URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       Mahayana Bodhicitta Vajra
  HTML https://bodhicitta.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: Arya Mahayana
       *****************************************************
       #Post#: 82--------------------------------------------------
       Sarvadharma Mahasandhi Samantabhadra Bodhichitta Vajra Kulaya R&
       #257;ja Maha Tantraraja Mahayana Sutra
       By: ajita Date: November 11, 2016, 7:49 am
       ---------------------------------------------------------
       [center]MAHAYANA TRIPITAKA SUTTRAM
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Samantabhadra%20Adi%20Buddha.png
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Samantabhadra%20Adi%20Buddha.png.html
       Samantabhadra Adi Buddha
       [html]<iframe width="420" height="315"
       src="//www.youtube.com/embed/xqWPMJFbx9I" frameborder="0"
       allowfullscreen></iframe>[/html]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Vajrasattva_2.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Vajrasattva_2.jpg.html
       Sri Vajrasattv&#257;
       Sarvadharma Mahasandhi Samantabhadra Bodhichitta Vajra Kulaya
       R&#257;ja Maha Tantraraja Nama Mahayana Sutra
       om namah &#347;r&#299; kulayar&#257;ja bodhicittam jina
       om namah &#347;r&#299; vajrasattv&#257;ya
       Bab 1
       Paricaya[/center]
       Demikianlah telah kudengar, pada suatu waktu, sang Raja Pencipta
       (kulayar&#257;ja), sang Bodhicittavajra, sedang tinggal berdiam
       di Akanistha, pada dharma yang sama seperti ruang angkasa,
       dharmadhatu yang seluas itu, di tempat dimana sifat alami dari
       pikiran itu sendiri berada, di dalam gedung suci dari kesadaran
       murni, dimana keberadaan-Nya (svabhava), intisari-Nya, belas
       kasih-Nya dan kesadaran murni-Nya menciptakan rombongan makhluk
       dalam cara ini : Rombongan dari keberadaan-Nya Sendiri dikenal
       sebagai Rombongan dari Tubuh Kenyataan Sejati (dharmak&#257;ya).
       Rombongan dari intisari-Nya yang adalah perwujudan dari Tubuh
       Kesenangan (sambhogak&#257;ya) dikenal sebagai Rombongan dari
       Tanah, Rombongan dari Air, Rombongan dari Api, Rombongan dari
       Angin, dan Rombongan dari Ruang Angkasa. Lebih lanjut,
       perwujudan dari belas kasih-Nya dan kesadaran murni-Nya sebagai
       Rombongan dari Hasil Ciptaan (nirm&#257;na) terjadi dalam cara
       ini : Rombongan yang dikenal sebagai makhluk hidup dari alam
       nafsu (k&#257;maloka). Rombongan yang dikenal sebagai makhluk
       hidup dari alam bentuk-rupa (rupaloka). Rombongan yang dikenal
       sebagai makhluk hidup dari alam tiada bentuk-rupa (arupaloka).
       Lebih lanjut, Rombongan yang sebanding dengan keberadaan-Nya
       sendiri sesuai dengan empat yoga (caturyoga) : Rombongan dari
       Adiyoga. Rombongan dari Anuyoga. Rombongan dari Mahayoga. Dan
       Rombongan dari Bodhisattvayoga. Karena keberadaan-Nya,
       intisari-Nya, dan belas-kasih-Nya tidak terpisah dari sifat
       alami-Nya, hanya ada satu cara (ekamopaya).
       Lebih lanjut, para Rombongan itu menyadari keberadaan Dia
       sendiri sebagai demikian : Rombongan yang tinggal berdiam di
       dalam Dia adalah para Buddha masa lampau. Rombongan yang
       mencapai tujuan Dia adalah para Buddha masa sekarang. Rombongan
       yang menghasilkan perbuatan Dia adalah para Buddha yang akan
       datang. Karena Mereka tidak terpisah dari sifat alami-Nya, hanya
       ada satu cara.
       Setelah itu, sang Kulayar&#257;ja, sang Bodhicitta, menyerap
       kedalam pikiran dan hati dari semua Rombongan itu sehingga
       Mereka diberdayakan dengan Diri-Nya sendiri. Dia lalu membuat
       kesadaran murni yang muncul dengan sendirinya
       (svayambhuvimalajnana) itu menjadi terang. Untuk menganugerahkan
       segala sesuatu dengan kenyataan, Dia lalu tinggal berdiam
       sebagai yang Satu di dalam titik pusat (bindu) kekosongan
       (anusvara) setelah Dia menyatukan segala sesuatu
       (sarvadharmasamyukta).
       Setelah itu, Vajrasattva, yang tinggal berdiam melalui Dia di
       dalam titik pusat kekosongan dari keberadaan-Nya, muncul keluar
       dari ini, dan duduk dengan pikiran bergembira dan penampilan
       murni yang terang dihadapan sang Kulayar&#257;ja, sang
       Bodhicitta.
       Kemudian sang Kulayar&#257;ja, sang Bodhicitta, berkata kepada
       Vajrasattva : "Aho ! Vajrasattva, Aho ! yang menghasilkan
       pikiran gembira, Aho ! yang menghasilkan wajah yang murni dan
       terang, Aho ! Anda telah muncul keluar dari Saya !"
       Setelah Dia berkata begitu, Vajrasattva menyapa-Nya : "Gurunya
       para Guru (sastrsastra), Kulayar&#257;ja ! Apakah titik pusat
       kekosongan dari yang tiada gagasan juga adalah Guru atas dirinya
       sendiri? Atau,  apakah titik pusat kekosongan dari yang tiada
       gagasan juga adalah keseluruhan dari Rombongan? Atau,  apakah
       titik pusat kekosongan juga adalah waktu dan tempat? Atau,
       Bagaimanakah Sastrsastra mengajar jika segala sesuatu tinggal
       berdiam di dalam sifat alami dari titik pusat kekosongan ini?
       Untuk tujuan apakah para Rombongan itu ber-pradaksina sebagai
       Rombongan Anda? Mengapa Dharma diajarkan kepada Rombongan itu?
       Bagaimana bisa waktu dan tempat adalah satu?"
       Begitulah yang ditanyakannya. Setelah itu, sang Kulayar&#257;ja,
       sang Bodhicitta, mengatakan kepada Vajrasattva petunjuk berikut
       ini : "Maha Bodhisattva, arahkanlah pikiran Anda terhadap
       pengajaran ini. Saya akan menjelaskan artinya. Vajrasattva,
       pikiran yang demikian itu, Saya, sang Kulayar&#257;ja, adalah
       pusat rahim (garbha) dari segala sesuatu. Pusat Garbha ini, yang
       tanpa gagasan, adalah titik pusat kekosongan yang ada sejak
       awal-mula (mula-bindu). Titik pusat kekosongan di dalam ukuran
       terakhirnya adalah yang tanpa gagasan sejak awal-mulanya. Guru,
       Ajaran, Rombongan, Waktu dan Tempat, mereka muncul keluar dari
       Saya sebagai titik pusat kekosongan yang ada sejak awal-mula.
       Keberadaan Saya dikenal sebagai titik pusat kekosongan."
       Begitulah yang sang Kulayar&#257;ja, sang Bodhicitta katakan.
       #Post#: 83--------------------------------------------------
       Re: Sarvadharma Mahasandhi Samantabhadra Bodhichitta Vajra Kulay
       a R&#257;ja Maha Tantraraja Mahayana Sutr
       By: ajita Date: November 11, 2016, 7:51 am
       ---------------------------------------------------------
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Vairocana_1.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Vairocana_1.jpg.html
       [html]<iframe width="420" height="315"
       src="//www.youtube.com/embed/KsZCATziz54" frameborder="0"
       allowfullscreen></iframe>[/html]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Sri%20Vajrasattva.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Sri%20Vajrasattva.jpg.html
       Bab 2
       Sarvadharmadrsta[/center]
       Kemudian sang Kulayar&#257;ja, sang Bodhicitta, memasuki Samadhi
       yang bernama "Segala Sesuatu Muncul Keluar Dari Diri-Nya
       (sarvadharmodgahati n&#257;ma sam&#257;dhim)".
       Kemudian Vajrasattva bangkit dari keberadaan dari Rombongan itu
       dan, datang mendekat dengan wajah tersenyum kepada sang Guru,
       sang Kulayar&#257;ja, sang Bodhicitta, bertanya kepada-Nya dan
       duduk : "Sastrsastra, Kulayar&#257;ja ! Karena Saya dalam cara
       yang terpadu hadir di dalam Rombongan Anda, lalu apa tujuan dari
       keberadaan Saya? Tolong ajarkanlah tujuan dari keberadaan Saya!"
       Begitulah yang dia katakan. Kemudian sang Kulayar&#257;ja, sang
       Bodhicitta, mengatur segala sesuatu berdasarkan keberadaan-Nya,
       intisari-Nya, dan belas kasih-Nya. Yang dari satu kesadaran yang
       muncul dengan sendirinya, lima kesadaran yang muncul dengan
       sendirinya datang, yaitu : Maha Svayambhujnana yang dikenal
       sebagai Kebencian (dvesa), Kemelekatan (r&#257;ga), Angan-angan
       khayalan (moha), Iri (irshya), Kebanggaan (m&#257;na). Kelima
       kesadaraan yang muncul dengan sendirinya ini menghasilkan lima
       yang besar sebagai penyebab dari penghiasan. Dia mendirikan tiga
       alam yang besar sebagai wadah dari apa yang bisa hancur. Bahwa
       penyebab dari penghiasan memperoleh lima bentuk sebagai satu,
       yaitu : Ada bentuk dari tanah sebagai penyebab dari penghiasan.
       Ada bentuk dari air sebagai penyebab dari penghiasan. Ada bentuk
       dari api sebagai penyebab dari penghiasan. Ada bentuk dari angin
       sebagai penyebab dari penghiasan. Ada bentuk dari ruang angkasa
       sebagai penyebab dari penghiasan. Semua bentuk ini diperoleh
       sebagai yang satu.
       Kelima kesadaran diatur sesuai dengan Lima Keluarga : Keluarga
       dari kesadaran yang muncul dengan sendirinya dari kebencian.
       Keluarga dari kesadaran yang muncul dengan sendirinya dari
       kemelekatan. Keluarga dari kesadaran yang muncul dengan
       sendirinya dari angan-angan khayalan. Keluarga dari kesadaran
       yang muncul dengan sendirinya dari iri. Keluarga dari kesadaran
       yang muncul dengan sendirinya dari kebanggaan. Penampilan yang
       indah dari bentuk dari keluarga yang terhubung dengan lima
       kesadaran yang muncul dengan sendirinya itu didirikan sebagai
       kenyataan dari mereka yang diberkati dengan tubuh. Karena
       kenyataan di dirikan sesuai dengan keberadaan-Nya, sang
       Kulayar&#257;ja, sang Bodhicitta, bahkan tinggal berdiam di
       dalam cara ini.
       Kemudian Vajrasattva kembali lagi tinggal berdiam di hadapan
       sang Kulayar&#257;ja, sang Bodhicitta, dengan mengatakan :
       "Guru,  Kulayar&#257;ja ! Dari kesadaraan yang muncul dengan
       sendirinya, satu dengan pikiran Anda, lima bentuk dari
       kesadaraan yang muncul dengan sendirinya datang.
       Kulayar&#257;ja, apakah alasan untuk ini, kelima kesadaran yang
       muncul dengan sendirinya itu mengambil lima bentuk?"
       Kemudian sang Kulayar&#257;ja, sang Bodhicitta, menjelaskan
       lebih lanjut : "Maha Bodhisattva, ini anda harus ketahui: Selain
       Saya, sang Kulayar&#257;ja, sang Pencipta (srastr), tiada
       pencipta lain. Tiada seorangpun selain Saya yang menciptakan
       kenyataan. Tiada seorangpun selain Saya yang menciptakan
       perwujudan dari Tiga Tubuh (Trikaya : Dharmakaya, Sambhogakaya,
       Nirmanakaya). Tiada seorangpun selain Saya yang menciptakan
       rombongan berjumlah besar itu. Tiada seorangpun selain Saya yang
       menciptakan yang sungguh apa adanya (tath&#257;t&#257;) di dalam
       kenyataannya. Vajrasattva, oleh Saya, anda ada ! Saya akan
       memperlihatkan kepada anda keberadaan Saya. Keberadaan Saya
       memiliki tiga aspek. Keberadaan Saya adalah pikiran dari
       kemurnian yang sempurna. 'Kemurnian' adalah yang diajarkan
       menjadi sifat alami dari yang terang di dalam tiga aspeknya dari
       keseluruhan. 'Kesempurnaan' adalah yang diajarkan menjadi sifat
       alami dari yang terang seperti meliputi tiga sebab (1.kesadaran
       murni yang muncul dengan sendirinya, 2.lima kesadaran, 3.lima
       unsur.). Yang terang adalah yang menyerap meliputi semua sama
       seperti ruang angkasa. Sifat alami dari yang dinamakan 'Pikiran'
       diajarkan sebagai yang tanpa penghentian, yang menyerap meliputi
       semua, penguasa yang menciptakan semua. Segala sesuatu
       diciptakan, semua di hasilkan di dalam pikiran dari kemurnian
       yang sempurna."
       Begitulah yang Dia ucapkan.
       #Post#: 84--------------------------------------------------
       Re: Sarvadharma Mahasandhi Samantabhadra Bodhichitta Vajra Kulay
       a R&#257;ja Maha Tantraraja Mahayana Sutr
       By: ajita Date: November 11, 2016, 7:52 am
       ---------------------------------------------------------
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/PU%20XIEN%20FO%20TA%20PUSA%20MOHESA.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/PU%20XIEN%20FO%20TA%20PUSA%20MOHESA.jpg.html
       [html]<iframe width="420" height="315"
       src="//www.youtube.com/embed/6uR-ztYLDG0" frameborder="0"
       allowfullscreen></iframe>[/html]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Vajrasattva%20ca%20Panca%20Jina%20Buddhasca.png
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Vajrasattva%20ca%20Panca%20Jina%20Buddhasca.png.html
       Bab 3
       Sarvadharmamula
       [/center]
       Kemudian sang Kulayar&#257;ja, sang Bodhicitta, berbicara
       tentang bagaimana telah menjadi di masa lampau sebagai
       Kulayar&#257;ja : "Maha Bodhisattva, fokuskan pikiran anda untuk
       mendengar perkataan melalui kebajikan dari mendengar. Saya
       adalah Kulayar&#257;ja. Saya adalah Bodhicitta, sang Pencipta
       semua. Jika Saya tidak ada di masa lampau, tidak ada Garbha
       untuk segala sesuatu bermula. Jika Saya tidak ada di masa
       lampau, tiada Penguasa yang menciptakan segala sesuatu. Jika
       Saya tidak ada di masa lampau, tiada seorangpun yang menjadi
       Guru dari sejak permulaan. Jika Saya tidak ada di masa lampau,
       tiada seorangpun yang mengajar dari sejak permulaan. Jika Saya
       tidak ada di masa lampau, yang dikenal sebagai Rombongan tidak
       akan ada dari sejak permulaan. Vajrasattva, janganlah ragu.
       Juga, anda, Maha Bodhisattva, adalah berasal dari Saya."
       Begitulah yang Dia ucapkan.
       Kemudian Vajrasattva menyapa sang Kulayar&#257;ja, sang
       Bodhicitta : "Kulayar&#257;ja, Bodhicitta ! Anda adalah Yang
       Besar sejak permulaan. Karena Anda, sang pencipta Guru, Ajaran,
       dan Rombongan, juga segala sesuatu, telah membuat mereka,
       bagaimanakah segala sesuatu menjadi ada? Itu terlihat bahwa
       Anda, sang Pencipta, telah membuat mereka. Lalu apakah satu Guru
       telah muncul atau banyak? Apakah satu Ajaran atau banyak? Apakah
       Rombongan itu satu atau banyak?"
       Begitulah yang dia tanyakan.
       Kemudian sang Kulayar&#257;ja, sang Bodhicitta kembali berbicara
       : "Ah ! kesadaran murni yang muncul dengan sendirinya,
       satu-satunya Guru atas semua, muncul sebagai tiga aspek dari
       keberadaan Saya. Sehubungan dengan jumlah Guru, mereka menjadi
       ada sebagai tiga. Karena Saya adalah tath&#257;t&#257;,
       kenyataan dari segala sesuatu adalah tath&#257;t&#257; ini.
       Tiada apapun selain Saya, sang Bodhicitta. Dari Saya, muncul
       keluar tiga bentuk Guru dari perwujudan yang mengajar Rombongan
       itu tiga bentuk dari Ajaran. Intisari Saya telah berwujud
       sebagai satu, dan karena keberadaan Saya diumumkan sebagai yang
       satu, semua adalah satu seperti Rombongan Saya. Namun, Rombongan
       dari para Guru, walaupun muncul keluar dari Saya, adalah yang
       dari tiga bagian."
       Begitulah yang Dia ucapkan.
       Vajrasattva bertanya : "Sastrsastra, Kulayar&#257;ja ! Dari
       Anda, tiga bentuk Guru dari perwujudan muncul keluar, namun,
       adakah jalan untuk para makhluk hidup ke tingkat Anda atau
       tidak? Jika tidak, bisakah orang mencapai tingkat Anda atau
       tidak? Jika begitu, apakah orang mencapainya melalui
       perkembangan atau melalui tanpa perkembangan?"
       "Dengarlah Maha Bodhisattva ! Tiga bentuk Guru dari perwujudan
       muncul keluar dari Saya, namun tiada jalan yang anda bisa maju
       menuju tingkat Saya. Saya telah memperlihatkan kesadaran murni
       yang muncul dengan sendirinya. Namun semua Buddha dari tiga masa
       waktu telah mengajar Rombongan itu, terhubung dengan Tiga bentuk
       Guru dari perwujudan, Jalan Semesta, Jalan menuju pembebasan
       dalam lima tingkat. Lima tingkat dari lima kesadaran murni yang
       muncul dengan sendirinya adalah Kemelekatan, Kebencian,
       Angan-angan khayalan, Kebanggaan, Iri. Ini adalah Jalan Semesta.
       Lima aspek dari kesadaran murni yang muncul dengan sendirinya."
       Begitulah yang Dia ucapkan (ity aha vaca).
       "Sastrsastra, Kulayar&#257;ja ! Jelaskanlah secara terperinci
       menurut kesadaran murni yang muncul dengan sendirinya. Bagaimana
       telah menjadi dikenal sebagai yang muncul dengan sendirinya
       (svayambhu)? Apa persamaan arti dari istilah kesadaran? Apa yang
       diberikan sebagai arti dari jalan? Saya memohon Anda untuk
       menjelaskan secara terperinci arti dari Lima Jalan mengenai Lima
       Aspek yaitu: Kemelekatan, Kebencian, Angan-angan khayalan,
       Kebanggaan, Iri!"
       Begitulah yang dia tanyakan.
       "Maha Bodhisattva ! Sehubungan dengan Jalan dari Lima Aspek dari
       kesadaran murni yang muncul dengan sendirinya, 'Yang muncul
       dengan sendirinya (svayambhu)' adalah yang tanpa sebab dan
       kondisi; 'Kesadaran murni (vimalajnana)' adalah yang terang di
       dalam tiada penghentian; Tidak ada alasan untuk meneruskan di
       jalan ini, karena itu tanpa sebab dan kondisi. Lima Svayambhu
       itu dikenal sebagai Lima Jalan dimana orang tidak bisa maju
       berkembang. 'Keinginan' adalah menginginkan hal untuk diri
       sendiri; 'Kemelekatan' adalah mendambakan yang mana yang
       diinginkan untuk diri sendiri; 'Pikiran' adalah sifat alami dari
       yang tidak dilahirkan; Dan 'Murka' adalah membenci
       keanekaragamannya yang ajaib; 'Angan-angan khayalan' adalah
       tidak mencapai kejelasan tentang pembagian dari kesamaan dan
       kenyataan melalui bermeditasi pada yang tiada gagasan. Saya
       adalah Pikiran Yang Tidak Pernah Salah Dari Kemurnian Sempurna.
       Di dalam Tathat&#257; ini, Saya adalah Yang Berkuasa Dari Sejak
       Permulaan (muladipati). Karena segala sesuatu adalah Satu di
       dalam Tathat&#257;, menghargai dan merendahkan keberadaan dan
       ketiadaberadaan akan menciptakan perasaan iri. Ini adalah
       penjelasan tentang Lima Jalan yang mana tiada kemajuan."
       "Maha Bodhisattva, dengarlah ! Segala sesuatu, dalam cara
       kemunculannya, datang keluar dari Lima Jalan dari kesadaran
       murni yang muncul dengan sendirinya ini. Alam nafsu keinginan
       (kamaloka) adalah kesadaran murni yang muncul dengan sendirinya.
       Demikian juga alam bentuk-rupa, juga alam tiada bentuk-rupa.
       Karena Saya sang Kulayar&#257;ja telah menciptakannya, segala
       sesuatu yang dibuat oleh Saya dikenal sebagai intisari dari
       kesadaran murni. Bahwa semua makhluk hidup dari enam jenis di
       dalam Triloka adalah bukan kesadaran murni yang muncul dengan
       sendirinya, yang demikian itu Saya tidak pernah mengumumkan.
       Lebih lanjut, Saya tidak mengatakan bahwa pikiran dari kemurnian
       sempurna adalah bukan leluhur dari semua Buddha. Saya, sang
       sifat alami dari Kulayar&#257;ja, adalah diumumkan sebagai tiga
       aspek dari kenyataan. Kenyataan yang tidak dilahirkan itu tidak
       sungguh muncul, dijelaskan sebagai alam tiada bentuk-rupa
       (arupadhatu). Sehubungan dengan keajaiban dari keberadaan
       sebagai bentuk-rupa, itu diajarkan sebagai alam bentuk-rupa
       (rupadhatu). Belas-kasih datang keluar sebagai intisari dari
       kesadaran murni, belas-kasih menjadi terwujud sebagai alam nafsu
       keinginan (kamadhatu) agar untuk menghabiskan karma dari
       keberuntungan yang baik dan sakit melalui belas-kasih."
       Begitulah yang Dia ucapkan.
       #Post#: 85--------------------------------------------------
       Re: Sarvadharma Mahasandhi Samantabhadra Bodhichitta Vajra Kulay
       a R&#257;ja Maha Tantraraja Mahayana Sutr
       By: ajita Date: November 11, 2016, 7:54 am
       ---------------------------------------------------------
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Samantabhadra.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Samantabhadra.jpg.html
       Samantabhadra Maha Bodhisattva
       [html]<iframe width="420" height="315"
       src="//www.youtube.com/embed/eDIoOzpxSwk" frameborder="0"
       allowfullscreen></iframe>[/html]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/maitreya%20Bodhisattva.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/maitreya%20Bodhisattva.jpg.html
       Maitreya Maha Bodhisattva
       Bab 4
       Kulayar&#257;janama Parivartah
       [/center]
       Kemudian sang Kulayar&#257;ja, sang Bodhicitta membicarakan
       tentang Kenyataan dari Nama untuk Keberadaan-Nya Sendiri.
       "Maha Bodhisattva, dari sejak permulaan, Saya adalah
       Svayambhuvimalajnana. Dari sejak permulaan, Saya adalah pusat
       Garbha dari segala sesuatu. Saya adalah Kulayar&#257;ja, sang
       Bodhicitta. Seorang Bodhisattva harus memahami nama Saya. Jika
       Bodhisattva mengenali nama Saya, dia akan memahami segala
       sesuatu tanpa kecuali. Saya disebut Garbha, karena Saya adalah
       pusat Garbha dari segala sesuatu. Saya disebut Svayambhu, karena
       Saya sepenuhnya melampaui perjuangan dan pencapaian, dan sebagai
       pusat Garbha, Saya bebas dari sebab dan kondisi. Saya disebut
       Kesadaran Murni (Vimalajnana), karena melalui kebajikan dari
       yang tiada berhenti dan yang tiada noda, Saya adalah Guru dari
       segala sesuatu. Saya dikenal sebagai Bodhicitta. Arti dari
       'sejak permulaan' adalah bahwa Saya ada langsung dari awal.
       'Segala sesuatu' dikatakan karena semua Guru adalah di dalam
       Kenyataan, dan demikian juga semua Ajaran, dan Rombongan, tempat
       adalah Kenyataan, tiada satu hal pun yang tidak di dalam
       Kenyataan. Kenyataan ini yang disebut Rahim bagin dalam
       (antahgarbha) adalah Antahgarbha yang menghasilkan segala
       sesuatu."
       "Di dalam keberadaan dari Bodhicitta, Tiga Guru juga muncul dari
       itu, Tiga Ajaran juga muncul dari itu, dan Rombongan di dalam
       tempat dan waktu juga muncul. Karena segala sesuatu muncul dari
       itu, Itu dinamakan pusat Garbha."
       "Tentang Saya sebagai pusat Garbha dari pikiran itu sendiri,
       Saya telah menciptakan segala sesuatu tanpa kecuali. 'Semua'
       dikatakan sehubungan dengan semua hal atau segala sesuatu.
       'Segala sesuatu' adalah apapun yang bisa diketahui sebagai Guru,
       Ajaran, Rombongan, Tempat, dan Waktu. 'Menciptakan' adalah Saya
       disebut Penguasa ciptaan (praj&#257;n&#257;tha). Karena Saya
       telah menciptakan Guru, Ajaran, Rombongan, Tempat, dan Waktu,
       Saya adalah Penguasa kesadaran murni yang muncul dengan
       sendirinya (svayambh&#363;vimalajnananatha). Saya disebut
       Penguasa Tertinggi (adhip&#257;ti) karena Saya mengungguli
       segala sesuatu sebagai sang Pencipta segala sesuatu dan sebagai
       Antahgarbha dari kesadaran murni yang muncul dengan sendirinya."
       "Arti dari 'Kemurnian' adalah Pusat Garbha dari Bodhicitta.
       Melalui cara dari Yang muncul dengan sendirinya (svayambhu) yang
       adalah yang murni sejak awal-mula, sang Kulayar&#257;ja
       menciptakan segala sesuatu. Karena Saya adalah yang murni di
       dalam yang sepenuhnya sempurna tanpa noda, Saya dikenal sebagai
       sang Murni (&#347;uddha). 'Sempurna' dikatakan dalam hal ini :
       disebabkan oleh pusat Garbha dari Svayambh&#363;vimalajnana yang
       muncul atau ada, ringkasnya, yang hidup dan yang tidak hidup,
       seperti semua Buddha dari tiga masa waktu, dan enam jenis
       makhluk hidup di dalam tiga alam (triloka), adalah secara luas
       didirikan dan sepenuhnya disempurnakan di dalam Tathat&#257;.
       Oleh karena itu, Saya disebut Diri yang sempurna (svamoghah)."
       "Arti dari 'Pikiran' adalah : Pusat Garbha dari
       Svayambh&#363;vimalajnana melihat dengan kekuatan pada yang bisa
       hancur di dalam semua yang ada sebagai yang hidup dan yang tidak
       hidup. Dengan begitu, itu dikenal sebagai Pikiran. Pusat Garbha
       yang tanpa sebab dan tanpa kondisi menjalankan kekuasaan atas
       segala sesuatu, dan menciptakan semua. Maha Bodhisattva, jika
       anda memahami keberadaan Saya, anda juga akan memahami semua
       para Guru, dan semua Ajaran; anda akan memahami pikiran dari
       para Rombongan itu, dan bahwa keseluruhan dari tempat dan waktu
       telah menjadi satu. Karena Saya adalah semua dan segala sesuatu,
       anda akan memahami segala sesuatu jika memahami keberadaan Saya.
       Oleh karena itu, melalui tanpa perjuangan, anda akan secara
       spontan menyempurnakan diri di dalam apa yang sepenuhnya
       melampaui perbuatan tindakan, dan melampaui perjuangan dan
       pencapaian."
       Begitulah yang Dia ucapkan.
       #Post#: 86--------------------------------------------------
       Re: Sarvadharma Mahasandhi Samantabhadra Bodhichitta Vajra Kulay
       a R&#257;ja Maha Tantraraja Mahayana Sutr
       By: ajita Date: November 11, 2016, 7:55 am
       ---------------------------------------------------------
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Vajrasattva-Beckys-thangka.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Vajrasattva-Beckys-thangka.jpg.html
       Sri Vajrasattva
       [html]<iframe width="420" height="315"
       src="//www.youtube.com/embed/xsoerOA8EGI" frameborder="0"
       allowfullscreen></iframe>[/html]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Yeshe%20Lama%20Dzogchen.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Yeshe%20Lama%20Dzogchen.jpg.html
       Lama Yeshe
       Bab 5
       Artha
       [/center]
       Kemudian sang Kulayar&#257;ja, sang Bodhicitta mengajar
       Vajrasattva di dalam arti yang ringkas dari Dharma tentang
       keberadaan-Nya.
       "Dengarlah, Maha Bodhisattva, keberadaan Saya adalah demikian
       ini : svabhava-Nya hanya satu. Ajaran-Nya diajarkan dalam dua
       aspek. Asal-mula-Nya diungkapkan dalam sembilan kendaraan
       (navay&#257;na). Penyatuan-Nya adalah keutuhan pada
       'kesempurnaan besar (adiyoga)'. Keberadaan-Nya yang jelas adalah
       Bodhicitta. Keberadaan-Nya tinggal berdiam di dalam
       dharmadh&#257;tu. Cahaya terang-Nya menyinari ruang angkasa
       kebijaksanaan. Luas-Nya mencakup seluruh dunia makhluk hidup
       (sattvaloka) dan dunia benda tak hidup (bhajanaloka).
       Perwujudan-Nya mewujudkan sebagai keseluruhan dari apa yang
       muncul dan yang ada. Mengajarkan hal yang tidak memiliki
       tanda-tanda. Dengan melihatnya, orang akan terbebas dari objek
       tanggapan penglihatan. Dengan mengetahuinya, orang tidak akan
       berusaha mengungkapkannya melalui kata-kata."
       "Intisari Garbha ini, yang tidak berasal dari sebab apapun,
       adalah yang terbebas dari semua belenggu oleh cara-cara. Jika
       menginginkan pemahaman yang lengkap tentang hal ini, orang harus
       mengambil ruang angkasa sebagai kiasan : tepatnya adalah bahwa
       kenyataan adalah yang tidak dilahirkan, dan seperti ciri-ciri
       utama dari pikiran yang adalah tanpa penghentian, sama seperti
       ruang angkasa demikian juga kenyataan;  Melalui cara dari ruang
       angkasa sebagai kiasan, itu di tunjukkan. Kenyataan yang tidak
       terlihat diajarkan dengan menunjukkan yang tidak terlihat, yang
       tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata dijelaskan melalui yang
       tidak dapat dijelaskan. Intisari dari yang tidak terlihat
       diajarkan sebagai hal utama dari ajaran yang tergabung. Intisari
       dari makna ini diberikan dalam pembicaraan. Dengan begitu, anda
       harus memahami makna tentang Saya. Dengan begitu, anda akan
       dituntun untuk memahami makna tentang Saya. Jika anda tidak
       paham dengan makna tentang Saya, anda tidak akan pernah bertemu
       Saya, walau betapa banyak kata-kata yang anda telah pelajari.
       Jika anda menyimpang dari Saya, Saya akan terselubung, dan oleh
       alasan ini, anda tidak akan memperoleh 'rahim dari dharma
       (dharma-garbha)'."
       #Post#: 87--------------------------------------------------
       Re: Sarvadharma Mahasandhi Samantabhadra Bodhichitta Vajra Kulay
       a R&#257;ja Maha Tantraraja Mahayana Sutr
       By: ajita Date: November 11, 2016, 7:57 am
       ---------------------------------------------------------
       [center]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Garbhakosamandalaraja.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Garbhakosamandalaraja.jpg.html
       Mandala Rahim Kasih Sayang Vairocana
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Arya_Buddha_Shakyamuni_Thangka.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Arya_Buddha_Shakyamuni_Thangka.jpg.html
       Sri Bhagavan Sakyamuni Tathagata
       [html]<iframe width="420" height="315"
       src="//www.youtube.com/embed/tjQcxHUTShI" frameborder="0"
       allowfullscreen></iframe>[/html]
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/Arya%20Sakyamuni%20SamBuddha.jpg
       Sri Muni Vairocana Buddha
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/Arya%20Sakyamuni%20SamBuddha.jpg.html
       Bab 6
       Ekamula
       [/center]
       Kemudian sang Kulayar&#257;ja, sang Bodhicitta memberikan
       khotbah ini bahwa kesempurnaan dari segala sesuatu bertumpu pada
       keberadaan-Nya :
       "Maha Bodhisattva, dengarlah perkataan ini ! Saya adalah
       Kulayar&#257;ja, dan Saya telah mengatur segala sesuatu dari
       sejak awal-mula. Saya membuat dharma menjadi jelas. Saya akan
       memperlihatkan kepada anda intisari Saya. Setelah Saya
       memperlihatkan kepada anda svabhava, Saya akan menunjukkan
       maknanya dalam kata-kata, dan suara, dan anda akan mampu
       membayangkan intisari yang diajarkan itu. Svabhava itu, ketika
       dijelaskan, anda akan memahaminya sebagai huruf A
  HTML http://i484.photobucket.com/albums/rr201/cung_2008/A.jpg
  HTML http://s484.photobucket.com/user/cung_2008/media/A.jpg.html.<br
       />Melalui cara dari mengucapkan kata-kata ini, anda akan melihat
       makna itu."
       Begitulah yang Dia katakan, dan tidak mengatakan apapun lagi.
       Dia tinggal berdiam di dalam intisari dari semua dharma. Oleh
       karena itu, Vajrasattva bangkit dari tengah-tengah perkumpulan
       itu dan duduk dengan wajah yang serius dihadapan sang
       Kulayar&#257;ja, sang Bodhicitta.
       Sang Kulayar&#257;ja berkata : "Maha Bodhisattva, anda sedang
       duduk disini dihadapan Saya dalam keseriusan. Bertanyalah apa
       yang anda ingin tanyakan!"
       Vajrasattva bertanya : "Sastrsastra, Kulayar&#257;ja ! Jika
       segala sesuatu adalah keberadaan anda, lalu bagaimana Anda
       mendirikan seperti para guru, ajaran, dan rombongan? Apa itu
       keberadaan yang sempurna?"
       Kemudian sang Kulayar&#257;ja, sang Bodhicitta mengucapkan
       kata-kata ini : "Maha Bodhisattva, dengarlah ! dharma dibuat di
       dalam cara yang sempurna. Ini begitu, karena Saya adalah sifat
       alami dari kesempurnaan. Saya akan memperlihatkan kepada anda
       keberadaan Saya. Karena keberadaan Saya adalah yang tiada
       gagasan dan yang tidak diciptakan, Saya telah membuat menjadi
       ada di dalam dharmadhatu. Mereka tidak bertumpu pada apapun yang
       lain tetapi hanya pada Bodhicitta. Karena keberadaan Saya adalah
       yang sempurna dan menyerap-meliputi semua, jangan bertumpu pada
       apapun yang lain tetapi hanya pada kesadaraan yang muncul dengan
       sendirinya (svayambhujnana) itu sendiri di dalam  gedung
       kesadaran, yaitu ruang angkasa. Karena Saya adalah pusat Garbha
       dari segala sesuatu yang datang menjadi ada, yaitu lima unsur
       besar, triloka, enam jenis perpindahan : mereka tidak lain
       adalah Tubuh, Ucapan dan Pikiran Saya. Saya telah mendirikannya
       sebagai svabhava. Saya memperlihatkan kepada anda para Buddha
       dari tiga masa waktu dan para makhluk hidup dari triloka sebagai
       keberadaan Saya. Karena intisari Saya adalah yang tidak
       dilahirkan, dan yang tiada gagasan, ia tidak ada, namun
       melampaui semua wilayah dari tanggapan penglihatan. Ia bahkan
       melampaui objek dari Samadhi dan tidak menjadi jelas terlihat di
       dalam Dhy&#257;na. Walaupun keberadaan Saya tidak terlihat, Saya
       memperlihatkan intisari Saya kepada anda sebagai tiga dunia
       (triloka : k&#257;maloka, r&#363;paloka, ar&#363;paloka), lima
       unsur besar (pancamahadh&#257;tu : tanah, air, api, angin, ruang
       angkasa), dan enam jenis perpindahan makhluk hidup (sadgati :
       devagati, manusyagati, asuragati, tiryagonigati=hewan,
       pretagati=makhluk halus kelaparan, narakagati=makhluk di
       neraka). Dari lima unsur itu yang adalah keberadaan Saya yang
       jelas, yaitu Bodhicitta, datang lima kesadaran Svayambhu yang
       kuat. Lima kesadaran ini menghasilkan lima objek nafsu. Lima
       nafsu gairah ini mendatangkan hasilnya masing-masing yang muncul
       sebagai enam jenis perpindahan makhluk hidup. Saya mengajarkan
       anda kemunculan seperti itu."
       "Bahkan jika Saya mengajarkan kepada anda tiga bentuk dari
       perwujudan, dan enam kendaraan (sadyana), anda tidak akan
       memahaminya. Masing-masing itu diberkahi dengan keberadaan
       sejati Saya di dalam bentuk tersendiri, dan masing-masing itu
       adalah 'pendorong (hetú)' Saya di dalam bentuk tersendiri
       seperti tubuh, ucapan, dan pikiran. Hetú tersendiri itu
       membiarkan anda melihat seluruhnya. Dalam cara seperti itu,
       keberadaan Saya diajarkan. Saya, sang Bodhicitta, sang intisari
       dari semua yang murni, memunculkan dari Saya permainan dari
       triloka, dan enam jenis perpindahan dari makhluk hidup, karena
       Saya menggerakkan bidang dari yang tiada gagasan pikiran, dan
       Saya adalah tempat kediaman besar (mah&#257;sth&#257;na) dari
       semua Buddha. Secara khusus Saya mengajarkan bahwa, jika anda
       tidak keliru tentang kemurnian itu, semua tindakan dari
       kebahagiaan dan penderitaan adalah belas kasih Saya. Saya, sang
       Kulayar&#257;ja, tidak akan mengajarkan pengetahuan seperti itu
       kepada mereka yang melekat pada kendaraan dari sebab dan hasil.
       Jika Saya mengajarkan kepada mereka pengetahuan Saya sebagai
       yang pasti, mereka akan membuang pujian dan menfitnah Saya, sang
       semua kemurnian (sarva&#347;uddho), seperti mereka menegaskan
       bahwa sebab dan hasil menjadi ada dikarenakan oleh tindakan yang
       baik dan buruk. Karena alasan ini, mereka tidak akan bertemu
       Saya, sang Sarva&#347;uddho, untuk waktu yang lama. Saya adalah
       sang Guru, sang Kulayar&#257;ja, sang Bodhicitta. Bodhicitta
       adalah Kulayar&#257;ja. Bodhicitta menciptakan para Buddha dari
       tiga masa waktu. Bodhicitta menciptakan para makhluk hidup dalam
       triloka ini. Bodhicitta menciptakan segala sesuatu yang muncul
       dan yang ada di sattvaloka dan bhajanaloka."
       "Dengan membawa sebab, hasil, persamaan, tujuan, dan pengartian
       kedalam kesesuaian, pada waktu dari sebab, lima unsur besar
       diciptakan; pada waktu dari hasil, para makhluk hidup di triloka
       diciptakan; pada waktu dari persamaan, ruang angkasa sebagai
       persamaan dari segala sesuatu diciptakan; pada waktu dari arti,
       yang tidak dilahirkan dibuat oleh Saya sebagai arti dari segala
       sesuatu; pada waktu dari tanda Bodhicitta - pada waktu dari
       pengartian, kesadaran yang muncul dengan sendirinya diajarkan.
       Ini adalah bagaimana sebab, hasil, persamaan, maksud, dan
       pengartian dibawa kedalam kesesuaian."
       "Melalui Bodhicitta, semua diciptakan. Tiada satupun yang tidak
       dibuat melalui-Nya. Svabhava sang Bodhicitta telah membuat
       semua, dan tidak satupun yang bukan dibuat melalui-Nya; Tiada
       alasan untuk Diri-Nya sendiri diciptakan. Svabhava Saya, sang
       Kulayar&#257;ja, adalah melampaui pengartian kesadaran, namun
       Saya disadari dengan kepastian di dalam dharma yang Saya telah
       ciptakan. Melalui cara dari nafsu pendambaan, penampilan [dari
       dharma] tercapai, namun itu akan binasa dikarenakan oleh sifa
       alaminya yang tidak abadi dan yang ditimbulkan oleh khayalan,
       sifat alami yang tidak memihak dan sama seperti orang yang
       terlahir buta. Walaupun sang Kulayar&#257;ja tidak memihak di
       dalam penciptaan, indera menjadi terrintangi saat mengalami
       penderitaan ketika enam objek tujuan indera disadari melalui
       enam indriya. Untuk alasan ini, sang Kulayar&#257;ja, adalah
       tidak memihak didalam penciptaan. Jadi, tiada hasil yang ada
       yang mampu membinasakan penghentian dan asal-mula. Tentu saja,
       dua kebenaran muncul dari ini. Yang terakhir dan yang biasa
       muncul sebagai dua, keberadaan dan tiada keberadaan, walaupun
       kenyataan diciptakan oleh Saya, sang Kulayar&#257;ja. Oleh
       karena itu, dua kebenaran (satyadvaya) itu tidak mengarah pada
       penanggulangan sebab dan hasil. Didalamnya, tiada hasil yang
       mengarah pada mengatasi sebab dan hasil. Melalui usaha
       perenungan yang demi memurnikan dan mencari apa yang belum ada
       dan di dalam meditasi dari langkah yang menakjubkan, yang tidak
       akan pernah muncul, anda tidak akan mencapai hasil yang terbebas
       dari pengejaran dan penolakan. Yang merenungkan tiga aspek dari
       meditasi yang terpusat pada satu tujuan, dan yang melaksanakan
       meditasi tahap demi tahap sesuai dengan empat praktek Dharma dan
       menimbulkan Dewa, tidak akan mencapai hasil yang mengatasi
       perjuangan dan pencapaian, yaitu, yang sepenuhnya terbebas dari
       kegiatan dan yang bertindak karena itu secara spontan
       tersempurnakan dengan sendirinya. Karena Saya mengajar 'yang
       tidak dilahirkan (anutpanna)', 'yang tiada tanda (animitta)',
       'yang tiada diri (an&#257;tma)', anda harus memahami yang tidak
       dapat dijelaskan itu sebagai yang terbebas dari pujian dan tiada
       pujian."
       "Perumpamaan untuk segala sesuatu menjadi Bodhicitta adalah
       bahwa semua yang diciptakan adalah yang keberadaan diri mereka
       sendiri sama seperti ruang angkasa; Ini adalah hal utama dari
       Bodhicitta. Ruang angkasa, angin, air, tanah, dan api, lima
       unsur ini muncul secara ajaib dari Bodhicitta sebagai para
       Buddha, tiga dunia (triloka), lima jalan, dan enam jenis makhluk
       hidup. Yang jelas kelihatan, namun sang Aksobhya Buddha yang
       perbuatan-Nya termatangkan dengan baik adalah yang dari sejak
       permulaan sang Bodhicitta dari triloka di dalam tubuh, ucapan,
       dan pikiran. Oleh karena itu, apapun yang muncul sebagai yang
       hidup dan yang tidak hidup memiliki akibat tiada tempat untuk
       berada, sama seperti pusat ruang angkasa. Dikarenakan oleh
       cakupan yang luas dari Bodhicitta sebagai objek yang sebenarnya,
       semua yang muncul dan yang ada sebagai yang hidup dan yang tidak
       hidup, para Buddha dan makhluk hidup, adalah yang terbebas dari
       pujian dan tiada pujian, adalah yang tiada mendua karena semua
       adalah kenyataan yang sepenuhnya murni. Yang tidak melihat
       pikiran sebagai 'Garbha dari tiada keberadaan' tidak akan
       mencapai tujuan selama kalpa. Akar dari segala sesuatu adalah
       Bodhicitta itu sendiri. Garbha dari Bodhicitta yang darimana
       segala sesuatu muncul, para Buddha, para makhluk hidup, semua
       yang muncul dan yang ada sebagai yang hidup dan yang tidak
       hidup, tidak bisa diungkapkan melalui menghitung apa yang tidak
       bahkan satu. Juga, tubuh dan ucapan Buddha, dan, tubuh dan
       ucapan makhluk hidup, adalah sang Bodhicitta, dan oleh karena
       itu, terbebas dari subjek dan objek. Yang mencapai pembebasan
       dari subjek dan objek akan menguasai akar dari segala sesuatu,
       menjadi Yang menyelesaikan semua. Dengan kegembiraan, orang akan
       mengakui pemahaman dari pikiran, keunikan dari Bodhicitta. Saya
       mengajarkan apa yang melampaui 'perhitungan dan dualitas'.
       *****************************************************