisik mereka menjadi tubuh dari para Buddha
       dan pikiran mereka juga sama. Itu disebut 'Tinggal berdiam
       didalam Pikiran Yang Tepat' .
       " Bersatu didalam tubuh dan pikiran , mereka tumbuh dan dewasa
       di hari demi hari . Itu disebut 'Tinggal berdiam didalam
       Avaivartika' .
       " Dengan penampilan yang berkhasiat dari sepuluh tubuh , yang
       secara bersamaan disempurnakan , mereka Tinggal berdiam sebagai
       Pemuda Yang Murni .
       " Benar-benar sepenuhnya dikembangkan , mereka meninggalkan
       rahim dan menjadi anak-anak dari sang Buddha . Itu adalah
       'Tinggal berdiam sebagai Pangeran Dharma'. Mencapai sepenuhnya
       kedewasaan , mereka seperti seorang pangeran terpilih dari
       seorang raja yang kuat yang menyerahkan urusan negara . Pada
       akhirnya sang putra sulung dari Raja Ksatria akan di urapi
       upacara suci pada Mahkota kepala . Itu disebut 'Tinggal berdiam
       didalam Pengurapan Upacara Suci Mahkota kepala'.
       " Ananda , setelah orang-orang yang baik ini telah menjadi putra
       sang Buddha , mereka dilengkapi dengan yang tanpa batas
       banyaknya kebajikan yang indah menakjubkan dari para Tathagata ,
       dan mereka akan menuruti dan selaras dengan makhluk disepanjang
       sepuluh penjuru . Itu disebut 'Perilaku dari Kebahagiaan' .
       " Menjadi secara baik mampu menolong semua makhluk disebut
       'Perilaku dari Memberi Manfaat' .
       " Mencerahkan diri mereka sendiri dan mencerahkan orang lain
       tanpa melahirkan perlawanan apapun disebut 'Perilaku Bebas
       Kemarahan' .
       " Kemudian mereka menjalani kelahiran dalam berbagai bentuk
       terus menerus hingga batas dari masa depan . Berlatih yang 'sama
       rata' diseluruh tiga periode waktu dan meresap meliputi sepuluh
       penjuru disebut 'Perilaku Berlanjut Tanpa Akhir' .
       " Ketika semuanya sama sesuai , orang tidak pernah membuat
       kesalahan di antara berbagai pintu Dharma . Itu disebut 'Dia
       Melakukan Kebebasan dari Kebingungan terperdaya' .
       " Kemudian didalam apa yang sama serupa , banyak sekali
       perbedaan muncul. Namun didalam penampilan yang berbeda , ciri
       khas dapat dirasakan .Itulah yang disebut 'Perilaku dari
       Perwujudan Bermanfaat' .
       " Itu terus berlanjut sampai mencakup semua partikel debu yang
       mengisi ruang angkasa kosong seluruh sepuluh penjuru arah .
       Dalam setiap dan sebutir debu ada muncul dunia-dunia di sepuluh
       penjuru . Namun penampilan dari butir-butir debu dan penampilan
       dari dunia-dunia tidak mengganggu satu sama lain . Itu disebut
       Perilaku dari Tiada Kemelekatan .
       " Segala sesuatu yang muncul dihadapan seseorang menjadi
       Paramita yang paling terkemuka . Itu disebut 'Perilaku dari
       Pemujaan' .
       " Dengan perpaduan sempurna seperti ini, seseorang bisa
       memperagakan diri menurut semua Buddha dari sepuluh penjuru .
       Itu disebut 'Perilaku Berdasarkan pada Dharma Yang Bermanfaat' .
       " Ketika setiap dan salah satu dari mereka menjadi murni dan
       tanpa arus perpindahan keluar , mereka bergabung menjadi suatu
       kebenaran tunggal , yang tidak berkondisi , itu merupakan
       intisari pokok dari sifat alami . Itu disebut 'Perilaku dari
       Kenyataan' .
       " Ananda , ketika orang-orang baik ini yang penuh dengan
       penembusan batin telah melakukan pekerjaan Buddha dan
       benar-benar murni total dan sepenuhnya benar , mereka dapat
       tetap jauh dari rintangan dan bencana . Kemudian mereka
       menyeberangkan makhluk tanpa terikat pada ide gagasan
       menyeberangkan mereka . Mereka mengarahkan pikiran yang tak
       berkondisi menuju jalan Nirvana . itu disebut 'Pemindahan dari
       Menyelamatkan dan Melindungi Makhluk Hidup , sementara Terlepas
       dari Penampilan dari Mahluk Hidup' .
       " Menghancurkan apa yang harus dihancurkan dan yang bersisa
       dihapus jauh dari apa yang harus ditinggalkan disebut
       'Pemindahan dari Yang Tak Dapat Dihancurkan' .
       " Pencerahan Yang Mendasar adalah sungguh mendalam, pencerahan
       yang pada tingkat dengan pencerahan Buddha . Itu disebut
       'Pemindahan dari Kesamaan dengan Semua Buddha' .
       " Ketika kebenaran mutlak ditemukan , tingkat nya seperti
       tingkat dari para Buddha . Itu disebut 'Pemindahan dari Mencapai
       semua Tempat' .
       " Dunia-dunia dan para Tathagata termasuk satu sama lain tanpa
       halangan apapun . Itu disebut 'Pemindahan dari Harta dari Pahala
       dan Kebajikan Yang Tak Akan Surut' .
       " Karena tingkat mereka adalah seperti Buddha , masing-masing
       dan setiap sebab yang mereka buat pada tingkat itu adalah murni
       . Berdasarkan pada penyebaran penyebab tersebut , mereka
       langsung turun ke jalan menuju Nirvana . Itu disebut 'Pemindahan
       dari Akar Yang Baik dari Mengikuti Apa Yang Pada Dasarnya Sama
       serupa '.
       " Ketika 'akar sejati' ditetapkan , maka semua makhluk di
       sepuluh penjuru adalah sifat alami saya sendiri . Tidak seorang
       pun hilang , saat sifat alami ini berhasil disempurnakan . Itu
       disebut 'Pemindahan dari Mengikuti Perenungan Yang Tidak Memihak
       dari Semua Makhluk .
       " Menjadi sama dengan semua dharma namun terlepas dari semua
       gejala kejadian , mereka tidak melekat ke salah satu ciri khas
       maupun pemisahan. Itu disebut 'Pemindahan dari Penampilan
       Tathata Yang Sejati.
       " Itu yang demikian benar-benar diperoleh , dan tidak ada
       halangan diseluruh sepuluh penjuru . Itu disebut 'Pemindahan
       dari Pembebasan Yang Tidak Terkekang' .
       " Ketika kebajikan dari sifat alami secara sempurna terwujud ,
       batas-batas dari "dharmadhatu (alam dharma)" dihancurkan . Itu
       disebut 'Pemindahan Ketidakterbatasan dari dharmadhatu' .
       " Ananda , ketika orang-orang yang baik ini telah sepenuhnya
       memurnikan empat puluh satu pikiran ini, mereka selanjutnya
       mencapai 'Empat Jenis dari Praktek Membantu Yang Indah Sempurna'
       .
       " Pencerahan dari Buddha hanya akan menjadi fungsi dari pikiran
       mereka sendiri . Itu adalah di ambang kemunculan tetapi belum
       muncul , dan sehingga itu dapat dibandingkan dengan titik
       sebelum kayu terbakar ketika dibor untuk menghasilkan api . Itu
       disebut 'Tingkat dari Panas' .
       " Mereka melanjutkan dengan pikiran mereka sendiri untuk
       melangkah dimana para Buddha melangkah, seakan mengandalkan
       namun tidak. Hal ini seolah-olah mereka sedang mendaki sebuah
       gunung yang tinggi , ke titik di mana tubuh mereka di ruang
       angkasa tapi tetap ada halangan sedikit di bawah mereka . Itu
       disebut 'Tingkat dari Puncak'.
       " Ketika pikiran dan Buddha adalah dua dan belum sama , mereka
       telah dengan baik memperoleh Jalan Tengah . Mereka adalah
       seperti seseorang yang menahan sesuatu ketika itu tampaknya
       mustahil untuk baik terus dipertahankan ataupun membiarkannya
       pergi . Itu disebut 'Tingkat dari Kesabaran' .
       " Ketika 'angka dan batas' menghilang, tidak ada sebutan seperti
       'Jalan Tengah' atau seperti 'Kebingungan' dan 'Pencerahan' yang
       dibuat . Itu disebut 'Tingkat dari Menjadi Yang Pertama di
       Dunia' .
       " Ananda , orang-orang yang baik ini telah berhasil menembus ke
       Maha Bodhi . Pencerahan mereka capai melalui Tathagata. Mereka
       telah memahami keadaan dari KeBuddhaan . Itu disebut 'Tingkat
       dari Kebahagiaan'.
       " Perbedaan-perbedaan masuk ke dalam ciri khas , bahkan 'gagasan
       dari ciri khas' menghilang. Itu disebut 'Tingkat dari
       Meninggalkan Kotoran' .
       " Pada titik dari kemurnian yang tertinggi , kecerahan datang .
       Itulah yang disebut 'Tingkat dari Cahaya Yang Memancar' .
       " Ketika Kecerahan menjadi Pokok , Pencerahan penuh . Itulah
       yang disebut 'Tingkat dari Kebijaksanaan Yang Menyala' .
       " Tidak ada 'ciri khas atau perbedaan' dapat dicapai . Itu
       disebut 'Tingkat dari Tak Terkalahkan' . "
       " Dengan tathata sejati yang tidak berkondisi , sifat alami
       bersih tak bernoda , dan Kecerahan terungkap . Itu disebut
       'Tingkat dari Perwujudan' .
       " Datang ke batas terjauh dari Tathata sejati disebut 'Tingkat
       dari Perjalanan Jauh' .
       " Pikiran tunggal dari Tathata sejati disebut 'Tingkat dari
       Ketenangan' .
       " Melahirkan fungsi Tathata sejati disebut 'Tingkat dari
       Kebijaksanaan Yang Baik' .
       " Ananda , semua Bodhisattva yang melampaui titik ini telah
       menyelesaikan pengolahan budidaya Mereka dan telah
       menyempurnakan pahala dan kebajikan Mereka , sehingga tingkat
       ini disebut 'Tingkat dari Pengolahan Budidaya' .
       " Kemudian awan yang indah dari kasih sayang melayang  diatas
       Lautan Nirvana . Itu disebut 'Tingkat dari Awan Dharma'.
       " Para Tathagata melawan aliran arus seperti para Bodhisattva
       demikian mencapai titik ini melalui penyesuaian dengan latihan.
       Pencerahan Mereka akan bertemu para Buddha; Oleh karena itu
       disebut 'Pencerahan Yang Setara' .
       " Ananda , pencerahan yang meliputi 'Pikiran Kebijaksanaan
       Kering' sampai puncak dari 'Pencerahan Yang Setara' adalah
       kebangkitan didalam 'Pikiran Vajra' . Itu merupakan Tingkat dari
       Kebijaksanaan Awal Yang Kering . Jadi ada total dua belas
       tingkat tunggal dan tingkat yang dikelompokkan . Akhirnya mereka
       mencapai Pencerahan yang indah menakjubkan dan mencapai Jalan
       yang tak tertandingi . Pada semua tingkat ini mereka menggunakan
       perenungan Vajra dari sepuluh persamaan yang sangat mendalam
       untuk cara di mana hal-hal adalah seperti ilusi . Didalam
       'Shamatha ('Tinggal berdiam pada Ketenangan Yang Damai')' mereka
       menggunakan 'Vipashyana ('pengartian yang mendalam ke sifat
       alami sejati dari kenyataan')' dari Tathagata untuk mengolahnya
       secara murni , untuk ditetapkan pada nya , dan secara bertahap
       memasukinya lebih dan lebih dalam . Ananda , karena mereka
       menerapkan tiga cara dari kemajuan disepanjang keseluruhan dari
       nya , mereka juga mampu mencapai lima puluh lima tahap dari
       Jalan Bodhi Yang Sejati. Cara Perenungan ini disebut 'Perenungan
       Yang Tepat'. Perenungan yang selain ini disebut perenungan yang
       menyimpang ."
       Kemudian Pangeran Dharma Manjusri bangkit dari tempat dudukNya ,
       dan di tengah-tengah majelis Dia membungkuk di Kaki sang Buddha
       dan berkata kepada sang Buddha , " Apa nama Sutra ini dan
       bagaimana seharusnya Kami dan semua makhluk menjunjung tinggi
       nya ? "
       Sang Buddha berkata kepada Manjusri , " Sutra ini disebut 'Maha
       Buddha Usnisa Sitata Patra Anuttara Vara Mudra Vimala Visada
       Dasa Disani Tathagata Sagara Caksu Namah Suttram' ('Mahkota
       Besar Buddha, Payung Putih , Segel Mulia Yang Tak Tertandingi
       dan Murni , Terang , Mata Yang Seperti Samudera dari para
       Tathagata dari Sepuluh Penjuru Arah'). "
       " Itu juga disebut 'Penyebab untuk Menyelamatkan Sanak Saudara ,
       Penyelamatan Ananda dan Bhikshuni Sifat Alami Diri, dan
       Pencapaian dari Hati Bodhi dan Tempat Masuk kedalam Lautan dari
       Pengetahuan Yang Dapat Menembus'. "
       " Itu juga disebut 'Penyebab Rahasia Tathagata dari Pengolahan
       Budidaya Yang Membawa Penetapan Ke Makna Yang Lengkap'. "
       " Itu juga disebut 'Cara Besar Yang Luas, Raja Bunga Teratai
       Yang Indah Menakjubkan , Mantra Dharani Yang Merupakan Ibu Dari
       Semua Buddha Dari Sepuluh Penjuru'. "
       " Itu juga disebut Suramgama Yang Paling Utama, Bagian dan
       Ungkapan Untuk Urapan Upacara Suci Mahkota Kepala, dan Latihan
       Yang Banyak Sekali Dari Semua Bodhisattva . "
       " Jadi demikianlah seharusnya Anda dengan hormat menjunjung
       tinggi nya. "
       #Post#: 96--------------------------------------------------
       Re: Suramgama Usnisa Sitatapatra Mahayana Suttram
       By: ajita Date: November 11, 2016, 8:15 am
       ---------------------------------------------------------
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/buddhahood.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/buddhahood.jpg.html
       ( Dalam Penjelasan Mendalam Tentang Penyebab Dan Ganjaran
       )[/center]
       Setelah itu dikatakan , Ananda dan semua yang didalam
       perkumpulan majelis yang besar langsung segera mendapat ajaran
       sang Tathagata dalam Mudra Rahasia , makna dari Sitata Patra ,
       dan mendengar nama-nama ini untuk arti lengkap dari Sutra ini .
       Mereka tiba-tiba tercerahkan pada Dhyana , maju dalam pengolahan
       budidaya Mereka ke Posisi Yang Bijaksana , dan meningkatkan
       pemahaman Mereka tentang Prinsip Yang Indah Menakjubkan .
       Pikiran Mereka terfokus dan tenang .
       Ananda memotong dan membuang enam bagian dari penderitaan halus
       dalam pengolahan budidaya nya pada pikiran didalam Tiga Dunia .
       Dia bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di Kaki sang Buddha
       , menempatkan telapak tanganNya beranjali secara hormat , dan
       berkata kepada sang Buddha , "Bhagawan Yang Agung , Perkasa dan
       Berbudi Luhur , yang dengan suara penuh kasih sayang tidak
       mengenal batas , telah dengan baik mengajarkan para makhluk
       mengenai penyelaman yang sangat halus mereka didalam angan-angan
       khayalan dan telah menyebabkan Saya pada hari ini untuk menjadi
       bahagia didalam tubuh dan pikiran dan memperoleh manfaat yang
       sangat besar . Bhagawan , jika Kecerahan yang indah menakjubkan
       dari pikiran yang benar-benar murni dan indah ini adalah pada
       dasarnya menyebar meliputi semua , dan lalu segala sesuatu di
       tanah bumi besar, termasuk rumput dan pohon-pohon , cacing
       menggeliat dan bentuk kecil dari kehidupan adalah awalnya
       Tathata Yang Sejati dan adalah mereka sendiri perwujudan sejati
       Tathagata dari keBuddhaan . Karena perwujudan para Buddha adalah
       benar dan nyata, bagaimana bisa ada juga neraka , hantu
       kelaparan , binatang , asura , manusia , dewa , dan jalur lain
       dari kelahiran kembali ? Bhagawan , apakah jalur ini ada secara
       alami dari diri mereka sendiri , atau mereka diciptakan oleh
       kepalsuan dan kebiasaan dari para makhluk ?
       " Bhagawan , sang Bhikshuni Sugandha Vara Padma('Harum Teratai
       Berharga') , sebagai contoh , menerima Sila Bodhisattva dan
       kemudian terlibat dalam keinginan penuh nafsu , dengan ceroboh
       mengatakan bahwa tindakan seksual tidak melibatkan membunuh atau
       mencuri dan itu tidak membawa ganjaran karma . Tapi setelah
       mengatakan itu , organ perempuannya tertangkap api , dan
       kemudian api yang mengamuk itu menyebar ke sepanjang semua sendi
       nya saat dia jatuh ke dalam hidup neraka yang tidak
       terputus-putus. Dan ada Raja Kristal Yang Perkasa dan Bhiksu
       SuNaksatra ('Bintang Yang Baik'). Kristal memusnahkan suku
       Gautama dan SuNaksatra sembarangan mengatakan bahwa semua dharma
       adalah kosong. Mereka berdua tenggelam dalam hidup neraka yang
       tidak terputus-putus. Apakah neraka ini tempat tetap, atau
       apakah mereka muncul secara spontan ? Apakah bahwa setiap diri
       mengalami apa pun jenis karma yang dia ciptakan ? Saya hanya
       berharap sang Buddha akan berbelas kasih dan mengajar Kami yang
       tidak mengerti hal ini . Semoga Dia menyebabkan semua makhluk
       yang menjunjung tinggi sila untuk menerima ajaran yang pasti
       dengan rasa hormat bergembira setelah mendengar hal itu dan
       berhati-hati untuk tidak melanggarnya . "
       Sang Buddha berkata kepada Ananda , " Pertanyaan yang alangkah
       bagus ! Anda ingin menjaga semua makhluk hidup dari mengambil
       pandangan yang menyimpang . Anda harus mendengarkan dengan penuh
       perhatian dan sekarang Saya akan menjelaskan hal ini untuk Anda
       . "
       " Sebenarnya , Ananda , semua makhluk adalah secara mendasar
       benar dan murni , tetapi dikarenakan oleh pandangan palsu
       mereka, mereka menimbulkan kepalsuan dari kebiasaan , yang
       terbagi menjadi aspek dalam dan aspek luar . "
       " Ananda , 'Aspek Dalam' mengacu pada apa yang terjadi di dalam
       makhluk hidup . Dikarenakan oleh cinta dan kekotoran , mereka
       menghasilkan kepalsuan dari emosi . Ketika emosi ini berkumpul
       tanpa berhenti , mereka bisa menciptakan cairan cinta . Itulah
       sebabnya mulut makhluk hidup berair ketika mereka berpikir
       tentang makanan lezat. Ketika mereka berpikir tentang orang yang
       meninggal , baik dengan kesukaan atau dengan kemarahan, air mata
       akan mengalir dari mata mereka . Ketika mereka serakah untuk
       kekayaan , aliran arus nafsu akan tentu saja melalui hati mereka
       dan kulit mereka akan menjadi berkilau . Ketika pikiran mereka
       memikirkan perilaku penuh nafsu , pengeluaran yang spontan akan
       datang dari organ laki-laki atau perempuan . Ananda , meskipun
       jenis-jenis cinta berbeda , aliran arus dan pembentukan mereka
       adalah sama . Dengan kelembaban ini , seseorang tidak bisa naik
       , tetapi secara alami akan jatuh . Ini disebut 'Aspek Dalam' . "
       " Ananda , 'Aspek Luar' mengacu pada apa yang terjadi di luar
       makhluk hidup . Karena hasrat keinginan dan kerinduan , mereka
       menimbulkan angan-angan khayalan . Ketika angan-angan khayalan
       ini terus ada tanpa berhenti , mereka dapat menciptakan tenaga
       semangat . Itulah sebabnya ketika makhluk hidup menjunjung
       tinggi sila didalam pikiran mereka , tubuh mereka akan menjadi
       ringan dan terasa ringan dan jelas . Ketika mereka menjunjung
       tinggi segel mantra didalam pikiran mereka , mereka akan
       menguasai pandangan yang gagah dan tegas . Ketika mereka
       memiliki keinginan didalam pikiran mereka untuk dilahirkan di
       surga , dalam mimpi mereka, mereka akan memiliki pikiran terbang
       dan naik ke atas . Ketika mereka menghargai Buddhaksetra didalam
       pikiran mereka , maka alam bijaksana akan muncul dalam
       penglihatan yang berkilauan , dan mereka akan melayani penasehat
       yang baik dan bijaksana dengan sedikit pemikiran untuk kehidupan
       mereka sendiri . Ananda , meskipun pemikiran beraneka-ragam ,
       ringan dan semangat adalah sama . Dengan terbang dan kenaikan ,
       seseorang tidak akan tenggelam , tetapi secara alami akan
       menjadi melampaui . Ini disebut 'Aspek Luar' . "
       " Ananda , semua makhluk di dunia ini terjebak dalam kelanjutan
       terus-menerus dari kelahiran dan kematian. Kelahiran terjadi
       dikarenakan oleh kecenderungan kebiasaan mereka; Kematian
       diakibatkan arus dan perubahan. Ketika mereka berada di ambang
       kematian , namun ketika kehangatan akhir belum meninggalkan
       tubuh mereka , semua kebaikan dan kejahatan yang telah mereka
       lakukan dalam kehidupan itu secara tiba-tiba dan secara
       sekaligus mewujud nyata. Mereka mengalami pembauran dari dua
       kebiasaan ; kebencian terhadap kematian dan daya tarik untuk
       hidup " .
       " Diberkahi hanya dengan pikiran , mereka akan terbang dan
       tentunya dapat terlahir kembali di surga . Jika terbang kedalam
       hati , dengan berkat dan kebijaksanaan , serta sumpah yang murni
       , maka hati mereka secara spontan akan terbuka dan mereka akan
       melihat para Buddha dari sepuluh penjuru arah dan semua tanah
       suci Mereka dan mereka akan terlahir kembali di manapun yang
       mereka inginkan . "
       " Ketika mereka memiliki lebih banyak pikiran daripada nafsu
       emosi , mereka tidak cukup halus dan sehingga mereka menjadi
       yang abadi terbang, raja-raja hantu besar yang perkasa , para
       yaksha yang menjelajah ruang angkasa, atau para rakshasa
       penjelajah darat yang berkeliaran di Surga dari Empat Raja
       Chaturmaharajika , bepergian kemana yang mereka ingin tanpa
       halangan . Diantara mereka mungkin ada beberapa dengan sumpah
       yang baik dan baik hati yang akan melindungi dan menjunjung
       tinggi Dharma Saya. Mungkin mereka melindungi ajaran sila murni
       dengan mengikuti dan mendukung mereka yang memegang ajaran sila
       . Mungkin mereka melindungi mantra suci dengan mengikuti dan
       mendukung mereka yang memegang mantra . Mungkin mereka
       melindungi mereka yang berlatih Dhyana Samadhi sehingga mereka
       dapat mengolah Dharma - Ksanti ( kesabaran ). Makhluk-makhluk
       ini akan dekat dengan Sang Tathagata di bawah tempat dudukNya .
       "
       " Ketika pikiran dan nafsu emosi mereka dari perbandingan bagian
       yang sama , mereka tidak terbang ataupun tidak jatuh , tetapi
       terlahir di alam manusia , di mana kecerahan dari pikiran
       mengarah ke kecerdasan dan kegelapan dari nafsu emosi
       menyebabkan kebodohan . "
       " Ketika mereka memiliki lebih banyak nafsu emosi daripada
       pikiran , mereka memasuki alam binatang. Dengan nafsu emosi yang
       lebih berat , mereka menjadi binatang berbulu; dengan nafsu
       emosi yang lebih ringan , mereka menjadi makhluk bersayap . "
       " Ketika mereka memiliki perbandingan tujuh nafsu emosi dan tiga
       pikiran , mereka jatuh di bawah roda air dan berbatasan dengan
       roda api , di mana mereka mengalami kekuatan penuh kobaran api
       yang mengamuk . Dalam tubuh hantu kelaparan (Preta) , mereka
       terus-menerus dibakar sampai kering . Bahkan air menyakiti
       mereka , dan mereka tidak makan atau minum selama ratusan ribu
       kalpa . "
       " Ketika mereka memiliki perbandingan sembilan nafsu emosi dan
       satu pikiran , mereka jatuh melalui roda api sampai tubuh mereka
       memasuki daerah di mana angin dan api saling berpengaruh. Dengan
       nafsu emosi yang lebih ringan mereka terlahir didalam neraka
       yang berselang sebentar ; Dengan nafsu emosi yang lebih berat
       mereka terlahir didalam neraka yang tidak berselang-selang .
       Ketika mereka memiliki seluruhnya nafsu emosi , mereka tenggelam
       ke dalam neraka Avici . Jika didalam pikiran mereka, mereka
       menfitnah Mahayana , mencela ajaran murni sang Buddha , secara
       tidak masuk akal berbicara Dharma , serakah demi persembahan
       dari umat yang berkeyakinan , sembarangan menerima hormat dari
       orang lain , melakukan lima perbuatan jahat dan sepuluh
       kesalahan berat , maka mereka lebih lanjut terlahir di neraka
       Avici sepanjang sepuluh penjuru arah . Meskipun orang menerima
       ganjaran yang ditimbulkan oleh diri sendiri yang sesuai dengan
       karma jahat yang orang telah ciptakan , sekelompok dapat
       mengalami yang sama , dan ada tempat-tempat tertentu di mana itu
       terjadi . "
       " Ananda , semuanya berasal dari tanggapan karma yang para
       makhluk hidup sendiri memanggil . Mereka menciptakan sepuluh
       penyebab kebiasaan dan menjalani enam ganjaran yang saling
       mempengaruhi . Apa sepuluh penyebab itu ? Ananda , yang pertama
       terdiri kebiasaan dari hubungan seksual penuh nafsu yang
       menimbulkan saling menggosok . ketika menggosok ini terus
       berlanjut tanpa berhenti , akan menghidupkan amukan api yang
       luar biasa , seperti kehangatan yang timbul diantara tangan
       seseorang ketika ia menggosok nya bersama-sama . Karena dua
       kebiasaan ini mengatur saling terbakar, ada muncul ranjang besi
       , tiang tembaga , dan pengalaman seperti demikian yang lainnya.
       Oleh karena itu para Tathagata dari sepuluh penjuru memandang
       'tindakan hawa nafsu' dan memberi nya nama 'api keinginan' .
       Para Bodhisattva menghindari 'keinginan' seperti itu adalah
       lubang berapi-api . "
       " Yang kedua terdiri dari kebiasaan maksud jahat yang serakah ,
       yang menimbulkan penghisapan . Ketika penghisapan ini terus
       berlanjut tanpa berhenti , menghasilkan es yang sangat dingin
       dan padat di mana pembekuan terjadi , seperti perasaan dingin
       yang dialami ketika seseorang menarik nafas dalam hembusan angin
       melalui mulutnya. Karena dua kebiasaan ini bentrok bersama-sama
       , ada muncul neraka dingin seperti mengigil , merintih dan
       gemetar , bunga teratai biru, merah , dan putih; dan pengalaman
       seperti demikian yang lainnya. Oleh karena itu para Tathagata
       dari sepuluh penjuru memandang 'pencarian yang terlalu
       berlebihan' dan memberi nya nama 'air keserakahan ' . Para
       Bodhisattva menghindari 'keserakahan' seperti itu adalah lautan
       wabah penyakit . "
       " Yang ketiga terdiri dari kebiasaan sombong dan mengakibatkan
       gesekan perselisihan yang menimbulkan saling mengancam. Ketika
       itu melaju cepat tanpa berhenti , itu menghasilkan arus deras
       dan jeram yang menciptakan gelombang air yang kacau , seperti
       air yang dihasilkan ketika seseorang terus menerus mengerjakan
       lidahnya dalam upaya untuk merasakan rasa. Karena dua kebiasaan
       ini mendorong satu sama lain , ada muncul sungai darah , sungai
       abu , pasir terbakar , laut beracun , tembaga cair yang dipaksa
       masuk ke tenggorokan seseorang , dan pengalaman seperti demikian
       yang lainnya . Oleh karena itu, para Tathagata dari sepuluh
       penjuru memandang 'kepuasan diri' dan memberi nya nama 'minum
       air kebodohan . ' Para Bodhisattva menghindari 'kesombongan'
       seperti itu adalah banjir besar . "
       " Yang keempat terdiri dari kebiasaan benci yang menimbulkan
       saling menantang. Ketika pembangkangan ini mengikat orang tanpa
       berhenti , hati seseorang menjadi begitu panas sehingga terbakar
       , dan uap cair berubah menjadi logam . Dari itu dihasilkan
       gunung pisau , gada besi, pohon pedang , roda pedang, kapak dan
       tombak , dan galah dan gergaji . Itu adalah seperti ketika
       seseorang melabuhkan dendam dan keinginan untuk membunuh
       bergelora muncul . Karena dua kebiasaan ini bentrok dengan satu
       sama lain , ada muncul pengebirian dan mencincang , pemenggalan
       dan pemotongan , mengikir dan menancap , mencambuk dan memukul ,
       dan pengalaman seperti demikian yang lainnya. Oleh karena itu,
       para Tathagata dari sepuluh penjuru memandang 'kebencian' dan
       memberi nya nama ' pisau tajam dan pedang.' Para Bodhisattva
       menghindari 'kebencian' seperti itu adalah pembantaian . "
       " Yang kelima terdiri dari kebiasaan penipuan dan keterlibatan
       menyesatkan yang menimbulkan saling tipu daya . Ketika
       tipu-muslihat tersebut terus berlanjut tanpa berhenti , itu
       menghasilkan tali untuk mencekik dan kayu untuk memenjarakan .
       Itu adalah seperti bagaimana rumput dan pohon tumbuh di sawah .
       Karena dua kebiasaan itu mengabadikan satu sama lain , ada
       muncul borgol dan belenggu , papan belengggu dan kunci , cambuk
       dan gada , tongkat dan pentungan , dan pengalaman seperti
       demikian yang lainnya. Oleh karena itu, para Tathagata dari
       sepuluh penjuru memandang 'penipuan' dan memberi nya nama
       sebagai ' penjahat berbahaya . ' Para Bodhisattva kuatir
       'penipuan' seperti itu adalah serigala buas . "
       " Yang Keenam terdiri dari kebiasaan berbohong digabungkan
       dengan penipuan terus-menerus yang menimbulkan saling curang
       menipu . Ketika tuduhan palsu berlanjut terus tanpa berhenti ,
       seseorang menjadi mahir pada kecurangan . Dari ini ada muncul
       kotoran menjijikkan seperti debu, tinja dan urin . Itu adalah
       seperti mengaburkan penglihatan seseorang ketika debu diaduk
       oleh angin . Karena dua kebiasaan ini menambah satu sama lain ,
       ada muncul merosot terbenam dan tenggelam , melontar dan
       melempar , terbang dan jatuh , mengambang dan menenggelamkan ,
       dan pengalaman seperti demikian yang lainnya . Oleh karena itu,
       para Tathagata dari sepuluh penjuru memandang 'kebohongan' dan
       memberi nya nama 'perampokan dan pembunuhan.' Para Bodhisattva
       menganggap kebohongan seperti itu adalah menginjak ular berbisa
       . "
       " Yang Ketujuh terdiri dari kebiasaan permusuhan dan saling
       curiga , yang menimbulkan keluhan. Dari ini ada muncul
       pengalaman dilempari oleh batu terbang atau kerikil ,
       dipenjarakan di sebuah kotak , gerobak , atau guci besar; dan
       dijerat dan dipukul . Itu adalah seperti orang yang berbahaya
       yang melabuhkan sifat jahat dalam pikirannya . Karena dua
       kebiasaan ini menelan satu sama lain, ada muncul melontar ,
       melempar , menangkap , memukul , dan membentur , dan pengalaman
       seperti demikian yang lainnya. Oleh karena itu, para Tathagata
       dari sepuluh penjuru memandang 'dendam permusuhan' dan memberi
       nya nama 'hantu yang sesat dan berbahaya.' Para Bodhisattva
       menganggap dendam permusuhan seperti itu adalah minum anggur
       beracun. "
       " Yang Kedelapan terdiri dari kebiasaan menyatakan pandangan
       salah, seperti yang dari satkayadrishti , larangan , menggenggam
       , dan wawasan yang menyimpang lainnya dan karma yang terlibat
       didalam ini, yang hasil dari pertentangan dan perlawanan . Dari
       ini ada muncul pejabat pengadilan dan wakil yang memegang
       dokumen , yang orang bertemu seolah mereka adalah orang-orang
       yang datang dan pergi di jalan . Karena dua kebiasaan ini
       mempengaruhi satu sama lain , ada muncul pertanyaan resmi,
       pertanyaan berumpan , pengujian , pemeriksaan, pemeriksaan umum
       , pembongkaran , para pemuda yang merekam baik dan jahat ,
       membawa buku catatan alasan dan dasar pemikiran para pelanggar ,
       dan pengalaman seperti demikian yang lainnya. Oleh karena itu,
       para Tathagata dari sepuluh penjuru memandang 'pandangan jahat'
       dan menamakan nya ' jurang dari pandangan . ' Para Bodhisattva
       menganggap memiliki pandangan yang palsu dan satu sisi seperti
       itu adalah berdiri di tepi jurang yang curam yang penuh racun .
       "
       " Yang Kesembilan terdiri dari kebiasaan ketidakadilan yang
       berasal dari menghasut tuduhan palsu dan menfitnah . Dari itu
       dihasilkan menghancurkan diantara pegunungan, menghancurkan
       diantara batuan , batu penggiling , batu penggilas , membajak ,
       dan menggiling . Itu adalah seperti seorang penjahat tukang
       fitnah yang terlibat dalam menganiaya orang-orang baik dengan
       tidak adil . Karena dua kebiasaan ini bergabung dengan barisan ,
       ada muncul menekan dan mendorong , memukul dengan gada dan
       pemaksaan, meremas dan menyiksa , memberatkan dan mengadu , dan
       pengalaman seperti demikian yang lainnya. Oleh karena itu, para
       Tathagata dari sepuluh penjuru memandang 'tuduhan yang
       berbahaya' dan menamakan nya ' harimau berbahaya . '  Para
       Bodhisattva menganggap ketidakadilan seperti itu adalah ledakan
       petir . "
       "Yang Kesepuluh terdiri dari kebiasaan proses perkara peradilan
       dan perdebatan-perdebatan yang saling menimbulkan 'menutupi'.
       Dari itu dihasilkan 'cermin yang memantulkan' dan 'lampu yang
       bersinar' , memperlihatkan seseorang, sama seperti jika
       seseorang berada di bawah sinar matahari langsung dan tidak
       punya cara untuk menyembunyikan bayangan diri. Karena kedua
       kebiasaan ini bertengkar bolak-balik , ada muncul teman-teman
       jahat , cermin karma , mutiara yang berapi-api , paparan karma
       masa lalu , pemeriksaan , dan pengalaman seperti demikian yang
       lainnya. Oleh karena itu , semua Tathagata dari sepuluh penjuru
       memandang 'menutupi' dan menamakan nya sebagai ' penjahat
       tersembunyi. ' Para Bodhisattva menganggap menutupi seperti
       Mereka akan harus membawa gunung di atas kepala Mereka saat
       berjalan di atas laut . "
       " Apakah enam ganjaran itu ? Ananda , semua makhluk hidup
       menciptakan karma melalui enam kesadaran mereka.
       Ganjaran-ganjaran jahat yang mereka datangkan pada diri mereka
       sendiri berasal dari enam organ indera. "
       " Apakah enam ganjaran jahat yang timbul dari enam organ indera
       itu ? Yang pertama adalah ganjaran dari melihat , yang membawa
       hasil kejahatan . Karma dari 'penglihatan' berbaur , sehingga
       pada saat kematian orang pertama melihat kebakaran mengamuk yang
       mengisi sepuluh penjuru arah . Kesadaran batin seseorang yang
       meninggal mulai terbang, tapi kemudian jatuh . Naik pada
       gumpalan asap , ia memasuki neraka yang tidak berselang
       terputus-putus . Ada , dua jenis gejala kejadian dapat terjadi .
       Yang pertama adalah tanggapan penglihatan yang jelas , di mana
       seseorang melihat segala macam hal-hal jahat . Ini menyebabkan
       seseorang mengalami ketakutan yang tak terbatas . Kedua adalah
       tanggapan penglihatan yang terhalangi tidak jelas , yang
       merupakan keheningan tanpa penglihatan . Ini menyebabkan
       seseorang mengalami kengerian yang tak terbatas . Ketika api
       yang berasal dari penglihatan membakar indera pendengaran , ia
       menjadi kuali dari air mendidih dan tembaga cair . Ketika ia
       membakar pernafasan , ia menjadi asap hitam dan asap ungu .
       Ketika ia membakar indera perasa , ia menjadi butir terik panas
       dan bubur besi cair . Ketika ia membakar indera sentuhan , ia
       menjadi bara putih panas dan arang yang membara . Ketika ia
       membakar pikiran , ia menjadi percikan api yang menghujani di
       mana-mana dan cambuk dan mengobarkan seluruh bidang ruang
       angkasa. "
       " Yang kedua adalah ganjaran dari pendengaran , yang membawa
       hasil kejahatan . Karma dari 'pendengaran' berbaur , dan dengan
       demikian pada saat kematian orang pertama melihat gelombang
       raksasa yang menenggelamkan seluruh dunia . Kesadaran batin
       seseorang yang meninggal jatuh ke dalam air dan menaiki arus ke
       dalam neraka yang tidak berselang-selang . Ada , dua jenis
       gejala kejadian dapat terjadi . Salah satunya adalah pendengaran
       terbuka , di mana ia mendengar segala macam kebisingan dan
       intisari jiwanya menjadi bingung . Yang lainnya adalah
       pendengaran tertutup , di mana ada keheningan tanpa pendengaran
       , dan jiwanya tenggelam kedalam keadaan lupa . Ketika gelombang
       dari pendengaran mengalir ke pendengaran , itu menjadi caci-maki
       dan pemeriksaan. Ketika itu mengalir ke penglihatan , itu
       menjadi guntur dan menderu dan uap jahat beracun . Ketika itu
       mengalir ke pernafasan , itu menjadi hujan dan kabut meresap
       meliputi dengan mahluk beracun yang sepenuhnya mengisi tubuh .
       Ketika itu mengalir kedalam indera perasa , itu menjadi nanah
       dan darah dan segala macam kotoran. Ketika itu mengalir kedalam
       indera sentuhan , itu menjadi hewan dan hantu , dan kotoran dan
       urin . Ketika itu mengalir ke dalam pikiran , itu menjadi petir
       dan hujan es yang memorak-porandakan hati dan jiwa . "
       " Yang ketiga adalah ganjaran dari penciuman bau , yang membawa
       hasil kejahatan . Karma dari 'penciuman bau' berbaur, dan dengan
       demikian pada saat kematian orang pertama melihat uap beracun
       yang menembus udara dekat dan jauh . Kesadaran batin seseorang
       yang meninggal melompat keluar dari tanah bumi dan memasuki
       neraka yang tidak berselang-selang . Ada , dua jenis gejala
       kejadian dapat terjadi . Salah satunya adalah penciuman bau yang
       meresap tembus , di mana seseorang sepenuhnya diresapi dengan
       uap jahat dan pikiran seseorang menjadi tertekan . Yang lainnya
       adalah penciuman bau yang terhalang , di mana napas seseorang
       terpotong dan tidak ada jalan lintasan , dan seseorang
       tergeletak tercekik dan sesak nafas di tanah . Ketika uap berbau
       menyerang nafas , itu menjadi pemeriksaan ulang dan penyiksaan .
       Ketika itu menyerang penglihatan , itu menjadi api dan obor .
       Ketika itu menyerang pendengaran , itu menjadi merosot dan
       tenggelam , logam cair dan cairan mendidih. Ketika itu menyerang
       indera perasa , itu menjadi makanan busuk atau tengik . Ketika
       itu menyerang indera sentuhan , itu menjadi tindakan merobek dan
       memukuli hingga menjadi bubur . Itu juga menjadi gunung besar
       dari daging yang memiliki ratusan dan ribuan mata dan yang
       dihisap dan dimakan oleh banyaknya cacing. Ketika itu menyerang
       pikiran , itu menjadi abu , udara berbisa , dan pasir terbang
       dan kerikil yang memotong tubuh menjadi koyak . "
       " Yang keempat adalah ganjaran dari mencicipi rasa , yang
       membawa hasil kejahatan . Karma dari 'mencicipi rasa' berbaur ,
       dan dengan demikian pada saat kematian orang pertama melihat
       jaring besi terbakar dengan amukan api yang menutupi meliputi di
       seluruh dunia . Kesadaran batin seseorang yang meninggal
       melewati turun melalui jaring yang menggantung ini , dan
       tergantung terbalik memasuki neraka yang tidak berselang-selang
       . Ada , dua jenis gejala kejadian dapat terjadi . Salah satunya
       adalah udara penghisap yang mengental menjadi es sehingga
       membekukan daging tubuhnya sampai semburan itu terbuka . Yang
       lainnya adalah ledakan meludah udara yang memuntahkan keluar api
       berkobar yang memanggang tulang dan sumsum sampai kering .
       Ketika mencicipi rasa melewati indera perasa , itu menjadi apa
       yang harus diakui dan apa yang harus dijalani . Ketika itu
       melewati penglihatan , itu menjadi logam dan batu yang terbakar
       . Ketika itu melewati pendengaran , itu menjadi senjata tajam
       dan pisau . Ketika itu melewati indera penciuman bau, itu
       menjadi kandang besi besar yang mengurung seluruh wilayah .
       Ketika itu melewati indra peraba , itu menjadi busur dan panah ,
       busur silang , dan anak panah . Ketika itu melewati pikiran ,
       itu menjadi potongan besi cair terbang yang menghujan turun dari
       luar angkasa. "
       " Yang kelima adalah ganjaran dari sentuhan , yang membawa hasil
       kejahatan . Karma dari 'sentuhan' berbaur , dan dengan demikian
       pada saat kematian orang pertama melihat gunung besar mendekati
       pada satu dari empat sisi , tanpa meninggalkan jalan untuk
       melarikan diri . Kesadaran batin seseorang yang meninggal
       kemudian melihat sebuah kota besi yang besar . Ular api dan
       anjing api , serigala , singa , penjaga penjara berkepala sapi,
       dan rakshasa berkepala kuda mengacungkan tombak dan lembing
       secara paksa menarik dia ke kota besi menuju neraka yang tidak
       berselang-selang . Ada , dua jenis gejala kejadian mungkin
       terjadi . Salah satunya adalah sentuhan yang terlibat datang
       bersama-sama , di mana gunung datang bersama-sama untuk menekan
       tubuhnya sampai daging , tulang , dan darah nya sepenuhnya
       terpencar. Yang lainnya adalah sentuhan yang melibatkan
       pemisahan , di mana pisau dan pedang menyerang tubuh , merobek
       jantung dan hati menjadi irisan . Ketika sentuhan ini melewati
       perasaan sentuhan , itu menjadi bertabrakan , memukul , menusuk
       , dan menembus. Ketika itu melewati penglihatan , itu menjadi
       terbakar dan hangus . Ketika itu melewati pendengaran , orang
       mendengar suara di jalan menuju neraka , di gerbang menuju
       neraka , dan di pengadilan kesengsaraan. Ketika itu melewati
       indera penciuman , itu menjadi menangkap , menjerat , memeriksa
       , dan mengikat . Ketika itu melewati indera perasa , itu menjadi
       membajak , mencubit , memotong , dan memutus . Ketika itu
       melewati pikiran , itu menjadi jatuh , terbang , penggorengan ,
       dan panas mendidih . "
       "Yang Keenam adalah ganjaran dari pikiran , yang membawa hasil
       kejahatan . Karma 'pikiran' berbaur , dan dengan demikian pada
       saat kematian orang pertama melihat angin busuk yang
       menghancurkan wilayah . Kesadaran batin seseorang yang meninggal
       terhembus ke ruang angkasa , dan kemudian , secara berpilin
       jatuh ke bawah , ia mengendarai angin yang langsung menuju ke
       neraka yang tidak berselang-selang. Ada , dua jenis gejala
       kejadian dapat terjadi . Salah satunya adalah kebingungan yang
       sangat, yang menyebabkan ia menjadi panik dan berlarian
       disekitar tak henti-hentinya . Yang lainnya adalah bukan
       kebingungan , melainkan kesadaran teliti yang menyebabkannya
       menderita pada pemanggangan dan pembakaran yang tak berujung,
       rasa sakit yang hebat yang sulit untuk ditanggung . Ketika
       pikiran yang menyimpang ini bergabung dengan pikiran , itu
       menjadi daerah dan tempat. Ketika itu bergabung dengan
       penglihatan , itu menjadi pemeriksaan dan kesaksian . Ketika itu
       bergabung dengan pendengaran , itu menjadi batu besar yang
       menghancurkan , es dan salju , kotoran dan kabut . Ketika itu
       bergabung dengan penciuman bau , itu menjadi kereta besar yang
       berapi-api , perahu yang berapi-api , dan penjara yang
       berapi-api . Ketika itu bergabung dengan mencicipi rasa , itu
       menjadi panggilan keras, meratap , menangis dan menyesal .
       Ketika itu bergabung dengan sentuhan , itu menjadi perasaan
       besar dan kecil , di mana sepuluh ribu kelahiran dan sepuluh
       ribu kematian dialami setiap hari, dan berbaring dengan wajah
       seseorang pada tanah . "
       " Ananda , ini disebut sepuluh penyebab dan enam ganjaran dari
       neraka , yang semuanya diciptakan oleh kebingungan dan kepalsuan
       dari para makhluk hidup . "
       " Jika para makhluk hidup menciptakan karma jahat ini secara
       serentak bersamaan , mereka memasuki neraka Avici dan mengalami
       penderitaan yang tak terbatas , melewati kalpa yang tak terbatas
       . "
       " Jika masing-masing dari enam organ indera menciptakan nya dan
       jika apa yang dilakukan meliputi setiap keadaan dan setiap
       indera , maka orang itu akan memasuki delapan neraka yang tidak
       berselang-selang. "
       " Jika tiga karma dari tubuh , mulut , dan pikiran melakukan
       tindakan membunuh, mencuri , dan hawa nafsu , orang itu akan
       memasuki delapan belas neraka yang lebih kecil . "
       " Jika tiga karma itu tidak semua yang terlibat , dan ada
       mungkin hanya satu perbuatan dari pembunuhan dan salah satu dari
       mencuri , maka orang itu harus memasuki neraka tiga puluh enam
       yang lebih kecil. "
       " Jika organ indra penglihatan saja yang melakukan hanya satu
       karma pelanggaran , maka orang itu harus memasuki seratus
       delapan neraka yang lebih kecil. "
       " Dikarenakan oleh itu , makhluk hidup yang melakukan hal-hal
       tertentu menciptakan karma tertentu , dan jadi di dunia mereka
       memasuki neraka bersama , yang timbul dari pikiran palsu yang
       salah dan yang semula tidak ada sama sekali . "
       " Dan kemudian , Ananda , setelah makhluk hidup yang telah
       memfitnah dan melanggar sila , melanggar sila Bodhisattva ,
       memfitnah Nirvana Buddha , dan menciptakan berbagai jenis lain
       dari karma , melewati banyak kalpa dari dibakar di neraka ,
       mereka akhirnya selesai membayar untuk kejahatan mereka dan
       terlahir kembali sebagai hantu . "
       " Jika serakah pada obyek benda adalah penyebab asli yang
       membuat orang melakukan pelanggaran, maka , setelah dia selesai
       membayar kejahatannya , dia akan mengambil bentuk ketika dia
       bertemu obyek benda dan akan menjadi hantu yang aneh . "
       " Jika itu adalah kegemaran mengumbar nafsu yang membuat orang
       melakukan pelanggaran, maka , setelah dia selesai membayar
       kejahatannya , dia akan mengambil bentuk ketika dia bertemu
       angin dan akan menjadi hantu kekeringan . "
       " Jika itu adalah kegemaran mengumbar penipuan yang membuat
       orang melakukan pelanggaran, maka , setelah dia selesai membayar
       kejahatannya , dia akan mengambil bentuk ketika dia bertemu
       hewan dan akan menjadi hantu hewan . "
       " Jika itu adalah kebencian yang membuat orang melakukan
       pelanggaran, maka , setelah dia selesai membayar kejahatannya ,
       dia akan mengambil bentuk ketika dia bertemu cacing dan serangga
       , dan akan menjadi hantu beracun yang berbahaya . "
       " Jika itu adalah menyimpan dendam yang membuat orang melakukan
       pelanggaran, maka , setelah dia selesai membayar kejahatannya ,
       dia akan mengambil bentuk ketika dia bertemu proses kemerosotan
       dan akan menjadi hantu wabah penyakit . "
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/vajrapani_0.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/vajrapani_0.jpg.html
       Om Namah Sarvajnaya. Namah Saptakoti Buddha Karasuniya Dharaneh
       Namo Bhagawan Wipasyin Tathagatasya Arhate Samyaksambuddhasyah
       Namo Bhagawan Sikhin Tathagatasya Arhate Samyaksambuddhasyah
       Namo Bhagawan Wiswabhu Tathagatasya Arhate Samyaksambuddhasyah
       Namo Bhagawan Krakuchanda Tathagatasya Arhate
       Samyaksambuddhasyah
       Namo Bhagawan Kanaka Muni Tathagatasya Arhate
       Samyaksambuddhasyah
       Namo Bhagawan Kasyapa Tathagatasya Arhate Samyaksambuddhasyah
       Namo Bhagawan Sakyamuni Tathagatasya Arhate Samyaksambuddhasyah
       Rewa Rewate Guha Guhate Dharanite Niharate Wirnite Maha gate
       chelingate Swaha
       Namo Ratna-trayaya. Namas canda wajrapanaye maha-yaksa
       senapataye.
       Om, Su-sidhya sidhya sadhaya, su-siddhi-kara hum hum hum phat
       phat phat.
       Om Namah Suramgama Samadhe Bhagawan Sitatapatra Namo Stute
       Om Anale Anale Wisada Wisada, Bandha Bandha Bandhani Bandhani,
       Wira Wajrapani Phat, Hum Bhrum Phat Swaha.
       Namo Sarwa Tathagata Sugataya Arhate Samyak-Sambuddhaya
       Siddhyantu Mantrapadaya Swaha.
       Om Nisumbha Wajra Hum Phat
       Om Amidewa Si[/center]
       #Post#: 97--------------------------------------------------
       Re: Suramgama Usnisa Sitatapatra Mahayana Suttram
       By: ajita Date: November 11, 2016, 8:17 am
       ---------------------------------------------------------
       " Jika itu adalah kesombongan yang membuat orang melakukan
       pelanggaran, maka , setelah dia selesai membayar kejahatannya ,
       dia akan mengambil bentuk ketika dia bertemu gas dan akan
       menjadi hantu kelaparan . "
       " Jika itu adalah ketidakadilan kepada orang lain yang membuat
       orang melakukan pelanggaran, maka setelah dia selesai membayar
       kejahatannya , dia akan mengambil bentuk ketika dia bertemu
       kegelapan dan akan menjadi hantu kelumpuhan . "
       " Jika itu adalah kemelekatan pada pandangan salah yang membuat
       orang melakukan pelanggaran, maka , setelah dia selesai membayar
       kejahatannya , dia akan mengambil bentuk ketika dia bertemu
       energi intisari dan akan menjadi hantu naiad. "
       " Jika itu adalah tipu muslihat yang membuat orang melakukan
       pelanggaran, maka , setelah dia selesai membayar kejahatannya ,
       dia akan mengambil bentuk ketika dia bertemu kecerahan dan akan
       menjadi hantu pelayan . "
       " Jika itu adalah perbuatan membentuk perselisihan yang membuat
       orang melakukan pelanggaran, maka , setelah dia selesai membayar
       kejahatannya , dia akan mengambil bentuk ketika dia bertemu
       orang dan akan menjadi hantu utusan penyampai pesan . "
       " Ananda , kejatuhan orang tersebut adalah sepenuhnya
       dikarenakan oleh tingkat hawa nafsu dari kegunaan. Ketika api
       karma nya telah membakar habis, dia akan bangkit untuk
       dilahirkan kembali sebagai hantu . Ini disebabkan oleh karma dia
       sendiri dari pikiran yang salah . Jika dia terbangun ke Bodhi ,
       maka di dalam kecerahan sempurna yang indah adalah tiada apapun.
       "
       " Selain itu , Ananda , ketika karmanya sebagai hantu berakhir
       dan akibat dari nafsu emosi dan pikiran nya berakhir , dia
       datang ke dunia untuk menemui pengutang nya dan menyelesaikan
       perhitungan dengan mereka . Dia lahir sebagai binatang untuk
       membayar utang-utangnya dari kehidupan masa lalu . "
       " Ganjaran dari hantu yang aneh dari obyek benda selesai ketika
       objek itu dihancurkan dan ia terlahir kembali di dunia, biasanya
       sebagai jenis burung hantu . "
       " Ganjaran dari hantu kekeringan dari angin selesai ketika angin
       reda , dan ia terlahir kembali di dunia, biasanya sebagai jenis
       makhluk aneh yang memberikan ramalan kesialan yang tidak
       menguntungkan . "
       " Ganjaran dari hantu hewan dari binatang selesai ketika hewan
       mati , dan ia terlahir kembali di dunia, biasanya sebagai jenis
       rubah . "
       " Ganjaran dari hantu beracun yang berbahaya dalam bentuk cacing
       dan serangga selesai ketika racun habis , dan ia terlahir
       kembali di dunia, biasanya sebagai jenis makhluk berbisa . "
       " Ganjaran dari hantu wabah penyakit yang ditemukan di
       kemerosotan selesai ketika kemerosotan selesai , dan ia terlahir
       kembali di dunia, biasanya sebagai jenis cacing pita . "
       " Ganjaran dari hantu yang mengambil bentuk dalam gas selesai
       ketika gas menghilang , dan kemudian ia terlahir kembali di
       dunia , biasanya sebagai jenis hewan yang digunakan untuk
       makanan . "
       " Ganjaran dari hantu kegelapan selesai ketika kegelapan
       berakhir , dan kemudian ia terlahir kembali di dunia , biasanya
       sebagai jenis hewan yang digunakan untuk pakaian atau pelayanan
       . "
       " Ganjaran dari hantu yang bersatu dengan energi selesai ketika
       persatuan itu larut , dan ia kemudian terlahir kembali di dunia
       , biasanya sebagai jenis makhluk yang berpindah tempat . "
       " Ganjaran dari hantu kecerahan dan kecerdasan selesai ketika
       kecerahan menghilang , dan ia kemudian terlahir kembali di dunia
       , biasanya sebagai jenis makhluk yang berkhasiat . "
       " Ganjaran dari hantu yang bergantung pada seseorang selesai
       ketika seseorang itu meninggal , dan ia kemudian terlahir
       kembali di dunia , biasanya sebagai suatu jenis hewan peliharaan
       rumah tangga . "
       " Ananda , semua ini adalah dikarenakan oleh habis terbakar
       karma didalam pembayaran untuk utang-utangnya dari kehidupan
       masa lalu . Kelahiran kembali sebagai binatang itu juga
       disebabkan oleh karma nya sendiri yang palsu dan kosong. Jika
       dia terbangun ke Bodhi , maka pada dasarnya sama sekali tiada
       dari kondisi palsu ini akan ada . Anda menyebutkan Bhikshuni
       Sugandha Vara Padma, Raja Kristal , dan Bhiksu SuNaksatra  .
       karma jahat seperti demikian milik mereka diciptakan oleh mereka
       sendiri . Itu tidak jatuh dari surga langit atau tidak juga naik
       dari tanah bumi , ataupun tidak juga itu ditimpakan beban pada
       mereka oleh beberapa orang. Kepalsuan mereka sendiri membawanya
       menjadi ada , dan sehingga mereka sendiri harus menjalani nya.
       Dalam Hati Bodhi , itu adalah kosong dan palsu - kepaduan dari
       pikiran palsu. "
       " Selain itu , Ananda , jika saat membayar hutang masa lalunya
       dengan menjalani kelahiran kembali sebagai binatang , makhluk
       hidup seperti demikian itu membayar kembali lebih dari dia
       berhutang , dia kemudian akan terlahir kembali sebagai manusia
       untuk memperbaiki kelebihan itu. Jika pengutang adalah orang
       yang dengan kekuatan , berkat , dan kebajikan , maka dia dapat
       membayar apa yang ia kumpulkan lebih tanpa harus kehilangan
       bentuk manusia . Tetapi jika dia tidak memiliki berkah , maka
       dia akan terlahir kembali sebagai binatang untuk membayar yang
       belum lunas . "
       " Ananda , jika utang melibatkan uang , barang-barang material ,
       atau tenaga kerja, kemudian setelah itu dibayar , utang
       diselesaikan . Tetapi jika dalam proses pembayaran kehidupan
       makhluk lain diambil atau daging mereka dimakan , maka itu akan
       memulai putaran siklus saling melahap dan pemotongan yang akan
       mengirim orang yang berhutang dan pengutang ke atas dan ke bawah
       tanpa henti selama banyaknya kalpa seperti butiran terkecil atom
       alam semesta . Tidak ada cara untuk menghentikan itu , kecuali
       melalui 'Shamatha (kedamaian penghentian pikiran yang mengembara
       dan kekuatan mengakhiri nafsu)' atau melalui datangnya sang
       Buddha ke dunia . "
       " Anda harus tahu bahwa ketika burung hantu dan jenis mereka
       telah membayar kembali utang mereka , mereka mendapatkan kembali
       bentuk asli mereka dan dilahirkan sebagai orang-orang bandel
       yang keras kepala. "
       " Ketika makhluk-mahluk sial yang tidak beruntung telah membayar
       kembali utang mereka , mereka mendapatkan kembali bentuk asli
       mereka dan dilahirkan sebagai orang aneh yang tidak normal . "
       " Ketika rubah telah membayar kembali utang mereka , mereka
       mendapatkan kembali bentuk asli mereka dan dilahirkan sebagai
       orang yang bodoh . "
       " Ketika makhluk-mahluk dari golongan yang berbisa telah
       membayar kembali utang mereka , mereka mendapatkan kembali
       bentuk asli mereka dan dilahirkan sebagai orang-orang jahat . "
       " Ketika cacing pita dan jenis yang seperti mereka telah
       membayar kembali utang mereka , mereka mendapatkan kembali
       bentuk asli mereka dan dilahirkan sebagai orang rendahan . "
       " Ketika jenis mahluk yang dimakan telah membayar kembali utang
       mereka , mereka mendapatkan kembali bentuk asli mereka dan
       terlahir kembali sebagai orang-orang yang lemah . "
       " Ketika makhluk yang digunakan untuk pakaian atau pelayanan
       telah membayar kembali utang mereka , mereka mendapatkan kembali
       bentuk aslinya dan terlahir kembali sebagai orang yang melakukan
       kerja paksa. "
       " Ketika makhluk yang berpindah tempat telah membayar kembali
       utang mereka , mereka mendapatkan kembali bentuk aslinya dan
       terlahir kembali sebagai orang sastra . "
       " Ketika makhluk yang berkhasiat telah membayar kembali utang
       mereka , mereka mendapatkan kembali bentuk aslinya dan terlahir
       kembali sebagai orang-orang cerdas. "
       " Ketika hewan peliharaan rumah tangga telah membayar kembali
       utang mereka , mereka mendapatkan kembali bentuk aslinya dan
       terlahir kembali sebagai orang-orang pintar yang berpengalaman
       duniawi. "
       " Ananda , ini semua adalah makhluk yang telah selesai membayar
       kembali utang masa lampau dan dilahirkan kembali di alam manusia
       . Mereka terlibat dalam skema tanpa awal dari karma dan
       angan-angan khayalan dan menghabiskan hidup mereka membunuh dan
       dibunuh oleh satu sama lain . Mereka tidak dapat untuk menemui
       Tathagata atau mendengarkan Dharma sandaran . Mereka hanya
       tinggal di dalam debu yang melelahkan , melewati putaran siklus
       berulang . Orang-orang seperti itu benar-benar bisa disebut
       menyedihkan . "
       "Selain itu , Ananda , ada orang yang tidak bergantung pada
       Pencerahan Bodhi yang tepat untuk menumbuhkan Samadhi , tapi
       menumbuhkan dalam beberapa cara khusus yang didasarkan pada
       pemikiran mereka yang salah. Memegang gagasan mengabadikan tubuh
       fisik mereka , mereka berkeliaran di pegunungan dan hutan di
       tempat-tempat orang tidak pergi dan menjadi Sepuluh Jenis Abadi
       (Rsi) . "
       " Ananda , beberapa makhluk hidup ini dengan ketetapan yang tak
       kunjung padam membuat diri mereka kuat dengan makanan yang
       disiapkan khusus . Ketika mereka telah menyempurnakan cara makan
       ini , mereka dikenal sebagai Rsi yang bepergian di tanah bumi .
       "
       " Beberapa makhluk ini dengan ketetapan yang tak kunjung padam
       membuat diri mereka kuat melalui penggunaan rumput dan tumbuhan
       ramuan . Ketika mereka telah menyempurnakan cara mengambil
       tumbuhan ramuan ini, mereka dikenal sebagai Rsi yang terbang. "
       " Beberapa makhluk ini dengan ketetapan yang tak kunjung padam
       membuat diri mereka kuat melalui penggunaan logam dan batu .
       Ketika mereka telah menyempurnakan cara perubahan wujud , mereka
       dikenal sebagai Rsi yang menjelajah . "
       " Beberapa makhluk ini dengan ketetapan yang tak kunjung padam
       membuat diri mereka kuat melalui gerakan dan keheningan . Ketika
       mereka telah menyempurnakan energi dan intisari mereka , mereka
       dikenal sebagai Rsi yang bepergian di ruang angkasa . "
       " Beberapa makhluk ini dengan ketetapan yang tak kunjung padam
       membuat diri mereka kuat dengan menggunakan aliran air liur .
       Ketika mereka telah menyempurnakan kebaikan dari kelembaban ini
       , mereka dikenal sebagai Rsi yang bepergian di surga . "
       " Beberapa makhluk ini dengan ketetapan yang tak kunjung padam
       membuat diri mereka kuat dengan intisari matahari dan bulan .
       Ketika mereka telah menyempurnakan penghirupan intisari ini ,
       mereka dikenal sebagai Rsi yang menembus semua . "
       " Beberapa makhluk ini dengan ketetapan yang tak kunjung padam
       membuat diri mereka kuat melalui mantra dan ajaran sila . Ketika
       mereka telah menyempurnakan keterampilan ini , mereka dikenal
       sebagai Rsi dari sang Jalan . "
       " Beberapa makhluk ini dengan ketetapan yang tak kunjung padam
       membuat diri mereka kuat melalui penggunaan proses berpikir .
       Ketika mereka telah menyempurnakan pikiran dan ingatan , mereka
       dikenal sebagai Rsi yang menyinari "
       " Beberapa makhluk ini dengan ketetapan yang tak kunjung padam
       membuat diri mereka kuat melalui persatuan dalam. Ketika mereka
       telah menyempurnakan tanggapan itu , mereka dikenal sebagai Rsi
       intisari. "
       " Beberapa makhluk ini dengan ketetapan yang tak kunjung padam
       membuat diri mereka kuat melalui perubahan wujud . Ketika mereka
       telah menyempurnakan kebangkitan mereka , mereka dikenal sebagai
       Rsi dari tingkat tertinggi . "
       " Ananda , ini adalah semua orang yang melebur pikiran mereka
       tetapi tidak mengolah budidaya Pencerahan Bodhi yang tepat .
       Mereka mendapatkan beberapa prinsip khusus dari hidup dan dapat
       hidup selama ribuan atau puluhan ribu tahun . Mereka
       mengundurkan diri jauh ke pegunungan atau ke pulau-pulau di laut
       dan memisahkan diri dari alam manusia . Namun, mereka masih
       bagian dari roda yang berputar , karena mereka mengalir dan
       berputar sesuai dengan pikiran mereka yang salah dan tidak
       menumbuhkan Samadhi . Ketika pahala mereka selesai , mereka
       masih harus kembali dan masuk ke berbagai takdir . "
       " Ananda , ada banyak orang di dunia yang tidak mencari apa yang
       abadi dan yang belum bisa meninggalkan cinta yang ada diantara
       dirinya dan istri-istri mereka . Tetapi mereka tidak memiliki
       minat dalam perbuatan buruk seksual dan jadi kemurnian mereka
       berkembang dan cahaya mereka terungkap . Ketika hidup mereka
       berakhir , mereka terlahir di Surga dari Empat Raja
       (Catur-Maha-Rajika-Kayika) di sebelah matahari dan bulan . "
       " Mereka yang cinta seksual untuk istri mereka adalah sedikit,
       tapi yang belum memperoleh kemurnian lengkap ketika tinggal
       dalam kesendirian , melampaui cahaya matahari dan bulan pada
       akhir hidup mereka , dan berada di puncak dunia manusia .
       Orang-orang seperti itu terlahir di Surga Dewa Tiga Puluh Tiga
       (Trayastrimsha) . "
       " Mereka yang menjadi sementara terlibat ketika mereka bertemu
       dengan nafsu keinginan tetapi yang tidak menghuni pada itu
       ketika itu selesai , dan yang, sementara di alam manusia ,
       kurang aktif dan lebih hening tenang, tinggal berdiam di akhir
       hidup mereka di dalam cahaya dan kekosongan dimana pancaran
       cahaya matahari dan bulan tidak mencapai . Makhluk-makhluk ini
       memiliki cahaya mereka sendiri , dan mereka lahir di Surga
       Suyama (Tanpa Perkelahian) . "
       " Mereka yang hening tenang sepanjang waktu , tetapi yang belum
       mampu menahan ketika dirangsang oleh hubungan , naik pada akhir
       hidup mereka ke tempat yang sangat halus dan ringan , mereka
       tidak akan ditarik ke dalam alam yang lebih rendah. Kehancuran
       dari alam manusia dan alam dewa dan tiga bencana pada akhir
       kalpa tidak akan mencapai mereka, karena mereka terlahir di
       Surga Tushita (Penuh Kegembiraan) . "
       " Mereka yang tidak memiliki nafsu keinginan , tapi yang akan
       terlibat di dalamnya demi pasangan mereka , meskipun bagi mereka
       pengalaman itu adalah hambar tak berasa seperti mengunyah lilin
       , dilahirkan pada akhir hidup mereka di tempat yang melampaui
       sukar dipahami dari perubahan wujud . Mereka lahir di Surga
       Nirmana-rataya ( Kebahagiaan oleh Perubahan Wujud ) . "
       " Mereka yang tidak memiliki pikiran duniawi saat melakukan apa
       yang orang duniawi lakukan , yang jernih dan di luar dari
       kegiatan seperti itu saat terlibat di dalamnya , mampu pada
       akhir hidup mereka sepenuhnya melampaui keadaan dimana perubahan
       wujud mungkin ada atau tidak ada. Mereka lahir di Surga
       Para-nirmita -vasa -vartin ( Kesenangan dari Perubahan Wujud
       Lainnya ) . "
       " Ananda , meskipun para makhluk didalam enam surga ini telah
       secara tubuh fisik melampaui nafsu keinginan , jejak dari itu
       masih tetap dalam pikiran mereka . Tingkat keberadaan sejauh
       yang dibahas dikenal sebagai Alam dari Nafsu keinginan
       (Kama-dhatu) . "
       " Ananda , semua orang di dunia yang mengolah hati mereka ,
       tetapi tidak membantu diri mereka sendiri pada Dhyana dan
       sehingga tidak memiliki kebijaksanaan , hanya bisa mengendalikan
       tubuh mereka agar tidak terlibat dalam gairah nafsu seksual .
       Apakah berjalan atau duduk , atau di dalam pikiran mereka ,
       mereka sama sekali tidak memiliki itu . Karena mereka tidak
       menimbulkan cinta yang mencemarkan , mereka tidak tetap berada
       didalam Kama-dhatu . Orang-orang ini , dalam menanggapi pikiran
       mereka , mengambil tubuh makhluk Brahma . Makhluk tersebut
       berada di Surga Brahma-kayika (Perkumpulan Majelis Brahma) . "
       " Dalam mereka yang hatinya pada nafsu keinginan telah
       disingkirkan , pikiran yang terpisah dari nafsu keinginan
       mewujud nyata . Mereka senang dalam mengikuti ajaran sila .
       Berlatih kebajikan Brahma setiap saat , makhluk seperti itu
       berada di Surga Brahma-purohita (Menteri Brahma) . "
       " Mereka yang tubuh dan pikiran nya yang luar biasa sempurna ,
       dan yang sikap tingkah-laku mulianya tidak sedikit pun
       kekurangan , yang murni dalam sila dan memiliki pemahaman yang
       menyeluruh dari itu juga. Memerintah banyak Brahma sebagai
       Maha-Brahma-deva-raja , makhluk tersebut adalah di dalam Surga
       Maha Brahma (Brahma besar) . "
       " Ananda , mereka yang mengalir ke tiga tingkat yang unggul ini
       tidak akan ditindas oleh bermacam-macam penderitaan . Meskipun
       mereka belum mengembangkan Samadhi yang tepat, pikiran mereka
       murni ke titik bahwa semua arus terhenti . Ini disebut Dhyana
       Pertama . "
       " Ananda , mereka yang melebihi di luar Surga-surga Brahma
       memerintah para makhluk Brahma , demi tingkah-laku Brahma mereka
       disempurnakan . Dengan pikiran mereka yang hening-tenang dan tak
       bergerak , mereka memancarkan cahaya dalam keheningan yang
       mendalam . Makhluk-mahluk tersebut berada di Surga
       Parīttābha (Cahaya terbatas yang lebih kecil) . "
       " Mereka yang cahayanya menerangi satu sama lain dalam kilauan
       sinar menyala yang tak berujung di seluruh alam dari sepuluh
       penjuru sehingga segala sesuatu menjadi seperti kristal .
       Makhluk-mahluk tersebut berada di Surga Apramānābha
       (Cahaya yang tak terbatas). "
       " Mereka yang mempertahankan cahaya hingga kesempurnaan mencapai
       zat isi pokok dari ajaran . Menciptakan dan mengubah wujud
       kemurnian menjadi tanggapan-tanggapan dan fungsi-fungsi yang tak
       ada habisnya , makhluk-mahluk tersebut berada di dalam Surga
       Ābhāsvara (Cahaya Suara). "
       " Ananda , mereka yang mengalir ke tiga tingkat yang unggul ini
       tidak akan tertindas oleh kekhawatiran atau kekesalan . Meskipun
       mereka belum mengembangkan Samadhi yang tepat, pikiran mereka
       murni ke titik bahwa mereka telah menaklukkan arus keluar mereka
       yang kasar . Ini disebut Dhyana Kedua . "
       " Ananda , para makhluk surgawi untuk siapa yang kesempurnaan
       cahayanya telah menjadi suara dan yang lebih lanjut membuka
       keluar suara itu untuk mengungkapkan keajaiban nya yang tiba di
       tingkat yang lebih kuat dari latihan . Sesampainya di
       kebahagiaan dari kepunahan yang hening tenang , makhluk tersebut
       berada di Surga Parīttaśubha (Kemurnian yang lebih
       kecil) . "
       "Mereka di dalam yang 'keadaan kemurnian dikosongkan' mengalami
       ketidak-terbatasan dari cahaya yang ringan-menyenangkan dalam
       tubuh dan pikiran mereka , dan mereka mencapai kebahagiaan dari
       keheningan Nirvana . Makhluk tersebut berada di Surga
       Apramānaśubha (Kemurnian yang tanpa batas) . "
       "Mereka yang dunia , tubuh , dan pikiran semuanya murni sempurna
       telah mencapai kebajikan dari kemurnian , dan mereka menganggap
       hal ini menjadi tempat tinggal yang lebih unggul di mana mereka
       dapat kembali ke kebahagiaan dari keheningan Nirvana . Makhluk
       tersebut berada dalam Surga Śubhakritsna (Kemurnian total
       yang menembus) . "
       " Ananda , mereka yang mengalir ke tiga tingkat yang unggul ini
       akan dipenuhi dengan pemenuhan besar . Tubuh dan pikiran mereka
       adalah damai , dan mereka mendapatkan kebahagiaan yang tak
       terbatas. Meskipun mereka belum memperoleh Samadhi yang asli ,
       sukacita dalam keheningan-tenang dari pikiran mereka adalah
       total . Ini disebut Dhyana Ketiga . "
       " Selain itu , Ananda , para makhluk surga yang 'tubuh dan
       pikiran nya tidak tertindas' mengakhiri penyebab penderitaan dan
       menyadari bahwa kebahagiaan adalah tidak kekal - bahwa cepat
       atau lambat itu akan berakhir. Mereka secara tegas menolak kedua
       'pikiran dari penderitaan dan pikiran dari kebahagiaan' .
       Penderitaan kasar mereka dilenyapkan , dan berkat yang murni
       muncul . Makhluk tersebut berada di Surga Punyaprasava
       (Kelahiran dari berkat kebajikan) . "
       " Mereka yang 'penolakan terhadap pikiran-pikiran ini
       disempurnakan' mendapatkan kemurnian dari pemahaman yang lebih
       unggul . Dalam berkat-berkat yang tidak terhalang ini, mereka
       memperoleh pemenuhan indah menakjubkan yang meluas hingga ke
       batas-batas dari masa depan . Makhluk tersebut berada di dalam
       Surga Anabhraka (Kesenangan Terberkati). "
       " Ananda , dari surga itu ada dua cara untuk pergi . Mereka yang
       memperpanjang pemikiran sebelumnya menjadi cahaya murni yang tak
       terbatas , dan yang menyempurnakan berkat dan kebajikan mereka ,
       mengolah budidaya dan ditetapkan ke salah satu dari tempat
       tinggal tersebut . Makhluk tersebut berada di dalam Surga
       Brhatphala (Buah yang banyak berlimpah-limpah) . "
       " Mereka yang memperpanjang pemikiran sebelumnya menjadi tidak
       suka pada kedua 'penderitaan dan kebahagiaan' tak henti-hentinya
       meningkatkan penolakan mereka sampai mereka menyempurnakan jalan
       dari penolakan. Tubuh dan pikiran mereka akan menjadi punah;
       Pikiran mereka akan menjadi seperti abu mati. Selama lima ratus
       kalpa para makhluk ini akan mengabadikan penyebab untuk
       penghasilan dan kepunahan , menjadi tidak mampu mengungkap sifat
       alami yang tidak dihasilkan ataupun tidak dipadamkan. Selama
       separuh pertama dari kalpa ini mereka akan menjalani kepunahan;
       selama separuh kedua mereka akan mengalami penghasilan. Makhluk
       tersebut berada di Surga Asamjņasattva (Tanpa pikiran). "
       " Ananda , mereka yang mengalir ke empat tingkat yang unggul ini
       tidak akan terpengaruh oleh penderitaan atau kebahagiaan di
       dunia manapun . Meskipun ini adalah bukan 'yang tanpa kondisi
       dari Tingkat Sejati dari Yang Tidak Bergerak' , karena mereka
       masih memiliki pikiran untuk mendapatkan sesuatu , pemberdayaan
       fungsi mereka adalah tetap cukup maju . Ini disebut Dhyana
       Keempat . "
       " Melampaui di luar ini, Ananda , ada Kelima Surga dari Yang
       Tidak Kembali . Bagi mereka yang telah benar-benar sepenuhnya
       memotong habis sembilan kategori dari kebiasaan di alam yang
       lebih rendah , tiada penderitaan maupun tiada kebahagiaan yang
       ada, dan tidak ada kemunduran ke tingkat yang lebih rendah .
       Semua yang pikirannya telah mencapai penolakan ini tinggal
       menetap didalam Surga-surga ini bersama-sama . "
       " Ananda , mereka yang telah mengakhiri penderitaan dan
       kebahagiaan dan yang tidak terlibat dalam pertentangan diantara
       pikiran-pikiran tersebut adalah berada di Surga Avriha (Tiada
       Penderitaan) . "
       " Ketika pikiran dan keadaan-keadaan terpisah , bahkan pikiran
       dari menyelidiki keterlibatan itu dihilangkan . Makhluk tersebut
       berada di Surga Atapa (Tanpa Panas) . "
       " Mereka yang penglihatannya luar biasa sempurna dan jelas ,
       melihat alam dari sepuluh penjuru yang bebas dari penampilan
       tercemar dan tanpa semua kotoran dan pencemaran . Makhluk
       tersebut berada di Surga Sudarśana (Penglihatan Jelas Yang
       Baik) . "
       " Mereka yang intisari pokok dari penglihatannya telah
       diwujudkan mampu mengubah wujud sesuka hati tanpa halangan .
       Makhluk tersebut berada di Surga Sudraśa (Perubahan Wujud
       Indah Yang Baik) . "
       " Mereka yang secara mendalam memahami prinsip utama dan sifat
       alami dari rupa bentuk mencapai perbatasan dari kekosongan .
       Makhluk tersebut berada di Surga Akanistha ('Sama dalam
       peringkat' ='Kediaman Murni Yang Halus'= 'Surga tertinggi dari
       Rupadhatu') .
       " Ananda , mereka yang berada didalam Empat Dhyana itu, dan
       bahkan para Raja Dewa yang berada pada empat tingkat itu, hanya
       bisa memberikan penghormatan mereka melalui setelah mendengar
       para Makhluk di Surga dari Yang Tidak Kembali , mereka tidak
       dapat mengenal Mereka ataupun tidak dapat melihat Mereka , sama
       seperti orang awam biasa di dunia tidak bisa melihat
       tempat-tempat di mana Arahat tinggal di dalam Bodhimandala yang
       jauh kedalam hutan-belantara dan gunung-gunung . "
       " Ananda , didalam delapan belas Surga ini adalah mereka yang
       tetap sunyi bertapa menyendiri dan tidak terlibat , tetapi yang
       belum berhasil menyingkirkan rupa bentuk mereka . Surga ini
       disebut Rupadhatu . "
       " Selain itu , Ananda , dari puncak ini dari Rupa-dhatu ada juga
       dua jalan . Mereka 'yang bersungguh-sungguh pada penolakan'
       telah mendatangkan kebijaksanaan. Cahaya kebijaksanaan mereka
       menjadi sempurna dan menembus , sehingga mereka dapat melampaui
       alam samsara yang tercemar , mencapai kesucian Arhat , dan
       memasuki Bodhisattvayana (Kendaraan Bodhisattva) . Mereka
       disebut 'Maha Arahat' yang telah menghadapkan pikiran Mereka
       kepada Mahāyāna (Kendaraan Besar = Kendaraan Agung) . "
       " Mereka yang tinggal berdiam di dalam pikiran dari penolakan
       dan yang berhasil dalam pembuangan dan penolakan , menyadari
       bahwa tubuh mereka adalah penghambat . Jika mereka kemudian
       melenyapkan hambatan dan masuk ke dalam kekosongan , mereka
       berada di pangkalan Ākāśānantyāyatana
       (Kekosongan ruang angkasa yang tidak terbatas) . "
       " Bagi mereka yang telah memusnahkan semua hambatan , tidak ada
       halangan ataupun tidak ada kepunahan . Lalu yang masih ada hanya
       kesadaran alaya (gudang kesadaran) dan setengah dari fungsi
       halus dari mano-vijnana (kesadaran pikiran) . Makhluk-makhluk
       ini berada di pangkalan Vijņānānantyāyatana
       (Kesadaran Tanpa Batas) . "
       " Mereka 'yang telah menyingkirkan dengan kekosongan dan bentuk'
       membasmi pikiran yang sadar juga. Didalam keheningan-tenang yang
       luas dari sepuluh penjuru tiada tempat sama sekali untuk pergi .
       Makhluk-makhluk ini berada di pangkalan
       Ākimcanyāyatana (Tiada Apapun) . "
       " Sifat alami dari kesadaran adalah tak bergerak , namun dalam
       kepunahan mereka secara mendalam menyelidiki itu , mencoba untuk
       mengakhiri apa yang tak ada habisnya . Jadi, seolah-olah itu ada
       dan namun tidak ada , seolah-olah itu berakhir namun belum
       berakhir . Para makhluk itu berada di pangkalan
       Naivasamjņānāsamjņāyatana (Tiada pikiran maupun
       tiada yang bukan pikiran) . "
       " Makhluk-makhluk ini yang mengolah budidaya jalan bijaksana
       dari Surga dari Yang Tidak Kembali dengan menggali secara
       mendalam ke dalam kekosongan tanpa memahami prinsip kekosongan
       dikenal sebagai Arahat pudar membosankan (Anāgāmin dari
       KeArhatan) yang tidak mengubah pikiran Mereka untuk menghadap ke
       Mahāyāna. Sama seperti mereka yang di Surga Tanpa Pikiran dan
       Surga-surga diluar lainnya yang secara mendalam menyelidiki
       kekosongan tanpa mengetahui untuk memperbaiki , para makhluk ini
       adalah bodoh dan tersesat didalam ( surga dengan ) arus keluar .
       Mereka oleh karena itu akan memasuki siklus perputaran kelahiran
       kembali lagi . "
       " Ananda , para makhluk di semua surga ini adalah makhluk awam
       biasa yang menerima buah dari karma penghargaan mereka. Begitu
       hadiah mereka habis , mereka harus satu kali lagi memasuki
       kelahiran kembali . Para devarāja penguasa dari surga-surga ini,
       bagaimanapun , adalah semua Bodhisattva yang menjelajah didalam
       Samadhi . Mereka secara bertahap berkembang maju dalam latihan
       Mereka dan membuat pemindahan dengan cara yang dibudidayakan
       oleh semua orang bijak . "
       " Ananda , ini adalah Empat Surga dari Kekosongan , di mana
       tubuh dan pikiran dari penduduknya dipadamkan . Konsentrasi
       muncul , dan mereka terbebas dari pembalasan karma rupa-bentuk .
       Kelompok terakhir ini disebut Arupa-dhatu (Alam tanpa
       rupa-bentuk) . "
       " Para makhluk itu didalam keseluruhan mereka belum memahami
       'pikiran terang tercerahkan yang indah menakjubkan' . Pegumpulan
       mereka pada kepalsuan membawa menjadi ada keberadaan palsu di
       Triloka (Tiga Alam). Dalam hal ini mereka secara palsu
       mengikutinya dan menjadi tenggelam didalam tujuh nasib . Sebagai
       pudgala , mereka berkumpul bersama dengan jenis mereka sendiri .
       "
       " Selanjutnya , Ananda , ada empat kategori Asura di Triloka . "
       " Mereka yang berada di jalan hantu yang , melalui kekuatan
       mereka melindungi Dharma , bisa menaiki penembusan batin mereka
       untuk masuk ke dalam kekosongan adalah para asura yang terlahir
       dari telur , mereka adalah milik dari takdir nasib hantu . "
       " Mereka 'yang telah jatuh dalam kebajikannya yang berkurang dan
       telah diberhentikan dari surga' tinggal berdiam di tempat-tempat
       didekat matahari dan bulan . Mereka adalah para asura yang
       terlahir dari rahim dan milik dari takdir nasib manusia . "
       " Ada para raja asura yang menjunjung tinggi dunia dengan
       kekuatan penembusan dan keberanian . Mereka mampu bersaing
       dengan Brahma-raja, Shakra-deva , dan Catur-Maha-rajika. Para
       asura ini terwujud menjadi ada melalui perubahan wujud dan milik
       dari takdir nasib dewa . "
       " Ananda , ada hal lain , kategori yang lebih bawah dari para
       asura. Mereka terlahir di tengah laut yang besar dan hidup di
       gua-gua bawah laut. Selama siang hari mereka berkeliaran didalam
       kekosongan ; Pada malam hari mereka kembali ke alam berair. Para
       asura ini terwujud menjadi ada dikarenakan oleh kelembaban dan
       milik dari takdir nasib hewan . "
       " Ananda , sehingga ketika tujuh nasib dari para penghuni neraka
       , preta (hantu kelaparan) , hewan, manusia , rsi (jenis mahluk
       yang berlatih keabadian) , dewa , dan asura diselidiki secara
       terperinci , mereka semua ditemukan keruh dan terlibat dalam
       keberadaan yang berkondisi . Kelahiran mereka berasal dari
       pikiran palsu. karma yang menyusul berikutnya milik mereka
       berasal dari pikiran-pikiran yang palsu. Didalam kesempurnaan
       yang indah menakjubkan dari pikiran pokok mendasar yaitu tanpa
       melakukan apapun, mereka seperti bunga aneh di ruang angkasa,
       karena pada dasarnya tidak ada yang ditempel , mereka sepenuhnya
       sia-sia dan palsu , dan mereka tidak memiliki sumber atau awal .
       "
       " Ananda , para makhluk hidup ini , yang tidak mengenali pikiran
       yang pokok mendasar , semuanya mengalami kelahiran kembali
       selama kalpa-kalpa yang tak terbatas . Mereka tidak mencapai
       kemurnian yang benar sejati, karena mereka terus terlibat dalam
       pembunuhan, pencurian , dan nafsu , atau karena mereka melawan
       nya dan terlahir sesuai dengan mereka yang tidak membunuh ,
       tidak mencuri , dan tiada nafsu . Jika tiga karma ini hadir di
       dalam mereka , mereka terlahir di antara pasukan hantu . Jika
       mereka terbebas dari ketiga karma ini , mereka terlahir dalam
       takdir nasib dewa . Gejolak tidak tetap yang terus-menerus
       diantara ada dan ketiadaan dari karma-karma ini menimbulkan
       perputaran siklus kelahiran kembali . "
       " Bagi mereka yang mampu melahirkan Samadhi , 'baik kehadiran
       maupun tidak adanya dari karma-karma ini' ada didalam keheningan
       abadi itu , bahkan ketidakberadaan mereka diselesaikan. Sejak
       ketiadaan dari membunuh , mencuri , dan nafsu adalah tidak ada,
       bagaimana bisa ada keterlibatan yang benar-benar didalam
       perbuatan dari pembunuhan , pencurian dan nafsu ? "
       " Ananda , mereka yang tidak memotong habis tiga karma itu
       masing-masing memiliki andil pribadi mereka sendiri . Karena
       masing-masing memiliki andil pribadi , andil pribadi menjadi
       terkumpul , membuat bagian-bagian bersama. Mereka tidak tanpa
       sumber yang tetap, karena mereka muncul dari kepalsuan . Oleh
       karena mereka muncul dari kepalsuan , mereka pada dasarnya tanpa
       sebab , dan dengan demikian mereka tidak bisa dilacak dengan
       tepat . "
       " Anda harus memperingatkan para pengolah budidaya bahwa mereka
       harus menyingkirkan tiga angan-angan khayalan ini jika mereka
       ingin menumbuhkan Bodhi . Jika mereka tidak mengakhiri tiga
       angan-angan khayalan ini , maka bahkan penembusan batin yang
       mereka mungkin capai hanyalah keduniawian , fungsi yang
       berkondisi . Jika mereka tidak memadamkan kebiasaan ini, mereka
       akan jatuh ke dalam jalan iblis. Meskipun mereka ingin mengusir
       kepalsuan , bahkan mereka menjadi berlipat-ganda menipu. Sang
       Tathagata mengatakan bahwa makhluk tersebut adalah menyedihkan.
       Anda telah menciptakan kepalsuan ini sendiri; itu bukanlah
       kesalahan dari Bodhi . Penjelasan yang seperti ini adalah ucapan
       yang tepat . Setiap penjelasan yang lain adalah ucapan dari raja
       iblis mara . "
       Pada saat itu , sang Tathagata sedang bersiap-siap untuk
       meninggalkan kursi Dharma . Dari Simhasana (tahta singa) , Dia
       mengulurkan tanganNya dan meletakkanNya di atas meja kecil yang
       terbuat dari tujuh permata yang berharga . Tapi kemudian , Dia
       membalikkan tubuhNya , yang merupakan warna dari ungu gunung
       emas , dan bersandar kembali , berkata kepada semua orang dalam
       persamuan majelis dan Ananda , "Bagi Anda yang banyak untuk
       Belajar , Anda para Pratyekabuddha yang Tercerahkan oleh Kondisi
       , dan Anda para Sravaka (pendengar suara) sekarang telah
       mengalihkan pikiran Anda untuk mengejar pencapaian Bodhi
       tertinggi ; yang tak tertandingi , pencerahan yang indah
       menakjubkan. Saya telah mengajarkan Anda cara yang benar dari
       mengolah budidaya. Anda masih tidak menyadari peristiwa halus
       iblis mara yang dapat terjadi ketika Anda mengembangkan Shamatha
       - Vipashyana; Jika Anda tidak dapat mengenali keadaan iblis
       ketika ia muncul , itu adalah karena pembersihan pikiran Anda
       belum tepat. Anda kemudian akan ditelan oleh pandangan yang
       menyimpang. Anda mungkin diganggu oleh iblis dari skandha anda
       sendiri atau iblis dari surga. Atau Anda mungkin dikuasai oleh
       hantu atau roh , atau Anda mungkin menghadapi hantu gunung. Jika
       pikiran Anda tidak jelas , Anda akan keliru mempersamakan
       pencuri untuk anak Anda sendiri . Hal ini juga memungkinkan
       untuk merasa puas setelah pencapaian yang kecil , seperti
       Bhikshu yang tidak terpelajar yang mencapai Dhyana Keempat dan
       mengklaim bahwa ia telah mencapai kebijaksanaan . Ketika pahala
       surgawi nya berakhir dan tanda-tanda kerusakan muncul , dia
       memfitnah kesucian Arhat sebagai yang tunduk pada kelahiran dan
       kematian , dan dengan demikian dia jatuh ke dalam neraka Avichi
       . Anda harus memperhatikan . sekarang Saya akan menjelaskan hal
       ini secara terperinci untuk Anda.
       Ananda berdiri dan , dengan yang lainnya didalam persamuan
       majelis yang masih memiliki lebih banyak untuk belajar ,
       membungkuk dengan penuh sukacita. Mereka mendiamkan diri Mereka
       sendiri untuk mendengarkan Ajaran welas asih itu.
       [center]( Iblis skandha dari lima puluh Jenis )[/center]
       Sang Buddha memberitahu kepada Ananda dan seluruh persamuan
       majelis , " Anda harus tahu bahwa dua belas jenis makhluk hidup
       di dunia dari arus keluar ini diberkahi dengan yang sangat
       terang , pencerahan mendasar - yang tercerahkan , isi pokok zat
       yang sempurna dari pikiran yang tidak berbeda dengan milik para
       Buddha dari sepuluh penjuru . Karena kesalahan dari pikiran yang
       palsu dan kebingungan tentang kebenaran , kegilaan birahi muncul
       dan membuat kebingungan Anda semuanya meresap menjalar .
       Akibatnya , kekosongan muncul . Dunia-dunia menjadi terwujud
       ketika kebingungan itu terus-menerus tak henti-hentinya berubah
       bentuk . Oleh karena itu , wlayah-wilayah yang tidak tanpa arus
       keluar , yang banyaknya seperti butiran terkecil atom dari alam
       semesta di seluruh sepuluh penjuru , semuanya diciptakan sebagai
       hasil dari kebingungan , kekusaman , dan pikiran palsu . "
       " Anda harus tahu bahwa ruang angkasa yang tercipta dalam hati
       Anda adalah seperti sebuah gumpalan awan yang menitik langit
       yang luas . Berapa banyak yang lebih kecil harus semua dunia
       terjadi dalam ruang angkasa itu ! Jika bahkan satu orang di
       antara kamu menemukan kebenaran dan kembali ke sumbernya , maka
       semua ruang angkasa di sepuluh penjuru dilenyapkan . Bagaimana
       mungkin dunia-dunia dalam ruang angkasa gagal untuk dihancurkan
       juga? "
       " Ketika Anda mengolah Dhyana dan mencapai Samadhi , pikiran
       Anda menyeuaikan dengan pikiran para Bodhisattva dan Arahat
       besar dari sepuluh penjuru yang bebas dari arus keluar , dan
       Anda tinggal berdiam di dalam keadaan dari kemurnian yang
       mendalam . Semua raja iblis , hantu dan roh , dan para dewa
       biasa melihat runtuhnya istana mereka tanpa alasan yang jelas .
       Gempa mengguncang , dan semua makhluk di dalam air , di darat ,
       dan di udara , tanpa kecuali , ketakutan . Namun orang-orang
       awam biasa yang tenggelam dalam kebingungan yang suram tetap
       tidak menyadari perubahan-perubahan ini. Semua makhluk ini
       memiliki lima jenis kekuatan batin; mereka masih kekurangan
       penghapusan pada arus keluar karena mereka masih melekat pada
       kesukaan duniawi. Bagaimana mungkin mereka membiarkan Anda untuk
       menghancurkan istana mereka? Itulah mengapa para hantu , roh ,
       iblis langit , mahluk halus , dan yaksha datang untuk mengganggu
       Anda ketika Anda berada didalam Samadhi . "
       " Meskipun para iblis ini memiliki kebencian yang luar biasa ,
       mereka berada dalam cengkeraman nafsu duniawi mereka , sementara
       Anda berada dalam pencerahan yang indah menakjubkan . Mereka
       tidak bisa mempengaruhi Anda lebih dari sebuah angin yang
       bertiup dapat mempengaruhi cahaya atau pisau dapat memotong
       melalui air . Anda seperti air yang mendidih , sedangkan iblis
       itu seperti es padat yang , di hadapan panas , segera mencair .
       Karena mereka mengandalkan hanya pada kekuatan batin , mereka
       hanya seperti tamu . Mereka bisa berhasil dalam kehancuran
       mereka melalui pikiran Anda , yang merupakan tuan rumah dari
       lima skandha . Jika tuan rumah menjadi bingung , para tamu akan
       dapat melakukan apa yang mereka harap . Ketika Anda berada
       didalam Dhyana , terbangun , menyadari , dan bebas dari
       angan-angan khayalan , perbuatan iblis mereka tidak dapat
       melakukan apa pun pada Anda . Ketika skandha larut , Anda
       memasuki cahaya . Semua gerombolan orang yang menyimpang itu
       tergantung pada energi kegelapan . Karena cahaya dapat merusak
       kegelapan , mereka akan hancur jika mereka datang di dekat Anda
       . Bagaimana mereka bisa berani berlama-lama dan mencoba untuk
       mengganggu Dhyana - Samadhi Anda ? "
       " Jika Anda tidak jelas dan tidak sadar , tetapi dibingungkan
       dengan Skandha , maka Anda , Ananda , pasti akan menjadi salah
       satu dari iblis mara . Anda akan berubah menjadi makhluk iblis.
       Perjumpaan Anda dengan putri Matangi adalah peristiwa kecil .
       Dia melemparkan mantra pada Anda untuk membuat Anda melanggar
       sila-sila moral sang Buddha . Namun, di antara delapan puluh
       ribu cara dari perilaku , Anda melanggar hanya satu ajaran sila.
       Karena pikiran Anda adalah murni , semua tidak hilang . Itu akan
       menjadi upaya untuk menghancurkan pencerahan berharga milik Anda
       . Kalau itu berhasil , Anda akan menjadi seperti keluarga dari
       seorang atasan pejabat pemerintah yang tiba-tiba diasingkan ;
       keluarganya melarat mengembara , kehilangan dan sendirian ,
       tanpa ada seorangpun yang kasihan atau menyelamatkan mereka. "
       " Ananda , Anda harus tahu bahwa sebagai seorang pengolah
       budidaya yang duduk di Bodhimanda , Dia menyingkirkan dengan
       semua pikiran menghilang . Ketika pikirannya berakhir , tidak
       akan ada apapun di pikirannya . Keadaan dari kejelasan murni ini
       akan tetap sama apakah dalam gerakan ataupun keheningan tenang
       yang diam , dalam ingatan ataupun kelupaan . Ketika Dia tinggal
       berdiam di tempat ini dan memasuki Samadhi , Dia seperti orang
       dengan penglihatan yang jelas yang menemukan dirinya didalam
       kegelapan total . Meskipun sifat alaminya adalah kemurnian yang
       mengagumkan , pikirannya belum diterangi . Ini adalah wilayah
       dari 'Rupa Skandha' . Jika matanya menjadi jelas , Dia akan
       kemudian mengalami sepuluh penjuru sebagai hamparan terbuka ,
       dan kegelapan akan hilang . Ini adalah akhir dari 'Rupa Skandha'
       . Dia kemudian akan mampu melampaui kekeruhan waktu .
       Merenungkan penyebab dari Rupa Skandha , orang melihat bahwa
       pikiran palsu dari kepadatan adalah sumbernya . "
       " Ananda , pada saat ini , saat orang itu sungguh-sungguh
       menyelidiki kecerahan yang menakjubkan , empat unsur tidak akan
       lagi berfungsi bersama-sama , dan segera tubuh akan mampu
       mengatasi penghalang . Keadaan ini disebut ' kecerahan murni
       bergabung menyatu kedalam lingkungan ' . Ini adalah keadaan
       sementara dalam perjalanan dari pengolahan budidaya dan tidak
       menunjukkan kebijaksanaan . Jika dia tidak berpikir dia telah
       menjadi seorang yang bijaksana , maka ini akan menjadi keadaan
       yang baik . Tetapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka dia
       akan rentan terhadap pengaruh iblis ' . "
       " Selanjutnya, Ananda , saat orang menggunakan pikirannya untuk
       bersungguh-sungguh menyelidiki cahaya yang indah menakjubkan itu
       , cahaya itu akan meliputi tubuhnya . Tiba-tiba dia akan mampu
       mencabut cacing usus dari tubuhnya sendiri , namun tubuhnya akan
       tetap utuh dan tidak terluka . Keadaan ini disebut ' cahaya
       murni bergelombang melalui tubuh fisik seseorang ' . Ini adalah
       keadaan sementara dalam proses latihan yang kuat bersemangat ,
       dan tidak menunjukkan kebijaksanaan . Jika dia tidak berpikir ia
       telah menjadi seorang yang bijaksana , maka ini akan menjadi
       keadaan yang baik . Tapi jika dia menganggap dirinya bijak ,
       maka dia akan rentan terhadap pengaruh iblis ' . "
       " Selanjutnya, saat orang menggunakan pikirannya untuk
       bersungguh-sungguh menyelidiki di dalam dan di luar , tubuh
       fisik nya dan batin jiwa nya , kecerdasan, hasrat kemauan,
       intisari pokok , dan semangat nya akan dapat berinteraksi satu
       sama lain tanpa mempengaruhi tubuhnya . Mereka akan bergiliran
       sebagai tuan rumah dan tamu . Lalu dia tiba-tiba dapat mendengar
       suara Dharma yang diucapkan di ruang angkasa, atau mungkin dia
       akan mendengar kebenaran esoteris vajrayana yang diucapkan
       secara serentak di seluruh sepuluh penjuru . Keadaan ini disebut
       ' intisari pokok dan jiwa bergantian memisah dan menyatu , dan
       penanaman benih yang baik ' . Ini adalah kondisi sementara dan
       tidak menunjukkan kebijaksanaan . Jika dia tidak berpikir ia
       telah menjadi seorang yang bijaksana , maka ini akan menjadi
       keadaan yang baik . Tapi jika dia menganggap dirinya bijak ,
       maka dia akan rentan terhadap pengaruh iblis . "
       " Selanjutnya , ketika pikiran seseorang menjadi jelas , membuka
       selubung , cerah, dan menembus , sebuah cahaya dari dalam akan
       bersinar dan mengubah segala sesuatu dalam sepuluh penjuru arah
       menjadi bewarna Suvarna Jambunada (warna ungu keemasan) . Semua
       berbagai jenis dari para makhluk akan berubah wujud menjadi para
       Tathagata . Tiba-tiba dia akan melihat Vairocana Buddha duduk di
       atas mimbar cahaya surga , dikelilingi oleh ribuan Buddha yang
       secara bersamaan muncul pada bunga teratai di seratus juta
       wilayah . Keadaan ini disebut ' pikiran dan jiwa yang ditanamkan
       dengan kesadaran batin ' . Ketika dia telah menyelidiki ke pokok
       dari kejelasan , cahaya terang dari pikirannya akan menyinari
       semua dunia . Ini adalah keadaan sementara dan tidak menunjukkan
       kebijaksanaan . Jika dia tidak berpikir ia telah menjadi seorang
       bijak , maka ini akan menjadi keadaan yang baik . Tapi jika dia
       menganggap dirinya bijak , maka dia akan rentan terhadap
       pengaruh iblis ' . "
       " Selanjutnya, saat orang menggunakan pikirannya untuk
       bersungguh-sungguh menyelidiki cahaya yang indah menakjubkan itu
       , dia akan merenungkan tanpa jeda , menahan dan menundukkan
       pikirannya sehingga tidak pergi ke perbedaan besar . Tiba-tiba
       ruang angkasa di sepuluh penjuru dapat menjadi warna dari tujuh
       permata mulia atau warna dari seratus permata yang berharga ,
       yang sekaligus meliputi kemana-mana tanpa menghambat satu sama
       lain . Biru , kuning, merah , dan putih masing-masing akan jelas
       terlihat . Keadaan ini disebut 'mencoba terlalu keras untuk
       menundukkan pikiran ' . Ini adalah keadaan sementara dan tidak
       menunjukkan kebijaksanaan . Jika dia tidak berpikir ia telah
       menjadi seorang bijak , maka ini akan menjadi keadaan yang baik
       . Tetapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka dia akan
       rentan terhadap pengaruh iblis ' . "
       " Selanjutnya, saat orang menggunakan pikirannya untuk
       menyelidiki dengan ketajaman yang jelas sampai cahaya murni
       tidak lagi berpencar , dia akan tiba-tiba dapat melihat berbagai
       benda di ruangan gelap di malam hari , seolah-olah itu hanya
       siang hari . Namun benda-benda yang sudah ada di ruangan gelap
       itu tidak menghilang . Keadaan ini disebut ' membersihkan
       pikiran dan memurnikan penglihatan sampai orang mampu melihat di
       dalam gelap ' . Ini adalah keadaan sementara dan tidak
       menunjukkan kebijaksanaan . Jika dia tidak berpikir dia telah
       menjadi bijak , maka ini akan menjadi keadaan yang baik . Tetapi
       jika dia menganggap dirinya bijak , maka dia akan rentan
       terhadap pengaruh iblis ' . "
       " Selanjutnya, ketika pikirannya benar-benar sepenuhnya menyatu
       dengan kekosongan , empat anggota tubuhnya akan tiba-tiba
       menjadi seperti rumput atau kayu , tanpa perasaan bahkan ketika
       dibakar oleh api atau dipotong dengan pisau . Pembakaran oleh
       api tidak akan membuat anggota tubuhnya panas , dan bahkan
       ketika dagingnya dipotong , itu akan menjadi seperti kayu yang
       dipangkas . Keadaan ini disebut ' penggabungan keadaan-keadaan
       luar dan campuran dari empat unsur menjadi zat yang sama
       seragam' . Ini adalah keadaan sementara dan tidak menunjukkan
       kebijaksanaan . Jika dia tidak berpikir dia telah menjadi
       seorang bijak , maka ini akan menjadi keadaan yang baik . Tapi
       jika dia menganggap dirinya bijak , maka dia akan rentan
       terhadap pengaruh iblis ' . "
       " Selanjutnya, ketika pikirannya menyelesaikan kemurnian yang
       demikian bahwa keahliannya dalam memurnikan pikiran telah
       mencapai yang tertinggi, dia akan tiba-tiba melihat tanah bumi ,
       gunung-gunung , dan sungai-sungai di sepuluh penjuru berubah
       menjadi Tanah Buddha (Buddha-ksetra) yang penuh dengan tujuh
       permata berharga , cahayanya bersinar di mana-mana . Dia juga
       akan melihat para Buddha , Tathagata , sebanyak pasir sungai
       Gangga , mengisi semua ruang . Dia juga akan melihat
       paviliun-paviliun dan istana-istana yang megah dan indah . Dia
       akan melihat neraka-neraka di bawah ini dan istana-istana surga
       langit di atas , semua tanpa halangan . Keadaan ini disebut '
       perubahan bentuk secara bertahap dari pikiran yang
       terkonsentrasi dari suka and tidak suka ' . Ini tidak
       menunjukkan kebijaksanaan . Jika dia tidak berpikir ia telah
       menjadi seorang bijak , maka ini akan menjadi keadaan yang baik
       . Tapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka dia akan rentan
       terhadap pengaruh iblis ' . "
       " Selanjutnya, ketika orang menggunakan pikirannya untuk
       menyelidiki apa yang mendalam dan yang jauh , dia akan tiba-tiba
       dapat melihat tempat-tempat yang jauh di tengah malam . Dia akan
       melihat pasar kota dan masyarakat juga , jalan-jalan dan
       lorong-lorong , dan kerabat dan teman-teman , dan dia mungkin
       mendengar percakapan mereka . Keadaan ini disebut ' Setelah
       ditekan secara sepenuhnya , pikiran terbang keluar dan melihat
       banyak hal yang telah ditutup dari pandangan ' . Ini tidak
       menunjukkan kebijaksanaan . Jika dia tidak berpikir ia telah
       menjadi bijak , maka ini akan menjadi keadaan yang baik . Tetapi
       jika dia menganggap dirinya bijak , maka dia akan rentan
       terhadap pengaruh iblis ' . "
       " Selanjutnya, ketika orang menggunakan pikirannya untuk
       menyelidiki ke titik sepenuhnya , dia mungkin melihat penasehat
       yang baik dan bijaksana yang tubuhnya mengalami perubahan .
       Dalam selang waktu yang singkat , berbagai perubahan akan
       terjadi yang tidak dapat dijelaskan . Keadaan ini disebut '
       memiliki pikiran yang tidak benar yang dimiliki oleh mahluk
       halus gunung atau iblis surga , dan tanpa alasan berbicara
       Dharma yang mengandung kebenaran menakjubkan ' . Ini tidak
       menunjukkan kebijaksanaan . Jika dia tidak berpikir dia telah
       menjadi seorang bijak , maka kegiatan iblis mara akan reda
       menghilang . Tapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka dia
       akan rentan terhadap pengaruh iblis ' . "
       " Ananda , seluruh sepuluh dari keadaan-keadaan itu dapat
       terjadi di Dhyana saat upaya batin seseorang berinteraksi dengan
       bentuk Rupa Skandha . Makhluk hidup yang kusam dan bingung tidak
       menilai diri mereka sendiri . Menghadapi situasi seperti itu ,
       dalam kebingungan mereka, mereka gagal untuk mengenali nya dan
       mengatakan bahwa mereka telah menjadi orang bijak , sehingga
       mengucapkan kebohongan besar . Mereka akan jatuh ke dalam
       neraka-neraka tanpa belas kasihan. Didalam jaman berakhirnya
       Dharma , setelah Nirvana Sang Tathagata , kalian semua harus
       mengandalkan dan mengumumkan Ajaran ini . Jangan biarkan iblis
       dari surga memiliki cara mereka . Berikan perlindungan sehingga
       semuanya dapat menyadari Jalan yang tak tertandingi . "
       " Ananda , ketika orang baik yang mengolah budidaya Samadhi dan
       Shamatha telah mengakhiri 'Rupa Skandha' , dia bisa melihat
       pikiran semua Buddha seolah-olah melihat gambar yang tercermin
       dalam cermin yang terang . Dia tampaknya telah memperoleh
       sesuatu , tapi dia tidak dapat menggunakannya . Dalam hal ini
       dia menyerupai orang lumpuh . Tangan dan kaki-nya utuh ,
       penglihatan dan pendengarannya tidak terputar-balik , namun
       pikirannya telah berada di bawah pengaruh yang menyimpang ,
       sehingga dia tidak bisa bergerak . Ini adalah wilayah dari
       'Vedana Skandha' . Begitu masalah kelumpuhan mereda , pikirannya
       bisa kemudian meninggalkan tubuhnya dan melihat kembali ke
       wajahnya . Itu dapat pergi atau menetap sesukanya tanpa ada
       hambatan lebih lanjut . Ini adalah akhir dari Vedana Skandha.
       Orang ini bisa kemudian melampaui kekeruhan pandangan .
       Merenungkan penyebab Vedana Skandha , orang melihat pikiran
       palsu dari kejelasan khayalan ilusi itu adalah sumbernya . "
       " Ananda , dalam situasi ini orang yang baik itu mengalami
       cahaya yang terang . Perasaan muncul dalam pikirannya sebagai
       hasil dari tekanan didalam yang berlebihan . Pada saat ini , dia
       tiba-tiba merasakan kesedihan yang tak terbatas bahwa dia
       memandang bahkan nyamuk dan lalat sebagai anak-anak kecil yang
       baru lahir . Dia diliputi dengan rasa kasihan dan semburan air
       mata tanpa menyadarinya. Ini disebut ' mencoba terlalu keras
       untuk menekan pikiran dalam proses mengolah budidaya . Jika dia
       mengerti , maka tidak ada kesalahan . Pengalaman ini tidak
       menunjukkan kebijaksanaan . Jika dia menyadari itu dan tetap
       tidak bingung , maka setelah satu waktu itu akan menghilang .
       Tetapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka iblis kesedihan
       akan memasuki pikirannya . kemudian , segera setelah dia melihat
       seseorang , dia akan merasa sedih dan menangis sejadi-jadinya.
       Tanpa Samadhi yang tepat , dia pasti akan jatuh . "
       " Lebih lanjut , Ananda , dalam keadaan Samadhi ini, orang baik
       itu melihat penghancuran Rupa Skandha dan memahami Vedana
       Skandha . Pada saat itu dia memiliki penglihatan luhur dan
       diliputi dengan rasa syukur terima-kasih . Dalam situasi ini ,
       dia tiba-tiba memperlihatkan keberanian yang luar biasa .
       Pikirannya berani dan tajam . Dia menetapkan untuk sama
       sebanding semua Buddha dan mengatakan dia dapat melampaui tiga
       Asamkhyeya dari kalpa dalam satu pikiran tunggal . Ini disebut '
       terlalu cemas untuk unggul dalam mengolah budidaya ' . Jika dia
       mengerti , maka tidak ada kesalahan . Pengalaman ini tidak
       menunjukkan kebijaksanaan . Jika dia menyadari itu dan tetap
       tidak bingung , maka setelah satu waktu itu akan menghilang .
       Tetapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka iblis kegilaan
       akan memasuki pikirannya . Begitu dia melihat seseorang , dia
       akan membual tentang dirinya sendiri . Dia akan menjadi luar
       biasa angkuh , sampai-sampai dia tidak mengenal Buddha di
       atasnya dan tidak ada orang di bawahnya . Tanpa Samadhi yang
       tepat , dia pasti akan jatuh . "
       " Selanjutnya, dalam keadaan Samadhi ini, orang baik itu melihat
       penghancuran Rupa Skandha dan memahami Vedana Skandha. Dengan
       tiada pencapaian yang baru yang segera di depannya , dan juga
       kehilangan status dulunya, kekuatan kebijaksanaan nya melemah ,
       dan dia memasuki jalan buntu di mana dia melihat tiada apapun
       untuk mengharap . Tiba-tiba perasaan kesamaan membosankan yang
       luar biasa dan kehausan muncul dalam pikirannya . Setiap saat
       dia terpaku dalam kenangan yang tidak bubar. Dia mempersamakan
       ini untuk tanda dari ketekunan dan semangat . Ini disebut '
       mengolah pikiran , tetapi kehilangan diri sendiri karena
       kurangnya kebijaksanaan ' . Jika dia mengerti , maka tidak ada
       kesalahan . Pengalaman ini tidak menunjukkan kebijaksanaan .
       tetapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka iblis ingatan
       akan memasuki pikirannya . Siang dan malam itu akan terus
       menahan pikirannya tergantung di satu tempat . Tanpa Samadhi
       yang tepat , dia pasti akan jatuh . "
       " Selanjutnya, dalam keadaan Samadhi ini , orang baik itu
       melihat penghancuran Rupa Skandha dan memahami Vedana Skandha.
       Kebijaksanaannya menjadi lebih kuat dari Samadhi nya , dan dia
       secara keliru menjadi terburu nafsu yang tak sabar . Menghargai
       keagungan dari sifat alami nya , dia membayangkan bahwa dia
       adalah Nishyanda ( Tubuh Buddha Yang Murni dan Penuh ) dan
       beristirahat merasa puas dengan pencapaian kecil -nya . Ini
       disebut ' menerapkan pikiran , tetapi menyimpang dari
       pemeriksaan yang tetap dan menjadi sibuk dengan ide-ide dan
       pendapat-pendapat ' . Jika dia mengerti , maka tidak ada
       kesalahan . Pengalaman ini tidak menunjukkan Kebijaksanaan .
       Tapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka iblis rendah yang
       mudah puas akan memasuki pikirannya . Begitu dia melihat
       seseorang , dia akan mengumumkan , "saya telah menyadari
       kebenaran mutlak yang tak tertandingi ." Tanpa Samadhi yang
       tepat , dia pasti akan jatuh . "
       " Selanjutnya, dalam keadaan Samadhi ini, orang baik itu melihat
       penghancuran Rupa Skandha dan memahami Vedana Skandha. Dia belum
       memperoleh hasil apapun , dan keadaan pikirannya yang sebelumnya
       sudah menghilang . Meneliti dua perbedaan besar itu , dia merasa
       bahwa dia berada dalam bahaya besar . Tiba-tiba dia menjadi
       sangat bingung , seolah-olah dia sedang duduk di ranjang besi
       panas , atau seolah-olah dia telah menelan racun . Dia tidak
       memiliki keinginan untuk terus hidup , dan dia selalu meminta
       orang untuk mengambil nyawanya sehingga dia dapat dilepaskan
       lebih cepat . Ini disebut , ' mengolah budidaya , tetapi
       kehilangan jalan bijaksana ' . Jika dia mengerti , maka tidak
       ada kesalahan . Pengalaman ini tidak menunjukkan kebijaksanaan.
       tapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka iblis kesedihan
       yang tak hilang-hilang akan memasuki pikirannya . Dia mungkin
       mengambil pisau dan pedang dan memotong tubuhnya sendiri ,
       dengan senang hati menyerahkan hidupnya . Atau yang lain,
       didorong oleh kecemasan yang terus-menerus , dia bisa lari
       kedalam hutan belantara dan tidak mau melihat orang-orang .
       Tanpa Samadhi yang tepat, dia pasti akan jatuh . "
       " Selanjutnya, dalam keadaan Samadhi ini , orang baik itu
       melihat penghancuran Rupa Skandha dan memahami Vedana Skandha.
       Saat dia berdiam dalam kemurnian ini , pikirannya hening-tenang
       dan santai . Tiba-tiba perasaan sukacita yang tak terbatas
       muncul dalam dirinya . Ada kebahagiaan tersebut dalam pikirannya
       yang dia tidak bisa menahannya. Ini disebut , ' mengalami
       keringanan dan kemudahan , tetapi tidak memiliki kebijaksanaan
       untuk mengendalikan itu' . Jika dia mengerti , maka tidak ada
       kesalahan . Pengalaman ini tidak menunjukkan kebijaksanaan .
       Tetapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka iblis yang suka
       kebahagiaan akan memasuki pikirannya . Begitu dia melihat
       seseorang , dia akan tertawa . Dia akan bernyanyi dan menari di
       jalanan . Dia akan mengatakan bahwa dia telah mencapai
       pembebasan yang tak terhalang . Tanpa Samadhi yang tepat, dia
       pasti akan jatuh . "
       " Selanjutnya, dalam keadaan Samadhi ini , orang baik itu
       melihat penghancuran Rupa Skandha dan memahami Vedana Skandha.
       Dia bilang dia sudah puas . Tiba-tiba , perasaan tidak masuk
       akal , kepuasan diri yang sangat kuat mungkin timbul dalam
       dirinya . Mungkin termasuk kebanggaan , terlalu bangga ,
       kebanggaan yang angkuh , kebanggaan yang terlalu kuat , dan
       kebanggaan berdasarkan keadaan yang rendah , semuanya terjadi
       sekaligus. Dalam benaknya , dia bahkan memandang rendah pada
       para Tathagata dari sepuluh penjuru , berapa banyak lebih lagi
       pada posisi yang lebih rendah dari para Sravaka dan
       Pratyekabuddha yang tercerahkan oleh kondisi . Ini disebut '
       melihat diri sendiri sebagai yang tertinggi , tapi tiada
       kebijaksanaan untuk menyelamatkan diri sendiri ' . Jika dia
       mengerti , maka tidak ada kesalahan . Pengalaman ini tidak
       menunjukkan kebijaksanaan. Tetapi jika dia menganggap dirinya
       bijak , maka iblis kesombongan yang sangat kuat akan memasuki
       pikirannya . Dia tidak akan menunduk pada stupa atau di dalam
       kuil-kuil . Dia akan menghancurkan Sutra dan patung gambar
       Buddha . Dia akan mengatakan kepada 'Danapati (penyokong)' , "
       Ini adalah emas , perunggu , tanah liat , atau kayu . Sutra
       hanyalah daun atau kain . Tubuh daging adalah apa yang nyata dan
       kekal , tetapi anda tidak menghormati itu , melainkan anda
       menghormati tanah liat dan kayu . Itu benar-benar tidak masuk
       akal . " Mereka yang memiliki keyakinan yang mendalam dalam
       dirinya akan mengikuti dia untuk menghancurkan dan mengubur
       Sutra dan patung gambar Buddha dalam tanah . Dia akan
       menyesatkan makhluk hidup sehingga mereka jatuh ke dalam
       neraka-neraka tanpa belas kasihan. Tanpa Samadhi yang tepat ,
       dia pasti akan jatuh . "
       " Selanjutnya, dalam keadaan Samadhi ini , orang baik itu
       melihat penghancuran Rupa Skandha dan memahami Vedana Skandha.
       Didalam pemahaman nya yang halus , dia terbangun sepenuhnya pada
       prinsip-prinsip yang halus . Semuanya sesuai dengan keinginannya
       . Dia bisa tiba-tiba mengalami keringanan yang tak terbatas dan
       kemudahan dalam pikirannya . Dia mungkin mengatakan bahwa dia
       telah menjadi seorang bijak dan mencapai penguasaan diri yang
       besar . Ini disebut ' mencapai keringanan dan kejelasan karena
       kebijaksanaan' . Jika dia mengerti , maka tidak ada kesalahan .
       Pengalaman ini tidak menunjukkan kebijaksanaan . Tapi jika dia
       menganggap dirinya bijak , maka iblis yang suka keringanan dan
       kejelasan akan memasuki pikirannya . Menegaskan bahwa dia sudah
       puas , dia tidak akan berusaha untuk membuat kemajuan lebih
       lanjut . Untuk sebagian besar , sang pengolah budidaya itu akan
       menjadi seperti Bhikshu yang tidak terpelajar . Dia akan
       menyesatkan makhluk hidup sehingga mereka akan jatuh ke dalam
       neraka Avichi . Tanpa Samadhi yang tepat , dia pasti akan jatuh
       . "
       " Selanjutnya dalam keadaan dari Samadhi ini, orang baik itu
       melihat penghancuran Rupa Skandha dan memahami Vedana Skandha.
       Didalam kebangkitan yang jelas itu , dia mengalami kejelasan
       palsu. Didalam itu , tiba-tiba dia mungkin akan mengarah ke
       pandangan kepunahan kekal , menyangkal sebab dan akibat , dan
       menganggap segala sesuatu sebagai kekosongan . Pikiran pada
       kekosongan sangat menguasai sehingga dia menjadi percaya bahwa
       ada kepunahan abadi setelah kematian . Ini disebut ' keadaan
       batin dari Samadhi melarutkan sehingga seseorang kehilangan
       penglihatan dari apa yang benar ' . Jika dia mengerti , maka
       tidak ada kesalahan . Pengalaman ini tidak menunjukkan
       kebijaksanaan . Tetapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka
       iblis kekosongan akan memasuki pikirannya . Dia akan memfitnah
       penyelenggaraan ajaran sila , menyebutnya sebagai " Dharma
       Hinayana . " Dia akan berkata , " karena para Bodhisattva telah
       terbangun pada kekosongan , apa lagi yang ada untuk
       dipertahankan atau dilanggar ? " Orang ini , di hadapan para
       Danapati nya yang setia , akan sering minum anggur , makan
       daging , dan terlibat dalam nafsu tunasusila . Kekuatan iblis
       akan terus menjaga para pengikutnya untuk tidak meragukan atau
       mencela dia . Setelah mahluk halus itu telah menguasai dia untuk
       waktu yang lama , dia dapat memakan kotoran dan kencing , atau
       daging dan anggur , menegaskan bahwa semua hal-hal seperti itu
       adalah kosong . Dia akan melanggar ajaran sila moral sang Buddha
       dan menyesatkan orang untuk melakukan pelanggaran . Tanpa
       Samadhi yang tepat , dia pasti akan jatuh . "
       " Selanjutnya, dalam keadaan Samadhi ini, orang baik itu melihat
       penghancuran Rupa Skandha dan memahami Vedana Skandha. Dia
       menikmati keadaan dari kejelasan yang palsu , dan itu secara
       sangat mendalam memasuki pikirannya dan tulang-tulangnya . Cinta
       yang tak ada batasnya tiba-tiba mungkin juga keluar dari
       pikirannya . Ketika cinta itu menjadi sangat hebat sekali , dia
       menjadi gila dengan keserakahan dan nafsu birahi . Ini disebut '
       ketika keadaan menyenangkan dari Samadhi memasuki pikiran
       seseorang , kurang kebijaksanaan untuk mengendalikan diri
       sendiri dan secara keliru terlibat dalam perilaku penuh nafsu
       birahi ' . Jika dia mengerti , maka tidak ada kesalahan .
       Pengalaman ini tidak menunjukkan kebijaksanaan . Tetapi jika dia
       menganggap dirinya bijak , maka iblis nafsu keinginan akan
       memasuki pikirannya . Dia akan menjadi penganjur nafsu ,
       menyebutnya Jalan untuk Bodhi . Dia akan mengajarkan para
       pengikut awamnya untuk secara tanpa pandang bulu terlibat dalam
       tindakan nafsu , menyebut orang-orang yang melakukan tindakan
       nafsu sebagai ahli waris Dharma nya . Kekuatan iblis dan mahluk
       halus di akhir jaman akan memungkinkan dia untuk menarik
       pengikut biasa, orang-orang naif berjumlah seratus , dua ratus ,
       lima atau enam ratus , atau sebanyak seribu atau sepuluh ribu .
       Ketika iblis itu menjadi bosan , dia akan meninggalkan tubuh
       orang tersebut . Setelah karisma orang itu hilang , dia akan
       menerima hukuman dari hukum . Dia akan menyesatkan makhluk hidup
       , sehingga mereka jatuh ke dalam neraka-neraka yang tanpa
       belas-kasihan. Tanpa Samadhi yang tepat , dia pasti akan jatuh .
       "
       " Ananda , sepuluh keadaan-keadaan ini dapat terjadi didalam
       Dhyana saat usaha batin seseorang berinteraksi dengan Vedana
       Skandha . Makhluk hidup yang kusam dan bingung tidak menilai
       diri mereka sendiri . Menghadapi situasi seperti itu , di dalam
       kebingungan mereka, mereka gagal untuk mengenali nya dan
       mengatakan bahwa mereka telah menjadi Bijak , sehingga
       mengucapkan kebohongan besar . Mereka akan jatuh ke dalam
       neraka-neraka yang tanpa belas-kasihan . Dalam jaman berakhirnya
       Dharma , setelah Nirvana Saya, kalian semua harus menyampaikan
       ajaran-ajaran sang Tathagata , sehingga semua makhluk hidup
       dapat terbangkitkan pada maknanya . Jangan biarkan iblis-iblis
       dari surga memiliki cara mereka . Berikanlah perlindungan
       sehingga semuanya dapat menyadari jalan yang tak tertandingi . "
       " Ananda , ketika orang baik yang mengolah Samadhi itu telah
       mengakhiri Vedana Skandha , meskipun dia belum mencapai
       pelenyapan arus keluar , pikirannya dapat meninggalkan tubuhnya
       seperti cara burung lolos dari sangkar. Dari dalam tubuh biasa
       nya , dia sudah memiliki potensi untuk naik melalui enam puluh
       tingkat kebijaksanaan Bodhisattva . Dia mencapai ' tubuh yang
       dihasilkan oleh niat ' dan bisa menjelajah dengan bebas tanpa
       halangan . Anggaplah, misalnya , seseorang sedang berbicara
       dalam tidurnya . Meskipun dia tidak tahu dia sedang melakukannya
       , kata-katanya jelas , dan suara dan perubahan nada suara nya
       semuanya dalam urutan , sehingga mereka yang sadar dapat
       memahami apa yang dia katakan . Ini adalah wilayah dari
       Samskāra Skandha . Jika dia mengakhiri pikiran kacaunya dan
       membebaskan dirinya dari berpikir berlebihan , itu adalah
       seolah-olah dia telah menghapus kekotoran dari yang tercerahkan
       , pikiran yang memahami . Maka orang benar-benar jelas tentang
       kelahiran dan kematian dari semua kategori makhluk dari awal
       sampai akhir . Ini adalah akhir dari Samskāra Skandha .
       Orang kemudian dapat melampaui kekeruhan penderitaan .
       Merenungkan penyebab Samskāra Skandha , orang melihat bahwa
       pikiran palsu yang saling berhubungan adalah sumbernya . "
       " Ananda , di dalam kejelasan yang tanpa hambatan dan keheranan
       yang terjadi kemudian setelah Vedana Skandha menghilang , Orang
       yang baik ini tidak terganggu oleh kondisi batin apapun yang
       menyimpang dan mengalami kesempurnaan , konsentrasi yang cerah .
       Didalam Samadhi , pikirannya sangat mendambakan kecerahan nya
       yang sempurna , sehingga dia menajamkan pikiran nya yang
       terkonsentrasi saat dia secara rakus berusaha mencari demi
       kepintaran dan keterampilan . Pada saat itu iblis dari surga
       merebut kesempatan itu yang telah ditunggu . Jiwanya menguasai
       orang lain dan menggunakan dia sebagai juru bicara untuk
       membabarkan Sutra dan Dharma . Orang ini , tidak menyadari bahwa
       dia dikuasai iblis , mengaku dia telah mencapai Nirvana yang tak
       tertandingi . Ketika ia datang untuk melihat orang yang baik itu
       yang mencari kepandaian dan keterampilan , ia mengatur tempat
       duduk dan berbicara Dharma . Dalam sekejap , ia mungkin muncul
       sebagai seorang Bhikshu , memungkinkan orang itu untuk melihat
       ia seperti itu , atau ia mungkin muncul sebagai Shakra , sebagai
       seorang wanita, atau sebagai Bhikshuni ; atau tubuhnya dapat
       memancarkan cahaya saat ia tidur di ruangan yang gelap. Orang
       yang baik itu terpedaya dan tertipu dengan berpikir bahwa yang
       lainnya adalah seorang Bodhisattva . Dia mempercayai
       ajaran-ajaran orang lain itu dan pikirannya terpengaruh . Dia
       melanggar aturan-aturan moral sang Buddha dan diam-diam menuruti
       keinginan serakah nya . Orang lain itu gemar berbicara tentang
       bencana , peristiwa menguntungkan , dan perubahan yang tidak
       biasa . Dia mungkin mengatakan bahwa Tathagata telah muncul di
       dunia di tempat tertentu . Dia mungkin berbicara tentang bencana
       kebakaran atau perang , sehingga menakuti orang-orang menjadi
       menyia-nyiakan kekayaan keluarga mereka tanpa alasan . Ini
       adalah hantu aneh yang di usia tua nya telah menjadi iblis . Ia
       mengganggu dan membingungkan orang-orang yang baik . Tapi ketika
       ia bosan melakukannya , ia akan meninggalkan tubuh orang lain
       itu . Kemudian kedua-dua murid dan guru itu akan mendapat
       masalah dengan hukum . Anda harus menyadari hal ini sebelumnya
       dan tidak terjebak dalam siklus perpindahan . Jika Anda bingung
       dan tidak mengerti , Anda akan jatuh ke dalam neraka-neraka yang
       tanpa belas-kasihan . "
       *****************************************************
   DIR Next Page